• Tidak ada hasil yang ditemukan

INVENTARISASI BMD. Roy Martfiyanto, AK.,Msi.,CA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "INVENTARISASI BMD. Roy Martfiyanto, AK.,Msi.,CA"

Copied!
85
0
0

Teks penuh

(1)

INVENTARISASI BMD

Roy Martfiyanto, AK.,Msi.,CA

(2)

Case Stories

Pemprov Jateng Kaji 17 Kasus Temuan BPK Kamis, 16 Juni 2016 | 10:28

Temuan lain dari BPK, mengenai pengendalian penyaluran insentif, pemungutan pajak Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Aset Daerah yang kurang memadai sehingga realisasinya tidak tertib serta belum didukung dengan data yang memadai.

Ganjar menyebutkan beberapa aset Pemprov Jateng yang belum jelas pendataannya adalah Masjid Agung Jawa Tengah yang

sesuai catatan hingga kini merupakan milik pemprov karena tidak ada satu pun yayasan yang mengelola, tanah dan

gedung Stasiun TVRI Semarang juga milik pemprov.

“BPK juga menyampaikan ke saya, ya kamu WTP (wajar tanpa pengecualian) tapi bereskan asetmu, bahkan ada ‘ancaman’ dari BPK, Jateng ‘nek ora bisa nyateti aset sesuk ora WTP’ (kalau tidak bisa mencatat aset, besok tidak WTP)

(3)

Case Stories

Selasa, 7 April 2015 | 15:58 WIB Ini Temuan BPK Saat Periksa Pemerintah Daerah

• Harry melanjutkan, dari situ BPK menemukan potensi kerugian daerah senilai Rp1,29 triliun yang terjadi di 43 pemerintah daerah. Salah satunya karena aset berupa mesin, peralatan, dan aset lainnya yang tidak diketahui

keberadaannya

• Dalam PDTT atas pengelolaan aset, kami menemukan kelemahan dalam pengelolaan aset daerah yang

berpotensi menimbulkan kerugian daerah. Aset berupa tanah, gedung dan bangunan, serta peralatan mesin

senilai Rp971,70 miliar dikuasai pihak lain, tidak dapat

ditelusuri, tidak diketahui keberadaannya, dan hilang belum diproses," ujarnya.

(4)

Case Stories

• Pemkot Manado telah menerima Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) BPK-RI tahun anggaran 2013.

Menariknya, dalam LHP itu Pemkot mendapat opini Wajar Dengan Pengecualian (WP) dari

target Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Target opini WTP belum terwujud, karena 31 temuan BPK mengganjal hal itu.

Salah satu temuan BPK di LHP yakni keberadaan aset pemkot senilai24.922.235.850 yang tidak tahu keberadaannya alias kabur sehingga perlu ditelusuri aset-aset tersebut.

http://harianmetro.co.id/index.php

(5)

Case Stories

• “Pengetahuan yang kurang tepat tentang prinsip pengelolaan barang/aset

daerah menunjukkan banyak kasus yang

sebenarnya dimulai dari salah kelola dan salah urus masalah aset, sehingga berdampak

kerugian yang tidak sedikit,” jelas Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Ismunandar

http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/94533-pengelolaan-aset-disesuaikan-dengan-regulasi.html

(6)

Case Stories

• “Beberapa permasalahan terkait dengan pengelolaan aset daerah adalah posisi akhir dan nilai aset. Ini menjadi masalah

klasik yang ditemui di beberapa pemerintah

daerah,”

http://www.kaltimpost.co.id/berita/detail/94533-pengelolaan-aset-disesuaikan-dengan- regulasi.html

(7)

PEDOMAN TEKNIS PENGELOLAAN BMD

Menkeu menetapkan Kebijakan Umum Pengelolaan BMN

Mendagri menetapkan Pedoman Teknis Pengelolaan BMD

PSL 69 AYAT (6)

Ketentuan mengenai Pedoman Teknis dan Administrasi Pengelolaan Barang Milik Negara /Daerah diatur dengan Peraturan Pemerintah

Diganti

(8)

8

▫ barang yang diperoleh dari hibah/sumbangan atau yang sejenis;

▫ barang yang diperoleh sebagai pelaksanaan dari perjanjian/kontrak;

▫ barang yang diperoleh berdasarkan ketentuan undang-undang; atau

▫ barang yang diperoleh berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap

(9)

PP 6 Th. 2006

a. Perencanaan Kebutuhan dan Penganggaran;

b. Pengadaan;

c. Penggunaan;

d. Pemanfaatan;

e. Pengamanan dan Pemeliharaan;

f. Penilaian;

g. Penghapusan;

h. Pemindahtanganan

i. Penatausahaan;

j. Pembinaan, Pengawasan dan pengendalian

PP 27 Th. 2014

a. Perencanaan Kebutuhan dan Penganggaran;

b. Pengadaan;

c. Penggunaan;

d. Pemanfaatan;

e. Pengamanan dan Pemeliharaan;

f. Penilaian;

g. Pemindahtanganan;

h. Pemusnahan;

i. Penghapusan;

j. Penatausahaan;

k. Pembinaan, pengawasan dan pengendalian.

LINGKUP PENGATURAN PENGELOLAAN BMD

(10)

SKEMA PROGRAM

PENGELOLAAN BARANG MILIK DAERAH

Pelaks Ktgsn Pengelolaan BMD

1. Masih terdapatnya barang milik daerah yang belum terinventarisasi secara benar.

2. Kualitas SDM pengelola BMD pada tingkat pengurus barang, penyimpan barang dan petugas akuntansi di SKPD, UPTD dan UPTLTD

yang masih perlu

ditingkatkan.

3. Kurang memadainya informasi potensi optimalisasi asset yang layak dipromosikan

4. Sistem informasi manajemen asset tetap yang masih perlu ditingkatkan.

Permasalahan Pengeloaan BMD

1. Program Pelayanan Administrasi

Perkantoran.

2. Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur

3. Program Peningkatan Kapasitas Sumberdaya Aparatur

4. Program Peningkatan Sistem Pengawasan

Internal dan

Pengendalian

Pelaksanaan Kebijakan Kepala Daerah

5. Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah

Program Hasil yang diharapkan

1. Meningkatnya Pelayanan PBD kepada SKPD dan Masyarakat

2. Meningkatnya Kualitas LKPD, khususnya pada neraca aset, dan dicapainya WTP

3. Meningkatnya kontribusi

terhadap pendapatan asli daerah

1. Pengadministrasian barang milik daerah yang didukung dengan Sistem Informasi Manajemen Asset Tetap.

2. Penggunaan dan

Pemanfaatan barang milik daerah secara optimal

3. Pelaksanaan monitoring

dan evaluasi

penatausahaan,

pembinaan pengelolaan barang milik daerah, penghapusan, serta melaksanakan tuntutan ganti rugi.

(11)

Mengapa BMD perlu dikelola ?

Kejelasan status kepemilikan BMD

Inventarisasi kekayaan daerah dan masa pakai BMD

Optimalisasi penggunaan dan pemanfaatan untuk peningkatan PAD

Antisipasi kondisi BMD dalam fungsi pelayanan publik

Pengamanan barang daerah

Dasar penyusunan neraca

Kewajiban untuk melaporkan kondisi dan nilai BMD secara berkala

Sebagai pertanggung jawaban pimpinan (pengguna anggaran dan kuasa pengguna anggaran)

(12)

Stu-Ka

TEMUAN BPK RI PERWAKILAN JATENG ATAS LAPORAN KEUANGAN DAERAH KABUPATEN XYZ TAHUN 2012 TERKAIT ASET DAERAH:

SALDO ASET LAINNYA PER 31 DESEMBER 2012 SEBESAR Rp. 14.237.264.238,00 TIDAK DAPAT DIYAKINI

KEWAJARANNYA

Total Aset Tetap Dinas X Kab. XYZ sebesar Rp.

423.160.689.509,00 tidak dapat diyakini kewajarannya

Pengurus Barang masing-masing Unit Kerja tidak

melaksanakan tupoksi penatausahaan barang milik daerah dengan baik

( BPK melihat neraca,), ASET TETAP 423.160.000 = Pengakuan ( Fisik ), Penilaian ( Nilai ) , Pelaporan ( Status )

(13)

Definisi secara formil

Inventarisasi adalah kegiatan untuk melakukan pendataan, pencatatan, dan pelaporan hasil

pendataan barang milik daerah (Pasal 1 Angka 48 Permendagri 19/2016)

UNTUK APA ??

(14)

Definisi Ilmiah (1)

Inventarisasi aset merupakan kegiatan yang terdiri dari dua aspek, yaitu inventarisasi fisik dan yuridis/legal. Aspek fisik terdiri atas bentuk, luas, lokasi, volume/jumlah, jenis, alamat dan lain-lain. Sedangkan aspek yuridis adalah status penguasaan, masalah legal yang dimiliki, batas akhir

penguasaan. Proses kerja yang dilakukan adalah pendataan, kodifikasi/labelling, pengelompokkan dan

pembukuan/administrasi sesuai dengan tujuan manajemen aset.

Siregar (2014:518-520)

(15)

Definisi Ilmiah (2)

Inventarisasi aset adalah kegiatan-kegiatan yang meliputi pendaftaran, pencatatan dalam daftar inventaris,

penyusunan atau pengaturan barang-barang milik negara atau daerah serta melaporkan pemakaian barang-barang kepada pejabat yang berwenang secara teratur dan tertib menurut ketentuan dan tata cara yang berlaku sehingga mempermudah dalam penyajian data kekyaan

negara/pemerintah daerah baik barang-barang tetap maupun barang-barang bergerak

Harsono, dkk (2004:163)

(16)

Contoh:

Kendaraan Dinas

Mengapa perlu inventarisasi ???

Persoalan klasik:

berapa jumlah kendaraan dinas

adakah yang berada di dalam penguasaan pihak lain yg tdk berhak (mantan pejabat misalnya)

(17)

Definisi Operasional

Inventarisasi adalah kegiatan untuk melakukan

pengecekan antara data administratif BMD dengan kondisi fisik BMD yang bersangkutan.

Maksud inventarisasi adalah untuk mengetahui jumlah dan nilai serta kondisi BMD yang sebenarnya, yang dikuasai

Pengguna Barang maupun Kuasa Pengguna Barang atas suatu obyek barang

(18)

Tujuan Inventarisasi (1):

Meyakini keberadaan fisik barang yang ada pada dokumen invetaris dan ketepatan jumlahnya

Mengetahui kondisi terkini barang (Baik, Rusak Ringan, dan Rusak Berat)

Melaksanakan tertib administrasi yaitu :

a) membuat usulan penghapusan barang yang sudah rusak berat.

b) mempertanggungjawabkan barang-barang yang tidak diketemukan/ hilang.

c) mencatat/membukukan barang-barang yang belum dicatat dalam dokumen inventaris.

(19)

Tujuan Inventarisasi (2):

Mendata permasalahan yang ada atas inventaris, seperti sengketa tanah, kepemilikan yang tidak jelas, inventaris yang dikuasai pihak ketiga

Menyediakan informasi nilai Aset Daerah sebagai dasar penyusunan Neraca atau menyajikan nilai koreksi Aset pada Laporan Keuangan Pemerintah Daerah

(20)

Obyek Inventarisasi

Barang yang dibeli atau diperoleh atas beban APBD; dan

Barang yang berasal dari perolehan lainnya yang sah, meliputi:

a) barang yang diperoleh dari hibah/sumbangan atau yang sejenis;

b) barang yang diperoleh sebagai pelaksanaan dari perjanjian/kontrak;

c) barang yang diperoleh berdasarkan undang-undang; atau

d) barang yang diperoleh berdasarkan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

Note:

Dalam rangka pertanggungjawaban hasil Inventarisasi BMD untuk tujuan pelaporan keuangan pada Neraca, pengelompokan BMD didasarkan pada kelompok aset tetap sebagaimana diatur di dalam PP No. 24 Tahun 2005 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP), yaitu terdiri dari:

Tanah

Gedung dan Bangunan

Peralatan dan Mesin

Jalan, Irigasi, dan Jaringan

Konstruksi dalam Pengerjaan

Aset Tetap Lainnya.

