• Tidak ada hasil yang ditemukan

IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBERDAYAAN YATIM BERBASIS MASJID

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBERDAYAAN YATIM BERBASIS MASJID"

Copied!
13
0
0

Teks penuh

(1)

1

IMPLEMENTASI PROGRAM PEMBERDAYAAN YATIM

BERBASIS MASJID

Mardan Mahmuda1

1FDIK UIN Imam Bonjol Padang e-mail: [email protected]

ABSTRACT

The implementation of various forms of empowerment programs is very important so that the theories of empowerment become developed and beneficial for orphans and able to prosper them in a secular and ukhrawi. This can be realized through mosque-based orphan empowerment programs. This research is action research using qualitative methods. The results of this study contain about; empowerment programs, empowerment strategies, realization and implementation of programs, and constraints in the implementation of the program. This research is expected to contribute to the welfare of orphans; be a comparison material for empowerment agents, especially for scientists and practitioners of da'wah who want to realize the welfare of the Islamic community to the maximum and sustainability.

Keywords: Program implementation, empowerment of orphans, mosque ABSTRAK

Implementasi dari berbagai bentuk program pemberdayaan sangat penting dilakukan agar teori-teori pemberdayaan menjadi berkembang dan bermanfaat bagi anak yatim serta mampu mensejahterakan mereka secara duniawi dan ukhrawi. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui program pemberdayaan yatim berbasis masjid. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research) dengan menggunakan metode kualitatif. Hasil penelitian ini memuat tentang; program pemberdayaan, strategi pemberdayaan, realisasi dan capian program, dan kendala dalam pelaksanaan program. Penelitian ini diharapkan mampu berkontribusi untuk kesejahteraan anak yatim; menjadi bahan perbandingan bagi agen pemberdayaan terutama bagi ilmuwan dan praktisi dakwah yang ingin mewujudkan kesejahteraan masyarakat Islam secara maksimal dan berkesinambungan.

Kata kunci: Implementasi program, pemberdayaan yatim, masjid

Volume 8 Nomor 1, Januari-Juni 2021 e-ISSN : 2685-1881

(2)

2 PENDAHULUAN

Berbicara tentang teori, ide, gagasan, wacana ataupun program yang berkaitan dengan pemberdayaan, tentu

semua itu butuh implementasi

(pelaksanaan atau penerapan) yang mantap. Hal ini dilakukan agar teori-teori tersebut menjadi lebih bermakna dan bermanfaat bagi masyarakat serta mampu mensejahterakan masyarakat secara mandiri dari segala aspek kehidupan.

Implementasi dari berbagai bentuk program pemberdayaan sangat penting

dilakukan untuk menyadarkan,

memotivasi, mendorong, membangkitkan dan memberdayakan seluruh potensi yang ada dalam diri masyarakat Islam secara maksimal dan berkesinambungan. Kegiatan pemberdayaan akan menjadi hal yang sangat luar biasa, jika dilakukan secara tepat untuk mengatasi problem duniawi dan ukhrawi masyarakat Islam, diantaranya dalam bentuk program pemberdayaan berbasis masjid dalam hal ini adalah pemberdayaan yatim berbasis masjid.

Program pemberdayaan yatim

berbasis masjid merupakan salah satu bentuk dari program pemberdayaan masyarakat berbasis masjid (baca Mahmuda, 2020, Vol. 2) yang merupakan penggabungan dari teori dakwah dan teori pemberdayaan yang dikenal dengan istilah dakwah pemberdayaan (baca Mahmuda, 2020, Vol. 1).

Pemberdayaan yatim berbasis

masjid merupakan program

pemberdayaan bernuansa Islami dengan menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan. Di samping itu, kegiatan tersebut dapat mengembalikan fungsi masjid yang seharusnya tidak hanya sebagai tempat ibadah semata, melainkan juga berfungsi sebagai tempat kegiatan sosial kemasyarakatan diantaranya adalah kegiatan pemberdayaan yatim.

Program pemberdayaan yatim

dibuat berdasarkan kebutuhan anak

yatim di lapangan. Hal ini mengacu pada fakta penelitian yang telah penulis lakukan sebelumnya yakni pada tahun 2015 s/d 2016 tentang anak yatim. Penelitian tersebut mengungkap bahwa

kehidupan anak yatim sangat

memprihatinkan. Hal ini tergambar dari kondisi rumah anak yatim, kesulitan biaya sembako, biaya pendidikan dan pelaksanaan salat serta pelaksanaan baca Al-Qur’an yang tidak begitu maksimal mereka lakukan. Sementara, perhatian masyarakat Islam baru sekedar charity. Padahal kebutuhan anak yatim tidak hanya berkaitan dengan uang saja (baca Mahmuda, 2017).

Oleh karena itu, berbagai bentuk teori pemberdayaan seharusnya tidak hanya sekedar berputar-putar antara teori satu dengan teori lainnya. Teori-teori tersebut butuh direalisasikan dalam kehidupan nyata. Hal ini dilakukan agar teori tersebut bisa berkembang,

bermakna dan bermanfaat serta

membawa perubahan positif bagi

kehidupan masyarakat banyak, terutama

masyarakat Islam yang sangat

membutuhkan perhatian khusus dari kalangan intelektual muslim.

Berdasarkan hal tersebut, agar kebutuhan yatim terpenuhi secara

maksimal dan berkesinambungan

sekaligus untuk mengembangkan

penelitian dan menguji tindakan, maka harus ada tindakan nyata dari teori-teori dan hasil penelitian yang telah penulis

satukan menjadi sebuah program

pemberdayaan yatim berbasis masjid. Maka dalam hal ini, harus ada tindakan nyata dalam bentuk action research dari peneliti (dalam hal ini adalah penulis) yang dinaungi oleh suatu lembaga seperti yayasan pemberdayaan.

(3)

3 METODOLOGI PENELITIAN

a. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang penulis gunakan adalah penelitian tindakan

atau action research dengan

menggunakan metode kualitatif.

Sugiyono (2015: 4) menegaskan bahwa penelitian tindakan bukan penelitian untuk mempelajari “mengapa kita mengerjakan sesuatu” tetapi lebih pada “bagaimana kita mengerjakan sesuatu jadi lebih baik”. Penelitian tindakan adalah tentang “penelitian” dan “tindakan” serta hubungan keduanya yakni melakukan penelitian dan menguji tindakan. Kombinasi inilah yang membedakan antara penelitian tindakan dengan penelitian yang lain.

b. Lokasi Penelitian

Penelitian ini difokuskan di daerah pesisir pantai Kota Padang yakni di Kelurahan Olo dan Kelurahan Belakang Tangsi Kecamatan Padang Barat. Implementasi action research ini dilaksanakan di Masjid Al-Muqamah Jl. Ujung Pandan No. 03 RT 03 / RW 01, Kelurahan Olo Kecamatan Padang Barat Kota Padang Provinsi Sumatera Barat.

Daerah ini dipilih sebagai lokasi penelitian karena berada dekat dengan pusat kota dan pusat perbelanjaan (Pasar Raya Padang), sekaligus dekat dengan pesisir Pantai Padang yang

sangat rawan dengan berbagai

penyimpangan sosial dan berdasarkan fakta penelitian penulis selama + 7 tahun (2015 s/d 2021) bahwa kondisi anak yatim di kawasan tersebut sangat memprihatinkan.

c. Waktu Penelitian

Penelitian ini telah penulis lakukan semenjak kuliah S2 di Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang (ketika itu masih IAIN) hingga sekarang dan akan tetap berlanjut. Berikut

fase-fase kegiatan penelitian terhadap anak yatim yang telah penulis lakukan di Kota Padang.

1. Fase Pertama (2015-2016)

Penelitian dimulai ketika penyelesaian studi pada Prodi PMI

(Pengembangan Masyarakat

Islam) Pascasarjana UIN Imam Bonjol Padang dengan judul tesis “Realitas Sosial Anak Yatim di Kota Padang Perspektif Pemberdayaan

Masyarakat” dan sudah

diterbitkan pada Jurnal Al-Balagh IAIN Surakarta dengan judul “Realitas Sosial Anak Yatim di Kota

Padang dalam Perspektif

Pemberdayaan Masyarakat”

(Mahmuda, 2017).

Melihat kondisi anak yatim di daerah pesisir dan perbatasan

Kota Padang sangat

memprihatinkan dan sangat

membutuhkan fasilitator, maka pada fase ini sudah terfikir oleh penulis untuk mendirikan suatu lembaga khusus, lengkap dengan program pemberdayaan, namun masih sangat sederhana.

