SKRIPSI
OPTIMASI LAMA PERENDAMAN LARUTAN DAUN SIRSAK ( Annona muricata L.) SEBAGAI PENGHAMBAT BAKTERI Streptococus sp PADA
IKAN NILA (Oreochromis niloticus)
NURSUCIWANTI 1059407171 12
PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 2016
OPTIMASI LAMA PERENDAMAN LARUTAN DAUN SIRSAK ( Annona muricata L.) SEBAGAI PENGHAMBAT BAKTERI Streptococus sp PADA
IKAN NILA (Oreochromis niloticus)
SKRIPSI
NURSUCIWANTI 1059407171 12
Sebagai Salah Satu Syarat Untuk Memperoleh Gelar Sarjana Perikanan Pada Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas
Muhammadiyah Makassar
PROGRAM STUDI BUDIDAYA PERAIRAN FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MAKASSAR 2016
HALAMAN PENGESAHAN
Judul : Optimasi lama perendaman daun sirsak( Annona muricata L.)sebagai penghambat bakteri Streptococus sp pada ikan Nila (Oreochromis niloticus)
Nama : Nursuciwanti
Stambuk : 105940717 12
Jurusan : Perikanan
Program Studi : Budidaya Perairan Fakultas : Pertanian
Telah Diperiksa Dan Disetujui Komisi Pembimbing
Makassar, 12 November 2016
Pembimbing 1, Pembimbing 2,
Ir. Darmawati,.M.Si Dr. Rahmi, S.Pi.,M.Si
NIDN. 0920126801 NIDN. 0905027904
Mengetahui :
Dekan Fakultas Pertanian Ketua Prodi Budidaya Perairan
Ir. H. M. Saleh Mollah,MM Murni, S.Pi.,M.Si
NIDN. 093126103 NIDN. 0903037306
PENGESAHAN KOMISI PENGUJI
Judul : Optimasi lama perendaman daun sirsak( Annona muricata L.) sebagai penghambat bakteri Streptococus sp pada ikan
Nila (Oreochromis niloticus)
Nama : Nursuciwanti
Stambuk : 10594071712
Jurusan : Perikanan
Program Studi : Budidaya Perairan
Fakultas : Pertanian
SUSUNAN PENGUJI
No. Nama Tanda Tangan
1. Ir. Darmawati,.M.Si
Pembimbing I ...
2. Dr. Rahmi, S.Pi.,M.Si
Pembimbing II ...
3. Asni Anwar, S.Pi.,M.Si
Penguji I ...
4. Andi Chdijah, S.Pi.,M.Si
Penguji II ...
HALAMAN HAK CIPTA
@Hak Cipta milik Unismuh Makassar, tahun 2016 Hak Cipta dilindungi undang-undang
1. Dilarang mengutip sebagian atau seluruh karya tulis ini tanpa mencantumkan atau menyebutkan sumber
a. Pengutipan hanya untuk kepentingan pendidikan,
penelitian,penulisan karya tulis ilmiah, penyusunan laporan penulisan kritik atau tinjaun suatu masalah
b. Pengutipan tidak merugikan kepentingan yang wajar Unismuh Makassar
2. Dilarang mengumumkan dan memperbayak sebagian atau seluruh karya tulis dalam bentuk laporan apapun tanpa izin Unismuh Makassar
HALAMAN PERNYATAAN KEASLIAN
Yang bertanda tangan di bawah ini:
Nama : Nursuciwanti
Nim : 10594071712
Jurusan : Perikanan
Program Studi : Budidaya Perairan
Menyatakan dengan sebenarnya bahwa skripsi yang saya tulis ini benar-benar merupakan hasil karya saya sendiri, bukan merupakan pengambilan alihan tulisan atau pemikiran orang lain. Apabila kemudian hari skripsi ini hasil karya orang lain, saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut.
Makassar, November 2016
Nursuciwanti Nim. 105940717 12
ABSTRAK
NURSUCIWANTI. 1059 40717 12. Optimasi lama perendaman daun sirsak (Annona muricata L.) sebagai penghambat bakteri Streptococus sp pada ikan Nila (Oreochromis niloticus). Dibimbing oleh Ir. DARMAWATI, M.Si dan Dr. RAHMI, S.Pi.,M.Si. Adapun Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui nilai optimasi dari larutan daun Sirsak terhadap penghambat bakteri Streptococus sp dengan melihat sintasan ikan nila (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2016. Lokasi penelitian di BBI Bontomanai Kelurahan Bontomanai Kecamatan Bontorannu Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan, alat dan bahan yang digunakan adalah Rancangan yang akan digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). dengan 4 perlakuan, masing- masing 3 ulangan. Perlakuan A Pemberian waktu 5 Menit, Perlakuan B Pemberian waktu 10 Menit, Perlakuan C Pemberian waktu 15 Menit, Perlakuan D Tanpa pemberian Waktu.
Kata Kunci : Ikan Nila, Larutan Daun Sirsak, Bakteri Streptococus sp
KATA PENGANTAR
ا ِمــــــــــــــــْسِب مي ِح َّرلا ِنَمْح َّرلا ِﷲ
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah yang tiada henti diberikan kepada hamba-Nya. Shalawat dan salam tak lupa penulis hatarkan kepada Rasulullah SAW beserta para keluarga, sahabat, dan para pengikutnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsi ini yang berjudul ”Optimasi lama perendaman daun sirsak ( Annona muricata L.) sebagai penghambat bakteri Streptococus sp pada ikan nila (Oreochromis niloticus)”
Skripsi ini merupakan persyaratan untuk mencapai gelar Sarjana. Penulis menyadari bahwa penyusunan skripsi ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada yang terhormat :
1. Bapak Dr. H. Abd Rahman Rahim, SE.,MM selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar.
2. Bapak Ir. Saleh Molla, M.M selaku Dekan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar.
3. Ibu Ir. Darmawati M.Si selaku pembimbing I yang senantiasa meluangkan waktunya membimbing dan mengarahkan penulis, sehingga skripsi ini dapat diselesaikan.
