25
BAB III
PELAKSANAAN KERJA MAGANG
3.1 Kedudukan dan Koordinasi
Kerja magang dilaksanakan di PT. Lung Makmur Abadi yang beralamat di Komplek Pergudangan Taman Tekno BSD Sektor XI Blok M/16, Tangerang Selatan dengan penempatan kedudukan kerja magang sebagai accounting staff.
Selama pelaksanaan kerja magang diawasi dan dibimbing oleh Ibu Dita Karlinayati selaku accounting manager.
3.2 Tugas yang Dilakukan
Selama pelaksanaan kerja magang, tugas yang diberikan terkait dengan masalah akuntansi dan perpajakan sebagai berikut:
1. Mem-posting voucher transaksi ke dalam buku besar
Voucher digunakan sebagai pencatatan bukti kas masuk atau keluar dan bank
masuk atau keluar secara manual. Dokumen yang dibutuhkan berupa bon, cek dan giro yang dikeluarkan atau diterima. Saat mem-posting voucher perlu diperhatikan bukti transaksi, tanggal transaksi, nominal transaksi, dan akun yang digunakan. Pada tugas ini, mahasiswa hanya melakukan posting ke dalam buku besar untuk petty cash. PT. Lung Makmur Abadi menggunakan Microsoft Excel sebagai software pembukuan. Prosedur yang dilakukan yaitu:
1) Menerima voucher dari staf finance.
26 2) Mem-posting data dari voucher ke dalam buku besar pada Microsoft Excel.
3) Mengarsip voucher.
2. Menyusun laporan laba rugi bulanan
Laporan laba rugi melaporkan profitabilitas operasi perusahaan selama periode waktu tertentu (Weygandt., et al., 2015). PT. Lung Makmur Abadi membuat laporan laba rugi secara manual dengan memanfaatkan fungsi pada Microsoft Excel agar data masih tetap berhubungan. Prosedur yang dilakukan yaitu:
1) Mengumpulkan data buku besar pada akun penjualan, persediaan barang dagang, HPP, biaya operasional, dan pendapatan lain.
2) Meng-input data yang dibutuhkan untuk melengkapi laporan laba rugi perbulan.
3) Menyimpan laporan laba rugi yang selanjutnya akan dibuat neraca.
4) Review oleh accounting manager.
3. Menghitung SPT Masa PPh Pasal 21
Pajak Penghasilan (PPh) dikenakan setiap adanya penambahan kemampuan ekonomis wajib pajak. Bukti potong PPh Pasal 21 dibuat untuk penerima penghasilan. Dalam hal menghitung jumlah pemotongan PPh Pasal 21, PT.
Lung Makmur Abadi menghitung secara manual menggunakan Microsoft Excel. Data yang diperlukan untuk mengetahui besar pajak terutang adalah gaji yang diterima per bulan, tunjangan, pengurang, dan status Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP). Prosedur yang dilakukan yaitu:
27 1) Menghitung penghasilan bruto yang terdiri dari gaji, tunjangan, dan
penerimaan lainnya.
2) Menghitung pengurangan yang terdiri dari biaya jabatan, dan iuran.
3) Menghitung PPh Pasal 21 yang harus disetor dengan mengetahui jumlah penghasilan neto dikurangkan dengan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP).
4) Hasil dari penghitungan di-input ke dalam e-SPT PPh Pasal 21.
4. Membuat e-Billing
Pajak yang terutang wajib untuk dibayarkan. E-Billing merupakan metode pembayaran pajak secara elektronik. Dokumen yang dibutuhkan untuk membuat e-Billing adalah rincian penghitungan pajak. Setelah dilakukan penghitungan, dilakukan penyetoran melalui bank persepsi dengan menyerahkan e-Billing yang telah dicetak. Prosedur yang dilakukan yaitu:
1) Login pada djponline.pajak.go.id dengan menggunakan NPWP dan kata sandi perusahaan.
2) Memilih tab Bayar, lalu input rincian pembayaran pajak sesuai dengan penghitungan.
3) Mencetak e-Billing.
4) Menyerahkan e-Billing ke staf finance untuk dilakukan proses pembayaran.
5) Menerima bukti bayar yang tertera Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) untuk selanjutnya digunakan untuk melaporkan PPh Pasal 21.
28 5. Melaporkan SPT Masa PPh Pasal 21
Setelah dilakukan penyetoran PPh Pasal 21, NTPN yang tertera dalam bukti bayar di-input ke dalam e-SPT PPh Pasal 21. SPT berfungsi sebagai dokumen untuk dilaporkan oleh wajib pajak dan mempertanggungjawabkan penghitungan jumlah pajak yang terutang. Prosedur yang dilakukan dalam melaporkan pajak yaitu:
1) Membuka software e-SPT PPh Pasal 21.
2) Memilih Masa Pajak.
3) Meng-input NTPN ke dalam daftar Surat Setoran Pajak (SSP).
4) Menyimpan data SPT.
5) Membuat file SPT dengan format CSV.
6) Mencetak SPT untuk arsip perusahaan.
7) Meng-upload file SPT dan bukti pembayaran yang telah dipindai melalui e- Filing pada djponline.pajak.go.id.
