KEMENTERIAN KEUANGAN
DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN
KAJIAN
FISKAL
REGIONAL
Triwulan III
2020
Penyusun:Penanggung Jawab: Djoko Hendratto | Ketua Tim: Sofia Rita Diana |
Editor/Grafis: Tatang Suwandi | Dita Yuvrita | Anggota: Tatang
Suwandi | Cecep A | Franklin Sipayung | Harum Wijayanti | Dita
Yuvrita | Heni Farida |
KAJIAN FISKAL REGIONAL TRIWULAN III TAHUN 2020 i
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan YME karena dengan Rahmat dan Ridha‐Nya, Kajian Fiskal Regional (KFR) Triwulan III Tahun 2020 Provinsi Jawa Barat dapat kami sajikan tepat waktu. Kami ucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, dan semoga sinergi antar lembaga dalam perwujudan “Jawa Barat Juara Lahir Batin Dengan Inovasi dan Kolaborasi" dapat terus dilanjutkan dan ditingkatkan di masa yang akan datang dalam rangka bakti kita kepada negeri.
Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan sebagai Pengelola Fiskal menjadi representasi Kementerian Keuangan di daerah melaksanakan fungsi pembinaan, koordinasi, dan supervisi pengelolaan fiskal daerah (Peraturan Menteri Keuangan Nomor 262/PMK.01/2016). Berkaitan dengan hal tersebut, pada setiap periode triwulanan dan tahunan kami menyajikan KFR yang diharapkan dapat merepresentasikan kondisi perekonomian Jawa Barat, khususnya bidang fiskal, dengan analisis yang didukung oleh data‐data nasional dan regional, serta dilengkapi dengan rekomendasi.
KFR, sebagai naskah yang bersifat kajian, disusun oleh tim dengan melakukan analisis terarah yang mengelaborasi antara lain korelasi antara APBN/APBD/Transfer Daerah dengan indikator‐indikator perekonomian, merumuskan hubungan sebab akibat (causatif) antara kebijakan fiskal dengan indikator‐indikator perekonomian, menentukan besarnya pengaruh APBN/APBD/Transfer Daerah terhadap perkembangan perekonomian suatu daerah, disertai hal‐hal lain yang berkaitan dengan itu, termasuk isu terkini yang dihadapi Provinsi Jawa Barat menjawab tantangan pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi Covid‐19. Berkaitan dengan tersebut, mengingat dinamika kegiatan ekonomi yang tinggi, maka segala masukan demi perbaikan akan sangat kami nantikan.
Harapan kami kajian ini dapat memberikan kontribusi bagi Kementerian Keuangan khususnya Kantor Pusat Direktorat Jenderal Perbendaharaan serta para pemangku kepentingan dalam pengambilan keputusan‐keputusan strategis. Semoga sumbangsih kecil ini juga dapat sebagai salah satu bukti komitmen Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Barat untuk turut serta secara aktif mengawal APBN Indonesia maju, khususnya di wilayah Provinsi Jawa Barat.
Bandung, 5 November 2020 Kepala Kantor Djoko Hendratto
KAJIAN FISKAL REGIONAL TRIWULAN III TAHUN 2020 ii
KATA PENGANTAR ... i
DAFTAR ISI ... ii
DAFTAR TABEL ... iii
DAFTAR GRAFIK ... iv
BAB I PERKEMBANGAN DAN ANALISIS EKONOMI REGIONAL A Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ... 1
B Inflasi ... 2
C Indikator Kesejahteraan ... 3
BAB II PERKEMBANGAN DAN ANALIS PELAKSANAAN APBN A Pendapatan Negara ... 6
B Belanja Negara ... 9
C Prognosis Realisasi APBN ... 10
BAB III PERKEMBANGAN DAN ANALISIS PELAKSANAAN APBD A Pendapatan Daerah ... 12
B Belanja Daerah ... 14
C Prognosis Realisasi APBD ... 15
BAB IV PERKEMBANGAN DAN ANALISIS PELAKSANAAN ANGGARAN KONSOLIDASIAN (APBN DAN APBD) A Laporan Keuangan Pemerintah Konsolidasian ... 16
B Pendapatan Konsolidasian ... 16
C Belanja Konsolidasian ……...………..……… 18
D Analisis Kontribusi Pemerintah Dalam Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) ………. 19 BAB V BERITA/ISU REGIONAL TERPILIH A Penyusunan Kajian Pelaksanaan Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dI Jawa Barat ……… 21
B Dukungan APBN Untuk Pemulihan Ekonomi dI Daerah ……….. 23
KAJIAN FISKAL REGIONAL TRIWULAN III TAHUN 2020 iii
Tabel I.1. Laju Inflasi Gabungan 7 Kota di Jawa Barat Triwulan III‐2020 Menurut Kelompok Pengeluaran.. ... ...
3
Tabel I.2. Kondisi Ketenagakerjaan Jawa Barat Bulan Februari 2019 – Februari 2020……… 4
Tabel II.1. Pagu dan Realisasi APBN Lingkup Provinsi Jawa Barat s.d. Akhir Triwulan III Tahun 2019 dan Tahun 2020...
6
Tabel II.2. Perkiraan Realisasi APBN Lingkup Prov. Jawa Barat s.d Triwulan IV Tahun
2020...
10
Tabel III.1. Realisasi APBD Lingkup Provinsi Jawa Barat s.d. Akhir Triwulan III Tahun
2019 dan 2020…...
11
Tabel III.2. Prognosis Realisasi s.d. APBD Triwulan IV–2020 ... 15
Tabel IV.1 Laporan Realisasi Anggaran Konsolidasian Tk.Wilayah Provinsi Jawa Barat s.d. Triwulan III‐2020...
16
Tabel IV.2. Realisasi Pendapatan Konsolidasian Wilayah Prov. Jawa Barat Triwulan III Tahun 2019‐2020...
18
Tabel IV.3. Ringkasan Laporan Operasional Provinsi Jawa Barat Konsolidasian per 30 September 2020...
20
Tabel V.1. Tabel V.1. Dukungan Dana APBN untuk Pemulihan Ekonomi Daerah Jawa Barat Menurut Kabupaten/Kota Per 30 September 2020……….
KAJIAN FISKAL REGIONAL TRIWULAN III TAHUN 2020 iv
Grafik I.1. Pertumbuhan PDRB Jawa Barat dan Nasional Triwulan I‐2019 s.d. Triwulan III‐2020……….…...
1 Grafik I.2. Inflasi Tahun ke Tahun Jawa Barat Dibanding Nasional Triwulan III‐ 2019
s.d. Triwulan III‐ 2020... 2 Grafik I.3. Perkembangan Inflasi Bulanan Gabungan Tujuh Kota di Jawa Barat Januari
s.d September 2020... 2 Grafik I.4. Inflasi Tahun ke Tahun Jawa Barat Menurut Kota Triwulan III‐ 2020……… 3 Grafik I.5. Indeks Pembangunan Manusia di Jawa Barat Tahun 2019... 3 Grafik I.6. Jumlah dan Presentase Penduduk Miskin Di Jawa Barat Tahun 2017 – 2020... 4 Grafik I.7. Gini Ratio Jawa Barat Tahun 2017 – 2020……... 5 Grafik II.1. Realisasi Penerimaan PPh Kab./Kota Lingkup Provinsi Jawa Barat Triwulan
III‐2020... 7 Grafik II.2. Realisasi Penerimaan PPN Kab/Kota Lingkup Prov Jawa Barat Triwulan III‐
2020……... 7 Grafik II.3. Realisasi Penerimaan PPnBM Kab/Kota Lingkup Prov Jawa Barat Triwulan
III‐2020... 7 Grafik II.4. Realisasi Penerimaan Cukai Kab/Kota Lingkup Prov Jawa Barat Triwulan III‐
2020... 8 Grafik II.5. Realisasi Penerimaan PNBP Lainnya Kab/Kota Lingkup Prov.Jabar Triwulan
III‐2020... 8 Grafik II.6. Realisasi Penerimaan PNBP BLU Kab/Kota Lingkup Prov.Jabar Triwulan III‐
2020... 8 Grafik II.7. Tren Realisasi Belanja Pegawai, Belanja Barang, Belanja Modal dan Belanja
Bantuan Sosial Lingkup Prov Jawa Barat Triwulan III‐2020... 9 Grafik II.8. Tren Realisasi Dana Transfer dan Dana Desa Lingkup Prov.Jabar Triwulan III‐
2020... 9 Grafik III.1. Realisasi Penerimaan Pajak Daerah Lingkup Provinsi Jawa Barat Triwulan III
Tahun 2020... 12 Grafik III.2. Realisasi Retribusi Daerah Lingkup Provinsi Jawa Barat Triwulan III Tahun
2020...
