• Tidak ada hasil yang ditemukan

(UPAYA IMPLEMENTATIF EDUCATIONAL FOR ALL (EFA)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "(UPAYA IMPLEMENTATIF EDUCATIONAL FOR ALL (EFA)"

Copied!
20
0
0

Teks penuh

(1)

(

UPAYA IMPLEMENTATIF “EDUCATIONAL FOR ALL (EFA)”

BAGI MASYARAKAT KOTA BATAM

)

Disampaikan pada “RAKOR PENDIDIKAN”

yang diselenggaran Dinas Pendidikan Kota Batam

11 Juni 2008

Oleh :

(2)

Memperhatikan kondisi objektif dan berbagai kecenderungan, tantangan, harapan untuk memenuhi kebutuhan, maka EFAsecara strategik paradigmatik :

1. Education For Allmemberikan implikasi bahwa pendidikan itu tidak memandang ras, golongan, usia, gender, maupun tingkat sosial ekonomi, dan Exceptional (Allah itu tidak “rasis”, perintah”Iqra” itu for all) 2. Education For Allmerupakan implikasi bahwa pendidikan harus dimaknai sebagai “uthlubul ilma faridlotun”,

uthlubul ilma minal mahdi ilallahdi” atau “sepanjang hayat ”(Life Long Education/Learning).

3. Education For Allmerupakan implikasi bahwa pendidikan adalah proses “pemerdekaan”, “pembebasan” dari kebodohan dan kemiskinan. Oleh karena itu pendidikan sejatinya diperanfungsikan sebagai wahana mengangkat harkat dan martabat manusia.

4. Education For All merupakan implikasi bahwa pendidikan itu proses memanusiakan manusia (humaniora). Artinya pendidikan itu memberikan layanan yang sesuai dengan talenta, kaidah dan fitrah insaniyah.

5. Education For Allmemberikan implikasi bahwa Pendidikan harus menyentuh semua aspek kehidupan masyarakat, artinya pendidikan harus diupayakan untuk dapat menumbuhkembangkan aspek-aspek

potensial anak/ masyarakat dengan cara mendekatkan dan meratakan pelayanan melalui berbagai jalur, jenjang, jenis, dan bentuk pendidikan secara bermutu.

6. Education For Allmemberikan implikasi bahwa pendidikan harus diarahkan untuk pemberdayaan.

Artinya bahwa pendidikan itu harus didekati dari berbagai perspektif; baik keagamaan, ekonomi-industri, sosial pribadi, sosial-politik, budaya, sehingga akan merupakan wahana multi dampak (multy flaying effect)

dan merupakan perwujudan dari pemberdayaan masyarakat (social enpowerment)

7. Education For Allmemberikan implikasi bahwa pendidikan merupakan alat strategis dalam mengabangun masa depan masyarakat (peradaban, nilai spiritual, intelektual, emosional, sosial, vokasional) pada tataran lokal, nasional, maupun global.

(3)
(4)

EDUCATION FOR ALL (EFA) :

ADALAH KESADARAN MADANI WARGA DUNIA AKAN “KAIDAH ILLAHIYAH DAN INSANIYAH”

1. KESADARAN MADANI WARGA DUNIA AKAN PENTINGNYA “PEMERDEKAAN”,

“PEMBEBASAN” MANUSIA DARI KETERTINDASAN, KEBODOHAN, KEMISKINAN, DAN KETIDAKSEHATAN

2. KESADARAN MADANI WARGA DUNIA AKAN PENTINGNYA “MEMANUSIAKAN MANUSIA” (HUMANIORA), MENGANGKAT HARKAT DAN MARTABAT MANUSIA, MENGHAPUSKAN “RASIALISME” ( AGAMA, POTENSI, RAS, GENDER, GOLONGAN, SOSEK)

3. KESADARAN MADANI WARGA DUNIA AKAN PENTINGNYA KUALITAS HIDUP MANUSIA MELALUI PENGEMBANGAN STRATEGI LAYANAN YANG “HOLISTIK” DAN TIDAK

“DIKHOTOMIS”

4. KESADARAN MADANI WARGA DUNIA AKAN PENTINGNYA PEMBERDAYAAN (SOCIAL ENPOWERMENT)

5. KESADARAN MADANI WARGA DUNIA AKAN PENTINGNYA MEMBANGUN KETAHAN DIRI UNTUK DAPAT BERGAUL SECARA MADANI.

(5)

• Kesepakatan Internasional (Dakar „2000) dan

Kebijakan Nasional (RAN)

• Pengembangan SDM sebagai upaya strategis

dalam pembangunan nasional ( Baca: Psl 31 UUD

1945 ayat (1), (2), (4) dan (5) )

• Mengupayakan layanan perawatan dan PADU

serta persentase penduduk dengan tingkat

pendidikan tertentu (Bebas Buta Aksara, Hatam

DIKDAS, dan Memiliki KH) yang disiapkan

bangsa agar pembangunan ekonomi dan sosial

bangsa meningkat.

