KEPUTUSAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 146 TAHUN 1998
TENTANG
PENGESAHAN PERSETUJUAN PERDAGANGAN ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DAN PEMERINTAH REPUBLIK SUDAN
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang:
a. bahwa di Khartoum, Sudan, pada tanggal 10 Pebruari 1998 Pemerintah Republik Indonesia telah menandatangani Persetujuan Perdagangan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Sudan, sebagai hasil perundingan antara Delegasi-delegasi Pemerintah Republik
Indonesia dan Pemerintah Republik Sudan;
b. bahwa sehubungan dengan itu, dan sesuai dengan Amanat Presiden Republik Indonesia kepada Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Nomor 2826/HK/1960 tanggal 22 Agustus 1960 tentang
Pembuatan Perjanjian-perjanjian dengan Negara Lain, dipandang perlu untuk mengesahkan Persetujuan tersebut dengan Keputusan Presiden;
Mengingat: Pasal 4 (1) dan Pasal 11 Undang-Undang Dasar 1945; MEMUTUSKAN:
Menetapkan: KEPUTUSAN PRESIDEN TENTANG PENGESAHAN PERSETUJUAN
PERDAGANGAN ANTARA PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA DAN PEMERINTAH REPUBLIK SUDAN.
Pasal 1
Mengesahkan Persetujuan Perdagangan antara Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Sudan, yang telah ditandatangani Pemerintah Republik Indonesia di Khartoum, Sudan, pada tanggal 10 Pebruari 1998, sebagai hasil perundingan antara Delegasi-delegasi Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Sudan yang salinan naskah aslinya dalam bahasa Indonesia, Arab dan Inggeris sebagaimana terlampir pada Keputusan Presiden ini.
Pasal 2
Keputusan Presiden ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan *34107 Keputusan Presiden ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.
Ditetapkan di Jakartapada tanggal 16 September 1998PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA ttdBACHARUDDIN JUSUF HABIBIE
Diundangkan di Jakartapada tanggal 16 September 1998MENTERI NEGARA SEKRETARIS NEGARAREPUBLIK INDONESIA
ttdAKBAR TANDJUNG
LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1998 NOMOR 139
Salinan sesuai dengan aslinyaSEKRETARIAT KABINET RIKepala Biro Hukumdan Perundang-undangan
ttdLambock V. Nahattands --- CATATAN
PERSETUJUAN PERDAGANGANANTARAPEMERINTAH REPUBLIK INDONESIADANPEMERINTAH REPUBLIK SUDAN
Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Sudan, selanjutnya disebut sebagai "Para Pihak pada Persetujuan",
Memperhatikan dengan puas kesuksesan perkembangan hubungan-hubungan perdagangan dan ekonomi, dan
Berkeinginan untuk lebih memperluas dan memperkuat hubungan perdagangan dan ekonomi antara kedua negara atas dasar prinsip persamaan dan saling menguntungkan,
Telah menyetujui sebagai berikut : PASAL 1
Para Pihak pada Persetujuan sesuai dengan hukum dan peraturan perundang-undangan nasional masing-masing negara, harus mengambil segala langkah-langkah untuk memajukan, memudahkan dan mengembangkan kerjasama perdagangan dan ekonomi antara kedua negara untuk jangka panjang dan atas dasar prinsip seimbang.
*34108 PASAL 2
Pada Pihak pada Persetujuan sepakat untuk memberikan perlakuan yang menguntungkan tidak kurang dari pada yang diberikan kepada negara lain. di bidang perdagangan, terutama mengenai peraturan-peraturan dan tatacara pabean, bea masuk dan peraturan-peraturan dalam hal impor dan' ekspor barang-barang/komoditi-komoditi.
PASAL 3
Ketentuan-ketentuan pasal 2, bagaimanapun, tidak berlaku terhadap pemberian ataupun kelanjutan dari pada:
1) Keuntungan-keuntungan dan pengecualian-pengecualian yang diberikan oleh salah satu dari Para Pihak pada Persetujuan kepada negara-negara tetangga dalam rangka kemudahan perdagangan lintas batas,
2) Keuntungan-keuntungan dan pengecualian-pengecualian yang berasal dari suatu uni pabean dan/atau suatu kawasan perdagangan bebas, yang salah satu dari Pihak para Persetujuan adalah anggota atau dapat menjadi anggota.
PASAL 4
Kapal-kapal niaga dari salah satu negara, dengan atau tanpa muatan-muatan didalamnya, sewaktu memasuki, tinggal atau meninggalkan pelabuhan-pelabuhan dari negara lainnya, akan menikmati fasilitas-fasilitas istimewa yang dijamin oleh hukum yang berlaku, ketentuan-ketentuan dan
peraturan-peraturan untuk berlayar dibawah bendera negara ketiga. Prinsip ini bagaimanapun, tidak berlaku terhadap kapal-kapal yang berlayar di daerah wilayah pantai.
