Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 1 dari 25 hal. Put. Nomor 1103 K/Pdt.Sus-PHI/2016
P U T U S A N
Nomor 1103 K/Pdt.Sus-PHI/2016
DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA M A H K A M A H A G U N G
memeriksa perkara perdata khusus perselisihan hubungan industrial pada tingkat kasasi telah memutuskan sebagai berikut dalam perkara antara:
PT JAWA MEDIA KOMPUTAMA, yang diwakili oleh Yudy
Hananta, Direktur,berkedudukan di Jalan Karah Agung. Nomor. 45, Kota Surabaya, dalam hal ini memberi kuasa kepada Dr. Hardja Wandhira, S.H., M.Hum., dan kawan-kawan, Advokat pada Law Office Hardja Wandhira & Partners, berkantor di Jalan Manyar Kertoarjo, IX/72, Kota Surabaya, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 16 September 2016;
Pemohon Kasasi dahulu Tergugat;
L a w a n:
1. ALIF HIDAYAT, Warga Negara Indonesia, bertempat tinggal di Semolowaru Elok Blok AB/16, RT.002, RW.008, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya;
2. SATRIJO NURWANTO, Warga Negara Indonesia, bertempat tinggal di Bebekan Timur, IIV–RT.009, RW.003, Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo;
3. OKI TRI HUTOMO, Warga Negara Indonesia, bertempat tinggal di Jalan Wonokromo SS, Nomor 14, RT.001, RW.005, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya;
4. AFERI KRISTIAWAN, Waraga Negara Indonesia, bertempat tinggal di Karangan 5/110, RT.007, RW.001, Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo, Kota Surabaya;
5. SHANDY YUDI HARTO, Warga Negara Indonesia, bertempat tinggal di Manukan Lor, 3-D/11, RT.07, RW.012, Manukan Kulon, Tandes, Kota Surabaya;
6. ARDIANSYAH, Warga Negara Indonesia, bertempat tinggal di Jalan Margorukun Tengah, Nomor. 12, RT.004, RW.002, Gundih, Kecamatan Bubutan, Kota Surabaya, dalam hal ini kesemuanya memberi kuasa kepada David Da Silva, S.H., dan kawan, Advokat/Penasehat Hukum, berkantor di Kedung Turi Permai, II T.38 Taman, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 16 Mei 2016;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 2 dari 25 hal. Put. Nomor 1103 K/Pdt.Sus-PHI/2016
Para Termohon Kasasi dahulu Para Penggugat; Mahkamah Agung tersebut;
Membaca surat-surat yang bersangkutan;
Menimbang, bahwa dari surat-surat tersebut ternyata bahwa sekarang Para Termohon Kasasi dahulu Para Penggugat telah mengajukan gugatan terhadap Pemohon Kasasi dahulu Tergugat di depan persidangan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Surabaya, pada pokoknya sebagai berikut:
Dasar Gugatan
1. Bahwa Penggugat adalah mantan karyawan Tergugat (PT Jawa Media Komputama);
2. Bahwa Penggugat telah bekerja pada Tergugat PT Jawa Media Komputama sebanyak enam orang dengan masa kerja:
1. Alif Hidayat bekerja sejak 15 Februari Tahun 2012 sampai 8 September 2015 Jabatan terakhir wartawan lama kerja tiga tahun delapan bulan upah Rp2.200.000,00 (dua juta dua ratus ribu rupiah) setiap bulan; 2. Satrijo Nurwanto bekerja sejak 15 Februari Tahun 2000 sampai 8
September 2015 jabatan terakhir wartawan dengan lama kerja 14 tahun upah Rp2.500.000,00 (dua juta lima ratus ribu rupiah) setiap bulan; 3. Oki Tri Hutomo bekerja sejak 1 April Tahun 1997 sampai 8 September
2015 Jabatan terakhir redaktur senior lama kerja 18 tahun upah Rp2.650.000,00 (dua juta enam ratus lima puluh ribu rupiah) setiap bulan;
4. Aferi Kristiawan bekerja sejak 20 September Tahun 2001 sampai 8 September 2015 jabatan terakhir wartawan lama kerja 14 tahun upah Rp2.200.000,00 (dua juta dua ratus ribu rupiah) setiap bulan;
5. Shandy Yudi Harto bekerja sejak 16 November tahun 1999 sampai 8 September 2015 jabatan terakhir senior layout (desain) lama kerja 16 tahun upah Rp2.200.000,00 (dua juta dua ratus ribu rupiah) setiap bulan; 6. Ardiansyah bekerja sejak 15 Februari Tahun 2012 sampai 8 September 2015 Jabatan terakhir layout (desain) masa kerja tiga tahun delapan bulan upah Rp2.200.000,00 (dua juta dua ratus ribu rupiah) setiap bulan (bukti P-1 s/d bukti P-3);
3. Bahwa hubungan kerja antara Penggugat dan Tergugat 8 September 2015 Tergugat telah memutus hubungan kerja, (bukti P-2 dan 4);
4. Bahwa pada saat Para Penggugat diberhentikan secara sepihak oleh Tergugat menawarkan uang kompensasi kepada Penggugat sebesar satu
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 3 dari 25 hal. Put. Nomor 1103 K/Pdt.Sus-PHI/2016
kali masa kerja dan dibayar secara dicicil, dengan alasan perusahaan tidak punya uang. Karena merasa jumlah yang ditawarkan tidak sebanding dengan pengabdiannya selama bekerja (bukti P-5);
5. Bahwa karena jumlah uang kompensasi yang ditawarkan oleh Tergugat tidak sebanding, maka dengan difasilitasi oleh Disnaker perundingan bipartit antara PT Jawa Media Komputama (Tergugat) dibawah pimpinan Yudy Hananta selaku Direktur kemudian beberapa kali dipertemukan Penggugat dan Tergugat (selama di bulan September–Oktober 2015), tetapi Tergugat maupun yang mewakili perusahaan tidak hadir untuk membicarakan perundingan tersebut (bukti P-5);
6. Bahwa oleh karena tidak menemukan jalan keluar dalam bipartit antara PT Jawa Komputama maka penggugat akhirnya mencatatkan hubungan perselisihan ini ke Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jalan Jemursari II/2 Surabaya (602370 ) 28 Oktober 2015 (P-5);
7. Bahwa menindaklanjuti pencatatan perselisihan hubungan industrial tersebut, Disnaker Surabaya telah melakukan klarifikasi dengan memanggil penggugat dan Tergugat ke kantor Disnaker Surabaya, dan kemudian beberapa kali melakukan sidang mediasi namun pada panggilan I dan II pihak Tergugat tidak hadir terkesan mengabaikan panggilan Mediasi Disnaker dan rupanya pimpinan masih berada di Virginia-Amerika dalam rangka adventur dengan sepeda (Jawa Pos, 4 Oktober 2015) ironis dengan menghabiskan ratusan juta hanya bersepedaan ke luar negeri. Ini menunjukkan tidak ada rasa prihatin (sense of crisis) terhadap pekerjannya yang terkan Pemutusan Hubungan Kerja (bukti P-6);
