PERANCANGAN KERETA PENGGERAK SUMBER ION
SIKLOTRON PROTON 13 MeV
Setyo Atmojo
Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan-BATAN, Babarsari Yogyakarta 55281 E-mail:[email protected]
ABSTRAK
PERANCANGAN KERETA PENGGERAK SUMBER ION SIKLOTRON PROTON 13 MeV. Salah satu program utama pusat penelitian teknilogi akselerator dan proses bahan PTAPB-BATAN adalah rancang bangun Siklotron Proton 13 Mev. Salah satu komponen utama siklotron adalah sumber ion. Sumber ion terdiri dari beberapa komponen, salah satunya adalah kereta penggerak. Kereta Penggerak ini adalah suatu piranti yang mampu menempatkan sumber ion pada tempat yang semestinya. Makalah ini membahas rangcangan dari alat tersebut . Piranti ini berbentuk kotak yang dilengkapi dengan 4 roda,, alat tersebut dapat menghasilkan gerak lurus. Di dalam kotak ada sebuah engsel yang dapat menghasilkan gerak kearah horizontal dan vertical secara bersamaan. Gaya dorong dihasilkan oleh motor listrik melalui transmisi ulir dan roda gigi. Kereta ini mampu bergerak ke sumber ion sejauh 15 cm.
ABSTRACT
THE DESIGN OF ION SOURCE DRIVING CART OF 13 MeV PROTON CYCLOTRON. The one of main program of Center of Accelerator Technology and Material Process PTAPB-BATAN is design and contrucsion of 13 M eV proton cyclotron. One main component of clotron system is ion source. The ion source is consist of several component, one of the component is driving cart. This driving cart is a machine which capable to place the head of ion source in proper place. This paper discuss the design of this device. The device is box shaped which equipped by four wheels, such that it can perform a straight motion. Inside the box, there is a hinge which can perform (create) horizontal and vertical motion simultaneously. The driving force is given by electrical motors through transmission screw and gears. This cart is able to drive the head of ion source in straight path up to 15 cm.
PENDAHULUAN
kselerator partikel adalah mesin untuk mempercepat partikel bermuatan baik ion atau elektron. Pada saat ini perkembangan teknologi akseleraton sudah sangat luas yang meliputi antara lain: Fande Graff, Tandem, Velisi, Cockroft Walton, Dynaimitron, Akselerator Linier, akselerator Siklotron, Akselerator Synchroton, dan Betatron. Pada saat ini aplikasi akselerator sudah sangat luas antara lain dalam bidang: industri, kedokteran, bioteknologi, lingkungan, analisis unsur, dan energi masa datang.(3)
Dalam bidang kedokteran akselerator digunakan sebagai diasnostik dan terapi. Sebagai diasnostik akselerator digunakan untuk memproduksi radioisotop, akselerator yang digunakan adalah: siklotron, betatron, dan synckroton. Untuk diasnostik fungsi badan dan metabolisme digunakan obat radioaktif yang disuntikkan kepada pasien sebagai perunut. Distribusi sinar gama yang dihasilkan dideteksi dengan teknik gama kamera atau Positron Emersion Tomografi (PET). Sinyal yang dihasilkan ditektor gama berasal dari bagian badan dibuat bayangan tomografi dengan bantuan komputer. Bayangan tomografi memberikan
A
informasi fungsi badan dan metabolisme yang tepat sehingga dapat ditentukan tindakan yang sesuai. Contoh obat radioaktif dan radio farmaka yang digunakan untuk diasnostik menggunakan gama kamera antara lain: Tl–201, In-111, G –67 dan I–123, sedangkan yang menggunakan sistem PET radioisotop yang digunakan antara lain isotop: C-11, N-3, O-15 dan F-18. Dibandingkan dengan teknik gama kamera teknik PET lebih unggul dari segi sensitifitas dan resolusi spasial. (3)
Dalam kegiatan penelitian Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan PTAPB-Batan merencanakan membangun fasilitas akselerator jenis Siklotron proton 13 MeV. Prototipe diharapkan selesai pada tahun 2019 dengan tujuan dapat digunakan untuk fasilitas penelitian dan kesehatan agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Adapun bagian-bagian utama sistem siklotron antara lain : sistem tegangan tinggi, sistem vakum, sistem kontrol, sistem pemercepat dan sumber ion. Fungsi sumber ion adalah untuk menghasilkan ion-ion yang akan dipercepat oleh akselerator sedemikian rupa sehingga pada saat keluar dari siklotron ion-ion tersebut mempunyai energi gerak tertentu sesuai dengan medan listrik pemercepat yang dipasang pada akselerator.
