• Tidak ada hasil yang ditemukan

OqOL 0

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "OqOL 0"

Copied!
153
0
0

Teks penuh

(1)

ISSN 1829 8001

Terakreditasi dengan predikat A No 135 Akred LIPI P2MBI 06 2008

urnal penelithloin

ED ED

D

0 OqOL

Vo1 7 No 2 2010

PELUANG INDONESIA DALAM PERDAGANGAN BEBAS

Indonesia di Tengah Kesepakatan ACFTA Pentingnya Ratifikasi Madrid Protocol

dalam Menghadapi Perdagangan Bebas di Era Globalisasi ASEAN FTAs dan Liberalisasi Perdagangan Jasa

Tantangan Jasa Tenaga Kerja bagi Indonesia Prospek dan Problematika Pelaksanaan APEC

Implementasi AFTA Tantangan dan Pengaruhnya terhadap Indonesia

Transformasi Budaya Agroforestri Lokal

dalam Menghadapi Kesepakatan Perdagangan Bebas

Nasionalisme Demokratisasi dan Sentimen Primordial di Indonesia Problematika Identitas Keagamaan versus Keindonesiaan

Kasus Ormas Pendukung Khilafah lslamiyah Konflik dalam Pilkada Langsung

Studi tentang Penyebab dan Dampak Konflik

Isu isu Strategis menuju Pembentukan Komunitas Ekonomi ASEAN

Arti Penting Ideologi bagi Partai Politik

(2)

Jurnal Jurnal Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia P2P Penelitian Politik LIPI merupakan media pertukaran pemikiran mengenai masalah masalah

strategis yang terkait dengan bidang bidang politik nasional lokal dan internasional khususnya mencakup berbagai tema seperti demokratisasi

pemilihan umum konflik otonomi daerah pertahanan dan keamanan

politik luar negeri dan diplomasi dunia Islam serta isu lain yang memiliki

arti strategis bagi bangsa dan negara Indonesia

P2P LIPI sebagai pusat penelitian milik pemerintah dewasa ini dihadapkan

pada tuntutan dan tantangan baru baik yang bersifat akademik maupun praktis kebijakan khususnya yang berkaitan dengan persoalan otonomi

daerah demokrasi HAM dan posisi Indonesia dalam percaturan regional dan internasional Secara akademik P2P LIPI dituntut menghasilkan kajian

kajim unggulan yang dapat bersaing dan menjadi rujukan ilmiah padatingkat

nasional maupun internasional Sementara secara moral P2P LIPI dituntut untuk memberikan arah dan pencerahan bagi masyarakat dalam rangka

membangu un Indonesia baru yang rasional adil dan demokratis Oteh karena itu kajian kajian yang dilakukan tidak semata mata berorientasi praksis

kebijakan tetapi juga pengembangan ilmu pengetahuan sosial khususnya

perambahan konsep dan teori baru ilmu politik perbandingan politik studi kawasan dan ilmu hubungan internasional yang memiliki kemampuan

menjelaskan berbagai fenomena sosial politik baik lokal nasional regional maupun internasional

LIPI

I

Penanggung Jawals

Kepala Pusat Penelitian Politik LIPI Pemimpin Redaksi Heru Cahyono

Wakil Pemred Moch Nurhasim

Dewan Redaksi Ikrar Nusa Bhakti Syamsuddin Haris Ganewati Wuryandari Dhuroruddin Mashad M Hamdan Basyar Awani Irewati

Redaksi Pelaksana Adriana Elisabeth Indriana Kartini Mardyanto Wahyu Tryatmoko Sri Yanuarti

Sekretaris Redaksi

Luky Sandra Amalia

Keuangan Sarah Nuraini Siregar

Produksi dan Sirkulasi Nanto Sriyanto Anggih Tangkas Wibowo Abu Bakar

Alamat Redaksi

P2P LIPI Widya Graha LIPI Lantai XI

Jln Jend Gatot Subroto No 10 Jakarta 12710

Telp 021 525 1542 ext 757 763 Faks 021 520 7118

ISSN 1829 8001

(3)

Jurnal Penelitian

Vol 7 No 2 2010

DAFTAR ISI

Catatan Redaksi iii

Artikel

Indonesia di Tengah Kesepakatan ACFTA

Lidya Christin Sinaga 1

Pentingnya Ratifikasi Madrid Protocol dalam Menghadapi Perdagangan Bebas di Era Globalisasi

Trias Palupi Kurnianingrum 15

ASEAN FTAs dan Liberalisasi Perdagangan Jasa Tantangan Jasa Tenaga Kerja Bagi Indonesia

Tri Nuke Pudjiastuti 27

Prospek dan Problematika Pelaksanaan APEC

Awani Irewati 43

Impelementasi AFTA Tantangan dan Pengaruhnya terhadap Indonesia

Ratna Shofi Inayati 59

Transformasi Budaya Agroforestri Lokal dalam Menghadapi Kesepakatan Perdagangan Bebas

Rudi Hilmanto S Hut M Si 77

Resume Penelitian

Nasionalisme Demokratisasi dan Sentimen Primordial di Indonesia Problematika Identitas Keagamaan versus Keindonesiaan Kasus Ormas

Pendukung Khilafah Islamiyah

Syafuan Rozi 89

Konflik dalam Pilkada Langsung Studi tentang Penyebab dan Dampak

Konfiik

1Vloch Nurhasim 105

Isu isu Strategis Menuju Pembentukan Komunitas Ekonomi ASEAN

Adriana Elisabeth 119

Review Buku

Arti Penting Ideologi bagi Partai Politik

Nina Andriana 135

Tentang Penulis

143

(4)
(5)

CATATAN REDAKSI

Semenjak sekitar satu dasawarsa terakhir ini telah

berlangsung sejumlah pembicaraan dan perte muan yang bersifat multilateral dan bilateral baik

di tingkat regional maupun antarkawasan guna mematangkan gagasan tentang pemberlakuan era perdagangan bebas free trade area FTA

Hal tersebut mencakup antara lain perdagangan

bebas APEC pembicaraan intra kawasan seperti pasar tunggal Eropa maupun gagasan serupa di kawasan lain termasuk ASEAN perjanjian

kemitraan ekonomi antara Indonesia Jepang

maupun pakta perdagangan bebas ASEAN China

Dari pelbagai forum yang telah mulai dalam proses salah satu yang telah selesai dan mulai

diberlakukan ialah kawasan perdagangan bebas ASEAN China ASEAN China Free Trade Agreement ACFTA Pemberlakukan pasar bebas ini serta merta bagaikan membangunkan kita dari tidur Di satu sisi bagaimana kita dapat

memanfaatkan peluang dari pemberlakuan

tersebut namun di sisi lain tak pelak terlihat

adanya potensi bahaya yang mengancam industri

di tanah air bila tidak segera berbenah diri clan

tidak sanggup bersaing di era perdagangan bebas

ini

Yang menjadi pertanyaan ialah benarkah

pemberlakuan FTA ASEAN China merupakan ancaman besar bagi Indonesia

Pembukaan pasar dengan raksasa ekonomi

China memang telah membuat gerah banyak industrialis kita khususnya yang produksinya

menjadi andalan ekspor China Sebut saja di antaranya industri tekstil dan produk tekstil alas sepatu elektronika dan alat alat rumah tangga

serta mainan anak anak

Serbuan produk China di pasar global sejak 1990 an kini semakin serius Indonesia pun tidak Input Dapat kita lihat dengan kasat mata di toko toko modern ataupun pasar tradisional baik di perkotaan ataupun perdesaan bahkan di daerah

terpencil pun membanj it produk China Bahkan

pusat pusat perdagangan tekstil ataupun batik daerah seperti Pasar Beringharjo di Yogyakarta ataupun Pasar Klewer di Solo juga tidak luput dari serbuan tekstil ataupun tekstil dengan corak batik dari China

Di pedesaan permasalahannya lebih kom pleks lagi Ketika wilayah pedesaan masih

berhadapan dengan masalah kemiskinan yang

tidak pernah diatasi dengan serius dan sistematis oleh pemerintah di sisi lain harus berhadapan dengan proses liberalisasi pasar Kebijakan

makro pemerintah sendiri selama ini memang

begitu terkesan tidak berpihak kepada rakyat di pedesan melainkan lebih berpihak kepada elite penguasa dan juga pengusaha Sementara itu pemerintah juga terkesan lemah atau bisa

dikatakan lebih banyak menuruti intervensi asing

dalam hal ekonomi Liberalisasi sektor perta

nian dalam kerangka perdagangan bebas yang

dilakukan oleb pemerintah umpamanya tidak dapat dipungkiri justru menyengsarakan petani dan membuat petani semakin terpuruk Implikasi dari liberalisasi sektor pertanian telah membuat membanjirnya produk produk pertanian impor di pasar dalam negeri bukan hanya di supermarket dan swalayan perkotaan namun juga pasaran

tradisional dan pegadang kaki lima bahkan

sampai ke wilayah pedesaan Tekanan produk

pertanian impor bukan hanya menj atuhkan harga

produk pertanian domestik melainkan juga telah menggeser preferensi konsumen sehingga tingkat permintaan produk pertanian impor dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan

Jelas dalam masalah ini langkah terpenting yang harus dilakukan adalah bagaimana me ningkatkan daya saing industri lokal Indonesia

hams lebih sungguh sungguh dalam membuat berbagai kebijakan dari pusat sampai daerah

untuk mendongkrak daya saing internasional

kita Perlu upaya agar hasil industri kita bisa

(6)

menjadi tuan rumah di negeri sendiri bahkan bisa menyerbu pasar internasional Dengan cara itulah dapat diselamatkan nasib industrialis dan pekerja kita dari ancaman kebangkrutan

