• Tidak ada hasil yang ditemukan

EXECUTIVE SUMMARY. Berdasarkan Rencana Strategis BPPK Tahun tujuan yang hendak dicapai oleh BPPK adalah sebagai berikut.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "EXECUTIVE SUMMARY. Berdasarkan Rencana Strategis BPPK Tahun tujuan yang hendak dicapai oleh BPPK adalah sebagai berikut."

Copied!
66
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

i

EXECUTIVE SUMMARY

Berdasarkan Rencana Strategis BPPK Tahun 2010-2014 tujuan yang hendak dicapai oleh BPPK adalah sebagai berikut.

1. Menghasilkan SDM pengelola keuangan dan kekayaan negara yang amanah, profesional, berintegritas tinggi dan bertanggung jawab melalui pendidikan dan pelatihan.

2. Menjadi lembaga pendidikan dan pelatihan dengan tata kelola yang baik.

Sejalan dengan Renstra tersebut, sasaran yang akan dicapai oleh BPPK adalah sebagai berikut.

1. Terwujudnya pendidikan dan pelatihan berbasis penelitian dan pemutakhiran data kebutuhan diklat.

2. Terwujudnya kualitas layanan diklat yang memuaskan pemangku kepentingan. 3. Terwujudnya evaluasi pendidikan dan pelatihan yang menyeluruh dan berkelanjutan. 4. Terwujudnya penataan organisasi BPPK yang handal dan modern.

5. Tercapainya peningkatan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang mendukung pendidikan dan pelatihan.

6. Penerapan manajemen pengembangan SDM dalam rangka mewujudkan SDM BPPK yang amanah, profesional, berintegritas tinggi dan bertanggung jawab.

7. Terwujudnya akuntabilitas sistem manajemen keuangan dan manajemen aset.

8. Tercapainya peningkatan jejaring kerjasama BPPK dengan institusi di dalam maupun di luar negeri dalam rangka peningkatan kapasitas organisasi.

Untuk mewujudkan tujuan dan sasaran BPPK, pada tahun anggaran 2014 BPPK memiliki 1 program dan 9 kegiatan dengan jumlah anggaran sebesar Rp566.730.531.000,00. Rincian anggaran dan realisasi program dan kegiatan pada Tahun 2014 adalah sebagai berikut.

(3)

Tabel 1

Realisasi Anggaran BPPK per 31 Desember 2014 (dalam ribuan rupiah)

PROGRAM/KEGIATAN ANGGARAN (Rp) REALISASI (Rp) CAPAIAN (%) SALDO (Rp) 015.11 Program Pendidikan

dan Pelatihan Aparatur Kementerian Keuangan 566.730.531 555.269.630 97.98% 11.460.901 1731 Pengembangan SDM Melalui Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Negara di Daerah 110.298.448 109.441.819 99.22% 856.629 1732 Pengembangan SDM Melalui Penyelenggaraan Diklat Teknis dan Fungsional di Bidang Anggaran dan Perbendaharaan

38.749.884 38.605.239 99.63% 144.645

1733 Pengembangan SDM Melalui

Penyelenggaraan Diklat Teknis dan Fungsional di Bidang Kepabeanan dan Cukai 21.784.338 21.617.090 99.23% 167.248 1734 Pengembangan SDM Melalui Penyelenggaraan Diklat Teknis dan Fungsional di Bidang Kekayaan Negara dan Perimbangan Keuangan 14.275.205 14.185.827 99.37% 89.378 1735 Pengembangan SDM Melalui Penyelenggaraan Diklat Teknis dan Fungsional di Bidang Selain Anggaran, Perbendaharaan, Perpajakan, Kepabeanan, Cukai, Kekayaan Negara dan Perimbangan Keuangan

15.544.067 15.477.854 99.57% 66.213

1736 Pengembangan SDM Melalui

Penyelenggaraan Diklat Teknis dan Fungsional di Bidang Perpajakan 35.457.991 33.609.852 94.79% 1.848.139 1737 Pengembangan SDM Melalui Penyelenggaraan Diklat Kepemimpinan dan Manajemen serta Pendidikan Pascasarjana Bagi Pegawai Departemen Keuangan 207.080.890 201.580.987 97.34% 5.499.903

(4)

EXECUTIVE SUMMARY

iii

PROGRAM/KEGIATAN ANGGARAN (Rp) REALISASI (Rp) CAPAIAN (%) SALDO (Rp) 1738 Pengembangan SDM Melalui Penyelenggaraan Pendidikan Program Diploma Keuangan 89.698.600 87.420.409 97.46% 2.278.191 1739 Penyelenggaraan Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Bagi Unit Kerja di Lingkungan BPPK

33.841.108 33.330.550 98.49% 510.558

Sumber : Satuan Kerja BPPK dan Bagian Keuangan Sekretariat BPPK

Dari total 39.096 orang peserta diklat dan pendidikan tinggi selama tahun 2014, 19,54% (7.639 orang) adalah peserta Diklat Pusdiklat Pengembangan Sumber Daya Manusia, 9,92% (3.878 orang) adalah peserta diklat Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan, 18,80% (7.351 orang) adalah peserta diklat Pusdiklat Pajak, 4,80% (1.876 orang) peserta diklat Pusdiklat Bea dan Cukai, 5,34% (2.089 orang) adalah peserta diklat Pusdiklat Kekayaan Negara dan Perimbangan Keuangan, 15,68% (6.131 orang) adalah peserta diklat Pusdiklat Keuangan Umum, dan 25,92% (10.132 orang) adalah mahasiswa Pendidikan Tinggi (STAN). Perbandingan dari tujuh kelompok utama diklat tersebut dapat dilihat dalam Diagram 1 berikut ini.

Diagram 1

Perbandingan Peserta Diklat/Edukasi Publik Untuk Setiap Penyelenggara Diklat Sampai Dengan 31 Desember 2014

Sumber : Pusdiklat, STAN, dan Balai Diklat

Selain diklat reguler, BPPK juga berperan dalam Wokrshop Implementasi Akuntansi Pemerintahan berbasis Akrual (PPAKP) dengan total 9.048 peserta. Program tersebut diselenggarakan baik untuk peserta reguler, manajerial, maupun Training of Trainers untuk para narasumber workshop tersebut.

10132 6131 2089 1876 7351 3878 7639

Sekolah Tinggi Akuntansi Negara Pusdiklat Keuangan Umum Pusdiklat Kekayaan Negara dan Perimbangan Keuangan Pusdiklat Bea dan Cukai Pusdiklat Pajak Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan Pusdiklat Pengembangan Sumber Daya Manusia

(5)

Berkaitan dengan target dan capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) BPPK Triwulan I Tahun 2014, dapat dilihat dalam Tabel 2 berikut ini :

Tabel 2

Target dan Capaian IKU BPPK Sampai Dengan 31 Desember 2014

No Program Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama Target 2014 Realisasi 2014 Capaian 2014

(1) (2) (3) (4) (5) (6) 1 Pendidikan dan Pelatihan Aparatur Kementerian Keuangan 1 SDM Keuangan Negara Berkompetensi Tinggi

1.a-CP Nilai Peningkatan Kompetensi SDM 20 26,06 120,00% 2 Lulusan Pendidikan dan Pelatihan Berkualitas Tinggi Sesuai dengan Kebutuhan

2.a-N Persentase Lulusan Diklat dari Kemenkeu dengan Predikat min. Baik

90% 95,28% 105,87% 3 Perencanaan dan Perumusan Kebijakan yang Berkualitas Tinggi 3.a-N Persentase Penyelesaian Pelembagaan STAN 100% 100% 120,00% 3.b-N Persentase Penyelesaian Standar Kompetensi untuk Kebutuhan Pengembangan Talent Kemenkeu 100% 100% 120,00% 4 Program yang

Akomodatif 4.a-N Persentase Program Diklat yang Mendapatkan Nilai Validasi Minimal B

95% 100% 105,26%

4.b-N Persentase Jam Pelatihan Pegawai terhadap Jam Kerja Kemenkeu

2,4958% 3,3135% 120,00%

5 Proses Pembelajaran yang Kreatif dan Efektif

5.a-N Indeks Kepuasan Peserta Diklat atas Pengajar

4 4,28 107,00%

5.b-N Indeks Kepuasan Peserta Diklat atas Bahan Ajar

4 4,22 105,50%

5.c-N Indeks Kepuasan Peserta Diklat atas Metodologi Pembelajaran

4 4,22 105,50%

6 Evaluasi Hasil

Belajar Valid 6.a-N Tingkat Validitas Materi Evaluasi Belajar

95% 100% 100,00%

7 Evaluasi Kebijakan yang

Komprehensif

7.a-N Persentase Program Diklat yang Berkontribusi

(6)

EXECUTIVE SUMMARY

v

No Program Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama Target 2014 Realisasi 2014 Capaian 2014

(1) (2) (3) (4) (5) (6) terhadap Peningkatan Kompetensi 8 SDM yang Kompeten, Kreatif dan Memiliki Perilaku yang Tepat

8.a-CP Persentase Pejabat yang telah Memenuhi Standar Kompetensi Jabatan

97% 97% 100,00%

9 Organisasi yang Efisien, Efektif, dan Memiliki Budaya yang Tepat

9.a-CP Indeks Kesehatan Organisasi 68 77 113,24% 10 Teknologi Informasi dan Komunikasi Tepat Guna

10.a-N Level of Service Availibility

95% 100% 105,26%

11 Pengelolaan Keuangan dan Aset yang Optimal dan Akuntabel 11.a-CP Persentase Penyerapan Anggaran dan Pencapaian Output Belanja 95% 102,70 108,11% 11.b-N Indeks Kepuasan Peserta Diklat atas Sarana dan Prasarana

4 4,04 101,00%

(7)
(8)