Karakteristik berkas ion yang keluar dari sumber ion ditentukan oleh karakteristik sumber ion. Untuk memperoleh karakteristik sumber ion yang optimal salah satunya dengan pengaturan letak sumber ion di dalam ruang Siklotron dengan tepat. Pengaturan letak sumber ion dapat dilakukan dengan cara:
a. Mengatur jarak dengan Siklotron x-x.
b. Memutar sumbu ion pada sumbunya ω.
c. Menggerakkan pada arah vertical y-y. d. Menggerakkan pada arah horisontal z-z.
Dasar pengaturan letak sumber ion seperti disajikan pada gambar 1.
Gambar 1. Sistem Pengaturan Letak Posisi Sumber Ion
Untuk keperluan tersebut maka dilakukan perancangan kereta penggerak lintasan lurus yang meliputi : pemilihan jenis bahan yang digunakan, bentuk kontruksi dan ukuran sehingga diperoleh gambar kerja yang dapat digunakan sebagai dokumen acuan dalam kontruksi/pembuatan. LANDASAN TEORI
1. Poros Gandar
Poros merupakan salah satu bagian yang penting dari setiap mesin yang bergerak, poros daya diklasifikasikan menurut bebannya sebagai berikut : poros tranmisi, spindle, dan gandar.
Gandar adalah poros pada transport jenis kereta dimana tidak mendapat beban punter dan kadang tidak boleh berputar dan hanya mendapat beban lentur. Ujung gandar tempat roda berputar disebut leher poros seperti tersaji pada gambar 5.
Gambar 2. Leher Poros Gandar
Leher poros harus cukup menerima beban bengkok (Mb), dan besarnya momen bengkok disajikan pada persamaan berikut ini[1] :
Mb = ½ P . L (1)
Dengan P adalah resultan gaya yang bekerja pada ujung tab, L panjang tab. Kekuatan poros dapat ditentukan dengan bersamaan.[4]
σ
a≥
(2)
Dengan
σa = Tegangan lentur yang diijinkan Mb = Momen bengkok
2. Bantalan Gelinding
Bantalan adalah elemen mesin yang menumpu poros berbeban sehingga putaran atau gerak bolak-baliknya berlangsung secara halus, aman, dan panjang umur. Bantalan dapat diklasifikasikan menjadi dua yaitu bantalan gelinding dan bantalan luncur. Keuntungan bantalan gelinding dibanding bantalan luncur adalah gesekan sangat kecil dan sistem pelumasannya sederhana. Pada bantalan gelinding terjadi gesekan gelinding antara bantalan yang berputar dengan yang diam melalui elemen gelinding seperti bola (peluru), rol atau jarum. Atas dasar arah beban terhadap poros dibedakan antara lain : Bantalan radial, Bantalan aksial, Bantalan kerucut. Adapun jenis bantalan bola radial seperti tersaji pada gambar 3.
Keterangan : 1. Jenis terbuka 2. Dengan dua sekat
3. Dengan dua sekat tanpa kontak Gambar 3. Jenis Bantalan Gelinding
Salah satu karakteristik bantalan bola adalah kelakuan terhadap putaran, jika diameter poros d (mm) dikalikan dengan putaran per menit n (Rpm) disebut harga d.n. Besarnya harga d.n tergantung dari sistem pelumasan. Tabel 1 merupakan suatu pedoman untuk perencanaan bantalan.
Tabel 1. Harga batas d.n.
