LAKIP Dinkes Provinsi Banten Tahun 2014 1 BAB I
PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang
Tujuan Pembangunan Nasional sebagaimana tercantum dalam Pembukaan UUD 1945 alinea 4 adalah untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Untuk mencapai tujuan tersebut diselenggarakan program pembangunan nasional secara berkelanjutan, terencana dan terarah. Pembangunan kesehatan merupakan bagian integral dan terpenting dalam pembangunan nasional. Tujuan diselenggarakannya pembangunan kesehatan adalah untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar terwujudnya derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 H ayat (1) bahwa setiap orang berhak hidup sejahtera lahir dan batin, bertempat tinggal, dan mendapatkan lingkungan hidup baik dan sehat serta berhak memperoleh pelayanan kesehatan
Keberhasilan pembangunan suatu daerah, salah satunya dapat dilihat dari pencapaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM), dimana untuk mencapai IPM tersebut, salah satu komponen utama yang mempengaruhinya yaitu indikator status kesehatan selain pendidikan dan pendapatan per kapita. Dengan demikian pembangunan kesehatan merupakan salah satu upaya utama untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia, yang pada gilirannya mendukung percepatan pembangunan nasional.
Pembangunan Daerah merupakan salah satu sub sistem dari pembangunan nasional yang meliputi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara yang ditujukan untuk meningkatkan harkat, martabat dan memperkuat jati diri serta kepribadian masyarakat dalam pendekatan lokal, nasional dan global. Dalam perspektif perencanaan pembangunan, Pemerintah Daerah harus memperhatikan keseimbangan berbagai aspek dalam satu kesatuan wilayah pembangunan ekonomi, hukum, sosial, budaya, politik, pemerintahan dan lingkungan hidup untuk mendukung pembangunan yang berkelanjutan, dengan diikuti oleh penyelenggaraan pemerintahan yang akuntabel (Good Governance). Kepemerintahan yang akuntabel merupakan sebuah keharusan yang perlu dilaksanakan dalam usaha mewujudkan visi misi pembangunan daerah dan
LAKIP Dinkes Provinsi Banten Tahun 2014 2 aspirasi serta cita–cita masyarakat dalam mencapai masa depan yang lebih baik. Berkaitan dengan hal itu, diperlukan pengembangan dan penerapan sistem pertanggungjawaban yang tepat, jelas dan terukur, sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung secara berdaya guna, berhasil guna, serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.
Salah satu tuntutan publik pada saat ini adalah adanya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan keuangan negara. Muara tuntutan ini pada intinya adalah terselenggaranya tata kepemerintahan yang baik (Good Governance), sehingga penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan dapat berlangsung secara berdaya guna, berhasil guna, bersih dan bertanggung-jawab serta bebas dari korupsi, kolusi dan nepotisme.
Sejalan dengan hal tersebut dalam rangka pelaksanaan Tap. MPR RI Nomor IX/MPR/1998 dan Undang-undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara Yang Bersih dan Bebas Dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, maka diterbitkan Inpres Nomor 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Dalam ketentuan tersebut dinyatakan bahwa azas-azas umum penyelenggaraan negara meliputi kepastian hukum, azas-azas tertib penyelenggaraan negara, azas kepentingan umum, azas keterbukaan, azas proporsionalitas dan profesionalitas serta akuntabilitas. Dari 7 (tujuh) azas-azas umum penyelenggaraan negara tersebut dinyatakan bahwa azas akuntabilitas merupakan azas yang paling utama yang mensyaratkan bahwa setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan penyelenggara Negara harus dipertanggungjawabkan kepada masyarakat dan rakyat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Inpres Nomor 7 Tahun 1999 mewajibkan setiap instansi pemerintah sebagai unsur penyelenggara negara mulai dari pejabat eselon II ke atas untuk mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya yang dipercayakan padanya berdasarkan Rencana Strategis (RENSTRA) yang dirumuskan sebelumnya.
Pertanggungjawaban dimaksud disampaikan kepada atasan masing-masing, kepada lembaga-lembaga pengawasan dan penilai akuntabilitas yang berkewenangan, dan akhirnya kepada Presiden selaku Kepala Pemerintahan serta dilakukan melalui sistem akuntabilitas dan media pertanggungjawaban yang harus dilaksanakan secara periodik dan melembaga.
LAKIP Dinkes Provinsi Banten Tahun 2014 3 Sebagai pertanggungjawaban atas kinerja Dinas Kesehatan Provinsi Banten selama tahun anggaran 2014, disusun Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas Kesehatan Provinsi Banten Tahun 2014 sebagaimana ditegaskan dalam Peraturan Menteri Penertiban Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 Tanggal 31 Desember 2010 Tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Hal ini semata-mata untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa Dinas Kesehatan Provinsi Banten mempunyai komitmen dan tekad yang kuat untuk melaksanakan kinerja organisasi yang berorientasi pada hasil, baik berupa output maupun outcome, disisi yang lain, penyusunan LAKIP Dinas Kesehatan Provinsi Banten juga dimaksudkan sebagai pengejawantahan prinsip transparansi dan akuntabilitas yang merupakan pilar penting pelaksanaan good governance dan menjadi cermin untuk mengevaluasi kinerja organisasi selama satu tahun agar dapat melaksanakan kinerja ke depan secara lebih produktif, efektif dan efisien, baik dari aspek perencanaan, pengorganisasian, manajemen keuangan maupun koordinasi pelaksanaannya.
1.2 Gambaran Umum Provinsi Banten 1.2.1 Geografis
Berdasarkan Undang-undang Nomor 23 Tahun 2000 tentang Pembentukan Provinsi Banten, luas wilayah Provinsi Banten adalah 8.651,20 km2 yang terdiri dari 4 (empat) kabupaten, yaitu Serang, Pandeglang, Lebak, Tangerang dan 2 (dua) Kota yaitu Tangerang dan Cilegon. Sesuai dengan tuntutan dan perkembangan pembangunan, Pemerintah Provinsi Banten melakukan pemekaran wilayah dengan dibentuknya Kota Serang dan Kota Tangerang Selatan, sehingga saat ini jumlah kabupaten dan kota di Provinsi Banten menjadi 4 (empat) kabupaten dan 4 (empat) kota, sesuai rincian pada Tabel 2.1. Secara geografis, letak Provinsi Banten berbatasan dengan:
LAKIP Dinkes Provinsi Banten Tahun 2014 4 Sebelah Timur berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi
Jawa Barat;
Sebelah Utara dengan Laut Jawa;
Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudra Hindia.
Wilayah Banten berada pada batas astronomi 5° 7’ 50“- 7° 1’ 01“ Lintang Selatan dan 105° 1’ 11“ - 106° 7’ 12“ Bujur Timur dengan luas wilayah daratan 8.651,20 Km², Secara administratif Pemerintah Provinsi Banten terbagi atas 4 Kota, 4 Kabupaten 155 Kecamatan, dan 1.551 Desa/Kelurahan.
Dengan jumlah penduduk sebanyak 11.149.138 jiwa pada tahun 2011, Laju Pertumbuhan Penduduk tahun 2000-2010 sebesar 2,78%, dengan kepadatan penduduk 1.229 jiwa/Km².
1.2.2 Topografi
Topografi wilayah Provinsi Banten berkisar pada ketinggian 0-1.000 m dpl. Secara umum kondisi topografi wilayah Provinsi Banten merupakan dataran rendah yang berkisar antara 0-200 m dpl yang terletak di daerah Kota Cilegon, Kota Tangerang, Kabupaten Pandeglang, dan sebagian besar Kabupaten Serang. Adapun daerah Lebak Tengah dan sebagian kecil Kabupaten Pandeglang memiliki ketinggian berkisar 201-2.000 m dpl dan daerah Lebak Timur memiliki ketinggian 501-2.000 m dpl yang terdapat di Puncak Gunung Sanggabuana dan Gunung Halimun.
Kondisi topografi suatu wilayah berkaitan dengan bentuk raut permukaan wilayah atau morfologi. Morfologi wilayah Banten secara umum terbagi menjadi tiga kelompok yaitu morfologi dataran, perbukitan landai-sedang (bergelombang rendah-sedang) dan perbukitan terjal. Morfologi Dataran Rendah umumnya terdapat di daerah bagian utara dan sebagian selatan. Wilayah dataran merupakan wilayah yang mempunyai ketinggian kurang dari 50 meter dpl (di atas permukaan laut) sampai wilayah pantai yang mempunyai ketinggian 0-1 m dpl. Morfologi Perbukitan Bergelombang Rendah - Sedang sebagian besar menempati daerah bagian tengah wilayah studi. Wilayah perbukitan terletak pada wilayah yang mempunyai ketinggian minimum 50 m dpl. Di bagian utara Kota Cilegon terdapat wilayah puncak Gunung Gede yang memiliki
LAKIP Dinkes Provinsi Banten Tahun 2014 5 ketingian maksimum 553 m dpl, sedangkan perbukitan di Kabupaten Serang terdapat wilayah selatan Kecamatan Mancak dan Waringin Kurung dan di Kabupaten Pandeglang wilayah perbukitan berada di selatan. Di Kabupaten Lebak terdapat perbukitan di timur berbatasan dengan Bogor dan Sukabumi dengan karakteristik litologi ditempati oleh satuan litologi sedimen tua yang terintrusi oleh batuan beku dalam seperti batuan beku granit, granodiorit, diorit dan andesit. Biasanya pada daerah sekitar terobosaan batuan beku tersebut terjadi suatu proses remineralisasi yang mengandung nilai sangat ekonomis seperti cebakan bijih timah dan tembaga.
