50
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
Bab ini menjelaskan mengenai identifikasi permukiman kumuh kondisi asal dan dengan kondisi setelah adanya program KOTAKU Lebakgede, mengevaluasi Efektivitas dari pelaksanaan program KOTAKU di kelurahan Lebakgede dan menilai kepuasan dari adanya program KOTAKU kelurahan Lebakgede melalui persepsi masyarakat yang menerima manfaat langsung dari program KOTAKU kelurahn Lebakgede.
4.1 Identifikasi Permukiman dari Kondisi Sebelum Pelaksanaan Program KOTAKU Kelurahan Lebakgede
Pada sub bab ini akan menjelaskan eksisting permukiman kumuh di kelurahan Lebakgede ditinjau dari kondisi asal dan setelah pelaksanaan program.
4.1.1 Jalan Lingkungan
Kriteria kekumuhan ditinjau dari jalan lingkungan sebagaimana dimaksud dalam dalam peraturan mentri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) nomor 02 tahun 2016 mencakup jaringan jalan lingkungan tidak melayani seluruh lingkungan perumahan atau permukiman dan/atau kualitas permukaan jalan lingkungan buruk.
Tabel 4.1
Kondisi Jalan Lingkungan KRITERIA /
INDIKATOR PARAMETER
Cakupan Pelayanan Jalan Lingkungan
36% Kawasan permukiman tidak terlayani jaringan jalan lingkungan yang memadai
Kualitas Permukaan Jalan Lingkungan
38% Kondisi Jaringan jalan pada kawasan permukiman memiliki kualitas buruk
51 Gambar 4.1
Peta Kondisi Jalan Lingkungan Tahun 2016 Sumber : Dokumentasi BKM Madani 4.1.2 Drainase Lingkungan
Kriteria kekumuhan ditinjau dari drainase lingkungan sebagaimana dimaksud dalam dalam peraturan mentri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) nomor 02 tahun 2016 kemampuan mengalirkan limpasan air ketika hujan dan kualitas drainasenya dilihat juga dari pemeliharaan drainasenya.
Tabel 4.2
Kondisi Drainase Lingkungan
KRITERIA / INDIKATOR PARAMETER
Ketidakmampuan
Mengalirkan Limpasan Air
52
KRITERIA / INDIKATOR PARAMETER
Pemeliharaan Drainase 23% Kondisi jaringan drainse pada lokasi permukiman memiliki kualitas buruk
Sumber: RPLP Kelurahan Lebakgede 2016
Dari tabel diatas terjabarkan bagaimana kualitas drainase yang ada di kawasan permukiman Lebakgede sebelum ditangani, terdapat 8% dari kawasan permukiman yang terjadi genangan air ketika datang air hujan.
Gambar 4.2
Peta Kondisi Drainase Lingkungan 2016
Sumber: Dokumentasi BKM Madani
4.1.3 Penyediaan Air Bersih
Kriteria kekumuhan ditinjau dari penyediaan air bersih sebagaimana dimaksud dalam dalam peraturan mentri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) nomor 02 tahun 2016 mencakup askes terhadap air aman (tidak berasa, tidak berwarna, dan tidak berbau) serta pemenuhannya yang mencukup 60 liter/hari/orang.
53 Tabel 4.3
Kondisi Penyediaan Air Bersih
KRITERIA / INDIKATOR PARAMETER
Penyediaan Air Bersih
50% Bangunan hunian pada lokasi permukiman tidak terlayani jaringan Air Bersih/Baku perpipaan atau non perpipaan terlindungi yang layak
50% Masyarakat tidak terpenuhi kebutuhan minimal 60liter/org/hari (Mandi, Minum, Cuci)
Sumber: RPLP Kelurahan Lebakgede 2016
Dari hasil tinjauan tabel diatas tergambarkan bahwa pemenuhan permukiman dari kriteria penyedian air bersih masih sangat diperlukan untuk diatasi karena menyangkut sanitasi vital bagi masyarakat di permukiman, dari tabel terdapat 50% rumah yang belum terlayani air bersih dengan perpiaan PDAM atau non perpipaan (sumur pribadi) yang artinya dalam satu hari belum mampu untuk memenuhi kebutuhan minimum yaitu 60 liter per hari pada satu orang yang dimanfaatkan untuk Mandi, Cuci, Minum.
Gambar 4.3
54
Sumber : Dokumentasi BKM Madani
4.1.4 Pengolahan Air Limbah
Kriteria kekumuhan ditinjau dari pengolahan air limbah sebagaimana dimaksud dalam dalam peraturan mentri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) nomor 02 tahun 2016 mencakup sistem pengelolaan air limbah yang terpusat atau setempat dan prasarana dan sarana pengelolaan air limbah sesuai standar teknis.
Tabel 4.4
Kondisi Pengolahan Air Limbah KRITERIA /
INDIKATOR PARAMETER
Kondisi Pengolahan Air Limbah
2% Bangunan hunian pada lokasi permukiman tidak memiliki akses Jamban/MCK Komunal
3% Bangunan hunian pada lokasi permukiman tidak memiliki kloset yang terhubung dengan septitank 27% Saluran Pembuangan Air Limbah Rumah Tangga tercampur dengan Drainase Lingkungan
55
Gambar 4.4
Peta Kondisi Pengolahan Air Limbah Tahun 2016 Sumber : Dokumentasi BKM Madani
Dari gambar peta diatas dapat dilihat eksisting permukiman kumuh yang ditinjau dari kondisi penyaluran air limbah 70% Saluran pembuangan air limbah rumah tangga terpisah dengan saluran drainase lingkungan 30% Saluran Pembuangan Air Limbah Rumah Tangga tercampur dengan Drainase Lingkungan, yang seharusnya antara air limbah dan hujan terpisah, agar dapat dimanfaatkan kembali air hujan, dan air limbah ada penampungannya sendiri bisa berupa septi tank terpadu atau komunal.
4.1.5 Pengelolaan Persampahan
Kriteria kekumuhan ditinjau dari pengelolaan persampahan sebagaimana dimaksud dalam dalam peraturan mentri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) nomor 02 tahun 2016 mencakup prasarana dan sarana persampahan tidak sesuai dengan persyaratan teknis, sistem pengelolaan persampahan yang tidak sesuai standar teknis.
Tabel 4.5
Kondisi Pengelolaan Persampahan KRITERIA /
INDIKATOR PARAMETER
Pengelolaan Persampahan
35% Sampah domestik rumah tangga pada kawasan permukiman tidak terangkut ke TPS/TPA 2 kali seminggu
Sumber: RPLP Kelurahan Lebakgede 2016
Dari tabel diatas kondisi pengelolaan persampahan yang dilihat dari ketrsediaan sarana dan prasarananya masih sangat kurang dan sesuai dengan indikator bahwa pada kriteria ini kelurahan Lebakgede masih terbilang kumuh pada pengelolaan persampahannya.
Hal tersebut dikarenakan dikelurahan Lebakgede sendiri belum memiliki Tempat Penampungan Sampah (TPS) untuk untuk pewadahan sampah domestik atau rumah tangga secara sementara sebelum dikirimkan ke TPA (Tempat Pemrosesan Akhir).
56 Gambar 4.5
Peta Eksisting Pengelohan Persampahan 2016
Sumber: Dokumentasi BKM Madani
Dari peta diatas sudah didapat bahwa kondisi Pengelolaan Persampahan masih sekedar rutinitas biasa, tanpa ada pengelolaan yang terstruktur, pengolahan sampah di permukiman kelurahan Lebakgede masih kurang prasarana dan sarananya dan di tambah dengan faktor kesadaran masyarakat yang selalu membuang sampah di sungai.
57
Gambar 4.6
Indikator Sampah domestik rumah tangga di kawasan permukiman TIDAK terangkut ke TPS/TPA min. dua kali seminggu SK Kumuh
Sumber: RPLP Kelurahan Lebakgede 2016
Dari diagram diatas tergambar jumlah sampah domestik rumah tangga dikawasan permukiman kelurahan Lebakgede yang tidak terangkut ke TPS/TPA RW 14 dan RW 15 yang belum maksimal dalam pengambilan sampanya yaitu 2 kali dalam seminggu.
4.1.6 Pengaman Kebakaran
Kriteria kekumuhan ditinjau dari pengaman kebakaran sebagaimana dimaksud dalam dalam peraturan mentri PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) nomor 02 tahun 2016 penyediaan sarana dan prasarana untuk pengaman/proteksi kebakaran pada kawasan permukiman.
Tabel 4.6
Kondisi Pengaman/Proteksi Kebakaran / KRITERIA
INDIKATOR PARAMETER
Pengaman/Proteksi Kebakaran
98% Kawasan permukiman tidak memiliki Ketersediaan prasarana/sarana Proteksi Kebakaran
Sumber: RPLP Kelurahan Lebakgede 2016
Dari tabel diatas dapat dilihat bahwa prasarana dan sarana proteksi/pengaman kebakaran di kawasan permukiman kelurahan Lebakgede sangatlah memprihatinkan dalam kenyataannya, sebab 98% tidak memiliki mitigasi dalam hal kebakaran pada kawasan permukiman.
58 Gambar 4.7
Tidak Adanya Prasarana dan sarana proteksi kebakaran Sumber: RPLP Kelurahan Lebakgede 2016
Dalam diagram diatas dapat kita lihat dari kelima RW (Rukun Warga) yang ada, semua merupakan kasawan permukiman yang rentan dalam hal mitigasi kebakaran. Hal ini yang menjadi perhatian khusus untuk menanganinya.
