• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Sistem "Material Requirement Planning" terhadap Efisiensi Bahan Baku Pembuatan Karung Plastik di PT. Menara Cemerlang.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Analisis Sistem "Material Requirement Planning" terhadap Efisiensi Bahan Baku Pembuatan Karung Plastik di PT. Menara Cemerlang."

Copied!
27
0
0

Teks penuh

(1)

Universitas Kristen Maranatha

ABSTRAK

Penelitian

ini

dilakukan

di Perusahaan Menara Cemerlang, suatu perusahaan

yang bergerak di bidang pembuatan karung plastik. Pada saat ini perusahaan sedang

mengalami penjualan yang pesat dan mengalami peningkatan laba. Produksi

dilakukan berdasarkan pemesanan yang diterima dari distributor. Bahan baku untuk

membuat karung-karung plastik tersebut dibeli melalui beberapa pemasok. Bahan

baku karung plastik adalah biji plastik, biji kapur, dan bahan proses. Saat ini

perusahaan belum menggunakan sistem Material Requirements Planning (MRP)

dengan baik sehingga perusahaan mengalami masalah dalam proses pengadaan dan

pengelolaan bahan baku tersebut.

Penelitian dilakukan untuk menjelaskan kebijakan yang dilakukan PT. Menara

Cemerlang dalam merencanakan dan mengendalikan persediaan bahan bakunya

selama ini, dan untuk menberikan gambaran mengenai peranan Material

Requirements Planning (MRP) dimana suatu teknik atau sistem perencanaan

kebutuhan bahan baku yang membahas cara tepat dalam perencanaan kebutuhan

barang dalam proses produksi, sehingga bahan baku yang diperlukan dapat tersedia

dalam jumlah tepat dan waktu yang tepat.

(2)

iv

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR ISI

Halaman

Lembar Judul ...

Lembar Persetujuan ...

Abstrak

...

Kata Pengantar ... i

Daftar Isi

... iv

Daftar Tabel

... viii

Daftar Gambar ... x

BAB I.

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah ... 1

1.2 Identifikasi Masalah Penelitian ... 3

1.3 Tujuan Penelitian ... 5

1.4 Kegunaan Penelitian ... 6

1.5 Kerangka Pemikiran ... 6

1.6 Metode Penelitian ... 12

1.7 Lokasi dan Waktu Penelitian ... 13

1.8 Sistematika Penulisan ... 14

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Manajemen Operasi ... 16

2.2 Persediaan

... 17

(3)

v

Universitas Kristen Maranatha

2.2.2 Fungsi Persediaan ... 19

2.2.3 Jenis-jenis Persediaan ... 22

2.2.4 Tujuan Persediaan ... 24

2.2.5 Sifat Permintaan Persediaan ... 25

2.2.5.a

Independent Demand ... 25

2.2.5.b

Dependent Demand ... 26

2.2.6 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Persediaan Bahan Baku . 25

2.2.7 Biaya-biaya Persediaan ... 30

2.3 Pengendalian Persediaan ... 33

2.3.1 Pengertian Pengendalian Persediaan ... 33

2.3.2 Tujuan Pengendalian Persediaan ... 35

2.3.3 Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pengendalian Persediaan 36

2.3.4 Aspek-aspek Pengendalian Persediaan ... 37

2.4 Lead Time, Safety Stock, dan Reorder Point ... 40

2.4.1

Lead Time

...

40

2.4.2

Safety Stock ... 40

2.4.3

Reorder Point ... 45

2.5 Material Requirements Planning (MRP) ... 46

2.5.1

Pengertian

Material Requirements Planning (MRP) ... 46

2.5.2 Tujuan Sistem Material Requirements Planning (MRP) ... 48

2.5.3 Keuntungan dan Kelemahan Sistem Material Requirements

Planning (MRP) ... 49

(4)

vi

Universitas Kristen Maranatha

2.5.5

Output

Material Requirements Planning(MRP) ... 53

2.5.6

Proses

Material Requirements Plannin (MRP) ... 55

2.5.7 Istilah-istilah dalam Material Requirements Planning(MRP)57

2.6 Lot Sizing dalam Material Requirements Planning (MRP) ... 58

BAB III. METODE PENELITIAN

3.1 Sejarah Singkat Perusahaan ... 61

3.2

Struktur

Organisasi

dan Uraian Tugas ... 62

3.3 Kegiatan Produksi ... 66

3.4 Hasil Produksi dan Daerah Pemasarannya ... 67

3.4.1 Hasil Produksi ... 67

3.4.2 Daerah Pemasaran ... 69

BAB IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Pengendalian Persediaan Bahan Baku yang Dilaksanakan oleh PT.

