Mengetahui prinsip kerja dan cara-cara menggunakan sistem penguatMengetahui prinsip kerja dan cara-cara menggunakan sistem penguat
spektroskopi
spektroskopi nuklirnuklir..
Mampu menganalisa pementukan pulsa sistem penguat danMampu menganalisa pementukan pulsa sistem penguat dan
permasalahann!a permasalahann!a II.
II. PERALATAN YANG DIPAKAIPERALATAN YANG DIPAKAI
"etektor Radiasi nuklir dan #umer radiasi gamma"etektor Radiasi nuklir dan #umer radiasi gamma
Pen!edia tegangan tinggi $%&'Pen!edia tegangan tinggi $%&'
Pulser(Pulser( Spectrocop! a"p#i$ier %RTE&Spectrocop! a"p#i$ier %RTE&
MCA dan osiloscopeMCA dan osiloscope
III. TEORI SINGKAT III. TEORI SINGKAT
"al
"alam am spespektroktroskoskopi pi nuknuklir lir detdetektektor or radradiasiasi i nuknuklilir r !an!ang g dipdipakaakai i harharusluslahah mem
memenuenuhi hi perpers!as!aratratan an tertertententu( tu( antantara ara lalaian ian detdetektor ektor harharus us dapdapat at memememedakadakann esar tenaga radias
esar tenaga radiasi !ang i !ang di deteksi. #elaidi deteksi. #elain itu n itu karekarena si)at na si)at detektor pada umumn!adetektor pada umumn!a mempun!ai entuk tegangan keluaran !ang diseut pulsa ekor( !aitu entuk dengan mempun!ai entuk tegangan keluaran !ang diseut pulsa ekor( !aitu entuk dengan angkit $
angkit $rie ti"e,rie ti"e, rr' eerapa puluh nano detik dan *aktu meluruh $' eerapa puluh nano detik dan *aktu meluruh $ 'eca! ti"e,'eca! ti"e, ' ' ''
e
eeraerapa pa pulpuluh uh mimikro kro detdetik ik samsampai pai eeeraerapa pa mimili li detdetik. ik. ++inginggi gi pulpulsa sa kelkeluaruaranan detektor selanjutn!a diproses untuk mendapatkan in)ormasi !ang lengkap mengenai detektor selanjutn!a diproses untuk mendapatkan in)ormasi !ang lengkap mengenai ,arah radiasi !ang dideteksi( !aitu cacah dan esarn!a tenagan!a. Bagian terakhir ,arah radiasi !ang dideteksi( !aitu cacah dan esarn!a tenagan!a. Bagian terakhir rangkaian pementukan pulsa iasan!a erupa MCA atau #CA dan counter !ang rangkaian pementukan pulsa iasan!a erupa MCA atau #CA dan counter !ang mem
memututuhkuhkan an masmasukaukan n dendengan gan enentuk tuk eeeraerapa pa perpers!as!aratratan( an( !ai!aitu tu ideidealnaln!a!a erentuk
erentuk (a)ian(a)ian dengan *aktu angkit sekitar eerapa mikrodetik dengan tinggidengan *aktu angkit sekitar eerapa mikrodetik dengan tinggi pulsa antara sampai 1 olt.
pulsa antara sampai 1 olt. /n
/ntutuk k spspekektrotroskskopopi i nunuklklir ir mamaka ka didipeperlrlukukan an susuatu atu pepengnguauat t !a!ang ng seselalainin mempe
memperesaresar r tinggtinggi i pulspulsa a keluakeluaran ran detektodetektor r menjmenjadi adi pulsa gaussian seperti pulsa gaussian seperti !ang!ang di
dipepersrs!a!araratkatkan n rarangngkakaiaian n akakhihir r pepemrmrososes es didiaagigian an akakhihirr. . AnAntatara ra dedetektektotor r dadann pengu
penguat at perlperlu u dipadipasang penguat sang penguat a*al !ang jenisn!a tergantua*al !ang jenisn!a tergantung ng dari detektor !angdari detektor !ang di
digugunanakakan n apapakakah ah ititu u pepeka ka tetegagangngan an atatau au mumuatatan an dadan n seseaagagainin!a !a sesepepertrtii ditunjukkan pada 0amar 1.
ditunjukkan pada 0amar 1.
