• Tidak ada hasil yang ditemukan

REKOMENDASI PENERAPAN KEBIJAKAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE PADA AREA PRODUKSI PT. Triangle Motorindo - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "REKOMENDASI PENERAPAN KEBIJAKAN TOTAL PRODUCTIVE MAINTENANCE PADA AREA PRODUKSI PT. Triangle Motorindo - Diponegoro University | Institutional Repository (UNDIP-IR)"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

REKOMENDASI PENERAPAN KEBIJAKAN

Keberhasilan proses produksi tidak terlepas dari performa mesin-mesin yang digunakan pada lantai produksi. Baik buruknya performa mesin tersebut bergantung terhadap perawatan (maintenance) yang dilakukan. PT. Triangle Motorindo merupakan produsen sepeda motor lokal dengan merk VIAR. Data pada bulan Januari sampai Juni 2012 menunjukkan downtime terbesar terjadi pada line A yang

memproduksi sepeda motor roda tiga “KARYA”, yang berdampak pada tidak tercapainya target produksi. Meskipun saat ini PT. Triangle Motorindo telah menerapkan sistem perawatan baik preventif maupun korektif, pada kenyataannya frekuensi downtime masih cukup tinggi dan sasaran mutu breakdown sebesar 3% hanya tercapai pada bulan Januari. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Total Productive Maintenance (TPM) yang menggabungkan perawatan produktif dengan keterlibatan karyawan melalui Autonomous Maintenance (AM). Data yang digunakan merupakan data sekunder berupa laporan harian maintenance, monitoring pencapaian sasaran mutu engineering, dan jadwal preventif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa keefektifan total mesin yang diukur dengan OEE (Overall Equipment Effectiveness), TEEP (Total Equipmennt Effectiveness Productivity) masih jauh dari standar 85%, dan nilai NEE (Net Equipment Effectiveness) masih cukup rendah. Usulan perbaikan yang diberikan pada penelitian ini meliputi perbaikan untuk mengeliminasi losses terbesar, perbaikan sistem maintenance saat ini, dan masukan untuk pelaksanaan program AM, 5R, dan AKK (Aktivitas Kelompok Kecil).

(2)

ABSTRACT

The successof production process inseparable from performance of production machines. How

good or bad machine’s performance depends on maintenance activity taken before. Triangle Motorindo Co. Ltd is a company whose produce local motorcycle VIAR. Data from January to June 2012 shows that biggest downtime happened to line A which produce 3-wheels-motorbike KARYA, and affected to unreacheble production target. While Triangle Motorindo Co. Ltd use preventive and corrective maintenance system, in fact, the downtime frequency still high and 3% of breakdown target are unreach. The method used in this research is Total Productive Maintenance which combine productive maintenance with employee participation through Autonomous Maintenance (AM). This research use secunder data such as maintenance daily report, monitoring engineering quality target, and preventive maintenance schedule. The result shows that total machine effectiveness measured by OEE (Overall Equipment Effectiveness), TEEP (Total Equipmennt Effectiveness Productivity) are below 85%, and NEE (Net Equipment Effectiveness) value is low. Recommendation given in this research are for eliminate the biggest losses, improvement for current maintenance system, and recommendation for AM, 5R, and Small Group Activities programs.

(3)

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan dari Total Productive Maintenance (TPM) dan Overall Equipment Effectiveness (OEE) adalah untuk meminimalisir tingginya nilai six big losses yang menjadi

Dengan adanya permasalahan mengenai pencapaian avaibility rate, performance rate dan nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) pada pipe extruder line 9 yang masih rendah

Overall equipment effectiveness (OEE) merupakan metode yang digunakan sebagai alat ukur dalam penerapan program total productive maintenance (TPM) guna menjaga peralatan

Six big losses dihitung untuk mengetahui overall equipment effectiveness (OEE) dari suatu peralatan agar dapat diambil langkah-langkah untuk perbaikan mesin tersebuta.

Evaluasi pelaksanaan Total Productive Maintenance dilakukan dengan menggunakan nilai Overall Equipment Effectiveness (OEE) sebagai penanda dan mencari penyebab

Overall Equipment Effectiveness (OEE) menentukan seberapa efektif mesin, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan masalah dari

Overall Equipment Effectiveness (OEE) menentukan seberapa efektif mesin, Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) untuk mengidentifikasi dan memprioritaskan masalah dari

With the following formula: [12] OEE = Availability % x Performance efficiency % x Rate of quality product % OEE Overall Equipment Effectiveness is part of Total Productive