8. Bahwa selain menindaklanjuti hubungan industrial, pihak Tergugat diadukan ke Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya atas pelanggaran sengketa Upah Minimum Kota, 8 Desember 2015 bahwa selama ini PT Jawa Media Komputama terhadap Peraturan Gubernur Jawa Timur Nomor 78 Tahun 2014 tentang Upah Minimum Kabupaten (UMK) Kota yaitu, Rp2.710.000,00 (dua juta tujuh ratus sepuluh ribu rupiah) hingga penyelesaian 15 April 2016 sengketa UMK diselesaikan sangat memakan waktu yang lama (bukti P-4); 9. Bahwa selama mediasi Disnaker Surabaya antara Penggugat dan Tergugat,
pihak Tergugat terkesan mengabaikan panggilan Mediator Disnaker hal itu terbukti pihak Pimpinan PT Jawa Media Komputama selaku Tergugat tidak hadir dalam panggilan ketiga dengan alasan jadwal mediasi 29 Desember 2015 perusahaan sudah libur tahun baru;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 4 dari 25 hal. Put. Nomor 1103 K/Pdt.Sus-PHI/2016
10. Bahwa pada mediasi pada bulan Januari 2106 pihak Tergugat menghadiri panggilan mediasi, dalam mediasi tersebut Pimpinan PT Media Komputama menawarkan nilai pesangon satu kali masa kerja ditambah satu bulan gaji sebagai penghargaan masa kerja, dengan alasan perusahaan sudah tutup dan tidak punya uang. Namun pada kenyataannya perusahaan hanya menghabiskan uang untuk kegiatan celebration (bukti P-7);
11. Bahwa berdasarkan alasan Tergugat tidak bisa membayar sesuai ketentuan uang pesangon dua kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja sebesar satu kali ketentuan Pasal 156 ayat (3) dan uang pengganti hak sesuai Pasal 156 ayat (4) yang ditentukan Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003. Maka Tergugat telah melanggar hak pekerja yang di Pemutusan Hubungan Kerja ;
12. Bahwa Tergugat selaku Pimpinan/direktur Yudy Hananta membawahi perusahaan media Tabloid Komputek dibawah Group Jawa Pos menyatakan sudah tidak terbit dengan alasan keuangan belum stabil alias efesiensi. Sementara ada dua Media Tabloid Minggguan Burung dan Tabloid Mingguan OTO Trend dibawah pimpinan Yudy Hananta masih beraktifitas mendatangkan profit yang fantastis. Maka jika pihak Tergugat menawarkan kompensasi terhadap pekerja sebesar satu kali Pasal 164 ayat (1) Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 sangat tidak masuk akal dengan kondisi perusahaan sebesar ini yang didukung oleh Media besar (holding) sekelas Jawa Pos (P-8);
13. Bahwa apabila Tergugat menawarkan kompensasi tersebut, seharusnya pihak Tergugat bisa membuktikan bahwa PT Jawa Media Komputama yang memproduksi/menerbitkan Tabloid Mingguan Komputek telah tutup secara legal formal (pembuktian pailit) merujuk Pasal 164 ayat (2). Sementara perusahaan sampai saat ini belum pernah diaudit melalui akuntan publik (independent) selama dua tahun berturut-turut;
14. Bahwa apabila Tergugat tidak bisa membuktikan yang diperintahkan Pasal 164 ayat (2), maka Tergugat melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap pekerja karena perusahaan tutup bukan alami kerugian selama dua tahun berturut atau bukan karena keadaan memaksa tetapi perusahaan melakukan efesiensi. Maka berlaku Pasal 156 ayat (2) dengan ketentuan pekerja berhak atas uang pesangon sebesar dua kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja sebesar satu kali ketentuan Pasal 156 ayat (3) dan uang pengganti hak sesuai ketentuan ayat (4);
Dalam Provisi
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 5 dari 25 hal. Put. Nomor 1103 K/Pdt.Sus-PHI/2016
15. Bahwa atas pencatatan perselisihan hubungan industrial tersebut, pada tanggal 27 April 2016 Disnaker Surabaya telah mengeluarkan Anjuran Nomor 52/Pemutusan Hubungan Kerja /IV/2016 atas perselisihan hubungan industrial tersebut yang pada intinya menganjurkan dan pihak Penggugat menyetujui dan sebagai dasar gugatan:
1. Bahwa berdasarkan Anjuran Dinas Tenaga Kerja, PT Jawa Media Komputama Tergugat) untuk membayar kepada pekerja di Pemutusan Hubungan Kerja sebanyak enam karyawan dari PT Jawa Media Komputama berupa uang pesangon sebesar dua kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja sebesar satu kali ketentuan Pasal 156 ayat (3), dan Pengganti Hak Pasal 156 ayat (4) Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 dengan perincian (bukti P-7):
Karyawan di Pemutusan Hubungan Kerja PT Jawa Media Komputama (Tabloid Komputek,terlampir Anjuran Disnaker Surabaya) dengan perhitungan:
1. Alif Hidayat : uang pesangon (4x2.710.000,00) x 2 = Rp21.680.000,00 (2 kali ketentuan Pasal 156 ayat 2 );
Uang penghargaan masa kerja 2 x Rp2.710.000,00 = Rp5.420.000,00 (1 kali ketentuan Pasal 156 ayat 3);
Uang pengganti hak 15 % (Rp21.680.000,00 + Rp5.420.000,00) =Rp4.065.000,00 (Pasal 156 ayat 4);
2. Satrijo Nurwanto : uang pesangon (9 x Rp2.710.000,00) x 2 = Rp48.780.000,00 (2 kali ketentuan Pasal 156 ayat 2);
Uang penghargaan masa kerja (5 x Rp2.710.000,00) = Rp13.550.000,00;
Uang pengganti hak 15 % (Rp48.780.000,00 + Rp13.550.000,00)= Rp9.349.500,00 (Pasal 156 ayat 4);
3. Oki Tri Hutomo : uang pesangon sebesar ( 9 x Rp2.710.000,00) x 2 = Rp48.780.000,00 (2 kali ketentuan Pasal 156 ayat 2);
Uang penghargaan masa kerja (6 x Rp2.710.000,00) = Rp16.260.000,00 (1 kali ketentuan Pasal 156 ayat 3);
Uang pengganti hak 15% (Rp48.780.000,00+ Rp16.260.000,00) = Rp9.756.000,00;
4. Aferi Kristiawan : uang pesangon (9 x Rp2.710.000,00) x 2 = Rp48.780.000,00 (2 kali ketentuan Pasal 156 ayat 2 );
Uang penghargaan masa kerja (5xRp2.710.000,00) = Rp13.550.000,00 (1 kali ketentuan Pasal 156 ayat 3);
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 6 dari 25 hal. Put. Nomor 1103 K/Pdt.Sus-PHI/2016
Uang pengganti hak 15% (Rp48.780.000,00+ Rp13.550.000,00) = Rp9.349.500,00 (Pasal 156 ayat 4);
5. Shandy Yudi Harto : uang pesangon (9 x Rp2.710.000,00) x 2 = Rp48.780.000,00 (2 kali ketentuan Pasal 156 ayat 2);
Uang penghargaan masa kerja (6 x Rp2.710.000,00) = Rp16.260.000,00 (1 kali ketentuan Pasal 156 ayat 3);
Uang pengganti hak 15% (Rp48.780.000,00+ Rp16.260.000,0) =Rp9.756.000,00 (Pasal 156 ayat 4);
6. Ardiansyah : uang pesangon (4 x Rp2.710.000,00) x 2 = Rp21.680.000,00 (2 kali ketentuan Pasal 156 ayat 2);
Uang penghargaan masa kerja 2 x Rp2.710.00,00 = Rp5.420.000,00 satu kali ketentuan Pasal 156 ayat (3);
Uang pengganti hak 15 % (Rp21.680.000,00 + Rp5.420.000,00 = Rp4.065.000,00 (Pasal 156 ayat (4);
