Kata Serapan Bahasa Arab ke dalam Bahasa Indonesia sebagai Bahan Ajar Teks Laporan Hasil Observasi di SMA

12  Download (0)

Teks penuh

(1)

E-ISSN 2715-9612 http://jom.untidar.ac.id/index.php/repetisi/

Acces article distributed under the terms of the Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License

Kata Serapan Bahasa Arab ke dalam Bahasa Indonesia sebagai Bahan Ajar Teks Laporan Hasil Observasi di

SMA

๐‡๐š๐ง๐ข๐š๐ญ๐ฎ๐ฅ ๐ˆ๐ฌ๐ง๐š๐ž๐ง๐ข๐Ÿ, ๐…๐ซ๐š๐ง๐ฌ๐ข๐ฌ๐œ๐ฎ๐ฌ ๐—๐š๐ฏ๐ž๐ซ๐ข๐ฎ๐ฌ ๐’๐š๐ฆ๐ข๐ง๐ ๐ข๐ง๐Ÿ, ๐€๐ฒ๐ฎ ๐–๐ฎ๐ฅ๐š๐ง๐๐š๐ซ๐ข๐Ÿ‘

Universitas Tidar, Jl. Kapten Suparman No.39 Potrobangsan, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia email: haniatul00112@gmail.com

Abstrak

Penelitian yang berjudul Kata Serapan Bahasa Arab ke dalam Bahasa Indonesia sebagai Bahan Ajar Teks Laporan Hasil Observasi di SMA ini dilatarbelakangi oleh terjadinya kontak bahasa antara satu masyarakat di suatu daerah dengan masyarakat lain yang berpengaruh kepada bahasa yang digunakan. Hal tersebut mengakibatkann banyak bahasa yang menyerap dari bahasa negara satu dengan bahasa negara lainnya. Salah satu bahasa asing yang pernah berhubungan langsung dengan bahasa Indonesia adalah bahasa Arab. Tujuan penelitian ini ialah:

(1) memperoleh deskripsi mengenai proses kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia; (2) memperoleh deskripsi mengenai perubahan makna pada kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia; (3) menghasilkan bahan ajar kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia pada teks laporan hasil observasi di SMA. Data yang digunakan adalah kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia dikumpulkan dengan metode simak dan teknik catat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif untuk mendeskripsikan tentang proses penyerapan kata dan perubahan makna pada kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia. Hasil dari penelitian ini ditemukan kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia pada buku mata pelajaran Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK kelas X Oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia tahun 2016. Dilihat dari jenis proses penyerapan kata ditemukan ada 25 kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia yang terdiri dari; 7 data yang termasuk ke dalam proses adopsi, 10 data yang termasuk ke dalam proses adaptasi, 8 data diluar proses adaptasi dan adopsi, dan tidak terjadi perubahan makna pada semua data yang ditemukan. Hasil penelitian ini dapat diimplementasikan sebagai bahan ajar kebahasaan dalam teks laporan hasil observasi.

Kata Kunci: kata serapan bahasa Arab, perubahan makna.

Abstract

The study entitled The Absorption of Arabic Words into Indonesian as the Report Text Teaching Material in Senior High School is motivated by the occurrence of language contact between one and another community which influences the language used. This resulted in many languages absorbing one language to another. One language which has connected directly with Indonesian is Arabic. The objectives of this study were: (1) to describe the absorption process of Arabic words into Indonesian; (2) describe the changes in meaning; (3) produce the teaching materials of report text in senior high school. The data used is the absorption of Arabic words into Indonesia it was collected by using the referral method and note-taking technique. This study uses a qualitative approach to describe the process of word absorption and the changes in meaning. Based on the type of word absorption process, there are 25 Arabic absorption words found. It consists of 7 adoption process, 10 adaptation process, and 8 non-adaptation and non- adoption process. There is no change in the meaning of all data. The results of this study can be implemented as a language teaching materials in text of the observation report.

Keywords: the absorption of Arabic words, changes in meaning

(2)

PENDAHULUAN

Bahasa merupakan suatu unsur yang bersifat dinamis yang terus-menerus mengalami perkembangan sesuai dengan berkembangnya zaman (Irham, 2009).

Bahasa dalam hal ini dapat berupa bahasa lisan maupun tulisan. Tetap pada fungsi dasar secara umum bahasa adalah sebagai alat komunikasi yang digunakan manusia untuk berinteraksi antara manusia satu dan yang lain (Wiratno & Santosa, 2014).

Zaman yang modern ini segala teknologi berkembang dengan pesat, hal ini memungkinkan antarmasyarakat di seluruh bagian dunia dapat berinteraksi dengan mudah. Adanya interaksi tentunya masyarakat juga memperkenalkan asal usul, ragam budaya, dan adat istiadat kepada masyarakat lainnya. Saat berinteraksi dengan masyarakat lain mestinya terjadi kontak budaya (Febrilia, Nasution, &

Handarini, 2017). Salah satu kontak budaya yang pasti terjadi antarmasyarakat ialah bahasa.