2. Fase Kedua (2017-2018)

Penelitian yang sama

terhadap anak yatim masih tetap berlanjut. Pada fase ini, lokasi penelitian difokuskan pada dua kelurahan yakni Kelurahan Olo dan Kelurahan Belakang Tangsi seperti yang telah penulis jelaskan sebelumnya. Penelitian pada fase kedua ini hanya sebagai penguat terhadap data lapangan pada fase pertama dan sebagai pedoman untuk mengetahui lebih jelas terkait “apa sebenarnya yang sangat dibutuhkan” oleh anak yatim di kawasan tersebut.

Hal ini penulis lakukan dengan cara tinggal di kawasan tersebut yakni di sebuah masjid untuk menjadi garin/marbot. Masjid ini direncanakan akan

(4)

4

menjadi tempat pelaksanaan kegiatan pemberdayaan yatim sekaligus sebagai sekretariat nantinya.

Pada fase ini, penulis sudah

menetapkan program

pemberdayaan yatim berbasis masjid dan mempersiapkan segala sesuatu untuk mendirikan yayasan yang dibimbing oleh beberapa orang dosen senior dari FDIK UIN Imam Bonjol Padang dan dibantu para sahabat penulis.

3. Fase Ketiga (2019-sekarang) Pada fase ini, penulis dan dosen serta sahabat berhasil mendirikan yayasan dengan nama

“YPY Sumbar” (Yayasan

Pemberdayaan Yatim Sumatera Barat). Yayasan ini didirikan pada tanggal 03 Februari 2019 di Kota Padang melalui acara “Launching Kegiatan Pemberdayaan Yatim Berbasis Masjid” yang diresmikan oleh Camat Padang Barat Eri Sanjaya beserta Pendiri Yayasan dan dihadiri oleh anak yatim dan wali, pengurus yayasan, pejabat Kelurahan Olo, ketua RW/RT setempat serta tokoh masyarakat yang ada di Kampung Ujung Pandan.

Kemudian, pelaksanaan

kegiatan pemberdayaan telah dimulai pada tanggal 10 Februari 2019 hingga sekarang di kawasan Pesisir Pantai Padang yaitu di Masjid Al-Muqamah Ujung Pandan Kelurahan Olo Kecamatan Padang Barat Kota Padang.

Selanjutnya, pada tanggal 12 September 2019 YPY Sumbar berdiri secara resmi dengan nama

YPMY Sumbar (Yayasan

Pemberdayaan Masyarakat dan Yatim Sumatera Barat) dan memiliki badan hukum dari MENKUMHAM RI No. AHU-0013312.AH.01.04 Tahun 2019

dengan Akta Notaris Nomor 06 / 12 September 2019 dari Notaris Wahidah Septiani, SH di Padang.

d. Subjek Penelitian

Adapun subjek penelitian atau lebih tepat disebut dengan subjek pemberdayaan adalah anak yatim sebanyak 20 orang yang berasal dari

kampung Ujung Pandan, Parak

Karambia dan Koto Marapak yang ada di kawasan pesisir pantai Kecamatan Padang Barat (Agar lebih jelas, lihat dokumentasi terlampir).

KERANGKA TEORI

a. Pemberdayaan Yatim

Pemberdayaan merupakan suatu

upaya untuk memberikan daya

(empowerment) atau penguatan

(strengthening) kepada masyarakat.

Dengan kata lain, keberdayaan

masyarakat diartikan sebagai

kemampuan individu yang bersenyawa dengan masyarakat dalam membangun

keberdayaan masyarakat yang

bersangkutan (Theresia, 2014: 115). Pemberdayaan masyarakat juga diartikan sebagai suatu upaya untuk

“…mengubah perilaku masyarakat

kearah yang lebih baik, sehingga kualitas dan kesejahteraan hidupnya secara bertahap dapat meningkat” (Anwas, 2014: 3). Kartasasmita (1997) memberikan pengertian dari kata “berdaya” bahwa keberdayaan dalam konteks masyarakat adalah kemampuan individu yang bersenyawa dalam

masyarakat dan membangun

keberdayaan masyarakat yang

bersangkutan.

Pemberdayaan adalah sebuah proses dan tujuan. Sebagai proses, pemberdayaan adalah serangkaian kegiatan untuk memperkuat kekuasaan atau keberdayaan kelompok lemah dalam masyarakat, termasuk

(5)

individu-5

individu yang mengalami masalah kemiskinan. Sebagai tujuan, maka pemberdayaan menunjuk pada keadaan atau hasil yang ingin dicapai oleh perubahan sosial, yaitu masyarakat yang berdaya, memiliki kekuasaan atau

mempunyai pengetahuan dan

kemampuan dalam memenuhi

kebutuhan hidupnya baik yang bersifat fisik, ekonomi maupun sosial seperti memiliki kepercayaan diri, mampu menyampaikan aspirasi, mempunyai mata pencarian, berpartisipasi dalam kegiatan sosial, dan mandiri dalam

melaksanakan tugas-tugas

kehidupannya (Suharto, 2009: 57).

Dari beberapa pemahaman

tentang pemberdayaan tersebut, dapat dicermati bahwa pemberdayaan yang

sering dikenal dengan istilah

empowerment merupakan suatu usaha

atau kegiatan untuk memberikan power atau lebih tegasnya berupa daya, kekuatan, tenaga, kemampuan dan kekuasaan kepada masyarakat dengan tujuan terwujudnya perubahan perilaku ke arah kemandirian dan perbaikan mutu hidup dengan maksimal.

Disamping itu, pemberdayaan lebih mengutamakan pada “usaha sendiri” dari mereka yang menjadi sasaran pemberdayaan untuk bisa mewujudkan sesuatu secara mandiri. Pemberdayaan lebih kepada proses pemberian daya, wewenang dan proses pemandirian masyarakat sebagai upaya “untuk memandirikan, mengembangkan

dan memberdayakan” masyarakat

melalui potensi yang mereka miliki. Kemudian, terkait dengan istilah “yatim” bahwa pemahaman tentang anak yatim yang beredar di tengah-tengah masyarakat pada umumnya, termasuk di kalangan beberapa orang

da’i dan beberapa orang pengurus

masjid / mushalla; mereka memahami bahwa anak yatim adalah anak yang hanya meninggal ayahnya. Sedangkan yang meninggal ibunya adalah “piatu”

dan yang meninggal keduanya adalah “yatim piatu”. (Pengalaman komunikasi penulis ketika riset tentang anak yatim di Kota Padang tahun 2015-sekarang).

Meskipun ada istilah yatim, piatu

dan istilah yatim piatu yang

berkembang di tengah-tengah

masyarakat Indonesia, tetap saja pemahaman seperti itu perlu ditinjau ulang kembali. Sebab, istilah piatu dan yatim piatu tersebut hanya dikenal di Indonesia, sedangkan dalam literatur fikih klasik dan juga dalam Al-Qur’an dikenal istilah yatim saja (Mahmuda, 2018).

Agar yatim betul-betul sejahtera dunia dan akhirat secara maksimal, maka banyak hal yang bisa dilakukan untuk mencapai kesejahteraan tersebut

melalui kegiatan pemberdayaan

diantaranya dengan menerapkan

program pemberdayaan berbasis masjid dalam bentuk pemberdayaan spiritual, intelektual, ekonomi dan pemberdayaan sosial.

b. Hakikat dan Fungsi Masjid

Kata “masjid” berasal dari bahasa Arab sajada-yasjudu-sujuudan yang berarti patuh, taat dan tunduk. Kemudian, perubahan katanya adalah

masaajid yang merupakan isim makaan

(nama tempat) yang berarti “tempat sujud”. Dengan demikian, penamaan ini menunjukan fungsi utama masjid adalah tempat sujud atau tempat salat. Dalam pengertian sehari-hari yang diketahui masyarakat bahwa masjid merupakan tempat salat kaum muslimin. Namun

demikian, karena akar katanya

mengandung makna tunduk dan patuh, maka hakikat masjid adalah tempat melakukan segala aktivitas yang menunjukan ketaatan kepada Allah SWT semata (Shihab, 2001: 459).

Dalam konteks bahasa, masjid dimaknai sebagai tempat sujud untuk menyembah Allah Yang Maha Kuasa. Makna ini kemudian sering dipahami

(6)

6

secara tekstual bahwa masjid hanya untuk aktivitas sujud saja, dan tidak

diperkenankan untuk melakukan

aktivitas lainnya. Padahal dalam aspek sejarah, beragam aktivitas Nabi Muhammad SAW selalu menjadikan masjid sebagai media, baik dalam bidang ekonomi, politik, dakwah dan lainnya (Ruslan, 2012: 20-21).

