• Tidak ada hasil yang ditemukan

NELAYAN JEPANG NIHON NO RYOUSHI KERTAS KARYA DISUSUN. Oleh: MASTA JUNITA HALOHO

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "NELAYAN JEPANG NIHON NO RYOUSHI KERTAS KARYA DISUSUN. Oleh: MASTA JUNITA HALOHO"

Copied!
45
0
0

Teks penuh

(1)NELAYAN JEPANG NIHON NO RYOUSHI KERTAS KARYA DISUSUN Oleh: MASTA JUNITA HALOHO 142203047. PROGRAM STUDI DIII BAHASA JEPANG FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN 2017. i UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(2) Disetujui oleh:. Program Diploma Sastra dan Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara Medan. Program Studi D III Bahasa Jepang Ketua Program Studi. Dr. Diah Syafitri Handayani, M.Litt NIP.197212281990032001. ii UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(3) PENGESAHAN. Diterima Oleh : Panitia Ujian Pendidikan Non-Gelar Sastra Budaya Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara Medan, untuk melengkapi salah satu syarat ujian Diploma III dalam Bidang Studi Bahasa Jepang. Pada. :. Tanggal. :. Hari. :. Program Studi D-III Bahasa Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara Dekan,. Dr. Budi Agustono, M.S NIP: 196008051987031001 Panitia Tugas Akhir : No.. Nama. Tanda Tangan. 1.. (. ). 2.. (. ). 3.. (. ). iii UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(4) iv UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(5) KATA PENGANTAR Segala puji dan syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat Kasih dan Karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan kertas karya ini, dimana kertas karya ini merupakan syarat dalam menyelesaikan pendidikan program studi Diploma III Bahasa Jepang dengan gelar Ahli Madya pada Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara. Kertas karya ini berjudul “ Nelayan Jepang”. Dalam penyelesaian tugas akhir ini penulis menyadari bahwa apa yang telah dimuat dalam kertas karya ini masih jauh dari kesempurnaan karena keterbatasan dan kekurangan pengetahuan penulis. Oleh sebab itu dengan segala kerendahan hati penulis mengharapkan kritik dan saran demi kesempurnaan Kertas Kaya ini. Kertas karya ini dapat disusun dan terlaksana karena adanya bantuan, arahan, nasehat, bimbingan dan dukungan dari banyak pihak yang banyak membantu penulis. Pada kesempatan ini penulis mengucapkan terimakasih kepada : 1. Bapak Dr. Budi Agustono, M.Si. selaku Dekan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara. 2. Ibu Dr. Diah Syafitri Handayani, M.Litt. selaku Ketua Jurusan Bahasa Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara. 3. Bapak Drs. Amin Sihombing. selaku dosen pembimbing yang telah meluangkan waktu dan pikirannya untuk membimbing dan memberikan pengarahan kepada penulis dalam menyelesaikan Kertas Karya ini.. i UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(6) 4. Kepada seluruh Dosen dan Staf pengajar Jurusan Bahasa Jepang Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara penulis mengucapkan terimakasih telah memberikan ilmu kepada penulis selama masa perkuliahan. 5. Teristimewa kepada keluarga saya yang sangat saya cintai, kedua orang tua saya Ayahanda M. Sihaloho dan Ibunda L. Sianturi yang telah memeberi kasih sayang, doa, dan dukungannya sehingga saya dapat menyelesaikan kertas karya ini. 6. Buat saudara kandung saya Dian Delima Haloho yang saya sangat sayangi terimakasih atas semua dukungan, semangat, motivasi, serta doa yang diberikan. 7. Kepada teman saya Dani F Hutabarat, Lufri Sitopu, Maria Conylove Silitonga, dan Anggiat Simanjuntak yang sering mendengar curhatan saya dan memberi saya semangat. 8. Kepada teman saya jurusan Bahasa Jepang stambuk 2014 yang saya sayangi dan teman seperjuangan saya. Terimakasih atas semangat dan kebersamaan kita selama 3 tahun ini. 9. Kepada semua pihak yang tidak dapat saya sebutkan satu persatu, Terimakasih atas bantuannya baik secara langsung maupun tidak langsung yang telah membantu sehingga terselesaikan Kertas Karya ini. Medan, juni 2017 Penulis,. Masta Junita Haloho NIM 142203047. ii UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(7) DAFTAR ISI KATA PENGANTAR ........................................................................................................ i DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................................ iv BAB I PENDAHULUAN 1.1 Alasan Pemilihan Judul .................................................................................................. 1 1.2 Tujuan Penulisan ........................................................................................................... 2 1.3 Batasan Masalah ............................................................................................................ 2 1.4 Metode Penulisan ........................................................................................................... 3 BAB II GAMBARAN UMUM NELAYAN JEPANG 2.1 Masyarakat Jepang ......................................................................................................... 4 2.1.1. Keadaan Alam ................................................................................................ 4 2.1.2 Keadaan Penduduk .......................................................................................... 6 2.1.3 Kegiatan Ekonomi ........................................................................................... 6 2.2 Nelayan Jepang ........................................................................................................... 