No. 10/10/Th.III, 3 Oktober 2016
P
ERKEMBANGANI
NDEKSH
ARGAK
ONSUMEN/I
NFLASISEPTEMBER 2016 KOTA SINGARAJA INFLASI 0,07 PERSEN
Pada bulan September 2016 Kota Singaraja mengalami inflasi sebesar 0,07 persen, dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 133,64. Tingkat inflasi tahun kalender September 2016 sebesar 3,44 persen, dan tingkat inflasi tahun ke tahun (September 2016 terhadap September 2015) sebesar 4,25 persen.
Inflasi ditandai dengan peningkatan indeks yang terjadi pada kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga 2,67 persen; kelompok sandang 0,33 persen; kelompok kesehatan 0,22 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,16 persen; kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,05 persen; kelompok bahan makanan -0,29 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau -0,33 persen.
Komoditas yang mengalami peningkatan harga selama bulan September 2016 antara lain: sekolah menengah atas, akademi/perguruan tinggi, kacang panjang, tongkol/ambu-ambu, minyak goreng, tarip listrik, cakalang/sisik, tongkol pindang, upah pembantu, cabai merah, bayam, tepung terigu, buncis, bawang putih, daging ayam ras. Komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain: cabai rawit, gula pasir, bawang merah, apel, teri, kentang, wortel, telur ayam ras, mie kering instan, tomat sayur, udang basah.
Dari 82 kota yang menghitung angka inflasi, 58 kota mengalami inflasi sedangkan 24 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,85 persen dan terendah di Purwokerto dan Banyuwangi sebesar 0,02 persen, Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Pontianak sebesar 1,06 persen dan terendah di Kendari 0,01 persen.
Jika diurutkan dari kota yang mengalami Inflasi tertinggi, maka Kota Singaraja menempati urutan ke-51 setelah kota Tegal.
Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukan oleh naiknya indeks kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga 2,67 persen; kelompok sandang 0,33 persen; kelompok kesehatan 0,22 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar 0,16 persen; kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,05 persen; kelompok bahan makanan -0,29 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau -0,33 persen.
Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada September 2016 antara lain tarip sekolah menengah atas, akademi/perguruan tinggi, kacang panjang, tongkol/ambu-ambu, minyak goreng, tarip listrik, cakalang/sisik, tongkol pindang, upah pembantu rumahtangga, cabai merah, bayam, tepung terigu, buncis, bawang putih, daging ayam ras. Komoditas yang mengalami penurunan harga antara lain: cabai rawit, gula pasir, bawang merah, apel, teri, kentang, wortel, telur ayam ras, mie kering instan, tomat sayur, udang basah.
Pada bulan September 2016 kelompok-kelompok komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi, yaitu: pendidikan, rekreasi dan olahraga 0,1551 persen; perumahan, air, listrik, gas & bahan bakar 0,0414 persen; sandang 0,0132 persen; kesehatan 0,0085 persen; transpor, komunikasi & jasa keuangan 0,0059 persen; makanan jadi,minuman, rokok & tembakau -0,0691 persen; kelompok bahan makanan -0,0817 persen.