4. Ibu Dr. Rahmi, S.Pi., M.Si selaku pembimbing II yang senantiasa meluangkan waktunya membimbing dan mengarahkan penulis, sehingga skripsi dapat diselesaikan.
5. Ibu Murni, S.Pi., M.Si selaku Ketua Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar.
6. Kepada seluruh dosen-dosen Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar yang telah membekali segudang ilmu kepada penulis.
7. Terkhusus dan teristimewa untuk kedua orang tua penulis, Ayahanda Abdul salam dan Ibunda Kartini yang telah membesarkan, membimbing, dan memenuhi segala kebutuhan ananda selama proses penyusunan skripsi ini dan saudariku Sari kanang.
8. Semua pihak yang telah membantu penyusunan skripsi ini dari awal hingga akhir yang penulis tidak dapat sebut satu persatu
Akhirnya penulis mengharapkan semoga skripsi ini dapat memberi manfaat kepada para pembaca dan semua kalangan di masyarakat umum. Amin
Makassar, November 2016
Nursuciwanti Nim. 105940717 12
DAFTAR ISI
HALAMAN SAMPUL i
HALAMAN PENGESAHAN iii
HALAMAN PENGESAHAN KOMISI PENGUJI iv
HALAMAN HAK CIPTA v
HALAMAN PERNYATAAN SKRIPSI vi
ABSTRAK vii
KATA PENGANTAR viii
DAFTAR ISI x
DAFTAR GAMBAR xii
DAFTAR TABEL xiii
I. PENDAHULUAN
I.1. Latar belakang 1
I.2. Tujuan dan kegunaan 2
II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Klasifikasi morfologi Ikan Nila 3
2.2.Tanaman Sirsak (Annona muricata L.) 5
2.3. Bakteri Streptococus sp 7
III. METODE PENELITIAN
3.1. Waktu dan Tempat 11
3.2. Media penelitian 11
3.3. Ikan uji 11
3.4. Proses Pembuatan Larutan Daun Sirsak 11
3.5. Pakan 11
3.6. Prosedur penelitian 11
3.7. Rancanagan Percobaan 12
3.8. Perubahan yang diamati 13
3.8.1. Sintasan Ikan Nila 13
3.8.2. Analisi kualitas Air 13
3.9. Analisi data 13
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1. Perendaman 14
4.2. Sintasan Ikan Nila 16
4.2. Kualitas Air 18
V. PENUTUP 20
5.1. Kesimpulan 20
5.1. Saran 20
DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN
RIWAYAT HIDUP
DAFTAR GAMBAR
Nomor Teks Halaman
1. Morfologi Ikan Nila 4
2. Daun Sirsak 6
3. Bakteri Sreptococus sp 7
4. Lay out penelitian 14
5. Sintasan benih Ikan Nila 17
DAFTAR TABEL
Nomor Teks Halaman
1. Hasil pengamatan sintasan 14
2 pengamatan parameter Kualitas Air 18
KATA PENGANTAR
ا ِمــــــــــــــــْسِب مي ِح َّرلا ِنَمْح َّرلا ِﷲ
Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan hidayah yang tiada henti diberikan kepada hamba-Nya. Shalawat dan salam tak lupa penulis hatarkan kepada Rasulullah SAW beserta para keluarga, sahabat, dan para pengikutnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan skripsil ini yang berjudul ”Optimasi lama perendaman daun sirsak ( Annona muricata L.) sebagai penghambat bakteri Streptococus sp pada ikan nila (Oreochromis niloticus)”
Skripsi ini merupakan persyaratan untuk mencapai gelar Sarjana. Penulis menyadari bahwa penyusunan proposal Hasil ini tidak akan terwujud tanpa adanya bantuan dan dorongan dari berbagai pihak. Oleh karena itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada yang terhormat :
1. Bapak Dr.H. Abd Rahman Rahim,SE.,MM selaku Rektor Universitas Muhammadiyah Makassar.
2. Bapak Ir. Saleh Molla, M.M selaku Dekan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar.
3. Ibu Ir. Darmawati M.si selaku pembimbing I yang senantiasa meluangkan waktunya membimbing dan mengarahkan penulis, sehingga proposal hasil ini dapat diselesaikan.
4. Ibu Rahmi, S.Pi., M.Si selaku pembimbing II yang senantiasa meluangkan waktunya membimbing dan mengarahkan penulis, sehingga proposal hasil dapat diselesaikan.
5. Ibu Murni, S.Pi., M.Si selaku Ketua Program Studi Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar.
6. Kepada seluruh dosen-dosen Budidaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Makassar yang telah membekali segudang ilmu kepada penulis.
7. Terkhusus dan teristimewa untuk kedua orang tua penulis, Ayahanda Abdul salam dan Ibunda Kartini yang telah membesarkan, membimbing, dan memenuhi segala kebutuhan Ananda selama proses penyusunan skripsi ini dan saudaraku Sari kanang.
