BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Telepon Selular (Ponsel)
Ponsel adalah sistem komunikasi bergerak (mobile) yang berkembang menjadi sistem dua arah dimulai dari terciptanya sistem pager dua arah yang disediakan perusahaan SkyTel dan GoWeb. Kemudian sistem ini disusul berturut-turut dengan lahirnya generasi pertama (1G) layanan selular analog. Telepon radio bergerak ini mulai digunakan di kalangan maritim dan militer pada awal abad ke-20. Salah satu bentuk layanan selular analog adalah Advanced Mobile Phone System (AMPS) yang dikembangkan oleh laboratorium Bell dan penanganan distribusinya di Indonesia dilakukan oleh Komselindo, Metrosel dan Telesera.
Lalu setelah itu, disusul dengan lahirnya generasi kedua (2G) berupa layanan telepon selular digital seperti layanan Global System for Mobile Communication (GSM) yang disediakan oleh Exelcomindo, Telkomsel dan Satelindo, serta D-AMPS (CDMA) yang disediakan oleh Komselindo. Selanjutnya lahirlah generasi ketiga, (3G) layanan wireless digital broadband yang mampu mentransmisikan gambar, video, audio seperti fasilitas pada Smart Phone.(Rozidi, 2009)
2.2 Teknologi GSM
Global System for Mobile Communication disingkat GSM adalah sebuah teknologi komunikasi selular yang bersifat digital. Teknologi GSM banyak diterapkan pada komunikasi bergerak, khususnya telepon genggam. Teknologi ini memanfaatkan gelombang mikro dan pengiriman sinyal yang dibagi berdasarkan waktu, sehingga sinyal informasi yang dikirim akan sampai pada tujuan. GSM dijadikan standar global untuk komunikasi selular sekaligus sebagai teknologi selular yang paling banyak digunakan orang di seluruh dunia.
2.2.1 Sejarah dan Perkembangan GSM
Teknologi komunikasi selular sebenarnya sudah berkembang dan banyak digunakan pada awal tahun 1980-an, di antaranya sistem C-NET yang dikembangkan di Jerman dan Portugal oleh Siemens, sistem RC-2000 yang dikembangkan di Prancis, sistem NMT yang dikembangkan di Belanda dan Skandinavia oleh Ericsson, serta sistem TACS yang beroperasi di Inggris. Namun teknologinya yang masih analog membuat sistem yang digunakan bersifat regional sehingga sistem antara negara satu dengan yang lain tidak saling kompatibel dan menyebabkan mobilitas pengguna terbatas pada suatu area sistem teknologi tertentu saja (tidak bisa melakukan roaming antar negara).
Teknologi analog yang berkembang, semakin tidak sesuai dengan perkembangan masyarakat Eropa yang semakin dinamis, maka untuk mengatasi keterbatasannya, negara-negara Eropa membentuk sebuah organisasi pada tahun 1982 yang bertujuan untuk menentukan standar-standar komunikasi selular yang dapat digunakan di semua negara Eropa. Organisasi ini dinamakan Group Special Mobile (GSM). Organisasi ini
memelopori munculnya teknologi digital selular yang kemudian dikenal dengan nama Global System for Mobile Communication atau GSM.
