Tentang UI Universitas Indonesia

46 

Teks penuh

(1)

1

PROFIL

(2)

2

1

(3)

2

3

86

Colophon

72

Kegiatan dan Prestasi Mahasiswa 70 Kegiatan Mahasiswa 72 Prestasi Mahasiswa

72 Akademik 72 Seni dan Olahraga 74 Jumlah Mahasiswa

80

Fasilitas

80 Lingkungan Belajar yang Menyenangkan 83 Pusat Kesehatan

83 Angkutan Umum 83 Perpustakaan 84 Fasilitas Berbasis IT 84 Fasilitas Olahraga 84 Dukungan Kebahasaan 85 Tempat Tinggal Sementara 85 Tempat Berkumpul 85 Layanan Perjalanan

78

Kampus Hijau

59

Internasional Pertukaran Internasional 60 Pembelajaran dan Pengajaran Internasional 60

Pertukaran Mahasiswa 60 Double Degree 61 Sandwich Program 61 Akademisi Tamu 61 Jaringan Internasional 62 Perhelatan Internasional 62 Alih Pengetahuan Internasional 63

Guru Besar Tamu 64

46

Penelitian Penelitian Unggulan 49 Pusat Penelitian dan Laboratorium 50

Rumpun Ilmu Kesehatan 50 Fakultas Kedokteran 50 Fakultas Kedokteran Gigi 51 Fakultas Ilmu Keperawatan 51 Fakultas Kesehatan Masyarakat 51

Rumpun Sains dan Teknologi 52 Fakultas Ilmu Komputer 52

Fakultas Teknik 52 Fakultas Matematika dan 52

Ilmu Pengetahuan Alam Rumpun Ilmu Sosial dan Humaniora 53

Fakultas Ekonomi 53 Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya 53 Fakultas Hukum 53 Fakultas Psikologi 54 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 54

Peneliti dan Penelitian 55 Peneliti dan Publikasi 55 Hak Kekayaan Intelektual 56

8

Sejarah Universitas Indonesia

Masa Kolonial Belanda 8 Masa Kemerdekaan 9 Masa Modern 9

Majelis Wali Amanat 14 Senat Akademik 14 Dewan Guru Besar 15 Sistem Penjaminan Mutu 15 Pejabat Universitas 16

Eksekutif 16 Rektor dan Wakil Rektor 16 Bidang Akademik dan Kemahasiswaan 17 Bidang Keuangan, Sumber Daya 19 Manusia dan Administrasi Umum

Penelitian, Pengembangan dan 20 Kerja Sama Industri

Kantor Universitas 21 Kepala Kantor 22 Pejabat Akademik (Dekan Fakultas) 24

Rencana Strategis

2

Daftar Isi

30

Akademik 32 Faluktas

32 Rumpun Ilmu Kesehatan 32 Fakultas Kedokteran Gigi 33 Fakultas Kedokteran 34 Fakultas Ilmu keperawatan 35 Fakultas Kesehatan Masyarakat 36 Rumpun Sains dan Teknologi

36 Fakultas Ilmu Komputer 37 Fakultas Teknik

38 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 39 Rumpun Ilmu Sosial dan Humaniora

39 Fakultas Ekonomi

40 Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya 41 Fakultas Hukum

42 Fakultas Psikologi

43 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 44 Program Vokasi

(4)

4

5

Dewasa ini, dengan lebih dari 400.000 lulusan di dunia lapangan kerja, alumni UI berada pada posisi kuat untuk menduduki berbagai jabatan layanan publik, baik di tingkat nasional maupun internasional. Komitmen tak tergoyahkan UI untuk menciptakan dan mempertahankan sistem pendidikan terbaik telah mendorong universitas ini menetapkan standar internasional yang baru. Penelitian-penelitian dan penerbitan-penerbitan UI yang istimewa telah menarik perhatian banyak universitas luar negeri yang selanjutnya berbuah pada upaya kerjasama. Beberapa kerjasama yang dapat disebutkan, antara lain, dengan Washington University, Tokyo University, Melbourne University, Sydney University, Leiden University, Erasmus University, Kyoto University, Peking University, Tsinghua University, Australian National University, National University of Singapore.

Dalam rangka memperkuat dan memperluas jaringan internasionalnya, UI secara aktif berperan serta dalam perhimpunan pendidikan dan penelitian baik yang bersifat regional maupun internasional. Beberapa lembaga pendidikan terkemuka telah bekerja sama dengan UI dalam lingkup akademik yang luas. Perhimpunan yang dapat disebutkan adalah: APRU (Association of Pacific Rim Universities), AUN (ASEAN University Network), dan ASAIHL (Association of South East Asia Institution of Higher Learning). Selain itu, UI adalah salah satu anggota Dewan Direktur the Association of Pacific Rim Universities (APRU).

UI memiliki dua kampus utama; yang pertama terletak di pusat wilayah bisnis yaitu di Salemba, Jakarta Pusat, dan kampus kedua terletak di lingkungan hijau Depok di Jawa Barat. Kampus Depok terletak di tanah hijau tropis seluas 320 hektar yang dirawat secara cermat dengan separuh dari luas lahan tersebut disisihkan secara eksklusif sebagai laboratorium ekologi dan daerah konservasi. Jika dilihat dari peruntukkannya, seluas 25 persen area tersebut secara ketat diperuntukkan bagi kegiatan-kegiatan akademik, penelitian, dan kemahasiswaan, sedangkan 75 persen sisanya diperuntukkan bagi penghutanan kembali. Secara keseluruhan UI memiliki 8 danau yang tersebar di area kampusnya dan dirawat secara cermat untuk melindungi ekosistem yang rapuh. Sebagai bukti komitmen UI terhadap kampus yang memiliki keseimbangan ekologis, telah dibangun jalur sepeda sepanjang lebih dari 20 km dan disediakan pula bus bagi mahasiswa dan sivitas akademika.

Pengantar Pengantar

Universitas Indonesia (UI) diakui

secara internasional sebagai salah

satu universitas terkemuka di Asia.

Pengantar

4

5

(5)

6

7

Di dunia ini telah muncul tiga kecenderungan utama yang perlu kita hadapi karena kesemuanya mengancam peradaban manusia.

Pertama adalah tekanan pertambahan penduduk. Semua manusia modern dapat merunut akarnya ke benua Afrika. Mereka yang tinggal di belahan bumi lain adalah keturunan suatu kelompok yang terdiri atas beberapa ratus manusia purba yang bermigrasi dari Afrika ke Timur Dekat kira-kira 120 ribu tahun yang lalu. Manusia sungguh telah sangat berhasil dalam mengembangkan peradabannya. Jumlah populasi dunia kini mencapai hampir 6,5 milyar jiwa. Pada tahun 2050, jumlah ini akan mencapai 10 milyar jiwa. Dengan pertumbuhan penduduk seperti ini, akan muncul tekanan pada sumber daya alam yang dibutuhkan bagi kehidupan. Kita membutuhkan ruang untuk tinggal, air, dan makanan. Tidak lama lagi kita akan diharuskan menghasilkan makanan sejumlah dua kali lipat dari apa yang sekarang kita konsumsi sehingga beberapa ahli mulai mempertanyakan apakah persediaan air akan mencukupi.

Tantangan kedua yang dihadapi peradaban manusia adalah ketersediaan sumber energi. Kebudayaan pra-industri tidak mengonsumsi energi dalam jumlah besar. Dewasa ini, di era pasca-industri, dunia yang maju secara teknologi haus akan energi. Listrik yang diperlukan untuk menerangi kota-kota di bumi serta untuk kelangsungan pabrik-pabrik semakin bertambah. Sebagian besar energi berasal dari sumber yang tidak dapat diperbarui, dari bahan bakar yang berasal dari fosil seperti minyak, batubara, dan gas. Kita sekarang tahu bahwa karbon yang dilepas dalam produksi energi menyebabkan pemanasan global dan perubahan iklim, sehingga kita semua dihadapkan pada sebuah dilema. Di satu sisi muncul ancaman pertumbuhan ekonomi yang lambat; di sisi lain adalah kepastian terjadinya perubahan dramatis dan drastis dalam cuaca yang akan berakibat pada naiknya ketinggian permukaan air laut, kegagalan panen, dan migrasi massal. Solusi teknologi yang ada di depan mata kini dalam bentuk sumber

Sambutan dari Rektor Sambutan dari Rektor

Prof. Dr. der Soz. Gumilar Rusliwa Somantri

Rektor Universitas Indonesia

energi yang dapat diperbarui belum sampai pada tingkat yang dapat menghasilkan jumlah tenaga yang kita butuhkan. Lagipula, mengubah cara kita dalam mendorong ekonomi global akan membawa akibat tersendiri. Dilema ini harus diselesaikan. Konsekuensinya, melakukan pekerjaan seperti biasa akan menjadi hal yang terlalu suram untuk direnungkan.

Ketiga, masalah manajemen risiko dan ketidakstabilan dalam sistem keuangan dan perbankan kita. Kegiatan bank dan lembaga-lembaga keuangan menciptakan kekayaan. Karena itu, pemerintahan di dunia memberikan kebebasan besar kepada pihak bank. Hal ini dikenal sebagai regulasi ‘light touch’. Uang dihasilkan dan orang menduga bahwa hal ini akan berlangsung seterusnya. Kemudian datanglah kehancuran keuangan 2008 yang dipicu oleh pengambilan risiko yang berlebihan dan peraturan-peraturan yang tidak memadai. Efek-efek drastis kehancuran ini baru mulai terasa di dunia Barat saat pemerintahan negara-negara tersebut tunggang langgang berupaya membayar hutang nasional mereka yang sangat besar. Masalah peraturan tetap masih ada. Bank menolak peraturan nasional dengan dalih bahwa peraturan tersebut terlalu ketat dan jika dilaksanakan, bank akan pindah ke negara lain. Dana akan mengalir keluar dari sebuah negara. Solusi bagi masalah ini adalah inisiatif global yang mengatur sistem secara global, tetapi hal ini tentu saja bertentangan dengan kepentingan nasional. Masalah ini harus diselesaikan. Kegagalan untuk tidak membuat peraturan sama sekali berarti bahwa cepat atau lambat, kita akan mengalami kehancuran berikutnya. Pemikiran yang cerdas dibutuhkan di sini.