12 Grafik III.3. Realisasi Hasil Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan Lingkup Provinsi Jawa
Barat Triwulan III Tahun 2020... 13 Grafik III.4. Penyerapan Pendapatan Transfer Lingkup Provinsi Jawa Barat Triwulan III
Tahun 2020... 13 Grafik III.5. Pagu dan Realisasi Belanja Pegawai, Barang, Modal, dan Bantuan Sosial
Prov. Jabar s.d. Triwulan III‐2020... 14 Grafik III.6. Pagu dan Realisasi Berdasarkan Urusan (Lima Urusan Tertinggi) Lingkup
Provinsi Jawa Barat s.d. Triwulan III–2020... 15 Grafik IV.1. Perbandingan Komposisi Pendapatan Konsolidasian di Prov. Jabar s.d.
Triwulan III ‐ 2020 dan 2019... 16 Grafik IV.2. Perbandingan Penerimaan Pemerintah Pusat dan Daerah terhadap
Penerimaan Konsolidasian Provinsi Jawa Barat s.d. Triwulan III – 2020….…… 17 Grafik IV.3. Perbandingan Penerimaan Perpajakan Pemerintah Pusat dan Daerah
terhadap Penerimaan Perpajakan Konsolidasian Provinsi Jawa Barat s.d. Triwulan III – 2020...
KAJIAN FISKAL REGIONAL TRIWULAN III TAHUN 2020 v
Grafik IV.4. Perbandingan Belanja dan Transfer Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah terhadap Belanja dan Transfer Konsolidasian pada Provinsi Jawa Barat Triwulan III Tahun 2020……...
19
Grafik IV.5. Perubahan Komposisi Belanja Konsolidasian Triwulan III Tahun 2020 dan Tahun 2019…...
BAB I
PERKEMBANGAN DAN
ANALISIS EKONOMI
REGIONAL
1.1.
PRODUK
DOMESTIK
REGIONAL
BRUTO
1.2.
INFLASI
1.3.
INDIKATOR
KESEJAHTERAAN
Masker
merupakan alat kesehatan yang digunakan untuk menutup area mulut dan hidung. Fungsi masker secara keseluruhan adalahmeminimalkan interaksi antara dunia luar dengan dunia dalam terutama pada hidung dan mulut serta menghindari penyebaran virus.
Sebelumnya banyak yang meragukan efektivitas masker dalam
mencegah penularan virus. Namun, penelitian menunjukkan bahwa jika masker digunakan dengan tepat, maka efektif untuk mencegah
penyebaran infeksi virus.
KAJIAN FISKAL REGIONAL TRIWULAN III TAHUN 2020 1
A. PRODUK DOMESTIK REGIONAL BRUTO (PDRB)
Ekonomi Jawa Barat Triwulan III-2020 mengalami kontraksi sebesar 4,08% (yoy) menurun dibanding capaian Triwulan III-2019 yang mencapai 5,15% (yoy), sedangkan terhadap Triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 3,37% (qtq). Terkontaksinya pertumbuhan ekonomi Jawa Barat tersebut masih akibat dampak pandemi Covid-19. Secara nominal, Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jawa Barat Triwulan III-2020 atas dasar harga berlaku (ADHB) mencapai Rp522,49 triliun dan atas dasar harga konstan (ADHK) 2010 mencapai Rp364,75 triliun.
Dari sisi pengeluaran, kontraksi pada Triwulan III-2020 terjadi pada seluruh komponen. Kontraksi tertinggi terjadi pada Komponen Perubahan Inventori sebesar 126,45%. Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi, komponen penyumbang andil negatif terbesar terhadap pertumbuhan yaitu Komponen Perubahan Inventori sebesar -3,60%, sedangkan struktur perekonomian Jawa Barat didominasi oleh Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga yang mencakup lebih dari separuh PDRB Jawa Barat 66,32%.
Grafik I.1. Pertumbuhan PDRB Jawa Barat dan Nasional Triwulan III-2019 s.d. Triwulan III-2020
Sumber : BPS Prov. Jawa Barat
Dari sisi Lapangan Usaha, penurunan aktivitas produksi di beberapa lapangan usaha akibat dampak pandemi Covid-19 menyebabkan hanya lima kategori lapangan usaha yang masih mampu tumbuh positif, yaitu lapangan usaha Informasi dan Komunikasi 39,58%; Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang 15,22%; Jasa Pendidikan 7,79% Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan 3,67%; dan Jasa Keuangan dan Asuransi 1,74%. Bila dilihat dari penciptaan sumber pertumbuhan ekonomi, andil negatif terbesar adalah Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar -2,95%, sedangkan struktur perekonomian Jawa Barat pada Triwulan III-2020 masih didominasi oleh Lapangan Usaha Industri Pengolahan sebesar 40,73%. 5.15 4.11 2.73 -5.98 -4.08 5.02 4.97 2.97 -5.32 -3.49 -7 -5 -3 -1 1 3 5 7
Triw III Triw IV Triw I Triw II Triw III
2019 2020
%
KAJIAN FISKAL REGIONAL TRIWULAN III TAHUN 2020 2
Pertumbuhan ekonomi Jawa Barat Triwulan III-2020 masih berada di bawah pertumbuhan ekonomi Nasional yang terkontraksi sebesar 3,49% (yoy) dan masih berada di luar rentang target RPJMD Jabar 2020 yang telah disesuaikan dengan target sebesar 2,1% s.d. 2,3%.
B. INFLASI
Inflasi Jawa Barat pada Triwulan III-2020 secara tahun ke tahun (September 2019-September 2020) tercatat sebesar 1,77% (yoy), lebih rendah dibanding inflasi Triwulan III-2019 maupun triwulan sebelumnya. Dampak Pandemi Covid-19 masih mempengaruhi inflasi Jawa Barat pada Triwulan III-2020, permintaan yang berkurang karena masih terbatasnya daya beli masyarakat dan ketidakpastian kondisi perekonomian serta tercukupinya pasokan pangan mendorong inflasi terjaga rendah. Secara kumulatif inflasi Jawa Barat dari Januari hingga September 2020 tercatat sebesar 1,29% (ytd) dan selama periode Triwulan III-2020 secara bulanan Jawa Barat mencatat deflasi, namun dengan mulai dilaksanakannya program pemulihan ekonomi yang mendorong konsumsi dan meningkatkan permintaan, deflasi pada bulan September 2020 tidak sedalam bulan sebelumnya.
Capaian inflasi Jawa Barat tersebut masih lebih tinggi dibanding inflasi nasional yang tercatat sebesar 1,42% (yoy), namun masih berada pada rentang sasaran inflasi Pemerintah dengan target 3% ± 1% dan dibawah target RPJMD Jabar 2018-2023, dimana untuk inflasi tahun 2020 ditarget sebesar 2% s.d. 4%. (Grafik I.2, I.3).
Grafik I.2. Inflasi Tahun ke Tahun Jawa Barat Dibanding Nasional Triwulan III-2019 s.d.
