• Tidak ada hasil yang ditemukan

Proses Pembuatan Semen

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Proses Pembuatan Semen"

Copied!
46
0
0

Teks penuh

(1)

PROSES PEMBUATAN SEMEN

1. Alat Utama

A. Rawmill (Horizontal Mill atau Tube Mill)

Rawmill merupakan penggilingan material dengan memanfaatkan rotasi tube mill yang menyebabkan isi mill yang terdiri dari grinding media dan material

umpan terangkat akibat gaya sentrifugal. Tinggi pengangkatan isi tube mill tergantung beberapa faktor, antara lain :

Liner design

Kecepatan putaran mill

Bentuk, ukuran, dan berat grinding mediaFriksi antara lining dan grinding mediaFriksi antara mill charge

(2)

Gambar : Raw mill 3B Fungsi Alat :

Rawmill berfungsi untuk size reduction (pengurangan dimensi) dari

material kerja yang masuk yaitu raw meal (campuran lime stone, silica stone, clay dan iron sand) agar dihasilkan rawmix untuk selanjutnya dimasukkan ke dalam

kiln.Duodan mill terdiri dari tiga chamber, yaitu drying chamber, chamber 1, dan chamber 2.Chamber 1 dan chamber 2 dipisahkan oleh diaphragm dan peripheral outlet. Compartment-1 berfungsi untuk menghancurkan material yang masuk, dan compartment-2 berfungsi menghaluskan material yang masih kasar setelah

dipisahkan dari separator dengan ukuran grinding media yang lebih kecil dari

compartment-1.

Tabel : Spesifikasi RawMill 3B

Jenis Mill - Tube Mill

Produsen - Walcanagar

Kapasitas Design Tph 160, min

Type - Central discharge

Mill Revolution Rpm 14.8

Drive System - Double drive Power Motor kW 2 x 1500

Jumlah Kompartemen - 1 Drying + 2 grinding

Sistem - Close system

Jumlah Separator Buah 2

Jenis Separator - Dynamic Air Separator Jenis Grinding Media - Steel ball

(3)

Bahan baku diumpankan ke dalam mill dengan melalui double flap

valve.Raw meal masuk ke drying chamber tube mill bercampur dengan gas panas

dari suspension preheater. Di drying chamber material dikeringkan, liftter pada

drying chamber menghamburkan material supaya cepat kering dan memudahkan

perpindahan material memasuki compartment-1 melewati center piece. Setelah melewati center piece ini material akan masuk ke compartment-1 dan di sini terjadi proses penggilingan material dengan metoda tumbukan. Putaran mill mengakibatkan grinding media dan material feed terangkat oleh gaya sentrifugal dan gesekan/friksi antara grinding media dan liner.

Setelah penggilingan di compartment-1, material hasil penggilingan selanjutnya melewati diaphragm antara compartment-1 dan outlet selanjutnya dikirim oleh air slide menuju ke separator, sedangkan gas panas keluar menuju

cyclone. Untuk material yang masih kasar dipisahkan di separator dan kemudian

dikembalikan ke chamber 2 untuk digiling kembali dengan ukuran grinding

media yang lebih kecil dibandingkan dengan ukuran grinding media chamber 1.

Siklon memisahkan gas panas yang berasal dari raw mill dengan material menggunakan mill fan. Material yang tidak terpisahkan dari gas panas akan dibawa ke EP fan yang juga menarik gas panas dari GCT untuk kemudian dimasukkan ke electrostatic precipitator dan dibuang melalui cerobong.

Bagian-Bagian Internal dan Eksternal Tube Mill a. Liner

Liner berfungsi untuk melindungi bagian dalam tube mill. Liner yang

digunakan harus tahan terhadap gaya tumbuk (deformasi, breakage), friksi dan korosi.

b. Intermediate Diaphragm

Fungsi dari intermediate diaphragm ini adalah untuk membagi mill menjadi

kompartemen I dan II, untuk mempertahankan efisiensi grinding sepanjang mill, penempatan grinding media diperlukan. Adjustable diaphragm dapat

mengontrol aliran material dan menjaga material yang diperlukan setiap kompartemen untuk mendapatkan efisiensi grinding yang tertinggi. Kriteria utama dalam perancangan intermediate diaphragm adalah lebar slot dan total area slot (open area).

(4)

c. Discharge Diaphragm

Discharge diaphragm dipasang di ujung pada tipe end discharge mill atau di

bagian tengah pada tipecenter discharge mill. Diaphragm untuk center

discharge mill terdiri dari dua single diaphragm yang dipasang di outletkompartemen I dan II. Perbedaan antara keduanya adalah pada lebar slot-nya.

d. Grinding Media

Untuk kompartemen I, ukuran grinding ball antara 50-100 mm dan untuk

kompartemen II antara 15-50 mm. Ukuran dari grinding ball tersebut

tergantung pada beberapa faktor, antara lain:  Ukuran maksimal umpan yang akan digiling  Kehalusan produk

Diameter dan panjang mill

i. Penggilingan dengan Roller Mill (Vertical Mill)

Vertical mill merupakan mesin penggilingan bahan baku dari semen.

Berbeda dengan horizontal mill, prinsip kerja dan arah pergerakan materialnya adalah arah vertikal/ tegak lurus.

Keuntungan pemakaian vertical mill, antara lain :

- Kapasitas pengeringan lebih tinggi ( raw material s.d kadar air 20 %) - Power consumption lebih rendah

- Ukuran material feed bisa mencapai 100 mm - Suara mill tidak berisik

- Residen time material di dalam mill lebih kecil

- Pemakaian tempat / area lebih kecil

(5)

Jenis Mill - Vertical Mill

Produsen - Loeche

Kapasitas Design Tph 240, min

Type Mill - LM 38.40

Table Revolution Rpm 29 Jumlah Roller Buah 4 Power Mill Motor kW 2250 Power Mill Fan kW 2250 Diameter Table Mm 3800 Diameter Tyre Mm 1625/1985

Tinggi Tyre Mm 705

Type Classifier - LJKS70 Komponen-komponen yang terdapat di Vertical mill :

1. Grinding Table

Terletak di dalam mill dan didukung oleh reducer. Grinding table berputar pada porosnya yang digerakkan oleh motor.

2. Table Liner (Wear Ring)

Melindungi grinding table dari keausan. Table liner dipasangkan pada bagian permukaan atasnya yang terdiri dari 10 bagian. Pemasangan table liner menggunakan clamping ring.

3. Dam Ring

Berupa ring yang terletak di sekeliling grinding table, untuk menjaga ketebalan material di atas table. Alat ini berperan penting dalam mengatur efektivitas penggilingan. Apabila diperlukan ketinggian dam ring ini bisa diatur.

4. Mill Stand dan Mill Body

Merupakan pelindung dan penutup dari reducer dan grinding table. Selain itu

mill stand berfungsi untuk support dan tempat kedudukan bearing rocker arm. Mill body adalah housing bagian atas dari mill stand.