Menara Cemerlang ... 70

4.2 Penerapan Sistem Material Requirements Planning (MRP) Dalam

Mengendalikan Bahan Baku ... 72

4.3 Pengolahan Data

... 72

4.3.1 Data Bahan Baku ... 72

4.3.2

Master Production Schedule (MPS) Perusahan ... 75

4.3.3

Product’s Structure Tree ... 76

4.3.4

Bill of Material (BOM) ... 76

4.3.5

Inventory Status File ... 77

(5)

vii

Universitas Kristen Maranatha

4.3.7 Perhitungan MRP ... 79

4.3.7.a

Produk

Item Level 0 ... 79

4.3.7.b

Produk

Item Level 1 ... 86

4.3.8 Metode Perusahaan ... 94

4.3.8.a

Perhitungan

Total Cost Produk ... 95

4.3.8.b

Perhitungan

Total Cost Bahan Baku ... 97

4.3.8.c

Total Cost Keseluruhan………..100

BAB V.

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1

Kesimpulan………...101

5.2

Saran……….102

DAFTAR PUSTAKA...103

(6)

viii

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR TABEL

Halaman

1.

Tabel 1.1 Jumlah Kebutuhan Bahan Baku Periode Agustus 2007..…………30

2.

Tabel 3.1 Hasil Produksi PT. Menara Cemerlang………...33

3.

Tabel 4.1 Pesanan Bahan Baku………...73

4.

Tabel 4.2 Pemakaian Bahan Baku………...73

5.

Tabel 4.3 Sisa Pemakaian Bahan Baku………...…74

6.

Tabel 4.4 Master Production Schedule (MPS)………75

7.

Tabel 4.5 Bill of Materials (MPS)…………...………77

8.

Tabel 4.6 Inventory Master File………...……….…..77

9.

Tabel 4.7 Perhitungan MRP dengan Menggunakan Economic Order

Quantity...81

10. Tabel 4.8 Perhitungan MRP dengan Menggunakan Lot For Lot …………...83

11. Tabel 4.9 Perhitungan MRP dengan Menggunakan Fixed Order Quantity…85

12. Tabel 4.10 Total Cost Item Level 0………...………...86

13. Tabel 4.11 Gross Requirements Karung 45x75 (Biji Plastik)……..……...87

14. Tabel 4.12 Gross Requirements Karung 45x75 (Bahan Proses)…..……...87

15. Tabel 4.13 Gross Requirements Karung 45x75 (Biji Kapur)….…..……...88

16. Tabel 4.14 Kebutuhan Bahan Baku………90

(7)

ix

Universitas Kristen Maranatha

18. Tabel 4.16 Perhitungan MRP dengan Menggunakan Lot For Lot untuk Item

Level 1 Bahan Baku Bahan Proses………..92

19. Tabel 4.17 Perhitungan MRP dengan Menggunakan Lot For Lot untuk Item

Level 1 Bahan Baku Biji Kapur….………..93

20. Tabel 4.18 Jumlah Produksi Karung Plastik 45x75 bulan Agustus 2008…....95

21. Tabel 4.19 Sisa Produksi Karung Plastik 45x75 bulan Agustus 2008...96

22. Tabel 4.20 Pesanan Bahan Baku...97

23. Tabel 4.21 Pemakaian Bahan Baku...98

(8)

x

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR GAMBAR

Halaman

1.

Gambar 2.1 Bagan Product Structure..………...52

2.

Gambar 2.2 Bagan Material Requirements Planning (MRP)..………...56

3.

