• Tidak ada hasil yang ditemukan

CKD dan CHF fix

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "CKD dan CHF fix"

Copied!
15
0
0

Teks penuh

(1)

Selain factor resiko diatas, kejadian gagal ginjal sendiri dapat mempercepat perkembangan Selain factor resiko diatas, kejadian gagal ginjal sendiri dapat mempercepat perkembangan penyakit kardiovaskuler dan memperburuk prognosis Gagal Jantung. Disfungsi miokard penyakit kardiovaskuler dan memperburuk prognosis Gagal Jantung. Disfungsi miokard merupakan hal yang paling sering terjadi dengan adanya disfungsi ginjal yang progresif hingga merupakan hal yang paling sering terjadi dengan adanya disfungsi ginjal yang progresif hingga 80% pasien yang memiliki ekokardiogram abnormal sebelum dilakukannya dialysis dan hampIr 80% pasien yang memiliki ekokardiogram abnormal sebelum dilakukannya dialysis dan hampIr 30% pasien memiliki bukti menderita CHF saat onset dialysis. CKD diketahui berhubungan 30% pasien memiliki bukti menderita CHF saat onset dialysis. CKD diketahui berhubungan dengan kejadian hipertensi, anemia dan overload volume, hyperparathyroidism dan metabolism dengan kejadian hipertensi, anemia dan overload volume, hyperparathyroidism dan metabolism kalsium

kalsium

 – 

 – 

fosfat yang abnormal. Faktorfosfat yang abnormal. Faktor

 – 

 – 

faktor tersebut telah dihubungkan denganfaktor tersebut telah dihubungkan dengan perkembangan terjadinya

perkembangan terjadinya left ventricular hypertrophy (LVH), left ventricular dilatation,left ventricular hypertrophy (LVH), left ventricular dilatation, myocardial fibrosis

myocardial fibrosis dan kalsfikasi pembuluh darah serta katup jantung. Selain itu gangguandan kalsfikasi pembuluh darah serta katup jantung. Selain itu gangguan kondisi lingkungan alamiah tubuh yang berhubungan dengan status uremia memicu terjadinya kondisi lingkungan alamiah tubuh yang berhubungan dengan status uremia memicu terjadinya peningkatan stress oksidatif, kolesterol LDL dan hiperhomosisteinemia yang akan menjadi faktor peningkatan stress oksidatif, kolesterol LDL dan hiperhomosisteinemia yang akan menjadi faktor resiko atherosclerosis pada populasi secara umum. Akumulasi advanced

resiko atherosclerosis pada populasi secara umum. Akumulasi advanced glycosylation end-glycosylation end- products

 products (AGEs)(AGEs) dandan asymmetric dimethyl arginine (ADMA)asymmetric dimethyl arginine (ADMA), dan, dan endogenous inhibitor of nitricendogenous inhibitor of nitric oxide synthase

oxide synthase, merupakan faktor resiko terjadinya disfungsi endotel pada pasien gagal ginjal., merupakan faktor resiko terjadinya disfungsi endotel pada pasien gagal ginjal.

Patofisiologi CHF pada CKD Patofisiologi CHF pada CKD

Fungsi Ginjal dan Tekanan Darah Fungsi Ginjal dan Tekanan Darah

CKD merupakan penyebab paling sering terjadinya hipertensi sekunder dan terdapat korelasi CKD merupakan penyebab paling sering terjadinya hipertensi sekunder dan terdapat korelasi langsung antara peningkatan tekanan darah dan resiko menjadi Gagal Ginjal Kronis. Walaupun langsung antara peningkatan tekanan darah dan resiko menjadi Gagal Ginjal Kronis. Walaupun terdapat fakta yang kontroversi terhadap hubungan hipertensi dan outcome pada pasien dengan terdapat fakta yang kontroversi terhadap hubungan hipertensi dan outcome pada pasien dengan dialysis. Hal ini terjadi karena efek hipertensi berkepanjangan pada pasien CKD yang dialysis. Hal ini terjadi karena efek hipertensi berkepanjangan pada pasien CKD yang menghasilkan ikutan berupa gagal jantung dengan efek penurunan tekanan darah. Namun, pada menghasilkan ikutan berupa gagal jantung dengan efek penurunan tekanan darah. Namun, pada

(2)

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial

Cancel Anytime.