Pemerintah-pemerintah di dunia perlu mendasari keputusan mereka berdasarkan analisis terbaik dan data yang tersedia. Mereka membutuhkan pemikiran yang maju secara teknologi dan kreatif dalam isu-isu yang kompleks dan bersifat global ini. Universitas-universitas berada pada posisi khusus untuk memberikan dan menyediakan pengetahuan ini. Universitas Indonesia telah siap untuk menghadapi tantangan-tantangan ini. Kami dapat menargetkan upaya penelitian untuk mencari jalan keluar bagi masalah-masalah ini serta isu-isu global lainnya yang mendesak. Kami dapat memfokuskan pengajaran kami untuk membekali para calon pemimpin masa depan di bidang bisnis birokrasi, kepemerintahan, dan bidang swasta dengan ketrampilan kognitif dan penyelesaian permasalahan dengan cakupan luas, bergandengan dengan etika yang kuat dan kepedulian terhadap lingkungan. UI berusaha keras menata kembali struktur organisasi, tatakelola kepemerintahan, dan kurikulumnya untuk menghadapi tantangan masa depan.

UI memiliki masa depan, tetapi kami juga memiliki masa lalu. Kaya dalam tradisi akademik, UI telah menghasilkan lebih dari 400.000 lulusan, banyak di antaranya telah memberikan sumbangsih istimewa, tidak saja bagi kehidupan nasional, tetapi juga di skala internasional.

UI adalah kampus bagi para warga dunia masa depan

(6)

8

9

Indonesië Yogyakarta juga dipindahkan kembali ke Jakarta.

Pada tahun 1950, Universiteit van Indonesië digabung menjadi “Universiteit Indonesia”. Universitas ini memiliki beberapa fakultas di beberapa kota, yakni: Jakarta (Kedokteran, Hukum, Sastra dan Filsafat), Bandung (Teknik), Bogor (Pertanian), Surabaya (Kedokteran Gigi), dan Makassar (Ekonomi).

Antara tahun 1954-1963 fakultas-fakultas yang terletak di luar Kota Jakarta kemudian berdiri sendiri sebagai perguruan tinggi mandiri.

Pada tahun 1963, Universitas Indonesia terdiri atas 13 fakultas yang kesemuanya dikelola di Jakarta, seperti: Kedokteran, Kedokteran Gigi, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Sastra, Hukum, Ekonomi, dan Teknik. Beberapa fakultas tambahan lainnya adalah Fakultas Psikologi, Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Kesehatan Masyarakat, Ilmu Komputer, dan Ilmu Keperawatan.

Pasca Kemerdekaan (1970an - Sekarang)

Pada tahun 1970-an hingga 1980-an, Universitas Indonesia memiliki tiga kampus: Salemba, Pegangsaan Timur, dan Rawamangun. Pada tahun 1987 sebuah kampus baru dibangun di Depok di atas tanah seluas 320 hektar. Sejak itu, Universitas Indonesia pindah dari kampus Rawamangun meskipun untuk sementara waktu masih menempati kampus Salemba untuk Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Gigi.

Tanah yang dimiliki UI saat itu ± 350 hektar, terletak di Jakarta Pusat, Depok, Tangerang, dan Jakarta Timur.

Sejak tahun 2000, Universitas Indonesia menjadi satu dari sedikit universitas dengan status Badan Hukum Milik Negara di Indonesia. Perubahan status ini membawa dua perubahan yang berarti bagi UI; otonomi yang lebih besar dalam pengembangan bidang akademik dan dalam pengelolaan keuangan yang memungkinkan UI mengembangkan diri lebih lanjut menjadi universitas kelas dunia.

Dari perspektif sejarah ini, UI telah secara progresif tumbuh menjadi lembaga yang kini siap untuk menjadi pemimpin kemanusiaan dan peradaban dengan menyeimbangkan nilai-nilai akademik, moral, dan seni. Melalui kemajuan-kemajuan ini, UI berniat memimpin bangsa Indonesia menuju masyarakat yang lebih makmur dan demokratis, berfokus pada perdamaian, keadilan, dan nilai-nilai lingkungan yang kuat.

Masa Kolonial Belanda

Perjalanan sejarah Universitas Indonesia sebelum menjadi lembaga sebagaimana kita kenal sekarang, terdokumentasi dengan baik. Gubernur kolonial Belanda mula-mula mendirikan universitas ini pada tahun 1849, dan pada Januari 1851 lembaga ini diberi nama Dokter Djawa School (Sekolah Dokter Jawa). Di akhir abad ke-19, pada tahun 1898, nama sekolah diubah menjadi School tot Opleiding van Indische Artsen (Sekolah Kedokteran bagi Dokter Pribumi) atau STOVIA.

Selama hampir 75 tahun, STOVIA berfungsi sebagai sekolah kedokteran terkemuka di Indonesia sebelum ditutup pada tahun 1927.

Meskipun demikian, sebuah Sekolah Kedokteran didirikan bersamaan dengan sekolah tinggi lain di kota-kota di Indonesia. Keempat sekolah tinggi tersebut adalah:

Technische Hoogeschool te Bandoeng (Fakultas Teknik) pada tahun 1920 di Bandung,

Recht Hoogeschool (Fakultas Hukum) pada tahun 1924 di Batavia, Faculteit der Letteren en Wijsbegeerte (Fakultas Sastra dan Humaniora) di Batavia pada tahun 1940, dan setahun kemudian didirikan Faculteit van Landbouwwetenchaap (Fakultas Pertanian) di Bogor. Kelima sekolah tinggi ini menjadi kerangka dasar dibentuknya

Nood-universiteit (Universitas Darurat) yang didirikan pada tahun 1946 saat Belanda masih menduduki Indonesia setelah Perang Dunia II.

Pasca Kemerdekaan (1947 - 1960an)

Pada tahun 1947 Nood-universiteit berganti nama menjadi Universiteit van Indonesië

yang terletak di jantung Kota Jakarta. Beberapa guru besar nasionalis, paling terkenal, di antaranya adalah Prof. Mr. Djokosoetono, menjalankan kegiatan bagi Universiteit van Indonesië di Yogyakarta yang saat itu merupakan ibukota negara.

Kegiatan akademik utama terpisah dari kampus utama di Jakarta yang saat itu masih diduduki Belanda. Pada tahun 1949 ibukota Indonesia pindah kembali ke Jakarta setelah pihak Belanda mengakui kedaulatan Republik Indonesia. Universiteit van

Perjalanan Sejarah

Grafik 01

Perjalanan Sejarah Universitas Indonesia (UI) 1849 – 2010

Perjalanan Sejarah

Masa Kolonial Belanda & Masa Kemerdekaan Masa Kemerdekaan & Masa Modern

Masa Kolonial Belanda 1849 – 1946

Pasca Kemerdekaan 1947 – 1960an

Pasca Kemerdekaan 1970an – sekarang

1849 Didirikan oleh Gubernur Kolonial

1851 Berganti nama menjadi Dokterdjawa School (Sekolah Kedokteran bagi Orang Jawa)

1946 Nood-universiteit (Universitas Darurat) didirikan 1947 Berganti nama menjadi Universiteit van Indonesië

1949 Universiteit van Indonesië kembali ke Jakarta, dan Universitas Gadjah Mada didirikan di Yogyakarta

2000 UI menjadi universitas dengan Status badan Hukum 1950 Berganti nama menjadi Universiteit Indonesia

1950 UI memiliki 13 Fakultas Jakarta

1954 - 1963 Fakultas-fakultas di luar Jakarta menjadi universitas mandiri

1970s – 1980s UI memiliki 3 Kampus: Salemba, Pegangsaan Timur dan Rawamangun

1987 UI membangun kampus di Depok 1898 Berganti nama menjadi

School tot Opleiding van Indische Artsen/STOVIA (Sekolah Kedokteran bagi Dokter-Pribumi)

1940 Faculteit der Letteren en Wijsbegeerte (Fakultas Sastra dan Humaniora) didirikan di Batavia

1941 Faculteit van Landbouwweteschap (Fakultas Pertanian) didirikan di Bogor 1920 Technische Hoogeschool

te Bandoeng (Fakultas Teknik di Bandung) didirikan

1927 STOVIA ditutup

Sejarah Universitas Indonesia

(7)

10

Prestasi

11

universitas riset

kelas dunia

menjadikan UI sebagai

kampus internasional,

multikultural, dan

berpandangan terbuka

Rencana Strategis

Universitas Indonesia, sebagai salah satu universitas riset terkemuka di Asia berkeinginan

menjadi

QS World University Rankings 2009 • rangking ke-1 di Indonesia

• rangking ke-5 di kawasan Asia Tenggara • rangking ke-34 di kawasan Asia • rangking ke-201 di dunia • rangking ke-102 untuk Ilmu Sosial

• rangking ke-104 untuk Seni dan Humaniora

• rangking ke-126 untuk Ilmu Kehidupan & Bio-Kedokteran • rangking ke-198 untuk Teknik & Teknologi Informatika • rangking ke-242 untuk Ilmu Pengetahuan Alam

QS World University Rankings 2010 • rangking ke-1 di Indonesia

• rangking ke-6 di kawasan Asia Tenggara • rangking ke-50 di kawasan Asia • rangking ke-236 di dunia • rangking ke-95 untuk Ilmu Sosial

• rangking ke-172 untuk Seni dan Humaniora

• rangking ke-141 untuk Ilmu Kehidupan & Bio-Kedokteran • rangking ke-203 untuk Teknik & Teknologi Informatika • rangking ke-280 untuk Ilmu Pengetahuan Alam

• Christiaan Eijkman, 1929 pemenang hadiah Nobel Ilmu Faal atau Kedokteran. • Nominasi univeristas terbaik oleh the Globe Asia Magazine 2008.

