• Tidak ada hasil yang ditemukan

Desain Interior Butik Dola Ap dan Niel Tend dengan Konsep Androgyny

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Desain Interior Butik Dola Ap dan Niel Tend dengan Konsep Androgyny"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

Abstrak— Dunia usaha jasa di Indonesia semakin berkembang menuju kearah yang lebih baik. Beberapa hal yang mempengaruhi perkembangan sektor jasa saat ini yaitu konsumen, pesaing, teknologi-inovasi, globalisasi, ekomoni, pemerintah, dan social-buadaya. Selain itu meningkatnya jasa juga dipicu oleh meningkatnya tuntutan konsumen terhadap kualitas, pelayanan jasa dan peningkatan produksi. Hal ini ditandai dengan banyak munculnya usaha-usaha jasa, salah satunya seperti Dola’Ap dan Niel Tend.

Dola’Ap dan Niel Tend adalah sebuah label usaha yang bergerak di bidang usaha jasa pembuatan busana kebaya dan penyewaan tenda yang berada dalam bangunan yang sama.

Penggabungan ke dua label usaha dalam satu bangunan ini dilakukan untuk mengembangkan usaha milik Dola’Ap dan meperkenalkan usaha jasa Niel Tend yang baru saja berdiri.

Metode desain meliputi pengumpulan data melalui pengamatan lapangan, kuisioner, dan wawancara langsung pada pemilik dan pengunjung / konsumen. Data yang terkumpul kemudian dianalisa terhadap elemen-elemen interiornya untuk mendapat konsep yang diinginkan.

Konsep yang dihadirkan pada interior Dola’Ap dan Niel Tend adalah penggabungan nuansa feminin-maskulin yang merupakan penerapan pada tema androgyny sebagai ciri khas ke dua label usaha ini yaitu Dola’Ap feminin dan Niel Tend yang maskulin diharapkan mampu menjadi sebuah konsep dan inovasi yang baru untuk menarik pengunjung / konsumen.

Kata Kunci—Androgyny, Feminin, Maskulin

I. PENDAHULUAN

erkembangan usaha jasa terutama pada industri jasa lifestyle memiliki prospek cerah dengan berkembangnya standar kehidupan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Usaha pelayanan jasa penyewaan perlengkapan yang menawarkan produk seperti tenda dan jasa pembuatan busana seperti kebaya dari waktu ke waktu pun mulai meningkat.

Pengguna jasa perlengkapan pada acara umumnya seperti pernikahan dapat dengan mudah mencari informasi tentang penyewaan atau pembuatan jasa tersebut dan mendatangi tempat penyedia jasa.

Dola’Ap merupakan salah satu jenis usaha pelayanan jasa pembuatan busana kebaya yang melihat peluang usaha jasa lain dalam bidang penyewaan tenda untuk mengembangkan potensi Dola’Ap pada bidang pelayanan jasa.

Mengalami perkembangan dengan menambah atau melebarkan usaha jasa penyewaan tenda, Dola’Ap yang memiliki butik berlokasi di Rungkut Asri Barat berusaha menggabungkan usahanya dan usaha penyewaan tenda dengan label yang berbeda bernama Neil Tend dalam satu tempat yang sama.

Hal ini menarik karena dibutuhkan image yang mampu menarik perhatian konsumen pada usaha jasa ini sebagai media promosi yang mampu memfasilitasi ke dua label usaha ini.

II. METODOLOGIPENELITIAN

Metodologi Desain adalah langkah awal yang digunakan dalam menguraikan hasil akhir desain. Metode penelitian mencangkup keseluruhan aktivitas mendesain hingga akhir.