Gambar 3.1 Struktur Organisasi PT. Menara Cemerlang.………...63

4.

Gambar 3.2 Proses Produksi………...………...52

(9)

1 Universitas Kristen Maranatha BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Masalah

Persaingan antar perusahaan akhir-akhir ini tidak lagi terbatas secara lokal,

tetapi mencakup kawasan regional dan global. Oleh karena itu, setiap perusahaan

berlomba untuk terus-menerus mencari usaha dan cara untuk mampu bersaing dan

memiliki keunggulan kompetitif agar tetap hidup dan berkembang. Ada tiga hal

yang menjadi ajang persaingan, yaitu harga, kualitas, dan layanan.

Harga sering kali ditentukan oleh biaya, dan biaya adalah hasil penentuan

dan pemilihan proses berusaha atau proses produksi perusahaan. Salah satu

komponen biaya produksi yang tinggi adalah barang, baik barang langsung

maupun barang tidak langsung. Ini termasuk bidang manajemen logistik,

khususnya manajemen barang atau material, yang lebih khusus lagi manajemen

persediaan barang. Oleh karena itu, perkembangan di bidang ini terus-menerus

dicari dan diupayakan untuk memperoleh biaya yang paling optimal.

Kualitas mempengaruhi seluruh organisasi, dari pemasok sampai

konsumen dan dari rancangan produk sampai aspek pemeliharaan peralatan.

Ukuran kualitas itu sendiri mungkin hanya ada di benak pemakai barang, namun

manajer operasi harus dapat mendefinisikan apa yang diharapkan para pengguna

barang itu. Dan tujuan akhir yang hendak dicapai adalah menjadi organisasi yang

(10)

2

Universitas Kristen Maranatha Hal lain yang menjadi faktor pendukung persaingan dalam dunia bisnis

selain harga dan kualitas adalah layanan. Seiring dengan keinginan pelanggan

untuk mendapatkan produk sesuai keinginan mereka, layanan juga termasuk hal

yang mendukung timbulnya kepuasan konsumen.

Melalui tiga hal di atas, setiap perusahaan baik perusahaan yang bergerak

dalam bidang industri maupun yang bergerak dalam bidang jasa, dituntut untuk

dapat terus meningkatkan produksi di dalam perusahaan. Karena jika aktivitas

produksi berjalan dengan lancar, maka proses selanjutnya pun akan berjalan baik,

dan yang lebih penting konsumen akan merasa puas.

Salah satu faktor yang dapat memperlancar proses produksi pada

perusahaan industri adalah persediaan bahan baku. Sistem persediaan bahan baku

tersebut harus dikelola dengan baik atau dengan kata lain harus memiliki

manajemen persediaan bahan baku yang teratur, agar tidak terjadi hal-hal yang

dapat membuat konsumen merasa tidak puas, contohnya tertundanya pengiriman

pesanan akibat kehabisan stok.

Penelitian ini dilakukan di Perusahaan Menara Cemerlang, suatu

perusahaan yang bergerak di bidang pembuatan karung plastik. Pada saat ini

perusahaan sedang mengalami penjualan yang pesat dan mengalami peningkatan

laba. Produksi dilakukan berdasarkan pemesanan yang diterima dari distributor.

Bahan baku untuk membuat karung-karung plastik tersebut dibeli melalui

beberapa pemasok. Bahan baku karung plastik tersebut adalah biji plastik, biji

kapur dan bahan proses. Saat ini perusahaan masih belum menggunakan sistem

(11)

3

Universitas Kristen Maranatha mengalami masalah dalam proses pengadaan dan pengelolaan bahan baku

tersebut.

Berdasarkan latar belakang di atas, maka penulis tertarik untuk

mengadakan penelitian dengan judul: “Analisis Sistem ‘Material Requirement

Planning’ Terhadap Efisiensi Bahan Baku Pembuatan Karung Plastik di PT.

MENARA CEMERLANG.”

1.2 Identifikasi masalah penelitian

Untuk menjamin kelancaran proses produksi, perusahaan perlu mengadakan

pengelolaan persediaan bahan baku, sehingga proses produksi dapat terjaga

kelancaran dan kelangsungannya.