(6)

Pembukaan UUD 1945

“… melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah

Indonesia, mencerdaskan kehidupan bangsa, memajukan kesejah-teraan umum dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang ber –

dasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial"

Pasal 28 ayat (1) UUD 1945

Setiap orang berhak mengembangkan diri melalui pemenuhan

Kebutuhan dasarnya, berhak mendapatkan pedidikan dan manfaat dari ilmu pengetahuan dan teknologi, seni dan buadaya demi

meningkatkan kualitas hidupnya demi kesejahteraan umat manusia.

(7)

Pasal 2

Penyelenggaraan perlindungan anak berdasarkankan Pancasila dan

Berlandaskan UUD Negara RI Th. 1945 sertra prinsip-prinsip dasar Konvensi Hak-hak Azasi Manusia meliput: a. Non diskriminasi, b. Kpentingan yang terbaik untuk anak, c. Hak untuk hidup,

Kelangsungan hidup dan perkembangan, d. Penghargaan terhadap pendapat hidup.

Pasal 4

Setiap anak berhak untuk mendapat hidup, tumbuh, berkembang dan berpartisipasi

Secara wajar sesuai dgn harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari Kekerasan dan diskriminasi.

Pasal 3

Perlindungan anak bertujuan untuk jaminan terpenuhinya hak-hak agar dpt hidup

tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dgnharkat dan martabat kemanusiaan, Serta mendapat perlindungan dari kekarasan dan diskriminasi, demi terwujudnya anak Indonesia

Yang berkualitas, berakhlak mulia dan sejahtera.

Pasal 8

Setiap anak berhak memperoleh pelayanan kesehatan dan jaminan sosial sesuai dengan Kebutuhan fisik, mental, spiritual dan sosial.

Pasal 9

(1) Setiap anak berhak memperoleh pendidik dan pengajaran dlm rangka pengembangan Pribadinya dan tingkat kecerdasannya sesuai dengan minat dan bakatnya.

(2) Selain hak anak sbg dimaksud dlm ayat (1), khususnya bagi anak yg menyandang cacat juga berhak Memperoleh pendidikan luar biasa, sdg bagi anak yg memiliki keungan juga berhak

(8)
(9)
(10)
(11)
(12)

CERMATI DATA PENDUDUK

Jumlah penduduk (seluruh) = 720.844 Jumlah anak Usia 0-4 tahun = 73882 Jumlah anak usia 4-5 tahun = 30.221 Jumlah anak usia 5-6 tahun = 28.975 Jumlah anak usia 7-12 Tahun = 72.913 Jumlah anak usia 13-15 tahun = 24.697

Jumlah anak usia 16-18 tahun = 22.812

Jumlah penduduk (seluruh) = 702.239 Jumlah anak usia 15-24 tahun = 141.786

(13)
(14)
(15)
(16)

.

APA YANG HARUS

DILAKUKAN ?

(17)

LEGAL ASPEK

UUD 1945 UU, PP, Permen

KESEPAKATAN

DAKAR TTG

EFA

RPJM

Kota Batam

RAPAT

KKKKS

RPJM

BidangPend.

PROGRAM

PENDIDIKAN

NASIONAL

PROGRAM KEGIATAN DINDIK (RAD EFA/

PUS)

RAKORNIS

PENYSUSUNAN RAD

(18)

PERLUASAN PERAWATAN & PENDIDIKAN ANAK

USIA DINI

PEND. LIFE SKILL BAGI GM & OD PENUNTASAN WAJAR DIKDAS (Perempuan & Etmin 2015) MENGHAPUS DISPARITAS JENDER MELALUI DIKDAS/DIKMEN MENJELANG 2015 YG PRESTATIF PENURUNAN ABA (50% MJL 2015)

Focus:Perempuan & OD melalui PENDAS & PENDIDIKAN

BERKELANJUTAN

PENDIDIKAN BERMUTU DAN UNGGUL

UMUM :

1.BUAT KOMITMENT POLITIK (BGM RPJMBP ? BGM KKKKS ?

(Internal= H + V, Eks=Mitra (Kom.E, DIBAROKAN TERKAIT, LSM, Dewan Pend.,PGRI,PKK & DW,BAYANG KARI,DARMA PERTIWI,

2.SAMPAIKAN RENCANA PEMBANGUNAN KESEJAHTERAAN GURU DAN TENAGA KEPENDIDIKAN LANNYA(MANAT UU 14/05 & EFA) 3.KEMBANGKAN “RAD” (BID.PNF,DIKDASMEN + SOSBUD

BAPPEDA) + KESRA, DINSOSNAKER,BPM, BPS,DINKES,MITRA PNF, SKB, FSPP,TNI & POLRI,BLK, BUMN/D, “SWASTA” DLL)

KHUSUS :

1.LAKUKAN RAKER TERBATAS U/ MEMBANGUN “KOMITMENT

POLITIK” SAMPAIKAN RPJMBP (PETA MASALAH-AKU-KEGIAT AN UTAMA “EFA”)

2.LAKUKAN KKKKS MELALUI “RAKOR”,KOORDINASI,KONFIRMASI, KONSULTASI, KOLEGIALITAS,DAN SOSIALISAI JARING ASMARA

(GAGASAN PIKIR,DATA & FAKTA, DUKUNGAN KERJA SAMA (dari perencanaan sampai pengawasan)

3.SUSUN TIM DAN BEKERJA PADA SISTEM YANG TELAH ADA (CONTOH : PERWATAN ADU BINA KELUARGA DAN BALITA

DINKES, PKK, DW,BAYANG KARI, DARMA PERTIWI.