9 2.2.1 Nelayan Tradisional...................................................................................... 11 2.2.2 Nelayan Modern ........................................................................................... 12. iii UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(8) BAB III KEHIDUPAN MASYARAKAT NELAYAN JEPANG 3.1 Pentingnya Nelayan Bagi Masyarakat Jepang............................................................. 15 3.2 Aktivitas Kerja Dalam Penangkapan Ikan .................................................................. 16 3.3 Rahasia Makmurnya Nelayan Jepang.......................................................................... 23 BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN 4.1 Kesimpulan .................................................................................................................. 25 4.2 Saran ............................................................................................................................ 26 DAFTAR PUSTAKA ABSTRAK. iv UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(9) BAB I PENDAHULUAN 1.1. Alasan Pemilihan Judul Jepang merupakan Negara maju yang tidak asing lagi untuk didengar di segala. penjuru dunia. Orang jepang, sebagaiman kita ketahui adalah orang–orang yang (termasuk) paling sukses di dunia. Mereka adalah orang yang memiliki tingkat disiplin yang tinggi, yang mendukung kesuksesannya. Jepang sebagai Negara maju dalam bidang ekonomi mampu memiliki PDB terbesar no 2 setelah Ameika Serikat. Dalam segi militer Jepang memiliki AEGIS Combat System untuk menjaga wilayah kedaulatan mereka. Dan dalam urusan perdagangan luar negeri, Jepang bereada dalam peringkat ke-4 sebagai Negara pengekspor terbesar dan peringkat ke6 sebagai negara pengimpor terbesar di dunia. Jepang juga dikenal dengan kecanggihan teknologi nya yang begitu hebat. Mulai dari barang barang elektronik yang sederhana sampai kepada barang barang elektronik yang canggih. Salah satu sektor yang sangat maju yaitu sektor perikanan. Jepang memiliki sumber laut yang sangat melimpah, sehingga konsumsi ikan masyarakat pun sangatlah tinggi. Jepang memiliki urutan kedua setelah Cina dalam presentase penangkapan ikan di dunia. Laut disekitar Jepang sangat banyak dengan ikan karena adanya pertemuan arus panas (Kurosyiwo) dan arus dingin (Oyasyiwo).. 1 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(10) Banyak aspek yang menjadi alasan para wisatawan asing dari berbagai Negara yang ingin pergi ke Jepang untuk menikmati segala keindahan yang ada disana. Tidak hanya melalui panorama alamnya yang sangat indah, tetapi kebudayaan masyarakat Jepang juga dijaga dengan sangat baik. Bahkan budaya secara tradisional maupun modern pun masih dijaga dengan baik. Makanan di Jepang juga tidak kalah popular nya dengan hal hal yang diatas.. 1.2. Tujuan Penulisan Adapun tujuan dari penulisan kertas karya ini adalah sebagai berikut : 1. Untuk memberi gambaran umum kepada pembaca bagaimana nelayan di Jepang 2. Untuk menambah wawasan mengenai cara dalam penangkapan ikannya.. 1.3. Batasan Masalah Batasan masalah yang dilakukan penulis agar tujuan tugas akhir sesuai dengan yang. diharapkan serta terarah maka penulis membatasi permasalahan yang ada yaitu hanya membahas tentang kehidupan masyarakat nelayan jepang, mulai dari kehidupan sehari hari, aktifitas kerja, dan cara penangkapan ikan.. 2 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(11) 1.4. Metode Penulisan Dalam penulisan kertas karya ini, penulis menggunakan metode kepustakaan. dengan mengumpulkan data dan informasi dari buku, internet dan rangkuman dan kemudian didekskripsikan kedalam kertas karya ini.. 3 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(12) BAB II GAMBARAN UMUM NELAYAN JEPANG 2.1 Masyarakat Jepang Jepang adalah sebuah negara kepulauan yang terletak di barat Samudra Pasifik. Negara ini dikenal dengan julukan “ Negeri Matahari Terbit “, karena orang Jepang dahulu adalah penyembah Matahari. Bahkan sampai sekarang pun mereka masih percaya Kaisar Jepang adalah keturunan Dewa Matahari. Selain itu Jepang juga dikenal sebagai Negeri Sakura, karena banyaknya tempat – tempat umum yang ditumbuhi bunga Sakura yang menjadi ciri khas negara Jepang. 2.1.1 Keadaan Alam Secara astronomis, Jepang teletak diantara 300 LU-460 dan 1280BT-1490BT. Adapun batas batas geografisnya adalah disebelah barat berbatasan dengan Laut Jepang dan selat Korea. Di sebelah Timur berbatasa dengan Samudera Pasifik, diutara berbatasan denga Laut Okhosk, dan disebelah Selatan Berbatasan dengan Laut Cina Timur dan Samudera Pasifik. Selain itu, Jepang juga bertetangga dengan beberapa Negara seperti China dan Korea di sebelah barat, Taiwan dan Philipina disebelah selatan, benua Amerika di sebelah timur dan Uni Soviet di sebelah utara. Ibu kota Negara ini adalah Kota Tokyo yang terletak di Pulau Honshu.. 