• Nominasi univeristas terbaik di Indonesia oleh Majalah Tempo 2008.

• Nominasi universitas terbaik di Indonesian ICT Award (INCAITA) 2008 dalam bidang TI dan infrastruktur dalam kategori

isi dan aplikasi terbaik.

• Pemenang peghargaan pada Indonesian ICT Award (INAICTA) 2008 sebagai universitas dengan akses dan konektivitas

terbaik.

• Enam kali menjadi tuan rumah the Indonesian Robot Contest. Perlombaan tahunan ini diselenggarakan oleh Direktorat

Pembinaan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (Ditlitabmas), Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Nasional bekerja sama dengan lembaga yang ditunjuk untuk melaksanakan Lomba Robot Regional dan Nasional.

• Pemenang kedua Universitas Negri kategori Laman Terbaik dan inals untuk suvenir dan majalah lomba Anugrah Media

Humas yang dilaksanakan oleh Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (BAKOHUMAS) Indonesia.

• Universitas Indonesia memiliki pusat latihan CDMA dan NGN bekerjasama dengan Huawei dan Kementrian Informasi,

Teknologi, dan Komunikasi.

• Melalui berbagai inisiatif kampus hijau, lebih dari 40.000 anggota komunitas olahraga Universitas Indonesia meningkatkan

dan menjamin masa depan yang lebih baik dalam rangka mengurangi pemanasan global.

• Selama tahun 2008 dibangun jalur sepeda sepanjang 20 kilometer mengelilingi Kampus Universitas Indonesia Depok. • Universitas Indonesia terpilih sebagai tempat Barrack Hussein Obama, Presiden Amerka Serikat, selama kunjungan ‘pulang

kampung’- nya di Jakarta, menyampaikan pidato bersejarahnya tentang demokrasi dan pluralisme kepada hadirin berjumlah lebih dari 6.000 mahasiswa, akademia, mantan pejabat negara, masyarakat madani, pemimpin keagamaan dan disiarkan ke seluruh dunia.

• Juara I pada Telcom Smart Campus Award Tesca 2010 untuk Pengetahuan Kolektif dan Aplikasi Robust. • Juara II pada Telcom Smart Campus Award Tesca 2010 untuk Infrastruktur - The most Manageable Node.

• Juara I pada Telcom Smart Campus Award Tesca 2010 untuk Individu Istimewa: Agus Awaludin, Koordinator Jejaring UI. • Memenangkan gelar booth paling favorit di 19th Education and Training Expo 2010 di Jakarta Convention Center. • Memenangkan gelar stand terbaik dan paling favorit di Kanisius College Education Fair 2010.

• Juara I untuk Tabloid Terbaik maupun Juara I Laman Terbaik pada 2010 Ing Griya Competition yang diselenggarakan oleh

Perhimpunan Hubungan Masyarakat (PERHUMAS) Indonesia.

• Juara I Universitas Negeri dalam kategori Laman Terbaik, pemenang kedua untuk majalah dan pemenang ketiga untuk

suvenir pada lomba Anugrah Media Humas 2010 yang diselenggarakan oleh Badan Koordinas Hubungan Masyarakat (BAKOHUMAS) Indonesia.

Rektor UI, Professor Dr. der Soz. Gumilar Rusliwa Somantri baru-baru ini menerima berbagai penghargaan sebagai pengakuan

atas prestasinya yang menonjol:

• Doktor Honoris Causa dalam Sains (Hon D.Sc) sebagai pengakuan atas sumbangsihnya yang istimewa terhadap Pendidikan

Tinggi di Indonesia oleh Loughborough University, UK.

• Doktor Honoris Causa dalam Ilmu Politik dari Chonbuk National University, Korea Selatan. • Penghargaan untuk Kepemimpinan Teladan dari Direktur Utama Pemasaran Asia.

• Kazue Mclaren Leadership Achievement untuk Penghargaan Publik bagi kepemimpinan Akademik maupun Profesional serta riset terbaik dari Asia Paciic Academic Consortium for Public Health (APACPH).

(8)

12

13

Tata Kelola Universitas

Universitas Indonesia (UI) adalah lembaga pendidikan yang secara internasional diakui sebagai lembaga pendidikan riset intensif. Riset-riset kami dengan basis luas dan program-program pendidikan kami mencakup sains dan teknologi, bidang sosial, humaniora, dan ilmu kesehatan. Program-program mendalam ini mempersiapkan para mahasiswa untuk menjadi pemimpin dalam lingkungan kerja global yang kompetitif. UI mempertahankan standar tinggi dalam kepemimpinan yang diakui secara internasional dan yang terdiri atas Majelis Wali Amanat, Senat Akademik Universitas, Dewan Guru Besar, rektor dan tim pendukungnya, para dekan fakultas dan staf administrasi.

Prinsip transparansi dan akuntabilitas merupakan tulang punggung cara kami mengelola kampus. UI yakin bahwa lewat berbagai tim ini akan dibangun cara-cara baru dan kreatif untuk mendekati dan mengkoordinasi sebuah universitas bertaraf internasional.

Kami mendorong staf pengajar maupun para mahasiswa untuk memiliki kerangka pikiran yang lebih luas dan luwes dalam kegiatan-kegiatan program penelitian dan pendidikan. Kepemimpinan UI bertumpu pada diskusi terbuka dan jujur untuk membangun konsensus dalam proses pengambilan keputusan guna melaksanakan kebijakan-kebijakan strategis yang memberikan keuntungan bagi semua pihak yang terlibat. UI bertanggung jawab kepada segenap pemangku kepentingan atas semua nilai yang dijunjung, misi yang ingin dicapai, dan tujuan serta prioritas yang ditetapkan. Struktur organisasi UI dirancang untuk menjamin mutu kebijakan, program penelitian dan kinerja akademik, serta kesejahteraan finansial seluruh lembaga sebagai kesatuan, dan mempertahankan tingkat pencapaian tertinggi dalam persaingan global.

Kerja sama yang erat antara Rektor UI dan timnya dengan menekankan segi perencanaan pendanaan dan kesinambungan keuangan Universitas, memungkinkan peletakan rancangan masa depan UI yang efektif. Di dalam tubuh UI, diskusi dinamis dan subur antara unit kerja merupakan contoh baik bagaimana sebaiknya sebuah universitas kelas dunia harus beroperasi dalam era demokratis ini. Sebagai tambahan, untuk administrasi pusat UI, staf administrasi masing-masing fakultas dan departemen memiliki peran kunci dalam administrasi kegiatan-kegiatan penelitian dan pendidikan.

Majelis Wali Amanat

Dewan Guru Besar Senat Akademik

Universitas

R E K T O R

Pengembangan dan Pelayanan

Sistem Informasi Sekretaris Universitas Lembaga Audit Internal Sistem Penjaminan Mutu

Akademik

Direktur Keuangan Dekan Fakultas

Kepala Program Pascasarjana

Kepala Program Vokasi

1. 2. 3. 4. 5.

Direktur Pendidikan

Manajemen Aset

Direktur Bidang Alumni Direktur Penelitian dan Pelayanan Masyarakat

Direktur Kemitraan dan Inkubator Bisnis

Direktur Aset dan Pengembangan Bisnis Direktur Kemahasiswaan

Direktur Pengembangan Akademik

Direktur Pengembangan Sumber Daya Manusia Direktur Akuntansi

Direktur Bidang Umum dan Fasilitas

Rumah Sakit Pembelajaran Perpustakaan

Pengembangan dan Pelayanan Sumber Pembelajaran

Dewan Audit

Grafik 02

Struktur Inti Organisasi Universitas Indonesia (UI) 2007–2012

1. Bidang Unsur Pelaksanaan Akademik

2. Bidang Koordinasi Unsur Manajemen

3. Bidang Koordinasi Unsur Pelaksanaan Akademik 4. Bidang Koordinasi Unsur

Pendukung

5. Bidang Koordinasi Unsur Pengawasan Lembaga tertinggi Universitas Lembaga Tertinggi Universitas

Lembaga Akademik Normatif

Pimpinan Universitas

Unsur Manajemen

Unsur Pendukung

Garis Komando

Fungsional Garis Koordinasi

Struktural Wakil Rektor Bidang

Sumber Daya Manusia, Keuangan dan Administrasi Umum

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan dan Kerjasama Industri

Administrasi Pusat

(9)

14

15

Majelis Wali Amanat

Senat Akademik Universitas

Majelis Wali Amanat adalah majelis tertinggi di Universitas yang mewakili para pemangku kepentingan dari pihak pemerintah, masyarakat, dan universitas dengan jumlah anggota maksimum 21 orang.

Keanggotaan Majelis Wali Amanat terdiri atas beberapa unsur, khususnya: Menteri Pendidikan Nasional, Senat Akademik Universitas, Rektor, anggota Masyarakat, Karyawan Universitas, dan Mahasiswa, yang kesemuanya ditunjuk atau diberhentikan oleh Menteri dengan masa jabatan lima tahun. Wakil mahasiswa hanya ditunjuk untuk satu tahun sehingga akan digantikan oleh yuniornya karena tujuan utama mereka harus dipusatkan pada studi akademik.

Tugas utama Majelis Wali Amanat adalah menentukan

kebijakan umum universitas, menunjuk atau

memberhentikan pimpinan universitas, mengawasi manajemen universitas secara menyeluruh dan menilai kinerja pimpinan universitas.