PENGHAPUSAN KEMISKINAN BPM, KESRA, DINSOS-NAKER, INDAG-KOP, PERIKANAN-KELAUTAN, PERTANIAN-HUTBUN,PU DAN PARIWISATA, DSB) FOKUS PEREMPUAN, DAERAH

BENCANA, SLUM, HINTERLAND DAN PESISIR,DSB (LAKUKAN RAKORNIS)

4.RENCANAKAN SECARA SIMULTAN AKSESIBILITAS DAN

(19)

PERLUASAN PERAWATAN & PENDIDIKAN ANAK

USIA DINI

PEND. LIFE SKILL BAGI GM & OD PENUNTASAN WAJAR DIKDAS (Perempuan & Etmin 2015) MENGHAPUS DISPARITAS JENDER MELALUI DIKDAS/DIKMEN MENJELANG 2015 YG PRESTATIF PENURUNAN ABA (50% MJL 2015)

Focus:Perempuan & OD melalui PENDAS & PENDIDIKAN

BERKELANJUTAN

PENDIDIKAN BERMUTU DAN UNGGUL

TEKNIS

1.ANALISIS DATA KEMISKINAN (DIMANA KONTONGNYA ?)

(MAPPING/SENSUS) TEMUKAN DATA ANAK USIA SEKOLAH, BALITA YG MEMERLUKAN YANDIK DAN YANKES,BA, DO,

LOSTJOB DARI KELUARGA MISKIN (fungsional) VS LEMBAGA LAYANAN YANG ADA (POSYANDU,BA/RA/KB/TK, DIKDASMEN, PKBM,RUMAH BACA, RUMAH SINGGAH,KURSUS/PENDIDIKAN BERKELANJUTAN, LSM MITRA KERJA PNF,DSB) SUSUN RAD U/ PERLUASAN PERAWATAN & PADU.

2.SUSUN RAD WAJAR DIKDAS (PF & PNF) FOCUS PEREMPUAN DAN ETNIS MINORITAS/KHUSUS/HINTERLAND.

3.SUSUN RAD PENDIDIKAN LIFE SKILL BAGI GM DAN OD

4.SUSUN RAD PEMBERANTASAN BUTA AKSARA (JANGKA PENDEK U/ 2009 PENURUNAN 5%, JANGKA MENENGAH U/ 2015

PENURUNAN 50%)

5.SUSUN RAD PENDIDIKAN U/ GENDER PEREMPUAN (DIKDASMEN PF & PNF)

6.SUSUN RAD PENDIDIKAN BERMUTU UNTUK SEMUA ( ADU S/D OD, MELALUI JALUR PF & PNF).

(20)

.

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan pernyataan tersebut diketahui bahwa data yang tidak terisi pada pelaksanaan sebenarnya dilakukan, namun lupa untuk mengisi dalam lembar rekam medis atau pun

Helical fin ditempatkan pada pipa bagian dalam heat exchanger yang dapat mendorong terjadinya turbulensi hingga mempengaruhi naiknya angka Reynolds seiring dengan naiknya

Sedangkan perbedaannya, di dalam Perjanjian Lama dijelaskan dan disebutkan secara berulang-ulang bahwa tanah Kan’an/Palestina adalah tanah yang dijanjikan Tuhan kepada nenek moyang

Berdasarkan hasil observasi pada pelaksanaan proses produksi yang dilakukan di tempat kerja, diketahui aktivitas para operator dilakukan dengan posisi postur tubuh duduk

General anesthesia atau bius sepenuhnya merupakan salah satu pemberian ubat tahan sakit kepada pesakit semasa melakukan sesuatu pembedahan. Biasanya,bius ini akan diberikan

Tahap awal yang perlu dilakukan untuk dapat menetapkan strategi dan program Pengelolaan Sumber Daya Air adalah dengan mengidentifikasi permasalahan pengelolaan sumber

25 Yang menjadi data primer pada penelitian ini adalah Al-Qur’an, sementara data sekunder atau pendukungnya adalah Hadits Nabi, penafsiran para mufassir, karya-karya para

Setelah dilakukan simulasi, didapatkan bahwa respon plant dengan kontroler PID-Robust dapat mengikuti model referensi yang diinginkan dengan nilai rise time 7,7