MINI RISET MAESA SAPUTRA MK BISNIS DAN WIRAUSAHA

Teks penuh

(1)

ARTIKEL ILMIAH

ANALISIS PENERAPAN KREATIVITAS, INOVASI, KEUNGGULAN BERSAING DAN STRATEGI USAHA KECIL MENENGAH PADA

BACOL BAKSO COCOL DALAM MEMASUKI ERA DIGITAL

MAESA SAPUTRA 2110247615

Disusun untuk Memenuhi Ujian Tengah Semester

Mata Kuliah Pendidikan Bisnis dan Wirausaha yang diampu oleh Prof. Dr. Henny Indrawati, SP., MM.

PROGRAM PASCASARJANA PENDIDIKAN EKONOMI UNIVERSITAS RIAU

2022/2023

(2)

ANALISIS PENERAPAN KREATIVITAS, INOVASI, KEUNGGULAN BERSAING DAN STRATEGI USAHA KECIL MENENGAH PADA

BACOL BAKSO COCOL DALAM MEMASUKI ERA DIGITAL

Oleh Maesa Saputra

ABSTRAK

Pada saat menjalankan suatu bisnis pada perusahaan harus memiliki kreativitas, inovasi, keunggulan bersaing dan strategi pada usaha begitu juga dengan UMKM. Karena tanpa adanya semua elemen akan membuat UMKM atau perusahaan dalam keberlangsungan kehidupan baik dalam jangka pendek maupun panjang tidak akan berjalan dengan baik dan maju usaha tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kreativitas, inovasi, keunggulan bersaing dan strategi memasuki era digital pada usaha yang dilakukan oleh UMKM Bacol (Bakso Cocol), Jalan Balam Sakti Kota Pekanbaru, Riau. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, instrumen penelilitiannya adalah berupa observasi, wawancara dan dokumentasi. Fokus penelitian ini adalah kreativitas, inovasi, keunggulan bersaing dan strategi memasuki era digital pada usaha yang dilakukan oleh UMKM Bacol (Bakso Cocol). Hasil yang didapatkan adalah pada UMKM Bacol (Bakso Cocol) memiliki kreativitas, inovasi, keunggulan bersaing dan strategi yang baik dalam memasuki era digital.

Kata kunci: kreativitas, inovasi, keunggulan bersaing, strategi, UMKM Bacol

(3)

PENDAHULUAN

Kekayaan sumber daya alam yang dimiliki bangsa Indonesia yang begitu besar merupakan anugerah yang harus disyukuri serta dinikmati oleh seluruh masyarakat demi tercapainya kesejahteraan. Dalam perekonomian nasional, mikroekonomi (UMKM, Ekonomi kreatif, Koperasi) memiliki andil yang cukup besar bagi pertumbuhan dan perekonomian Indonesia. oleh karena itu UMKM mendapat prioritas pemerintah untuk dikembangkan agar memiliki kemampuan daya saing dengan usaha lain yang sejenis (Hadiyati, 2011; Ananda & Susilowati, 2017). Peran dari UMKM semakin tepat untuk dikembangkan pemerintah mengingat saat ini dengan mengedepankan potensi yang dimiliki oleh daerah di Indonesia terutama saat pandemi covid-19 yang melumpuhkan hampir seluruh aspek kehidupan. Selain itu pandemi covid-19 ini juga berdampak pada semua sektor perekonomian baik yang berskala besar sampai yang berskala kecil (Nasution, 2020; Amri, 2020).

Pada masa pandemi COVID-19 , tatanan kehidupan masyarakat mulai berubah. Perubahan ini disebut kenormalan baru atau new normal. Di era New Normal terjadi perubahan perilaku konsumen dimana hampir sebagian besar kegiatannya menggunakan pemanfaatan teknologi yang membuat era digitalisasi terakselerasi dengan cepat dan memaksa semua sektor harus bertransformasi ke platform digital. Melihat kondisi tersebut, hal ini menjadi tantangan bisnis kedepan sekaligus peluang besar bagi para pelaku UMKM khususnya di Kota Pekanbaru untuk merancang strategi pemasaran yang efektif yang berdaya saing unggul guna meningkatkan kembali penjualan produk yang mengalami penuranan cukup tajam selama masa pandemi COVID-19, yaitu melalui strategi pemasaran digital. Strategi pemasaran digital yang optimal merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh UMKM untuk meningkatkan omset penjualannya (Hapsoro et al, 2019). Lebih lanjut pengaruh dari strategi pemasaran digital terhadap keunggulan bersaing para pelaku UMKM dalam memasarkan produknya dapat mencapai hingga 78% (Wardhana, 2015).

Dengan mengembangkan kegiatan UMKM oleh pemerintah diharapkan

(4)

tingkat pertumbuhan perekonomian dapat diperbaiki. Untuk mengembangkan kegiatan UMKM (Usaha Mikro Kecil dan Menengah) tentunya dibutuhkan sumber daya manusia yang memiliki semangat dan mental yang kuat serta didukung oleh keterampilan dan keahlian (Dewi, Andari, & Masitoh, 2019;

Agusta, 2013). Sumber daya manusia yang berkualitas pada kegiatan UMKM diharapkan mampu untuk meningkatkan inovasi dan kreativitas atas produk yang dihasilkannya terutama pada produk makanan ringan. Selain itu dengan dukungan SDM yang memadai, maka usaha yang dijalankan dapat menjadi pemenang di tengah persaingan usaha di era globalisasi ini (Faizal, Rosmadi, & Nurdiyanto, 2018; Kalil & Aenurohman, 2020; Leonandri & Rosmadi, 2018). Dengan adanya inovasi dan kreativitas baik dari pelaku usaha maupun karyawannya, maka berdampak bukan hanya pada kualitas produk saja tetapi pada peningkatan jumlah penjualan, produk sulit untuk ditiru, serta dapat menyerap tenaga kerja lebih banyak (Heye, 2006; Loewe & Dominiquini, 2006).

Bacol (Bakso Cocol) merupakan salah satu kegiatan UMKM yang berlokasi di Jalan Balam Sakti di Kota Pekanbaru yang bergerak di bidang makanan memiliki prospek yang cukup menjanjikan. Selain itu produk yang dihasilkannya juga sudah menerapkan konsep inovasi dan kreativitas. Keberadaan usaha ini sudah memberikan bukti, selain dapat menyerap tenaga kerja juga memiliki pasar potensial terutama dari kalangan milenial yang menyukai makanan khususnya aneka olahan bakso. Namun demikian dengan adanya pandemi covid-19 ini berdampak pada jumlah penjualan dan pasar milenial yang menjadi target utamanya. Bagaimana strategi yang dilakukan oleh pelaku usaha dalam menghadapi hal tersebut dan mampu kah pelaku usaha mempertahankan keunggulan nya dalam hal persaingan di era digital seperti saat ini.