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial

(3)

studi prospektif terdaoat hubungan yang jelas antara peningkatan tekanan darah rata-rata dan studi prospektif terdaoat hubungan yang jelas antara peningkatan tekanan darah rata-rata dan progresif LVH, gagal jantung de novo dan kematian akibat kardiovaskular.

progresif LVH, gagal jantung de novo dan kematian akibat kardiovaskular.

Fungsi Jantung dan Anemia Fungsi Jantung dan Anemia

Pada penyakit CKD, anemia terjadi karena adanya defisiensi erythropoietin relaitf yang juga Pada penyakit CKD, anemia terjadi karena adanya defisiensi erythropoietin relaitf yang juga merupakan penentu penting terjadinya LVH. Kompensasi sirkulasi hiperdinamik oleh jantung merupakan penentu penting terjadinya LVH. Kompensasi sirkulasi hiperdinamik oleh jantung akan muncul pada pasien dengan penurunan kapasitas transport oksigen ke jaringan akibat akan muncul pada pasien dengan penurunan kapasitas transport oksigen ke jaringan akibat adanya anemia pada CKD. Pola pelebaran geometri ventrikel kiri dengan tipe konsentrik  adanya anemia pada CKD. Pola pelebaran geometri ventrikel kiri dengan tipe konsentrik  ditemukan biasanya pada pasien ini yang berhubungan dengan efek dari overload tekanan karena ditemukan biasanya pada pasien ini yang berhubungan dengan efek dari overload tekanan karena Hipertensi serta tipe eksentrik bisa berhubungan dengan overload volume yang berhubungan Hipertensi serta tipe eksentrik bisa berhubungan dengan overload volume yang berhubungan dengan anemia. Bukti LVH terinduksi anemia diketahui dari temuan pola eksentrik pada LVH dengan anemia. Bukti LVH terinduksi anemia diketahui dari temuan pola eksentrik pada LVH dua kali lebih sering dibandingkan temuan tipe konsentrik pada pasien dengan CKD. Proporsi ini dua kali lebih sering dibandingkan temuan tipe konsentrik pada pasien dengan CKD. Proporsi ini akan meningkat sesuai dengan keparahan penyakit dan penurunan fungsi ginjal dimana 20% akan meningkat sesuai dengan keparahan penyakit dan penurunan fungsi ginjal dimana 20% berada pada grade II menurut klasifikasi NYHA dan 80% pada grade IV. Prognosis yang buruk  berada pada grade II menurut klasifikasi NYHA dan 80% pada grade IV. Prognosis yang buruk  berkaitan dengan kondisi LVH dan gagal ginjal dapat ditingkatkan dengan cara kontrol yang berkaitan dengan kondisi LVH dan gagal ginjal dapat ditingkatkan dengan cara kontrol yang optimal terhadap tekanan darah dan koreksi anemia dengan rekombinan erythropoietin (EPO). optimal terhadap tekanan darah dan koreksi anemia dengan rekombinan erythropoietin (EPO). Perbaikan parsial ataupun komplit dari LVH dengan terapi EPO telah dilaporkan terjadi dengan Perbaikan parsial ataupun komplit dari LVH dengan terapi EPO telah dilaporkan terjadi dengan mekanisme peningkatan suplai oksigen miokardial dan menimbulkan reduksi dari

mekanisme peningkatan suplai oksigen miokardial dan menimbulkan reduksi dari cardiac output cardiac output  dan beban kerja jantung. Efek samping utama pemberian EPO adalah peningkatan tekanan darah dan beban kerja jantung. Efek samping utama pemberian EPO adalah peningkatan tekanan darah yang akan meningkatkan

yang akan meningkatkan cardiac afterload cardiac afterload dan melawan keseimbangan dari manfaat koreksidan melawan keseimbangan dari manfaat koreksi anemia. Koreksi anemia juga diketahui akan mengkoreksi disfungsi platelet akibat status uremik  anemia. Koreksi anemia juga diketahui akan mengkoreksi disfungsi platelet akibat status uremik  dalam darah dan meningkatkan viskositas darah.

dalam darah dan meningkatkan viskositas darah.