Senat Akademik Universitas Indonesia (SAUI) adalah lembaga normatif tertinggi kedua setelah Majelis Wali Amanah. Lembaga ini bertanggung jawab untuk merumuskan kebijakan akademik universitas. Senat Akademik ini terdiri atas Rektor, para Wakil Rektor, para Dekan dan Kepala Program Pascasarjana, Wakil para Guru Besar, Wakil para Dosen, dan Kepala Perpustakaan UI.

Ketua 01

dr. H. Purnomo Prawiro

Purnomo Prawiro, adalah direktur pelaksana Grup Blue Bird, perusahaan taksi terkemuka di Indonesia, sejak didirikan pada tahun 1972 disamping juga seorang dokter. Dewasa ini ia menjabat ketua DPD Organda Jakarta.

Sekretaris 02

Dra. E.J.M. Damona K. Poespawardaja, M.A.

Damona K. Poespawardaja adalah staf pengajar di Fakultas Psikologi, Universitas Indonesia. Ia adalah pemegang gelar master dalam psikologi sosial dari Ball State University, AS sedangkan gelar S-1 nya diperoleh dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia.

Ketua 03

Prof. Dr. Ir. Mohammad Nasikin, M.Eng.

Mohammad Nasikin adalah guru besar dan pengajar di Departemen Teknik Kimia, Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Ia meraih gelar doktor dengan pengutamaan dalam bidang Katalis Heterogenik lewat program

sandwich di Univeristas Indonesia dan Tokyo Institute of Technology, Jepang. Mohammad Nasikin juga merangkap sebagai Kepala Koordinator Operasional

JSPS Cooperation dan Ketua Komite Penyelenggara Simposium Regional Teknik Kimia (RSCE).

Sekretaris 04

Enie Novieastari, SKp., MSN

Enie Novieastari adalah pengajar di Fakultas Ilmu Keperawatan UI yang tengah menempuh pendidikan untuk gelar doktor. Gelar master diperolehnya dari

School of Nursing, Catholic University of America, Washington DC, AS sedangkan gelar S-1 diraih di

program keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.

Dewan Guru Besar

Dewan Guru Besar adalah lembaga universitas yang terdiri atas semua guru besar universitas. Dewan ini bertujuan meningkatkan kehidupan akademik, integritas moral, dan etika akademik, serta menentukan pemberian jabatan guru besar. Dewan ini dipimpin oleh seorang Ketua dibantu oleh seorang Sekretaris yang dipilih oleh para guru besar.

Ketua 05

Prof. Dr. Biran Affandi, Sp.OG (K)

Biran Affandi adalah salah seorang Guru Besar Kebidanan dan Penyakit Kandungan di Fakultas Kedokteran UI. Ia meraih gelar doktornya melalui program sandwich antara Universitas Indonesia dan

Karolinksa Institutet, Stockholm-Swedia. Ijazah spesialis

dalam Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan serta gelar doktor diperolehnya dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Biran juga pernah menjabat sebagai ketua untuk berbagai perhimpunan profesi selama karirnya sebelum diangkat sebagai Ketua Dewan Guru Besar.

Sekretaris 06

Prof. Dr. Rosari Saleh, rer.net

Rosari Saleh adalah Guru Besar Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia. Gelar doktor diperoleh dari Fahrbreich Physik Philipps Universitatet Marburg, Jerman.

Tata Kelola Universitas Majelis Wali Amanah & Senat Akademik Dewan Guru Besar & Sistem penjaminan Mutu Tata Kelola Universitas

14

01 02 03 04 05 06 07 08

Lembaga Penjaminan Mutu

Akademik & Lembaga Audit

Internal

Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Akademik 07

Prof. Dr. drg. Hanna H. Bachtiar-Iskandar, Sp.RKG(K) Hanna Bachtiar lulus dengan gelar Dokter Gigi dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Almamaternya adalah juga lembaga tempat ia meraih gelar doktor. Keahlian utamanya adalah dalam bidang radiologi kedokteran gigi dan ia telah mengajar dalam bidang ini di FKG-UI. Pada tahun 1993, Hanna

Bachtiar mengambil kursus pelatihan JICA di Kyushu,

Jepang dan juga adalah penerima Beasiswa Nishika untuk Kursus Pencitraan Diagnostik Modern pada tahun 1995.

Kepala Lembaga Audit Internal 08

Afrizal, S.E., M.Si., AK

Afrizal, lulusan Fakultas Ekonomi tahun 1985, meraih

gelar master dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia dengan kekhususan Administrasi dan Kebijakan Perpajakan. Selain mengajar di UI, ia pernah memangku jabatan sebagai auditor di berbagai Kantor Akuntan Publik di Indonesia. Pengalaman kerjanya mencakup jabatan sebagai manajer dan asisten direktur di berbagai perusahaan swasta. Sebelum ditunjuk sebagai Kepala Lembaga Audit Internal,

Afrizal menjabat sebagai Manajer Audit di Lembaga

(10)

16

17

Pengelolaan sehari-hari universitas menjadi tanggung jawab lembaga eksekutif yang dikepalai Rektor, sementara Majelis Wali Amanat, yang bersifat non-eksekutif, bertanggung jawab untuk memantau dan memberikan pendapat kepada lembaga eksekutif.

Lembaga eksekutif universitas terdiri atas seorang rektor, tiga wakil rektor ditambah satu sekretaris universitas, dan para kepala unit kerja.

Di bawah lembaga eksekutif, para Dekan bertanggung jawab atas fakultasnya masing-masing dan kehidupan akademik di universitas.

Pejabat Universitas

Eksekutif

Rektor 09

Prof. Dr. der Soz. Gumilar Rusliwa Somantri

Gumilar Rusliwa Somantri dikenal sebagai “dekan hijau” di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik karena upayanya untuk mencapai keseimbangan lingkungan. Ia dikenal sebagai ahli dalam Sosiologi Perkotaan. Ia juga pernah memangku berbagai jabatan manajerial di dalam lingkungan universitas seperti Sekretaris Majelis Wali Amanah (2001-2002) dan Deputi Direktur Pusat Studi Jepang (1997-2003) di Universitas Indonesia. Ia ditunjuk sebagai rektor untuk masa jabatan 2007-2012 dan adalah rektor termuda dalam sejarah UI. Di samping itu ia juga adalah satu dari sedikit rektor yang bukan alumnus Fakultas Kedokteran. Gumilar R. Somantri meraih gelar S-1 dalam bidang Sosiologi dari Universitas Indonesia dan gelar doktor dari Faculty of Sociology at Bielefeld University, Jerman. Ia sangat aktif dalam berbagai forum internasional, seperti sebagai komite pengarah dalam Association of Pacific Rim Universities (APRU), Association of Southeast Asian Institutions of Higher Learning (ASAIHL), dan Sasakawa Young Leaders Forum (SYLFF). Ia juga adalah anggota ASEAN University Network (AUN), Southeast Asia-Taiwan Universities (SATU), ASEAN-European Academic University Network (ASEAN Uninet), Federation

of Universities of the Universities of the Islamic World (FUIW), Southeast Asian Ministers Education Organization

for Tropical Medicine and Public Health (SEAMEO TROPMED), dan Association of Univesities of Asia and Pacific (AUAP).

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan 10

Dr. Ir. Muhammad Anis. M.Met.

Muhammad Anis lulus dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia dengan kekhususan di bidang metalurgi pada tahun 1983. Ia kemudian melanjutkan pendidikannya dan meraih gelar doktor dan master dalam metalurgi dari School of Materials, University of Sheffield, UK. Sebelum memangku jabatannya yang sekarang, Muhammad Anis telah memangku beberapa jabatan di dalam lingkungan Fakultas Teknik, antara lain sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik (1993-1997), Wakil Dekan Kerja Sama (1997-2000), serta Direktur Program Ekstensi untuk dua masa jabatan (1993-2000). Ia juga pernah duduk sebagai anggota Senat Universitas (1997-2000) dan Anggota Senat Akademik Universitas (2000-2007). Ia adalah Direktur Pendidikan Universitas Indonesia selama masa 2003-2007 dan diangkat sebagai Wakil Rektor untuk masa jabatan 2007-2012.

Direktur Pendidikan 13

Prof. Dr. Multamia R.M.T. Lauder, Mse., DEA

Multamia Retno Mayekti Lauder adalah ahli dialektologi. Ia lulus dari Universitas Indonesia dengan gelar S-1 dalam bidang Linguistik, dan selanjutnya meraih gelar Maîtrise de Linguistique et Phonétique dari L’Institute de Phonétique de Grenoble, Prancis serta Diplôme d’Études Approfondies de Géolinguistique dari Faculté des Lettres L’Université de Grenoble III, Prancis. Ia meraih gelar Doktor dalam Geographical Linguistics (cum laude) dari Universitas Indonesia. Ia mengawali karirnya sebagai pengajar dengan pangkat Dosen Junior sampai akhirnya meraih gelar Guru Besar. Ia pernah memangku beberapa jabatan manajerial dan eksekutif, seperti Wakil Dekan Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (1999-2003), Deputi Direktur Penelitian dan Pelayanan Masyarakat di UI (Februari 2006-Oktober 2007). Ia menjabat Direktor Pendidikan UI sejak 2007. Karya-karyanya telah diterbitkan secara internasional oleh Multilingual Matters dan ia terpilih sebagai

kontributor Indonesia bagi Laporan Bahasa Dunia UNESCO. Ia berkontribusi untuk sejumlah inisiatif penelitian

dan beberapa komite tingkat nasional maupun internasional.

Pejabat Universitas Pejabat Universitas

10

09 11 12 13

Bidang Akademik dan Kemahasiswaan

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia, Keuangan, dan Administrasi Umum 11

Dr. Tafsir Nurchamid, Ak., M.Si.