Pakta perdagangan bebas suka tidak suka

telah datang dan kita harus siap menyongsong nya Bila ingin menang dalam era ini maka

produktivitas merupakan kuncinya Produktivitas berarti efisien dalam segala hal baik sumber

daya manusia maupun sarana dan prasarana yang

dimiliki Pengusaha harus mempertimbangkan keinginan konsumen melakukan identifikasi

keunggulan orang lain dengan meninggalkan

kekurangarihya Selain itu perusahaan harus

memiliki ciri khas yang membedakan dari pe

rusahaan lain lalu pengusaha harus memper

tahankan hasil yang sudah dicapai selama ini

untuk ditingkatkan Dengan kerja keras dan tekad

yang besar serta dukungan dari semua pemangku

kepentingan kita mungkin masih bisa sedikit optimistis bahwa Indonesia masih memiliki

kemampuan untuk berjuang di arena ekonomi

global Indonesia harus optimistis untuk dapat memenangkan peperangan ini Kita mungkin

harus menganggap kebaikan di balik datangnya

era ini yakni saatnya untuk bangun dari tidur dan

tidak lagi bersikap memanjakan diri

Mengingat pentingnya permasalahan di atas maka Jurnal Penelitian Politik kali ini

hadir dengan mengangkat tema tentang Peluang

Indonesia dalam Perdagangan Bebas Kami menyajikan sejumlah tulisan terkait dengan tema tesebut

Dalam artikel Indonesia di Tengah Ke sepakatan ACFTA Lidya Christin Sinaga mengemukakan bahwa walaupun perjanjian perdagangan bebas dengan China dalam skema ACFTA bukanlah perjanjian perdagangan bebas

yang pertama bagi Indonesia namun perjanjian tersebut dirasa membawa dampak yang lebih nyata seiring membanj imya produk produk China di pasar Indonesia Sifat kompetitif dibanding

komplementer di antara keduanya menjadikan industri dalam negeri terutama sektor Usaha

Kecil dan Menengah UKM di Indonesia meng hadapi tantangan yang sulit dan nyaris terpuruk

Belum lagi ditambah kondisi beberapa sektor

industri terutama tekstil yang belum pulih benar

akibat krisis ekonomi 1997 Kondisi ini belum

lagi ditambah dengan ketidaksiapan infrastruktur

Indonesia yang akan menopang efektivitas dan

efisiensi produksi seperti jalan pelabuhan

dan listrik sistem birokrasi Indonesia yang

masih berbelit belit dan belum dibenahi hingga

suku bunga perbankan yang masih tinggi dan

belum mengalir ke sektor manufaktur di mana

kredit masih mengalir ke sektor konsumsi yang

berbasis investasi jangka pendek Semua masalah nampaknya bermuara pada kondisi domestik

Indonesia sendiri yang masih rapuh

Sementara itu Trias Palupi Kurnianingrum dalam artikel berjudul Pentingnya Ratifikasi

Madrid Protocol dalam Menghadapi Perdagang

an Bebas di Era Globalisasi melihat bahwa pada

era globalisasi saat ini yang ditandai dengan

masuknya Indonesia ke dalam free trade area sejalan juga dengan konvensi konvensi inter

nasional yang diratifikasi oleh Indonesia telah

menyebabkan peranan merek menjadi sangat

penting Di dalam bidang Hak atas Kekayaan

Intelektual HAKI

kesamaan barang dan jasa yang diperdagangkan lintas negara memerlukan adanya konsep dan standar hukum perlindungan yang sama Inilah yang mendasari pentingnya

ratifikasi Madrid Protocol bagi Indonesia khususnya dalam menghadapi tantangan free trade area dewasa ini karena perlindungan atas merek sangat dibutuhkan terutama dalam men

jaga persaingan usaha yang fair dan mencegah

timbulnya plagiat

Dalam tulisan lain ASEAN FTAs dan Liberalisasi Perdagangan Jasa Tantangan Jasa Tenaga Kerja bagi Indonesia Tri Nuke Pudjiastuti menekankan bahwa dalam liberali sasi perdagangan jasa tenaga kerja rnenjadikan

tenaga kerj a Indonesia harus diperlakukan secara

komprehensif di mana tidak hanya mampu

memperebutkan peluang pasar kerja di dalam negeri namun juga memperebutkan peluang pasar kerj a di luar negeri Adanya FTAs membuat Indonesia tidak dapat hanya tergantung pada

pengelolaan sumber daya alam sebagai bagian

yang ditawarkan dalam skema investasi asing

maupun lokalnya tetapi besarnya perhatian negara atas peningkatan kemampuan dan kompetensi sumber daya manusianya akan menjadi keunggulan kompetitif Perbaikan peraturan dan implementasi atas pedagangan

(7)

jasa tenaga kerja di Indonesia menjadi hal yang

mutlak dilakukan dengan didasari pada upaya membangun kedaulatan tenaga kerja Indonesia pada percaturan pasar tenaga kerja dalam negeri maupun internasional

Pada edisi kali ini kami juga menurunkan ar

tikel yang terkait dengan APEC dan AFTA Awa

ni Irewati dalam tulisannya berjudul Prospek dan Problematika Pelaksanaan APEC melihat

bahwa meski dipandang kurang menghasilkan keluaran yang signifikan APEC tetap memiliki ruang tersendiri di tengah maraknya bentuk kerja

sama dalam wujud FTA Ada dua kemungkinan

yang bisa terj adi yaitupertama adanya FTA FTA

ini bisa memperlemah eksistensi APEC Kedua sebaliknya FTA FTA ini bisa menjadi batu loncatan bagi APEC untuk semakin kuat dari

dalam Asia Pasifik Yang terakhir jelas diharap kan dapat terjadi Di tengah kekurangan yang

dihadapi APEC konferensi tingkat tinggi APEC

setiap tahun sesungguhnya menjadi kekuatan sekaligus peluang yang positif bagi APEC untuk

mempertemukan dua kelompok berbeda yakni

negara maju dan negara berkembang kelompok

Asia dan kelompok Pasifik

Sementara itu dalam artikel Prospek dan Problematika Pelaksanaan AFTA Ratna Sofi Inayati mengemukakan bahwa pada kenyataan nya perdagangan bebas dalam kerangka AFTA

yang sudah dimulai sejak 1992 masih belum juga

mendongkrak tingkat perdagangan intra ASEAN

yang relatif kecil dibanding perdagangan total

ASEAN Hal ini antara lain dikarenakan masih adanya hambatan non tarif perbedaan standar

produk dan belum harmonisnya prosedur bea cukai Persoalan lain yang sama pentingnya adalah kurang populernya skema Common Effective Preferential Tarriff CEPT di kalangan swasta kurang jelasnya aturan kandungan lokal

dan belum kuatnya mekanisme penyelesaian masalah perdagangan Rencana penerapan AFTA sendiri lebih banyak dipahami para pengusaha

besar sementara sosialisasi terhadap para

pengusaha UKM sangat minim Oleh karena itu saat AFTA mulai berlaku efektif banyak

UKM yang merasa terjepit Begitulah kondisi

umum dunia usaha di Indonesia terkait rencana penerapan zona kerja sama ekonomi di kawasan negara negara ASEAN Hanya para pemilik

perusahaan besar yang telah menyatakan siap bersaing saat AFTA diterapkan sebaliknya para

pengusaha kecil akan sangat kesulitan

Dalam tulisan oleh Rudi Helmanto berjudul Transformasi BudayaAgroforestri Lokal dalam Menghadapi Kesepakatan Perdagangan Bebas diperlihatkan bahwa transformasi unsur budaya

agroforestri yang berharmoni dengan alam mem berikan peluang kepada petani kita untuk sukses

menghadapi kesepakatan perdagangan bebas

yang sudah dimulai

Redaksi berharap hadirnya Jurnal Penelitian

Politik ini bisa disambut baik oleh para pembaca Akhir kata kami ucapkan selamat membaca

REDAKSI

(8)

INDONESIA DI TENGAH KESEPAKATAN ACFTA

01eh Lidya Christin Sinaga

Abstract

The ASEAN China Free Trade Area ACFTA formally took effect as ofJan uari 1 2010 The initial phase of the trade agreement was in force in early 2004 also known as the Early Harvest Programme EHP A free trade area covering trade in goods between China and the original six ASEAN members including Indonesia is to be completed by 2010 and the remaining four by 2015 However the socialization ofEHP scheme by Indonesian go vernment relativelypoor and made it difficultfor business sector especially Small and Medium Enterprises SMEs in Indonesia to exploit this scheme The full implementation ofACFTA on January 2010 has given strong pushes from business sectors to delay the implementation The basic problem is in our domestic capacity and capability which is not yet competitive enough to compete especially with China products Therefore this paper will analyze

the impact ofACFTA on Indonesia and what should be done to counter the impacts

Pengantar

Hubungan ASEAN China pada dasarnya ter

buka secara bertahap dengan adanya normalisasi

hubungan Indonesia China pada tahun 1990

yang kemudian disusul dengan Singapura 3

Oktober 1990 Sebelum tahun 1990 belum ada hubungan resmi antara ASEAN sebagai kelompok dengan China meskipun hubungan bilateral antara China dengan beberapa negara anggota ASEAN sudah ada sebut saja Malaysia

1974 Thailand dan Filipina 1975

Diawali dengan hadirnya Menteri Luar Ne geri China pada sesi pembukaan ASEANMiniste

rial Meeting AMM ke 24 di Kuala Lumpur 19

Juli 1991 China menyampaikan ketertarikannya untuk bekerja sama dengan ASEAN Hubungan

ini semakin berkembang dengan ikut sertanya

China dalam ASEAN Regional Forum ARF mulai tahun 1994 Hingga akhirnya pada AMM ke 29 di Jakarta Juli 1996 ASEAN menyetujui

status mitra dialog penuh bagi China menggan

tikan statusnya semula sebagai mitra konsultatif

yang telah disandang sejak tahun 1991 Pada Desember 1997 Presiden China saat itu Jiang

