• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum BankIndonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum BankIndonesia"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

-1-

Peraturan Bank Indonesia No. 9/19/PBI/2007 tanggal 17 Desember 2007

Tentang

Pelaksanaan Prinsip Syariah Dalam Kegiatan Penghimpunan Dana dan

Penyaluran Dana serta Pelayanan Jasa Bank Syariah

Question & Answer

Q : Apakah Peraturan Bank Indonesia (PBI) No.9/19/PBI/2007 tentang Pelaksanaan Prinsip

Syariah Dalam Kegiatan Penghimpunan Dana dan Penyaluran Dana serta Pelayanan

Jasa Bank Syariah merupakan penyempurnaan/penyesuaian dari PBI yang telah ada

sebelumnya, dan apakah latar belakang penyempurnaan/penyesuaian tersebut ?

A : PBI No. 9/19/PBI/2007 adalah merupakan penyempurnaan/penyesuaian PBI No.

7/46/PBI/2005 tanggal 14 November 2005 Tentang Akad Penghimpunan dan

Penyaluran Dana Bagi Bank Yang Melaksanakan Kegiatan Usaha Berdasarkan Prinsip

Syariah, dengan latar belakang sebagai berikut :

• dalam rangka melakukan positivisasi fatwa terbaru yang telah dikeluarkan Dewan Syariah Nasional untuk meningkatkan law enforcement

• sebagai acuan minimal bagi perbankan syariah untuk pemenuhan prinsip syariah dalam kegiatan penyaluran dana, penghimpunan dana dan pelayanan

jasa perbankan

• sebagai salah satu upaya untuk meningkatkan variasi pilihan perbankan syariah dalam melaksanakan kegiatan penyaluran dana, penghimpunan dana dan

pelayanan jasa perbankan dengan tetap memenuhi prinsip syariah

• dalam rangka menunjang pencapaian program akselerasi perbankan syariah.

Q : Apa perbedaan format/bentuk ketentuan antara PBI No.7/46/PBI/2005 tentang Akad

Penghimpunan dan Penyaluran Dana Bagi Bank Yang Melaksanakan Kegiatan Usaha

Berdasarkan Prinsip Syariah dengan PBI No.9/19/PBI/2007 tentang Pelaksanaan Prinsip

Syariah Dalam Kegiatan Penghimpunan Dana dan Penyaluran Dana serta Pelayanan

Jasa Bank Syariah?

A : PBI No. 7/46/PBI/2005 merupakan PBI yang mengatur sekaligus menjelaskan secara

teknis mengenai hal-hal yang dilarang maupun diperbolehkan atas akad-akad yang

digunakan dalam produk Bank Syariah, sedangkan PBI No. 9/19/PBI/2007 merupakan

PBI yang menjelaskan prinsip umum yang berkaitan dengan pelaksanaan prinsip syariah

dalam produk maupun operasional Bank Syariah yang mana penjelasan teknis

(2)

-2-

Q : Mengapa pengaturan mengenai pelaksanaan prinsip syariah ini dipisahkan antara

prinsip umum dalam bentuk PBI dengan penjelasan teknis pelaksanaannya dalam

bentuk Surat Edaran Bank Indonesia ?

A : Hal ini dilakukan untuk memudahkan pengakomodasian perubahan dan/atau

dikeluarkannya fatwa-fatwa syariah baru di masa mendatang yang merupakan salah

satu dasar pertimbangan utama dalam pengembangan produk serta operasional Bank

Syariah.

Q : Hal-hal Prinsipil apa saja yang diatur dalam PBI No.9/19/PBI/2007 tentang Pelaksanaan

Prinsip Syariah Dalam Kegiatan Penghimpunan Dana dan Penyaluran Dana serta

Pelayanan Jasa Bank Syariah ?

A : PBI No.9/19/PBI/2007 mengatur hal-hal berupa : ♦ Penjelasan mengenai cakupan Prinsip Syariah.

♦ Akad-akad yang dapat digunakan pada kegiatan penghimpunan, penyaluran maupun pelayanan jasa Bank Syariah.

♦ Alternatif penyelesaian sengketa antara Bank Syariah dengan Nasabah.

Q : Apakah akad-akad yang dapat digunakan pada produk penghimpunan, penyaluran

dan pelayanan jasa Bank Syariah terbatas hanya pada akad-akad yang ada pada PBI

No.9/19/PBI/2007 ?

A : akad yang dapat digunakan pada produk Bank Syariah tidak terbatas pada

Akad-akad yang disebut pada PBI No.9/19/PBI/2007, Bank syariah dapat mengadopsi Akad-

akad-akad lain bagi produknya selama akad-akad-akad-akad tersebut telah difatwakan oleh Dewan

Syariah Nasional.

Q : Akad-akad apa yang ditambahkan pada PBI No.9/19/PBI/2007 ?

A : Akad-akad yang ditambahkan pada PBI No.9/19/PBI/2007 adalah akad Hawalah,

Kafalah, dan Sharf yang dapat digunakan pada kegiatan pelayanan jasa Bank Syariah,

sehingga diharapkan dapat menambah variasi pilihan produk bank syariah.

Q : Bagaimanakah alternatif penyelesaian sengketa antara Bank Syariah dengan Nasabah?

A : Dalam penyelesaian sengketa, Bank dan Nasabah dapat menempuh cara-cara sebagai

berikut :

♦ Musyarawarah ♦ Mediasi Perbankan

(3)

Referensi

Dokumen terkait

Fasilitas Likuiditas Intrahari Berdasarkan Prinsip Syariah yang selanjutnya disebut FLIS adalah fasilitas pendanaan yang disediakan Bank Indonesia kepada Bank dalam

bahwa dalam rangka meningkatkan efektifitas pelaksanaan pengendalian moneter berdasarkan prinsip syariah, Bank Indonesia perlu menyempurnakan ketentuan mengenai

Penghimpunan dana di bank syariah dapat berbentuk giro, tabungan dan deposito. Prinsip operasional syariah yang diterapkan dalam penghimpunan dana masyarakat adalah

Merupakan Bank yang dalam aktivitasnya, baik penghimpunan dana maupun dalam rangka penyaluran dananya memberikan dan mengenakan imbalan atau dasar prinsip syariah yaitu

Di samping melakukan penghimpunan dana dari masyarakat dan penyaluran dana kepada masyarakat, perbankan syariah juga melakukan kegiatan pelayanan jasa pelayanan

Implementasi prinsip-prinsip akad kegiatan usaha syariah dalam operasional melalui kegiatan penghimpunan dana masyarakat (nasabah); Kegiatan penyaluran dana kepada

Produk umum bank syariah berupa penghimpunan dana berdasarkan prinsip wadiah atau mudharaah dan penyaluran kembali dalam bentuk pembiayaan seperti yang disebutkan didalam Pasal 4

Bank dalam penerapan Good Corporate Governance (GCG) secara umum sangat baik pada Pemenuhan Prinsip Syariah BPRS dalam Pelaksanan Kegiatan Penghimpunan Dana, Penyaluran