LAPORAN KINERJA BPPK TAHUN 2014

i

DAFTAR ISI

EXECUTIVE SUMMARY ... i

KATA PENGANTAR ... vi

DAFTAR ISI ... vii

DAFTAR LAMPIRAN ... viii

DAFTAR TABEL ... ix

DAFTAR DIAGRAM ... x

BAB I PENDAHULUAN ... 1

A. LATAR BELAKANG ... 2

B. TUGAS DAN FUNGSI ... 3

C. STRUKTUR ORGANISASI ... 3

BAB II PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA ... 5

A. PENDAHULUAN ... 6 B. VISI BPPK ... 7 C. MISI BPPK ... 7 D. TUJUAN ... 7 E. SASARAN ... 7 F. STRATEGI ... 8 G. KEGIATAN ... 10 H. PENETAPAN KINERJA ... 12

BAB III AKUNTABILITAS KINERJA ... 15

A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI TAHUN 2014 ... 16

B. REALISASI ANGGARAN BPPK TAHUN 2014 ... 37

BAB IV PENUTUP ... 41

(9)

LAMPIRAN I

PERJANJIAN KINERJA BPPK TAHUN 2014 LAMPIRAN II

(10)

DAFTAR TABEL

Tabel 1 Realisasi Anggaran BPPK sampai 31 Desember 2014 ... ii Tabel 2 Target dan Capaian IKU BPPK Triwulan II Tahun 2014... iv Tabel II.1 Kontrak Kinerja IKU BPPK Tahun 2014 ... 13 Tabel III.1 Realisasi Anggaran Per Program BPPK sampai 31 Desember 2014 .... 38

(11)

DAFTAR DIAGRAM

Diagram 1 Perbandingan Peserta Diklat Untuk Setiap Penyelenggara

Diklat Tahun 2014 ... iii

(12)

BAB I

(13)

A. LATAR BELAKANG

enyelenggaraan pemerintahan yang baik (Good Governance) merupakan harapan Bangsa Indonesia karena merupakan prasyarat bagi setiap pemerintahan untuk mewujudkan aspirasi masyarakat dan mencapai tujuan serta cita-cita bangsa. Salah satu asas penyelenggaraan negara yang baik adalah asas akuntabilitas sebagaimana tercantum dalam Pasal 3 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas dari KKN.Asas akuntabilitas adalah asas yang menentukan bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan penyelenggara negara harus dapat dipertanggung jawabkan kepada rakyat/masyarakat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan peraturan perundang undangan yang berlaku.

Dalam rangka mewujudkan akuntabilitas dalam penyelenggaraan negara, Pemerintah menetapkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Instruksi Presiden tersebut mewajibkan setiap Instansi Pemerintah sebagai unsur penyelenggara negara untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas, fungsi, dan peranannya dalam pengelolaan sumberdaya dan kebijakan yang dipercayakan kepadanya berdasarkan perencanaan strategis yang ditetapkan dalam suatu Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (Sistem AKIP).

Berdasarkan Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 53 Tahun 2014 tentang Petunjuk Teknis Perjanjian Kinerja, dan Tata Cara Reviu atas Laporan Kinerja Instansi Pemerintah, sistem AKIP dilakukan penyempurnaan sehingga dapat meningkatkan fungsinya sebagai salah satu instrumen untuk menjadikan instansi pemerintah yang akuntabel sehingga dapat beroperasi secara efisien, efektif, dan responsif terhadap aspirasi masyarakat dan lingkungannya; terwujudnya transparansi instansi pemerintah; terwujudnya partisipasi masyarakat dalam pelaksanaan pembangunan nasional; dan terpeliharanya kepercayaan masyarakat kepada pemerintah. Dengan penyempurnaan tersebut, instansi pemerintah akan membuat Rencana Strategis (Strategic Plan), Rencana Kinerja (Performance Plan), Penetapan Kinerja (Performance Agreement) serta Laporan Pertanggungjawaban Kinerja (Performance Accountability Report).

Penyusunan Laporan Kinerja BPPK Tahun 2014 dimaksudkan sebagai perwujudan peran serta BPPK untuk mewujudkan akuntabilitas dan pencapaian kinerja dalam pelaksanaan visi dan misi telah ditetapkan. Laporan Kinerja BPPK Tahun 2014 juga dimanfaatkan sebagai alat untuk memperbaiki kinerja BPPK di periode yang akan datang.

(14)

BAB I PENDAHULUAN

3

B. TUGAS DAN FUNGSI

Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 206/PMK.01/2014 tanggal 17 Oktober 2010 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan, BPPK mempunyai tugas melaksanakan pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan Negara.

Dalam melaksanakan tugas sebagaimana tersebut diatas, BPPK menyelenggarakan fungsi.

1. penyusunan kebijakan teknis, rencana dan program pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan negara;

2. pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan negara;

3. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan pelaksanaan pendidikan dan pelatihan di bidang keuangan negara; dan

4. pelaksanaan administrasi BPPK.

C. STRUKTUR ORGANISASI

Struktur organisasi BPPK terdiri dari 1. Sekretariat Badan;

2. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pengembangan Sumber Daya Manusia; 3. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Anggaran dan Perbendaharaan;

4. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pajak;

5. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Bea dan Cukai;

6. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Kekayaan Negara dan Perimbangan Keuangan; 7. Pusat Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Umum.

Peraturan Menteri Keuangan Nomor 206/PMK.01/2014 tanggal 17 Oktober 2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Keuangan Bab XXIII mengenai Ketentuan Peralihan Pasal 1986, Sekolah Tinggi Akuntansi Negara yang telah ada pada saat berlakunya Peraturan ini tetap berlaku sebelum diubah atau disesuaikan dengan yang baru berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Seluruh Pusdiklat dan Sekretariat sebagai unit pendukung merupakan perumus kebijakan dalam pendidikan dan pelatihan. Sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 66/PMK.01/2009 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Keuangan yang berlaku efektif sejak ditetapkan pada tanggal 1 April 2009, Peraturan Menteri Keuangan Nomor 52/PMK.01/2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Balai Pendidikan dan Pelatihan Kepemimpinan yang berlaku efektif sejak ditetapkan pada tanggal 22 Maret 2011, sebagai unit pelaksana teknis dalam penyelenggaraan diklat, BPPK memiliki 11 (sebelas) Balai Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Keuangan di daerah dan 1 (satu) Balai Pendidikan dan Pelatihan

(15)

Kepemimpinan. Balai Diklat Keuangan bertugas untuk melaksanakan penyelenggaraan pendidikan, pelatihan dan penataran keuangan negara berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Balai Diklat Kepemimpinan bertugas untuk melaksanakan penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kepemimpinan di lingkungan Kementerian Keuangan. Balai Diklat Keuangan berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala BPPK. Balai Diklat Kepemimpinan berada di bawah dan bertanggung jawab langsung kepada Kepala Pusdiklat Pengembangan SDM. Adapun unit pelaksana teknis yang dimiliki BPPK adalah sebagai berikut:

1. Balai Diklat Keuangan Medan; 2. Balai Diklat Keuangan Pekanbaru; 3. Balai Diklat Keuangan Palembang; 4. Balai Diklat Keuangan Cimahi 5. Balai Diklat Keuangan Yogyakarta; 6. Balai Diklat Keuangan Malang; 7. Balai Diklat Keuangan Denpasar; 8. Balai Diklat Keuangan Pontianak; 9. Balai Diklat Keuangan Balikpapan; 10. Balai Diklat Keuangan Makassar; 11. Balai Diklat Keuangan Manado; 12. Balai Diklat Kepemimpinan Magelang.

(16)

BAB II

PERENCANAAN DAN

PENETAPAN KINERJA

(17)

A. PENDAHULUAN

encana Strategis (Renstra) merupakan dokumen perencanaan suatu unit organisasi yang penyusunannya disesuaikan dengan tugas pokok dan fungsi dari unit organisasi tersebut dan berjangka waktu 5 (lima) tahun. Adapun peran penting Renstra bagi lembaga pemerintah dan departemen adalah sebagai berikut.

1. Merupakan dokumen yang digunakan untuk mempermudah pelaksanaan akuntabilitas. Tanpa adanya Renstra, mekanisme dan pelaksanaan akuntabilitas akan lebih sulit untuk dilakukan terhadap organisasi.

2. Dokumen yang memberikan arah dan tujuan organisasi melangkah lebih maju di masa depan seiring dengan perkembangan dinamis yang ada. Dengan adanya Renstra, tentunya stakeholders dapat menilai apakah organisasi telah menuju kepada arah yang diinginkan ataukah telah mencapai apa yang diharapkan. 3. Merupakan dokumen pertanggungjawaban dan bukti transparansi kepada publik

dari lembaga pemerintah dan departemen dalam rangka pelaksanaan pembangunan nasional dan peningkatan kualitas pelayanan publik.

4. Sebagai acuan bagi penyusunan Rencana Kerja (Renja) dan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) Kementerian Keuangan.

Renstra Kementerian Keuangan Tahun 2010-2014 (Keputusan Menteri Keuangan Nomor 40/KMK.01/2010 tanggal 29 Januari 2010) merupakan acuan penyusunan Renstra BPPK Tahun 2010-2014. Dalam misi penguatan kelembagaan Kementerian Keuangan yang terdapat dalam Renstra Kementerian Keuangan, salah satu tujuannya adalah “Membangun dan mengembangkan SDM yang amanah,

profesional, berintegritas tinggi dan bertanggung jawab”. Peran strategis

tersebut kemudian diterjemahkan dalam Renstra BPPK tahun 2010-2014 yang ditetapkan melalui melalui Keputusan Menteri Keuangan Nomor 297/KMK.012/2010 tanggal 26 Juli tentang Rencana Strategis BPPK Tahun 2010-2014. Renstra BPPK 2010-2014 merupakan dokumen perencanaan yang berisi visi, misi, tujuan, sasaran, strategi, kebijakan, program, dan kegiatan BPPK dalam rangka menjadikan BPPK sebagai Pusat Pembelajaran-Learning Center bagi Kementerian Keuangan.

Renstra BPPK merupakan serangkaian rencana tindakan dan kegiatan mendasar yang dibuat secara bersama-sama antara pimpinan dan seluruh komponen organisasi untuk diimplementasikan oleh seluruh jajarannya dalam rangka pencapaian visi dan misi BPPK. Perumusan rencana strategis tersebut mengikuti pola yang merupakan tahapan-tahapan kegiatan mulai dari yang paling ideal/kualitatif sampai dengan yang paling teknis dan kuantitatif. Tahapan-tahapan tersebut merupakan rangkaian yang memiliki saling keterkaitan untuk mencapai suatu tujuan bersama yang merupakan visi dan misi organisasi.