GSM muncul pada pertengahan 1991 dan akhirnya dijadikan standar telekomunikasi selular untuk seluruh Eropa oleh ETSI (European Telecomunication
Standard Institute). Pengoperasian GSM secara komersil baru dapat dimulai pada
awal kuartal terakhir 1992 karena GSM merupakan teknologi yang kompleks dan butuh pengkajian yang mendalam untuk bisa dijadikan standar. Pada September 1992, standar type approval untuk handphone disepakati dengan mempertimbangkan dan memasukkan puluhan item pengujian dalam memproduksi GSM. Pada awal pengoperasiannya, GSM telah mengantisipasi perkembangan jumlah penggunanya yang sangat pesat dan arah pelayanan per area yang tinggi, sehingga arah perkembangan teknologi GSM adalah DCS (Digital Cellular System) pada alokasi frekue nsi 1800 MHz. Dengan frekuensi tersebut, akan dicapai kapasitas pelanggan yang semakin besar per satuan sel. Selain itu, dengan luas sel yang semakin kecil akan dapat menurunkan kekuatan daya pancar handphone, sehingga bahaya radiasi yang timbul terhadap organ kepala akan dapat di kurangi. Pemakaian GSM kemudian meluas ke Asia dan Amerika, termasuk Indonesia. Indonesia awalnya menggunakan sistem telepon selular analog yang bernama AMPS (Advances Mobile Phone System) dan NMT (Nordic Mobile Telephone). Namun dengan hadir dan dijadikannya standar sistem komunikasi selular membuat sistem analog perlahan menghilang, tidak hanya di Indonesia, tapi juga di Eropa. Pengguna GSM pun semakin lama semakin bertambah. Pada akhir tahun 2005, pelanggan GSM di dunia telah mencapai 1,5 triliun pelanggan. Akhirnya GSM tumbuh dan berkembang sebagai sistem telekomunikasi seluler yang paling banyak digunakan di seluruh dunia.
2.2.2 Spesifikasi teknis GSM
Di Eropa, pada awalnya GSM didesain untuk beroperasi pada frekuensi 900 MHz. Pada frekuensi ini, frekuensi uplinks-nya menggunakan frekuensi 890–915 MHz, sedangkan frekuensi downlinks-nya menggunakan frekuensi 935–960 MHz. Bandwith yang digunakan adalah 25 MHz (915–890 = 960–935 = 25 MHz), dan lebar kanal sebesar 200 kHz. Dari keduanya, maka didapatkan 125 kanal, dimana 124 kanal digunakan untuk suara dan satu kanal untuk sinyal. Pada perkembangannya, jumlah kanal 124 semakin tidak mencukupi dalam pemenuhan kebutuhan yang disebabkan pesatnya pertambahan jumlah pengguna. Untuk memenuhi kebutuhan kanal yang lebih banyak, maka regulator GSM di Eropa mencoba menggunakan tambahan frekuensi untuk GSM pada band frekuensi di range 1800 MHz dengan frekuensi 1710-1785 MHz sebagai frekuensi uplinks dan frekuensi 1805-1880 MHz sebagai frekuensi downlinks. GSM dengan frekuensinya yang baru ini kemudian dikenal dengan sebutan GSM 1800, yang menyediakan bandwidth sebesar 75 MHz (1880-1805 = 1785–1710 = 75 MHz). Standar-standar GSM kemudian juga digunakan untuk komunikasi railway, yang kemudian dikenal dengan nama GSM-R. (wikipedia, 2009).
2.3 Teknologi CDMA (Code Division Multiple Access)
CDMA (code division multiple access) adalah teknologi akses jamak di mana masing-masing user menggunakan kode yang unik dalam mengakses kanal yang terdapat dalam sistem. Pada CDMA, sinyal informasi pada transmitter di -coding dan disebar dengan bandwidth sebesar 1.25 MHz (spread spectrum), kemudian pada sisi repeater dilakukan decoding sehingga didapatkan sinyal informasi yang dibutuhkan. Para pakar teknologi telepon seluler sepakat bahwa kecanggihan CDMA jauh melebihi GSM yang sekarang ini banyak dipergunakan oleh operator telepon seluler di Indonesia.
Tarif CDMA akan jauh berada di bawah GSM karena biaya investasinya sangat murah.
Teknologi CDMA pada awalnya dipergunakan dalam komunikasi radio militer Amerika Serikat (AS), mulai tahun 1990 patennya diberikan kepada Qualcomm, Inc. dan dijadikan sebagai standar seluler digital di AS sejak tahun 1993. Oleh karena itu tidak heran jika teknologi ini sangat aman karena tidak dapat digandakan (dikloning). Sehingga teknologi ini sangat cocok bagi kegunaan layanan telepon banking, seperti transfer, cek saldo, dll. GSM yang didukung oleh negara-negara Eropa lebih cepat melejit jumlah pemakainya yang di seluruh dunia pada saat ini sudah mencapai lebih 700 juta. Sementara CDMA jumlah pelanggannya baru mencapai 120 juta. GSM dan CDMA dengan varian awalnya IS-95 A juga muncul pada saat yang bersamaan di awal tahun 90-an tergolong dalam teknologi ponsel generasi ke-2 (2G).
