• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENERAPAN SANKSI PIDANA DI BAWAH ANCAMAN MINIMUM KHUSUS OLEH HAKIM PADA PERKARA TINDAK PIDANA LINGKUNGAN HIDUP (STUDI PUTUSAN NOMOR 348/PID.B/2011/PN.GS, NOMOR 656/PID.B/2013/PN.TTD DAN NOMOR 286/PID.SUS/2014/PN.TLG).

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "PENERAPAN SANKSI PIDANA DI BAWAH ANCAMAN MINIMUM KHUSUS OLEH HAKIM PADA PERKARA TINDAK PIDANA LINGKUNGAN HIDUP (STUDI PUTUSAN NOMOR 348/PID.B/2011/PN.GS, NOMOR 656/PID.B/2013/PN.TTD DAN NOMOR 286/PID.SUS/2014/PN.TLG)."

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

i

PENERAPAN SANKSI PIDANA DI BAWAH ANCAMAN

MINIMUM KHUSUS OLEH HAKIM PADA PERKARA

TINDAK PIDANA LINGKUNGAN HIDUP

(STUDI PUTUSAN NOMOR 348/PID.B/2011/PN.GS, NOMOR 656/PID.B/2013/PN.TTD DAN NOMOR 286/PID.SUS/2014/PN.TLG)

Penulisan Hukum (Skripsi)

Disusun dan Diajukan untuk

Melengkapi Sebagian Persyaratan guna Memperoleh Derajat Sarjana S1 dalam Ilmu Hukum pada Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret

Surakarta

Oleh:

RAHMAD NUR IRIYANTO NIM: E0009276

FAKULTAS HUKUM

(2)
(3)
(4)

iv

SURAT PERNYATAAN

Nama : Rahmad Nur Iriyanto

NIM : E0009276

Menyatakan dengan ini sesungguhnya bahwa penulisan hukum (skripsi)

berjudul:

PENERAPAN SANKSI PIDANA DI BAWAH ANCAMAN MINIMUM KHUSUS OLEH HAKIM PADA PERKARA TINDAK PIDANA LINGKUNGAN HIDUP (STUDI PUTUSAN NOMOR 348/PID.B/2011/PN.GS, NOMOR 656/PID.B/2013/PN.TTD DAN NOMOR 286/PID.SUS/2014/PN.TLG).

Merupakan karya sendiri, bagian yang merupakan karya orang lain di dalam

penulisan hukum (skripsi) ini diberi tanda citasi dan dirujuk ke dalam daftar

pustaka. Apabila di kemudian hari terbukti pernyataan saya tidak benar, maka

saya bersedia menerima sanksi akademik berupa pencabutan penulisan hukum

(skripsi) dan gelar yang saya peroleh dari penulisan hukum (skripsi) ini.

Surakarta, 7 September 2015

Yang membuat pernyataan,

(5)

v ABSTRAK

Rahmad Nur Iriyanto, E 0009276. 2015. PENERAPAN SANKSI PIDANA DI BAWAH ANCAMAN MINIMUM KHUSUS OLEH HAKIM PADA PERKARA TINDAK PIDANA LINGKUNGAN HIDUP (STUDI PUTUSAN NOMOR 348/PID.B/2011/PN.GS, NOMOR 656/PID.B/2013/PN.TTD DAN NOMOR 286/PID.SUS/2014/PN.TLG). Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ketentuan pidana minimum khusus yang diatur di dalam undang-undang lingkungan hidup dapat disimpangi oleh hakim di dalam penerapannya, kemudian juga mengkaji aspek-aspek yang mendasari pertimbangan hakim terhadap penjatuhan pidana di bawah ancaman pidana minimum khusus yang diatur undang-undang lingkungan hidup pada putusan Pengadilan Negeri Gunung Sugih Nomor 348/PID.B/2011/PN.GS tanggal 25 Maret 2012, Pengadilan Negeri Tebing Tinggi Nomor 656/PID.B/2013/PN.TTD tanggal 20 Februari 2014 dan Pengadilan Negeri Tulungagung Nomor 286/PID.SUS/2014/PN.TLG tanggal 11 November 2014.

Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif bersifat preskriptif dan terapan. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan undang-undang (statue approach) dan pendekatan kasus (case approach). Jenis data yang digunakan yaitu data sekunder. Sumber data sekunder yang digunakan mencakup bahan hukum prime, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu studi kepustakaan. Teknik analisa data yang digunakan penulis adalah metode analisia kualitatif. Analisa kualitatif yang digunakan bersifat deskriptif dan prespektif, yaitu akan berusaha memberikan data yang ada dan menilainya kemudian menganalisa masalah-masalah yang ada yang berkaitan dengan penyimpangan penerapan sanksi pidana minimum khusus yang dilakukan oleh hakim.

Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dihasilkan kesimpulan bahwa, Kesatu, hakim pada dasarnya tidak dapat menyimpangi ketentuan pidana minimum khusus dalam penerapannya di pengadilan, karena tidak ada aturan khusus dan secara resmi yang mengatur dan memperbolehkan hakim untuk menjatuhkan pidana di bawah ancaman pidana minimum khusus dari undang-undang lingkungan hidup. Kedua, aspek-aspek yang mendasari pertimbangan hakim dalam menjatuhkan pidana di bawah ancaman pidana minimum khusus tidaklah sejalan dengan tujuan pemidanaan, karena dengan pidana ringan yang diberikan hakim tidak akan dapat memberikan efek pencegahan untuk terjadinya tindak pidana di kemudian hari.

(6)

vi ABSTRACT

Rahmad Nur Iriyanto, E 0009276. 2015. PENERAPAN SANKSI PIDANA DI BAWAH ANCAMAN MINIMUM KHUSUS OLEH HAKIM PADA PERKARA TINDAK PIDANA LINGKUNGAN HIDUP (STUDI PUTUSAN NOMOR 348/PID.B/2011/PN.GS, NOMOR 656/PID.B/2013/PN.TTD DAN NOMOR 286/PID.SUS/2014/PN.TLG). Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret.

This study goal is to find out whether specialized minimum sentence provision that regulated in environmental law can be diverge by judge in its application, then also study about underlying aspects of judges consideration to convict under the specialized minimum sentence which is regulated in environmental law on the District Court of Gunung Sugih verdict No. 348 / Pid.B / 2011 / PN.GS dated March 25, 2012, the District Court of Tebing Tinggi verdict No. 656 / Pid.B / 2013 / PN.TTD dated February 20th 2014 and the District Court of Tulungagung verdict No. 286 /PID.SUS/2014/PN.TLG November 11, 2014.

This study is prescriptive and applied normative legal research. The approach that used are law approach and case approach. The type of data that used is secondary data. Secondary data sources that used are include the primary, secondary and tertiary legal materials. Data collection techniques that used is literature study. Data analysis technique that used by the author is qualitative analysis method. The qualitative analysis taht used are descriptive and perspective, which will try to provide existing data and vote it then analyzes the problems that exist related to the irregularities of specialized minimum sentence implementation that committed by the judge.

The research and study results conclusions that, first, the judge basically can not deviate specialized minimum sentence provision implementation in the court, because there are no specific rules that regulate and allow the judge to convict under the specialized minimum sentence which is set by environmental law. Second, the aspects that underlying consideration of judge to convict under the specialized minimum sentence it is not in accordance with the purpose of punishment because light penalty will not be able to give deterrence for crime acts in the future.

(7)

vii MOTTO

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa-apa yang ada pada diri mereka”

(Q.S. Ar-Rad (13): 11)

“Mengeluh tidak menghilangkan kesulitan dan tidak mempermudah kehidupan. Kita tidak mungkin berbahagia hanya mengharapkan kehidupan yang mudah.

Kehidupan ini sulit, itu fakta.

Hadapi!”

(Mario Teguh)

(8)

viii

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Alhamdulillah, segala puji syukur penulis panjatkan atas kehadirat dan

rahmat Allah SWT sehingga Penulis dapat menyusun dan menyelesaikan

Penulisan Hukum (Skripsi) yang berjudul “PENERAPAN SANKSI PIDANA DI

BAWAH ANCAMAN MINIMUM KHUSUS OLEH HAKIM PADA PERKARA TINDAK PIDANA LINGKUNGAN HIDUP (STUDI PUTUSAN NOMOR 348/PID.B/2011/PN.GS, NOMOR 656/PID.B/2013/PN.TTD DAN NOMOR 286/PID.SUS/2014/PN.TLG)”.

Penulisan Hukum (Skripsi) ini merupakan salah satu syarat untuk

memperoleh derajat sarjana (S1) Ilmu Hukum pada Fakultas Hukum Universitas

Sebelas Maret Surakarta. Dengan adanya Penulisan Hukum (Skripsi) ini, penulis

dapat menerapkan pengetahuan yang telah penulis peroleh selama proses belajar.

Penulis menyadari bahwa penulisan hukum (skripsi) ini tidak akan

selesai tanpa bimbingan, dukungan, bantuan, dan doa dari berbagai pihak. Maka

penulis ingin mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah memberi

bantuannya :

1. Bapak Prof. Dr. H. Ravik Karsidi, M.S. selaku Rektor Universitas Sebelas

Maret;

2. Bapak Prof. Dr. Supanto S.H, M.Hum selaku Dekan dan para Wakil Dekan

Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret Surakarta sekaligus Pembimbing

I penulisan hukum (skripsi) yang telah sabar memberikan arahan, bimbingan,

saran, kritik, dan motivasi bagi Penulis;

3. Ibu Subekti, S.H., M.H., selaku Ketua Bagian Hukum Pidana sekaligus

Pembimbing II penulisan hukum (skripsi) yang telah sabar memberikan

arahan, bimbingan, saran, kritik, dan motivasi bagi Penulis untuk

menyelesaikan Penulisan Hukum (skripsi) ini;