8. Semua pihak yang telah membantu penyusunan skripsi ini dari awal hingga akhir yang penulis tidak dapat sebut satu persatu
Akhirnya penulis mengharapkan semoga skripsi ini dapat memberi manfaat kepada para pembaca dan semua kalangan di masyarakat umum. Amin
Makassar, November 2016
Nursuciwanti Nim 10594071712
1
I. PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang
Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan jenis ikan air tawar yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai usaha. Selain untuk bisnis masakan, ikan nila juga sangat bagus untuk dibudidayakan. Ikan nila mempunyai cita rasa yang tinggi sehingga disukai banyak konsumen. Disamping itu pertumbuhan yang cepat menjadi salah satu keunggulan dari ikan ini, sehingga layak untuk dibudidayakan (Sutisna dan Sutarmanto, 2001).
Salah satu kendala yang dihadapi dalam budidaya adalah serangan penyakt ikan. Gangguan penyakit pada budidaya ikan merupakan risiko biologis yang harus selalu diantisipasi. Serangan penyakit pada ikan dapat timbul sewaktu- waktu, bersifateksplosif (meluas), penyebarannya cepat dan seringkali menimbulkan kematian yang cepat pula. Penyakit ikan yang disebabkan oleh parasit, bakteri, jamur, virus,faktor lingkungan dan nutrisi atau makanan (Cahyono, 2000)
Salah satu penyakit yang yang menginfeksi ikan nila adalah bakteri Strept ococcus sp banyak ditemukan pada ikan nila dan menyebabkan penyakit yang dis ebut Streptococcosis (Chang dan Plumb 1996). Streptococcosis akibat infeksi Stre ptococcus agalactiae merupakan penyakit pada ikan nila yang biasa dihadapi oleh pembudidaya dan dapat menyebabkan kematian yang tinggi (Baya et al . 1990).
Salah satu cara menghambat bakteri streptococcus sp adalah dengan perendaman larutan daun sirsak. Daun sirsak (Annona muricata L.) merupakan salah jenis tanaman dari familia Annonaceae yang mempunyai manfaat besar bagi kehidupan, yaitu sebagai tanaman buah yang syarat dengan gizi dan merupakan bahan obat tradisional yang memiliki multikhasiat. Salah satu kandungan kimia
2
sirsak yang berperan penting untuk obat adalah flavonoid. Dalam kebanyakan kasus, flavonoid dapat berperan secara langsung sebagai antibiotik dengan menggangu fungsi organisme seperti bakteri atau virus (Subroto dan Saputro, 2006).
1.2. Tujuan dan Kegunaan Penelitian
Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan lama perendaman larutan daun sirsak yang dapat menghambat bakteri Streptococus sp pada ikan nila (Oreochromis niloticus).
Kegunaan penelitian ini adalah untuk memberikan informasi tentang lama perendaman larutan daun sirsak yang efektif kepada masyarakat pembudidaya dan sebagai upaya dalam mengobati ikan yang terserang bakteri Streptococus sp.
3
II. TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Klasifikasi dan Morfologi Ikan Nila
Nila memiliki nama ilmiah Oreochromis niloticus, merupakan ikan yang berasal dari Afrika bagian timur, seperti Sungai Nil, danau Tanganyika, Nigeria, dan Kenya. Ikan nila mulai menyebar ke berbagai negara, seperti Amerika, negara-negara Timur Tengah, dan Asia, setelah disebarkan oleh orang-orang Eropa. Ikan ini memiliki sifat unik setelah memijah, induk betina akan mengerami telur-telur yang telah dibuahi dalam rongga mulutnya. Perilaku semacam itu dikenal dengan sebutan mouth breeder (Sutisna dan Sutarmanto 2001)..
Klasifikasi terbaru ikan nila yang masuk dalam genus Oreochromis di pelopori oleh seorang ilmuwan bernama Dr. Trewavas, pada tahun 1982.
Sebelumnya, ikan nila masuk dalam Genus Tilapia, namun, pada tahun 1980, Dr.
Trewavas mencetuskan ide untuk membagi Genus Tilapia menjadi tiga kelompok, yaitu Genus Oreochromis, Sarotherodon, dan Tilapia.
Ikan nila tergolong jenis ikan yang cukup digemari baik untuk dibudidayakan maupun dikonsumsi. Potensi pertumbuhannya yang cepat, bersifat omnivora, dan mudah berkembang biak membuat ikan ini menjadi salah satu primadona para pembudidaya ikan. Kecepatan pertumbuhan dan bersifat omnivora membuat ikan nila lebih efisien dalam penggunaan pakan, sehingga lebih menguntungkan untuk dibudidayakan. Ikan nila memiliki ciri khas sendiri, berupa garis vertikal di bagian ekor sebanyak enam hingga delapan buah.Garis- garis vertikal ini juga terdapat di sirip dubur dan sirip punggung, dan garis inilah yang membedakan antara ikan nila (Oreochromis niloticus) dengan ikan mujahir (Oreochromis mossambicus). Keunggulan ikan nila dalam pertumbuhan dan
4
efisiensi penggunaan pakan membuat ikan ini lebih disukai untuk dibudidayakan di berbagai negara.
Klasifikasi Ikan Nila Filum :Chordata Subfilum :Vertebrata Kelas :Osteichthyes Subkelas :Acanthoptherigii
Ordo :Percomorphi
Subordo :Percoidea Famili :Cichlidae Genus :Oreochromis
Spesies :Oreochromis niloticus
Gambar 1. Ikan Nila
Pada pemeliharaan ikan nila, kualitas air merupakan hal terpenting yang harus diperhatikan. Kualitas air memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap survival dan pertumbuhan ikan nila di air. Kualitas air untuk budidaya ikan nila karena air yang kurang baik akan menyebabkan ikan terserang penyakit. Beberapa
5
variabel-variabel penting yang berhubungan dengan kualitas air yaitu sifat kimia air, kandungan oksigen terlarut, karbondioksida terlarut, pH, dan terutama amoniak.