Nabi Muhammad SAW telah berhasil mengubah dan membangun sebuah masyarakat muslim melalui gerakan dakwah dari masjid Nabawi di

Madinah. Kemudian, pada masa

keemasan Islam, di samping sebagai pusat ibadah, masjid telah mampu menjadi pusat kebudayaan masyarakat Islam. (Gazalba, 1989: 141).

Namun faktanya, kebanyakan fungsi masjid hanya dijadikan sebagai tempat ritual keagamaan semata, sehingga jauh dari harapan dan cita-cita sejarah didirikannya masjid. Padahal institusi masjid bisa menjadi unsur solusi umat (masyarakat) di berbagai aspek kehidupan. Pada zaman nabi, masjid difungsikan sebagai tempat pengaduan segenap masyarakat muslim,

atau membutuhkan perlindungan

karena sedang perjalanan ataupun tempat singgah sementara. Sehingga Rasulullah dan para sahabat menjadikan masjid sebagai tempat musyawarah tentang permasalahan-permasalahan umat. Dalam kaitannya peran masjid untuk perekonomian umat adalah ia menjadi sentral dari Baitul Maal. Semua harta negara dikumpulkan di Baitul Maal dan tempatnya di Masjid (Dalmeri, 2014).

Masjid dianggap sebagai tempat yang multi fungsi bagi umat Islam. Sehingga masjid benar-benar dirasakan dinamis baik dari segi aktivitasnya yang tidak hanya terfokus pada persoalan ibadah saja, namun juga terfokus pada persoalan yang berkenaan dengan sosial kemasyarakatan (Jusmawati dkk, 2006: 18).

Keberadaan masjid tentunya menjadi nafas bagi kehidupan spiritual, sosial dan kultural masyarakat. Islam menempatkan masjid sebagai tempat strategis dalam bidang sosial, pendidikan dan pemersatu umat. Selain menjadi poros aktivitas keagamaan di masyarakat, masjid diharapkan pula menjadi mitra lembaga pendidikan formal (sekolah) yang memiliki kepedulian terhadap masa depan generasi yang akan datang (Candrawati dkk, 2018: 165)

Disamping itu, dengan menjadikan masjid sebagai pusat segala kegiatan ibadah dan muamalah; termasuk juga kegiatan pemberdayaan masyarakat, maka hal ini akan menimbulkan kecintaan mereka terhadap masjid. Fatah (2010: 16-17) mengatakan, “…Tiap kali mereka (umat Islam) ke masjid, maka tiap kali pula terjalin hubungan batin mereka dengan masjid. Apabila hal ini sudah dilaksanakan jadilah ia kebiasaan dan kebiasaan membentuk tabiat yang akhirnya masjid tertanam dalam hati mereka…”

Berdasarkan hal ini, sangat jelas bahwa semakin sering umat Islam (termasuk anak yatim) datang ke masjid untuk melaksanakan ibadah dan kegiatan sosial kemasyarakatan lainnya termasuk kegiatan pemberdayaan yatim berbasis masjid, maka lama-kelamaan akan terpaut hatinya ke masjid. Jika hatinya sudah terpaut ke masjid, maka dengan sendirinya akan timbul rasa cinta dan keinginan yang sangat kuat untuk memakmurkan masjid.

Selain itu, pemberdayaan berbasis

masjid juga bertujuan untuk

menanamkan keimanan yang mantap dalam diri anak yatim melalui kegiatan keagamaan. Jika iman mereka sudah mantap, maka dengan sendirinya mereka pasti akan memakmurkan masjid. Sebab, hanya orang-orang berimanlah yang terpaut hatinya untuk memakmurkan masjid, seperti firman

(7)

7

Allah yang terdapat dalam Q.S at-Taubah: 18

Artinya:

“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) mendirikan salat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk (Depag RI, 2005: 189).”

Oleh karena itu, dengan

menjadikan masjid sebagai pusat

kegiatan ibadah dan muamalah,

termasuk kegiatan pemberdayaan anak yatim, maka hal ini akan menimbulkan kecintaan mereka terhadap masjid. Setelah itu, jadilah mereka “generasi Islam yang islami” yang berdaya dari segala aspek.

HASIL DAN PEMBAHASAN

a. Program Pemberdayaan Yatim

Kegiatan pemberdayaan yatim berbasis masjid berprinsip bahwa anak yatim harus berdaya dari segala aspek agar mereka mampu menemukan dan memperoleh kebahagiaan hidup dunia dan akhirat. Dengan kata lain, kegiatan pemberdayaan berbasis masjid tidak hanya menjadikan anak yatim berdaya

dalam mengatasi permasalahan

spiritual saja. Akan tetapi, mereka diharapkan juga memiliki daya atau kemampuan dari aspek ekonomi, intelektual dan juga aspek sosial.

Hal ini dikarenakan permasalahan yang dihadapi anak yatim tentunya beragam dan tidak hanya masalah spiritual saja seperti masalah salat, zikir, doa, baca Al-Qur’an dan lainnya; namun juga ada masalah ekonomi seperti masalah keuangan, sembako, tempat tinggal dan lainnya; ada masalah intelektual seperti masalah pendidikan

formal dan non formal; dan juga ada masalah sosial mereka dengan individu atau kelompok lainnya seperti masalah interaksi sosial (hidup berkeluarga, bertetangga dan bernegara), masalah perjudian, perampokan, pemerkosaan, pembunuhan dan banyak hal lainnya.

Program pemberdayaan yatim dibuat berdasarkan kebutuhan anak yatim di lapangan. Hal ini mengacu pada fakta penelitian tahap awal (fase pertama) yang telah penulis lakukan pada tahun 2015 s/d 2016 tentang kehidupan anak yatim di Kota Padang yang sangat memprihatinkan. Hal ini tergambar dari kondisi rumah anak yatim, kesulitan biaya sembako, biaya pendidikan dan pelaksanaan salat serta pelaksanaan baca Al-Qur’an yang tidak begitu maksimal mereka lakukan.

Sementara, perhatian masyarakat Islam baru sekedar charity. Padahal kebutuhan anak yatim tidak hanya berkaitan dengan aspek ekonomi seperti uang saja. Hal ini sangat disayangkan karena masih berlanjut hingga sekarang (tahun 2021). Anak yatim hanya disedekahi dengan infak yatim yang diserahkan dua kali setahun oleh pengurus masjid dan musala termasuk oleh masyarakat umum. Hal ini membuktikan bahwa perhatian

masyarakat Islam masih minim

terhadap anak yatim terutama

perhatian pada aspek spiritual, intelektual dan aspek sosial.

Berdasarkan hal tersebut, maka penulis merancang empat bentuk program pemberdayaan yatim berbasis masjid dibawah naungan YPMY Sumbar yang secara langsung berada dalam binaan penulis. Program tersebut diterapkan melalui empat bentuk program unggulan yakni:

1. Spiritual empowerment program 2. Intellectual empowerment program 3. Economic empowerment program 4. Social empowerment program

(8)

8

Selanjutnya, penulis bersama pengurus YPMY Sumbar lainnya telah menetapkan program kerja yang terfokus pada empat program unggulan tersebut yaitu:

1. Program jangka pendek dan menengah

a) Program pemberdayaan

spiritual:

1) Melakukan pelatihan

membaca dan memperbaiki bacaan Al-Qur’an

2) Melaksanakan program

praktik ibadah

3) Melaksanakan program tahfizh dan tafhim (menghafal dan memahami Al-Qur’an)

4) Melaksanakan program

tilawah (mengaji irama)

5) Melakukan kontrol ibadah dalam pelaksanaan kegiatan dan di luar kegiatan

b) Program pemberdayaan

intelektual:

1) Melakukan pelatihan minat dan bakat

2) Memberikan wawasan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi)

3) Mendirikan taman bacaan 4) Melakukan kontrol intelektual

dalam pelaksanaan kegiatan dan di luar kegiatan

c) Program pemberdayaan

ekonomi:

1) Melakukan pelatihan

kewirausahaan terhadap

yatim dan wali

2) Menjalin kerjasama dengan

lembaga pemerintah dan

swasta untuk

mengembangkan kegiatan

pemberdayaan

3) Memberikan uang transport dan beras bulanan

4) Memberikan modal usaha dan melakukan kontrol usaha kepada wali yatim

d) Program pemberdayaan sosial: 1) Menanamkan sikap saling

peduli terhadap sesama

2) Mengajak anak yatim untuk peduli lingkungan melalui

gotong-royong, membuang

sampah pada tempatnya dan

melestarikan lingkungan

hidup.

3) Melakukan kontrol sosial secara keseluruhan dalam pelaksanaan kegiatan dan di luar kegiatan.