1.2.3 Demografi
Jumlah Penduduk di Provinsi Banten pada tahun 2014 mencapai 11.149.138 dengan persebaran Penduduk sebagian besar berdomisili di Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan, Kota Tangerang Selatan
1.3 Maksud dan Tujuan Penyusunan LAKIP 2014
Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) memiliki dua fungsi utama sekaligus. Pertama, Laporan Akuntabilitas Kinerja merupakan sarana bagi Dinas Kesehatan Provinsi Banten untuk menyampaikan pertanggungjawaban kinerja kepada seluruh stakeholders (Gubernur, DPRD dan Masyarakat). Kedua, laporan akuntabilitas kinerja merupakan sarana evaluasi atas pencapaian kinerja Dinas Kesehatan Provinsi Banten sebagai upaya untuk memperbaiki kinerja di masa yang akan datang. Dua fungsi utama LAKIP tersebut merupakan cerminan dari maksud dan tujuan penyusunan dan penyampaian LAKIP oleh setiap instansi pemerintah.
Gambar 1.1
Maksud dan Tujuan Penyusunan LAKIP 2014 Akuntabilitas
Kinerja Manajemen Kinerja
LAKIP Dinkes Provinsi Banten Tahun 2014 6 Dengan demikian, maksud dan tujuan penyusunan dan penyampaian LAKIP Dinas Kesehatan Provinsi Banten Tahun 2014 mencakup hal-hal berikut ini :
Aspek Akuntabilitas Kinerja bagi keperluan eksternal organisasi, menjadikan LAKIP 2014 sebagai sarana pertanggungjawaban Dinas Kesehatan Provinsi Banten atas capaian kinerja yang berhasil diperoleh selama tahun 2014. Esensi capaian kinerja yang dilaporkan merujuk pada sampai sejauh mana visi, misi tujuan dan sasaran Strategis telah dicapai selama tahun 2014.
Aspek Manajemen Kinerja bagi keperluan internal organisasi, menjadikan LAKIP 2014 sebagai sarana evaluasi pencapaian kinerja oleh menajemen Dinas Kesehatan Provinsi Banten bagi upaya-upaya perbaikan kinerja di masa yang akan datang. Untuk setiap celah kinerja yang ditemukan, Manajemen Dinas Kesehatan Provinsi Banten dapat merumuskan strategi pemecahan masalahnya sehingga capaian kinerja Dinas Kesehatan Provinsi Banten dapat ditingkatkan secara berkelanjutan.
1.4 Sistematika LAKIP 2014
Laporan Akuntabilitas Kinerja ini mengkomunikasikan pencapaian kinerja Dinas Kesehatan Provinsi Banten selama tahun 2014. Capaian Kinerja (performance results) 2014 tersebut diperbandingkan dengan Rencana Kinerja (performance plan) 2014 sebagai tolok ukur keberhasilan tahunan organisasi. Analisis atas capaian kinerja terhadap rencana kinerja ini akan memungkinkan diidentifikasikannya sejumlah celah kinerja (performance gap) bagi perbaikan kinerja di masa datang.
Sistematika LAKIP Dinas Kesehatan Provinsi Banten Tahun 2014 disusun mengacu pada Permenpan Nomor 29 Tahun 2010 Tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja Dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, dengan rincian Sebagai Berikut :
Ikhtisar Eksekutif, menjelaskan pencapaian tujuan dan sasaran utama rencana strategis, serta kendala-kendala dan langkah-langkah yang dilakukan untuk mengatasi kendala dan langkah antisipasi untuk menanggulangi kendala yang mungkin akan terjadi pada tahun mendatang
Bab I – Pendahuluan, menjelaskan secara ringkas profil Dinas Kesehatan Provinsi Banten dan menjabarkan maksud dan tujuan penyusunan dan penyampaian LAKIP 2014;
LAKIP Dinkes Provinsi Banten Tahun 2014 7 Bab II – Perencanaan dan Perjanjian Kinerja, menjelaskan rencana strategis Dinas Kesehatan Provinsi Banten untuk periode 2012-2017 dan rencana kinerja untuk tahunan untuk tahun 2014;
Bab III – Akuntabilitas Kinerja, pada bab ini menguraikan akuntabilitas kinerja Dinas Kesehatan Provinsi Banten dan informasi keuangan tahun 2014, serta;
Bab IV – Penutup, menjelaskan simpulan menyeluruh dari Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Dinas Kesehatan Provinsi Banten tahun 2014 ini dan menguraikan langkah strategis pemecahan yang diperlukan bagi perbaikan kinerja di masa datang.
1.5 Kedudukan, Tugas Pokok Dan Fungsi 1.5.1 Kedudukan
Dinas Kesehatan adalah merupakan unsur pelaksana di bidang kesehatan pada Pemerintah Provinsi Banten, yang dipimpin oleh Kepala Dinas dan bertanggung jawab langsung kepada Gubernur Provinsi Banten melalui Sekretaris Daerah.
1.5.2 Tugas Pokok dan Fungsi 1.5.2.1 Tugas
Dinas Kesehatan Provinsi Banten menurut Pasal 31 ayat (1) Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Banten menyebutkan bahwa “ Dinas Kesehatan merupakan unsur pelaksana otonami daerah dibidang kesehatan”, dan pada ayat (2) menyebutkan “ Dinas Kesehatan dipimpin oleh seorang Kepala Dinas yang bertanggung jawab kepada Gubernur melalui Sekretaris Daerah ”.
Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 3 Tahun 2012 tentang Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Banten, pada Pasal 32 menyebutkan bahwa Dinas Kesehatan mempunyai tugas pokok membantu Gubernur melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi daerah dan tugas pembantuan di bidang kesehatan .
LAKIP Dinkes Provinsi Banten Tahun 2014 8 1.6.2.2 Fungsi
Dalam melaksanakan tugas pokoknya sebagaimana dimaksud Dinas Kesehatan mempunyai fungsi sebagai berikut :
1) Pengkoordinasian penyusunan rencana strategis dinas berdasarkan rencana strategis pemerintah daerah
2) Pengkoordinasian Perumusan kebijakan teknis dibidang kesehatan sesuai rencana strategis dinas.
3) Pelaksanaan dan koordinasi kegiatan dinas
4) Pembinaan dan penyelenggaraan serta koordinasi bidang pelayanan kesehatan.
5) Pembinaan dan penyelenggaraan serta koordinasi bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan
6) Pembinaan dan pengembangan serta koordinasi bidang sumber daya mutu kesehatan
7) Pembinaan dan penyelenggaraan serta koordinasi bidang pembinaan kesehatan masyarakat
8) Pembinaan dan penyelenggaraan administrasi ketatausahaan 9) Pembinaan jabatan fungsional
10) Pembinaan unit pelaksana teknis (UPT) dinas kesehatan 11) Pelaksanaan tugas lain sesuai tugas dan fungsinya
1.6 Susunan Organisasi
Berdasarkan Peraturan Daerah Provinsi Banten Nomor 3 Tahun 2012 tentang Pembentukan Organisasi Perangkat Daerah Provinsi Banten, pada Pasal 33 disebutkan bahwa susunan organisasi Dinas Kesehatan terdiri dari :
1.6.1 Kepala Dinas Kesehatan
Kepala Dinas mempunyai tugas pokok untuk melaksanakan urusan pemerintahan daerah berdasarkan asas otonomi daerah dan tugas pembantuan di bidang kesehatan.
Dalam melaksanakan Tugas pokok sebagaimana dimaksud, Kepala Dinas Kesehatan mempunyai fungsi sebagai berikut:
LAKIP Dinkes Provinsi Banten Tahun 2014 9 2) Merumuskan kebijakan teknis di bidang kesehatan sesuai rencana strategis
Dinas Kesehatan ;
3) Menyusun dan menetapkan Rencana Kerja ( Renja ) Dinas Kesehatan ; 4) Melaksanakan koordinasi penetapan kebijakan pemerintahan dan
pembangunan Kesehatan;
5) Melaksanakan pembinaan, fasilitasi , koordinasi , pengendalian dan evaluasi dalam pelaksanaan pembangunan kesehatan;
6) Melaksanakan koordinasi, integrasi, sinkronisasi dan simplifikasi dalam pelaksanaan tugas;
7) Melaksanakan pembinaan jabatan fungsional
8) Melaksanakan pembuatan laporan tugas dan fungsinya; 9) Melaksanakan tugas lain sesuai tugas dan fungsinya.
