• Tidak ada hasil yang ditemukan

Paparan Revolusi Mental Sekda Prov Jateng

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Paparan Revolusi Mental Sekda Prov Jateng"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

1 Nama Lengkap : Dr. Ir. SRI PURYONO KARTO SOEDARMO, M.P. 2 Tempat dan Tanggal Lahir : Sragen, 29 Pebruari 1960

3 NIP : 19600229 198603 1 004

4 Pangkat /Golongan Ruang terakhir

: Pembina Utama (IV/e) TMT: 01 April 2015

5 Jabatan saat ini : Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Tengah

6 Agama : Islam

7 Alamat : Jl. Jrobang I No. 3 RT. 003 RW. 008 Ngesrep Kec. Banyumanik Kota Semarang (50261) 8 Alamat Kantor : Jl. Pahlawan No. 9 Semarang (50243) 9 Nomor telpon kantor : (024) 8311174 Ext. 205

10 Alamat e-mail : [email protected] 11 Hobby : Olahraga dan Kesenian

(3)

I N D O N E S I A

16 Tahun Reformasi masih sebatas perombakan konstitusi dan institusi, belum menyentuh pada cita-cita dan tujuan bangsa ini.

Maraknya Ancaman SARA, minimnya rasa persatuan dan kesatuan

Degradasi moral bangsa dengan maraknya praktik-praktik korupsi, suap, dan penyalahgunaan wewenang, faktor

Kepentingan dijunjung tinggi

(4)

APARATUR SIPIL NEGARA

Aset nasional yang bertugas menyelenggarakan tugas-tugas

pemerintahan dan pembangunan di segala bidang secara profesional, berintegritas, beretos kerja tinggi dan berkompetensi.

(5)

 Era globalisasi ini, masyarakat lebih kritis terhadap pelayanan publik.

Pelayanan merupakan semangat pengabdian dimana ASN dituntut untuk

"melayani bukan dilayani“.

Pelayanan publik yang prima didukung oleh sumber daya ASN yg berkompeten, berkualitas & sejahtera.

Permasalahan yg muncul adalah integritas dan profesionalisme aparatur belum tertanam secara utuh di tubuh aparatur pemda

1. Indonesia terlalu lama membiarkan praktik-praktik yang tidak jujur dan bertanggung jawab dalam kehidupan berbangsa dan bernegara sehingga kehilangan nilai-nilai integritas.

2. Di bidang perekonomian, Indonesia tertinggal dari negara-negara lain karena kehilangan etos kerja keras, daya juang, daya saing, semangat mandiri, kreatifitas dan semangat inovatif.

3. Indonesia juga telah luntur identitasnya, yaitu bangsa Indonesia mempunyai karakter yang kuat, semangat gotong royong, dan saling bekerja sama.

Mengapa

Revolusi Mental

(6)

Sudahkan terwujud???

Pancasila

(7)

REVOLUSI MENTAL???

Revolusi Mental adalah gerakan merubah, cara pandang,

pikiran, sikap, dan perilaku setiap orang untuk

berorientasi pada kemajuan dan kemoderenan sehingga Indonesia menjadi bangsa yang besar dan mampu

berkompetisi dengan bangsa-bangsa di dunia.

SOLUSI:

(8)

1. Indonesia Melayani

2. Indonesia Bersih

3. Indonesia Tertib

4. Indonesia Mandiri

5. Indonesia Bersatu

NAWACITA

8. Melakukan revolusi karakter bangsa

(9)

Pergub Jateng Nomor 31 Tahun 2016 tentang Gerakan Nasional Revolusi

Mental di Provinsi Jawa Tengah Sejak 2013 telah mulai mereformasi diri bahkan melakukan REVOLUSI MENTAL

yang diawali dengan adanya seleksi terbuka Direktur Utama Bank Jateng,

Pejabat Tinggi Madya dan Pratama (Sekda dan Ka.SKPD), percepatan pelayanan prima seperti samsat on line, PTSP, handle complain, Lapor Gub, dan

inovasi lainnya. 1. Meningkatkan dan memperluas pendidikan politik

masyarakat untuk mewujudkan demokrasi yang berkualitas ;