Zemin dan seluruh pemimpin negara ASEAN mengadakan pertemuan informal pertamanya dalam kerangka ASEAN 1 dan mengeluarkan pemyataan bersama untuk membentuk kemitraan

berdasarkan prinsip bertetangga yang baik good

neighbourhood dan Baling percaya menuju abad

ke 21

Meskipun hubungan resmi ASEAN China

telah dimulai sej ak tahun 1996 namun baru pada

tahun 2001 hubungan ASEAN China menunjuk

kan kemajuan yang berarti yaitu ketika China

mengusulkan pembentukan wilayah perdagangan

bebas free trade area FTA yang difokuskan pada bidang pertanian teknologi inforinasi

pengembangan sumber daya manusia investasi

dan kerja sama lembah sungai Mekong

Isu perdagangan bebas antara ASEAN China

inilah yang kemudian menjadi berita hangat khususnya di Indonesia menjelang implementa si

pada tahun 2010 ini Indonesia sebagai salah satu negara anggota ASEAN sudah pasti menjadi bagian dari perjanjian tersebut Isu perdagangan bebas dengan China ini menjadi bahasan menarik

karena di dalamnya terdapat sudut pandang yang

berseberangan dalam melihat keuntungan dan

kerugian yang akan diperoleh Indonesia Bagi

sebagian kalangan Indonesia dirasa terlalu cepat dan terlalu lebar membuka pasarnya Sementara bagi sebagian lagi Indonesia dirasa tertinggal dari

negara tetangganya yang sudah lebih dahulu me

langkah ke perdagangan bebas bilateral Tulisan ini akan melihat bagaimana hubungan ekonomi

dan politik antara Indonesia China selama ini

apalagi dengan dilaksanakannya ACFTA Apa

implikasi perjanjian ini bagi Indonesia dan apa

(9)

yang harus Indonesia lakukan akan dianalisis

lebih jauh dalam tulisan ini

Hubungan Ekonomi Politik Indonesia China

Hubungan diplomatik Republik Indonesia RI Republik Rakyat China RRC secara resmi sudah dibuka sedari 9 Juni 1950 Pada November 1953 kemudian ditandatangani perjanjian perdagangan

RI RRC yang pertama di Beijing Selanjutnya

Perdana Menteri PM Zhou Enlai menghadiri

Konferensi Asia Afrika KAA di Bandung pada

26 28 April 1955 dan menandatangani perjanjian dwi kenegaraan RI RRC Setelah itu hubungan

di antara kedua negara diwarnai dengan saling kunjung antarpihak pemerintah

Peristiwa Gerakan 30 September G 30 S 30 September 1965 menjadi titik awal hubungan keduanya menjadi memburuk Akibat peristiwa ini pada 23 Oktober 1967 Kedutaan Besar

Kedubes RI di Beijing ditutup dan seminggu

setelahnya Kedubes RRC di Jakarta pun menga

lami hal yang sama Periode 1967 1990 diwarnai

pembekuan hubungan diplomatik di antara keduanya Pada masa ini kepentingan Indonesia

di China diwakili Kedubes Kamboja di Beijing

sedangkan China diwakili Kedubes Rumania di Jakarta

Baru pada 24 Februari 1989 ketika Presiden Soeharto bertemu Menteri Luar Negeri Menlu RRC scat itu Qian Qichen dalam upacara pemakaman Kaisar Hirohito di Tokyo dibahaslah

tentang normalisasi hubungan keduanya yang

tengah membeku Pembahasan ini kemudian dilanjutkan dengan pertemuan di Tokyo antara Menlu RI Ali Alatas dan Qian Qichen pada 4 Oktober 1989 Akhimya pada 3 Juli 1990 kedua Menlu menandatangani Komunike Bersama The Resumption of the Diplomatic Relations between

the Two Countries di Beijing dan diikuti dengan kunjungan PM Li Peng ke Indonesia sekaligus

menyaksikan penandatanganan Memorandum

of Understanding MoU Pemulihan Hubungan

Diplomatik kedua negara pada 8 Agustus 1990 Presiden Soeharto pun melakukan kunjungan

Gudadi Sasongko Kronologi Hubungan RI RRC 1950 2008 dalam I Wibowo dan Syamsul Hadi Ed Merangkul China Hubungan Indonesia China Pasca Soeharto Jakarta PT Gramedia Pustaka Utama 2009 hlm 294

balasan pada 14 18 November 1990 sekaligus menandatangani pembentukan Komisi Bersama

Bidang Ekonomi Perdagangan dan Kerja sama Teknik Saling kunjung antarkedua negara cukup

intens dilakukan setelahnya hingga akhirnya

China pun secara resmi menjadi mitra dialog

ASEAN pada 1996

Pada Mei 1998 pecahlah kerusuhan di Ja

karta yang pada akhirnya menumbangkan rezim

pemerintahan Soeharto Etnis China menjadi korban terbesar dalam kerusuhan ini Pemerintah

China pun langsung menyerukan keprihatinannya dan berharap agar Indonesia lebih bersungguh sungguh melindungi etnis China yang ada di

wilayahnya Pasca Orde Baru dengan iklim

politik yang lebih terbuka etnis China di Indone sia mulai mendapat perlakuan politik yang lebih

baik Bahkan dalam pemerintahan Abdurrahman

Wahid 1999 2001 China mendapat posisi yang

istimewa dalam politik luar negeri Indonesia

ditunjukkan dengan menjadi negara pertama yang

dikunjungi Wahid setelah ia dilantik menjadi Presiden Kunjungan Wahid pada 1 3 Desember 1999 menjadi babak baru peningkatan hubungan

bilateral antara keduanya yang ditandai dengan kesediaan Beijing untuk memberi bantuan keuan

gan serta fasilitas kredit termasuk disepakatinya kerja sama keuangan teknologi perikanan

pariwisata serta counter trade di bidang energi

yaitu menukar LNG Indonesia dengan produk

produk China Megawati Soekarnoputri yang

memerintah pasca presiden Wahid juga menerus kan hubungan baik dengan China ini Dalam

kunjungan kenegaraannya ke Beijing 24 27

Maret 2002 disepakati untuk meningkatkan kerja sama ekonomi dan politik z

Hubungan di antara RI RRC mencapai puncaknya dengan ditandatanganinya Deklarasi

Kemitraan Strategis Strategic Partnership pada

25 April 2005 di Jakarta saat Presiden RRC Hu

Jintao berkunjung ke Indonesia dalam peringatan 50 tahun KAA di Bandung Kemitraan strategis ini mencakup kerja sama di bidang politik dan

keamanan ekonomi dan pembangunan serta sosial budaya dan kerja sama lainnya Setelah penandatanganan Deklarasi Bersama ini hu

Z Syamsul Hadi Hubungan Indonesia China di Era Pasca Orde Baru Perspektif Indonesia dalam I Wibowo dan Syamsul Hadi

Ed op cit hlm 56 57

(10)

Graft 1 Neraca Perdagangan Indonesia RRC

Sumber BPS 2010 Diolah Litbang Kementerian Perdagangan

Disampaikan oleh Gusmardi Bustami dalam Round Table Discussion Indonesia di Tengah Pusaran Arus Perdagangan Bebas dise lenggarakan oleh Pusat Penelitian Politik LIPI Jakarta 27 April 2010

bungan kedua negara berkembang dengan pesat Di bidang ekonomi target volume perdagangan

sebesar US 30 miliar pada tahun 2010 sudah tercapai pada tahun 2008 Bahkan pada tahun

2010 ini Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono

SBY mencanangkan target baru yaitu US 50 miliar untuk jangka waktu 5 tahun ke depan

2010 2015

Capaian penting lainnya adalah pembentukan Mekanisme Dialog Tingkat Men

teri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan Menko Polhukam State Councillor pada Juli 2005 Forum Konsultasi Kerja sama Maritim

pada Desember 2006 Persetujuan tentang Kerja sama Aktivitas dalam Bidang Pertahanan pada

Desember 2007 dan Perjanjian Ekstradisi pada Juli 2009

Di samping itu pada Pertemuan Dialog ke 2

Tingkat Menko Polhukam State Councillor 21 Januari 2010 di Jakarta telah ditandatangani

Plan of Action PoA Deklarasi Bersama Kemitraan Strategis RI RRC yang berisi berbagai

program kegiatan konkret sebagai upaya imple

mentasi butir butir kesepakatan yang tertuang

dalam Deklarasi Bersama tersebut untuk periode 5 tahun ke depan 2010 2015 Pada kesempatan terpisah juga telah ditandatangani dua dokumen lainnya yaitu MoU on Grant Assistance in

Relation to Economic and Technical Cooperation

dan Exchange of Letters on Holding of 2 two

Workshops in China for Indonesian Officials

Using the Grant of the Govermmnet of the People s Republic of China Pada kesempatan

pertemuan bilateral di sela Asia Pacific Economic

Cooperation APEC Economic Leaders Meeting

di Singapura November 2009 Presiden SBY dan Presiden RRC Hu Jintao mencanangkan tahun 2010 sebagai tahun persahabatan RI RRC 3

Pascakrisis ekonomi 1997 hubungan ekonomi kedua negara sebenarnya terus menun

jukkan graft yang menggembirakan Hal ini bisa

dilihat pada neraca perdagangan Indonesia RRC

Grafik 1 yang terus menunjukkan peningkatan

dari tahun 1999

Antara periode 1999 2007 Indonesia mengalami surplus perdagangan dengan RRC Namun selama tahun 2008 2009 Indonesia mengalami defisit meskipun defisit telah

berkurang pada 2009 dan awa12010 Defisit ini

disinyalir karena banyaknya investasi dan proyek

infrastruktur yang dibangun China di Indonesia

3 Penandatanganan Plan ofAction Deklarasi Bersama Kemi traan Strategis RI RRC http www deplzi go id beijing Pages Print aspx ListName EmbassiesNews IDP 12 CID id ID diakses pada 16 Agustus 2010