8) Menerima Bukti Penerimaan Elektronik melalui email yang terdaftar pada djponline.pajak.go.id.
6. Mencetak formulir 1721 A1
Formulir 1721 A1 merupakan bukti pemotongan yang wajib diberikan oleh pemotong pajak, dalam hal ini adalah perusahaan PT. Lung Makmur Abadi, kepada pegawai tetap. Formulir 1721 A1 diberikan kepada pegawai tetap atau penerima pensiun atau tunjangan hari tua/jaminan hari tua berkala, sedangkan formulir 1721 A2 diberikan kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) atau anggota
29 Tentara Nasional Indonesia atau anggota Polisi Republik Indonesia atau Pejabat Negara atau pensiunannya. Maka, pegawai di PT. Lung Makmur Abadi akan menerima formulir 1721 A1. Prosedur yang dilakukan yaitu:
1) Menerima daftar karyawan beserta penghasilan dari accounting manager.
2) Membuka software e-SPT PPh Pasal 21.
3) Memilih Masa Pajak Desember 2019.
4) Mengimpor daftar bukti potong 1721 A1 yang sudah disiapkan menggunakan Microsoft Excel dengan format CSV.
5) Mencetak bukti potong 1721 A1 untuk kemudian diberikan kepada karyawan
7. Membuat faktur pajak keluaran
Faktur pajak adalah bukti pungutan pajak yang dibuat oleh Pengusaha Kena Pajak (PKP) yang melakukan penyerahan Barang Kena Pajak (BKP) atau penyerahan Jasa Kena Pajak (JKP). Pajak keluaran adalah PPN terutang yang wajib dipungut oleh pengusaha kena pajak yang melakukan penyerahan barang kena pajak, penyerahan jasa kena pajak, ekspor barang kena pajak berwujud, ekspor barang kena pajak tidak berwjud, dan/atau ekspor jasa kena pajak.
Prosedur yang dilakukan, yaitu:
1) Menerima invoice penjualan dari staf penjualan.
2) Membuat faktur pajak keluaran menggunakan software e-Faktur dengan melihat invoice penjualan untuk meng-input data nama pembeli barang kena pajak, tanggal, nama barang, jumlah barang, dan harga jual.
30 3) Meng-upload faktur pajak keluaran.
4) Mencetak lembar faktur pajak keluaran sebanyak dua kali, untuk diberikan kepada pengusaha kena pajak (pembeli) dan disimpan sebagai arsip perusahaan.
5) Meng-input data faktur pajak keluaran dalam Microsoft Excel.
8. Meng-input faktur pajak masukan
Pajak masukan adalah PPN yang seharusnya sudah dibayar oleh pengusaha kena pajak karena perolehan barang kena pajak dan atau penerimaan jasa kena pajak dan atau pemanfaatan barang kena pajak tidak berwujud dari luar daerah pabean dan atau pemanfaatan jasa kena pajak dari luar daerah pabean dan atau impor barang kena pajak. Prosedur yang dilakukan, yaitu:
1) Menerima faktur pajak masukan dari supplier.
2) Meng-input faktur pajak masukan dalam software e-Faktur.
3) Meng-upload faktur pajak masukan.
4) Menyimpan faktur pajak masukan ke dalam ordner.
5) Meng- input data faktur pajak masukan dalam Microsoft Excel
9. Melaporkan SPT Masa PPN
Melaporkan SPT Masa PPN dilakukan setelah membayar PPN kurang bayar.
Untuk menyetor, dapat dilakukan di bank persepsi dengan menyerahkan e- billing. Setelah melakukan penyetoran, akan menerima bukti bayar yang tertera NTPN. Selanjutnya prosedur yang dilakukan adalah:
31 1) Membuka software e-Faktur.
2) Melakukan posting untuk cek jumlah dokumen Pajak Keluaran dan Pajak Masukan (PKPM).
3) Membuka SPT dengan memilih Masa Pajak.
4) Meng-input NTPN pada kolom SSP yang terletak di Formulir Induk (1111) Bagian II.
5) Menyimpan Formulir Induk (1111).
6) Membuat file SPT (CSV).
7) Menyimpan SPT dalam bentuk PDF dan mencetak SPT untuk arsip perusahaan.
8) Membuka website djponline.pajak.go.id dan memilih e-Filing yang terdapat pada tab Lapor.
9) Meng-upload file SPT dan bukti pembayaran yang telah dipindai melalui e- Filing pada djponline.pajak.go.id.