Menurut (Triyono, 2006) terjadinya kontak bahasa antara satu masyarakat di belahan manapun dengan masyarakat yang lain akan berpengaruh kepada bahasa yang digunakan atau bahasa yang bersangkutan. Hal tersebut mengakibatkan banyak bahasa yang hampir mirip antara bahasa negara satu dengan bahasa negara lainnya. Terutama bahasa yang pernah berhubungan langsung dengan bahasa Indonesia dengan melalui jalan perdagangan, penjajahan, pemerintahan, dan pendidikan. Penyebab dari hal tersebut karena adanya proses serap bahasa yang disebut dengan kata serapan. Selain karena hal tersebut, negara Indonesia adalah negara berkembang yang membutuhkan banyak kosa kata baru untuk memperkaya kosakata yang sudah ada. Dengan demikian, ada dua sumber kemampuan untuk memperkaya kosakata bahasa Indonesia, yaitu (1) sumber dalam dan (2) sumber luar (Kulsum, 2015).

Salah satu bahasa asing yang dahulu pernah berhubungan langsung dengan bahasa Indonesia adalah bahasa Arab. Pengaruh bahasa Arab yang masuk dan diserap oleh bahasa Indonesia bersamaan dengan masuknya agama Islam ke Indonesia dengan melalui jalur perdagangan sekaligus menyebarkan agama Islam di Indonesia. Hal ini menyebabkan banyaknya bahasa Arab diserap dalam bahasa Indonesia, yang biasa ditemukan dalam buku mata pelajaran. Salah satunya adalah buku mata pelajaran bahasa Indonesia yaitu buku Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK Kelas X. Buku yang digunakan merupakan buku kurikulum 2013.

Selain terdapat banyak kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia, pada buku ini juga terdapat materi teks laporan hasil observasi dan materi yang lengkap sesuai dengan penerapan hasil penelitian ini.

Kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia salah satunya dapat dilihat pada kata jenazah. Kata jenazah berasal dari bahasa Arab yang kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia. Proses penyerapan kata jenazah tersebut dengan proses adopsi. Proses adopsi merupakan proses penyerapan kata serapan secara utuh sama dengan bentuk aslinya, tanpa perubahan/penyesuian.

Berdasarkan contoh penyerapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia di atas ditemukan beberapa perubahan bentuk. Jadi, dalam penelitian ini, peneliti akan meneliti tentang proses perubahan bentuk kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia dan perubahan makna kata dasar kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia.

(3)

Kata Serapan Bahasa Arab ke dalam Bahasa Indonesia sebagai Bahan Ajar Teks Laporan Hasil Observasi di SMA

Isnaeni Penelitian ini sebagai bahan ajar dalam pembelajaran bahasa Indonesia pada siswa SMA kelas X, kompetensi dasar 3.2 Menganalisis isi dan aspek kebahasaan dari minimal dua teks laporan hasil observasi. Hal ini tentunya sesuai dengan pembelajaran yang di dalamnya mengkaji tentang kata serapan pada ciri kebahasaan teks laporan hasil observasi. Siswa diharapkan dapat menganalisis ciri kebahasaan pada teks laporan hasil observasi dengan tepat dan menambah pemahaman khususnya tentang kata serapan sebagai tambahan ilmu pengetahuan.

Penelitian mengenai kata serapan juga dilakukan oleh (Yuliana, 2013) dengan judul โ€œAnalisis pemakaian Kata Serapan dan Istilah Asing dalam Artikel Opini Harian Kompas Edisi Mei-Juni 2012โ€. Penelitian ini mengkaji mengenai kata serapan dan istilah asing dalam artikel opini harian Kompas edisi Mei-Juni 2012. Tujuan dari adanya penelitian tersebut adalah untuk mendeskripsikan bentuk pemakaian, persamaan dan perbedaan kata serapan dengan istilah asing dalam artikel opini harian Kompas edisi Mei-Juni 2012. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif dengan teknik analisis data menggunakan metode padan intralingual. Hasil penelitian ini adalah (1) banyak ditemukan kata serapan dan istilah asing dalam artikel opini harian Kompas edisi Mei-Juni 2012, (2) analisis yang dilakukan pada 30 artikel dengan jumlah keseluruhan 114 bentuk kata serapan dan istilah asing, (3) persamaan antara kata serapan dengan istilah asing yang sama-sama berkembang karena pengaruh globalisasi dan interaksi antara bahasa satu dengan bahasa lainnya, dan (4) perbedaan antara kata serapan dengan istilah asing.

Proses penyerapan kosa kata dari bahasa lain ke bahasa Indonesia dulunya berlangsung dengan indra pendengaran. Jadi, antara manusia satu dengan manusia lainnya melakukan komunikasi secara langsung. Di zaman modern ini komunikasi bisa berlajaran baik dengan bantuan handphone. Manusia bisa melakukan komunikasi tanpa harus melakukan tatap muka secara langsung. Menurut (Maghfiroh, 2015) komunikasi ini bisa dilakukan secara lisan maupun tulisan, namun sistem fonologi orang Indonesia berbeda dengan sistem fonologi yang dimiliki oleh orang asing. Tentunya dalam penyampaian suatu kosa kata itu biasanya berbeda, sehingga menghasilkan kosa kata baru yang bermakna sama dengan makna yang dimiliki oleh bahasa asing tersebut.

Kata-kata serapan baik dari bahasa daerah/serumpun maupun dari bahasa asing itu melalui proses penyerapan yang berbeda. Menurut (Nurlatifah, Sudaryat, &

Kuswari, 2018) ada empat proses penyerapan dalam bahasa Indonesia, yaitu (1) adopsi, (2) adaptasi, (3) penghibridaan, dan (4) terjemah.