2(34 2(34
Pada umumn!a detektor akan memerikan luaran erentuk pulsa. +inggi pulsa luaran detektor ini seanding dengan esarn!a energi radiasi !ang erinteraksi dengan detektor dan meluruh secara eksponensial dengan tetapan *aktu RC dari sistem elektronik seperti ditunjukkan pada 0amar 5.
0amar 5. Bentuk pulsa luaran detektor
Pementukan pulsa sering telah dimulai diagian penguat a*al ini( tetapi pada umumn!a keluaran penguat a*al masih erentuk pulsa ekor. Pulsa-pulsa keluaran detektor pada umumn!a energin!a masih rendah sehingga diperlukan penguat a*al selanjutn!a diperkuat dengan penguat utama. %uungan penguat a*al dan penguat utama dapat dilakukan secara langsung dengan samungan "C( tetapi timul masalah !aitu tegangan ias maupun leel "C dari masing-masing alat.
mempertimangkan eerapa hal diantaran!a a) "en#e$a% pen$a&u% pile –Up
Penurunan eksponensial dari pula !ang keluar pada terminal pre a"p( detektor harus diuat pendek agar dapat memisahkan dua puncak !ang erdekatan. Bila hal ini tidak dilakukan maka dapat terjadi adan!a pengaruh pi#e )p atau terjadin!a penumpukan pulsa pada agian penurunan
eksponensial !ang elum mencapai sumu dasarn!a oleh pulsa !ang erdekatan. 0ejala ini akan memerikan dampak menimulkan kesalahan dalam analisa dari pulsa terseut. Pemendekan konstanta *aktu penurunan pulsa ini dilakukan dengan di))erensiasi seperti ditunjukkan pada 0amar 5. b) "empe&be!a& pe&ban'(n$an anta&a !(n)a 'an noise
+idak dapat dihindarkan pengaruh noie !ang timul pada detektor dan pre a"p( dimana noie ini mempun!ai *an'+it !ang lear( maka perlu sistem pementuk pulsa agar dapat memperesar sin!al terseut samil memperkecil pengaruh noie %al ini isa didapat dengan entuk .a)ian 7edua hal diatas( akan sangat mempengaruhi resolusi dari sistem spektrometer dalam menganalisa unsur radioaktip. "alam sistem pementukan pulsa ini dapat memakai rangkaian R& ertujuan untuk memperpendek *aktu turun dari pulsa sehingga pengaruh pi#e-)p dapat dihilangkan. /ntuk mendapatkan entuk simitris dari pulsa .a)ian dengan perandingan sin!al dn noie !ang tinggi( maka diperlukan eerapa uah integrator.
/ntuk mengatasi masalah terseut maka penguat a*al dan penguat utama dilengkapi dengan kopling AC !aitu komponen kapasitor pada terminal masukan $inp)t ' maupun luarann!a $o)tp)t ' dengan sistem pementukan pulsa menjadi semi gaussian seperti ditunjukkan pada 0amar 8.
0amar 8. P)#e Sapin( in te Se"i-.a)ian Sapin( A"p#i$ier
"engan adan!a komponen R dan C pada masing-masing alat maka akan timul e)ek de)erensi dan integrasi pada pulsa !ang masuk( sehingga diperlukan rangkaian pementuk pulsa terdiri de))erensitaor( integartor( &R-R& P)#e Sapin( ( o)*#!-i$$erentiate' &R-&R-R&-&R Sapin(
Rangkaian pementuk pulsa dilengkapi Po#e ero &ance##tion $P& ' untuk menghilangkan )n'er oot dan *ae #ine i$t sehingga terjadi a"p#it)'e 'e$ect dapat dihindari seperti ditunjukan pada 0amar 9. dan 0amar :
0amar 9. Rangkaian CR-RC dilengkapi po#eero cance##ation
Pen!esuaian garis alas $Bae Line Retorer, BLR3 mengemalikan garis alas ke tegangan nol diantara pulsa-plusa dalam *aktu sesingkat mungkin.
