Peran Self Development dalam Meningkatkan Kualitas Diri
Oleh: (Siti Latifatul Fuadah)
Apa yang dimaksud dengan peran self development? Apakah saya sudah dapat meningkatkan kualitas diri saya sehingga dapat termasuk kedalam kriterianya?
Kedua pertanyaan ini dapat menarik perhatian saya, sehingga saya melakukan penelusuran melalui berbagai literatur untuk memahami definisi dan kriterianya. Beberapa literatur menyebutkan slef development sebagai pengembangan diri, yakni kegiatan yang meningkatkan kesadaran diri, pengetahuan, keterampilan, dan potensi, tetapi juga tentang pertumbuhan pribadi dan pencarian makna dalam hidup.
Saya membaca pernyataan Cambridge Dictionary, self development didefinisikan sebagai “the process in which a person grows or changes and becomes more advanced throught their own efforts” (proses seseorang tumbuh atau berubah dan menjadi lebih maju melalui usahanya sendiri)
Dilihat dari defimisi tersebut, istilah self merujuk pada kepribadian, karakter, sifat, sikap, watak, perilaku, serta integritas yang khas atau dimiliki oleh setiap individu. Sementara itu, development mengacu pada suatu proses dimana individu atau sesuatu mengalami pertumbuhan, perkembangan, atau perubahan menuju kemajuan. Dengan demikian, self development dapat dipahami sebagai suatu strategi atau metode yang diterapkan oleh individu untuk meningkatkan kesadaran diri, potensi, bakat, keterampilan,dan kemampuan.
Self development merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas hidup dan diri seseorang. Dengan demikian, individu yang menerapkan pengembangan diri berupaya untuk memperbaiki, mengubah, dan meningkatkan kualitas pribadi serta kehidupannya.
Kemampuan seseorang untuk mengoptimalkan potensi yang dimiliki adalah hal yang sangat penting. Namun, tidak semua individu mampu melakukannya, dan banyak yang menghadapi kesulitan dalam mengembangkan kemampuan diri mereka. Banyak orang terjebak dalam perbandingan dengan orang lain, merasa inferior, tetapi tidak berupaya untuk meningkatkan kemampuan pribadi. Sikap ini dapat menjadi penghalang bagi kesuksesan individu. Jika kebiasaan membandingkan diri dengan orang lain terus dibiarkan, hal ini akan
menghambat kemajuan. Akibatnya, tidak akan ada peningkatan yang dapat dicapai, sementara orang lain terus melangkah maju dan meninggalkan Anda. Anda akan selalu berada di posisi yang kurang menguntungkan dan tidak dapat mencapai kualitas hidup yang lebih baik. Bahkan, Anda berisiko mengalami kemunduran dan menjadi individu yang gagal. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan pengembangan diri atau self sevelopment dalam meningkatkan kualitas hidup.
Adapun pernyataan M. Twenge dalam bukunya yang berjudul Why Today’s Super- Connented Kids Are Growing Up Less Rebellious, More Tolerant, Less Happy- and Completely Unprepared for Adulthood (2017). Bahwa pengembangan diri di era sekarang akan lebih mudah, karena sebagai Post-Milenial atau gen z mempunyai sifat lebih mandiri, lebih rasional, dan lebih menyukai belajar mandiri dibandingkan dengan generasi sebelumnya, sehingga gen z dapat menunjukkan minat yang signifikan terhadap pengembangan diri. Serta saya membaca pernyataan dalam karya Corey Seemiller dan Maghan Grace yang berjudul Generation Z: A Century in the Making (2019), dijelaskan bahwa gen z menempatkan perhatian pada penguasaan keterampilan dan pengetahuan yang relavan untuk masa depan mereka. Mereka melihat pendidikan sebagai suatu investasi untuk karier dan cenderung mencari kesempatan belajar yang dapat meningkatkan keterampilan praktis dalam diri. Selain itu, mereka lebih memilih metode pembelajaran yang berbasis pengalaman dan aplikasi praktis dibandingkan belajar teori.