(6)

5. Grinding Roller

Poros roller merupakan bagian dari rocker arm. Poros tersebut tidak berputar, tetapi rollernya berputar karena bergesakn dengan material di atas table yang berputar. Roller terdiri dari hub dan tyre yang keduanya di ikat dengan menggunakan clamping ring. Tyre adalah bagian dari luar roller yang mudah aus dan dapat diganti.Pelumasan dari bearing-bearing roller dilakukan secara sirkulasi dengan circulation pump sistem.

6. Rocker Arm dan Sistem Hidrolik

Rocker arm merupakan pembawa dari grinding roller dan duduk pada millstand. Hydro pneumatic spring system dihubungkan dengan rocker arm

dengan lever untuk menggerakkan grinding roller menekan material ke arah

table. Hydro pneumatic spring system mempunyai fungsi sebagai berikut :

- Memberikan gaya yang konstan untuk penggilingan bahan.

- Berfungsi sebagai spring dan absorber yang memungkinkan roller akan naik bila mengenai benda yang besar dan keras tanpa membahayakan sistem hydrauliknya.

- Menaikkan roller dari table dan material bed supaya mill dapat di start tanpa beban.

- Berfungsi memberikan tenaga untuk swing out dan swing in.

Untuk memungkin fungsi hydraulic sebagai spring dan absorber, maka piston

hdraulic dihubungkan dengan accumulator yang berisi nitrogen. 7. Louvre Ring

Susunan sudu-sudu yang terletak disebelah luar dari dam ring, di mana udara / gas masuk ke dalam roller mill, dan susunannya sedemikian rupa sehingga aliran gas tersebut berbentuk spiral.

8. Classifier 9. Tailing Cone

(7)

Gambar :Vertical mill 3C Prinsip Kerja Alat :

Perbedaan prinsip antara tube mill dan roller mill adalah media penggilingnya. Pada tube mill menggunakan gaya tumbukan (impact force) dari

grinding media, sedangkan pada roller mill menggunakan gaya tekan roller pada

meja putar.

Penggilingan terjadi karena material bergerak ke arah tepi meja, karena adanya gaya sentrifugal dan material akan hancur waktu melewati roller, setelah melewati roller dan sampai di bagian tepi meja, material yang sudah halus akan terbawa aliran gas panas ke arah atas mill. Pada bagian atas mill ada alat pemisah (clasifier) yang akan memisahkan material kasar dan halus.

Oleh karena udara panas dipakai sebagai pengering dan sekaligus alat transport material, maka proses yang terjadi adalah pengeringan selama penggilingan (drying during grinding)

Secara sederhananya prinsip kerja dari Vertical roller mill yaitu sebagai berikut:

(8)

 Umpan material

Material basah diumpankan melalui air sealed feed gate ke atas grinding

table.Feed gate dirancang untuk dapat mencegah masuknya false air ke

dalam mill dan melindungi mill terhadap tekanan negative yang tinggi di dalam mill body.Untuk material yang basah dan lengket, triple gates

(heatable) dibutuhkan dan umumnya digunakanlrotating airlocks.  Penggilingan

Material (umpan segar, material resirkulasi, dan tailing separator) yang melewati tengah meja di bawah roller kemudian digiling di antara roller dan

grinding track. Ukuran maksimum partikel yang dapat digiling di bawah roller adalah berukuran maks. 5-8 % diameter roller dimana ukuran tersebut

tergantung pada diameter roller, kecepatan meja, tekanan roller dan karakteristik material (granulometry and properties)

 Sirkulasi material

Sirkulai internal material dapat dilihat pada gambar berikut. Material yang mengalir di atas dam ring ditangkap dan kemudian terangkat oleh aliran gas vertical dari nozzle ring. Partikel kasar jatuh kembali ke grinding table sementara yang halus terangkat ke separator untuk dipisahkan. Laju sirkulasi internal tergantung terutama pada grindability dari ground material dan dapat mencapai 15-25 siklus. Pengurangan kecepatan gas di dalam nozzle ring mengakibatkan jatuhnya partikel yang lebih besar. Material yang terjatuh harus diekstraksi oleh scraper dan diresirkulasi ke dalam mill feed.

 Separasi

Separasi yang baik dapat meningkatkan kualitas raw meal dan menghindari penggilingan yang berlebih (menghemat energi). Partikel kasar (coarse

tailing) diumpankan melalui tailing cone ke tengah grinding table untuk

membantu formasi dari grinding table menjadi lebih stabil. Kehalusan raw

meal dapat lebih mudah dikontrol oleh penyesuaian kecepatan cage rotor.

(9)

Pengeringan terjadi terutama di tempat di mana gas panas keluar nozzle dan kontak dengan material yang lembab. Partikel yang halus memiliki waktu tinggal yang lama di dalam gas pengering (tergantung pada gas collector) yang memastikan kinerja pengeringan yang baik.

Water injection

Pada kondisi tertentu, roller mill memerlukan injeksi air untuk menstabilkan

grinding bed, injection nozzle seharusnya menyemprot material di bagian

depan setiap roller yang disesuaikan dengan keluaran. Fasilitas water

injection dengan dosing valve dapat dipasang di dalam mill casing untuk

mendinginkan gas kiln jika suhu gas berlebih dan kurang lembabnya material.

B. Coal Mill

Fungsi dan Prinsip Kerja Alat :

Gambar : Spesifikasi coal mill 3C

Pada prinsipnya penggilingan batu bara yang ada di Indarung IV menggunakan Vertical mill yang prinsip kerjanya sama dengan Vertical mill penggilangan raw material di raw mill. Penggilingan batu bara juga menggunakan

tyre roller dan table. Panas yang dihasilkan dari penggilingan batu bara digunakan

untuk dua pemanasan yaitu burner dan calsiner. Pemanasan calsiner adalah untuk

(10)

calsiner bisa mencapai 780 oC.Sedangkan pemanasan burner digunakan untuk

memanaskan material di dalam kiln.Panas yang dihasilkan mencapai 1400 oC.