0amar :. Prinsip pen!esuaian garis alas $*ae #ine retorer, BLR3
Ada tiga hal !ang perlu diperhatikan untuk mengatur *ae #ine ta*i#ier !aitu leel "C keluaran penguat( leel diskriminator( dan retoration rate !aitu kecepatan rangkaian untuk mengemalikan *ae #ine ke garis nol( ini tergantung pada laju cacah radiasi !ang diamati. #edangkan leel "C tentu saja harus di set sedekat-dekat ke garis nol( dan diskriminator di set serendah-rendah tetapi masih diatas leel 'era) !ang ada. Retoration rate iasan!a sudah diuat untuk cacah rendah( sedang dan tinggi atau #o+, "e'i)", i(.
c) Bentuk pu!a ua&an amplifier
Pada spektroskopi gamma sering diperlukan in)ormasi pada puncak-puncak pulsa !ang diamati( !ang tinggin!a diatas suatu leel tertentu( sehingga digunakan penguat !ang dilengkapi dengan sistem diskriminator. Bentuk pulsa luaran ampli)ier seperti ditunjukkan pada 0amar ;.
0amar ;. Bentuk pulsa luaran a"p#i$ier
3.*. Sambun$an kapa!(t(p
#amungan kapasitip $capacitip co)p#in( ' pada agian masukan dan keluaran ampli)ier dapat memisakan leel "C penguat dengan rangkaian penguat a*al maupun rangkaian pemroses erikutn!a. %al ini dengan adan!a kapasitor sering terjadi e)ek de)erensiasi maupun integrasi pada pulsa masukan !ang akan mengakiatkan pergeseran *ae #ine terutama untu laju cacah radiasi !ang tinggi. Bila digunakan samungan "C dan AC untuk hamper semua produk !ang mengikuti standard N<M maka leel keluaran harus nol dan ini iasan!a disediakan disedikan dimuka dengan saklar trimport halus $ero a'5)t"en'.
3.3. L(n(e&(ta!
#!arat-s!arat kinerja dari seuah penguat pulsa linier meliputi linieritas( oer #oa' recoer!, sistem pementukan pulsa.
=ungsi dasar dari penguat pulsa linier adalah menerima pulsa dengan leel rendah dari pulsa detektor dan menguahn!a melalui penguatan dan pementukan pulsa( menjadi suatu pulsa !ang leih sesuai untuk pengukuran dan analisa. Agar in)ormasi !ang dikandung oleh pulsa dapat tersimpan( penguatan ini harus mempun!ai huungan !ang linier antara tinggi o)tp)t dan tinggi pulsa inp)t 7arena pulsa-pulsa itu mempun!ai lear teratas( tinggin!a juga teratas( dan terjadin!a random( maka ada kemungkinan terjadi distorsi dari tinggi pulsa terseut oleh adan!a oer#ap dan pematasan pada linieritas dari penguat terseut.
%uungan linier antara inp)t dan o)tp)t sin!al dapat dicapai han!a secara pendekatan. >inieritas dari suatu penguat akan mutlak ila penguatan $ (ain' Ao penguat ergantung pada o)t ?
i out
o in out 1 $1'=ungsi & i $ o)t 3 ini diseut 9Inte(ra# Non Linierit!: Analogi dengan persamaan diatas(
'i$$erenia# Non Linierit!: $& ' ' dide)inisikan seagai erikut ?
d out
o in out V A C V V 1 $5'Inte(ra# non #inierit! mempengruhi kalirasi sumu energi dari spektrum tinggi pulsa $posisi dari masing-masing pulsa' 'e$$erenia# non #inierit! men!eakan distorsi pada entuk puncak pulsa.