2. MELAKSANAKAN REFORMASI

BIROKRASI BERBASIS KOMPETENSI;

3. Memperkuat sistem pelayanan publik secara cepat, murah, transparan dan terintegrasi;

4. Mewujudkan Desa Mandiri;

5. Peningkatan kesejahteraan buruh; 6. Rakyat sehat;

7. Optimasisasi fasilitas penyelenggaraan pendidikan dasar dan menengah;

8. Meningkatkan keadilan gender; 9. Infrastruktur dan sarana transportasi; 10. “Ijo Royo-royo”;

11. Meningkatkan fungsi dan peran Seni Budaya Jawa.

“Menuju Jawa Tengah Sejahtera &Berdikari” “Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi”

PROGRAM UNGGULAN

(10)

1. Aparatur yang ber-Integritas, memiliki

Etos Kerja, dan Semangat Gotong

Royong

2. Memiliki Kompetensi yang siap untuk

Ber-Kompetensi

3. Melaksanakan tupoksi dengan dedikasi

untuk Melayani bukan Dilayani

4. Mboten Korupsi, Mboten Ngapusi,

Tolak Pungli.

REMEN

ASN Jateng

(11)

PERIJINAN

PENYIMPANGAN HIBAH

(12)

1. PERPRES NO. 87 TAHUN 2016 TENTANG SATUAN TUGAS SAPU BERSIH PUNGUTAN LIAR;

2. SE MENPAN NO. 5 TAHUN 2016TENTANG PEMBERANTASAN PRAKTEK

PUNGUTAN LIAR (PUNGLI) DALAM PELAKSANAAN TUGAS DAN FUNGSI INSTANSI PEMERINTAH ;

3. INMENDAGRI NO. 180/3935/SJ TENTANG PENGAWASAN PUNGUTAN LIAR

DALAM PENYELENGGARAAN PEMERINTAH DAERAH;

4. PERGUB JATENG NOMOR 700.1/8/TAHUN 2016 TENTANG PEMBENTUKAN

SATUAN TUGAS SAPU BERSIH PUNGUTAN LIAR PROV. JATENG

5. SE SEKDA PROV JATENG TGL. 24 OKT 2016, NO. 800/60507 PERIHAL LARANGAN PRAKTEK PUNGUTAN LIAR DI LINGKUNGAN PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH.

(13)

ASN melayani sepenuh hati

Mboten Korupsi

Tolak Pungli

Mboten Ngapusi

REMEN

(14)

Referensi

Dokumen terkait

Karena itu, membumikan karakter bangsa atau sikap mental yang baik harus dari lingkungan terkecil yakni keluarga sejak usia dini.. Wallahu a'lamu

Revolusi mental, dapat menghasil- kan ketahanan pendidikan, Indonesia yang berdaulat dalam bidang pendidikan, Indonesia yang berkepribadian secara sosial budaya,

Kesimpulannya, Indonesia bernawacita dan revolusi mental, cita-cita yang kita menuju kesana atau hanya sekadar wacana kosong, itu TERGANTUNG KITA seluruh stakeholder negara ini, baik

KP : Revolusi mental dalam sistem sosial untuk memperkuat ketahanan, kualitas dan peran keluarga dan masyarakat dalam pembentukan karakter. Peningkatan kemampuan keluarga

Selain revolusi mental hal yang dapat dilakukan untuk mempersiapkan masyarakat Indonesia yaitu melalui pendidikan pada kurikulum pendidikan ekonomi yang mana sesuai dengan

royong juga merupakan identitas asli bangsa Indonesia. Ketika bergotong-royong “ringan sama dijinjing berat sama dipikul”. Gotong- royong dapat diibaratkan seperti sapu

IMPLEMENTASI PROGRAM REVOLUSI MENTAL : METODE INTERNALISASI NILAI-NILAI MORALITAS KARAKTER BANGSA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS PERPUSTAKAAN (STUDI DESKRIPTIF SD NEGERI

Ketika bangsa Indonesia dijajah oleh Belanda selama ratusan tahun, maka perlu dilakukan revolusi, karena Belanada tidak ada niatan untuk memberikan hak kemerdekaan bangsa Indonesia,