10) Menerima Bukti Penerimaan Elektronik melalui email yang terdaftar pada djponline.pajak.go.id
3.3 Uraian Pelaksanaan Kerja Magang
3.3.1 Proses Pelaksanaan
Selama pelaksanaan kerja magang yang berlangsung selama tiga bulan, tugas yang diberikan terkait dengan akuntansi dan perpajakan. Tugas dikerjakan menggunakan Microsoft Excel dan software perpajakan seperti, e-SPT dan e-
32 Faktur. Berikut ini merupakan rincian tugas yang dilakukan selama kerja magang berlangsung:
1. Mem-posting voucher transaksi ke dalam buku besar
Mem-posting transaksi dilakukan selama bulan Desember 2019 sampai Februari 2020. Voucher dibuat oleh staf finance secara manual menggunakan kertas dengan melampirkan dokumen. Dokumen yang digunakan dalam pencatatan voucher berupa bukti transaksi seperti struk pengeluaran, kwitansi, nota, dan lain-lain. Tahap dalam mem-posting voucher ke dalam buku besar pada Microsoft Excel sebagai berikut:
a. Menerima voucher yang sudah terlampir dokumen, dalam hal ini dokumen berupa bukti transaksi dari divisi finance. Pada gambar 3.1, tertera voucher yang berisi mengenai bukti kas keluar. Pada (A) menunjukkan nomor urut transaksi yang dituliskan di pojok kanan atas voucher. Pada (B) menunjukkan tanggal saat divisi finance mengeluarkan kas untuk operasional. Pada sisi debit (C) terdapat nilai Rp515.000 dan Rp275.000 yang didapat dari bukti bayar berupa struk seperti pada gambar 3.2. Untuk sisi kredit adalah jumlah nilai pada sisi debit, yaitu Rp515.000 + Rp275.000
= Rp790.000. Transaksi ini berupa pengeluaran kas untuk reimbursement biaya entertain yang dilakukan oleh karyawan bagian sales. Pada (E) tertulis Biaya Entertain yang merupakan akun pada sisi debit, dan (G) tertulis Kas IDR yang merupakan akun pada sisi kredit. Keterangan biaya entertain dituliskan di bawah nama akun, pada contoh gambar 3.1 biaya entertain dikeluarkan oleh BI (E) untuk proyek PT. RA (F).
33 Gambar 3. 1
Pencatatan pada voucher
Sumber: dokumen perusahaan Gambar 3. 2
Dokumen berupa struk
Sumber: dokumen perusahaan BI
Proyek PT. RA
Ket. Proyek Ket. Proyek
A
C E
B F
F
G D
C
C
34 b. Setelah menerima voucher dan dokumen yang dibutuhkan, untuk mem-
posting transaksi, hal yang dilakukan adalah membuka file buku besar pada
Microsoft Excel. Data yang dibutuhkan dalam meng-posting transaksi pada voucher ke dalam buku besar adalah tanggal, nomor urut transaksi,
keterangan, jumlah transaksi, sisa saldo kas, dan lawan transaksi. Pada gambar 3.2, keterangan proyek dicatat pada bukti transaksi.
Gambar 3. 3
Mem-posting voucher ke dalam buku besar pada akun kas
Sumber: dokumen perusahan
c. Pada gambar 3.3 adalah buku besar untuk akun Kas IDR. Nomor urut yang dicantumkan di pojok kanan atas voucher, dicantumkan pada kolom “No.”
seperti KK/0087/I/20. Pada keterangan, tertulis Biaya Entertain yang merupakan kontra akun dari Kas IDR. Pada kolom kredit dicantumkan Rp790.000 yang disesuaikan dengan voucher yaitu jumlah kas yang keluar.
Pada kolom saldo rumus yang dimasukkan adalah saldo pada transaksi sebelumnya ditambah nilai sisi debit lalu dikurangi dengan nilai sisi kredit.
35 Gambar 3. 4
Mem-posting voucher dalam buku besar pada akun Biaya Entertain
Sumber: dokumen perusahaan
d. Gambar 3.4 merupakan buku besar untuk akun Biaya Entertain. Untuk mem-posting pada akun Biaya Entertain, memanfaatkan fungsi pada Microsoft Excel dengan menulis “=” lalu klik pada tanggal, nomor urut, atau nilai pada debit atau kredit pada buku besar Kas IDR agar data masih tetap berhubungan Lalu saldo menggunakan rumus “=saldo akhir+debit-kredit”.
Keperluan biaya entertain ditulis pada kolom keterangan dengan menyalin keterangan pada voucher.
2. Menyusun laporan laba rugi bulanan
Tugas menyusun laporan laba rugi dikerjakan untuk periode Januari 2020, untuk mengetahui apakah target penjualan perbulannya sudah tercapai atau belum. Laporan yang dibuat selanjutnya diberikan kepada accounting manager untuk dilakukan review. Untuk membuat laporan laba rugi, dibutuhkan data dari buku besar untuk akun biaya. Sebelum menyusun, akan menerima data
36 penjualan, persediaan, HPP, dan pendapatan di luar usaha yang sudah disiapkan oleh staf accounting.
Gambar 3. 5 Buku besar
Sumber: dokumen perusahaan
Gambar 3.5 merupakan contoh data untuk akun biaya pada akhir bulan yaitu Biaya Entertain sebesar Rp5.194.000. Kemudian dicantumkan pada laporan laba rugi pada gambar 3.6.
Gambar 3. 6
Laporan laba rugi Bulan Januari 2020
37 Sumber: dokumen perusahaan
Pada pelaksanaan magang, pekerjaan yang terkait pada posting ke buku besar yang dilakukan oleh mahasiswa hanya untuk petty cash. Maka, data di luar petty cash didapat dari staf accounting. Setelah laporan laba rugi dikerjakan, selanjutnya diberikan kepada accounting manager untuk dilakukan review.