Macam bantalan Pelumasan gemuk Pelumasan minyak Bantalan bola alur dalam
Bantalan bola sudut : α ≤ 22◦
α >22◦
Bantalan bola silinder Bantalan rol kerucut Bantalan rol mapan sendiri Bantalan bola aksial
200.000 200.000 150.000 200.000 120.000 100.000 60.000 350.000 350.000 300.000 350.000 200.000 150.000 90.000 Tabel 2. Kapasitas bantalan gelinding.
Nomor bantalan Ukuran luar (mm) Kapasitas nominal dinamis spesifik C(kg) Kapasitas nominal statistic spesifik C0 (kg) Jenis terbuka Dua sekat d D B r 6000 6001 6002 6003 6004 600ZZ 601ZZ 02ZZ 6003ZZ 04ZZ 10 12 15 17 20 26 28 32 35 42 8 8 9 10 12 05 05 05 05 1 360 400 450 470 735 196 229 263 296 465
Kapasitas nominal bantalan gelinding ada dua macam yaitu kapasitas nominal dinamis spensifik dan kapasitas nominal statis spensifik. Kapasitas nominal dinamis spensifik adalah besarnya beban yang bekerja pada suatu bantalan dengan arah yang tetap dengan putaran 33,3 Rpm selama 500 jam atau1.000.000 putaran, jika 90% dari bantalan tersebut tidak menunjukkan kerusakan karena kelelahan ; sedangkan kapasitas
nominal statis spensifik yaitu jika bantalan menerima beban tersebut dalam keadaan diam dan pada titik kontak yang menerima tegangan maksimum beban deformasi permanen pada elemen gelinding ditambah deformasi cincin menjadi 0,0001 kali diameter elemen gelinding. 3. Ulir
Untuk menghubungkan beberapa elemen mesin agar tidak dapat bergerak satu dengan
lainnya dilakukan dengan berbagai cara
penyambungan antara lain: baut, paku keling, las, pasak, terut, dan tekan. Dari berbagai jenis sambungan tersebut yang paling banyak digunakan adalah sambungan ulir, salah satu keuntungannya bahwa jika diperlukan sambungan tersebut mudah dibongkar atau dilepas. Baut menurut ukurannya dan jenisnya di bagi menjadi ulir Metris dan ulir Withwort. Dalam pengembangannya pemakaian jenis ulir metris menjadi lebih luas, dan gambar ulir Metris tersaji pada gambar 4.
Gambar 4. Ulir Jenis Metrik
Kekuatan ulir terhadap beban tarik diperhitungkan terhadap penampang terkecil dari diameter ulir, dan untuk perhitungan digunakan persamaan berikut [2] :
Dengan : = tegangan tarik P = beban tarik dk = diameter teras
= tegangan yang diijinkan
Dan besarnya gaya pemutar ulir dapat ditentukan dengan persamaan berikut[1] :
Dengan K = Gaya pemutar ulir (tarikan ulir) P = Beban tarik ulir
dk = Diameter teras ulir S = Jarak puncak ulir
Besarnya tahanan gesek pada ulir jenis segitiga dapat di tentukan dengan persamaan berikut[1] :
W = 0,18P (5)
Dengan : W = Tahanan Gesek
P = Gaya yang bekerja pada ulir
Pada ulir segitiga gaya normal N = 1,2 P dan koefisiensi gesek µ = 0,15 atau W = 0,18P. Besarnya tegangan puntir pada ulir dapat ditentukan dengan persamaan berikut[1]:
(6)
Dengan : = Tegangan puntir P = Gaya tarik pada baut S = Jarak ulir
df = Diameter rata-rata kisar ulir dk = Diameter teras ulir
4. Roda Gigi
Roda gigi merupakan alat transmisi yang cocok untuk beban ringan sampai beban besar, konstruksi roda gigi relatip lebih ramping dibandingkan dengan sabuk dan rantai, dan pada konsumsi roda gigi tidak dapat terjadi slip diantara roda gigi yang saling bekerja untuk poros yang bekerja saling sejajar dapat digunakan jenis roda gigi lurus.