Gambar 1
Perkembangan Inflasi Kota Singaraja September 2015 – September 2016
0,27 0,07 -1,98 -0,98 0,02 1,02 2,02 3,02 4,02
Tabel 1
Sumbangan (Andil) Inflasi/Deflasi Menurut Kelompok Pengeluaran Kota Singaraja September 2016
Kelompok Pengeluaran Andil
Inflasi
(1) (2)
Umum 0,0733
1. Bahan Makanan -0,0817
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau -0,0691 3. Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar 0,0414
4. Sandang 0,0132
5. Kesehatan 0,0085
6. Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 0,1551 7. Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 0,0059
Tabel 2
Laju Inflasi Kota Singaraja September 2016, Tahun Kalender September 2016, dan September 2016 terhadap September 2015 menurut Kelompok Pengeluaran
Kelompok Pengeluaran IHK Agustus 2016 IHK September 2016 Laju Inflasi September 2016 *) Laju Inflasi Tahun 2016 **) Laju Inflasi Tahun ke Tahun ***) (1) (2) (3) (4) (5) (6) Umum 133,54 133,64 0,07 3,44 4,25 Bahan Makanan 142,24 141,83 -0,29 6,91 8,97
Makanan Jadi, Minuman, Rokok, dan Tembakau 144,24 143,76 -0,33 3,96 5,14
Perumahan, Air, Listrik, Gas, dan Bahan Bakar 132,47 132,68 0,16 1,67 1,38
Sandang 129,71 130,14 0,33 6,01 7,01
Kesehatan 111,46 111,71 0,22 3,99 5,41
Pendidikan, Rekreasi, dan Olahraga 119,01 122,19 2,67 6,71 6,96
Transpor, Komunikasi, dan Jasa Keuangan 116,69 116,75 0,05 -4,58 -4,56 *) Persentase perubahan IHK September 2016 terhadap bulan sebelumnya
**) Persentase perubahan IHK September 2016 terhadap bulan Desember 2015 ***) Persentase perubahan IHK September 2016 terhadap bulan September 2015
PERBANDINGAN INFLASI TAHUNAN
Laju inflasi September 2016 sebesar 0,07 persen, laju inflasi tahun kalender September 2016 sebesar 3,44 persen, dan laju inflasi ”Year on Year” (September 2016 terhadap September 2015) sebesar 4,25 persen. Sedangkan pada periode yang sama tahun kalender 2015 : inflasi September 2015 sebesar 0,27 persen, laju inflasi tahun kalender September 2015 sebesar 2,17 persen, dengan tingkat inflasi tahun ke tahun (September 2015 terhadap September 2014) sebesar 7,92 persen.
Tabel 3
Inflasi Bulanan, Tahun kalender, dan Year on Year, di Kota Singaraja Tahun 2015 – 2016 Inflasi 2015 2016 (1) (2) (3) 1.September 0,27 0,07 2.Kumulatif Tahunan 2,17 3,44 3. September (Y on Y) 7,92 4,25 Gambar 2
Laju Inflasi Kota Singaraja bulan September tahun 2016 Menurut Kelompok Pengeluaran
2,67 0,33 0,22 0,16 0,05 -0,29 -0,33 -0,50 0,00 0,50 1,00 1,50 2,00 2,50 3,00
PENDIDIKAN, REKREASI DAN OLAH RAGA SANDANG
KESEHATAN PERUMAHAN,AIR,LISTRIK,GAS & BAHAN BAKAR TRANSPOR,KOMUNIKASI DAN JASA KEUANGAN BAHAN MAKANAN
URAIAN MENURUT KELOMPOK PENGELUARAN 1. Bahan Makanan
Indeks kelompok bahan makanan pada bulan September 2016 sebesar 141,83 sedangkan bulan sebelumnya sebesar 142,24 sehingga mengalami deflasi sebesar 0,29 persen. Dari sebelas subkelompok yang termasuk didalam kelompok ini, delapan subkelompok mengalami peningkatan indeks atau inflasi yaitu : subkelompok ikan diawetkan 4,50 persen; subkelompok lemak dan minyak 2,85 persen; subkelompok sayur-sayuran 2,31 persen; subkelompok ikan segar 1,93 persen; subkelompok bahan makanan lainnya 0,79 persen; subkelompok kacang-kacangan 0,66 persen; subkelompok daging dan hasil-hasilnya 0,30 persen; subkelompok padi-padian,umbi-umbian dan hasilnya 0,05 persen. Sedangkan tiga subkelompok lainnya mengalami penurunan indeks atau deflasi yaitu subkelompok buah-buahan sebesar 0,40 persen; subkelompok telur, susu dan hasil-hasilnya 0,78 persen; serta subkelompok bumbu – bumbuan 5,30 persen.
Komoditas yang memberikan sumbangan inflasi terbesar pada kelompok ini adalah: kacang panjang 0,0492 persen; tongkol/ambu-ambu 0,0354 persen; minyak goreng 0,0318 persen; cakalang sisik 0,0203 persen; tongkol pindang 0,0198 persen; cabai merah 0,0188 persen; bayam 0,0174 persen; tepung terigu 0,0156 persen; buncis 0,0151 persen; bawang putih 0,0145 persen; daging ayam ras 0,0089 persen; tempe 0,0087 persen; kangkung 0,0077 persen; jeruk 0,0072 persen; daging babi 0,0068 persen; kelapa 0,0068 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar -0,0817 persen.
2. Makanan Jadi, Minuman, Rokok dan Tembakau
Indeks kelompok makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau pada bulan September 2016 adalah sebesar 143,76 sedangkan bulan sebelumnya sebesar 144,24 sehingga mengalami deflasi sebesar 0,33 persen. Dari tiga subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, dua subkelompok tidak mengalami perubahan indeks yaitu subkelompok makanan jadi dan subkelompok tembakau dan minuman beralkohol. Sedangkan subkelompok minuman yang tidak beralkohol mengalami penurunan indeks/deflasi sebesar 1,65 persen.
