• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH CITRA MEREK, LABEL HALAL, DAN BEAUTY VLOGGER TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KOSMETIK WARDAH DI MEGA REGENCY

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH CITRA MEREK, LABEL HALAL, DAN BEAUTY VLOGGER TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KOSMETIK WARDAH DI MEGA REGENCY"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1

PENGARUH CITRA MEREK, LABEL HALAL, DAN BEAUTY

VLOGGER TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KOSMETIK

WARDAH DI MEGA REGENCY

Siti Nur Alviah

1

, Kuwat Riyanto

2

Prodi Manajemen, Universitas Pelita Bangsa

Email :

[email protected]

1

;

[email protected]

2

ABSTRAK

Penelitian ini dilakukan untuk menguji pengaruh citra merek, label halal, dan beauty vlogger

terhadap keutusan pembelian. Populasi dalam penelitian ini adalah pengguna kosmetik Wardah

Mega Regency. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah nonprobability sampling

yaitu dengan rumus slovin. Sampel dalam penelitian ini adalah 105 orang yang sudah penah

menggunakan kosmetik Wardah di Mega Regency. Dalam penelitian ini menggunakan Uji

Validitas dan Reliabilitas, Uji Asumsi Klasik, Uji Koefisien Determinasi, Uji Regresi Linear

Sederhana dan Uji T. Data diolah dengan aplikasi SPSS 25.

Hasil uji hipotesis menyatakan variabel citra merek, label halal, dan beauty vlogger secara

parsial berpengaruh signifikan dan positif terhadap variabel keputusan pembelian. Artinya 3

hipotesa dalam penelitian ini diterima.

Kata kunci : Citra Merek, Label Halal, Beauty Vlogger, Keputusan Pembelian

PENDAHULUAN

Perkembangan produk kosmetik di Indonesia akhir-akhir ini berkembang dengan pesat. Melihat fenomena yang sedang terjadi saat ini, khususnya wanita yang cenderung ingin selalu mempercantik diri dengan memakai berbagai macam produk kosmetik. Konsumen biasanya memilih produk dengan merek yang sudah di kenal baik oleh masyarakat. Produk lokal yang terus berinovasi untuk bisa bersaing dan menjadi merek penyedia kosmetik terbaik salah satunya adalah kosmetik Wardah (www.compas.co.id 2021).

Peneliti mempunyai ketertarikan untuk meneliti kosmetik Wardah karena Wardah memiliki keunikan dengan warna yang simpel, elegan , dan mudah diingat disetiap produknya, selain itu kosmetik merek Wardah sudah dianggap sebagai salah satu pionir untuk produk kecantikan halal di Indonesia dengan meraih total penjualan sebesar Rp 13,4 Miliar di Marketplace hanya dalam 2 minggu (www.compas.co.id 2021). Target penjualan Wardah sendiri untuk remaja dan wanita dewasa yang masih gemar makeup dan belajar makeup yang berusia 15-30 tahun. Wardah sendiri memudahkan konsumen untuk membeli produk yang dijualnya, Wardah sudah bekerjasama dengan lokasi yang ramai dikunjungi antara salin adalah Mega Regency. Peran beauty vlogger

terhadap tren kosmetik juga cukup besar, membuat masyarakat percaya apa yang dikatakan beauty

vlogger, Wardah kerap menggandeng beauty vlogger untuk membahas produk miliknya agar

penjualan mengalami peningkatan (www.Swa.co.id 2019)

Berikut merupakan data penjualan kosmetik Wardah dengan kosmetik lainnya, berdasasarkan Top 5

Make Up product :

Table 1. Penjualan Kosmetik Wardah No Produk Tingkat Penjualan

1 Wardah 60,18% 2 Maybeline 44,34% 3 Revlon 30,32% 4 NYX 22,17% 5 Viva 21,27% Sumber : www.waralabakosmetik.com 2018

Berdasarkan tabel diatas persaingan ini yang membuat para pelaku bisnis mengeluarkan segala kemampuan dan kreatifitas yang dimiliki agar dapat bersaing dipasar. Dalam menjalankan bisnisnya podusen kosmetik Wardah harus selalu siap dengan adanya perubahan keiginan masyarakat, dengan banyaknya pesaing dibidang yang sejenis dengan produk berbeda dan terbaru. Produsen kosmetik Wardah dituntut untuk peka terhadap perubahan yang terjadi untuk memenuhi

(2)

2 permintaan konsumen yang perlu diperhatikan

dalam persaingan ini terdapat tiga hal yang berpengaruh pada penjualan yaitu citra merek, label halal dan beauty vlogger yang akan menarik minat pembelian untuk menentukan keputusan pembelian membentuk maksud untuk membeli merek yang paling disukai (Philip Kotler dan Kevin Lane Keller 2009:188 dalam buku Manajemen Pemasaran Edisi ketiga belas, Jilid 1)

Keputusan pembelian suatu proses penyelesaian yang terdiri dari menganalisa atau pengenalan kebutuhan dan keinginan, pencarian informasi, penelitian sumber-sumber seleksi terhadap alternatif pembelian, keputusan pembelian dan perilaku setelah pembelian (Olson dalam Sangadji, 2013: 332). Keputusan pembelian adalah keputusan dalam memilih tindakan dari beberapa alternatif dalam membeli produk dan jasa yang akan dikonsumsi (Hasan 2013;181)

Tolak ukur yang sering menjadi pertimbangan keputusan pembelian yaitu citra merek, citra merek yang baik harus diperkenalkan kepada konsumen terus menerus sehingga membentuk memori yang melekat padanya( Lau & Phau 2007, dalam Amron 2018) Citra merupakan persepsi yang relatif konsisten dalam jangka waktu yang cukup panjang, sehinga tidaklah mudah untuk membentuk suatu citra, bila citra sekali terbentuk akan sulit untuk mengubahnya. Sekumpulan asosiasi merek yang terbentuk di benak konsumen. (Rangkuti 2002 dalam Ong dan Sugiharto 2013).