(18)

BAB II PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA

7

B. VISI BPPK

Visi organisasi berkaitan dengan pandangan ke depan menyangkut kemana organisasi harus dibawa dan diarahkan agar dapat berkarya secara konsisten dan tetap eksis, antisipatif, inovatif serta produktif. Visi BPPK adalah “Menjadi lembaga

pendidikan dan pelatihan terdepan dalam menghasilkan SDM Keuangan dan Kekayaan Negara yang amanah, profesional, berintegritas tinggi dan bertanggung jawab”

Visi BPPK perlu ditanamkan pada setiap unsur di BPPK sehingga menjadi visi bersama (share vision) yang pada gilirannya mampu mengarahkan dan menggerakkan sumber daya BPPK.

C. MISI BPPK

Misi adalah sesuatu yang harus diemban atau dilaksanakan oleh organisasi sebagai penjabaran visi yang telah ditetapkan. Berdasarkan visi tersebut dirumuskan misi BPPK yaitu sebagai berikut.

- Misi Umum

Melaksanakan pengembangan SDM pengelola keuangan dan kekayaan negara melalui pendidikan dan pelatihan.

- Misi Khusus

(1) Meningkatkan kegiatan penelitian di bidang pengembangan SDM serta bidang Keuangan dan Kekayaan Negara

(2) Melanjutkan reformasi birokrasi BPPK (3) Mewujudkan tata kelola yang baik di BPPK

D. TUJUAN

Berdasarkan misi yang telah ditentukan, maka BPPK telah menetapkan tujuan yang hendak dicapai yaitu sebagai berikut.

1. Menghasilkan SDM pengelola keuangan dan kekayaan negara yang amanah, profesional, berintegritas tinggi dan bertanggung jawab melalui pendidikan dan pelatihan.

2. Menjadi lembaga pendidikan dan pelatihan dengan tata kelola yang baik.

E. SASARAN

Untuk tujuan “menghasilkan SDM pengelola keuangan dan kekayaan negara yang amanah, profesional, berintegritas tinggi dan bertanggung jawab melalui pendidikan dan pelatihan’’ sasaran strategis yang ingin dicapai ialah sebagai berikut.

(19)

1. Terwujudnya pendidikan dan pelatihan berbasis penelitian dan pemutakhiran data kebutuhan diklat.

2. Terwujudnya kualitas layanan diklat yang memuaskan pemangku kepentingan. 3. Terwujudnya evaluasi pendidikan dan pelatihan yang menyeluruh dan

berkelanjutan.

Untuk tujuan “menjadi lembaga pendidikan dan pelatihan dengan tata kelola yang baik’’ sasaran strategis yang ingin dicapainya ialah sebagai berikut.

1. Terwujudnya penataan organisasi BPPK yang handal dan modern.

2. Tercapainya peningkatan pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi yang mendukung pendidikan dan pelatihan.

3. Penerapan manajemen pengembangan SDM dalam rangka mewujudkan SDM BPPK yang amanah, profesional, berintegritas tinggi dan bertanggung jawab. 4. Terwujudnya akuntabilitas sistem manajemen keuangan dan manajemen aset. 5. Tercapainya peningkatan jejaring kerjasama BPPK dengan institusi di dalam

maupun di luar negeri dalam rangka peningkatan kapasitas organisasi.

F. STRATEGI

Untuk mencapai sasaran tersebut BPPK telah menetapkan strategi dan kebijakan sebagai berikut.

Strategi untuk mencapai sasaran “terwujudnya diklat berbasis penelitian dan pemutakhiran data kebutuhan diklat” ialah

1. menumbuhkan budaya penelitian pada SDM di lingkungan BPPK;

2. melaksanakan penelitian/kajian ilmiah dalam rangka merencanakan dan mendesain diklat;

3. mewujudkan diklat melalui memanfaatkan hasil-hasil penelitian dan data kebutuhan diklat yang relevan dengan kebutuhan kompetensi pemangku kepentingan;

4. penyempurnaan tata kelola penelitian/kajian ilmiah (kajian Akademis, AKD, IKD); 5. pemberian dukungan fasilitas penelitian dalam bentuk dukungan finansial dan

non-finansial.

Strategi untuk mencapai sasaran “terwujudnya kualitas layanan diklat yang memuaskan pemangku kepentingan” ialah

1. penyediaan tenaga pengelola diklat yang profesional;

2. penyediaan tenaga pengajar yang kompeten dan berkualitas;

3. pemberian dukungan sarana dan prasarana bagi peserta diklat secara maksimal; 4. menghasilkan lulusan diklat yang berkualitas.

(20)

BAB II PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA

9

Strategi untuk mencapai sasaran “terwujudnya evaluasi pendidikan dan pelatihan yang menyeluruh dan berkelanjutan” ialah

1. peningkatan mutu dan teknik evaluasi penyelenggaraan diklat; 2. peningkatan mutu rekomendasi hasil evaluasi.

Strategi untuk mencapai sasaran “terwujudnya penataan organisasi BPPK yang handal dan modern” ialah

1. perencanaan, penataan, dan pengembangan organisasi sesuai dengan kebutuhan;

2. pengembangan sistem dan prosedur.

Strategi untuk mencapai sasaran “tercapainya peningkatan pemanfaatan TIK yang mendukung pelaksanaan pendidikan dan pelatihan” ialah

1. pengembangan tata kelola TIK; 2. pengembangan sistem aplikasi TIK; 3. pengembangan infrastruktur TIK.

Strategi untuk mencapai sasaran “penerapan manajemen pengembangan SDM dalam rangka mewujudkan SDM BPPK yang amanah, profesional, berintegritas tinggi dan bertanggung jawab” ialah

1. melaksanakan pengadaan pegawai (human resource planning) sesuai kebutuhan unit sehingga tercipta dukungan SDM yang cukup dari segi kualitas dan kuantitas bagi unit kerja;

2. melaksanakan assessment center guna penyediaan profil kompetensi SDM dalam rangka mendukung penugasan dalam pekerjaan di lingkungan BPPK;

3. melaksanakan penataan pegawai guna mewujudkan kesesuaian antara jumlah, komposisi, dan kompetensi pegawai dan kebutuhan organisasi;

4. mengembangkan Sistem Informasi Manajemen Kepegawaian yang terintegrasi dalam rangka pengelolaan Data dan Informasi SDM;

5. menyelenggarakan penyelesaian administrasi kepegawaian secara tepat waktu 6. melaksanakan penegakan disiplin pegawai.

Strategi untuk mencapai sasaran “terwujudnya akuntabilitas sistem manajemen keuangan dan manajemen aset” ialah

1. peningkatan efisiensi dan akurasi pelaksanaan anggaran yang diupayakan sejalan dengan peningkatan kinerja dan sesuai dengan kerangka pengeluaran yang telah ditetapkan;

2. peningkatan transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara melalui peningkatan pembinaan Sistem Akuntansi Instansi yang berkelanjutan; 3. meningkatkan daya guna dan hasil guna pengelolaan sarana dan prasarana

(21)

BPPK;

4. pengamanan aset kekayaan negara.

Strategi untuk mencapai sasaran “peningkatan jejaring kerjasama BPPK dengan institusi di dalam maupun di luar negeri dalam rangka peningkatan kapasitas organisasi” ialah

Peningkatan jumlah dan mutu jejaring kerjasama dengan institusi di dalam negeri (nasional) dan luar negeri (internasional) dengan kebijakan memprioritaskan kerjasama yang memberikan posisi strategis BPPK di tingkat nasional maupun internasional.

G. KEGIATAN

Pada Tahun Anggaran 2014, BPPK memperoleh alokasi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) sebesar Rp566.730.531.000,00 yang digunakan untuk membiayai 9 (sembilan) kegiatan dengan tiap-tiap rincian output sebagai berikut:

1. Pengembangan SDM Melalui Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan Negara di Daerah;

01. Layanan Dukungan Kediklatan 02. Jumlah Peserta Diklat

03. Layanan Perkantoran 04. Kendaraan Bermotor

05. Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi 06. Peralatan dan Fasilitas Perkantoran 07. Gedung/Bangunan

2. Pengembangan SDM Melalui Penyelenggaraan Diklat Teknis dan Fungsional di Bidang Anggaran dan Perbendaharaan;

01. Laporan Keuangan dan Kegiatan 02. Peralatan/Sarana Pendidikan 03. Jumlah Peserta Diklat 04. Layanan Perkantoran 05. Gedung/Bangunan

3. Pengembangan SDM Melalui Penyelenggaraan Diklat Teknis dan Fungsional di Bidang Kepabeanan dan Cukai;

01. Laporan Keuangan dan Kegiatan 02. Jumlah Peserta Diklat

(22)

BAB II PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA

11

04. Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi 05. Peralatan dan Fasilitas Perkantoran 06. Gedung/Bangunan

4. Pengembangan SDM Melalui Penyelenggaraan Diklat Teknis dan Fungsional di Bidang Kekayaan Negara dan Perimbangan Keuangan;

01. Laporan Keuangan dan Kegiatan 02. Jumlah Peserta Diklat

03. Peralatan/Sarana Pendidikan 04. Layanan Perkantoran

05. Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi 06. Peralatan dan Fasilitas Perkantoran 07. Gedung/Bangunan

5. Pengembangan SDM Melalui Penyelenggaraan Diklat Teknis dan Fungsional di Bidang Selain Anggaran, Perbendaharaan, Perpajakan, Kepabeanan, Cukai, Kekayaan Negara dan Perimbangan;