4.2 Identifikasi Permukiman dari Kondisi Sebelum Pelaksanaan Program KOTAKU Kelurahan Lebakgede
Teridentifikasinya permukiman kumuh yang ditinjau dari kondisi setelah dilaksanakannya program KOTAKU, yang meliputi dari kriteria jalan lingkungan, penyediaan air bersih, drainase lingkungan, pengolahan air limbah, pengelolaan persampahan dan pengaman kebakaran yang berlokasi pada lima RW (01, 02, 03, 14 dan 15)
4.2.1 Rukun Warga (RW) 01
Rukun warga 01 memiliki luas sebesar 5,5 hektar (Dokumen Rencana Penataan Lingkungan Permukiman atau RPLP kelurahan Lebakgede 2016) berdasarkan data yang didapat sebelumnya masuk daftar bahwa RW 01 mendapat indikator kawasan permukiman kumuh yang ditinjau dari indikator dari Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) nomor 2 tahun 2016 tentang peningkatan kualitas permukiman kumuh.
59
Untuk itu lewat program KOTAKU kelurahan Lebakgede, kawasan permukiman kumuh yang ada di RW 01 diatasi lewat kegiatan fisik lingkugan (sarana dan prasarana lingkungan) untuk lebih jelasnya dapat melihat kegiatannya, yaitu dapat dilihat dari gambar dibawah ini.
Gambar 4.8
60
Gambar 4.9
Septitank, Drainase, Papan Pengumuman
Tabel di bawah ini menjelaskan mengenai eksisting sarana dan prasarana lingkungan setelah pelaksanaan program KOTAKU kelurahan Lebakgede melalui observasi langsung.
Tabel 4.7
Tabel Identifikasi Pelaksanaan Program KOTAKU RW 01 Variabel Indikator Ketercapaian Keterangan
Jalan Lingkungan Jalan sesuai
dengan standar PUPR
Memiliki lebar jalan 1,5 meter/lebih
Jalan lingkungan yang ada di RW 01 sudah sesuai dengan lebar jaln lebih dari 1,5 meter.
Memiliki saluran tepi jalan Semua jalan lingkungan di RW 01 memiliki saluran tepi jalan
Kualitas jalan lingkungan
Memiliki permukaan jalan yang rata
Seluruh jalan lingkungan yang ada di RW 01 memiliki permukaan yang rata Drainase Lingkungan
Prasarana drainase
Tidak terjadi genangan lebih 30 cm selama 2 jam
terjadi genangan di RW 01 karena sempitnya gorong-gorong, pintu air drainase
Sarana drainase
Adanya pelengkap prasarana drainase, misal gorong-gorong
Gorong-gorong, pintu air saluran drainase yang belum sesuai untuk mengendalikan air
Pemeliharaan Adanya pemeliharaan Pemeliharaan dilakukan oleh petugas dari RW dan juga swakelola warga RW yang tinggal dekat drainase Penyediaan Air Bersih
Akses Air Aman Pemenuhan kebutuhan
Air tidak berasa, tidak berwarna, tidak berbau.
Ketersediaan air aman untuk warga sudah sangat baik warga menggunakan sumur pribadi semua di warga RW 01 Mencukupi minimal
60liter/hari/orang
Kebutuhan perhari 60 liter tercukupi dengan akses air dari sumur pribadi Pengolahan Air Limbah
Pengolahan sesuai standar teknis Kakus/kloset terhubung dengan septitank individu/komunal/terpusat
Kakus yang terhubung ke septitank pribadi/komunal tidak lebih dari 30 orang.
Sarapra sesuai standar teknis
Memiliki sistem setempat atau terpusat
Tidak memiliki SPAL dengan sistem setempat atau terpusat
Pengelolaan Persampahan Sarapra sesuai persyaratan teknis Tersedianya gerobak pengangkut sampah
Tersedianya gerobak pengangkut sampah di setiap RW oleh jasa perorangan pengangkut sampahnya Tersedianya tempat
pemilahan sampah skala RT
Tidak tersedianya tempat pemilahan sampah sekala RT
Tersedianya TPS Tidak tersedianya TPS Adanya bank sampah Tersedia dari pihak kelurahan
61
Variabel Indikator Ketercapaian Keterangan Sistem
pengelolaan standar teknis
Adanya pengumpulan sampah
Tidak adanya tempat pengumpulan sampah berkonsep 3R
Adanya pengangkutan sampah
Tersedia pengangkut sampah ke TPS secara jasa perorangan dari iuran warga yang berlangganan Adanya pengolahan
sampah
Tidak adanya pengolahan sampah yang berorientasi 3R
Pengaman Kebakaran Prasarana
Proteksi kebakaran
Pasokan air (Hydran) Tidak Tersedianya Akses Hydran di RW 01
Akses Jalan Lingkungan
Memiliki akses jalan lebih dari 4 meter untuk akses mobil pemadam
kebakaran.
Bangunan pos kebakaran Tidak tersedianya pos kebakaran Sarana
proteksi kebakaran
Alat Pemadam Api Ringan (APAR);
Tersedia namun masih sangat minim sekali, hanya 5 orang dalam RW 01 Mobil pompa Tidak tersedianya mobil pompa Mobil tangga sesuai
kebutuhan
Tidak tersedianya mobil tangga
Sumber: Hasil Evaluasi, 2019
4.2.2 Rukun Warga (RW) 02
Rukun warga 02 memiliki luas sebesar 2,3 hektar (Dokumen Rencana Penataan Lingkungan Permukiman atau RPLP kelurahan Lebakgede 2016) berdasarkan data yang didapat sebelumnya masuk daftar bahwa RW 02 mendapat indikator kawasan permukiman kumuh yang ditinjau dari indikator dari Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) nomor 2 tahun 2016 tentang peningkatan kualitas permukiman kumuh.
Untuk itu lewat program KOTAKU kelurahan Lebakgede, kawasan permukiman kumuh yang ada di RW 02 diatasi lewat kegiatan fisik lingkugan (sarana dan prasarana lingkungan) untuk lebih jelasnya dapat melihat kegiatannya, yaitu dapat dilihat dari gambar dibawah ini.
62
Gambar 4.10
Jalan Hotmix, Sarana Air Bersih, SPAL
Tabel di bawah ini menjelaskan mengenai eksisting sarana dan prasarana lingkungan setelah pelaksanaan program KOTAKU kelurahan Lebakgede melalui observasi langsung.
Tabel 4.8
Tabel Identifikasi Pelaksanaan Program KOTAKU RW 02 Variabel Indikator Ketercapaian Keterangan
Jalan Lingkungan Jalan sesuai
dengan standar PUPR
Memiliki lebar jalan 1,5 meter/lebih
Jalan lingkungan yang ada di RW 02 sudah sesuai dengan lebar jaln lebih dari 1,5 meter.
Memiliki saluran tepi jalan Ada jalan lingkungan yang tidak memiliki saluran air tepi
Kualitas jalan lingkungan
Memiliki permukaan jalan yang rata
Seluruh jalan lingkungan yang ada di RW 02 memiliki permukaan yang rata Drainase Lingkungan
Prasarana drainase
Tidak terjadi genangan lebih 30 cm selama 2 jam
Tidak terjadi genangan air, karena sudah tersedia jaringan drainase lokal menuju jaringan utama
63
Variabel Indikator Ketercapaian Keterangan Sarana
drainase
Adanya pelengkap prasarana drainase, misal gorong-gorong
Adanya pelengkap untuk drainase gorong-gorong drainase,
Pemeliharaan Adanya pemeliharaan Pemeliharaan dilakukan oleh petugas dari RW dan juga swakelola warga RW yang tinggal dekat drainase Penyediaan Air Bersih
Akses Air Aman Pemenuhan kebutuhan
Air tidak berasa, tidak berwarna, tidak berbau.
Ketersediaan air aman untuk warga sudah sangat baik warga menggunakan sumur pribadi semua di warga RW 02 Mencukupi minimal
60liter/hari/orang
Kebutuhan perhari 60 liter tercukupi dengan akses air dari sumur pribadi dan PDAM Tirta Wening
Pengolahan Air Limbah Pengolahan sesuai standar teknis Kakus/kloset terhubung dengan septitank individu/komunal/terpusat
Kakus warga terhubung ke septitank milik individu, namun ada sebagian kecil warga yang membuang langsung ke sungai.