(21)

Inventarisasi sesuai Permendagri 19/2016

 Pasal 476

 Pasal 477

 Pasal 478

 Pasal 479

(22)

Output Inventarisasi

Buku Inventaris yang menunjukkan semua kekayaan daerah yang bersifat kebendaan, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak.

Buku inventaris tersebut memuat data meliputi lokasi, jenis/merk type, jumlah, ukuran, harga, tahun pembelian, asal barang, keadaan barang dan sebagainya, yang berguna untuk:

1) pengendalian, pemanfaatan, pengamanan danpengawasan setiap barang;

2) usaha untuk menggunakan memanfaatkan setiap barang secara maksimal sesuai dengan tujuan dan fungsinya masing-masing;dan

3) menunjang pelaksanaan tugas Pemerintah.

(23)

Dokumen2 yg Dibutuhkan

Kegiatan Pencatatan

Dokumen yang digunakan dalam kegiatan pencatatan adalah sebagai berikut:

a. Buku Induk Inventaris: kompilasi/gabungan Buku Inventaris.

b. Buku Inventaris (BI): himpunan catatan data teknis dan administrasi yang diperoleh dari Kartu Inventaris Barang hasil inventarisasi.

c. Kartu Inventaris Barang (KIB): kartu untuk mencatat barang inventaris secara tersendiri atau kumpulan/

kolektif yang diperlukan untuk inventarisasi atau tujuan lainnya selama barang tersebut belum dihapuskan.

(24)

Dokumen2 yg Dibutuhkan

Contoh KIB yang harus diselenggarakan antara lain KIB Tanah, KIB Gedung, KIB Kendaraan, dan KIB Lainnya.

d. Kartu Inventaris Ruangan (KIR): kartu untuk mencatat barang inventaris yang ada dalam ruangan kerja.

Note:

Dalam Inventarisasi, pencatatan kondisi inventaris dibagi dalam 3 kategori yaitu Baik, Rusak Ringan, dan Rusak Berat. Informasi kondisi barang diperlukan dalam proses penilaian inventaris dan berguna sebagai salah satu data dalam pengambilan keputusan mengenai inventaris oleh pihak pengelola, seperti penghapusan barang, perencanaan pengadaan, perencanaan pemeliharaan, dan lainnya.

(25)

Dokumen2 yg Dibutuhkan

Kegiatan Pelaporan

Dokumen yang berkaitan dengan pelaporan adalah sebagai berikut:

a. Daftar Rekapitulasi Inventaris: disusun oleh Kepala Daerah selaku Kuasa/Ordonator Barang dengan

menggunakan bahan dari Rekapitulasi Inventaris Barang yang disusun oleh Pengurus Barang Satuan Kerja/ unit Kerja

b. Daftar Mutasi Barang: memuat data barang yang berkurang dan atau bertambah dalam suatau jangka waktu tertentu, misalnya setiap 3 bulan (LMBT) atau setahun (LT1).

(26)

PENGGUNAAN &

PEMANFAATAN BMD

Roy Martfiyanto, AK.,Msi.,CA

(27)

Definisi formil

Penggunaan adalah kegiatan yang dilakukan oleh Pengguna Barang dalam mengelola dan menatausahakan barang milik daerah yang sesuai dengan tugas dan fungsi SKPD yang bersangkutan (Pasal 1 angka 31 Permendagri No. 19/2016)

Pemanfaatan adalah pendayagunaan barang milik daerah yang tidak digunakan untuk penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD dan/atau optimalisasi barang milik daerah

dengan tidak mengubah status kepemilikan (Pasal 1 angka 32 Permendagri No. 19/2016)

(28)

KONSEPSI PENGGUNAAN BARANG MILIK DAERAH

Pihak Lain Sekda

Selaku

Pengelola Barang S K P D

Selaku Pengguna Barang

Perolehan BMD

Penyelesaian Dok. Kepemilikan

Usul penetapan status penggunaan

Proses Penetapan

Penggunaan Sesuai Tupoksi

Barang Milik Daerah:

•Tidak sesuai Tupoksi

•Berlebih

SK penetapan status penggunaan

Tanah / bangunan yg telah diserahkan

Pemindahtanganan:

•Jual

•Tukar menukar

•Hibah

•PMD

Pemanfaatan:

•Sewa

•KSP

•BSG/BGS

•Pinjam pakai

Tindak Lanjut:

• Pengalihan Status Penggunaan

• Pemanfaatan

• Pemindahtanganan Tanah/bangunan

diserahkan kpd Pengelola Barang

(29)

PENGGUNAAN BARANG

PP 27 Tahun 2014

terdapat pengecualian Penetapan Status Penggunaan yang tidak dilakukan terhadap:

a. BMN/D berupa: barang persediaan; konstruksi dalam pengerjaan; atau barang yang dari awal pengadaannya direncanakan untuk dihibahkan.

b. BMN yang berasal dari dana dekonsentrasi dan dana penunjang tugas pembantuan, yang direncanakan untuk diserahkan;

c. BMN lainnya yang ditetapkan lebih lanjut oleh Pengelola Barang; atau

d. BMD lainnya yang ditetapkan lebih lanjut oleh Gubernur/Bupati/Walikota

PP 6 Tahun 2006

penetapan status penggunaan barang berlaku untuk seluruh BMN/D

Hal ini untuk menyederhanakan proses birokrasi. Misal, penggunaan barang

persediaan sangatlah cepat jika harus melewati proses penetapan terlebih dulu justru akan memperlambat proses penggunaan. Untuk barang dalam konstruksi dalam

pengerjaan pada dasarnya belum dapat digunakan sehingga tidak perlu penetapan.

Untuk BMN/D yang dari awal direncanakan untuk dihibahkan atau diserahkan memang seharusnya tidak boleh digunakan untuk kepentingan lain.