Menurut Khairuman dan Amri (2003), amonia merupakan racun bagi ikan, biasanya terjadi jika banyak fitoplangton yang mati kemudian diikuti penurunan pH karena disebabkan kandungan karbondioksidanya meningkat. Batas konsentrasi amoniak yang bisa mematikan ikan nila adalah sekitar 0,1 – 0,3 ppm 2.2. Tanaman Sirsak (Annona muricata L.)
Daun sirsak mengandung tanin, alkaloid, dan sejumlah kandungan kimia lainnya seperti acetogenins, annocatacin, annocatalin, annohexocin, annonacin, annomuricin, anomurine, anonol, gentisic acid caclourine, linoleic acid, gigantetro nin dan muricapentocin.
Gambar 2. Daun Sirsak
Kingdom : Plantae ( Tumbuhan )
Divisi : Magnoliophyta ( Tumbuhan berbunga ) Kelas : Magnoliopsida ( berkeping dua / di kotil )
6 Ordo : Magnoliales
Famili : Annonaceae Genus : Anonna
Spesies : Annona muricata
Sirsak (Annona muricata L.) merupakan salah jenis tanaman dari familia Annonaceae yang mempunyai manfaat besar bagi kehidupan, yaitu sebagai tanaman buah yang syarat dengan gizi dan merupakan bahan obat tradisional yang memiliki multikhasiat. Salah satu kandungan kimia sirsak yang berperan penting untuk obat adalah flavonoid. Flavonoid merupakan salah satu metabolit sekunder dan keberadaannya pada daun tanaman dipengaruhi oleh proses fotosintesis sehingga daun muda belum terlalu banyak mengandung flavonoid. Flavonoid merupakan senyawa bahan alam dari golongan fenolik (Markham, 1988 dalam Sjahid 2008).
Dalam kebanyakan kasus, flavonoid dapat berperan secara langsung sebagai antibiotik dengan menggangu fungsi organisme seperti bakteri atau virus (Subroto dan Saputro, 2006). Sebagai contoh flavonoid dapat menyebabkan rusaknya susunan dan perubahan mekanisme permeabilitas dari dinding sel bakteri, sedangkan alkaloid diduga dengan cara mengganggu komponen penyusun peptidoglikan pada sel bakteri, sehingga dinding sel tidak terbentuk atau tidak terbentuk secara sempurna (Sjahid, 2008).
Selain flavonoid, kimia sirsak yang juga dimanfaatkan sebagai obat adalah tanin. Tanin merupakan senyawa metabolit sekunder yang sering ditemukan pada tanaman. Tanin merupakan astrigen, polifenol, berasa pahit, dapat mengikat dan mengendapkan protein serta larut dalam air (terutama air panas). Umumnya tanin digunakan untuk pengobatan penyakit kulit dan sebagai anti bakteri.
7 2.3. Bakteri Streptococus sp
Klasifikasi Streptococcus sp.
Kingdom : Bacteria Filum : Firmicutes Kelas : Bacilli
Ordo : Lactobacillales Family : Streptococcaceae Genus : Streptococcus Spesies : Streptococcus sp.
Gambar 3. Bakteri Streptococus sp
Streptococcus sp berbentuk bulat atau oval, memanjang seperti rantai, bersifat gram positif, tidak bergerak, tidak membentuk spora atau kapsul dan bersifat fakultatif aerob. Diameter bakteri berukuran 0,7-1,4µm. Bakteri ini dapat
8
hidup di air tawar dan air laut dengan kisaran suhu bagian pertumbuhannya antara 10-45ºC (Karantina, 2003). Streptococcus sp adalah sel sferis, Coccus tunggal berbentuk batang atau ovoid dan tersusun seperti rantai. Coccus membelah pada bidang yang tegak lurus sumbu panjang rantai. Panjang rantai bervariasi dipengaruhi oleh factor lingkungan. Streptococcus sp merupakan bakteri gram positif, namun pada biakan yang lama dan bakteri yang mati Streptococcus sp kehilangan gram positifnya dan terlihat seperti gram negatif.
Hal ini dapat terjadi setelah inkubasi semalaman (Jawetz dkk, 2007 ).
Sheehan et al., (2009) melaporkan bahwa bakteri S. Agalactiae yang menginfeksi ikan nila ditemukan dalam dua tipe yaitu tipe 1 (â-hemolitik) dan tipe 2 (non-hemolitik). Bakteri tipe 1 tumbuh baik, cepat pada suhu 37oC dan mampu menghidrolisis gula lebih banyak sedangkan bakteri tipe 2 memiliki sifat yang bertolak belakang dengan tipe 1, yaitu tumbuh relatif lebih lambat pada suhu 37oC dan hanya gula tertentu yang mampu dihidrolisis. Dari hasil pengamatan di berbagai tempat di dunia ternyata bakteri tipe 2 lebih ganas dibandingkan dengan tipe 1. Penyebaran bakteri tipe 2 lebih luas dan ditemukan di beberapa wilayah di Asia seperti Cina, Indonesia, Vietnam, dan Filipina juga di wilayah Amerika Latin seperti Ekuador, Honduras, Meksico, dan Brazil. Hasil pengujian patogenisitas yang dilakukan Hardi et al., (2011) diketahui bahwa bakteri tipe non- hemolitik menyebabkan kematian setelah 6-24 jam pasca injeksi sedangkan tipe a-hemolitik kematian terjadi setelah 48 jam. Perubahan pada gejala klinis ikan nila yang diinteksi bakteri tipe non-hemolitik lebih cepat muncul (perubahan pola renang, respons terhadap pakan dan perubahan pada mata dan clear operculum) secara rataan muncul 6 jam pasca injeksi dan 12 jam pada ikan nila yang diinjeksikan dengan bakteri tipe a-hemolitik.