Berbekal pemahaman ini, saya sebagai Post-Milenial atau gen z ingin membuktikan bahwa pengembangan diri atau self development pada gen z memiliki growth mindset yang kuat, yang memungkinkan untuk terus maju dan berkembang dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk karier dan profesionalisme, dimulai dengan diri sendiri yaitu dengan partisipasi kampanye kesehatan mental, seperti kampanye self-love, yang menunjukkan kemampuan diri dalam berbicara terbuka tentang kesehatan mental dan mendukung kesadaran mental yang lebih tinggi, sehingga dapat meningkatkan kualitas diri untuk menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan mempunyai sifat yang optimis. Sebaliknya, jika tidak dapat turut andil dalam partisipasi kampanye kesehatan mental, seperti kampanye self-love maka tidak akan dapat mebuktikan bahwa self development dapat meningkatkan kualitas diri karena self-love merupakan bagian dalam meningkatkan kualitas diri.
Berbicara terkait tentang hal-hal yang telah saya lakukan untuk menjadi pribadi yang berusaha dalam pengembangan diri, tentu tidak terlepas dalam upaya saya untuk menggali dan
memaksimalkan dalam meningkatkan kualitas hidup dan pribadi. Selain itu untuk pengembangan diri dalam upaya meningkatkan kualitas diri, saya juga berusaha seoptimal mungkin menerapkan karakter-karakter yang dapat meningkatkan kualitas diri, yaitu karakter dalam mengembangkan persepsi diri, potensi, dan kemampuan pada diri saya. Ini kesempatan yang luar biasa bagi saya untuk menuangkan pengalaman pribadi saya dalam essay sebagai salah satu syarat dalam Beasiswa Miammanda20 tahun 2024.
Tempat pertama saya ditempa adalah keluarga. Saya dibesarkan dikota Pati serta bertumbuh kembang dilingkungan keluarga yang dapat dikatakan berlatar belakang keluarga in trovert. Pendapat yang dapat mengatakan bahwa saya adalah seorang introvert bermula dari lingkungan rumah, sangatlah sesuai. Dalam keadaan keluarga saya yang sangat sederhana, saya di didik menjadi pribadi yang madiri, peduli, tekun, menghormati orang yang lebih tua, serta harus menjadi pribadi yang mempunyai rasa tau diri (ngak enakan sama orang), dari poin ini yang mengakibatkan saya menjadi seorang introvert karena ketika ingin melakuakan sesuatu sifat pesimis akan bermunculan pada diri saya, sifat pesimis itu akhirnya tidak bertahan lama, mulai menghilang ketika saya beranjak di bangku SMK dan mulai sadar bahwa meningkatkan kualitas diri itu sangat penting.
Tempat kedua saya ditempa adalah sekolah. Pendidikan formal saya dimulai tahun 2009 di TK Miftahul Huda, dilanjutkan di MI Negeri 1 Rembang, dilanjutkan di MTS Riyadlotut Thalabah, Ketika saya masih duduk dibangku MI dan MTS saya masih mempunyai sifat pemalu, tidak percaya diri, dan mempunyai sifat pesimis ketika ingin melakukan sesuatu dikarenakan takut dengan adanya kegagalan. Sehingga ketika saya masih duduk dibangku MI dan MTS saya tidak memiliki pengalaman apapun yang mengakibatkan penyesalan bagi saya karena banyak kesempatan yang telah saya lewatkan.
Saat masuk SMA mental saya diuji dengan kegagalan masuk di SMA favorit di Kabupaten pati dikarenakan adanya sistem zonasi. Saya sempat kecewa dan mulai pesimis, akhirnya saya sekolah yang masih berada dilingkungan Kabupaten Pati, SMK Diponegoro Juwana. Saat awal masuk SMK sempat ragu apakah saya bisa dengan jurusan yang saya ambil, yaitu Akuntansi Keuangan Lembaga, sebelumnya saya belum mengerti apa itu jurusan Akuntansi Keuangan Lembaga ditambah dengan omongan orang-orang sekitar (Anak cewek sekolah di smk mau jadi apa). Namun, hal itu dapat merubah diri saya menjadi pribadi yang lebih baik, yang sebelumnya mempunyai rasa pesimis terlalu besar, takut dengan kegagalan, takut tidak bisa, hingga rasa semua itu berubah menjadi rasa semangat pada diri saya, menjadi
rasa percaya diri, dan mau mencoba hal-hal baru tanpa memikirkan kegagalan. Dari situlah saya yakin bahwa peran self developmet dalam meningkatkan kualitas diri itu benar. Segala hal yang meragukanmu sebenarnya adalah hal yang kamu ciptakaan sendiri. Itulah prinsip saya!.