2. Program jangka panjang

a) Program pemberdayaan

spiritual:

1) Melaksanakan program tafhim dan ta’mal (memahami dan mengamalkan Al-Qur’an) 2) Mendirikan masjid sendiri

sebagai sentral kegiatan

3) Pengajian rutin dan

muzakarah (diskusi)

4) Melakukan kontrol spiritual secara keseluruhan dalam pelaksanaan kegiatan dan di luar kegiatan

b) Program pemberdayaan

intelektual:

1) Mendirikan pesantren

berbasis alam (Pesantren Alam)

2) Mewujudkan keterampilan bahasa Arab dan Inggris

3) Memberikan beasiswa prestasi dan kurang mampu

4) Melakukan kontrol intelektual secara keseluruhan dalam pelaksanaan kegiatan dan di luar kegiatan

c) Program pemberdayaan

ekonomi:

1) Mendirikan KJKS (Koperasi Jasa Keuangan Syari’ah) dan Super Market

(9)

9

2) Mendirikan lembaga ZISWAF (Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf)

3) Memberikan peluang kepada yatim dan wali yang sudah berdaya untuk bekerja dan berkarir di YPMY Sumbar. 4) Menjalin kerjasama dengan

lembaga pemerintah dan

swasta untuk

mengembangkan karir yatim dan wali yang sudah berdaya. 5) Melakukan kontrol usaha

ekonomi secara keseluruhan terhadap wali yatim yang sudah menjalankan usaha. d) Program pemberdayaan sosial:

1) Mengumpulkan uang sosial dari pengurus dan anak yatim 2) Mewujudkan program “Mari

Berbagi”

3) Mendirikan usaha sosial seperti rumah makan gratis 4) Mendirikan panti asuhan dan

panti jompo

5) Mendirikan klinik kesehatan 6) Membuat Bank Sampah

7) Melakukan kontrol sosial secara keseluruhan dalam pelaksanaan kegiatan dan di luar kegiatan

Program kerja ini dilakukan berbasis masjid (dilakukan di masjid dan bernuansa islami). Hal ini dilakukan agar masjid tidak sepi dan tidak kehilangan fungsinya sebagai tempat ibadah dan sosial kemasyarakatan. Dengan menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan ibadah dan muamalah,

termasuk kegiatan pemberdayaan

masyarakat, maka hal ini akan menimbulkan kecintaan anak yatim terhadap masjid.

b. Strategi Pemberdayaan Yatim

1. Mendirikan Yayasan

Upaya ini dilakukan semenjak tahun 2017 dan baru terwujud

tahun 2019 dengan proses dan tantangan yang cukup beragam.

Mendirikan lembaga sosial berbadan hukum seperti YPMY Sumbar bertujuan untuk menaungi

kegiatan pemberdayaan guna

memudahkan semua usaha penulis

dan kawan-kawan untuk

mewujudkan program

pemberdayaan yatim yang telah dirancang.

2. Sosialisasi kepada donatur dan calon donatur

Sosialisasi dilakukan di Masjid Al-Muqamah disaat acara launching pada tanggal 03 Februari 2019. Sosialisasi ini ditujukan kepada Camat Padang Barat, anak yatim dan wali, pejabat Kelurahan Olo, ketua RW/RT setempat serta tokoh masyarakat termasuk pengusaha yang ada di Kampung Ujung Pandan. Hal ini dilakukan agar masyarakat Islam paham bahwa anak yatim mesti diberdayakan dan tidak cukup hanya diberi uang.

3. Publikasi melalui media massa Kegiatan ini dilakukan dalam dua bentuk yakni publikasi melalui website resmi yayasan yaitu www.ypysumbar.or.id dan kerjasama dengan media cetak dan online dalam bentuk publikasi segala bentuk kegiatan pemberdayaan dan kegiatan sosial termasuk tulisan dalam bentuk Opini yakni melalui Harian Singgalang, Haluan, Koran Padang dan Khazanah.

4. Pelaksanaan program berbasis masjid

Pelaksanaan program ini dilakukan setelah acara launching yakni pada tanggal 10 Februari 2019 hingga sekarang. Kegiatan pemberdayaan dilakukan setiap hari Minggu menjelang salat zuhur hingga selesai salat ashar.

(10)

10

Pemberdayaan yatim berbasis

masjid bertujuan untuk

mensejahterakan anak yatim secara duniawi dan ukhrawi. Agar tujuan tersebut tercapai, maka kegiatan pemberdayaan secara strategis harus dilakukan di masjid (kecuali kegiatan lapangan) dan bernuansa Islami.

Dalam hal ini, kegiatan pemberdayaan dilakukan di Masjid Al-Muqamah Ujung Pandan dan

didominasi oleh kegiatan

keagamaan seperti tahsin, tahfizh, tilawah, praktik ibadah dan ditambah dengan pelatihan pidato, ceramah, puisi dan lainnya.

5. Dilakukan oleh tenaga ahli

Kegiatan pemberdayaan yatim berbasis masjid mesti dilakukan oleh tenaga ahli seperti ilmuwan dan praktisi dakwah yang paham tentang konsep pemberdayaan.

Dalam hal ini adalah pemilihan dan penetapan pengurus harian atau pelaksana yang didominasi oleh Alumni FDIK dan beberapa orang dari Alumni FTK dan FU UIN Imam Bonjol Padang yang dibekali dengan konsep pemberdayaan.

Dewan Pembina dan Dewan

Pengawas merupakan Dosen Senior dari FDIK dan senior dari Ikatan Alumni FDIK dan FTK.

6. Sinergisitas antar program

Kegiatan pemberdayaan

seharusnya tidak dilakukan hanya untuk membahas aspek duniawi

semata seperti membahas

persoalan ekonomi, intelektual dan aspek sosial saja. Akan tetapi juga membahas aspek ukhrawi anak yatim seperti aspek spiritual. Dengan kata lain, empat program unggulan (pemberdayaan spiritual, intelektual, ekonomi dan sosial)

mesti disinergikan dengan kegiatan dakwah yang sudah pasti bernuansa Islami dan menjadikan masjid sebagai pusat kegiatannya.

7. Mengutamakan aksi ketimbang retorika

Dalam perspektif dakwah, kegiatan pemberdayaan berbasis masjid lebih mengutamakan aksi ketimbang wacana atau retorika (tabligh). Namun, bukan berarti tanpa wacana dan retorika sama sekali. Dalam penerapannya, pemberdayaan berbasis masjid dalam perspektif dakwah dapat diterapkan dengan mensinergikan dakwah bil-lisan dan dakwah bil-hal yang dilakukan secara jam’iyah atau secara kolektif oleh tenaga ahli dan profesional seperti ilmuwan dan praktisi dakwah yang paham tentang konsep pemberdayaan. Selanjutnya, strategi lain yang dapat

diterapkan untuk melaksanakan

kegiatan pemberdayaan adalah dengan cara menjalin kerjasama dengan pengurus masjid; melakukan kerjasama dengan lembaga dan organisasi dakwah;

bermitra dengan pengusaha dan

instansi pemerintah maupun swasta seperti dinas sosial, BAZNAS dan lembaga sosial lainnya. Hanya saja, hal ini belum terwujud secara maksimal karena masih dalam proses yang akan terus diupayakan.

c. Realisasi dan Capian

Implementasi dari program

pemberdayaan yatim berbasis masjid telah dilakukan semenjak tahun 2019 s/d 2021 setiap hari Minggu menjelang salat zuhur hingga selesai salat ashar di Masjid Al-Muqamah Ujung Pandan. Implementasi ini berkaitan dengan realisasi dan capaian program sebagai berikut:

(11)

3 Tabel 1.1 Realisasi

dan Capaian Program

No. Program Realisasi Capaian

1 Pember- dayaan Spiritual

a. Pelatihan membaca dan memperbaiki bacaan

Al-Qur’an

Yatim sudah mampu membaca Al-Qur’an dengan baik b. Melaksana-kan program praktik

ibadah

Yatim sudah mampu mempraktik-kan wuduk, shalat dan berdo’a

dengan baik c. Melaksana-kan program tahfizh dan

tafhim (menghafal dan memahami Al-Qur’an)

Yatim sudah mampu hafal beberapa surat dari Juz 30

d. Melakukan kegiatan Karantina Tahfizh Yatim menjelang tahun baru

Yatim sudah hafal juz 30, memahami makna dari beberapa surat, shalat berjamaah dan terhindar dari

huru-hara malam tahun baru e. Melakukan kontrol ibadah dalam

pelaksana-an kegiatan dan di luar kegiatan

Yatim sudah melaksanakan shalat wajib di masjid ataupun di rumah, namun masih butuh kontrol serius

dari wali mereka f. Memberi-kan Al-Qur’an, sarung dan

mukena

Yatim sudah memperguna-kannya untuk beribadah

2 Pember-dayaan Intelek-tual

a. Melakukan pelatihan minat dan bakat

Yatim sudah mampu tampil nasyid, puisi dan ceramah dengan cukup

baik b. Memberi-kan wawasan TIK

(Teknologi Informasi dan Komuni-kasi)

Yatim sudah memahami manfaat dan mudharat (kerugian) dalam

main game dan HP

c. Melakukan kontrol intelektual dalam pelaksana-an kegiatan dan di luar kegiatan

Yatim memahami dan mampu menerapkan pengetahuan yang

didapat selama kegiatan

3 Pember-dayaan Ekonomi

a. Melakukan pelatihan kewira-usahaan

Yatim sudah memahami cara membuat dan menjual kue dan

gorengan b. Menjalin kerjasama dengan lembaga

pemerin-tah dan swasta untuk mengem-bangkan kegiatan dan kekayaan yayasan.