Target hemoglobin atau hematrokit pada pasien dengan disfungsi ginjal yang progresif sampai Target hemoglobin atau hematrokit pada pasien dengan disfungsi ginjal yang progresif sampai saat ini masih belum ditetapkan. Suatu studi besar tentang terapi anemia pada pasien dengan saat ini masih belum ditetapkan. Suatu studi besar tentang terapi anemia pada pasien dengan homodialisis resiko tinggi (pasien CKD dengan CHF dan Penyakit Jantung Koroner) dihentikan homodialisis resiko tinggi (pasien CKD dengan CHF dan Penyakit Jantung Koroner) dihentikan dilakukan karena saat perjalanan studi ditemukan analisa yang menujukkan peningkatan jumlah dilakukan karena saat perjalanan studi ditemukan analisa yang menujukkan peningkatan jumlah kematian dan infark miokard pada grup dengan target hematokrit yang lebih tinggi. Namun, kematian dan infark miokard pada grup dengan target hematokrit yang lebih tinggi. Namun, suatu studi lainnya pada pasien dengan CHF menunjukkan suatu manfaat dari manajemen suatu studi lainnya pada pasien dengan CHF menunjukkan suatu manfaat dari manajemen

(4)

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial

(5)

Perubahan Metabolit Perubahan Metabolit

Seperti ditampilkan diatas, pada CHF terdapat aktivasi reflek dari RAAS untuk mengembalikan Seperti ditampilkan diatas, pada CHF terdapat aktivasi reflek dari RAAS untuk mengembalikan volume sentral. Efek dari respon ini adalah timbulnya abnormalitas elektrolit yang biasanya volume sentral. Efek dari respon ini adalah timbulnya abnormalitas elektrolit yang biasanya bermakna dan bisa juga tersamarkan pada penggunaan diuretic. Kadar sirkulasi pada plasma dari bermakna dan bisa juga tersamarkan pada penggunaan diuretic. Kadar sirkulasi pada plasma dari peptide natriuretik ANP dan BNP meningkat pada respon terhadap ekspansi volume darah. Pada peptide natriuretik ANP dan BNP meningkat pada respon terhadap ekspansi volume darah. Pada CHF derajat berat terdapat pula cachexia akibat peningkatan penggunaan energy istirahat dan CHF derajat berat terdapat pula cachexia akibat peningkatan penggunaan energy istirahat dan aktivasi sitokin. Oleh karena itu bisa terjadi pengaturan ulang terhadap mekanisme homeostasis aktivasi sitokin. Oleh karena itu bisa terjadi pengaturan ulang terhadap mekanisme homeostasis tanpa adanya perburukan dari fungsi ginjal. CKD juga berhubungan dengan abnormalitas tanpa adanya perburukan dari fungsi ginjal. CKD juga berhubungan dengan abnormalitas metabolism kalsium dan fosfat yang dapat memperngaruhi morbiditas kardiovaskuler. Terdapat metabolism kalsium dan fosfat yang dapat memperngaruhi morbiditas kardiovaskuler. Terdapat hubungan langsung antara status hiperphosphataemia dengan mortalits pasien pada CKD. hubungan langsung antara status hiperphosphataemia dengan mortalits pasien pada CKD. Hiperparatiroid sekunder dan peningkatan kalsium beserta kadar phosphate telah mampu Hiperparatiroid sekunder dan peningkatan kalsium beserta kadar phosphate telah mampu dihubungkan dengan percepatan kalsifikasi arteri koroner dan katup jantung. Sel endotel dihubungkan dengan percepatan kalsifikasi arteri koroner dan katup jantung. Sel endotel vaskuler miokard mampu mengekspresikan reseptor dari hormone paratiroid dan sudah vaskuler miokard mampu mengekspresikan reseptor dari hormone paratiroid dan sudah dijelaskan bawha hiperparatiroid berperan terhadap disfungsi miokard dengan mekanisme dijelaskan bawha hiperparatiroid berperan terhadap disfungsi miokard dengan mekanisme Forforilasi oksidatif tak berpasangan, penurunan konsentrasi ATP di tingkat selular dan Forforilasi oksidatif tak berpasangan, penurunan konsentrasi ATP di tingkat selular dan mempengaruhui pengeluaran kalsium dan mengarah kepada overload kalsium pada intrasel mempengaruhui pengeluaran kalsium dan mengarah kepada overload kalsium pada intrasel kardiomiosit. Sebagai tambahan pada penelitian hewan telah mampu ditunjukkan bahwa kardiomiosit. Sebagai tambahan pada penelitian hewan telah mampu ditunjukkan bahwa peningkatan hormone paratiroid berhubungan dengan firbosis intra-miokard. Namun penelitian peningkatan hormone paratiroid berhubungan dengan firbosis intra-miokard. Namun penelitian klinis belum mampu secara pasti menunjukk hiperparatiroid dengan outcome kardiovaskuler. klinis belum mampu secara pasti menunjukk hiperparatiroid dengan outcome kardiovaskuler. Walaupun masih belum ada data yang jelas, usaha manajemen hiperphosphatemia sebaiknya Walaupun masih belum ada data yang jelas, usaha manajemen hiperphosphatemia sebaiknya dipertimbangkan dengan menggunakan pengikat phosphate yang tidak menggunakan kalsiu, dipertimbangkan dengan menggunakan pengikat phosphate yang tidak menggunakan kalsiu, karena akan mampu untuk memperlambat kalsifikasi katup jantung dan arteri.

karena akan mampu untuk memperlambat kalsifikasi katup jantung dan arteri.