2. Bahwa Anjuran Disnaker Surabaya agar pengusaha PT Jawa Media Komputama (Tergugat) membayar kepada pekerja upah selama tidak dipekerjakan sebesar 100% (seratus persen) dengan memperhatikan ketentuan upah minimum Kota Surabaya yang berlaku dengan perincian: 1. Alif Hidayat : upah proses bulan November-Desember 2015
Rp5.420.000,00 upah proses bulan Januari-Maret 2016 Rp9.135.000,00;
2. Satrijo Nurwanto : upah proses bulan November-Desember 2015 Rp5.420.000,00 upah proses bulan Januari-Maret 2016 Rp9.135.000,00;
3. Oki Tri Hutomo : upah proses bulan November-Desember 2015 Rp5.420.000,00 upah proses bulan Januari-Maret 2016 Rp9.135.000,00;
4. Aferi Kristiawan : upah proses bulan November-Desember 2015 Rp5.420.000,00 upah proses bulan Januari-Maret 2016 Rp9.135.000,00;
5. Shandy Yudi Harto : upah proses bulan November-Desember 2015 Rp5.420.000,00 upah proses Januari-Maret 2016 Rp9.135.000,00; 6. Ardiansyah : upah proses bulan November-Desember 2015
Rp5.420.000,00 upah proses Januari-Maret 2016 Rp9.135.000,00; 16. Bahwa sejak dikeluarkannya Anjuran Mediator Disnaker Surabaya
tertanggal 27 April 2016, Penggugat telah memberi jawaban anjuran tertulis
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 7 dari 25 hal. Put. Nomor 1103 K/Pdt.Sus-PHI/2016
kepada Mediator Disnaker Surabaya 3 Mei 2016 dengan perihal menyetujui 100 % Anjuran Mediator Disnaker Surabaya;
17. Bahwa ternyata selama 10 hari setelah keluar Anjuran Mediator Disnaker Surabaya pihak Tergugat tidak memberikan jawaban tertulis kepada Disnaker Surabaya, yang artinya Tergugat menolak anjuran Disnaker Surabaya;
18. Bahwa karena perselisihan hubungan industrial tersebut, telah dilakukan upaya Bipartit dan Tripartit sebagai diatur dalam Undang Undang Lembaga Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial, namun tidak tercapai kesepakatan maka Penggugat akan mencari keadilan melalui Pengadilan; 19. Bahwa adapun yang menjadi hak dari Penggugat yang diajukan Penggugat
adalah sesuai Anjuran Disnaker Surabaya mengacu pada Undang Undangan Nomor 13 Tahun 2013 dan Anjuran Disnaker Surabaya berupa hak upah proses sejak pekerja di Pemutusan Hubungan Kerja selama belum ada penetapan secara sah oleh Lembaga Perselisihan Hubungan Industri hingga sekarang sebesar 100 % (seratus persen) yaitu total setiap pekerja (bukti P-8) sesuai Anjuran dan perhitungan Mediator Disnaker Surabaya sejumlah PT Jawa Media Komputama (Tabloid Mingguan Komputek):
Alif Hidayat Rp45.720.000,00 (empat puluh lima juta tujuh ratus dua puluh ribu rupiah);
Satrijo Nurwanto Rp86.234.500,00 (delapan puluh enam juta dua ratus tiga puluh empat ribu lima ratus rupiah)
Oki Tri Hutomo Rp89.351.000,00 (delapan puluh sembilan juta tiga ratus lima puluh satu ribu rupiah);
Aferi Kristiawan Rp86.234.000,00 (delapan puluh enam juta dua ratus tiga puluh empat ribu rupiah);
Shandy Yudi Harto Rp89.351.000,00 (delapan puluh sembilan juta tiga ratus lima puluh satu ribu rupiah);
Ardiansyah Rp45.720.000,00 (empat puluh lima juta tujuh ratus dua puluh ribu rupiah);
Total Rp442.611.000,00 (empat ratus empat puluh dua juta enam ratus sebelas ribu rupiah);
Dasar Tuntutan
20. Bahwa untuk menjamin terpenuhinya segala tuntutan Penggugat, maka Penggugat mohon kepada Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Surabaya berkenan meletakkan sita jaminan terhadap
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 8 dari 25 hal. Put. Nomor 1103 K/Pdt.Sus-PHI/2016
seluruh harta benda milik Tergugat, baik barang bergerak maupun tidak bergerak;
21. Bahwa selain itu, untuk menjamin dilaksanakannya putusan ini nantinya oleh Tergugat, Penggugat mohon kepada Pengadilan Perselisihan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Surabaya untuk menghukum Tergugat membayar uang paksa (dwangsom) sebesar Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah) untuk setiap hari keterlambatan pelaksanaan putusan ini sejak diucapkan;
22. Bahwa oleh karena gugatan ini didasarkan pada bukti–bukti otentik dan mempunyai kekuatan hukum, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang–undangan yang berlaku, maka Penggugat mohon agar Pengadilan Perselisihan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Surabaya menyatakan putusan serta merta ini dapat dilaksanakan terlebih dahulu walaupun diadakan upaya hukum (uitvoerbar bij voorraad) kasasi dan Peninjauan Kembali (PK);
23. Bahwa berdasarkan pasal 96 Undang Undang Nomor 2 Tahun 2004, Penggugat mohon kepada Pengadilan Perselisihan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Surabaya untuk berkenan memberikan putusan sela berupa perintah kepada Tergugat untuk membayar upah proses selama belum ada ketetapan hukum pemutusan hubungan kerja, beserta hak–hak lainnya yang biasa diterima Penggugat sebagai pekerja dengan perincian;
1. Alif Hidayat : Upah proses bulan November-Desember 2015 Rp5.420.000,00 upah proses bulan Januari-Maret 2016 Rp9.135.000,00 + upah proses gugatan Pengadilan tingkat pertama bulan April–Mei 2016 Rp6.090.000,00 = Rp20.645.000,00;
2. Satrijo Nurwanto : upah proses bulan November-Desember 2015 Rp5.420.000,00 upah proeses bulan Januari-Maret 2016 Rp9.135.000,00 + upah selama proses gugatan bulan April-Mei Pengadilan tingkat pertama Rp6.090.000,00 = Rp20.645.000,00;
3. Oki Tri Hutomo : upah proses bulan November-Desember 2015 Rp5.420.000,00 upah proses bulan Januari-Maret 2016 Rp9.135.000,00 + upah selama proses gugatan Pengadilan tingkat pertama bulan April-Mei 2016 Rp6.090.000,00 = Rp20.645.000,00;
4. Aferi Kristiawan : upah proses bulan November-Desember 2015 Rp5.420.000,00 upah proses bulan Januari-Maret 2016 Rp9.135.000,00
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 9 dari 25 hal. Put. Nomor 1103 K/Pdt.Sus-PHI/2016
+ upah selama proses gugatan Pengadilan tingkat pertama bulan April-Mei 2016 Rp6.090.000,00 = Rp20.645.000,00;
5. Shandy Yudi Harto : upah proses bulan November-Desember 2015 Rp5.420.000,00 upah proses Januari-Maret 2016 Rp9.135.000,00 + upah selama proses gugatan bulan April-Mei 2016 Rp6.090.000,00 = Rp20.645.000,00;
6. Ardiansyah : upah proses bulan November-Desember 2015 Rp5.420.000,00 upah proses Januari-Maret 2016 Rp9.135.000,00 + upah selama proses gugatan Pengadilan tingkat pertama bulan April-Mei 2015 Rp6.090.000,00 = Rp20.645.000,00;