Sudah dijalin kerjasama dengan beberapa media massa, hotel dan

toko di Pinggir Pantai Padang c. Memberi-kan uang transport dan

beras bulanan

Anak yatim dan keluarga merasa terbantu untuk biaya pendidikan dan pemenuhan kebutuhan

sehari-hari

4 Pember-dayaan Sosial

a. Menanam-kan sikap saling peduli terhadap sesama yatim dan masya-rakat lainnya

Yatim sudah mampu menjalin hubungan baik dengan lingkungan

(12)

4

b. Mengajak anak yatim untuk gotong-royong, membuang sampah pada tempatnyadan melestari-kan lingkungan hidup

Yatim sudah melakukan bakti sosial melalui kegiatan bersih-bersih Pantai Padang dan lingkungan

masjid c. Melakukan kontrol sosial secara

keseluruh-an dalam pelaksana-an kegiatan dan di luar kegiatan.

Yatim sudah memahami dan mampu menerapkan sikap simpati dan empati terhadap masyarakat sekitar

Berdasarkan tabel tersebut, diketahui bahwa empat program unggulan yang telah ditetapkan sudah terlaksana dengan baik. Hal tersebut dapat dilihat dari realisasi dan capaian dari “program kerja jangka pendek dan menengah” yang telah ditetapkan (Agar lebih jelas, silahkan lihat dokumentasi terlampir).

Hanya saja, ada dua hal yang belum terlaksana yakni mendirikan taman bacaan dan memberikan modal usaha kepada wali yatim. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan anggaran yayasan untuk mewujudkan kedua usaha tersebut. Apalagi biaya yang dibutuhkan untuk mendirikan taman bacaan dan modal usaha tentu sangat besar.

d. Kendala

1. Musibah Covid-19 mengakibatkan

terhentinya kegiatan

pemberdayaan selama beberapa bulan, namun kegiatan sosial untuk yatim seperti bantuan sembako tetap jalan.

2. Fasilitas tidak memadai. Fasilitas seperti komputer, printer, kendaraan dan fasilitas wajib lainnya masih menggunakan milik pribadi.

3. Dana sangat terbatas karena hanya berasal dari beberapa orang donatur saja dan belum adanya bantuan dari pemerintah dan lembaga swasta lainnya.

4. Yayasan belum memiliki masjid sendiri untuk melaksanakan kegiatan secara aman. Sehingga penulis dan kawan-kawan agak

kesulitan mewujudkan visi-misi yayasan dengan baik. Namun tetap akan berusaha keras.

5. Sulit menggerakkan semua

pengurus untuk bekerja secara maksimal disebabkan tugas dan

kewajiban untuk menafkahi

keluarga. Sementara, kegiatan yayasan baru sebatas kegiatan sosial.

6. Yayasan belum memiliki usaha

komersial yang mampu

menghasilkan dana sendiri untuk biaya operasional. Sehingga, agak

sulit menggerakkan semua

pengurus untuk bekerja

profesional.

Meskipun banyak kendala,

penelitian ini akan tetap berlanjut sebagai wujud pengabdian kepada masyarakat.

KESIMPULAN

Implementasi dari berbagai bentuk program pemberdayaan sangat penting

dilakukan agar teori-teori

pemberdayaan menjadi lebih bermakna dan bermanfaat bagi anak yatim serta mampu mensejahterakan mereka secara mandiri dari segala aspek kehidupan. Hal tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk program pemberdayaan yatim berbasis masjid.

Hal ini telah dilakukan semenjak tahun 2019 s/d 2021 yang dapat dilihat dari realisasi dan capaian empat

program unggulan yang sudah

terlaksana dengan baik berdasarkan realisasi dan capaian “program kerja

(13)

15

jangka pendek dan menengah” yang telah ditetapkan.

Hanya saja, ada dua hal yang belum terlaksana yakni mendirikan taman bacaan dan memberikan modal usaha kepada wali yatim. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan anggaran dan beberapa kendala lainnya yang penulis hadapi di lapangan bersama kawan-kawan.

DAFTAR KEPUSTAKAAN Buku

Anwas, Oos M. 2014. Pemberdayaan

Masyarakat di Era Global,

Bandung: Alfabeta.

Departemen Agama RI. 2005. Al-Qur’an

dan Terjemahnya. Bandung: PT.

Syaamil Cipta Media.

Fatah, Rohadi Abdul. 2010. Manajemen

Pemberdayaan Masjid, Jakarta:

Kencana Mas.

Gazalba, Sidi. 1989. Mesjid Pusat Ibadah

dan Kebudayaan Islam, Jakarta:

Pustaka Al-Husna.

Jusmawati dkk. 2006. Manajemen Masjid

dan Aplikasinya, Jakarta: The

Minangkabau Foundation.

Kartasasmita, Ginanjar. 1997.

Pemberdayaan Masyarakat; Konsep Pembangunan yang Berakar pada Masyarakat, Yogyakarta: LPKM

UGM.

Shihab, M. Quraish. 2001. Membaca Sirah

Nabi Muhammad SAW dalam Sorotan Al-Qur’an dan Hadits Shahih, Tanggerang: Lentera Hati.

Suharto, Edi. 2009. Membangun

Masyarakat Memberdayakan Rakyat; Kajian Strategis Pembangunan Kesejahteraan Sosial dan Pekerjaan Sosial, Bandung: PT

Refika Aditama.

Theresia, Aprillia dkk. 2014.

Pembangunan Berbasis Masyarakat, Bandung: Alfabeta. Artikel Jurnal:

Candrawati, Siti Dalilah dkk. 2018.

Pemberdayaan Keluarga Berbasis Masjid pada Masyarakat Samin Dusun Jepang Margomulyo Bojonegoro, Jurnal Al-Qalam UIN

Sunan Ampel Vol. 24 no. 1.

Dalmeri. 2014. Revitalisasi Fungsi Masjid

Sebagai Pusat Ekonomi dan Dakwah Multikultural, Jurnal Walisongo, Vol. 22, No. 2.

Mahmuda, Mardan. 2018. Anak Yatim

sebagai Objek Dakwah dalam Perspektif Al-Qur’an. Al-Hikmah;

Jurnal Dakwah dan Ilmu

Komunikasi UIN IB Padang.

---. 2020. Dakwah dan Pemberdayaan. Al-Hikmah; Jurnal Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN IB Padang Vol. 7 No. 1.

---. 2020. Pemberdayaan Berbasis

Masjid dalam Perspektif Dakwah.

Al-Hikmah; Jurnal Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN IB Padang Vol. 7 No. 2.

---. 2017. Realitas Sosial Anak Yatim di

Kota Padang dalam Perspektif Pemberdayaan Masyarakat.

Al-Balagh; Jurnal Dakwah dan Komunikasi IAIN Surakarta, Vol. 2 No. 1.

Ruslan, Ismail. 2012. Pemberdayaan

Ekonomi Masyarakat Berbasis Masjid di Pontianak, Jurnal Khatulistiwa IAIN Pontianak, Volume 2 Nomor 1.

