BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Penelitian Terdahulu
Penelitian ini menggunakan tinjauan dari beberapa penelitian yang telah dilakukan sebelumnya dengan topik dan permasalahan yang berbeda namun menggunakan bahan yang sama dalam campurannya. Berikut merupakan penelitian yang saya gunakan sebagai landasan penelitian yang saya lakukan, diantaranya :
1. “ Peningkatan daya dukung tanah ekspansif menggunakan limbah gypsum dan serbuk kaca “ ( studi kasus tanah lempung ekspansif desa soko, Ngawi, Jawa Timur ) yang diteliti oleh (Mudhakir dkk, 2021) dari Universitas Sebelas Maret.
Mudhakir melakukan penelitian dengan variasi campuran, berdasarkan penelitian yang dilakukan di peroleh nilai indeks plastisitas sampel tanah desa soko sebesar 90,8755%. Berdasarkan pengujian CBR pada variasi limbah gypsum diperoleh hasil maksimal pada variasi 8%, dan mengalami penurunan pada variasi 10%. Sedangkan pada variasi serbuk kaca diperoleh hasil maksimum pada variasi 6% dan mengalami penurunan pada penambahan serbuk kaca 8%, dan 10%.
2. “ Penggunaan limbah keramik dan serbuk kaca sebagai bahan stabilisasi tanah rawa “ yang diteliti (Sepriyanna dkk, 2016) dari Sekolah Tinggi Teknik – PLN.
Penelitian ini menggunakan tanah rawa pada kedalaman 30 cm – 1m dibawah permukaan tanah dan akan dicampur dengan bubuk keramik dan limbah kaca bening dengan persentase 0%, 10%, 20% dan 30% serta waktu pemeraman 0 hari, 7 hari, dan 14 hari. Berdasarkan uji sifat fisik yang dilakukan diperoleh data kadar air 486,77%, specific gravity 1,26, batas cair 67,39%, batas plastis 40,45%, batas susut 35,67%, indeks plaasitis 26,94%, dan CBR 0,51%. Dari variasi campuran bubuk kaca 0%,10%, 20% dan 30% serta waktu pemeraman 0 hari, 7 hari, dan 14 hari, didapatkan nilai persentase optimum penambahan bubuk kaca dan bubuk keramik dengan persentase 10% dan lama pemeraman 7 hari, serta memiliki nilai kadar air 44,81%, specific gravity 1,40, batas cair 56,92%, batas plastis 30,36%, batas susut 26,49%, indeks plastisitas 26,56% dan CBR 36,33%.
3. “ Stabilisasi tanah rawa menggunakan limbah gergaji kayu dan serbuk limbah botol kaca terhadap peningkatan nilai CBR” yang diteliti oleh (Kustantrika, 2017) dari Sekolah Tinggi Teknik – PLN. Penelitian ini menggunakan tanah rawa dengan 2 variasi bahan campuran dengan komposisi 10% gergaji kayu dan 0%, 5%, 10% dan 15% serbuk limbah botol kaca dengan lama pemeraman 0 hari, 7 hari dan 14 hari. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh nilai CBR tertinggi pada 10% abu limbah gergaji kayu + 10% serbuk limbah botol kaca dengan nilai CBR sebesar 4,5325%.
4. “Pengaruh Penambahan Slag Baja dan Fly Ash pada stabilisasi tanah lempung terhadap nilai CBR” ( studi kasus : jalan Kp. Kadusentar, Desa Medong, Kecamatan Mekarjaya, Kabupaten Pandeglang) yang diteliti oleh (Mina dkk, 2019) dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Penelitian ini menggunakan menggunakan bahan slag baja dan fly ash, dengan variasi persentase 0%, 10%, 20% dan 30% slag baja dan fly ash 0% dan 20%, serta pemeraman 0 hari, 3 hari dan 7 hari. Berdasarkan penelitian tersebut diperoleh hasil indeks plastisitas 24,59% dan nilai CBR tertinggi pada penambahan slag baja 20% dan fly ash 20%, serta waktu pemeraman 7 hari. Dengan nilai dari 3,524% menjadi 26,139%.
5. "Soil improvement using steel slag waste on the value of the unconfined compressive strength of the soil (Case Study on Bojonegara Highway Serang Banten) " yang diteliti oleh (Kusuma dkk, 2021) dari Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Penelitian ini menggunakan tanah dan menggunakan bahan tambah steel slag dengan variasi 0% - 20% dan waktu pemeraman 0, 3, 14, dan 28 hari,.
Berdasarkan penelitian diperoleh hasil batas cair 56,21% dan batas plastis 33,92%. serta pada komposisi 20% steel slag menghasilkan kenaikan nilai yang cukup signifikan dengan hasil pengujian UCT sebesar 2,4 kg/cm2.