Triwulan III-2020
Sumber : BPS Prov. Jawa Barat
Grafik I.3. Perkembangan Inflasi Bulanan Gabungan Tujuh Kota di Jawa Barat Januari s.d September 2020
Sumber : BPS Prov. Jawa Barat
Berdasarkan kelompok pengeluaran, selama dua belas bulan terakhir, hanya kelompok Informasi, Komunikasi dan Jasa Lainnya yang mengalami deflasi yaitu sebesar -0,43%, sedangkan Komponen Perawatan Pribadi dan jasa lainnya memberikan andil tertinggi terhadap inflasi/deflasi tahun 2020 yaitu 0,31% (Tabel I.1). 3.85 3.21 3.95 2.75 1.77 3.39 2.72 2.96 1.96 1.42 0 1 2 3 4 5 TW III TW IV TW I TW II TW III 2019 2020 Jabar Nasional 0.47 0.31 0.31 0.13 -0.11 0.32 -0.07 -0.08-0.01 0.39 0.28 0.1 0.08 0.07 0.18 -0.1 -0.05 -0.05 -0.4 -0.2 0 0.2 0.4 0.6 0.8 1
Jan'20 Feb'20 Mar'20 Apr'20 Mei'20 Jun'20 Jul'20 Agst'20 Sept'20
KAJIAN FISKAL REGIONAL TRIWULAN III TAHUN 2020 3 Tabel I.1. Laju Inflasi Gabungan 7 Kota di Jawa Barat Triwulan III-2020 Menurut Kelompok Pengeluaran (%)
Kelompok Pengeluaran Inflasi Thn ke Thn ***) Andil Inflasi/Deflasi Th. Kalender 2020**)
Mkn, Minum & Tembakau 1,78 0,18
Pakaian & Alas Kaki 2,32 0,05
Perum., Air, List, & Bahan Bakar RT 0,81 0,16 Perleng., Peralatan & Pemel. Rutin RT 1,04 0,03
Kesehatan 3,68 0,08
Tranportasi 0,86 0,10
Inf., Kom & Jasa Keu. -0,43 -0,02
Rekreasi, Olahraga & Budaya 1,88 0,03
Pendidikan 2,18 0,14
Penyediaan Mkn & Min/Restoran 2,99 0,23 Perawatan Pribadi & Jasa Lainnya 7,52 0,31
Sumber : BPS Prov. Jawa Barat **) Perubahan IHK Sept’2020 terhadap IHK Des’2019 ***) Perubahan IHK Sept’2020 terhadap IHK Sep’2019
Inflasi Menurut Kota
Pada Grafik I.4 terlihat bahwa seluruh kota pantauan IHK di Jawa Barat pada Triwulan III-2020 mengalami inflasi, Bekasi merupakan kota dengan inflasi tertinggi yaitu sebesar 2,33%
(yoy) dan berada di atas inflasi Jabar maupun Nasional, sedangkan Cirebon merupakan kota dengan inflasi terendah serta berada di bawah inflasi Jawa Barat maupun Nasional yaitu sebesar 1,13% (yoy).
Grafik I.4. Inflasi Tahun ke Tahun Jawa Barat Menurut Kota Triwulan III- 2020
Sumber : BPS Prov. Jawa Barat
C. INDIKATOR KESEJAHTERAAN
Kondisi kesejahteraan masyarakat Jawa Barat pada Triwulan III-2020 tentu saja sangat dipengaruhi oleh mewabahnya Covid-19 yang mulai masuk ke Indonesia sejak awal Maret 2020. Apabila dilihat dari pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang merupakan barometer indikasi peningkatan kesejahteraan, data IPM yang dirilis oleh BPS Prov.Jawa Barat belum dapat menggambarkan kondisi kesejahteraan pada Triwulan III-2020 karena data IPM yang dirilis s.d. Triwulan III-2020 baru sampai dengan data IPM s.d. Tahun 2019.
Grafik I.5. Indeks Pembangunan Manusia di Jawa Barat Tahun 2019
Sumber: BPS Prov. Jawa Barat 1.82 1.39 1.45 1.13 2.33 1.32 1.31 1.77 1.42 0 1 2 3 Bogor Sukabumi Bandung Cirebon Bekasi Depok Tasikmalaya JABAR Nasional 69.5 70.05 70.69 71.3 72.03 69.55 70.18 70.81 71.39 71.92 68 68.569 69.570 70.571 71.572 72.5 2015 2016 2017 2018 2019 P o in t Rata2 Pertumbuhan/Thn 0,95% Jabar Nasional
KAJIAN FISKAL REGIONAL TRIWULAN III TAHUN 2020 4
Pada Grafik I.5 terlihat bahwa IPM Jabar 2019 mencapai 72,03 dengan status “Tinggi” yang tumbuh 1,02% dibanding 2018 dan berada di atas IPM Nasional, serta telah mencapai target RPJMD Jabar 2018-2023 yang ditarget sebesar 71,38 s.d. 72,02 untuk 2019. IPM Kab./Kota di Jawa Barat pada 2019 juga seluruhnya mengalami peningkatan. IPM tertinggi Kota Bandung (81,62) dan terendah Kab.Cianjur (65,38).
Demikian pula apabila dilihat dari indikator ketenagakerjaan, pada Triwulan III-2020 berdasarkan data terakhir yang dirilis BPS Prov.Jawa Barat masih menunjukan kondisi yang stabil karena pada Februari 2020 belum terdampak pandemi Covid-19. Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Barat pada Februari 2020 tercatat 7,69% mengalami penurunan dibanding TPT Februari 2019 dan lebih rendah dari target RPJMD Jabar 2018-2023 dimana untuk target tahun 2020 telah disesuaikan menjadi 10,7 s.d. 12%.
Tabel I.2. Kondisi Ketenagakerjaan Jawa Barat Bulan Februari 2019 – Februari 2020
Jenis Kegiatan Utama Satuan Feb’19 Agst’19 Feb’20 Perubahan (Feb ‘19 – Feb’20) Jt org % Poin Penduduk Usia Kerja Jt Orang 36,27 36,58 36,88 0,61 1,69 Angkatan Kerja Jt Orang 23,83 23,80 24,33 0,50 2,11 - Bekerja Jt Orang 21,99 21,90 22,46 0,47 2,15 - Pengangguran Jt Orang 1,84 1,90 1,87 0,03 1,64 Bukan Angkatan Kerja Jt Orang 12,44 12,78 12,55 0,11 0,88 - Sekolah Jt Orang 3,12 2,81 3,22 0,10 3,17 - Mengurus Rumah Tangga Jt Orang 7,93 8,47 8,05 0,12 1,47 - Lainnya Jt Orang 1,39 1,50 1,28 -0,11 -7,62 TK. Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) % 65,70 65,07 65,97 0,27 TK. Pengangguran Terbuka (TPT) % 7,73 7,99 7,69 -0,04
Perkotaan % 8,07 8,04 8,05 -0,02
Perdesaan % 6,65 7,83 6,49 0,16
Sumber : BPS Prov. Jawa Barat Namun apabila kondisi kesejahteraan masyarakat dilihat dari indikator kemiskinan, berdasarkan data yang dirilis BPS sampai dengan Triwulan III-2020 telah terjadi kenaikan tingkat kemiskinan di Jawa Barat baik di perkotaan maupun perdesaan.
Grafik I.6. Jumlah dan Presentase Penduduk Miskin Di Jawa Barat Tahun 2017 – 2020
Sumber: BPS Prov. Jawa Barat Pada Grafik I.6 terlihat bahwa jumlah penduduk miskin di Jawa Barat periode Maret 2020 mencapai 3,92 juta jiwa (7,88%), meningkat sekitar 544,3 ribu jiwa dibandingkan keadaan September 2019 dan berada di luar rentang target RPJMD Jabar 2020 yang telah disesuaikan menjadi 6,8% s.d. 7,2%. Berdasarkan daerah tempat tinggal, persentase kemiskinan di perkotaan naik dari 5,98% persen menjadi
4 .1 7 3 .7 7 3 .6 2 3 .5 4 3 .4 3 .3 8 3 .9 2 8.71 7.83 7.45 7.25 6.91 6.82 7.88 0 5 0 10
Mar'17 Sept'17 Mar'18 Sept'18 Mar'19 Sept'19 Mar'20 Jumlah Penduduk Miskin (jt jiwa) % Penduduk Miskin
KAJIAN FISKAL REGIONAL TRIWULAN III TAHUN 2020 5
7,14%, sedangkan di perdesaan naik dari 9,58% menjadi 10,27%. Hal ini menunjukan bahwa pandemi Covid-19 telah memberikan dampak pada kondisi kesejahteraan masyarakat di Jawa Barat sejak awal masuk ke Indonesia pada awal Maret 2020. Peningkatan tingkat kemiskinan di Jawa Barat seiring dengan peningkatan tingkat kemiskinan Nasional yang tercatat sebesar 9,78%.