Kepala Dinas Dalam melaksanakan Tugas pokok sebagaimana dimaksud, membawahkan :
1). Sekretaris.
2). Bidang Pelayanan Kesehatan
3). Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan 4). Bidang Sumber Daya Mutu Kesehatan
5). Bidang Pembinaan Kesehatan Masyarakat 6). Unit Pelaksana Teknis Dinas
7). Jabatan Fungsional.
1.6.2 Sekretaris
Sekretaris mempunyai tugas pokok membantu kepala Dinas Kesehatan dalam melaksanakan perumusan rencana program dan kegiatan, mengkoordinasikan, monitoring, urusan administrasi umum dan kepegawaian, keuangan, serta perencanaan evaluasi pelaporan
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud, sekretaris mempunyai fungsi sebagai berikut :
1) Penyusunan rencana program kegiatan sesuai dengan bidang tugasnya 2) Perumusan kebijakan, pedoman, standarisasi, koordinasi, pembinaan dan
pengembangan administrasi umum dan kepegawaian, keuangan serta evaluasi pelaporan
LAKIP Dinkes Provinsi Banten Tahun 2014 10 3) Perumusan pengaturan, pembinaan, pengembangan pelaksanaan administrasi umum dan kepegawaian, keuangan serta evaluasi dan pelaporan
4) Pelaksanaan evaluasi, supervisi dan pelaporan kebijakan standarisasi program administrasi umum dan kepegawaian, keuangan serta evaluasi dan pelaporan
5) Penyiapan data dan bahan urusan administrasi umum dan kepegawaian, keuangan serta evaluasi pelaporan
6) Pengelola urusan administrasi umum dan kepegawaian, keuangan, penyusunan program evaluasi dan pelaporan
7) Pelaksanaan tugas lain sesuai tugas dan fungsinya
Sekretaris Dinas Kesehatan Dalam melaksanakan Tugas pokok sebagaimana dimaksud, membawahkan :
1) Sub Bagian Umum dan Kepegawaian; 2) Sub Bagian Keuangan;
3) Sub Bagian Program, Evaluasi dan Pelaporan.
1.6.3 Bidang Pelayanan Kesehatan
Bidang pelayanan kesehatan mempunyai tugas pokok membantu kepala dinas kesehatan dalam melaksanakan pembinaan, koordinasi, dan evaluasi pelaksanaan tugas dibidang kesehatan dasar, kesehatan rujukan, farmasi dan alat kesehatan.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagai mana dimaksud, bidang pelayanan kesehatan mempunyai fungsi sebagai berikut :
1) Penyusunan rencana program dan kegiatan sesuai dengan bidang dan tugasnya.
2) Penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis dibidang kesehatan dasar, kesehatan rujukan, farmasi dan alat kesehatan;
3) Pengkoordinasian pelaksanaan program dan kegiatan dibidang kesehatan dasar, kesehatan rujukan, farmasi dan alat kesehatan;
4) Penyiapan data dan bahan urusan kesehatan dasar, kesehatan rujukan, farmasi dan alat kesehatan;
5) Penyelenggaraan kesehatan dasar, kesehatan rujukan, farmasi dan alat kesehatan;
LAKIP Dinkes Provinsi Banten Tahun 2014 11 6) Pengelolaan urusan kegiatan, kesehatan dasar, kesehatan rujukan, farmasi
dan alat kesehatan;
7) Pembinaan kegiatan dasar, kesehatan rujukan, farmasi dan alat kesehatan; 8) Pengendalian kegiatan dasar, kesehatan rujukan, farmasi dan alat
kesehatan;
9) Pelaporan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan dibidang kesehatan dasar, kesehatan rujukan, farmasi dan alat kesehatan
10) Pelaksanaan tugas lain sesuai tugas dan fungsinya
Bidang pelayanan kesehatan Dinas Kesehatan Dalam melaksanakan Tugas pokok sebagaimana dimaksud, membawahkan :
1) Seksi Kesehatan Dasar; 2) Seksi Kesehatan Rujukan;
3) Seksi Farmasi dan alat kesehatan.
1.6.4 Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan mempunyai tugas pokok membantu kepala dinas kesehatan dalam melaksanakan pembinaan, koordinasi dan evaluasi pelaksanaan tugas dibidang pengendalian penyakit, penyehatan lingkungan makanan dan minuman, imunisasi dan pengamatan penyakit.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagai mana dimaksud, bidang pengendalian penyakit dan penyehatan lingkungan mempunyai fungsi sebagai berikut:
1) Penyusunan rencana program dan kegiatan sesuai dengan bidang tugasnya; 2) Penyiapan bahan rumusan kebijakan teknis dibidang pengendalian
penyakit, penyehatan lingkungan makanan dan minuman, imunisasi dan pengamatan penyakit;
3) Penyiapan pelaksanaan program dan kegiatan dibidang pengendalian penyakit, penyehatan lingkungan makanan dan minuman, imunisasi dan pengamatan penyakit;
4) Penyiapan data dan bahan pengendalian penyakit, penyehatan lingkungan, makanan dan minuman, imunisasi dan pengamatan penyakit;
5) Pengelolaan urusan kegiatan pengendalian penyakit penyehatan lingkungan makanan dan minuman, imunisasi dan pengamatan penyakit;
LAKIP Dinkes Provinsi Banten Tahun 2014 12 6) Pembinaan kegiatan pengendalian penyakit penyehatan lingkungan
makanan dan minuman, imunisasi dan pengamatan penyakit;
7) Pelaporan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan dibidang pengendalian penyakit penyehatan lingkungan makanan dan minuman, imunisasi dan pengamatan penyakit;
8) Pelaksanaan tugas lain sesuai tugas dan fungsinya.
Bidang pelayanan kesehatan Dinas Kesehatan Dalam melaksanakan Tugas pokok sebagaimana dimaksud, membawahkan :
1) Seksi Pengendalian Penyakit;
2) Seksi Penyehatan Lingkungan dan Pengawasan Makanan dan Minuman; 3) Seksi Imunisasi dan Pengamatan Penyakit.
1.6.5. Bidang Sumber Daya Mutu Kesehatan
Bidang sumber daya mutu kesehatan mempunyai tugas pokok membantu kepala dinas kesehatan dalam melaksanakan pembinaan, koordinasi dan evaluasi pelaksanaan tugas dibidang kajian informasi dan upaya kesehatan, mutu tenaga, perijinan, institusi dan kemitraan serta pembiayaan dan kenijakan kesehatan.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagai mana dimaksud, bidang sumber daya mutu kesehatan mempunyai fungsi sebagai berikut:
1) Penyusunan rencana program dan kegiatan sesuai dalam bidang tugasnya; 2) Penyusunan bahan rumusan kebijakan teknis dibidang kajian, informasi dan
pengembangan kesehatan, dan pengembangan kesehatan;
3) Pengkoordinasian pelaksanaan program dan kegiatan dibidang kajian informasi dan upaya kesehatan, mutu tenaga, perijinan, institusi dan kemitraan serta pembiayaan dan kebijakan kesehatan;
4) Pembinaan, penyelenggaraan dan pengelolaan dibidang kajian informasi dan upaya kesehatan, mutu tenaga, perijinan, institusi dan kemitraan serta pembiayaan dan kebijakan kesehatan;
5) Pengendalian kegiatan pengumpulan data pengelolaan dibidang kajian informasi dan upaya kesehatan, mutu tenaga, perijinan, institusi dan kemitraan serta pembiayaan dan kebijakan kesehatan.
6) Pelaporan dan evaluasi pelaksanaan kegiatan pengumpulan dan pengelolaan dibidang kajian informasi dan upaya kesehatan, mutu tenaga,
LAKIP Dinkes Provinsi Banten Tahun 2014 13 perijinan, institusi dan kemitraan serta pembiayaan dan kebijakan kesehatan
7) Pelaksanaan tugas lain sesuai tugas dan fungsinya
Bidang Sumber Daya Mutu Kesehatan Dinas Kesehatan Dalam melaksanakan Tugas pokok sebagaimana dimaksud, membawahkan :
1) Seksi Kajian Informasi dan Upaya Kesehatan;
2) Seksi Mutu Tenaga, Perijinan, Institusi dan Kemitraan; 3) Seksi Pembiayaan dan Kebijakan Kesehatan.
1.6.6 Bidang Pembinaan Kesehatan Masyarakat
Bidang pembinaan kesehatan masyarakat mempunyai tugas pokok membantu kepala dinas kesehatan dalam melaksanakan pembinaan, koordinasi dan evaluasi pelaksanaan tugas bidang kesehatan keluarga, gizi dan promosi kesehatan.