Diagnosis CHF Diagnosis CHF

Diagnosis CHF sebaiknya ditegakkan berdasarkan gejala dan tanda yang dapat ditemukan pada Diagnosis CHF sebaiknya ditegakkan berdasarkan gejala dan tanda yang dapat ditemukan pada pasien. Klinisi harus mampu untuk menentukan secara cepat dan akurat mengenai 1. Status pasien. Klinisi harus mampu untuk menentukan secara cepat dan akurat mengenai 1. Status volume sirkulasi pasien, 2. Perfusi atau penunjang sirkulasi yang adekuat, dan 3. Peran atau volume sirkulasi pasien, 2. Perfusi atau penunjang sirkulasi yang adekuat, dan 3. Peran atau keberadaan faktor presipitasi dan atau komorbiditas pada pasien.

(6)

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial

(7)

Berikut ini adalah gejala serta tanda pada pasien dengan CHF yang dapat dibagi menjadi tanda Berikut ini adalah gejala serta tanda pada pasien dengan CHF yang dapat dibagi menjadi tanda kongesti serta tanda penurunan

kongesti serta tanda penurunan cardiac output:cardiac output: Tanda dan Gejala Kongesti:

Tanda dan Gejala Kongesti: Dyspnea

Dyspnea Bengkak Bengkak pada pada kakikaki Orthopnea

Orthopnea Peningkatan Peningkatan berat berat badan badan tibatiba

 – 

 – 

tibatiba Paroxysmal

Paroxysmal nocturnal nocturnal dyspnea dyspnea Gangguan Gangguan tidur tidur (cemas (cemas atau atau lapar lapar udara)udara) Batuk

Batuk (recumbent (recumbent atau atau exertional) exertional) Rasa Rasa tidak tidak nyaman nyaman pada pada dadadada Rasa

Rasa tidak tidak nyaman nyaman pada pada perut perut atau atau ulu ulu hati hati Kebingungan Kebingungan yang yang tidak tidak bisa bisa dijelaskan,dijelaskan, gangguan status mental atau kelemahan

gangguan status mental atau kelemahan Ascites

Ascites Mual atau Mual atau anoreksiaanoreksia Mudah

Mudah kenyang kenyang Edema Edema tanpa tanpa sebab sebab yang yang jelasjelas Batuk berdarah atau dahak kotor

Batuk berdarah atau dahak kotor Tanda dan Gejala Penurunan

Tanda dan Gejala PenurunanCardiac OutputCardiac Output:: Mudah

Mudah lelah lelah Rasa Rasa tidak tidak enak enak badanbadan Energi

Energi yang yang buruk buruk Gangguan Gangguan konsentrasi konsentrasi atau atau memorimemori Penurunan

Penurunan toleransi toleransi aktivitas aktivitas Gangguan Gangguan tidurtidur Cachexia

Cachexia Somnolence atau kebingunganSomnolence atau kebingungan Kelemahan

Kelemahan atau atau Penurunan Penurunan massa massa otot otot Takikardia Takikardia saat saat istirahatistirahat Mual

Mual atau atau Penurunan Penurunan nafsu nafsu makan makan Oligouria Oligouria sepanjang sepanjang hari, hari, nocturia nocturia berbaringberbaring Mudah

Mudah kenyang kenyang Ekstremitas Ekstremitas dingin dingin atau atau vasokonstriksivasokonstriksi Penurunan berat badan yang tidak bisa

Penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan

dijelaskan

Nafas Cheyne stoke (dengan atau tanpa periode Nafas Cheyne stoke (dengan atau tanpa periode apneua)

apneua)