4 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(13) Luas daratan Jepang kurang lebih sekitar 337.748 kilometer persegi dengan sekitar 71% daratannya merupakan daerah pegunungan. Sekitar 10% dari jumlah gunung yang masih aktif di dunia berada di Jepang dan gunung Fuji sebagai gunung tertinggi. Jepang adalah sebuah bangsa dimana geografinya terletak didaerah subtropis bagian Utara belahan Bumi, oleh karena itu mengenal empat musim yaitu musim panas (natsu) dan musim dingin (fuyu) yang diantarai musim gugur (aki) dan musim semi (haru). Jepang adalah Negara kepulauan yang terdiri dari empat buah pulau besar dan beribu pulau pulau kecil, pulau pulau besar tersebut adalah pulau Hokkaido, Honshu, Kyushu dan Shikoku. Pulau pulau tersebut terdiri dari daerah pegunungan yang langsung menghadap ke lautan Pasifik sebelah timur da laut Jepang di sebelah barat. Iklim daerah Jepang sebelah timur sangat berbeda dengan iklim Jepang sebelah barat. Sebelah timur menghadap lautan Pasifik oleh karena itu mempunyai karakteristik pantai yang curam dan berkelok kelok. Dan Jepang sebelah timur ini mendapatkan angin laut yang hangat dari lautan Pasifik sehingga apabila salju turun maka segera akan mencair, oleh karena itu hampir tidak didapati lapangan ski. Berbeda dengan Jepang bagian Barat yang mempunyai karakteristik pantai yang landau atau didapati pantai pasir. Kemudian karena angin darat yang dingin dari daratan Asia berhembus, sehingga cuaca dingin yang berkelanjutan mengakibatkan salju tidak segera mencair sehingga tumpukan salju dapat bertahan lama, dan mengakibatkan banyak ditemui lapangan ski.. 5 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(14) 2.1.2 Keadaan Penduduk Penduduk Jepang dikenal dengan sebutan bangsa Ainu yang secara fisik lebih mirip orang Eropa dibandingkan Asia. Namun sekarang bangsa Ainu asli sudah jarang dijumpai karena bercampur dengan pendatang dari Cina, Korea dan Asian Tenggara sejak zaman prasejarah. Penduduk asli Jepang banyak tinggal dipulau Hokkaido. Orang Jepang sangat menghormati tradisi leluhur, meskipun mereka juga sangat terbuka terhadap budaya dari luar. Terbukti sampai saat ini mereka masih menjalani tradisi minum teh, mandi air hangat, menundukkan kepala sebagai perwujudan rasa hormat dan persahabatan, memakai kimono dan menyelenggarakan sumo. Tradisi dan budaya Jepang yang sampai saat ini masih kita jumpai antara lain : 1)Seni mengkerdilkan tanaman yang disebut Bonsai, 2)Seni merangkai bunga yang disebut Ikebana, 3)Olahraga tradisional yang disebut Sumo, 4)Tradisi minum teh yang disebut Canayo. 2.1.3 Kegiatan Ekonomi Sektor – sektor yang mendukung perekonomian Negara Jepang antara lain sebagai berikut : 1) Pertanian. 6 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(15) Luas tanah di Jepang terbatas sehingga kegiatan pertaniannya dilakukan secara intensif dan mekanis. Hasil pertaniannya antara lain padi, gandum, teh, sutra, buahbuahan, sayuran dan tembakau. Dengan kemajuan teknologi yang ada dan keterbatasan lahan dikembangkan teknik bercocok tanam dengan media hidup tanpa mengguanakan tanah yang disebut hidroponik. Media hidupnya seperti busa, arang atau serabut kelapa. 2) Perikanan Jepang termasuk salah satu Negara yang memiliki armada perikanan terbesar didunia. Jepang adalah Negara pengimpor hasil laut terbesar didunia (senilai 14 miliyar). Penduduk Jepang yang paling gemar mengkonsumsi ikan. Industri perikanannya sangat maju karena didukkung oleh kondisi alam yang ada. Faktor-faktor pendukungnya antara lain mempunyai perairan laut yang kaya ikan. Di Tohuku dan Hokkaido Jepang merupakan tempat bertemunya arus panas kurosyiwo dan arus dingin oyasyiwo, menggunakan teknologi modern untuk penangkapan ikan, serta memiliki banyak pelabuhan alam untuk dermaga perikanan (teluk). Hasil ikannya sarden, salmon, tuna, paus, haring. 3) Perindustrian Mata pencaharian penduduk Jepang sebelum masuk era industrialisasi adalah petani dan nelayan. Sejarah industrialisasi Jepang dimulai sejak tahun 1880-an dengan didirikannya pabrik tekstil dan benang. Namun perkembangan industri sangat pesat terjadi sejak tahun 1920, dengan makin berkembangnya perusahaan raksasa seperti Mitsubishi, Mitsui, dan Sumitomo. Jepang memiliki kota-kota penting pusat 7 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(16) perekonomian dan pemerintahan yaitu Tokyo, Ginza, Osaka, Kyoto, Nagoya, dan Yatawa. Hingga saat ini, perekonomian Jepang bertumpu pada perdagangan dan industri yang menghasilkan motor, mobil, kapal laut, alat-alat elektronika, dan kereta api tercepat di dunia. Daerah-daerah yang dijadikan sebagai pusat-pusat industri Jepang dikelompokkan menjadi empat kawasan, yaitu sebagai berikut. a) Kawasan industri Keihin (di Dataran Rendah Kwanto) Kota industrinya meliputi Tokyo, Yokohama, dan Kawasaki. Hasil industrinya antara lain industri baja, elektronika, kertas, galangan kapal, peralatan listrik. b) Kawasan industri Hanshin (di Dataran Rendah Kinki) Kota industrinya meliputi Osaka sebagai tempat industri tekstil terbesar di Jepang, Kyoto sebagai pusat industri kerajinan, dan Kobe sebagai pusat industri mobil, besi baja, galangan kapal. c) Kawasan industri Chukyo (di Dataran Rendah Nobi) Kota industrinya Nagoya terdapat industri pesawat terbang, elektronika, lokomotif. Hamamatsu merupakan pusat industri peralatan musik. d) Kawasan industri Kitakyushu (di Pulau Khushyu) Kota industrinya meliputi Yutawa sebagai pusat industri baja terbesar di Jepang. Nagasaki pusat industri galangan kapal.. 8 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(17) Jepang saat ini telah menjadi negara industri maju dan terkemuka di Asia, bahkan menjadi negara industri kedua di dunia setelah Amerika Serikat. Kemajuan perindustrian Jepang didukung faktor-faktor sebagai berikut. a) Masyarakat Jepang memiliki tingkat disiplin yang tinggi dan suka bekerja keras. b) Memiliki susunan organisasi yang rapi dan teliti. c) Adanya perlindungan terhadap industri dari pemerintah. d) Memiliki modal dan tenaga kerja terampil yang memadai. e) Memiliki sistem kerja yang teratur dan menggunakan sistem siang malam. Faktor-faktor tersebut didukung oleh semangat kerja tinggi dan rasa percaya diri yang mampu mengimbangi bangsa Barat telah menjadikan Jepang sebagai negara terkemuka di dunia.. 