Dalam Pokok Perkara
24. Bahwa Penggugat mohon kepada Pengadilan Perselisihan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Surabaya untuk berkenan memberikan perintah kepada Tergugat untuk membayar pesangon, penghargaan masa kerja, pengganti hak dan upah proses sejak pekerja di Pemutusan Hubungan Kerja hingga upah proses gugatan ke Pengadilan tingkat pertama selama yang belum ada penetapan secara sah oleh Lembaga Perselisihan Hubungan Industri hingga sekarang sebesar 100 % (seratus persen) yaitu total setiap pekerja (bukti P-8) sesuai Anjuran dan perhitungan Mediator Disnaker Surabaya beserta hak–hak lainnya yang biasa diterima Penggugat sebagai pekerja, selama proses penyelesaian, secara tunai dan sekaligus, yaitu upah mulai dari bulan April-Mei 2016 (saat gugatan ini diajukan);
Berdasarkan alasan-alasan tersebut di atas, Para Penggugat mohon kepada Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Surabaya agar memberikan putusan sebagai berikut:
1. Menerima dan mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya; 2. Menyatakan putus hubungan kerja antara Penggugat dan Tergugat;
3. Menyatakan pemutusan hubungan kerja oleh Tergugat adalah dengan alasan efesiensi;
4. Menyatakan Anjuran tertulis Dinas Tenaga Kerja Surabaya Nomor 52/Pemutusan Hubungan Kerja /IV//2016 beralasan hukum dan dinyatakan dapat diterima;
5. Menyatakan Penggugat berhak atas uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak sebesar dengan masing-masing pekerja PT Jawa Media Komputama:
1. Alif Hidayat
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 10 dari 25 hal. Put. Nomor 1103 K/Pdt.Sus-PHI/2016
Uang pesangon (4 x Rp2.710.000,00) x 2 = Rp21.680.000,00 (2 kali -ketentuan Pasal 156 ayat 2);
- Uang penghargaan masa kerja 2x Rp2.710.000,00 = Rp5.420.000,00 (1 kali ketentuan Pasal 156 ayat 3);
- Uang pengganti Hak 15 % (Rp21.680.000,00 + Rp5.420.000,00) = Rp4.065.000,00 (Pasal 156 ayat 4)
Total Rp31.165.000,00 (tiga puluh satu juta seratus enam puluh lima ribu rupiah);
2. Satrijo Nurwanto
- Uang pesangon (9 x Rp2.710.000,00) x 2 = Rp48.780.000,00 (2 kali ketentuan Pasal 156 ayat 2);
- Uang penghargaan masa kerja (5 x Rp2.710.000,00) = Rp13.550.000,00;
- Uang pengganti hak 15 % (Rp48.780.000,00 + Rp13.550.000,00) = Rp9.349.500,00 (Pasal 156 ayat 4);
Total Rp71.679.500,00 (tujuh puluh satu juta enam ratus tujuh puluh sembilan ribu lima ratus rupiah);
3. Oki Tri Hutomo
- Uang pesangon sebesar Rp (9 x Rp2.710.000.000,00) x 2 = Rp48.780.000,00 (2 kali ketentuan Pasal 156 ayat 2);
- Uang penghargaan masa kerja (6 x Rp2.710.000,00) = Rp16.260.000,00 (1 kali ketentuan Pasal 156 ayat 3);
- Uang pengganti hak 15% (Rp48.780.000,00 + Rp16.260.000,00) =Rp9.756.000,00;
Total Rp74.796.000,00 (tujuh puluh empat juta tujuh ratus sembilan puluh enam ribu rupiah);
4. Aferi Kristiawan
- Uang pesangon (9 x Rp2.710.000,00) x2 =Rp48.780.000,00 (2 kali ketentuan Pasal 156 ayat 2);
- Uang penghargaan masa kerja (5 x Rp2.710.000,00)= Rp13.550.000,00 (1 kali ketentuan Pasal 156 ayat 3);
- Uang pengganti hak 15% (Rp48.780.000,00 + Rp13.550.000,00)= Rp9.349.500,00 (Pasal 156 ayat 4);
Total Rp71.679.500,00 (tujuh puluh satu juta enam ratus tujuh puluh sembilan ribu lima ratus rupiah);
5. Shandy Yudi Harto
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 11 dari 25 hal. Put. Nomor 1103 K/Pdt.Sus-PHI/2016
- Uang pesangon (9 x Rp2.710.000,00) x2 =Rp48.780.000,00 (2 kali ketentuan Pasal 156 ayat 2);
- Uang penghargaan masa kerja (6 x Rp2.710.000,00) = Rp16.260.000,00 (1 kali ketentuan Pasal 156 ayat 3);
- Uang pengganti hak 15% (Rp48.780.000,00 + Rp16.260.000,00) = Rp9.756.000,00 (Pasal 156 ayat 4);
Total Rp74.796.000,00 (tujuh puluh empat juta tujuh ratus sembilan puluh enam ribu rupiah);
6. Ardiansyah
- Uang pesangon (4 x Rp2.710.000,00) x 2 = Rp21.680.000,00 (2 kali ketentuan Pasal 156 ayat 2);
- Uang penghargaan masa kerja 2 x Rp2.710.00,00 = Rp5.420.000,00 satu kali ketentuan Pasal 156 ayat (3);
- Uang pengganti hak 15 % (Rp21.680.000,00 + Rp5.420.000,00 =Rp4.065.000,00 (Pasal 156 ayat (4);
Total Rp31.165.000,00 (tiga puluh satu juta seratus enam puluh lima ribu rupiah);
6. Menyatakan Tergugat untuk membayar upah beserta hak–hak lainnya yang biasa diterima Penggugat sebagai pekerja, selama proses penyelesaian, secara tunai dan sekaligus, yaitu masing-masing pekerja dengan perincian: 1. Alif Hidayat : upah proses bulan Novpember-Desember 2015
Rp5.420.000,00 upah proses bulan Januari-Maret 2016 Rp9.135.000,00 + upah proses gugatan Pengadilan tingkat pertama bulan April–Mei 2016 Rp6.090.000,00 = Rp20.645.000,00;
2. Satrijo Nurwanto : upah proses bulan November-Desember 2015 Rp5.420.000,00 upah proses bulan Januari-Maret 2016 Rp0,00 + upah selama proses gugatan bulan April-Mei pengadilan tingkat pertama Rp6.090.000,00 = Rp20.645.000,00;
3. Oki Tri Hutomo : upah proses bulan November-Desember 2015 Rp5.420.000,00 upah proses bulan Januari-Maret 2016 Rp9.135.000,00 + upah selama proses gugatan Pengadilan tingkat pertama bulan April–Mei 2016 Rp6.090.000,00 = Rp20.645.000,00;
4. Aferi Kristiawan : upah proses bulan November-Desember 2015 Rp5.420.000,00 upah proses bulan Januari-Maret 2016 Rp9.135.000,00 + upah selama proses gugatan Pengadilan tingkat pertama bulan April-Mei 2016 Rp6.090.000,00 = Rp20.645.000,00;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 12 dari 25 hal. Put. Nomor 1103 K/Pdt.Sus-PHI/2016
5. Shandy Yudi Harto : upah proses bulan November-Desember 2015 Rp5.420.000,00 Upah proses Januari-Maret 2016 Rp9.135.000,00 + upah selama proses gugatan bulan April-Mei 2016 Rp6.090.000,00 = Rp20.645.000,00;
6. Ardiansyah : Upah proses bulan November-Desember 2015 Rp5.420.000,00 upah proses Januari-Maret 2016 Rp9.135.000,00 + upah selama proses gugatan pengadilan tingkat pertama bulan April-Mei 2016 Rp6.090.000,00 = Rp20.645.000,00;
7. Memerintahkan Tergugat untuk membayar upah beserta hak–hak lainnya yang biasa diterima Penggugat sebagai pekerja, selama proses penyelesaian, secara tunai dan sekaligus;