Karena itu, saya tetap fokus mendalami pelajaran yang berkaitan dengan akuntansi sehingga menjadi pelajaran favorit. Pengembangan diri yang saya terapkan di SMK yaitu mulai mengikuti organisai siswa intra sekolah, mengikuti dewan ambalan, mewakili sekolah dalam sosialisasi progam DBD per satu kecamatan, dan mulai merubah sifat introvert menjadi sifat yang percaya diri, serta mulai yakin bahwa saya bisa. Prestasi terbaik di SMK adalah menjadi lulusan terbaik di jurusan Akuntansi Keuangan Lembaga pada tahun 2023.
Tempat saya ditempa saat ini adalah Institut Agama Islam Negeri Kudus Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam Jurusan Akuntansi Syariah. Kedepannya, tetap dalam tujuan saya ingin menjadi pribadi yang dapat selalu meningkatkan kualitas diri, saya berkeinginan untuk bisa lulus 3,5 tahun dan mendapatkan predikat summa cum laude sebagai S1 Akuntansi. Saya juga ingin menjadi mahasiswa berprestasi dan mengikuti berbagai lomba, organisasi, kegiatan, dan magang yang sesuai dengan apa yang menjadi fokus karir saya kedepannya. Alasan saya memilih jurusan Akuntansi yaitu ingin bekerja di salah satu bank indonesia karena dengan profesi tersebut saya dapat bertransaksi langsung dengan berbagai bentuk karakter manusia, sehingga dapat di ambil pelajaran untuk amenjadi pribadi yang lebih baik dan berkualitas untuk kedepannya, atau menjadi ASN dibidang kementrian keuangan negara.
Nyatanya setiap kita memiliki potensi di bidangnya masing-masing. Tugas kita sekarang yaitu menemukan potensi itu dan berusaha menjadi lebih berkualitas. Selain itu berkaitan dengan cara-cara meningkatkan kualitas diri, memiliki sikap dan sifat adaptif terhadap perubahan di bidang yang kita tekuni menjadi hal sangat penting untuk kita kedepannya. Bagi saya, ingin menjadi apa kita di masa mendatang ditentukan oleh apa yang kita investasikan pada diri kita dimasa sekarang. Intinya lebih baik mulai sekarang daripada menyesal nanti. Selain itu kalah jauh lebih baik daripada tidak mencoba sama sekali.
Akhirnya, saya optimis dan percaya pada diri sendiri akan mampu dalam upaya meningkatkan kualitas diri untuk yang lebih baik lagi sebagai modal menjadi post milenial yang berguna untuk bangsa dan negara. Saya bertekan akan menjadi pribadi yang bermoral dan berkarakter mulia kelak dalam proses menggapai cita-cita, beasiswa yang saya terima (apabila dinyatakan lolos) akan saya gunakan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kualitas diri saya,
agar menjadi pribadi yang kompeten, amanah, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada bangsa dan negara.
Kontribusi saya tersebut sangat signifikan dan dapat memotivasi bagi post milenial.
Melalui beasiswa ini, akan sangat membantu meringankan beban biaya kuliah saya, sekaligus mempermudah saya berkiprah lebih besar lagi bagi lingkungan, termasuk memotivasi post milenial lainnya agar berkontribusi maksimal buat negeri ini. saya akhiri dengan Quets sebagai nasihat dan motivasi untuk diri saya sendiri.
“Untuk hidup yang mungkin tidak pernah mudah. Untuk perjalanan yang mungkin selalu di temui ombak dan duri. Memang pahit dan menyakitkan saat mengalami hal-hal yang tak enak dan sukar, tapi bila tidak bertemu dengan hal itu bagaimana cara kita dapat berkembang menjadi yang lebih baik dan hati-hati, menjadi orang yang bijaksana serta lebih bersabar. Banyak alasan untuk mengeluh tapi lebih banyak pelajaran yang dapat kita ambil untuk bertumbuh”(haruntsaqif)