4. Orang tua penulis, yaitu Bapak Budi Riyanto dan Ibu Iriani Rahayuningsiwi,

kemudian kerabat-kerabat penulis yang terus memberi dorongan semangat,

(9)

ix

mengingatkan penulis, terima kasih banyak, semoga kebaikan yang kalian

berikan dibalas dengan balasan yang lebih baik oleh Allah SWT;

5. Bapak Mulyanto S.H., M.Hum. selaku pembimbing akademik, atas motivasi

dan nasehat yang berguna bagi Penulis selama belajar di Fakultas Hukum

Universitas Sebelas Maret Surakarta;

6. Bapak Ibu Dosen dan seluruh karyawan yang bekerja di Fakultas Hukum

Universitas Sebelas Maret Surakarta yang telah banyak membantu;

7. Teman-teman FOSMI FH UNS dan seluruh LDK Universitas Sebelas Maret,

yang telah mengajarkan banyak pengalaman organisasi;

8. Teman-teman angkatan 2009 FH UNS;

9. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu, yang telah

memberi pelajaran dan pengalaman berharga bagi penulis, semoga kebaikan

yang pernah kalian berikan bisa bermanfaat dan dibalas dengan balasan yang

lebih baik, terima kasih banyak.

Penulis menyadari bahwa Penulisan Hukum (skripsi) ini masih jauh dari

sempurna, untuk itu saran dan kritik yang bersifat konstruktif, sangat Penulis

harapkan demi perbaikan penulisan hukum selanjutnya, dan dengan demikian

semoga penulisan hukum (skripsi) ini dapat memberikan manfaat kepada semua

pihak.

(10)

x

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ... i

PERSETUJUAN PEMBIMBING ... ii

PENGESAHAN PENGUJI ... iii

SURAT PERNYATAAN ... iv

F. Sistematika Penulisan Hukum ... 13

BAB II: TINJAUAN PUSTAKA A. Kerangka Teori ... 15

1. Pidana dan Tujuan Pemidanaan ... 15

2. Tindak Pidana Lingkungan Hidup sebagai Tindak Pidana Khusus ... 20

3. Tindak Pidana Lingkungan Hidup merupakan Kejahatan Luar Biasa yang Berdampak Luas (Extra-Ordinary Crimes) ... 28

4. Kebebasan Hakim dalam Memutus Pidana ... 32

(11)

xi

BAB III: HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Putusan... 41

1. Putusan Nomor 348/Pid.B/2011/PN.GS tanggal 25 Maret 2012 ... 42

2. Putusan Nomor 119/Pid./2012/PT.TK tanggal 05 September 2012 (Putusan banding atas putusan nomor 348/Pid.B/2011/PN.GS tanggal 25 Maret 2012) ... 50

3. Putusan Nomor 656/PID.B/2013/PN.TTD tanggal 20 Februari 2014 ... 52

4. Putusan Nomor 286/Pid.Sus/2014/PN.Tlg tanggal 11 November 2014 ... 58

B. Penyimpangan putusan hakim terhadap ketentuan ancaman pidana minimum khusus ... 64

C. Aspek-aspek yang mendasari pertimbangan hakim dalam menjatuhkan putusan pidana di bawah ancaman minimum khusus bila ditinjau dari teori tujuan pemidanaan pada perkara tindak pidana lingkungan hidup putusan nomor 348/Pid.B/2011/PN.GS, nomor 656/PID.B/2013/PN.TTD dan nomor 286/Pid.Sus/2014/PN.Tlg ... 73

BAB IV: PENUTUP ... 82

A. Simpulan ... 82

B. Saran ... 83

Referensi

Dokumen terkait

Majelis Hakim menjatuhkan sanksi minimum terhadap terdakwa pelaku kejahatan tindak pidana korupsi Kepala Badan Pertanahan Kota Surabaya karena sesuai dengan Kitab Undang-Undang

Skripsi ini berjudul Penerapan Sanksi Pidana Terhadap Produsen Psikotropika Menurut Undang-Undang No.5 Tahun 1997 tentang Psikotropika menganalisa bagaimana ketentuan pidana

Ketentuan tindak pidana pencabulan diatur dalam Undang-Undang yang bersifat khusus yaitu pada awalnya sebagaimana terdapat dalam Undang-Undang nomor 23 Tahun 2002

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penjatuhan pidana bersyarat yang ditentukan Undang-Undang, Yaitu dalam perkara anak yang membawa senjata

Hakim yang menjatuhkan pidana harus teliti dan berhati-hati dengan menghubungkan minimum pidana umum dan maksimum pidana khusus pada rumusan delik, akan tetapi

Pengaturan tindak pidana narkotika diatur dalam Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika yang merupakan ketentuan khusus, walaupun tidak disebutkan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Tanggung Jawab pidana pelaku perampokan yang disertai penganiayaan menurut KUHP dan bagaimana pertimbangan hakim dalam

B/ 2021/ PN KRG diatur dalam pasal 303 ayat 1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana yang berisikan tentang perjudian atau dalam hal memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk bermain