Sugiyono. 2015. Metode Penelitian Tindakan (Action Research).

ejournal.unp.ac.id didownload Mei 2021.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian Implementasi KTSP Berbasis Islam Dengan Pendekatan Mutual Adaptive Pada Mata Bidang Studi IPA Di MTs lebih tepat jika dilakukan dengan menggunakan

Asmak Sunge Rajeh WA + 62 819 3171 8989 Asmak Tingkat tinggi yang dicari para pendekar di seluruh dunia. Karena kehebatan dari Asmak Sunge Rajeh sangat dahsyat. Siap ditajrib, dicoba, ditest Asmak yang Mampu, bisa, boleh ditransfer jarak jauh dimanapun berada, kapanpun waktunya, dan mampu dimiliki oleh siapapun yang berkeinginan untuk memilikinya. Asmak Sunge Rajeh biasa disebut juga dengan Asmak Sunge Rajeh , Asmak' Sunge Raja, Asmak Sunge Rajeh, Asmak Sunge Rajeh, Asmak Raja. Yang kesemuanya itu bermuara pada satu keilmuan atau satu Asmak dengan banyak sebutan. Asmak Sunge Rajeh merupakan Asmak yang sangat ampuh Jalan Pintas menjadi spiritualis sejati Asmak yang sangat diburu oleh spiritualis di muka bumi ini Keampuhannya telah dibuktikan dan dirasakan oleh pemakainya diberbagai negara dimuka bumi ini Asmak Sunge Rajeh adalah merupakan raja dan mustikanya ilmu kesaktian. Kekuatan gaibnya sangat luar biasa, dan termasuk ilmu langka yangg multi fungsi. Artinya, dapat dipergunakan untuk segala macam keperluan. Tak heran jika ada yg berpendapat, bahwa memiliki ilmu satu ini bagaikan mewarisi 10 macam ilmu kesaktian yang sangat ampuh. Hebatnya lagi, Asmak Sunge Rajeh bersifat siap pakai, bisa langsung difungsikan tanpa perlu ditirakati atau dipuasai terlebih dahulu, serta bukan berbentuk isim, gembolan, benda pusaka, jimat dan semacamnya. Setiap kali diperlukan, cukup dengan mengucapkan beberapa kata khusus yang sangat pendek, singkat dan mudah diingat. Sifatnya pun permanen, bisa untuk seumur hidup. bisa diamalkan oleh siapa saja baik muslim maupun non muslim. Didalam Asmak ini, terkumpul bermacam macam khasiat ilmu kesaktian kelas tinggi, diantaranya: Ilmu Pawang Hujan (untuk mengusir mendung dan menghentikan hujan lebat, Ilmu Khulhu Sungsang (agar kebal dari berbagai macam serangan ilmu hitam), Aji Panglimunan (dalam keadaan terjepit dapat menghilang), Aji Pukulan Maut (musuh bisa muntah darah atau pingsan), Aji Tameng Baja (Kebal senjata tajam dan senjata api), Aji Tiwikrama (Saat dikeroyok oleh musuh bisa tampak seperti raksasa yang sangat menakutkan), Aji Macan Putih (Membuat lawan menjadi takut dan gemetar), Aji Gembolo Geni (Membakar tubuh mahluk halus), Aji Bandung Bondowoso (dapat mengangkat benda berat dan menangkis serangan musuh), Aji Pupu Bayu (Membuat lumpuh tenaga lawan),kebal,sakti,ampuh, dll. Asmak luar biasa ini merupakan salah satu ilmu gaib yang dimiliki oleh Nabi Khidir AS. (Balya bin Malkan), seorang nabi yang dipercaya telah ada sejak jaman Nabi Musa dan hingga sekarang masih hidup serta diantara tugasnya adalah sebagai penjaga lautan. ilmu ini telah beliau turunkan kepada beberapa orang, yang dianggap pantas untuk mewarisinya. Anda dapat memiliki semua Asmak Sunge Rajeh. Asmak Sunge Rajeh CIREBON Asmak Sunge Rajeh BLORA Asmak Sunge Rajeh MADURA SELATAN Asmak Sunge Rajeh MADURA UTARA Asmak Sunge Rajeh SOLO Asmak Sunge Rajeh ACEH Asmak Sunge Rajeh SUNAN KALIJOGO Asmak SINGA RAJA Asmak KAYU RAJA Asmak GAJAH RAJA Asmak GENI RAJA Asmak TANAH RAJA Asmak LAUT RAJA Asmak BLEDUG AWU RAJA Asmak NUR RAJA Asmak LANGIT RAJA Asmak RAJA PETIR Asmak RAJA KUBRO Asmak SHAHADAT RAJA Asmak SINGKIR RAJA Asmak RAJA IBLIS Asmak TASIK MIRING Asmak Rajeh PAMUNGKAS PERMOHONAN PENGIJAZAHAN HUBUNGI : Ust. Habib Kontak Resmi WA : +62 819 3171 8989 Alamat : Yogyakarta, 55000