(30)

PENGGUNAAN BARANG

PP 27 Tahun 2014 menyederhanakan proses penetapan status penggunaan BMN/D sebagai berikut:

a. Pengelola Barang dapat mendelegasikan penetapan status Penggunaan BMN selain tanah/bangunan kepada Pengguna Barang/Kuasa

Pengguna Barang,

b. Gubernur/Bupati/Walikota dapat mendelegasikan penetapan status Penggunaan atas Barang Milik Daerah selain tanah dan/atau

bangunan dengan kondisi tertentu kepada Pengelola Barang Milik Daerah

c. Dalam kondisi tertentu, Pengelola Barang dapat menetapkan status Penggunaan Barang Milik Negara pada Pengguna Barang tanpa didahului usulan dari Pengguna Barang

Lebih lanjut mengenai ‘kondisi tertentu’ yang dimaksud dalam peraturan ini dapat dilihat di bagian Penjelasan Pasal 16 PP tsb

(31)

PENGGUNAAN BARANG

PP 27 Tahun 2014 bahwa :

BMN/D dapat dialihkan status penggunaannya dari Pengguna Barang kepada Pengguna Barang lainnya untuk penyelenggaraan tugas dan

fungsi berdasarkan persetujuan Pengelola Barang.

BMN/D yang telah ditetapkan status penggunaannya pada Pengguna Barang dapat digunakan sementara oleh Pengguna Barang lainnya dalam jangka waktu tertentu tanpa harus mengubah status Penggunaan

BMN/D tersebut setelah terlebih dahulu mendapatkan persetujuan Pengelola Barang/Gubernur/ Bupati/Walikota

Terdapat pengecualian kewajiban penyerahan BMN/D berupa tanah atau bangunan yang tidak digunakan apabila BMN/D tersebut telah

direncanakan untuk digunakan atau dimanfaatkan dalam jangka waktu tertentu yang ditetapkan oleh Pengguna Barang, untuk BMN, atau

Gubernur/Bupati/Walikota, untuk BMD

(32)

PENGGUNAAN: Dasar Hukum

 Pasal 43 sampai dengan

 Pasal 77

Permendagri No. 19 Tahun 2016

(33)

Stu-Ka

Temuan BPK terhadap penggunaan BMD adalah

 penggunaan BMD yang tidak sesuai tupoksi dan

 terjadinya inefisiensi

terdapat beberapa Barang Milik Daerah yang belum diserahkan status penggunaannya oleh Kepala

Daerah sebagai Pemegang Kekuasaan Pengelolaan

Barang Milik Daerah

(34)

Pengguna Barang Milik Daerah

Pengguna Barang Milik Daerah adalah Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), yang berwenang dan

bertanggung jawab untuk:

a) mengajukan rencana kebutuhan barang milik daerah bagi satuan kerja perangkat daerah yang dipimpinnya;

b) mengajukan permohonan penetapan status untuk penguasaan dan penggunaan barang milik daerah yang diperoleh dari

beban APBD dan perolehan lainnya yang sah;

c) melakukan pencatatan dan inventarisasi barang milik daerah yang berada dalam penguasaannya;

(35)

Pengguna Barang Milik Daerah

d) menggunakan barang milik daerah yang berada dalam penguasaannya untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi satuan kerja perangkat daerah yang dipimpinnya;

e) mengamankan dan memelihara barang milik daerah yang berada dalam penguasaannya;

f) mengajukan usul pemindahtanganan barang milik daerah berupa tanah dan/atau bangunan yang tidak memerlukan persetujuan DPRD dan barang milik daerah selain tanah dan bangunan

(36)

Pengguna Barang Milik Daerah

g) menyerahkan tanah dan bangunan yang tidak

dimanfaatkan untuk kepentingan penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi satuan kerja perangkat daerah yang dipimpinnya kepada gubernur/bupati/walikota melalui pengelola barang;

h) melakukan pengawasan dan pengendalian atas penggunaan barang milik daerah yang ada dalam penguasaannya;

i) menyusun dan menyampaikan Laporan Barang Pengguna Semesteran (LBPS) dan Laporan Barang Pengguna

Tahunan (LBPT) yang berada dalam penguasaannya kepada pengelola barang.

(37)

Penetapan Status Penguasaan dan Penggunaan Barang Milik Daerah

Penetapan status penggunaan merupakan penegasan pemakaian barang milik daerah yang ditetapkan oleh

Kepala Daerah kepada pengguna/kuasa pengguna barang sesuai tugas dan fungsi SKPD yang bersangkutan.

Gubernur/bupati/walikota melakukan pengelolaan barang milik daerah untuk:

1. digunakan oleh instansi/SKPD lain yang memerlukan dalam rangka penyelenggaraan tugas pokok dan fungsinya melalui pengalihan status penggunaan;

2. dimanfaatkan, dalam bentuk sewa, kerja sama pemanfaatan, pinjam pakai, bangun guna serah dan bangun serah guna; atau

3. dipindahtangankan, dalam bentuk penjualan, tukar menukar, hibah, penyertaan modal pemerintah pusat/daerah

(38)

Tujuan BMD ditetapkan statusnya

1) dipakaiuntuk penyelenggaraan tugas pokok dan fungsinya.

2) dioperasikan oleh pihak lain untuk menunjang

penyelenggaraan tugas pokok dan fungsi SKPD yang menyerahkan Barang Milik Daerah tersebut.

Contoh: Dinas Perhubungan membangun bandara

kemudian diserahkan operasionalnya kepada PT. Angkasa Pura

(39)

Tata cara penetapan status penggunaan

1) pengguna melaporkan barang milik daerah yang berada pada SKPD yang bersangkutan kepada pengelola disertai usul

penetapan status penggunaan;

2) pengelola melalui pembantu pengelola, meneliti laporan

barang milik daerah yang berada pada SKPD yang disampaikan oleh pengguna;

3) setelah dilakukan penelitian atas kebenaran usulan SKPD, pengelola mengajukan usul kepada Kepala Daerah untuk ditetapkan status penggunaannya.