9
Infeksi bakteri Streptococcus sp. banyak ditemukan pada ikan nila dan menyebabkan penyakit yang disebut Streptococcosis (Chang dan Plumb 1996).
Streptococcosis akibat infeksi Streptococcus agalactiae merupakan penyakit pada ikan nila yang biasa dihadapi oleh pembudidaya dan dapat menyebabkan kematia n yang tinggi (Baya et al. 1990). Menurut Yuasa et al. (2008) serangan bakteri S.
Agalactiae ini telah menyebabkan kematian hingga 60% pada budi dayaikan nila di Sumatera Selatan. Penyakit Streptococcosis ini timbul akibat rendahnya ketahanan tubuh ikan dalam menghadapi serangan penyakit bakterial, lingkungan pemeliharaan yang buruk dan manajemen pemberian pakan yang kurang baik sehingga terjadi ketidak seimbangan. menurut Hamza (2010), bakteri terdapat disekitar sistem perairan apabila ikan mengalami stress maka bakteri yang terdapat pada perairan tersebut dapat menimbulkan penyakit. Pada umumnya sumber dan cara penularan penyakit akibat serangan bakteri-bakteri antara lain melalui ikan yang sakit, ikan karir, air yang terkontaminasi, makanan yang terkontaminasi, telur yang terkontaminasi, alat atau pakaian yang terkontaminasi atau melalui bulu burung air.
Bakteri Streptococus sp merupakan masalah penyakit yang akhir-akhir ini paling sering dijumpai sebagai konsekuensi intemsifikasi pada budidaya perikanan, sehingga menimbulkan kerugian ekonomi yang diperkirakan lebih dari US$100 juta per tahun. Ikan nila(Oreochromis niloticus) adalah inang spesifik untuk Streptococcosis apalagi perkembangan budidaya ikan nila di Indonesia makin pesar ditunjang dengan pencanangan Menteri Kelautan dan Perikanan dari Kabinet Indonesia yang mengkatagorikan ikan nila masuk dalam unggulan produk perikanan selain rumput laut, udang windu, kerapu, dan Catfish.
Menurut Irianto (2004), bakteri Streptococcus sp. masuk kedalam tubuh ikan melalui sistem pencernaan. Park (2007) menyatakan bahwa bakteri
10
Streptococcus sp. tersebut menyerang saat terjadi fluktuasi suhu yang signifikan, sehingga kondisi daya tahan tubuh ikan menurun (Lusiastuti,et al., 2010). Pada jurnal Supriyadi dan Gardenia (2010) menyatakan ikan nila sampel menunjukkan gejala ikan kurus, warna kehitam-hitaman, mata menonjol berwarna putih.
Menurut Lusiastuti, et al.(2010), infeksi Streptococcus agalactiae lebih bersifat akut yang menyebabkan kematian 100% ikan nila dalam waktu kurang lebih satu minggu dalam uji coba penelitian yang sedang berlangsung. Frekuensi kejadian biasanya terjadi sepanjang tahun terutama terjadi pada saat suhu air turun. Selain penyakit dengan gejala tersebut, penyakit lain yang sering terdapat adalah penyakit akibat infeksi jamur yang terjadi terutama pada saat pasca angkut (Supriyadi dan Gardenia, 2010).
11
III. METODE PENELITIAN
3.1. Waktu dan Tempat
Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai Agustus 2016. Lokasi penelitian di BBI Bontomanai Kelurahan Bontomanai Kecamatan Bontorannu Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan.
3.2. Media penelitian
Media yang digunakan pada penelitian ini adalah ember yang berukuran 15 Liter sebanyak 12 buah, dengan kepadatan 10 ekor/wadah. Masing-masing wadah isi air 10 liter.
3.3. Ikan uji
Ikan uji yang digunakan adalah ikan nila yang berukuran 5-8 Cm yang diperoleh dari Balai Budidaya Ikan Bontomanai.
3.4. Proses Pembuatan Larutan Daun Sirsak
Pembuatan larutan uji terlebih dahulu mempersiapkan daun sirsak lalu dibersihkan dan dicuci dengan menggunakan 500 ml air suling/aquades, kemudian dipotong-potong kecil dan dihaluskan dengan blender dan dimasak dengan air 1 liter lalu disaring, hasilnya kemudian disimpan pada suhu untuk digunakan saat penelitian.
3.5. Pakan
Pakan yang diberikan berupa Vf 500 dan selanjutnya pengukuran awal kualitas Air pH,Suhu,DO dan Amoniak.
3.6. Prosedur Penelitian
Sebanyak 12 Toples yang sudah steril dan diisi ikan nila (Oreochromis niloticus) disiapkan terlebih dahulu dan Pemberian bakteri Streptococus sp pada masing masing percobaan dengan konsentrasi yang sama yaitu, cfu/ml..
12
setelah 3 hari dilakukan aklimatisasi maka dilakukan pengobatan dengan menggunakan larutan daun sirsak (Annona muricata L ) diberikan pada masing 12 toples dengan pemberian larutan daun sirsak dengan dosis yang sama ada pun dosisnya yaitu 100 ppm dan waktu perlakuan yaitu pada perlakuan A lama perendaman 5 menit, perlakuan B lama perendaman 10 menit, perlakuan C lama perendaman 15 menit dan perlakuan D tanpa pemberian waktu. setelah itu kita melakukan pemeliharaan untuk mengetahui hasil akhir yang paling baik setelah perendaman larutan daun sirsak pada bakteri Streptococus sp.
3.7. Rancangan Percobaan
Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL).
dengan 4 perlakuan, masing- masing 3 ulangan sehingga berjumlah 12 unit.