3. Menghitung SPT Masa PPh Pasal 21
Menghitung SPT Masa PPh Pasal 21 dilakukan untuk Masa November 2019 dan Masa Januari 2020 dengan menggunakan Microsoft Excel. Data yang dibutuhkan yaitu Nama, NPWP, status untuk menentukan PTKP, gaji dan
38 tunjangan lain, dan iuran yang disetorkan (seperti Jaminan Hari Tua atau JHT).
Data didapatkan dari accounting manager. Tahap dalam menghitung SPT Masa PPh Pasal 21 adalah sebagai berikut:
a. Menerima rincian gaji dan tunjangan dari staf accounting seperti pada gambar 3.7.
Gambar 3. 7 Rincian tunjangan
b. Membuat daftar nama, NPWP, status, sebagai informasi profil. Selanjutnya membuat daftar penghasilan bruto, pengurangan, selanjutnya penghitungan PPh Pasal 21. Informasi yang tertera hanya sebagai contoh menghitung SPT Masa PPh 21.
39 Gambar 3. 8
Penghitungan PPh Pasal 21 terutang
Sumber: dokumen perusahan
c. Pada gambar 3.8 tertera bahwa status karyawan TH adalah TK/0 yang menunjukkan tidak kawin dan tidak mempunyai tanggungan. Tarif untuk TK/0 yaitu Rp54.000.000 yang dicantumkan pada baris PTKP sebagai pengurang Jumlah Penghasilan Neto PPh Pasal 21 (disetahunkan). Biaya jabatan didapat dari jumlah penghasilan bruto dikalikan 5%. Maka didapat Rp5.772.759 x 5% = Rp288.638. Setelah mengetahui PKP setahun/disetahunkan, selanjutnya menghitung PPh Pasal 21 atas PKP berdasarkan tarif PPh pasal 17, seperti berikut:
40 Gambar 3. 9
Menghitung PPh Pasal 21
Sumber: dokumen perusahaan
d. Menghitung PPh Pasal 21 setahun terdapat pada gambar 3.9. PKP setahun/disetahunkan yaitu Rp10.153.453. Karena jumlah tersebut terdapat
41 pada tahap pertama dengan batas Rp50.000.000 dengan tarif 5%, maka untuk mengetahui PPh Pasal 21 setahun adalah Rp10.153.453 x 5% = Rp507.673. Untuk mengetahui PPh Pasal 21 terutang yang harus disetor oleh perusahaan setiap bulan adalah dengan membagi PPh Pasal 21 atas PKP setahun dengan jumlah bulan dalam setahun. Maka Rp507.673 : 12 = Rp42.306. Untuk TH, maka akan dipotong PPh Pasal 21 sebesar Rp42.306 perbulan.
e. Setelah dilakukan penghitungan PPh Pasal 21, maka dilakukan input ke dalam e-SPT PPh Pasal 21.
Gambar 3. 10 Opsi database
f. Gambar 3.10 adalah tampilan saat membuka software e-SPT PPh Pasal 21.
Pilih menu Database dan klik ‘Pilih Database’. Lalu akan muncul tampilan seperti pada gambar 3.11.
Gambar 3. 11 Memilih database
42 Gambar 3. 12
Login database
g. Setelah memilih database seperti pada gambar 3.11, selanjutnya adalah melakukan login databse dengan mengisi username dan password. Lalu muncul tampilan utama untuk membuat SPT.
Gambar 3. 13 Opsi pilih SPT
Gambar 3. 14 Membuat SPT baru
43 h. Untuk membuat SPT baru, dapat memilih Masa Pajak yang akan di-input.
Maka dapat memasukkan Januari 2020 untuk Masa SPT yang akan dibuat seperti pada gambar 3.14. Selanjutnya adalah memilih isi SPT untuk satu masa pajak seperti pada gambar 3.15.
Gambar 3. 15 Satu masa pajak
Gambar 3. 16
Daftar pemotongan pajak bulanan
i. Untuk mengisi daftar pemotongan pajak bulanan, dapat dengan meng-input satu persatu untuk mengisi NPWP, Nama, penghasilan bruto, dan PPh
44 dipotong. Perusahaan memilih opsi Impor untuk meng-input daftar pemotongan pajak bulanan. Data untuk diimpor adalah data yang sudah disiapkan dalam Microsoft Excel dengan format CSV. Format data untuk diimpor dapat dilihat pada gambar 3.17.
Gambar 3. 17 Data untuk impor
j. Untuk impor bukti, dapat memilih menu CSV lalu impor bukti potong pemotongan pajak bulanan seperti pada gambar 3.18.
Gambar 3. 18
Daftar pemotongan pajak bulanan
00.000.000.0-411.000 TH
45 Gambar 3. 19
Impor pemotongan pajak bulanan
k. Pada gambar 3.19 adalah hasil data yang sudah disiapkan dalam Microsoft Excel dengan format CSV setelah memilih opsi ‘Buka File’ lalu data akan diimpor dengan klik ‘Impor.
l. Untuk melihat jumlah pajak terutang, dapat melihat daftar pemotongan pajak bulanan seperti pada gambar 3.20, yang merupakan hasil impor.