Meningkatnya kemiskinan di Jawa Barat diikuti kenaikan Garis kemiskinan (GK) sebesar 2,82% yaitu dari Rp399.732,- per kapita per bulan menjadi Rp410.988,- per kapita per bulan pada Maret 2020. Garis Kemiskinan Makanan (GKM) Jawa Barat menyumbang 73,43% terhadap GK yang menunjukan peranan komoditi makanan terhadap GK sangat dominan dibandingkan peran komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan).Indeks Kedalaman Kemiskinan (P1) naik menjadi 1,127 pada Maret 2020. Sementara Indeks Keparahan Kemiskinan turun menjadi 0,225.
Ketimpangan (Gini Ratio) di Jawa Barat juga sudah mulai terdampak akibat pandemi Covid-19. Seiring dengan naiknya tingkat kemiskinan, Gini Ratio naik menjadi 0,403 pada Maret 2020. Meskipun berada di atas Gini Ratio Nasional, namun Gini Ratio Jawa masih dalam rentang target RPJMD Jabar 2020 yang telah disesuaikan yaitu 0,38 s.d. 0,42 yang semula ditarget 0,37 s.d. 0,38. Jika dilihat berdasarkan wilayah, nilai Gini Ratio di perkotaan maupun perdesaan menunjukkan kecenderungan meningkat. Gini Ratio di perkotaan dari 0,408 pada periode sebelumnya naik menjadi 0,412, begitu pula di perdesaan mengalami kenaikan dari 0,318 menjadi 0,325.
Grafik I.7. Gini Ratio Jawa Barat Tahun 2017 – 2020
Sumber : BPS Prov. Jawa Barat
Dalam menghadapi dampak pandemi Covid-19 terhadap kesejahteraan masyarakat Jawa Barat, Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat telah melaksanakan beberapa program penanganan antara lain adanya 9 pintu bantuan
sosial bagi warga Jawa Barat terdampak Covid-19, refocusing program dan
anggaran, Program Pemulihan Ekonomi Jawa Barat, pembentukan Satgas Pemulihan Ekonomi Daerah, Pinjaman Daerah serta program penempatan dana di Bank. 0.412 0.399 0.418 0.413 0.41 0.408 0.412 0.324 0.326 0.322 0.315 0.319 0.318 0.325 0.3 0.5
Mar'17 Sept'17 Mar'18 Sept'18 Mar'19 Sept'19 Mar'20
Perkotaan Perdesaan 0.403 0.393 0.407 0.406 0.402 0.398 0.403 0.393 0.391 0.389 0.384 0.382 0.38 0.381 0.38 0.43
Mar'17 Sept'17 Mar'18 Sept'18 Mar'19 Sept'19 Mar'20
BAB II
2.1.
PENDAPATAN
NEGARA
2.2.
BELANJA
NEGARA
2.3.
PROGNOSIS
REALISASI
APBN
PERKEMBANGAN DAN
ANALISIS PELAKSANAAN
APBN
Mencuci tangan
sangat diutamakan pada waktu-waktu penting, antara lain sebelum makan, setelah buang air besar, sebelum menjamah makanan, sebelum menyusui/ menyiapkan susu bayi, dan setelah beraktifitas.Sebagai kebiasaan yang baik, mencuci tangan perlu memenuhi cara yang benar, agar kita yakin bahwa seluruh permukaan tangan sudah terbasuh dan benar-benar bersih dengan menggunakan sabun dan air mengalir
KAJIAN FISKAL REGIONAL TRIWULAN III TAHUN 2020 6 Data pagu dan realisasi APBN yang disajikan merupakan data seluruh Kementerian/Lembaga/Satker lingkup Provinsi Jawa Barat, termasuk data transfer ke daerah dan dana desa s.d. Triwulan III-2020 seperti terlihat pada Tabel II.1. berikut:
Tabel II.1. Pagu dan Realisasi APBN Lingkup Provinsi Jawa Barat s.d. Akhir Triwulan III Tahun 2019 dan Tahun 2020 (Miliar Rp)
Uraian Tahun 2019 Tahun 2020
Pagu Realisasi % Pagu Realisasi %
A. PENDAPATAN NEGARA 137.305 73.276 53,37% 117.065 70.093 60,00%
I. PENDAPATAN DALAM NEGERI 137.029 73.176 53,40% 117.065 70.093 60,00%
Penerimaan Pajak 134.330 69.484 51,73% 113.943 66.718 58,55%
PNBP 2.699 3.692 136,80% 3.122 3.375 108,08%
II. HIBAH - - 0,00% - - 0,00%
B, BELANJA NEGARA 119.295 80.867 67,79% 109.804 83.926 76,43%
I. BELANJA PEMERINTAH PUSAT 48.445 31.153 64,31% 42.640 27.048 63.43%
Belanja Pegawai 19.252 14.440 75,01% 20.133 14.166 70,36%
Belanja Barang 21.128 13.638 64,55% 16.523 9.781 59,20%
Belanja Modal 8.006 3.051 38,10% 5.847 2.995 51,22%
Bantuan Sosial 59 25 41,35% 137 106 77.37%
II. TRANSFER KE DAERAH DAN DANA DESA 70.848 49.714 70,17% 67.164 56.878 84.69%
1. Transfer Daerah 65.138 46.152 70,85% 61.281 52.219 85,35%
a. Dana Perimbangan 64.401 45.447 70,57% 59.923 51.353 85,70%
Dana Alokasi Umum 36.016 26.989 74,93% 33.168 27.644 83,37%
Dana Bagi Hasil 6.048 3.782 62,53% 5.452 5.109 93,71%
Dana Alokasi Khusus 22.336 14.676 65,70% 21.303 18.600 87,31%
b. Dana Otonomi Khusus 737 705 95,60% 1.358 866 63.77%
c. Dana Keistimewaan Yogyakarta - 0 0,00% - - 0,00%
d. Dana Transfer Lainnya - 0 0,00% - - 0,00%
2. Dana Desa 5.710 3.562 62,39% 5.883 4.659 79,20%
C. SURPLUS DEFISIT 17.737 -7.691 -10,50% 7.261 -13.833 -16.43% Sumber: OMSPAN – Kanwil DJP & DJBC (diolah)
Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Barat mencatat realisasi pendapatan negara pada APBN di wilayah Provinsi Jawa Barat hingga Triwulan III-2020 senilai Rp70,09 Triliun atau 60,00% dari target APBN, mengalami kontraksi 4,35% dibanding Triwulan III-2019 (yoy). Realisasi pendapatan negara ditopang oleh realisasi penerimaan pajak sebesar Rp66,72 Triliun dan realisasi PNBP Rp3,37 Triliun.
Kinerja APBN di Jawa Barat dari sisi belanja negara hingga Triwulan III-2020 tumbuh positif sebesar 3,78% (yoy) dan realisasi Rp83,93 Triliun atau 76,43% dari target, sehingga APBN di Provinsi Jawa Barat tercatat mengalami defisit 16,43%.
A. PENDAPATAN NEGARA 1. Penerimaan Perpajakan
a) Pajak Penghasilan (PPh)
Pada Grafik II.1. terlihat Kota Bandung memberikan kontribusi terbesar terhadap total realisasi PPh wilayah Jawa Barat. Tertinggi di bulan April Rp1,24 triliun dan terendah di bulan Agustus Rp534 miliar, secara total realisasi PPh Triwulan III mengalami penurunan dibandingkan triwulan sebelumnya pada tahun 2020 masih terdampak aktivitas ekonomi yang menurun akibat Covid-19.
KAJIAN FISKAL REGIONAL TRIWULAN III TAHUN 2020 7
Grafik II.1. Realisasi Penerimaan PPh Kab./Kota Lingkup Provinsi Jawa Barat Triwulan III-2020
Sumber: Om Span dan Kanwil DJP I, II dan III (diolah) b) Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
Realisasi penerimaan PPN hingga Triwulan III-2020 seperti terlihat pada Grafik II.2. Kab.Bekasi masih merupakan sumber utama penerimaan PPN terbesar di Jawa Barat dimana tertinggi di bulan Januari sebesar Rp1,28 Triliun dan terendah di bulan Mei Rp516 Miliar. Pada awal Triwulan III ada peningkatan sampai bulan September. Namu secara total penerimaan PPN mengalami penurunan tiap triwulannya akibat masih terdampak Covid-19.
