MATERI SUPLEMEN KETARJIHAN REFRESHING IDEOLOGI
MENGENAL MANHAJ TARJIH
MUHAMMADIYAH
PEGAWAI MADRASAH MU’ALLIMIN MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
OLEH :
MENGENAL MANHAJ TARJIH
KATA MANHAJ/MINHAJ : SECARA BAHASA BERASAL DARI BAHASA ARAB YANG BERARTI : JALAN YANG JELAS DAN TERANG.
HAL ITU DAPAT DIAMBIL DARI MAKNA Q.S. AL – MAIDAH [5] : 48 ;
ﱢﻞُﻜِﻟ
ﻞَﻌَﺟ
ۡ◌
ﻢُﻜﻨِﻣ ﺎَﻧ
ۡ◌
ﺮ ِﺷ
ۡ◌
ﻦِﻣَو ًﺔَﻋ
ۡ◌
ﺎًﺟﺎَﻫ
ۚ◌
....
٤٨
Untuk tiap-tiap umat diantara kamu, Kami berikan aturan dan jalan yang terang.... [Q.S. al – MAIDAH : 48]
SEDANGKAN SECARA ISTILAH MAKNA MANHAJ [METODE] ADALAH :
TATA CARA ATAU KETENTUAN YANG DILAKUKAN ATAU DIGUNAKAN DALAM HAL – HAL ILMIYYAH.
MENGENAL MANHAJ TARJIH
Tarjih secara bahasa
berarti : mengambil sesuatu yang
lebih kuat
Dalam
ilmu usul fikih
berarti ; melakukan penilaian
terhadap dalil-dalil syar’i [contoh : ayat-ayat
al-Qur’an dan hadist] yang secara dzahir [nyata] seolah
saling bertentangan untuk menentukan mana yang
MENGENAL MANHAJ TARJIH
Menurut ar-Rāzī (w. 606/1209):
Tarjih
dalam kitab
usul fikih –
nya diartikan sebagai
berikut ;
“Menguatkan salah satu dalil atas dalil lain sehingga
diketahui mana yang kuat lalu diamalkan yang lebih
MENGENAL MANHAJ TARJIH
Muhammadiyah mengartikan kata :
Tarjih (ke-Tarjih-an)
sebagai berikut ;
Kegiatan intelektual,
[biasanya secara kolektif]
, untuk
merespons berbagai persoalan kemasyarakatan dan
MENGENAL MANHAJ TARJIH
Dengan demikian istilah
“tarjih”
menurut
Muhammadiyah telah mengalami
pengembangan makna (ameliorasi) sehingga
kata “tarjih”
hampir sama atau dikatakan
sama dengan
“ijtihad”.
MENGENAL MANHAJ TARJIH
MAKNA MANHAJ TARJIH:
Suatu sistem yang memuat seperangkat:
1. Wawasan/semangat/perspektif,
2. Sumber Ajaran (hukum),
3. Pendekatan,
4. Prosedur - prosedur teknis (metode)
yang menjadi landasan kegiatan ketarjihan.
MENGENAL MANHAJ TARJIH
LANDASAN MANHAJ TARJIH