(11)

i

9000

1000

0 60 i f 5000

N

a000 3000

i 1000

lOW

i

0

1999 1000 1001 1001 NO 1004 1005 1006 1001 NO NO

Grafik 2 Impor Indonesia dari China menurut Golongan Penggunaan Barang

Sumber BPS 2010 Ibid

pada periode 2008 2009 seperti pembangunan Jembatan Suramadu Surabaya Madura proyek

jalan proyek Pembangkit Listrik Tenaga Uap PLTU 10 000 Megawatt yang menyebabkan neraca perdagangan Indonesia atas RRC menj adi

negatif Di tahun 2010 terjadi kelanjutan tetapi

minusnya menjadi berkurang dibandingkan de

ngan tahun sebelumnya

Saat ini China memang telah menjadi salah satu mitra dagang terbesar Indonesia China

merupakan negara tujuan ekspor terbesar ke 4

bagi Indonesia setelah Uni Eropa UE Jepang

danAmerika Serikat AS Total ekspor nonmigas Indonesia ke China mengalami peningkatan antara tahun 2004 sebesar 6 1 menj adi sekitar 9 1

tahun 2009 Pada periode yang sama

pangsa ekspor ke Uni Eropa Amerika Serikat

dan Jepang mulai berkurang Demikian pula dari

sektor impor China merupakan sumber impor kedua Indonesia setelah ASEAN Jika pada tahun 2004 impor Indonesia dari China hanya sebesar 7 9 maka pada 2009 melonjak ke 19 77 Impor Indonesia dari Amerika Serikat menurun drastis dari 19 pada 2004 menjadi 10 31 pada 2009 China nampaknya telah mengambil alih impor Indonesia dari AS tersebut

Jika dilihat impor Indonesia dari China

sebenarnya yang paling banyak adalah bahan baku penolong intermediate goods dan barang modal capital goods dibanding dengan barang

konsumsi customer goods Customer goods

memang meningkat tetapi peningkatannya tidak

sebesar intermediate goods dan capital goods

Kedua kelompok barang tersebut digunakan oleh

industri dalam negeri untuk pasar dalam negeri dan ekspor

Sementara itu ekspor Indonesia ke China

paling banyak adalah produk industri diikuti sek

tor pertambangan dan sektor pertanian meskipun

pertumbuhan ekspor paling besar selama periode

1999 2009 adalah sektor pertambangan Hal ini tentu terkait dengan kebutuhan China akan energi

yang semakin besar seiring dengan booming

perekonomiannya terutama minyak dan adanya kerja sama energi antara China dan Indonesia

dalam bentuk forum energi yang dibentuk sejak tahun 2002 sebagai payung investasi China di Indonesia dalam bidang energi

Pembentukan ACFTA

Berawal dari pertemuan ASEAN 3 di Singapura tahun 2000 tercetuslah ide pembentukan kawasan perdagangan bebas ASEAN China untuk

(12)

000

6000

5000

o 4000 f

3000

2000

1000

1999 2000 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 Jan 2010

Graft 3 Ekspor Indonesia ke China berdasarkan Sektor Sumber BPS 2010

Disampaikan oleh Thomas Darmawan Round Table Discussion Indonesia di Tengah Pusaran Arus Perdagangan Bebas diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Politik LIPI Jakarta 27 April 2010

pertama kalinya Pada waktu itu pemimpin negara negara ASEAN merasa khawatir akan dampak masuknya China ke World Trade Organization WTO Mereka beranggapan bahwa China akan semakin kompetitif dalam

menarik investasi asing dan ASEAN harus bersaing lebih ketat dengan China dalam merebut

pasar ekspor Oleh karena itu kekhawatiran ini dilontarkan kepada Perdana Menteri Zhu Rongji dengan mengusulkan dilakukannya studi bersama mengenai dampak masuknya China ke WTO Ternyata Zhu Rongji tidak hanya menyetujui usul tersebut tetapi juga lebih jauh mengusulkan

dilakukannya studi kelayakan tentang kemung

kinan perdagangan bebas antara ASEAN dan China Pertimbangannya adalah sesudah China menjadi anggota WTO maka pasar China akan

semakin terbuka Sementara itu ASEAN sedang

dalam proses menuju AFTA tidaklah mustahil untuk melakukan pengaturan perdagangan kedua belah pihak Di satu sisi ASEAN bisa menarik keuntungan dari liberalisasi dan pertumbuhan tinggi di China namun di sisi lain China bisa memperluas hubungannya dengan ASEAN melalui pemanfaatan mekanisme AFTA untuk memperluas pasar dan investasi di masa depan Zhu Rongji kemudian meresmikan usulan ASEAN China Free Trade Area ACFTA pada

pertemuan ASEAN 1 tahun 2001 di mana ASEAN menyambut positif tawaran tersebut Nampaknya tawaran FTA dari China ini semakin menegaskan arah dan langkah ASEAN dalam memperkuat integrasi di kawasan 4

Pengumuman di tahun 2001 tentang rencana

ASEAN dan China akan membentuk kawasan

perdagangan bebas dipandang sebagai suatu

kemajuan luar biasa dalam hubungan ASEAN China Tahun 2002 pada ASEAN China Summit ke 6 di Kamboja para pemimpin ASEAN dan perdana menteri China saat itu Zhu Rongji menandatangani Framework Agreement on The Comprehensive Economic Cooperation

Between The Association of South East Asian Nations and The People s Republic of China yang meresmikan komitmen ASEAN dan China

untuk memperkuat kerja sama ekonomi sekaligus sebagai landasan bagi kerja sama perdagangan

dalam sebuah kawasan perdagangan bebas yang

ditargetkan bisa dicapai pada tahun 2010 oleh ASEAN 6 yaitu Brunei Darussalam Filipina Indonesia Malaysia Thailand dan Singapura dan tahun 2015 oleh CLMV yaitu Cambodia

4 Yasmin Sungkar ASEAN China FTA Komitmen Dan Implikasi Ekonomi dalam Rama Shofi Inayati Ed ASEAN China FTA Akselerasi Menuju East Asia Community EAC

Jakarta LIPI Press 2006 hlm 45 46

(13)

Laos Myanmar dan Vietnam ASEAN sebagai sebuah organisasi belum pernah sebelumnya membuat semacam pakta dengan sebuah negara di luar ASEAN Sementara bagi China ACFTA Framework Agreement ini adalah perjanjian perdagangan bebas pertamanya dengan negara lain

Tujuan dari Persetujuan ACFTA ini Artikel 1 adalah untuk b

1 Memperkuat clan meningkatkan kerja sama ekonomi perdagangan clan investasi di antara

para pihak parties

2 Meliberalisasikan secara progresif dan me

ningkatkan perdagangan barang danjasa serta menciptakan suatu rezim investasi yang

transparan liberal dan mudah

3

Menggali bidang bidang baru dan langkah langkah pengembangan yang tepat untuk kerja sama ekonomi yang lebih erat di antara

para pihak clan

4 Memfasilitasi integrasi ekonomi yang lebih

efektif dari negara negara anggota ASEAN

yang baru clan menjembatani perbedaan

pembangunan di antara para pihak

Para pihak sepakat untuk menegosiasikan secepatnya pendirian ASEAN China FTA dalam 10 tahun dan memperkuat serta meningkatkan kerja sama ekonomi melalui hal hal sebagai berikut Artikel 2 1

1 Penghapusan secara progresif hambatan hambatan tarif dan nontarif dalam semua

perdagangan barang

2 Liberalisasi perdagangan barang dan jasa secara progresif dengan cakupan sektor yang

signifikan

3

Pendirian rezim investasi yang terbuka dan berdaya saing yang memfasilitasi clan men dorong investasi dalam perdagangan bebas

ASEAN China

4 Ketentuan perlakuan khusus clan berbeda

serta fleksibilitas untuk negara negara ang gota ASEAN yang baru

5 Ketentuan fleksibilitas bagi para pihak dalam negosiasi ASEAN China FTA untuk

Ibid

http www aseansec orgll 3196 htm diunduh pada 16 Agustus

2010

Ibid

menanggulangi bidang bidang yang sensitif dalam sektor barang jasa dan investasi di

mana fleksibilitas akan dinegosiasikan dan

disepakati bersama berdasarkan prinsip tim bal balik dan saling menguntungkan

6 Pembentukan langkah langkah fasilitasi

perdagangan dan investasi yang efektif ti

dak terbatas pada penyederhanaan prosedur kepabeanan dan pengembangan pengaturan pengakuan yang saling menguntungkan

7 Perluasan kerj a sama ekonomi dalam bidang bidang yang mungkin disepakati bersama di

antara para pihak yang akan melengkapi pen dalaman hubungan perdagangan dan investasi antara para pihak dan perumusan rencana rencana aksi clan program program dalam rangka mengimplementasikan kerja sama dari

sektor bidang yang telah disepakati

8 Pembentukan mekanisme yang tepat bagi

efektivitas implementasi persetujuan ini Proses penurunan tarif menurut kesepakatan

ACFTA ini dibagi dalam tiga tahap yaitu Early

Harvest Programme EHP jalur normal dan jalur sensitif Tabel 1

Hingga saat ini kemajuan proses menuju ACFTA dapat dilihat pada Tabe12

EHP mulai berlaku 1 Januari 2004 Produk

produk yang tidak masuk dalam skema EHP

harus dimasukkan ke skema jalur normal Tujuan dari EHP ini adalah untuk memfasilitasi pengu rangan tarif sebelum ACFTA diimplementasikan

secara penuh Salah satu aspek yang menarik

dari EHP ini adalah bahwa hampir seluruhnya bersifat one sided yaitu China membuat

konsesi langsung EHP mengizinkan produk ASEAN diekspor ke China dengan tarif yang

sangat longgar sehingga negara negara ASEAN mendapatkan keuntungan dari FTA bahkan sebe lum FTA tersebut diwujudkan Sebaliknya China mendapatkan pengurangan tarif untuk produk

pertanian tertentu Satu hal yang dikritisi dari

EHP ini adalah bahwa ia dinegosiasikan secara

bilateral antara China dengan masing masing

negara ASEAN Hal ini dikarenakan ASEAN tidak dapat mencapai konsensus di antara mereka

sendiri Filipina merupakan negara terakhir yang

memasuki EHP Mei 2005 Selain itu dengan memberikan akses kepada anggota ASEAN ke

pasar tertentu yang tidak terbuka bagi anggota

(14)