Beberapa keunggulan CDMA-2000 (1X) jika dibandingkan dengan GSM sebagai berikut :
1. Sebagai teknologi militer CDMA sangat tahan terhadap gangguan cuaca dan interferensi, karenanya noise CDMA sangat rendah sehingga menghasilkan kualitas suara yang sangat baik. Bahkan dalam hujan yang sangat lebatpun kualitas suaranya masih dalam batas yang masih dapat ditoleransi.
2. CDMA tidak dapat digandakan (dikloning) karena setiap pelanggan diberikan kode yang berbeda (unik). Kode-kode ini sangat sulit dilacak karena bersifat acak.
3. Daya pancarnya yang sangat rendah (1/100 GSM) memungkinkan hand phone CDMA irit dalam mengonsumsi baterei, sehingga dapat beroperasi lebih lama untuk bicara maupun stand by.
4. Kapasitas pelanggan per BTS CDMA dapat mencapai 6000 (10 kali GSM). Hal ini disebabkan CDMA lebih irit dalam pemakaian frekuensi. Semua BTS CDMA beroperasi pada frekuensi yang sama, sehingga tidak memerlukan penghitungan yang rumit dalam menyusun konfigu-rasinya. Besarnya kapasitas per BTS membuat biaya investasi yang dikeluarkan sangat rendah. Selain itu CDMA-2000 (1X) beroperasi pada spectrum frekuensi 800 MHz. Hal ini akan membuat luas coverage BTS-nya jauh lebih besar dari GSM. Sehingga hanya memerlukan lebih sedikit BTS untuk meng -cover luas yang sama jika dibandingkan dengan GSM.
5. CDMA-2000 (1X) dapat mengirim data dengan kecepatan hingga 144 kbps, sementara GSM 9,6 kbps. Sehingga dapat mendukung layanan SMS, MMS, main game dan download data melalui internet. (P. Dwi, 2008)
2.4 Layanan Pesan Singkat (Short Message Service)
Short Message Service (SMS) merupakan sebuah fitur layanan yang terdapat pada
ponsel yang berguna untuk melakukan pengiriman pesan singkat dalam format teks ke sesama pengguna ponsel baik ke sesama operator maupun antar operator. SMS pertama pertama kali muncul di belahan Eropa pada sekitar tahun 1991 bersama sebuah teknologi komunikasi wireless yang saat ini cukup banyak penggunanya, yaitu
Global System For Mobile Communication (GSM). Dipercaya bahwa message
pertama yang dikirimkan menggunakan SMS dilakukan pada bulan Desember 1992, dikirimkan dari sebuah personal computer (PC) ke telepon mobile (bergerak) dalam jaringan GSM milik Vodafone Inggris. Perkembangannya kemudian merambah ke benua Amerika, dipelopori oleh beberapa operator komunikasi bergerak berbasis digital seperti BellSouth Mobility, PrimeCo, Nextel, dan beberapa operator lainnya.
Teknologi digital yang digunakan bervariasi dari yang berbasis GSM, Time Division
Multiple Access (TDMA), hingga Code Division Multiple Access (CDMA).
Layanan pesan singkat memungkinkan pelanggan pemanggil mengirimkan atau meninggalkan pesan teks singkat sebanyak 160 karakter (huruf, angka dan tanda baca). Pesan yang tidak dapat disampaikan akan tersimpan pada pusat data layanan pesan teks singkat sampai pada waktunya ponsel dapat dicapai. Tentu saja batas lamanya waktu penyimpanan tergantung pada operator yang menangani layanan ponsel yang bersangkutan.