Tafsir Nurchamid menyandang gelar doktor dan master dalam Administrasi Perpajakan dari Universitas Indonesia dan sekaligus adalah akuntan terdaftar. Ia memperoleh S-1 dalam Ekonomi dengan pengutamaan Akuntansi dari Universitas Indonesia. Tafsir Nurchamid pernah memegang beberapa jabatan dalam lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, seperti Deputi Kepala Program Diploma (1997-2004), Wakil Dekan Bidang Non-Akademik (2003-2007). Di luar kehidupan akademik ia pernah menjabat sebagai Direktur Keuangan dan Administrasi

(1985-2003) dan Dewan Komisaris PT JIEP Jaya Company dari tahun 1997-2000.

Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengembangan, dan Kerjasama Industri 12

Sunardji, S.E., M.M.

Sunardji lulus Program Magister Sekolah Tinggi PPM dengan gelar Master dalam Keuangan. Ia adalah pengajar pada Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia, sejak tahun 1974 hingga kini. Di fakultas yang sama ia juga pernah memangku beberapa jabatan termasuk sebagai Kepala Departemen Akuntansi selama dua masa jabatan (1995-2001) dan Wakil Dekan (2001-2005). Ia pernah bekerja di beberapa perusahaan swasta dengan posisi dari mulai staf sampai Direktur. Ia juga anggota aktif dalam beberapa perhimpunan, di dalam maupun luar negeri, dan

pernah mengikuti pelatihan di Indonesia maupun luar negeri, seperti Cina, AS, dan Thailand. Sunardji adalah juga

anggota dari beberapa perhimpunan profesi dan kolektor koin.

(11)

18

19

15 16 18 19

17

Direktur Kemahasiswaan 14

Dr. Kamarudin

Kamarudin adalah staf pengajar bidang politik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Ia meraih gelar S-1, S-2, dan doktor dari Universitas Indonesia dengan pengkhususan politik. Aktif di media cetak, ia pernah menjabat Kepala Asosiasi Penelitian dan Pengembangan Majalah Ummat (1996-1998), Kepala Asosiasi Penelitian dan Pengembangan Majalah Gatra (1998-2002), serta Manajer Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FISIP UI (2002-2007). Sepanjang karirnya sebagai staf akademika di FISIP-UI, ia telah menerbitkan beberapa buku berkaitan dengan bidang minatnya yaitu Politik, Partai Politik, dan Pilkada.

Direktur Pengembangan Akademik 15

Dr. Ing. Ir. Dwita Sutjiningsih

Dwita Sutjiningsih adalah pengajar teknik sipil. Ia meraih gelar doktor dalam Hidrologi dari Universitaet Hannover, Jerman. Keahliannya adalah teknik persungaian dan ia lulus dari IHE, Delft, Belanda. Gelar S-1 diraih dalam bidang teknik sipil dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia. Ia pernah menjabat Kepala Sub-Direktorat Pengembangan Akademik Universitas Indonesia dari 2004-2005 dan Kepala Departemen Teknik Sipil, FTUI dari 2002-2004. Dwita Sutjiningsih pernah mengikuti berbagai pelatihan di dalam maupun luar negeri seperti di Jakarta, Bandung, Malaysia, dan Hannover serta Karlsruhe, Jerman dalam bidang keahliannya yaitu teknik sipil.

Kepala Pelayanan dan Pengembangan Sumber Daya Pembelajaran 16

Drs. Gatot Fatwanto Hertanto, M.Sc. Ph.D.

Gatot Fatwanto adalah pengajar matematika di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Ia

juga menjabat Direktur Eksekutif Pusat Pembelajaran Jarak Jauh (DLC) GDLN. Semua gelar yang diperolehnya

adalah dalam matematika, termasuk gelar doktor dari University of Queensland, Brisbane, Australia. Gelar master diperolehnya dari Michigan State Univeristy, E. Lansing, AS dan S-1 dari Universitas Indonesia. Ia pernah menjabat Deputi Direktur Pengembangan Akademik pada Direktorat Pengembangan Akademik, Universitas Indonesia selama periode 2006-2007 dan Kepala Sub-Direktorat Pelayanan Internal dan Eksternal pada Direktorat Pengembangan dan Pelayanan TI, Universitas Indonesia dari 2004-2006.

Direktur Keuangan 18

Lien Indriana, S.E.

Lien Indriana adalah pengajar di Departemen Akuntansi Fakultas Ekonomi, Universitas Indonesia (FEUI). Penelitian serta minat pengajarannya berfokus pada akuntansi keuangan dan ia adalah lulusan Departemen Akuntansi FEUI tahun 1976. Ia telah memegang beberapa jabatan sejak lulus, di antaranya: anggota Lembaga Audit UI, Kepala Administrasi dan Keuangan di Pusat Pengembangan Akuntansi , FEUI, anggota Badan Akreditas Nasional, dan Wakil Dekan bidang Administrasi dan Keuangan di FEUI.

Direktur Pembinaan Sumber Daya Manusia 19

Ir. Herr Soeryantono, M.Sc, Ph.D.

Herr Soeryantono adalah pengajar di Fakultas Teknik. Ia lulus S-1 dari Departemen Teknik Sipil di UI dan meraih gelar Doctor of Philosophy serta Master of Science dalam Teknik Sipil dari Michigan State University. Ia adalah

pengajar senior dalam Transportasi Kontaminan, Cairan Mekanik dan Teknik Pengairan, Departemen Teknik Sipil

sejak tahun 1984. Herr Soeryantono menjabat Direktor Pusat Penelitian Lingkungan dan Teknik Pengairan, FTUI sejak 1997 dan pernah menjabat sebagai Wakil Dekan bidang Akademik, FTUI (2004-2007). Pada bulan Januari 2008, ia diangkat sebagai Kepala Kantor Penerimaan Mahasiswa Univeristas Indonesia hingga 8 September, 2008.

Keuangan, Sumber Daya Manusia dan Administrasi Umum

17

Kepala Perpustakaan 17

Dra. Luki Wijayanti, S.S., M.Si.

Sebelum memangku jabatan sebagai Kepala Perpustakaan Universitas Indonesia, Luki adalah Kepala Perpustakaan Fakultas Kedokteran, Universitas Gajah Mada dan juga Kepala Perpustakaan Fakultas Sastra, Universitas Indonesia. Luki Wijayanti adalah pengajar ilmu perpustakaan yang memiliki dua gelar S-1, satu dalam Sastra Inggris dan satu lagi dalam Ilmu Perpustakaan. Ia meraih gelar master dalam Ilmu Pengetahuan Informasi dan dewasa ini sedang menempuh pendidikan doktoralnya di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Indonesia. Di samping itu, Luki terlibat secara aktif sebagai Pimpinan Proyek di berbagai proyek tentang digitalisasi perpustakaan, termasuk di UI, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi, AUNILO, dan Universitas Petra.

14

Pejabat Universitas Pejabat Universitas

(12)

20

21

24

24 25

Kantor Universitas

Sekretaris Universitas 25

Prof. Dr. I Ketut Surajaya, M.A.

Ketut Surajaya adalah doktor dan Guru Besar pertama dalam bidang Sejarah Jepang di Indonesia. Ia meraih gelar doktor dalam sejarah pemikiran politik Jepang serta master dalam Sosiologi dari Hitotsubashi University, Tokyo, Jepang. Ketut Surajaya lulus dari Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya pada tahun 1976. Selama karir akademiknya, ia telah memangku jabatan sebagai Kepala Program Studi Jepang (1983-1988), Ketua Departemen Sejarah (2005-2007), Anggota MWA (2003-(2005-2007), Anggota SAU (2003-2011), Ketua Umum Asosiasi Studi Jepang di Indonesia (ASJI) selama periode 1990-2003, Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan (1989-1992), serta Wakil Dekan di beberapa universitas swasta di Jakarta. Ia telah menerbitkan hasil-hasil penelitiannya di jurnal-jurnal ilmiah, khususnya dalam bidang keahliannya yaitu sejarah Jepang.

21 22 23

Direktur Pengembangan Aset dan Ventura 23

dr. Soenanto Roewijoko, MS, Sp.A

Soenanto Roewijoko aktif sebagai fasilitator, penyelia laboratorium dan pengajar di Fakultas Kedokteran. Ia meraih gelar dokter dari Fakultas Kedokteran UI di mana ia juga memperoleh brevet keahlian dalam ilmu kesehatan anak. Ia memperoleh sertifikat dalam bidang histololgi dari Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia (PAAI). Dewasa ini ia menjadi anggota beberapa perhinpunan, seperti Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Perhimpunan Ahli Anatomi Indonesia, dan Ikatan Dokter Keluarga Indonesia. Ia pernah menjabat Wakil Dekan bidang Administrasi Umum dan Keuangan (1997-2003) di Fakultas Kedokteran UI, diikuti dengan jabatan sebagai Direktur Bagian Umum (2003-2005) dan Direktur Jendral Rumah Tangga dan Fasilitas (2005-2007) di UI.

Direktur Riset dan Pengabdian kepada Masyarakat 24

Bachtiar Alam, Ph.D.

Bachtiar Alam adalah pengajar pada Program Studi Jepang, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia (FIB UI). Ia memperoleh gelar S-1 dari program studi Jepang UI dan gelar doktor dalam bidang Antropologi dan master dalam Sosiologi dari Harvard University. Sejak tahun 2005-2008, menjabat sebagai Ketua Asosiasi Studi Jepang di Indonesia (ASJI) tempat ia terdaftar sebagai anggota sejak tahun 1995. Bachtiar juga

adalah anggota Japanese Society of Cultural Anthropology (sejak 2003) dan anggota Dewan Penasihat Kedutaan Jepang diJakarta (2002-2005). Ia pernah menjadi Guru Besar Tamu pada Department of Cultural Anthropology,

University of Tokyo.