Dalam proses produksi karung plastik dibutuhkan biji plastik, biji kapur

dan proses sebagai bahan baku. Di bawah ini merupakan data kebutuhan 3 jenis

(12)

4

[image:12.612.131.517.164.615.2]

Universitas Kristen Maranatha Tabel 1.1

Jumlah Kebutuhan Bahan Baku Periode Agustus 2007 (dalam satuan sak, 1 sak = 25kg)

DATE PLASTIK PROSES KAPUR

1 56 16 8

2 56 24 8

3 56 24 8

4 49 21 6

5 56 24 8

6 78 7 1

7 56 18 6

8 49 16 7

9 49 21 7

10 42 18 6

11 63 27 10

12 42 18 6

13 35 24 -

14 49 21 7

15 56 21 8

16 36 15 2

17 - - -

18 40 1 -

19 59 21 7

20 21 9 3

21 56 24 8

22 52 24 8

23 42 18 6

24 80 - -

25 56 24 8

26 49 21 7

27 30 27 -

28 42 18 6

29 56 24 8

30 49 21 7

31 42 18 6

TOTAL 1.502 sak 565 sak 172 sak

(13)

5

Universitas Kristen Maranatha Berdasarkan data jumlah kebutuhan tersebut terlihat bahwa jumlah

kebutuhan masing-masing jenis bahan baku berbeda-beda sehingga diperlukan

suatu sistem pengendalian persediaan yang baik. Adapun permasalahan yang akan

dibahas dalam penelitian ini dapat diindentifikasikan sebagai berikut:

1. Bagaimana perusahaan merencanakan dan mengendalikan bahan

bakunya selama ini?

2. Bagaimana sistem MRP yang sesuai diterapkan untuk kondisi

perusahaan?

3. Bagaimana peranan MRP dalam meningkatkan efisiensi di

perusahaan?

1.3 Tujuan Penelitian

Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut :

1. Untuk menjelaskan kebijakan yang dilakukan PT. MENARA

CEMERLANG dalam merencanakan dan mengendalikan persediaan

bahan bakunya selama ini.

2. Untuk menentukan sistem MRP yang sesuai dengan kondisi yang

dihadapi oleh perusahaan.

3. Memberi gambaran mengenai peranan MRP dalam meningkatkan

(14)

6

Universitas Kristen Maranatha 1.4 Kegunaan Penelitian

Hasil penelitian yang nantinya akan diperoleh diharapkan dapat berguna

bagi:

1. Penulis

Dengan adanya penelitian ini, penulis bisa menerapkan teori-teori

manajemen operasi, khususnya dalam bidang Material Requirement

Planning dalam keadaan yang sebenarnya, sehingga bisa menjadi

masukan juga bagi penulis di masa yang akan datang serta untuk

memenuhi salah satu syarat kelulusan dari Fakultas Ekonomi

Universitas Kristen Maranatha.

2. Perusahaan

Diharapkan dapat menjadi masukan yang bermanfaat untuk mengelola

bahan baku untuk meningkatkan efisiensinya sehingga diharapkan

daya saing perusahaan dapat meningkat.

3. Masyarakat dan Pihak-pihak Lain

Diharapkan masyarakat dan pihak lain yang berkepentingan dalam hal

Material Requirement Planning dapat menggunakan hasil penelitian

ini sebagai referensi.

1.5 Kerangka Pemikiran

Manajemen Operasi merupakan usaha – usaha pengelolaan secara

optimal penggunaan sumber daya ( faktor produksi ) dalam proses transformasi

input menjadi output. Menurut Jay Heizer dan Barry Render (2006;14)

(15)

7

Universitas Kristen Maranatha “Operations management (OM) is the set of activities that creates goods and services by transforming input into outputs.”