Jika putaran roda gigi yang berpasangan dinyatakan dengan n1 (rpm) pada poros penggerak
dan n2 (rpm) pada poros yang digerakkan, diameter
lingkaran jarak bagi d1(mm) dan d2 (mm) dan jumlah gigi Z1 dan Z2, maka perbandingan putaran
U adalah[4] :
U (7) (8)
Harga i, yaitu perbandingan antara roda gigi pada pinyon dan i disebut perbandingan roda gigi atau perbandingan transmisi atau nilai reduksi. Untuk reduksi ( U <1 atau i > 1 ), untuk menaikkan putaran ( U > 1 atau i < 1 )
Salah satu ukuran roda gigi ditentukan oleh jarak antar gigi yang dapat ditentukan dengan persamaan berikut[ 1 ] :
t = π M (9)
Dengan t = jarak antar gigi, M adalah modul gigi dan diameter roda gigi dapat ditentukan dengan persamaan[ 1 ] :
d = z. M + 2M (10)
Dengan d adalah diameter lingkaran luar, z adalah jumlah gigi dan M adalah modul gigi.
Kekutan roda g igi dapat ditentukan dengan persamaan sebagai berikut [1]
(11)
Dengan :
Q = gaya yang bekerja pada puncak gigi H = Tinggi gigi (2,25M)
b = Lebar gigi (6M) h = Tebal gigi (1,57M)
= Tegangan bengkok
M = Modul gigi
HASIL PERANCANGAN DAN PEMBAHASAN
Dalam kegiatan perancangan dilakukan tahapan perancangan sebagai berikut :
1. Menentukan kecepatan kereta penggerak
sumber ion. Agar dapat diperoleh sistem penggerak sumber ion dengan tepat maka dipilih kecepatan gerak yang relatip rendah, agar jarak pemindahan letak sumber ion dapat diamati dengan teliti.untuk ini dipilih kecepatan gerak sebesar 9mm tiap menit. 2. Memilih sistem transmisi.
Kotak penggerak digerakkan oleh motor listrik yang pada umumnya mempunyai putaran yang belum bisa digunakan secara langsung karena relatip terlalu tinggi putarannya. Untuk memenuhi kebutuhan penggerak kereta tersebut yang membutuhkan kecepatan rendah dapat (3)
(4)
dipilih transmisi jenis roda gigi yang dikombinasikan dengan transmisi ulir. Keuntungan jenis transmisi diatas adalah ringkas dan stabil tidak terjadi selip dan mudah untuk mendapat kecepatan gerak lurus yang rendah.
3. Motor penggerak
Motor penggerak dipilih jenis motor listrik sincrone karena putaran relatip rendah yaitu 72 rpm, dengan putaran yang rendah tersebut akan lebih mudah untuk mendesain sistem transmisinya jika dibandingkan putaran motor yang tinggi.
4. Mekanik kereta penggerak
Fungsi kereta penggerak adalah untuk mengatur letak sumber ion didalam ruang siklotron. Pengaturan dilakukan dengan cara meletakkan komponen sumber ion dalam kereta kemudian digerakkan menuju atau menjauhi sumbu utama siklotron. Untuk keperluan tersebut kereta sumber ion dirancang berbentuk kotak dengan sisi bawah dan sisi atas diberi roda jalan dan dengan fasilitas jalur kereta yang berbentuk lorong memungkinkan kereta dapat bergerak secara tepat menuju posisi yang dikehendaki. Adapun sistem kereta penggerak sumber ion di desain seperti Gambar 5.