Tabel 1 Tahapan Penghapusan Tarif Bea Masuk

Tahap I Tahap 11 Tahap III

Early Harvest Program EHP Normal Track I dan II Sensitive Highly Sensitive List

Chapter 1 sampai dengan Chap

Sensitive List a Tahun 2012 maks

ter 8 yaitu Binatang hidup

Normal Track I Tarif akan men 20 b Pengurangan menjadi 0 5 Ikan Dairy product Tumbuhan jadi 0 pads tahun 2010 pada tahun 2018 Dengan 304 Produk Sayuran dan Buah buahan Normal Track II Tarif akan men HS 6 digit antara lain Barang Jadi Ku Kesepakatan Bilateral pro jadi 0 pads tahun 2012 lit Tas Dompet Alas kaki Sepatu Ca

duk spesifik antara lain Kopi sual Kulit Kacamata Alat Musik Tiup

Minyak Kelapa CPO Coklat Ba Petik Gesek Mainan Boneka Alat

rang dari karet dan Perabotan Olah Raga Alat Tulis Besi dan Baja

Tarif akan menjadi 0 pada Spare part Alat angkut Glokasida dan

tahun 2006 Alkaloid Nabati Senyawa Organik

Antibiotik Kaca Barang barang Plastik Highly Sensitive List Tahun 2015 tarifnya maksimum 50 Dengan 47 Produk HS 6 digit antara lain terdiri atas Produk Pertanian seperti Beras Gula Jagung dan Kedelai Produk In dustri Tekstil dan Produk Tekstil ITPT Produk Otomotif Produk Ceramic Tableware

Disampaikan oleh Gusmardi Bustami op cit

WTO maka hal ini memberikan keuntungan bagi anggota ASEAN sebagai first mover atas anggota WTO B

Implikasi bagi Indonesia

Framework Agreement on The Comprehensive Economic Cooperation Between TheAssociation

of South East Asian Nations and The People s Republic of China telah ditandatangani pada 4

November 2002 di Phnom Penh Pemerintah Republik Indonesia telah meratifikasi Persetu juan Kerangka Kerja mengenai Kerja sama

Ekonomi Menyeluruh antara ASEAN RRC tersebut dengan Keputusan Presiden Nomor 48

Tabun 2004 tentang Pengesahan Framework

Agreement on The Comprehensive Economic

Cooperation between The Association of South

East Asian Nations and The People s Republic

of China

Selanjutnya pelaksanaan EHP di Indonesia diatur dalam dua dokumen resmi yaitu Keputus an Menteri Keuangan No 355 KMK 01 2004 pada 21 Juli 2004 mengenai Ketentuan Tarif s Alyssa Greenwald The ASEAN China Free Trade Area

ACFTA A Legal Response To China s Economic Rise

http www law dlike ediilshelllcite pl I6 Dzike J Comp

Int 271 L 193 diakses pada 25 Agustus 2010

Impor atas EHP ACFTA dan Keputusan Menteri Keuangan No 356 KMK 01 2004 pada 21 Juli 2004 mengenai Ketentuan tarif di bawah EHP ACFTA Secara umum sebanyak 530 produk dicatatkan masuk ke dalam EHP ASEAN China dan 47 produk didaftarkan masuk ke dalam EHP Indonesia China Selain itu juga telah ditetapkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor

235 PMK 011 2008 tentang Penetapan Tarif Bea

Masuk dalam rangka ASEAN China Free Trade

Area yang menetapkan tarif bea masuk atas impor barang dari RRC dan negara negara ASEAN

dalam rangka ACFTA un tuk tahun 2009 2012

yang mulai berlaku 1 Januari 2009

Bagi Indonesia sebagai salah satu negara

anggota ASEAN yang menjadi pihak dari

perjanjian tersebut tentu harus menaati perjan

jian ACFTA ini Menurut prinsip prinsip yang

tercantum dalam kerangka perjanjian kedua

pihak harus secara bertahap menurunkan tarif produk yang kompetitif secara global lebih cepat daripada produk yang sensitif Korisekuensinya

Indonesia harus menghapus secara progresif semua hambatan tarif dan nontarif dalam semua

perdagangan barang Jika pada 2004 tarif bea

9 Menggugat Perjanjian Kerja sama ASEAN China Global Justice Update Tabun ke 7 Edisi ke 4 Desember 2009

(15)

Tabel 2 Kemajuan Proses ACFTA

No Kemajuan Tanggal

1 Penandatanganan Framework Agreement on Comprehensive Phnom Penh 5 November 2002 Economic Cooperation Between ASEAN and the People s Repub

lic of China PRC

2 China Thailand menandatangani China Thailand Early Harvest Juni 2003 Programme Agreement

3 Penandatanganan Protocol to Amend the Framework Agree Bali 6 Oktober 2003 ment on Comprehensive Economic Cooperation Between ASEAN

and the PRC sebagai jalan implementasi penuh EHP langkah pertama menuju ACFTA

4

Peluncuran Early Harvest Programme secara lengkap dan men

1 Januari 2004

cakup tarif khusus atas lebih dari 500 produk pertanian

5 Singapura masuk dalam China Thailand EHP Ketiganya sepakat Juni 2004 menghapus tarif buah dan sayur mulai 1 Januari 2005

6 Penandatanganan Agreement on Dispute Settlement Mecha Vientiane 29 November 2004 nism of the Framework Agreement on Comprehensive Economic

Cooperation Between ASEAN and the PRC

7 Penandatanganan Agreement on Trade in Goods of the Frame Vientiane 29 November 2004 work Agreement on Comprehensive Economic Cooperation

Between ASEAN and the PRC

8 China dan ASEAN memulai penurunan tarif bagi 7 000 komoditi Juli 2005 perdagangan

9 Penandatanganan Agreement on Trade in Services of the Frame Cebu Filipina 14 Januari 2007 work Agreement on Comprehensive Economic Cooperation

Between ASEAN and the PRC

10 Penandatanganan Agreement on Investment of the Framework Bangkok 15 Agustus 2009 Agreement on Comprehensive Economic Cooperation Between

ASEAN and the PRC

Disarikan dari Yasmin Sungkar op cit hlm 55 56

masuk ke Indonesia dalam skema ACFTA masih sebesar 9 9 maka pada 2010 ini sudah turun drastis menjadi 2 9 Tak pelak produk produk China kini semakin membanjiri pasar Indonesia

Inilah sebenarnya yang diserukan teru

tama oleh kalangan Usaha Kecil dan Menengah

UKM di Indonesia yang merasakan dampak langsung dari perjanjian ini Beberapa industri yang terkena dampak langsung dari FTA

dengan China ini adalah industri baja tekstil dan produk tekstil makanan dan minuman peralatan pertanian alas kaki elektronik mesin dan industri mesin 10 China sangat unggul dalam

Ibid

memproduksi tekstil dan garmen Sementara itu industri tekstil Indonesia pun belum sepenuhnya

pulih dari krisis ekonomi yang mendera tahun 1997 dan sekarang harus menghadapi gempuran

produk tekstil China Tidak mengherankan jika pasar pasar tekstil besar di Indonesia terutama di

Jakarta seperti Pasar Tanah Abang dan Mangga

Dua dipenuhi oleh tekstil dan produk tekstil

buatan China bahkan ada yang dikenal dengan batik China yang harganya juga lebih murah

Di tengah meningkatnya penjualan kain batik di Indonesia akhir akhir ini ternyata tidak semuanya merupakan produk dari sentra sentra batik di Indonesia karena China pun ikut bermain

Industri makanan dan minuman pun demikian Data Gabungan Pengusaha Makanan

(16)

dan Minuman Seluruh Indonesia GAPMMI menunjukkan impor makanan dan minuman selama tahun 2010 ini terus meningkat Januari 2010 mencapai 13 juta US dolar Februari 14 48 juta US dolar Maret 14 86 juta US dolar April 16 84 juta US dolar Mei 17 34 juta US dolar dan Juni mencapai 22 29 juta US dolar 11

Dari sudut pandang ekonomi sebenarnya China dan ASEAN lebih sebagai pesaing

kompetitor saw sama lain daripada bersifat

komplementer saling melengkapi

Padahal

salah satu tujuan utama membentuk kawasan perdagangan bebas adalah untuk memanfaatkan

komplementaritas yang ada Sifat kompetitif

dalam hubungan ASEAN China ditunjukkan dengan kenyataan bahwa ASEAN dan China

bukan saling menjadi pasar ekspor utama Indo

nesia pun demikian China menjadi tujuan ekspor

keempat Indonesia setelah UE Jepang dan AS

Kedua pihak baik China maupun Indonesia

masih berorientasi secara ekonomi terhadap

negara negara industri barat seperti UE dan AS

termasuk juga Jepang sehingga Indonesia dan China masih dan akan saling berkompetisi untuk

ekspor ke negara maju

Masalahnya tidak hanya itu saja fokus FTA dengan China pada sektor pertanian juga merupakan sebuah masalah besar Sudah lebih dari satu dekade sektor pertanian Indonesia

berada pada kondisi yang tidak menguntungkan

Lahirnya World Trade Organization WTO sejak 1 Januari 1995 secara otomatis mem bawa sektor pertanian masuk ke dalam kerangka perdagangan multilateral lewat Agreement on Agriculture AoA Indonesia sebagai salah satu anggota WTO tentu memiliki kewajiban untuk

meliberalisasi pasarnya secara bertahap Krisis ekonomi 1997 yang menghantam perekonomian