A. Invertarisasi data

Tahap pengumpulan data-data mengenai obyek desain yang dilakukan melalui kegiatan survey lapangan dan wawancara serta literatur, baik cetak maupun elektronik.

a) Survey

Metode survey biasanya dikerjakan dengan membuat kuesioner. Survey dapat dilakukan dengan cara berkomunikasi dengan sumber data secara langsung ataupun tidak langsung. Survey dilaksanakan di Butik Dola’ap dan Niel Tend di jl. Rungkut Asri Barat, Surabaya.

b) Observasi

Observasi ini dapat dikerjakan dengan mengamati tanpa alat ataupun dengan alat, sebagai insider ataupun outsider.

c) Interview

Melakukan wawancara dengan owner untuk mengetahui keinginan dari obyek yang akan didesain.

d) Arsip

Pengumpulan data dari literatur, dokumen atau media massa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini : Field research, yang dilakukan dengan menyebatkan kuisioner yang berisi pertanyaan-pertanyaan yang bersangkutan dengan rancangan dan disebarkan disekitar lokasi atau ditempat-tempat tertentu yang terdapat banyak masa. Literature Survey, studi pustaka yang dilakukan dengan mempelajari artikel, buku-buku, dan data dari internet yang berhubungan dengan konsep dasar rancangan.

Desain Interior Butik Dola’Ap dan Niel Tend dengan Konsep Androgyny

Penulis Iris Sean Beatrice, dan Firman Hawari S.sn, M.ds

Jurusan Desain Produk Industri, Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)

Jl. Arief Rahman Hakim, Surabaya 60111 Indonesia

e-mail: [email protected]

P

(2)

B. Analisis Data

Pengolahan data dengan mengacu pada beberapa teori berkaitan dengan struktur konstruksi, ME, furniture, fungsi, dan estetika. Data yang sudah didapat kemudian di analisa dengan menggunakan metode deduktif, dimana data yang telah diperoleh tersebut dibandingkan kemudian diambil hal-hal positif dan yang berguna serta mempertimbangkan segi kekurangannya. Selain itu juga menggunakan metode komperatif, metode menggabungkan data untuk melakukan perbandingan data- data yang ada. Selanjutnya menyusun data-data tersebut sesuai judul tugas akhir desain interior.

C. Hipotesa

Merumuskan berbagai permasalahan yang menyangkut interior ruang commercial public space dan perencanaan kontribusi premis utama dan premis pendukungnya secara proporsional. Ide-ide awal dapat tertuang di tahap ini.

D. Desain Alternatif

Tahap menetapkan konsep/tema perancangan dan pengolahan ide desain untuk menghadirkan solusi yang terbaik dari berbagai permasalahan diatas serta kompilasi premis utama dan premis pendukung pada desainnya. Pokok bahasan ini didukung oleh beberapa teori yang berkaitan dengan struktur konstruksi, ME, furniture, fungsi, ergonomi, estetika, sejarah desain, komposisi bentuk, warna, material, dan tekstur

E. Desain Akhir

Merepresentasikan konsep desain ke dalam bentuk sketsa, gambar teknik, visualisasi 3D, dan animasi baik manual maupun digital dengan didukung oleh teori-teori gambar teknik, ergonomi, struktur dan konstruksi, dan estetika.

Gambar.1. Skema alur metode desain

III. URAIANPENELITIAN

A. Inverntarisasi Data

Objek Desain interior merupakan sebuah usaha jasa berupa pembuatan dan penyewaaan busana kebaya, serta penyewaan tenda yang terletak di Rungkut Asri Barat, Surabaya.

B. Analisa Data

Butik Dola’Ap dan Niel Tend yang terletak di daerah perumahan membuat objek desain tidak leluasa untuk melakukan perubahan dan perluasan bangunan, terlebih fungsi dari bangunan butik sendiri bergabung dengan rumah tinggal sehingga bentukan dan desain interior pada Butik Dola’Ap dan Niel Tend tidak maksimal.

C. Hipotesa

Dola’Ap yang bergerak pada usaha jasa pakaian kebaya sedangkan pada usaha Neil Tend yang bergerak di bidang usaha jasa tenda memiliki bidang usaha yang bertolak belakang namun saling berkaitan, kedua usaha ini menampilkan sisi dan ciri masing-masing. Seperti pada usaha Dola’Ap pada jasa pembuatan kebaya memberikan sisi lembut dan glamor pada produk-produknya, namun pada sisi lain sang desainer yang juga pemilik butik menampilkan sisi tegas dan berani pada baju-baju adibusana dibawah brand line Elok ReNapio. Begitu juga dengan produk Niel Tend yang juga memiliki sisi feminim pada produk-produk tenda pernikahan, dan sebaliknya menjadi sangat polos dan dingin pada tenda-tenda nauter / tenda biasa.