METODE

Metode yang digunakan untuk memperoleh data dalam penelitian ini adalah metode simak. Metode simak atau penyimakan dilakukan dengan menyimak, yaitu menyimak peggunaan bahasa (Fakhriana, 2018). Metode ini dilakukan dengan cara menyimak penggunaan bahasa yang terdapat pada buku-buku mata pelajaran SMA.

Penggunaan bahasa di sini adalah penggunaan bahasa tulis karena objek yang diteliti berbentuk tulisan.

Teknik penyediaan data dalam penelitian ini menggunakan teknik lanjutan yaitu teknik catat. Setelah membaca, peneliti akan melakukan penandaan pada kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia dalam buku mata pelajaran di SMA ke dalam bahasa Indonesia. Selanjutnya, peneliti akan mecatat kata serapan dari

(4)

bahasa Arab yang telah ditandai tersebut dalam bentuk tulisan. Langkah berikutnya adalah mengolah data dengan cara mengklasifikasikan data dengan proses pembentukan kata serapan dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia.

Metode penelitian merupakan rangkaian cara atau kegiatan pelaksanaan penelitian yang didasari oleh asumsi-asumsi dasar, pandangan-pandangan filosofis dan ideologis, pernyataan dan isu-isu yang dihadapi (Sukmadinata, 2016, p.52).

Pada penelitian ini, peneliti menggunakan metode padan untuk menganalisis data.

Metode padan, alat penentunya di luar, terlepas, dan tidak menjadi bagian dari bahasa (langue) yang bersangkutan (Kusumaningsih, Sudiatmi, & Muryati, 2013).

Jadi, analisis pada penelitian ini alat penentunya ialah kata serapan bahasa Arab sebagai objek penelitian yang akan dianalisis menggunakan suatu alat ukur yang ditentukan berdasarkan tingginya kadar kesepadanan, keselarasan, kesesuaian, kecocokan, atau kesamaannya dengan alat penentu yang bersangkutan dan sekaligus menjadi standard atau pembakunya.

Dikemukakan oleh (Pramitasari, A., Indriana, Y., & Ariati, 2012) bahwa teknik merupakan jabaran metode yang ditentukan oleh alat yang dipakai. Jadi dapat dikatakan bahwa teknik merupakan realisasi yang bersifat abstrak dan ditentukan oleh alat penentu yang digunakan pada penelitian tersebut (Hermaji, 2014).

Berdasarkan metode yang akan digunakan, maka teknik lanjutan dari metode tersebut ialah teknik hubung banding.

Teknik hubung banding adalah teknik analisis data yang dilakukan dengan cara membandingkan antara semua unsur penentu dengan semua unsur data yang telah ditentukan (Noviana, 2018). Dengan membandingkan berarti mencari kesamaan dan perbedaan yang ada di antara kedua hal tersebut yang dapat dijabarkan menjadi hubungan penyamaan atau hubungan pemerbedaan. Alat penentu yang digunakan dalam menganalisis penelitian ini adalah kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Menurut (Suandi, 2016) kosa kata serapan merupakan kata-kata yang berasal dari bahasa asing atau bahasa daerah, lalu digunakan dalam bahasa Indonesia. Kata serapan bahasa Arab adalah semua yang masuk ke dalam bahasa Indonesia berupa kosakata yang bersumber atau berasal dari bahasa Arab dan diproduksi dengan penyesuaian kaidah bahasa Indonesia kemudian menjadi bagian dari bahasa tersebut (Suherman, 2012). Penyerapan kata dari bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia dilakukan untuk memperkaya bahasa Indonesia. Penyerapan tersebut tentunya memlalui beberapa proses. Proses penyerapan bahasa atau kata serapan dari bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia dalam hal ini ditemukan 2 proses, yakni adopsi dan adaptasi.

Adopsi

Adopsi adalah proses penyerapan kata secara utuh sama dengan bentuk aslinya, tanpa mengalami perubahan/penyesuaian (Soedjito dan Djoko Saryono, 2011). Jadi, kata yang diserap dari satu bahasa ke bahasa yang lain tidak berubah wujud atau bentuk. Kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia yang termasuk ke dalam proses adopsi dapat dijelaskan pada data 1.

Data 1

(5)

Kata Serapan Bahasa Arab ke dalam Bahasa Indonesia sebagai Bahan Ajar Teks Laporan Hasil Observasi di SMA

Isnaeni

Sementara itu, barang antik yang berbahan dasar logam adalah jinggaran coin (Kerajaan Gowa), mata uang Kerajaan Majapahit, koin VOC, dan kursi antik asal Jawa Tengah (KSBA/BI/Hal 17).

Pada data (1) dijelaskan bahwa kata kursi berasal dari bahasa Arab, yaitu ูŠุณุฑูƒ (kursi). Kata tersebut diserap dari bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia, kemudian kata kursi sering dipakai dan sudah sangat lazim dieja dengan bahasa Indonesia. Kata kursi tidak mengalami penyesuaian atau perubahan bentuk tulisannya. Dilihat dari taraf penyerapannya, kata kursi termasuk ke dalam kata- kata yang sudah sepenuhnya diserap ke dalam bahasa Indonesia. Kata tersebut sepenuhnya diserap dan tidak mengalami perubahan atau penyesuaian dengan kaidah bahasa Indonesia. Kata kursi dari bahasa Arab ini sudah sesuai dengan persukuan kata yang ada dalam bahasa Indonesia. Persukuan dari kata kursi adalah KVK-KV menjadi kur-si. Jadi, kata kursi tidak perlu mengalami perubahan bentuk dan pengucapan dalam bahasa Indonesia.

Selain tidak mengalami perubahan bentuk, kata kursi juga tidak mengalami perubahan makna. Kata kursi dalam kamus besar bahasa Indonesia memiliki makna tempat duduk yang berkaki dan bersandaran sama seperti kata kursi dalam bahasa Arab.

Adaptasi

Adaptasi adalah proses peyerapan kata yang disesuaikan atau mengalami perubahan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, yaitu kaidah ejaan, pembentukan kata, dan tata kalimat. Penyesuaian tersebut perlu dilakukan dengan tujuan untuk membina, menumbuhkan, mengembangkan bahasa Indonesia (Soedjito dan Djoko Saryono, 2011).

Bahasa Indonesia menyerap kata dari berbagai bahasa. Tidak hanya dari bahasa asing, tetapi dari bahasa daerah Nusantara itu sendiri. Jadi, kata serapan dengan proses adaptasi atau penyesuaian ini dibagi menjadi beberapa bagian di antaranya (1) penyesuaian unsur serapan dari bahasa asing, (2) penyesuaian akhiran, dan di luar dua teori tersebut ditemukan teori (3) penyesuaian sistem.

1. Penyesuaian unsur serapan dari bahasa asing a. Penyesuaian vokal

Kata serapan dari bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia mengalami penyesuaian vokal (Suherman, 2012). Penyesuaian vokal dalam hal ini adalah penghilangan dari vokal ganda menjadi vokal tunggal. Contoh kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia yang mengalami penyesuaian vokal dijelaskan pada data 2.

Data 2

(6)

Benda terakhir yang mengisi museum ini adalah barang kuno yang sampai saat ini masih dianggap bernilai seni tinggi atau biasa disebut barang antik (KSBA/BI/Hal 17).

Kata terakhir berasal dari kata akhir. Kata akhir yang mengalami imbuhan atau prefiks ter- berubah menjadi terakhir. Kata akhir merupakan kata serapan yang diambil dari bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia. Kata akhir berasal dari kata ุฉูŽุฑูุฎุข (aakhirah). Penyerapan ini mengalami perubahan kata dari vokal ganda (aa) berubah menjadi a. Pada akhir kata juga mengalami penyesuaian penghilangan partikel โ€“ah menjadi akhir. Perubahan ini sudah sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, karena dalam bahasa Indonesia tidak ada kata yang berawalan vokal ganda.

Kata aakhirah yang berasal dari bahasa Arab tidak memiliki persukuan kata yang sesuai dengan bahasa Indonesia. Kata tersebut diserap ke dalam bahasa Indonesia mengalami penyesuaian sesuai dengan persukuan kata dan kaidah bahasa Indonesia berubah menjadi akhir. Persukuan kata dari kata akhir adalah VKKVK dan memiliki dua silabel. Jika ditulis dan diucapkan menjadi ak-hir.

Kata akhir menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia mempunyai makna belakang; yang belakang sekali; kemudian. Kata akhir dalam bahasa Indonesia dengan bahasa Arab mempunyai makna yang sama, yaitu belakang. Jadi, kata akhir mengalami perubahan penyesuian bentuk dan bunyi dan tidak mengalami perubahan makna ke dalam bahasa Indonesia.

b. Penyesuaian konsonan

๏‚ท Konsonan ganda disesuaikan menjadi konsonan tunggal

Kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia mengalami penyesuaian konsonan ganda disesuaikan manjadi konsonan tunggal. Dalam bahasa Indonesia tidak mengenal kata yang mengandung konsonan ganda yang sama (Listiyorini, 2013). Jadi, konsonan ganda yang sama mengalami penghilangan menjadi satu konsonan. Hal ini dapat dijelaskan pada data 3.

Data 3

Purwa berasal dari bahasa Jawa, yang berarti awal (KSBA/BI/Hal 10).

Kata awal merupakan kata yang menyerap dari bahasa asing. Bahasa asing tersebut ialah bahasa Arab. Bahasa Indonesia menyerap kata awal dari bahasa Arab. Kata awal berasal dari kata ู„ู‘ูˆุฃ - ู‘ู‘ูŠู„ู‘ูˆุฃ (awwaliyu โ€“ awwal). Kata awwal mengalami perubahan atau penyesuaian menjadi awal sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia dan kamus besar bahasa Indonesia (KBBI). Pada konsonan ganda ww berubah menjadi w, karena dalam bahasa Indonesia tidak ada kata yang mengandung konsonan ganda yang sama.

Kata awwal dari bahasa Arab yang diserap ke dalam bahasa Indonesia tidak memiliki persukuan kata yang sesuai dengan persukuan kata bahasa Indonesia. Kata tersebut berubah dan menyesuaiakan persukuan kata yang ada dalam bahasa Indonesia. Persukuan kata asalnya adalah VKKVK, kemudian menyesuaikan dengan persukuan bahasa Indonesia dan berubah menjadi VKVK. Jika diucapkan menjadi dua silabeh, yakni a-wal.

(7)

Kata Serapan Bahasa Arab ke dalam Bahasa Indonesia sebagai Bahan Ajar Teks Laporan Hasil Observasi di SMA

Isnaeni Kata awal merupakan kata yang sudah lazim digunakan dalam bahasa Indonesia. Kata tersebut dalam bahasa Indonesia mempunyai makna mula-mula;

permulaan; yang mula-mula; jauh sebelum waktu yang ditentukan. Dalam bahasa Arab kata awal memiliki makna mula-mula. Jadi, kata awal dalam bahasa Indonesia dengan bahasa Arab memiliki makna yang sama.

๏‚ท Konsonan /h/ pada gugus konsonan /bh/, /dh/, /gh/, /rh/, dan /th/ hilang.

Kata yang berasal dari bahasa Arab diserap ke dalam bahasa Indonesia mengalami penghilangan konsonan /h/ pada gugus konsonan /bh/, /dh/, /gh/, dan /th/. Hal ini dapat dijelaskan pada data 4.

Data 4

Bapak, Ibu, serta hadirin yang saya hormati, (KSBA/BI/Hal 54).

Kata hadirin berasal dari kata hadir. Kata hadir mengalami proses afiksasi yaitu sufiks โ€“in menjadi hadirin. Kata hadir berasal dari bahasa Arab yaitu ุฑุถุญ (hadhoru). Kata dasar al hadhoru mengalami proses perubahan penyesuaian ke dalam kaidah bahasa Indonesia. Proses prubahan penyesuaian terjadi di tengah kata mengalami penghilangan fonem [h] pada gugus konsonan [dh]. Perubahan lainnya yaitu pada fonem [o] berubah menjadi fonem [i] dan yang terakhir ialah penghilangan fonem [u] diakhir kata al-hadhoru. Perubahan ini sudah sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Jadi, kata al-hadhoru yang berasal dari bahasa Arab diserap ke dalam bahasa Indonesia dan berubah menjadi hadir. Selain sudah sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, kata hadir juga sudah sesuai dengan persukuan kata dalam bahasa Indonesia. Persukuan dari kata hadir adalah KVKVK dan memiliki dua silabel. Jika ditulis menjadi ha-dir.

Kata hadir dalam bahasa Indonesia dan bahasa Arab mempunyai makna yang sama, yakni ada atau datang. Jadi, kata hadir tidak mengalami perubahan makna dari bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia.

๏‚ท Konsonan /f/, bahasa Arab ditulis tetap f.

Kata yang mengandung konsonan /f/ berasal dari bahasa Arab diserap ke dalam bahasa Indonesia ditulis tetap f. Hal ini dapat dijelaskan dalam data 5.

Data 5

Apa manfaat wayang bagi pengembangan warisan budaya? (KSBA/BI/Hal 11).

Kata manfaat bukan asli dari bahasa Indonesia, namun menyerap dari bahasa Arab yang mengalami penyesuaian ejaan dan bentuk sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Kata manfaat berasal dari kata ุฉุนูู†ู… (manfaสปat). Kata manfaสปat mengalami penyesuaian ejaan dan bentuk sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia menjadi kata manfaat. Penyesuaian bentuk ini sudah sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, karena dalam kaidah bahasa Indonesia tanda (โ€˜) pada kata yang lazim diucapkan sudah tidak ada atau dihapuskan.

(8)

Pada kata manfaโ€™at dari bahasa Arab tidak sesuai dengan persukuan kata bahasa Indonesia dan berubah menjadi manfaat. Kata manfaat tersebut sudah sesuai dengan persukuan kata bahasa Indonesia. Kata manfaat memiliki persukuan kata KVKKVVK dan tiga silabel. Jika ditlis dan diucapkan berubah menjadi man-fa- at. Hal ini sudah sesuai dengan persukuan dan kaidah bahasa Indonesia.

Kata manfaat dalam bahasa Indonesia mempunyai makna guna atau faedah (Nugraha, MS, & Fuad, 2019). Dalam bahasa Arab kata tersebut memiliki makna faedah. Jadi, kata manfaat yang diserap dari bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia tidak mengalami perubahan makna, namun kata tersebut mengalami perubahan penyesuaian bentu dan bunyi sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

๏‚ท Konsonan /q/ disesuaikan menjadi /k/. Pada kata-kata bahasa Arab berikut ini ditulis dengan huruf q (bukan : k) qori, qoriah, qosor, qiraah dan Quran.

Kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia yang mengandung konsonan /q/ disesuaikan menjadi /k/. Pada kata-kata bahasa Arab berikut ini ditulis dengan huruf q (bukan : k) qori, qoriah, qosor, qiraah dan Quran. Contohnya dapat dilihat pada data 6.

Data 6

Akibatnya, definisi yang diberikan pada objek menjadi tidak tepat (KSBA/BI/Hal 42).

Kata akibatnya merupakan kata yang berasal dari kata akibat, kemudian mengalami imbuhan โ€“nya sebagai kata sebab akibat. Kata akibat berasal dari bahasa arab, yaitu ุฉูŽุจูู‚ุงูŽุน (ngaqibah). Kata ngaqibah kemudian mengalami penyesuaian dengan kaidah bahasa Indonesia. Fonem [nga] pada awal kata berubah menjadi fonem [a], sedangkan fonem [q] berubah menjadi fonem [k], dan diakhir kata fonem [h] berubah mnejadi fonem [t]. Jadi, dari kata asal ngaqibah diserap ke dalam bhasa Indonesia dan berubah menjadi kata akibat. Kata akibat sudah sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, karena kata tersebut sudah sesuai dengan persukuan kata bahasa Indonesia. Persukuan kata pada kata akibat adalah VKVKVK dan memiliki tiga silabel. Jika dituliskan dan diucapkan menjadi a-ki-bat.

Kata akibat merupakan kata yang sudah lazim digunakan dalam bahasa Indonesia. Kata tersebut dalam bahasa Indonesia mempunyai makna sesuatu yang merupakan akhir atau hasil suatu peristiwa (pembuatan, keputusan). Makna kata akibat dalam bahasa Arab adalah hasil dari dilakukannya suatu peristiwa atau kejadian. Jadi, makna dari kata akibat dalam bahasa Indonesia dengan bahasa Arab tidak berubah.

2. Penyesuaian akhiran

Penyesuaian akhiran dilakukan dengan cara menghilangan bagian akhir atau merubah bagian akhir pada kata asal dari bahasa Arab yang diserap dalam bahasa Indonesia. Akhiran โ€“i/-iah/-wi dan โ€“in/-at diserap secara langsung atau diadopsi.

Contohnya dapat dilihat pada data 7.

Data 7

(9)

Kata Serapan Bahasa Arab ke dalam Bahasa Indonesia sebagai Bahan Ajar Teks Laporan Hasil Observasi di SMA

Isnaeni

Hikayat merupakan sebuah teks narasi yang berbeda dengan narasi lain (KSBA/BI/Hal 119).

Kata hikayat berasal dari bahasa Arab, yaitu ู‘ ุฉูŽูŠุงูŽูƒูุญ (hikayah). Kata dasar hikayah mengalami perubahan penyesuaian ke dalam bahasa Indonesia. Di akhir kata dasar atau kata awal mengalami perubahan fonem, dari fonem [h] menjadi fonem [t]. Hal ini sudah sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia, bahwa akhir kata yang memiliki fonem [h] berubah menjadi fonem [t]. Kata hikayat sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia karena kata tersebut juga sudah sesuai dengan persukuan kata bahasa Indonesia. Persukuan kata dari kata hikayat adalah KVKVKVK dan memiliki tiga silabel. Jika ditulis dan diucapkan menjadi hi-ka-yat. Kata tersebut sudah sangat lazim digunakan dalam bahasa Indonesia.

Kata hikayat dalam bahasa Arab memiliki makna yang sama dengan kata hikayat dalam bahasa Indonesia. Kata hikayat mempunyai makna karya sastra lama Melayu berbentuk prosa yang mengandung cerita, undang-undang, dan silsilah bersifat rekaan, kegamaan, historis, biografis, atau gabungan sifat-sifat. Jadi, kata akibat tidak mengalami perubahan makna ke dalam bahasa Indonesia.

Penyesuaian System

Diluar dua teori adopsi dan adaptasi ditemukan penyesuaian kata serapan dari bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia berikut ini.

a. Penghilangan apostrof terbalik

Apostrof merupakan nama lain dari tanda penyingkat digunakan untuk menunjukkan penghilangan bagian suatu kata atau bagian suatu angka tahun dalam konteks tertentu. Jadi, dalam hal ini apostrof sudah tidak digunakan dalam kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia (Arifatun, 2012). Contoh dari penghilangan apostrof terbalik dapat dilihat pada data 8.

Data 8

Wayang kulit dilihat dari umur, dan gaya pertunjukannya pun dibagi lagi menjadi bermacam jenis (KSBA/BI/Hal 10).

Kata umur pada data di atas merupakan kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia yang mengalami bentuk penyerapan penyesuaian. Kata tersebut berasal dari bahasa Arab yaitu kata ู‘ูŒุฑ ู… ุน-ู‘ูŒุฑู’ู…ูŒุน. Kata tersebut diserap dari bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia dengan proses penyesuaian ejaan sesuai denga n kaidah bahasa Indonesia. Kata โ€˜umr dari bahasa Arab mengalami penyesuaian bentuk ejaan sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia menjadi umur. Penyesuaian ini dilakukan, karena dalam bahasa Indonesia tidak ada kata yang berakhiran gugus konsonan dalam hal ini adalah mr diakhir kata. Awalan pada kata asal ู‘ ุน (โ€˜u) berubah menjadi u, karena dalam kaidah bahasa Indonesia tidak ada kata yang berawalan (โ€˜). Jadi, kata asal โ€˜umr diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi umur. Kata umur yang sudah mengalami penyesuaian ke dalam kaidah bahasa Indonesia memiliki kesesuaian dengan persukuan kata bahasa Indonesia. Persukuan kata dari kata umur adalah VKVK dan memiliki dua silabel. Jika ditulis dan diucapkan menjadi u- mur.

(10)

Kata umur merupakan kata yang memiliki makna lama waktu hidup atau ada (sejak dilahirkan atau diadakan); usia. Makna tersebut sesuai atau sama dengan makna kata umur pada bahasa Arab yang kemudian diserap ke dalam bahasa Indonesia. Kata tersebut tidak mengalami perubahan makna.

b. Penambahan fonem

Kata serapan dalam proses penyerapannya mengalami berbagai penyesuaian salah satunya adalah penambahan fonem. Penambahan fonem dilakukan agar kata serapan dari bahasa Arab sesuai dengan persukuan dan kaidah bahasa Indonesia (Meysitta, 2018). Contohnya dapat dijelaskan pada data 9.

Data 9

Berdasarkan bahan dasarnya, barang-barang tersebut juga dapat dikelompokkan menjadi empat, yaitu berbahan dasar kayu seperti hiasan rumah berupa kepala kerbau asal Toraja, berbahan dasar batu seperti alat penusuk jeruk asal Batak, berbahan dasar logam seperti pisau sunat dan perhiasan logam asal Sumba, dan yang berbahan dasar kain seperti batik berbagai motif asal Yogyakarta dan Jawa Tengah (KSBA/BI/Hal 23).

Kata asal merupakan kata serapan bahasa Indonesia yang berasal dari bahasa Arab. Kata asal diambil dari kata ู„ุตุง (asl). Kata asl mengalami perubahan bentuk dan bunyi sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Perubahan ini terjadi ditengah kata, terdapat penambahan fonem [a] sebelum fonem akhir yaitu fonem [l] dan berubah menjadi asal. Hal ini dikarenakan dalam kaidah bahasa Indonesia tidak ada kata yang berakhiran ganda konsonan. Kata asl yang menyerap dari bahasa Arab ini mengalami perubahan bunyi dan bentuk, karena tidak sesuai dengan persukuan kata dan kaidah bahasa Indonesia. Kata asl berubah menjadi asal dengan menyesuaikan persukuan kata dan kaidah bahasa Indonesia. Persukuan kata dalam kata asal adalah VKVK dan memiliki dua silabel. Jika ditulis dan diucapkan menjadi a-sal. Kata asal sudah lazim digunakan dalam bahasa Indonesia.

Kata asal dalam bahasa Indonesia mempunyai makna keadaan (tempat, wujud, rupa, dan sebagainya) yang semula; pangkal permulaan. Dalam bahasa Arab kata asal mempunyai makna suatu permulaan atau keadaan. Jadi, kata asal dari bahasa Arab yang diserap ke dalam bahasa Indonesia tidak mengalami perubahan makna.

PENUTUP

Berdasarkan paparan pada bab sebelumnya yakni mengenai proses kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia pada buku Bahasa Indonesia SMA/MA/SMK/MAK kelas X oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Tahun 2016 ditemukan 2 proses penyerapan kata dari bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia. Proses tersebut ialah adopsi dan adaptasi. Simpulan tersebut tentunya berkaitan dengan proses kata serapan dari bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia dan implikasinya sebagai bahan ajar pada materi teks laporan hasil observasi.

Pertama, dari proses adopsi ditemukan kata-kata serapan dari bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia sebanyak 7 kata yakni kata kursi, wali, zaman, miskin, mustahil, izin, dan syukur. Pada proses adaptasi dapat uraikan lagi menjadi beberapa

(11)

Kata Serapan Bahasa Arab ke dalam Bahasa Indonesia sebagai Bahan Ajar Teks Laporan Hasil Observasi di SMA

Isnaeni bagian (1) penyesuaian unsur serapan dari bahasa asing yang terdiri atas dua jenis yaitu penyesuaian vokal berjumlah 1 kata dan penyesuaian konsonan berjumlah 6 kata, (2) penyesuaian akhiran yang terdiri atas 1 kata serapan.

Kedua, di luar dua proses penyerapan tersebut ditemukan proses penyerapan kata dari bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia yang berbeda. Proses penyerapan tersebut disebut penyesuaian sistem yang dapat diuraikan menjadi (1) penyesuaian apostrof terbalik yang terdiri atas 4 kata, (2) penabahan fonem yang terdiri atas 2 kata, dan (3) penghilangan fonem yang terdiri atas 4 kata serapan.

Ketiga, terjadi perubahan makna dalam kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia pada kata kalimat. Kata kalimat dalam bahas Arab bermakna kata, sedangkan dalam kata kalimat dalam bahasa Indonesia mempunyai makna rangkaian dari berbagai kata-kata. Jadi, dalam hal ini kata kalimat mengalami perubahan makna dari bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia.

Keempat, hasil penelitian mengenai kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia menghasilkan bahan ajar kebahasaan dengan judul โ€œKata Serapan Bahasa Arab ke dalam Bahasa Indonesia sebagai Bahan Ajar Teks Laporan Hasil Observasi di SMAโ€. Bahan ajar tersebut terkait dengan teks Laporan Hasil Observasi (LHO) kelas X semester 1 dengan KD 3.2 Menganalisis isi dan aspek kebahasaan dari minimal dua teks laporan hasil observasi. Sistematika isi dari bahan ajar kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia yakni terdapat (1) Kompetensi Inti (KI), (2) Kompetensi Dasar (KD), (3) indikator, (4) materi pembelajaran berupa kata serapan, (5) evaluasi baik itu tugas individu maupun kelompok serta rubrik penilaiannya.

Materi yang terdapat dalam bahan ajar tersebut berupa materi kebahasaan yang berkaitan dengan kata serapan, khususnya kata serapan bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia yakni terdapat pengertian kata serapan, macam-macam kata serapan, proses masuknya kata serapan, dan perubahan makna pada kata serapan.

DAFTAR PUSTAKA

Ali, A. (2010). Kamus Inggris Indonesia Arab. Yogyakarta: Multi Karya Grafika Pondok Pesantren Krapyak.

Arifatun, N. (2012). KESALAHAN PENERJEMAHAN TEKS BAHASA INDONESIA KE BAHASA ARAB MELALUI GOOGLE TRANSLATE ( STUDI ANALISIS

SINTAKSIS ) Novia Arifatun Abstrak. Kesalahan Penerjemahan Teks Bahasa Indonesia Ke Bahasa Arab Melalui Google Translete ( Studi Analisis

Sintaksis).

Fakhriana, H. (2018). EKSOFORA DALAM BAHASA BANJAR (EXOPHORA IN BANJARESE LANGUAGE). JURNAL BAHASA, SASTRA DAN

PEMBELAJARANNYA. https://doi.org/10.20527/jbsp.v7i2.4426

Febrilia, I., Nasution, H., & Handarini, D. (2017). PELATIHAN PENGGUNAAN JEJARING SOSIAL INSTAGRAM DALAM MEMASARKAN BARANG PADA IBU- IBU PKK DI KELURAHAN RAWAMANGUN JAKARTA TIMUR. Sarwahita.

https://doi.org/10.21009/sarwahita.142.04

Hermaji, B. (2014). Penggunaan Bahasa Alay Pada SMS di Kalangan Remaja.

Cakrawala.

Irham, M. (2009). KEDUDUKAN SYARIAT ISLAM DI NANGGROE ACEH

DARUSSALAM (NAD) DALAM SISTEM HUKUM NASIONAL. Jurnal Mentari.

(12)

Kulsum, U. (2015). POTENSI BAHASA SUNDA DALAM MEMPERKAYA BAHASA INDONESIA. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra.

https://doi.org/10.17509/bs_jpbsp.v15i2.1245

Kusumaningsih, D., Sudiatmi, T., & Muryati, S. (2013). Pengidonesiaan Kata dan Ungkapan Asing pada Nama Badan Usaha, Kawasan, dan Gedung.

Jurnal Pendidikan.

Listiyorini, A. (2013). EKSISTENSI BAHASA DAERAH DAN BAHASA INDONESIA SEBAGAI ALAT KOMUNIKASI DALAM PERSAINGAN GLOBAL. Universitas Negeri Yogyakarta.

Maghfiroh, A. (2015). FROM DAILY TO FLUENCYโ€ฏ: MELEJITKAN KEMAMPUAN BAHASA ASING DENGAN AKTIFITAS BAHASA HARIAN. Jurnal Dimensi Pendidikan Dan Pembelajaran.

Meysitta, L. (2018). PERKEMBANGAN KOSAKATA SERAPAN BAHASA ASING DALAM KBBI. Jurnal Pendidikan Bahasa Dan Sastra Indonesia (BAPALA).

Noviana, N. (2018). INTEGRITAS KEARIFAN LOKAL BUDAYA MASYARAKAT ACEH DALAM TRADISI PEUSIJUK. DESKOVIโ€ฏ: Art and Design Journal . Nugraha, J., MS, Z., & Fuad, N. (2019). PENINGKATAN KETERAMPILAN

MENULIS DESKRIPSI MELALUI PENDEKATAN SAINTIFIK DENGAN METODE PROBLEM BASED LEARNING DI KELAS IV SEKOLAH DASAR. Prosiding Seminar Nasional Pendidikan KALUNI.

https://doi.org/10.30998/prokaluni.v2i0.37

Nurlatifah, E., Sudaryat, Y., & Kuswari, U. (2018). KATA SERAPAN BAHASA SUNDA (Pendekatan ร‰timologi, Morfologi, dan Grafologi). LOKABASA.

https://doi.org/10.17509/jlb.v8i2.14197

Pramitasari, A., Indriana, Y., & Ariati, J. (2012). HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI TERHADAP METODE PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL DENGAN MOTIVASI BELAJAR BIOLOGI SISWA KELAS XI IPA SMAN 1 PANGKALAN KERINCI, RIAU | Pramitasari | Jurnal Psikologi. Jurnal Psikologi.

https://doi.org/https://doi.org/10.14710/jpu.9.1.

Suandi, I. N. (2016). PENYUSUNAN KAMUS SERAPAN DALAM BAHASA BALI.

Jurnal Ilmu Sosial Dan Humaniora. https://doi.org/10.23887/jish- undiksha.v4i2.6387

Suherman, A. (2012). Perubahan Fonologis Kata-Kata Serapan Bahasa Sunda dari Bahasa Arab: Studi Kasus pada Masyarakat Sunda di Jawa Barat, Indonesia. Sosiohumanika.

Triyono, S. (2006). PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN: PERGESERAN BAHASA DAERAH AKIBAT KONTAK BAHASA MELALUI PEMBAURAN. LITERA.

Wiratno, T., & Santosa, R. (2014). Bahasa, Fungsi Bahasa, dan Konteks Sosial.

Modul Pengantar Linguistik Umum.

Yoga Arief. (2018). Melemahnya Interaksi Manusia di Dunia Nyata Akibat Adanya Media Baru oleh Yoga AriefDsrynt Halaman all - Kompasiana.com.

Yuliana, angelliya tri. (2013). analisis pemakaian kata serapan dan istilah asing dalam artikel opini harian kompas edisi mei-juni 2012. Jurnal Pendidikan.

Figur

Memperbarui...

Referensi

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di