RUMUSAN MASALAH

Berdasarkan uraian pada latar belakang, maka permasalahan yang dapat dirumuskan dalam penelitian ini adalah bagaimana kreativitas, inovasi, keunggulan bersaing, dan strategi pada UMKM Bakso Cocol memasuki era digital?

(5)

TUJUAN PENELITIAN

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kreativitas, inovasi, keunggulan bersaing, dan strategi pada UMKM Bakso Cocol memasuki era digital.

PENELITIAN YANG RELEVAN

Penelitian yang relevan dengan artikel ilmiah ini adalah Jurnal yang di teliti oleh Maskarto Lucky Nara Rosmadi yang berjudul “Inovasi dan Kreativitas Pelaku Usaha UMKM di Era Covid-19” Jurnal IKRA-ITH Ekonomika Vol 4 No 2 Bulan Juli 2021.

Hasil penelitian ini adalah situasi apapun kegiatan UMKM di Indonesia harus dapat bertahan bahkan ditingkatkan agar kesejahteraan masyarakat dapat tercapai. Selain itu dalam pandemi covid-19 ini pelaku usaha harus pengoptimalkan peran SDM terutama meningkatkan daya inovasi dan kreativitasnya agar usaha ini tetap berjalan.

Penelitian yang relevan selanjutnya adalah jurnal yang di teliti oleh Qristin Violinda dengan judul “Strategi dan Keunggulan Bersaing Usaha Mikro Kecil, dan Menengah (UMKM). (Case Study pada UMKM di Semarang)” Journal of Management

& Business Vol 1 No 1 Tahun 2018 ISSN :2621-850X E-ISSN : 2621-9565. Hasil penelitian ini adalah 1) Strategi untuk mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia tidak terlepas dari dukungan perbankan dalam penyaluran kredit. Saat ini aturan kredit yang sangat familiar di masyarakat adalah Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang khusus diperuntukkan bagi UMKM dengan kategori usaha layak, tanpa agunan. Selain itu penguatan lembaga pendamping UMKM dapat dilakukan melalui kemudahan akses serta peningkatan capacity building dalam bentuk pelatihan dan kegiatan penelitian yang menunjang pemberian kredit kepada UMKM. 2) Strategi untuk mengantisipasi mekanisme pasar yang makin terbuka dan kompetitif khususnya di kawasan Asean adalah penguasaan pasar, yang merupakan prasyarat untuk meningkatkan daya saing UMKM. Agar dapat menguasai pasar, maka UMKM perlu mendapatkan informasi dengan mudah dan cepat, baik informasi mengenai pasar produksi maupun pasar faktor produksi untuk memperluas jaringan pemasaran produk yang dihasilkan oleh UMKM. Aplikasi teknologi informasi pada usaha mikro, kecil dan menengah akan mempermudah UMKM dalam memperluas pasar baik di dalam negeri maupun pasar luar

(6)

negeri dengan efisien. Pembentukan Pusat Pengembangan UMKM berbasis IT dianggap mampu mendorong pertumbuhan dan perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah di era teknologi informasi saat ini.

Penelitian yang relevan selanjutnya adalah penelitian yang dilakukan oleh Hera Febria Mavilinda , Akhmad Nazaruddin , Nofiawaty , Lina Dameria Siregar , Isni Andriana dan Kemas Muhammad Husni Thamrin dengan judul “Menjadi “UMKM Unggul” Melalui Optimalisasi Strategi Pemasaran Digital dalam Menghadapi Tantangan Bisnis di Era New Normal” Fakultas Ekonomi, Universitas Sriwijaya, Sumatera Selatan, Indonesia Sricommerce: Journal of Sriwijaya Community Services P-ISSN: 2723-6773;

E-ISSN: 2746-0533. Hasil penelitian ini adalah strategi pemasaran digital sangat dibutuhkan oleh para pemilik UMKM untuk dapat meningkatkan daya saingnya dalam menghadapi tantangan bisnis di Era New Normal. Saat ini para pelaku UMKM belum secara optimal menggunakan pemasaran digital dan masih ada diantara para pelaku UMKM yang belum memanfaatkan teknologi digital dalam pemasaran produknya.

Dengan adanya kegiatan pengabdian masyarakat ini, para pemilik UMKM dapat memperoleh pemahamanan dan mampu merancang serta mengoptimalisasikan strategi pemasaran digital yang tepat untuk mengembangkan usahanya dengan optimal sehingga dapat meningkatkan daya saing UMKM. Perwujudan dari strategi pemasaran digital yang tepat dan sesuai bidang usahanya.

KAJIAN TEORITIS Pengertian UMKM

Undang-Undang No.20 Pasal 1 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah memberikan defenisi UMKM adalah sebagai berikut:

1) Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan/atau badan usaha perorangan yang memenuhi kriteria Usaha Mikro sebagaimana diatur dalam Undang-Undang ini.

2) Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari Usaha Menengah

(7)

atau Usaha Besar yang memenuhi kriteria Usaha Kecil sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini.

3) Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan Usaha Kecil atau Usaha Besa dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebagaimana diatur dalam Undang- Undang ini.

4) Usaha Besar adalah usaha ekonomi produktif yang dilakukan oleh badan usaha dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan lebih besar dari Usaha Menengah, yang meliputi usaha nasional milik negara atau swasta, usaha patungan, dan usaha asing yang melakukan kegiatan ekonomi di Indonesia.

5) Dunia Usaha adalah Usaha Mikro, Usaha Kecil, Usaha Menengah, dan Usaha Besar yang melakukan kegiatan ekonomi di Indonesia dan berdomisili di Indonesia.

Kriteria UMKM

Menurut Pasal 6 UU No.20 Tahun 2008 tentang kreteria UMKM dalam bentuk permodalan adalah sebagai berikut:

1) Kriteria Usaha Mikro adalah sebagai berikut:

(a) memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau

(b) memiliki hasil penjualan tahunan paling banyak Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah).

2) Kriteria Usaha Kecil adalah sebagai berikut:

(a) memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau

(8)

(b) memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp300.000.000,00 (tiga ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp2.500.000.000,00 (dua milyar lima ratus juta rupiah).

3) Kriteria Usaha Menengah adalah sebagai berikut:

a) memiliki kekayaan bersih lebih dari Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh milyar rupiah) tidak termasuk tanah dan bangunan tempat usaha; atau b) memiliki hasil penjualan tahunan lebih dari Rp2.500.000.000,00 (dua

milyar lima ratus juta rupiah) sampai dengan paling banyak Rp50.000.000.000,00 (lima puluh milyar rupiah).