Grafik II.2. Realisasi Penerimaan PPN Kab/Kota Lingkup Prov Jawa Barat Triwulan III-2020
Sumber: Om Span dan Kanwil DJP I, II dan III (diolah) c) Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM)
Grafik II.3. Realisasi Penerimaan PPnBM Kab/Kota Lingkup Prov Jawa Barat Triwulan III-2020
Sumber: Om Span dan Kanwil DJP I, II dan III (diolah)
Pada Grafik II.3. Realisasi Penerimaan PPnBM hingga Triwulan III-2020, Total sebesar Rp632 miliar, terlihat pada Grafik Kab.Bekasi sebagai wilayah dengan penyumbang terbesar mencapai 97,37% dari total penerimaan,
tertinggi di bulan Maret Rp256 Miliar dan terendah di bulan Juli Rp875 Juta.
1,24 T 534 M 0 200 400 600 800 1,000 1,200 1,400 Milliar Rp Kab. Karawang Kab. Bekasi Kab. Indramayu Kab. Subang Kota Cirebon Kab. Cirebon Kab. Majalengka Kab. Kuningan Kab. Bogor Kota Bekasi Kota Bogor Kota Depok Kab/Kota. Sukabumi Kab.Cianjur Kab.Purwakarta
Kab/Kota.Cimahi dan Bandung Barat Kota Bandung
Kab/Kota.Tasikmalaya Kab.Ciamis, Banjar, Pangandaran Kab,Garut Kab.Bandung Kab.Sumedang 1,28 T 516 M -200 0 200 400 600 800 1000 1200 1400 Milliar Rp Kab. Karawang Kab. Bekasi Kab. Indramayu Kab. Subang Kota Cirebon Kab. Cirebon Kab. Majalengka Kab. Kuningan Kab. Bogor Kota Bekasi Kota Bogor Kota Depok Kab/Kota. Sukabumi Kab.Cianjur Kab.Purwakarta
Kab/Kota.Cimahi dan Bandung Barat Kota Bandung
Kab/Kota.Tasikmalaya Kab.Ciamis, Banjar, Pangandaran Kab,Garut Kab.Bandung 256 M 875 Jt -50.000 0.000 50.000 100.000 150.000 200.000 250.000 300.000
Jan Feb Maret April Mei Juni Juli Agst Sept
Milliar Rp Kab. Karawang
Kab. Bekasi Kab. Indramayu Kab. Subang Kota Cirebon Kab. Cirebon Kab. Majalengka Kab. Kuningan Kab. Bogor Kota Bekasi Kota Bogor Kota Depok Kab/Kota. Sukabumi Kab.Cianjur Kab.Purwakarta
Kab/Kota.Cimahi dan Bandung Barat Kota Bandung
Kab/Kota.Tasikmalaya Kab.Ciamis, Banjar, Pangandaran Kab,Garut
KAJIAN FISKAL REGIONAL TRIWULAN III TAHUN 2020 8
Penerimaan Cukai
Grafik II.4. Realisasi Penerimaan Cukai Kab/Kota Lingkup Prov Jawa Barat Triwulan III-2020
Sumber: Om Span dan Kanwil DJP I, II dan III (diolah) Pada Grafik II.4 terlihat Kab.Purwakarta merupakan penopang utama penerimaan cukai di wilayah Jawa Barat, penerimaan tertinggi di bulan Mei Rp4,84 Triliun, dan terendah di bulan Januari Rp51 Miliar. Untuk Triwulan III-2020 mengalami tren penurunan dari bulan Agustus sampai dengan September. 2. Penerimaan Negara Bukan Pajak
a) Penerimaan PNBP Lainnya
Grafik II.5. Realisasi Penerimaan PNBP Lainnya Kab/Kota Lingkup Prov.Jabar Triwulan III-2020
Sumber: OMSPAN(diolah)
Pada Grafik II.5. terlihat Wilayah Prov. Jabar, KBB, dan Kota Cimahi merupakan daerah dengan penyumbang terbesar penerimaan PNBP Lainnya, tertinggi di bulan Pebruari Rp70 Miliar dan terendah di bulan Mei
Rp20 Miliar.
b) Penerimaan PNBP BLU
Grafik II.6. Realisasi Penerimaan PNBP BLU Kab/Kota Lingkup Prov.Jabar Triwulan III-2020
Sumber: OMSPAN(diolah) 51 M 4.84 T -0 1,000 2,000 3,000 4,000 5,000 6,000
Jan Peb Maret April Mei Juni Juli Agt Sept
Miliar Rp Bekasi Bogor Purwakarta Bandung Cirebon Tasikmalaya Cikarang 70 M 20 M 20 40 60 80
Jan Peb Maret April Mei Juni Jul Agust Sept
Miliar Rp Kab Purwakarta/Subang
Prov Jabar/Kab Bandung Barat/Kota Cimahi Kab/Kota Bogor/Kota Depok Kab/Kota Cirebon/Kab Indramayu Kab/Kota Tasik/Ciamis/Pangandaran/Banjar Kab Karawang Kab Sumedang Kab/Kota Bandung Kab Garut
Kab/Kota Sukabumi/Kab Cianjur
223 M 36 M 50 100 150 200 250
Jan Peb Maret April Mei Juni Juli Agust Sept
Miliar Rp Prov Jabar/Kota
Cimahi/Kab.Bandung Barat Kab/Kota Bogor/Kota Depok Kab/Kota Cirebon/Kab Indramayu
Kab/Kota Tasikmalaya, Ciamis, Pangdran, Banjar Kab/Kota Bandung Kab.Garut Kab/Kota Sukabumi/Kab Cianjur Kab/Kota Bekasi
KAJIAN FISKAL REGIONAL TRIWULAN III TAHUN 2020 9 Pada Grafik II.6. terlihat Prov.Jabar, Kota Cimahi, dan Kab.Bandung Barat merupakan daerah dengan Penerimaan PNBP BLU terbesar, tertinggi di bulan Pebruari Rp223 Miliar dan terendah di bulan April Rp36 Miliar. Realisasi penerimaan BLU s.d.Triwulan III-2020 tercatat sebesar Rp1,72 Triliun dengan terjadi tren peningkatan di bulan September.
A. BELANJA NEGARA
1. Belanja Pemerintah Pusat
Grafik II.7. Tren Realisasi Belanja Pegawai, Belanja Barang, Belanja Modal dan Belanja Bantuan Sosial Lingkup Prov Jawa Barat Triwulan III-2020
Sumber: OMSPAN ( diolah) Kinerja Belanja K/L Pempus di Wilayah Provinsi Jawa Barat pada Triwulan III-2020 mencapai Rp27,05 Triliun atau 67,43% dari total pagu, terdapat penurunan hingga 13,18% dibanding Triwulan III-2019. Realisasi tertinggi bulan Juli pada belanja bansos yaitu 36,05% dari total pagu, pada bulan Agustus realisasi tertinggi pada belanja pegawai mencapai 9,98%, dan pada bulan September realisasi tertinggi pada belanja barang mencapai 9,90%.
2. Transfer ke Daerah dan Dana Desa
Kinerja Transfer ke Daerah dan Dana Desa hingga Triwulan III-2020 mencapai Rp56.88 Triliun atau 84,69% dari total pagu TKDD, mengalami kenaikan 14,42% dari priode yang sama tahun lalu (yoy). bulan Juli realisasi tertinggi pada transfer Dana Desa 12,81% terhadap pagu, bulan Agustus trasfer DBH 28,02% dan transfer DAK pada bulan September realisasinya tertinggi mecapai 19.79%.