Berdasarkan gejala dan tanda yang dapat ditemukan diatas, ditetapkan suatu kriteria diagnosis Berdasarkan gejala dan tanda yang dapat ditemukan diatas, ditetapkan suatu kriteria diagnosis menurut system Framingham untuk memudahkan dalam menegakkan diagnosis pasien dengan menurut system Framingham untuk memudahkan dalam menegakkan diagnosis pasien dengan kecurigaan menderita CHF. Gejala dan tanda diatas akan dikelompokkan menjadi kriteria mayor kecurigaan menderita CHF. Gejala dan tanda diatas akan dikelompokkan menjadi kriteria mayor dan kriteria minor, dimana selanjutnya diagnosis CHF dapat ditegakkan apabila memenuhi:

dan kriteria minor, dimana selanjutnya diagnosis CHF dapat ditegakkan apabila memenuhi: a. 2 Kriteria Mayor terpenuhi, atau

a. 2 Kriteria Mayor terpenuhi, atau

b. 1 Kriteria Mayor dan 2 Kriteria Minor terpenuhi secara bersamaan, dengan syarat kriteria b. 1 Kriteria Mayor dan 2 Kriteria Minor terpenuhi secara bersamaan, dengan syarat kriteria minor berlaku apabila gejala yang muncul bukan akibat kondisi medis lainnya.

minor berlaku apabila gejala yang muncul bukan akibat kondisi medis lainnya.

Kriteria Diagnosis CHF menurut Framingham Kriteria Diagnosis CHF menurut Framingham Kriteria

(8)

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial

(9)

sesuai respon terhadap terapi sesuai respon terhadap terapi Distensi

Distensi vena vena pada pada leher leher Penurunan Penurunan kapasitas kapasitas vital vital 1/3 1/3 dari dari kapasitaskapasitas maksimal yang tercatat

maksimal yang tercatat Rhonki

Rhonki pada pada paru paru Efusi Efusi pleurapleura Edema

Edema paru paru akut akut Takikardi Takikardi (120 (120 kali/menit)kali/menit) Refluks

Refluks hepatojugular hepatojugular HepatomegaliHepatomegali S3

S3 gallop gallop Edema Edema ankle ankle bilateralbilateral Tekanan

Tekanan vena vena sentral sentral >16 cmH>16 cmH22OO Waktu sirkulasi selama 25 detik  Waktu sirkulasi selama 25 detik  Kardiomegali pada radiografi Kardiomegali pada radiografi

Temuan edema paru, kongesti organ visceral Temuan edema paru, kongesti organ visceral atau kardiomegal pada otopsi

atau kardiomegal pada otopsi

Setelah diagnosis CHF ditegakkan maka langkah selanjutnya adalah menetapkan staging dari Setelah diagnosis CHF ditegakkan maka langkah selanjutnya adalah menetapkan staging dari CHF tersebut. Staging CHF yang dapat digunakan hingga saat ini tersedia 2 kriteria yaitu CHF tersebut. Staging CHF yang dapat digunakan hingga saat ini tersedia 2 kriteria yaitu menurut ACC/AHA (American College of Cardiology/American Heart Association) dan menurut ACC/AHA (American College of Cardiology/American Heart Association) dan menurut NYHA (New York Heart Association) dimana pada ACC/AHA lebih menggolongkan menurut NYHA (New York Heart Association) dimana pada ACC/AHA lebih menggolongkan berdasarkan perkembangan kelainan structural pada jantung dan gejalanya. Berikut ini disajikan berdasarkan perkembangan kelainan structural pada jantung dan gejalanya. Berikut ini disajikan pembagian staging menurut klasifikasi yang berbeda:

pembagian staging menurut klasifikasi yang berbeda:

 NYHA Functional Classification of Heart Failure  NYHA Functional Classification of Heart Failure

Kelas

Kelas  Functional Capacity Functional Capacity (Kapasitas Fungsional)(Kapasitas Fungsional) I

I Pasien Pasien tampa tampa keterbatasan keterbatasan pada pada aktifitas aktifitas fisik fisik  II

II Pasien Pasien dengan dengan keterbatasan keterbatasan ringan ringan pada pada aktivitas aktivitas fisik fisik dimana dimana dengan dengan aktivitas aktivitas sehari- sehari-hari, pasien mengeluh kelelahan, palpitasi, sesak atau nyeri dada, pasien merasakan hari, pasien mengeluh kelelahan, palpitasi, sesak atau nyeri dada, pasien merasakan lebih nyaman saat istirahat.

lebih nyaman saat istirahat. III

III Pasien Pasien dengan dengan keterbatasan keterbatasan yang yang lebih lebih nyata nyata pada pada aktivitas aktivitas fisik, fisik, dimana dimana dengandengan aktivitas yang lebih ringan dibandingkan aktivitas sehari-hari, pasien mengeluh aktivitas yang lebih ringan dibandingkan aktivitas sehari-hari, pasien mengeluh

