• Tidak ada hasil yang ditemukan

SINKRONISASI PENGATURAN HAK MEREK DAN NAMA DOMAIN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG MEREK DAN INDIKASI GEOGRAFIS DAN UNDANG-UNDANG NO 11 TAHUN 2008 JUNCTO UNDANG-UNDANG NO 19 TAHUN 2016 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK - UNS

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2019

Membagikan "SINKRONISASI PENGATURAN HAK MEREK DAN NAMA DOMAIN BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG MEREK DAN INDIKASI GEOGRAFIS DAN UNDANG-UNDANG NO 11 TAHUN 2008 JUNCTO UNDANG-UNDANG NO 19 TAHUN 2016 TENTANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK - UNS "

Copied!
90
0
0

Teks penuh

Gambar

Tabel 1. Perbandingan konsep hak milik dan Hak Sewa dalam
Tabel 2. Perbandingan konsep hak milik nama domain dalam Peraturan
Tabel 3. Perbandingan pengertian Merek dan nama domain
Tabel 4. Perbedaan asas pendaftaran merek dan nama domain
+2

Referensi

Dokumen terkait

Menurut Pasal 42 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Merek dan Indikasi Geografis, pemilik merek terdaftar dapat memberikan lisensi kepada pihak lain untuk

Geografis, suatu tanda dipakai dengan iktikad baik oleh pihak lain yang tidak berhak mendaftar menurut ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 53 ayat (3), pihak

Skripsi dengan judul “PENDAFTARAN MEREK KOLEKTIF SEBAGAI UPAYA PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO KECIL DAN MENENGAH DITINJAU DARI UNDANG-UNDANG NOMOR 20 TAHUN 2016 TENTANG MEREK

penulisan skripsi dengan judul “ Pendaftaran Merek Kolektif Sebagai upaya Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah Ditinjau Dari Undang- Undang Nomor20 Tahun 2016 Tentang Merek

Dihapuskannya kewajiban mengenai “graphical representation” saat pendaftaran merek berdasarkan ketentuan Article 4 European Union Trade Marks Regulation dan Article 3

Penghapusan Merek Terdaftar pada kasus Hengki Arifin melawan PT.. Eka Mulia dalam Perspektif UU MIG tentang Merek dan Indikasi Geografis.

Jika di Indonesia dengan menggunakan ketentuan pasal 100 ayat 2 Undang-Undang Merek dan Indikasi Geografis yang mengatur bahwa : “Setiap Orang yang dengan tanpa hak menggunakan Merek

Adapaun bentuk perlindungan tersebut pada dasarnya menyatakan bahwa permohonan harus ditolak oleh DJKI apabila merek yang bersangkutan mempunyai persamaan pada pokoknya atau