Gambar 3. 20
Daftar pemotongan pajak bulanan
00.000.000.0-411.000 TH
00.000.000.0-411.000 TH
46 4. Membuat e-Billing
Membuat e-Billing dilakukan setiap akan menyetorkan pajak terutang yang dilakukan oleh divisi finance. Untuk PT. Lung Makmur Abadi, setiap bulannya harus menyetor PPh Pasal 21 dan PPN jika berupa PPN kurang bayar. Membuat e-Billing dilakukan untuk bulan November 2019, Desember 2019, dan Januari 2020. Tahap yang dilakukan yaitu:
a. Login pada djponline.pajak.go.id dengan menggunakan NPWP, kata sandi, dan kode keamanan.
Gambar 3. 21 Tampilan login djponline
b. Setelah memasukkan data, klik login. Lalu akan langsung ke halaman utama djponline.
NPWP
47 Gambar 3. 22
Halaman utama djponline
c. Setelah masuk pada halaman utama, pilih tab Bayar. Maka akan muncul tampilan untuk memilih e-Billing seperti berikut:
Gambar 3. 23 Tampilan pada tab Bayar
d. Pada menu e-Billing, akan muncul tampilan Surat Setoran Elektronik (SSE).
Untuk membuat e-Billing, selain menggunakan djponline.pajak.go.id, dapat dengan membuka website sse2.pajak.go.id.
48 Gambar 3. 24
Pengisian e-Billing
e. Berdasarkan gambar 3.24 terdapat penyetoran PPh Pasal 21 untuk Masa Januari 2020 dengan kode jenis pajak 411121 yang menunjukkan PPh Pasal 21 dan kode jenis setoran 100 yang merupakan setoran masa. Pada masa pajak diisi dengan Januari dan tahun pajak 2020. Jumlah setor sebesar Rp13.547.217 dapat dilihat pada Daftar Pemotongan Pajak Bulanan seperti pada gambar 3.20.
49 f. Selanjutnya klik Buat Kode Billing. Maka akan muncul Ringkasan Surat
Setoran Elektronik untuk selanjutnya dicetak seperti pada gambar 3.25.
Gambar 3. 25
Ringkasan Surat Setoran Elektronik
g. Setelah klik cetak, maka kode billing akan tertera pada cetakan kode billing seperti pada gambar 3.26.
Gambar 3. 26 Hasil cetak e-Billing
50 h. Setelah e-Billing tercetak, selanjutnya adalah memberikan cetakan kode billing kepada divisi finance untuk dilakukan penyetoran menggunakan
bank atau internet banking. Setelah dilakukan penyetoran, akan menerima bukti bayar, seperti pada gambar 3.27, yang terdapat kode NTPN untuk selanjutnya dilakukan pelaporan SPT Masa PPh Pasal 21.
Gambar 3. 27 Bukti penyetoran pajak
5. Melaporkan SPT Masa PPh Pasal 21
Tugas melaporkan SPT Masa PPh Pasal 21 dilakukan pada PT. Lung Makmur Abadi untuk masa pajak November 2019, Desember 2019, dan Januari 2020.
Tahap dalam melaporkan SPT Masa PPh Pasal 21 yaitu:
a. Untuk melaporkan dibutuhkan file dalam format CSV yang datanya terdapat dalam e-SPT PPh Pasal 21. NTPN yang tertera pada bukti bayar, dicantumkan dalam daftar SSP pada e-SPT PPh Pasal 21.
51 Gambar 3. 28
Opsi daftar SSP
Gambar 3. 29 Tambah daftar SSP
Gambar 3. 30 Input SSP
52 Gambar 3. 31
SSP telah ditambahkan
b. Setelah menyimpan SSP, selanjutnya adalah membuat file menjadi format CSV.
Gambar 3. 32 Opsi Pelaporan SPT
Gambar 3. 33 Buat File CSV
c. Pada gambar 3.33 yang dilakukan adalah memilih dan klik masa pajak, lalu klik Buat File CSV. File CSV disimpan di folder yang telah ditentukan.
53 Selanjutnya adalah mencetak formulir SPT Induk sebagai arsip perusahaan.
Opsi cetak SPT dapat dilihat pada gambar 3.34.
Gambar 3. 34 Opsi cetak Formulir SPT
Gambar 3. 35 Menu cetak SPT
d. Pada gambar 3.34 klik 1721 untuk kemudian mencetak Formulir SPT Induk.
Hasil cetak akan seperti pada gambar 3.36.
54 Gambar 3. 36
Formulir 1721 (SPT Induk)
e. Pada gambar 3.36 jumlah pajak yang dipotong adalah Rp13.547.217 sesuai dengan penghitungan dalam daftar pemotongan pajak bulanan. Setelah semua data yang dibutuhkan untuk lapor pajak, yaitu file CSV dan bukti bayar, selanjutnya dapat melakukan login pada djponline. Pada halaman utama dapat memilih tab lapor seperti pada gambar 3.37.
55 Gambar 3. 37
Pilih tab Lapor
Gambar 3. 38 Tampilan pada tab Lapor
f. Pada gambar 3.38, klik e-Filing. Selanjutnya klik buat SPT lalu meng- upload file CSV dan bukti bayar dalam format PDF.