Dilihat dari ke dua usaha ini yang sangat fleksibel, maka tema yang dihadirkan mempunyai keterkaitan antara satu dengan yang lain, yaitu : Butik dengan nuansa androgyny.

D. Tema

Penggunaan tema androgynby diambil untuk menampilkan bentuk interior bangunan yang mampu mengkomunikasikan adanya dua label usaha yang berbeda yaitu Dola’Ap dan Niel Tend namun tetap saling berhubungan. Konsep feminine-maskulin pada desain interrior diterapkan pada penggunaan material dan elemen interior di dalamnya.

E. Konsep Desain

Keseluruhan konsep yang diterapkan pada desain interior Butik Dola’Ap dan Niel Tend adalah menciptakan desain interior dengan konsep androgyny yang kemudian dikembangkan berdasarkan latar belakang, permasalahan dan tujuan.

Karakter androgyny yang dikembangkan pada interior adalah pada bentukan berstruktur, padat, dan bersudut – maskulin, dan bentukan melengkung, dinamis, dan berdekorasi – feminin, yang dilengkapi dengan material yang memberi kesan feminim-maskulin.

Konsep Desain Objek Butik Dola’Ap dan Niel Tend

Permasalahan

Analisa Data

Pengermbangan Desain

Hasil Desain Pengumpulan

Data Data Non Teknis

Data pendukung mengenai butik, androgyny dan

tenda

Data Teknis Data mengenai

esisting, el.

Estetis, sirkulasi , utilitas

dll

- Data primer - Data sekunder - Merumuskan masalah - Tujuan

- Analisa data teknis - Analisa data non-teknis

- Ide awal - Sketsa

- Alternatif desain - Skema material

- Perspektif 3D - Gambar reknis - Animasi 3D

(3)

IV. HASILDESAIN 1) Konsep Ruangan

Bangunan dibagi menjadi beberapa ruang yaitu : - Ruang workshop Dola’Ap

- Dola’Ap VIP room - Dola’Ap display

- Area konsultasi dan marketing Niel Tend - Niel Tend display

- Toilet pengunjung - Dapur

- Loading Dock - Ruang Karyawam - Cafe outdoor

Gambar. 2. Denah Eksisting

Gambar. 3. Sirkulasi Eksisting

2) Konsep Bentuk

Konsep bentuk pada interior Butik Dola’Ap dan Niel Tend didominasi oleh bentukan utilitarian dan curvilinear.

Seperti yang dinyatakan oleh Baon, 1994 dalam ”In the BEM Sex Role Inventory”, karakter maskulin adalah dominant, aggressive, independent, dan strong.Maka bentukan yang diambil adalah utilitarian, di mana

dekorasi dibuat minimalis, bersih, berstruktur, dan memiliki garis keras/lurus.

Gambar. 4. Toyo Ito: Tod’s Omotesando Building

Sedangkan pada karakter feminin, menurut Baon, 1994, adalah gentle, warm, affectionate, dan sensitive. Maka bentukan yang diambil adalah angular, di mana bentuk elemen interior dibuat melengkung / tidak bersudut sebagai pengaplikasian karakter gentle dan sensitive pada sisi feminin interior.

Gambar. 5. Butik Magaza Dekorasyonu dan Maison Saad fashion store

Pada bentukan furnitur Dola’Ap dan Niel Tend, bentukan di dominasi curvilinear dan angular.Di mana furnitur dengan karakter feminin diaplikasikan dengan bentukan lebih berombak, mungil dan anggun. Dan pada karakter maskulin furnitur diaplikasin dengan bentukan yang secara visual padat dan berat, seta memiliki garis lurus.

Crate & Barrel Clara David chairs Williams S. S Randall chairs

Gambar. 6. Furnitur dengan karakter femnin dan maskulin

3) Konsep Material

Material yang digunakan adalah warm materials dengan material kayu dan HPL, sedangkan cool materials dengan stainless steel, dan besi dengan finishing brushed chrome, serta Aluminium Compossite Panel (ACP). Hal ini selaras dengan karakter androgyny menurut Aaron Betsky, Building Sex, 1995, bahwa male characteristic dalam bangunan adalah cold, appresive, impresive, sturdy, inhuman. Dan female dengan karakteristik comfort, pasion, natural, balance, pleasant, dan beauty.

