BAB 7
GELOMBANG MEKANIK
Simpangan gelombang pada setiap saat diungkapkan dengan persamaan matematika. Gelombang adalah usikan yang merambat pada suatu medium (gejala perambatan energi).
Jenis gelombang menurut arah getar
1. Gelombang transversal : gelombang yang arah getarnya tegak lurus dengan arah rambatnya
2. Gelombang longitudinal : gelombang yang arah getarnya berimpit dengan arah rambatannya.
Jenis gelombang menurut Amplitudo 1. Gelombang berjalan
Sumber getar P memancarkan gelombang dengan kecepatan rambat V menuju titik Q yang berjarak x dari P
Maka gelombang berjalan dapat didefinisikan gelombang yang mempunyai amplitude yang tetap/sama pada tiap titik yang dilewatinya.
Beda fase antara P dan Q yang terjadi dapat dihitung dengan cara berikut ini misalkan periode getaran T dan lamanya bergetar t.
Waktu di Q = t Waktu P . Q = 𝑥
𝑉
Waktu Q = −𝑥
𝑉 fase Q = φQ = 𝑡−
𝑥 𝑉 𝑇
= 𝑡
1∙ 𝑥
𝑉.𝑡
φQ = φP = 𝑥
𝜆
beda fase antara P dan Q = φ = φP - φQ
φ =
Persamaan gelombang berjalan
I = gelombang
II = gelombang setelah t detik
Simpangan, kecepatan getar dan percepatan dari titik Q.
yQ = A sin 2p (t
T∙x
λ) yQ =2πA
T cos 2p (t
T∙x
λ) atau VP = 1
2π√A2− yP2 aQ =−4π
2A
T2 sin 2p (t
T∙x
λ) atau aQ = −4π
2 T2 yQ
Dimana A = amplitude T = periode
X = jarak titik Q dari titik ujung tali yang digerakkan mula-mula (titik pulsa) λ = jarak gelombang
2. Gelombang diam (stationer)
Gelombang yang amplitudonya tidak selalu sama pada titik-titik yang
dilaluinya. Gelombang diam terjadi apabila gelombang datang dan gelombang pantulnya saling berinterferensi. Kedua gelombang itu memiliki amplitude dan frekuensi yang sama.
Jenis gelombang diam Ujung bebas
Gelombang datang Persamaan gelombang y' = A sin (𝑡
𝑇∙𝐿−𝑥
𝜆 ) 2𝑝
Gelombang pantul Persamaan gelombang y'' = A sin (𝑡
𝑇∙𝐿+𝑥
𝜆 ) 2𝑝
Persamaan gelombang diam y = y' + y''
= A sin (𝑡
𝑇∙𝐿−𝑥
𝜆 ) 2𝑝 + A sin (𝑡
𝑇∙𝐿+𝑥
𝜆 ) 2𝑝
Ujung terikat
y = 2A sin (𝑡
𝑇∙𝐿
𝜆) 2𝑝 cos (𝑋
𝜆)2p
Persamaan gelombang ujung terikat y = 2A cos (𝑡
𝑇∙𝐿
𝜆) 2𝑝 sin (𝑋
𝜆)2p
Contoh soal
Tali PQ yang panjangnya 10 m digantungkan vertical dan Q berada di bawah merupakan ujung bebas. Titik A terletak pada tali 3 m dari Q. jika P
digetarkan transversal dengan frekuensi 12 Hz dan amplitude 8 cm, juga kecepatan rambatnya 7,2 m/s. Hitunglah!
a. Simpangan pada saat t = 6 detik Penyelesaian
f = 12 Hz T = detik V = 1
𝜆2 m/s l = 7,2
12 = 0,6 m
L = 10 m titik A = 3 m (s) A = 8 cm = 0,08 t = 6 detik
y = 2A sin (𝑡
𝑇∙𝐿
𝜆) 2𝑝 cos (𝑋
𝜆)2p
= 2(0,08) sin ( 6
0,083∙ 10
0,6) 2𝑝 cos ( )2p
= 0,16 sin (72,289 – 16,666) 2p cos (5) 2p 0,16 . (–0,698)
0,111 m 11,1 cm
2. Sumber-sumber bunyi menghasilkan gelombang dengan frekuensi 40 Hz dan amplitude 20 cm.
Berapakah fase dan simpangan titik A yang berjarak 18 m dari titik S pada saat titik A telah bergetar 32 kali. Jika titik A mulai gerakannya ke bawah, kemana arah gerakan titik A cepat rambat gelombang 160 m/detik.