4) penetapan status penggunaan barang milik daerah untuk melaksanakan tugas dan fungsi SKPD dan/atau dioperasikan oleh pihak lain dalam rangka menjalankan pelayanan umum sesuai tugas pokok dan fungsi SKPD yang bersangkutan;

(40)

Tata cara penetapan status penggunaan

5) penetapan status penggunaan ditetapkan oleh Kepala Daerah melalui Keputusan Kepala Daerah tentang Penetapan Status Penggunaan Barang Milik Daerah.

6) atas penetapan status penggunaan, masing-masing Kepala SKPD melalui penyimpan/pengurus barang wajib

melakukan penatausahaan barang daerah yang ada pada pengguna masing-masing

(41)
(42)

PEMEGANG KEKUASAAN PENGELOLAAN

BMD

GUBERNUR

PEJABAT PENGELOLA BMD

PENGELOLA BMD

SEKRETARIS DAERAH

PENGELOLA BMD

KEPALA SKPD PENGGUNA BMD

KUASA PENGGUNA

BMD KEPALA UPTD

PENYIMPAN BMD PENGURUS BMD

STAF SKPD/UPTD STAF SKPD/ UPTD

PEMBANTU

PENGELOLA BMD KA. DPPKA

(43)

Gub./Bupati/Walikota

Pemegang Kekuasaan PengelolaanBarang Milik Daerah

1. Menetapkan kebijakan pengelolaan BMD;

2. Menetapkan penggunaan, pemanfaatan atau pemindahtanganan tanah dan/atau bangunan;

3. Menetapkan kebijakan pengamanan dan pemeliharaan BMD;

4. Menetapkan pejabat yang mengurus dan menyimpan BMD;

5. Mengajukan usul pemindahtanganan BMD yang memerlukan persetujuan DPRD;

6. menyetujui usul pemindahtanganan, pemusnahan, dan penghapusan BMD sesuai batas kewenangannya;

7. menyetujui usul pemanfaatan BMD berupa sebagian tanah dan/atau bangunan dan selain tanah dan/atau bangunan; dan

8. Menyetujui usul pemanfaatan BMD dalam bentuk Kerja Sama Penyediaan Infrastruktur.

Pasal 5 PP 27 Tahun 2014

(44)

Sekretaris Daerah Pengelola BMD

1. Meneliti dan menyetujui rencana kebutuhan BMD;

2. Meneliti dan menyetujui rencana kebutuhan pemeliharaan/perawatan BMD;

3. Mengajukan usul Pemanfaatan dan Pemindahtangan BMD yang memerlukan persetujuan Gub/Bupati/Walikota;

4. Mengatur pelaksanaan penggunaan, pemanfaatan, pemusnahan, dan penghapusan BMD;

5. Mengatur pelaksanaan pemindahtanganan BMD yang telah disetujui oleh gubernur/bupati/walikota

atau DPRD;

6. Melakukan koordinasi dalam pelaksanaan inventarisasi BMD;

7. Melakukan pengawasan dan pengendalian atas pengelolaan BMD..

Pasal 5 PP 27 Tahun 2014

(45)

Kepala SKPD

Pengguna Barang/ Kuasa Pengguna Barang

1. Mengajukan rencana kebutuhan dan penganggaran BMD bagi SKPD yang dipimpinnya;

2. Mengajukan permohonan penetapan status penggunaan BMD yang diperoleh dari beban APBD dan perolehan lainnya yang sah;

3. Melakukan pencatatan dan inventarisasi BMD yang berada dalam penguasaannya;

4. Menggunakan BMD yang berada dalam penguasaannya untuk kepentingan penyelenggaraan tugas dan fungsi SKPD yang dipimpinnya.

5. Mengamankan dnn memelihara BMD yg berada dlm penggunaanya

6. Mengajukan usul pemanfaatan dan pemindahtanganan BMD berupa

tanah/bangunan yg tidak memerlukan persetujuan DPRD dan BMD selain tanah bangunan

7. Menyerahkan BMD berupa tanah / bangunan yg tidak digunakan untuk

kepentingan penyelenngaraan tugas pokok dan fungsi SKPD yg di pimpinnya dan sedang tidak di manfaatkan pihak lain kepada Gubernur/Bupati./walikota melalui Pengelola barang

Pasal 5 PP 27 Tahun 2014

(46)
(47)

Kepala UPTD

Kuasa Pengguna

berwenang dan bertanggung jawab:

a. mengajukan rencana kebutuhan BMD bagi unit kerja yang dipimpinnya kepada Kepala SKPD;

b. melakukan pencatatan dan inventarisasi BMD yang berada dalam penguasaannya;

c. menggunakan BMD yang berada dalam penguasaannya untuk kepentingan Tupoksi unit kerja yang dipimpinnya;

d. mengamankan dan memelihara BMD yang berada dalam penguasaannya;

e. melakukan pengawasan dan pengendalian atas penggunaan BMD yang ada dalam penguasaannya;

f. menyusun dan menyampaikan Laporan Barang Kuasa Pengguna Semesteran (LBKPS) dan Laporan Barang Kuasa Pengguna Tahunan (LBKPT) yang berada dalam

penguasaannya kepada Kepala SKPD yang bersangkutan.

(48)

Pengakuan Kepemilikan

Asset tetap diakui kepemilikannya setelah:

Adanya serah terima barang, atau

Terjadi perpindahan hak

kepemilikan, atau

Penguasaan secara sah yang didukung dengan bukti-bukti yang kuat

(49)

Cakupan Asset Tetap dari Segi Kepemilikan & Penguasaan

Dimiliki dan dikuasai Pemerintah

Dimiliki dan dikuasai BUMN/BUMD

Dimiliki tetapi tidak dikuasai Pemerintah:

Dikerjasamakan dengan Pihak Ketiga

Disewakan kepada Pihak Ketiga

Dikuasai pihak lain dengan izin sah

Dikuasai pihak lain tidak dengan izin sah

Milik Pemerintah tetapi tidak diketahui

Bukan milik Pemerintah tetapi dikuasai dan digunakan Pemerintah

(50)