Indonesia semakin mempercepat proses liberal

isasi tersebut di mana Indonesia yang menjadi pasien International Monetary Fund IMF

dipaksa untuk mengadopsi Structural Adjustment

Procedure SAP sebagai resep yang harus

diikuti salah satunya adalah dengan liberalisasi perdagangan komoditas pertanian khususnya pangan Liberalisasi pangan kemudian dimulai tahun 1998 dengan mencabut subsidi pupuk melepas tata niaga pupuk dan menghapus

11 Produk Impor Mencemaskan Kompas 24 Agustus 2010

pembiayaan Kredit Likuiditas Bank Indonesia KLBI termasuk membuka kran impor beras

seluas luasnya yang tidak lagi dimonopoli Badan Urusan Logistik Bulog dan penerapan tarif

impor 0 Inilah benih ketergantungan Indonesia

terhadap impor pangan dari luar negeri hingga

saat ini l Masuknya sektor pertanian sebagai salah satu fokus dalam FTA dengan China ini tentu akan semakin membuat membanjirnya

bahan pangan impor dan terpuruknya sektor

pertanian Indonesia

Namun demikian penurunan tarif se

bagaimana tercakup dalam ACFTA juga dinik

mati Indonesia Hampir seluruh produk perikanan

asal Indonesia yang memasuki pasar China pada

tahun 2010 diturunkan tarif bea masuknya menjadi 0 dari tarif normal sekitar 17 5 Nilai ekspor perdagangan produk perikanan Indonesia ke China pada tahun 2009 diperkirakan sebesar 100 4 juta US dolar dan nilai impor sebesar 28 8 juta US dolar 13 Deputi Menteri

Koordinator Perekonomian Bidang Industri dan Perdagangan Edy Putra Irawady juga

menyebutkan bahwa ekspor produk makanan In donesia ke China meningkat tajam sejakACFTA Ekspor produk manggis selama Januari Mei 2010 naik 146

dibanding periode yang sama

pada tahun lalu dan menempati posisi per tama dalam impor China pada produk manggis Ekspor bubuk kakao cocoa powder menempati

urutan ke 3 pada impor China dengan pening

katan sebesar 289

dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu Ekspor produk kacang kacangan kering dan makanan kering naik

sebesar 5 35 dan produk perikanan beku frozen fish naik 47 73

dibandingkan periode yang

sama pada tahun lalu Namun di sisi lain masih

banyak produk lokal kita yang belum masuk ke

China sehingga terlebih dahulu diisi dari negara ASEAN lainnya seperti Malaysia dan Thailand Dari 50 produk impor utama China Indonesia masih mengambil porsi sedikit 14

12 Sugeng Bahagijo Globalisasi Menghempas Indonesia Ja

karta LP3ES 2006 hlm 227 228

13 Bea Masuk Produk Perikanan Indonesia ke China Nol Persen http unaryv aratar anews com bes ita 1265206618 bea masuk produkperikanan indonesia ke china nol persen diunduh pada 11 Oktober 2010

14 Banyak Celah Produk Indonesia ke Pasar China http www mediaindonesia com read 2010 07 01 152870 4 2 Banyak

(17)

Meskipun pelaksanaan ACFTA sebenarnya sudah lebih dahulu berjalan dalam bentuk EHP pelaksanaan normal track sejak 1 Januari 2010

ini menuai reaksi yang cukup keras di Indonesia terutama munculnya suara suara yang me nyatakan tidak siap Ketidaksiapan ini alasannya

beragam mulai dari kurangnya sosialisasi dari pemerintah mengenai implementasi ACFTA ketakutan akan tergerus oleh produk produk China dan akan menyebabkan hancurnya sek tor UKM serta hilangnya pekerjaan maupun performa sektor sektor industri di Indonesia

sendiri yang memang kurang kompetitif Padahal

kalau dirunut ACFTA telah ditandatangani pada tahun 2001 untuk diimplementasikan tahun 2010 padaASEAN 6 Artinya pemerintah sebenarnya

punya waktu yang cukup lama untuk me

nyosialisasikan ACFTA ini dan mempersiapkan

sektor sektor UKM agar bisa bersaing sambil membenahi infrastruktur yang akan menopang

efektifnya sektor perekonomian Indonesia Keti daksiapan ini bahkan memunculkan opini untuk menunda implementasi ACFTA ini di Indonesia meskipun menurut pemerintah hal itu tidak akan dimungkinkan

Menurut Sjamsul Arifin Direktur In ternasional Bank Indonesia keterlambatan dan kegagalan berbenah bisa melahirkan dua

konsekuensi pahit Pertama Indonesia tetap

memenuhi komitmen namun berisiko kalah

bersaing Kedua Indonesia ingkar janji dan minta penundaan dengan alasan belum siap dan

konsekuensinya akan mengakibatkan merosotnya kredibilitas Indonesia di mata internasional ls Tampaknya Indonesia memainkan skenario

pertama yaitu tetap memenuhi komitmen dan berisiko kalah bersaing Bukan pesimis namun

risiko ini bisa terjadi karena beberapa faktor Pertama Indonesia versus China sebenarnya

bukanlah lawan yang seimbang China adalah aktor global yang sangat diperhitungkan dewasa

ini China merupakan negara dengan produk domestik bruto GDP terbesar ketiga setelah AS

dan Jepang serta tidak menutup kemungkinan untuk menggeser posisi Jepang menjadi nomor

dua setelah AS China juga berhasil menunjukkan

Celah Produk Indonesia ke Pasar China diunduh pada 11 Oktober 2010

SYasmin Sungkar Op Cit hlm 66

daya tahan ekonomi negaranya ketika seluruh

negara terguncang akibat krisis keuangan global

tahun 2008 ia mampu menjaga tingkat pertum buhan ekonominya dan sukses menjalankan program stimulus ekonomi Robert Zoelick Direktur Bank Dunia bahkan mengungkapkan bahwa krisis global tersebut hanya dapat disele saikan oleh G 2 yaitu AS dan China China pada tahun 2009 telah mencapai tingkat pertumbuhan ekonomi sebesar 8 4 sementara Indonesia pada

tahun yang sama hanya sekitar 4 4

GDP per

capita China tahun 2009 telah mencapai US 6 500 sementara Indonesia hanya US 4 000 Angka kemiskinan di Indonesia pada tahun 2006 mencapai 17 8 sementara China pada tahun

yang sama hanya sekitar 2 8 Yang penting

dari poin ini adalah bahwa China terlebih dahulu membangun basis ekonomi nasionalnya sebelum ia membuka pintu seluas luasnya bagi dunia luar termasuk ketika ia memutuskan masuk ke WTO tahun 2001 Sementara itu Indonesia dengan

basis ekonomi yang masih rapuh justru sudah

jauh hari membuka pintu seluas luasnya bagi negara asing

Kedua kondisi domestik Indonesia sendiri

yang sebenarnya belum cukup kompetitif untuk bersaing Ini sebenarnya yang menjadi akar

permasalahan Belum pulihnya beberapa sektor industri akibat krisis ekonomi 1997 ditambah krisis global tahun 2008 membuat ketika produk China masuk beberapa sektor ini menjadi

kelimpungan seperti yang dihadapi industri tekstil Belum memadainya infrastruktur yang menopang efektivitas dan efisiensi produksi dan faktor pendukung daya saing lainnya

seperti jalan pelabuhan listrik dan suku bunga perbankan menyebabkan industri domestik tidak

kompetitif Sistem birokrasi yang ada terkadang

justru mempersulit industri lokal untuk maju

misalnya ada produk impor yang semestinya

bisa dibuat di dalam negeri tetapi dipersulit per izinannya Perizinan membutuhkan waktu lama sementara produk impor dibiarkan menyerbu pasar domestik 16 Menurut Studi Asia Founda

tion biaya distribusi di Indonesia paling mahal

di dunia yaitu 34 sen dolar per kilometer atau di dalam studi itu Rp3 093 00 kilometer Jika jarak Jakarta Surabaya 1 000 km maka ongkos truknya

16 Produk Impor Mencemaskan Kompas 24 Agustus 2010

(18)

Rp3 093 000 00 Di China dan Thailand hanya 22

sen dolar per kilometer sementara di Eropa hanya

setengah dari Indonesia Ekonomi biaya tinggi di Indonesia jika tidak dibenahi kekhawatiran sejumlah pelaku usaha terutama sektor UKM

bisa menjadi kenyataan produk lokal akan kalah bersaing dan terancam di negerinya sendiri serta menuju kebangkrutan dan menghasilkan pengangguran barn yang lebih masif

Ketiga pemerintah Indonesia nampak

nya kurang memikirkan efek jangka pendek

Pemerintah hanya memikirkan efek jangka

panjang yang memang kedua pihak akan saling

diuntungkan Studi Danareksa Research Institute mengenai ACFTA dan bagaimana dampaknya bagi ekspor Indonesia jika dilihat dari skenario satu yaitu Indonesia ikut di ASEAN Free Trade Area AFTA dan ACFTA dan skenario dua yaitu Indonesia hanya ikut dalam AFTA menun jukkan bahwa kalau Indonesia ikut keduanya maka akan mendapat keuntungan di China sekitar 3 4 miliar US dolar Kalau hanya ikut satu kita malah akan rugi sekitar 400 juta US dolar Potensi kenaikan ekspor Indonesia ke RRC masih jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan ekspor RRC ke Indonesia Apabila Indonesia tidak mengikuti FTA dengan RRC pasar Indo nesia justru terancam oleh ekspansi produk dari

ASEAN yang mendapatkan keuntungan atas tersedianya bahan baku atau produk antara yang

lebih murah dari RRC Akses Indonesia ke pasar

RRC terbatas dan kalah bersaing dengan negara ASEAN lainnya Dilihat pada dampak terhadap

kesejahteraan juga menunjukkan kalau Indonesia ikut keduanya maka kesejahteraannya jauh lebih tinggi daripada hanya mengikuti AFTA Jadi Indonesia diperkirakan akan mendapat kesejahteraan mencapai sekitar 734 juta USD 18