Kontak Resmi WA : +62 819 3171 8989 Ijazah Asmak Sunge Rajeh. Keberadaan Ijazah Asmak Sunge Rajeh Sangat diburu para pencari ilmu dan pendekar di seluruh dunia. Setelah menemukan Ijazah Asmak Sunge Rajeh (ASR) dan mendapatkan keilmuan dari Ijazah Asmak Sunge Rajeh boleh dirasakan Keilmuan Tingkat tinggi. Karena kehebatan sangat dahsyat. Siap ditajrib, dicoba, ditest Keilmuan yang Mampu ditransfer jarak jauh dimanapun berada, kapanpun waktunya, dan mampu dimiliki oleh siapapun yang berkeinginan untuk memilikinya. Guru Ilmu Hikmah, pengamal ilmu hikmah, pemilik ilmu hikmah, Spiritualis, guru spiritual, Guru Supranatural, Pemilik Perguruan, Pemilik Padepokan, Pengasuh Perguruan, Pengasuh Padepokan, Pengasuh pondok, Guru Ilmu gaib,santri perguruan, pelajar perguruan, murid perguruan, siswa perguruan wajib menemukan Ijazah Asmak Sunge Rajeh. Dapatkan Ijazah Asmak Sunge Rajeh ( ASR ) secara sempurna dengan sanad yang shahih. Ijazah Asmak Sunge Rajeh ( ASR ) merupakan keilmuan Asma yang sangat ampuh Jalan Pintas menjadi spiritualis sejati Asma yang sangat diburu oleh spiritualis di muka bumi Keampuhannya telah dibuktikan dan dirasakan oleh pemakainya diberbagai negara dimuka bumi ini merupakan raja dan mustikanya ilmu kesaktian. Kekuatan gaibnya sangat luar biasa, dan termasuk ilmu langka yang multi fungsi. Artinya, dapat dipergunakan untuk segala macam keperluan. Tak heran jika ada yang berpendapat, bahwa Ijazah Asmak Sunge Rajeh (ASR) bagaikan mewarisi 10 macam ilmu kesaktian yang sangat ampuh. Hebatnya lagi, bersifat siap pakai, bisa langsung difungsikan tanpa perlu ditirakati atau dipuasai terlebih dahulu, serta bukan berbentuk isim, gembolan, benda pusaka, jimat dan semacamnya. Setiap kali diperlukan, cukup dengan mengucapkan beberapa kata khusus yang sangat pendek, singkat dan mudah diingat. Sifatnya pun permanen dan untuk seumur hidup. bisa diamalkan oleh siapa saja baik muslim maupun non muslim. di dalam Ijazah Asmak Sunge Rajeh terkumpul bermacam macam khasiat ilmu kesaktian kelas tinggi, diantaranya: Ilmu Pawang Hujan (untuk mengusir mendung dan menghentikan hujan lebat, Ilmu Khulhu Sungsang (agar kebal dari berbagai macam serangan ilmu hitam), Aji Panglimunan (dalam keadaan terjepit dapat menghilang), Aji Pukulan Maut (musuh bisa muntah darah atau pingsan), Aji Tameng Baja (Kebal senjata tajam dan senjata api), Aji Tiwikrama (Saat dikeroyok oleh musuh bisa tampak seperti raksasa yang sangat menakutkan), Aji Macan Putih (Membuat lawan menjadi takut dan gemetar), Aji Gembolo Geni (Membakar tubuh mahluk halus), Aji Bandung Bondowoso (dapat mengangkat benda berat dan menangkis serangan musuh), Aji Pupu Bayu (Membuat lumpuh tenaga lawan),kebal,sakti,ampuh, dll. Ijazah Asmak Sunge Rajeh ( ASR ) luar biasa ini merupakan salah satu ilmu gaib yang dimiliki oleh Nabi Khidir AS. (Balya bin Malkan), seorang nabi yang dipercaya telah ada sejak jaman Nabi Musa dan hingga sekarang masih dipercaya hidup serta diantara tugasnya adalah sebagai penjaga lautan. Ijazah Asmak Sunge Rajeh ( ASR ) telah beliau turunkan kepada beberapa orang, yang dianggap pantas untuk mewarisinya. Insya Allah bisa dicoba setiap saat. Di antara Manfaat Asma Sunge Rajeh ASR dalam Asmak Sunge Rajeh ialah : * Mempengaruhi pikiran orang lain untuk berbagai tujuan positif. * Mengaktifkan daya pengasihan dan menerapkan puter giling. * Mendamaikan setiap persoalan rumit yang sedang dialami. * Keselamatan dalam pengeroyokan massal ataupun pengepungan. * Dapat menghentikan keluarnya darah akibat luka. * Penyembuhan diri sendiri dan orang lain. * Dapat menetralisir rumah dan tanah angker atau ada jin penunggu jahat. * Membuat pelarisan untuk toko, kedai dan sejenisnya. * Mempercepat jenjang karir dan menciptakan keberuntungan. * Bisa digunakan untuk mempengaruhi atasan ataupun majikan. * Membuang aura negatif dalam tubuh. * Dapat mengatasi berbagai masalah alam di lautan dan daratan seperti serangan ombak besar, terjangan badai, tiupan angin puting beliung, menjinakkan hewan buas di hutan, dan lain sebagainya. * Bisa dipakai untuk nagih hutang, dll * Terlindung dari ledakan bom atau serangan sedahsyat apapun. * Memiliki kekuatan pukulan tangan * Pengasihan umum dan khusus * Keberanian Luar Biasa * Kewibawaan Tingkat Tinggi * Merendam Amarah orang lain * Kekuatan Tangan Luar Biasa * Anti Pukulan Tangan dan Benda Tumpul * Kekuatan Fizik – Tidak Mudah Lelah * Meningkatkan Kekuatkan Ilmu Yang Ada * Melumpukan Kesaktian Ilmu Lawan * Selamat Dari Senjata Tajam, Senjata Api dan Lendakkan Bom * Selamat dari Kecelakaan Darat,Laut dan Udara * Menundukkan Musuh * Menagih Hutang agar lancer * Meluluhkan hati seseorang * Pulihkan Tanah yang “keras” * Pulihkan Tanah yang di tanam sihir/barang * Menangkal Sihir,Teluh,Tenung,Santet,Hipnotis dan Ilmu Gendam * Ditakuti/disegani segala macam mahkluk halus,jin,setan,hantu dan lain-lain * Mengobati orang kesurupan,terkena guna-guna, penyakit medis dan non-medis * Pagar Rumah, Kedai dan lain-lain * Menghentikan badai/rebut atau angina putting beliung * Menghentikan ombak yang ganas * Menjinakkan Haiwan yang ganas * Usir Tamu yang tak di undang atau rusuhan * Pawang Hujan – Usir Hujan/Mendung * Mendatangkan Hujan * Agar Di sayangi oleh majikan * Memudah proses kelahiran * Penglimunan * Mengisi Asma dan sejenisnya agar ampuh * Menghantam Musuh Jarak Jauh * Mengisi Kekuatan pada orang lain * Menetrulakan racun dan sejenisnya, baik di dalam makanan dan minuman * Mendapat kepercayaan dari orang besar * Memaksa pencuri agar mengembalikan barang telah di curinya * Menpertajamkan indera ke-enam * Menpengaruhi fikiran orang lain * Menutup Sesuatu Tempat Agar Sepi/Tutup * Sebagai ilmu keselamatan dan kekuatan kekebalan * Selamat dari senjata tajam dan tumpul serta senjata api di mana saja. * Kewibawaan dan menggentarkan musuh. * Membuat pemagaran gaib untuk tempat dan lain sebagainya. * Menangkal sihir, teluh, santet, hipnotis, gendam dan sejenisnya dan bisa membalikkan lagi kepada pengirimnya. * Dan Masih Banyak Lagi Khasiat lainnya Mengijazahkan juga Asma BERIKUT INI : ASMA SUNGE RAJEH (ASR) CIREBON (SEMUA TINGKAT ASMA SUNGE RAJEH (ASR) MADURA SELATAN (SEMUA TINGKAT) ASMA SUNGE RAJEH (ASR) BLORA, ASMA SUNGE RAJEH (ASR) MADURA UTARA, ASMA SUNGE RAJEH (ASR) SOLO ASMA SINGA RAJEH ASMA KAYU RAJEH / ASMA KAJUH RAJEH / ASMA KAJUK RAJEH ASMA GAJAH RAJEH ASMA GENI RAJEH ASMA TANAH RAJEH ASMA LAUT RAJEH ASMA BLEDUG AWU RAJEH ASMA NUR RAJEH ASMA LANGIT RAJEH ASMA RAJEH PETIR ASMA RAJEH KUBRO ASMA SHAHADAT RAJEH ASMA SINGKIR RAJEH ASMA RAJA IBLIS ASMA TASIK MIRING ASMA SUNGE RAJEH SUNAN KALIJOGO ASMA SUNGE RAJEH ACEH ASMA SUNGE RAJEH BAGHDAD ASMA RAJEH PAMUNGKAS DLL HUBUNGI USTADZ HABIB ALAMAT: Yogyakarta, 55000 Indonesia. Kontak Resmi WA : +62 819.3171.8989 [Tidak buka cabang] PERHATIAN : Hati-hati mempelajari keilmuan tanpa adanya Pengijazahan karena terbukti berakibat buruk terhadap kejiwaan anda. HATI-HATI!!! Terhadap oknum yang mengatasnamakan guru Asmak Sunge Rajeh. Kontak resmi hanya yang tertera di laman