Grafik II.8. Tren Realisasi Dana Transfer dan Dana Desa Lingkup Prov.Jabar Triwulan III-2020
Sumber: Simtrada dan OMSPAN (data diolah)
9.98% 9.90% 36.05% -20.00% 0.00% 20.00% 40.00%
Jan Peb Maret April Mei Juni Juli Agt Sept
% realisasi thd pagu
Bel.Pegawai Bel.Barang Bel.Modal Bel.Bansos
28.02% 19.79% 12.81% 0.00% 10.00% 20.00% 30.00%
Jan Peb Maret April Mei Juni Juli Agt Sept
% Realisasi thd pagu
KAJIAN FISKAL REGIONAL TRIWULAN III TAHUN 2020 10
3. Pengelolaan BLU
Saat ini Provinsi Jawa Barat memiliki 24 Satker BLU, bertambah 3 Sakter dari tahun lalu. Pada Satker BLU tercatat RSU DR. Hasan Sadikin Bandung memiliki pagu tertinggi sebesar Rp816 Miliar, sedangkan realisasi tertinggi pada RSAU DR. Moh. Salamun mencapai 75,90% dari pagu.
4. Manajemen Investasi Pusat - Penyaluran KUR menurut Wilayah
Penyaluran KUR Provinsi Jawa Barat tersebar ke seluruh Kab/Kota, dan hingga Triwulan III-2020 tercatat jumlah debitur sebanyak 677.723 debitur, terdapat kenaikan 8.43% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya (yoy). Kab. Indramayu merupakan wilayah dengan penyaluran KUR terbesar baik jumlah debitur maupun nilai akad yaitu jumlah debitur sebanyak 56.982 debitur dan nilai akad senilai Rp1,14 Triliun.
B. PROGNOSIS REALISASI APBN
Tabel II.2. Perkiraan Realisasi APBN Lingkup Provinsi Jawa Barat s,d, Triwulan IV Tahun 2020 (Miliar Rp)
Uraian Pagu
Realisasi s.d Triwulan III Perkiraan Realisasi s.d Triwulan IV
Rp % RealisasiTerhadap Pagu Rp % Perkiraan Realisasi Terhadap Pagu Pendapatan Negara 117.065 70.093 60,00% 101,679 68,70% Belanja Negara 109.804 83.926 76,43% 105,717 95,94% Surplus/Defisit 7.261 -13.833 -16,43% -4,038 -3,97% Sumber : OMSPAN Pada Tabel II.2. di atas terlihat perkiraan/prognosis realisasi APBN hingga akhir tahun 2020 di Prov.Jawa Barat. Metodologi yang digunakan dalam melakukan perkiraan telah mempertimbangkan kondisi perekonomian nasional saat ini, dampak pandemi Covid-19 turut menyebabkan melemahnya pertumbuhan ekonomi regional di Jabar. Hal ini sangat berpengaruh terhadap kinerja realisasi APBN Jabar, khususnya dari sisi pendapatan sedangkan belanja mengalami peningkatan baik belanja pemerintah pusat dan transfer ke daerah. Realisasi hingga akhir Triwulan III-2020 tumbuh negatif dibanding periode yang sama tahun lalu. Dengan pertimbangan tersebut, perkiraan kinerja realisasi Triwulan IV pertumbuhan ekonomi masih melambat, dan mengakibatkan perkiraan realisasi s.d Triwulan IV mengalami kontraksi dari sisi pendapatan negara di Jawa Barat, diperkirakan realisasi mencapai 68,70%. Dilihat dari sisi belanja, realisasi cukup positif mencapai 95,94%, namun kondisi pelaksanaan APBN di Prov.Jawa Barat diprediksi mengalami defisit 3,97%.
BAB III
3.1.
PENDAPATAN
DAERAH
3.2.
BELANJA
DAERAH
3.3.
PROGNOSIS
REALISASI
APBD
PERKEMBANGAN DAN
ANALISIS PELAKSANAAN
APBD
Physical distancing atau jaga jarakmerupakan hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk mencegah penyebaran virus corona.
Menurut WHO, saat ini hal yang bisa dilakukan untuk menghindari diri dari virus corona adalah tidak berada di kerumunan atau tempat ramai, untuk itu, Juru bicara pemerintah untuk penanganan corona Achmad Yurianto meminta masyarakat untuk selalu menjaga jarak sekitar satu sampai satu setengah meter dengan orang lain.
KAJIAN FISKAL REGIONAL TRIWULAN III TAHUN 2020 11
APBD Provinsi Jawa Barat hingga Triwulan III-2020 masih terdampak pandemi
Covid-19 yang terjadi hampir di seluruh negara dan mulai memasuki era Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk penanganan wabah dan pemulihan ekonomi, salah satunya dengan refocusing dan realokasi anggaran yang mengakibatkan pergeseran/revisi alokasi pagu APBD. Pagu pendapatan setelah revisi ditetapkan Rp114,33 Triliun sementara belanja Rp125,3 Triliun, sehingga terdapat rencana defisit Rp10,96 Triliun. Namun pada realisasi anggaran Triwulan III-2020 menunjukkan kondisi surplus Rp11,36 Triliun. Hal ini terutama diakibatkan oleh pendapatan daerah yang masih mengalami tekanan serta penundaan beberapa belanja untuk lebih difokuskan pada pengeluaran terkait penanggulangan wabah covid-19 di bidang kesehatan, penanganan dampak ekonomi, dan jaring pengaman sosial.
Tabel III.1. Realisasi APBD Lingkup Provinsi Jawa Barat s.d. Akhir Triwulan III Tahun 2019 dan 2020 (Miliar rupiah)
URAIAN Triwulan III 2019 Triwulan III 2020
Kenaikan/Penurunan Realisasi
Pagu Realisasi Pagu Realisasi Rp %
Pendapatan Pemerintah Daerah 118,475.51 80,736.01 114,332.21 75,147.63 -5,588.38 -6.92% Pendapatan Asli Daerah 43,637.26 29,734.79 41,620.50 26,392.01 -3,342.77 -11.24% Pajak Daerah 32,756.85 23,760.90 31,676.58 20,558.18 -3,202.72 -13.48% Retribusi Daerah 1,435.62 759.08 1,077.74 720.05 -39.03 -5.14% Hasil Pengel. Kekayaan Daerah yang Dipisahkan 831.21 677.62 832.71 646.99 -30.63 -4.52% Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah 8,613.57 4,537.19 8,033.46 4,466.80 -70.39 -1.55% Pendapatan Transfer 70,376.53 49,013.88 67,888.66 47,633.32 -1,380.55 -2.82% Transfer Pemerintah Pusat - Dana Perimbangan 63,929.19 44,734.50 60,298.14 44,340.11 -394.39 -0.88% Dana Bagi Hasil 6,048.01 3,783.49 6,090.94 4,960.18 1,176.69 31.10% Dana Alokasi Umum 35,930.34 26,988.77 33,346.24 26,636.28 -352.49 -1.31% Dana Alokasi Khusus 21,950.84 13,962.24 20,860.96 12,743.65 -1,218.59 -8.73% Transfer Pemerintah Pusat - Lainnya 6,447.34 4,279.38 7,590.52 3,293.22 -986.17 -23.04% Dana Otonomi Khusus 494.34 484.28 372.27 0.00 -484.28 -100.00% Dana Penyesuaian 242.92 232.69 5,864.16 1,976.98 1,744.29 749.63% Dana Desa 5,710.07 3,562.42 1,354.09 1,316.24 -2,246.18 -63.05% Transfer Pemerintah Daerah Lainnya/Provinsi 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00
Pendapatan Bagi Hasil Pajak 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 Pendapatan Bagi Hasil Lainnya 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 Transfer Bantuan Keuangan 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 Lain-lain Pendapatan yang Sah 4,461.72 1,987.35 4,823.05 1,122.30 -865.05 -43.53%
Pendapatan Hibah 3,865.94 981.12 4,245.72 1,120.30 139.17 14.19% Pendapatan dari Dana Darurat 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 Pendapatan Lainnya 595.77 1,006.22 577.32 2.00 -1,004.22 -99.80% Belanja 114,484.09 59,772.72 114,829.59 59,233.42 -539.29 -0.90% Belanja Pegawai 45,659.67 29,958.53 44,946.44 28,502.95 -1,455.58 -4.86% Belanja Barang dan Jasa 33,829.77 15,680.80 31,587.56 15,120.95 -559.85 -3.57%
Belanja Bunga 13.01 3.86 42.00 10.47 6.61 171.38% Subsidi 137.43 104.17 147.90 114.86 10.68 10.26% Hibah 11,348.39 7,577.49 12,969.13 7,321.98 -255.51 -3.37% Bantuan Sosial 785.53 393.05 979.34 368.80 -24.25 -6.17% Bantuan Keuangan 0.00 0.00 0.00 0.00 0.00 Belanja Modal 21,933.37 6,029.42 14,866.74 3,761.85 -2,267.57 -37.61% Belanja Tak Terduga 776.94 25.39 9,290.48 4,031.57 4,006.18 15777.50% Transfer 10,520.01 5,403.92 10,466.48 4,552.99 -850.93 -15.75% Transfer/Bagi Hasil ke Desa 4,860.95 2,600.35 1,326.42 631.75 -1,968.60 -75.71% Transfer Bantuan Keuangan 5,659.07 2,803.56 9,140.05 3,921.24 1,117.67 39.87% Belanja dan Transfer 125,004.10 65,176.63 125,296.07 63,786.41 -1,390.22 -2.13% Surplus/Defisit Anggaran -6,528.60 15,559.38 -10,963.86 11,361.22 -4,198.15 -26.98% Sumber : Bidang PAPK (diolah)
Berdasarkan Tabel III.1 di atas terlihat besaran pagu dan realisasi Triwulan III-2020 dibanding Triwulan III-2019. Realisasi agregat pendapatan mengalami penurunan 6,92%, demikian juga realisasi agregat belanja dan transfer yang menurun 2,13%.