Namun dengan kondisi domestik yang masih

rapuh dan tidak ada antisipasi akan efek jangka pendek hal ini menjadi masalah tersendiri

Keempat kurangnya komunikasi konsultasi dan koordinasi antarpemangku kepentingan Disebut sebut bahwa pemerintahan Mega wati yang notabene menandatangani perjanjian ini melakukannya tanpa ada konsultasi dan persetujuan dari Dewan Perwakilan Rakyat

17 Disampaikan Thomas Darmawan Op Cit

Disampaikan oleh Gusmardi Bustami Op Cit

DPR 19 Faktanya perjanjian tersebut tidak pernah diratifikasi oleh DPR dan hanya dibuat dalam Keputusan Presiden No 4 Tahun 2008 Implementasi ACFTA ini juga tanpa konsultasi

yang serius dan ekstensif dengan pressure groups

domestik 20 Diseminasi skema EHP oleh peme rintah Indonesia dan jugaASEAN sendiri sangat minim sehingga hal ini mempersulit komunitas

bisnis untuk mengeksplorasi mekanisme EHP

tersebut Sosialisasi ini sangat terkait dengan

bagaimana koordinasi antara pemerintah dengan

sektor bisnis swasta Ada suatu asosiasi yang

mengaku bahwa sudah tahu mengenai ACFTA

ini sementara ada beberapa asosiasi yang

mengaku belum mendengar sehingga belum melakukan persiapan terkait peraturan peraturan

yang keluar sehubungan dengan FTA tersebut

Isu pemain barn baik di sektor swasta atau kalangan UKM maupun pejabat di kementerian terkait disinyalir sebagai penyebab masalah di sosialisasi ACFTA ini 21 Sementara koordinasi tidak hanya antara pemerintah dan sektor swasta tetapi juga antarinstansi pemerintah antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dan koordinasi antara regulasi dan penegakannya

enforcement Perkembangan otonomi daerah

di Indonesia yang memberi peran kepada daerah

dalam pengambilan keputusan dalam beberapa kasus ternyata kontraproduktif dengan upaya

mengkoordinasikan regulasi Seringkali yang

terjadi pemerintah kabupaten menetapkan

regulasi yang bertujuan untuk melindungi pengusaha lokalnya dengan j alan menetapkan

bea tambahan bagi produk pengusaha di luar wilayahnya Contohnya di Pacitan ada Peraturan

Daerah yang mengatur bahwa UKM dari Madiun

dan Magetan tidak boleh menjual makanan ke Pacitan untuk melindungi daerah kalaupun masuk dari Magetan ke Pacitan diharuskan untuk membayar 22

Kelima kurang tersedianya data yang akurat

dari pihak China sehingga pemetaan kebutuhan

Alexander C Chandra Indonesia di Tengah Kesepakatan FTAASEAN China Satu Kajian Kritis dalam I Wibowo dan Syamsul Hadi Ed Op Cit hlm 233

20Alexander C Chandra ASEAN China Free Trade Agree ment In or Out Indonesia s Dilemma AsiaViews January February 2010 hlm 19

Disampaikan oleh Thomas Darmawan Op Cit zz Ibid

(19)

pasar antara China dan Indonesia menjadi sangat minim Angka perdagangan China seringkali tak dapat dijadikan acuan Seringkali ekspor China

ke Asia Tenggara jauh lebih besar dari apa yang

dilaporkan di atas laporan neraca perdagangan zs

Data pasar China yang ada masih terbilang tidak cukup tersebar sehingga pelaku usaha nasional

masih harus meraba raba kebutuhan dan karak teristik pasar China Hal ini tentu mempersulit pembuat kebijakan di Indonesia untuk membuat

kebijakan yang tepat

Penutup

Perjanjian perdagangan bebas dengan China

dalam skema ACFTA memang bukanlah per janjian perdagangan bebas yang pertama bagi

Indonesia Namun perjanjian perdagangan bebas dengan China ini dirasa membawa

dampak yang lebih nyata seiring membanjirnya

produk produk China di pasar Indonesia Sifat

kompetitif dibanding komplementer di antara

keduanya menjadikan industri dalam negeri terutama sektor UKM di Indonesia menghadapi

tantangan yang sulit dan nyaris terpuruk Belum

lagi ditambah kondisi beberapa sektor industri

terutama tekstil yang belum pulih benar akibat

krisis ekonomi 1997 Kondisi ini belum lagi ditambah dengan ketidaksiapan infrastruktur

Indonesia yang akan menopang efektivitas

dan efisiensi produksi seperti jalan pelabuhan

dan listrik sistem birokrasi Indonesia yang

masih berbelit belit dan belum dibenahi hingga

suku bunga perbankan yang masih tinggi dan

belum mengalir ke sektor manufaktur dengan

kredit masih mengalir ke sektor konsumsi yang

berbasis investasi jangka pendek Semua masalah nampaknya bermuara pada kondisi domestik

Indonesia sendiri yang masih rapuh

Pemerintah memang telah melakukan

langkah langkah terkait persoalan ini Secara organisasional pemerintah menyiapkan tim

peningkatan daya saing yaitu Tim Koordinasi

Penanganan Hambatan Industri dan Perdagangan

SK Menko Perekonomian No Kep 42

M EKON 12 2009 dengan pengarah Menteri Koordinator Perekonomian dan para menteri

23 Alexander C Chandra Indonesia di Tengah Kesepakatan FTAASEAN China Satu Kajian Kritis dalam I Wibowo dan

Syamsul Hadi Ed Op Cit him 245

terkait dan tim pelaksananya adalah para pejabat Eselon I dari kementerian terkait dan pelaku

usaha Kamar Dagang dan Industri KADIN

dan Asosiasi Pengusaha Indonesia APINDO

serta 3 tim teknis yang fokus kepada tiga strategi

menghadapi ACFTA ini yaitu Penguatan Daya

Saing Global Pengamanan Pasar Domestik dan

Penguatan Ekspor ACFTA sendiri sebenarnya

bisa menjadi pendorong bagi UKM untuk lebih berdaya saing jika kehadiran barang impor didukung oleh kebijakan domestik yang tepat

Tentu sangat sulit bagi Indonesia untuk mundur dari kesepakatan ACFTA Penan datanganan perjanjian tersebut idealnya sejalan dengan strategi pemerintah dalam meningkatkan perekonomian bangsa Namun Indonesia tampaknya masih menghadapi persoalan me ngenai ketidakjelasan target pemerintah terkait

perdagangan bebas yang dilakukan

Saat ini bukan waktunya lagi untuk membi

carakan siap atau tidak kita akan implementasi

ACFTA ini karena mau tidak man ia sudah di

depan mata Yang harus dilakukan adalah

memperbaiki kondisi domestik seraya terus memperkuat kapasitas domestik kita Permasala

han sebenarnya ada pada diri kita sendiri yang belum kompetitif Ibarat berperang kita harus

tahu lawan kita siapa bagaimana karakternya

dan apa yang menjadi target kita sehingga kita mempunyai arah yang jelas dan mampu me

maksimalkan hasil Indonesia harus mempunyai strategi untuk menembus pasar China perbaikan

dan penguatan infrastruktur yang menopang

industri serta penguatan reformasi birokrasi

dan penciptaan regulasi yang benar benar pro terhadap industri domestik sebagai bagian

dari strategi Indonesia Indonesia harus punya

strategi workplan yang ketat dan hasil yang

terukur sehingga kita tidak tertelan oleh derasnya arus produk China

Daftar Pustaka

Bahagijo Sugeng 2006 Globalisasi Menghempas

Indonesia Jakarta LP3ES

Bea Masuk Produk Perikanan Indonesia ke China

Nol Persen http wwwantaranews com ber

ita 1265206618 bea masukprodukperikanan indonesia ke china nolPersen diakses pada 11 Oktober 2010

(20)

Banyak Celah Produk Indonesia ke Pasar China

http Www mediaindonesia com read 2OlO 0

7 01 152870 4 2 Banyak Celah Produk Indo nesia ke Pasar China diakses pada 11 Okto ber 2010

Chandra Alexander C 2010 ASEAN China Free Trade Agreement In or Out Indonesia s Di

lemma AsiaMews January February

Greenwald Alyssa The ASEAN China Free Trade Area ACFTA A Legal Response To Chi na s Economic Rise

dalam http wwwlaw duke edu shell cite pl 16 Duke J Comp

Int 2 71 L 193 diakses pada 25 Agus tus 2010

http www aseansec org 13196 htm diakses pada 16

Agustus 2010

Inayati Ratna Shofi ed 2006 ASEAN China FTA Akselerasi Menuju East Asia Community

EAQ

Jakarta LIPI Press

Menggugat Perjanjian Kerja sama ASEAN China Global Justice Update Tahun ke 7 Edisi ke 4 Desember 2009

Penandatanganan Plan ofAction Deklarasi Bersama

Kemitraan Strategis RI RRC http www dep lu go id be ing Pages Print aspx ListName E

mbassiesNews IDP 12 CID id ID diakses pada 16 Agustus 2010

Pointers Gusmardi Bustami dalam Round Table Dis cussion Indonesia di Tengah Pusaran Arus Perdagangan Bebas diselenggarakan oleh Pusat Penelitian Politik LIPI Jakarta 27 April 2010

Pointers Thomas Darmawan Round Table Discus sion Indonesia di Tengah Pusaran Arus Perda gangan Bebas diselenggarakan oleh Pu sat Penelitian Politik LIPI Jakarta 27 April 2010

Produk Impor Mencemaskan Kompas 24 Agustus 2010

Transkrip Round Table Discussion Indonesia di

Tengah Pusaran Arus Perdagangan Bebas dise lenggarakan oleh Pusat Penelitian Politik LIPI Jakarta 27 April 2010