Sampai saat ini layanan SMS adalah layanan yang paling sukses di pasaran, di tempat kelahirannya sendiri, yaitu Eropa, trafik SMS mencapai lebih dari 3 miliar
message per bulan. Kesuksesan SMS dianggap sebagai kesuksesan yang tidak
disengaja dan cukup mengejutkan bagi pihak-pihak yang terjun dalam industri telekomunikasi bergerak karena beberapa pihak yang berkompeten sebelumnya memprediksi bahwa SMS tidak akan laku karena penggunaannya cukup sulit dan materi untuk marketing-nya sulit ditentukan.
Mekanisme utama yang dilakukan sistem SMS adalah melakukan pengiriman
short message dari satu terminal pelanggan ke terminal yang lain. Hal ini dapat
dilakukan berkat adanya sebuah entitas dalam sistem SMS yang bernama Short
Message Service Center (SMSC), disebut juga Message Center (MC). SMSC
merupakan sebuah perangkat yang melakukan tugas store and forward traffic short
message. Di dalamnya termasuk penentuan atau pencarian rute tujuan akhir dari short message. Sebuah SMSC biasanya didesain untuk dapat menangani sort message dari
berbagai sumber seperti Voice Mail System (VMS), Web-Based Messaging, Email
dengan entitas dalam jaringan komunikasi wireless seperti Home Location Register (HLR) dan Mobile Switching Center (MSC), SMSC biasanya selalu menggunakan
Signal Transfer Point (STP).
Layanan SMS merupakan sebuah layanan yang bersifat non real time di mana sebuah port message dapat di -submit ke suatu tujuan, tidak peduli apakah tujuan tersebut aktif atau tidak. Bila dideteksi bahwa tujuan tidak aktif, maka sistem akan menunda pengiriman ke tujuan hingga tujuan aktif kembali. Pada dasarnya sistem SMS akan menjamin delivery dari suatu short message hingga sampai ke tujuan. Kegagalan pengiriman yang bersifat sementara seperti tujuan tidak aktif akan selalu terindentifikasi sehingga pengiriman ulang short message yang telah melampaui batas waktu tertentu harus dihapus dan dinyatakan gagal terkirim.
Karateristik utama SMS adalah SMS merupakan sebuah sistem pengiriman data dalam paket yang bersifat out-of-band dengan bandwidth kecil. Dengan karateristik ini, pengiriman suatu burst data yang pendek dapat dilakukan dengan efisiensi yang sangat tinggi. Pada awalnya SMS diciptakan untuk menggantikan layanan paging dengan menyediakan layanan serupa yang bersifat two-way message ditambah dengan
notification service, khususnya voice mail. Pada perkembangan selanjutnya, muncul
jenis-jenis layanan lain seperti email, fax dan paging integration, interactive banking,
information service, dan integrasi dengan aplikasi berbasis internet. Selain itu juga
berkembang layanan data wireless seperti SIM download for activation, debet, dan
profile editing, wireless Point of Sale (POSs), serta layanan aplikasi lapangan seperti remote reading, remote sensing, dan Location Based Service (LBS). Integrasi dengan
aplikasi berbasis internet juga kemudian mendorong timbulnya layanan seperti
Pada era kompetisi global saat ini, diferensiasi layanan merupakan faktor yang cukup signifikan untuk mencapai sukses service provider. Sekali sebuah layanan tergelar seperti telepon, maka SMS merupakan sebuah senjata yang cukup ampuh dalam rangka diferensiasi layanan. Bahkan bila pasar menerima dengan antusias, maka tidak mustahil SMS akan menjadi sumber pendapatan baru bagi service
provider atau operator telekomunikasi. Beberapa keuntungan yang didapat operator
atau service provider adalah sebagai berikut:
1. Meningkatkan average revenue per user dan call completion pada jaringan dengan meningkatkan kemampuan notifikasi SMS.
2. SMS merupakan layanan komplemen atau berbagai alternatif dari layanan paging yang ada.
3. Memungkinkan akses data wireless untuk pelanggan korporasi.
4. Dapat memberikan nilai tambah dengan adanya email, voice mail, dan fax
mail integration, reminder service, stock and currency quotes, jadwal
penerbangan, dan lain-lain
5. Dapat digunakan untuk mempermudah proses administrasi seperti advice of
charge, over-the-air downloading, dan service provisioning.