Sarapra sesuai standar teknis
Memiliki sistem setempat atau terpusat
Tidak memiliki SPAL dengan sistem setempat atau terpusat
Pengelolaan Persampahan Sarapra sesuai persyaratan teknis Tersedianya gerobak pengangkut sampah
Tersedianya gerobak pengangkut sampah di setiap RW oleh jasa perorangan pengangkut sampahnya Tersedianya tempat
pemilahan sampah skala RT
Tersedianya tempat pemilahan sampah pada skala RT
Tersedianya TPS Tidak tersedianya TPS Sistem
pengelolaan standar teknis
Adanya bank sampah Tersedia dari pihak kelurahan Adanya pengumpulan
sampah
Warga mengumpulkan ke bank sampah sesuai dengan jenis sampah Adanya pengangkutan
sampah
Tersedia pengangkut sampah ke TPS secara jasa perorangan dari iuran warga yang berlangganan 2 kali seminggu
Adanya pengolahan sampah
Tidak adanya pengolahan sampah yang berorientasi 3R
64
Variabel Indikator Ketercapaian Keterangan Pengaman Kebakaran
Prasarana Proteksi kebakaran
Pasokan air (Hydran)
Tersedianya Akses Hydran di RW 02 namun tidak berfungsi
Akses Jalan Lingkungan
Memiliki akses jalan lebih dari 4 meter untuk akses mobil pemadam
kebakaran di jalan sekeloa. Bangunan pos kebakaran Tidak tersedianya pos kebakaran Sarana
proteksi kebakaran
Alat Pemadam Api Ringan (APAR);
Tidak tersedianya APAR di RW 02 Mobil pompa Tidak tersedianya mobil pompa Mobil tangga sesuai
kebutuhan
Tidak tersedianya mobil tangga
Sumber: Hasil Evaluasi, 2019
4.2.3 Rukun Warga (RW) 03
Rukun warga 03 memiliki luas sebesar 1,9 hektar (Dokumen Rencana Penataan Lingkungan Permukiman atau RPLP kelurahan Lebakgede 2016) berdasarkan data yang didapat sebelumnya masuk daftar bahwa RW 03 mendapat indikator kawasan permukiman kumuh yang ditinjau dari indikator dari Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) nomor 2 tahun 2016 tentang peningkatan kualitas permukiman kumuh.
Untuk itu lewat program KOTAKU kelurahan Lebakgede, kawasan permukiman kumuh yang ada di RW 03 diatasi lewat kegiatan fisik lingkugan (sarana dan prasarana lingkungan) untuk lebih jelasnya dapat melihat kegiatannya, yaitu dapat dilihat dari gambar dibawah ini.
65
Gambar 4.11
Drainase, Jalan Lingkungan
Tabel di bawah ini menjelaskan mengenai eksisting sarana dan prasarana lingkungan setelah pelaksanaan program KOTAKU kelurahan Lebakgede melalui observasi langsung.
Tabel 4.9
Tabel Identifikasi Pelaksanaan Program KOTAKU RW 03 Variabel Indikator Ketercapaian Keterangan
Jalan Lingkungan Jalan sesuai
dengan standar PUPR
Memiliki lebar jalan 1,5 meter/lebih
Jalan lingkungan yang ada di RW 03 sudah sesuai dengan lebar jaln lebih dari 1,5 meter.
Memiliki saluran tepi jalan Semua jalan lingkungan di RW 03 memiliki saluran tepi jalan
Kualitas jalan lingkungan
Memiliki permukaan jalan yang rata
Seluruh jalan lingkungan yang ada di RW 03 memiliki permukaan yang rata Drainase Lingkungan
Prasarana drainase
Tidak terjadi genangan lebih 30 cm selama 2 jam
Tidak terjsedianya prasarna drainase Sarana
drainase
Adanya pelengkap prasarana drainase, misal gorong-gorong
tidak tersedia sarana drainase
Pemeliharaan Adanya pemeliharaan Tidak adanya pemeliharaan drainase Penyediaan Air Bersih
Akses Air Aman Pemenuhan kebutuhan
Air tidak berasa, tidak berwarna, tidak berbau.
Ketersediaan air aman untuk warga sudah sangat baik warga menggunakan sumur pribadi semua di warga RW 03 Mencukupi minimal
60liter/hari/orang
Kebutuhan perhari 60 liter tercukupi dengan akses air dari sumur pribadi
66
Variabel Indikator Ketercapaian Keterangan Pengolahan Air Limbah
Pengolahan sesuai standar teknis Kakus/kloset terhubung dengan septitank individu/komunal/terpusat
Kakus tidak terhubung dengan septitank, melainkan langsung kesungai menyatu dengan jaringan drainase
Sarapra sesuai standar teknis
Memiliki sistem setempat atau terpusat
Tidak memiliki SPAL dengan sistem setempat atau terpusat
Pengelolaan Persampahan Sarapra sesuai persyaratan teknis Tersedianya gerobak pengangkut sampah
Tersedianya gerobak pengangkut sampah di setiap RW oleh jasa perorangan pengangkut sampahnya Tersedianya tempat
pemilahan sampah skala RT
Tidak tersedianya tempat pemilahan sampah sekala RT
Tersedianya TPS Tidak tersedianya TPS Sistem
pengelolaan standar teknis
Adanya bank sampah Tersedia dari pihak kelurahan Adanya pengumpulan
sampah
Tidak adanya tempat pengumpulan sampah berkonsep 3R
Adanya pengangkutan sampah
Tersedia pengangkut sampah 3kali seminggu ke TPS secara jasa perorangan dari iuran warga yang berlangganan
Adanya pengolahan sampah
Tidak adanya pengolahan sampah yang berorientasi 3R
Pengaman Kebakaran Prasarana
Proteksi kebakaran
Pasokan air (Hydran) Tidak Tersedianya Akses Hydran di RW 03
Akses Jalan Lingkungan
Memiliki akses jalan lebih dari 4 meter untuk akses mobil pemadam
kebakaran jalan sukasari 2. Bangunan pos kebakaran Tidak tersedianya pos kebakaran Sarana
proteksi kebakaran
Alat Pemadam Api Ringan (APAR);
Tersedia namun masih sangat minim sekali, hanya 5 orang dalam RW 01 Mobil pompa Tidak tersedianya mobil pompa Mobil tangga sesuai
kebutuhan
Tidak tersedianya mobil tangga
Sumber: Hasil Evaluasi, 2019
4.2.4 Rukun Warga (RW) 14
Rukun warga 14 memiliki luas sebesar 1,8 hektar (Dokumen Rencana Penataan Lingkungan Permukiman atau RPLP kelurahan Lebakgede 2016) berdasarkan data yang didapat sebelumnya masuk daftar bahwa RW 14 mendapat indikator kawasan permukiman kumuh yang ditinjau dari indikator dari Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) nomor 2 tahun 2016 tentang peningkatan kualitas permukiman kumuh.
Untuk itu lewat program KOTAKU kelurahan Lebakgede, kawasan permukiman kumuh yang ada di RW 14 diatasi lewat kegiatan fisik lingkugan
67
(sarana dan prasarana lingkungan) untuk lebih jelasnya dapat melihat kegiatannya, yaitu dapat dilihat dari gambar dibawah ini
Gambar 4.12
Jalan Hotmix, Kondisi Tempat Sampah di Gang, Drainase tertutup Tabel di bawah ini menjelaskan mengenai eksisting sarana dan prasarana lingkungan setelah pelaksanaan program KOTAKU kelurahan Lebakgede melalui observasi langsung.
Tabel 4.10
Tabel Identifikasi Pelaksanaan Program KOTAKU RW 14 Variabel Indikator Ketercapaian Keterangan
Jalan Lingkungan Jalan sesuai
dengan standar PUPR
Memiliki lebar jalan 1,5 meter/lebih
Jalan lingkungan yang ada di RW 14 sudah sesuai dengan lebar jaln lebih dari 1,5 meter.
Memiliki saluran tepi jalan Semua jalan lingkungan di RW 14 memiliki saluran tepi jalan
Kualitas jalan lingkungan
Memiliki permukaan jalan yang rata
Seluruh jalan lingkungan yang ada di RW 14 memiliki permukaan yang rata Drainase Lingkungan
Prasarana drainase
Tidak terjadi genangan lebih 30 cm selama 2 jam
Prasarana drainase lokal tersedia di bawah permukaan jalan,
Sarana drainase
Adanya pelengkap prasarana drainase, misal gorong-gorong
Tidakmemiliki sarana pelengkap drainase
Pemeliharaan Adanya pemeliharaan Pemeliharaan dilakukan oleh petugas dari RW dan juga swakelola warga RW yang tinggal dekat drainase Penyediaan Air Bersih
68
Variabel Indikator Ketercapaian Keterangan Akses Air
Aman Pemenuhan kebutuhan
Air tidak berasa, tidak berwarna, tidak berbau.
Ketersediaan air aman untuk warga sudah sangat baik warga menggunakan sumur pribadi semua di warga RW 14 Mencukupi minimal
60liter/hari/orang
Kebutuhan perhari 60 liter tercukupi dengan akses air dari sumur pribadi Pengolahan Air Limbah
Pengolahan sesuai standar teknis Kakus/kloset terhubung dengan septitank individu/komunal/terpusat
Kakus/kloset warga RW 14 terhubung dengan sungai langsung.
Sarapra sesuai standar teknis
Memiliki sistem setempat atau terpusat
Tidak memiliki SPAL dengan sistem setempat atau terpusat
Pengelolaan Persampahan Sarapra sesuai persyaratan teknis Tersedianya gerobak pengangkut sampah
Tersedianya 3 gerobak pengangkut sampah di setiap RW oleh jasa perorangan pengangkut sampahnya Tersedianya tempat
pemilahan sampah skala RT
Tidak tersedianya tempat pemilahan sampah sekala RT
Tersedianya TPS Tidak tersedianya TPS Sistem
pengelolaan standar teknis
Adanya bank sampah Tersedia dari pihak kelurahan namun kesadaran warga masih kurang Adanya pengumpulan
sampah
Tidak adanya tempat pengumpulan sampah berkonsep 3R
Adanya pengangkutan sampah
Tersedia pengangkut sampah ke TPS secara jasa perorangan dari iuran warga yang berlangganan Adanya pengolahan
sampah
Tidak adanya pengolahan sampah yang berorientasi 3R
Pengaman Kebakaran Prasarana
Proteksi kebakaran
Pasokan air (Hydran) Tidak Tersedianya Akses Hydran di RW 14
Akses Jalan Lingkungan
Memiliki akses jalan lebih dari 4 meter untuk akses mobil pemadam
kebakaran jalan kubang selatan. Bangunan pos kebakaran Tidak tersedianya pos kebakaran Sarana
proteksi kebakaran
Alat Pemadam Api Ringan (APAR);
Tersedia namun masih sangat minim sekali, hanya 5 orang dalam RW 01 Mobil pompa Tidak tersedianya mobil pompa Mobil tangga sesuai
kebutuhan
Tidak tersedianya mobil tangga
Sumber: Hasil Evaluasi, 2019
4.2.5 Rukun Warga (RW) 15
Rukun warga 15 memiliki luas sebesar 9,65 hektar (Dokumen Rencana Penataan Lingkungan Permukiman atau RPLP kelurahan Lebakgede 2016) berdasarkan data yang didapat sebelumnya masuk daftar bahwa RW 15 mendapat indikator kawasan permukiman kumuh yang ditinjau dari indikator dari Peraturan
69
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) nomor 2 tahun 2016 tentang peningkatan kualitas permukiman kumuh.