3.+. Over loa recover!
/ntuk menganalisa unsur radioaktip( diperlukan pengamatan distriusi energi rendah( !ang terdapat diantara radiasi energi tinggi unsur terseut. @ika (ain dari penguat diatur untuk sin!al !ang kecil( penguat itu mengalami oer #oa' dengan pulsa-pulsa !ang esar( diseakan karena teratasn!a daerah linier dari penguatan terseut. "ia*ah keadaan oer #oa' ini( akan men!eakan *aktu turun dari pulsa diperkuat amplitudo menjadi leih esar. Un'eroot !ang kecil !ang terdapat pada pulsa akan ikut diperkuat dan seringkali tidak seimang( sehingga *aktu !ang diperlukan untuk mencapai sumu dasarn!a menjadi leih lama. %al ini akan mengganggu sistem penguat dan dapat men!eakan kesalahan analisa dari dua pulsa !ang erdekatan seperti !ang ditunjukkan pada 0amar 2.a. dan 0amar 2..
0amar 2. Bentuk pulsa oer #oa'
/ntuk memperaiki karakterstik non oer#oa' dari sistem penguat pulsa linier ini maka harus dihindari pulsa-pulsa eksponensial dengan konstanta *aktu !ang lama panjang. 7edua hal ini dapat dilakukan dengan memakai 'ii$$ereniator !ang mempun!ai kompensasi terhadap )n'eroot atau po#e ero cance##ation
I,. TATA KERJA PERCOBAAN
+.1. Pen$amatan L(n(e&(ta! Pen$uat
Pengujian statis ini( ertujuan untuk mencari atas-atas kinerja dari alat dengan rnenggunakan pulse generator seagai pengganti sumer dan detektor. Pengujian statis antara lain pengujian Linierita Inte(ra# ( Ban' ;i't dan U5i Ti"in( . Blok
' Pulsa dengan )n'eroot seelum diperkuat
0amar 3. #kema uji linieritas penguat P&-!e'u& pe&#-baan
"# "ilakukan e<peri"enta# et )p seperti skema pada 0amar 3 $# "iatur amplitudo masukan dari pulse generator seesar 5 m&
%# #elanjutn!a diamati amplitudo o)tp)t dari #inier a"p#i$ier Ortec 9;5 sehingga amplitudo output maksimal 1 olt.
&# 7emudian amplitudo o)t p)t dari #inier a"p#i$ier Ortec 9;5( diturunkan dan diamati esarn!a amplitudo o)t p)t dengan osiloskop
'# #elisih atau peredaan antara amplitudo penguat terhadap re)erensi adalah
&( kemudian diuat gra)ik linieritas dari a"p#i$ier seagai )ungsi dari
amplitudo inp)t = & 3terhadap amplitudo o)tp)t = & 3 dari a"p#i$ier
(# /ntuk menghitung integral non #inierit! dari penguat dengan pengukuran tinggi pulsa secara langsung dengan rumus persamaan?
% 100 10000 max V INL
8.5. Pen$uku&an *an' +i't
"alam pengukuran *an' +i't digunakan rangkaian pada 0amar 3. Prosedur percoaan
1. Amplitudo pulsa o)tp)t dari generator pulsa seagai inp)t pada Linier a"p#i$ier diatur seesar 5 m& sehingga amplitudo untuk o)tp)t Linier a"p#i$ier seesar 1 &.
5. Inp)t pada Linier a"p#i$ier diuat tetap( dan atur )rekuensi masukan !ang eruah 1k%,( 1 k%,( 5 k%,( 6 k%,( 8 k%,( 9 k%,( : k%,( ; k%,( 2 k%,( 3 k%,( 1 k%,( 11 k%, agar ketika tegangan keluaran mulai turun dapat diamati.