Label berhubungan erat dengan pemasaran. Label merupakan media penyampaian informasi produk pada konsumen. Pencantuman label halal bertujuan agar konsumen mendapatkan perlindungan kehalalan dan kenyamanan atas pemakaian produk tersebut (Yuswohady, 2015 : 23) Label halal dapat dicantumkan ketika produsen memiliki sertifikasi halal atas produknya yang telah diuji. Sertifikasi halal yang dikeluarkan LPPOMMUI menyatakan kehalalan suatu produk sesuai dengan syariat Islam serta ketentuan dengan setiap prosedurnya, yang dimaksud dengan produk halal yang memenuhi syarat kehalalan sesuai syariat Islam yaitu produk pangan, obat, kosmetik dan produk lainnya yang tidak mengandung bahan haram (Sucipto, 2010)

Pembelian kosmetik biasanya terjadi karena banyaknya beauty vlogger

memperkenalkan saat memakai dan mereview

beauty vlogger memakai produk kosmetik

tersebut. Beauty Vlogger adalah seseorang yang membuat serta mengunggah sesuatu untu di pamerkan tentang kecantikan, kecantikan disini dapat diartikan dengan apa yang digunakan berkaitan dengan skincare, makeup, atau alat kecantikan lainnya oleh vlogger (Widodo dan Mawardi, 2017:64)

Berdasakan latar belakang di atas saya sebagai penulis tertarik untuk melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Citra Merek, Label halal, dan Beauty Vlogger terhadap keputusan pembelian kosmetik Wardah Di Mega Regency”

TINJAUAN PUSTAKA DAN HIPOTESIS

Pengertian Keputusan Pembelian

Keputusan pembelian adalah keputusan dalam memilih tindakan dari beberapa alternatif dalam membeli produk dan jasa yang akan dikonsumsi (Hasan 2013;181 dalam Syafrida). Keputusan pembelian merupakan bagian dari perilaku kosumen tentang bagaimana individu, kelompok dan organisasi memilih membeli, menggunakan dan bagaimana barang dan jasa memuaskan kebutuhan dan keinginan mereka (Kotler dan Keller, 2016 dalam Bheben 2020 ) Pengertian Citra Merek

Citra merupakan persepsi yang relatif konsisten dalam jangka waktu panjang, sehingga tidak mudah untuk membentuk citra sekumpulan asosiasi merek yang terbentuk di benak konsumen (Rangkuti 2002 dalam Ong dan Sugiharto 2013). Merek (brand) adalah sebuah nama, istilah, tanda, lambing atau desain atau kombinasi semua ini yang menunjukkan identitas pembuat atau penjual produk atau jasa (Philip Kotler dan Gary Armstrong 2016:275 dalam buku Prinsip-prinsip Pemasaran Edisi ke-12 jilid 1).

Pengertian Label Halal

Label merupakan media penyampaian informasi produk pada konsumen. Pencantuman label halal bertujuan agar konsumen mendapatkan perlindungan kehalalan dan kenyamanan atas pemakaian produk tersebut (Yuswohady, 2015;23 dalam Syafrida 2016). Produk yang tidak mempunyai label halal pada kemasannya dianggap blum mempunyai persetujuan dari LPPOM-MUI sehingga produk masih diragukan kehalalannya dan membuat konsumen Muslim ragu dalam melakukan keputusan pembelian (Mahwiyah, 2010 dalam Vivi 2019)

Pengetian Beauty Vlogger

Beauty Vlogger adalah seseorang yang

membuat serta mengunggah tentang kecantikan, kecantikan disini diartikan dengan apa yang digunakan berkaitan dengan skincare, makeup, atau alat kecantikan lainnya oleh vlogger (Widodo dan Mawardi, 2017:64 dalam Rumondang 2018). Perilaku pembelian konsumen sangat dipengaruhi oleh beauty vlogger yang termasuk kedalam konsep kelompok referensi, hal ini mendorong brand kecantikan melihat peluang beauty vlogger

berpotensi sebagai salah satu media promosi yang cukup (Ananda dan Wandebori, 2016;226 dalam Reni Masruroh 2020).

(3)

3

Hipotesis Penelitian

H1 : Diduga citra merek secara parsial berpengaruh signifikat terhadap keputusan pembelian

H2 : Diduga label halal secara parsial berpengaruh signifikat terhadap keputusan pembelian

H3 : Diduga beauty vlogger secara parsial berpengaruh signifikat terhadap keputusan pembelian

Gambar 1. Model Penelitian

METODE PENELITIAN

Populasi dan Sampel

Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pembeli kosmetik Wardah di Mega Regency yang populasinya takterbatas. Karena keterbatasan waktu, tempat dan dana peneliti hanya mengambil populasi sebesar 140. Pengambilan sampel penelitian ini menggunakan rumus slovin dengan margin 0,5 dengan teknik nonprobability sampling yaitu teknik pengambilan sampel yang tidak memberi peluang atau kesempatan sama bagi setiap unsur atau anggota populasi untuk dipilih menjadi sampel. Metode nonprobability sampling yang digunakan adalah teknik purposive sampling, dengan jumlah populasi 140, dan 105 responden. Tabel 2. Oprasional Variabel

Variabel Indikator Instrumen Citra Merek Atribut Kuisioner

Manfaat Nilai Kepercayaan

Label Halal Pengetahuan Kuisioner Kepercayaan Penilaian Beauty Vlogger Kepercayaan Kuisioner Daya Tarik Keahlian Keputusan Pembelian Pengenalan Masalah Kuisioner Evaluasi Alternatif Pencarian Informasi Keputusan Pembelian Perilaku Pasca Pembelian

Sumber : data diolah peneliti 2021

Kuisioner terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama adalah pernyataan penyaring. Bagian kedua adalah pernyataan inti terkait variabel penelitian dalam bentuk skala likert 1 sampai 5 yang terdiri dari 4 variabel dan total 19 pernyataan. Pernyataan skala likert membagi pilihan dari sangat tidak setuju, tidak setuju, netral, setuju, sangat setuju. Bagian ketiga terdiri dari data demografi responden. pernyataan demografi mengetahui gambaran umum responden terkait, jenis kelamin, umur, pendidikan, pekerjaan, dan pendapatan.