Untuk itu lewat program KOTAKU kelurahan Lebakgede, kawasan permukiman kumuh yang ada di RW 15 diatasi lewat kegiatan fisik lingkugan (sarana dan prasarana lingkungan) untuk lebih jelasnya dapat melihat kegiatannya, yaitu dapat dilihat dari gambar dibawah ini
Gambar 4.13
Saluran Pipa Air Limbah, Jalan, Papan Pengumuman
Tabel di bawah ini menjelaskan mengenai eksisting sarana dan prasarana lingkungan setelah pelaksanaan program KOTAKU kelurahan Lebakgede melalui observasi langsung.
Tabel 4.11
Tabel Identifikasi Pelaksanaan Program KOTAKU RW 15 Variabel Indikator Ketercapaian Keterangan
Jalan Lingkungan Jalan sesuai
dengan standar PUPR
Memiliki lebar jalan 1,5 meter/lebih
Jalan lingkungan yang ada di RW 15 sudah sesuai dengan lebar jaln lebih dari 1,5 meter.
Memiliki saluran tepi jalan Semua jalan lingkungan di RW 15 memiliki saluran tepi jalan
Kualitas jalan lingkungan
Memiliki permukaan jalan yang rata
Seluruh jalan lingkungan yang ada di RW 15 memiliki permukaan yang rata
70
Variabel Indikator Ketercapaian Keterangan Drainase Lingkungan
Prasarana drainase
Tidak terjadi genangan lebih 30 cm selama 2 jam
Tersedia prasarana drainase dengan, tidak terjadi genangan
Sarana drainase
Adanya pelengkap prasarana drainase, misal gorong-gorong
Tidak memiliki untuk mengendalikan air
Pemeliharaan Adanya pemeliharaan Pemeliharaan dilakukan oleh petugas dari RW dan juga swakelola warga RW yang tinggal dekat drainase Penyediaan Air Bersih
Akses Air Aman Pemenuhan kebutuhan
Air tidak berasa, tidak berwarna, tidak berbau.
Ketersediaan air aman untuk warga sudah sangat baik warga menggunakan sumur pribadi semua di warga RW 15 Mencukupi minimal
60liter/hari/orang
Kebutuhan perhari 60 liter tercukupi dengan akses air dari sumur pribadi dan PDAM Tirta Wening
Pengolahan Air Limbah Pengolahan sesuai standar teknis Kakus/kloset terhubung dengan septitank individu/komunal/terpusat
Kakus yang tidak terhubu septitank pribadi/komunal, tapi membuangnya langsung kesungai.
Sarapra sesuai standar teknis
Memiliki sistem setempat atau terpusat
Tidak memiliki SPAL dengan sistem setempat atau terpusat
Pengelolaan Persampahan Sarapra sesuai persyaratan teknis Tersedianya gerobak pengangkut sampah
Tersedianya gerobak pengangkut sampah di setiap RW oleh jasa perorangan pengangkut sampahnya Tersedianya tempat
pemilahan sampah skala RT
Tidak tersedianya tempat pemilahan sampah sekala RT
Tersedianya TPS Tidak tersedianya TPS Sistem
pengelolaan standar teknis
Adanya bank sampah Tersedia dari pihak kelurahan Adanya pengumpulan
sampah
Tidak adanya tempat pengumpulan sampah berkonsep 3R
Adanya pengangkutan sampah
Tersedia pengangkut sampah ke TPS secara jasa perorangan dari iuran warga yang berlangganan Adanya pengolahan
sampah
Tidak adanya pengolahan sampah yang berorientasi 3R
Pengaman Kebakaran Prasarana
Proteksi kebakaran
Pasokan air (Hydran) Tidak Tersedianya Akses Hydran di RW 15
Akses Jalan Lingkungan
Tidak memiliki akses jalan lebih dari 4 meter untuk akses mobil pemadam kebakaran.
Bangunan pos kebakaran Tidak tersedianya pos kebakaran Sarana
proteksi kebakaran
Alat Pemadam Api Ringan (APAR);
Tersedia namun masih sangat minim sekali, hanya 5 orang dalam RW 15 Mobil pompa Tidak tersedianya mobil pompa Mobil tangga sesuai
kebutuhan
Tidak tersedianya mobil tangga
71
4.3 Evaluasi Pencapaian dan Persepsi Masyarakat dari Pelaksanaan Program KOTAKU Kelurahan Lebakgede
4.3.1 Evaluasi Pencapaian Pelaksanaan Program KOTAKU di Kelurahan Lebakgede Berdasarkan Metode Checklist/ Daftar Periksa
Metode checklist dalam evaluasi ini digunakan untuk memeriksa atau menilai ketercapaian indikator-indidkator pelaksanaan program KOTAKU di kelurahan Lebakgede dalam penataan sarana dan prasarana lingkungan permukiman yang meliputi jalan lingkungan, drainase lingkungan, penyediaan air bersih, pengolahan air limbah, pengelolaan persampahan dan pengam kebakaran.
4.3.1.1 Jalan Lingkungan
Jalan lingkungan merupakan prasrana aksesibilitas vital yang digunakan untuk masyarakat melakuka mobilitas disetiap aktvitas kehidupannya dengan menghubungkan dari lokasi satu dan lokasi lainnya, sehingga berdampak pada kehidupan ekonomi dan sosial bagi masyarakat yang melewati jaringan jalan lingkungan tersebut. Dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 2 tahun 2016 tentang Peningkatan Terhadap Kualitas Perumahan dan Permukiman Kumuh dijelaskan bahwa jalan lingkungan mencakup jaringan jalan yang melayani selurah wilayah permukiman atau perumahan dan kualitas permukaan jalan yang baik dan rata.
Evaluasi mengenai pelaksanaan program KOTAKU pada jenis penataan aksesibilitas lingkungan yakni berupa jalan lingkungan meliputi beberapa variabel diantaranya memiliki lebar jalan 1,5 meter, memiliki saluran tepi jalan dan permukaan jalan yang rata.berdasarkan evaluasi yang dilakukan pada lima RW di elurahan Lebakgede pada sub bab sebelumnya, diketahui bahwa setiap RW memiliki jalan lingkungan yang hampir sama dilihat dari variabelnya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.
72 Tabel 4.12
Evaluasi Pencapaian Pelaksanaan Jalan Lingkungan Kriteria Jalan Lingkungan
Sesuai dengan Standar PUPR Permukaan Jalan Lingkungan Memiliki Lebar 1,5
meter
Memiliki saluran air tepi jalan
Memiliki permukaan jalan yang rata - Rukun Warga 01 - Rukun Warga 02 - Rukun Warga 03 - Rukun Warga 14 - Rukun Warga 15 - Rukun Warga 01 - Rukun Warga 03 - Rukun Warga 14 - Rukun Warga 15 - Rukun Warga 01 - Rukun Warga 02 - Rukun Warga 03 - Rukun Warga 14 - Rukun Warga 15 Sumber : Hasil Evaluasi, 2019
Berdasarakan Tabel di atas diketahui pelaksanaan program KOTAKU pada kriteria jalan lingkungan di kelurahan Lebakgede yang sesuai dengan indikator ketercapaian jalan lingkungan. Berdasarkan kesesuaian dari standar PUPR yang harus memiliki lebar 1,5 meter atau lebih yaitu disemua RW sudah memenuhi syarat dalam hal lebar jalan lingkungan, kemudian dari standar jalan lingkungan harus memiliki saluran air tepi jalan terdapat di empat RW yaitu RW 01, RW 03, RW 14, RW 15. Dan berdasarkan kriteria Permukaan Jalan Lingkungan terdapat pada semua RW dengan kualitas permukaan jalan yang rata setelah adanya pelaksanaan dari program KOTAKU.
4.3.1.2 Drainase Lingkungan
Drainase lingkungan merupakan prasrana utilitas yang juga penting untuk menghindarkan dari kualitas permukiman yang kumuh, digunakan untuk mangalirkan air kotor yang agar dapat dimanfaatkan kemabali menjadi air bersih yaitu dengan adanya drainase lingkungan baik. Dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 12 tahun 2014 tentang Penyelnggaraan Sistem Drainanse Perkotaan dijelaskan bahwa drainase perkotaan memiliki fungsi yaitu saluran primer adalah saluran drainase yang menerima air dari saluran sekunder dan menyalurkannya ke badan air penerima, saluran sekunder adalah saluran drainase yang menerima air dari saluran tersier dan menyalurkannya ke saluran primer, saluran tersier tersier adalah saluran drainase yang menerima air dari saluran penangkap menyalurkannya ke saluran sekunder. Dengan tujuan drainasemampu mengalirkan air sehinga tidak menimbulkan genangan pada permukiman (Permen PUPR Nomor 2 Tahun 2016).