2.2 Nelayan Jepang Nelayan adalah orang yang hidup dari mata pencaharian hasil laut. Masyarakat kampung nelayan sebagian besar mata pencahariannya adalah menangkap ikan dan hasil laut lainnya. Seperti pemeliharaan jenis – jenis rumput laut, jenis – jenis karang dan mutiara.. 9 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(18) a.Rumah Nelayan Rumah nelayan biasanya dibuat dipinggir laut . rumah perkampungan nelayan sebagian dibuat menghadap laut tetapi sebagian lainnya adalah rumah yang membelakangi gunung atau menghadap jalan raya. Rumah yang menghadap kelaut biasanya tidak mempunyai lantai, dengan maksud supaya kapal bisa masuk ke lantai satu rumah tersebut. Karena aktifitas lebih banyak dilakukan dikapal maka rumah sebagai tempat tinggal yang cukup sederhana. Dan karena dalam sejarah jepang nelayan adalah kelompok masyarakat yang gampang berpindah tempat maka peralatan rumah tangga nelayan juga tidak selengkap peralatan rumah petani atau rumah pedagang dan kelas masyarakat lainnya.. b.Aktifitas Kerja Jepang adalah Negara kepulauan yang dikelilingi lautan. Oleh karena itu banyak sumber makanan tradisional jepang berasal dari laut. Dalam penangkapan ikan di jepang ada banyak metode yang dilakukan.. 10 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(19) 2.2.1 Nelayan Tradisional Nelayan tradisional berarti nelayan yang secara turun temurun menangkap ikan menggunakan perahu tradisional tanpa sentuhan teknologi modern. Sehingga hasil tangkapannya pun sangatlah minim. Nelayan tradisonal di Jepang terkenal dengan alat ipponzuri (pancingan ) bukan jala. Artinya mereka hanya menangkap jenis ikan tertentu pada waktu tertentu, atau kadang ditentukan ukuran ikan yang diperbolehkan untuk ditangkap. Hal ini berhubung dengan pelestarian cadangan ikan dilaut. Namun dalam perkembangan penangkapan ikan sekarang, sudah dikenal peralatan yang sangat canggih. Namun teknik tradisional juga masih kelihatan dipergunakan oleh masyarakat tradisioal. Adapun ciri – ciri nelayan tradisional adalah sebagai berikut : -peralatan manangkap ikan masih menggunakan ipponzuri -rumah kecil dan gampang berpindah -alat – alat dibuat sendiri. Kehidupan nelayan bukan hanya menangkap ikan tetapi juga menanam rumput laut dan memelihara mutiara. Peternakan mutiara sangat terkenal di semenanjung Shima yang didirikan oleh. Mikimoto Koukichi (Nihonchiri 1989). Perusahaan ini menghasilkan. mutiara-mutiara yang sangat terkenal.. 11 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(20) Masyarakat nelayaan tradisional Jepang menyembah Dewa Ebisu untuk menangkap ikan. Dewa Ebisu dianggap sebagai Dewa keberuntunga dan juga merupakan penjaga laut dan melestarikan ikan-ikan dilautan. Dengan adanya penyembahan Dewa laut ini juga turut menentukan tatakrama menangkap ikan dilaut.. 2.2.2 Nelayan Modern Jepang memang dikenal dengan perakit teknologi yang sangat canggih sehingga para nelayan di zaman sekarang ini banyak yang tidak kesulitan untuk penangkapannya. Masyarakat nelayan di Jepang sudah banyak yang menggunakan alat - alat yang canggih dalam berlayar. Dulu, para nelayan mengandalkan perkiraan dan keberuntungan untuk mencari ikan, dan sampai saat ini pun masih banyak para nelayan yang berfikir demikian. Tetapi sekarang, dapat mencari ikan lebih cepat dan lebih banyak dengan bantuan teknologi. Berikut 5 teknologi canggih yang dipakai nelayan untuk melaut : 1) Sonar Sonar adalah alat pencari yang memanfaatkan gelombang suara. Alat ini dipasang dibagian bawah perahu. Sonar memanfaatkan gelombang suara untuk mengumpulkan informasi dasar laut. Caranya, sonar melepaskan gelombang suara. Gelombang suara akan merambat kearah yang telah ditentukan. Jika. 12 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(21) gelombang ini menabrak sesuatu, ia akan terpantul kembali ke alat penerima perahu. Pantulan inilah yang kemudian menjadi informasi. Kekuatan gelombang yang memantul tergantung keras tidak nya benda yang ditabrak gelombang itu. Pantulan gelombang itu lalu diolah menjadi warna – warna dalam layar monitor alat penerima. Daerah keras akan menghasilkan warna yang berbeda dari daerah lunak. Tubuh ikan tentu dapat memantulkan gelombang dengan kekuatan tertentu. Nelayan yang pintar dapat mengetahui warna mana yang menunjukkan ikan, mana karang dan lainnya. 2) GPS dan Pengetahuan Alam Salah satu alat penerima sinyal satelit adalah GPS (Global Positioning System ). Nelayan modern melengkapi perahunya dengan GPS. Ketika berlayar, maka dipandu oleh satelit kearah daerah yang banyak ikannya. Informasi yang dikirim satelit berupa gambar yang menunjukkan peta laut, seperti kedalaman, suhu air dan jumlah plankton. Dari situ nelayan bisa mengetahui dimana lokasi yang banayk ikannya. Para nelayan paham bahwa banyak terdapat ikan di daerah yang hangat dan banyak planktonnya. 3) Satelit Oceanografi Satelit ini cara kerjanya hampir sama dengan sonar. Bedanya informasi Satelit Ocanografi lebih lengkap dari pada sonar. Selain susunan permukaan dasar laut, satelit juga menyediakan informasi tentang suhu air laut dan numlah plankton. Informasi ini yang memancarkan gelombang sinyal ke alat penerima sinyal milik nelayan. 