Keterangan :
1. Pelat penahan atas 2. Penyangga 3. Sumber ion 4. Tangkai sumber ion 5. Roda jalan 6. Pelat bawah 7. Kotak 8. Ulir penggerak 9. Transmisi roda gigi 10. Motor listrik 11. Kerangka penumpu
Gambar 5. Sistem penggerak sumber ion
Jalur kereta berbentuk lorong yang terdiri dari plat bawah sebagai alas tumpuan roda jalan dan plat atas sebagai penyangga jika terjadi gerak ungkit yang diakibat tidak seimbangnya momen pada beban kereta. Kedua pelat tersebut diatur jaraknya dengan tepat oleh batang penyangga. Kotak penggerak dibuat dengan menggunakan plat baja SS301 tebal 15mm dan digunakan baut pengikat kunci L dengan ukuran M8 baut. Kotak didesain dengan ukuran panjang 270 mm, lebar 240 mm dan tinggi 240 mm, sehingga berat kotak ± 40kg. Roda jalan untuk sistem transport dipilih dari bantalan gelinding dengan tujuan gesekan yang terjadi relatip kecil sehingga tenaga penggerak menjadi ringan. Bantalan gelinding untuk roda jalan dipilih jenis 02zz (Tabel 2) dengan diameter lubang dalam 15mm, diameter luar 32mm, dan tebal 10mm dengan nilai Co 263 kg. Untuk menumpu kotak penggerak dan roda jalan digunakan poros gandar dengan diameter ujung leher 15mm dan panjang 10 mm dari bahan baja SS 301; poros gandar dan kotak disatukan dengan tumpuan dari pelat SS 301 tebal 15mm dan diikatkanan pada kotak menggunakan baut penahan ukuran M6 dari bahan SS 301.
Koreksi kekuatan gandar dapat dilakukan dengan persamaan (1) dengan P 17,5 kg, dan l = 10 mm maka besarnya momen bengkok
Mb = ½ p.l = ½ .17,5 . 10 kgmm = 87 kgmm
Tegangan bengkok yang terjadi diperoleh dari persamaan (2)
Untuk baja SS 301 = 8 kg/mm2, karena
≤ maka gandar aman digunaka.
5. Gaya penggerak
Beban pada kerata penggerak terdiri ari berat kereta ± 40 kg dan berat peralatan yang dibawakereta ditafsirkan ± 30 kg; maka berat keseluruhan G = 70 kg. Kereta menggunakan roda jalan dari jenis bantalan gelinding dengan faktor gesekan µ = 0,1 maka gaya yang dipelukan untuk menarik atau mendorong kereta P= G.µ = 7 kg. Ulir penggerak dipilih dari jenis ulir metrik dengan ukuran M25, dengan jarak kisar ulir S = 3 mm. Dengan persamaan 4 maka besarnya gaya tarikan ulir :
Dan besarnya gaya gesek pada ulir dengan persamaan 5 :
W= 0,18 P = 1,26 kg
Gaya untuk memutar ulir (F) adalah F = K + W = 0,4 kg + 1,26 kg = 2 kg;
Dan besarnya tegangan puntir σw pada
ulir dapat ditentukan dengan persamaan (6), maka
diperoleh σw = 0,03 Kg/mm2
. Ulir dibuat dari SS 301 dengan σw ijin = 6 kg/mm2 maka ulir aman dan dapat digunakan (σw kurang dari σw ijin) 6. Reduksi roda gigi
Reduksi roda gigi berfungsi untuk menurunkan putaran motor agar sesuai dengan putaran yang diperlukan untuk menentukan besarnya reduksi roda gigi terlebih dahulu dihitung kecepatan putaran ulir penggerak yang diperlukan untuk kereta penggerak. Bahwa telah ditentukan ulir penggerak M 25 dengan besar kisar S = 3 mm dan kecepatan kereta penggerak ditentukan 9mm/menit maka putaran ulir penggerak n2
Motor yang dipilih adalah motor
sinkron dengan putaran (n1=72rpm) , maka
besarnya reduksi dapat dihiting dengan persamaan 7 :
maka didapat
Untuk membuat reduksi roda gigi satu tingkat dengan i = 24 adalah terlalu besar, untuk jenis roda gigi lurus (batas untuk roda gigi lurus i = 7 ). Maka transmisi roda gigi dibuat dua tingkat dengan i = i1. i2 .