KAJIAN FISKAL REGIONAL TRIWULAN III TAHUN 2020 12
A. PENDAPATAN DAERAH
1. Pendapatan Asli Daerah (PAD)
PAD Provinsi Jawa Barat setelah kebijakan refocusing APBD dialokasikan Rp41,62 Triliun. Hingga Triwulan III-2020 realisasi terhadap pagu tercatat 63,41% atau turun 11,24% dibanding Triwulan III-2019, terdiri dari pajak daerah Rp20,56 Triliun, retribusi daerah Rp720,05 Miliar, hasil pengelolaan kekayaan yang dipisahkan Rp646,99 Miliar, dan lain-lain PAD yang sah Rp4,47 Triliun. a) Penerimaan Pajak Daerah
Penerimaan pajak daerah lingkup Provinsi Jawa Barat per Kab/Kota s.d. Triwulan III-2020 adalah sebagai berikut:
Grafik III.1. Realisasi Penerimaan Pajak Daerah Lingkup Provinsi Jawa Barat Triwulan III-2020
Sumber: Bidang PAPK dan SIKD
Pada Grafik III.1. terlihat pendapatan pajak daerah terbesar diperoleh Pemprov Jabar sebesar Rp12,22 Triliun dengan realisasi pajak daerah di Jawa Barat terbesar terjadi pada bulan Maret sebesar Rp5,11 Triliun.
b) Penerimaan Retribusi Daerah
Penerimaan retribusi daerah lingkup Provinsi Jawa Barat per Kab/Kota adalah sebagai berikut:
Grafik III.2. Realisasi Retribusi Daerah Lingkup Provinsi Jawa Barat Triwulan III-2020
Sumber: Bidang PAPK dan SIKD
Pada Grafik III.2. terlihat total penerimaan retribusi daerah di Jawa Barat tertinggi di bulan Juni 2020 Rp131,03 Miliar dan s.d. Triwulan III-2020 total realisasi terbesar pada Pemda Kab. Bogor Rp130,62 Miliar yang diperoleh salah satunya dari Retribusi Izin Mendirikan Bangunan.
2,000,000 4,000,000 6,000,000 P ro v . Ja w a B a ra t K a b . B a n d u n g K a b . B e k a si K a b . B o g o r K a b . C ia m is K a b . C ia n ju r K a b . C ir e b o n K a b G a ru t K a b . In d ra m a y u K a b . K a ra w a n g K a b . K u n in g a n K a b . M a ja le n g k a K a b . P u rw a k a rt a K a b . S u b a n g K a b . S u k a b u m i K a b . S u m e d a n g K a b . T a si k m a la y a K o ta B a n d u n g K o ta B e k a si K o ta B o g o r K o ta C ir e b o n K o ta D e p o k K o ta S u k a b u m i K o ta T a si k m a la y a K o ta C im a h i K o ta B a n ja r K a b . B a n d u n g … K a b . P a n g a n d a ra n Ju ta a
n Januari Februari Maret
April Mei Juni
Juli Agustus September
20,000 40,000 60,000 80,000 P ro v . Ja w a B a ra t K a b . B a n d u n g K a b . B e k a si K a b . B o g o r K a b . C ia m is K a b . C ia n ju r K a b . C ir e b o n K a b G a ru t K a b . In d ra m a y u K a b . K a ra w a n g K a b . K u n in g a n K a b . M a ja le n g k a K a b . P u rw a k a rt a K a b . S u b a n g K a b . S u k a b u m i K a b . S u m e d a n g K a b . T a si k m a la y a K o ta B a n d u n g K o ta B e k a si K o ta B o g o r K o ta C ir e b o n K o ta D e p o k K o ta S u k a b u m i K o ta T a si k m a la y a K o ta C im a h i K o ta B a n ja r K a b . B a n d u n g … K a b . P a n g a n d a ra n Ju ta a
n Januari Februari Maret
April Mei Juni
KAJIAN FISKAL REGIONAL TRIWULAN III TAHUN 2020 13
c) Penerimaan Hasil Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan
Penerimaan hasil kekayaan daerah yang dipisahkan lingkup Provinsi Jawa Barat per Kab/Kota adalah sebagai berikut:
Grafik III.3. Realisasi Hasil Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan Lingkup Provinsi Jawa Barat Triwulan III-2020
Sumber: Bidang PAPK dan SIKD Pada Grafik III.3. terlihat realisasi penerimaan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah Yang Dipisahkan di Jawa Barat terbesar pada bulan Mei 2020 sebesar Rp479,47 Miliar dan tertinggi pada Pemda Prov. Jawa Barat Rp354,55 Miliar.
Inovasi Samsat Bukti Pemda Jawa Barat implementasikan Program E-Government
DITENGAH masa pandemi yang kita hadapi sekarang ini, teknologi informasi seperti
internet menjadi kebutuhan mendasar bagi masyarakat. Ruang gerak yang semakin dibatasi mengharuskan masyarakat menguasai teknologi untuk dapat bertahan dan melakukan interaksi secara virtual.
Provinsi Jawa Barat sendiri melalui Bapenda (Badan pendapatan daerah) dan tim ahli IT telah meluncurkan aplikasi yang diberi nama Sambara (Samsat Mobile Jawa Barat), sebuah pelayanan publik berupa aplikasi smartphone berbasis android untuk pembayaran Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) di Provinsi Jawa Barat. Inovasi ini mampu memangkas rantai birokasi dalam pelayanan kepada publik yang selama ini dirasa ‘ribet’ dan ‘bertele-tele’, Manfaat lain yang dapat dirasakan oleh publik ketika menggunakan aplikasi Sambara adalah dapat membayar PKB dimana saja dan kapan saja. Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil menyampaikan bahwa pendapatan dari PKB tidak berkurang meskipun selama
pandemi Covid-19, justru sebaliknya mengalami peningkatan (menpan.go.id)
2. Pendapatan Transfer
Pendapatan transfer Provinsi Jawa Barat pada tahun 2020 setelah refocusing
APBD ditargetkan Rp67,89 Triliun. Dari sisi realisasi telah mencapai 70,16% terhadap pagu atau turun 2.82% (yoy) dan didominasi oleh transfer pemerintah pusat-dana perimbangan Rp44,34 Triliun (93,09%).