PEMBAHASAN

Uji Validitas

Uji validitas dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung (Kolom Corrected Item-Total Correlation) dengan r tabel (harus lihat tabel r) dimana butir pernyataan valid apabila nilai korelasi (Kolom Corrected Item-Total Correlation) > 0,191. Dengan ketentuan bahwa R hitung dari setiap variabel memiliki nilai lebih besar dari R tabel, maka dapat dikatakan bahwa semua variabel penelitian dinyatakan telah valid. (Sugiyono 2016:177)

Tabel 3. Hasil Uji Validitas Citra Merek

Kuisioner R Hitung R Tabel Keterangan

CM.1 ,316 0,191 VALID

CM.2 ,666 0,191 VALID

CM.3 ,595 0,191 VALID

CM.4 ,565 0,191 VALID

CM.5 ,413 0,191 VALID

Sumber : Data Penelitian SPSS 25,2021

Dari hasil Uji Validitas variabel Citra Merek (X1) dalam tabel diatas menunjukkan hasil rhitung > rtabel pada setiap instrumen kuisioner. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa semua pernyataan dalam variabel Citra Merek adalah valid dan bisa digunakan untuk penelitian.

Tabel 4. Hasil Uji Validitas Label Halal

Kuisioner R Hitung R Tabel Keterangan

LH.1 ,545 0,191 VALID

LH.2 ,490 0,191 VALID

LH.3 ,543 0,191 VALID

LH.4 ,603 0,191 VALID

Sumber : Data Penelitian SPSS 25,2021

Citra merek (X1) Label Halal (X2) Keputusan Pembelian (Y) H1 H2 H3 Beauty Vlogger (X3)

(4)

4 Dari hasil Uji Validitas variabel Label Halal

(X2) dalam tabel diatas menunjukkan hasil rhitung > rtabel pada setiap instrumen kuisioner. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa semua pernyataan dalam variabel Label Halal adalah valid dan bisa digunakan untuk penelitian.

Tabel 5. Hasil Uji Validitas Beauty Vlogger Kuisioner R Hitung R Tabel Keterangan

BV.1 ,667 0,191 VALID

BV.2 ,681 0,191 VALID

BV.3 ,615 0,191 VALID

BV.4 ,613 0,191 VALID

BV.5 ,566 0,191 VALID

Sumber : Data Penelitian SPSS 25,2021

Dari hasil Uji Validitas variabel Beauty

Vlogger (X3) dalam tabel diatas menunjukkan hasil

rhitung > rtabel pada setiap instrumen kuisioner. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa semua pernyataan dalam variabel Beauty Vlogger adalah valid dan bisa digunakan untuk penelitian.

Tabel 6. Hasil Uji Validitas Keputusan Pembelian Kuisioner R Hitung R Tabel Keterangan

KP.1 ,571 0,191 VALID

KP.2 ,474 0,191 VALID

KP.3 ,498 0,191 VALID

KP.4 ,628 0,191 VALID

KP.5 ,648 0,191 VALID

Sumber : Data Penelitian SPSS 25,2021

Dari hasil Uji Validitas variabel Keputusan Pembelian (Y) dalam tabel diatas menunjukkan hasil rhitung > rtabel pada setiap instrumen kuisioner. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa semua pernyataan dalam variabel Keputusan Pembelian adalah valid dan bisa digunakan untuk penelitian. Uji Reliabilitas

Reliabilitas adalah indeks yang menunjukkan sejauhmana suatu alat pengukur (daftar pernyataan) dapat dipercaya atau dapat diandalkan. Uji reliabilitas dilakukan terhadap keseluruhan butir pernyataan yang telah valid. Uji reliabilitas dilakukan dengan metode Cronbach’s Alpha. Reliabilias terpenuhi jika nilai Cronbach’s Alpha > 0,6 (Nunnally dalam Mulyanto dan Wulandari, 2010: 126).

Tabel 7. Hasil Uji Reliabilitas X1, X2, X3, Y

Variabel Cronbach’s

Alpha Keterangan

Citra Merek 0,745 RELIABEL

Label Halal 0,745 RELIABEL

Beauty Vlogger 0,830 RELIABEL

Keputusan Pembelian

0,785 RELIABEL

Sumber : Data Penelitian, SPSS 25, 2021

Berdasarkan hasil dari tabel diatas bisa disimpulkan bahwa semua instrumen setiap varianel

dapat dinyatakan telah reliabel, terbukti dengan nilai Cronbach’s Alpha > 0,60.

Uji Normalitas

Uji Normalitas yaitu dilakukan untuk menguji apakaj pada suatu model egresi, suatu variabel idependen dan dependen ataupun juga keduanya mempunyai distribusi normal/tidak normal jika suatu variabel tidak berdistribusi secara normal maka hasil uji statistik akan mengalami penurunan (Ghozali 2016;154). Jika angka signifikasi komolgorov-smirnov sig > 0,05 maka menunjukan bahwa data berdistribusi normal. Tabel 8. Hasil Uji Normalitas

Unstandardized Residual N 105 Normal Parametersa,b Mean ,0000000 Std. Deviation 1,36880893 Most Extreme Differences Absolute ,080 Positive ,037 Negative -,080 Test Statistic ,080

Asymp. Sig. (2-tailed) ,093c

Sumber : Data Penelitian SPSS 25,2021

Berdasarkan data tabel diatas, uji normalitas yang dilakukan dengan menggunakan One-Sample Kologorov-Smirnov Z diperoleh nilai asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,093 dan berarti lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa nilai residual berdistribusi normal.