f = 40 Hz A = 20 cm X = 18 m T = 𝑡
𝑓 = 1
40 detik V = f λ
160 = 40 λ
λ = 4 m
karena titik telah bergetar 32 kali maka
= 32
40 = 4
5 detik t = 4
5 detik
φA = 𝑡
𝑇∙𝑋
𝜆 =
4 51 40
∙18
4
= 16 – 4,5 φA = 11,5
yp = A sin (𝑡
𝑇∙𝑋
𝜆)
= 20 sin 2x (11,5)
= 20 sin 180
= 0
Latihan Soal Gelombang Mekanik
1. Jika jarak 4 buah simpul berturut-turut pada sebuah tali yang ujungnya bebas adalah 120 cm dan cepat rambat gelombangnya 24 m/s. Maka besar
frekuensinya a. 82,405 Hz b. 28,054 Hz c. 45,028 Hz d. 40,825 Hz e. 54,082 Hz
2. Cepat rambat gelombang transversal dalam dawai. Apabila sutas dawai mempunyai massa dan panjang λ diberi gaya F, maka cepat rambat gelombang dalam dawai menjadi
𝑉 = √𝐹 𝑀
Dimana =
𝜆
𝑉 = √𝐹
𝜆 Dan frekuensi yang dihasilkan
v = f λ = √𝐹
𝑀
f = 𝑖
𝜆√𝐹
𝑀
Energi dan Intensitas bunyi
Pada hakikatnya perambatan gelombang bunyi adalah juga merupakan
perambatan energi bunyi. Jika gelombang merambat dalam sesuatu medium maka energy dirambatkan dari partikel ke partikel medium itu. Maka tiap partikel yang bergetar karena perambatan gelombang mempunyai energi E = 1
2 KA2 dimana A adalah amplitude gelombang longitudinal kita tahu K = 4𝑝
2
𝑇2 = 4p2f2m maka energy bunyi dapat ditulis dengan
E = 2p2f2m A2 E = 2p2f2r Vt A2
Energy tiap satuan waktu P = 𝐸
𝑡
P = 2π
2f2ρ ∙Vt A2 𝑡
P = 2π2f2ρ ∙ V A2
Intensitas bunyi adalah jumlah energy bunyi yang menembus tegak lurus bidang seluas satu satuan luas tiap detik.
I = 𝑃
𝐴 P = I A
dimana I = intensitas P = daya
A = luas penampang
Intesitas pada titik-titik yang berlainan jaraknya dan sumber bunyi berbanding terbalik dengan kuadrat jaraknya terhadap sumber bunyi
I ~ 1
𝑅2
Dimana I = intensitas bunyi yang tiba di sebuah tempat r = jarak tempat itu ke sumber bunyi
taraf intensitas bunyi (TI) adalah logaritma perbandingan antara intensitas bunyi dengan intensitas ambang:
TI = 10 log I
I0
Dimana TI = taraf intensitas I = intensitas bunyi
I0 = intensitas ambang = 10-12 pada frekuensi 1000Hz
Pelayangan:
Gejalan mengeras dan melunaknya bunyi yang terjadi secara teratur yang disebabkan oleh inteferensi dua nada yang frekuensinya berbeda sedikit yang terjadi dalam 1 detik. Pada umumnya dua gelombang bunyi dapat berinterfrensi membentuk gelombang bunyi baru. Bila frekuensi-frekuensi bunyi dari
gelombang-gelombang yang berinterferensi hanya berbeda sedikit akan terjadi layangan.
Banyaknya layangan tiap detik dapat ditentukan dengan mengambil beda frekuensi kedua sumber yang menimbulkannya. Sedangkan 1 layangan adalah gejalan terjadinya dua pengerasan bunyi yang beruturutan (keras – lemah – keras).
Jika dua gelombang dengan amplitude A dan frekuensinya masing-masing f1 dan f2 berbeda sedikit dan simpangan gelombang.
Y2 = 2A cos 2p (𝑓1−𝑓2
2 )+ sin 2p (𝑓1−𝑓2
2 )t
EFEK DOPPLER
Pendengar akan mendengar bunyi yang frekuensinya sesuai dengan frekuensi sumbernya apabila tidak ada gerakan relative dari pendengar atau sumber bunyi.