13 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(22) 4) Echo Sounder Warna gema sounder atau pencari ikan ini digunakan untuk mencari ikan dan menampilkan kedalaman dan kontur dasar laut. Informasi yang ditampilkan pada layar berupa perpaduan warna. Alat ini bekerja melalui pulsa/sinyal yang dikirim oleh transduser dalam lambung kapal. Sinyal tersebut dikirim kedasar laut dan dikirim kedasar laut dan dipantulkan ke atas dimana diterima oleh transduser yang sama. Keberadaan ikan pada radar digambarkan seolah – olah seperti denyut nadi, nyatanya adalah udara dikantung renang ikan yang membuat mereka terlihat oleh echo sounder. Warna ikan pada radar adalah warna orange tua. Namun, ikan memiliki minyak didalam kantung renang, sehingga kadang data tidak muncul dengan baik. 5) Net Recorder Alat ini bekerja sepanjang sisi warna echo sounder. Layar memberikan informasi khusus ke internet apabila ada ikan yang bergerak di bawah jaringan, dengan menggunakan data dari echo sounder kecil yang melekat pada jaring itu sendiri.. Perekam. warna. bersih. juga. dapat. mengukur. lebar. bersih,. kapasitas/jumlah dan bahkan suhu di mulut bersih/ujung jaring. Nahkoda yang berpengalaman dapat memberitahukan tidak hanya tentang beberapa banyak ikan yang berhasil ditangkap, tetapi juga jenis ikan yang ditangkap.. 14 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(23) BAB III KEHIDUPAN MASYARAKAT NELAYAN JEPANG. 3.1 Pentingnya Nelayan Bagi Masyarakat Jepang Nelayan sangatlah penting bagi masyarakat di Jepang. Tidak hanya di Jepang saja, tetapi dinegara lain pun sama. Mengapa para nelayan dikatakan penting bagi masyarakat di Jepang, itu dikarenakan masyarakat di Jepang hampir 90 % mengkonsumsi ikan. Salah satu kota nelayan di Jepang adalah pulau Sugashima. Pulau Sugashima hanyalah sebuah pulau kecil yang luasnya 4,5 km2, termasuk dalam bagian kota Toba, Perfecture Mie. Orang Jepang yang bukam berasal dari Perfecture Mie pun awam dengan daerah ini. Mereka hanya mengunjungi kota Toba yang terkenal dengan penghasil mutiara Mikimoto dan mengunjungi kuil Shinto Ise, yang tersohor salah satu tempat lahirnya Tuhan versi kepercayaan Shinto. Pulau Sugashima ini terkenal sebagai tempat penghasil Ise Ebi, udang lobster dan rumput laut. Begitu turun dari ferry di dermaga, dari sini cerita bermula. Kita hanya bias menyusuri pulau Sugashima hanya sekitar 2 jam dengan berjalan kaki. Hanya kira – kira 30 % saja dari wilayah pulau Sugashima yang didirikan rumah. Selebihnya, dimanfaatkan sebagai tempat untuk mengelolah hasil laut, ikan dan rumput laut. Dan si bagian perbukitan dimanfaatkan sebagai ladang.. 15 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(24) Sebagi kota nelayan yang hanya berpenduduk 1145 jiwa (224 KK) , ada 650 sektor jiwa berusia lanjut. Sebagian besar bermatapencaharian sebagai nelayan. Yang bukan sebagai nelayan, bekerja sebagai pekerja kantoran dipusat kota Toba.. 3.2 Aktivitas Kerja Dalam Penangkapan Ikan Jepang memiliki cara penangkapan ikan yaitu model penangkapannya itu pakai kuota. Pemerintah jepang mempunyai log book dan sistem untuk memonitoring hasil penangkapan. Berikut adalah alat – alat dan kapal yang digunakan dalam penangkapan ikan. a) Pancingan (Long Line) Pancingan adalah alat penangkapan ikan yang terdiri dari sejumlah utas tali dan pancing. Setiap pancing menggunakan umpan atau tanpa umpan, baik umpan dan alami maupun umpan buatan. Alat penangkap ini termasuk kedalam klasifikasi pancing, yaitu rawai (long line) dan pancing. b) Perangkap Perangkap adalah alat penangkapan ikan berbagai bentuk yang terbuat dari jaring, bambu, kayu dan besi yang dipasang secara tetap di dasar perairan atau secara portable (dapat dipindahkan) selama jangka waktu tertentu. Umumnya ikan demersal terperangkap atau tertangkap secara alami tanpa cara penangkapan khusus.. 16 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(25) c) Penangkapan ikan dengan pecuk Praktek ini memanfaatkan burung pecuk. (cormorant) yang memiliki naluri. menangkap ikan. Burung ini dipelihara dan dilatih utuk menangkap ikan. Cincin besi diletakkan dileher agar burung tidak memakan ikan besar, namum bisa memakan ikan kecil. Ikan yang besar dikumpulkan nelayan. Namum praktek ini sudah sangat jarang , dan kini diberdayakan sebagai warisan budaya dan daya tarik wisata. d) Lift Net (jaring angkat) Jaring angkat dioperasikan dengan menurunkan dan mengangkatnya secara vertikal. Jaring ini bisasanya dibuat dengan bahan jaring nilon yang menyerupai kelambu, karena ukuran mata jaringnya yang kecil (sekitar 0,5 cm). Jaring kelambu kemudian diikatkan pada bingkai bambu atau kayu yang berbentuk bujur sangkar. Dalam penggunaannya jaring angkat sering menggunakan lampu atau umpan untuk mengundang ikan. Biasanya dioperasikan dari perahu, rakit,bangunan tetap, atau langsung. Dari bentuk dan cara penggunaannya, jaring angkat dapat mencakup bagan perahu, bagan perahu, bagan tancap (termasuk kelong) dan serok e) Gill nets Gill nets atau jaring insang merupakan salah satu jenis alat tangkap. Pada umumnya, Gill nets ialah jaring berbentuk empat persegi panjang, mempunyai mata jaring yang sama ukurannya pada seluruh jaring, lebarnya lebih pendek jika dibandingkan dengan. 