Tujuan manajemen operasi menurut Hendra Kusuma (2004:27) adalah

sebagai berikut:

“ Merencanakan dan mengendalikan aliran material ke dalam, di dalam, dan keluar pabrik sehingga posisi keuntungan optimal yang merupakan tujuan perusahaan dapat tercapai. “

Perusahaan yang sudah maju dalam melakukan proses produksi sudah

didukung dengan penggunaan teknologi produksi yang tinggi dan juga kualitas

sumber daya manusia yang tinggi pula. Hal ini tentunya menjadikan proses

produksi yang perusahaan jalani sangat efisien. Namun pada kenyataannya

banyak perusahaan yang sulit mencapai efisiensi di bidang operasi.

Definisi efisiensi menurut Gareth R. Jones dan Jennifer M. George

(2003:5) adalah sebagai berikut:

Efficiency in a measure of how well or how productively resources are used to achieve a goal.”

Maksudnya adalah bahwa seberapa baik atau produktif sumber daya yang

digunakan perusahaan untuk dapat mencapai tujuan.

Proses pengaturan persediaan bahan baku adalah salah satu bagian utama

yang dapat mempengaruhi tingkat efisiensi produksi di dalam perusahaan,

khususnya perusahaan manufaktur. Tingkat persediaan bahan baku yang dimiliki

perusahaan sangat menentukan dalam hal kemampuan memenuhi permintaan dan

jumlah produk yag dapat dihasilkan.

Maka dari itu pengendalian persediaan bahan baku memerlukan

(16)

8

Universitas Kristen Maranatha dilakukan, berapa jumlah pesanan yang optimal dalam suatu periode dengan

pertimbangan faktor waktu dan biaya lain-lain.

Di samping itu juga perusahaan yang berorientasi pada laba sudah

sepatutnya berusaha untuk meningkatkan labanya. Salah satu cara untuk

meningkatkan labanya adalah dengan melakukan pengendalian dan perencanaan

persediaan bahan baku yang efisien dan efektif agar perusahaan dapat

meminimasi biaya.

Menurut Ma’arif dan Tanjung (Ma’arif dan Tanjung, 2003:276)

persediaan adalah:

“Suatu aktiva yang meliputi barang-barang milik perusahaan dengan maksud untuk dijual dalam suatu periode usaha yang normal atau barang-barang yang masih dalam proses produksi ataupun persediaan bahan baku yang masih menunggu untuk digunakan dalam suatu proses produksi.“

Dalam buku “ Operations Management “ Jay Heizer dan Barry Render

(2006:474) mengatakan bahwa ada 4 jenis persediaan, yaitu:

1. Persediaan bahan baku ( raw material inventory )

2. Persediaan barang dalam proses ( work-in-process inventory )

3. Persediaan untuk perbaikan mesin (maintenance or repair or operating

supply )

4. Persediaan barang jadi ( finisned goods inventory )

Material Requirement Planning ( MRP ) adalah suatu teknik atau sistem

perencanaan kebutuhan bahan baku yang membahas cara yang tepat dalam

perencanaan kebutuhan barang dalam proses produksi, sehingga bahan baku yang

diperlukan dapat tersedia dalam jumlah tepat dan waktu yang tepat. Sistem MRP

(17)

9

Universitas Kristen Maranatha ketergantungan antara komponen-komponen untuk menghasilkan produk akhir.

Dengan MRP perusahaan dapat menghemat biaya-biaya yang berhubungan

dengan persediaan, memenuhi permintaan konsumen, serta meningkatkan

efisiensi.

Definisi MRP menurut George W. Plossi ( Orlicky, 1994:24 )

“Material requirement planning consists or a set of records, logically related techniques and procedures, decision rules to translate a master production schedule ( MPS ) for finished product, major subassemblies, or end item into passed net requirements, order for each component needed to implement this schedule.”

Menurut Jay Heizer dan Barry Render ( Heizer dan Render, 2006:516 ) terdapat 3

input utama MRP, yaitu :

1. Master Production Schedule ( MPS )

Merupakan perencanaan untuk menentukan berapa banyak dan kapan

perusahaan harus membuat produk akhir.

2. Bill Of Material ( BOM )

Merupakan daftar komponen yang dibutuhkan untuk membuat atau

merakit 1 unit produk akhir.