Pengertian Kreativitas

Kreativitas adalah produk dari berfikir sedangkan berfikir kreatif adalah salah satu modus berfikir divergensi (bercabang) untuk menghasilkan sesuatu yang baru, berbeda, dan bermakna dalam lingkungannya. Dalam berfikir divergen atas permasalahan tertentu seseorang mencari sejumlah alternatif penyelesaian yang rasional dan bermakna.

Edward de Bono pakar berfikir lateral menyebutkan Batasan konsep kreativitas sebagai kegiatan menghadirkan sesuatu yang baru dan belum pernah ada sebelumnya. Hal baru tersebut harus mempunyai nilai tambah. Atribut penting lainnya yang disebutkannya belakangan adalah bahwa kreativitas menampilakan sifat perubahan (chage) dan ketidakterdugaan (unexpectedness). Sekalipun defenisi tersebut cukup komprehensif, perlu dicatat bahwa suatu hal baru sebagai atribut kreativitas pada hakikatnya bersifat konteksual.

Produk kreativitas tidak harus sesuatu hal baru secara universal, tetapi baru bagi diri seseorang atau baru dalam lingkungannya. Suatu produk atau proses kerja yang sama bisa saja telah dilakukan diperusahan lain, tetapi usulan atau praktek untuk memberlakukannya di perusahan sendiri adalah produk kreatif.

Atribut lain yang dianggap penting dalam Batasan defenisi Edward de Bono adalah kebermaknaan dari produk kreatif tersebut. Dengan kata lain, bila sesuatu yang baru dan tidak bermakna bagi kehtidak harus dibatasi dari sisi teknologi

(9)

kehidupan, maka hal tersebut tidak termasuk kreativitas. Nilai kebermaknaan tersebut tidak harus dibatasi dari sisis teknologi, finansial, instrumental, fungsional, atau aspek sosial lainnya.

Proses kreativitas

Kreativitas bukanlah datang secara tiba-tiba seperti wahyu dari langit tetapi dipengaruhi oleh sejumlah ide, fakta, observasi lama, atau produk lain yang berada di lingkungan penciptanya. Produk kreatif juga memerlukan waktu yang harus dilakukan oleh penciptanya yang dimulai dari datangnya ide, pengelohan idea, penerjemahan ide, pematangan ide, dan penciptanya menjadi sebuah produk.

Menurut Alan William dalam bukunya “Creativity, Invention, and innovation: A Guide to Building your Business Future, 2004 proses kreativitas meliputi 8 tahapan, yaitu:

a. Kesadaran dan timbulnya minat.

Awal proses kreativitas dimulai dari amatan atau sesuatu yang secara sadar masuk dalam ingatan seseorang. Pemikiran kreatif tidak akan timbul bila seseorang mengamati sesuatu secara sepintas dan tidak memberdayakan working memory yang dimilikinya.

b. Persiapan dan pemahaman

Dalam tahapan ini setelah timbulnya minat, seseorang mulai memikirkan semua unsurnya secara rinci dan cukup. Melalui pemikiran analisis, ia membuat diagnosis atas pengetahuan terhadap permasalahan yang diamati.

Sehingga, pemahamannya semakin meningkat dan mampu memberikan arah bagaimana permasalahan tersebut dapat diselesaikan.

c. Penyerahan ide dan inkubasi

Banyak sekali ide kreatif dalam diri seseorang tetapi tidak bisa dilahirkan di dunia karena proses inkubasinya tidak pernah dipikirkan atau prosesnya terganggu atau pengumpulan idenya tidak lengkap.

d. Insiprasi dan inkubasi

(10)

Kegiatan inspirasi adalah memunculkan sesuatu baru yang biasanya muncul secara tiba-tiba.

e. Pengujian dan verifikasi

Pengujian dan percobaan terhadap ide kreatif yang telah ditemukan dalam proses kreativitas adalah penting. Ide kreatif yang dihadirkan oleh seseorang, harus mempunyai kebermaknaan bagi kehidupan manusia. Ide kreatif juga harus dibuktikan kebenarannya agar bangunannya tidak menyalahi aturan.

f. Pencerahan dan penyesuaian

Tidak semua produk kreatif yang dihasilkan oleh seseorang langsung sempurna. Proses perbaikan dan penyesuaian dalam rangka perbaikan produk memang harus dilalui oleh setiap produk kreatif.

g. Penerimaan dan komitmen

Penerimaan produk kreatif memerlukan perjalanan yang relatif panjang sebelum dapat diterima oleh masyarakat. Untuk itu, kebermaknaan hasil karya kreatif sangat penting agar produknya dapat dijual atau ditawarkan kepada pihak lain karena asli, menarik, dapat digunakan, dan lebih murah.

h. Penggunaannya secara nyata

Penggunaan produk kreatif adalah tahap akhir dari proses kreatif.

Inovasi

1. Inovasi Produk adalah bentuk inovasi yang banyak dilakukan oleh banyak perusahaan. Teknologi informasi yang menyajikan kecepatan, ketepatan, dan kapasitas kemampuan banyak mewarnai inovasi produk.

2. Inovasi Teknologi adalah pengenalan barang baru yang berbasis teknologi dan objek yang dikembangkan adalah teknologinya itu sendiri. Terdapat dua macam inovasi teknologi yaitu, evolusi dan revolusi. Inovasi teknologi evolusi adalah pengembangan teknologi yang dilakukan secara berkelanjutan dengan tingkat kemajuan sedikit demi sedikit. Sedangkan inovasi teknologi revolusi adalah temuan secara monumental yang pengembangannya tidak

(11)

secara gradual. Misalnya penemuan struktur DNA yang difungsikan untuk tes identifikasi jati diri.

3. Inovasi Manusia berbentuk perubahan perilaku manusia yang mempunyai dimensi psikis, psikologi, dan perilaku yang tidak terbatas. Perubahan dari satu posisi perilaku psikologis atau psikis ke posisi lain adalah inovasi manusia.

4. Inovasi Organisasi menempatkan tata kelola, kebijakan manajemen, dan unsur organisasi lainnya sebagai objek perubahan. Kebijakan keizan contionuous improvments atau peningkatan kualitas yang terus menerus mengharuskan perusahaan meningkatkan fungsi organisasinya.

5. Inovasi pasar adalah kegiatan inovasi yang menyertakan pasar sebagai bagian dari perubahan perusahaan. Harga barang, pendekatan distribusi dan pengadaan barang didiskusikan bersama-sama untuk suatu perubahan dalam rangka menempatkan posisi pasar yang dikehendaki.

6. Inovasi bisnis adalah pemunculan produk baru baik yang berupa ekspansi atau ekstensi yang telah ada. Inovasi bisnis dilakukan untuk menjaga keberlangsungan perusahaan dan keberadaan diversifikasi produk akan memperkaya sumber potensi untuk meningkatkan daya saing.