Pengelolaan Barang Milik Daerah menurut

Permendagri 19/2016

1. perencanaan kebutuhan dan penganggaran

2. Pengadaan

3. Penerimaan, penyimpanan dan penyaluran

4. Penggunaan

5. penatausahaan

6. pemanfaatan

7. Pengamanan dan pemeliharaan

8. penilaian

9. penghapusan

10. pemindahtanganan

11. Pembinaan, pengawasan dan pengendalian

12. pembiayaan

13. TGR

(51)

1. PERENCANAAN DAN PENENTUAN KEBUTUHAN

Perencanaan dan Pentuan

Kebutuhan

ALASAN/PERTIMBANGAN:

- Mengetahui besaran organisasi dan personil

- Barang Rusak atau dihapus - Mutasi Staf

- Menjaga tingkat Persediaan barang - Pertimbangan Teknologi

Rencana Kebutuhan Barang ( RKBD ) dan rencana

Kebutuhan Pemeliharaan Barang ( RKPBD )

digunakan sebagai dasar penyusunan RKA SKPD

STANDARISASI BRG STANDARISASI KB STANDARISASI HRG

(52)

2. Pengadaan

Dilaksanakan berdasarkan prinsip efisien, efektif,

transparan dan terbuka, bersaing, adil/tidak diskriminatif dan akuntabel

Dilaksanakan oleh pejabat pengelola barang

Pengadaan BMD dapat dipenuhi dengan cara

pengadaan/pemborongan pekerjaan;

membuat sendiri (swakelola);

penerimaan (hibah atau bantuan/sumbangan atau kewajiban Pihak Ketiga);

tukar menukar; dan

guna susun (peningkatan kualitas dan kapasitas BMD).

(53)

3. Penerimaan & Penyaluran Barang

Penerimaan barang dilakukan setelah diperiksa oleh Panitia Pemeriksa Barang dengan membuat BA Pemeriksaan.

Panitia Pemeriksa Barang bertugas untuk memeriksa, meneliti, dan menyaksikan barang yg diserahkan sesuai dg persyaratan yg tertera dlm SPK atau kontrak / perjanjian

BA Pemeriksaan digunakan sebagai salah satu syarat pembayaran

Penyaluran barang / pendistribusian barang dilaksanakan

berdasarkan Surat Perintah Pengeluaran barang/ SPPB dengan Beraita Acara Serah terima

(54)

4. Penggunaan

Penetapan status penggunaan barang milik daerah pada

masing-masing SKPD dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut:

jumlah personil/pegawai pada SKPD;

standar kebutuhan tanah dan/atau bangunan dan selain tanah dan/atau bangunan untuk menyelenggarakan tugas pokok dan fungsi SKPD;

beban tugas dan tanggungjawab SKPD; dan

jumlah, jenis dan luas, dirinci dengan lengkap termasuk nilainya

(55)

KONSEPSI PENGGUNAAN BARANG MILIK DAERAH

Pihak Lain Sekda

Selaku

Pengelola Barang S K P D

Selaku Pengguna Barang

Perolehan BMD

Penyelesaian Dok. Kepemilikan

Usul penetapan status penggunaan

Proses Penetapan

Penggunaan Sesuai Tupoksi

Barang Milik Daerah:

•Tidak sesuai Tupoksi

•Berlebih

SK penetapan status penggunaan

Tanah / bangunan yg telah diserahkan

Pemindahtanganan:

•Jual

•Tukar menukar

•Hibah

•PMD

Pemanfaatan:

•Sewa

•KSP

•BSG/BGS

•Pinjam pakai

Tindak Lanjut:

• Pengalihan Status Penggunaan

• Pemanfaatan

• Pemindahtanganan Tanah/bangunan

diserahkan kpd Pengelola Barang

(56)

5. Penatausahaan

PEMBUKUAN

Mencatat pada KIB disesuaikan dengan Kebijakan Akuntansi terutama kapitalisasi dan menyimpan bukti kepemilikannya

INVENTARISASI

Pengguna Barang melakukan inventarisasi BMD 5 th sekali, yang hasilnya disampaikan kepada Pengelola Barang;

Persediaan dan Konstruksi Dalam Pengerjaan dilaksanakan inventarisasi oleh Pengguna Barang setiap tahun anggaran;

Laporan hasil inventarisasi disampaikan kepada Pengelola Barang.

PELAPORAN

Pengguna Barang menyampaikan LBPS dan LBPT kepada Pengelola Barang;

Pengelola Barang menyusun Laporan BMD untuk NERACA DAERAH.

(57)

KEGIATAN PENATAUSAHAAN BMD

(58)

PENATAUSAHAAN: Pembukuan (Pencatatan & Pelaporan)

PENYIMPAN BARANG PENGURUS BARANG PENGGUNA/KUASA PENGGUNA

Rencana Kebutuhan BMD

(RKBMD)

Rencana Kebutuhan Pemeliharaan

(RKPBMD)

Pengadaan Barang

Pemeliharaan Barang Penerimaan

Barang

Buku Penerimaan Barang (BPB)

Buku Pengeluaran Barang (BPnB)

Buku Barang Inventaris (BBI)

Buku Barang Pakai Habis

(BBPH)

Daftar Barang Pengguna/Kuasa

Pengguna (DBP/

DBKP) Buku Inventaris

(BI)

Kartu Barang (KB) Pakai Habis Kartu Barang (KB)

Inventaris

Kartu Persediaan Barang (KPB)

Inventaris

Kartu Persediaan Barang (KBP)

Pakai Habis

Laporan Semester Penerimaan &

Pengeluaran Barang Inventaris

Penyaluaran barang

Barang Inventaris

& Pakai habis dicatat terpisah

Dicatat per jenis barang (kuantitas)

Dicatat per jenis barang (kuantitas

& harga)

Laporan Semester Penerimaan &

Pengeluaran Barang Pakai

Habis

Laporan Mutasi Barang (LMB)

Kartu Pemeliharaan

Barang

Rekap Laporan Mutasi Barang

(RLMB)

Daftar Mutasi Barang (DMB)

Laporan Pemeliharaan

Barang

Rekap Daftar Mutasi Barang

(RDMB)

Laporan Barang Pengguna/Kuasa

Pengguna Semesteran (LBPS/LBKPS)

Laporan Barang Pengguna/Kuasa

Pengguna Tahunan (LBPT/

LBKPT) Laporan Pemeliharaan

Barang

(59)

PENATAUSAHAAN: Inventarisasi (Pencatatan & Pelaporan)

PENGURUS BARANG PENGELOLA/KUASA

PENGELOLA PENGGUNA/KUASA

PENGGUNA

Juknis Sensus

Kartu Inventaris Barang (KIB) A.