17 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(26) panjangnya. Pada lembaran jaring, bagian atas diletakkan pelampung (float) dan bagian bawah diletakkan pemberat (sinker). Jaring bisa terlentang didalam air karena adanya gaya berat (dari pemberat) dan gaya apung (dari pelampung). Tertangkapnya ikan – ikan dengan gill nets ialah dengan cara ikan – ikan tersebut terjerat (gilled) disekitar opurculumnya pada mata jaring ataupun terbelit (etangled) pada tubuh jaring. Pada umumnya ikan – ikan yang menjadi tujuan penangkapan ialah jenis ikan yang horizontal migration dan vertical migration yang tidak seberapa aktif. f) Purse saine (pukat cincin) Purse Seine disebut juga “pukat cincin” karena alat tangkap ini dilengkapi dengan cincin untuk mana “tali cincin” atau “tali kerut” di lalukan di dalamnya. Fungsi cincin dan tali kerut / tali kolor ini penting terutama pada waktu pengoperasian jaring. Sebab dengan adanya tali kerut tersebut jaring yang tadinya tidak berkantong akan terbentuk pada tiap akhir penangkapan. Prinsip menangkap ikan dengan purse seine adalah dengan melingkari suatu gerombolan ikan dengan jaring, setelah itu jaring bagian bawah dikerucutkan, dengan demikian ikan-ikan terkumpul di bagian kantong. Dengan kata lain dengan memperkecil ruang lingkup gerak ikan. Ikan-ikan tidak dapat melarikan diri dan akhirnya tertangkap. Fungsi mata jaring dan jaring adalah sebagai dinding penghadang, dan bukan sebagai pengerat ikan. Kapal purse saine Jepang dilengkapi dengan berbagai macam mesin hidrolik. 18 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(27) untuk memperlancar proses penangkapan ikan, sehingga tidak membutuhkan banyak waktu dan tenaga untuk sekali proses penangkapan ikan. Kapal yang digunakan adalah kapal Kapal jaring (Hon Sen). Kapal ini adalah kapal utama yang digunakan untuk menangkap gerombolan ikan, kapal ini mempunyai ukuran 90-100 GT dan menangkap ikan dengan jarak 30 mil dari permukaan laut. Untuk menempuh jarak 30 mil ke tempat fishing ground, kapal ini membutuhkan waktu 2-3 jam dengan kecepatan 11 knot. Kapal jaring (Hon Sen) akan menangkap ikan setelah menemukan gerombolan ikan yang sedang terdeteksi fish finder (gyogun tanchiki) dan siap untuk ditangkap dan membutuhkan waktu 2 jam sekali untuk operasi penangkapan ikan. Di Jepang mempunyai 2 daerah penangkapan ikan yaitu, Laut timur (Taiheiyo) dan Laut barat (Nihon Kai). Penangkapan di Laut timur (Taiheiyo) dilarang menggunakan lampu deck, alat yang digunakan adalah fish finder (gyogun tanchiki) dan dibantu dengan soona (lampu yang dimasukkan ke dalam air laut dengan kedalaman 120 meter untuk menerangi ikan supaya ikan tidak mudah lepas dari lingkaran jaring) dan bagian Laut barat (Nihon Kai) alat bantu yang digunakan yaitu lampu dek seperti kapal purse shine (makiami) lainnya menggunakan lampu dek untuk mengumpulkan gerombolan ikan. Dalam satu hari keseluruhan kapal purse shine (makiami) hanya diperbolehkan menangkap ikan 2000 ton ikan, apabila penangkapan ikan lebih dari 2000 ton maka hari selanjutnya semua kapal purse shine (makiami) Jepang libur (renkyu).. 19 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(28) Untuk jenis ikan saba (ikan kembung), inada (ikan ekor kuning), yarika (cumicumi) biasanya ditangkap pada bulan agustus sampai bulan desember, karena dibulan tersebut adalah bulan yang mana pertemuan arus panas (kuroshio) karena arus tersebut menghasilakan arus yang hangat dan jenis ikan ini selalu hidup diperairan tersebut. Penangkapan ikan jenis ini ada batas waktu yang telah ditentukan oleh koperasi perikanan (kumiai) supaya kelestarian ikan tidak cepat punah, dimusim ikan jenis ini dalam sekali operasi bisa menangkap ikan kurang lebih 300 ton (per kapal) waktu penangkapan ikan pukul 06:00PM-05:00AM dan waktu tersebut telah dipatuhi oleh semua nelayan kapal purse shine (makiami) Jepang. Untuk jenis ikan iwashi (ikan sarden), aji (ikan layang), sawara (ikan tenggiri) ,biasanya ditangkap pada bulan januari sampai bulan april, jenis ikan ini sangat sulit dideteksi fish finder (gyogun tanchiki) dan sulit untuk ditangkap, dalam sehari pendapatan ikan hanya mencapai 100-150 ton dan batas waktu pengkapan ikannya juga terbatas, dimulai dari pukul 02:00AM-09:00AM. Ada juga Kapal pencari ikan ( Tansaku Sen ). Kapal ini berukuran 70 GT, kapal ini digunakan untuk membantu kapal jaring (hon sen) agar lebih cepat mendapatkan gerombolan ikan, tugas utama yang dilakukan adalah memancing ikan yang terdeteksi fish finder (gyogun tanchiki), hanya untuk mengetahui ikan jenis apa yang terdeteksi fish finder (gyogun tanchiki), disaat operasi penangkapan ikan berlangsung, kapal ini digunakan untuk. 20 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(29) menarik lambung kiri kapal jaring (hon sen) supaya kapal jaring (hon sen) menjadi lebih seimbang saat melakukan holling (proses pengakatan jaring). Target fish ground atau daerah penangkapan berkisar didaerah garis katulistiwa perairan Jepang. g) Set Net ( Otoshi Ami, Trap Net ) Set net merupakan alat tangkap ikan jenis perangkap yang ramah lingkungan, dipasang secara menetap di daerah penangkapan secara terus menerus siang dan malam, bersifat pasif dan menghadang ruaya ikan. Penerapan teknologi set net sejalan dengan kebijakan perikanan tangkap untuk pengelolaan perairan pantai (jalur penangkapan 1 sejauh 6 mil) yang diarahkan pada penggunaan alat tangkap pasif. Teknologi penangkapan ikan dengan menggunakan Set net merupakan suatu teknologi penangkapan yang sangat hemat bahan bakar, hemat biaya operasi, waktu yang dibutuhkan dan mulai mulai pergi ke tempat Set net dipasang kemudian mengambil hasil hanya memakan waktu sekitar tiga sampai empat jam, hasil tangkapan dalam keadaan hidup, ikan yang belum layak tangkap dan mempunyai nilai ekonomis yang tinggi bisa dilepaskakn kembali ke habitatnya atau dibudidayakan dan hasil tangkapan sampingan yang tidak diinginkan atau habitat perairan yang dilindungi bisa dengan cepat dilepaskan kembali kehabitatnya. Selain ramah lingkungan karena perairan pantai tetap terjaga, Set net juga menciptakan kerja sama antar nelayan sehingga mengurangi konflik yang timbul akibat. 