01. Laporan Keuangan dan Kegiatan 02. Jumlah Peserta Diklat

03. Layanan Perkantoran 04. Perangkat Pengolahan Data 05. Peralatan dan Fasilitas Perkantoran

6. Pengembangan SDM Melalui Penyelenggaraan Diklat Teknis dan Fungsional di Bidang Perpajakan;

01. Laporan Keuangan dan Kegiatan 02. Jumlah Peserta Diklat

03. Layanan Perkantoran

04. Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi 05. Peralatan dan Fasilitas Perkantoran 06. Gedung/Bangunan

7. Pengembangan SDM Melalui Penyelenggaraan Diklat Kepemimpinan dan Manajemen Serta Pendidikan Pascasarjana Bagi Pegawai Kementerian Keuangan;

01. Laporan Keuangan dan Kegiatan 02. Jumlah Peserta Diklat

03. Layanan Perkantoran

04. Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi 05. Peralatan dan Fasilitas Perkantoran 06. Gedung/Bangunan

(23)

8. Pengembangan SDM Melalui Penyelenggaraan Pendidikan Program Diploma Keuangan Negara;

01. Laporan Keuangan dan Kegiatan 02. Jumlah Mahasiswa

03. Layanan BLU

04. Layanan Perkantoran

05. Perangkat Pengolah Data dan Komunikasi 06. Peralatan dan Fasilitas Perkantoran 07. Gedung/Bangunan

9. Penyelenggaraan Dukungan Manajemen dan Dukungan Teknis Lainnya Bagi Unit Kerja di Lingkungan BPPK.

01. Laporan Keuangan dan Kegiatan 02. Layanan Kepegawaian

03. Penelitian dan Pengembangan 04. Layanan Perkantoran

05. Kendaraan Bermotor

06. Peralatan dan Fasilitas Perkantoran 07. Gedung/Bangunan

08. Output Cadangan

H. PENETAPAN KINERJA

Berikut ini adalah Strategy Map dan IKU BPPK , berdasarkan kontrak kinerja yang telah ditetapkan dan ditandatangani oleh Kepala Badan.

(24)

No (1) 1 Progra (2) Pendidikan d Pelatihan Aparatur Kementerian Keuangan Kon am dan n 1 2 3 4 Di Strategy Ma T ntrak Kinerja Sasaran Stra (3) SDM Keuang Negara Berko Tinggi Lulusan Pend dan Pelatiha Berkualitas T Sesuai denga Kebutuhan Perencanaan Perumusan K yang Berkua Program yan Akomodatif BA agram II.1 ap BPPK Tahu Tabel II.1 a IKU BPPK T ategis gan ompetensi 1 didikan n Tinggi an 2 n dan Kebijakan litas Tinggi 3 3 ng 4 AB II PERENCANA un 2014 Tahun 2014 Indikator Ki (4 1.a-CP Nilai P Komp 2.a-N Perse Diklat Keme Predi 3.a-N Perse Penye Pelem 3.b-N Perse Penye Stand untuk Peng Talen 4.a-N Perse Diklat Mend Valida

AAN DAN PENET

inerja Utama 4) Peningkatan petensi SDM entase Lulusan t dari enkeu dengan

kat min. Baik entase elesaian mbagaan STAN entase elesaian dar Kompetens k Kebutuhan embangan nt Kemenkeu entase Program t yang dapatkan Nilai asi Minimal B TAPAN KINERJA Target 2014 (5) 20 90% N 100% i 100% m 95%

(25)

No Program Sasaran Strategis Indikator Kinerja Utama Target 2014 (1) (2) (3) (4) (5)

4.b-N Persentase Jam

Pelatihan Pegawai terhadap Jam Kerja Kemenkeu

2,4958%

5 Proses Pembelajaran

yang Kreatif dan Efektif 5.a-N Indeks Kepuasan Peserta Diklat atas Pengajar

4

5.b-N Indeks Kepuasan

Peserta Diklat atas Bahan Ajar

4

5.c-N Indeks Kepuasan

Peserta Diklat atas Metodologi Pembelajaran

4

6 Evaluasi Hasil Belajar

Valid 6.a-N Tingkat Validitas Materi Evaluasi Belajar 95% 7 Evaluasi Kebijakan

yang Komprehensif 7.a-N Persentase Program Diklat yang Berkontribusi terhadap Peningkatan Kompetensi 100% 8 SDM yang Kompeten, Kreatif dan Memiliki Perilaku yang Tepat

8.a-CP Persentase Pejabat yang telah Memenuhi Standar Kompetensi Jabatan

97%

9 Organisasi yang Efisien, Efektif, dan Memiliki Budaya yang Tepat

9.a-CP Indeks Kesehatan Organisasi

68

10 Teknologi Informasi dan Komunikasi Tepat Guna

10.a-N Level of Service Availibility

95% 11 Pengelolaan Keuangan

dan Aset yang Optimal dan Akuntabel 11.a- Persentase Penyerapan Anggaran dan Pencapaian Output Belanja 95% 11.b-N Indeks Kepuasan Peserta Diklat atas Sarana dan Prasarana

4

Sumber: Bagian OTL

Sehubungan dengan terbitnya Instruksi Presiden nomor 4 tahun 2014 tanggal 19 Mei 2014 tentang Langkah-Langkah Penghematan dan Pemotongan Belanja Kementerian/Lembaga dalam Rangka Pelaksanaan Anggaran Pendapatan

(26)

BAB II PERENCANAAN DAN PENETAPAN KINERJA

15

dan Belanja Negara Tahun Anggaran 2014, Kementerian Keuangan mendapat alokasi penghematan dan pemotongan anggaran belanja sebesar Rp3.052.670.663,00. BPPK mendapatkan alokasi penghematan dan pemotongan anggaran belanja sebesar Rp109.987.857.000,00 sesuai dengan surat nomor S-452/MK.1/2014 tanggal 22 Mei 2014 tentang Penghematan dan Pemotongan Belanja Kementerian/Lembaga dalam Rangka Pelaksanaan APBN TA 2014. Pemotongan tersebut berdampak terhadap kemampuan BPPK dalam menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan, sehingga BPPK mengajukan perubahan target IKU Persentase Jam Pelatihan Pegawai terhadap Jam Kerja Kemenkeu dari 3,3% menjadi 2,4958%.

(27)

BAB III

(28)

LAPORAN KINERJA BPPK TAHUN 2014

18

A. CAPAIAN KINERJA ORGANISASI BPPK TAHUN 2014 PP.1 SDM Keuangan Negara Berkompetensi Tinggi

SDM yang berkompetensi tinggi adalah SDM Kementerian Keuangan yang memiliki nilai kompetensi sama atau di atas Standar Kompetensi Jabatan Kementerian Keuangan, baik

hard maupun soft competencies. SDM Keuangan Negara berkompetensi tinggi diharapkan

mampu menyelesaikan pekerjaannya dengan efektif dan efisien sesuai target yang ditetapkan serta memiliki pengetahuan dan keahlian yang luas sesuai dengan bidangnya. IKU untuk sasaran strategis ini adalah Nilai Peningkatan Kompetensi SDM.

1.a (CP) Nilai Peningkatan Kompetensi SDM

IKU Nilai Peningkatan Kompetensi SDM bertujuan mengukur keberhasilan program pendidikan dan pelatihan untuk meningkatkan kompetensi peserta diklat. IKU ini dimaksudkan mengukur outcome dari program-program pengembangan SDM melalui BPPK. Selain mengukur keberhasilan program BPPK, IKU ini juga dapat membantu unit-unit pengguna untuk mengetahui peningkatan kompetensi individual para peserta pendidikan dan pelatihan. IKU ini baru mulai diukur pada tahun 2014. Unit in Charge IKU ini adalah seluruh Pusdiklat.

Formula : Rata-rata (nilai kompetensi akhir – nilai kompetensi awal)

Kompetensi SDM adalah karakteristik dan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap sesuai tugas dan/atau fungsi jabatan. Capaian didapatkan dari rata-rata peningkatan kompetensi dari para peserta diklat yang memenuhi yang memenuhi syarat. Sampel yang akan digunakan dalam IKU ini adalah diklat/peserta diklat yang memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

(1) Diutamakan diklat dengan peserta berasal dari eselon I yang sama (2) Spesifik (peserta sudah berada dalam jabatan)

(3) Diutamakan bukan merupakan diklat penyegaran maupun diklat lanjutan

(4) Diklat yang memiliki tujuan “mampu menerapkan/mengaplikasikan”, sesuai dengan kriteria C3 pada Taksonomi Bloom

Adapun proses pengukuran peningkatan kompetensi adalah sebagai berikut.

a. melakukan leveling kompetensi awal dengan melakukan pre-assessment kepada para peserta diklat. Assessment dilakukan baik kepada peserta diklat, maupun dengan survei kepada rekan kerja dan atasan peserta diklat. Pegawai yang akan dianalisis adalah pegawai yang memiliki nilai pre-assessment dibawah 60.

b. melakukan leveling kompetensi akhir, menggunakan metode yang sama seperti proses leveling kompetensi awal. Kegiatan dilakukan secepat-cepatnya 3 bulan dan selambat-lambatnya 6 bulan setelah peserta kembali bekerja sesuai dengan kompetensi yang diperoleh dari diklat yang diikuti dengan maksud alumni diklat memiliki kesempatan mengamalkan ilmu yang didapat pada saat pendidikan.

(29)

c. Skala penilaian assessment adalah 1 – 10 dengan konversi ke skor 1 – 100 baik pada level kompetensi awal maupun level kompetensi akhir.

d. Target tahun 2014 sebesar 20 memiliki arti alumni diklat mengalami kenaikan nilai level kompetensi sebesar 20.

e. Ilustrasi misalkan peserta diklat dengan nilai kompetensi awal 6,00 dengan hasil konversi 60,00, memiliki nilai kompetensi akhir 8,00 dengan hasil konversi 80,00, sehingga peserta diklat tersebut mengalami kenaikan nilai level kompetensi sebesar 20,00.

f. Pada tahun 2014, peserta diklat di BPPK memiliki rata-rata kenaikan nilai level kompetensi sebesar 26,06.