6. Melindungi sumber daya penting seperti voice channel karena SMS menggunakan control channel.
7. Dapat dijadikan sarana notifikasi terhadap layanan baru.
Selain operator, pelanggan juga mendapatkan keuntungan berupa masalah kenyamanan, fleksibilitas, dan kemudahan integrasi antara messaging service dengan data access. Dari perspektif ini, manfaat utama yang didapat pelanggan adalah perangkat handset yang dimiliki oleh pelanggan seolah-olah merupakan ekstensi dari perangkat komputer. SMS juga mengeliminasi kebutuhan akan perangkat tambahan
untuk messaging service karena layanan ini dapat dinikmati dengan menggunakan perangkat yang sama, yaitu perangkat komunikasi wireless. Akan tetapi, keuntungan bagi pelanggan masih tergantung pada jenis layanan yang diberikan oleh operator, namun paling tidak pelanggan mendapatkan keuntungan berikut ini:
a. Pengiriman notifikasi dan alert. b. Jaminan pengiriman short message.
c. Pengiriman informasi pendek yang reliable (andal) dan murah.
d. Kemampuan untuk mem-filter pesan dan membalas dengan cara yang selektif.
e. Meningkatkan produktifitas
Fungsi-fungsi dalam SMS yang lebih kompleks akan semakin memberi keuntungan bagi pelanggan, seperti:
1. Pengiriman short message pada lebih dari satu tujuan dalam satu waktu. 2. Kemampuan untuk menerima berbagai informasi yang berbeda.
3. Men-generate email. 4. Pembuatan user group.
5. Integrasi dengan aplikasi lain berbasis internet dan data.
2.5 Penggunaan SMS pada Aplikasi
SMS pada awalnya didesain untuk pertukaran teks yang berukuran kecil, terutama digunakan untuk keperluan notifikasi dan paging baik numerik maupun alphanumerik. Akan tetapi dengan perkembangan pesat SMS, kemudian bermunculan berbagai jenis aplikasi yang memanfaatkan fasilitas SMS. Sifat transmisi SMS yang berupa short
burst membuat jenis aplikasi yang memanfaatkan SMS biasanya berupa aplikasi
pengiriman data yang ringkas dan pendek.
Sifat perangkat SMS yang mobile dan dapat mengirimkan informasi dari mana saja selama masih dalam cakupan layanan operator, memunculkan aplikasi lapangan di mana informasi-informasi pendek yang dikumpulkan dari lapangan dikirimkan secara berkala kepada pusat pengolahan informasi. Di bidang transportasi, aplikasi ini diterapkan untuk keperluan tracking terhadap keberadaan armada angkutan yang sedang berada di jalanan. Untuk keperluaan pemantauan kondisi cuaca di lapangan juga dapat di tempatkan perangkat-perangkat pemantau yang secara periodik mengirimkan catatan kondisi cuara setempat meliputi temperatur udara dan kelembapan.
Aplikasi lainnya berupa remote reading yang dapat diterapkan oleh perusahaan listrik atau perusahaan listrik atau perusahaan air. Pembacaan meter penggunaan listrik atau air dapat dilakukan secara jarak jauh dengan memasang perangkat berkapabilitas SMS pada meteran yang ada pada pelanggan. Perangkat ini secara periodik, sesuai siklus penagihan, akan mengirimkan informasi pembacaan meteran pelanggan sehingga data collecting dapat dilakukan secara massal, tidak perlu lagi harus ada petugas yang berkeliling mencatat meteran yang selain membutuhkan waktu yang lama juga rentan terhadap kecurangan-kecurangan di lapangan.