73
Evaluasi mengenai pelaksanaan program KOTAKU pada kegiatan penataan drainase lingkungan meliputi beberapa variabel diantaranya memiliki Mampu mengalirkan limpasan air tidak menimbulkan genangan, tersediaanya fasilitas untuk pelengkap drainase seperti gorong-gorong, pintu air, dan lain-lain serta pemeliharaan drainase untuk menjaga kualitasnya. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan pada lima RW di kelurahan Lebakgede pada sub bab sebelumnya, diketahui bahwa setiap RW memiliki drainase lingkungan yang berbeda-beda dilihat dari variabelnya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 4.13
Evaluasi Efektivitas Pelaksanaan Drainase Lingkungan Kriteria Drainase Lingkungan
Prasarana Drainase Sarana Drainase Pemeliharaan Drainase Mampu mengalirkan
limpasan air tidak menimbulkan genangan
tersediaanya fasilitas untuk pelengkap drainase seperti gorong-gorong, pintu air.
Adanya pemeliharaan drainase secara rutin - Rukun Warga 01
- Rukun Warga 02 - Rukun Warga 03 - Rukun Warga 14 - Rukun Warga 15
- Rukun Warga 02 - Rukun Warga 01 - Rukun Warga 02 - Rukun Warga 14 - Rukun Warga 15
Sumber : Hasil Evaluasi, 2019
Berdasarakan Tabel di atas diketahui pelaksanaan program KOTAKU pada kriteria drainase lingkungan di kelurahan Lebakgede yang sesuai dengan indikator ketercapaian drainase lingkungan. Berdasarkan Prasarana Drainase Mampu mengalirkan limpasan air tidak menimbulkan genangan yang harus memiliki lengkungan untuk mengalirkan air baik secara alami atau buatan manusia yaitu disemua RW sudah memiliki prasarananya untuk mengalirkan air, namun semua drainase yang ada semua masih bercampur dengan pembuangan air limbah rumah tangga (MCK), kemudian berdasarkan sarana drainase hanya dimiliki di RW 02, dan berdasarkan Pemeliharaan drainase semua RW ada aktivitas pengecekan drainase baik secara rutin atau berkala.
4.3.1.3 Penyediaan Air Bersih
Air bersih merupakan kebutuhan mendasar yang harus dimiliki oleh permukiman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dalam bermukim disuatu permukiman, air berih digunakan untuk keperluan yang juga vital seperti air minum, untuk memasak dan konsumsi lainnya. Dalam Peraturan Menteri
74
Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 2 tahun 2016 tentang Peningkatan Terhadap Kualitas Perumahan dan Permukiman Kumuh dijelaskan bahwa ai bersih yang dimaksud adalah masyarakat dapat mengakses air aman (tidak berasa, tidak berwarna dan tidak berbau).
Evaluasi mengenai pelaksanaan program KOTAKU pada kegiatan penyediaan air bersih meliputi beberapa variabel diantaranya memiliki Mampu memenuhi kebutuhan air bersih dengan aman dan mampu mencukupi kebutuhan perorang minimal 60 liter dalam sehari. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan pada lima RW di kelurahan Lebakgede pada sub bab sebelumnya, diketahui bahwa setiap RW memiliki penyediaan air minum yang hampir sama dilihat dari variabelnya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 4.14
Evaluasi Efektivitas Pelaksanaan Penyediaan Air Bersih Kriteria Penyediaan Air Brsih
Akses Air Aman Terpenuhinya Kebutuhan Air Bersih
Dapat mengakses air minum yang memiliki kualitas tidak berwarna, tidak
berbau, dan tidak berasa
Kebutuhan air minum masyarakat pada lokasi mencapai minimal
sebanyak 60 liter/orang/hari - Rukun Warga 01 - Rukun Warga 02 - Rukun Warga 03 - Rukun Warga 14 - Rukun Warga 15 - Rukun Warga 01 - Rukun Warga 02 - Rukun Warga 03 - Rukun Warga 14 - Rukun Warga 15 Sumber : Hasil Evaluasi, 2019
Berdasarakan Tabel di atas diketahui pelaksanaan program KOTAKU pada kegiatan penyedian air bersih di kelurahan Lebakgede yang sesuai dengan indikator ketercapaian penyediaan air bersih. Berdasarkan akses air aman yang harus memiliki kualitas air yang tidak berasa, tidak berwarna dan tidak berbau yaitu disemua RW sudah dapat mengakses air bersih dengan aman, berdasarkan kebutuhan air minimal 60 liter/hari/orang disemua RW sudah memenuhi dan mencukupi kebutuhan air bersih per orangnya.
4.3.1.4 Pengolahan Air Limbah
Pengolahan Air Limbah merupakan kebutuhan mendasar yang harus dimiliki pada kawasan permukiman untuk mengelola air limbah dari rumah tangga/domestik di permukiman. Dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 2 tahun 2016 tentang Peningkatan Terhadap Kualitas
75
Perumahan dan Permukiman Kumuh dijelaskan bahwa ai bersih yang dimaksud adalah pengelolaan air limbah pada lingkungan perumahan atau permukiman tidak memiliki sistem yang memadai, yaitu terdiri dari kakus/kloset yang terhubung dengan tangki septik baik secara individual/domestik, komunal maupun terpusat Prasarana dan sarana pengelolaan air limbah memenuhi persyaratan teknis. Air limbah yang dimaksud adalah dari aktivitas rumah tangga.
Evaluasi mengenai pelaksanaan program KOTAKU pada kegiatan pengolahan air limbah meliputi sarana drainase yaitu kloset yang terhubung dengan septitank pribadi atau komunal atau terpusat dan sistem pengolahan limbahnya terpusat dan setempat. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan pada lima RW di kelurahan Lebakgede pada sub bab sebelumnya, diketahui bahwa setiap RW memiliki penpengolahan air limbah yang hampir sama dilihat dari variabelnya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 4.15
Evaluasi Efektivitas Pelaksanaan Pengolahan Air Limbah Kriteria Pengolahan Air Limbah
Pengolahan Air Limbah Sesuai Standar Teknis
Sarana Prasarana Sesuai dengan persyaratan teknis
Memiliki sistem yang memadai, yaitu kakus/kloset yang terhubung dengan tangki septiitank individual/domestik,
komunal maupun terpusat.
Tersedianya sistem pengolahan limbah setempat atau terpusat
- Rukun Warga 01 - Rukun Warga 02 - Rukun Warga 14
Sumber : Hasil Evaluasi, 2019
Berdasarakan Tabel di atas diketahui pelaksanaan program KOTAKU pada kegiatan pengolahan air limbah di kelurahan Lebakgede yang sesuai dengan indikator ketercapaian pengolahan air limbah. Berdasarkan Pengolahan air limbah sesuai dengan standar teknis yang harus memiliki Memiliki sistem yang memadai, yaitu kakus/kloset yang terhubung dengan tangki septiitank individual/domestik, komunal maupun terpusat. yaitu hanya di RW 02 sudah memiliki kloset rumah yang terhubung dengan septitank individu dimana ke empat RW lainnya membuang ke sungai langsung dan bercampur dengan aliran drainase, berdasarkan sarana prasarana sesuai persyaratan teknis disemua RW belum memiliki pengolahan air limbah berbasis setempat atau terpusat.
76 4.3.1.5 Pengelolaan Persampahan
Pengelolaan merupakan kebutuhan mendasar yang harus dimiliki pada kawasan permukiman untuk mengelola persampahan dari rumah tangga/domestik di permukiman. Dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 3 tahun 2013 Tentang Penyelenggaraan Prasarana Dan Sarana Persampahan Dalam Penanganan Sampah Rumah Tangga Dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga dijelaskan bahwa sampah rumah tangga adalah sampah yang berasal dari kegiatan sehari-hari dalam rumah tangga, yang tidak termasuk tinja dan sampah spesifik. Yang didalamnya mencakup sarana prasarana pengelolaan sampah dan sistem pengelolaan sampah.
Evaluasi mengenai pelaksanaan program KOTAKU pada kegiatan pengelolaan persampahan meliputi sarana dan prasrana pengelolaan sampah dan asistem pengelolaan sampah yaitu tersedianya gerobak sampah dan/atau truk sampah, tersedianya tempat sampah dengan pemilahan sampah pada skala RT, tersedianya tempat penampungan sementara (TPS) dikelurahan, tersedianya bank sampah tempat pewadahan, pengumpulan skala lingkungan, pengangkutan skala lingkungan, pengolahan skala lingkungan. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan pada lima RW di kelurahan Lebakgede pada sub bab sebelumnya, diketahui bahwa setiap RW memiliki pengelolaan persampahan yang hampir sama dilihat dari variabelnya. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Tabel 4.16
Evaluasi Efektivitas Pelaksanaan Pengelolaan Persampahan Kriteria Pengelolaan Persampahan
Prasarana dan Sarana Persampahan Sesuai dengan Persyaratan Teknis Tersedianya gerobak sampah Pemisahan sampah dengan pemilahan (RT) Tersedianya TPS Tersedianya Bank Sampah Adanya Pengumpulan Adanya Pengangkutan Adanya pengolahan RW 01 RW 02 RW 03 RW 14 RW 15 RW 02 RW 01 RW 02 RW 03 RW 15 RW 02 RW 14 RW 01 RW 02 RW 03 RW 14 RW 15 Sumber : Hasil Evaluasi, 2019
77
Berdasarakan tabel di atas diketahui pelaksanaan program KOTAKU pada kegiatan pengelolaan persampahan di kelurahan Lebakgede yang sesuai dengan indikator ketercapaian pengolahan air limbah. Berdasarkan sarana dan prasarana pengelolaan sampah yang sesuai dengan persyaratan teknis yaitu tersedianya gerobak sampah di semua RW, pemisahan sampah dengan pemilahan (RT) hanya ada di RW 02, semua RW tidak memiliki TPS, tersedianya bank sampah sebagai pewadahan yaitu RW 01, RW02, RW 03 dan RW 15.