7. Inovasi Global adalah kebijakan nasional dalam rangka mengubah tatanan yang ada dengan maksud agar bisa lebih meningkatkan produktivitas nasional, menyeimbangkan volume perdagangan antara Negara, meningkatkan kualitas hidup bangsa, meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya alam. Perubahan kebijakan tersebut yang menghasilkan nilai kemanfaatan yang lebih tinggi disebut sebagai inovasi global.

8. Inovasi Sistem Informasi banyak dilakukan dalam bidang teknologi komunikasi yang saat ini telah mengglobal. Inovasi terhadap fitur yang dimiliki oleh Yahoo, Google, Safari, MSN, Baidu sebagai media penjelajahan (Explorer) informasi di internet terus dilakukan dalam rangka memenangkan pasar. Dalam bidang hardware juga sudah banyak inovasi yang dikembangkan dalam bidang system informasi. Misalnya, computer server, wifi. (Mohammad Faisal Amir, 2019)

(12)

Keunggulan Bersaing

Keunggulan bersaing adalah tentang bagaimana suatu perusahaan benar-benar dapat menerapkan strategi generik kedalam prakteknya. Keunggulan bersaing adalah merupakan suatu kesatuan yang kuat antara keunggulan perusahaan dan efektifitas organisasi dalam mengadaptasi perubahan lingkungan.

Untuk berhasil dalam upaya merebut dan memenangkan persaingan merupakan suatu hal memerlukan pemikiran, perencanaan strategis yang matang dan komprehensif. Jika ditinjau dari istilah persaingan, ada banyak aspek yang terkait dengan usaha memenangkan suatu persaingan. Aspek-aspek itu antara lain:

1. Menentukan apa yang dipersaingkan;

2. Merumuskan tujuan persaingan atau yang akan dipersaingkan;

3. Sasaran strategis dari persaingan;

4. Ruang lingkup persaingan;

5. Waktu persaingan dinyatakan sebagai titik awal persaingan, dan kapan usaha atau kegiatan persaingan akan dilakukan ataua dimulai;

6. Membuat renacana strategis yang komprehensif dari agenda persaingan;

7. Membuat analisis SWOT (strengths, weaknesses, opportunities, threaths) lawan persaingan untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan lawan, serta mengakaji secara kritis potensi dan prospek, apakah persaingan akan dapat dimenangkan oleh kita atau lawan;

8. Hal-hal yang perlu dipersiapkan dalam melakukan persaingan.

(Rio F. Wilantara, Susilawati, 2016)

Adanya pesaing memungkinkan perusahaan meningkatkan keunggulan bersaingnya. Ada beberapa mekanisme yang memungkinkan perusahaan meningkatkan keunggulan bersiangnya, Menurut Michael E. Porter (1993) yaitu:

1. Meredam Fluktuasi Permintaan

2. Meningkatkan Kemampuan Diferensiasi 3. Melayani Segmen yang Kurang Menarik

(13)

4. Menjadi Pelindung Biaya

5. Meningkatkan Posisi Menawar Terhadap Tenaga Kerja dan Pembuat Undang-Undang

6. Memperkecil Risiko Anti Monopoli 7. Meningkatkan Motivasi

Strategi UMKM Memasuki Era Digital

Perkembangan dan Pengembangan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari sistem ekonomi di masyarakat modern, yang mana khususnya di Indonesia.

Pertumbuhan ekonomi dan mobilitas masyarakat kota Padang yang semakin meningkat, menyebabkan konsumsi barang dan jasa terus meningkat serta membuka peluang baru bagi masyarakat untuk membuka usaha guna untuk memenuhi kebutuhan akan permintaan juga untuk meningkatkan perekonomian masyarkat itu sendiri. (Emil Salim, Halifia Hendri, Riska Robianto, 2020)

Pemasaran dengan menggunakan strategi promosi sudah berkembang menjadi sistem komunikasi yang sangat penting tidak saja bagi produsen barang maupun jasa tetapi juga bagi para konsumennya (Gurmilang, 2015). Kemampuan dan metode promosi dalam menyampaikan informasi kepada konsumen menjadikan hal tersebut sebagai hal yang penting dan berpengaruh terhadap keberhasilan pemasaran serta pembentukan suatu brand image bagi perusahaan (Ayuni, 2019).

Perkembangan teknologi yang cepat membuat para pelaku usaha juga harus cepat untuk menyesuaikan dengan perubahan tersebut, salah satu bentuk teknologi yang banyak dimanfaatkan oleh orang adalah media sosial. Dengan melihat fenoma dan peluang tersebut, maka saat ini banyak sekali UMKM yang telah memanfaatkan media sosial dalam strategi pemasaran dan bauran pemasaran pada usaha yang mereka jalankan. Website dan media sosial telah memberikan banyak peluang bagi para pelaku UKM untuk dapat mengembangkan pasar mereka terutama dalam hal promosi untuk menarik sasaran pasar yang mereka tuju, hal lainnya yang membuat para pelaku UMKM memasarkan produk dan jasa mereka melalui website dan media sosial adalah karena tingkat entry barriers yang rendah sehingga mereka dapat dengan mudah memasarkan produk dan jasa mereka pada

(14)

website dan media sosial tersebut. (Iston Dwija Utama, 2019)

METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Aspek yang diobservasi dan diwawancara adalah seputar kreativitas, inovasi, keunggulan bersaing, dan strategi memasuki era digital dijalankan oleh Bakso Cocol.

Sedangkan subjek penelitian ini adalah pemilik, karyawan, pelanggan Bakso Cocol. Data kualitatif kemudian dianalisis dengan memilih hal pokok dan penting, menyajikan data dalam bentuk uraian, serta menarik kesimpulan dan membandingkan hasil analisis data dengan penelitian relevan. Data kemudian didukung dengan dokumentasi wawancara, dokumentasi proses produksi, lokasi usaha, dan karyawan usaha.

HASIL DAN PEMBAHASAN Profil Singkat UMKM Bakso Cocol

Bisnis adalah sebuah pembelajaran, dimana dibutuhkan analisa yang sangat dalam tentang prospek dan kelayakan dalam usaha itu. Oleh karena itu, bisnis itu harus dimulai sejak dini sehingga kita memiliki banyak waktu untuk dapat berpikir dan mengolah otak demi kesuksesan usaha tersebut. Bisnis makanan merupakan bisnis yang senantiasa bertahan dan terus berkembang seiring dengan meningkatnya kebutuhan kuliner masyarakat. Ada beberapa hal yang membuat bisnis ini terus tumbuh. Pertama, makanan merupakan suatu kebutuhan masyarakat baik sebagai kebutuhan kuliner atau jajanan maaupun kebutuhan pokok.