Adapun perlakuan yang akan digunakan adalah sebagai berikut :
Gambar 4. Lay out Penelitian
Perlakuan A = Lama perendaman 5 Menit Perlakuan B = Lama perendaman 10 Menit Perlakuan C = Lama perendaman 15 Menit Perlakuan D = Tanpa pemberian Waktu (Kontrol)
A1 B1 B2 C1
A3 B3 C3 D2
C2 D3 D1 A2
13 3.8. Parameter Yang di Amati
3.8.1. Sintasan Ikan Nila
Jumlah larva pada priode akhir pemeliharaan dibagi jumlah awal pemeliharaan dan dinyatakan dalam persen (%). Sintasan ikan dihitung melalui rumus : (Effendi, 1997)
Dimana:
SR = Tingkat kelangsungan hidup
Nt = Jumlah benih hidup pada akhir penelitian (ekor)
No = Jumlah benih yang diterbar paada awal penelitian (ekor) 3.8.2. Analisis Kualitas Air
Pengamatan juga dilakukan pada kualitas air seperti pH meter, suhu Air, DO meter dan Amoniak. Pengukuran kualitas air dilakukan pada awal penelitian dan akhir penelitian.
3.9. Analisis Data
Menurut Steel dan Torri (1991), data yang diperoleh dari analisis ragam menggunakan Rancangan Acak Lengkap ( RAL ). Jika terdapat pengaruh antara perlakuan, maka dilanjutkan dengan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT), dengan menggunakan SPSS.
14
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.
PerendamanPengamantan hasil perendaman bakteri Streptococcus sp dan perendaman larutan daun sirsak pada ikan nila. dapat dilihat pada tabel 1.
Perlakuan
Ikan nila yang mati
jumlah Perendaman
Streptococcus sp
Perendaman larutan daun sirsak
A1 1 1 2
A2 1 1 2
A3 1 1 2
B1 1 0 1
B2 1 1 2
B3 0 1 1
C1 0 0 0
C2 1 0 1
C3 0 0 0
D1 1 1 2
D2 1 2 3
D3 2 2 4
15
Pada tabel 1. hasil perendaman bakteri streptococus sp pada ikan nila selama 15 menit pada perlakuan A, perlakuan B, perlakuan C dan perlakuan D pada ikan yang mati menimbulkan gejala terinfeksi bakteri Streptococcus sp.
Dengan mata menonjol, pola renang tidak karuang dan insang bengkak pucat.
Hasil pengujian patogenisitas yang dilakukan Hardi et al., (2011) diketahui bahwa bakteri tipe non- hemolitik menyebabkan kematian setelah 6-24 jam pasca injeksi sedangkan tipe a-hemolitik kematian terjadi setelah 48 jam. Perubahan pada gejala klinis ikan nila yang diinteksi bakteri tipe non-hemolitik lebih cepat muncul (perubahan pola renang, respons terhadap pakan dan perubahan pada mata dan clear operculum).
Hasil perendaman larutan daun sirsak yang paling baik adalah perlakuan C dengan perendaman 15 menit disebabkan setelah perendaman larutan daun sirsak ikan tidak ada yang mati karena lama perendaman pada larutan cukup dapat melindungi ikan nila pada bakteri dan jamur. Senyawa anti bakteri yang terkandung dalam larutan daun sirsak seperti flavonoid dapat mencegah bakteri pada ikan nila, disusul perlakuan B dengan lama perendaman 10 menit setelah perendaman ikan nila yang mati 2 ekor disebabkan kandungan flavonoid hanya bisa mencegah bakteri sebagian dan disusul perlakuan C dengan perendaman 5 dengan ikan yang mati 3 ekor setelah perendaman larutan daun sirsak disebabkan waktu perendaman terlalu singkat sehingga yang anti bakteri pada larutan daun sirsak belum bekerja dengan baik kemudian disusul dengan perlakuan D (kontrol) ikan nila banyak yang mati disebabkan karena tidak adanya penambahan larutan daun sirsak sehingga tidak ada anti bakteri didalamnya. Dalam kebanyakan kasus, flavonoid dapat berperan secara langsung sebagai antibiotik dengan menggangu fungsi organisme seperti bakteri atau virus (Subroto dan Saputro, 2006).
16 4.2. Sintasan Ikan Nila
Sintasan adalah jumlah benih ikan yang hidup diakhiri penelitian yang dikalikan dengan seratus persen. Rata-rata persentase sintasan benih ikan nila dapat dilihat pada tabel 2.
Tabel 2. Hasil pengamatan sintasan pada semua perlakuan selama penelitian
perlakuan
Ulangan (%)
jumlah % rata-rata %
1 2 3
A 80 80 80 240 80
B 90 80 90 260 87
C 100 90 100 290 97
D 80 70 60 210 70
Pengamatan tingkat sintasan hidup benih ikan nila di lakukan selama 30 hari dari proses awal pemeliharaan benih, perhitungan persentase sintasan benih ikan nila dilakukan dengan menghitung banyaknya benih pada akhir penelitian.
Hasil perhitungan persentase sintasan hidup benih dari setiap perlakuan dan ulangan dapat dilihat pada tabel 1. Hasil analisis ragam ANOVA menunjukan bahwa perlakuan dengan perendaman larutan daun sirsak dengan waktu yang berbeda berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap sintasan benih ikan nila.
17
Untuk lebih lanjut dapat dilihat pada Gambar 5. di bawah ini.