3. Inventory Status File ( ISF )

Berisi catatan tentang persediaan komponen yang ada di gudang atau

komponen yang sudah dipesan tetapi belum diterima.

Manfaat MRP bagi perusahaan menurut Eddy Heryanto ( 1999:258 )

adalah :

1. Mengurangi biaya-biaya yang berhubungan dengan persediaan,

(18)

10

Universitas Kristen Maranatha 3. Meningkatkan efisiensi.

Sedangkan proses MRP menurut Jay Heizer dan Barry Render ( Heizer

dan Render, 2006:520 ) adalah :

1. Netting

Merupakan proses perhitungan jumlah kebutuhan bersih, yaitu : selisih

antara kebutuhan kotor dengan persediaan yang ada di tangan.

2. Lotting

Merupakan proses menentukan besarnya pesanan optimal.

3. Offsetting

Merupakan proses menentukan kapan saat yang tepat melakukan rencana

pemesanan.

4. Explosion

Merupakan proses perhitungan kebutuhan kotor untuk tingkat item yang

lebih rendah.

Sistem-sistem MRP memiliki kemampuan untuk memberikan manajemen

dengan berbagai output atau keluaran. Menurut Jay Heizer dan Barry Render (

Heizer dan Barry, 2006:526 ), yaitu :

1. Order Release Requirements

Dengan adanya informasi ini dapat diketahui kapan sebaiknya pemesanan

dilakukan.

2. Order Rescheduling

(19)

11

Universitas Kristen Maranatha 3. Planned Orders

Perencanaan untuk pemesanan yang dilakukan di masa yang akan datang.

Dari input, proses, dan output MRP dapat ditentukan ukuran besarnya

jumlah yang tepat dalam pemesanan, atau dalam produksi adalah suatu masalah

penting dalam manajemen persediaan, baik untuk barang-barang yang independen

terhadap permintaan maupun yang dependen. Ini dinamakan Lot Sizing.

Menurut Jay Heizer dan Barry Render ( Heizer dan Barry, 2006:533 ) Lot

Sizing adalah:

“Whenever we have a net requirement, a decision must be made about how much to order. This decision is called a lot-sizing decision.”

Masalah yang sering kali timbul dalam perusahaan adalah masalah

planned order release yaitu bagaimana perusahaan dapat melakukan pemesanan

yang efektif, dimana dalam melakukan pemesanan timbul biaya-biaya seperti,

ordering cost ( biaya yang timbul akibat melakukan pemesanan ), dan holding

cost ( biaya yang timbul akibat menyimpan persediaan ).

Ukuran jumlah barang yang dipesan ( lot-size ) akan menentukan besarnya

biaya pemesanan dan biaya penyimpanan.

Menurut Jay Heizer dan Barry Render ( Heizer dan Barry, 2006:549 )

Lot-Sizing terdiri dari 3 macam, yaitu:

1. Economic Order Quantity ( EOQ )

Model ini menghasilkan biaya yang minimum jika digunakan secara

(20)

12

Universitas Kristen Maranatha 2. Lot-for-Lot

Jumlah pesanan untuk setiap periode ditentukan sama dengan jumlah

permintaan periode bersangkutan.

3. Part Period Balancing

Model ini merepresentasikan suatu pendekatan lain untuk

menyeimbangkan biaya setup dengan biaya penyimpanan. Istilah part

period merujuk pada penyimpanan bagian-bagian barang tertentu selama

suatu periode, sehingga jumlah pesanan yang bervariasi dapat diteliti

untuk perencanaan masa yang akan datang yang sudah ditentukan.

1.6 Metode Penelitian

Dalam melakukan penelitian dan penyusunan skripsi ini, penulis

menggunakan metode deskriptif. Menurut Moh Nazir (2003; 54), pengertian

mengenai metode deskriptif yaitu :

“Suatu metode dalam meneliti status sekelompok manusia, suatu objek, suatu set kondisi, suatu sistem pemikiran, ataupun suatu kelas peristiwa pada masa sekarang”.