Komoditas pada kelompok pengeluaran ini yang memberikan andil terhadap inflasi adalah teh 0,0011 persen; minuman kesegaran 0,0009 persen; minuman ringan -0,0009 persen; gula pasir -0,0702 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar -0,0691 persen.
3. Perumahan, Air, Listrik, Gas dan Bahan Bakar
Indeks kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar pada bulan September 2016 adalah 132,68 sedangkan bulan sebelumnya 132,47 sehingga mengalami inflasi sebesar 0,16 persen. Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, dua subkelompok mengalami peningkatan indeks/inflasi dengan urutan dari yang terbesar adalah subkelompok penyelenggaraan rumahtangga sebesar 1,34 persen; subkelompok bahan bakar, penerangan dan air sebesar 0,40 persen. Sedangkan subkelompok biaya tempat dan subkelompok perlengkapan rumahtangga tidak mengalami perubahan indeks.
Komoditas pada kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi dengan urutan dari yang terbesar adalah: tarip listrik 0,0217 persen; upah pembantu rumahtangga 0,0192 persen; pengharum/pelembut cucian 0,0018 persen; sabun cair/cuci piring 0,0001 persen; sabun detergen bubuk/cair -0,0014 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0414 persen.
4. Sandang
Indeks kelompok sandang pada bulan September 2016 adalah 130,14 sedangkan bulan sebelumnya 129,71 sehingga mengalami inflasi sebesar 0,33 persen. Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, keempat subkelompok mengalami peningkatan indeks/inflasi yaitu: subkelompok barang pribadi dan sandang lain 1,08 persen; subkelompok sandang laki-laki 0,37 persen; subkelompok sandang wanita 0,23 persen serta subkelompok sandang anak-anak sebesar 0,04 persen.
Komoditas pada kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi terbesar adalah : celana pendek laki-laki 0,0045 persen; tas 0,0045 persen; kemeja pendek 0,0027 persen; emas perhiasan 0,0011 persen; celana panjang jeans 0,0004 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0132 persen.
5. Kesehatan
Indeks kelompok kesehatan pada bulan September 2016 sebesar 111,71 sedangkan bulan sebelumnya sebesar 111,46 sehingga mengalami inflasi sebesar 0,22 persen. Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, hanya satu subkelompok yang mengalami peningkatan indeks/inflasi yaitu: subkelompok perawatan jasmani dan kosmetika sebesar 0,54 persen. Sedangkan tiga subkelompok lainnya yaitu subkelompok jasa kesehatan, subkelompok obat-obatan dan subkelompok jasa perawatan jasmani tidak mengalami perubahan indeks.
Komoditas pada kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi adalah: pasta gigi 0,0050 persen dan hand body lotion 0,0035 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,0085 persen.
6. Pendidikan, Rekreasi dan Olahraga
Indeks kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga pada bulan September 2016 adalah 122,19 sedangkan bulan sebelumnya sebesar 119,01 sehingga kelompok pengeluaran ini mengalami inflasi sebesar 2,67 persen. Dari lima subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, hanya satu subkelompok saja yang mengalami perubahan indeks yaitu subkelompok pendidikan meningkat sebesar 4,39 persen. Satu subkelompok mengalami penurunan indeks/deflasi yaitu subkelompok perlengkapan/peralatan pendidikan sebesar 0,05 persen. Sedangkan tiga subkelompok lainnya yaitu subkelompok kursus-kursus/pelatihan, subkelompok rekreasi serta subkelompok olahraga tidak mengalami perubahan indeks.
Komoditas pada kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi adalah : sekolah menengah atas sebesar 0,0955 persen; akademi/perguruan tinggi 0,0601 persen; laptop/notebook -0,0005 persen. Kelompok pengeluaran ini memberikan sumbangan inflasi sebesar 0,1551 persen.