Dalam melaksanakan tugas pokok sebagai mana dimaksud, bidang pembinaan kesehatan masyarakat mempunyai fungsi sebagai berikut:
1) Penyusunan rencana program dan kegiatan sesuai dengan bidang tugasnya 2) Penyusunan bahan rumumsan kebijakan teknis dibidang kesehatan
keluarga, gizi, dan promosi kesehatan
3) Pengkoordinasian pelaksanaan program dan kegiatan dibidang kesehatan keluarga, gizi, dan promosi kesehatan
4) Pengelolaan data kesehatan keluarga, gizi, dan promosi kesehatan 5) Penyelenggaraan kesehatan keluarga, gizi, dan promosi kesehatan 6) Pembinaan kegiatan kesehatan keluarga, gizi, dan promosi kesehatan 7) Pengendalian kegiatan kesehatan keluarga, gizi, dan promosi kesehatan 8) Pelaporan dan evaluasi pelakasanaan kegiatan kesehatan keluarga, gizi, dan
promosi kesehatan
9) Pelaksanaan tugas lain sesuai tugas dan fungsinya
Bidang Pembinaan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Dalam melaksanakan Tugas pokok sebagaimana dimaksud, membawahkan:
1) Seksi Kesehatan Keluarga; 2) Seksi Gizi;
LAKIP Dinkes Provinsi Banten Tahun 2014 14 BAB II
PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA
Dalam rangka melaksanakan tugas pokok dan fungsinya agar efektif, efisien dan akuntabel, Dinas Kesehatan Provinsi Banten berpedoman pada dokumen perencanaan yang terdapat pada :
1) RPJMD Provinsi Banten Tahun 2012-2017;
2) Renstra Dinas Kesehatan Provinsi Banten Tahun 2012-2017; 3) Penetapan Kinerja Tahun 2014
Sebagai sebuah instansi pemerintah, Dinas Kesehatan Provinsi Banten mempunyai Rencana Strategis yang berorientasi pada hasil yang ingin di capai selama kurun waktu 5 (lima) Tahun kedepan, mulai dari tahun 2012-2017, dengan memperhitungkan potensi, peluang dan kendala yang ada atau mungkin timbul.
Rencana stratejik Dinas Kesehatan Provinsi Banten, mencakup atas Visi, Misi, tujuan, sasaran serta kebijakan dan program Dinas Kesehatan Provinsi Banten, yang tertuang dalam Dokumen Rencana Strategis (RENSTRA) Dinas Kesehatan Provinsi Banten tahun 2012-2017.
2.1 RPJMD Provinsi Banten Tahun 2012-2017 2.1.1 Visi
Dengan melandasi kebijakan yang tertuang dalam dokumen RPJPD 2005-2025, maka RPJMD 2012-2017 memasuki tahap Akselerasi-I dengan fokus pembangunan tetap pada upaya percepatan: penanggulangan kemiskinan, pengangguran dan peningkatan kesejahteraan sosial; pemantapan kualitas sumberdaya manusia; pemantapan kualitas dan pemerataan perekonomian; pemantapan kualitas prasarana dan sarana wilayah; pengelolaan dan revitalisasi tata ruang sumber daya alam dan lingkungan hidup; penyelenggaraan tata pemerintahan yang baik dan bersih; pengembangan dan pembangunan kawasan strategis cepat tumbuh.
Secara geografis, Provinsi Banten memiliki keuntungan berupa letak strategis sebagai penghubung antara Pulau Jawa dan Pulau Sumatera, dan berbatasan langsung dengan Ibukota Negara DKI Jakarta. Dengan letak yang strategis ini, maka telah mendorong Banten berperan sebagai agen pembangunan (development agent) bagi pertumbuhan nasional, yaitu
LAKIP Dinkes Provinsi Banten Tahun 2014 15 menghubungkan dua kutub potensi 80% (kapital dan SDM) secara nasional.
Beberapa permasalahan yang dihadapi Provinsi Banten antara lain: penataan ruang dan lingkungan hidup, pertumbuhan dan pemerataan pembangunan, kemiskinan, pengangguran, dan kesenjangan sosial. Berdasarkan pada permasalahan tersebut, maka arah kebijakan pembangunan daerah jangka menengah 2012-2017, dititikberatkan pada pengentasan kemiskinan berbasis kemandirian, dan peningkatan kualitas hidup masyarakat, revitalisasi pertanian dan kelautan berbasis unggulan, perluasan kesempatan lapangan kerja dan usaha baru, peningkatan aksesibilitas dan kualitas pelayanan kesehatan dan pendidikan, pembangunan infrastruktur strategis, perdagangan, jasa dan industri pengolahan yang berdaya saing, rehabilitasi dan konservasi lingkungan serta penataan struktur pemerintah daerah menuju kemandirian masyarakat Banten.
Dengan memperhatikan amanat RPJPD Provinsi Banten 2005-2025 dan RPJMN 2010-2014, serta mempertimbangkan aspek potensi/kondisi aktual, dan permasalahan yang dihadapi, maka Visi Pembangunan Pemerintah Provinsi Banten Tahun 2012–2017 adalah:
“Bersatu Mewujudkan Rakyat Banten Sejahtera Berlandaskan Iman dan Takwa”
Memperhatikan Visi tersebut dan perubahan paradigma serta kondisi yang akan dihadapi pada masa yang akan datang, diharapkan Provinsi Banten dapat lebih berperan dalam perubahan yang terjadi di lingkup regional, nasional, maupun global.
2.1.2 Misi
RPJMD Provinsi Banten Tahun 2012-2017 yang merupakan tahapan ketiga dari RPJPD Provinsi Banten Tahun 2005-2025, berorientasi pada pembangunan dan peningkatan kompetensi segenap sumber daya yang terdapat di Banten dalam segala bidang, guna menyiapkan kemandirian masyarakat Banten. Hal tersebut akan dicapai dengan menciptakan aktivitas ekonomi yang efektif dan efisien, menekankan upaya penguatan suprastruktur pelayanan kesehatan dan pendidikan, melanjutkan pembangunan infrastruktur wilayah, memantapkan revitalisasi
LAKIP Dinkes Provinsi Banten Tahun 2014 16 infrastruktur yang telah ada, meningkatkan produktivitas pertanian dengan memanfaatkan teknologi berkelanjutan, meningkatkan kerja sama antara pemerintah dengan swasta dan masyarakat, meningkatkan kualitas lingkungan, meningkatkan kinerja pemerintahan daerah, menyusun perencanaan yang cerdas dan mampu menjawab masalah serta mengantisipasi peluang dan tantangan yang muncul secara cermat dan cerdas.
Kemampuan ekonomi dalam menciptakan lapangan kerja dan mengurangi kemiskinan akan terus didorong. Kebijakan ekonomi daerah diarahkan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkualitas melalui pengembangan kegiatan utama (core business) berdasarkan potensi unggulan untuk mengurangi disparitas kesejahteraan antar wilayah. Hal ini dilakukan melalui pengembangan agribisnis, bisnis kelautan, industri manufaktur, jasa, dan pariwisata, yang ditunjang oleh pengembangan dunia usaha, investasi, infrastruktur dan kemampuan keuangan daerah.
Dorongan terhadap pertumbuhan ekonomi juga dilakukan dengan mempercepat pembangunan infrastruktur bagi penyediaan energi termasuk listrik, serta memantapkan infrastruktur wilayah dalam rangka mendukung pemerataan dan pertumbuhan ekonomi.
Kebijakan belanja daerah diupayakan dengan pengaturan pola pembelanjaan yang proporsional, efisien dan efektif, dengan berprinsip pada pro growth, pro poor, pro job, pro environment, pro public, melalui peningkatan keberpihakan dalam penganggaran pada bidang pendidikan, peningkatan kualitas dan kuantitas pelayanan kesehatan, serta infrastruktur wilayah dan kawasan.
Dalam rangka pencapaian Visi yang telah ditetapkan dengan tetap memperhatikan kondisi dan permasalahan yang ada serta tantangan ke depan, dan memperhitungkan peluang yang dimiliki, maka ditetapkan 5 (lima) Misi sebagai berikut:
Misi Pertama, Peningkatan Pembangunan Infrastruktur Wilayah Mendukung Pengembangan Wilayah dan Kawasan yang Berwawasan Lingkungan, ditujukan untuk konektivitas pengembangan wilayah/kawasan guna percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Banten serta meningkatkan layanan dasar masyarakat dan
LAKIP Dinkes Provinsi Banten Tahun 2014 17 peningkatan daya saing daerah dengan prinsip pembangunan berkelanjutan;
Misi Kedua, Pemantapan Iklim Investasi yang Kondusif untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat, ditujukan untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan dan pemerataan perekonomian daerah dalam rangka mempercepat peningkatan kesejahteraan masyarakat;
Misi Ketiga, Peningkatan Kualitas Sumberdaya Manusia yang Religius, Cerdas dan Berdaya Saing dalam Kerangka Penguatan NKRI, ditujukan untuk mewujudkan Sumber Daya Manusia yang sehat, cerdas, agamis dan berdaya saing;
Misi Keempat, Penguatan Semangat Kebersamaan Antar-Pelaku Pembangunan dan Sinergitas Pemerintah Pusat, Provinsi dan Kabupaten/Kota yang Selaras, Serasi dan Seimbang, ditujukan untuk mewujudkan Banten rukun damai, membangun kebersamaan yang sinergis antara pusat-daerah, beserta stakeholders dalam menjalankan peran dan fungsinya masing-masing secara terintergrasi membangun Banten;
Misi Kelima, Peningkatan Mutu dan Kinerja Pemerintahan Daerah yang Berwibawa Menuju Tata Kelola Pemerintahan yang Baik dan Bersih, ditujukan untuk meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah yang efektif, efisien, dan akuntabel dalam rangka meningkatkan pelayanan publik.