56 Gambar 3. 39
Halaman pertama Buat SPT
g. Pada gambar 3.39 yang dilakukan adalah memilih file yang akan di-upload.
File SPT berisi file CSV. Lampiran berisi bukti bayar dalam format PDF.
Nama pada file bukti bayar menggunakan nama yang sama seperti file CSV.
Kemudian klik Start Upload.
h. Halaman berikutnya adalah informasi SPT yang akan dikirim.
Gambar 3. 40 Halaman kedua Buat SPT
57 Gambar 3. 41
Kode verifikasi
i. Pada gambar 3.40 klik [di sini] untuk ambil kode verifikasi yang dikirimkan ke email terdaftar. Tampilan isi email kode verifikasi seperti pada gambar 3.41 dengan kode verifikasi 6DD12D. Selanjutnya memasukkan kode verifikasi pada kolom yang tersedia seperti pada gambar 3.42, lalu klik kirim SPT. Bukti Penerimaan Elektronik (BPE) dikirimkan ke email terdaftar. Selain itu BPE dapat dilihat pada tab Arsip SPT djponline seperti pada gambar 3.43.
Gambar 3. 42 Kirim SPT
58 Gambar 3. 43
Bukti Penerimaan Elektronik
6. Mencetak formulir 1721 A1
Formulir 1721 A1 adalah bukti pemotongan PPh Pasal 21 bagi pegawai tetap atau penerima pensiun yang dilampirkan untuk Masa Desember. Untuk mencetak formulir 1721 A1, tahap-tahap yang dilakukan adalah:
a. Menerima penghitungan PPh Pasal 21 untuk Masa Desember 2019 dari accounting manager berupa daftar penghasilan dalam Microsoft Excel seperti pada gambar 3.44.
59 Gambar 3. 44
Daftar penghasilan Masa Desember 2019
Sumber: dokumen perusahaan
b. Pada gambar 3.44 jumlah penghasilan neto sudah disetahunkan. Data yang terlampir selanjutnya diinput ke dalam e-SPT PPh Pasal 21. Untuk membuat bukti potong 1721 A1, dapat dengan meng-input data satu persatu. Karena data yang dibutuhkan banyak, maka dapat dengan cara impor. Pada menu CSV dapat memilih impor bukti potong A1 seperti pada gambar 3.45.
Gambar 3. 45 Impor bukti potong A1
60 c. Sebelum diimpor, data harus disiapkan sesuai format impor dan CSV. Data untuk diimpor dalam Microsoft Excel dapat dilihat pada lampiran. Setelah impor data, hasilnya dapat dilihat pada gambar 3.46.
Gambar 3. 46 Daftar Bukti Potong A1
d. Setelah data diimpor, selanjutnya adalah mencetak bukti potong 1721 A1 untuk setiap karyawan. Untuk mencetak dapat memilih menu cetak bukti potong seperti pada gambar 3.47. Lalu memilih 1721-A1 (BP A1) dan memilih bukti potong untuk dicetak seperti pada gambar 3.48.
TH 00.000.000.0-411.000
61 Gambar 3. 47
Opsi cetak Bukti Potong
Gambar 3. 48 Menu cetak Bukti Potong
00.000.000.0-411.000 TH
62 Gambar 3. 49
Formulir 1721 A1
Sumber: dokumen perusahaan TH
TTD DIREKTUR DIREKTUR
63 e. Formulir 1721 A1 kemudian diberikan kepada karyawan untuk bahan
pelaporan SPT Orang Pribadi yang menjadi kewajiban masing-masing.
7. Membuat faktur pajak keluaran
Tugas membuat faktur pajak keluaran dilakukan untuk masa pajak November 2019, Desember 2019, dan Januari 2020. Tahapan yang dilakukan untuk membuat faktur pajak keluaran pada e-Faktur yaitu:
a. Menerima invoice dari divisi penjualan. Data yang dibutuhkan dari invoice adalah nama barang kena pajak, harga satuan, jumlah unit, dan diskon jika ada.
b. Membuka e-Faktur dan login menggunakan nama user dan password.
Gambar 3. 50 Login e-Faktur
c. Memilih opsi faktur – pajak keluaran – administrasi faktur seperti pada gambar 3.51.
64 Gambar 3. 51
Opsi Faktur
d. Setelah memilih administrasi faktur, akan muncul tampilan Daftar Faktur Pajak Keluaran. Untuk membuat faktur pajak keluaran dapat mengklik Rekam Faktur seperti pada gambar 3.52.
Gambar 3. 52 Rekam Faktur
e. Pada invoice seperti gambar 3.53 tertera nama pelanggan yaitu PT.MI.
Invoice ini dibuat pada tanggal 11 Desember 2019 yang kemudian menjadi acuan dalam membuat faktur pajak keluaran dengan menginput tanggal
65 yang sama. Pada kolom keterangan terdapat informasi nama barang yaitu PE Foam + Alumunium + Lem Tbl. 25mm Meriba dengan harga satuan Rp100.350. Kuantitas barang yang dibeli adalah 475meter. Maka jumlah harga barang adalah Rp100.350 x 475 = Rp47.666.250 pada kolom sub total. Tarif PPN adalah 10%, maka PPN dari barang tersebut adalah Rp47.666.250 x 10% = Rp4.766.625. Total harga barang dari penjualan tersebut adalah Rp47.666.250 + Rp4.766.625 = Rp52.432.875.