7. Transpor, Komunikasi dan Jasa Keuangan
Indeks kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan pada bulan September 2016 adalah 116,75 sedangkan bulan sebelumnya sebesar 116,69 sehingga kelompok pengeluaran ini mengalami inflasi sebesar 0,05 persen. Dari empat subkelompok yang termasuk pada kelompok ini, hanya satu subkelompok yang mengalami peningkatan indeks yaitu subkelompok transpor sebesar 0,09 persen. Sedangkan tiga subkelompok lainnya yaitu subkelompok komunikasi dan pengiriman, subkelompok sarana dan penunjang transpor serta subkelompok jasa keuangan tidak mengalami perubahan indeks.
Komoditas pada kelompok ini yang memberikan sumbangan inflasi adalah : sepeda motor sebesar 0,0059 persen.
Tabel 4
Indeks Harga Konsumen Kota Singaraja Bulan Agustus 2016 dan September 2016, Perubahannya, serta Sumbangan Inflasi (2012=100)
Kelompok/Subkelompok Indeks Agustus 2016 Indeks September 2016 Perubahannya (%) Sumbangan Inflasi (1) (2) (3) (4) (5) UMUM 133,54 133,64 0,07 0,0733 I. BAHAN MAKANAN 142,24 141,83 -0,29 -0,0817
a. Padi-padian, Umbi-umbian, danHasilnya 132,35 132,41 0,05 0,0043 b. Daging dan Hasil-hasilnya 137,04 137,45 0,30 0,0116
c. Ikan Segar 118,95 121,24 1,93 0,0285
d. IkanDiawetkan 102,77 107,39 4,50 0,0247 e. Telur, Susu, dan Hasil-hasilnya 132,10 131,07 -0,78 -0,0144 f. Sayur-sayuran 127,29 130,23 2,31 0,0445 g. Kacang-kacangan 156,97 158,01 0,66 0,0095 h. Buah-buahan 169,86 169,18 -0,40 -0,0071 i. Bumbu-bumbuan 238,98 226,32 -5,30 -0,2224 j. LemakdanMinyak 113,81 117,05 2,85 0,0386 k. BahanMakananLainnya 128,92 129,94 0,79 0,0005
II MAKANAN JADI, MINUMAN, ROKOK, DAN TEMBAKAU 144,24 143,76 -0,33 -0,0691
a. Makanan Jadi 141,86 141,86 0,00 0,0000
b. Minuman Tidak Beralkohol 139,47 137,17 -1,65 -0,0691 c. Tembakau dan Minuman Beralkohol 155,48 155,48 0,00 0,0000
III. PERUMAHAN, AIR, LISTRIK, GAS, DAN BAHAN BAKAR 132,47 132,68 0,16 0,0414
a. Biaya Tempat Tinggal 135,46 135,46 0,00 0,0000 b. Bahan Bakar, Penerangan, dan Air 126,82 127,33 0,40 0,0217 c. Perlengkapan Rumahtangga 141,24 141,24 0,00 0,0000 d. Penyelenggaraan Rumahtangga 113,32 114,84 1,34 0,0197 IV. SANDANG 129,71 130,14 0,33 0,0132 a. Sandang Laki-Laki 133,84 134,33 0,37 0,0045 b. Sandang Wanita 123,10 123,38 0,23 0,0027 c. Sandang Anak-Anak 134,70 134,75 0,04 0,0004 d. Barang Pribadi dan Sandang Lain 126,38 127,75 1,08 0,0056
V. KESEHATAN 111,46 111,71 0,22 0,0085
a. Jasa Kesehatan 104,63 104,63 0,00 0,0000
b. Obat-obatan 118,84 118,84 0,00 0,0000
c. Jasa Perawatan Jasmani 111,05 111,05 0,00 0,0000 d. Perawatan Jasmani dan Kosmetika 115,86 116,48 0,54 0,0085
VI. PENDIDIKAN, REKREASI, DAN OLAHRAGA 119,01 122,19 2,67 0,1551
a. Pendidikan 123,29 128,70 4,39 0,1556
b. Kursus-kursus/Pelatihan 101,38 101,38 0,00 0,0000 c. Perlengkapan/Peralatan Pendidikan 119,35 119,29 -0,05 -0,0005
d. Rekreasi 110,32 110,32 0,00 0,0000
e. Olahraga 103,03 103,03 0,00 0,0000
VII. TRANSPOR, KOMUNIKASI, DAN JASA KEUANGAN 116,69 116,75 0,05 0,0059
a. Transpor 126,45 126,56 0,09 0,0059
b. Komunikasi dan Pengiriman 92,71 92,71 0,00 0,0000 c. Sarana dan PenunjangTranspor 111,05 111,05 0,00 0,0000 d. Jasa Keuangan 126,32 126,32 0,00 0,0000
PERBANDINGAN INFLASI KOTA SINGARAJA DENGAN KOTA LAIN DI INDONESIA SEPTEMBER 2016
Pada bulan September 2016 tercatat 58 kota mengalami inflasi dan 24 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Sibolga sebesar 1,85 persen dan terendah di Purwokerto dan Banyuwangi sebesar 0,02 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Pontianak sebesar 1,06 persen dan terendah di Kendari sebesar 0,01 persen.