PASAL 5
Impor dan ekspor barang dan jasa akan dilakukan sesuai dengan hukum dan peraturan yang berlaku dinegara Para Pihak pada Persetujuan, praktek-praktek perdagangan internasional atas dasar kontrak-kontrak yang akan diputuskan antara individu-individu dan badan hukum dari kedua negara. Para Pihak pada Persetujuan tidak bertanggung jawab atas kewajiban-kewajiban ataupun kerugian-kerugian, pada individu-individu dan badan hukum sebagai akibat dari pada transaksi perdagangan tersebut.
PASAL 6
Semua pembayaran yang timbul dari Perjanjian ini harus dilakukan di dalam mata uang internasional yang bebas dipertukarkan sesuai dengan hukum dan peraturan dimasing-masing Pihak pada Persetujuan.
PASAL 7
1) Para Pihak pada Persetujuan akan mendorong partisipasi pelaku-pelaku ekonomi dalam kegiatan-kegiatan promosi *34109 perdagangan seperti pameran, kunjungan-kunjungan dan seminar-seminar yang diorganisir di kedua negara untuk mengembangkan hubungan-hubungan perdagangan yang saling menguntungkan.
2) Sesuai dengan hukum dan peraturan nasional yang berlaku di kedua negara, Para Pihak pada Persetujuan akan membebaskan, barang-barang dibawah ini dari bea masuk, pajak-pajak dan pungutan lainnya atas barang yang diimpor dan diekspor sebagai berikut :
a) contoh barang dan barang untuk keperluan iklan yang tidak mempunyai nilai komersial.
b) alat dan komponen-komponen yang diimpor untuk dirakit atau diperbaiki, dengan syarat alat-alat ataupun komponen tadi dire-ekspor.
c) barang-barang untuk keperluan pameran baik yang bersifat tetap maupun sementara, dengan syarat barang-barang tersebut dire-ekspor.
Para Pihak pada Persetujuan harus saling memberikan perlindungan atas kekayaan intelektual sesuai dengan aspek-aspek Hak-Hak Atas Kekayaan Intelektual yang berkaitan dengan Perjanjian mengenai Perdagangan. Perjanjian tersebut menjadi bagian tak terpisahkan dari perjanjian akhir yang merangkum hasil perundingan-perundingan Perdagangan Multilateral dalam Putaran Uruguay, yang telah ditandatangani di Marrakesh pada tanggal 15 April 1994.
PASAL 9
Setiap perselisihan diantara Para Pihak pada Persetujuan mengenai penafsiran dan pelaksanaan Persetujuan ini harus diselesaikan secara bersahabat oleh kedua Pihak pada Persetujuan melalui saluran diplomatik.
PASAL 10
Persetujuan ini mulai berlaku pada tanggal pemberitahuan terakhir dimana Para Pihak pada Persetujuan saling memberitahukan bahwa persyaratan konstitusional untuk berlakunya Persetujuan ini telah dipenuhi. Persetujuan ini berlaku untuk jangka waktu 5 (lima) tahun. Kecuali salah satu Pihak pada Persetujuan telah memberitahukan secara tertulis kepada Pihak lainnya mengenai keinginannya untuk mengakhiri Persetujuan ini 6 (enam) bulan sebelum berakhirnya jangka waktu 5 (lima) tahun tersebut, Persetujuan harus dianggap secara otomatis diperpanjang untuk jangka waktu 1 (satu) tahun berikutnya dan sesudahnya, dengan prosedur yang sama mengenai pengakhiran Persetujuan, setiap 1 (satu) tahun secara berturut-turut.
Persetujuan ini dapat dirubah atau diakhiri dengan persetujuan bersama dari Para Pihak pada Persetujuan. Perubahan atau pengakhiran Persetujuan ini tidak akan *34110 mempengaruhi keabsahan kontrak-kontrak yang telah dadakan antara individu-individu dan badan hukum dari kedua negara.
SEBAGAI BUKTI, yang bertandatangan dibawah ini, yang diberi kuasa oleh Pemerintah masing-masing, telah menandatangani Persetujuan ini.
DIBUAT di Khartoum pada tanggal 1O Pebruari 1998 dalam rangkap dua dalam bahasa Indonesia, Arab dan Inggeris, semua naskah mempunyai kekuatan hukum yang sama. Apabila terdapat perbedaan penafsiran atas Persetujuan ini, maka naskah bahasa Inggeris yang berlaku. UNTUK PEMERINTAHREPUBLIK INDONESIA
ttd
SOEMADI M. BROTODININGRATDirektur JenderalHubungan Ekonomi Luar NegeriDepartemen Luar Negeri.
UNTUK PEMERINTAHREPUBLIK SUDANttd
NOURI KHALEELDirektur JenderalKerjasama InternasionalKementerian Hubungan Luar Negeri TABULAR OR GRAPHIC MATERIAL SET AT THIS POINT IS NOT DISPLAYED.