Metode pengumpulan data yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Studi Lapangan atau Field Research

Penelitian ini dilakukan dengan cara meninjau langsung ke lokasi yang

sedang diteliti, untuk memperoleh data dan keterangan yang sesuai dengan

masalah yang dibahas, dilakukan dengan cara:

a. Survei, merupakan metode yang memerlukan adanya kontak atau

(21)

13

Universitas Kristen Maranatha responden penelitian untuk memperoleh data yang diperlukan.

Data penelitian berupa data subyek yang menyatakan opini, sikap,

pengalaman atau karakteristik subyek penelitian secara individual

atau secara kelompok. Metode survey yang digunakan adalah

wawancara atau interview, yaitu melakukan tanya jawab dengan

pimpinan, staf, dan karyawan yang terkait dengan masalah yang

diteliti.

b. Observasi, yaitu proses pencatatan pola perilaku subyek atau

orang, obyek atau benda atau kejadian yang sistematik tanpa

adanya pertanyaan atau komunikasi dengan individu-individu yang

diteliti. Observasi lebih akurat dan bebas dari respons bias dan

dapat menghasilkan data yang lebih rinci mengenai perilaku atau

subyek, benda atau kejadian atau obyek dibandingkan dengan

survey.

2. Studi Kepustakaan atau Library Research

Penelitian yang dilakukan dengan mencari dan mempelajari teori-teori

yang terdapat di dalam buku-buku, referensi, dan catatan-catatan lain

yang penulis peroleh selama perkuliahan.

1.7 Lokasi dan Waktu Penelitian

Dalam rangka penyusunan skripsi ini penulis melakukan penelitian pada

sebuah perusahaan yang bergerak di bidang karung plastik yaitu PT. Menara

(22)

14

Universitas Kristen Maranatha Sedangkan waktu penelitian adalah 6 bulan yaitu mulai bulan September 2007

sampai dengan Februari 2008.

1.8 Sistematika Pembahasan

Dalam penulisan tugas akhir ini penulis akan menjabarkannya ke dalam

beberapa bagian sebagai berikut :

Bab I Pendahuluan

Pada prinsipnya menjelaskan tentang pentingnya sistem Material

Requirement Planning ( MRP ) bagi suatu perusahaan.

Bab II Tinjauan Pustaka

Memuat landasan teori yang dipakai sebagai acuan atau pedoman dalam

penelitian ini.

Bab III Obyek Penelitian

Memberikan gambaran mengenai sejarah perusahaan secara umum,

struktur organisasi dan deskripsi wewenang dan tanggung jawabnya, dan

perkembangan operasi perusahaan secara umum.

Bab IV Pembahasan

Pertama menyajikan pembahasan temuan fakta-fakta dalam penelitian,

kemudian menguraikan pembahasan tentang permasalahan-permasalahan dalam

penelitian serta sistem persediaan yang menggunakan metode pengendalian

(23)

15

Universitas Kristen Maranatha Bab V Kesimpulan dan Saran-saran

Berisi kesimpulan tentang keseluruhan hasil penelitan dan saran-saran

(24)

 

101 Universitas Kristen Maranatha   

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, maka dapat ditarik kesimplan sebagai

berikut :

1. Pelaksanaan pengendalian persediaan bahan baku biji plastik, biji kapur, dan bahan

proses yang dilakukan PT. Menara Cemerlang hanya berdasarkan intuisi, kebiasaan

dan pengalaman belumlah memberikan hasil optimal. Hal ini terlihat dari frekuensi

pemesanan yang dilakukan oleh perusahaan yang terlalu sering dengan jumlah

pesanan yang terlalu sedikit, sehingga mengakibatkan pemborosan biaya

penyimpanan dan biaya pemesanan.

2. Penggunaan Material Requirements Planning (MRP) dengan metode Lot Sizing Lot

for Lot (LFL) menghasilkan total cost sebesar Rp.597.732,00, sedangkan metode yang

diterapkan saat ini menghasilkan total cost sebesar Rp.685.513,00, sehingga dengan

demikian terjadi penghematan biaya sebesar Rp.87.781,00.