1. Q.S. An- Nisaa [4] ; 59
َٰي
ٓ◌
ﻮُﻨَﻣاَء َﻦﻳِﺬﱠﻟٱ ﺎَﻬﱡـﻳَأ
ٓ◌
ْوُأَو َلﻮُﺳﱠﺮﻟٱ ْاﻮُﻌﻴِﻃَأَو َﻪﱠﻠﻟٱ ْاﻮُﻌﻴِﻃَأ ْا
لٱ ِﱄ
ۡ◌
مَأ
ۡ◌
ﻢُﻜﻨِﻣ ِر
ۖ◌ ۡ◌
عَﺰَٰﻨَـﺗ نِﺈَﻓ
ۡ◌
ُﰎ
ۡ◌
ِﰲ
ﻲَﺷ
ۡ◌
ء
ٖ◌
ﻢُﺘﻨُﻛ نِإ ِلﻮُﺳﱠﺮﻟٱَو ِﻪﱠﻠﻟٱ َﱃِإ ُﻩوﱡدُﺮَـﻓ
ۡ◌
ﺆُﺗ
ۡ◌
ِﻪﱠﻠﻟﭑِﺑ َنﻮُﻨِﻣ
لٱَو
ۡ◌
ﻮَﻳ
ۡ◌
لٱ ِم
ۡ◌
أ
ٓ◌
ِﺮِﺧ
ۚ◌
ﻲَﺧ َﻚِﻟَٰذ
ۡ◌
ر
ٞ◌
حَأَو
ۡ◌
ﺄَﺗ ُﻦَﺳ
ۡ◌
ًﻼﻳِو
٥٩
2. Q.S. Ali Imran [3] ; 31ﻞُﻗ
ۡ◌
ﻢُﺘﻨُﻛ نِإ
ۡ◌
ﺢُﻳ ِﱐﻮُﻌِﺒﱠﺗﭑَﻓ َﻪﱠﻠﻟٱ َنﻮﱡﺒُِﲢ
ۡ◌
ﺐِﺑ
ۡ◌
َو ُﻪﱠﻠﻟٱ ُﻢُﻛ
ﻎَﻳ
ۡ◌
ﺮِﻓ
ۡ◌
ﻢُﻜَﻟ
ۡ◌
ﻢُﻜَﺑﻮُﻧُذ
ۚ◌ ۡ◌
رﻮُﻔَﻏ ُﻪﱠﻠﻟٱَو
ٞ◌
ﻢﻴ ِﺣﱠر
ٞ◌
٣١
3.Q.S. AL –Hasyr [] : 7ﺎَﻣَو
ٓ◌
ﻢُﻜٰﯩَﻬَـﻧ ﺎَﻣَو ُﻩوُﺬُﺨَﻓ ُلﻮُﺳﱠﺮﻟٱ ُﻢُﻜٰﯩَﺗاَء
ۡ◌
ﻦَﻋ
ۡ◌
ْاﻮُﻬَـﺘﻧﭑَﻓ ُه
ۚ◌
َو
َﻪﱠﻠﻟٱ ْاﻮُﻘﱠـﺗٱ
ۖ◌
لٱ ُﺪﻳِﺪَﺷ َﻪﱠﻠﻟٱ ﱠنِإ
ۡ◌
ِبﺎَﻘِﻋ
٧
4. Hadis Rasulullah SAW Riwayat Imam Malik
ﲏَﺛﱠﺪَﺣ
َﻋ ُﻪﱠﻠﻟا ﻰﱠﻠَﺻ ِﻪﱠﻠﻟا َلﻮُﺳَر ﱠنَأ ُﻪَﻐَﻠَـﺑ ُﻪﱠﻧَأ ﻚِﻟﺎَﻣ ْﻦَﻋ
ْﻦَﻟ ﻦْﻳَﺮْﻣَأ ْﻢُﻜﻴِﻓ ُﺖْﻛَﺮَـﺗ َلﺎَﻗ َﻢﱠﻠَﺳَو ِﻪْﻴَﻠ
ِﻀَﺗ
ْﻢُﺘْﻜﱠﺴََﲤ ﺎَﻣ اﻮﱡﻠ
ﱠ
Dalam kegiatan bertarjih itu para ulama Tarjih menggunakan prosedur dan tahap fikir yang disebut sebagai
Manhaj Tarjih
Muhammadiyah.
Prosedur ini menghimpun unsur-unsur yang meliputi;
(1) perspektif/wawasan,/semangat
(2) sumber hukum,
(3) pendekatan, dan
(4) prosedur-prosedur teknis (metode)
Komponen ManhajTarjih
Wawasan (Semangat/ Perspektif) Sumber Ajaran [Hukum] Pendekat an Metode (Prosedur Tehnis)1. Wawasan / Perspektif / Semangat
Paham Agama Tajdid Toleransi Keterbukaan Tidak Ber-mazhaba. Paham Agama
Paham Agama menurut Muhammadiyah sebagaimana tercantum dalam Himpunan Putusan Tarjih sebagai berikut :
•
ِﺋﺎَﻴِب
ْﻧَا ِنﺎ َﺴِﻟ �َ�َﻋ ُ ﷲ ُﮫَﻋَﺮ َﺷ َﻮُه ُﻦﻳِّﺪﻟا
َو َ� ِ�اَﻮﱠﻨﻟاَو ِﺮِﻣاَو
اﻷ َﻦ ِﻣ ِﮫ
َ
ِتا َدﺎ َﺷْرِاﻹ
ْﻢ ُهاَﺮ ْﺧُا َو ْﻢ ُهﺎَﻴْﻧ ُد ِدﺎَﺒِﻌ
ﻟا ِح
ْ
َﻼَﺼِﻟ
Artinya : Agama adalah apa yang disyari’itkan Allah dengan perantara
Nabi-Nabi-Nya, berupa perintah-perintah dan larangan-larangan serta petunjuk-petunjuk untuk kebaikan manusia di dunia dan akherat.