2.1.3 Tujuan dan Sasaran
Dalam mewujudkan Visi melalui pelaksanaan Misi yang telah ditetapkan tersebut diatas, maka perlu adanya kerangka yang jelas pada setiap misi menyangkut tujuan dan sasaran yang akan dicapai. Tujuan dan sasaran pada setiap misi yang akan dijalankan akan memberikan arahan bagi pelaksanaan setiap urusan pemerintahan daerah baik urusan wajib maupun urusan pilihan dalam mendukung pelaksanaan misi dimaksud.
Tujuan, sasaran, indikator kinerja dan target pada pelaksanaan masing-masing Misi diuraikan dalam Tabel 2.1 berikut :
LAKIP Dinkes Provinsi Banten Tahun 2014 18 Tabel 2.1
Tujuan dan Sasaran Provinsi Banten
TUJUAN SASARAN
Untuk konektivitas pengembangan
wilayah/kawasan guna percepatan dan perluasan pembangunan ekonomi Banten serta meningkatkan layanan dasar masyarakat dan
peningkatan daya saing daerah dengan prinsip pembangunan berkelanjutan
1 Tersedianya infrastruktur transportasi yang handal dan terintegrasi untuk mendukung pergerakan perhubungan orang, barang dan jasa;
2 Tersedianya infrastruktur sumber daya air dan irigasi yang handal untuk mendukung upaya konservasi dan pendayagunaan sumber daya air, serta pengendalian daya rusak air;
3 Meningkatnya cakupan pelayanan dan kualitas infrastruktur energi dan ketenagalistrikan di Banten;
4 Meningkatnya akses masyarakat terhadap sarana dan prasarana dasar pemukiman 5 Terwujudnya keamanan dan keserasian
dalam pembangunan infrastruktur; 6 Berkurangnya tingkat pencemaran,
kerusakan lingkungan dan resiko bencana; 7 Meningkatnya fungsi kawasan lindung
Banten;
8 Terlaksananya penataan ruang yang berkelanjutan;
9 Meningkatnya ketersediaan dan pemanfaatan energi alternatif yang ramah lingkungan serta energi terbaharukan diantaranya panas bumi, angin dan surya.
Untuk meningkatkan kualitas pertumbuhan dan pemerataan perekonomian daerah dalam rangka mempercepat
peningkatan kesejahteraan masyarakat
1 Meningkatnya aktivitas ekonomi regional berbasis potensi lokal;
2 Meningkatnya kesempatan dan penyediaan lapangan kerja;
3 Meningkatnya peran kelembagaan dan permodalan K-UMKM dalam pengembangan ekonomi lokal;
4 Meningkatnya investasi yang mendorong penciptaan lapangan kerja;
5 Terpenuhinya kebutuhan pangan masyarakat. Untuk mewujudkan Sumber
Daya Manusia yang sehat, cerdas, agamis dan berdaya saing
1 Tuntasnya program pemberantasan buta aksara;
2 Meningkatnya akses dan mutu pendidikan terutama untuk penuntasan wajib belajar pendidikan dasar 9 tahun dan pencanangan
LAKIP Dinkes Provinsi Banten Tahun 2014 19
TUJUAN SASARAN
wajib belajar 12 tahun bagi anak usia sekolah; 3 Meningkatnya akses dan mutu pelayanan
kesehatan serta upaya kesehatan masyarakat, terutama masyarakat miskin
4 Meningkatnya kualitas dan perlindungan terhadap tenaga kerja;
5 Meningkatnya kesetaraan gender;
6 Meningkatnya peran pemuda dan prestasi olahraga dalam pembangunan kualitas hidup dan kehidupan masyarakat.
Untuk mewujudkan Banten rukun damai, membangun kebersamaan yang sinergis antara pusat-daerah, beserta stakeholders dalam
menjalankan peran dan fungsinya masing-masing secara terintergrasi membangun Banten;
1 Meningkatnya pelayanan sosial dan partisipasi sosial masyarakat;
2 Meningkatnya kualitas kehidupan beragama; 3 Revitalisasi nilai-nilai budaya dan kearifan
lokal;
4 Terkendalinya pertumbuhan, pertambahan jumlah serta persebaran penduduk;
5 Terwujudnya peningkatan partisipasi perencanaan dan kerjasama pembangunan daerah
Untuk meningkatkan kinerja penyelenggaraan
pemerintahan daerah yang efektif, efisien, dan akuntabel dalam rangka meningkatkan pelayanan publik
1 Meningkatnya pengawasan, akuntabilitas kinerja dan disiplin aparatur yang berbasis kompetensi;
2 Mewujudkan kelembagaan dan
ketatalaksanaan pemerintah daerah serta pengelolaan keuangan dan aset daerah yang akuntabel dan berbasis teknologi informasi; 3 Meningkatnya pelayanan data dan informasi
publik yang dapat diakses dengan mudah dan cepat oleh seluruh lapisan masyarakat;
4 Meningkatnya kinerja pemerintahan desa dan pembangunan perdesaan;
5 Meningkatnya pembangunan dan pembinaan hukum di daerah;
6 Meningkatnya peran pemerintah dan
masyarakat dalam pemeliharaan ketertiban umum, ketentraman, linmas, regulasi,
kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana; 7 Meningkatnya perencanaan dan pengendalian
pembangunan;
LAKIP Dinkes Provinsi Banten Tahun 2014 20 2.2 Rencana Strategis Dinas Kesehatan Provinsi Banten Tahun 2012-2017
2.2.1 Visi
untuk mengawal arah kebijakan pembangunan Provinsi Banten sebagaimana diamanatkan dalam RPJMD Provinsi Banten Tahun 2012-2017, dengan mempertimbangkan segala kondisi, permasalahan, tantangan, dan peluang yang ada, maka Dinas kesehatan Provinsi Banten menetapkan Visinya yaitu :
“Terwujudnya Masyarakat Banten Sehat Yang Mandiri Berlandaskan Iman Dan Taqwa”
Penjabaran dari visi tersebut adalah sebagai berikut :
Terwujudnya Masyarakat Banten, merupakan wujud betapa besarnya komitmen terhadap seluruh lapisan masyarakat tanpa membedakan suku, agama, ras, dan aliran atau golongan atau strata sosial;
Sehat Yang Mandiri, merupakan cerminan dari suatu keadaan sejahtera dari badan, jiwa, dan sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi untuk menolong dirinya sendiri, keluarga dan orang lain;
Berlandaskan Iman dan Taqwa, merupakan do’a kita bersama sebagai persyaratan mutlak untuk dapat terwujudnya kehidupan yang agamis, serta untuk menjadikan masyarakat yang saleh dan taat pada tuntunan ajaran agama yang diyakini. Keberhasilan pembangunan pada bidang kesehatan atau sektor apapun, tidak akan mendatangkan kemaslahatan dan keberkahan, tanpa dilandasi oleh keimanan dan ketaqwaan
LAKIP Dinkes Provinsi Banten Tahun 2014 21 2.2.2 Misi
Misi merupakan peran strategi yang diinginkan dalam pencapaian visi. Rumusan misi yang diangkat dalam rencana strategis Dinas Kesehatan Provinsi Banten Tahun 2012-2017 didasarkan pada isu-isu strategis yang berkembang dalam pelaksanaan tugas dan fungsi Dinas Kesehatan Provinsi Banten.
Adapun misi yang diusung oleh Dinas Kesehatan Provinsi Banten untuk masa 2012-2017 adalah sebagai berikut :
1. Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, melalui pemberdayaan masyarakat, termasuk swasta dan masyarakat madani;
2. Melindungi kesehatan masyarakat dengan mendekatkan akses pelayanan kesehatan yang paripurna, merata, bermutu, dan berkeadilan;
3. Menjamin ketersediaan dan pemerataan sumberdaya kesehatan; 4. Meningkatkan kapasitas dan kualitas kelembagaan Dinas Kesehatan
Provinsi Banten
2.2.3 Strategi
Strategi adalah keseluruhan cara atau langkah dengan penghitungan yang pasti untuk mencapai tujuan atau mengatasi persoalan. Cara atau langkah dirumuskan lebih bersifat makro dibandingkan dengan teknik yang lebih sempit dan merupakan rangkaian kebijakan, sehingga strategi merupakan cara mencapai tujuan dan sasaran yang dijabarkan ke dalam kebijakan-kebijakan dan pemograman.