UNIT TARGET REALISASI PENJELASAN CAPAIAN

BPPK 20 26,06

Pusdiklat Pengembangan SDM

20 20,96 No. Nama Diklat Nilai 1. DKK Kretivitas dan Inovasi 29,4 2. DKK Motivasi dan Pemberdayaan Periode I 41,1 3. DKK Transformational Leadership 30,8 4. DKK Pengambilan Keputusan

dan Pemecahan Masalah

14,1 5. DKK Coaching and Mentoring -10,6

Rata-rata 20,96

Pusdiklat Anggaran dan

Perbendaharaan

20 28,67 No. Nama Diklat Nilai 1. Perencanaan dan Penganggaran 29,82 2. Penguji Tagihan 25,64 3. PKK 30,55 Rata-rata 28,67

Pusdiklat Pajak 20 20,11 No. Nama Diklat Nilai 1. Diklat Fungsional Pemeriksa

Menengah Akt I & Akt II

20,11

Rata-rata 20,11

Pusdiklat KNPK 20 25,90 No. Nama Diklat Nilai 1. DTSS Pengetahuan Lelang

(Bagi Pelaksana)

27,3 2. DTSS Penilaian Bisnis Dasar 26,0 3. DTSS Supervisor TIK DJKN

Tingkat Pemula

24,30

Rata-rata 25,9

Pusdiklat Bea dan Cukai

20 31,22 No. Nama Diklat Nilai 1. DTSS Teknik Pemeriksaan 37,10 2. DTSS Pemeriksa Sarana Pengangkut Udara 30,7 3. DTSS Intelejen Analisis 24,65

(30)

LAPORAN KINERJA BPPK TAHUN 2014

20

UNIT TARGET REALISASI PENJELASAN CAPAIAN

4. DTU Pemeliharaan dan Penggunaan Senjata Dinas DJBC 31,18 5. DTSS Penggunaan Pemindai Kabin dan Kargo Akt I 25,94 6. DTSS LI – Contact Center 40,07 Rata-rata 31,22 Pusdiklat Keuangan Umum

20 23,00 No. Nama Diklat Nilai 1. Diklat Evaluasi Diklat 17,18 2. Diklat Penyusunan Risalah

Sengketa

Banding dan Berita Acara Sidang

Angkatan II

19,10

3. Diklat Tata Naskah Dinas Angkatan II

32,73

Rata-rata 23,00

Dari 21 diklat, terdapat 1 diklat yang memiliki penurunan nilai kompetensi sebesar 10,6 yaitu Diklat Kompetensi Khas Coaching and Mentoring. Penurunan tersebut dikarenakan DKK Coaching dan Mentoring adalah diklat soft competency, yang dampak terhadap pekerjaan yang bisa dinilai biasanya baru dapat diukur setelah periode waktu yang cukup lama. Dengan periode penilaian yang dimulai sejak 3 bulan setelah diklat, dampak dari diklat belum terlihat secara positif.

Hal yang mendukung tercapainya target atas IKU tersebut adalah

a. Program Diklat yang dinilai yang dinilai berupa diklat yang bersifat hard competency. Diklat yang bersifat hard competency dapat diukur perubahan kompetensinya secara mudah dan cepat sehingga program tersebut mendukung dalam penyelesaian pekerjaan.

b. Penempatan atau pemanfaatan setelah diklat yang sesuai dengan program diklat yang diikuti.

Kendala yang dihadapi dan langkah-langkah yang telah dilakukan

a. Daftar nama peserta diklat diterima terlalu dekat dengan pelaksanaan diklat sehingga mengakibatkan tidak adanya waktu untuk melakukan survei pada tahap pre-assessment. b. Pengembalian isian kuesioner baik untuk alumni maupun rekan dan atasan kurang

optimal.

c. Penilaian dari atasan dan rekan kerja kurang obyektif, sehingga perlu disampaikan dalam kuesioner bahwa atasan/rekan member penilaian sesuai kondisi riil yang ada d. Belum adanya pemisahan tools pengukuran dan target antara program diklat hard

(31)

e. Belum adanya standardisasi pelaksanaan kegiatan dalam bentuk pedoman/produk hukum.

Langkah-langkah yang dilaksanakan untuk mengatasi kendala tersebut adalah sebagai berikut.

a. BPPK secara aktif melakukan koordinasi dengan Unit Eselon I untuk meminta nama peserta baik secara formal maupun informal.

b. BPPK melakukan pengambilan data secara langsung mendatangi kantor-kantor para pegawai yang menjadi responden.

c. Kuesioner dilengkapi dengan petunjuk pengisian kuesioner yang berisi bahwa atasan /rekan kerja diharapkan memberikan penilaian sesuai kondisi riil yang ada.

d. Melampiri kuesioner post-assessment dengan nilai pre-assessment supaya responden dapat menggunakan sebagai dasar perbandingan penilaian peningkatan kompetensi e. Menentukan kriteria/pedoman penghitungan Nilai Peningkatan Kompetensi SDM agar

semua Pusdiklat menggunakan tools yang sama.

Kaitan pencapaian target IKU Nilai Peningkatan Kompetensi SDM Tahun 2014 dengan sasaran dalam Renstra Kementerian Keuangan tahun 2010 – 2014 yaitu mendukung ketercapaian sasaran strategis pembelajaran dan pertumbuhan dalam menunjang pencapaian tujuan strategi enam tema pokok. Dengan tercapainya target Nilai Penilaian Kompetensi SDM maka dapat mengindikasikan baiknya koordinasi antara BPPK dengan unit Eselon I di Kementerian Keuangan untuk mewujudkan SDM Kementerian Keuangan yang berintegritas dan berkompetensi tinggi.

PP.2 Lulusan Pendidikan Dan Pelatihan Berkualitas Tinggi Sesuai Dengan Kebutuhan Lulusan pendidikan dan pelatihan berkualitas tinggi sesuai kebutuhan adalah lulusan diklat yang mampu mengaplikasikan dengan baik hasil pembelajaran dalam diklat sesuai dengan kebutuhan organisasi. IKU untuk sasaran strategis ini adalah Persentase Lulusan Diklat dari Kementerian Keuangan dengan Predikat Minimal Baik.

2.a (N) Persentase Lulusan Diklat dari Kementerian Keuangan dengan Predikat Minimal Baik IKU ini bertujuan untuk mengukur kualitas proses pembelajaran selama diklat yang diselenggarakan oleh BPPK dalam rangka memenuhi kebutuhan pemangku kepentingan atas SDM yang kompeten. IKU ini bermanfaat dalam memberikan umpan balik kepada BPPK dalam memperbaiki proses pembelajaran pada setiap lini. Pada tahun 2014, dari 13.743 lulusan diklat di BPPK, sebanyak 13.099 peserta lulus dengan predikat minimal baik atau 95,28% peserta diklat yang lulus ujian memiliki nilai diatas 76.

Formula =

Jumlah peserta diklat yang lulus ujian dengan predikat minimal baik

x 100% Jumlah peserta diklat yang lulus ujian

(32)

LAPORAN KINERJA BPPK TAHUN 2014

22

Lulusan diklat yang dimaukkan ke dalam perhitungan IKU ini adalah diklat-diklat yang mensyaratkan hasil ujian sebagai syarat kelulusan. Lulusan dengan nilai ujian minimal 76 pada evaluasi pertama akan masuk ke dalam perhitungan IKU sebagai peserta diklat yang lulus ujian dengan predikat minimal baik. Peserta dengan predikat minimal baik tersebut akan diperbandingkan dengan pembagi berupa jumlah peserta diklat yang lulus ujian dan akan menjadi capaian IKU final setelah dikali dengan 100%.

Dalam pelaksanaan evaluasi hasil belajar peserta, Pusdiklat serta Balai Diklat Keuangan menggunakan panduan berupa pedoman nomor PER – 1/PP/2012 tentang Pedoman Evaluasi dan Rekomendasi Diklat di Lingkungan Kementerian Keuangan. Adapun faktor-faktor pendukung dalam pencapaian IKU adalah sebagai berikut.

1. Proses pembelajaran bagi peserta telah berjalan optimal sesuai desain kurikulum yang dibuat.

2. Peserta yang dikirimkan unit pengguna sesuai dengan kualifikasi minimal peserta diklat tertentu.

Kendala-kendala yang dihadapi dalam pencapaian IKU adalah pada diklat-diklat heterogen (diklat dengan peserta dari berbagai unit Eselon I), memiliki gap kompetensi awal yang berbeda. Rencana aksi BPPK untuk tahun 2015 adalah meningkatkan koordinasi dengan Unit Pengguna dalam hal permintaan peserta diklat, baik secara formal maupun informal agar diperoleh peserta diklat yang sesuai dengan syarat peserta diklat yang telah ditentukan.

Persentase Lulusan Diklat dari Kemenkeu dengan Predikat Minimal Baik merupakan IKU pengukurannya selalu dilaksanakan pada tahun 2010 – 2014. Adapun capaian selama lima tahun adalah sebagai berikut

TAHUN 2010 2011 2012 2013 2014

Persentase Lulusan Diklat dari Kementerian Keuangan dengan Predikat Minimal Baik

85,52% 88,90% 85,78% 87,33% 95,28%

PP.3 Perencanaan dan Perumusan Kebijakan yang Berkualitas Tinggi

Perencanaan dan perumusan kebijakan yang berkualitas tinggi adalah perencanaan dan perumusan kebijakan pendidikan dan pelatihan pegawai Kementerian Keuangan untuk meningkatkan kompetensi pegawai dalam rangka memenuhi kebutuhan kompetensi pegawai yang dipersyaratkan oleh Kementerian Keuangan. Sasaran strategis ini memiliki dua IKU, yaitu Persentase Penyelesaian Pelembagaan STAN serta Persentase Penyelesaian Kajian Program Pengembangan Talent Kementerian Keuangan.

3.a – N Persentase Penyelesaian Pelembagaan STAN

IKU ini bertujuan untuk mengukur progress pengembangan STAN sebagai lembaga pendidikan yang lebih berkelas dunia dengan mendidik putra-putri terbaik bangsa. Unit in Charge untuk IKU ini adalah STAN dan Sekretariat Badan. Pelembagaan STAN adalah

(33)

penataan kelembagaan STAN sesuai dengan arah dan kebijakan Menteri Keuangan. Batasan mengenai penyelesaian pelembagaan STAN adalah penyampaian usulan mengenai penataan kelembagaan STAN yang meliputi aspek penetapan legal formal dan pengembangan proses bisnis perguruan tinggi.

