• Tidak ada hasil yang ditemukan

ProdukHukum Perdagangan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ProdukHukum Perdagangan"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN

MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 479/MPP/Kep/7/2003 TANGGAL 21 JULI 2003 TENTANG

PENUNJUKAN SURVEYOR SEBAGAI PELAKSANA VERIFIKASI ATAU PENELUSURAN TEKNIS IMPOR NITRO CELLULOSE (NC)

MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN

Menimbang :

a. bahwa dalam rangka pelaksanaan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 418/MPP/Kep/6/2003 tentang Ketentuan Impor Nitro Cellulose (NC), maka dipandang perlu untuk menunjuk surveyor sebagai pelaksana verifikasi atau penelusuran teknis impor Nitro Cellulose (NC).

b. bahwa untuk itu perlu menetapkan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan;

Mengingat :

Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 418/MPP/Kep/6/2003 tentang Ketentuan Impor Nitro Cellulose (NC).

MEMUTUSKAN :

Mentapkan :

PERTAMA :

Menunjuk Surveyor sebagai pelaksana verifiksi atau penelusuran teknis pelaksanaan impor NC, yaitu : 1. PT Surveyor Indonesia;

2. PT Superintending Company of Indonesia (PT Persero SUCOFINDO)

KEDUA :

Kedua Surveyor sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA mempunyai tugas :

1. Melakukan verifikasi atau penelusuran teknis yang meliputi data atau keterangan mengenai : a. negara pembuat barang;

b. spesifikasi barang yang mencakup nomor HS, uraian barang, dan komposisi kimia; c. jumlah dan jenis barang;

d. menuangkan hasil verifikasi atau penelusuran teknis sebagaimana dimaksud dalam butir 1, ke dalam Laporan Survey yang digunakan sebagai dokumen impor;

e. menyampaikan laporan tertulis tentang kegiatan verifikasi atau penelusuran teknis impor NC secara periodik 3 (tiga) bulan sekali kepada Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Departemen Perindustrian dan Perdagangan, cq. Direktur Impor.

KETIGA :

Dalam melaksanakan verifikasi atau penelusuran teknis impor NC, Surveyor dapat memungut imbalan jasa atas jasa yang diberikannya dari importir NC yang besarannya disesuaikan dengan azas manfaat.

KEEMPAT :

Segala biaya yang dikeluarkan berkaitan dengan pelaksanaan Keputusan ini menjadi tanggungjawab Surveyor.

(2)

Penunjukan Surveyor sebagaimana dimaksud dalam Diktum PERTAMA tidak menghapus kewenangan Menteri Perindustrian dan Perdagangan untuk mencabut, mengganti dan menambah penunjukan Surveyor sebagai pelaksana verifikasi atau penelusuran teknis impor NC.

KEENAM :

Hal-hal teknis yang berkaitan dengan pelaksanaan Keputusan ini ditetapkan oleh Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri, Departemen Perindustrian dan Perdagangan.

KETUJUH :

Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta Pada tanggal 21 Juli 2003

MENTERI PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN RI, ttd.

Referensi

Dokumen terkait

Beberapa Ketentuan dalam Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 527/MPP/KEP/9/2004 Tentang Ketentuan Impor Gula sebagaimana telah diubah beberapa kali terakhir

Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 230/MPP/Kep/7/1997 tentang Barang Yang Diatur Tata Niaga Impornya sebagaimana telah diubah dengan Keputusan Menteri

Susunan Pengurus Badan Revitalisasi Industri Kehutanan yang dibentuk dengan Keputusan Bersama Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 803/MPP/Kep/12/2002 dan Menteri Kehutanan

Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Republik Indonesia Nomor 394/MPP/Kep/8/1999 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kantor Wilayah Departemen Perindustrian dan Perdagangan

230/MPP/Kep/7/1997 tentang Barang Yang Diatur Tata Niaga Impornya sebagaimana telah diubah beberapakali terakhir dengan Keputusan Menteri Perindustrian dan

bahwa sebagai tindak lanjut dari Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 86/MPP/Kep/3/2001 tentang Organisasi dan Tata Kerja Departemen Perindustrian dan Perdagangan

Mengubah Lampiran Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan Nomor 558/MPP/Kep/12/1998 tentang tentang Ketentuan Umum di Bidang Ekspor dengan mencabut Keputusan

Pada saat Peraturan Menteri ini mulai berlaku, pengakuan sebagai IP-NC dan Persetujuan Impor NC yang diterbitkan berdasarkan Keputusan Menteri Perindustrian dan Perdagangan