Gambar : Coal Mill Indarung IV C. Kiln Mill

Fungsi Dan Prinsip Kerja Alat :

Kiln berputar (rotary kiln) merupakan peralatan utama di seluruh unit pabrik semen, karena di dalam kiln akan terjadi semua proses kimia pembentukan klinker dari bahan bakunya (raw mix). Secara garis besar, di dalam kiln terbagi menjadi 3 zone yaitu zone kalsinasi, zone transisi, dan zone

sintering (klinkerisasi). Perkembangan teknologi mengakibatkan sebagian zone

kalsinasi dipindahkan ke suspension preheater dan kalsiner, sehingga proses yang terjadi di dalam kiln lebih efektif ditinjau dari segi konsumsi panasnya. Proses perpindahan panas di dalam kiln sebagian besar ditentukan oleh proses radiasi sehingga diperlukan isolator yang baik untuk mencegah panas terbuang keluar. Isolator tersebut adalah batu tahan api dan coating yang terbentuk selama

(11)

proses. Karena fungsi batu tahan api di tiap bagian proses berbeda maka jenis batu tahan api disesuaikan dengan fungsinya.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan coating antara lain:Komposisi kimia raw mix

Konduktivitas termal dari batu tahan api dan coatingTemperatur umpan ketika kontak dengan coating

Temperature permukaan coating ketika kontak dengan umpanBentuk dan temperature flame

Gambar :Kiln Indarung IV

Pada zone sintering fase cair sangat diperlukan karena reaksi klinkerisasi lebih mudah berlangsung pada fase cair, tetapi jumlah fase cair dibatasi 20-30 % untuk memudahkan terbentuknya coating yang berfungsi sebagai isolator kiln.

Prinsip kerja dari kiln adalah memanfaatkan putaran kiln yang dihasilkan oleh main drive.Kiln digerakkan oleh motor yang gerakannya direduksi di

gearbox yang kemudian gerakannya ditransmisikan melalui gear pinion sehingga

dapat memutar kiln yang di-support oleh supporting roller.Pada prinsipnya

supporting roller berfungsi menjaga kemiringan kiln. Sedangkan untuk menjaga kiln agar tidak terjadi gerakan arah tangensial digunakan trust roller.

Prinsip kerja dari supporting roller dan trust roller yaitu dengan memanfaatkan sistem hidarulik. Supporting rollermerupakan dudukankiln yang

(12)

ditahan oleh sebuah poros pada tiap-tiap Supporting Roller menggunakan sebuah metal yang menggunakan pelumasan oli.

Gambar : Pembagian wilayah kiln

Keterangan :

1. Burner/Cooler Outlet 5. Transition Zone I 2. Dam Zone 6. Transition Zone II

3. Cooling Zone 7. Calcining Zone I

4. Burning Zone 8. Inlet Cone

Tabel : Spesifikasi KILN Indarung IV

Jenis - Kiln with Separate Line Calciner (SLC) Diameter (efektif) Mm 5000 (4560)

Panjang Mm 80000

Kapasitas Tpd 5400

Speed normal Rpm 3

Inklinasi % 3.5

Jumlah pondasi Buah 4

Motor drive kW 2 x 165

Jumlah String Preheater Buah 2 Cyclone masing2 string Tingkat 4

Jenis cooler - Grate Cooler CPAG 12122 Jumlah grate Sector 3

Kemiringan Derajat 5 / 0 / 0

Type burner - FLS-Swirlax CO-07

Pada kiln tanpa udara tertier hampir seluruh gas hasil pembakaran maupun untuk pembakaran sebagian bahan bakar di calciner melalui kiln.Kiln tanpa udara

(13)

sederhana dan konsumsi daya listrik lebih kecil dibanding dengan sistem kiln memakai cooler jenis grate.

Peralatan utama kiln, selain shell kiln itu sendiri adalah burner dan batu tahan api (refractory). Bentuk api yang dihasilkan oleh proses pembakaran sangat menentukan proses perpindahan panas yang terjadi dan pada akhirnya akan menentukan kualitas klinker. Sedangkan batu tahan api selain berfungsi untuk melindungi shell kiln dan mengurangi panas yang mengalir ke lingkungan juga berpengaruh terhadap pembentukan coating.

Komponen-Komponen Kiln :

Tabel : Dimensi live ring

Outer diameter (mm) Innerdiameter (mm) Width (mm) I 5910 5210 700 II 6200 5240 1150 II I 6050 5230 930 I V 5930 5230 700 - Supports :

Tabel : Live ring di support oleh empat set roller dan bearing

Roller Bearing Diameter(mm) Width (mm) Diameter (mm) Width (mm) I 1500 900 450 650 II 3000 1300 710 1000 III 2000 1000 560 800 IV 1500 900 450 650

(14)

Rotary kiln support :

Penyangga ini terdiri dari base plate, dua supporting roller, empat journal

bearing, dan live ring dengan supporting block dan locating ring. Penyangga ini

juga bisa berupa thrust device.

A. Cement Mill Type Unidan Mill Tabel : Spesifikasi CementMill 3B

Jenis Mill - Tube Mill

Produsen - Walcanagar

Kapasitas Design Tph 110, min

Type - UMS 4.4 X 14

Mill Revolution Rpm 14.3

Drive System - Double drive Power Motor kW 2 x 2000 Jumlah Kompartemen - 2

Sistem - Close loop

Jumlah Separator Buah 2

Jenis Separator - Dynamic Air Separator Jenis Grinding Media - Steel ball

Tabel : Spesifikasi Cement Mill 3C

Jenis Mill - Tube Mill with roller press Kapasitas Design Tph 150, min

Type - UMS 4.6 X 12

Mill Revolution Rpm 15.4

Drive System - Single drive with symetro gear

Power Motor kW 3650

Jumlah Kompartemen - 2

Sistem - Close loop

Jumlah Separator Buah 1

Jenis Separator - SEPAX 2S-375 Jenis Grinding Media - Steel ball

(15)

Cement milltype unidan mill ini adalah jenis tube mill yang digunakan

untuk menggiling klinker sehingga menjadi semen. Unidan mill mempunyai dua

grinding compartment; precrushing compartment dengan bola baja, dan fine-grindingcompartment.

Prinsip Kerja :

Secara umum prinsip kerja dari cementmill ini sama dengan cara kerja

rawmill, bedanya pada cementmill tidak mempunyai drying chamber. Material

yang masuk ke dalam cement mill adalah klinker yang merupakan hasil keluaran dari kiln. Temperatur kllinker yang masuk ke dalam cement mill ± 200oC sehingga

dalam proses penggilingan perlu dilakukan pendinginan untuk menghindari false

set dengan cara menambahkan air pada inlet dan outlet.

Penggilingan awal (precrushing) dilakukan di compartment 1 dan menuju ke compartment 2 untuk penghalusan (fine grinding). Cara penghancuran material pun sama dengan cara penggilingan material di rawmill, dimana pada

compartment 1 terjadi cataracing dan cascading pada compartment 2. Setelah

proses fine grinding di compartment 2, material cement keluar melalui outlet menuju ke air slide, menuju elevator, kemudian menuju separator.Tailing dari

(16)

Gambar : Cement mill dan bagian-bagiannya 2. Peralatan Transport

A. Belt Conveyor Fungsi Alat :

Belt conveyor atau ban berjalan adalah alat transportasi yang paling efisien

dalam pengoperasiannya jika dibanding dengan alat berat / truck untuk jarak jauh, karena dapat mentransport material lebih dari 2 kilometer, tergantung disain belt itu sendiri. Material yang ditransport dapat berupa powder,granular atau lump dengan kapasitas lebih dari 2000 ton/jam, hal ini berkembang seiring dengan kemajuan disain belt itu sendiri. Saat ini sudah dikembangkan belt conveyor jenis

long curve, yaitu belt dengan lintasan kurva horizontal maupun vertikal dengan

radius minimum 400 m, sehingga sangat cocok untuk medan berliku dan jarak jauh. Keuntungan lainnya penggunaan belt adalah kemudahan dalam pengoperasian dan pemeliharaan, tetapi belt tidak tahan temperatur di atas 200

0C.Dengan belt conveyor, material dapat diumpan disepanjang lintasan, begitu

juga pengeluarannya.