Pendengar dan sumber bunyi bergerak saling mendekat akan terdenganr bunyi yang frekuensinya lebih tinggi bila dibandingkan dengan frekuensi yang didengar bila keduanya (pendengar dan sumber bunyi) dalam keadaan diam. Sedangkan frekuensi bunyi yang didengar menjadi lebih rendah jika keduanya bergerak saling menjauh.
Jika suatu sumber bunyi mempunyai frekuensi f0 bergerak dengan kecepatan v0
maka frekuensi pendengar fp yang didengar oleh pendengar yang bergerak dengan kecepatan vP ialah
𝑓𝑝 = 𝑉±𝑉𝑝
𝑉±𝑉𝑠 ∙ 𝑓𝑠 atau 𝑓𝑝
𝑉±𝑉𝑝 = 𝑓𝑠
𝑉±𝑉𝑠
Jika:
Pendengar mendekati sumber bunyi maka VP + Pendengar menjauhi sumber bunyi maka VP – Sumber bunyi menjauhi pendengar maka Vs + Sumber bunyi mendekati pendengar maka Vs -
Penyelesaian VP = 0 VS = 5 m/det fS = 320 Hz V = 340 m/det
𝑓𝑝
𝑉±𝑉𝑝= 𝑓𝑠
𝑉±𝑉𝑠
𝑓𝑝
𝑉+𝑉𝑝 = 𝑓𝑠
𝑉−𝑉𝑠
𝑓𝑝
340+0= 320
340−5
𝑓𝑝
340= 320
335 𝑓𝑝 = 320∙340
335 𝑓𝑝 = 324,776 Hz
Frekuensi yang didengar pendengar adalah 324,776 Hz
2. Sebuah mobil truk bergerak dengan kecepatan 54 km/jam. Dari arah belakang bergerak motor yang melaju dengan kecepatan 72 km/jam sambil
membunyikan klakson yang berfrekuensi 1300 Hz. Berapa frekuensi bunyi klaksi yang didengar oleh pengendara truk jika kecepatan rambat bunyi di udara 345 m/s.
Penyelesaian:
Pendengar menjauhi sumber VP = 54 km/jam = 15 m/s fP = ?
sumber mendekati pendengar VS = 72 km/jam = 20 m/s fS = 1300 Hz
maka
𝑓𝑝
𝑉+𝑉𝑝 = 𝑓𝑠
𝑉+𝑉𝑠
𝑓𝑝
345−15= 1300
345−20
𝑓𝑝
330= 130 ∙ 330 𝑓𝑝 = 42900
325 𝑓𝑝 = 132 Hz
BAB 8
GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK
Gelombang elektromagnetik ditimbulkan oleh muatan yang dipercepat.
Gejala kelistrikan pada sesuatu benda telah ditunjukkan oleh Coulomb dan hubungannya dengan kemagnetan telah diperlihatkan oleh Oerstedt yang kemudian diamati secara baik oleh Biot Savart dan juga oleh Faraday.
Coulomb menunjukkan bahwa di sekitar benda bermuatan listrik terdapat medan listrik. Sedangkan Oerstedt memperlihatkan bahwa di sekitar kawat berarus listrik terjadi medan magnet. Kemudian Biot Savart menghitung besarnya kuat medan magnet di sekitar kawat lurus berarus listrik dan Faraday
menunjukkan terjadinya kuat arus pada kumparan bila terdapat perubahan medan magnet dalam kumparan tersebut. Berdasarkan gejala yang menunjukkan adanya hubungan antara kemagnetan dan kelistrikan seperti yang ditunjukkan oleh Faraday, maka James Clark Maxwell menganggap peristiwa itu belum lengkap dan anggapan lainnya bahwa perubahan medan listrik tentu akan menimbulkan medan magnet.
Teori Maxwell
Sumber medan magnetic adalah arus listrik dan sumber medan listrik adalah muatan listrik. Perubahan medan magnetic menimbulkan arus listrik dalam rangkaian tertutup atau medan magnetic menimbulkan medan listrik. Maxwell berpendapat kalau perubahan medan magnetic menimbulkan medan listrik maka tentu saja perubahan medan listrik akan menimbulkan medan magnetic.
Adapun hipotesa J.C. Maxwell adalah perubahan medan listrik dapat menimbulkan medan magnet yang disebut atas dasar.