(4)

West Elm Silhouette nightstand dan CB2 Harvey

Gambar. 6. Furnitur dengan material hangat dan dingin

4) Konsep Warna

Warna yang digunakan dalam desain interior Butik Dola’Ap dan Niel Tend, adalah warna hitam, putih, dan coklat. Penggunaan warna merah pada beberapa furnitur sebagai bentuk aksentuasi.

5) Konsep Pencahayaan

Konsep pencahayaan yang digunakan pada ruangan adalah dengan pencahayaan alami dan buatan.

Pencahayaan alami didapatkan dari jendela-jedela besar yang memang diletakkan pada area display. Selain sebagai sumber cahaya alami pada saat siang hari, jendela yang besar dimaksudkan agar konsumen dapat melihat display dari luar ban gunan. Sedangkan pencahayaan buatan pada ruang digunakan task light dengan spotlight gantung untuk mempertegas silhouette objek display dan general light dengan lampu downlight.

6) Konsep Penghawaan

Penggunaan penghawaan ruangan secara keseluruhan menggunakan penghawaan buatan yaitu dengan pemakaian Air Conditioning System berupa AC split.

V. HASILDESAIN A. Ruang Terpilih – Ruang Display Dola’Ap

Gambar. 7. Denah Display Dola’Ap

Area ruang display Dola’Ap yang terhubung dengan area voyer dan ruang VIP Dola’Ap memiliki luas sirkulasi sebesar 189 m². Fasilitas yang ada pada ruang display ini adalah round table dispay, sofa, changing room, armchair, lemari display, dan kasir.

B. Desain Akhir Ruang

Gambar. 8. Denah Display Dola’Ap

Interior display Dola’Ap didominasi dengan warna hitam, putih dan coklat. Pengaplikasian bentuk utilitarian terlihat pada bentuk lemari display, meja, plafon gantung pada area duduk ruang display, dan rak baju. Membentuk garis lurus/tajam dan berstruktur.

Bentukan curvilinear diterapkan pada elemen estetis round table display, dan elemen arsitektur pada pilar ruang yang di lapisi Aluminium Compossite Panel (ACP). Sedangkan bentukan angular diterapkan pada elemen furnitur, sofa, yang

(5)

didisain dengan straight back high arm dengan lengkungan yang memiliki sudut tajam.

Gambar. 9. Denah Display Dola’Ap

Material yang banyak digunakan pada furnitur ruang ini, adalah HPL dengan finishing glossy dan doft. Sedangkan untuk pilar/kolom dengan material besi finishing brushed chrome berwarna hitam. Pada lantai display digunakan material PVC Deco tile dengan tekstur parket kayu berwarna coklat tua.

Sebagian besar dinding sebelah kanan diisi dengan jendela-jendela setinggi plafon, hal ini untuk memberikan cahaya alami pada ruang dan juga sebagai area window display.

Penggunaan lampu task light terlihat pada area yang menjadi fokus tempat display Dola’Ap, dengan warna cahaya yang tidak terlalu kuat namun memberi kesan elegan.

Gambar. 10. Denah Display Dola’Ap

Pada area kasir, penggunaan material gypsum board finising HPL kayu berwarna coklat tua digunkan pada meja kasir serta dinding pembatas antara kasir dan area ruang ganti.

Gambar. 11. Denah Display Dola’Ap

Pada furnitur area tunggu ruang ganti, bentukan utilitarian dan curvilinear tetlihat pada arm rest dan head rest kursi.

Dudukan kursi yang padat dan memiliki lengkung namun berrstruktur pada area arm rest menunjukan karakteristik androgyny.

Gambar. 12. Denah Display Dola’Ap

Pada area tunggu ruang ganti penggunaan task lamp berupa spot light digunakan pada elemen estetis figura foto, sedangkan general lamp berupa downlight hanya sebagai penerang.