Grafik III.4. Penyerapan Pendapatan Transfer Lingkup Provinsi Jawa Barat TW III-2020
Sumber: Bidang PAPK (diolah)
100,000 200,000 300,000 400,000 P ro v . Ja w a B a ra t K a b . B a n d u n g K a b . B e k a si K a b . B o g o r K a b . C ia m is K a b . C ia n ju r K a b . C ir e b o n K a b G a ru t K a b . In d ra m a y u K a b . K a ra w a n g K a b . K u n in g a n K a b . M a ja le n g k a K a b . P u rw a k a rt a K a b . S u b a n g K a b . S u k a b u m i K a b . S u m e d a n g K a b . T a si k m a la y a K o ta B a n d u n g K o ta B e k a si K o ta B o g o r K o ta C ir e b o n K o ta D e p o k K o ta S u k a b u m i K o ta T a si k m a la y a K o ta C im a h i K o ta B a n ja r K a b . B a n d u n g … K a b . P a n g a n d a ra n Ju ta a
n Januari Februari Maret
April Mei Juni
Juli Agustus September
39.31% 83.92% 0.00% 20.00% 40.00% 60.00% 80.00% 100.00%
KAJIAN FISKAL REGIONAL TRIWULAN III TAHUN 2020 14
Berdasarkan Grafik III.4 penyerapan tertinggi pendapatan transfer pada Pemerintah Kota Sukabumi sebesar 83,92% dan terendah Kab. Bogor 39,31%. Hal ini dikarenakan Pemda segera merespon atas kebijakan penyesuaian dalam Dana Transfer ke Daerah dan Dana Desa dengan melakukan refocusing dan realokasi terhadap APBD.
Ketergantungan Dana dari Transfer Pemerintah Pusat Turun
BANDUNG, DDTCNews – Kemandirian fiskal provinsi dan kabupaten/kota di Jawa Barat
secara umum tercatat mengalami perbaikan pada masa pandemi Covid-19.
Bank Indonesia (BI) mengungkapkan tingkat ketergantungan daerah terhadap transfer dana dari pemerintah pusat semakin susut. Tercatat, rasio alokasi transfer ke daerah dan dana desa (TKDD) terhadap pendapatan turun dari 57,98% pada 2019 menjadi 45,96% pada 2020. "Penurunan rasio tersebut menunjukkan ketergantungan Jawa Barat terhadap transfer dari pemerintah pusat mengalami penurunan. Dengan kata lain, Jawa Barat semakin mandiri dalam hal pemenuhan target pendapatan," tulis BI dalam Laporan Perekonmian Provinsi Jawa Barat Periode Agustus 2020, dikutip pada Senin (5/10/2020)
3. Lain – lain Pendapatan Daerah yang Sah
Lain-lain pendapatan daerah yang sah tahun 2020 setelah refocusing APBD ditargetkan Rp4,82 Triliun dan realisasi hingga Triwulan III-2020 mencapai Rp1,12 Triliun (23,27%), menurun 43,53% dibanding Triwulan III-2019.
B. BELANJA DAERAH
Pada tahun 2020 agregat belanja Provinsi Jawa Barat setelah refocusing
APBD ditetapkan sebesar Rp125,3 Triliun dan telah terealisasi Rp63,79 Triliun atau 50,91% terhadap pagu. Dibanding periode yang sama tahun 2019, realisasi agregat belanja mengalami penurunan 2,13%.
1. Belanja Pegawai, Belanja Barang, dan Belanja Modal
Pagu, realisasi, dan penyerapan belanja pegawai, barang, modal, dan bantuan sosial pada Provinsi Jawa Barat periode Triwulan III-2020 sebagai berikut:
Grafik III.5. Pagu dan Realisasi Belanja Pegawai,Barang, Modal, dan Bantuan Sosial Prov. Jabar s.d. Triwulan III-2020
Sumber : Bidang PAPK (diolah)
Pada Grafik III. 5 di atas terlihat pagu dan realisasi tertinggi pada belanja pegawai yang telah terserap 63,42%, disusul belanja barang 47,87%, belanja bantuan sosial 37,66%, dan belanja modal 25,3%. Pada umumnya realisasi pos-pos
44,946.44 31,587.56 14,866.74 979.34 28,502.95 15,120.95 3,761.85 368.80 63.42% 47.87% 25.30% 37.66% 0% 20% 40% 60% 80% 0 10,000 20,000 30,000 40,000 50,000
Belanja Pegawai Belanja Barang dan Jasa Belanja Modal Bantuan Sosial
KAJIAN FISKAL REGIONAL TRIWULAN III TAHUN 2020 15
belanja mengalami penurunan disebabkan penundaan atau penghentian beberapa kegiatan selama masa pandemi Covid-19, kecuali belanja-belanja yang diperuntukkan pada penanggulangan wabah dengan peningkatan tertinggi pada belanja tidak terduga.
2. Belanja Daerah Berdasarkan Klasifikasi Urusan
Grafik III.6. Pagu dan Realisasi Berdasarkan Urusan (Lima Urusan Tertinggi) Lingkup Provinsi Jawa Barat s.d. Triwulan III–2020
Sumber : Bidang PAPK (diolah)
Pada belanja daerah berdasarkan klasifikasi urusan terdapat 5 urusan dengan pagu tertinggi yaitu keuangan, pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum dan penataan ruang, serta administrasi pemerintahan. Dari sisi realisasi, tertinggi pada urusan keuangan Rp15,95 Triliun dan terendah administrasi pemerintahan Rp3,41 Triliun. Sedangkan penyerapan tertinggi pada urusan pendidikan 52,38%, terendah pekerjaan umum dan penataan ruang 21,08% (Grafik III.6). C. PROGNOSIS REALISASI APBD
Prognosis dilakukan dengan menggunakan metode rata-rata penyerapan TW IV tahun 2018 dan 2019 yaitu membandingkan realisasi terhadap pagu dengan pertimbangan terdapat pola yang serupa pada penyerapan anggaran dalam setiap periode yang sama. Dengan menggunakan metode tersebut dapat diperkirakan besaran realisasi Triwulan IV-2020 berikut:
Tabel III.2. Prognosis Realisasi APBD TW IV – 2020 (Miliar rupiah)
URAIAN Pagu Prognosis Triwulan IV
% Rp
Pendapatan Daerah 114,332.21 104.33% 119,288.18
Belanja Daerah 125,296.07 101.08% 126,649.56
Surplus/Defisit -10,963.86 -7,361.37
Dengan menggunakan metode rata-rata persentase realisasi terhadap pagu di atas, pada Tabel III.2 terlihat proyeksi realisasi pendapatan dan belanja daerah Triwulan IV-2020 melebihi target yaitu pendapatan daerah Rp119,29 Triliun (104,33%) dan belanja daerah Rp126,65 Triliun (101,08%), sehingga berpotensi terjadi defisit Rp7,36 Triliun. Kondisi demikian diakibatkan terdapat pergeseran/revisi pagu pada Triwulan III-2020 dalam rangka menghadapi kejadian luar biasa yaitu pandemi
Covid-19. 42,231 28,996 17,099 9,910 7,141 15,949 15,187 8,271 2,089 3,413 37.77% 52.38% 48.37% 21.08% 47.80% 0.00% 20.00% 40.00% 60.00% 10,000 20,000 30,000 40,000 50,000
Keuangan Pendidikan Kesehatan Pekerjaan Umum &Penataan Ruang Administrasi Pemerintahan M il ia r
BAB IV
4.1. LAPORAN
KEUANGAN
PEMERINTAH
KONSOLIDASIAN
4.2.
PENDAPATAN
KONSOLIDASIAN
4.3.
BELANJA
KONSOLIDASIAN
4.4.
ANALISIS
KONTRIBUSI
PEMERINTAH
DALAM
PDRB
PERKEMBANGAN DAN ANALISIS
PELAKSANAAN ANGGARAN
KONSOLIDASIAN
Berolahraga
di luar ruangan bisa menjadi salah satu alternatif, selamatidak berkerumun. Apalagi menurut para ahli virus korona tidak tahan dengan sinar matahari. Selain itu, berolahraga outdoor juga bisa menghilangkan suntuk dan dapat memberikan asupan vitamin D dari sinar matahari. Menurut para ahli, satu-satunya yang bisa kita lakukan saat ini adalah menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan. Salah satu upaya untuk menjaga kesehatan adalah dengan berolahraga.