1. Medan listrik yang dihasilkan oleh muatan listrik (hokum Coulomb) 𝐸 =𝑘𝑞
𝑟2
2. Medan magnet yang dihasilkan oleh aliran muatan listrik (Hukum Biot Savart) 𝐷𝛽 = 𝜇0
4𝜋=𝑙 𝑑𝑙 sin 𝛼 𝑟2
3. Medan listrik (GGL Listrik) yang dihasilkan oleh perubahan medan magnet (Hukum induksi Faraday)
𝐸 = 𝑑 𝑑𝑡
Gelombang elektro magnetic terdiri dari medan magnet dan medan listrik yang berubah secara periodic dan serempak dengan arah getar tegak lurus satu sama lain dan masing-masing medan tegak lurus arah rambatan gelombang.
Maxwell berpendapat bahwa gelombang electromagnet merambat ke segala arah dengan kecepatan yang tinggi yang tergantung pada permitivitas listrik e0 dan permeabilitas magnet m0 yang dituliskan dalam rumus.
𝐶 = 1
√𝜀0∙ 𝜇0 Dimana
𝜀0 = 8.82 x 10-12 C/Am2 𝜇0 = 12.6 x 10-16 wB/Am Sehingga
𝐶 = 1
√8.82 x 10−12∙12.6 x 10−16 𝐶 =3.108 m/s
Kecepatan ini menyamai kecepatan rambat cahaya yang disebabkan
gelombang electromagnet dapat menunjukkan gejala-gejala refraksi, difaksi dan polarisasi maka Maxwell memberikan kesimpulan bahwa cahaya terdiri dari gelombang electromagnet, dimana rambatan gelombang electron dan medan listrik memiliki arah yang sama sedangkan dengan medan magnet arah rambatan gelombang electromagnet saling tegak lurus yang dapat ditunjukkan dengan percobaan berikut.
Jika dua bola kecil yang diikatkan pada pegas yang diberi muatan yang berbeda maka muatan-muatan akan menimbulkan medan listrik sesuai dengan hokum Coulomb. Jika pegas digetarkan medan listrik yang hasilkan akan
berubah-ubah, perubahan ini akan menimbulkan medan magnet sebagai akibatnya jarak bolak-balik muatan-muatan di atas kecepatan perubahan medan listrik tidak tetap ini menyebabkan medan magnet tidak tetap besarnya dan perubahan medan magnet ini akan menghasilkan medan listrik sesuai dengan hokum Biot-Savart karena proses terjadinya medan listrik dan medan magnet ini berlangsung terus-menerus secara periodik dan menjalar ke segala arah. Gejala seperti inilah yang kemudian dikenal sebagai gelombang
elektromagnetik dan arah vector medan listrik dan medan magnet saling tegak lurus, maka arah rambatan yang demikian merupakan gelombang transversal, sehingga pada akhirnya dapat disimpulkan bahwa cahaya merupakan
gelombang electromagnet.
Jenis gelombang elektromagnetik dapat dikelompokkan berdasarkan panjang atau frekuensinya.
jenis gelombang frekuensi panjang gelombang (m)
dihasilkan dari
sinar gamma 1018 – 5.1024 6.10-7 – 3.00 reaksi nuklir sinar X 1016 – 3.1020 10-2 – 3.102 tumbukan electron ultra ungu 7,5.1014 – 1016 3.102 – 4.103 benda yang sangat
panas
cahaya tampak 43.1014 – 7,5.1014 4.103 – 7.103 matahari dan lampu infra merah 3.1014 - 7,5.1014 7.103 – 10.73 benda panas gelombang pendek 109 – 3.1011 107 – 39 tabung hampa TV dan radio FM 40.107 – 20.108 1,5.1010 – 7,5.1010 getaran electron radio AM 5.105 – 20.107 1,5.1011 – 6.1012 getaran electron
Pemanfaatan gelombang elektromagnetik:
1. Gelombang radio
Memiliki jangkauan panjang gelombang +0,01 meter sampai dengan 106 m.
gelombang radio dibagi 3:
a. Gelombang menengah (medium wave) b. Gelombang pendek (short wave) c. Gelombang panjang (long wave)
Gelombang radio dihasilkan oleh muatan-muatan listrik yang dipercepat melalui kawat-kawat penghantar. Muatan-muatan ini dibangkitkan oleh osilator. Gelombang radio dipancarkan dari antena dan diterima oleh antenna, luas daerah yang dicapai dari panjang gelombang yang dihasilkan tergantung pada tinggi rendahnya antenna.