8. Menghukum Tergugat untuk membayar uang paksa (dwangsom) kepada Tergugat sebesar Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah) untuk setiap hari keterlambatan melaksanakan putusan ini;
9. Menyatakan meletakkan sita jaminan terhadap harta benda Tergugat baik bergerak maupun tidak bergerak;
10. Menyatakan putusan ini dilaksanakan terlebih dahulu walaupun diadakan upaya hukum (uitvoerbar bij voorraad) kasasi dan Peninjuan Kembali (PK); 11. Memerintahkan Tergugat untuk patuh terhadap isi putusan ini;
12. Menghukum Tergugat untuk membayar biaya perkara; Atau,
Apabila Pengadilan berpendapat lain, mohon untuk memberikan putusan yang seadil–adilnya (ex aequo et bono);
Bahwa, terhadap gugatan tersebut di atas, Tergugat mengajukan eksepsi yang pada pokoknya sebagai berikut:
01. Bahwa Tergugat menolak seluruh dalil-dalil yang diajukan oleh Pengugat dalam surat gugatan tertanggal 24 Mei 2016, karena sangat tidak berdasarkan hukum dan beralaskan hukum;
02. Bahwa dalam mengajukan sebuah gugatan, haruslah jelas dengan hal-hal yang menyangkut mana bagian yang harus diuraikan kronologis kejadiannya (posita) dan mana bagian yang diuraikan didalam tuntutannya (petitum). Hal ini sesuai dengan pendapat Prof. Dr. Sudikno Mertokusumo, S.H., dalam bukunya yang berjudul Hukum Acara Perdata Indonesia yang pada intinya rnenyebutkan:
“Dasar tuntutan (fundamentum petendi) terdiri dari dua bagian yang menguraikan tentang kejadian-kejadian atau peristiwa dan bagian yang menguraikan tentang hukum. Uraian tentang kejadian merupakan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 13 dari 25 hal. Put. Nomor 1103 K/Pdt.Sus-PHI/2016
penjelasan duduknya perkara, sedang uraian tentang hukum ialah uraian tentang adanya hak atau hubungan hukum yang menjadi dasar yuridis dari pada tuntutan";
03. Bahwa dalam surat gugatan yang telah diajukan oleh Penguggat tertanggal 24 Mei 2016 nampak tidak ada kejelasan antara bagian posita dan bagian petitumnya. Hal ini nampak didalam strukur gugatan tersebut tidak dapat dibedakan mana bagian dalam positanya, mana bagian dalam tuntutan provisi, mana bagian tuntutan (petitum) dalam pokok perkara untuk dapat dikabulkannya gugatan tersebut, karena kesemuanya dicampuraduk menjadi satu sehingga dalil-dalil yang dituangkan kedalam surat gugatan tersebut menjadi kabur dan/atau tidak jelas (obscuur libel);
04. Bahwa selain itu, menanggapi gugatan Penggugat di dalam bagian petitumnya (tuntutan yang diminta), dapat dibuktikan bahwa tuntutan yang diminta sama sekali kabur dan tidak jelas, karena tuntutan yang dimohon oleh Penggugat hanyalah tuntutan, yang bersifat declaratoir (menyatakan..../ dan bukan sebuah tuntutan yang bersifat condemnaloir (menghukum...);
05. Bahwa patut Tergugat jelaskan, pengertian dari putusan declaratoir adalah putusan yang isinya bersifat menerangkan atau menyatakan apa yang sah, dan tidak mempunyai atau memerlukan upaya pemaksa karena sudah mempunyai akibat hukum tanpa bantuan daripada pihak lawan yang dikalahkan untuk melaksanakannya, sehingga hanyalah mempunyai kekuatan mengikat saja. Sedangkan putusan condemnatoir adalah putusan yang bersifat menghukum pihak yang dikalahkan untuk memenuhi prestasi, didalam putusan condemnatoir diakui hak Penggugat atas prestasi yang dituntutnya. Pada umumnya putusan condemnatoir itu berisi hukuman untuk membayar sejumlah uang (Prof. Dr. S.H., Sudikno Mertokusumo, Hukum Acara Perdata Indonesia, jenis-jenis putusan;
06. Bahwa dari pengertian tersebut, yang dikaitkan dengan surat gugatan Penggugat dapat dibuktikan petitum yang dimohonkan oleh Penggugat adalah tumpang tindih dan tidak jelas, karena disatu sisi hanya dimohonkan untuk dinyatakan, tapi disatu sisi yang lain menuntut adanya satu prestasi. Sehingga oleh karenanya sudah selayaknya petitum itu untuk ditolak dan dikesampingkan secara keseluruhan;
07. Bahwa berdasarkan uraian-uraian tersebut maka menurut hemat Tergugat, surat gugatan tertanggal 24 Mei 2016 yang diajukan oleh Penggugat, haruslah dinyatakan untuk ditolak dan/atau setidak-tidaknya dinyatakan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 14 dari 25 hal. Put. Nomor 1103 K/Pdt.Sus-PHI/2016
tidak dapat diterima secara keseluruhan karena kabur dan tidak jelas (obscuur libel);
Bahwa, terhadap gugatan tersebut, Tergugat mengajukan Rekonvensi pada pokoknya sebagai berikut:
01. Bahwa dalil-dalil yang tertuang dan telah dijelaskan pada bagian dalam eksepsi, dalam provisi dan dalam pokok perkara/konvensi mohon dianggap terulang kembali pada bagian dalam rekonvensi ini, karena dalil-dalil tersebut merupakan satu kesatuan yang utuh dan tidak terpisahkan dalam jawaban pertama yang diajukan oleh Penggugat Rekonvensi/semula Tergugat Konvensi;
02. Bahwa gugatan rekonvensi ini diajukan berdasarkan pasal 57 Undang Undang Rl Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan lndustrial yang menyebutkan:
"Hukum acara yang berlaku pada Pengadilan Hubungan lndustrial adalah hukum acara perdata yang berlaku pada Pengadilan dalam lingkungan peradilan umum, kecuali yang diatur secara khusus dalam undang-undang ini";
Bahwa dalam Undang Undang Republik lndonesia Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan lndustrial secara eksplisit tidak diatur berkaitan dengan adanya gugatan rekonvensi, namun berdasarkan Pasal 57 tersebut telah dimungkinkan adanya hak bagi Tergugat Konvensi untuk menggugat balik Penggugat Konvensi sesuai dengan yang diatur di dalam Pasal 132 a & b HlR. Oleh karenanya gugatan rekonvensi yang diajukan oleh Penggugat Rekonvensi/semula Tergugat Konvensi adalah sah menurut hukum;
03. Bahwa siklus hubungan kerja di dalam sebuah perusahaan adalah merupakan hubungan simbiosis mutualis antara pengusaha dan pekerja sesuai dengan hak dan kewajiban yang telah disepakati oleh para pihak secara bersama-sama;
04. Bahwa patut untuk diketahui bersama, usaha yang dimiliki oleh Penggugat Rekonvensi/Tergugat Konvensi adalah bergerak dibidang pemberian informasi kepada masyarakat luas yang dituangkan ke dalam berbagai bentuk media cetak berupa tabloid, yang salah satunya dikenal di masyarakat luas dengan nama tabloid "Komputek";
05. Bahwa perlu diketahui omzet dan/atau pemasukan dari sebuah perusahaan yang bergerak dibidang informasi berupa penerbitan media cetak,