Varian aplikasi SMS lainnya adalah untuk aplikasi perbankan, baik itu yang hanya bersifat informasi satu arah maupun berupa transaksi interaktif. Transaksi melalui Automated Teller Machine (ATM) dan internet dianggap lebih efisien dan murah dibandingkan datang langsung ke kantor cabang suatu bank. Internet bahkan lebih murah dari ATM bila dilihat dari waktu dan biaya yang bisa dihemat pada saat transaksi. Karena alasan inilah maka transaksi melalui SMS dapat menjadi alternatif
lain untuk memberikan media transaksi yang sangat murah. Melalui SMS pelanggan dapat melakukan pengecekan saldo tabungan di suatu bank, melakukan transfer, membayar tagihan, dan melakukan transaksi lainnya yang disediakan oleh bank.
Di bidang entertainment, SMS dapat digunakan sebagai media untuk bermain
game misalnya, atau saling berkirim pesan-pesan humor maupun karakter-karakter
teks yang merepresentasikan sebuah image. Dapat juga dibentuk sebuah user group dimana pengiriman SMS ke group sama artinya dengan pengiriman ke seluruh anggota group tersebut. Aplikasi ini mirip mailing list dalam dunia e-mail.
Dalam interkoneksi antara jaringan SMS dengan internet, bermunculan aplikasi-aplikasi internet yang di-SMS-kan seperti mail-to-SMS dan SMS-to-Mail. Aplikasi ini memungkinkan orang mengirimkan atau menerima email melalui pesawat telepon genggam yang dibawanya. Penerimanya biasanya sangat terbatas, baik dalam hal jumlah karakter, adanya attachment, dan body email yang ber-format non-teks. Pada umumnya layanan penerimaan email melalui SMS hanya berupa notifikasi. Layanan ini membuat orang dapat dengan mudah mengirim email dari manapun berada, tidak perlu harus dial-up ke internet.
Kemudahan dan kepraktisan yang ditawarkan oleh fasilitas SMS memungkinkan dikembangkannya berbagai aplikasi lain yang berbasis SMS. Akan tetapi, sukses aplikasi berbasis SMS sangat tergantung pada permintaan, minat, dan kebutuhan pengguna.(Rozidi, 2009)
2.6 Teknik Pengambilan Data SMS
SMS yang disimpan di memori ponsel dapat diambil ke sebuah PC (Personal
Computer). PC dengan perangkat lunak yang akan dibangun akan membaca ponsel
secara periodik untuk mendapatkan SMS pada memori ponsel. SMS selanjutnya akan diolah untuk mendapatkan perintah layanan. Semua SMS diambil dari ponsel dan disimpan pada komputer untuk keperluan evaluasi. SMS yang sudah diambil dari ponsel akan dihapus dari memori ponsel untuk menghindari kepadatan memori yang berakibat ponsel bisa “hang”. Teknik pengambilan dan hubungan antara ponsel dengan komputer dapat dilihat seperti pada Gambar 2.1.
2.7 Perintah Attention Command (AT Command)
Aplikasi pada computer dapat mengambil atau mengirim SMS dengan menggunakan AT Command. Di balik tampilan menu Message pada sebuah ponsel sebenarnya adalah AT Command 2x yang merupakan versi lanjutan dari AT Command yang bertugas mengirim/menerima data ke/dari SMS Center. AT Command tiap-tiap device
BTS SMS Ponsel Pengirim PC Kabel Data Ponsel Sistem SMS SMS
bisa berbeda-beda, tetapi pada dasarnya sama. AT Command adalah perintah untuk modem sebagai pemberi sinyal alat penghubung (signalling interface). Awalnya AT
Command dibuat oleh Hayes untuk modem-modem produknya, kemudian AT Command tersebut diterima menjadi standar perintah (Command) modem secara
internasional. Perintah AT Command yang digunakan pada tugas akhir ini seperti pada Tabel 2.1.