2. Pesawat RADAR (Radio Detection and Ranging)
Radar mempunyai arti mencarikan dan menentukan jejak sebuah benda dengan menggunakan gelombang mikro berfrekuensi 1010 Hertz. Pesawat radar memanfaatkan sifat dari gelombang mikro, antenna radar bertindak sebagai pemancar dan penerima gelombang. Karena cepat rambat gelombang elektromagnetik c = 3 x 108 m/s, maka dengan mengamati selang waktu antara pemancar dan penerimaan (t) maka dapat diketahui jarak benda yang
ditangkap oleh radar.
𝑆 = 𝑐 ×𝑡 2 Dimana
S = jarak benda yang ditangkap oleh radar c = 3 x 108 m/s
t = selang waktu antara pancaran dan penerimaan
3. Radiasi infra merah
Frekuensi 3.1011 – 43.1014 Hertz Panjang gelombang 10-4.10-1m
Untuk memeriksa spectrum yang dihasilkan sebuah lampu pijar dengan detector yang dihubungkan pada miliamperemeter, maka jarum amperemeter
sedikit di atas ujung spectrum merah. Radiasi yang tidak dilihat tetapi dapat dideteksi di atas spectrum merah ini disebut radiasi infra merah.
4. Radiasi ultra violet
Frekuensi 7,5.1014 – 1016 Hz
Panjang gelombang 3.102 – 4.103 m
Radiasi ultra violet mempunyai energy kimia sehingga dapat memancarkan barium – platina – cianida menghitamkan plat foto yang berlapis perak kromida dan mempunyai daya pembunuh kuman-kuman terutama penyakit kulit.
Matahari adalah sumber ultra violet radiasinya dapat menyebabkan perubahan warna kulit.
5. Sinar X
Frekuensi 1016 – 3.1020 Hz
Panjang gelombang 10-2 – 3.102 cm
Daya tembusnya besar, dapat menembus pelat besi, foto radiasi gamma dihasilkan dengan cara yang sama seperti foto sinar X. Radiasi gamma dapat dideteksi dengan tabung Geiger – Muller.
Contoh soal dan penyelesaiannya
1. Radar memancarkan gelombang elektromagnetik yang mengenai pesawat terbang lawan dan kembali dalam waktu 8 detik. Berapa jauh pesawat terbang tersebut?
Penyelesaian:
t = 8 m detik = 8 x 10-6 detik C = 3 x 108 m/s
Maka S = 𝑐∙𝑡
2 = 3 x 10
8 ∙8 x 10−6
2 = 24 x 10
2
2 = 12 x 102
= 1200 m
Dispersi, interferensi, difraksi dan polarisasi Dispersi
Apabila seberkas cahaya putih (cahaya polikhromatik) mengenai bidang batas dua medium yang berlainan indeks biasnya selain dibiaskan juga akan diuraikan atas warna-warna bagiannya.
Bila seberkas cahaya putih dijatuhkan pada bidang sisi sebuah prisma dan di belakang prisma diletakkan layar untuk menangkap berkas cahaya yang keluar dari prisma, cahaya tersebut mengalami dua kali dibiaskan yaitu yang pertama dari cahaya datang dari udara ke sisi prisma dan masuk ke dalam prisma. Yang kedua dari dalam prisma dibiaskan kembali ke sisi prisma dan masuk ke dalam prisma yang lain dan keluar dari prisma. Maka pada layar tampak spectrum warna terdiri dari merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu. Spectrum ini disebut spectrum matahari dan tiap-tiap warna mempunyai frekuensi dan panjang
gelombang dan dituliskan.
V = λ f
Dari susunan warna-warna itu merah mengalai deviasi yang terkecil dan ungu mengalami deviasi terbesar.
Perbedaan deviasi ungu dan warna merah disebut sudut dispersi.
φ = Du – Dm φ = disperse
Du = deviasi warna ungu Dm = deviasi warna merah
Untuk prisma yang dianggap cukup tipis (sudut pembias kecil) maka berlaku Du = (nu – 1)B nu = indeks bias warna ungu
Dm = (nm – 1)B nm = indeks warna merah
φ = Du – Dm
= (nu – 1)B – (nm – 1)B
= (nu – nm)B
Cahaya polikhromatik adalah cahaya putih yang terdiri dari bermacam-macam warna yang berbeda indeks biasnya, maka bila melalui prisma akan mengalami disperse menjadi berbagai warna seperti merah, jingga, kuning dan lain-lain.
Dua gelombang cahaya yang koheren dapat berinterferensi:
T1 dan T2 = sumber cahaya koheren
Hasil interferensi terlihat pada layar berupa pita-pita terang dan gelap jarak pita- pita terang ke terang pusat M.