Jenis belt bisa berupa textil rubber belt, metal belt, steel cord belt. Jenis yang paling banyak dipakai adalah jenis textil rubber belt.Lintasan belt dapat direncanakan horizontal, inklinasi, kombinasi inklinasi dan horizontal.Sudut

(17)

kemiringannya tergantung koefisien gesek antara material yang diangkut.Dalam prakteknya sudut inklinasi berkisar antara 7o – 10o lebih kecil dari sudut gesek

material belt.Hal ini disebabkan karena adanya penurunan belt (belt sag) antara

idler roller, sehingga inklinasi lebih besar dari inklinasi belt itu sendiri. Prinsip Kerja :

Prinsip kerja belt conveyor adalah mentransport material yang ada di atas

belt, dimana umpan atau inlet pada sisi tail dengan menggunakan chute dan

setelah sampai di head material ditumpahkan akibat belt berbalik arah.Belt digerakkan oleh drive / head pulley dengan menggunakan motor penggerak. Head

pulley menarik belt dengan prinsip adanya gesekan antara permukaan drum

dengan belt, sehingga kapasitasnya tergantung gaya gesek tersebut.

Komponen Alat :

Gambar :belt confeyor

Keterangan :

1. Frame 6. Lower pulley

2. Driving pulley 7. Drive unit 3. Take up pulley 8. Feed hopper

4. Endless belt 9. Discharge spout

(18)

Top cover

Canvas / ply Bottom Cover

Molded Edge

Gambar : Lapisan belt

Gambar : Belt Conveyor B. Drag chain (Chain Conveyor)

Fungsi Alat :

Alat transport ini berfungsi untuk memindahkan material baik powder ataupun granular, pada jarak yang tidak terlalu jauh dan kapasitas yang tidak terlalu besar, dengan kelebihan mampu mentransport material yang abrasiv dan bersuhu tinggi sampai 650 oC dengan bahan chain dari logam campuran. Alat ini

dipasangi casing yang tertutup rapat dan dilengkapi dedusting system sehingga mencegah pencemaran lingkungan.

(19)

Karakter material yang ditransport sangat mempengaruhi disain dan bahan untuk membuat chain, untuk material yang abrasif chain dibuat dari bahan yang tahan aus dengan logam cor atau penempaan, sedang untuk material yang tidak bersifat abrasif chain dapat dibuat dari bahan plat baja karbon dengan pemotongan dan pembentukan. Komponen ini adalah komponen yang sering dilakukan penggantian.

Prinsip Kerja :

Material yang ditransport masuk dari sisi tail melalui samping housing, jatu diantara chain,kemudian digeser / digaruk sepanjang chain bawah dan selanjutnya dikeluarkan melalui lubang yang ada di bawah head sprocket.

Karena cara kerjanya seperti itu, maka banyak terjadi gesekan antara material dengan chain, maupun chain dengan bottom liner / housing, juga dengan

wear block atau rail di atasnya, karena itu chain adalah komponen yang cepat aus.

Prinsip utama dalam pemeliharaan alat transport ini adalah menjaga kondisi chain jangan sampai keausannya melebihi batas maupun hilangnya / lepas retainer pin, karena kerusakan pada chain dapat menyebabkan chain ini putus.

Komponen Alat :

Bagian utama drag chain terdiri dari link, pin, retainer pin, wear block

housing, head sprocket, tail drum, head dan tail bearing shaft, drive system., 1. Drive system

Penggerak alat transport ini hampir sama dengan mesin lainnya, menggunakan motor yang direduksi oleh gear reducer, selanjutnya dihubungkan dengan drive shaft dari chain conveyor. Komponen lainnya adalah head sprocket untuk menarik chain dan pada sisi tail biasanya digunakan taildrum, untuk chain lebar digunakan tail sprocket.

2. Conveying component

Komponen utamanya adalah chain yang berfungsi menggaruk atau menggeser material, dimana pada umumnya ada yang berbentuk U dan T. Chain ini dirangkai dan disambung menggunakan pin dan pin tersebut dikunci dengan

cotter pin agar tidak tergeser dan lepas. Untuk bantalan chain digunakan wear block atau liner plate atau rail dengan bahan yang tahan abrasi.

(20)

Gambar :Drag chain 3. Structure

Housing terbuat dari baja yang berbentuk persegi panjang dan terpasang

horizontal, pada bagian bawah biasanya dipasang rail atau liner untuk menahan gesekan chain denagn housing bagian bawah.Sedangkan untuk bagian head atau

tail biasanya dilengkapi dedusting system. C. Bucket Elevator

Fungsi :

Bucket elevator adalah alat untuk memindahkan material dari satu unit

proses ke unit lainnya secara vertikal atau sudut besar dengan menggunakan

bucket secara berkesinambungan. Sifat material yang dibawa bucket elevator

adalah material berbentuk serbuk atau butir granular yang bersifat tidak lengket dan dapat memindahkan material dengan suhu di atas seratus derajat celcius tergantung dari bahan bucket.

Prinsip Kerja :

Bucket elevator membawa material dengan memindahkan material dari

bawah ke atas secara vertikal atau menanjak, dimana pengumpanan dilakukan pada sisi bawah casing, selanjutnya dengan bucket material diangkut ke atas untuk dikeluarkan melalui sisi discharge. Pada sisi discharge, material dikeluarkan melewati headwheel dengan gaya sentrifugal, gravitasi atau kombinasinya.

Ada dua jenis tempat menempel bucket, yaitu bucket elevator dengan

chain dan bucket elevator dengan belt. Bucket elevator dengan chain memiliki

(21)

tergantung dari bahan chain, sedangkan belt bucket elevator hanya tahan sampai 70oC tetapi memiliki kemampuan transpor dengan elevasi yang lebih tinggi

dibandingkan chain bucket elevator. Namun semua hal di atas tergantung pada produsennya.