Paham Agama
• Pengertian Agama Islam menurut Muhammadiyah adalah :
•
ِﮫِﺑ َءﺎ َﺟ ى ِﺬ
ﱠﻟا ﱡﻲِﻣَﻼ ْﺳِاﻹ ُﻦْﻳِّﺪﻟا ىَا ُﻦﻳِّﺪﻟا
ِﮫْﻴ
َﻠَﻋ ُ ﷲ �َ�َﺻ ٌﺪﱠﻤَﺤُﻣ
َﻢﱠﻠ َﺳ َو
ِﮫِﺑ
ْتَءﺎَﺟ ﺎَﻣَو ِنآْﺮُﻘﻟا ِ��ُ ﷲ َلَﺰْﻧَا ﺎَﻣ َﻮُه
َ
اﻷ َﻦ ِﻣ
ُﺔَﺤْﻴ ِح ﱠ�ﻟا ُﺔﱠﻨ ﱡﺴﻟا
ِﺮِﻣاَو
ُد ِدﺎَﺒِﻌ
ﻟا ِح
ْ
َﻼَﺼِﻟ ِتاَدﺎ َﺷْرِاﻹَو �ِ�اَﻮﱠﻨﻟاَو
ْﻢ ُهاَﺮ ْﺧُا َو ْﻢ ُهﺎَﻴْﻧ
• Artinya : Agama (yakni agama Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad
SAW) aialah apa yang diturunkan Allah di dalam Qur’an dan yang tersebut dalam Sunnah yang shahih, berupa perintah-perintah dan
larangan-larangan serta petunjuk-petunjuk untuk kebaikan manusia di dunia dan akherat.
b. MAKNA TAJDID
• Tajdid : Secara bahasa berarti pembaharuan. Dalam ketarjihan bermakna menggambarkan orientasi dari kegiatan tarjih dan corak produk ketarjihan
• Semangat Tajdid ditegaskan sebagai gerakan umum gerakan Muhammadiyah termasuk pemikirannya dibidang keagamaan • Semangat Tajdid ditegaskan dalam dokumen resmi yaitu dalam
pasal 4 ayat (1) ADM
“Muhammadiyah adalah Gerakan Islam, Dakwah Amar Makruf Nahi Munkar dan Tajdid, bersumber kepada al-Qur’an dan as-Sunnah”
MAKNA TAJDID
Tajdid mempunyai 3 arti :
1) Dalam bidang akidah dan ibadah
- Tajdid berarti “purifikasi” atau “pemurnian”
(mengembalikan akidah dan ibadah kepada kemurniaannya sesuai dengan sunnah Nabi saw)
- Pemurnian ibadah : Menggali tuntunan ibadah dari sunah Nabi saw untuk menemukan yang paling sesuai, paling kuat dan paling mendekatinya.
MAKNA TAJDID
Dalam mencari bentuk yang paling sesuai dengan sunnah Nabi saw tidak mengurangi adanya “tanawwu’’” dalam kaifiat ibadah, sepanjang mempunyai landasan yang kuat. Misal: Adanya variasi dalam bacaan do’a iftitah, ruku’ dan sujud dalam shalat, yang menunjukkan bahwa Nabi
saw sendiri melakukannya bervariasi
Varian ibadah yang tidak didukung oleh landasan
sunnah, menurut Tarjih tidak dapat dipandang praktik ibadah yang bisa diamalkan
MAKNA TAJDID
2) Dalam bidang muamalat duniawiyah
Tajdid diartikan:
Men-dinamisasi kehidupan masyarakat dengan semangat kreatif
dan inovatif sesuai dengan tuntutan zaman di bawah semangat dan ruh al-Qur’an dan sunnah Nabi saw.
Dalam aspek muamalat duniawiyat beberapa norma di masa lalu dapat berubah apabila ada keperluan dan tuntutan untuk berubah.
Misal: Penentuan masuknya bulan kamariah baru (khusus
MAKNA TAJDID
• 3). Di bidang Fasilitas dan peralatan dan sarana Tajid bermakna :
Me-modernisasi : Dalam berbagai fasilitas terus dimutaakhirkan sehingga
mempermudah proses Dakwah Islam Amar Makruf Nahi Munkar dan tajdid itu sendiri.
Contoh : Muhammadiyah berupaya untuk memutaakhirkan fasilitas dan peralatan organisasi sehingga tetap efektif dan efisien serta mengikuti
c. Semangat Toleransi
• Putusan Tarjih tidak menganggap dirinya saja yang benar, sementara yang lain tidak benar.