Gambar 5. Sintasan benih Ikan Nila
Berdasarkan gambar 5 diatas menunjukan bahwa perlakuan D (kontrol) mengalami persentase sintasan terendah dibandingkan perlakuan A perendaman larutan daun sirsak 5 menit, perlakuan B perendaman larutan daun sirsak 10 menit dan perlakuan C perendaman larutan daun sirsak 15 menit, merupakan presentase tertinggi.
Secara umum presentase kelangsungan hidup tertinggi diperoleh pada perlakuan C dengan lama perendaman 15 menit dengan sintasan (97 %) disusul perlakuan B dengan lama perendaman 10 menit yaitu (87%) kemudian perlakuan A lama perendaman 5 menit yaitu (80%) dibandingkan perlakuan D (kontrol) tanpa pemberian waktu yaitu (70%). Di sebabkan karena tidak adanya penambahan larutan daun sirsak pada perlakuan D (kontrol), sehingga tidak adanya anti bakteri didalamnya. Presentase sintasan ikan nila pada perlakuan C dengan lama perendaman 15 Menit yaitu 97 % yaitu perlakuan tertinggi disebabkan karena lama perendaman pada larutan cukup dapat melindungi ikan
0 20 40 60 80 100 120
A B C D
Sintasan ( %)
Perlakuan
18
nila pada bakteri dan jamur. Senyawa anti bakteri yang terkandung dalam larutan daun sirsak seperti flavonoid dapat mencegah bakteri pada ikan nila.
Larutan daun sirsak yang berperan penting untuk obat adalah flavonoid.
Flavonoid merupakan senyawa bahan alam dari golongan fenolik (Markham, 1988 dalam Sjahid 2008). Dalam kebanyakan kasus, flavonoid dapat berperan secara langsung sebagai antibiotik dengan menggangu fungsi organisme seperti bakteri atau virus (Subroto dan Saputro, 2006). alkaloid diduga dengan cara mengganggu komponen penyusun peptidoglikan pada sel bakteri, sehingga dinding sel tidak terbentuk atau tidak terbentuk secara sempurna (Sjahid, 2008) 4.3 Kualitas Air
Tabel 2. Hasil pengamatan parameter kualitas air selama penelitian
Parameter
Perlakuan
A B C D
Ph 8,15 – 8,33 8,03 – 8,43 8,15 - 8,41 7,75 - 7,95 Suhu oC 29,6 – 31,0 29,5 – 31,0 29,5 - 30,9 29,5 – 30,9 DO 4,80– 15,36 8,00-10,88 4,80 – 11,52 4,80 – 23,04 Amoniak Tt -0,005 Tt – 0,005 Tt – 0,004 Tt -0,005
Berdasarkan hasil pengamatan terlihat, Suhu 29,6 oC – 31,0 oC , pH 7,75 – 8.43, NH3 tt – 0,005 dan DO 4.80-23.04 Kisaran ini masih optimal untuk pertumbuhan ikan nila. Hal ini sesuai pendapat (Arie, 1999) bahwa parameter penunjang kualitas air seperti suhu,dan pH, Namun DO terlalu tinggi, menurut Cahyono (2001) kisaran DO sebesar 3-5 ppm merupakan kisaran DO yang baik bagi kehidupan ikan nila. Kandungan DO yang tinggi pada penelitian dipengaruhi karena adanya aerasi. nilai pH yang dapat mengganggu kehidupan ikan adalah pH
19
yang terlalu rendah (sangat asam) dan pH yang terlalu tinggi (sangat basa), sebagian besar ikan dapat beradaptasi dengan baik pada lingkungan perairan yang mempunyai pH berkisar antara 5-9 (Effendi, 2003) dan kisaran suhu untuk ikan nila adalah 23-30oC,namun suhu optimum bagi pertumbuhannya adalah 24o C (Effendie 2007). Dari hasil analisis kualitas air penelitian menunjukan, bahwa suhu,pH, NH3 cukup ideal dan dalam batas – batas toleransi untuk mendukug pemeliharaan secara optimun, namun DO tinggi di akibatkan adanya aerasi.
20
V. PENUTUP
5.1. Kesimpulan
Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa persentase daya tetes tertinggi pada perlakuan C dengan lama perendaman 15 Menit yaitu 97% hasil pengukuran air dari setiap perlakuan masih kondisi layak dalam mendukung pemeliharaan ikan nila, namun DO yang tinggi akibat aerasi.
5.2. Saran
Berdasarkan hasil penelitian ini, disarankan melanjutkan penelitian ini menggunakan ekstrak daun sirsak dengan menguji dosis yang lebih tinggi dan waktu yang sama, agar maksimal untuk mengobati ikan yang terserang bakteri.