𝑋 =𝜆 𝐿 𝑑 Dimana
X = jarak antara garis terang pusat Λ = panjang gelombang
L = jarak antara celah dan layar d = jarak antara dua celah nλ = d sin Ө
sin Ө = 𝑛𝜆
𝑑
n = terang atau gelap ke 1, 2, 3, … λ = panjang gelombang
d = jarak antara dua celah Ө = sudut yang dibentul
DEFRAKSI CAHAYA PADA CELAH TUNGGAL
Pembelokan arah cahaya karena tepi sesuatu rintangan disebut difaksi.
Pembelokan ini menunjukkan adanya sifat yang dimiliki cahaya sebagai gelombang. Seberkas cahaya monokhromatik yang dijatuhkan pada bidang bercelah tunggal akan memberikan bayangan terang dan gelap dan berkas cahaya polikhromatik memberikan bayangan berwarna pada layar yang dipasang,
dibelokkan oleh celah tersebut. Peristiwa ini terjadi karena interferensi gelombang cahaya yang mengalai difraksi. Begitu pula pada celah ganda celah yang dibuat dengan member goresan-goresan sejajar yang berjarak sama pada bidang kaca yang disebut kisi difraksi. Jika pada bidang kisi difraksi dijatuhkan seberkas cahaya sejajar dan layar yang dipasang di belakang bidang kisi, maka pada layar terbentuk pola bayangan yang sama dengan pola yang dibentuk oleh celah tunggal dan berbeda pada letak bayangan gelap terang.
Celah tunggal
Bayangan gelap terjadi jika d sin α
λ = k(k = 1, 2, 3, … ) Bayangan terang terjadi jika d sin α
λ = 1
2+ k(k = 0, 1, 2, 3, … ) Celah banyak
Bayangan gelap terjadi jika 𝑦 =λL
d (1
2+ k) Bayangan terang terjadi jika 𝑦 =λL
d k
Untuk menunjukkan pola interferensi cahaya diperlukan dua sumber yang berheren yaitu sumber-sumber cahaya yang mempunyai frekuensi sama dan menghasilkan gelombang dengan beda fase yang tetap. Sedangkan sinar polikhromatik dapat terurai menjadi bermacam-macam warna dan indeks bias suatu lensa untuk tiap warna berbeda, karena itu jika sinar polikhromatik diarahkan pada suatu lensa maka diperoleh lebih dari satu focus lensa. Focus- fokus sinar lain terletak antara Fm dan Fu. Untuk itu dengan menggabungkan dua buah lensa yang berbeda indeks biasnya dapat dirumuskan dengan
1 fm+ 1
fn = 1 fu+1
fs
fm dan fn = jarak focus merah untuk lensa kerona dan flinta
fu dan fs = jarak focus sebuah lensa merupakan jarak terpendek yang masih dapat ditampilkan sebagai dua buah titik yang terpisah pada bayangan dan dapat
dituliskan
do = 1,22λL D dO = daya urai
λ = panjang gelombang cahaya L = jarak antara lensa ke layar D = jarak antara lensa
POLARISASI CAHAYA
Gelombang cahaya merupakan gelombang transversal yang dapat dijelaskan dengan polarisasi cahaya yaitu berubahnya cahaya yang bergetar pada berbagai bidang, menjadi cahaya yang bergetar dalam satu bidang tertentu.
Cara memperoleh cahaya terpolarisasi 1. Dengan pantulan cahaya
Cahaya pantul akan terpolarisasi jika sinar pantul tegak lurus sinar bias i0 + r = 900
tg i0 = n1,2
dimana
i0 = sudut polarisasi, sudut datang agar cahaya pantul terpolarisasi
n1,2 = indeks bias n = sudut bias
2. Dengan pantulan dan biasan cahaya
Apabila seberkas cahaya biasa dijatuhkan pada permukaan bidang batas antara dua buat medium sehingga cahaya yang terbias dan yang terpantul saling tegak lurus sehingga akan diperoleh cahaya terpolarisasi sebagian maka:
i + r = 900
n1 sin i = n2 sin r n1 sin i = n2 sin (900 - i) n1 sin i = n2 cos i tg i = n2
n1
i = sudut polarisasi 3. Dengan biasan kembar
Bias kembar adalah pembiasan satu cahaya alamiah yang disertai peruraian menjadi cahaya biasa dan cahaya istimewa yang masing-masing cahaya bergetar dalam satu bidang tertentu.