Tabel 5
Perbandingan Indeks Harga Konsumen dan Inflasi/Deflasi 82 Kota Bulan September 2016
No Kota IHK (%) (1) (2) (3) (4) 1 SIBOLGA 129,12 1,85 2 LHOKSEUMAWE 121,52 1,44 3 MEDAN 130,29 1,32 4 MAUMERE 118,41 1,20 5 BUKITTINGGI 125,20 1,11 6 PEKANBARU 125,12 0,94 7 MEULABOH 124,85 0,83 8 PADANGSIDIMPUAN 123,75 0,83 9 LUBUKLINGGAU 122,72 0,79 10 BANDA ACEH 118,94 0,78 11 DUMAI 125,91 0,64 12 PANGKAL PINANG 130,56 0,64 13 BULUKUMBA 129,02 0,60 14 PALU 126,24 0,59 15 PADANG 131,16 0,58 16 JAYAPURA 126,84 0,55 17 SERANG 132,21 0,51 18 MAKASSAR 125,50 0,41 19 TANGERANG 131,90 0,40 20 DEPOK 123,64 0,37 21 BATAM 125,34 0,35 22 MAMUJU 123,94 0,32 23 BANDAR LAMPUNG 125,16 0,30 24 WATAMPONE 120,08 0,30 25 PEMATANG SIANTAR 129,51 0,29 26 CIREBON 120,61 0,28 27 BAU-BAU 129,58 0,27 28 MERAUKE 130,76 0,27 29 BEKASI 121,86 0,26 30 DENPASAR 122,15 0,26 31 PALEMBANG 123,53 0,24 32 JEMBER 121,37 0,22
...Lanjutan Tabel 5 No Kota IHK (%) (1) (2) (3) (4) 34 BALIKPAPAN 129,88 0,21 35 DKI JAKARTA 125,32 0,18 36 SURABAYA 124,88 0,18 37 MALANG 125,31 0,17 38 MADIUN 121,65 0,16 39 METRO 133,06 0,15 40 BANDUNG 123,67 0,14 41 TANJUNG PINANG 125,04 0,13 42 SEMARANG 123,60 0,13 43 TASIKMALAYA 123,44 0,12 44 PALANGKARAYA 121,98 0,11 45 BANJARMASIN 125,44 0,11 46 SUKABUMI 123,99 0,10 47 BOGOR 124,37 0,09 48 TERNATE 129,78 0,09 49 BENGKULU 134,05 0,07 50 TEGAL 121,91 0,07 51 SINGARAJA 133,64 0,07 52 SURAKARTA 121,43 0,06 53 CILACAP 126,96 0,05 54 PALOPO 123,02 0,05 55 KUDUS 129,70 0,04 56 SUMENEP 121,78 0,04 57 PURWOKERTO 121,81 0,02 58 BANYUWANGI 121,84 0,02 59 KENDARI 121,65 -0,01 60 SORONG 127,35 -0,02 61 BUNGO 123,02 -0,06 62 AMBON 123,93 -0,11 63 CILEGON 129,06 -0,12 64 PROBOLINGGO 122,31 -0,14 65 YOGYAKARTA 122,33 -0,16 66 JAMBI 124,65 -0,17 67 SAMARINDA 127,49 -0,20 68 TEMBILAHAN 129,02 -0,22 69 KUPANG 125,41 -0,37 70 GORONTALO 120,98 -0,40 71 TARAKAN 135,10 -0,44 72 BIMA 129,12 -0,45 73 TANJUNG 125,24 -0,45 74 SAMPIT 125,32 -0,46 75 PARE-PARE 120,52 -0,50 76 MATARAM 122,64 -0,66 77 MANOKWARI 120,79 -0,67 78 TANJUNG PANDAN 131,70 -0,68 79 MANADO 124,02 -0,68 80 TUAL 137,15 -0,71 81 SINGKAWANG 124,95 -0,75 82 PONTIANAK 133,94 -1,06