Gambar 3. 53 Invoice
66 f. Setelah Rekam Faktur diklik, akan muncul Input Faktur untuk mengisi tanggal dokumen seperti pada gambar 3.54. Tanggal faktur yang diinput disesuaikan dengan tanggal pada invoice. Nomor seri faktur terisi secara otomatis.
Gambar 3. 54 Input Faktur
g. Pada bagian Input faktur, dapat diisi dengan NPWP pelanggan atau perusahaan pembeli barang atau dengan klik Cari NPWP. Nama dan alamat perusahaan akan otomatis terisi. Lalu klik Lanjutkan yang akan mengarah ke halaman untuk melakukan rekam transaksi.
67 Gambar 3. 55
Cari NPWP
Gambar 3. 56 Input Faktur
h. Halaman rekam transaksi pada gambar 3.57 akan menunjukkan rangkuman transaksi setelah pengisian detail penyerahan barang seperti pada gambar 3.58.
PT. MI PT. MI
68 Gambar 3. 57
Rekam transaksi
i. Untuk mengisi detail penyerahan barang pada gambar 3.58, dibutuhkan dokumen berupa invoice yang diterima dari staf penjualan. Dalam detail penyerahan barang, tercantum barang berupa PE Foam + Alumunium + Lem Tbl. 25 dengan harga satuan Rp100.350 yang dituliskan secara manual. Dengan mengisi jumlah barang, yaitu 475, maka harga total akan otomatis terisi Rp47.666.250. Dasar Pengenaan Pajak (DPP) dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) juga otomatis terisi. Setelah detail terisi, selanjutnya klik Simpan.
69 Gambar 3. 58
Detail Penyerahan Barang
j. Setelah detail penyerahan barang terisi, akan terangkum pada halaman Input Faktur seperti pada gambar 3.59. Total keseluruhan DPP dan PPN disesuaikan dengan invoice. Jika sudah sesuai, selanjutnya klik Simpan.
70 Gambar 3. 59
Menyimpan Detail Faktur
k. Detail penyerahan barang yang telah dirangkum akan muncul pada halaman Faktur Pajak Keluaran dengan status Belum Approve seperti pada gambar 3.60.
Gambar 3. 60
Faktur Pajak Keluaran Belum Approve
l. Untuk meng-upload klik opsi Upload. Sebelum itu, harus mengaktifkan uploader dengan memilih menu Management Upload lalu klik Start
Uploader seperti pada gambar 3.61. Akan muncul Login User PKP yang harus diisi dengan captcha dan password seperti pada gambar 3.62. Jika sesuai, Uploader akan berjalan.
PT. MI
71 Gambar 3. 61
Management Upload
Gambar 3. 62
Submit captcha dan password
Gambar 3. 63 Uploader Berjalan
72 m. Setelah mengaktifkan uploader, faktur pajak keluaran dapat di-upload
dan akan menunjukkan status Approved seperti pada gambar 3.64.
Gambar 3. 64
Faktur Pajak Keluaran Approved
n. Untuk mencetak faktur pajak, dapat klik PDF dan disimpan terlebih dahulu di folder yang sudah disediakan. Selanjutnya mencetak faktur pajak sebanyak 2 (dua) lembar, untuk diberikan kepada pembeli barang dan disimpan di dalam ordner.
73 Gambar 3. 65
Faktur Pajak Keluaran
o. Faktur Pajak diserahkan kepada pembeli barang kena pajak bersamaan dengan dikirimnya invoice.
8. Meng-input faktur pajak masukan
Tugas meng-input faktur pajak masukan dilakukan pada masa pajak Desember 2019. Tahapan yang dilakukan yaitu:
a. Menerima faktur pajak masukan dari divisi pembelian. Faktur pajak dapat dilihat pada gambar 3.66.
PT.MAI
74 Gambar 3. 66
Faktur Pajak Masukan
b. Selanjutnya membuka e-Faktur dan memilih opsi faktur – pajak masukan – administrasi faktur seperti pada gambar 3.67.
PT. AP
75 Gambar 3. 67
Opsi Faktur
c. Pada gambar 3.68 terdapat halaman untuk rekam faktur pajak masukan yang dapat diisi sesuai dengan faktur pajak yang telah diterima dari pengusaha kena pajak.
Gambar 3. 68 Rekam Faktur
d. Setelah faktur pajak masukan sudah terekam seperti pada gambar 3.69, lalu klik Simpan.
76 Gambar 3. 69
Rekam Faktur Pajak Masukan
Gambar 3. 70
Faktur Pajak Masukan Approved PT. AP
77 e. Transaksi yang sudah terekam akan muncul di halaman Faktur Pajak Masukan untuk selanjutnya dilakukan upload, jika berhasil status akan berubah menjadi Approved seperti pada gambar 3.70.