(6)

VI. KESIMPULAN/RINGKASAN

Dari pembahasan mengenai Desain Interior Butik Dola’Ap dan Niel Tend dengan Konsep Androgyny, dapat disimpulkan beberapa hal, sebagai berikut :

a) Dola’Ap dan Niel Tend merupakan dua usaha jasa yang

berbeda yang digabungkan dalam satu bangunan, di mana di dalamnya aktifitas ke dua usaha dilakukan di dalam bangunan yang sama.

b) Nuansa androgyny merupakan penggambaran ke dua label usaha, di mana Dola’Ap dan Niel Tend memiliki sisi fleksibel dalam menampilkan ciri feminin pada busana kebaya dan tenda pernikahan, dan ciri maskulin pada adibusana yang menampilkan sisi tegas dan berani pada busanannya, serta maskulin pada tenda outdor atau nouter.

c)

Secara keseluruhan tema androgyny manjadi salah satu sarana media promosi bagi Dola’Ap dan Niel Tend. Selain untuk memberi hasil desain interior yang berbeda, tema ini juga manjadi salah satu ciri dan keunikan pada interior ke dua usaha ini.

Dengan tema androgygy, sebagai media komunikasi ke dua label usaha dan media promosi, membuat desain Interior Dola’ap dan Niel Tend lebih menarik dan lebih mengkomunikasikan adanya ke dua label dalam bangunan.

UCAPANTERIMAKASIH

Penulis mengucapkan puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah melimpahkan rahmat, kasih, dan karuniaNya.

Serta semua perhatian dan dukungan yang telah diberikan kepada saya oleh orang – orang yang saya cintai dan hormati.

Kedua orang tua dan seluruh keluarga. Firman Hawari, S.Sn, M.Ds selaku dosen pembimbing Tugas Akhir. Anggri Indraprasti, S.Sn, M.Ds selaku dosen koordinatr Tugas Akhir.

Teman-teman seperjuangan tugaa akhir Desain Interior ITS dan keluarga besar despro angkatan 2009.

DAFTARPUSTAKA

[1] Ganaya Shivdasani 2012. “Anout Androgyny”, diambil dari http://diarynaea.blogspot.com/2012/03/about-androgyny.html pada tanggal 26 September 2012: 18.00 WIB.

[2] Rena Akbar, H, 2008, “Psikology Perkembangan Anak”, Gramedia Widiasarana Indonesia (Grasindo), Jakarta.

[3] Panero, Julius and Zelnik Martin. (1979). Human Dimension.& Interior Space. New York: Whitney Library of Design.

[4] BD+A Design, ICC, APPMI, 2012, “VirtuaLuxe trend forecasting 2013”, BD+Design.

[5] Neufert, Ernst. 2002, “Data Arsitektur (judul terjemahan)”, Erlangga, Jakarta.

[6] DreamWork Space: “Retail and Shop Design”, Chen Zong DesignerBooks, Wanchai, Hongkong.

Referensi

Dokumen terkait

Pada hari pertama sampai hari ke-7, gambaran karunkula (hypoechoic), lokia (anechoic), lapisan miometrium, dan endometrium (hypoechoic) yang dipisahkan oleh lapisan pembuluh

Contoh implementasi data mining seperti Analisa Pasar dan Manajemen (contoh: menembak target pasar, identifikasi kebutuhan customer), Analisa Perusahaan dan Manajemen Resiko

Strategi langsung yang paling sedikit digunakan followers dalam berkomentar pada akun instagram Jokowi adalah pada wacana politik ekonomi dan budaya... 3.2.2

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh media pop up terhadap hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi volume kubus dan balok kelas

Kebutuhan-kebutuhan yang dianalisis pada penelitian ini meliputi bagaimana alur perangkat lunak yang diinginkan, algoritma yang digunakan, antarmuka yang diinginkan,

Pemakaian volume tidal yang tinggi dapat menyebabkan kerusakan paru yang makin luas karena peningkatan tekanan jalan napas menyebabkan distensi yang berlebihan pada

dilakukan penelitian yang menguji hubungan tingkat pengetahuan siswa tentang mangrove dan keterampilan proses sains siswa dalam pembelajaran ekosistem terhadap

Alhamdulillah, Puji syukur kehadirat ALLAH SWT, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang atas segala limpahan Rahmat, Hidayah serta Ridho-Nya kepada penulis, sehingga