21
L A M
P
I
R
A
N
22
Lampiran 1. Hasil pengamatan sintasan ikan Nila
A1 SR =
x 100%
= 80 %
A2 SR =
x 100%
= 80 %
A3 SR =
x 100%
= 80 %
B1 SR =
x 100%
= 90 %
B2 SR =
x 100%
= 80 %
B3 SR =
x 100%
= 90 %
C1 SR =
x 100%
= 100 %
C2 SR =
x 100%
= 90 %
C3 SR =
x 100%
= 100 %
D1 SR =
x 100%
= 80 %
D2 SR =
x 100%
= 70 %
D3 SR =
x 100%
= 60 %
23
Lampiran 2. Hasil Analisis ragam sintasan ikan Nila
ANOVA Ulangan
Sum of
Squares df Mean Square F Sig
Between
Within Gropups Total
1091. 667 3333. 333 1425. 000
3 8 11
363.889 41.667
8.773 007
Post Hoc Tests
Multiple Comparisons Deperndent Variable Ulangan
LSD
(I) Perlakuan (J) Perlakuan
Mean
Difference (I-J)
Std. EROR
Sig
95% Comfidence Iterval Lower Bound Uper Bound
A B
C D
-3.333 -16.667* 10.000
5.270 5.270 5.270
545 013 094
-15.49 -28.82 -2.15
8.82 -4.51 22.15
B A
C D
3.333 -13.333* 13.333*
5.270 5.270 5.270
545 035 035
-8.87 -25.49 1.18
15.49 -1.18 25.49
C A
B D
16.667* 13.333* 26.667*
5.270 5.270 5.270
013 035 035
4.51 1.18 14.51
28.82 25.49 38.82
D A
B C
-10.000 -13.333* -26.667*
5.270 5.270 5.270
094 035 001
-22.15 -25.49 -38.82
2.15 -1.18 -14.51
24 Lampiran 3. Foto kegiatan selama penelitian
Gambar Wadah penelitian
Gambar Alat pengukur suhu dan pH
25
Gambar Ikan uji
Gambar Pakan vf 500 dan seser
26
Gambar Bakteri Streptococus sp
Gambar Ikan yang terdeteksi bakteri
27
Gambar Daun sirsak sudah diblender
Gambar Larutan daun Sirsak
28
Gambar Perendaman larutan daun sirsak
DAFTAR PUSTAKA
Amri dan Khiruman, 2003. Budidaya ikan Nila secara Insentif. Agromedia pustaka Jakarta
Cahyadi, Arif. kandungan kimia dan manfaat daun sirsak untuk kesehatan.
Effendi,H. 2003. Telaah kulitas Air. Kanisius. Yogyakarta.
Effendie, M.I .1997. Biologi perikanan. Yayasan pustaka Nusantara. Yogyakarta Hamza,A.2010.Penyakit yang disebabkan oleh bakteri. http://www.scribd.com/do
c/21382789/penyakit-bakteri (2 Januari 2013)
Hardi, Eh., Sukenda, E. Harris, dan A.M Lusiastuti. 2011. Karakteristik dan patogenitas Stereptococus Agalactiae Tipe hemolotik dan non hemolotik pada ikan Nila.
Irianto,A 2004. Patologi ikan Teleostei. Gajah mada University Press.
Jawetz, E J.L. Melnick, E.A Adelberg., G.F. Brooks., J.S. Butel., dan L.N.
Omston. 1995 Mikrobiologi Kedokteran. Edisi ke-20 (Alih bahasa : Nugroho & R.F. maulany). Jakarta : penerbit buku kedokteran EGC.
Lusiastuti, A. M., U. Purwingsih, dan W Hadie.2010 Potensi Imunigenik Sel Utuh (Whole CELL) Streptococus Agalactie Yang Dinaktivasi Dengan Formalin Untuk Pencegahan Penyakit Streptococosis Pada Ikan Nila (Oreocromis Niloticus). Balai Riset Budidaya Air tawar.Bogor.
Part, IH. 2007 Discovery of a new capsular serotype (6C) within serogroup 6 of Streptococcus pneumonia.
Sheehan, B., Lauke, L., Lee, Y.S., Lim, W.K., Wong, F., Chan, J., Komar, C., Wendover, N., Grisez., L, 2009. Streptococcal diseases in farmed tilapia, Aquaculture Asia Pasifik.
Sjahid. L. R. 2008. Isolasi Dan Identifikasi Flavonoid Dari Daun Dewandaru (Eugeni uniflora L.). Skripsi Universitas Muhammadiyah Surakarta:
Surakarta.
Subroto, M.A. dan H. Saputro. 2006. Gempur Penyakit Dengan Sarang Semut.
Penebar Swadaya, Jakarta.
Supriyadi, H. dan Gardenia, L. 2010. Streptococcosis Pada Ikan Nila (Oreochromis niloticus) Budidaya Di Danau Maninjau. Pusat Riset Perikanan Budidaya. Jakarta.
Sutina, D.H dan R. Sutarmanto. 2001. Pembenihn ikan air tawar, kansius Yogyakarta.
RIWAYAT HIDUP
Penulis lahir pada tanggal 06 juli 1994 di Takalar Sulawesi Selatan. Penulis adalah anak pertama dari dua bersaudara, dari pasangan orang tua bernama Abdul Salam dan Kartini. Pada tahun 1999 penulis bersekolah di SD Neg 15 Lantang, Kab Takalar dan Tamat pada tahun 2005. Pada tahun yang sama penulis melanjutkan ke SMP Neg 4 Polongbangkeng Selatan Kab. Takalar dan tamat pada tahun 2008. Pada tahun yang sama penulis melanjutkan ke SMA Neg 1 Polongbangkeng Selatan, Kab. Takalar dan tamat pada tahun 2011. Pada tahun 2012 penulis melanjutkan pendidikan di Universitas Muhammadiyah Makassar dan memilih fakultas pertanian program studi Budidaya perairan.
Selama mengikuti perkuliahan, penulis pernah melaksanakan magang budidaya di salah satu Balai Perikanan Budidaya Air Payau (BPBAP) Takalar dalam bidang pembenihan ikan bandeng di Kab. Takalar. Akhirnya setelah melakukan penelitian pada bulan Juni sampai Agustus 2016, dengan Judul “Optimasi lama perendaman daun sirsak( Annona muricata L.)sebagai penghambat bakteri Streptococus sp pada ikan Nila (Oreochromis niloticus)”. Maka penulis mempertahankan karya ilmiah tersebut sekaligus menyelesaikan Study diperguruan tinggi tersebut dan berhak atas gelar Sarjana perikanan (S.pi) pada tahun 2016 dengan IPK 3.54. dengan masa studi 4 tahun beserta mengikuti wusuda ke 61 Universitas Muhammadiyah Makassar.