Uji Multikolinearitas

Uji Multikolinearitas digunakan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi yang tinggi antar variabel indipenden. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi yang tinggi di antara variabel bebas. Metode pengujian yang biasa digunakan yaitu dengan inflation factor (VIF) dan tolerance pada model regres. Jika VIF ≥10 dan Tolerance value ≤ 0,10 maka terjadi gejala multikolinearitas. Sebaliknya, jika VIF ≤ 10 dan Tolerance value ≥ 0,10 maka model regresi terbebas dari multikolinearitas

.

Tabel 9. Hasil Uji Multikolonearitas Coeffecientsa

Model Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant)

Citra Merek ,457 2,188 Label Halal ,544 1,837

Beauty Vlogger ,462 2,164

Sumber : Data Penelitian SPSS 25,2021

Berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa nilai Tolerance dari semua variabel lebih dari 0,10

(5)

5 dan nilai Variance Inflation Factor (VIF) kurang dari

10. Maka dapat disimpulkan bahwa model regresi terbebas dari multikolinearitas dan dapat digunakan dalam penelitian.

Uji Heteroskedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residu suatu pengamatan ke pengamatan lain. Jika variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka di sebut Homoskedastisitas dan jika berbeda disebut Heteroskedastisitas

Gambar 2. Hasil Uji Heteroskedastisitas

Sumber : Data Penelitian SPSS 25,2021

Berdasarkan gambar diatas dapat dilihat bahwa titik-titik pada diagram scatter plot tersebar secara acak di atas dan di bawah titik 0 dan tidak membentuk pola tertentu seperti segitiga, segiempat, lengkung yang beraturan dan sebagainya maka dapat disimpulkan uji asumsi ini tidak terjadi heteroskedastisitas.

Uji Autokorelasi

Uji autokorelasi bertujuan untuk menguji dalam satu model regresi linier pada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t dengan mesalahan pada periode t-1 (sebelumnya). Jika terjadi korelasi maka dinakana ada problem autokorelasi. 1.65 < DW < 2.35 = tidak terjadi autokorelasi .

Tabel 10. Uji Autokorelasi Model Summaryb Mode R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 ,798a ,637 ,627 1,389 1,941 a. Predictors: (Constant), Beauty Vlogger, Label Halal, Citra

Merek

b. Dependent Variable: Keputusan Pembelian

Sumber : Data Penelitian SPSS 25,2021

Nilai Durbin-Watson hasil perhitungan sebesar DW = 1,941. Berdasar kategori yang telah ada, nilai DW termasuk dalam range 1.65 < DW(1,941) < 2.35 yang berarti tidak terjadi autokorelasi.

Uji Regresi Sederhana

Uji Regresi Linear Sederhana dilakukan untuk menguji pengaruh satu variabel bebas (X)

terhadap variabel terikat (Y). Berikut ini hasil pengolahan data menggunakan SPSS 25 secara parsial antara variabel bebas dan variabel terikat. Tabel 11. Uji Regresi Sedehana Citra Merek

Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model B Std. Error Beta T Sig. 1 (Constant) 5,422 1,783 3,041 ,003 Citra Merek ,735 ,079 ,675 9,296 ,000 a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian

Sumber : Data Penelitian SPSS 25,2021 Jadi persamaan regresinya sebagai berikut : Y = 5,422+ 0,735X

Konstanta sebesar 5,422 merupakan angka konstan yang artinya jika Citra Merek nilainya 0,735 maka Keputusan Pembelian nilainya sebesar 5,422. Koefisien regresi variabel Citra Merek sebesar 0,735 artinya jika nilai variabel Citra Merek mengalami kenaikan satu satuan, maka Keputusan Pembelian akan mengalami peningkatan sebesar 0,735 satuan. Tabel 12. Uji Regresi Sedehana Label Halal

Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model B Std. Error Beta T Sig. 1 (Constant) 8,188 1,843 4,443 ,000 Label Halal ,757 ,101 ,594 7,488 ,000 a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian

Sumber : Data Penelitian SPSS 25,2021 Y = 8,188+ 0,757X

Konstanta sebesar 8,188 merupakan angka konstan yang artinya jika Label Halal nilainya 0,757 maka Keputusan Pembelian nilainya sebesar 8,188. Koefisien regresi variabel Label Halal sebesar 0,757 artinya jika nilai variabel Label Halal mengalami kenaikan satu satuan, maka Keputusan Pembelian akan mengalami peningkatan sebesar 0,757 satuan. Tabel 13. Uji Regresi Sedehana Beauty Vlogger

Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model B Std. Error Beta T Sig. 1 (Constant) 7,277 1,210 6,015 ,000 Beauty Vlogger ,681 ,056 ,769 12,191 ,000 a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian

Sumber : Data Penelitian SPSS 25,2021 Y = 7,277+ 0,681X

Konstanta sebesar 7,277 merupakan angka konstan yang artinya jika Beauty Vlogger nilainya 0,681 maka Keputusan Pembelian nilainya sebesar 7,277. Koefisien regresi variabel Beauty Vloger sebesar 0,681 artinya jika nilai variabel Beauty

Vloger mengalami kenaikan satu satuan, maka

Keputusan Pembelian akan mengalami peningkatan sebesar 0,681 satuan.