Bisnis makanan memiliki pangsa pasar tersendiri, yaitu pemuda seperti remaja, mahasiswa dan masyarakat penggemar kuliner. Salah satu bisnis makanan yang saat ini digemari adalah bakso. Banyaknya penggemar bakso yang meliputi kalangan bawah sampai kekalangan atas menjadikan bisnis ini sebagai bisnis yang menjanjikan untuk memberikan keuntungan dan tidak mudah mengalami penurunan karna bisnis ini bukan merupakan bisnis musiman. Hal ini

(15)

yang memotivasi kami dalam membangun dan mengembangkan usaha di bidang makanan/kuliner.

Bisnis bakso yang akan dikembangkan ini adalah Bakso Cocol dengan rasa yang lezat. Bisnis ini menyediakan produk bakso yang memberikan cita rasa dan kepuasan tersendiri bagi para konsumen, terutama dalam hal kualitas rasa yang tinggi, bentuk yang besar, padat, kenyal dengan jaminan kebersihan serta memberikan pelayanan yang memuaskan dengan harga yang sangat terjangkau sehingga konsumen dapat menjadi pelanggan setia bakso cocol ini.

Melalui inisiatif seorang pemuda yang bernama Solihin beserta rekan- rekan maka usaha ini sudah berdiri sejak tahun 2016 dengan awal mula mendirikan stand bacol di jalan bina krida dengan peralatan dan perlengkapan yang sederhana saja, serta hanya menyediakan menu Bakso Cocol saja dan tambahan menu minuman yang cukup bervariasi . Dengan target awal konsumen nya adalah mahasiswa fakultas pendidikan khususnya mahasiswa pendidikan kewarganegaraan. Lokasi pertama ini dikategorikan sangat strategis karena berhadapan dengan pagar masuk dan keluar dari universitas riau sekaligus di jalan bina krida banyak terdapat kos atau kontrakkan yang di huni oleh mahasiswa yang notabene dari luar kota pekanbaru.

Dengan promosi yang baik dilakukan oleh pemilik dan rekan-rekan target konsumen pun meningkat akhirnya hasil penjualan juga ikut meningkat sampai dengan tahun 2019. Di awal 2020 di karenakan covid 19 yang masuk ke Indonesia mengakibatkan usaha yang sudah di dirikan harus tutup sementara, namun tetap melayani penjualan online hanya penjualan offline saja yang tidak beroperasi. Target konsumen yang awal mula sudah cukup banyak akhirnya sedikit demi sedikit menurun dikarenakan sistem pembelajaran online sehingga banyak mahasiswa yang pulang ke kampung halaman nya masing-masing dan akhirnya lokasi usaha yang biasanya ramai dilewati menjadi sepi seperti tidak berpenghuni.

Awal tahun 2022 Solihin dan rekan-rekan yaitu Jamaludin dan Akbar bangkit kembali untuk melanjutkan bisnis yang sempat tidur ini. Dengan modal bersama maka yang awal mula usaha dengan stand sederhana sudah bisa

(16)

menyewa ruko dengan biaya per tahun sebesar Rp15.000.000,- kemudian di tambah peralatan dan perlengkapan lainnya sebesar Rp.5.000.000,-. Maka modal awal untuk membuka kembali usaha Bakso Cocol ini adalah sebesar Rp20.000.000,- dengan lokasi usaha yang sudah berpindah ke Jalan Balam Sakti masih sekitaran kampus tercinta Universitas Riau.

Kemudian menu awal yang hanya Bakso Cocol bertambah dengan menu lainnya yaitu Mie ayam bakso, Mie Pangsit, dan aneka minuman serta juice buah. Dengan penghasilan bersih per hari yaitu sebesar Rp1.000.000- Rp1.500.000,- serta sudah memperkerjakan tiga orang karyawan yang masih berstatus mahasiswa aktif.

Analisis Penerapan Kreativitas, Inovasi, Keunggulan Bersaing Dan Strategi Usaha Kecil Menengah Pada Bacol Bakso Cocol Dalam Memasuki Era Digital

Berdasarkan observasi dan wawancara yang dilakukan oleh penulis pada pelaku usaha maka dapat di analisis yaitu bagaimana kreativitas, inovasi, keunggulan bersaing, dan strategi pada UMKM Bakso Cocol memasuki era digital sebagai berikut:

Kreativitas

Dalam menjalankan bisnis kuliner seperti Bakso Cocol, kreativitas dari pemilik sangat dibutuhkan untuk memunculkan ide/gagasan baru agar produknya dapat berkembang. Kreativitas yang dilakukan pemilik Bakso Cocol didapat dari pengalaman yang dialami dalam menjalankan bisnis sebelumnya, lingkungan seperti keinginan konsumen, kerabat bisnisnya dan dalam proses belajar di bidang ekonomi. Ide-ide yang ditemukan pemilik sering kali dimusyawarahkan dengan karyawan dari Bakso Cocol.

Dengan musyawarah yang sudah dilakukan maka dapat ditemukan ide yang dapat dikembangkan, cara/proses pengembangannya serta solusi jika ide tersebut gagal dikembangkan. Kreativitas yang tinggi dihasilkan karena kerja otak kiri yang baik.

Dengan selalu berpikir positif maka pemilik dapat menemukan ide yang cemerlang.

Menurut pemilik berpikir negatif hanya akan menghambat proses kreativitas .

UMKM Bakso Cocol mampu menggali dan merangsang kreativitas dengan melihat potensi yang dimiliki dalam usaha sehingga mengembangkan kreativitas

(17)

itu. Potensi yang dilihat adalah potensi dari kecapakan dan skill dari pemilik usaha dan karyawan dari segi produk yang beda dari yang lain, karena biasanya untuk menikmati bakso memerlukan mangkuk namun pemilik memiliki ide lain untuk menikmati bakso yaitu dengan mencocol bakso yang di goreng dalam kemasan ukuran tertentu. Variasi menu bakso cocol ini cocok untuk menemani milenial dalam menjalani aktivitas sehari-hari, maka dari itu ide cemerlang ini akhirnya dijadikan suatu bisnis sampai saat ini. Selain menu bakso cocol, pemilik tetap menyedikan menu bakso kuah seperti biasanya di tambah menu lain seperti mie ayam, pangsit dan tambahan menu berat yaitu ayam penyek khas bakso cocol.

Ide kreatif lain adalah berusaha memasarkan produk dari usahanya dengan sebaik mungkin dan semenarik mungkin melalui media sosial WhatsApp dan Instagram dengan memberikan promo-promo harga yang menarik dan murah kepada pelanggan dengan kriteria tertentu, misalnya memberikan diskon kepada pelanggan yang melakukan puasa senin-kamis, memberikan bacol gratis setiap hari jumat dan sebagainya. Kreativitas lainnya adalah melakukan promosi dengan memberikan keunikan pada media promosi yakni dari kemasan bacol yang dicetak dan di design sendiri ditambah stiker khas UMKM Bacol oleh pemilik usaha, serta untuk menyebar luaskan pangsa pasar Bacol juga sudah bekerjasama dengan pihak ecommerce yaitu Shoppe Food dan Grab Food.