21 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(30) perebutan wilayah penangkapan. Perekonomian nelayan juga meningkat karena hasil tangkapan yang diperoleh dalam kondisi segar dan dapat dijual dengan harga tinggi. Dalam pembuatan alat tangkap Set net umumnya dibuat perbagian (panel) kemudian dirangkai menurut bagiannya. Untuk bagian yang tidak dapat dirangkai didarat seperti untuk bagian penaju dan serambi, perangkaiannya dilakukan di daerah penangkapan bersamaan dengan pemasangan bagian lain secara keseluruhan setelah rangka Set net terpasang. Dengan system pembuatan per bagian, maka akan dimudahkan untuk pemasangan di daerah penangkapan, pengangkutan dari satu tempat ke tempat lain, dari darat ke laut atau sebaliknya. Secara garis besar bagian – bagian dari Set net jenis Trap net adalah sebagai berikut : 1) Penaju (berupa pagar), 2) Daun pintu, terdiri dari daun pintu bagian serambi, dan jaring menaik, 3) Serambi (jaring pengurung) terdiri dari serambi membujur, serambi bagian laut, serambi bagian darat, dan seraambi bagian ujung, 4) Jaring menaik, terdiri dari jaring menaik bagian luar dan jaring menaik bagian dalam. Jaring menaik bagian luar terdiri dari jaring menaik bagian laut, bagian darat, dan jaring menaik bagian bawah. Jaring menaik bagian dalam terdiri dari jaring menaik bagian laut, jaring menaik bagian darat dan jaring menaik bagian bawah,. 22 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(31) 5) Kantong, terdiri dari kantong bagian laut, darat, bawah, pangkal dan kantong bagian ujung, 6) Kantong tambahan, terdiri dari kantong bagian ujung, dan kantong bagian pangkal, 7) Pelampung, 8) Pelampung rangka utama, 9) Pelampung rangka, 10) Pemberat rangka, dan 11) Pemberat rangka.. 3.3 Rahasia Makmurnya Nelayan Jepang Rahasia makmurnya masyarakat nelayan Jepang dikarenakan tidak adanya illegal fishing (pencurian ikan). Selain itu kebutuhan produksi dijamin oleh pemerintah. Nelayan punya kapal sendiri. Illegal fishing tidak ada dijepang karena regulasi diterapkan dengan baik. Dan aturan ditegakkan dengan baik karena para nelayannya yang disiplin. Diperairan Jepang tidak banyak ikan yang tersedia dalam beberapa dekade ini. Sehingga nelayan harus melaut dalam waktu yang sangat lama. Hal ini menjadi masalah karena ikan yang sampai kepada konsumen tidak segar sedangkan orang Jepang menyukai ikan segar. Untuk mengatasi masalah tersebut para perusahaan ikan mulai menggunakan. 23 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(32) freezer agar ikan yang sampai ke konsumen masih segar. Namun, orang Jepang dapat merasakan perbedaan antara ikan segar dan beku. Kemudian perusahaan perikanan memasang tangki-tangki penyimpanan ikan di kapal mereka dan langsung menjejalkan ikan ke dalam tangki hingga berdempet dempetan. Hal ini dimaksudkan agar ikan-ikan tersebut agar berhenti bergerak karena kelelahan dan lemar tetapi mereka masih hidup. Namun, orang Jepang masih tetap dapat merasakan perbedaan antara ikan segar dan ikan yang lemas. Untuk menjaga agar ikan tersebut tetap segar, perusahaan perikanan jepang memasukkan seekor ikan hiu kecil dan masing - masing tangki. Memang ikan hiu memakan sedikit ikan, tetapi kebanyakan ikan sampai dalam kondisi yang sangat hidup. Sehingga ikan masih tetap segar ketika sampai ke konsumen. Jepang merupakan salah satu pasar ikan terbesar dunia tuna dari seluruh dunia masuk kesana begitu juga dengan udang.. 24 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(33) BAB IV KESIMPULAN DAN SARAN Dari beberapa penjelasan tugas akhir ini maka penulis mengambil kesimpulan sebagai berikut: 4.1 Kesimpulan 1) Masyarakat nelayan di Jepang memiliki dua cara dalam penangkapan ikannya. Ada yang menggunakan cara tradisional dan ada juga yang menggunakan cara modern. 2) Nelayan di Jepang ada banyak yang masih menggunakan cara tradisonal dalam penangkapan ikan. Contohnya adalah ipponzuri (pancingan). Dalam hal ini ipponzuri adalah alat yang sering digunaka oleh para nelayan tradisional di Jepang, tetapi alat ini bukanlah jala. Ada pancingan, alat ini hanya menggunakan bambu dan seutas tali. Ada perangkap, ini terbuat dari bambu, kayu dan besi. Kemudian ada yang menggunakan burung pecuk ini dikarenakan pecuk memiliki naruli dalam menangkap ikan. Begitu juga dengan Set Net, alat ini adalah alat tangkap yang pengoprasiannya mirip dengan perangkap bambu. 3) Ada juga nelayan yang menggunakan cara modern dalam penangkapan ikan. Ada teknologi canggih yang digunakan yaitu Sonar, Sonar adalah alat yang memanfaatkan gelombang suara dan dipasang dibagian bawah perahu. Ada juga alat penerima satelit (GPS). Alat ini yang akan memandu kapal dalam berlayar. Kemudian ada Satelit. 25 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(34) Oceanografi, alat ini hampir sama dengan sonar tetapi alat ini lebih lengkap lagi dibandingkan dengan Sonar. 4) Perusahaan perikanan Jepang memasukkan seekor ikan hiu kecil ke setiap tangki ikan agar ikan tetap segar ketika sampai ke konsumen. 