Berdasarkan penelitian terdahulu tersebut, penulis akan melakukan penelitian tentang steel slag, fly ash dan serbuk botol kaca sebagai bahan tambah stabilisasi tanah terhadap nilai California Bearing Ratio (CBR) untuk di ketahui nilai reaksi bahan tersebut terhadap stabilisasi tanah rawa, karena belum ada penelitian yang menggunakan ketiga bahan tersebut terhadap tanah rawa.
Tabel 2.1 Positioning Penelitian Terhadap Penelitian Sebelumnya No Peneliti Irma Sepriyana (2016) Irma Wirantina
Kustantika (2017)
Ibnu Mudakhir, dkk (2020)
Mina, dkk (2019) Kusuma, dkk (2021)
1 Judul Penggunaan limbah keramik dan serbuk kaca sebagai bahan stabilisasi tanah rawa
Stabilisasi tanah rawa menggunakan limbah gergaji kayu dan serbuk limbah botol kaca terhadap peningkatan nilai CBR
Peningkatan daya dukung tanah ekspansif menggunakan limbah gypsum dan serbuk kaca
Pengaruh Penambahan Slag Baja dan Fly Ash pada stabilisasi tanah lempung terhadap nilai CBR
Soil improvement using steel slag waste on the value of the unconfined compressive strength of the soil
2 Bahan Adiktif
Limbah keramik dan serbuk kaca
Limbah gergaji kayu dan serbuk botol kaca
Limbah gypsum dan kaca
slag baja dan fly ash steel slag
3 Metode Pengujian
Pengujian sifat fisik dan mekanis tanah : kadar air, berat jenis, batas – batas atterberg, analisa besar butir, pemadatan dan CBR Laboratorium.
Uji California Bearing Ratio (CBR)
Uji kadar air, batas cair, batas plastis, uji berat jenis tanah, uji analisa saringan, uji pemadatan, uji CBR Laboratorium.
Uji batas cair, uji batas plastis, uji CBR Laboratorium
Uji batas cair, uji batas plastis, uji UCT.
4 Hasil Nilai uji CBR
optimum pada
penambahan bubuk kaca dan bubuk keramik dengan persentase 10% dan lama pemeraman 7 hari, serta memiliki nilai kadar air 44,81%, specific gravity 1,40, batas cair 56,92%, batas plastis 30,36%, batas susut 26,49%, indeks plastisitas 26,56% dan CBR 36,33%.
Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh nilai CBR tertinggi pada 10% abu limbah gergaji kayu + 10% serbuk limbah botol kaca.
Nilai pengujian CBR pada variasi limbah gypsum diperoleh hasil maksimal pada variasi 8%, dan mengalami penurunan pada variasi 10%. Sedangkan pada variasi serbuk kaca diperoleh hasil maksimum pada variasi kaca 8%.
diperoleh hasil indeks plastisitas 24,59% dan nilai CBR tertinggi pada penambahan slag baja 20% dan fly ash 20%, serta waktu pemeraman 7 hari. Dengan nilai dari 3,524% menjadi 26,139%.
Berdasarkan penelitian diperoleh hasil batas cair 56,21% dan batas plastis 33,92%. serta pada komposisi 20%
steel slag menghasilkan kenaikan nilai yang cukup signifikan dengan hasil pengujian UCT sebesar 2,4 kg/cm2
2.2 Keterkaitan Penelitian
Keterangan :
: Hubungan Langsung dengan Penelitian : Hubungan Tidak Langsung dengan Penelitian
Gambar 2.1 Flowchart Positioning Penelitian Tugas Akhir Terhadap Penelitian Sebelumnya
(Sumber : Data Penulis, 2023)
"Penggunaan Limbah Keramik Dan Serbuk Kaca Sebagai Bahan Stabilisasi Tanah Rawa" Irma Sepriyana (2016)
"Stabilisasi Tanah Rawa Menggunakan Limbah Gergaji Kayu Dan Serbuk Limbah Botol Kaca Terhadap Peningkatan Nilai CBR" Irma Wirantina Kustantika (2017 )
"Peningkatan daya dukung tanah ekspansif menggunakan limbah gypsum dan serbuk kaca" Ibnu Mudhakir, Aryanti Nurhidayati, Eko Supri Murtiono (2020)
“Pengaruh Penambahan Slag Baja dan Fly Ash pada stabilisasi tanah lempung terhadap nilai CBR” Mina, dkk (2019)
“Soil improvement using steel slag waste on the value of the unconfined compressive strength of the soil” Kusuma, dkk (2021)
"Stabilisasi Tanah Rawa Menggunakan Limbah Steel Slag, Fly Ash dan serbuk botol kaca terhadap nilai California Bearing Ratio (CBR)"
(studi khusus daerah rawa arum, Cilegon, Banten) Muhamad Habib Anwar Fatwari (2023)