(10)

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial

(11)

nyaman namun masih juga merasakan keluhan gagal jantung atau nyeri dada (angina) nyaman namun masih juga merasakan keluhan gagal jantung atau nyeri dada (angina) walaupun dalam kondisi istirahat. Rasa tidak nyaman akan meningkat apabila pasien walaupun dalam kondisi istirahat. Rasa tidak nyaman akan meningkat apabila pasien melakukan suatu aktivitas fisik.

melakukan suatu aktivitas fisik.

 ACC/AHA Stages of Heart Failure Development  ACC/AHA Stages of Heart Failure Development

Tingkat

Tingkat Deskripsi Deskripsi ContohContoh A

A Berada Berada dalam dalam resiko resiko tinggi tinggi mengalamimengalami gagal jantung namun tanpa kelainan gagal jantung namun tanpa kelainan  jantung structural

 jantung structural atau atau tanpa tanpa gejala gagalgejala gagal  jantung

 jantung

Pasien dengan penyakit jantung koroner, Pasien dengan penyakit jantung koroner, hipertensi atau diabetes mellitus tanpa hipertensi atau diabetes mellitus tanpa adanya kelainan fungsi ventrikel kiri, adanya kelainan fungsi ventrikel kiri, hipertrofi atau distorsi geometric chamber hipertrofi atau distorsi geometric chamber B

B Adanya Adanya kelainan kelainan jantung jantung structural structural tanpatanpa gejala dan tanda gagal jantung

gejala dan tanda gagal jantung

Pasien asimptomatis namun memiliki Pasien asimptomatis namun memiliki LVH atau gangguan fungsi LV

LVH atau gangguan fungsi LV C

C Kelainan Kelainan jantung jantung structural structural dengan dengan gejalagejala gagal jantung yang dialami saat ini atau gagal jantung yang dialami saat ini atau terdahulu

terdahulu

Pasien dengan gangguan stuktur jantung Pasien dengan gangguan stuktur jantung dan adanya sesak, badan lemas serta dan adanya sesak, badan lemas serta penurunan toleransi aktivitas

penurunan toleransi aktivitas D

D Gagal Gagal jantung jantung yang yang susah susah disembuhkandisembuhkan dan memerlukan intervensi khusus

dan memerlukan intervensi khusus

Pasien dengan gejala yang bermakna saat Pasien dengan gejala yang bermakna saat istirahat walaupun dengan terapi medis istirahat walaupun dengan terapi medis yang maksimal

yang maksimal

Berdasarkan kedua klasifikasi diatas dapat disetarakan kelas dan tingkatan dari masing-masing Berdasarkan kedua klasifikasi diatas dapat disetarakan kelas dan tingkatan dari masing-masing kategori tersebut sesuai table dibawah ini:

kategori tersebut sesuai table dibawah ini: Tabel kesetaraan ACC/AHA dan NYHA Tabel kesetaraan ACC/AHA dan NYHA

(12)

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial

(13)

Start Free Trial Cancel Anytime.

Penatalaksanaan CHF pada CKD Penatalaksanaan CHF pada CKD

Algoritma Penatalaksanaan CHF secara Umum Algoritma Penatalaksanaan CHF secara Umum

(14)

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial

Cancel Anytime.

Trusted by over 1 million members

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions! Start Free Trial

Cancel Anytime.