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 15 dari 25 hal. Put. Nomor 1103 K/Pdt.Sus-PHI/2016
keuntungan dan kerugiannya digantungkan pada jumlah oplah penjualan media cetak yang bersangkutan yang beredar di masyarakat;
06. Bahwa beberapa kurun waktu yang lalu, tabloid yang dikenal dengan nama "Komputek" adalah sebuah tabloid yang dapat memberikan informasi kepada masyarakat luas berkaitan dengan masalah perkembangan tehnologi khususnya komputer dan piranti tehnologi lainnya, namun dalam empat tahun terakhir, serta diikuti dengan kebutuhan informasi yang semakin berkembang di masyarakat luas, banyak tabloid-tabloid serupa yang bermunculan, dan hal ini adalah sesuatu yang tidak bisa dihindari; 07. Bahwa dengan banyak munculnya kompetitor yang menerbitkan media
cetak dengan materi yang sama seperti tabloid “Komputek", membuat management dari Perusahaan berusaha untuk lebih mendorong para pekerja dalam hal ini Para Tergugat Rekonvensi/semula Penggugat Konvensi untuk lebih giat dalam bekerja, mengingat pekerja adalah merupakan salah satu komponen utama untuk menentukan berkembang atau tidaknya sebuah perusahaan;
08. Bahwa Penggugat Rekonvensi/semula Tergugat Konvensi telah beberapa kali memberikan teguran kepada Para Tergugat Rekonvensi/semula Penggugat Konvensi, hal ini terkait dengan penurunan oplah penjualan semenjak dua tahun terakhir, namun setelah diberikan teguran ternyata Para Tergugat tidak menunjukan adanya perubahan etos kerja;
09. Bahwa setelah berkurangnya omset yang diterima oleh perusahaan atas oplah dari tabloid "Komputek", pada dasarnya perusahaan telah memberikan solusi bagi Para Tergugat Rekonvensi/semula Penggugat Konvensi untuk dipekerjakan pada tabloid lain, namun ternyata solusi yang diberikan oleh Penggugat Rekonvensi/Tergugat Konvensi tidak direspon secara positif oleh Para Tergugat Rekonvensi/semula Penggugat Konvensi; 10. Bahwa beberapa solusi yang diberikan oleh Penggugat Rekonvensi/semula
Tergugat Konvensi adalah semata-mata untuk menghindari pemutusan hubungan kerja bagi karyawannya, sesuai dengan yang diatur di dalam Pasal 151 ayat 1 Undang Undang Republik lndonesia Nomor 2 Tahun 2004 tentang Penyelesaian Perselisihan Hubungan lndustrial, yang menyebutkan: "Pengusaha, pekerja/buruh, serikat pekerja/serikat buruh, dan pemerintaah dengan segala upaya harus mengusahakan agar jangan terjadi pemutusan kerja";
11. Bahwa dengan tidak adanya peningkatan produktifitas karyawan serta sudah beberapa kali adanya upaya peneguran yang dilakukan oleh
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 16 dari 25 hal. Put. Nomor 1103 K/Pdt.Sus-PHI/2016
Penggugat Rekonvensi/semula Tergugat Konvensi mengakibatkan tidak adanya perubahan yang signifikan, maka sikap-sikap Para Tergugat Rekonvensi/semula Penggugat Konvensi dapat dikategorikan sebagai salah satu pemicu dari turunnya omset dari Tabloid “Komputek”, maka perusahaan dalam hal ini Penggugat Rekonvensi/semua Tergugat Konpensi melakukan pemutusan hubungan kerja dengan Para Tergugat Rekonvensi/semula Penggugat Konvensi;
12. Bahwa dengan tidak terbitnya Tabloid Komputek sesuai dengan pengertian hubungan kerja yang tercantum di dalam undang undang ketenagakerjaan yang menyebutkan adanya hubungan kerja antara pengusaha dengan pekerja/buruh berdasarkan perjanjian kerja yang mempunyai unsur pekerja, upah dan perintah sudah tidak terpenuhi lagi. Sehingga jalan terakhir yang harus ditempuh adalah melakukan pemutusan hubungan kerja;
13. Bahwa perlu Penggugat Rekonvensi/semula Tergugat Konvensi jelaskan, terhadap surat pemutusan hubungan kerja tertanggal 26 Oktober 2015 tersebut juga telah disetujui oleh Para Tergugat Rekonvensi/semula Penggugat Konvensi yang dibuktikan dengan adanya tanda tangan dari Para Tergugat Rekonvensi/semula Penggugat Konvensi. Bahkan dua orang dari Para Tergugat Rekonvensi/semula Penggugat Konvensi yang bernama Ardiansyah dan Aferi Kristiawan pada awalnya telah menyetujui menerima pesangon yang diberikan oleh perusahaan, meskipun pada akhirnya membuat surat pernyataan untuk mencabut persetujuan menerima pesangon;
14. Bahwa hal ini justru menunjukkan adanya inkonstitensi dari Para Tergugat Rekonvensi/semula Penggugat Konvensi untuk menyelesaikan masalah perselisihan hubungan ini dengan sebagai bahan pertimbangan dalam membuat putusan nantinya, dapat dibuktikan dalam penolakan pesangon yang dilakukan oleh Tergugat Rekonvensi/semula Penggugat Konvensi sama sekali tidak menyatakan tuntutan terkait dengan masalah efisiensi perusahaan. Sehingga pertimbangan dari Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya yang menyatakan bahwa pemutusan hubungan kerja akibat efisiensi perusahaan haruslah ditolak dan dikesampingkan;
15. Bahwa berdasarkan hal-hal tersebut Penggugat Rekonvensi/semula Tergugat Konvensi dapat membuktikan bahwa pemutusan hubungan kerja yang dilakukan oleh Penggugat Rekonvensi/semula Tergugat Konvensi kepada Para Tergugat Rekonvensi tertanggal 26 Oktober 2015 adalah sah menurut hukum;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 17 dari 25 hal. Put. Nomor 1103 K/Pdt.Sus-PHI/2016
16. Bahwa terhadap alasan-alasan yang telah diuraikan oleh Penggugat Rekonvensi/semula Tergugat Konvensi dapat membuktikan bahwa pemutusan hubungan kerja yang dilakukan Penggugat Rekonvensi/semula Tergugat Konvensi adalah merupakan bagian dari efisiensi perusaahaan, oleh karenanya Penggugat Rekonvensi/semula Tergugat Konvensi mohon kepada Majelis Hakim pemeriksa perkara ini untuk membatalkan surat anjuran Mediator Hubungan Industrial Nomor 52/Pemutusan Hubungan Kerja /IV/2016 tentang Perselisihan Pemutusan Hubungan Kerja antara Penggugat dan Tergugat yang dikeluarkan oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya tertanggal 27 April 2016;
17. Bahwa karena gugatan rekonvensi ini diajukan dengan dasar hukum dan bukti-bukti yang akurat dan releven, maka Penggugat Rekonpensi/semula Tergugat Konvensi mohon kepada Ketua Majelis Hakim pemeriksa perkara ini untuk menjatuhkan putusan yang dapat dijalankan terlebih dahulu meskipun Para Tergugat Rekonvensi/semula Penggugat Konvensi mengajukan upaya hukum banding kasasi maupun Peninjauan Kembali;