Direktur Hubungan Alumni 21

Drs. Arie Setiabudi Soesilo, M.Sc.

Arie Setiabudi memperoleh gelar master dalam Sosiologi dari Purdue University, Amerika Serikat. Gelar S-1 diperoleh dari Universitas Indonesia dengan pengkhususan Sosiologi. Saat ini ia tengah menyelesaikan pendidikan doktornya dalam bidang Sosiologi di Universitas Indonesia. Di samping mengajar, karirnya di UI adalah dalam bidang yang berkaitan dengan kemahasiswaan. Pada tahun 2005-2007 ia adalah Direktur bidang Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni UI dan Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni (2002-2005). Sebelum itu, Arie Setiabudi mengawali karirnya di jajaran pejabat eksekutif sebagai Wakil Dekan bidang Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI (1998-2002).

Direktorat Kemitraan dan Inkubator Bisnis 22

Prof. Drh. Wiku Bakti Bawono Adisasmito, M.Sc., Ph.D.

Wiku Bakti Bawono adalah pemegang gelar master dalam Kesehatan Lingkungan dari Colorado State University Fort Collins, AS. Ia meraih gelar S-1 dalam bidang kedokteran hewan dari Institut Pertanian Bogor (IPB). Ia

telah menjalani sejumlah pelatihan mulai dari bidang pasar modal industri hingga sekuritas industri dan telah menghasilkan banyak terbitan dalam berbagai jurnal ilmiah dan juga telah menerbitkan beberapa buku tentang audit dan manajemen rumah sakit. Sebelum memangku jabatannya yang sekarang, ia menjabat sebagai Deputi Direktur, Deputi Direktur Direktorat Penelitian dan Pelayanan Masyarakat UI untuk Pengembangan Taman Sains (2006-2007), Sekretaris Departemen Studi Administrasi Rumah Sakit UI (1996-1999), serta Kepala Penelitian dan Pelayanan Masyarakat Unit Fakultas Kesehatan Masyarakat UI (2005-2006).

Penelitian, Pengembangan dan Kerja Sama Industri

Direktur Umum dan Fasilitas 20

Dr. Ir. Donanta Dhaneswara, M.Si.

Donanta Dhaneswara meraih gelar S-1, master, dan doktor dalam Metalurgi dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI). Keahliannya dalam membran material dan minatnya dalam desain alloy dan casting logam telah menghasilkan penerbitan sejumlah artikel dan buku dalam bidang ini. Ia adalah juga anggota dari beberapa perhimpunan ilmiah di Indonesia dan Singapura. Donanta Dhaneswara adalah Dosen aktif di FTUI, di mana ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Dekan Kemahasiswaan (1996-2000). Sebelum diangkat menjadi Direktur ia menjabat sebagai Kepala Keamanan Kampus.

20

Pejabat Universitas Pejabat Universitas & Kantor Universitas

(13)

22

23

Kepala Kantor

Kepala Kantor Internasional 27

Raphaella Dewantari Dwianto M.A., Ph.D.

Raphaella Dewantari Dwianto adalah Kepala Kantor Internasional dan sekaligus pengajar di UI. Ia meraih gelar Ph.D dalam bidang sosiologi dari The Graduate School of Arts and Letters of Tohoku University. Gelar Master of Arts diperolehnya dari Department of Area Studies, Graduate School of Interdisciplinary and International Studies di University of Tokyo. Gelar S-1 diperoleh dari Program Studi Jepang, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya UI. Sejak 2008 ia adalah Dosen Tetap pada Departemen Sosiologi UI. Sebelum bergabung dengan UI secara purna waktu, Raphaella adalah Wakil Dekan Bidang Akademik (2004-2005), pengajar purna waktu (2002-2008) di Fakultas Administrasi Niaga, Universitas Atmajaya.

Kepala Kantor Komunikasi 28

Vishnu Juwono, S.E., MIA

Vishnu Juwono lulus dari School of International and Public Affairs (SIPA), Columbia University, New York dan

meraih gelar Master of Internaional Affairs (MIA) dengan konsentrasi dalam Keuangan dan Bisnis Internasional. Pengalaman praktisnya dalam hubungan internasional adalah hasil dari masa kerjanya di The International

Monetary Fund (IMF) di kantor Direktur Eksekutif Wilayah Asia Tenggara di Washington D.C., diikuti dengan

masa tiga tahun di Kantor Bank Dunia Jakarta sebagai Konsultan Tatakelola Pemerintahan. Ia meraih gelar Sarjana Ekonomi dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Sebelum ditugaskan di jabatannya saat ini, ia telah

menyelesaikan studi pascasarjananya di bidang diplomatik pada Trinity College di University of Oxford, UK.

Kepala Kantor Kepala Kantor

30 31 32

Kepala Kantor Perencanaan dan Pengembangan 29

Meidi Kosandi, S.IP., M.A.

Meidi Kosandi adalah pengajar di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Ia memperoleh gelar S-1 dalam bidang politik dari Universitas Indonesia dan gelar master dari The Graduate School of International Relations, Ritsumeikan University, Jepang. Saat ini ia tengah menyelesaikan pendidikannya untuk gelar doktor di universitas yang sama. Ia pernah menduduki beberapa jabatan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia seperti Kepala Sekretariat Eksekutif (2003-2005), Kepala Divisi Penelitian di Laboratorium Ilmu Politik (2002-2003).

Kepala Kantor Pelayanan Hukum dan Peraturan 30

Retno Murniati, S.H., M.H.

Retno Murniati meraih gelar S-1 dan master di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Ia adalah seorang pengajar dan pernah menjabat sebagai Kepala Program Studi di FHUI dalam Hukum Prosedural Sipil dan juga mengajar

mata kuliah ini di Kementrian Hukum dan Hak Azasi Manusia RI. Retno Murniati saat ini juga menjadi konsultan

di salah satu organisasi di bawah naungan Fakultas Hukum yaitu Lembaga Konsultasi dan Bantuan Hukum (LKBH) dan di tahun 1998-2004 ia mengepalai LKBH. Pada tahun 1990-1993, ia pernah memangku jabatan sebagai Wakil Dekan Bidang Akademik di Universitas Jakarta.

Kepala Kantor Arsip 31

Ir. Anon Mirmani, S.IP., MIM-Arc./Rec.

Anon Mirmani adalah pengajar dalam ilmu perpustakaan dan juga sekretaris Departemen Ilmu Perpustakaan.

Ia meraih gelar master dalam Manajemen Informasi untuk Catatan Arsip dari University of New South Wales

(UNSW) Sydney, Australia (School of Information, Library and Archives Studies). Gelar S-1 diperoleh dari Institut Pertanian Bogor dan Departemen Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.

Kepala Kantor Sekretariat Pimpinan 32

Devie Rahmawati, S.Sos., M.Hum.

Devie Rahmawati, memegang gelar S1 bidang Komunikasi dari Universitas Indonesia serta gelar master dalam Humaniora dari universitas yang sama, memiliki lingkup pengalaman kerja yang luas di perusahaan-perusahaan swasta maupun di organisasi internasional seperti UNDP. Ia berkarir sebagai konsultan di sebuah perusahaan humas dalam negeri yang terkenal sebelum menjabat di kantor Humas Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Sebelum diangkat pada jabatannya yang sekarang, Devie Rahmawati adalah Wakil Kepala Kantor Komunikasi dan juga terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial mengenai lingkungan.

28

27 29

Kepala Pengembangan dan Pelayanan Sistem Informasi 26

Prof. Dr. Ir. Riri Fitri Sari, M.M., M.Sc.

Riri Fitri Sari adalah Guru Besar Teknik Komputer di Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI). Ia meraih S-1 dalam Teknik Elektro dari UI dan memegang gelar master dalam Manajemen

Sumber Daya Manusia dari Universitas Atmajaya Jakarta. Ia menerima beasiswa Chevening British Council untuk memperoleh M.Sc dalam Sistem Perangkat Lunak dan Pemrosesan Paralel dari Department of Computer Science, University of Shefield, UK. Ia memegang gelar Ph.D dalam Jejaring Komputer dari The School of Computing,

University of Leeds, UK. Sebagai pakar bidang Teknik Jaringan Informasi dan Teknik Perangkat Lunak dan

Implementasi ICT, Riri Fitri adalah anggota beberapa perhinpunan profesi yang berkaitan dengan bidang

keahliannya.

26

(14)

24

Pejabat Akademik

25

Fakultas Hukum 37

Prof. Safri Nugraha, S.H., LL.M.,Ph.D.

Safri Nugraha adalah pengajar hukum di jenjang S-1 dan S-2 di Fakultas Hukum Universitas Indonesia (FHUI). Gelar doktor diraihnya dalam bidang pengkhususan Hukum Bisnis dan Sosial. Di samping itu, ia juga menyandang gelar master Hukum dalam Hukum Perbandingan dari Fakultas Hukum Universitas Groningen, Belanda. Gelar Sarjana Hukum diperoleh dari FHUI dengan kekhususan dalam Hukum Administrasi Negara. Selain itu, Safri Nugraha adalah anggota Dewan Komisaris PT Makara Mas Universitas Indonesia (2008-sekarang), Koordinator/

Partner Indonesia untuk Proyek Asia-Link untuk Tatakelola Pemerintahan yang Baik dan Pendidikan Hak Azasi

Manusia di Indonesia dan Mongolia, Komisi Uni Eropa (2007-2010).

Fakultas Ekonomi 38

Prof. Firmanzah, S.E., M.M., Ph.D.