HP. +62 819 3171 8989 PROGRAM ILMU MAHKOTA RAJA PROGRAM ILMU MAHKOTA RAJA dikhususkan untuk yang suka tirakat, dzikir dan wirid. PROGRAM ILMU MAHKOTA RAJA merupakan rajanya Ilmu Hikmah, Rajanya Ilmu-ilmu gaib, Rajanya ilmu Khodam, Rajanya Ilmu Pengasihan, Rajanya Ilmu Penghusada, Rajanya ilmu Tabib. Melalui media yang sudah dirancang secara khusus untuk pengijazahan Program Ilmu Mahkota Raja maka anda akan menjadi manusia Linuwih, Digdaya, Paranormal mumpuni, Spiritualis Tangguh, Pendekar sakti, Penyembuh yang handal. Ketangguhan Program Ilmu Mahkota Raja dimiliki tanpa melalui bertapa. PROGRAM ILMU MAHKOTA RAJA adalah gabungan ilmu-ilmu kesaktian , gabungan ilmu-ilmu pengasihan, gabungan ilmu-ilmu penyembuhan tingkat tinggi yang sangat luar biasa dahsyat, lnagka warisan para ulama ahli hikmah dan pendekar- pendekar sakti jaman dahulu. program ilmu mahkota raja PROGRAM ILMU MAHKOTA RAJA dapat dimanfaatkan kapan saja, dimana saja, untuk dapat dipergunakan selamanya tanpa efek samping. PROGRAM ILMU MAHKOTA RAJA akan membawa pengaruh baik luar biasa, dapat menuntaskan masalah - masalah kehidupan seperti masalah dengan suami / istri, masalah kehidupan yang berhubungan dengan ekonomi, AURA, PENGASIHAN, PENGOBATAN, PENGLARISAN, KESAKTIAN/KEJADUGAN, dll sehingga cepat tercapai segala hajat / cita - cita, keinginan, dll. PROGRAM ILMU MAHKOTA RAJA mencakup keilmuan antara lain : - ILMU PANGLIMUNAN Ilmu untuk menghilang dari pandangan orang-orang yang berniat jahat/mencelakakan. - ILMU MELACAK PENCURI - ILMU HAJAT AGUNG INSYA ALLOH UNTUK SEGALA HAJAT, PENGASIHAN, PISAHKAN PIL/WIL, MENYATUKAN DUA HATI MENUNDUKKAN ORANG LAIN, PENGARUHI ORANG LAIN - ILMU MENDATANGKAN REZEKI HALAL DARI ALAM NYATA INSYA ALLOH AKAN DIBERI REZEKI YANG BERLIMPAH DAN BERKAH, JIKA SEDANG MEMBUTUHKAN MODAL ATAU BANYAK HUTANG INSYA ALLOH SEGERA MENDAPAT JALAN KELUAR. - ILMU TRAWANGAN Menembus dimensi alam ghaib - ILMU PENGASIHAN PANCER SUKMO - ILMU MEDIUMISASI Dialog dengan JIN yang merasuki tubuh manusia - ILMU MENGUNDANG DAN DIALOG DENGAN PENUNGGU KHODAM ASMAK - ILMU MENARIK PUSAKA-PUSAKA - ILMU DIALOG DENGAN KHODAM PENUNGGU PUSAKA - ILMU MERAGA SUKMA Melalang jagad kealam gaib, wisata alam gaib - MEDAR SUKMO Mengeluarkan kembaran diri untuk niat kebaikan - ILMU KOMUNIKASI DENGAN JIN PENUNGGU TEMPAT-TEMPAT ANGKER/KERAMAT - ILMU MENDATANGKAN DAN KOMUNIKASI DENGAN MAKLUK HALUS - ILMU MENJUMPAI DAN BERGURU KEPADA NABI KHIDIR - ILMU MENJUMPAI DAN BERGURU KEPADA KANJENG SUNAN KALIJOGO - ILMU PENCAK SILAT GOIB -ILMU MELIHAT AURA - ILMU PUTER GILING - ILMU KANURAGAN PAMUNGKAS Insya Alloh selamat dari serangan senjata tajam - ILMU KLONTONG WESI sejenis ilmu kebal setara dengan ilmu baju besi - ILMU TENAGA DALAM HIKMAH NUR ILLAHI Untuk meningkatkan Power diri, keselamatan, proteksi badan, kosongkan tenaga lawan, pukulan jarak jauh, tolak santet, tenung, guna-guna, untuk kharisma dan wibawa. - ILMU TENAGA DALAM BIOLISTRIK Insya Alloh berguna untuk meningkatkan seluruh daya metafisik, bangkitkan kekuatan jati diri, dan segala niat tenaga dalam. - ILMU TENAGA DALAM ASMAK GATOT KACA Untuk keselamatan, kekebalan, beladiri, pagar badan - ILMU TENAGA DALAM ASMAK JOKO TINGKIR UNTUK KESELAMATAN, KEKEBALAN, BELADIRI, PAGAR BADAN - ILMU PAWANG HUJAN/ HALAU MENDUNG - ILMU PENGHUSADA PANCAR ENERGI HOLISTIK - ILMU MEMBAKAR JIN/ MENGUSIR JIN - ILMU PENGOBATAN VERSI KHODAM UNTUK PENYEMBUHAN PENYAKIT MEDIS DAN NON MEDIS. - ILMU PUKULAN HAEBAH NABI MUSA HATI-HATI MENGGUNAKAN PUKULAN ANDA, KARENA ORANG YANG KENA PUKULAN ANDA BISA PINGSAN ATAU REMUK TULANGNYA - ILMU MEMINJAM KESAKTIAN TOKOH-TOKOH SAKTI JAMAN DULU - ILMU MENYERAP ENERGI AIR - ILMU MENYERAP ENERGI MATAHARI - ILMU MENYERAP ENERGI BUMI - ILMU MENYERAP ENERGI BINTANG - ILMU GETARAN TANGAN UNTUK MENINGKATKAN GETARAN, KEPEKAAN, INDRA KEENAM/ MATA BATHIN - ILMU TOLAK SANTET, TENUNG - ILMU PREDIKSI - ILMU MEMINDAH KHODAM PENUNGGU PUSAKA - ILMU INTI PUKULAN JARAK JAUH UNTUK DEMO TENAGA DALAM, DAN LATIHAN TENAGA DALAM PANTUL - ILMU ASMAK PENGASIHAN MEDIA ROKOK. - ILMU PEMAGARAN GHAIB MULTI FUNGSI - ILMU RAHASIA SURAT AR-ROKHMAN ILMU BERGUNA UNTUK MELUNAKAN HATI ORANG-ORANG YANG KERAS DAN HOBI BERBUAT MAKSIAT AGAR INSYAF KEMBALI KEJALAN YANG BENAR - ILMU MERUKUNKAN KELUARGA DAN MENYATUKAN DUA HATI - ILMUPENYEMBUHAN BEDAH METAFISIKA. - ILMU ASMAK PENGASIHAN JANUR KAROMAH - ILMU PENGSIHAN SEMAR MESEM - ILMU PENGASIHAN MAHKOTA SHOLAWAT - ILMU PENGASIHAN ISMOYO - ILMU PENGASIHAN NABI YUSUF - ILMU MEMBUAT AIR PENYEMBUHAN - ILMU PENGASIHAN JARAN GOYANG - ILMU PENGASIHAN SEMAR KUNING - ILMU PENGASIHAN MEDIA MINYAK RAMBUT - ILMU THORIQOH SAPU JAGAD INSYA ALLOH KAYA HARTA, KAYA HATI, KAYA ILMU, CUKUP SANDANG PANGAN, MUDAH REZEKINYA, HATI TENANG, IMAN KUAT, HILANG RASA GELISAH DLL. - ILMU PENARIK TAMU/ PEMBELI/PELANGGAN/RELASI BISNIS - ILMU PENGHUSADA NUR SYIFA - ILMU RUWATAN/ BUANG SIAL - RESEP-RESEP PENGOBATAN DENGAN MEDIA RAMUAN. DIANTARANYA UNTUK PENYAKIT: JANTUNG,LIVER, ASAM URAT, AMANDEL, KANKER, KENCING BATU, PARU-PARU, DARAH TINGGI,SUSAH MELAHIRKAN, MEMAR-MEMAR,SALAH URAT/TERKILIR, BENGKAK-BENGKAK/BERI-BERI, IMPOTENSI/ LEMAH SAHWAT, KENCING MANIS, TELINGA TULI, TELINGA BERNANAH SAKIT KEPALA, GATAL-GATAL, GONDONG, BATUK, BATUK BERDARAH, SAKIT MATA (KATARAK, PLUS, MINUS, SILINDRIS DLL) - ILMU PENGHUSADA MEMBUAT PIL-PIL PENYEMBUHAN - ILMU RAHASIA MEMBUAT UANG ASMAK - ILMU MAHABBAH PEMIKAT SUKMA - ILMU MELEBUR PELET BERGUNA UNTUK MENGOBATI ORANG YANG KENA ILMU PELET - dll PERTANYAAN KONSULTASI DAN PEMESANAN HUBUNGI BAPAK USTADZ HABIB CALL/WA : 0819 3171 8989 SARANA PENGIJAZAHAN DAN PETUNJUK LENGKAP KAMI KIRIM VIA Jasa pengiriman khusus TERCATAT/ RAHASIA tercepat sampai alamat saudara. Program Ilmu Mahkota Raja sudah pernah diajarkan ke wilayah berikut ini : Banda Aceh, Medan, Padang, Pekanbaru, Tanjung Pinang, Jambi, Palembang, Pangkal Pinang, Bengkulu, Bandar Lampung, Jakarta, Bandung, Serang, Semarang, Pekalongan, Batang, Kendal, Yogyakarta, Surabaya, Madiun, Denpasar, Mataram, Kupang, Pontianak, Palangkaraya, Banjarmasin, Samarinda, Manado, Mamuju, Palu, Kendari, Makassar, Gorontalo, Ambon, Ternate, Kota Manokwari, Jayapura, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, Banten, Gorontalo, Maluku Utara, Papua Barat, Brunei Darussalam, Filipina, Malaysia, Singapura,Thailand, Timor Leste,Kamboja, Laos,Vietnam,India, Bangladesh, Pakistan, Jepang, Taiwan, RRC, Korea, Mongolia, Amerika Serikat, Kanada, Panama, Puerto Rico , Brasil, Peru, Suriname, Nigeria, Togo, Zimbabwe, Botswana, Afrika Selatan, Ethiopia, Malawi, Kongo, Gabon, Kamerun, Belanda, Inggris, Jerman, Perancis, Irlandia, Swis, Austria, Italia, Portugal, Monaco, Spanyol, Romania, Denmark, New South Wales, Tasmania,Dakar, dll SEKARANG GILIRAN ANDA UNTUK MEMILIKINYA. Rasakan manfaatnya sendiri secara langsung Hubungi kami melalui Kontak resmi WA : +62 819 3171 8989 PERMOHONAN Program Ilmu Mahkota Raja Hubungi : Ustadz Habib Alamat: Wates, Kulon Progo, Yogyakarta, Indonesia Kontak Resmi WA: +62 819 3171 8989 Merasa jauh bisa jarak jauh. (TIDAK BUKA CABANG) Bisa dalam negeri dan luar negeri . Kami memberikan garansi keaslian, bimbingan, pembinaan, memberi pengarahan, pendampingan, petunjuk dan memberikan solusi terbaik secepat mungkin, juga konsultasi. PERHATIAN : Hati - hati !!! terhadap oknum yang mengatasnanamakan Guru Ilmu Mahkota Raja . Kontak Resmi hanya yang tertera di laman ini. Hati - hati !!! mempelajari keilmuan tanpa adanya pengijazahan dari guru atau praktisi yang tepat karena akan berakibat buruk terhadap kejiwaan Anda.