(6)

6 Koefisien Determinasi

Uji determinasi berdanda atau R-square merupakan alat ukur untuk melihat besarnya pengaruh anatar variabela independen citra merek, label halal, beauty vlogger terhadap variabel dependen keputusan pembelian (Ghozali 2011). Nilai yang mendekati 1 (satu) berarti variabel– variable independent memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variable dependen

Tabel 14. Uji Koefisien Determinasi Citra Merek

a. Predictors: (Constant), Citra Merek b. Dependent Variable: Keputusan Pembelian

Sumber : Data Penelitian SPSS 25,2021

Dari output tabel diatas diperoleh nilai R Square atau koefisien determinasi sebesar 0,456 memiliki arti bahwa pengaruh variabel bebas Citra Merek terhadap variabel terikat yaitu Keputusan Pembelian adalah sebesar 45,6 % dan sisanya sebesar 54,4 % dipengaruhi variabel lain diluar variabel Citra Merek.

Tabel 15. Uji Koefisien Determinasi Label Halal

a. Predictors: (Constant), Label Halal b. Dependent Variable: Keputusan Pembelian

Sumber : Data Penelitian SPSS 25,2021

Dari output tabel diatas diperoleh nilai R Square atau koefisien determinasi sebesar 0,352 memiliki arti bahwa pengaruh variabel bebas Label Halal terhadap variabel terikat yaitu Keputusan Pembelian adalah sebesar 35,2% dan sisanya sebesar 64,8% dipengaruhi variabel lain diluar variabel Label Halal.

Tabel 16. Uji Koefisien Determinasi Beauty Vlogger

a. Predictors: (Constant), Beauty Vlogger b. Dependent Variable: Keputusan Pembelian

Sumber : Data Penelitian SPSS 25,2021

Dari output tabel diatas diperoleh nilai R Square atau koefisien determinasi sebesar 0,591 memiliki arti bahwa pengaruh variabel bebas

Beauty Vlogger terhadap variabel terikat yaitu

Keputusan Pembelian adalah sebesar 59,1% dan sisanya sebesar 40,9% dipengaruhi variabel lain diluar variabel Beauty Vlogger.

Uji T

Uji t pada dasarnya menunjukan seberapa jauh pengaruh satu variabel indpenden terhadap variabel dependen dengan menghadap variabel independen lainnya konstan(Ghozali, 2011). Uji t digunakan untuk memperoleh pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Adapun variabel independen citra merek, label halal, beauty

vlogger.

Tabel 17. Uji T (Parsial) Citra Merek Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model B Std. Error Beta T Sig. 1 (Constant) 5,422 1,783 3,041 ,003 Citra Merek ,735 ,079 ,675 9,296 ,000 a. Dependent Variable: Keputusan Pembelian

Sumber : Data Penelitian SPSS 25,2021

Dari hasil tabel diatas didapat nilai T Hitung > T Tabel sebesar 9,296 > 1,983 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa H1 diterima, hal ini berarti citra merek berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelin kosmetik Wardah di Mega Regency.

Tabel 18. Uji T (Parsial) Label Halal Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model B Std. Error Beta T Sig. 1 (Constant) 8,188 1,843 4,443 ,000 Label Halal ,757 ,101 ,594 7,488 ,000 b. Dependent Variable: Keputusan Pembelian

Sumber : Data Penelitian SPSS 25,2021

Dari hasil tabel diatas didapat nilai T Hitung > T Tabel sebesar 7,488 > 1,983 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa H2 diterima, hal ini berarti Label Halal berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelin kosmetik Wardah di Mega Regency.

Tabel 19. Uji T (Parsial) Beauty Vlogger Coefficientsa Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients Model B Std. Error Beta T Sig. 1 (Constant) 7,277 1,210 6,015 ,000 Beauty Vlogger ,681 ,056 ,769 12,191 ,000 b. Dependent Variable: Keputusan Pembelian

Sumber : Data Penelitian SPSS 25,2021

Dari hasil tabel diatas didapat nilai T Hitung > T Tabel sebesar 12,191 > 1,983 dengan tingkat signifikansi sebesar 0,000 < 0,05 maka dapat disimpulkan bahwa H3 diterima, hal ini berarti

Beauty Vlogger berpengaruh secara signifikan

terhadap keputusan pembelin kosmetik Wardah di Mega Regency. Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 ,675a ,456 ,451 1,684 Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 ,594a ,352 ,346 1,838 Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 ,769a ,591 ,587 1,461

(7)

7

PEMBAHASAN

1. Pengaruh Citra Merek Terhadap Keputusan Pembelian

Dari hasil penelitian ini bisa dijelaskan bahwa Citra Merek dan Keputusan Pembelian ada hubungan atau korelasi yaitu sebesar 0,735. Dengan adanya korelasi tersebut Citra Merek mempunyai pengaruh terhadap Keputusan Pembelian yang ditunjukkan dengan R Square yaitu sebesar 45,6%. Variabel Citra Merek dinyatakan memiliki pengaruh positif terhadap variabel Keputusan Pembelian, ditunjukan dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,735. Hipotesis pada penelitian dapat diterima dengan hasil statistik uji t untuk variabel Citra Merek hasil nilai signifikansi sebesar 0,000 nilai ini lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05) dan hasil dari t hitung lebih besar dari t tabel yaitu 9,296 > 1,983. Nilai thitung positif menunjukan bahwa variabel X1 mempunyai hubungan yang searah dengan Y. Maka kesimpulannya H1 diterima yang artinya bahwa Citra Merek berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian Kosmetik Wardah di Mega Regency.