Firmanzah, yang fasih berbahasa Prancis, adalah pengajar Manajemen di Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

(FEUI). Ia meraih gelar doktor dalam Strategi dan Manajemen Internasional dari University of Paris, Prancis, dan gelar master dalam bidang Manajemen dari Fakultas Ekonomi serta M.Phil dalam Organisasi dan Manajemen dari University of Lille. Ia lulus dengan gelar S-1 dari Fakultas Ekonomi UI dengan pengutamaan Manajemen dan kini adalah guru besar termuda di Indonesia. Karena bidang keahliannya, ia telah diundang sebagai dosen

tamu di beberapa universitas di Prancis (antara lain University of Pau et Pays de l’adour) dan Cina. Sebelum

pengangkatannya sebagai Dekan, memegang jabatan sebagai konsultan dan peneliti di Lembaga Manajemen Universitas Indonesia, Deputi Direktur Sekolah Pascasarjana Manajemen di FEUI dan Kepala Kantor Komunikasi UI.

Fakultas Psikologi 39

Dr. Wilman Dahlan Mansoer, M.Org.Psy

Wilman Dahlan Mansoer adalah dosen psikologi di Fakultas Psikologi Universitas Indonesia. Ia meraih gelar doktor dan S-1 dalam Psikologi dari Universitas Indonesia dan memperoleh gelar master Psikologi dari University of Queensland, Brisbane, Australia. Wilman Mansoer juga menjabat sebagai Sekretaris di LPPsi dan Program Pascasarjana dan pernah memangku jabatan sebagai Wakil Dekan Kemahasiswaan. Bidang keahliannya adalah Manajemen Stres, Motivasi, Kewirausahaan & Pelatihan Kepemimpinan serta Pengembangan & Perubahan Organisasi.

35 36 37 38 39

Pejabat Akademik

34

Pejabat Akademik (Dekan Fakultas)

Fakultas Kedokteran 33

Dr. dr. Ratna Sitompul, Sp.M(K)

Ratna Sitompul adalah staf di sub-bagian infeksi dan imunologi Departemen Opthalmologi, Fakultas Kedokteran

UI dan RS Cipto Mangunkusumo (RSCM). Gelar dokter serta Sertiikat Spesialis dalam Ophtalmologi diperolehnya

dari Fakultas Kedokteran UI. Gelar doktor juga diraihnya di universitas yang sama. Ratna Sitompul telah mengajar di Fakultas Kedokteran UI sejak tahun 1994. Ia pernah memangku jabatan Direktur Pusat Regional Seameo Tropmed untuk Nutrisi Masyarakat di Indonesia (2009-2012), Wakil Ketua AIPKI (Asosiasi Institusi Pendidikan Kedokteran Indonesia) sejak tahun 2009-sekarang, dan Koordinator Komponen 3 HPEQ (Health Professional Education Quality/Kualitas Pendidikan Profesional Kesehatan) dari tahun 2010-sekarang.

Fakultas Kedokteran Gigi 34

Prof. drg. Bambang Irawan, Ph.D.

Bambang Irawan adalah Dosen untuk bidang Material Kedokteran Gigi sejak 1980. Ia lulus doktor dalam bidang Ilmu Material Kedokteran Gigi dari Hiroshima University pada tahun 1989 dan menyelesaikam pelatihannya di Nagasaki Univeristy School of Dentistry. Ia meraih gelar S-1 dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia (FKG-UI). Prof. Bambang Irawan pernah memangku jabatan sebagai Anggota Senat Akademik FKG UI (2007), ketua tim tes kompetensi bagi dokter gigi untuk Kolegium Kedokteran Gigi Indonesia (2007), anggota tim Monevin dan Ketua Perhimpunan Ilmu Material dan Pengguna Peralatan Kedokteran (2005-2007).

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 35

Dr. Adi Basukriadi, M.Sc. Ph.D.

Adi Basukriadi adalah dosen pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Ia meraih gelar doktor dan master dari University of Newcastle dalam bidang Pertanian dan Pengetahuan Lingkungan. Gelar sarjana diraih dari Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI).

Adi Basukriadi adalah Sekretaris Jendral The Network for National Cooperation of Higher Education Institutions

dalam bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (2007-2009), anggota kelompok kerja Inisiatif Nasional Taksonomi Indonesia (1998-sekarang), anggota Dewan Analisis Jurnal BIOSFERA, Fakultas Biologi Universitas Jendral Sudirman (2004), serta Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (2004-2008 & 2008-2012).

Fakultas Teknik 36

Prof. Dr. Bambang Sugiarto, M.Eng.

Bambang Sugiarto adalah guru besar yang mengajar di Fakultas Teknik. Ia meraih gelar doktor dan master dari Mechanical Engineering Department, Hokaido University, Jepang. Ia memperoleh gelar S-1 dari Fakultas Teknik Universitas Indonesia dengan pengkhususan Teknik Mesin. Sebelum memangku jabatannya saat ini, ia menjabat Kepala Grup Riset Kombusti dan Energi (1998), dan Direktur P2M-DTM FTUI (2001-2004).

33

(15)

26

27

Fakultas Ilmu Keperawatan 44

Dewi Irawati, M.A., Ph.D.

Dewi Irawati mengajar di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia. Ia meraih gelar doktor dalam bidang

Keperawatan dari Chulalongkorn University, Thailand dan meraih gelar Master of Arts dari the University of

Philippines, Manila dan Diploma Keperawatan dari Akademi Keperawatan Departemen Kesehatan. Ia mengajar di Fakultas Ilmu Keperawatan sejak tahun 1989. Di fakultas yang sama, ia juga pernah menjabat sebagai Wakil Dekan bidang Akademik selama dua masa jabatan (2002-2008) sebelum terpilih untuk memangku jabatan yang sekarang.

Pelaksana Harian Ketua Program Pascasarjana 45

Prof. Dr. Chandra Wijaya, M.Si., M.M.

Chandra Wijaya adalah pengajar pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Indonesia. Ia meraih gelar

doktor dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia. Pendidikan pascasarjana dan S-1 ditempuhnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI dengan memperoleh gelar sarjana dan magister bidang Administrasi Niaga. Ia juga pernah memegang beberapa jabatan di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UI seperti Kepala Program Diploma Perbankan (1997-2001), Kepala Program Diploma Keuangan dan Perbankan pada tahun 2001-2003, serta Wakil Dekan Kerjasama dan Pengembangan Bisnis (2003-2004). Ia mengawali pengabdiannya di Program Pascsarjana sebagai Wakil Kepala pada tahun 2004-2008 dan sejak tahun 2008 diangkat dalam jabatannya sekarang.

Kepala Studi Vokasional 46

Dr. Muhammad Hikam, M.Sc.

Muhammad Hikam, pengajar pada Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, mengajar fisika dan kimia. Ia meraih gelar Doctor en Sciences et Génie des Materiaux dari Université de Nancy I, Vandoevre, Prancis. Ia

memperoleh gelar master dalam Ilmu Fisika dari Simon Fraser University Burnaby, BC, Kanada dan memperoleh

gelar S-1 dari Universitas Indonesia. Ia pernah menjadi Kepala Unit Pelaksana Ilmu Pengetahuan Dasar, Universitas Indonesia dan juga menjabat Sekretaris Program Pascasarjana dalam Ilmu Pengetahuan Material, Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam di Universitas Indonesia.

41 42 43 44 45 46

40

Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya 40

Dr. Bambang Wibawarta

Bambang Wibawarta, selain menjabat sebagai Dekan, juga mengajar pada Program Studi Jepang, Fakultas Ilmu

Pengetahuan Budaya. Ia memegang gelar doktor dari International Christian University, Tokyo. Gelar master dalam

Kesusastraan Jepamg diraih dari Tohuku University, Jepang dan gelar S-1 diperoleh dari Universitas Indonesia dalam Kesusastraan Jepang. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia selama tahun 2006-2008.

Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 41

Prof. Dr. Bambang Shergi Laksmono, M.Sc.

Bambang Shergi Laksmono adalah guru besar Departemen Kesejahteraan Sosial. Ia juga menjadi konsultan di beberapa lembaga nasional dan internasional. Ia memperoleh gelar doktor dalam Sosiologi dari Universitas Indonesia dan gelar master dari London School of Economics and Political Science (LSE), Inggris. Ia lulus S-1 dari program studi Kesejahteraan Sosial, Universitas Indonesia. Pada tahun 2003-2008 ia menjabat Wakil Dekan bidang Akademik di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia. Ia adalah pengajar di Universitas Islam Negeri (UIN) Yogyakarta dari tahun 2005-2007 dan Kepala Departemen Kesejahteraan Sosial FISIP UI selama tahun 1992-1995.

Fakultas Kesehatan Masyarakat 42

drs. Bambang Wispriyono, Apt., Ph.D.

Bambang Wispriyono mengajar di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI). Gelar doktor diperoleh dalam bidang Toksikologi Lingkungan dari University of Occupational and Environmental Health Kitakyushu, Jepang. Gelar S-1 nya adalah dalam bidang farmasi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Indonesia (FMIPA UI). Ia memegang beberapa jabatan manajemen di lingkungan Fakultas Kesehatan Masyarakat, termasuk pejabat Kepala Komite Penelitian dan Pengembangan (2002-2004) dan Wakil Dekan bidang Akademik (2004-2005).

Fakultas Ilmu Komputer 43

Prof. T. Basarudin, Drs. M.Sc. Ph.D.

Basarudin adalah pengajar di Fakultas Ilmu Komputer UI. Dari tahun 2006 sampai sekarang, ia adalah Wakil Ketua Komisi bagi program-program Hibah Bersaing, Lembaga Pendidikan Tinggi-Direktorat Jendral Pendidikan

Tinggi. Ia juga menjabat sebagai Sekretaris Gugus Tugas ICT untuk Ditjen Dikti. Basarudin pernah menjadi

Ketua Komisi Proyek Kualitas Pendidikan Strata 1 dari tahun 2003-2004. Gelar doktor dan master diraihnya dalam Analisis dan Komputasi Numerikal di University of Manchester, Inggris. Gelar S-1 diperoleh dalam bidang Matematika dari Universitas Gadjah Mada.