Dengan pertimbangan bahan roda gigi yang tersedia didesain i1 = 4, i2 = 6,25. Atau
menurut persamaan (7) i1 dan Maka dengan
persamaa tersebut dapat buat roda gigi z1 = 16,
roda gigi z2 =64, roda gigi z3 = 12 dan roda gigi z4
= 75. Ukuran modul gigi dipilih M = 1,5 mm maka dengan persamaan (10) diperoleh diameter roda gigi; dz1 = 27 mm, dz2 = 99 mm, dz3 = 21 mm, dan
dz4 = 115,5 mm. Ukuran lebar gigi (b) dipilih 6
kali modul, maka lebar gigi b = 5 x 1,5 = 9 mm. Ulir penggerak M24, jarak kisar S=3 mm, diameter teras dk=21 mm maka gaya pada kepala
gigi Q= . Kekuatan
gigi ditentukan dengan persamaan(11) dengan tinggi gigi H=3,4 mm, lebar gigi b=9 mm, tebal gigi h=2,4 mm maka :
0,4.3,4 kgm ≤ (2,4 mm)2
Didapat = 0,2 kg/mm2. Bahan gigi dari kuningan ijin=7 kg/mm2.
Karena < ijin maka konstruksi roda
gigi telah aman.
PEMBAHASAN
Kotak sumber ion dibuat dengan pelat SS 301 tebal 15 mm dan disatukan dengan baut SS ukuran M8 jenis baut kunci L, maka diperoleh konstruksi yang relatip kuat dan stabil, dengan menggunakan sistem sambungan ulir maka akan memudahkan dalam proses pembuatan dan perawatan.
Untuk baut pengikat dipilih M8 dengan kepala baut kunci L baut tersebut relatip kuat menahan momen putaran tangan sehingga sangat kecil kemungkinan terjadinya patah jika dikeraskan dengan tangan , dengan kepala kunci L memungkinkan kepala baut tertanam didalam pelat sehingga konstruksi akan terlihat rapi dan juga mempermudah menempelkan piranti lainnya untuk dipasang pada sisi kotak.
Transmisi penggerak ulir dipilih M25 degan jarak ulir S =3 mm dapat menghasilkan putaran penggerak yang relatip ringan, dan tegangan tekan dan tegangan puntir yang terjadi relatip sangat kecil = 0,03 kg/mm2 sedangkan σ ijin = 6 kg/mm2(untuk baja SS 301) sehingga ulir akan tahan lama untuk digunakan.
Konstruksi transmisi roda gigi dibuat dua tingkat memberi keuntungan bahwa bahan roda gigi yang digunakan dapat relatip lebih kecil jika dibandingkan satu tingkat, sehingga mempermudah proses untuk mendapatkan bahan. Bahan roda gigi dibuat dengan bahan brons, mempunyai sifat permukaan yang licin maka gesekan antar gigi menjadi kecil mengakibatkan efisiensi tramsmisi relatif lebih baik. Dengan
bahan brons proses pembuatan roda gigi akan
relatife lebih mudah dibandingkan dengan baja SS301.
Bahan kontruksi kereta penggerak dibuat dari baja stainless steel dan brons yang mempunyai sifat relatife tahan oksidasi sehingga memungkinkan alat tidak mudah rusak oleh pengaruh udara.
Roda jalan untuk system transport dipilih dari jenis bantalan gelinding seri 02 ZZ (tabel 2) dengan diameter lubang poros d = 15 mm, diameter luar D = 32 mm, kapasitas nominal dinamis spensifik C = 450 kg, kapasitas nominal statis spensifik Co = 263 kg. Kecepatan gerak kereta adalah 9 mm/menit, maka putaran roda jalan bantalan gelinding n = 0,1 Rpm, karena putaran relatife kecil maka evaluasi kekuatan bantalan mengacu pada nilai Co. berat kereta dan muatan ± 70 kg ditumpu 4 roda jalan bantalan gelinding maka beban tiap bantalan 18,75 kg, beban ini relatif kecil terhadap nilai Co, maka bantalan tersebut aman digunakan. Nilai d.n bantalan gelinding tersebut adalah 1,5 sesuai dengan tabel 2
batas nilai d.n adalah 200.000 berarti bantalan tersebut telah memenuhi syarat.