4. Dengan hamburan cahaya
Seberkas cahaya biasa yang cukup kuat diliwatkan daerah yang tidak mengandung partikel-partikel halus yang tidak tampak tetapi bila ke dalam daerah itu dimasukkan partikel-partikel halus dari asap rokok, maka sebagian cahaya akan terhambur dan intensitas cahaya yang dihamburkan bergantung pada ukuran partikel.
5. Dengan absorpsi selektif
Absorpsi selektif ialah penyerapan cahaya biasa oleh suatu zat pada peristiwa bias kembar.
Absorpsi selektif terjadi pada - Kristal tourmaline - Prisma nical
Jika kristal tourmalin terbentuk keeping yang dibatasi oleh dua bidang sejajar dengan sumbu Optik dan seberkas cahaya biasa dijatuhkan tegak lurus pada salah satu bidang sisi Kristal, maka sebagian cahaya diteruskan sebagai cahaya terpolarisasi dan sebagian lagi diserapnya. Karena sifat dari tourmalin maka dapat digunakan sebagai polarisator (alat yang membuat cahaya terpolarisasi) dan sebagai analisator (memeriksa berkas cahaya terpolarisasi atau tidak).
polarimeter
Adalah alat yang cara kerjanya berdasarkan atas adanya polarisasi cahaya.
Alat ini digunakan untuk menentukan konsentrasi sesuatu larutan.
Sebelum tabung diisi larutan, cahaya tidak tampak dari celah analisator pada sudut putar Ө1, ketikatabung diisi larutan, cahaya juga tidak tampak lagi sudut putar Ө2. Maka sudut putar menjadi Ө2 – Ө1 yang merupakan perubahan sudut putar bidang polarisasi yang dilakukan oleh larutan dan larutan
semacam ini disebut optic aktif. Sedangkan besarnya sudut putar yang dilakukan larutan berbanding lurus dengna panjang larutan.
- Panjang larutan - Konsentrasi larutan - Putaran jenis larutan
Yang dapat dirumuskan Ө = α L C
α = putaran jenis larutan
Ө = sudut putar bidang polarisasi Ө = 0,1 α L C
L = panjang larutan C = konsentrasi larutan
Dimana 0,1 = panjang polarimeter 10cm
Contoh soal dispersi
1. Seberkas cahaya putih jatuh pada bidang sisi prisma yang mempunyai sudut pembias 160. Jika nm = 1,52, nu = 1,54. Tentukan dispersi cahaya!
Penyelesaian:
nm = 1,52 nu = 1,54 β = 160
φ = (nu – nm)β
= (1,54 – 1,52)16
= 0,02 x 16 Φ = 0,320
2. Sudut pembias prisma 600 (n = 1,56) jika sinar datang dengan sudut 150.
Hitung
a. Sudut deviasi Penyelesaian i = 150
n = 1,56 β = 600 n1,2 = n prisma
n udara = sin 4
sin r1
1,56
1 = sin 150
n udara 1,56 sin r1 = 0,2588
Sin r1 = 0,2588
1,56
Sin r1 = 0,1659 r1 = 9,540 β = i2 + r1 60 = i2+9,540
i2 = 60 – 9,54 i2 = 50,460
n1,2 = n udara
n prisma= sin i2
sin r2
= n udara
n prisma= sin i2
sin r2
sin r2 = 1,56 . sin 50,46 sin r2 = 1,56 . 0,771 sin r2 = 1,2027 sin r2 = 11,690 D = i2 + r2
= 15 + 11,69 – 60 D = -33,310
Contoh soal inteferensi
Cahaya monokhromatik datang mengenai dua buah celah yang berjarak 0,8 mm dan pola interferensi yang terjadi pada layar berjarak 50cm dari layar dna jarak 2 garis terang berturut-turut 0,264 mm. hitung panjang gelombang cahaya yang datang.
Penyelesaian:
d = 0,8 mm = 8 x 10-4 m x = 0,264 mm = 264 x 10-6 m L = 50cm = 5 x 10-1m
x = 𝜆𝐿
𝑑
λ = 𝑥𝑑
𝐿
= 264 ×10
−6×8×10−4
5×10−1 = 2112×10−10
5×10−1
= 4,22.4.10-9m λ = 42,44 A
Percobaan inteferensi gelombang digunakan cahaya dengan panjang gelombang 800 mm, jarak antara sumber-sumber cahaya yang diperoleh dari cermin ke layar 3 m. jika jarak antara dua bayangan terang tingkat 1 pada layar 4 mm. Tentukan jarak antara dua sumber cahaya.