Berdasarkan alasan-alasan tersebut di atas, Penggugat Rekonvensi mohon kepada Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Surabaya agar memberikan putusan sebagai berikut:
Dalam Eksepsi;
- Menerima dan mengabulkan seluruh eksepsi yang diajukan oleh Tergugat yang menyatakan bahwa pada dasarnya gugatan yang diajukan oleh Penggugat tertanggal 24 Mei 2016 adalah tidak jelas (obscuur libels);
Dalam Provisi;
- Menolak seluruh tuntutan provisi yang diajukan oleh Penggugat; Dalam Konvensi;
- Menolak gugatan yang diajukan oleh Penggugat tertanggal 24 Mei 2015 secara keseluruhan;
Dalam Rekonvensi;
- Menerima dan mengabulkan gugatan Penggugat Rekonvensi/semula Tergugat Konvensi secara keseluruhan;
- Menyatakan sah surat pemutusan hubungan kerja tertanggal 26 Oktober 2015 yang dikeluarkan oleh Penggugat Rekonvensi/semula Tergugat Konvensi yang ditujukan kepada Para Tergugat Rekonvensi/semula Penggugat Konvensi;
- Membatalkan Surat Anjuran Mediator Hubungan lndustrial Nomor 52/Pemutusan Hubungan Kerja /IV/2016 tentang Perselisihan Pemutusan
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 18 dari 25 hal. Put. Nomor 1103 K/Pdt.Sus-PHI/2016
Hubungan Kerja Antara Penggugat dan Tergugat yang dikeluarkan oleh Dinas Tenaga Kerja Kota Surabaya tertanggal 27 April 2016;
- Menyatakan putusan dalam perkara ini dapat dilaksanakan terlebih dahulu meskipun ada verset, banding maupun kasasi dan/atau upaya hukum lainnya yang dilakukan oleh Tergugat Rekonvensi/semula Penggugat Konvensi; - Menghukum Tergugat Rekonvensi/semula Penggugat Konvensi untuk
membayar biaya perkara ini secara keseluruhan; Atau,
Bilamana Majelis Hakim berpendapat lain, mohon putusan yang seadil-adilnya (ex aequo et bono);
Bahwa, terhadap gugatan tersebut Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Surabaya telah memberikan Putusan Nomor 105/G/2016/PHI.Sby., tanggal 5 September 2016 yang amarnya sebagai berikut: Dalam Konvensi:
Dalam Eksepsi:
Menolak eksepsi Tergugat untuk seluruhnya; Dalam Provisi:
Menolak tuntutan provisi dari Para Penggugat untuk seluruhnya; Dalam Pokok Perkara:
1. Mengabulkan gugatan Para Penggugat untuk sebagian;
2. Menyatakan Tergugat telah melanggar ketentuan dalam Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;
3. Menyatakan putus hubungan kerja antara Para Penggugat dengan Tergugat sejak tanggal 26 Oktober 2015;
4. Menghukum Tergugat untuk membayar secara tunai dan sekaligus, kepada Para Penggugat, uang pesangon sebesar satu kali ketentuan Pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja sebesar satu kali ketentuan Pasal 156 ayat (3) dan uang penggantian hak sesuai dengan ketentuan Pasal 156 ayat (4), dengan rincian sebagai berikut:
1. Alif Hidayat:
- Masa kerja Penggugat, selama 3 tahun 8 bulan;
- Uang pesangon, 1 x 4 x Rp. 2.710.000,- = Rp10.840.000,00; - Uang penghargaan masa kerja, 1x2xRp.2.710.000,00= Rp5.420.000,00; - Uang penggantian hak, 15%xRp16.260.000,00 = Rp 2.439.000,00;
Jumlah total sebesar = Rp18.699.000,00; 2. Satrijo Nurwanto:
- Masa kerja Penggugat, selama 14 tahun;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 19 dari 25 hal. Put. Nomor 1103 K/Pdt.Sus-PHI/2016
- Uang pesangon, 1 x 9 x Rp2.710.000,00 =Rp24.390.000,00; - Uang penghargaan masa kerja 1x5xRp2.710.000,00 =Rp13.550.000,00; - Uang penggantian hak 15%xRp37.940.000,00 =Rp 5.691.000,00; Jumlah total, sebesar =Rp43.631.000,00; 3. Oki Tri Hutomo:
- Masa kerja Penggugat, selama 18 tahun;
- Uang pesangon, 1 x 9 x Rp2.710.000,00 =Rp24.390.000,00; - Uang penghargaan masa kerja 1x7xRp2.710.000,00=Rp18.870.000,00; - Uang penggantian hak 15% x Rp43.360.000,00 =Rp 6.504.000,00;
Jumlah total, sebesar =Rp49.764.000,00; 4. Aferi Kristiawan:
- Masa kerja Penggugat, selama 14 tahun;
- Uang pesangon, 1 x 9 x Rp2.710.000,00 =Rp24.390.000,00; - Uang penghargaan masa kerja, 1x5xRp2.710.000,00=Rp13.550.000,00; - Uang penggantian hak 15% x Rp37.940.000,00 =Rp 5.691.000,00; Jumlah total, sebesar =Rp43.631.000,00; 5. Shandy Yudi Harto:
- Masa kerja Penggugat, selama 16 tahun;
- Uang pesangon, 1 x 9 x Rp2.710.000,00 =Rp24.390.000,00; - Uang penghargaan masa kerja 1x6xRp2.710.000,00 =Rp16.260.000,00; - Uang penggantian hak 15% x Rp40.650.000,00 =Rp 6.097.500,00; Jumlah total, sebesar =Rp46.747.500,00; 6. Ardiansyah:
- Masa kerja Penggugat, selama 3 tahun, 8 bulan;
- Uang pesangon 1 x 4 x Rp2.710.000,00 =Rp10.840.000,00; - Uang penghargaan masa kerja 1x2xRp2.710.000,00 =Rp 5.420.000,00; - Uang penggantian hak 15% x Rp16.260.000,00 =Rp 2.439.000,00; Jumlah total sebesar =Rp18.699.000,00; 5. Menolak tuntutan Para Penggugat untuk selain dan selebihnya;
Dalam Rekonvensi:
- Menolak tuntutan Penggugat Rekonvensi untuk seluruhnya; Dalam Konvensi Dan Rekonvensi:
- Menghukum Tergugat Konvensi untuk membayar, secara tunai dan sekaligus biaya dalam perkara ini, sebesar Rp551.000,00 (lima ratus lima puluh satu ribu rupiah);
Menimbang, bahwa putusan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Surabaya tersebut telah diucapkan dengan hadirnya kuasa
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 20 dari 25 hal. Put. Nomor 1103 K/Pdt.Sus-PHI/2016
Para Penggugat dan kuasa Tergugat pada tanggal 5 September 2016, terhadap putusan tersebut, Tergugat melalui kuasanya berdasarkan Surat Kuasa Khusus tanggal 16 September 2016 mengajukan permohonan kasasi pada tanggal 19 September 2016, sebagaimana ternyata dari Akta Permohonan Kasasi Nomor 66/Kas/2016/PHI.Sby., juncto Nomor 105/G/2016/PHI.Sby., yang dibuat oleh Panitera Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Surabaya, permohonan tersebut diikuti dengan memori kasasi yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Surabaya pada tanggal 30 September 2016;
Bahwa memori kasasi telah disampaikan kepada Para Penggugat pada tanggal 5 Oktober 2016, kemudian Para Penggugat mengajukan kontra memori kasasi yang diterima di Kepaniteraan Pengadilan Hubungan Industrial pada Pengadilan Negeri Surabaya pada tanggal 11 Oktober 2016;