Strategi dan kebijakan yang ditetapkan oleh Dinas Kesehatan Provinsi Banten adalah sebagai berikut :
1. Peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia Kesehatan di Provinsi Banten; 2. Penguatan dan pemberdayaan kelembagaan Dinas Kesehatan Provinsi
Banten;
3. Mengoptimalisasi fungsi fasilitasi dan koordinasi Pembangunan bidang kesehatan.
LAKIP Dinkes Provinsi Banten Tahun 2014 22 2.2.4 Indikator Kinerja Utama (IKU)
Dinas Kesehatan Provinsi Banten juga telah menetapkan Indikator Kinerja Utama (IKU) secara berjenjang, sebagai ukuran keberhasilan organisasi secara dalam mencapai sasaran strategis organisasi. Penetapan IKU telah mengacu pada RPJMD tahun 2014-2017. Indikator Kinerja Utama ditetapkan dengan memilih indikator-indikator kinerja yang ada dalam RPJMD tahun 2014-2017 yang memiliki fokus pada perspektif stakeholder. Indikator kinerja utama Dinas Kesehatan Provinsi Banten yang akan digunakan untuk periode waktu tahun 2014-2017 sesuai periode Renstra adalah sebagai berikut :
Tabel 2.4
Indikator Kinerja Utama Tahun 2014
No Indikator Kinerja Utama Target 2014 1 Angka Harapan Hidup (Tahun) 67.30 2 Angka Kematian Bayi (/1.000 KH) 27.60 3 Angka Kematian Ibu (/100.000 KH) 125
2.3 Penetapan Kinerja Tahun 2014
Target Kinerja yang ingin dicapai Dinas Kesehatan Provinsi Banten pada tahun 2014 dengan indikator dan target capaiannya secara rinci dapat dilihat dalam tabel Rencana Target Kinerja Tahun 2014 sebagai berikut :
LAKIP Dinkes Provinsi Banten Tahun 2014 23 Tabel 2.5
Penetapan Kinerja Dinas Kesehatan Tahun 2014
NO PROGRAM Indikator Kinerja Kinerja (%) Target KEGIATAN
(1) (2) (3) (4) (5)
1 Bina Gizi Kesehatan Ibu dan
Anak
Presentasi Balita Ditimbang Berat Badannya (D/S) (target 85,00 pusat)
1 Bina Gizi Masyarakat Persentase Ibu Bersalin Yang Ditolong Oleh Nakes Yang Terlatih
(Cakupan PN) 90,00 2 Pembinaan Kesehatan Ibu & Reproduksi Kualitas Pelayanan Cakupan Kunjungan Neonatal Pertama (KN1) 91,00 3 Pembinaan Kesehatan Anak Kualitas Pelayanan
2 Pembinaan Upaya Kesehatan
Persentase Rumah Tangga Melaksanakan Perilaku Hidup Bersih
Sehat (PHBS) 70,00 4 Pemberdayaan Masyarakat & Promosi Kesehatan
Persentase RSUD & Swasta Yang Melayani Pasien Penduduk Miskin 90,00 5 Pembinaan Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat Miskin Persentase RS Yang Melaksanakan PONEK 100,00 6 Pembinaan Upaya Kesehatan Rujukan Persentase Puskesmas Rawat Inap Yang Mampu PONED 100,00 7 Pembinaan Pelayanan Kesehatan Dasar Pada Masyarakat
3
Pengendalian Penyakit Dan Penyehatan Lingkungan
Jumlah Bayi Yang Mendapatkan Imunisasi Dasar Lengkap/UCI (Universal Children Imunization) Di Bawah 1 Tahun Di
Desa/Kelurahan
93,00 8 Pembinaan Surveliance, Epidemiologi, Imunisasi & Penanggulangan Wabah
LAKIP Dinkes Provinsi Banten Tahun 2014 24
NO PROGRAM Indikator Kinerja Kinerja (%) Target KEGIATAN
(1) (2) (3) (4) (5)
Persentase Kasus Baru Tuberkolosis Paru (BTA Positif) yang
Disembuhkan 90,00 Langsung 98,88
Angka Penemuan Kasus Malaria per1000 Penduduk >1 10 Pengendalian Penyakit Bersumber Binatang Persentase Puskesmas Yang Melaksanakan Program Pengendalian
Penyakit Tidak Menular 30,00 11 Pengendalian Penyakit Tidak Menular
Persentase Cakupan Penduduk Yang Terakses Air Minum
Berkualitas 76,00 12 Penyehatan Lingkungan
4 Peningkatan Mutu Layanan Kesehatan Masyarakat
Jumlah Industri Formal & Informal Yang Mendapatkan Promosi
Kesehatan Kerja 200 13
Peningkatan Pembinaan Promosi Kesehatan & Surveilance Kesehatan Kerja
Persentase Pelayanan Kesehatan Dasar Bagi Masyarakat Pekerja 50,00 14 Pelayanan Kesehatan Masyarakat Pekerja & Masyarakat Di Lingkungan Kerja
Persentase Peningkatan Sarana dan Prasarana RS Provinsi &
Labkesda Provinsi Banten 85,00 15 Peningkatan Pelayanan Labkesda
5
Kefarmasian Dan Perbekalan Kesehatan
Persentase Ketersediaan Obat Buffer Di Provinsi Banten 100,00 16 Peningkatan Publik dan Perbekalan Kesehatan Ketersediaan Obat Persentase Sarana Kesehatan, Produksi dan Distribusi Kefarmasian
dan Alat Kesehatan Yang Berkualitas 100,00 17 Peningkatan Pelayanan Kefarmasian, Produksi dan Distribusi
6
Pengembangan Dan Pemberdayaan Sumber Daya
Manusia Kesehatan
Persentase Institusi Pendidikan Kesehatan Binaan Yang
Terakreditas 100,00 18
Sertifikasi, Standarisasi dan Peningkatan Mutu Sumber Daya Manusia Kesehatan
LAKIP Dinkes Provinsi Banten Tahun 2014 25
NO PROGRAM Indikator Kinerja Kinerja (%) Target KEGIATAN
(1) (2) (3) (4) (5)
Pengembangan Upaya Kesehatan Puskesmas Yang Melaksanakan Upaya Kesehatan Kerja 40,00 20 Peningkatan Kerja & Olah Raga Program Kesehatan Persentase Sarana dan Prasarana Balai Kesehatan Jiwa Masyarakat
Provinsi Banten 50,00 21 Peningkatan Kesehatan Jiwa
Persentase Pembinaan Dinas Kesehatan & RS Yang Melayani Pasien
Penduduk Miskin Peserta Program Jamkesmas 100,00 22
Pembinaan, Pengembangan, Pembiayaan, Dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan
LAKIP Dinkes Provinsi Banten Tahun 2014 26 BAB III
AKUNTABILITAS KINERJA DINAS KESEHATAN PROVINSI BANTEN TAHUN 2014
Pengukuran tingkat capaian kinerja Dinas Kesehatan Provinsi Banten tahun 2014 dilakukan dengan cara membandingkan antara target pencapaian indikator sasaran yang telah ditetapkan dalam penetapan kinerja Dinas Kesehatan tahun 2014 dengan realisasinya. Target capaian kinerja Dinas Kesehatan tahun 2014 dapat diilustrasikan dalam tabel berikut :
Tabel 3.1
Sasaran, Indikator Kinerja dan Target Kinerja Tahun 2014
NO SASARAN INDIKATOR KINERJA TARGET RPJMD
URAIAN
Angka Harapan Hidup (Tahun) 67.30
Angka Kematian Bayi (1/1.000 KH) 27.60
Angka Kematian Ibu (1/1.000 KH) 125
1
Meningkatnya Kualitas Penanganan Masalah Gizi Masyarajat, Meningkatnya Pelayanan Kesehatan Ibu Reproduksi, Anak dan Reproduksi
1 Persentase Balita Ditimbang Berat Badannya (D/S)) 85.00
2 Persentase Ibu bersalin yg ditolong oleh Nakes terlatih ( Cakupan PN
) 90.00
3 Cakupan Kunjungan Neonatal pertama (KN1) 91.00
2
Meningkatnya Pelayanan Kesehatan Dasar Kepada Masyarakat, Meningkatnya Pelaksanaan Pemberdayaan & Promosi Kesehatan Kepada Masyarakat, Meningkatnya Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat Miskin
4 Persentase Melaksanakan Rumah Perilaku Tangga Hidup
Bersih Sehat (PHBS) 70,00
5 Persentase RSUD & Swasta Yang Melayani Pasien Penduduk Miskin 90,00 6 Meningkatnya Persentase RS Yang Melaksanakan PONEK 100,00 7 Peningkatan Kemampuan teknis
PONED bagi petugas Puskesmas 90.00
3
Meningkatnya Pembinaan Di Bidang Surveilans
Epideimologi, Imunisasi & Panggulangan Wabah,
Menurunnya Angka Kesakitan, 8
Jumlah Bayi Yang Mendapatkan Imunisasi Dasar Lengkap/UCI (universal child imunization) Di Bawah 1 Tahun Di Suatu
Desa/Kelurahan
LAKIP Dinkes Provinsi Banten Tahun 2014 27
NO SASARAN INDIKATOR KINERJA TARGET RPJMD
URAIAN Kematian Akibat Penyakit