Hasil penelitian ini juga sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Amron Amron dalam artikel yang berjudul The Influence of Brand Image, Brand Trust, Product Quality, and Price on the Consumer’s Buying Decision of MPV Cars terbit dijurnal European Scientific Journal May 2018 edition Vol.14, No.13 ISSN: 1857 – 7881 (Print) e - ISSN 1857- 7431 Doi: 10.19044/esj.2018.v14n13p228 menghasilkan kesimpulan bahwa penelitian ini bertujuan untuk menguji model keputusan pembelian konsumen secara komprehensif dengan mengambil objek MPV mobil konsumen dengan situs penelitian di Bandung, Indonesia. Penelitian ini melibatkan empat variabel independen citra merek, kepercayaan merek, kualitas produk, dan harga, dan keputusan pembelian adalah variabel dependen. Meskipun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa keempat variabel independen mampu mempengaruhi keputusan konsumen, tapi mengejutkan variabel harga memiliki efek yang besar dan tingkat signifikansi yang lebih baik dibandingkan dengan variabel lain dalam mempengaruhi keputusan pembelian konsumen mobil MPV.

2. Pengaruh Label Halal Terhadap Keputusan Pembelian

Dari hasil penelitian ini bisa dijelaskan bahwa Label Halal dan Keputusan Pembelian ada hubungan atau korelasi yaitu sebesar 0,757. Dengan adanya korelasi tersebut Label Halal mempunyai pengaruh terhadap Keputusan Pembelian yang ditunjukkan dengan R Square yaitu sebesar 35,2%. Variabel Label Halal dinyatakan memiliki pengaruh positif terhadap variabel Keputusan Pembelian, ditunjukan dengan nilai koefisien regresi sebesar

0,757. Hipotesis pada penelitian dapat diterima dengan hasil statistik uji t untuk variabel Label Halal hasil nilai signifikansi sebesar 0,000 nilai ini lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05) dan hasil dari t hitung lebih besar dari t tabel yaitu 7,488 > 1,983. Nilai thitung positif menunjukan bahwa variabel X2 mempunyai hubungan yang searah dengan Y. Maka kesimpulannya H2 diterima yang artinya bahwa Label Halal berpengaruh positif dan signifikan terhadap Keputusan Pembelian Kosmetik Wardah di Mega Regency.

Hasil penelitian ini juga sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Syafrida Hafni Sahir, Atika Ramdahni, Eka Dewi Setia Tarigan dalam artikel yang berjudul Pengaruh Gaya Hidup, Label Halal Dan Harga Terhadap Keputusan Pembelian Kosmetik Wardah Pada Mahasiswa Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Medan Area Medan terbit dijurnal Konsep Bisnis dan Manajemen ISSN : 2407-2648 E-ISSN : 2407-263X Vol.3 No 1,November 2016 menghasilkan kesimpulan : Gaya Hidup, label halal dan harga secara simultan berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian Kosmetik Wardah pada mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomi Universitas Medan Area.

3. Pengaruh Beauty Vlogger Terhadap Keputusan Pembelian

Dari hasil penelitian ini bisa dijelaskan bahwa Beauty Vlogger dan Keputusan Pembelian ada hubungan atau korelasi yaitu sebesar 0,681. Dengan adanya korelasi tersebut Beauty Vlogger mempunyai pengaruh terhadap Keputusan Pembelian yang ditunjukkan dengan R Square yaitu sebesar 59,1%. Variabel Beauty Vlogger dinyatakan memiliki pengaruh positif terhadap variabel Keputusan Pembelian, ditunjukan dengan nilai koefisien regresi sebesar 0,681. Hipotesis pada penelitian dapat diterima dengan hasil statistik uji t untuk variabel Beauty Vlogger hasil nilai signifikansi sebesar 0,000 nilai ini lebih kecil dari 0,05 (0,000 < 0,05) dan hasil dari thitung lebih besar dari t tabel yaitu 12,191 > 1,983. Nilai thitung positif menunjukan bahwa variabel X3 mempunyai hubungan yang searah dengan Y. Maka kesimpulannya H3 diterima yang artinya bahwa

Beauty Vlogger berpengaruh positif dan signifikan

terhadap Keputusan Pembelian Kosmetik Wardah di Mega Regency.

Hasil penelitian ini juga sesuai dengan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh Reni Masruroh, Tri Sudarwanto yang berjudul Pengaruh

Beauty Vlogger Review Dan Kualitas Produk

Terhadap Keputusan Pembelian (Studi Pada Kosmetik Maybelline Di Surabaya) terbit dijurnal Jurnal Pendidikan Tata Niaga (JPTN) 2020 ISSN 2337-6078 Volume 08 No 01 Tahun menghasilkan kesimpulan analisis data mengenai Beauty Vlogger

(8)

8 pembelian (Studi pada kosmetik Maybelline di

Surabaya), dapat diambil kesimpulan yaitu variabel

Beauty Vlogger Review berpengaruh signifikan

0,092 terhadap keputusan pembelian (Studi pada kosmetik Maybelline di Surabaya). Variabel kualitas produk berpengaruh signifikan 0,555 terhadap keputusan pembelian (Studi pada kosmetik Maybelline di Surabaya). Dan variabel Beauty

Vlogger Review dan kualitas produk berpengaruh

simultan0,367 terhadap keputusan pembelian (Studi pada kosmetik Maybelline di Surabaya).

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dibahas Pengaruh Citra Merek, Label Halal dan Beauty

Vlogger Terhadap Keputusan Pembalian ( Studi

Kasus Pada Pembeli Kosmetik Wardah Di Mega Regency) peneliti memberikan beberapa kesimpulan, maka dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Secara parsial variabel Citra Merek berpengaruh signifikan dan positif terhadap Keputusan Pembelian. Artinya semakin tinggi atau baik Citra Merek maka akan semakin tinggi pula Keputusan Pembelian kosmetik Wardah di Mega Regency.

2. Secara parsial variabel Label Halal berpengaruh signifikan dan positif terhadap Keputusan Pembelian. Artinya semakin tinggi atau baik Label Halal maka akan semakin tinggi pula Keputusn Pembelian kosmetik Wardah di Mega Regency.