TABULAR OR GRAPHIC MATERIAL SET AT THIS POINT IS NOT DISPLAYED. TABULAR OR GRAPHIC MATERIAL SET AT THIS POINT IS NOT DISPLAYED. TABULAR OR GRAPHIC MATERIAL SET AT THIS POINT IS NOT DISPLAYED. TABULAR OR GRAPHIC MATERIAL SET AT THIS POINT IS NOT DISPLAYED.
TRADE AGREEMENTBETWEENTHE GOVERNMENT OF THE REPUBLIC OF INDONESIA ANDTHE GOVERNMENT OF THE REPUBLIC OF THE SUDAN
The Government of the Republic of Indonesia and the Government of the Republic of the Sudan, hereinafter referred to as "the Contracting Parties",
Noting With satisfaction economic relations, and the successful development of trade and
Being desirous for further expansion and strengthening of trade and economic relations between the two countries on *34111 the basis of equality and mutual benefit,
Have agreed as follows : ARTICLE I
The Contracting Parties shall in accordance with their national laws and regulations take all
appropriate measures to promote, facilitate and develop economic and trade co-operation between the two countries on a long term and stable basis.
ARTICLE 2
The Contracting Parties agree to accord to each other no less favorable treatment than that accorded to any other country in matters of trade, particularly as regard customs rules and formalities, custom duties and regulations governing the importation and exportation of goods/commodities.
ARTICLE 3
The provision of article 2, however, shall not apply to the grant or continuance of any:
1) advantages and preferences provided by either Contracting Party to the neighbouring countries for the purpose of facilitating frontier trade,
2) advantages and preferences resulting from a customs union and/or free trade zone, to which any of the contracting parties is/or may become a party.
ARTICLE 4
Merchant ships of either country, with or without cargoes therein, will, while entering, staying-in or leaving the ports of the other country, enjoy the most favoured facilities granted by their laws, rules and regulations to ships under third countries flags, its principle shall not, however, apply to ships engaged in coastal navigations.
ARTICLE 5
The import and export of goods and services shall be carried out in accordance with the laws and regulations in force of the Contracting Parties, international trade practices based on contracts to be concluded between the natural and juridical persons of both countries. Neither of the Contracting Parties shall be responsible for liabilities or damages of natural and juridical persons, which results from such commercial transactions.
ARTICLE 6
All payments arising under this Agreement shall be made in freely-convertible international
currencies in accordance with the laws and regulations in either country unless otherwise specifically agreed upon between the Contracting *34112 Parties.
ARTICLE 7
1) The Contracting Parties shall encourage the participation of its economic entities in trade promotional events such as exhibitions, missions and seminars organized in both countries in the interest of developing mutual trade relations.
2) The Contracting Parties shall exempt, in accordance with the national laws and regulations in force of both countries, the following goods from duties, taxes and other dues upon their importation and exportation:
a) samples and advertising materials of no commercial value,
b) tools and components imported for assembly or repair purposes, provided that such tools and components are re-exported,
c) goods for permanent and temporary fairs and exhibitions provided that such goods are re-exported.
ARTICLE 8
The Contracting Parties shall provide each other intellectual property protection, in accordance with the Agreement on Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights which forms an integral part of the Final Act Embodying the Results of the Uruguay Round of Multilateral Trade Negotiations signed in Marrakesh on 15 April 1994,
ARTICLE 9
Any dispute between the Contracting Parties on the interpretation or implementation of this Agreement shall be settled amicably by both Contracting Parties through Diplomatic Channels. ARTICLE 10
This Agreement shall enter into force on the date of last notification by which the Contracting Parties notify each other that their constitutional requirements for the entry into force of this Agreement have been fulfilled It shall be valid for a period of five years.
Unless either Contracting Party has notified the other in writing about its intention to terminate the present Agreement six months prior to the expiration of the aforesaid period of five years, it shall be considered as automatically extended for another year and thereafter, subject to the same
procedure with respect to its terminations, for further successive-periods of one year each. This Agreement may be revised or terminated by mutual consent of the Contracting Parties. The revision or *34113 termination of this Agreement shall not affect the validity of the contracts already concluded between the natural and juridical persons of the two countries.
IN WITNESS WHEREOF, the undersigned, duly authorized thereto by their respective Governments, have signed this Agreement.
DONE at Khartoum on this 10th day of February 1998 in duplicate in the Indonesian, Arabic and English languages, all texts being equally authentic. In case of any divergence of interpretation about this Agreement, the English text shall prevail.
FOR THE GOVERNMENT OFTHE REPUBLIC OF INDONESIA signed
SOEMADI D.M. BROTODININGRATDirector GeneralEconomic Foreign RelationsDepartment for Foreign Affairs
FOR THE GOVERNMENT OFTHE REPUBLIC OF THE SUDAN signed