Tabel 2.1 Perintah AT Command
No. AT Command Fungsi
1. AT+CMGR Membaca SMS 2. AT+CMGS Mengirim SMS
3. AT+CMGL Membaca Daftar SMS dari Modem 4. AT+CMGD Menghapus SMS dari Modem 5. AT+CMGW Menulis SMS
6. AT+CMGF Format SMS
7. AT+CPMS Memilih untuk memori yang digunakan (Ponsel atau SIM-Card)
Pada saat ponsel dihubungkan dengan komputer melalui Connectivity Adapter
Cable (CAC), maka ponsel beroperasi sebagai Data Circuit-Terminating Equipment
(DCE) dan komputer beroperasi sebagai Data Terminal Equipment (DTE) atau perangkat yang dapat mengirimkan atau menerima sinyal data digital, dan saat itu komputer “melihat” ponsel sebagai modem. AT Command untuk SMS biasanya diikuti oleh data I/O yang diwakili oleh unit-unit PDU (Protocol Data Unit)
Data yang mengalir ke/dari SMS Center harus berbentuk PDU yang berisi bilangan-bilangan heksadesimal yang mencerminkan bahasa I/O. PDU terdiri atas
beberapa header. Header untuk kirim SMS ke SMS Center berbeda dengan SMS yang diterima dari SMS Center.
Maksud dari bilangan heksadesimal adalah bilangan yang terdiri dari angka 0, 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, A, B, C, D, E dan F dalam basis 16. Sebagai contoh angka 1000 dalam sistem desimal (basis 10) memiliki bilangan heksadesimal 3E8.
Cara mengkonversikan adalah: 1000 : 16 = 62 sisa 8 8 62 : 16 = 3 sisa 14 E 3 : 16 = 0 sisa 3 3 dibaca dari bawah : 3 E 8
PDU untuk mengirim SMS ke SMS Center terdiri dari 8 (delapan) header sebagai berikut:
1. Nomor SMS-Center
Header ini terdiri dari pasangan heksadesimal SMS-Center dalam bilangan heksa, kode nasional/internasional, dan nomor SMS-Center.
Berikut adalah PDU nomor SMS-Center dari Telkomsel 0811000000: a. 06 ada 6 pasang subheader
b 81 : kode nasional ada 1 pasang subheader c. 80-11-00-00-00 ada 5 pasang subheader Digabung menjadi : 06818011000000
2. Type SMS
Untuk SEND = 1, jadi bilangan heksanya adalah 01 3. Nomor Referensi SMS
Nomor referensi ini dibiarkan 0, jadi bilangan heksanya adalah 00. Nanti akan diberikan sebuah nomor referensi otomatis oleh ponsel.
4. Nomor Ponsel Penerima
Sama seperti cara menulis PDU untuk SMS-center, header ini juga terbagi atas tiga bagian, sebagai berikut:
a. Jumlah bilangan desimal nomor ponsel yang dituju dalam bilangan heksa b. Nasional/International Code
1. Untuk nasional kode subheader-nya 81 2. Untuk internasional kode subheader-nya 91
c. Nomor ponsel yang dituju, dalam pasangan heksa dibalik-balik. Jika tertinggal satu angka heksa yang tidak memiliki pasangan, maka angka tersebut dipasangkan dengan huruf F di depannya.
Contoh : Untuk nomor ponsel yang dituju = 081265454700 dapat ditulis sebagai berikut:
1. Nomor tujuan 081265454700 diubah menjadi: 2. 0C ada 12 angka 3. 81 kode nasional 802156547400 Digabung menjadi 0C81802156547400 5. Bentuk SMS 0 00 : dikirim sebagai SMS 1 01 : dikirim sebagai telex 2 02 : dikirim sebagai fax
Untuk mengirim dalam bentuk SMS harus menggunakan kode 00 6. Skema Encoding Data I/O
Batas waktu validasi jika tidak dibatasi dilambangkan dengan 00 8. Isi SMS adalah panjang isi (jumlah huruf dari isi) (Putro. B. L, 2009)
2.8 Visual Basic 6.0
Aplikasi ini akan dibangun dengan bahasa pemograman Visual Basic. Visual Basic merupakan bahasa pemrograman komputer yang bekerja dalam ruang lingkup
Microsoft Windows. Bahasa pemrograman adalah perintah-perintah atau instruksi
yang dimengerti oleh komputer didalam melakukan tugas-tugas tertentu.
