• Tidak ada hasil yang ditemukan

MATERI KULIAH BAHASA INDONESIA disini kalimat efektif

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "MATERI KULIAH BAHASA INDONESIA disini kalimat efektif"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Pengertian

(3)

Koherensi atau perpaduan,

yaitu kalimat efektif harus mudah dipahami dan memiliki hubungan yang logis atau dapat diterima oleh akal sehat.

Contoh :

Waktu dan tempat saya persilakan. (Kalimat ini tidak logis

karena waktu dan tempat adalah benda mati yang tidak dapat dipersilakan). Kalimat tersebut seharusnya : “Kepada bapak penceramah, saya persilakan untuk naik ke podium.”

Kepararelan atau kesejajaran,

yaitu penggunaan kata atau frase imbuhan yang memiliki

kesamaan, baik dalam fungsi ataupun bentuknya. Jadi jika bagian kalimat itu menggunakan kata kerja berimbuhan di-,

maka bagian kalimat lainnya juga harus menggunakan imbuhan di- pula.

Contoh : Anak itu ditolong pak Adi dan dipapahnya ke pinggir jalan.

(4)

Kehematan,

yaitu kalimat efektif tidak boleh menggunakan kata-kata yang tidak perlu dan setiap kata harus memiliki fungsi yang jelas.

Penggunaan kata-kata yang berlebihan justru akan

memperlemah dan menambah ketidakjelasan maksud dari kalimat itu.

Contoh : Bunga-bunga mawar, anyelir dan melati sangat

disukainya. (Pemakaian kata bunga-bunga dalam kalimat di atas tidak perlu karena kata mawar, anyelir, dan melati terkandung makna bunga.

Penekanan,

(5)

Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk memberikan penekanan adalah sebagai berikut :

1) Mengubah posisi dalam kalimat yaitu dengan cara

meletakkan bagian penting di depan kalimat. Contoh : Harapan kami adalah agar masalah ini dapat dibicarakan lebih lanjut. 2) Menggunakan partikel, penekanan bagian kalimat misalnya dengan penggunaan partikel lah, pun dan kah. Contoh : Kami pun turut berbahagia melihat prestasimu.

3) Menggunakan repetisi, yaitu dengan mengulang-uang kata yang dianggap penting. Contoh : Dalam membina hubungan antara suami dan istri, antara guru dan murid, antara orang tua dan anak, antara pemerintah dan rakyat, diperlukan adanya

komunikasi dan sikap saling memahami antara satu dan lainnya. 4) Menggunakan pertentangan yaitu menggunakan kata yang bertentangan atau berlawanan maksudnya dalam kegiatan yang ingin ditegaskan pada kalimat. Contoh : Anak itu tidak malas, tetapi rajin.

(6)

Kevariasian,

yaitu memiliki subyek,predikat, serta unsur-unsur lain ( O/K)

yang saling mendukung serta membentuk kesatuan

tunggal. Contoh : Di dalam keputusan itu merupakan

kebijaksanaan yang dapat membantu keselamatan

umum. Kalimat ini tidak memiliki kesatuan karena tidak

didukung subyek. Unsur di dalam keputusan itu bukanlah

subyek, melainkan keterangan. Ciri bahwa unsur itu

Referensi

Dokumen terkait

Tahap dalam perancangan dan pembangunan sistem dilakukan dengan merancang dan membangun sistem rekomendasi restoran menggunakan metode AHP dalam menghitung nilai bobot

Dalam hal ini kami mengambil contoh Hasil penelitian fertilitas pada masyarakat nelayan di daerah penelitian ini yang terendah terjadi pada rumah tangga nelayan yang belum memiliki

Praktek di lapangan menunjukkan bahwa pemerintah daerah sulit untuk melakukan pemanfaatan aset dikarenakan belum tertibnya pengelolaan aset yang dimiliki, sehingga selain

Adapun dimensi harapan supervisor /manajer dan tindakan promosi keselamatan, dimensi respon tidak menyalahkan terhadap error, dimensi dukungan manajemen terhadap

Program Studi D3 Teknik Informatika. Politeknik

Penelitian Tindakan Kelas ini bertujuan untuk membantu meningkatkan pemahaman siswa tentang keliliing dan luas di SD Negeri Gardusayang I Kecamatan Cisalak Kabupaten

• Bila ada edema (bengkak di kaki), tekanan darah tinggi, perlu mengurangi garam dan menghindari bahan makanan sumber natrium lainnya, seperti minuman bersoda, kaldu instan,

a) ASAS KESUKARELAAN  Pasal 16: (1) perkawinan didasarkan atas persetujuan calon mempelai  Pasal 17: sebelum berlangsungnya perkawinan, pegawai pencatatV. nikah