Menimbang, bahwa permohonan kasasi a quo beserta keberatan-keberatannya telah diberitahukan kepada pihak lawan dengan saksama, diajukan dalam tenggang waktu dan dengan cara yang ditentukan dalam undang-undang, sehingga permohonan kasasi tersebut secara formal dapat diterima;
Menimbang, bahwa keberatan-keberatan kasasi yang diajukan oleh Pemohon Kasasi dalam memori kasasinya adalah:
1. Bahwa dalam memori kasasi ini, Pemohon Kasasi I/semula Tergugat berpendapat dan/atau beranggapan bahwa putusan dalam daftar perkara Nomor 105/G/2016/PHI.SBY., tanggal 5 September 2016, Judex Facti telah salah dalam menerapkan atau melanggar hukum yang berlaku;
2. Bahwa sesuai dengan eksepsi yang diajukan oleh Pemohon Kasasi/semula Tergugat dalam jawaban pertamanya tertanggal 18 Juli 2016 yang menyatakan bahwa pada dasarnya gugatan yang diajukan oleh Para Termohon Kasasi/semula Para Penggugat adalah obscuur libel (gugatan kabur);
3. Bahwa dalam surat gugatan yang telah diajukan oleh Termohon Kasasi/semula Penguggat tertanggal 24 Mei 2016 nampak tidak ada kejelasan antara bagian posita dan bagian petitumnya. Hal ini nampak di dalam strukur gugatan tersebut tidak dapat dibedakan mana bagian dalam positanya, mana bagian dalam tuntutan provisi, mana bagian tuntutan (petitum) dalam pokok perkara untuk dapat dikabulkannya gugaian tersebut, karena kesemuanya dicampuraduk menjadi satu sehingga
dalil-Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 21 dari 25 hal. Put. Nomor 1103 K/Pdt.Sus-PHI/2016
dalil yang dituangkan kedalam surat gugatan tersebut menjadi kabur dan/atau tidak jelas (obscuur libel);
4. Bahwa selain itu, gugatan yang diajukan oleh Termohon Kasasi /semula Penggugat pada bagian petitumnya (tuntutan yang diminta), dapat dibuktikan bahwa tuntutan yang diminta sama sekali kabur dan tidak jelas, karena tuntutan yang dimohon oleh Para Termohon Kasasi/semula Penggugat hanyalah tuntutan yang bersifat declaratoir (menyatakan....) dan bukan sebuah tuntutan yang bersifat condemnatoir (menghukum...);
5. Bahwa patut Pemohon Kasasi/semula Tergugat jelaskan, pengertian dari putusan declaratoir adalah putusan yang isinya bersifat menerangkan atau menyatakan apa yang sah, dan tidak mempunyai atau memerlukan upaya pemaksa karena sudah mempunyai akibat hukum tanpa bantuan daripada pihak lawan yang dika'ahkan untuk melaksanakannya, sehingga hanyalah mempunyai kekuatan mengikat saja. Sedangkan putusan condemnatoir adalah putusan yang bersifat menghukum pihak yang dikalahkan untuk memenuhi prestasi, di dalam putusan condemnatoir diakui hak Termohon Kasasi/semula Penggugat atas prestasi yang dituntutnya. Pada umumnya putusan condemnatoir itu berisi hukuman untuk membayar sejumlah uang (Prof. Dr. S.H., Sudikno Mertokusumo, Hukum Acara Perdata Indonesia, jenis-jenis putusan);
6. Bahwa dari pengertian tersebut, yang dikaitkan dengan surat gugatan Para Termohon Kasasi/semula Para Penggugat dapat dibuktikan petitum yang dimohonkan oleh Termohon Kasasi/semula Penggugat adalah tumpang tindih dan tidak jelas, karena disatu sisi hanya dimohonkan untuk dinyatakan, tapi disatu sisi yang lain menuntut adanya satu prestasi. Sehingga oleh karenanya sudah selayaknya petitum itu untuk ditolak dan dikesampingkan secara keseluruhan;
7. Bahwa dalam petitum Para Termohon Kasasi/semula Para Penggugat tidak pernah dimintakan sebuah putusan yang bersifat menghukum, dan hanya memohon untuk dinyatakan saja, hal ini nampak dalam petitum Para Termohon Kasasi/semula Para Penggugat Nomor 5 dalam surat gugatan tertanggal 24 Mei 2016 yang berbunyi:
"5. Menyatakan Penggugat berhak atas uang pesangon, uang penghargaan masa kerja dan uang penggantian hak sebesar dengan masing-masing pekerja PT Jawa Media Komputama…..dst..";
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Mahkamah Agung Republik Indonesia
Halaman 22 dari 25 hal. Put. Nomor 1103 K/Pdt.Sus-PHI/2016
8. Bahwa namun dalam petitum yang dibuat oleh Majelis Hakim pemeriksa perkara daftar Nomor 105/G/2016/HI.SBY., tanggal 5 September 2016 pada point ke-4 menyebutkan:
"4. Menghukum Tergugat untuk membayar secara tunai dan sekaligus kepada Para Penggugat, uang pesangon sebesar satu kali ketentuan pasal 156 ayat (2), uang penghargaan masa kerja satu kali... dst..dst...";
9. Bahwa sehingga jelas sekali, tindakan majelis hakim dalam mengambil putusan tersebut dapat dikatgorikan sebagai putusan yang bersifat ultra petita (ultra petitum partium) yaitu, putusan yang dianggap melampaui kewenangangannya, lantaran Majelis Hakim memutus tidak sesuai dengan apa yang dimohonkan. Hal ini sesuai dengan pasal 178 ayat (2) dan ayat (3) HIR;
10. Bahwa putusan yang melampaui kewenangan yang dibuat oleh oleh Majelis Hakim pemeriksa perkara daftar Nomor 105/G/2016/HI.SBY., tanggal 5 September 2016, juga nampak dalam petitum Nomor 2 pada bagian dalam pokok perkara yang menyebutkan:
"2. Menyatakan Tergugat telah melanggar ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan";
11. Bahwa di dalam surat gugatan yang diajukan oleh Termohon Kasasi/semula Penggugat, tidak pernah diminta dan/atau dimohonkan klausul yang menyatakan Pemohon Kasasi/semula Tergugat telah melanggar ketentuan dalam Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Terlebih-lebih dalam bagian pertimbangan di dalam putusan tertanggal 5 September 2016, tidak pernah diuraikan pada bagian mana dari perbuatan Pemohon Kasasi/semula Tergugat yang melangar ketentuan Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 dan dengan secara tiba-tiba Pemohon Kasasi/semula Tergugat dinyatakan telah melanggar ketentuan dalam Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan;
12. Bahwa seharusnya majelis hakim pemeriksa perkara daftar Nomor 105/G/2016/HI. SBY., tanggal 5 September 2016 mempertimbangkan alasan-alasan pada bagian mana perbuatan yang telah dilakukan oleh Pemohon Kasasi/semula Tergugat yang telah melanggar Undang Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan. Karena berdasarkan aturan hukum yang berlaku dalam sebuah putusan, antara diktum putusan haruslah mempunyai korelasi dengan bagian pertimbangan hukumnya;
Disclaimer
Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu. Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :
Email : [email protected]