Inovasi

Kemudian untuk menerapkan kreativitas yang sudah ditemukan dimusyawarahkan maka dibutuhkan adanya inovasi. Kreativitas dan inovasi sering dipandang hampir serupa. Keduanya adalah inti dalam kewirausahaan.

Pada dasarnya inovasi dalam usaha adalah kemampuan untuk menerapkan solusi kreatif terhadap masalah dan peluang untuk meningkatkan atau memperbaiki kinerja usaha. Sedangkan kretivitas dipandang sebagai kemapuan untuk mengembankan ide-ide baru dan menemukan cara-cara baru dalam melihat masalah dan peluang. Kemampuan yang dihasilkan oleh kreativitas merupakan kemampuan dalam keberadaannya dan merupakan pembentukan ide-ide baru yang original dan tidak biasa atau unik. Sedangkan inovasi adalah

(18)

mengimplementasikan kreativitas terhadap sesuatu menjadi satu kombinasi baru yang dapat menghasilkan. Inovasi tidak hanya soal produk baru melainkan perbaikan atau pengembangan dari barang atau jasa yang sudah ada sebelumnya.

Kemudian, untuk mendukung usaha kulinernya, Bakso Cocol berupaya melakukan inovasi untuk perkembangan bisnisnya, upaya-upaya yang dilakukan adalah sebagai berikut :

1. Inovasi produk yang ditawarkan Bakso Cocol

Selain menu-menu yang ditawarkan khususnya menu olahan Bakso, Bacol juga menawarkan menu makanan dan minuman khas Nusantara sebagai menu tambahan. Tujuan ditawarkannya menu Nusantara ini adalah untuk memenuhi keinginan konsumen yang ingin menikmati makanan dan minuman tanpa harus mengunjungi usaha kuliner lainnya. Selain menghadirkan menu makanan, Bacol juga mempunyai jasa tambahan untuk menambah pangsa pasar yaitu membuka jasa peminjaman Jas dan Kebaya untuk keperluan kantor, pesta maupun keperluan saat ujian akhir mahasiswa.

2. Inovasi terhadap fasilitas yang disediakan Bakso Cocol

Kepuasan pelanggan merupakan aspek utama yang diperhatikan pemilik saat memulai usaha ini, yang dahulu nya hanya bermodalkan stand kecil sekarang Bacol sudah memulai kembali dengan menggunakan fasilitas ruko untuk memberikan kenyamanan kepada pelanggannya. Dengan menyewa ruko maka fasilitas yang diberikan pun juga bertambah agar pelanggan semakin betah berlama, salah satu nya suasana toko yang menarik dan di lengkapi fasilitas wifi gratis serta interior yang menarik saat memasuki toko Bacol tersebut.

Dalam rangka menambah kepuasan pengunjung, Bacol juga menerapkan prinsip 5S pada pelayanannya. 5S yang dimaksud adalah Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun.

Keunggulan Bersaing

Dalam menghadapi mekanisme pasar yang makin terbuka dan kompetitif,

(19)

pasar merupakan prasyarat untuk meningkatkan daya saing UMKM. Agar dapat menguasai pasar, maka UMKM perlu mendapatkan informasi dengan mudah dan cepat, baik informasi mengenai pasar produksi maupun pasar faktor produksi.

Informasi tentang pasar produksi sangat diperlukan untuk memperluas jaringan pemasaran produk yang dihasilkan oleh UMKM. Informasi pasar produksi atau pasar komoditas yang diperlukan misalnya (1) jenis barang atau produk apa yang dibutuhkan oleh konsumen di daerah tertentu, (2) bagaimana daya beli masyarakat terhadap produk tersebut, (3) berapa harga pasar yang berlaku, (4) selera konsumen pada pasar lokal,regional, maupun internasional.

Dengan demikian, UMKM dapat mengantisipasi berbagai kondisi pasar sehingga dalam menjalankan usahanya akan lebih inovatif. Sedangkan informasi pasar faktor produksi juga diperlukan terutama untuk mengetahui:

1) Sumber bahan baku yang dibutuhkan, 2) Harga bahan baku yang ingin dibeli,

3) Dimana dan bagaimana memperoleh modal usaha, 4) Di mana mendapatkan tenaga kerja yang professional, 5) Tingkat upah atau gaji yang layak untuk pekerja,

6) Di mana dapat memperoleh alat-alat atau mesin yang diperlukan (Effendi Ishak, 2005).

Informasi pasar yang lengkap dan akurat dapat dimanfaatkan oleh UMKM untuk membuat perencanaan usahanya secara tepat, misalnya :

1) Membuat desain produk yang disukai konsumen, 2) Menentukan harga yang bersaing di pasar,

3) Mengetahui pasar yang akan dituju, dan banyak manfaat lainnya. Oleh karena itu peran pemerintah sangat diperlukan dalam mendorong keberhasilan UMKM dalam memperoleh akses untuk memperluas jaringan pemasarannya.

Selain memiliki kemudahan dan kecepatan dalam memperoleh informasi pasar, UMKM juga perlu memiliki kemudahan dan kecepatan dalam mengkomunikasikan atau mempromosikan usahanya kepada konsumen secara luas baik di dalam maupun di luar negeri. Selama ini promosi UMKM lebih

(20)

banyak dilakukan melalui pameran-pameran bersama dalam waktu dan tempat yang terbatas, sehingga hubungan maupun transaksi dengan konsumen kurang bisa dijamin keberlangsungannya. Hal itu dapat disebabkan oleh jarak yang jauh atau kendala intensitas komunikasi yang kurang. Padahal faktor komunikasi dalam menjalankan bisnis adalah sangat penting, karena dengan komunikasi akan membuat ikatan emosional yang kuat dengan pelanggan yang sudah ada, juga memungkinkan datangnya pelanggan baru

Dalam bersaing Bacol berusaha unggul segalanya dari pesaing, baik unggul dalam produk, unggul dalam pelayanan, unggul dalam kualitas produk dan sebagainya. Dalam memasuki dunia persaingan bidang kuliner pemilik mempersiapkan hal-hal yang sangat dibutuhkan yaitu kesiapan dari sumber daya manusianya dari segi skill yang baik, skill yang baik itu yaitu adanya penguasaan terhadap proses produksi dan pemasaran produk, kemudian yang tidak kalah penting adalah manajemen dari usaha itu yang sesuai dengan keadaan saat ini.