Membuat program dengan Visual Basic 6.0 tidak perlu menulis kode program yang panjang-panjang, karena Visual Basic banyak menyediakan fasilitas aktif (tools) dalam membantu dalam pembuatan objek-objek yang dibutuhkan yang disebut dengan
Integrated Development Integration (IDE). (Alam, 2000)
2.9. Pengambilan SMS Dari Modem Ponsel
Dalam pembuatan aplikasi untuk mengambil SMS penulis menggunakan salah satu komponen pada Visual Basic yaitu MSComm yang berfungsi sebagai terminal
Connectivity Adapter Cable (CAC) yang dihubungkan dengan ponsel.
Sebagai contoh apabila yang digunakan adalah COM 2 dengan nama MSComm-nya adalah MSCom maka untuk pengaktifan COM 2 tersebut dengan menggunakan
syntax.
MSCom.CommPort=2
properti CommPort pada Visual Basic bertugas men-set nomor serial port yang digunakan CAC untuk dihubungkan kepada ponsel, sedangkan properti setting digunakan untuk men-set baud rate atau kecepatan data per bit dengan data bits atau
panjang datanya yang dapat disetting. Penyusun tersebut dapat dilihat pada syntax sebagai berikut:
MSCom.Setting="115200,N,8,1"
Syntax tersebut mempunyai maksud bahwa kecepatan data per-bit nya adalah 115200
kbps, dengan panjang data 8 bit tidak mempunyai parity =N atau none dan stop bits-nya adalah 1. Properti PortOpen bertugas men-set keadaan COM 2, terbuka atau tertutup. Karena eksekusi pada saat awal program komunikasi di-run, maka port dalam keadaan tertutup, sehingga harus dibuka terlebih dahulu, isinya dapat dituliskan seperti pada syntax berikut ini:
MSCom.PortOpen = True
Apabila pada setiap kali program dijalankan dan COM 2 terbuka dengan setting yang ditentukan, maka syntax tersebut dikombinasikan pada event program sedang mulai atau Form_Load, seperti pada syntax di bawah ini.
Private Sub Form_Load() MSCm.CommPort = 2
MSCm.Settings = "115200,N,8,1" MSCm.PortOpen = True
End Sub
2.10 Data Flow Diagram (DFD)
Untuk merancang aplikasi pengambilan SMS dari ponsel salah satu alat bantu yang digunakan adalah DFD (Data Flow Diangram). Menurut Jogianto Hartono (1990: 8)
Data Flow Diagram (DFD) adalah gambaran sistem secara logika. Gambaran ini
tergantung pada perangkat keras, perangkat lunak, struktur data atau organisasi.
Simbol-simbol yang digunakan dalam pemakaian data flow diagram dapat dilihat pada tabel 2.3 berikut
Tabel 2.2 Simbol data flow diagram
SIMBOL FUNGSI
Eksternal entity (kesatuan luar atau batas sistem) berupa orang,
organisasi atau sistem lainnya yang berada di lingkungan luarnya yang akan memberikan input atau menerima output dari sistem
Dataflow (arus data) Arus data ini mengalir diantara proses ,
simpanan data dan kesatuan luar.
Process (proses) kegiatan arus kerja yang dilakukan oleh orang,
mesin atau komputer dari hasil suatu arus data yang masuk ke dalam proses untuk dihasilkan
Data store merupakan simpanan data yang berupa file database
atau tabel manual, agenda atau buku
Sumber: Jogiyanto HM (2005:701) "Analisis dan Desain Sistem Informasi"
Tahapan DFD terbagi atas beberapa bagian yaitu:
a. Diagram Konteks
Diagram ini dibuat untuk menggambarkan sumber serta tujuan data yang akan diproses atau dengan kata lain diagram tersebut digunakan untuk menggambarkan sistem secara umum/global dari keseluruhan sistem yang ada.
b. Diagram nol
Diagram ini dibuat untuk menggambarkan tahapan proses yang ada didalam diagram konteks, yang penjabarannya lebih terperinci.
c. Diagram Detail
Diagram ini dibuat untuk menggambarkan arus data secara lebih mendetail lagi dari tahapan proses yang di dalam diagram nol.