Gambar : Bucket Elevator dan Bucket Excavator Komponen Alat :

A. Komponen-komponen utama chain bucket elevator 1. Drive station 2. Chain bow 3. Barring device 4. Inspection door 5. Oulet 6. Casing 7. Mounting door 8. Take up station 9. Inlet 10. Chain strand 11. Chain wheel 12. Bucket 13. Cover

14. Roller chain transmission 15. Back stop

16. Gear 17. Coupling

(22)

Lower casings Bucket elevator head

Drive

Belt

Bucket

Bucket elevator boot Upper casings

Intermediate casings Discharge

Charge

Gambar :Chain bucket elevator B. Komponen-komponen utama belt bucket elevator

(23)

C. PGC (Pneumatic Gravity Conveyor) Fungsi Alat :

Air slide atau pneumatic gravity conveyor sangat hemat dalam

pengoperasiannya, yaitu dengan cara mentransport material ke arah menurun saja (sekitar 6 – 14 derajat), sehingga udara yang dibutuhkan juga lebih sedikit. Air

slide sampai saat ini masih digunakan dan sangat efisien untuk material powder.

Gambar : PGC (Pneumatic Gravity Conveyor) Prinsip Kerja :

Material yang ditransport dalam bentuk powder kering dengan suhu terbatas sesuai dengan bahan canvas, maksimum sampai 340 oC. Material yang

ditransport diumpankan ke atas bagian PGC melalui sebuah inlet. Blower akan meniupkan udara melalui kamar bagian bawah dan menembus canvas sehingga material akan terfluidisasi. Dengan prinsip fluidization (bersifat fluida akibat hembusan udara dari bawah canvas), dimana material padat dalam bentuk sangat halus/ kecil dapat mengalir atau mengembang seperti aliran air. Jumlah aliran udara yang diperlukan untuk mentransport ini sangat dipengaruhi jumlah material yang ditransport dan juga hambatan atau panjangnya pipa transport. Sementara udara akan dihisap oleh exhaust fan melewati dedusting unit.

Air slide terdiri dari box memanjang dengan sekat mendatar oleh bahan porous yang terbuat dari canvas atau keramik, dimana pada ruang bawah diberi

udara bertekanan sehingga menghembus melalui pori-pori bahan porous menuju material yang berakibat material bergelembung seolah terangkat dan menjadikan efek fluidization yang memudahkan mengalir secara gravitasi seperti aliran air.

(24)

Box air slide biasanya terbuat dari plat baja memanjang dan ditopang pada

jarak tertentu dilengkapi dedusting system agar memberikan efek negatif pada ruangan, sehingga memudahkan material mengalir. Udara yang diberikan pada ruang udara air slide sekitar 1.3 – 1.6 m3/min dan tekanannya relatif rendah, yaitu

0.1 – 0.4 kg/cm2. Ini dapat diperoleh dari blower atau centrifugal fan.

Komponen Alat :

Gambar : Air slide A Inlet

(25)

B Posisi atas box C Blower

E Canvas

F Outlet

G Dedusting system D. Power Screw / Screw Conveyor

Gambar :Screw Conveyor Fungsi Alat :

Screw conveyor adalah alat transport untuk memindahkan material dengan

cara ditarik atau didorong menggunakan ulir, dimana alat ini cocok untuk material powder atau granular tetapi kurang abrasif. Alat ini tidak baik untuk material abrasif karena pada saat menari atau mendorong material terjadi gesekan antara material dengan permukaan ulir, tetapi saat ini hal tersebut bisa diatasi dengan melapisi ulir dengan material tahan aus. Alat ini tidak bagus untuk material lengket karena tidak akan bisa mengalir, screw conveyor tahan terhadap temperatur tinggi.

Alat ini biasanya digunakan untuk memindahkan material dalam jarak dekat, kapasitasnya rendah sampai 16.700 ft3/jam.Alat ini kurang efisien dalam

menyerap daya karena banyak gesekan antara material dengan ulirnyaataupun dengan housing-nya. Untuk screw conveyor yang panjang banyak ditemui sambungannya, ini merupakan suatu kelemahan karana saat bantalan mulai aus, maka kemungkinan terjadinya bending sangat besar. Jadi alat ini cocok digunakan untuk jarak dekat, sistem yang kedap suara / tertutup.

(26)

Prinsip Kerja :

Material diumpankan pada salah satu ujung screw, kemudian akibat adanya putaran ulir, maka material dapat mengalir ke sisi ujung lainnya.Prinsip perpindahan material seperti didayung oleh ulir, sehingga ada gesekan material dengan ulir. Arah putaran screw mempengaruhi arah material berpindah, sehingga untuk aplikasinya screw conveyor ini bisa digunakan dua arah sesuai kebutuhan.

Komponen alat :

Bagian-bagian utama dari screw conveyor :

1. Drive system

Meliputi motor penggerak, gear reducer, coupling. Untuk kapasitas motor yang tidak terlalu besar dapat menggunakan gear reducer dengan sistem shaft

mounted yang dihubungkan ke poros penggerak screw. 2. Transport component

Komponen utamanya adalah screw / ulir dari diameter 4” sampai 24”, dimana pada kedua ujung ulir tersebutditopang oleh bantalan dan diberi pelindung agar material yang dibawa tidak keluar dari housing. Pada panjang ulir tertentu diberi sambungan setiap 10 kakinya, pada sambungan ini menggunakan hanger bearing / bantalan menggantung.Bantalan tersebut biasanya terbuat dari babit, kayu, ball bearing, atau hard iron, tergantung aplikasinya.

3. Structure

Konstruksi terdiri dari housing ulir berbentuk penampang U dengan menghadap ke atas, pada salah satu ujungnya terdapat chute untuk masuk material dan ujung bawahnya terdapat chute pemasukan material.Untuk memudahkan perawatan dan pengoperasian, biasanya pada sisi atas housing diberi pintu yang mudah dibuka tutup.

(27)

Gambar : Komponen-komponen screw conveyor E. Laminated Feeder

Fungsi Alat :

Laminated feeder digunakan untuk menarik dan mengumpankan material

dalam bentuk bongkahan untuk diumpankan ke alat lain seperti crusher.

Prinsip Kerja :

Laminated feeder dirancang untuk kondisi kerja yang berat dengan

kemiringan 20 – 30o. Konstruksinya terbuat dari lembaran-lembaran pelat yang

bergandengan satu sama lain dengan chain yang diputar oleh motor melalui

sprocket. Laju pengumpanan material tergantung dari kecepatan feed belt.

Komponen utama laminating feeder ini terdiri dari frame, driving

station,take up, lamella chain dan lamella. Frame terdiri dari dua side board,

bagian melintang, penopang vertikal, side guide.Drive station dan take up terpasang pada side board. Dua lamella chain terpasang pada driving stationdan

take up. Laminated feeder ini digerakkan oleh motor dengan kecepatan variabel

dengan single atau double gearing. Untuk mencegah tumpahan material, maka dipasang sebuah spring loaded scraper pada discharge casing. Scraper ini membersihkan lamella sebelum meninggalkan discharge casing.