Menular Langsung,
Meningkatnya Pencegahan & Penanggulanagan Penyakit Bersumber Binatang,
Menurunnya Angka Kesakitan, Kematian Akibat Penyakit Tidak Menular (PTM),
Menurunnya Angka Kesakitan, Kematian dan Kecacatan Berbasis Lingkungan,
Monitoring Keadaan Makanan & Jajanan
9 Prevalensi HIV < 0,5
10 Persentase Kasus Baru TB Paru (BTA positif) Yang Disembuhkan 90,00
11 Angka Penemuan Kasus Malaria per1000 Penduduk ≤ 1
12
Persentase Puskesmas Yang Melaksanakan Program Pengendalian Penyakit Tidak Menular
40
13 Persentase cakupan penduduk yang terakses air minum berkualitas 76.00%
4
Menigkatnya Upaya Kesehatan Di RS & Labkesda,
Meningkatnya Pembinaan Promosi Kesehatan & Surveilans Kesehatan Kerja, Meningkatnya Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat Pekerja & Masyarakat Di Lingkungan Kerja
14
Jumlah Industri Formal & Informal Yang Mendapatkan Promosi
Kesehatan Kerja 200
15 Persentase Pelayanan Kesehatan Dasar Bagi Masyarakat Pekerja 50,00
4
Meningkatnya Ketersediaan Obat Buffer Stock Serta Menjamin Keamanan, Mutu, Sediaan Farmasi & Alat Kesehatan
16 Persentase ketersediaan obat buffer di provinsi banten 100.00% 17 persentas produksi dan distribusi kefarmasian sarana kesehatan,
yang berkualitas 60.00%
18
Presentase Pemenuhan Kebutuhan Operasional Pelayanan pada Masyarakat di RS dan Labkesda Provinsi
100,00
5
Meningkatnya Ketersediaan & Mutu SDM Kesehatan Sesuai Standar Pelayanan Kesehatan, Meningkatnya Sistem
Informasi Kesehatan Daerah, Meningkatnya Kajian & Pengembangan Bidang Kesehatan, Meningkatnya Pengembangan Upaya Kesehatan, Pembinaan, Pembiayaan & Jaminan Pemeliharaan Kesehatan
19
Persentase Institusi Pendidikan Kesehatan Binaan Yang
Terakreditas 100,00
20 Terlaksananya Puskesmas Yang Melaksanakan SIKDA 123
LAKIP Dinkes Provinsi Banten Tahun 2014 28
NO SASARAN INDIKATOR KINERJA TARGET RPJMD
URAIAN
22 Persentase Sarana dan Prasarana Balai Kesehatan Jiwa Masyarakat
Provinsi Banten 50,00
23
Persentase Pembinaan Dinas Kesehatan & RS Yang Melayani Pasien Penduduk Miskin Peserta Program Jamkesmas
100,00
24 Presentase RS yang melaksanakan
PONEK 100.00%
3.1 Pengukuran Dan Analisis Kinerja
Dalam pelaksanaan pembangunan Indikator keberhasilan di tentukan oleh capaian kinerja suatu Program. Berdasarkan Surat Keputusan Kepala LAN No. 239 Tahun 2003, maka untuk mengambarkan keberhasilan / kegagalan suatu pembangunan atau kegiatan maka telah di sepakati suatu skala pengukuran ordinal pencapaian kinerja dalam Lima kategori sebagai Berikut :
Tabel 3.2
Skala Pengukuran Ordinal
NO KLASIFIKASI NILAI CAPAIAN KINERJA PREDIKAT
1 Lebih dari 80 % Sangat baik
2 70 % - 79 % Baik
3 60 % - 69 % Sedang
4 50 % - 59 % Kurang baik
5 Kurang dari 50 % Buruk
Pengukuran kinerja dilakukan dengan membandingkan target dan realisasi. Apabila semakin tinggi realisasi menunjukkan pencapaian kinerja yang semakin baik atau semakin rendah realisasi menunjukkan pencapaian kinerja yang semakin jelek, dengan menggunakan rumus sebagai berikut :
LAKIP Dinkes Provinsi Banten Tahun 2014 29 3.2 Hasil Pengukuran Kinerja
Berdasarkan hal tersebut di atas, maka suatu pembangunan atau pelaksanaan program dan kegiatan dapat di ukur tingkat keberhasilan atau kegagalannya. Adapun Penjabaran capaian masing masing program pembangunan atau kegiatan di Dinas kesehatan dapat tergambarkan sebagai berikut :
Tabel 3.3
Capaian Program Pembangunan
NO SASARAN INDIKATOR KINERJA KINERJA TARGET REALISASI %
URAIAN 1 Bina Gizi dan Kesehatan Ibu dan Anak
1 Pembinaan Gizi Masyarakat
1 Persentase Balita Ditimbang Berat Badannya (D/S)) 85.00% 71,38% 83,98
2 Petrsentase Balita Gizi Buruk yang Mendapatkan Perawatan 100.00% 100,00 100.00
3 Persentase Ibu bersalin yg ditolong
oleh Nakes terlatih ( Cakupan PN ) 90.00% 86,75 100.77 4 Cakupan Kunjungan Neonatal pertama (KN1) 91.00% 86,75 95,33
2 Aparatur Dinkes Provinsi, Dinkes Kab/Kota, Puskesmas dan Masyarakat
5 Peningkatan Kemampuan teknis
PONED bagi petugas Puskesmas 90.00% 91.40 101.55 6 Presentasi Puskesmas yang Melakukan Revitalisasi Puskesmas 15.00% 15.00% 100.00
3 Cakupan Penduduk yang Terakses Air Minum Berkualitas
7 Persentase cakupan penduduk yang terakses air minum berkualitas 76.00% 65.00% 85.53
8 Persentase kualitas air minum yang memenuhi syarat 90.00% 71.00% 78.00 9 Persentase penduduk yang menggunakan jamban sehat 70.00% 75.00% 107.14 10 Jumlah desa yang melaksanakan STBM 10 Desa 87 desa 870.00
4
Pembinaan Upaya Kesehatan Rujukan
11 Persentase ketersediaan obat buffer di provinsi banten 100.00% 99,65% 99.65 12 persentas sarana kesehatan, produksi dan distribusi kefarmasian yang
LAKIP Dinkes Provinsi Banten Tahun 2014 30
NO SASARAN INDIKATOR KINERJA KINERJA TARGET REALISASI %
URAIAN 5 Rumah Sakit di Provinsi Banten dan Petuga Medis Rumah Sakit
13 Presentase RS yang melaksanakan PONEK 100.00% 99.24 99.24
6 Masyrakat Provinsi Banten 14 Presentase RSUD dan Swasta yang Melayani Pasien Penduduk Miskin 90.00% 94.95 105.50
7 Aparatur RS Labuan dan
Masyarakat 15
Presentase Peningkatan Sarana dan Prasarana RS Provinsi dan Labkesda
Provinsi Banten (Dana DAK) 85.00% 0.24 0.28
8 Peningkatan Sarana dan Prasarana Labkesda Provinsi Banten 16
Presentase Pemenuhan Kebutuhan Operasional Pelayanan pada Masyarakat di RS dan Labkesda Provinsi 100.00% 85.49 85.49 9 Meningkatnya Sistem Informasi Kesehatan Daerah
17 Terlaksananya melaksanakan SIKDA (RPJMD & puskesmas yang
RENSTRA 2012-2017) 123 92 74.79 10 Meningkatnya Kajian dan pengembangan Bidang Kesehatan 18
Jumlah produk/ model/ standar/
formula di bidang
Humaniora,kebijakan Kesehatan dan pemberdayaan Masyarakat (Renstra 2012-2017)
2 3 150.00
11 Meningkatnya Pengembangan upaya kesehatan
19
Presentase puskesmas yang
melaksanakan upaya kesehatan kerja dan atau kesehatan olahraga (Renstra 2012-2017) 80.00% 60.00 75.00 12 Puskesmas yang memberikan pelayanan kesehatan jiwa dasar dan kesehatan jiwa masyarakat
20 Presentasi Sarana dan Prasarana Balai Kesehatan Jiwa Masyarakat Provinsi
Banten (Renstra 2012-2017) 50.00% 0 0 13 Tertanggulangin ya Penyakit Menulat dan Tidak Menular 21
Jumlah Bayi yang Mendapatkan Imunisasi Dasar Lengkap/UCI
Universal Child Immunization dibawah 1 Tahun/kelurahan
100.00% 80.30 80.30
22 Persentase yang respon KLB kurang 24 jam 100.00% 100 100.00
LAKIP Dinkes Provinsi Banten Tahun 2014 31
NO SASARAN INDIKATOR KINERJA KINERJA TARGET REALISASI %
URAIAN
24 Persentase Kasus Baru Tuberkulosis Paru (BTA Positif) yang disembuhkan 90.00% 89 99.90
25 Presentasi Kasus Paru (BTA) Positif yang ditemukan 82.00% 69.90 85.24 26 Angka penemuan kasus malaria per
1.000 Penduduk <1 0
27 Presentasi puskesmas yang melaksanakan program pengendalian
Penyakit Tidak Menular (PTM) 30.00% 100 100.00
28 Persentase Rumah Tangga Melaksanakan Perilaku Hidup Bersih