Tanah KIB B. Mesin &

Peralatan

Melakukan Inventarisasi

Barang

Kartu Inventaris Ruangan (KIR)

BUKU INVENTARIS (BI) KIB B. Mesin &

Peralatan

KIB D. Jalan, irigasi & jaringan

KIB E. Aset Tetap Lainnya KIB F. Konstruksi Dalam Pengerjaan

DAFTAR BARANG PENGGUNA/

KUASA PENGGUNA (DBP/DBKP)

BUKU INVENTARIS (BI)

DAFTAR BARANG MILIK DAERAH (DBMD)

BUKU INDUK INVENTARIS (BII)

Daftar Usulan Barang Yang Akan

Dihapus

Daftar Barang Milik Daerah Yang

Akan Digunausahakan

Daftar Usulan Barang Yang Akan

Dihapus

Daftar Barang Milik Daerah Yang

Akan Digunausahakan

Daftar Usulan Barang Yang Akan

Dihapus

Daftar Barang Milik Daerah Yang

Akan Digunausahakan Dilakukan tiap 5

tahun sekali

Inventarisasi dilakukan tiap tahun sekali bersama dengan barang persediaan

REKAP BI REKAP BII

REKAP BI

(60)

6. Pemanfaatan :

1.SEWA

2. PINJAM PAKAI

3. KERJASAMA PEMANFAATAN 4. BANGUN GUNA

SERAH atau

BANGUN SERAH GUNA

5. KERJASAMA PENYEDIAAN INFRASTRUKTUR

(61)

61

Manfaat Pemanfaatan

• Membuka lapangan kerja

• Meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar

• Menambah PAD

(62)

Ketentuan Sewa Menyewa Pinjam Pakai KSP BGS/BSG

Kerjasama penyediaan Infrastruktur Pokok

Belum/ tidak dimanfaatkan untuk jangka waktu tertentu Mendapatkan penerimaan negara atau menguntungkan negara

Mitra Semua Subyek

Hukum Pemerintah Semua Badan Hukum

Semua Badan Hukum

Semua Badan Hukum & koperasi

Jangka Waktu

5 tahun 5 tahun 30 tahun

30 tahun 50 tahun Dapat diperpanjang

Dapat

diperpanjang sekali

Dapat diperpanjang

Besaran Formula tarif Tidak dipungut biaya

Kontribusi tetap

Kontribusi tetap

Pembagian keuntungan

Pembagian kelebihan keuntungan

kontribusi barang (optional)

Plg sdkt 10%

bangunan du gunakna untk tugas

pemerintah

Penetapan Mitra Penetapan Pengelola

Penetapan Pengelola

minimal 5

peserta/ peminat

minimal 5 peserta/

peminat sesuai peraturan

(63)

63

1. S E W A

a. MENGOPTIMALKAN DAYA GUNA (Brg belum dimanfaatkan) b. MENGUNTUNGKAN PEMDA

c. PENYERAHAN HAK PENGGUNAAN

d. TDK MERUBAH STATUS KEPEMILIKAN

e. JANGKA WAKTU PALING LAMA MAKSIMAL 5 TH DAN DPT DIPERPANJANG f. DIATUR DLM SURAT PERJANJIAN

g. FORMULA BESARAN SEWA TIM PENAKSIR f. DITUANGKAN DLM PERJANJIAN SEWA MENYEWA

HASIL SEWA DISETOR KE KAS

(64)
(65)

65

2. PINJAM PAKAI

Adalah penyerahan penggunaan barang milik daerah kepada instansi pemerintah, antar pemerintah daerah, yang ditetapkan dengan Surat Perjanjian untuk jangka

waktu tertentu, tanpa menerima imbalan dan setelah jangka waktu tersebut

berakhir, barang diserahkan kembali

kepada Pemerintah daerah

(66)

1. Antara Pemerintah

- Pusat dengan Daerah.

- Daerah dengan Pusat.

- Daerah dengan Daerah

1. Jangka waktu paling lama 5 (lima) tahun, dapat diperpanjang sekali.

2. Tanpa menerima imbalan.

3. Tidak merubah status kepemilikan.

4. Biaya Ops dan Pemeliharaan ditanggung oleh Peminjam.

66

(67)

3. Kerjasama Pemanfaatan

(68)

Pemanfaatan Barang Milik Daerah berupa tanah oleh pihak lain dengan cara mendirikan bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya, kemudian didayagunakan oleh pihak lain

tersebut dalam jangka waktutertentu yang telah disepakati, untuk selanjutnya diserahkan kembali tanah beserta

bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya setelah berakhirnya jangka waktu

4. Bangun Guna Serah

(69)

Pemanfaatan Barang Milik Daerah berupa tanah oleh pihak lain dengan cara mendirikan bangunan dan/atau sarana berikut fasilitasnya, dan setelah selesai pembangunannya

diserahkan dan di catat dalam neraca selanjutnya didayagunakan oleh pihak lain tersebut dalam jangka waktu

tertentu yang disepakati

Bangun Serah Guna

(70)

Dilakukan antara pemerintah dan Badan Usaha, yaitu:

a. Perseroan terbatas;

b. BUMN;

c. BUMD; dan/atau

d. Koperasi.