3. Setelah melakukan perbandingan sistem pengendalian persediaan yang dilakukan

perusahaan dengan sistem Material Requirements Planning (MRP) yang

menggunakan metode Lot Sizing Lot for Lot (LFL), ternyata sistem Material

(25)

102  

Universitas Kristen Maranatha  5.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan maka, penulis memberikan beberapa saran kepada pihak PT.

Menara Cemerlang, diantaranya :

1. PT. Menara Cemerlang sebaiknya tidak terlalu banyak menyimpan stock bahan baku

karena akan menimbulkan biaya simpan yang cukup besar.

2. Dalam merencanakan jumlah produksi PT. Menara Cemerlang sebaiknya sesuai

dengan permintaan pasar karena kelebihan produksi juga akan menimbulkan biaya

simpan yang cukup besar.

3. Sebaiknya perusahaan menerapkan sistem Material Requirements Planning (MRP)

(26)

103

Universitas Kristen Maranatha

DAFTAR PUSTAKA

Assauri, Sofjan, 2004, Manajemen Produksi dan Operasi, Edisi Revisi,

Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Jakarta

Chase, Richard B., Nicholas J. Aquilano, F. Robert Jacobs, 2001, Operations

Management for Competitive Advantage, 9th Edition, Mc Graw-Hill

Companies, Inc., New York

Herjanto, Eddy, 1999, Manajemen Produksi dan Operasi,

Nazir, Mohamad, 2003, Metode Penelitian Bisnis, Cetakan ke-5, Galia

Indonesia, Jakarta

Plossi , George W., 1994, Operations Management: A Value Driven Approach,

1st Edition, Irwin Professional, New York

Rangkuti, Feddy, 2002, Manajemen Persediaan Aplikasi di Bidang Bisnis, PT

RajaGrafindo Persada, Jakarta

Render, Barry, and Jay Heizer, 2006, Prinsip-prinsip Manajemen Operasi,

Edisi 7, alih bahasa Dwianoegrahwati Setyoningsih, Indra Alhamadi,

Salemba Empat, Jakarta

Robbins, Stephen P., 2003, Organizational Behavior, 10th Edition, Prentice-Hall,

International, Inc.

Russell, Roberta S. and Bernard W. Taylor III, 2005, Operations Management,

(27)

104

Universitas Kristen Maranatha Schroeder, Roger G., 2000, Operations Management : Contemporary Concepts

and Cases, International Edition, Mc Graw-Hill Companies, Inc., Boston

Sumayang, Lalu, 2003, Dasar-dasar Manajemen Produksi dan Operasi,

Salemba Empat, Jakarta

Yamit, Zulian, 2003, Manajemen Produksi dan Operasi, Edisi 2 , Ekonisia,

Gambar

Tabel 1.1 Jumlah Kebutuhan Bahan Baku

Referensi

Dokumen terkait

Metode yang tepat untuk melakukan hal tersebut adalah Materiall Requirement Planning (MRP), karena MRP memiliki manfaat yaitu “dapat di gunakan untuk perencanaan

Melalui metode MRP dengan melihat MPS (Master Production Schedule) dapat dilakukan perencanaan proses produksi dan kebutuhan bahan yang diperlukan setiap periodenya sehingga

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan jumlah dan frekuensi pemesanan optimal dengan menggunakan metode Material Requirement Planning (MRP) dan mengetahui total biaya

Dengan ridho dan hidayah Nya, skripsi dengan judul “ Perencanaan Persediaan Bahan Baku Majalah Manggala Menggunakan Metode Material Requirements Planning (MRP)” di

Tujuan penelitian ini adalah untuk merencanakan persediaan bahan baku pada produk Giboult Joint PVC agar mendapatkan biaya persediaan minimum.Metode yang digunakan

Diharapkan dengan adanya metode Material Requirement Planning (MRP) perencanaan dan persediaan bahan baku produksi berjalan dengan baik dan keberhasilan dalam pemenuhan

Metode yang di gunakan pada penelitian ini adalah metode Material Requirement Planning (MRP) untuk menghitung jumlah persediaan bahan baku secara efisien yang

Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui apakah penerapan metode MRP Material Requirement Planning dalam merencanakan persediaan suku cadang dapat berjalan dengan efektif dan