Sehat (PHBS) 70.00% 70 100.00
29 Persentase Desa Siaga Aktif 70.00% 70 100.00
14 Masyarakat Pekerja dan Masyarakat Umum di Lingkungan Kerja
30 Persentase Pelayanan Kesehatan Dasar bagi Masyarakat Pekerja 50.00% 20 40.00
31 Jumlah Tenaga Kesehatan yang Ditingkatkan Kemampuannya 200 Orang 200 100.00
15 Pembinaan, Pengembangan, Pembiayaan dan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan
32 Persentase Penduduk miskin yang Memiliki Jaminan Kesehatan 100.00% 5.51 5.51
33
Persentase Pembinaan Dinas Kesehatan dan RS yang Melayani Pasien Penduduk Miskin Peserta Program Jamkesmas 100.00% 5.51 5.51 16 Meningkatnya Ketersediaan dan Mutu Sumber Daya Manusia Kesehatan Sesuai Standar Pelayanan Kesehatan
LAKIP Dinkes Provinsi Banten Tahun 2014 32
NO SASARAN INDIKATOR KINERJA KINERJA TARGET REALISASI %
URAIAN 17 Masyarakat Pekerja dan Masyarakat Umum di Lingkungan Kerja
35 Peningkatan Ketersediaan Obat Publik
dan Perbekalan Kesehatan 100.00% 85.50 85.50
36 Peningkatan Pelayanan Kefarmasian, Produksi, dan Distribusi 100.00% 90.20 90.20
18 Meningkatnya pembangunan, pengadaan, pemeliharaan dan rehabilitasi sarana dan prasarana aparatur pada Dinas Kesehatan 37
Rasio penyediaan barang dan Jasa perkantoran serta pelayanan ketatausahaan dan kerumahtanggan pada Dinas Kesehatan Provinsi Banten dalam 1 ( satu ) tahun
100.00% 74.79 74.79
38
Rasio penyediaan barang dan Jasa perkantoran serta pelayanan ketatausahaan dan kerumahtanggan pada BKTK Dinas Kesehatan Provinsi Banten dalam 1 ( satu ) tahun
100.00% 100 100.00
39
Rasio penyelenggaraan rapat koordinasi dan konsultasi di dalam dan luar daerah pada dinas kesehatan dalam 1 ( satu ) tahun
100.00% 100 100.00
40
Rasio penyelenggaraan rapat koordinasi dan konsultasi di dalam dan luar daerah pada BKTK dinas kesehatan dalam 1 ( satu ) tahun
100.00% 100 100.00
41
Rasio pembangunan, pengadaan, pemeliharaan dan rehabilitasi sarana dan prasarana aparatur pada Dinas kesehatan dalam 1 ( satu ) tahun
100.00% 79.25 79.25
42
Rasio pembangunan, pengadaan, pemeliharaan dan rehabilitasi sarana dan prasarana aparatur pada BKTK Dinas kesehatan dalam 1 ( satu ) tahun
100.00% 100 100.00
43
Rasio Pembinaan dan pelayanan administrasi kepegawaian pada Dinas kesehatan dalam 1 ( satu ) tahun
100.00% 100.00% 100.00
44
Rasio Pembinaan dan pelayanan administrasi kepegawaian pada BKTK Dinas kesehatan dalam 1 ( satu ) tahun
100.00% 100,00% 100.00
19 Ketersediaan Data dan Informasi
45 Penyediaan Data Pembangunan
LAKIP Dinkes Provinsi Banten Tahun 2014 33
NO SASARAN INDIKATOR KINERJA KINERJA TARGET REALISASI %
URAIAN Pembangunan 20 Rasio Ketersediaan Dokumen Perencanaan, Evaluasi, dan Pelaporan 46
Rasio ketersediaan dokumen perencanaan, penganggaran, evaluasi dan pelapora pembangunan kesehatan 100.00% 100 100.00 21 Ketersediaan Dok Penatausahaan, Pengendalian, dan Evaluasi Laporan Keuangan 47
Rasio ketersediaan dokumen pengelolaan anggaran, aset daerah dan penyusunan laporan keuangan dan aset daerah
100.00% 100 100.00
Jumlah anggaran Rp. 147,787,181,350 Jumlah Realisasi Anggaran Rp. 98,250,497,875
Dari tabel di atas dapat dilihat Capaian Indikator Kinerja Dinas Kesehatan pada Tahun 2014, diantaranya Indikator Kinerja Utama (IKU) yaitu Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) serta Umur Harapan Hidup (UHH) masing-masing masik ke dalam kategori “sangat Baik”.
Selain dapat dilihat jumlah seluruh Indikator Kinerja Mikro yaitu sebanyak 47 (Empat puluh Tujuh) indikator, dengan kategori capaian indikator sangat baik berjumlah 37 (Tiga Puluh Tujuh) indikator, kategoriu Baik sebanyak 5 (Lima) indikator. Kategori sedang sebanyak 0 idikator, kategor buruk sebanyak (Lima) indikato. Dengan rata-rata capaian indikator kinerja sebesar 100% lebih. Hal ini menunjukkan capaian indikator Kenirja Dinas Kesehatan Tahun 2014 termasuk kedalam kategori Sangat Baik, yaitu lebih dari 78%
LAKIP Dinkes Provinsi Banten Tahun 2014 34 BAB IV
PENUTUP
Pada dasarnya Laporan Akuntabilitas Kinerja (LAKIP) merupakan laporan yang memberikan penjelasan mengenai Pencapaian Kinerja Dinas Kesehatan Provinsi Banten selama Tahun 2014. Capaian kinerja (performance results) Tahun 2014 tersebut dibandingkan dengan Penetapan Kinerja (performance agreement) Tahun 2014 sebagai tolok ukur keberhasilan Tahunan organisasi. Analisis atas capaian kinerja terhadap rencana kinerja ini akan memungkinkan diidentifikasikannya sejumlah celah kinerja (performance gap) bagi perbaikan kinerja di masa datang. Sistematika penyajian Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP) Dinas Kesehatan Provinsi Banten Tahun 2014 berpedoman pada Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 Tentang Pedoman Penyusunan Penetapan Kinerja dan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah
Dari Keseluruhan 47 (Empat Puluh Tujuh) Indikator Kinerja rata-rata capaian Indikator Kinerja sebesar 105,05%, dan dapat di kategorikan Sangat Baik, hal ini sekaligus menunjukkan adanya komitmen dari Dinas Kesehatan Provinsi Banten untuk mewujudkan Visi dan Misinya.
Secara umum berdasarkan uraian diatas dapat dikatakan kinerja Dinas Kesehatan Provinsi Banten dengan nilai Sangat Baik, meskipun ada beberapa hal terutama dalam pencapaian sasaran program yang masih perlu di tekan dimasa yang akan datang mendatang.
Selain itu juga di rasakan perlu untuk meningkatkan peran serta stakeholder dalam upaya mendukung program pembangunan kesehatan. Upaya pendekatan lintas program dan lintas sektoral serta pemberdayaan masyarakat dalam rangka mendukung pembangunan bidang kesehatan sangat mempengaruhi berhasil tidaknya suatu pembangunan.
Berdasarkan Inpres Nomor 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Laporan Akuntabilitas Intansi Kinerja (LAKIP) merupakan media pertanggungjawaban Dinas Kessehatan Provinsi Banten dalam
LAKIP Dinkes Provinsi Banten Tahun 2014 35 pelaksanaan program dan kegiatan yang dilakukan. Kami sadar bahwa dalam penyusunan Laporan Akuntabilitas Intansi Kinerja (LAKIP) Dinas kesehatan Provinsi Banten masih banyak kekurangannya. Pada masa mendatang Dinas Kesehatan Provinsi Banten akan menyempurnakan sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, sehingga LAKIP yang disajikan akan lebih dapat menggambarkan akuntabilitas sebagaimana yang diharapkan, dengan demikian upaya diatas diharapkan masyarakat dapat mendapatkan pelayanan kesehatan secara mudah, dengan biaya terjangkau dan berkualitas.
Demikian yang dapat kami susun, semoga LAKIP Dinas Kesehatan Provinsi Banten dapat mendukung dalam penyusunan LAKIP Pemerintah daerah Provinsi Banten.
Serang, Februari 2015 KEPALA DINAS KESEHATAN
PROVINSI BANTEN
Drg. SIGIT WARDOJO, M.Kes Pembina Utama Muda NIP. 19640414 199102 1 006