Keunggulan bantalan gelinding disbanding bantalan luncur adalah :
a. Gesekan sangat rendah. b. Pelumasan sangat sederhana. c. Pada poros tidak terjadi keausan.
Dengan gesekan yang sangat rendah maka gaya atau tenaga penggerak yang digunakan relatif lebih kecil. Bantalan gelinding pelumasannya sangat sederhana dan untuk konstruksi yang ber sil tidak perlu ada sistem pelumasan,maka konstruksi menjadi lebih sederhana dan relatif mudah perawatannya. Pada sistem bantalan gelinding tidak terjadi proses keausan pada poros, maka poros yang digunakan umur pemakainnya relatif lebih tahan lama dibandingkan jika memakai roda jalan sistem bantalan luncur pada kondisi ukuran yang sama.
KESIMPULAN
Hasil perancangan kereta penggerak sumber ion dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Perancangan didasarkan pada kemudahan
proses pembuatan diharapkan didapat konstruksi peralatan yang dapat menghasilkan kerja yang optimal , dan kemudahan dalam pengadaan bahan yang diperlukan.
2. Ukuran kotak penggerak panjang 270 mm,
lebar 240 mm tinggi 240 mm dibuat dengan tebal pelat 15mm dari bahan SS301.
3. Sambungan antar pelat dilakukan dengan
sambungan ulir menggunakan baut M8.
4. Roda jalan dipilih bantalan gelinding
dengan diameter poros 15mm, diameter luar 32 mm, dan tebal 10 mm, dengan seri 02ZZ.
5. Poros dukung dipilih jenis gandar dengan
diameter ujung leher poros 15mm, dan panjang leher 10mm.
6. Ukuran roda gigi dengan modul 1,5mm dari
bahan brons.Dengan diameter roda gigi : dz1 = 21 mm, dz2 = 99 mm, dz3 = 27 mm,
dan dz4 = 115,5 mm.
7. Transmisi ulir dipilih jenis metrik ukuran M25 dengan kisar ulir 3mm.
8. Kapasitas kereta dapat menerima beban 30
kg dan dapat bergerak sepanjang 150mm.
9. Hasil perancangan berupa gambar kerja
seperti terlampir.
DAFTAR PUSTAKA
1. Asril, Ilmu Bangunan Pesawat, H Stam,
Jakarta, 1952.
2. Daryanto, Mekanika Bangunan, Bumi Aksara,
Jakarta, 2001.
3. Darsono, Pengenalan Aplikasi Mesin Berkas
Elektron,Pusdiklat-PTAPB 1998
4. Sularso , Elemen Mesin. Pradnya Paramita,
Jakarta, 1978.
UCAPAN TERIMA KASIH
Pada kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada :
Drs Silahudin, Msi., Drs. Joko Sp, Bambang Lusmiyanto SST., Kurnia Wibowo, Amd., yang telah memberikan bantuan sehingga tulisan ini dapat selesai.
TANYA JAWAB Sudaryadi
Dilihat dari data rancangan yang sangat teliti dan rumit dan targetnya adalah tahun 2019, apa kontribusinya terhadap kegiatan di PTAPB?
Mengapa tebal kolom yang dibutuhkan sangat
tebal (14mm)? Setyo Atmojo
Kontribusi perancangan ini pada PTAPB adalah membantu proses pembuatan siklotron dengan menyiapkan gambar kerja/detil desain komponen siklotron terutama pada sistem penyangga magnet sebagai acuan dalalm proses pabrikan dan proses penginstalan
Tebal kolom 14mm untuk menyangga beban 8000kg untuk tiap kolom adalah hal yang wajar, karena hasil perhitungan.
Sukadi
Digunakan untuk apakah siklotron yang dibuat di PTAPB ?
Setyo Atmojo
Siklotron yang dibangun di PTAPB-BATAN direncanakan untuk memproduksi radioisotop yang dapat digunakan untuk mendeteksi penyakit kanker.