5) Dalam undang-undang perikanan Jepang, seluruh kapal Purse Shine (makiami) hanya diperbolehkan menangkap 2000 ton ikan, apabila penangkapan ikan lebih dari 2000 ton maka hari selanjutnya kapal Purse Shine (makiami) libur. 6) Pemerintah Jepang memberikan kebijakan pada para nelayan dalam berlayar. Pada bulan agustus sampai desember adalah bulan pertemuan arus panas (kuroshio), dalam sekali operasi bisa menangkap ikan kurang lebih 300 ton (per kapal). Pada bulan januari sampai bulan april ada ikan-ikan yang sulit untuk ditangkap dikarenakan sulitnya dideteksi oleh fish finder, maka dalam sekali beroperasi dalam sehari pendapatan ikan hanya mencapai 100-150 ton. 4.2 Saran 1) Sebaiknya Indonesia menerapakan kebijakan para nelayan dalam penangkapan ikan. 2) Membeli alat – alat yang canggih dalam penangkapan ikan, tetapi yang tidak membahayakan ikan dan alam lautnya. 3) Menyediakan sumber daya manusia yang handal di bidang perikanan.. 26 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(35) DAFTAR PUSTAKA Andi,2013. All About Japan. Yogyakarta: Andi Offset. Situmorang Hamzon, Rospita Uli 2013. Minzoku Gaku ( Ethnologi ) Jepang. Medan: USU Press. http://www.academia.edu/12476699/Teknologi_Penangkapan_Ikan_Fishing_Technologies _ https://finance.detik.com/ekonomi-bisnis/3053052/ini-rahasia-makmurnya-nelayannelayan-jepang http://yusufsila.blogspot.co.id/2011/12/mengenal-negara-maju-jepang.html https://inspiratorfreak.com/5-teknologi-canggih-nelayan/. 27 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(36) ABSTRAK Jepang adalah salah satu Negara maju dalam teknologi, industri dan ekonomi. Jepang sangat dikenal dengan pembuatan alat – alat elektronik yang canggih. Banyak barang – barang elektronik buatan Negara Jepang. Nelayan adalah orang yang hidup dari mata pencaharian hasil laut. Jepang juga adalah Negara yang sangat maju dalam sektor perikanan. Selain memiliki sumber laut yang melimpah, Jepang juga mempunyai teknologi perikanan yang canggih, sehingga mendukung tingkat produksi ikan yang tinggi. Jepang juga termasuk salah satu Negara yang memiliki armada perikanan terbesar didunia dan pengimpor hasil laut terbesar. Contohnya kapal Purse Shine yang mampu mengangkut ikan sebanyak 2000 ton. konsumsi ikan di masyarakat pun sangat tinggi, hampir 90% masyarakat mengkonsumsi ikan. Nelayan di Jepang menangkap ikan secara tradisional dan modern. Nelayan tradisional menangkap ikan dengan perahu tradisional tanpa sentuhan teknologi modern. Sehingga hasil tangkapannya sangat sedikit. Salah satu alat yang digunakan yaitu ipponzuri (pancingan) bukan jala. Artinya para nelayan hanya menangkap ikan tetentu pada waktu tertentu untuk pelestarian cadangan ikan di laut. Ada juga perangkap, alat ini berbentuk jaring, bambu, kayu dan besi yang dipasang secara tetap di dasar perairan yang dapat dipindahkan selama jangka waktu tertentu. Ada juga jaring angkat yang terbuat dari nilon seperti kelambu. Lampu dan umpan digunakan untuk mengundang ikan. Penangkapan menggunakan perahu, rakit, bangunan tetap, atau secara langsung. Ada burung pecuk,. 28 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(37) burung ini memiliki naluri menangkap ikan. Burung ini dipelihara dan dilatih untuk menangkap ikan. Set net adalah perangkap ramah lingkungan yang dipasang secara menetap. Set net alat penangkap hemat bahan bakar, hemat biaya operasi, dan tidak memakan waktu banyak. Ikan yang diambil masih dalam keadaan hidup dan ikan yang kecil dilepaskan agar ekosistem ikan tidak rusak. Set net juga menciptakan kerja sama antar nelayan agar tidak terjadi konflik diwilayah penangkapan. Perekonomian nelayan juga meningkat karena hasil tangkapan yang diperoleh dalam keadaan segar dan dijuat dengan harga tinggi. Sekarang para nelayan banyak menggunakan alat-alat canggih dalam penangkapan ikan. Contoh nya yaitu Sonar, alat ini bermanfaat sebagai penginformasi gelombang suara. Ada juga GPS, alat ini digunakan ketika berburu ikan dan untuk mengetahui dimana ada banyak ikan. Ada Satelit Oceanografi yang fungsinya hampir sama dengan Sonar. Ada Echo Sounder yang digunakan untuk mencari ikan dan menampilkan keadaan dasar laut. Informasi yang disampaikaan berupa perpaduan warna. Ada Net Recorder, alat ini bekerja di sepanjang sisi Echo Sounder untuk memberikan informasi khusus ke internet jika ada ikan. Agar hasil tangkapan tetap segar, perusahaan perikanan Jepang bekerja sama dengan para nelayan untuk memasukkan ikan hiu kecil ke dalam setiap tangki ikan. Jadi ikan yang didalam ditangki berusaha agar hidup, tapi ada juga yang mati dimakan hiu. Ikan yang dalam kondisi hidup dan segar sampai pada konsumen dengan baik. Para nelayan juga. 29 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(38) menaati segala peraturan perikanan yang ada dengan baik, seperti menolak illegal fishing (pencurian ikan). Itulah rahasia makmurnya para nelayan di Jepang.. 30 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(39) 31 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(40) 32 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(41) 33 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(42) 34 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(43) 35 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(44) 36 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(45) 37 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA.

(46)

Referensi

Garis besar

Dokumen terkait