3. Secara parsial variabel Beauty Vlogger berpengaruh signifikan dan positif terhadap Keputusan Pembelian. Artinya semakin tinggi atau baik review Beauty Vlogger produk maka akan semakin tinggi pula Keputusan Pembeliankosmetik Wardah di Mega Regency.

SARAN

Berikut ada beberapa saran dari penulis, yaitu : 1) Kuatnya pengaruh dari variabel Citra Merek

terhadap keputusan pembelian ini karena citra merek yang terdapat didalam kosmetik Wardah sangat mendorong konsumen untuk memutuskan membeli kosmetik Wardah di Mega Regency, oleh karena itu bagi konsumen sebelum memilih kosmetik Wardah lebih memperhatikan aspek lain selain citra merek agar harpan pada pembelian produk bisa terpenuhi.

2) Kuatnya pengaruh dari variabel Label Halal terhadap keputusan pembelian ini karena Label Halal yang terdapat didalam kosmetik Wardah sangat mendorong konsumen untuk memutuskan membeli kosmetik Wardah di Mega Regency, oleh karena itu bagi konsumen kosmetik Wardah dapat memberikan pengetahuan serta informasi rujukan tentang

kosmetik Wardah yang sudah mempunyai Label Halal kepada calon konsumen yang belum mengetahuinya dan ragu untuk memilih kosmetik Wardah.

3) Kuatnya pengaruh dari variabel Beauty Vlogger terhadap keputusan pembelian ini karena Beauty Vlogger yang mereview kosmetik Wardah sangat mendorong konsumen untuk memutuskan membeli kosmetik Wardah di Mega Regency, oleh karena itu konsumen yang akan membeli kosmetik Wardah diharapkan agar mencari informasi dengan menonton Beuty Vlogger membahas kosmetik Wardah agar produk yang akan dibeli sesuai dengan kebutuhan dan warna kulit.

DAFTAR PUSTAKA

Amron Amron. (2018). The Influence of Brand Image, Brand Trust, Product Quality, and Price on the Consumer’s Buying Decision of MPV Cars. European Scientific Journal, Vol.14(230-231), No.13 ISSN: 1857 – 7881 (Print) e - ISSN 1857- 7431 . Bheben Oscar, S. M. (2020). PENGARUH

ATRIBUT PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK MUSLIM ARMY. Jurnal Bisnis dan

Pemasaran, Vol.10(5), No.1, ISSN :

2087-3077.

Compas. (2021, April 6). Prionir Kosmetik Halal.

Diambil Kembali Dari

Https://Compas.Co.Id/Article/Data-Penjualan-Wardah/

Darwis Harahap, N. F. (2018). PENGARUH LABELISASI HALAL TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK MI INSTAN PADA MAHASISWA JURUSAN EKONOMI SYARIAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PADANGSIDIMPUAN. Jurnal Ilmu Manajemen dan Bisnis Islam, Vol.4, No.

2,185-204 .

Emsa, P. N. (2018). PENGARUH BEAUTY VLOGGER TASYA FARASYA DI YOUTUBE TERHADAP KEPUTUSAN

PEMBELIAN KOSMETIK

MAYBELLINE(Studi pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Purworejo).

Jurnal Berkala Ilmiah, Vol.2, No 1.

Ghozali, I. (2005). Aplikasi Analisis Multivariate

dengan SPSS. Semarang: Badan Penerbit

Universitas Diponegoro.

Ghozali, I. (2011). Aplikasi Analisis Multivariate

dengan Program IBM SPSS. Semarang:

Badan Penerbit Universitas Diponegoro. Ghozali, I. (2013). Aplikasi Analisis Multivariate

dengan Program IBM SPSS. Semarang:

(9)

9 Ghozali, I. (2016). Aplikasi Analisis Multivariete

Dengan Program IBM SPSS 23 (Edisi 8). Cetakan ke VIII. Semarang: Badan Penerbit

Universitas Diponegoro.

Ghozali, I. (2018). Aplikasi Analisis Multivariate

dengan Program IBM SPSS. Semarang:

Badan Penerbit Uiversitas Diponegoro. Hufron, D. C. (2020). Pengaruh Promosi , Harga

Dan Kualitas Produk Terhadap Keputusan Pembelian Pada Produk Mcdonald’s Sarinah Malang. Jurnal Riset Manajemen, Vol.09(97), No 11.

I Kadek Suarjana, I Wayan Suwendra, Ni Nyoman Yulianthini. (2014). Pengaruh Bauran Pemasaran Terhadap Keputusan Pembelian Di Indomaret Kecamatan Tampaksiring - Gianyar. e-Journal Bisma Univrsitas

Pendidikan Ganesha, vol.2(4), ISSN :

2087-3077.

Ian Antonius Ong dan Drs. Sugiono Sugiharto, M. (2013). ANALISA PENGARUH STRATEGI DIFERENSIASI, CITRA MEREK, KUALITAS PRODUK DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN

PEMBELIAN PELANGGAN DI

CINCAU STATION SURABAYA.

JURNAL MANAJEMEN PEMASARAN,

Vol. 1(2), No. 2, (2013) 1-11.

Iskandar Zulkarnain Hestu Nugroho W. (2018). Analisis Perilaku Produsen Dalam Mengembangkan Produk Berbasis Kearifan Lokal Tangerang Selatan.

JURNAL ILMIAH ILMU MANAJEMEN,

P-ISSN 2356-2005, E-ISSN 2598-4950. Keller, P. K. (2009). Buku Manajemen Pemasaran

Edisi ke-13. Jilid 1.