Penyelesaian:
α = 8 mm = 8 . 10-3m L = 3 m
2x1 = 4 mm = 4 . 10-3m α1 = 2 . 10-3m
x = 𝜆 𝐿
𝑑 𝑘 x1 = 𝜆 𝐿
𝑑
2.10-3 = 8∙10
−7∙3 𝑑
2.10-3 . d = 24. 10-3 d = 24∙10
−7 2∙10−3
d = 12 m
Contoh soal difraksi
1) Sebuah celah tunggal mempunyai lebar 0,2 mm, berkas cahaya jatuh sejajar dengan panjang gelombang 3000 A. Bayangan terang dan gelap terjadi pada layar yang berjarak 3 m dari celah. Tentukan letak garis kedua dari garis terang pusat!
Penyelesaian:
d = 0,2 mm = 2 x 10-4 m l = 3000 A = 3 x 10-7 m L = 3 m
𝑦 =𝜆𝐿
𝑑 ∙ 𝑘
= 3∙10
−7∙3 2∙10−4 ∙ 2
= 18∙10
−7 2∙10−4
y = 9 x 10-3 m y = 9 mm
Contoh garis gelap ketiga dari garis terang pusat = 9 mm Contoh Soal Polarisasi
1. Tentukan sudut terpolarisasi cahaya bila berkas cahaya dijatuhkan pada permukaan air yang mempunyai indeks bias 1,33
Penyelesaian:
n1 = 1 n2 = 1,33 tg1 = 𝑛2
𝑛1
tg1 = 1,33
1
tg1 = 1,33 i = 53,060
2. Sebuah kaca polarisator dan kaca analisator disusun hingga kedua bidangnya sejajar dan kedua sumbu optiknya negative sudut 450.
Berapa % intensitas cahaya yang keluar dari kaca analisator.
Penyelesaian:
Ө = 150 L = 40 cm α = 600 Ө = 0,1 α LC 15 = 0,1 (60.40.C) 15 = 240 C
C = 15
240
C = 0,0625 atau C = 6,25%
Soal latihan
1) Sebuah cahaya monokhromatik pindah dari suatu medium ke medium lain yang tidak sama indeks biasnya, maka:
a. Kecepatan dan frekuensi berubah b. Kecepatan berubah frekuensi tetap c. Kecepatan tetap frekuensi berubah d. Kecepatan tetap frekuensi tetap e. Semua salah
2) Intensitas cahaya yang masuk mata diatur oleh a. Lensa mata
b. Pupil c. Air mata d. Bulu mata e. Kornea
3) Penggunaan prisma pada periskop untuk mendapatkan a. Sinar yang terang
b. Deviasi minimum
c. Menghilangkan observasi d. Pemisahan warna cahaya e. Pemantulan total
4) Gelombang longitudinal tidak mengakibatkan a. Polarisasi
b. Refraksi c. Refleksi d. Defraksi e. Interferensi
5) Kecepatan cahaya dalam Kristal a. Tidak tergantung pada arah b. Tergantung pada arah
c. Tergantung pada arah dan dalam zat bukan Kristal tidak tergantung pada arah
d. Tidak tergantung arah dan bukan Kristal tergantung pada arah e. Tergantung pada panjang gelombang
6) Cahaya yang terlihat hijau a. Cahaya monokhromatik b. Bukan cahaya
c. Campuran cahaya
d. Mungkin monokhromatik mungkin tidak e. Semua salah
7) Dibandingkan dengan di udara cahaya dalam gelas mempunyai a. Panjang gelombang yang lebih besar
b. Frekuensi yang lebih besar c. Frekuensi yang lebih kecil d. Kecepatan yang lebih besar e. Kecepatan yang lebih kecil
8) Prisma di udara mempunyai sudut pembias 600 sudut deviasi minimum 300 indeks bias bahan tersebut adalah …
a. √2 b. 1
2√3 c. 1,5 d. 1
3√3 e. 2
9) Adanya interferensi pada cahaya a. Memperkuat teori Huygens b. Membenarkan teori Newton c. Memperkuat teori Coumpton d. Semua benar
e. Semua salah
10) Semua alat optic yang terdiri dari lensa, prisma, cermin. Dari alat berikut mana yang merupakan alat optic.
a. Osiloskop b. Elektroskop c. Polarimeter d. Voltmeter e. Ammeter