4.3.1.6 Pengaman Kebakaran
Pengelolaan merupakan kebutuhan mendasar yang harus dimiliki pada kawasan permukiman untuk mencegah dan mengatasi terjadinya kebakaran di permukiman. Dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 26 tahun 2008 Tentang Persyaratan Teknis Sistem Proteksi Kebakaran Pada Bangunan Gedung dan Lingkungan dijelaskan bahwa proteksi kebakaran adalah upaya mencegah terjadinya kebakaran atau meluasnya kebakaran ke ruangan-ruangan ataupun lantai-lantai bangunan, termasuk ke bangunan lainnya melalui eliminasi ataupun minimalisasi risiko bahaya kebakaran, pengaturan zona-zona yang berpotensi menimbulkan kebakaran, serta kesiapan dan kesiagaan sistem proteksi aktif maupun pasif. Yang didalamnya mencakup sarana prasarana pengaman kebakaran. Evaluasi mengenai pelaksanaan program KOTAKU pada kegiatan pengaman kebakaran meliputi sarana dan prasrana proteksi kebakaran yaitu tersedianya pasokan air (hydran), adanya akses jalan untuk mobil, adanya bangunan pos kebakaran, adanya alat pemadam api ringan (APAR), mobil pompa, mobil tangga. Berdasarkan evaluasi yang dilakukan pada lima RW di kelurahan Lebakgede pada sub bab sebelumnya, diketahui bahwa setiap RW belum memiliki sarana dan prasarana proteksi kebakaran di permukiman. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut ini.
78 Tabel 4.17
Evaluasi Efektivitas Pelaksanaan Pengaman Kebakaran Kriteria Pengelolaan Persampahan
Prasarana dan Sarana Proteksi Kebakaran Tersedianya Hydran Adanya akses jalan Bangunan kebakaran Tersedianya APAR Mobil pompa Mobil tangga RW 01 RW 02 RW 03 RW 14
Sumber : Hasil Evaluasi, 2019
Berdasarakan tabel di atas diketahui pelaksanaan program KOTAKU pada kegiatan proteksi kebakaran di kelurahan Lebakgede yang sesuai dengan indikator ketercapaian pengolahan air limbah. Berdasarkan sarana dan prasarana pengaman kebakaran yaitu semua RW tidak memiliki sarana dan prasrana yang baik untuk pengaman kebakaran, kecuali RW 01, RW 02, RW, 03, RW 14 hanya memiliki akses jalan untuk mobil pemadam kebakaran.
Persentase pencapaian pelaksanaan program KOTAKU di kelurahan Lebakgede dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
%Pelaksanaan Program = 𝐼𝑛𝑑𝑖𝑘𝑎𝑡𝑜𝑟 𝑇𝑒𝑟𝑝𝑒𝑛𝑢ℎ𝑖
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑉𝑎𝑟𝑖𝑎𝑏𝑒𝑙 × 100%
Program KOTAKU dinilai melalui pencapaian indikator yang ditentukan sebagai berikut:
Pelaksanaan dari program KOTAKU dikatakan tercapai jika seluruh indikator ketercapaian terpenuhi yang meliputi kriteria-kriteria kegiatan Pelaksanaan dari program KOTAKU kurang tercapai jika lebih dari sama
dengan 50% indikator terpenuhi
Pelaksanaan program KOTAKU dikatakan tidak tercapai jika kurang dari 50% indikator ketercapaiannya terpenuhi
Setelah melakukan evaluasi pencapaian pelaksanaan program KOTAKU pada objek studi di atas, kemudian melakukan persentase variabel yang terpenuhi, sehingga dapat diukur sejauh mana pencapaian pelaksanaan program KOTAKU dalam penataan sarana prasarana lingkungan permukiman kelurahan Lebakgede. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat tabel dibawah ini.
79 Tabel 4.18
Persentase Variabel Terpenuhi Pada Masing-masing RW No Nama Lokasi Persentase Variabel
Terpenuhi Persentase Rata-rata Keterangan 1 Jalan Lingkungan Rukun Warga 01 3/3 x 100% = 100% 93% Tercapai
Rukun Warga 02 2/3 x 100% = 66% Kurang Tercapai
Rukun Warga 03 3/3 x 100% = 100% Tercapai
Rukun Warga 14 3/3 x 100% = 100% Tercapai
Rukun Warga 15 3/3 x 100% = 100% Tercapai
2 Drainase Lingkungan
Rukun Warga 01 2/3 x 100% = 66%
60%
Kurang Tercapai
Rukun Warga 02 3/3 x 100% = 100% Tercapai
Rukun Warga 03 0/3 x 100% = 0% Tidak Tercapai
Rukun Warga 14 2/3 x 100% = 66% Kurang Tercapai
Rukun Warga 15 2/3 x 100% = 66% Kurang Tercapai
3 Penyediaan Air Bersih
Rukun Warga 01 2/2 x 100% = 100%
100%
Tercapai
Rukun Warga 02 2/2 x 100% = 100% Tercapai
Rukun Warga 03 2/2 x 100% = 100% Tercapai
Rukun Warga 14 2/2 x 100% = 100% Tercapai
Rukun Warga 15 2/2 x 100% = 100% Tercapai
4 Pengolahan Air Limbah
Rukun Warga 01 ½ x 100% = 50%
20%
Kurang Tercapai
Rukun Warga 02 ½ x 100% = 50% Kurang Tercapai
Rukun Warga 03 0/2 x 100% = 0% Tidak Tercapai
Rukun Warga 14 0/2 x 100% = 0% Tidak Tercapai
Rukun Warga 15 0/2 x 100% = 0% Tidak Tercapai
5 Pengelolaan Persampahan
Rukun Warga 01 3/7 x 100% = 42%
45%
Tidak Tercapai
Rukun Warga 02 5/7 x 100% = 71% Kurang Tercapai
Rukun Warga 03 2/7 x 100% = 28% Tidak Tercapai
Rukun Warga 14 3/7 x 100% = 42% Tidak Tercapai
Rukun Warga 15 3/7 x 100% = 42% Tidak Tercapai
6 Pengaman Kebakaran
Rukun Warga 01 1/6 x 100% = 16%
12,8%
Tidak Tercapai
Rukun Warga 02 1/6 x 100% = 16% Tidak Tercapai
Rukun Warga 03 1/6 x 100% = 16% Tidak Tercapai
Rukun Warga 14 1/6 x 100% = 16% Tidak Tercapai
Rukun Warga 15 0/6 x 100% = 0% Tidak Tercapai
80
4.3.2 Evaluasi Persepsi Masyarakat terhadap Pelaksanaan Program KOTAKU di Kelurahan Lebakgede
Analisis persepsi ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana penilaian masyarakat terhadap program KOTAKU di kelurahan Lebakgede. Analisis ini dilakukan untuk mengetahui persepsi atau respon masyarakat yang tinggal di kawasan permukiman kelurahan Lebakgede kecamatan Coblong kota Bandung. Data yang diperoleh merupakan data hasil kuesioner dari masyarakat yang tinggal di kawasan permukiman di kelurahan Lebakgede. Hasil data kemudian diolah dan dilakukan interpretasi secara deksriptif kuantitatif untu diketahui bagaimana tingkat penilaian masyarakat terhadap program KOTAKU di kelurahan Lebakgede.
Penilaian dari persepsi masyarakat terhadap program KOTAKU di kelurahan Lebakgede yang meliputi PSU (Prasaranan, Sarana, dan Utilitas) yang merupakan kebutuhan dasar yang diperlukan di kawasan permukiman yaitu jalan lingkungan, penyedian air bersih, drainase lingkungan, pengolahan air limbah, pengelolaan persampahan dan pengaman atau proteksi kebakaran.
4.3.2.1 Persepsi Masyarakat Terhadap Jalan Lingkungan
Penilaian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana persepsi atau tingkat penilaian masyarakat terhadap hasil program KOTAKU dalam hal penataan fisik lingkungan permukiman kumuh, pada aspek jalan lingkungan
Tabel 4.19
Persepsi Masyarakat Terhadap Jalan Lingkungan
Persepsi Masyarakat Persentase Penilaian Total Sangat Baik (%) Baik (%) Cukup (%) Buruk (%) Sangat Buruk (%) Pelayanan aksesibilitas Jalan Lingkungan 8,5 71,3 20,2 0 0 100
Kualitas Permukaan Jalan Lingkungan
5,3 70,2 24,5 0 0 100
81 Gambar 4.14
Penilaian Terhadap Jalan Lingkungan
Sumber : Hasil Analisis, 2019 Dari data di atas maka dapat disimpulkan :
1) Lokasi pelaksanaan penataan lingkungan pada aspek pembangunan jalan lingkungan dinilai Baik oleh masyarakat (71%), Persepsi ini muncul karena pelayanan jalan lingkungan memberikan kemudahan masyarakat ubtuk melakukan mobilitas di kehidupan sehari-hari.