9. Melaporkan SPT Masa PPN
Tugas melaporkan SPT Masa PPN dilakukan pada PT. Lung Makmur Abadi untuk masa pajak November 2019 dan Desember 2019. Data yang dibutuhkan untuk melaporkan SPT Masa PPN adalah file SPT dalam format CSV menggunakan e-Faktur. Tahapan yang dilakukan yaitu:
a. Melakukan posting data faktur untuk cek jumlah dokumen pajak keluaran dan pajak masukan seperti yang terlihat pada gambar 3.71 dengan memilih Masa Pajak 12-12 dan Tahun Pajak 2019, kemudian klik Posting.
Gambar 3. 71 Posting Data Faktur
78 b. Setelah klik Posting, SPT Masa Pajak 12-12 dan Tahun Pajak 2019 yang
akan dibuat muncul pada daftar masa pajak seperti pada gambar 3.72.
Gambar 3. 72 Buka SPT untuk Diubah
c. Untuk dapat membuat file SPT dalam format CSV harus dicek terlebih dahulu kelengkapannya dengan klik Buka SPT Untuk Diubah seperti pada gambar 3.68. SPT Masa PPN terdiri dari Formulir Induk (1111) dan Formulir Lampiran (1111 AB, 1111 A1, 1111 A2, 1111 B1, 1111 B2, dan 1111 B3). Untuk melihat PPN kurang atau lebih bayar, dapat dilihat pada Formulir 1111 Bagian II Huruf D seperti apda gambar 3.73.
79 Gambar 3. 73
Penghitungan PPN Kurang Bayar/Lebih Bayar
d. Pada gambar 3.73 PPN kurang bayar. Maka harus dilakukan penyetoran yang dilakukan oleh divisi finance. Setelah dilakukan penyetoran, akan menerima bukti bayar beserta NTPN tertera seperti pada gambar 3.74.
Gambar 3. 74 NTPN pada Bukti Bayar
e. Meng-input NTPN dengan cara klik SSP mengacu pada gambar 3.75.
80 Gambar 3. 75
Input SSP
f. Pada gambar 3.75 kode jenis pajak adalah 411211 untuk PPN Dalam Negeri dan kode jenis setoran 100 untuk Setoran Masa PPN Dalam Negeri. NTPN tertera pada bukti bayar. Nilai sejumlah Rp55.476.063 didapat dari Formulir 1111 yang merupakan hasil dari pajak keluaran dikurang pajak masukan.
Mencantumkan tanggal 29/01/2020 sesuai dengan tanggal input SSP. Lalu mengisi kolom NTPN sesuai dengan yang tertera pada bukti bayar. Setelah SSP diisi, klik simpan. Selanjutnya adalah simpan SPT Masa PPN Formulir 1111 pada bagiian VI dengan klik kelengkapan SPT lalu klik simpan seperti pada gambar 3.76.
81 Gambar 3. 76
Simpan Formulir 1111
g. Setelah formulir 1111 disimpan, membuat file SPT dalam format CSV dengan memilih tab SPT lalu Buka SPT seperti pada gambar 3.77.
Gambar 3. 77 Buat File SPT (CSV)
h. Setelah klik Buat File SPT (CSV), file akan tersimpan pada folder yang sudah disediakan. Cetak SPT Induk dan Lampiran sebagai arsip perusahaan.
i. Untuk melaporkan SPT, login pada website djponline, lalu pilih tab Lapor.
Selanjutnya adalah meng-upload file SPT (CSV) dan akan menerima kode
82 verifikasi melalui email yang terdaftar. Setelah input kode verifikasi, akan menerima BPE melalui email atau dapat dilihat pada Arsip SPT djponline seperti gambar 3.78.
Gambar 3. 78
Bukti Penerimaan Elektronik SPT Masa PPN
j. Selanjutnya BPE dicetak dan disatukan dengan SPT Induk dan Lampiran yang sudah dicetak untuk disimpan sebagai arsip perusahaan.
3.3.2 Kendala yang Ditemukan
1. Pada saat mem-posting transaksi dari voucher ke dalam buku besar, terjadi kesalahan saat menggunakan rumus pada Microsoft Excel. Sehingga laporan keuangan yang dibuat menjadi tidak balance. Hal ini dikarenakan posting masih dilakukan satu per satu dan tidak membarui secara otomatis.
83 2. Pada saat proses lapor SPT Masa PPN melalui djponline, dilakukan upload file CSV, terjadi error di mana proses upload tidak berjalan dan tidak berlanjut ke proses selanjutnya yaitu meminta kode aktivasi. Lalu mengharuskan untuk mengulang dari proses login. Hal ini biasa terjadi jika dilakukan saat batas akhir tanggal lapor SPT.
3.3.3 Solusi atas Kendala yang Ditemukan
1. Solusi yang dilakukan untuk mengatasi laporan keuangan yang tidak balance adalah melakukan pengecekan ulang pada buku besar dan
memperbaiki rumus yang salah. Selanjutnya perusahaan dapat memikirkan untuk menggunakan sistem pembukuan yang lebih baik.
2. Solusi yang dilakukan untuk mengatasi error pada proses lapor SPT adalah untuk lapor SPT selanjutnya tidak dilakukan mendekati tanggal batas akhir pelaporan untuk menghindari error penumpukkan akses djponline.
Berikutnya, melakukan upload ulang dengan memberikan jeda waktu.