kedua kondisi tersebut, dan telah ditunjukkan bahwa kontrol tekanan darah yang baik (target kedua kondisi tersebut, dan telah ditunjukkan bahwa kontrol tekanan darah yang baik (target 140/90 mmHG) dapat mempertahankan progresifitas penyakit ginjal pada penderita diabetes 140/90 mmHG) dapat mempertahankan progresifitas penyakit ginjal pada penderita diabetes ataupun tidak. Obat pilihan utama pada kondisi ini adalah golongan ACE inhibitor, karena ataupun tidak. Obat pilihan utama pada kondisi ini adalah golongan ACE inhibitor, karena memiliki efek tambahan pada LVH dan outcome dari CHF. Namun, beberapa masalah klinis memiliki efek tambahan pada LVH dan outcome dari CHF. Namun, beberapa masalah klinis muncul pada penggunaan obat golongan ini. Penghambatan ACE dapat mengawali penurunan muncul pada penggunaan obat golongan ini. Penghambatan ACE dapat mengawali penurunan akut GFR yang diikuti peningkatan Kreatinin serum. Penurunan resistensi anteriol eferen akut GFR yang diikuti peningkatan Kreatinin serum. Penurunan resistensi anteriol eferen biasanya akan menurunkan tekanan kapiler glomerulus dan menyebabkan penurunan laju filtrasi biasanya akan menurunkan tekanan kapiler glomerulus dan menyebabkan penurunan laju filtrasi ginjal. Regulasi otomatis dari laju darah glomerular dapat direspon lebih lanjut oleh ginjal. Regulasi otomatis dari laju darah glomerular dapat direspon lebih lanjut oleh penghambatan prostaglandin dengan obat golongan antiinflamasi non steroid (NSAID). Oleh penghambatan prostaglandin dengan obat golongan antiinflamasi non steroid (NSAID). Oleh karena itu pemberian kombinasi ACE inhibitor dengan NSAID sebaiknya dihindari pada pasien karena itu pemberian kombinasi ACE inhibitor dengan NSAID sebaiknya dihindari pada pasien dengan CHF. Dosis awal ACE inhibitor akan menyebabkan penurunan tekanan darah yang dengan CHF. Dosis awal ACE inhibitor akan menyebabkan penurunan tekanan darah yang bermakna walaupun efek ini lebih sedikit dibandingkan generasi ketiganya seperti Perindopril. bermakna walaupun efek ini lebih sedikit dibandingkan generasi ketiganya seperti Perindopril. Rencana terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan terapi diuretic sehingga Rencana terbaik yang dapat dilakukan adalah dengan memberikan terapi diuretic sehingga menghindari deplesi volume sentral pada siang hari dan memberikan dosis awal ACE inhibitor menghindari deplesi volume sentral pada siang hari dan memberikan dosis awal ACE inhibitor pada malam hari. Sebagai tambahan pasien CHF dengan penyakit jantung iskemia yang memilki pada malam hari. Sebagai tambahan pasien CHF dengan penyakit jantung iskemia yang memilki kelainan vaskuler ginjal seperti stenosis arteri ginjal biasanya akan terjadi gagal ginjal akut. kelainan vaskuler ginjal seperti stenosis arteri ginjal biasanya akan terjadi gagal ginjal akut. Akhirnya, keseimbangan potassium sangat memerlukan monitoring yang ketat. Kadarnya dalam Akhirnya, keseimbangan potassium sangat memerlukan monitoring yang ketat. Kadarnya dalam darah dapat meningkat akibat adanya disfungsi ginjal atau karena medikasi lainnya seperti darah dapat meningkat akibat adanya disfungsi ginjal atau karena medikasi lainnya seperti spironolactone dan penambahan ACE inhibitor dapat meningkatkan secara tiba-tiba kadar spironolactone dan penambahan ACE inhibitor dapat meningkatkan secara tiba-tiba kadar potassium dan dapat menjadi fatal.

potassium dan dapat menjadi fatal.

Secara keseluruhan, disfungsi ginjal derajat sedang sudah menjadi indikasi pemberian ACE Secara keseluruhan, disfungsi ginjal derajat sedang sudah menjadi indikasi pemberian ACE inhibitor untuk meningkatkan laju plasma pada ginjal. Namun penggunaan obat ini pada CKD inhibitor untuk meningkatkan laju plasma pada ginjal. Namun penggunaan obat ini pada CKD

(15)

Start Free Trial Cancel Anytime.

sebagaimana juga bisa terjadi gangguan keseimbangan potassium atau pemicu terjadinya retensi sebagaimana juga bisa terjadi gangguan keseimbangan potassium atau pemicu terjadinya retensi urin pada laki-laki.

urin pada laki-laki.

Stratego alternativf untuk terapi retensi cairan yang resisten termasuk penggunaan diuretic Stratego alternativf untuk terapi retensi cairan yang resisten termasuk penggunaan diuretic intracena atau penggunaan dosis ekuivalen loop diuretic lainnya (seperti 1 mg bumetanide untuk  intracena atau penggunaan dosis ekuivalen loop diuretic lainnya (seperti 1 mg bumetanide untuk  40 mg furosemide). Efek diuretic intravena akan dipotensialkan dengan pemberian lanjutan 40 mg furosemide). Efek diuretic intravena akan dipotensialkan dengan pemberian lanjutan aminophylline atau dobutamine. Metolazone oral dengan dosis kecil (2,5 mg 2x seminggu) dapat aminophylline atau dobutamine. Metolazone oral dengan dosis kecil (2,5 mg 2x seminggu) dapat membantu walaupun dapat menggangu keseimbangan elektrolit utama sehingga memerlukan membantu walaupun dapat menggangu keseimbangan elektrolit utama sehingga memerlukan pemantauaan yang lebih ketat.

pemantauaan yang lebih ketat.