2) Kualitas Permukaan Jalan yang telah dibangun dalam rangka penataan lingkungan permukiman dinilai Baik oleh masyarakat sebanyak (70%), persepsi ini disebabkan karena dengan adanya pelaksanaan program KOTAKU, jalan, gang permukiman menjadi bagus dan layak, hal ini menimbulkan kenyamanan masyarakat dalam beraktivitas dalam kehidupan permukiman.
Berdasarkan hasil data diatas maka dapat dilakukan sintesis penilaian sebagai berikut.
Tabel 4.20
Sintesis Penilaian Masyarakat terhadap Jalan Lingkungan Penilaian Masyarakat
terhadap Pencapaian Program
Tingkat Penilaian Bobot
Pelayanan Aksesibilitas Jalan Lingkungan Baik 4 0 10 20 30 40 50 60 70 80
Pelayanan aksesibilitas jalan lingkungan Kualitas Permukaan Jalan Lingkungan
Penilaian Terhadap Jalan Lingkungan
82 Penilaian Masyarakat
terhadap Pencapaian Program
Tingkat Penilaian Bobot
Kualitas Permukaan Jalan Lingkungan
Baik 4
Jumlah Penilaian 8
Sumber : Hasil Analisis, 2019
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑒𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖𝑎𝑛
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝐾𝑜𝑚𝑝𝑜𝑛𝑒𝑛 𝑃𝑒𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝐾𝑒𝑝𝑢𝑎𝑠𝑎𝑛× 100% 8
10× 100% = 80%
Dari hasil perhitungan tersebut maka kepuasan masyarakat terhadap hasil pelaksanaan program KOTAKU pada kegiatan jalan lingkungan adalah sebesar 80% yang berarti masyarakat menyatakan puas.
Hasil dari pelaksanaan pada kegiatan peningkatan jalan lingkungan memberikan manfaat bagi bagi masyarakat kelurahan Lebakgede secara umum dan khusus untuk lokasi yang terkena pembangunannya. Mempermudah masyarakat dalam melakukan interaksi sosial dan budaya dari lokasi satu dengan lokasi lainnya.
4.3.2.2 Persepsi Masyarakat Terhadap Penyediaan Air Bersih
Penilaian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana persepsi atau tingkat penilaian masyarakat terhadap hasil program KOTAKU dalam hal penataan fisik lingkungan permukiman kumuh, pada aspek penyedian air bersih.
Tabel 4.21
Persepsi Masyarakat Terhadap Penyediaan Air Bersih
Persepsi Masyarakat Persentase Penilaian Total Sangat Baik (%) Baik (%) Cukup (%) Buruk (%) Sangat Buruk (%) Kualitas Air Bersih
Permukiman
10,6 38,3 51,1 0 0 100
Akses Terpenuhinya Air Bersih Per Hari
5,3 54,3 40,4 0 0 100
83 Gambar 4.15
Penilaian Terhadap Penyediaan Air Bersih
Sumber : Hasil Analisis, 2019
Dari data di atas maka dapat disimpulkan :
1) Pelayanan yang terkait dengan penyedian air bersih yaitu dilihat bagaimana kualitas air yang diakses oleh masyarakat dalam penggunaan untuk minum dan sebagainya, dari indikator ini masyarakat menilai kualitas air yang diakses Cukup sebanyak 51% masyarakat yang menilai cukup. Persepsi ini mucul dari masyarakat yang dalam aksesnya menggunakan air PDAM dan juga sebagian kecil menggunakan sumur pompa pribadi.
2) Penyedian air bersih juga terkait dengan bagaimana volume atau standar pemenuhan air bersih untuk masyarakat yang minimal untuk memenuhi kebutuhan dalam akses air bersih ini. Didapat bahwa terkait dengan pemenuhan kuantitas air bersih per hari nya untuk masyarakat permukiman dinilai Baik yaitu sebanyak 54,3 % mayarakat yang menilai, hal ini disebabkan memang dalam pelayanan yang diberikan oleh PDAM selaku perusahaan daerah untuk air bersih juga baik dalam pelayanannya terlebih bagi masyarakat yang menggunakan sumur pompa air pribadi, jelas ini memberikan dampak penilaian masyarakat yang hidup di kawasan permukiman.
Berdasarkan hasil data diatas maka dapat dilakukan sintesis penilaian sebagai berikut. 0 10 20 30 40 50 60
Pelayanan Kualitas Air Bersih Akses Terpenuhinya Air Bersih
Penilaian Terhadap Penyediaan Air Bersih
84 Tabel 4.22
Sintesis Penilaian Masyarakat terhadap Penyediaan Air Bersih Penilaian Masyarakat
terhadap Pencapaian Program
Tingkat Penilaian Bobot
Pelayanan Akses air bersih Baik 3 Pemenuhan kebutuhan
perhari 60 liter/orang
Baik 4
Jumlah Penilaian 7
Sumber : Hasil Analisis, 2019
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑒𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖𝑎𝑛
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝐾𝑜𝑚𝑝𝑜𝑛𝑒𝑛 𝑃𝑒𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝐾𝑒𝑝𝑢𝑎𝑠𝑎𝑛× 100% 7
10× 100% = 70%
Dari hasil perhitungan tersebut maka kepuasan masyarakat terhadap hasil pelaksanaan program KOTAKU pada kegiatan penyediaan air bersih adalah sebesar 70% yang berarti masyarakat menyatakan puas.
Hasil dari pelaksanaan pada kegiatan peningkatan penyediaan air bersih memberikan manfaat bagi bagi masyarakat kelurahan Lebakgede mampu mengakses air yang bersih dan aman serta pemenuhan air yang sudah mencukupi per harinya.
4.3.2.3 Persepsi Masyarakat Terhadap Drainase lingkungan
Penilaian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana persepsi atau tingkat penilaian masyarakat terhadap hasil program KOTAKU dalam hal penataan fisik lingkungan permukiman kumuh, pada aspek drainase lingkungan.
Tabel 4.23
Persepsi Masyarakat Terhadap Drainase Lingkungan
Persepsi Masyarakat Persentase Penilaian Total Sangat Baik (%) Baik (%) Cukup (%) Buruk (%) Sangat Buruk (%) Ketersediaan Drainase 1,1 23,4 63,8 10,6 0 100 Pemeliharaan Drainase 1,1 17,0 71,3 10,6 0 100 Kualitas Drainase 0 9,6 59,6 30,9 0 100
85 Gambar 4.16
Penilaian Terhadap Drainase Lingkungan
Sumber : Hasil Analisis, 2019
Dari data di atas maka dapat disimpulkan :
1) Pelayanan drainase yang ada di permukiman Lebakgede dinilai oleh masyarakat Cukup dengan penilaian masyarakat sebanyak 63,8%, hal ini muncul dengan berbagai pembangunan dan perbaikan drainase yang ada sduah mulai merata keseluruh rumah masyarakat, sehingga ketika hujan air tidak tergenang di halam rumah masyarakat.
2) Dalam prihal penjagaan drainase tetap baik dan berfungsi dengan baik maka harus adanya pemeliharaan dari drainase jangan sampai tersumbat dan hal-hal yang dapat menyumbat air untuk disalurkan. Pemeliharaan drainase dinilai Cukup oleh masyarakat sebanyak 71% penilainya. Hal ini sebabkan masyarakat sudah mulai memiliki kesadaran untuk ikut membersihkan dan ditambah dengan adanya petugas khusus untuk pembersih lingkungandi kelurahan Lebakgede.
3) Kualitas drainase yang ada di permukiman Lebakgede dinilai Cukup sebanyak 59% masyarakat menilainya, hal ini disebabkannya dari program KOTAKU memang menjadikan prioritas juga dalam penataan lingkungan kumuh permukiman kelurahan Lebakgede.
Berdasarkan hasil data diatas maka dapat dilakukan sintesis penilaian sebagai berikut. 0 10 20 30 40 50 60 70 80
Ketersediaan Drainase Pemeliharaan Drainase Kualitas Drainase
Penilaian Terhadap Drainase Lingkungan
86 Tabel 4.24
Sintesis Penilaian Masyarakat terhadap Drainase Lingkungan Penilaian Masyarakat
terhadap Pencapaian Program
Tingkat Penilaian Bobot
Ketersediaan Drainase Cukup 3
Pemeliharaan Drainase Cukup 3
Kualitas Drainase Cukup 3
Jumlah Penilaian 9
Sumber : Hasil Analisis, 2019
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑒𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖𝑎𝑛
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝐾𝑜𝑚𝑝𝑜𝑛𝑒𝑛 𝑃𝑒𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝐾𝑒𝑝𝑢𝑎𝑠𝑎𝑛× 100% 9
15× 100% = 60%
Dari hasil perhitungan tersebut maka kepuasan masyarakat terhadap hasil pelaksanaan program KOTAKU pada kegiatan penyediaan drainase lingkungan adalah sebesar 60% yang berarti masyarakat menyatakan cukup puas.