Jangka waktu kerja sama penyediaan infrastruktur paling lama 50 tahun dan dapat diperpanjang

(71)

Contoh : Aset non operasional

untuk rekreasi

(72)

Aset luas disewakan untuk lapangan golf

(73)

Aset kolam renang untuk waterboom

(74)

Aset BUMD untuk hotel

(75)

7. Pengamanan & Pemeliharaan

(76)

PEMELIHARAAN BMD

(77)

8. Penilaian

Penilaian BMD dilakukan dalam rangka pengamanan dan penyusunan neraca daerah, pencatatan, inventarisasi,

pemanfaatan dan pemindahtanganan

Penilaian BMD berpedoman pada SAP

Kegiatan penilaian BMD harus didukung dengan data yang akurat atas seluruh kepemilikan barang milik daerah yang tercatat dalam daftar inventarisasi BMD

Penilaian tanah dan bangunan ditetapkan oleh Kepala Daerah melalui tim dan dapat melibatkan lembaga independen

bersertifikat

Penilaian BMD selain tanah dan bangunan oleh tim yang ditetapkan oleh pengelola barang dan dapat melibatkan lembaga independen bersertifikat

Penilaian kembali hanya di perbolehkan jika : 1).nilainya di ragukan, 2).nilainya Rp 1, 3). akan di kerjasamakan dengan pihak ketiga

(78)

Studi kelayakan

Aplikasi untuk bidang keuangan

Penetapan pajak atas properti

Transaksi properti

Laporan keuangan

Prospektus investasi

Proses likuidasi

Kompensasi pengambil-alihan

Sengketa hukum atas properti

Asuransi

TUJUAN PENILAIAN

(79)

9. Penghapusan

Dalam hal barang sudah tidak berada pada pengguna atau kuasa pengguna barang, beralih kepemilikannya, terjadi pemusnahan, atau sebab sebab lainnya

Pemusnahan barang dilakukan oleh pengguna barang sepengetahuan pengelola barang setelah mendapat persetujuan dari kepala daerah

Penghapusan barang milik Daerah :

barang tidak bergerak seperti tanah dan/atau bangunan

ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah setelah mendapat persetujuan DPRD

barang-barang inventaris lainnya selain tanah dan/atau bangunan sampai dengan Rp. 5.000.000.000,-00 (lima milyar rupiah)

dilakukan oleh Pengelola setelah mendapat persetujuan Kepala Daerah.

(80)

10. Pemindahtanganan

Pengalihan kepemilikan sebagai tindak lanjut dari penghapusan

Pemindahtanganan tanah dan bangunan serta selain tanah dan bangunan senilai >5milyar rupiah harus dengan persetujuan DPRD yang diajukan oleh kepala daerah

Pemindahtanganan tanah dan bangunan tanpa persetujuan DPRD jika;

Tidak sesuai lagi dengan peruntukan tata ruangnya

Anggaran pengganti telah tersedia

Diperuntukkan bagi pegawai negeri

Diperuntukkan untuk kepentingan umum

Dikuasai oleh negara berdasarkan keputusan pengadilan dan berkekuatan hukum

(81)

PEMINDAHTANGANAN

BMD yg diperlukan bagi penyelenggaraan tugas pemerintahan tidak dapat dipindahtangankan.

Bentuk pemindahtanganan :

Penjualan

Tukar menukar

Hibah

Penyertaan Modal

(82)

11. Pembinaan, Pengawasan, dan Pengendalian

Pembinaan

Pengawasan

Pengendalian

usaha atau kegiatan melalui pemberian pedoman, bimbingan, pelatihan, dan supervisi

usaha atau kegiatan untuk mengetahui dan menilai kenyataan yang sebenarnya mengenai pelaksanaan tugas dan/atau kegiatan, apakah dilakukan sesuai

peraturan perundangundangan

usaha atau kegiatan untuk menjamin dan mengarahkan agar pekerjaan yang

dilaksanakan berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan

(83)

12. Pembiayaan

Dalam pelaksanaan tertib administrasi pengelolaan

barang milik daerah, disediakan anggaran yang dibebankan pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah

Pejabat/pegawai yang melaksanakan pengelolaan barang milik daerah yang menghasilkan pendapatan dan

penerimaan daerah, diberikan insentif.

Penyimpan barang dan pengurus barang dalam

melaksanakan tugas diberikan tunjangan khusus yang besarannya disesuaikan dengan kemampuan keuangan

daerah dan ditetapkan dengan Keputusan Kepala Daerah.

(84)

13. Tuntutan Ganti Rugi

Setiap kerugian daerah akibat kelalaian,

penyalahgunaan/pelanggaran hukum atas pengelolaan Barang Milik Daerah diselesaikan melalui tuntutan ganti rugi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Setiap pihak yang mengakibatkan kerugian daerah dapat dikenakan sanksi administratif dan/atau sanksi pidana sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

Untuk pengamanan dan penyelamatan barang milik daerah, dilengkapi dengan ketentuan-ketentuan yang mengatur tentang sanksi terhadap pengelola, pembantu pengelola, pengguna/kuasa pengguna, dan penyimpan dan/atau pengurus barang berupa Tuntutan Ganti Rugi (TGR) yang karena perbuatannya merugikan daerah

(85)

Terima Kasih

Semoga bermanfaat

Referensi

Dokumen terkait

1 DPA SKPD - Badan Koordinasi Pemerintahan dan Pembangunan

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa karena berkat rahmat-Nya, penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul ‘ANALISIS STRATEGI PEMASARAN SUROBOYO

Kesimpulan yang dapat ditarik dari penelitian ini bahwa box beam memiliki kekuatan tekan yang lebih tinggi dari pada kayu solid dengan luas penampang yang

Skripsi ini membahas tentang pendidikan agama dalam keluarga buruh petani melati, dengan kondisi ekonomi dan pendidikan yang rendah memiliki keterbatasan dalam memberikan

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa metode persalinan untuk kejadian KPD paling banyak spontan 117 orang (70,5%) dibandingkan dengan SC 49 orang

Sehubungan dengan itu, Craig (2009: 43) menyifatkan peranan media massa dan Internet cukup berpengaruh dalam menjayakan kempen pilihan raya. Ini sekaligus menunjukkan

Bila tumpukan energi di daerah penujaman demikian besar, energi tersebut akan mampu menggoyang atau menggetarkan lempeng benua dan lempeng samudera di sekitarnya. Gayangan atau

dan sumber belajar yang relavan digunakan sesuai karakteristik peserta didik dan mata pelajaran yang diampu untuk mencapai tujuan pembelajaran secara utuh.. Menggunakan