Selain itu dengan melakukan analisis SWOT yaitu mengenai kekuatan (Strength), Kelemahan (Weakness), peluang (Opportunity), dan ancaman (Threats) yang ada pada UMKM. Dari analisis ini maka diharapkan akan memperoleh strategi-strategi yang tepat untuk UMKM berdasarkan kondisi UMKM pada situasi sekitarnya.

Strategi Memasuki Era Digital

Saat ini Strategi pemasaran digital merupakan hal yang sangat penting dilakukan karena dapat secara efektif dan efisien dalam menjangkau pangsa pasar yang diinginkan. Hal ini dibuktikan dari penelitian yang dilakukan oleh Pradiani (2018) bahwa pemasaran yang dilakukan secara online dengan pemanfaatan tekonologi digital dapat meningkatkan penjualan produk, hal ini dikarenakan perilaku konsumen saat ini yang lebih menyukai pembelian melalui online.

Pemasaran digital dipercaya dapat meningkatkan jangkauan pemasaran perusahaan yang tidak bisa dijangkau jika menggunakan pemasaran secara offline (Febriyantoro & Arisandi, 2018). Berdasarkan pengertian di atas dapat disimpulkan strategi pemasaran digital adalah strategi perusahaan untuk mencapai

(21)

suatu tujuan pemasaran secara online dengan pemanfaatn teknologi digital.

Bagi para pelaku UMKM, merancang dan mengoptimalisasikan penerapan strategi pemasaran digital merupakan suatu keharusan dalam menghadapi tantangan bisnis pada masa New Normal akibat pandemic COVID-19. Pemasaran digital dapat memudahkan para pelaku bisnis khususnya UMKM dalam memonitoring, memberikan informasi dan menyediakan kebutuhan produk yang sesuai dengan keinginan pelanggan (Puspitasari et al, 2019). Tidak hanya itu, dengan menggunakan pemasaran digital akan memudahkan pelaku bisnis untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat dimanapun tanpa adanya Batasan geografis maupun waktu (Priambada, 2017).

Strategi pemasaran digital dapat berpengaruh hingga 78% terhadap keunggulan bersaing pelaku UMKM dalam pemasaran produk (Wardhana, 2015).

Adapun strategi pemasaran digital tersebut dapat mencakup hal-hal sebagai berikut :

1. Penyediaan informasi dan panduan mengenai produk;

2. Penyediaan gambar (dalam bentuk foto) atau ilustrasi mengenai produk terkait ; 3. Penyediaan video yang dapat memvisualisasikan produk atau presentasi pendukung

4. Penyediaan saluran komunikasi secara online dengan pengusaha;

5. Penyediaan berbagai variasi alat pembayaran dan media pembayaran.

6. Penyediaan layanan dan bantuan konsumen secara online.

7. Penyediaan tampilan testimonial;

8. Penyediaan catatan terhadap pengunjung;

9. Pemberian penawaran khusus;

10. Penyediaan informasi melalui SMS-blog;

11. Kemudahan dalam melakukan pencarian produk;

12. Kemampuan untuk menciptakan visibilitas dan kesadaran merek;

13. Kemampuan untuk mengidentifikasi dan menarik pelanggan baru;

14. Kemampuan untuk peningkatan citra merek yang diterima oleh konsumen.

Berdasarkan strategi pemasaran dalam era digital tersebut UMKM Bacol

(22)

sudah mengimplementasikan nya dengan menggunakan media sosial dalam promosi produk mereka, promosi melalui media WhattApp dan Instragram sehingga mudah tersebar informasi dan pemasaran semakin luas. Selain itu juga bergabung menjadi mitra bisnis Grab Food dan Shoppe Food agar promosi juga semakin luas pangsa pasar nya. Dalam mengambangkan skill dan kemampuan pemilik usaha dan karyawan juga selalu memberikan promosi melalui video yang sudah di edit semenarik mungkin untuk memikat pelanggan serta mempunyai brand unik tersendiri yang menjadi ciri khas dari UMKM Bacol.

PENUTUP Kesimpulan

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan kreativitas, inovasi, keunggulan bersaing dan strategi dalam menghadapi era digital oleh UMKM Bakso Cocol. Dari rumusan masalah yang disajikan, analisis dan pembahasan yang telah dilakukan maka dapat disimpulkan sebagai berikut :

1. Kreativitas yang dimiliki oleh pemilik UMKM Bakso Cocol dihasilkan dari dari pengalaman yang dialami dalam menjalankan bisnis sebelumnya, lingkungan seperti keinginan konsumen, kerabat bisnisnya dan dalam proses belajar di bidang ekonomi.

2. Kemudian untuk menerapkan kreativitas tersebut dibutuhkan adanya inovasi.

Inovasi yang dilakukan UMKM Bakso Cocol antara lain inovasi terhadap variasi menu yang di tawarkan dan fasilitas yang disediakan oleh pemilik usaha dalam menjalankan bisnis nya untuk mencapai kepuasan pelanggan.

3. Untuk menjadi unggul dibandingkan pesaing, maka pemilik melakukan analisis SWOT terhadap bisnisnya, sehingga dapat mengetahui kelebihan dan kekurangan baik secara internal ataupun eksternal. Sehingga pelanggan mengetahui apa yang menjadikan usaha kuliner ini berbeda dengan usaha kuliner lainnya.

4. Dengan melakukan promosi menggunakan media social serta bermitra dengan e commerce menjadikan strategi terbaik dalam menghadapi era digital saat ini dan UMKM Bacol sudah menerapkan strategi ini dengan sangat baik.

(23)

Saran

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan maka sebagai bagian akhir dari tulisan ini, penulis memberikan saran kepada pemilik untuk tetap terus belajar mencoba segala sesuatu yang baru dan melakukan inovasi/cara yang unik untuk penerapan ide barunya seperti cara pembuatannya yang berbeda, yang bisa menjadikan ciri khas lainnya pada UMKM Bakso Cocol. Kemudian saran untuk peneliti selanjutnya mampu mengembangkan penelitian ini lebih baik ke depannya dengan menyajikan hasil penelitian yang lebih lengkap tepat dan akurat.

DAFTAR PUSTAKA

Agusta, L. (2013). Pengaruh Pelatihan dan Motivasi Kerja Terhadap Kinerja Karyawan CV. Haragon Surabaya. Jurnal Agora, 1(3), 1399-1408.

Danang Sunyoto. 2015. Keunggulan Bersaing (Kompetitive Advantage) Konsep Bersaing Melalui Kualitas Sumber Daya Manusia. CAPS: Yogyakarta.

Emil Salim, Halifia Hendri, Riska Robianto, 2020, Strategi Pengembangan Usaha dan Peningkatan Kinerja dalam Menghadapi Era Digital pada UMKM Café Tirtasari Kota Padangjmm (Jurnal Masyarakat Mandiri, Vol.

4, No.