Pada IKU ini, penilaian berdasarkan pada leveling penyelesaian sebagai berikut.

- IKU dinilai 100% apabila usulan penataan kelembagaan disetujui dengan perbaikan minor.

- IKU dinilai 80% apabila usulan penataan kelembagaan diterima dengan pembahasan rutin.

- IKU dinilai 60% apabila usulan penataan kelembagaan diterima tetapi masih menunggu pembahasan.

Pada tahun 2014, capaian untuk IKU ini adalah 100%, dengan rincian sebagai berikut. - Pada tanggal 12 September 2014, telah dikeluarkan surat dari Dirjen Dikti Nomor

781/MPK.E/KL/2014 ke Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan yang berisi:

 Persetujuan Pendirian Politeknik Keuangan Negara “STAN” dengan 10 Program Studi

 Sementara PP tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi oleh Kementerian Lain belum terbit, maka PKN-STAN berada di bawah Kemendikbud dengan pengelolaan teknis di bawah Kemenkeu

- Telah disusun usulan mengenai penataan kelembagaan STAN dan telah disampaikan kepada Menteri Keuangan pada

Kendala yang dihadapi dalam Pelembagaan STAN adalah menunggu ditetapkannya PP mengenai Penyelenggaraan Pendidikan Tingga yang Dikelola oleh Kementerian/Lembaga Lain yang diestimasikan akan terbit pada Mei 2015. Adapun arahan rencana aksi untuk tahun 2015 adalah baik koordinasi eksternal lebih lanjut dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, maupun koordinasi internal dengan Menteri Keuangan/Wakil Menteri Keuangan, serta Biro Organta. Selain itu BPPK juga akan menyusun/menyelesaikan pemenuhan perangkat lainnya (dosen, statute, dll)

3.b – N Persentase Penyelesaian Kajian Program Pengembangan Talent Kemenkeu

IKU ini bertujuan untuk mengukur progress perumusan Standar Kompetensi untuk Kebutuhan Pengembangan Talent Kemenkeu. Unit in Charge untuk IKU ini adalah Pusdiklat Pengembangan Sumber Daya Manusia. Standar Kompetensi untuk Kebutuhan Pengembangan Talent Kemenkeu adalah rumusan standar kompetensi dan kompetensi dasar yang diarahkan untuk memenuhi kebutuhan pengembangan talent Kemenkeu. Batasan penyelesaian IKU ini adalah penyampaian usulan mengenai Standar Kompetensi untuk Kebutuhan Pengembangan Talent Kemenkeu, kepada Sekretariat Jenderal. Pada IKU ini, penilaian berdasarkan pada leveling penyelesaian sebagai berikut.

(34)

LAPORAN KINERJA BPPK TAHUN 2014

24

- IKU dinilai 80% apabila usulan diterima dengan pembahasan rutin.

- IKU dinilai 60% apabila usulan diterima tetapi masih menunggu pembahasan.

Talent Management adalah suatu proses manajemen SDM dalam mengelola karyawan potensial (key talent) yang memegang peran kunci (key position) bagi keberhasilan organisasi untuk menjamin kinerja dan kesinambungan organisasi di masa yang akan datang. Manajemen talenta menjadi penting karena dilatarbelakangi oleh putting the right man on the right position pada organisasi. Manajemen talenta dapat menjadi dasar dari Kementerian Keuangan yang lebih baik. Adapun proses talent management yang diusulkan secara garis besar memiliki tahapan sebagai berikut.

1. Talent Needs Analysis, menentukan critical position yang direncanakan akan diisi oleh talent terpilih (projected vacant critical position)

2. Talent Identification, melaksanakan seleksi calon talent dan penetapan talent melalui forum pimpinan

3. Talent Development, melaksanakan pendataan talent, persiapan serta pembekalan mentor, serta menyusun Individual Development Plan. Adapun Individual

Development Plan terdiri dari prose mentoring, training development¸serta non-training development.

4. Talent Retention, merupakan tahap pembahasan yang akan dibahas lebih lanjut mengenai benefits atau privilege yang akan didapatkan oleh talent dan mentor. 5. Evaluation, merupakan tahap terakhir dimana talent dinilai hasil dari pengembangan

kemampuannya. Tahap ini juga melakukan evaluasi terhadap mentor maupun proses talent management secara keseluruhan.

Dalam pelaksanaan talent management, Biro SDM Sekretariat Jenderal berhubungan erat dengan Pusdiklat Pengembangan Sumber Daya Manusia.. Pusdiklat PSDM berperan aktif dalam proses talent development, terutama dalam proses pelatihan baik untuk mentor maupun kepada talent. Pada tahun 2015, BPPK akan melaksanakan pelatihan pengembangan talent.

PP.4 Program yang Akomodatif

Program yang akomodatif adalah program pendidikan dan pelatihan yang didesain sesuai dengan kebutuhan Kementerian Keuangan dan selalu dikembangkan berdasarkan hasil kebutuhan diklat serta evaluasi hasil diklat. Sasaran strategis ini memiliki dua IKU, yaitu IKU Persentase Program Diklat yang Mendapatkan Nilai Validasi Minimal B serta IKU Persentase Jam Pelatihan Pegawai terhadap Jam Kerja Kemenkeu.

4.a – N Persentase Program Diklat yang Mendapatkan Nilai Validasi Minimal B

IKU ini bertujuan untuk mengukur kualitas diklat yang akan diselenggarakan. Kualitas suatu diklat dapat dilihat dari tingkat efektivitas pembelajaran dalam memenuhi kebutuhan peserta didik dalam menutup kesenjangan kompetensi tertentu. IKU ini bermanfaat untuk menjadi dasar dalam capacity building bagi SDM perancang diklat maupun dasar perbaikan

(35)

sistem dan mekanisme perancangan diklat di BPPK. Unit in Charge IKU ini adalah seluruh Pusdiklat.

Formula =

Jumlah Program Diklat yang Mendapat Nilai Validasi Minimal B

x 100% Jumlah Program Diklat yang Divalidasi

Pelaksanaan validasi program diklat di BPPK berpedoman pada peraturan nomor PER-006/PP/2011 tentang Pedoman Validasi Program Pendidikan dan Pelatihan di Lingkungan Kementerian Keuangan. Proses validasi melibatkan seluruh Pusdiklat beserta Sekretariat BPPK sebagai coordinator. Proses validasi dimulai dengan pengajuan program yang hendak divalidasi oleh pemilik Unit Pengusul Validasi (Pusdiklat). Unit Pengusul Validasi melampirkan dokumen yang dibutuhkan dalam proses validasi. Tim Validasi Program Diklat akan melakukan penilaian terhadap program diklat yang diajukan. Program diklat akan diberi nilai A, B, atau C sesuai dengan criteria penilaian yang ditetapkan. Program diklat yang dapat dilaksanakan adalah program diklat dengan nilai validasi A atau B.

Pada tahun 2014, terdapat 79 program diklat yang diajukan untuk divalidasi. Setelah melalui proses penilaian, seluruh program tersebut mendapatkan nilai A, sehingga capaian untuk IKU ini adalah 100%. Program-program diklat yang divalidasi adalah sebagai berikut.

PEMILIK PROGRAM NAMA PROGRAM DIKLAT

Pusdiklat Keuangan Umum

1. Diklat Ekonometrika- Tingkat Dasar

2. Diklat Ekonometrika-Tingkat Lanjutan (Eksplorasi Data Susenas) 3. Diklat Kebijakan Publik Tk Lanjutan Cost Benefit Analysis 4. Diklat Service Level Agreement Kediklatan (BDK) 5. Diklat Finansial Modeling Tingkat Dasar

6. Diklat Human Capital Management and Organizational Development 7. Diklat Project Management

8. Diklat Pengawasan

9. iklat Anti Money Laundering & Asset Tracing Tk Lanjutan 10. Diklat Audit TIK-Tingkat Lanjutan: Audit Manajemen Operasional

Perkantoran

11. Diklat Audit untuk Non PFA

12. Diklat Penyusunan Laporan yang Efektif 13. Diklat Legal Drafting (DJA)

14. Diklat Pengelolaan Kinerja 15. Diklat Call Center

16. Diklat Protokoler 17. Diklat Calon Widyaiswara

18. Diklat Kewidyaiswaraan Berjenjang Madya

19. Debt Management Financial Analysis System (DMFAS) Debt Statistical 20. Diklat Curriculum Design

21. Diklat Kehumasan

22. Diklat Kewajiban Kontijensi 23. Diklat Manajemen Rapat Pimpinan

(36)

LAPORAN KINERJA BPPK TAHUN 2014

26

PEMILIK PROGRAM NAMA PROGRAM DIKLAT

24. Diklat Diplomasi Ekonomi

25. Diklat Manajemen Risiko Kelas Manajerial 26. Diklat Training of Trainers

Pusdiklat Anggaran dan Perbendaharaan

1. Diklat Budget Reviewer Training 2. Diklat Penganggaran PHLN

3. Penyegaran Bendahara Penerimaan DJKN 4. Penyegaran PNBP DJKN

5. Diklat Perencanaan Penganggaran 6. DTSS Perencanaan Kas

7. DTSS RBA dan BLU 8. DTSS Review RKAKL 9. DTU Pembinaan Karakter

10. Diklat Bendahara Dana Kapitasi JKN Pusdiklat

Pengembangan Sumber Daya Manusia

1. Diklat Kompetensi Khas Interpersonal Skill For Profesional Leaders 2. Diklat Kompetensi Khas Coaching dan Mentoring

3. Diklat Pim IV khusus Pajak Pusdiklat Bea dan

Cukai

1. DTSS Penyidik Kepabeanan dan Cukai 2. DTSS Intelijen Taktis

3. DTSS Intelijen Analis 4. DTSS Kepatuhan Internal

5. DTU Pemeliharaan dan Penggunaan Senjata DJBC 6. Workshop Crude Palm Oil

7. Workshop Service Level Agreement for Customs Officer Pusdiklat Pajak 1. DTSS Ekstensifikasi

2. DTSS Manajemen Penagihan 3. DTSS Pemeriksaan Bukti Permulaan 4. DTSS Penggalian Potensi Pajak 5. DTSS Tindak Pidana Perpajakan 6. DTSD Pajak I Administrasi Perpajakan 7. DTSD Pajak I Akuntansi Pemerintahan 8. DTSD Pajak I Umum