Masruroh, R. (2020). PENGARUH BEAUTY VLOGGER REVIEW DAN KUALITAS PRODUK TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN (Studi Pada Kosmetik Maybelline Di Surabaya). Jurnal

Pendidikan Tata Niaga (JPTN),

Vol.08(717) No.01.

Mulyanto, Heru dan Anna Wulandari. (2010).

Penelitian: Metode dan analisis. Semarang:

CV Agung.

Philip Kotler dan Gary Armstrong. (2016). Buku

Prinsip-prinsip Pemasaran Edisi

keduabelas jilid 1. cetakan ke-11.

Priyatno, D. (2016). Belajar Alat Analisis Data Dan

Cara Pengolahannya Dengan SPSS.

Yogyakarta: Gava Media.

Rumondang Eliza Maria Sinaga, Andriani Kusumawati. (2018). PENGARUH

YOUTUBE BEAUTY VLOGGER

TERHADAP MINAT BELI KONSUMEN

DAN DAMPAKNYA TERHADAP

KEPUTUSAN PEMBELIAN PRODUK.

Jurnal Administrasi Bisnis (JAB), Vol.

63(188) , No. 1.

Santoso, S. (2012). Panduan Lengkap SPSS Versi

20. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

Sofyani Wigati,Dwi Sri Rahmawati Sri Adi Widodo. (2017). Pengembangan Youtube PEMBELAJARAN BERBASIS KI

HADJAR DEWANTARA UNTUK

MATERI INTEGRAL DI SMA. Prosiding

SEtnomatsia, ISBN : 978-602-6258-07-06,

810-813.

Sri Suwarni,Dwi Saputri. (2021). Penggunaan Youtube Meningkatkan Hasil Belajar Daring Mata Pelajaran Bahasa Arab kelas VIIA. Jurnal Inovasi Pendidikan Menegah, Vol.1(109), No.2.

Sugiyono. (2012). Metode Penelitian Kuantitatif

Kualitatif dan R&B. Bandung: Alfabeta.

Sugiyono. (2016). Metode Penelitian Kuantitatif,

Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.

Sukmadinata, Nana Syaodih. (2009). Metode

Penelitian Pendidikan. Bandung: Remaja

Rosdakarya.

Swa. (2019, Mei 16). Beauty Influencer Mempengaruhi Trend Kosmetik Wardah.

Diambil Kembali Dari

Https:/Swa.Co.Id/Swa/Listed- Articles/Beauty-Influencer-Pengaruhi-Trend-Kosmetik-Wardah

Syafrida Hafni Sahir, Atika Ramdhani, Eka Dewi Setia Tarigan. (2016). PENGARUH GAYA HIDUP, LABEL HALAL DAN HARGA TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN KOSMETIK WARDAH

PADA MAHASISWA PROGRAM

STUDI MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MEDAN AREA MEDAN. Jurnal Konsep Bisnis dan

Manajemen, ISSN :2407-2648, E-ISSN

:2407-263X.

Vivi Yunitasari, Moch. Khoirul Anwar. (2019). Pengaruh Label Halal Terhadap Keputusan Pembelian Produk Makanan Kemasan Impor Pada Mahasiswa Ekonomi Universitas Negri Surabaya. Jurnal Ekonomi Islam, Vol.2(51), No.1.

Widi Prastyanti, Estikowati. (2017). Pengaruh Pembagian Kerja Terhadap Peningkatan Efisiensi Kerja Karyawan Pastry Di Hotel Santika Premiere Malang. Jurnal Pariwisata Pesona, vol.2(3) No.02 .

Wilujeng, I. P. (2019). PREDICTING INTEREST IN BUYING HALAL PRODUCTS

USING THEORY REASON.

International Journal of Business,

Economics and Law, Vol.20(168), ISSN

Gambar

Gambar 1. Model Penelitian
Tabel 6. Hasil Uji Validitas Keputusan Pembelian  Kuisioner   R Hitung  R Tabel  Keterangan
Tabel 11. Uji Regresi Sedehana  Citra Merek   Coefficients a Unstandardized  Coefficients  Standardized  Coefficients  Model   B  Std
Tabel 14. Uji Koefisien Determinasi Citra Merek

Referensi

Dokumen terkait

Konsumen yang menyatakan ingin menggunakan kosmetik berlabel halal (Wardah) cukup baik yaitu 55% dari seluruh responden dan di sisi lain dinyatakan yang menyatakan bahwa label

Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Apakah Label halal pada kosmetik Wardah berpengaruh terhadap kepuasan konsumen kosmetik Wardah pada mahasiswi Jurusan

ANALISIS KUALITAS PRODUK DAN LABEL HALAL PADA KEPUTUSAN PEMBELIAN KOSMETIK WARDAH (Study Kasus Mahasiswa UIN Walisongo Semarang periode 2016).. Terimakasih atas partisipasi anda

Tabel 6 memperlihatkan hasil uji-F dengan nilai nyata =0,002, atau lebih rendah dari 0,05; sehingga variabel label halal (X 1 ) dan citra merek (X 2 ) memiliki dampak yang

ANALISIS KUALITAS PRODUK DAN LABEL HALAL PADA KEPUTUSAN PEMBELIAN KOSMETIK WARDAH (Study Kasus Mahasiswa UIN Walisongo Semarang periode 2016).. Terimakasih atas partisipasi anda

Tugas Akhir ini diberi judul “Pengaruh Label Halal, Iklan Televisi, dan Celebrity Endorser terhadap Keputusan Pembelian Produk Kosmetik Wardah pada Wanita di

Sesuai hasil dan pembahasan yang telah dilakukan mengenai pengaruh label halal dan gaya hidup terhadap keputusan pembelian produk kosmetik wardah diperoleh bahwa

Berdasarkan pemahaman tersebut, peneliti ingin menjelaskan dan menggambarkan apakah terdapat pengaruh label halal dan harga pada produk kosmetik wardah terhadap keputusan