6. Buatlah gra)ik huungan +egangan o)tp)t terhadap peruahan )rekuensi $k%,'
8.6. Pen$uku&an Over Loa Recover!
"alam pengukuran oer Loa' recoer! digunakan rangkaian pada 0amar 3. Prosedur perrcoaan ?
1. Atur (ain dari penguat pada kedudukan maksimum( dan inp)t pulsa diatur sehingga o)tp)t mencapai 1 olt( amati erapa lear pulsa dalam mikro sekon dan tinggi pulsan!a
5. Inp)t pulsa diperesar dengan 1 kali dan 5 kali amati entuk pulsan!a erapa lear pergeseran pulsan!a dia*ah garis nol.
+.+. "en$amat( bebe&apa bentuk pu!a keua&an
Pulsa
generator AmpOrtec Osiloskop
pulsa( sehingga memerikan amplitudo keluaran Linier A"p#i$ier 1 olt. Prosedur percoaan ?
1 Melihat keluaran penguat untuk mode unipolar dan ipolar( ukur *aktu angkit $rie ti"e, r ' dan meluruh $'eca! ti"e, ' '( =%M dan tentukan
apin( ti"e $' dari #inier a"p#i$ier
2 /kur juga amplitudo negati) pada mode ipolar( erapa perandingan dengan agian positi)n!a. Berapa pergeseran garis nol untuk keadaan PC dan B>R
Aturlah ariael P& pada dua kondisi )ncorrecte' dan correcte' o)t p)t dan amatilah dari entuk spektrum di osiloskop dan MCA.
4 Amatilah da!a pisah detektor dengan ariasi apin( ti"e, ener(i dan laju cacah $co)ntin( rate'
DA/TAR PUSTAKA
1. N(#%-a! T!-u0an('(! 9Mea)re"ent An' etection %$ Ra'iation: , /niersit! o)
Missouri-Rolla( +a!lor =rancis( 111 &ermont Aenue( N..1339. 5. (!nu Su!et)-( DSpe<tro<opi .a""a: 0ajah mada Press(1322. 6. ...2 Intro')ction to A"p#i$ier: ( +++ortec-on#ineco"
8. , OR+EC 9;5A Operating And #erice Manual( ttp>//+++ortec-on#ineco"/pro')ct/e#ectronic/a"p#i$ier/872a
LE"BAR DATA PRAKTIKU"
1. "en$amat( bebe&apa bentuk pu!a keua&an
Bentuk pulsa dengan kondisi oer co"penete' pada PC diosiloskop
Amatilah entuk pulsa kondisi oer co"penete' PC pada MCA
propert! pada PC diosiloskop a'5)te' propert! PC di MCA
Bentuk pulsa dengan kondisi )n'erco"penate' pada PC di osiloskop
Amatilah entuk pulsa dengan kondisi )n'erco"penate' PC di MCA
*. Pen$amatan L(n(e&(ta! pen$uat &input $m&' &output $&' Amplitudo Re)erensi $&' m& Amplitudo Penguat $&' 5 1 1 12 3 1: 2 18 ; 15 4 1 5 2 8 : 6 8 5 5 1 a- amplitudo - =%M r - rie ti"e d - 'eca! ti"e - shaping time 3 9 1 b r d a
a- a"p#it)'o *- ;M r F rie ti"e d F 'eca! ti"e - apin( ti"in( a"p#it)'o r C rie ti"e ' C 'eca! ti"e - apin( ti"in( A"p#it)'o r C rie ti"e ' C 'eca! ti"e - apin( ti"in(
+. Pen$uku&an /6" 'en$an 7a&(abe sapin* +ime
#haping time $Gs' =%M $7e&' #haping time $Gs' =%M $7e&' Hog!akarta( ...51; Asisten $<rianto(#+' Bentuk Normal Bentuk Pulsa x100 Bentuk Pulsa x200 a 3 9 1 b r td 1 1 3 3