Hasil dari pelaksanaan pada kegiatan peningkatan drainase lingkungan masih ternilai cukup berhasil karena dilihat dari fungsi drainase yang mampu mengalirkan air tanpa menimbulkan genangan di permukiman. Namun dari hasil penilaian ini terdapat kekurangan yang ada di drainase ini yaitu dari sisi kualitas drainase yang berimplikasi pada kapasitas drainasenya.
4.3.2.4 Persepsi Masyarakat Terhadap Pengolahan Air Limbah
Penilaian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana persepsi atau tingkat penilaian masyarakat terhadap hasil program KOTAKU dalam hal penataan fisik lingkungan permukiman kumuh, pada aspek pengolahan air limbah.
Tabel 4.25
Persepsi Masyarakat Terhadap Pengolahan Air Limbah
Persepsi Masyarakat Persentase Penilaian Total Sangat Baik (%) Baik (%) Cukup (%) Buruk (%) Sangat Buruk (%) Sistem Pengolahan Air
Limbah
2,1 10,6 37,2 50,0 0 100
Kualitas Prasarana Pengolahan Air Limbah
3,2 9,6 37,2 48,9 1,1 100
87 Gambar 4.17
Penilaian Terhadap Pengoplahan Air Limbah
Sumber : Hasil Analisis, 2019
Dari data di atas maka dapat disimpulkan :
1) Sistem pengolahan air limbah yang ada di permukiman dinilai Buruk oleh masyarakat (50%), hal ini timbul karena dari program KOTAKU sendiri telah melakukan program prioritas untuk pengolahan air limbah namun tidak dapat di laksanakan karena keterbatasan lahan yang ada di kawasan permukiman Lebakgede sehingga masyarakat pada umumnya yang ada di pinggir sungai/selokan mebuang air limbah langsung ke sungai.
2) Kualitas Prasarana dan sarana pengolahan air limbah dinilai juga masih Buruk oleh masyarakat (48%), hal ini disebabkan prasarana yang juga blm tersedia secara merata kepada masyarakat, akses yang belum ada untuk masyarakat untuk membuat septitank komunal, danpembangunan IPAL ini memerlukan perhatian khusus demi kesehatan masyarakat dalam kehidupannya.
Berdasarkan hasil data diatas maka dapat dilakukan sintesis penilaian sebagai berikut. 0 10 20 30 40 50 60
Sistem Pengolahan Air Limbah Kualitas Prasarana sarana pengolahan Air Limbah
Penilaian Terhadap Pegolaan Air Limbah
88 Tabel 4.26
Sintesis Penilaian Masyarakat terhadap Pengolahan Air Limbah Penilaian Masyarakat
terhadap Pencapaian Program
Tingkat Penilaian Bobot
Sistem Pengolahan air limbah
Kurang Puas 2
Sarana prasrana pengolahan air limbah
Kurang Puas 2
Jumlah Penilaian 4
Sumber : Hasil Analisis, 2019
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑒𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖𝑎𝑛
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝐾𝑜𝑚𝑝𝑜𝑛𝑒𝑛 𝑃𝑒𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝐾𝑒𝑝𝑢𝑎𝑠𝑎𝑛× 100% 4
10× 100% = 40%
Dari hasil perhitungan tersebut maka kepuasan masyarakat terhadap hasil pelaksanaan program KOTAKU pada kegiatan pengolahan air limbah adalah sebesar 40% yang berarti masyarakat menyatakan kurang puas.
Hasil dari pelaksanaan pada kegiatan peningkatan pengolahan air limbah masih dinilai kurang puas karena dilihat dari sistem pengolahan air limbah dan ketersediaan sarana prasarana pengolahan air limbah.
4.3.2.5 Persepsi Masyarakat Terhadap Pengelolaan Persampahan
Penilaian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana persepsi atau tingkat penilaian masyarakat terhadap hasil program KOTAKU dalam hal penataan fisik lingkungan permukiman kumuh, pada aspek pengelolaan persampahan.
Tabel 4.27
Persepsi Masyarakat Terhadap Pengelolaan Persampahan
Persepsi Masyarakat Persentase Penilaian Total Sangat Baik (%) Baik (%) Cukup (%) Buruk (%) Sangat Buruk (%) Pelayanan Prasarana Pengolahan Sampah 1,1 19,1 68,1 16,7 0 100
89
Sumber : Hasil Analisis, 2019
Gambar 4.18
Penilaian Terhadap Pengelolaan Persampahan
Sumber : Hasil Analisis, 2019
Dari data di atas maka dapat disimpulkan :
1) Pelayanan prasarana dan sarana persampahan di permukiman dinilai Cukup oleh masyarakat (68,1%), karena timbul dari pelayanan yang diterima oleh masyarakat sudah mmulai merata, semua sampah domestik rumah tangga diambil melalui petugas kerbesihan diangkut mengguna gerobak motor, sehingga pada dasarnya memudahkan masyarakat dalam membuang sampah.
2) Sistem pengolahan sampah yang ada di permukiman dinilai Buruk oleh masyarakatsebanyak (45%), persepsi ini disebabkan karena belum adanya tempat penampungan sementara sampah di kelurahan, pemilahan sampah dan sistem pengelolaan sampah lainnya.
Berdasarkan hasil data diatas maka dapat dilakukan sintesis penilaian sebagai berikut.
Tabel 4.28
Sintesis Penilaian Masyarakat terhadap Pengelolaan Persampahan Penilaian Masyarakat
terhadap Pencapaian Program
Tingkat Penilaian Bobot
Sistem Pengelolaan persampahan Kurang Puas 3 0 10 20 30 40 50 60 70 80
Pelayanan Prasarana sarana pengolahan sampah Sistem Pengolahan Sampah
Penilaian Terhadap Pengelolaan Persampahan
90 Sarana prasrana
pengelolaan persampahan
Cukup Puas 2
Jumlah Penilaian 5
Sumber : Hasil Analisis, 2019
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑒𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖𝑎𝑛
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝐾𝑜𝑚𝑝𝑜𝑛𝑒𝑛 𝑃𝑒𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝐾𝑒𝑝𝑢𝑎𝑠𝑎𝑛× 100% 5
10× 100% = 50%
Dari hasil perhitungan tersebut maka kepuasan masyarakat terhadap hasil pelaksanaan program KOTAKU pada kegiatan pengelolaan persampahan adalah sebesar 50% yang berarti masyarakat menyatakan cukup puas.
Hasil dari pelaksanaan pada kegiatan peningkatan pengelolaan persampahan permukiman dinilai cukup puas karena sampah yang ada di masyarakat dikumpulakan oleh gerobak sampah secara rutin, dan secara profesional, namun sistem pengelolaannya yang masih tidak baik, karena tidak tersedianya penampungan sampah sementara dan pemilahan sampah berdasarkan jenisnya.
4.3.2.6 Persepsi Masyarakat Pengaman/Proteksi Kebakaran
Penilaian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana persepsi atau tingkat penilaian masyarakat terhadap hasil program KOTAKU dalam hal penataan fisik lingkungan permukiman kumuh, pada aspek pengaman kebakaran.
Tabel 4.29
Persepsi Masyarakat Terhadap Proteksi Kebakaran
Persepsi Masyarakat Persentase Penilaian Total Sangat Baik (%) Baik (%) Cukup (%) Buruk (%) Sangat Buruk (%) Pelayanan Sarana Prasarana
Proteksi Kebakaran
1,1 6,4 4,3 78,8 9,6 100
91 Gambar 4.19
Penilaian Terhadap Pengaman atau Proteksi Kebakaran
Sumber : Hasil Analisis, 2019
Dari data di atas maka dapat disimpulkan :
Pelayanan yang terkait dengan sarana dan prasarana proteksi kebakaran masih dinilai Buruk oleh masyarakat (78,8%), sebab ini dikarenakan memang hanya sebagian kecil yang memiliki sarana pengaman atau proteksi kebakaran di kawasan permukiman Lebakgede, yang disebabkan dari Hidran (akses untuk air) ini juga masih sulit untuk masuk ke tengah-tengah permukiman, hal ini tentu menjadi perhatian dan prioritas juga untuk program KOTAKU kedepannya.
Berdasarkan hasil data diatas maka dapat dilakukan sintesis penilaian sebagai berikut.
Tabel 4.30
Sintesis Penilaian Masyarakat terhadap Pengaman Kebakaran Penilaian Masyarakat
terhadap Pencapaian Program
Tingkat Penilaian Bobot
Sarana prasrana pengaman kebakaran
Kurang Puas 2
Jumlah Penilaian 5
Sumber : Hasil Analisis, 2019
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90
Pelayanan Prasaran sarana Proteksi Kebakaran
Penilaian Terhadap Pengaman Kebakaran
92 𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝑃𝑒𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖𝑎𝑛
𝐽𝑢𝑚𝑙𝑎ℎ 𝐾𝑜𝑚𝑝𝑜𝑛𝑒𝑛 𝑃𝑒𝑛𝑖𝑙𝑎𝑖𝑎𝑛 𝑇𝑖𝑛𝑔𝑘𝑎𝑡 𝐾𝑒𝑝𝑢𝑎𝑠𝑎𝑛× 100% 2
5× 100% = 40%
Dari hasil perhitungan tersebut maka kepuasan masyarakat terhadap hasil pelaksanaan program KOTAKU pada kegiatan pengaman kebakaran adalah sebesar 40% yang berarti masyarakat menyatakan kurang puas.
Hasil dari pelaksanaan pada kegiatan peningkatan pengaman kebakaran dinilai kurang puas karena dari ketersediaan prasarana maupun sarana pengaman kebakaran di permukiman masih buruk.