(28)

Gambar : Laminated feeder

Gambar : Laminated Feeder di Indarung IV F. Dosimat Feeder

Fungsi Alat :

Dosimat Feeder adalah alat yang bekerja dengan memanfaatkan pengaruh

gaya gravitasi untuk menentukan proporsi material secara akurat berdasarkan input yang diberikan. Dosimat feeder digunakan untuk material curah seperti

slag,limestone, clay, gypsum, pozzolan dan klinker.Feeder mengekstrak material

dari Bin sesuai dengan proporsinya. Laju pengumpanan diatur dengan Dosimat

controller. Prinsip Kerja :

(29)

Gambar : Dosimat Feeder Komponen Alat :

Dosimat feeder terdiri dari suspension frame, stationary chute, movablechute, conveyor frame, rubber atau apron conveyor,drive station, load cellarrangement dan discharge casing.

Pada suspension frame dimasukkan gerbang tangkai (rod gate) agar bisa menutup feed bin outlet untuk pemeliharaan atar men-tara weighing. Tangkai tersebut bisa diaktifkan dengan pneumatic hammer.Side section, movable chute dan conveyor frame ditumpu dengan poros pada stationary chute dengan dua

blade spring pada masing-masing sisinya dan dua wire strap pada ujung discharge.

(30)

A. Side Reclaimer Fungsi alat :

Side reclaimer merupakan peralatan penarikan material dari pile. Side reclaimer mempunyai boom yang merupakan tempat terpasangnya scraper chain.Boom ini bisa diangkat dan diturunkan dengan hoist yang terdapat pada side reclaimer ini. Side reclaimer ini bisa berpindah dengan berjalan di atas dua rel

dengan dua runner wheel pada satu rel di sisi dekat stock pile dan satu runner

wheel di sisi rel yang lain (dibawah counter weight). Pada machine carriage inilah

terdapat counter weight, hoisting gear, control cabin, perlengkapan penggerak seperti motor untuk menggerakkan drive sprocket, cable reel.

Gambar : Side reclaimer di Storage 3 Indarung IV Prinsip kerja :

Scraper chain berjalan sliding di atas jalur yang tahan aus pada boom.

Pada scraper chain ini terpasang scraper blade. Scraper blade inilah yang akan menarik material turun menuju alat transport (belt conveyor). Side reclaimer berjalan di atas travelling rail, dimana kecepatan perpindahannya itu bisa diatur.

1. Kecepatan tanpa beban 15 m/min 2. Kecepatan ketika dibebani 2.5 m/min

Dengan travelling rail, side reclaimer dapat bergerak ke kiri dan ke kanan sepanjang sisi pile sehingga hampir semua material di pile dapat di tarik. Untuk membatasi pergerakannya maka dipasang limit switch pada ruang gerak side

(31)

Scraper blade Scraper chain Drive sprocket Take up sprocket Pile Belt conveyor

Gambar : Cara pengambilan material oleh side reclaimer

Tabel : Spesifikasi Side Reclaimer

Equipment Side Reclaimer Supplier Schade Dortmund Capacity 500 T/H

Ampere 90 kw

RPM 1480

Motor LAG 283 – AAJO ( Siemens) Transmision Hydrolic Coupling 487 + VFj Gear Box Baecke Type DKHF 355 Departemen

t

4A1JOI (20109)

Komponen-Komponen Side Reclaimer :

Komponen-komponen utama dari side reclaimer antara lain :Boom

Scraper chain

Scraper blade

Hoisting devices

Sprocket ( drive dan take up sprocket)

Motor, gearbox, kopling B. Bucket Excavator

(32)

Bucket excavator ini berfungsi sebagai penarik material dari storage,

khususnya material clay dari clay storage.

Prinsip Kerja Alat :

Material yang digali dibawa oleh bucket. Ketika bucket mencapai hexagon, bucket berubah posisi menjadi posisi terbalik, sehingga material meluncur turun dari bucket dan turun melalui discharge hopper yang selanjutnya mengirim material ke belt conveyor. Ketika excavator mencapai salah satu posisi ekstrim (jarak antara dinding dengan bucket), ini akan menggerakkan change over

switch.Transverse travelling gear akan stop, bridge travelling gear akan aktif, dan bucket chain excavator akan berubah kecepatannya.

Ketika travelling bridge berubah dengan kedalaman penggalian yang tepat, mesin bridge travelling akan stop, dan mesin transverse travelling akan start, penggalian akan berlanjut pada arah transversal sampai change over switch pada posisi berlawanan arahnya aktif. Jika change over switch ini aktif maka arah dari penggalian akan berubah lagi, pertama dari arah longitudinal selanjutnya arah transversal, begitu seterusnya.

Gambar : Bentuk dari bucket pada bucket excavator

Pada penggalian dimana storage masih penuh, maka penggalian dilakukan secara manual (manual operation), setelah terbentuk permukaan yang rata dari bentuk pile, maka proses manual di switch menjadi proses otomatis.

3.3 Pre-Grinder

A. Pregrinder Roller Press

Fungsi Alat dan Prinsip Kerja Alat :

Salah satu jenis pre grinder lainnya adalah roller press. Roller press ini dapat meningkatkan kapasitas cementmill hingga ± 50 % sehingga mengurangi

(33)

biaya produksi (kwh/ton). Klinker hancur akibat perputaran dua roller yang berputar berlawanan arah. Dua roller ini mempunyai gap tertentu dan di atur oleh tekanan tinggi ( 210 – 230 bar).

Tabel : Spesifikasi Roller Press

Type - KPP-92/10-765

Produsen - Koppern

Jumlah roller buah 2 Panjang roller mm 1000 Diameter roller mm 765 Speed roller m/s 1.2 Power Motor kW 900 Tekanan hydrolic bar 217

Gambar :Roller Press 3C 01 Main motor

02 Reduction Gear 03 Roller press

(34)

Gambar :Roller Press3B

Komponen-Komponen Utama :

Kedua roller digerakkan secara sinkron melalui reduction gear.Safety

clutchterpasang di input gearbox dan dilengkapi speed monitor.Gear coupling

dipasang di output shaft yang menyambungkan antara shaft gearbox dengan shaft

roller press. Roller-roller ini ada dua jenis yaitu fixed roller dan floating roller.Floating roller adalah roller yang langsung digerakkan oleh hydraulic system. Hydraulic system ini terdiri dari hydraulic unit, pushaction cylinder, dan accumulator. Sebelum material diumpankan di antara roller, hydraulic system

memberikan initial pressure 10 – 15 % lebih rendah dari pada tekanan operasi. Ketika feeding material, roller akan terdorong satu sama lain dan tekanan

hydraulic menjadi naik. Tekanan ini secara otomatis menyesuaikan sesuai dengan

tekanan yang telah di setting pada awalnya.