Wibowo I dan Syamsul Hadi Ed 2009 Merangkul China Hubungan Indonesia China Pasca Soe harto Jakarta PT Gramedia Pustaka Utama

(21)
(22)

PENTINGNYA RATIFIKASI MADRID PROTOCOL DALAM MENGHADAPI PERDAGANGAN BEBAS DI ERA GLOBALISASI

01eh Trias Palupi Kurnianingrum

Abstract

Nowadays Indonesia and other developing countries can not be avoided and have to face the era ofgloba lization and trade liberalization which include free competition of the economy and the utilization of intellectual property In thefield of the protection of intellectual property rights similarity ofgoods and services traded across borders requires the existence of the concept of equal protection of law standards which underlies the importance of ratification ofMadrid Protocolfor Indonesia especially forfacing the challenges offree trade area today since the protection of trademarks are needed particularly for maintaining the fair competition and also prevent pla

giarism

Pendahuluan

Saat ini Indonesia dan juga negara berkembang

lainnya tidak dapat mengelak dan harus mengha dapi era globalisasi serta liberalisasi perdagangan

yang mencakup di antaranya persaingan bebas di bidang ekonomi termasuk di dalamnya per

saingan sumber daya alam dan pemanfaatan kekayaan intelektual Dalam kaitannya tersebut penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi

menjadi bagian yang sangat penting guna mendu kung kemampuan daya saing bagi semua produk industri yang dihasilkan pada era perdagangan

dan persaingan bebas tersebut

Dengan adanya General Aggrement on Tariff and Trade GATT yang notabene merupakan

kerangka perjanjian perdagangan multinasional bertujuan untuk menciptakan perdagangan bebas memberi perlakuan yang sama serta menciptakan

pertumbuhan ekonomi yang berasaskan libera

lisasi maka perdagangan dunia menjadi suatu

kenyataan yang tidak dapat dihindari Namun

dengan makin banyaknya kawasan perdagangan

bebas free trade area secara tidak langsung

justru menimbulkan permasalahan tersendiri hal ini dikarenakan banyaknya perjanjian atau

kontrak dagang antara para pihak yang terlibat di dalamnya salah satu yang patut mendapatkan perhatian adalah perlindungan hukum terhadap merek dagang trade mark baik barang maupun

jasa

Peranan merek di era globalisasi sangat

penting guna menjaga persaingan yang fair dan mencegah timbulnya plagiat yang pada

akhirnya justru dapat merugikan para pemilik

merek terdaftar yang sah Tidak dapat dipungkiri

bahwa proses globalisasi sangat memengaruhi

dunia usaha karena secara tidak langsung selain

memacu kreativitas para pelaku usaha juga dapat memunculkan adanya celah persaingan di dalamnya Globalisasi telah memberikan pengaruh besar dalam dunia usaha sehingga

menyebabkan arus keluar masuk barang maupun

jasa antarlintas negara dapat dilakukan dengan

mudah Secara tidak langsung globalisasi telah melenyapkan batas batas negara yang pada

akhirnya menimbulkan kesamaan keadaan di

setiap negara Perlindungan hukum atas merek

sangat dibutuhkan mengingat merek merupakan

hal penting dalam kegiatan bisnis

Perlindungan atas merek dibutuhkan dalam

menghadapi dunia usaha yang semakin kompetitif saat ini Perlindungan hukum terhadap hak milik seseorang yang diberikan oleh negara dirasakan sangat penting dalam konteks negara hukum z4 hal inilah yang kemudian dijadikan dasar bahwa

hak kekayaan intelektual HKI juga patut untuk dilindungi Ini karena kedua bentuk hak milik tersebut pada hakikatnya adalah sama yaitu

Lihat Pasal I ayat 3 Undang Undang Dasar Negara Republik

Indonesia Tahun 1945

(23)

sama sama menjadi obyek hukum atau sesuatu

yang dapat dimiliki oleh subyek hukum baik

sendiri maupun bersama sama

Dalam bidang HKI kesamaan barang dan jasa yang diperdagangkan lintas negara tersebut memerlukan adanya konsep dan standar hukum perlindungan yang sama Hal inilah yang kemudian menjadi hambatan atau kendala bagi Indonesia karena Undang Undang No 15 Tahun 2001 tentang Merek yang ada dirasakan

tidak dapat memberikan perlindungan dan

kepastian hukum terhadap para pelaku usaha khususnya bagi mereka yang ingin menj angkau

pasar internasional sebagai contoh banyaknya

eksportir produk kerajinan Bali yang tidak dapat menembus pasar Amerika lantaran produk yang

akan dipamerkan tersebut sudah didaftarkan

HKI nya oleh pihak asing atau produk pertanian kopi Gayo yang mengalami hambatan untuk

masuk ke pasar Belanda dikarenakan produk kopi tersebut ternyata sudah didaftarkan terlebih dahulu oleh pengusaha Belanda Bahkan produk kopi Gayo sudah dipatenkan sebagai merek

dagang oleh perusahaan multinasional MNC

Belanda contoh lain juga terjadi pada produk

kopi Toraja yang ternyata sudah dipatenkan oleh sebuah perusahaan Jepang

Melihat situasi di atas pendaftaran merek

internasional sangatlah penting dilakukan

mengingat saat ini Indonesia telah memasuki era

pasar bebas Hal inilah yang mendasari pentingnya

ratifikasi Madrid Protocol yaitu suatu konvensi

internasional di bidang merek khususnya untuk

pendaftaran merek secara internasional dengan

konsep dasar yang ditawarkan adalah satu aplikasi

merek akan mendapatkan perlindungan hukum di banyak negara Ini dengan kata lain akan mempermudah pendaftaran merek di sejumlah negara anggota hanya melalui satu aplikasi saja karena di era globalisasi dewasa ini perlindungan hukum atas merek sangat dibutuhkan dalam

dunia usaha Peranan merek relatif penting guna menciptakan kegiatan usaha yang fair dan mence

gah timbulnya plagiat di dalamnya Namun

seiring dengan keterbukaan era pasar bebas justru

menempatkan para pelaku usaha dalam negeri

dalam posisi lemah lantaran Undang Undang No 15 Tahun 2001 tentang Merek yang ada

dirasakan tidak dapat memberikan perlindungan

dan juga kepastian hukum terhadap mereka

Melalui tulisan ini akan dikaji permasalahan

sejauh mana pengaruh Madrid Protocol terhadap undang undang merek di Indonesia serta ham batan apa saja yang terjadi di dalamnya Masalah ini sangat penting mengingat undang undang merek yang ada belum memiliki peraturan yang komprehensif yang mengatur tentang pendaftaran merek secara internasional Tanpa adanya payung hukum yang j elas para pelaku usaha dalam negeri

akan kesulitan mendapatkan kepastian hukum apabila produk mereka diakui oleh pengusaha

asing Hal inilah yang mendasari pentingnya

ratifikasi Madrid Protocol dalam menghadapi free trade area di era globalisasi saat ini

Pengaruh Globalisasi terhadap Merek Merek memiliki arti penting dalam dunia usaha

karena seringkali konsumen mengaitkan suatu

imej kualitas barang maupun jasa dengan merek

tertentu Sebuah merek dapat menjadi kekayaan

yang berharga secara komersial Merck suatu pe rusahaan sering kali lebih bernilai dibandingkan

dengan aset riil perusahaan tersebut dikarenakan bagi pebisnis merek melambangkan citra

kesuksesan usaha yang dibangun dengan kerja keras serta modal yang tidak sedikit

Menurut Undang Undang No 15 Tahun 2001 merek adalah tanda yang berupa gambar

nama kata huruf huruf angka angka susunan warna atau kombinasi dari unsur unsur tersebut

yang memiliki daya pembeda dan digunakan dalam kegiatan perdagangan barang atau jasa 2s

Adapun menurut David A Aaker 26 merek adalah

nama atau simbol yang bersifat membedakan baik berupa logo cap atau kemasan untuk mengidentifikasi barang atau jasa dari seorang

penjual atau kelompok penjual tertentu Merek

dapat dianggap sebagai ruh bagi suatu produk barang atau jasa karena merek menggambarkan jaminan kepribadian dan reputasi barang serta

jasa hasil usahanya sewaktu diperdagangkan Jika dilihat dari sudut produsen merek digunakan sebagai jaminan hasil produksinya khususnya

2s Lihat Pasal 1 angka 1 Undang Undang No 15 Tahun 2001 tentang Merek

26 Pengertian merek lihat http id wikipedia org wiki merek

diakses pada 21 Juni 2010

Referensi

Dokumen terkait

Dalam Gambar 15 dapat dilihat grafik hubungan antara tegangan enable pin MEN driver motor dengan duty cycle PWM pada pin PWM 4 digital signal processor dari

Oleh karena itu pada penelitian ini dilakukan pembangunan aplikasi EKG yang dapat digunakan menggunakan media mobile sebagai alat untuk menampilkan data hasil test yang

Sanksi hukum orang yang menikahkan pelaku poligami tanpa izin pengadilan agama dalam tinjauan hukum Islam tidak ada perbedaan tidak ada perbedaan pelaku poligami dan orang

Dengan VB.NET gambar, teks, dan suara dapat dipadukan ke dalam perangkat komputer untuk kemudian diproses dan diolah sehingga menjadi suatu bentuk informasi yang ditampilkan

Hal ini dapat dilihat dari ucapannya, “Barangsiapa yang mencintai sesuatu tanpa ada kaitannya dengan mahabbah kepada Tuhan adalah suatu kebodohan dan kesalahan

Studi Tentang Konsumsi Pangan, Status Gizi dan Aktifitas Fisik saat Puasa dan Tidak Puasa pada Mahasiswa Putri Tingkat Persiapan Bersama Institut Pertanian

Lampirem II : Pembagian Auditan/Cakupan Wilayah Kerja Pembinaan dan Pengawasan Program tertentu pada Satuan Keija Perangkat Daerah Inspektorat Kabupaten Pacitan Tahun