9. DTSD Pajak II Akuntansi 10. DTSD Pajak II Non Akuntansi 11. DTSS Eksekutif Pemeriksaan 12. DTSS OC Pajak

13. DTSS Penelaah Keberatan 14. DTSS Penyegaran Juru Sita Pajak 15. DTSS Teknik Pengamatan 16. DTU Orientasi Pegawai Pajak

(37)

PEMILIK PROGRAM NAMA PROGRAM DIKLAT

Pusdiklat Kekayaan Negara dan Perimbangan Keuangan

1. DTSS Teknik Peramalan Keuangan

2. DTSS Pengelolaan Piutang Negara dan Piutang Daerah 3. DTSS Pejabat Lelang

4. DTSS Penilaian Minyak dan Gas Bumi

5. DTSS Supervisor Teknologi Informasi dan Komunikasi DJKN Tingkat Pemula

6. DTSS Penilaian Batu Bara

7. DTSS Penilaian Sumber Daya Hutan 8. DTSS Studi Kelayakan Bisnis Properti 9. DTSS Penilaian Bisnis Dasar

10. DTSS Analisis Laporan Keuangan Perusahaan Tingkat Pemula 11. DTSS Legal Review

12. DTSS Pajak Daerah dan Retribusi Daerah 13. Penyegaran Pejabat Lelang

14. Penyegaran Pelaksanaan Rekonsiliasi BMN bagi Pengelola Barang 15. DTSS Penatausahaan BMN Bagi Pengguna Barang

16. DTSS Perencanaan Kebutuhan BMN

Kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan IKU adalah sebagai berikut.

a. Usulan program diklat yang disampaikan beberapa Pusdiklat melampaui deadline yang sudah ditetapkan sehingga pelaksanaan validasi menjadi tidak sesuai dengan rencana timeline kegiatan yang sudah dibuat;

b. Terdapat beberapa permasalahan yang muncul dalam proses validasi yang belum dapat diakomodir di pedoman validasi sehingga mengakibatkan munculnya kesepakatan disetiap proses pelaksanaan (penyempurnaan pedoman sedang dalam proses).

Rencana aksi untuk pelaksanaan validasi di masa yang akan datang adalah sebagai berikut.

a. Penyempurnaan dalam timeline proses pelaksanaan validasi.

b. Hasil kesepakatan yang muncul selama proses pelaksanaan validasi sudah dituangkan dalam konsep pedoman validasi yang disempurnakan, saat ini masih dalam proses pembahasan dengan tim penyempurnaan validasi yang melibatkan perwakilan seluruh Pusdiklat.

Pada tahun 2013, terdapat IKU Persentase Program Diklat yang Memenuhi Validitas Minimal B dengan capaian 98,43%. Capaian pada tahun 2014 mengalami peningkatan dengan capaian sebesar 100%.

(38)

LAPORAN KINERJA BPPK TAHUN 2014

28

4,b – N Persentase Jam Pelatihan Pegawai terhadap Jam Kerja Kemenkeu

IKU ini bertujuan untuk mengukur tingkat komitmen Kementerian Keuangan untuk mengembangkan kompetensi SDM-nya melalui pendidikan dan pelatihan. IKU ini bermanfaat dalam memberikan feedback kepada BPPK dalam memperbaiki proses perencanaan kegiatan diklat. Unit in Charge untuk IKU ini adalah seluruh Pusdiklat dan seluruh Balai Diklat Keuangan.

Formula =

Total Jam Pelatihan yang Diikuti SDM Kementerian Keuangan

x 100% Potential Trainees x 1.507 jam

Potential Trainees tahun 2014 adalah 60.000 pegawai. Jam pelatihan adalah seluruh jam pelatihan yang diikuti oleh SDM Kementerian Keuangan dari diklat atau seluruh kegiatan pelatihan yang dibiayai oleh DIPA Kementerian Keuangan, selain pendidikan/program pascasarjana, diploma, ujian dinas, ujian penyesuaian kenaikan pangkat dan sertifikasi. 1.507 jam merupakan jam kerja pegawai Kementerian Keuangan sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan nomor 71/KMK.01/1996 tentang Hari dan Jam Kerja di Lingkungan Kementerian Keuangan. Polarisasi IKU ini akan stabilize pada target 5%, yang setara dengan 75 jam pelatihan dalam setahun. Apabila suatu unit belum menargetkan 5%, maka polarisasi IKU ini adalah maximize.

Pada tahun 2014, secara keseluruhan BPPK telah menyelenggarakan diklat sebanyak 2.977.815 jamlator. Jamlator adalah hasil kali dari jam pelatihan dengan jumlah peserta diklat. Realisasi dari IKU ini adalah 3,3135% dengan indeks capaian sebesar 132,76%.

Pada tahun 2014, dilakukan addendum atas target jamlator dari 3,3% menjadi 2,4958%. Addendum dipandang perlu karena adanya pemotongan anggaran pada pertengahan tahun 2014 berdampak langsung pada anggaran Pusdiklat/Balai Diklat Keuangan dalam menyelenggarakan diklat.

Pada akhir triwulan III terdapat permintaan diklat dari Unit Pengguna yang harus dilaksanakan pada tahun 2014 seperti DTSD Pajak, DTU Orientasi dan In-House Training yang diminta oleh Direktorat Jenderal Pajak. Untuk dapat menyelenggarakan diklat permintaan tersebut, BPPK mengajukan dana tambahan namun target jamlator tidak dapat diubah kembali. Pada tahun 2015, BPPK akan meningkatkan koordinasi dengan Unit Pengguna dalam pemanfaatan hasil IKD sehingga pengiriman peserta diklat sesuai dengan IKD yang dilakukan.

IKU Persentase Jam Pelatihan Pegawai terhadap Jam Kerja Kementerian Keuangan merupakan indikator yang telah diukur sejak tahun 2010 dengan capaian per tahun yang dapat dilihat pada tabel berikut.

TAHUN 2010 2011 2012 2013 2014

Persentase Jam Pelatihan Pegawai terhadap Jam Kerja Kementerian Keuangan

(39)

PP.5 Proses Pembelajaran yang Kreatif dan Efektif

Proses pembelajaran yang kreatif dan efektif adalah proses pembelajaran yang didesign dan dilaksanakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta diklat untuk berpartisipasi aktif, memberikan ruang gerak yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian peserta diklat. Sasaran strategis ini memiliki tiga indikator, yaitu Indeks Kepuasan Peserta Diklat atas Pengajar, Indeks Kepuasan Peserta Diklat atas Bahan Ajar, serta Indeks Kepuasan Peserta Diklat atas Metodologi Pembelajaran. Sebagai pedoman dalam pengukuran indikator-indikator tersebut, telah diterbitkan Surat Edaran nomor SE-15/MK.12/2014 tentang Mekanisme Evaluasi Penyelenggaraan dan Pengajar Diklat di Lingkungan Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan. Penilaian terhadap layanan kediklatanan maupun kualitas pengajar/widyaiswara sudah dilaksanakan sejak tahun 2011, namun indikator-indikator pada tahun 2014 merupakan pengembangan sehingga dapat dinilai secara lebih terperinci terhadap pengajar, metode pembelajaran dan bahan ajar, sehingga indikator-indikator ini tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan capaian tahun-tahun sebelumnya.

5.a – N Indeks Kepuasan Peserta Diklat atas Pengajar

IKU ini bertujuan untuk mengukur kualitas pengajar diklat berdasarkan persepsi peserta diklat. IKU ini bermanfaat sebagai dasar perbaikan kualitas pengajar. Pusdiklat, STAN, serta Balai Diklat Keuangan secara keseluruhan menjadi Unit in Charge yang berkontribusi secara langsung terhadap capaian IKU.

IKU ini dihitung melalui penilaian dari peserta diklat melalui kuesioner yang diberikan pada akhir penyelenggaraan diklat. Peserta diklat memberikan nilai dengan skala 1-5. Kualitas pengajar yang dinilai adalah aspek penampilan pengajar dan penguasaaan materi. Penampilan mengajar meliputi kerapian dan kesopanan pakaian, kedisiplinan kehadiran, kemampuan memberikan motivasi kepada peserta diklat, kemampuan menggunakan media pembelajaran, dan kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan peserta diklat, sedangkan penguasaan materi meliputi kemampuan menyampaikan konsep/materi, kemampuan menghubungkan konsep/materi dengan praktik (pertanyaan opsional, hanya berlaku apabila dipandang perlu) serta kemampuan merespon pertanyaan. Seluruh formulir kuesioner dikumpulkan dan direkapitulasi sebagai bahan koreksi/masukan atas pengajar mata diklat. Dengan target nilai 4, pada tahun 2014 indeks kepuasan peserta diklat atas pengajar adalah 4,28, dengan indeks capaian sebesar 107,00%

Adapun kendala yang dihadapi dalam pencapaian IKU ini adalah belum meratanya kemampuan mengajar dari tenaga pengajar, terutama pengajar non Widyaiswara/tenaga pengajar dari luar BPPK. Rencana aksi untuk BPPK pada tahun 2015 adalah sebagai berikut.

a. Dilakukan koordinasi terutama dengan pengajar dari luar BPPK mengenai poin yang perlu mendapat perbaikan

b. Pembahasan hasil evaluasi pengajar pada rapat kelulusan & rapat tindak lanjut rekomendasi untuk mempertahankan capaian

(40)

LAPORAN KINERJA BPPK TAHUN 2014

30

5.b – N Indeks Kepuasan Peserta Diklat atas Bahan Ajar

IKU ini bertujuan untuk mengukur kualitas bahan ajar diklat berdasarkan persepsi peserta diklat dan bermanfaat sebagai dasar perbaikan kualitas bahan ajar. STAN, seluruh Pusdiklat dan seluruh Balai Diklat Keuangan.