B. Crusher Fungsi Alat :

Crusher adalah equipment yang berfungsi untuk memecah material seperti

batu kapur, batu silika, clay, coal, dan klinker menjadi ukuran yang dinginkan.

Crusher dapat digolongkan ke dalam berbagai type antara lain : 1. Tipe impact

(35)

- Hammer crusher 2. Tipe compression

- Roller crusher - Gyratory crusher - Jaw crusher

Pada pabrik PT. semen indarung dipakai dua jenis crusher yaitu roller

crusher dan hammer crusher. Hammer crusher dipakai untuk lime stone, klinker,

dan roller crusher dipakai untuk clay, silica.

Gambar : HammerCrusher Prinsip Kerja :

Roller Crusher Untuk Klinker :

Klinker diumpankan ke crusher melalui grate bar chute, jadi dengan

demikian akan mengatur ukuran klinker yang masuk ke crusher dan yang langsung ke alat transport. Material yang kasar akan jatuh ke dalam crusher dan akan dihantam oleh hammer serta dilemparkan ke sebuah baffle plate sehingga menjadi kepingan-kepingan klinker.

Roller Crusher Untuk Clay :

Prinsip kerja dari crusher ini yakni dengan menggunakan dua buah

roller yang dilengkapi dengan gigi gigi dimana satu roller tetap dan roller

lainnya bergerak. Jarak kedua roller dapat diatur untuk mendapatkan derajat reduksi tertentu. Putaran kedua roller ini berlawanan arah sehingga material yang diumpankan dipecah dengan cara menggilasnya diantara kedua roller tersebut.

(36)

Prinsip kerja alat ini cukup sederhana, primary crushing terjadi karena proses impak material oleh hammer dan secondary crushing terjadi akibat geseran dan kompresi antara hammer dan breaker plate.

3.4 De-Dusting System

A. EP (Electrostatic Precipitator) Fungsi Dan Prinsip Kerja :

Electrosatic precipitator adalah peralatan penangkap debu yang

berdasarkan pada efek ionisasi gas di dalam medan listrik yang kuat. Medan listrik ini dibentuk oleh discharge elektroda (elektroda negatif) dan elektroda pengumpul (elektroda positif). Dengan beda tegangan yang cukup tinggi diantara kedua elektroda (40.000 – 80.000 V DC) discharge elektroda akan memancarkan ion-ion dan memuati molekul-molekul gas di sekitar elektroda dengan ion positif dan ion negatif. Karena pengaruh medan listrik yang sangat kuat, ion negatif bergerak ke

collecting electrode. Jika dalam gas terdapat debu, ion negatif akan memberikan

muatannya ke partikel debu yang kemudian ditarik oleh elektroda positif.

Efisiensi EP tergantung kepada disain filter, sifat-sifat debu dan komposisi gas sebagaimana dinyatakan dengan persamaan berikut :

E = 1 – e-(A/V)w

Dimana :

E = efisiensi collecting

A = total luas permukaan collecting V = kecepatan aliran gas

w = kecepatan migrasi

Efisisensi EP sangat dipengaruhi oleh temperatur, dimana temperatur ini akan mempengaruhi harga humidity dan resivity debu. Selain ini temperatur akan mempengaruhi densitas gas, dimana menurunnya densitas gas akan menurunkan sparking potensial. Sparking potensial ini akan menciptakan corona pada electric

field disekitar collectingplate dan discharge electrode.Temperatur gas yang masuk

EP sebaiknya 105o – 140 oC.

Komponen Alat :

(37)

Komponen utama mekanikal terdiri dari :

Casing, bottom hopper dan distribusi gasSistem collecting dan discharge

Drive dan rapping sytem  Alat transport

 Support, akses fasilitas dan insulasi Komponen utama elektrikal terdiri dari :

Insulator, lead insulator dan kabel tegangan tinggiTransformer, rectifier

Rapping system dan grounding systemPanel control

(38)

Gambar :Electostatic Precipitator

B. JPF (Jet Pulse Filter) Fungsi Dan Prinsip Kerja :

Alat ini termasuk alat pemisah material.Jet pulse filter biasanya terdiri dari atau beberapa modul yang memiliki luas penyaringan antara 24 hingga 240 m2.

Udara bermuatan debu masuk ke kolektor, kemudian disebarkan dan didistribusikan ke bag filter, partikel yang berat akan terlepas dari aliran udara dan

(39)

jatuh menuju hopper.Udara terus mengalir melalui kolektor, mengumpulkan partikel dari bag keluar melewati venturi.Saluran keluar biasanya digunakan untuk membawa udara bersih menjauhi kolektor.

Pengumpulan debu berada di sisi luar bag filter, sebagai hasil dari udara kotor yang melewatinya, menyebabkan pengurangan pori-pori bag.Akibatnya terjadi perbedaan tekanan antara udara bersih dan udara kotor pada kolektor.Untuk itu maka diberikan udara bertekanan dalam arah yang berlawanan terhadap aliran udara normal.Automatic timing devices digunakan untuk mengatur solenoid

valves dalam interval tertentu guna membersihkan bag filter. Setiap solenoid valve

ini akan membuka diaphragm valve yang berada antara main air line dan blow

tube. Udara bertekanan akan dikeluarkan dari blow tube melalui orifis dengan

kecepatan tinggi. Karena adanya orifis ini maka terjadi kenaikan tekanan tiba-tiba,yang menyebabkan udara keluar bertekan tinggi dan masuk ke bag filter mendorong material yang terkumpul di sisi luarnya sehingga terjatuh ke hopper.

(40)

Gambar : Jet pulse filter C. Cyclone

Fungsi Alat :

Cyclone merupakan peralatan yang memanfaatkan gaya sentrifugal dan

tekanan rendah yang disebabkan gerakan spin (pusaran) untuk memisahkan padatan yang mempunyai bentuk, ukuran, dan densitas yang berbeda dari fluida yang membawanya. Gerakan spin dalam siklon timbul karena gerakan fluida secara tangensial memasuki siklon. Ukuran padatan yang dapat terpisahkan di dalam siklon umumnya berukuran lebih besar dari 10 mikron (10-5m)

Prinsip Kerja :

Gas/fluida bercampur padatan masuk ke dalam silinder secara tangensial, dan berputar seperti vortex.Di daerah cone (kerucut), diameter vortex mengecil hingga arah aliran berbalik dan berputar ke atas melalui inner tube. Pada saat fluida berbalik arah, padatan terpisah dari fluida pembawanya dan ditambah oleh gaya gravitasi bumi, padatan menumpuk di bagian bawah cone untuk selanjutnya disalurkan melalui down pipe menuju tempat lain.

Komponen Alat : - Inlet - Body - Cone

(41)

- Inner tube (outlet) - Down pipe

Gambar :cyclone

Penerapan siklon secara umum :

Siklon kira-kira dibuat pertama kali pada tahun 1885 oleh Knickerboxer Company.Disamping bekerja individual, siklon juga dapat diterapkan sebagai pre

duster untuk mengurangi intensitas debu.