• “Penerangan Tentang Hal Tarjih” yang dikelurkan
tahun 1936, paragraf ke-6 :
“Kepoetoesan Majelis tardjih moelai dari meroendingkan sampai kepada menetapkan, tidak ada sifat perlawanan, yakni menentang ataoe menjatoehkan segala yang tidak dipilih oleh tardjih itoe.”
d. Keterbukaan
• Segala yg diptuskan oleh Tarjih dapat dikritik dalam rangka melakukan perbaikan, dimana apabila ditemukan dalil dan argumen lebih kuat, maka Majelis Tarjih akan membahasnya dan mengoreksi dalil dan argumen yang dinilai kurang kuat.
• “Penerangan Tentang Hal Tarjih” yang dikelurkan tahun 1936,
paragraf ke-6:
“Malah kami berseroe kepada sekalian oelama soepaya soeka membahas poela akan kebenaran putusan Majelis Tardjih itoe dimana
kalaoe terdapat kesalahan ataoe koerang tepat
dalilnya diharap soepaya diajoekan, sjoekoer
kalaoe dapat memberikan dalil yang tepat dan
terang, jang nanti akan dipertimbangkan poela,
dioelang penjelidikannya, kemoedian kebenaran
nja akan ditetapkan dan digoenakan. Sebab
waktu mentardjihkan itoe ialah menoeroet
sekedar pengertian dan kekoeatan kita pada
e. Tidak Berafiliasi Mazhab
• Tidak mengikuti mazhab tertentu, melainkan dalam berijtihad bersumber kepada al-Qur’an dan as-sunnah dengan metode-metode ijtihad yang ada.
• Tidak sama sekali menafikan berbagai pendapat fukaha yang ada, dan pendapat-pendapat mereka itu dijadikan bahan pertimbangan untuk menetukan diktum norma/ajaran yang lebih sesuai
•
.
ُﻒ
ْﻳِﺮﱠﺸﻟا ُﺚْﻳِﺪَْﳊاَو ُْﱘِﺮَﻜﻟْا ُنآْﺮُﻘﻟْا
َﻮُﻫ ِقَﻼْﻃِﻹْا ﻰَﻠَﻋ ﱢﻲِﻣَﻼْﺳِﻹْا ِﻊْﻳِﺮْﺸﱠﺘﻟا ِﰲ ُﻞْﺻَﻷا
Dasar mutlak dalam penetapan hukum Islam adalah Qur’an dan al-Hadis asy-Syarif (HPT, 278)
• “Sumber ajaran Islam adalah al-Quran dan as-Sunnah al-Maqbūlah (ﺔﻟوﺑﻘﻣﻟا ﺔﻧﺳﻟا)” (Putusan Tarjih, 2000, Jakarta).
• Pasal 4 ayat (1) ADM
“Muhammadiyah adalah Gerakan Islam, Dakwah Amar
Makruf Nahi Munkar dan Tajdid, bersumber kepada al-Qur’an dan as-Sunnah”
Bayani
Burhani
Irfani
Menggunakan nash-nash syariah. Seperti Ayat – ayat Al-Quran dan Sunnah maqbulah
[kitab kuning] Menggunakan ilmu pengetahuan yang berkembang. [Kitab Putih] Berdasarkan kepada kepekaan nurani dan ketajaman intuisi batin
Putusan Tarjih Tahun 2000 di Jakarta
4. Prosedur Tehnis (Metode)
Ada beberapa macam metode yang digunakan Majelis Tarjih
dalam pengambilan keputusan atau Fatwa Tarjih :
(1) Metode Bayani:
Suatu metode interpretasi yang ditujukan untuk menjelaskan
nash-nash sudah ada
(2) Metode Sinkronisasi
Suatu metode yang digunakan untuk menemukan ketentuan
hukum bagi kasus-kasus yang didalammnya terdapat dalil-dalil
yang saling bertentangan (ta’arud al-Adillah)
Cara Penyelesaian Ta’arud al-Adillah
(1) Al-Jam’u wa at-Taufiq: Sikap menerima semua dalil yg walaupunzahirnya bertentangan. Sedangkan pada dataran pelaksanaan diberi kebebasan untuk memilihnya (takhyir)
(2) At-Tarjih:
Memilih dalil yang lebih kuat untuk diamalkan dan meninggalkan dalil yang lemah
(3) An-Nasikh:
yakni mengamalkan dalil yang munculnya lebih akhir (4) At-Tawaqquf:
yakni menghentikan penelitian terhadap dalil yang dipakai dengan cara mencari dalil baru.
POINT PENTING
1. PENGERTIAN MANHAJ TARJIH 2. LANDASAN MANHAJ TARJIH
3. SEMANGAT DALAM KE-TARJIHAN [BERIJTIHAD] 4. SUMBER HUKUM DALAM KE-TARJIHAN
5. MAKNA TAJDID DALAM KE-TARJIHAN 6. PENDEKATAN DALAM BERIJTIHAD