Pejabat Akademik Pejabat Akademik

(16)

28

29

Staf Universitas Berdasarkan Kualifikasi Akademik

Data dari SIPEG (Sistem Informasi Pegawai) September 2010

2007

2009

2008

2010

Staf Akademik 3.453

Staf Akademik 3.579

Staf Akademik 6.019

Staf Akademik 6.694 Spesialis 327

Spesialis 391

Spesialis 557

Spesialis 666 Strata-1 538 Strata-1 538

Strata-1 759

Strata-1 765 Magister 1.680

Magister 1.699

Magister 3.501

Magister 3.771 Doktoral 908

Doktoral 951

Doktoral 1.202

Doktoral 1.492

Staf Non-Akademik 2.999

Staf Non-Akademik 3.190

Staf Non-Akademik 3.235

Staf Non-Akademik 3.033

Jumlah Star 6.452

Jumlah Star 6.769

Jumlah Star 9.254

Jumlah Star 9.727

University Governance University Staff

Jajar

an St

af Univ

er

sit

as Indone

sia

(17)

30

31

UI menyediakan kesempatan untuk melakukan

penelitian dan melaksanakan pengajaran

kelas dunia yang membantu mahasiswa dan

staf untuk mencapai kualifikasi pendidikan

internasional terbaik. Program-program

akademik dan ekstra-kurikuler dirancang untuk

mempersiapkan para mahasiswa menjadi

pemimpin masa depan, penyumbang bagi

masyarakat yang lebih baik, dan inovator

pasar. UI berkomitmen untuk menciptakan

lingkungan akademik yang mendorong

kesejahteraan dan perkembangan mahasiswa.

UI telah menjadi salah satu lembaga pendidikan paling

komprehensif di dunia. Mengawali kegiatan akademik pertamanya

pada tahun 1849, UI melanjutkan warisannya dalam bentuk inovasi

dan penemuan dalam program-program riset dan pengajaran

internasionalnya.

Akademik

(18)

32

33

Rumpun Ilmu Kesehatan

Fakultas

Kedokteran Gigi

Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia menonjol dalam menawarkan serangkaian program akademik termasuk program-program Strata 1 dan pascasarjana yang komprehensif. Fakultas ini adalah sebuah lembaga pendidikan dan penelitian kedokteran gigi terkemuka di Indonesia dengan reputasi internasional untuk kegiatan-kegiatan bersifat kependidikan, baik dalam bidang ilmu klinis maupun biologis.

Fakultas Kedokteran Gigi menawarkan beberapa program bergelar lengkap seperti program-program strata 1, magister/master, doktor, profesional, dan spesialis. Fakultas ini didedikasikan untuk mempromosikan pendidikan yang berkelanjutan seumur hidup kepada para mahasiswanya agar mereka menonjol sebagai ahli kedokteran gigi profesional dan menjamin kualitas perawatan gigi terbaik di Indonesia dan di luar negeri.

Setiap dua tahun sekali, Fakultas Kedokteran Gigi menyelenggarakan kursus penyegaran dan Program Peningkatan Pengetahuan Kedokteran Gigi yang telah menarik minat ratusan peserta dari seluruh Indonesia. Fakultas juga telah merumuskan sasaran pendidikan yang merupakan hal penting bagi pelatihan kedokteran gigi. Untuk meningkatkan profesionalismenya, fakultas mengirimkan stafnya untuk melanjutkan pendidikan mereka, baik di dalam maupun di luar Indonesia. Dengan peningkatan yang berkelanjutan dalam sistem pendidikannya maupun perbaikan dan peningkatan dalam hal fasilitas, jumlah mahasiswa baru menunjukkan peningkatan yang teratur setiap tahunnya.

Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) sesungguhnya telah didirikan sebelum UI sendiri berdiri. Fakultas Kedokteran adalah kelanjutan dari dua lembaga pendidikan kedokteran terdahulu, yaitu 1) Perguruan Tinggi Kedokteran Republik Indonesia dan 2) Geneeskundige Faculteit Nood Universiteit van Indonesia. Keduanya digabungkan dan menyandang nama Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, fakultas kedokteran tertua di negeri ini.

Berada di garis depan ilmu kesehatan di negeri ini, Fakultas Kedokteran menawarkan gelar sarjana, magister, dan doktor maupun program spesialis dalam berbagai bidang ilmu kedokteran. FKUI mengelola 32 departemen tempat berlangsungnya sebagian besar pendidikan kedokteran. Penelitian utama fakultas terutama terfokus pada industri kesehatan dengan dukungan 43 laboratorium.

Ada berbagai kerja sama dengan lembaga-lembaga dan perhimpunan-perhimpunan, baik di dalam maupun luar negeri.

FKUI memiliki ikatan kerja sama yang kuat dengan University of Melbourne dan Monash University. Kerja sama ini memungkinkan para mahasiswa menjalani kesempatan unik untuk meraih gelar sarjana dalam ilmu kedokteran di bawah skema double degree. Dengan pengalaman lebih dari seratus tahun dalam pendidikan kedokteran, FKUI akan tetap menjadi pusat unggulan (centre of excellence) bagi pendidikan dan penelitian berkualitas.

Fakultas

Universitas Indonesia terdiri atas 12 (duabelas) fakultas yang dibagi menjadi tiga rumpun

ilmu, yaitu:

Fakultas

Kedokteran

Program Pascasarjana untuk Tingkat Doktor

Ilmu Kedokteran Gigi

Program Pascasarjana Untuk Tingkat Magister

Kedokteran Gigi Dasar Kedokteran Gigi

Kemasyarakatan

Program Sarjana Untuk Jenjang Strata-1

Kedokteran Gigi

Program Pascasarjana untuk Tingkat Doktor

Ilmu Biomedik Ilmu Kedokteran Ilmu Gizi

Program Pascasarjana Untuk Tingkat Magister

Ilmu Biomedik Pendidikan Kedokteran Ilmu GIzi

Kedokteran Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Program Sarjana Untuk Jenjang Strata-1

Ilmu Kedokteran

Akademik Fakultas Fakultas

Rumpun Ilmu Kesehatan

(19)

34

35

Fakultas Ilmu

Keperawatan

Berbeda dengan Fakultas Kedokteran, fakultas ini adalah yang termuda dalam lingkungan Universitas Indonesia. Fakultas Ilmu Keperawatan terdiri atas enam departemen:

1. Keperawatan Dasar 2. Bedah Medik

3. Keperawatan Kehamilan 4. Keperawatan Anak

5. Keperawatan Kesehatan Jiwa 6. Keperawatan Masyarakat

Selain menawarkan program-program sarjana yang sangat kompetitif, program pascasarjana telah dibuka untuk meningkatkan upaya akademik para mahasiswa. Program magister pertama yang ditawarkan adalah Ilmu Keperawatan dengan kekhususan pada bidang Kepemimpinan dan Manajemen Keperawatan. Selanjutnya, dibuka program khusus dalam Keperawatan Kehamilan dan Keperawatan Masyarakat. Pada tahun 2005 program khusus dalam bidang Keperawatan Bedah Medik dan Keperawatan Kesehatan Jiwa dibuka.

Tujuan utama Fakultas Ilmu Keperawatan adalah menciptakan lingkungan di mana mahasiswa dipersiapkan untuk menjadi pemimpin pasar global. Dengan demikian, program keperawatan akan tetap berada di garis depan dalam bidang layanan kesehatan.

Fakultas Kesehatan Masyarakat menawarkan disiplin ilmu kesehatan yang mengajarkan metodologi yang dapat diaplikasikan untuk mendapatkan pengertian komprehensif terkait isu-isu kesehatan masyarakat terkini. Fakultas Kesehatan Masyarakat terdiri atas 7 departemen: Departemen Administrasi Kebijakan Kesehatan, Departemen Biostatistik dan Informasi Kesehatan, Departemen

Epidemiologi, Departemen Gizi Masyarakat, Departemen Kesehatan Lingkungan,

Departemen Kesehatan dan Keselamatan Kerja, Departemen Studi Pendidikan dan Perilaku Kesehatan dan Program Lintas Departemen.

Fakultas juga menawarkan program Sarjana, Magister, dan Doktor. Fakultas juga telah melaksanakan program jenjang magister bagi para mahasiswa internasional dan paruh waktu.

Program Pascasarjana untuk Tingkat Doktor

Ilmu Keperawatan

Program Pascasarjana Untuk Tingkat Magister

Keperawatan Anak Keperawatan Masyarakat Kepemimpinan dan

Manajeman Keperawatan Keperawatan Ibu Hamil Keperawatan Bedah Medik Keperawatan Kesehatan Jiwa

Program Sarjana Untuk Jenjang Strata-1

Ilmu Keperawatan

Program Pascasarjana untuk Tingkat Doktor

Kesehatan Masyarakat Epidemiologi

Program Pascasarjana Untuk Tingkat Magister

Epidemiologi

Administrasi Rumah Sakit Kesehatan Masyarakat Kesehatan dan Keselamatan

Kerja

Program Sarjana Untuk Jenjang Strata-1

Kesehatan Masyarakat Gizi Masyarakat

Rumpun Ilmu Kesehatan

Fakultas

Kesehatan

Masyarakat

Rumpun Ilmu Kesehatan

Figur

Grafik 01Perjalanan Sejarah Universitas Indonesia (UI)1849 – 2010
Grafik 01Perjalanan Sejarah Universitas Indonesia UI 1849 2010. View in document p.6
Grafik 02Struktur Inti Organisasi
Grafik 02Struktur Inti Organisasi . View in document p.8
Table Clinician Program Competition 2009
Table Clinician Program Competition 2009 . View in document p.39

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :