• Tidak ada hasil yang ditemukan

Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Direktori Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal.1 dari 10 hal. Put. No. 18/Pdt.G/2017/PTA.Ptk

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 1

(2)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal.2 dari 10 hal. Put. No. 18/Pdt.G/2017/PTA.Ptk PUTUSAN

Nomor 18/Pdt.G/2017/PTA.Ptk

ميحرلا نمحرلا الله مسب

DEMI KEADILAN BERDASARKAN KETUHANAN YANG MAHA ESA

Pengadilan Tinggi Agama Pontianak dalam tingkat banding telah memeriksa, mengadili dan menjatuhkan putusan dengan sidang majelis terhadap perkara Cerai Gugat antara:

Pembanding, umur 48 tahun, agama Islam, pendidikan terakhir Sekolah Lanjutan Tingkat Atas, pekerjaan Karyawan, bertempat tinggal Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, semula sebagai Tergugat sekarang Pembanding;

melawan

Terbanding, umur 46 tahun, agama Islam, pendidikan terakhir Sekolah Lanjutan Tingkat Atas, pekerjaan Mengurus Rumah Tangga, bertempat tinggal Kecamatan Pontianak Timur, Kota Pontianak, semula sebagai Penggugat sekarang Terbanding;

Pengadilan Tinggi Agama tersebut;

Telah memeriksa berkas perkara dan surat-surat yang berkaitan dengan perkara yang dimohonkan banding ini;

DUDUK PERKARA

Memperhatikan semua uraian yang termuat dalam putusan Pengadilan Agama Pontianak Nomor 210/Pdt.G/2017/PA.Ptk tanggal 15 Juni 2017 Masehi bertepatan dengan tanggal 20 Ramadhan 1438 Hijriah, dengan mengutip amarnya sebagai berikut:

M E N G A D I L I 1. Mengabulkan gugatan Penggugat;

2. Menjatuhkan talak satu ba'in shughra Tergugat (Pembanding) terhadap Penggugat (Terbanding);

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 2

(3)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal.3 dari 10 hal. Put. No. 18/Pdt.G/2017/PTA.Ptk 3. Memerintahkan Panitera Pengadilan Agama Pontianak untuk mengirimkan salinan putusan ini yang telah berkekuatan hukum tetap kepada Pegawai Pencatat Nikah pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah dan kepada Pegawai Pencatat Nikah pada Kantor Urusan Agama Kecamatan Pontianak Timur Kota Pontianak untuk dicatat dalam daftar yang disediakan untuk itu;

4. Membebankan kepada Penggugat untuk membayar biaya perkara sejumlah Rp 316.000,- ( tiga ratus enam belas ribu rupiah );

Bahwa terhadap putusan tersebut, Tergugat untuk selanjutnya disebut Pembanding telah mengajukan permohonan banding pada tanggal 19 Juni 2017 sebagaimana tercantum dalam Akta Permohonan Banding yang dibuat oleh Panitera Pengadilan Agama Pontianak;

Bahwa permohonan banding tersebut diberitahukan kepada Penggugat untuk selanjutnya disebut Terbanding pada tanggal 20 Juni 2017;

Bahwa Pembanding tidak mengajukan memori banding sebagaimana surat keterangan yang dibuat oleh Panitera Nomor 0210/Pdt.G/2017/PA.Ptk tertanggal 19 Juli 2017;

Bahwa pada tanggal 7 Juli 2017, Jurusita Pengganti Pengadilan Agama Pontianak telah melakukan pemberitahuan kepada Pembanding dan Terbanding untuk memeriksa berkas perkara (inzage);

Bahwa Pembanding telah melakukan pemeriksaan berkas perkara (inzage) pada tanggal 12 Juli 2017 sesuai surat keterangan Panitera Nomor 0210/Pdt.G/2017/PA.Ptk, sedangkan Terbanding tidak memeriksa berkas perkara (inzage) sesuai surat keterangan Panitera Nomor 0210/Pdt.G/2017/PA.Ptk tertanggal 19 Juli 2017;

Bahwa permohonan banding tersebut telah didaftar di Kepaniteraan Pengadilan Tinggi Agama Pontianak pada tanggal 8 Agustus 2017 dengan Nomor 18/Pdt.G/2017/PTA.Ptk;

PERTIMBANGAN HUKUM

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 3

(4)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal.4 dari 10 hal. Put. No. 18/Pdt.G/2017/PTA.Ptk Menimbang, bahwa permohonan banding Pembanding diajukan dalam tenggang waktu dan menurut cara-cara sebagaimana ditentukan dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku, maka permohonan banding tersebut secara formal dinyatakan dapat diterima;

Menimbang, bahwa Pengadilan Tinggi Agama Pontianak setelah meneliti dengan seksama berkas perkara Nomor 0210/Pdt.G/2017/PA.Ptk dari Pengadilan Agama Pontianak yang terdiri dari Bundel A dan Bundel B, maka pokok perkara dalam perkara ini adalah mengenai gugatan perceraian antara Penggugat/Terbanding melawan Tergugat/Pembanding dengan alasan bahwa sejak Juni 2016 rumah tangganya sudah tidak harmonis lagi, disebabkan Tergugat/Pembanding telah menikah dengan perempuan lain sedangkan Penggugat sangat menolak untuk dimadu, selain itu Tergugat jarang bersama Penggugat/Terbanding tetapi lebih banyak berada dirumah istri mudanya, sehingga Penggugat/Terbanding merasa kecewa dengan sikap Tergugat/Pembanding, bahkan Tergugat/Pembanding suka berkata kasar dan hingga menampar Penggugat/Terbanding;

Menimbang, bahwa meskipun Pembanding/Tergugat tidak mengajukan memori banding, namun dengan adanya pernyataan banding dari Pembanding/Tergugat terhadap putusan Pengadilan Agama Pontianak yang mengabulkan gugatan cerai dari Penggugat/Terbanding, maka Pengadilan Tinggi Agama Pontianak menilai bahwa Pembanding/Tergugat sangat keberatan terhadap putusan Pengadilan Agama Pontianak, dengan alasan karena Pembanding/Tergugat masih ingin mempertahankan rumah tangganya bersama Terbanding/Penggugat. Oleh karenanya Pengadilan Tinggi Agama Pontianak sebagai yudex facti yang berwenang untuk memeriksa dan mengadili kembali perkara yang telah dimohonkan banding sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 1947 jo. pasal 199 - 205 R.Bg. akan memberikan pertimbangan-pertimbangan sebagaimana di bawah ini;

Menimbang, bahwa Pengadilan Agama Pontianak dalam pertimbangan putusannya Nomor 0210/Pdt.G/2017/PA.Ptk pada alinea keenam halaman 9 yang menyatakan bahwa Tergugat dalam menanggapi gugatan Penggugat

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 4

(5)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal.5 dari 10 hal. Put. No. 18/Pdt.G/2017/PTA.Ptk telah mengajukan jawaban secara lisan, pada hal kenyataannya dan sesuai apa yang tercantum dalam berita acara persidangan bahwa Tergugat mengajukan jawaban secara tertulis, oleh karenanya Pengadilan Tinggi Agama Pontianak perlu memperbaiki kesalahan dimaksud dengan menyatakan bahwa Tergugat mengajukan jawaban secara tertulis;

Menimbang, bahwa Pengadilan Agama Pontianak dalam pertimbangan putusannya Nomor 0210/Pdt.G/2017/PA.Ptk pada alinea keempat halaman 13 yang memerintahkan kepada Panitera Pengadilan Agama Pontianak untuk mengirimkan salinan penetapan ikrar talak perkara ini kepada Pegawai Pencatat Nikah yang mewilayahi tempat tinggal penggugat dan tergugat dan kepada Pegawai Pencatat Nikah ditempat perkawinan dilangsungkan, menurut Majelis Hakim Banding adalah pertimbangan yang keliru dan perlu diperbaiki serta diluruskan, oleh karenanya berdasarkan pasal 84 ayat (1) Undang- Undang Nomor 7 Tahun 1989 yang telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 dan perubahan kedua dengan Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009, maka Majelis Hakim Banding menetapkan bahwa yang seharusnya diperintahkan kepada Panitera adalah mengirimkan salinan putusan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, bukan perintah untuk mengirimkan salinan penetapan ikrar talak, karena pokok perkara a quo adalah perkara cerai gugat, dan atas dasar itu pula Majelis Hakim banding menyatakan bahwa kekeliruan tersebut telah diperbaiki;

Menimbang, bahwa setelah meneliti secara seksama terhadap pertimbangan hukum sebagaimana tertuang dalam putusan Pengadilan Agama Pontianak Nomor 0210/Pdt.G/2017/PA.Ptk tanggal 15 Juni 2017 Masehi bertepatan dengan tanggal 20 Ramadhan 1438 Hijriah, maka Pengadilan Tinggi Agama Pontianak berpendapat bahwa pertimbangan hukum Pengadilan Agama Pontianak kebanyakan tidak sesuai dengan apa yang tercantum dalam berita acara pemeriksaan perkara a quo, karenanya pertimbangan tersebut perlu diperbaiki oleh Pengadilan Tinggi Agama Pontianak dengan memberikan pertimbangan sebagai berikut;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 5

(6)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal.6 dari 10 hal. Put. No. 18/Pdt.G/2017/PTA.Ptk Menimbang, bahwa dari jawaban tertulis Pembanding/Tergugat telah mengakui bahwa Pembanding/Tergugat telah menikah lagi dengan perempuan lain dan sering pergi ke rumah istri mudanya tersebut meskipun hanya sebentar, juga Pembanding/Tergugat pernah bersikap kasar terhadap Terbanding/Penggugat tapi tidak pernah menampar, selain itu Pembanding/Tergugat mengakui pula kalau sejak bulan Nopember 2016 sudah berpisah ranjang dengan Terbanding/Penggugat, sehingga Pengadilan Tinggi Agama Pontianak berpendapat bahwa dengan adanya pengakuan Pembanding/Tergugat tersebut, maka telah nyata terbukti bahwa antara Pembanding/Tergugat dengan Terbanding/Penggugat telah terjadi pertengkaran disebabkan Pembanding/Tergugat telah menikah dengan perempuan lain dan pernah bersikap kasar terhadap Terbanding/Penggugat serta telah berpisah ranjang sejak bulan Nopember 2016;

Menimbang, bahwa berdasarkan keterangan saksi-saksi baik yang diajukan oleh Pembanding/Tergugat maupun Terbanding/Penggugat sebagaimana yang termuat dalam Berita Acara Sidang tanggal 04 Mei 2017 dan tanggal 18 Mei 2017, yang menyatakan bahwa antara Pembanding/Tergugat dengan Terbanding/Penggugat sering terjadi perselisihan dan pertengkaran disebabkan karena Pembanding/Tergugat telah menikah lagi dengan wanita lain, dan sejak 1 bulan yang lalu sampai dengan sekarang ini Pembanding/Tergugat sudah berpisah tempat tinggal dengan Terbanding/Penggugat, maka harus dinyatakan terbukti bahwa setidaknya sejak bulan April 2017 antara Pembanding/Tergugat dengan Terbanding/Penggugat telah berpisah tempat tinggal;

Menimbang, bahwa ternyata Terbanding/Penggugat dalam gugatannya menyatakan tetap ingin berpisah dengan Pembanding/Tergugat, meskipun telah diupayakan damai oleh Majelis Hakim Pengadilan Agama Pontianak dan telah dilakukan mediasi oleh mediator yang ditunjuk serta saksi-saksi dari kedua belah pihak, namun tidak berhasil mendamaikan Pembanding/Tergugat dengan Terbanding/Penggugat;

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 6

(7)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal.7 dari 10 hal. Put. No. 18/Pdt.G/2017/PTA.Ptk Menimbang, bahwa berdasarkan kejadian-kejadian tersebut di atas, maka Pengadilan Tinggi Agama Pontianak berpendapat bahwa perselisihan dan pertengkaran antara Pembanding/Tergugat dengan Terbanding/Penggugat tersebut telah terjadi sejak bulan Juni 2016, kemudian disusul dengan pisah ranjang sejak bulan Nopember 2016 dan sejak bulan April 2017 yang lalu telah pisah tempat tinggal sampai sekarang yang berakibat tidak ada lagi komunikasi yang baik antara Pembanding/Tergugat dengan Terbanding/Penggugat;

Menimbang, bahwa dari fakta tersebut, sehingga Pengadilan Tinggi Agama Pontianak berpendapat bahwa antara Penggugat dengan Tergugat tersebut sudah tidak ada harapan akan hidup rukun lagi dalam rumah tangganya dan bila perkawinan tetap dipertahankan, maka besar kemungkinan akan terjadi mudarat antara kedua belah pihak;

Menimbang, bahwa oleh karenanya pula Pengadilan Tinggi Agama Pontianak berpendapat bahwa rumah tangga antara Penggugat dengan Tergugat telah pecah sebagaimana dimaksud dalam ketentuan Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jouncto Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam, dan jalan satu-satunya baik bagi Penggugat maupun Tergugat adalah perceraian;

Menimbang, bahwa pertimbangan-pertimbangan putusan Pengadilan Agama Pontianak yang berkesimpulan telah mengabulkan gugatan Penggugat dengan menjatuhkan talak satu ba’in shugra Tergugat terhadap Penggugat tersebut menurut Pengadilan Tinggi Agama Pontianak adalah sudah tepat;

Menimbang, bahwa berkait dengan perkara a quo, sesuai dengan Yurisprudensi Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1354 K/Pdt/2000 tanggal 8 September 2003 yang mengandung abstraksi hukum bahwa suami istri yang telah pisah tempat tinggal dan tidak saling mempedulikan sudah merupakan fakta adanya perselisihan dan pertengkaran sehingga tidak ada harapan untuk hidup rukun dalam rumah tangga dapat dijadikan alasan mengabulkan gugatan perceraian, demikian pula dalam Yurisprudensi Mahkamah Agung Nomor 404 K/AG/2000 tanggal 27 Februari 2002

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 7

(8)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal.8 dari 10 hal. Put. No. 18/Pdt.G/2017/PTA.Ptk mengandung abstraksi hukum bahwa perselisihan suami istri yang diikuti dengan pisah ranjang dan berpisah tempat tinggal serta istri menyatakan tidak rela hidup berumah tangga lagi dengan suaminya, demikian pula keluarga serta hakim tidak berhasil mendamaikan suami istri tersebut, maka fakta yang demikian telah memenuhi alasan mengabulkan perceraian sebagaimana ditentukan dalam Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jouncto Pasal 116 huruf (f) Kompilasi Hukum Islam, selain itu Yurisprudensi Mahkamah Agung Nomor 44 K/AG/1998 tanggal 19 Januari 1999 mengabstraksikan kaidah hukum pula bahwa bilamana perselisihan dan pertengkaran antara suami istri telah terbukti dalam pemeriksaan di Pengadilan Agama dan didukung oleh fakta tidak berhasilnya majelis hakim merukunkan kembali para pihak yang bersengketa sebagai suami istri, maka sesuai dengan Pasal 19 huruf (f) Peraturan Pemerintah Nomor 9 Tahun 1975 jouncto Undang- Undang Nomor 1 Tahun 1974, secara yuridis gugatan Penggugat yang mohon perceraian dengan Tergugat, haruslah dikabulkan;

Menimbang, bahwa hal tersebut di atas telah sesuai pula dengan pendapat Imam Sayid Sabiq sebagaimana tersebut dalam Kitab Fiqhus Sunnah Juz II halaman 189 yang diambil alih Pengadilan Tinggi Agama Pontianak sebagai pendapat sendiri yang berbunyi :

نيب ةرشعلا ماود هعم عاطتسي لا امب اهب جوزلا رارضا ةجوزلا تعدا اذا ىضاقلا اهقلطي ذئنيح و قيرفتلا ىضاقلا نم بلطت نا اهل زوجي امهلاثما امهنيب حلاصلاا نع زجع و ررضلا تبث اذا ةنئاب ةقلط

Artinya : “Apabila seorang istri menggugat cerai suaminya dengan alasan telah terjadi dlarar (mudarat) yang menyebabkan tidak mampu untuk mempertahankan keutuhan rumah tangga, maka Hakim boleh menceraikan suami istri tersebut dengan thalak satu ba’in setelah gugatan istri terbukti dan Hakim sudah tidak berhasil merukunkan suami istri tersebut”.

Menimbang, bahwa berdasarkan pertimbangan-pertimbangan tersebut di atas Pengadilan Tinggi Agama Pontianak berpendapat, bahwa keberatan

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 8

(9)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal.9 dari 10 hal. Put. No. 18/Pdt.G/2017/PTA.Ptk Pembanding/Tergugat untuk bercerai dengan Terbanding/Penggugat sebagaimana dalam jawaban tertulisnya harus dinyatakan tidak tepat dan tidak beralasan, dan oleh karenanya pula putusan Pengadilan Agama Pontianak Nomor 210/Pdt.G/2017/PA.Ptk tanggal 15 Juni 2017 Masehi bertepatan dengan tanggal 20 Ramadhan 1438 Hijriah tersebut harus dikuatkan;

Menimbang, bahwa berdasarkan Pasal 89 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1989 Tentang Peradilan Agama yang telah diubah dengan Undang- Undang Nomor 3 Tahun 2006 dan perubahan kedua dengan Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2009, maka biaya perkara pada tingkat banding dibebankan kepada Pembanding/Tergugat;

Mengingat segala ketentuan perundang-undangan dan peraturan- peraturan yang bersangkutan dengan perkara ini;

MENGADILI

I. Menyatakan permohonan banding yang diajukan oleh Pembanding secara formal dapat diterima;

II. Menguatkan putusan Pengadilan Agama Pontianak Nomor 210/Pdt.G/2017/PA.Ptk tanggal 15 Juni 2017 Masehi bertepatan dengan tanggal 20 Ramadhan 1438 Hijriah yang dimohonkan banding;

III. Membebankan kepada Pembanding untuk membayar biaya perkara pada tingkat banding sejumlah Rp 150.000,00 (seratus lima puluh ribu rupiah).

Demikianlah diputuskan dalam permusyawaratan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Agama Pontianak pada hari Selasa tanggal 29 Agustus 2017 Masehi bertepatan dengan tanggal 7 Dzulhijjah 1438 Hijriah oleh kami Drs. H. Iri Hermansyah, S.H., sebagai Ketua Majelis, Drs. Wiharno dan Drs. H. Muhammad Alwi, M.H., masing-masing sebagai Hakim Anggota, putusan mana pada hari itu juga diucapkan oleh Ketua Majelis dalam sidang terbuka untuk umum, didampingi oleh para Hakim Anggota tersebut dan dibantu oleh H. Junaidi, S.H., sebagai Panitera Pengganti, tanpa dihadiri oleh Pembanding dan Terbanding.

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 9

(10)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal.10 dari 10 hal. Put. No. 18/Pdt.G/2017/PTA.Ptk Ketua Majelis

TTD

Drs. H. Iri Hermansyah, S.H.

Hakim-hakim Anggota

TTD TTD

Drs. Wiharno Drs. H. Muhammad Alwi, M.H.

Panitera Pengganti TTD

H. Junaidi, S.H.

Perincian biaya perkara : 1. Biaya proses : Rp 139.000,00

2. Redaksi : Rp 5.000,00 3. Meterai : Rp 6.000,00 +

Jumlah : Rp 150.000,00 (seratus lima puluh ribu rupiah)

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 10

(11)

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Mahkamah Agung Republik Indonesia

Hal.11 dari 10 hal. Put. No. 18/Pdt.G/2017/PTA.Ptk

Disclaimer

Kepaniteraan Mahkamah Agung Republik Indonesia berusaha untuk selalu mencantumkan informasi paling kini dan akurat sebagai bentuk komitmen Mahkamah Agung untuk pelayanan publik, transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan fungsi peradilan. Namun dalam hal-hal tertentu masih dimungkinkan terjadi permasalahan teknis terkait dengan akurasi dan keterkinian informasi yang kami sajikan, hal mana akan terus kami perbaiki dari waktu kewaktu.

Dalam hal Anda menemukan inakurasi informasi yang termuat pada situs ini atau informasi yang seharusnya ada, namun belum tersedia, maka harap segera hubungi Kepaniteraan Mahkamah Agung RI melalui :

Email : [email protected] Telp : 021-384 3348 (ext.318) Halaman 11

Referensi

Dokumen terkait

Diharapkan dapat memberikan suatu dedikasi dalam segi pemikiran perihal penilaian harga saham yang menggunakan Analisis Fundamental pada PT Gudang Garam Tbk periode 2016-2018,

Pada penelitian yang dilakukan oleh Dewi (2011) dengan judul “Analisa faktor-faktor yang mempengaruhi praktik perataan laba ( income smoothing ) pada perusahaan manufaktur

Bronfenbrenner (Carter,2016:11) menyatakan bahwa perkembangan awal anak dipengaruhi oleh beberapa konteks sosial dan budaya yang termasuk keluarga, pengaturan

Analisis Pengaruh Kepuasan Kerja dan Iklim Organisasi terhadap Keinginan Keluar (Intention to Quit) dengan Komitmen Organisasional sebagai Variabel Intervening

Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1 tingkat konsep diri berada pada kategori sedang dengan prosentase 68% sebanyak 34 anak asuh; 2 tingkat dukungan sosial berada pada kategori

Dengan penyelesaian pembiayaan Non Performing Financing (NPF) menggunakan metode penjadualan kembali bank tidak diperbolehkan menambah jumlah tagihan pembiayaan yang

oleh orang lain karena pekerjaannya serabutan. Aku ingin suamiku bekerja yang layak misalnya perusahaan atau yang sejenis”. Kemudian konselor melanjutkan konfrontasi agar

Pada siklus II aktivitas guru kembali mengalami peningkatan yaitu pada pertemuan pertama siklus II memperoleh skor 32 dengan persentase 89% berkategori amat baik,