Penerapan siklon di industri semen yang lazim digunakan adalah :

- Suspension preheater

Fungsi utamanya adalah meningkatkan temperatur material dan penyaringan material.

- Di saluran menuju rawmill dari cooler. Fungsi utamanya adalah mengurangi debu klinker yang menuju rawmill agar komposisi

rawmill tidak terganggu. - Finish mill

D. Bag House Filter Fungsi Alat :

Bag house filter merupakan alat pemisah debu yang terdiri dari

kantong-kantong (bag) sebagai media pemisah antara debu dengan udara, yang terbuat dari bahan polyester yang tahan terhadap temperatur dan kelembaban gas.

(42)

Gambar :Bag house filter Prinsip Kerja :

Campuran udara dan partikel debu ditarik memasuki ruangan filter yang berisi bag filter. Udara akan melewati bag, sementara itu debu yang terbawa akan menempel pada bagaian luar bag. Debu yang menempel pada bag dibersihkan secara berkala dengan mengalirkan udara yang berasal dari jet cleaning system. Udara akan memasuki setiap bag pada arah yang berlawanan dengan udara yang mengandung debu, dan menekan setiap bag, sehingga merontokkan debu yang menempel pada dinding bag. Debu akan jatuh ke dalam hopper untuk dibawa dengan alat transpor berikutnya. Pembersihan debu ini dilakukan dalam interval tertentu.

(43)

Gambar :Bag house filter

Keterangan :

(1) gas chamber (2) stiffening tubes

(3) filter casing (4) baffle plate

(5) dirty gas inlet frame (6) filter sleeves

(7) hopper walls (8) nozzle mounting plate

(9) supporting cages (10) inlet nozzles (11) tension bar (12) bolts welded on

(13) special nuts (14) Canda injector

(15) clamp strap (16) air distributing tube

(17) air supply tube (18) air reservoir

(19) O-ring (20) diaphragm valve

(21) inspection door (22) clean gas room

(23) clean gas duct

4. Peralatan Penunjang A. Magnetik Separator

(44)

Magnetic separator merupakan alat penunjang yang digunakan di area Raw Mill. Magnetic separator digunakan untuk memisahkan material logam yang

terbawa oleh material utama proses pembuatan semen. Material utama pembuatan semen yang telah bergabung dibersihkan dari material logam yang dapat mengganggu proses penggilingan material tersebut. Magnetic separator digunakan pada belt yang menuju vertical mill. Pemisahan material logam ini dimaksudkan agar tidak mengurangi efisiensi penggilingan pada vertical mill. Prinsip kerja Magnetic separator adalah memanfaatkan sistem megnetik untuk menarik material logam. Untuk beberapa waktu tertentu motor akan ON sehingga belt magnet akan berputar dan pada titik tertentu magnetik OFF sehingga logam-logam yang telah dipisahkan jatuh pada tempat pembuangan. Magnetic separator dapat dilihat pada gambar 3.35 di bawah ini :

Gambar : Magnetic separator B. Metal Detector

Metal Detector pada prinsipnya hampir sama dengan Magnetic separator

yaitu untuk memisahkan material logam dari material utama pembuatan semen. Akan tetapi Metal Detector terdapat di storage lime stone untuk mendeteksi material logam. Berbeda halnya dengan magnetic separator, Metal Detector berfungsi hanya untuk mendeteksi adanya material logam yang terbawa bersama

lime stone. Jika Metal Detector mendeteksi adanya logam maka motor belt conveyor akan mati sehingga belt akan terhenti. Pengambilan material logam

(45)

tersebut dilakukan oleh operator. Metal Detector di storage lime stone Indarung IV dapat dilihat pada gambar 3.38 di bawah ini :

Gambar : Metal Detector C. Belt Weigher

Gambar :Belt Weigher Terpasang pada Belt Conveyor

Belt weigher berfungsi untuk menimbang material dari hopper yang akan

disalurkan ke stock area atau ke unit dan untuk mengetahui flow rate yang melewati conveyor tersebut. Berada di tengah conveyor dan memiliki sensor kecepatan dan sensor berat (load cell) di bawah Belt Conveyor. Pengukuran berat dilakukan dengan cara menimbang laju aliran material diatas Belt Conveyor.

(46)

Melalui Differential Transformer Transmitter dan peralatan Totalizer Indicator material dapat diketahui beratnya lewat panel angka.

Gambar :Belt weigher pada feeder

Pengoperasian dari belt scale/belt weigher menggunakan load cell atau sensor berat untuk menghasilkan menghasilkan sinyal (mV) yang proporsional terhadap berat yang terukur, speed sensor atau sensor kecepatan yang mengindikasikan sinyal representatif dari pergerakan belt dan integrator yang mengintegrasikan dua sinyal untuk menyediakan pengukuran yang sangat dibutuhkan dalam unit keteknikan. Loss baik dari sinyal berat atau sinyal kecepatan akan menyebabkan belt weigher untuk mengindikasikan nol ton.

Gambar

Gambar : Coal Mill Indarung IV C. Kiln Mill
Gambar :Kiln Indarung IV
Gambar : Pembagian wilayah kiln Keterangan :
Tabel : Live ring di support oleh empat set roller dan bearing
+7

Referensi

Dokumen terkait

Laporan akhir Rancang Bangun Prototype Bucket Wheel Excavator (B.W.E) dengan Sistem Kendali Jarak Jauh bertujuan untuk media peraga dan memodelkan sistem kerja dari

Adapun biaya manufkatur yang dikeluarkan dalam proses pembuatan kendaraan bermotor roda tiga sebagai alat transportasi jarak jauh bagi penyandang disabilitas adalah seperti

Mesin press adalah alat yang digunakan untuk membentuk body keramik dari bahan powder yang dihasilkan pada proses pengolahan bahan.. Alat ini menggunakan system hidrolik

Tujuan utama dari laporan ini adalah merancang mesin atau alat pemindah drum untuk memindahkan drum dan mendapatkan hasil berupa gambar kerja serta menentukan komponen alat

Bahan baku masuk dari bagian atas blending silo, oleh karena itu alat transportasi yang digunakan untuk mengirim bahan baku hasil penggilingan blending

Furnace adalah alat yang berfungsi untuk memindahkan panas yang dihasilkan dari proses pembakaran bahan bakar dalam suatu ruangan ke fluida yang dipanaskan melalui

Dengan pengecualian untuk material coarse dimana pusat perpindahan pada dasar muatan, jumlah persamaan total muatan material dasar yang digunakan untuk menentukan kapasitas transport

Monitoring suhu jarak jauh generator AC berbasis mikrokontroler adalah suatu alat yang berfungsi untuk memonitor suhu generator dari jarak jauh tanpa kabel pada saat generator