Faizal, M., Rosmadi, M. L., & Nurdiyanto, H. (2018). Barriers and Challenges at Information Technology in Labour Intensive Business Organization.

International Journal of Engineering & Technology, 7(2.5), 104-107.

Hadiyati, E. (2011). Kreativitas dan Inovasi Berpengaruh Terhadap Kewirausahaan Usaha Kecil. Jurnal Manajemen dan Kewirausahaan, 13(1), 8-16.

Hapsoro, B. Bagas., Palupiningdyah., & Slamet, Achmad. 2019. Peran Digital Marketing Sebagai Upaya Peningkatan Omset Penjualan Bagi Klaster UMKM di Kota Semarang. Jurnal Pengabdian Masyarakat ABDIMAS, Vol.23, No.2. https://journal.unnes.ac.id/nju/index.php/abdimas/.

Hera Febria Mavilinda , Akhmad Nazaruddin , Nofiawaty , Lina Dameria Siregar , Isni Andriana dan Kemas Muhammad Husni Thamrin. (2021).

“Menjadi “UMKM Unggul” Melalui Optimalisasi Strategi Pemasaran

(24)

Digital dalam Menghadapi Tantangan Bisnis di Era New Normal”.

Sricommerce: Journal of Sriwijaya Community Services P-ISSN: 2723- 6773; E-ISSN: 2746-0533. Fakultas Ekonomi, Universitas Sriwijaya, Sumatera Selatan, Indonesia

Heye, D. (2006). Creativity and innovation: Two key characteristics of the successful 21st century information professional. Business Information Review, 23(4), 252-257.

Iston Dwija Utama, 2019, Analisis Strategi Pemasaran pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) pada Era Digital di Kota Bandung, Jurnal Equilibrium, Volume 7, Nomor

Maskarto Lucky Nara Rosmadi. (2021).“Inovasi dan Kreativitas Pelaku Usaha UMKM di Era Covid-19”. Jurnal IKRA-ITH Ekonomika Vol 4 No 2 Bulan Juli 2021

Mohammad Faisal Amir. 2019. Kreativitas dan Inovasi dalam Bisnis (Menggali Potensi Diri untuk Berkreasi dan Berinovasi). Mitra Wacana Media:

Jakarta.

Nasution, L. (2020). Efektifitas HKI Sebagai Pelindung Industri Kreatif dan UMKM Di Tengah Pandemi Covid19. Buletin Hukum dan Keadilan, 4(1), 238-250.

Qristin Violinda. (2018). “Strategi dan Keunggulan Bersaing Usaha Mikro Kecil, dan Menengah (UMKM). (Case Study pada UMKM di Semarang)”

Journal of Management & Business Vol 1 No 1 Tahun 2018 ISSN :2621- 850X E-ISSN : 2621-9565

Rio F. Wilantara. 2016. Strategi dan Kebijakan Pengembangan UMKM (Upaya Meningkatkan Daya Saing UMKM Nasional di Era MEA). PT. Refika Aditama 1.

Wardhana, A. 2015. Strategi Digital Marketing dan Implikasinya pada Keunggulan Bersaing UKM di Indonesia.

(25)

LAMPIRAN DAN DOKUMENTASI A. Lembar Observasi

Nama Usaha : Bakso Cocol Alamat : Jalan Balam Sakti

Pemilik Usaha : Solihin, Jamaludin dan Akbar

No. Pernyataan Pilihan Jawaban

Ya Tidak

1.

Bakso Cocol memiliki potensi dalam

mengembangkan kreativitas V

2.

Bakso Cocol memunculkan ide kreatif dalam

memajukan usahanya V

3.

Bakso Cocol mampu bersaing dengan usaha

kuliner yang ada disekitar V

4. Bakso Cocol mampu menggali dan merangsang

kreativitas V

5.

Bakso Cocol memiliki inovasi dalam

mempromosikan produk V

6. Bakso Cocol memiliki inovasi dalam pelayanan

kepada pelanggan V

7. Bakso Cocol mempersiapkan apa yang diperlukan

dalam melakukan persaingan V

8. Bakso Cocol berusaha unggul bersaing dengan

pesaing lainnya V

9.

Bakso Cocol memiliki sumber daya dan kapabilitas yang dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi usaha dalam bersaing

V

10. Bakso Cocol menggunakan strategi yang baik

dalam memasuki era digital V

(26)

B. Daftar Pertanyaan Wawancara NARASUMBER:

1. Solihin dan Jamaluddin (Pemilik Usaha) 2. Dwi Afriani (Pelanggan)

Tempat : Jl. Balam Sakti Pertanyaan :

1. Wawancara pada pemilik usaha:

a. Bagaimana cara mengimplementasikan inovasi produk?

b. Apa saja yang dirumuskan dalam bersaing?

c. Apa saja yang dipersiapkan dalam bersaing?

d. Apakah Bakso cocol memiliki daya dan kapabilitas yang dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi usaha untuk unggul dalam bersaing?

e. Sebagai pemilik apa upaya yang dilakukan agar usaha ini bisa bersaing unggul dengan pesaing lainnya?

f. Ide kreatif seperti apa yang digunakan untuk memajukan usaha Bacol ini?

g. Potensi apa saja yang dimiliki oleh Bacol ini dalam mengembangkan kreativitas?

h. Apakah Bacol ini mampu menggali dan merangsang kreativitas, dan bagaimana caranya?

i. Apakah Bacol ini memiliki inovasi dan inovasi yang seperti apa?

j. Bagaimana cara mengimplementasikan inovasi dalam pelayanan kepada pelanggan tersebut?

k. Bagaimana cara Bacol menggunakan strategi yang baik dalam memasuki era digital?

2. Wawancara pada pelanggan:

a. Sudah berapa lama langganan Bakso Cocol?

b. Berapa kali dalam seminggu membeli produk Bakso Cocol?

(27)

c. Apakah anda sebagai pelanggan tetap di Bacol ini?

d. Apakah anda merasa Bacol ini kurang dalam inovasi dalam melayani pelanggan?

e. Apakah pernah kecewa dengan pelayanan saat melakukan pembelian Bakso cocol?

f. Apakah harga bakso cocol terjangkau?

g. Apakah pemilik jujur?

h. Kepuasan yang dirasakan Ketika membeli bakso cocol?

i. Jenis menu apakah yang sering dibeli?

(28)

C. Dokumentasi

Gambar 1.1 Foto Tampak Depan dan Dalam

Gambar 1.2 Foto Wawancara Pemilik Usaha

(29)

Gambar 1.3 Foto Kegiatan Produksi Bakso Cocol

(30)

Gambar 1.4 Foto bersama pemilik dan produk Bacol

(31)

Gambar 1.5 Hasil Screenshot Medsos Bacol

Figur

Memperbarui...

Related subjects :

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di