IKU ini dihitung melalui penilaian dari peserta diklat melalui kuesioner yang diberikan pada akhir penyelenggaraan diklat. Peserta diklat memberikan nilai dengan skala 1-5. Yang dimaksud dengan bahan ajar adalah modul, buku teks, bahan tayang, lembar kerja siswa, maupun bahan ajar lain yang diterima oleh peserta diklat. Penilaian meliputi kualitas bahan ajar dalam membantu proses pembelajaran peserta diklat, kesesuaian bahan ajar dengan kurikulum yang digunakan, kesesuaian materi pembelajaran dengan keadaan terkini, serta keadaan bahan ajar yang disajikan (layout, cetakan, dan kelayakan. Seluruh formulir kuesioner dikumpulkan dan direkapitulasi sebagai bahan koreksi/masukan atas bahan ajar pada suatu mata diklat. Dengan target nilai 4, pada tahun 2014 indeks kepuasan peserta diklat atas pengajar adalah 4,22, dengan indeks capaian sebesar 105,50%.

Rencana aksi untuk BPPK pada tahun 2015 adalah sebagai berikut. a. Menyempurnakan kualitas bahan ajar.

b. Mengirim softcopy bahan ajar kepada para peserta diklat. Hal ini sudah dilakukan namun baru terbatas pada diklat di Pusdiklat KU.

5.c – N Indeks Kepuasan Peserta Diklat atas Metodologi Pembelajaran

IKU ini bertujuan untuk mengukur kualitas metodologi pembelajaran berdasarkan persepsi peserta diklat dan bermanfaat sebagai dasar perbaikan metode pembelajaran. STAN, seluruh Pusdiklat dan seluruh Balai Diklat Keuangan.

IKU ini dihitung melalui penilaian dari peserta diklat melalui kuesioner yang diberikan pada akhir penyelenggaraan diklat. Peserta diklat memberikan nilai dengan skala 1-5. Penilaian dilakukan terhadap metode pembelajaran yang digunakan dalam pengajar diklat dalam proses pembelajaran. Penilaian meliputi kesesuaian metode pembelajaran. Kemampuan pengajar dalam mengelola waktu pembelajaran, serta sistematika penyampaian materi pembelajaran. Seluruh formulir kuesioner dikumpulkan dan direkapitulasi sebagai bahan koreksi/masukan atas metode pembelajaran yang digunakan oleh pengajar pada suatu mata diklat. Dengan target nilai 4, pada tahun 2014 indeks kepuasan peserta diklat atas pengajar adalah 4,22, dengan indeks capaian sebesar 105,50%

Adapun rencana aksi untuk tahun 2015 adalah pengembangan metode pembelajaran untuk diklat di lingkungan BPPK, antara lain metode blended learning dan belajar mandiri.

PP.6 Evaluasi Hasil Belajar Valid

Evaluasi hasil belajar yang valid adalah evaluasi yang mampu menggambarkan tingkat keberhasilan pembelajaran atau serapan materi pembelajaran, serta diambil dari bahan yang sesuai dengan kurikulum. IKU pada sasaran strategis ini adalah Tingkat Validitas Materi Evaluasi Belajar

(41)

6.a – N Tingkat Validitas Materi Evaluasi Belajar

IKU ini bertujuan untuk mengukur tingkat validitas evaluasi pembelajaran diklat melalui pemberian jaminan validitas materi evaluasi belajar yang diujikan, sehingga diyakini dapat mengukur pencapaian tujuan pembelajaran setiap mata pelajaran dengan obyektif. Unit in Charge untuk IKU ini adalah seluruh Pusdiklat dan STAN.

Formula = Jumlah Materi Evaluasi Belajar Valid x 100% Jumlah Materi Evaluasi Belajar

Materi evaluasi belajar valid adalah naskah soal ujian atau bentuk lainnya yang dinyatakan layak untuk digunakan dalam menilai keberhasilan pembelajaran atau serapan materi pembelajaran, baik melalui ujian diklat, ujian komprehensif, atau metode evaluasi belajar lainnya. Proses validasi dilakukan oleh validator soal yang dapat terdiri dari Widyaiswara, pejabat, pegawai BPPK dan/atau pihak di luar BPPK yang memiliki kompetensi sesuai dengan soal ujian yang akan divalidasi. Metode validasi yang digunakan dalam memvalidasi soal adalah metode validasi kualitatif dengan teknik panel. Terdapat tiga aspek yang diukur.

a. Aspek materi

 Soal yang disusun harus sesuai dengan indikator pembelajaran

 Soal mencakup materi pembelajaran yang relevan b. Aspek konstruksi

 Kalimat soal tidak menimbulkan multitafsir

 Soal yang disusun tidak mengarahkan kepada jawaban soal

 Soal yang disusun tidak bergantung pada jawaban soal yang lainnya

 Kalimat soal tidak bersifat negatif ganda c. Aspek bahasa

 Kalimat soal menggunakan kaidah bahasa yang baku

 Tidak menggunakan bahasa yang berlaku setempat/local dan tabu

 Tidak mengandung unsur Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan (SARA)

Validator soal dapat menambahkan kriteria pada tiap aspek sesuai dengan kebutuhan. Pada tahun 2014, realisasi IKU ini adalah 100% dengan indeks capaian 105,26%. Dari 1.805 paket soal yang divalidasi, seluruhnya telah dinyatakan valid. Kendala yang dihadapi dalam pencapaian IKU ini adalah belum adanya acuan yang baku untuk pelaksanaan validasi materi evaluasi belajar. Rencana aksi BPPK untuk tahun 2015 adalah menetapkan konsep Pedoman Validasi Soal di lingkungan BPPK.

IKU Tingkat Validitas Materi Evaluasi Belajar sudah diukur sejak tahun 2011, dengan rincian capaian per tahun sebagai berikut.

(42)

LAPORAN KINERJA BPPK TAHUN 2014

32

TAHUN 2011 2012 2013 2014

Tingkat Validitas Materi

Evaluasi Belajar 96,39% 98,53% 98,62% 100%

PP.7 Evaluasi Kebijakan yang Komprehensif

Evaluasi kebijakan yang komprehensif menggunakan teknik evaluasi yang menggabungkan faktor kuantitatif dan kualitatif untuk mendapatkan hasil evaluasi yang lebih obyektif. Sasaran strategis ini memiliki IKU Persentase Program Diklat yang Berkontribusi terhadap Peningkatan Kompetensi

7.a – N Persentase Program Diklat yang Berkontribusi terhadap Peningkatan Kompetensi IKU ini bertujuan untuk mengukur efektivitas diklat yang didesain dan diselenggarakan oleh BPPK untuk meningkatkan kompetensi SDM Kementerian Keuangan. Unit in Charge untuk IKU ini adalah seluruh Pusdiklat.

Formula =

Jumlah Program Pendidikan dan Pelatihan yang Berkontribusi pada Peningkatan Kompetensi

x 100% Jumlah Program Pendidikan dan Pelatihan yang Diukur

Kontribusinya

Program yang pendidikan dan pelatihan keuangan yang berkontribusi pada peningkatan kompetensi adalah program pendidikan dan pelatihan untuk Kementerian Keuangan yang dinilai memberikan kontribusi terhadap peningkatan kompetensi pegawai setelah mengikuti program. Data diperoleh melalui evaluasi pasca diklat (epasdik) terhadap program-program diklat yang dirancang dan diselenggarakan oleh Pusdiklat. Proses epasdik dimulai dengan melakukan sampling atas program diklat yang akan di-epasdik-kan, terutama program diklat di triwulan I dan triwulan II pada tahun berjalan, serta menentukan responden dari alumni peserta diklat tersebut. Responden yang datanya digunakan untuk pengukuran kontribusi diklat adalah alumni diklat yang ditempatkan sesuai dengan diklat yang diikuti pada saat pelaksanaan evaluasi. Pengukuran Kompetensi difokuskan pada munculnya perilaku yang sesuai dengan tujuan kurikulum diklat yang dievaluasi. Perilaku tersebut dapat dirinci ke dalam bentuk perilaku yang mencerminkan aspek pengetahuan, keterampilan, dan/atau sikap. Dasar suatu diklat dinyatakan berkontribusi pada peningkatan kompetensi adalah persentase responden yang menyatakan minimal setuju 75%. Kontribusi diukur dengan berdasarkan pendapat responden.

Pada tahun 2014, terdapat 41 diklat yang dinilai kontribusinya terhadap peningkatan kompetensi.

Gambar

Tabel III.1

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas karunia dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “Perbandingan Nilai Gizi Komposit Tepung Sukun dan

Subjek penelitian pengembangan produk ini berupa media pembelajaran materi bentuk molekul yang dikembangkan menggunakan software AURORA 3D, sedangkan objek penelitiannya

Skripsi ini berjudul “Pengembangan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Berbasis Computer Based Test (CBT) Menggunakan Aplikasi Google Form Untuk Meningkatkan Hasil

Adapun bentuk penggunaan ~te kuru (~てくる) yang ada dalam penelitian ini dilihat dari fungsi yaitu menyatakan kegiatan pergi lalu kembali, menyatakan kegiatan yang berurutan /

Kadang-kadang antara vaksin dengan pengencernya terpisah dan harus harus disimpan pada temperatur yang berbeda (4) vaksinasi dilakukan saat udara dingin, yaitu pada pagi hari

Audry Devisanty Wuysang, M.Si, Sp.S Ilmu Penyakit Saraf Tutorial 1 Modul 2 (Nyeri

Kegiatan ajudikasi dalam pendaftaran tanah adalah untuk pendaftaran tanah yang pertama sekali merupakan prosedur khusus yang prosesnya dilakukan pada pemberian

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan perancangan dan pengujian kompas digital dengan sensor CMPS03 buatan Devantech, Ltd, Mikrokontroler AT89S52, dan tampilan Graphic LCD