Restriksi carian (hingga 1200ml perhari) dan restriksi natrium (hingga 50mmol perhari) juga Restriksi carian (hingga 1200ml perhari) dan restriksi natrium (hingga 50mmol perhari) juga dapat membantu, namun perlu juga diperhatikan apabila terjadi gangguan fungsi ginjal. Pada dapat membantu, namun perlu juga diperhatikan apabila terjadi gangguan fungsi ginjal. Pada pola yang umum, kebanyakan pasien dengan CHF lebih tampak basah (pulsasi vena jugular yang pola yang umum, kebanyakan pasien dengan CHF lebih tampak basah (pulsasi vena jugular yang tampak, dan adanya edema ankle minimal) dibandingkan kering yang menimbulkan rasa haus, tampak, dan adanya edema ankle minimal) dibandingkan kering yang menimbulkan rasa haus, lesu dan hipotensi yang akan menambahkan kondisi lebih sulit. Pada akhirnya jika retensi cairan lesu dan hipotensi yang akan menambahkan kondisi lebih sulit. Pada akhirnya jika retensi cairan terjadi maka konsultasi kepada

terjadi maka konsultasi kepada nephrologist nephrologist  sebaiknya dilakukan untuk memastikan pilihansebaiknya dilakukan untuk memastikan pilihan penggunaan terapi dialysis atau ultrafiltrasi.

penggunaan terapi dialysis atau ultrafiltrasi.

Terapi Lainnya Terapi Lainnya

Terapi lainnya juga dapat menunjukkan manfaat pasa pasien dengan CHF, dilihat dari penurunan Terapi lainnya juga dapat menunjukkan manfaat pasa pasien dengan CHF, dilihat dari penurunan angka mortalitas secara umum atau meningkatkan tampakan klinis seperti kapasitas latihan atau angka mortalitas secara umum atau meningkatkan tampakan klinis seperti kapasitas latihan atau derajat rawat inap di rumah sakit. Digoxin saat ini memberikan manfaat yang tidak dapat derajat rawat inap di rumah sakit. Digoxin saat ini memberikan manfaat yang tidak dapat diragukan pada pasien dengan fibrilasi atrial dan pada pasien dengan irama sinus, dimana diragukan pada pasien dengan fibrilasi atrial dan pada pasien dengan irama sinus, dimana ditemukan penurunan durasi dan frekuensi rawat inap. Ekskresi sangat bergantung pada fungsi ditemukan penurunan durasi dan frekuensi rawat inap. Ekskresi sangat bergantung pada fungsi

Gambar

Tabel kesetaraan ACC/AHA dan NYHATabel kesetaraan ACC/AHA dan NYHA

Referensi

Dokumen terkait

Buku ini dimulakan dengan makalah ‘ Mengenali Sosiobudaya Orang Bugis’ yang cuba memberikan pendedahan awal kepada pembaca yang berminat mengenali dan memahami

Berdasarkan hasil pembahasan diatas, dapat disimpulkan: (1) Item pekerjaan yang dapat dilakukan rekayasa nilai pada proyek pembangunan puncak central business district (CBD)

1,3 zoom .1x100 Mahasiswa mencari, mengumpulkan, dan menyusun informasi (konsep,-teori) tentang Beberapa contoh karya dari beberapa filsuf Jawa dari berbagai sumber, lalu

Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) merupakan program wajib bagi seluruh mahasiswa kependidikan di Universitas Negeri Semarang (UNNES), yang bertujuan membekali seluruh

 Pelaporan merupakan bagian penting dari pemantauan dan evaluasi sebuah program yang memuat hasil kemajuan pelaksanaan program secara berjenjang mulai dari

1910 yılının Ağustos ayında hizmete giren 66 numaralı Boğaziçi vapuru ise 52 yıl süren uzun hizmet döneminden sonra 1962 yılında onarılıp, yenilendiI. 1981 yılında

Beberapa Ketentuan dalam Peraturan Daerah Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 12 Tahun 2011 tentang Retribusi Jasa Usaha (Lembaran Daerah Provinsi Daerah