• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

METODOLOGI PEMECAHAN MASALAH

Penelitian pendahuluan

Pengamatan langsung,diskusi,tanya jawab

Analisa (pengolahan) data Analisis PERT dan CPM

Analisa hasil

Usulan perbaikan

Penggabungan stasiun kerja yang baru :

¾ utilisasi pengggunaan mesin,

¾ jumlah tenaga kerja,

¾ waktu nganggur,

¾ Tingkat efisiensi,

¾ proses kerja bukan merupakan aktivitas kritis,

¾ Biaya minimum yang dikeluarkan, tidak

selesai

ya START

Kesimpulan & Saran Pengumpulan data

Pengumpulan Sejarah dan Data Umum Perusahaan Pengumpulan Proses Produksi

Pengumpulan Waktu Kerja Lini Perakitan kasur pegas Pengumpulan Data Waktu Perakitan Setiap Elemen Kerja Pengumpulan Data Keterkaitan Antar Elemen Kerja Pengumpulan Data Bentuk dan Layout Lini Perakitan Awal Pengumpulan Data Mentah (waktu percepatan,jumlah pekerja, dan

biaya )

Studi pustaka Buku Media referensi

internet

`

Gambar 3.1 Skema methodologi penelitian

(2)

Penelitian Pendahuluan

Penelitian pendahuluan dan survey lapangan dilakukan untuk mengenal kondisi perusahaan yang ada saat ini dan mengetahui serta memahami permasalahan yang dihadapi oleh P.T. Dinamika Indonusa Prima dalam proses produksi pada lini perakitan produkkasur pegas “AIRLAND” . Penelitian pendahuluan ini dilakukan dengan cara survey langsung di lapangan, wawancara, serta diskusi dengan foreman dan karyawan di departemen dan bagian terkait khususnya departemen produksi, maupun studi data-data tertulis yang dimiliki oleh perusahaan.

Identifikasi Masalah

Dari hasil yang diperoleh melalui penelitian pendahuluan dan survey

lapangan yang dilakukan selama observasi, dapat diketahui bahwa permasalahan

yang dihadapi dalam lini perakitan kasur pegas di P.T. Dinamika Indonusa Prima

ialah sering terjadinya ketidakseimbangan lini produksi pada pembagian kerja di

stasiun-stasiun kerja yang ada sekarang sehingga menyebabkan bottleneck dan

penumpukan work in process pada beberapa stasiun kerja dan terjadinya

idle(waktu menganggur) yang berlebihan pada kinerja operator di stasiun –

stasiun kerja lainnya, sehingga waktu produksi(cycle time) kasur pegas per-hari

yang diharapkan oleh PT. Dinamika Indonusa pada kondisi awal selama

pengamatan sering keluar dari target standar waktu perusahaan selama 2 jam /unit

hal ini tentunya akan meningkatkan biaya produksi khususnya gaji pegawai yang

akan keluar dari budgeting cost yang distandarkan oleh perusahaan, karena

pertambahan biaya tersebut tidak sesuai denagn actual cost/unit kasur pegas yang

(3)

dihasilkan selama proses produksi. Oleh karenanya pihak P.T. Dinamika Indonusa Prima ingin memperbaiki lini perakitan tersebut untuk meningkatkan efisiensi dan produktifitas kerja dalam meningkatkan output produksinya sehingga dapat memenuhi target produksi yang ingin dicapai oleh perusahaan.

Selain itu dari hasil pengamatan, wawancara, dan diskusi dengan foreman (kepala bagian) dari lini perakitan khususnya ditemukannya beberapa permasalahan mengenai tidak lancarnya aliran proses produksi di stasiun kerja - 2 (matras) karena salah satu operasinya memerlukan waktu yang sangat lama dan ini yang menimbulkan sering terjadinya delay yang berlebihan dari operasi – operasi yang berada pada stasiun maupun pada salah satu operasi di stasiun kerja untuk pembuatan box kasur (operasi – 30) yang membutuhkan elemen tersebut, sehingga hal ini juga menimbulkan besarnya waktu nganggur (idle) pada operator – operator kerja yang bersangkutan serta menurunkan tingkat efisiensi dan produktifitas produksi pembuatan kasur pegas secara keseluruhan, karena itu perlu dilakukan analisa dan usulan terhadap pembagian operasi – operasi menjadi beberapa stasiun kerja yang ada pada PT.Dinamika Indonusa Prima . Adapun masalah utamanya adalah untuk mengurangi waktu nganggur(idle) dari performansi(kinerja) para operator .

Hal tersebut tanpa disadari dan secara tidak langsung dapat mempengaruhi

kelancaran dari jalannya lini perakitan itu sendiri dan tentunya mengganggu

keseimbangan lini pada proses produksi lainnya yang menyebabkan terjadinya

botleneck dan penumpukkan work in process serta tingginya biaya produksi yang

akan dikeluarkan oleh perusahaan per unit kasur pegas yang dihasilkan.

(4)

Berikut faktor – faktor penyebab permasalahan ketidakseimbangan pada lini perakitan kasur pegas seperti terlihat pada gambar diagram 3.1 dibawah ini ;

Gambar 3.1 Diagram sebab akibat (fish bone)

Studi Pustaka

Studi pustaka dilakukan untuk mendapatkan landasan teori yang sesuai

untuk penelitian keseimbangan lini yang terjadi pada PT.Dinamika Indonusa

Prima.Landasan teori yang digunakan pada penyusunan laporan akhir ini

didapatkan dari buku – buku referensi, materi kuliah yang bersifat ilmiah,

informasi dari internet, dan artikel / makalah yang berkaitan dengan topik

permasalahan pada penelitian ini, sehingga diperoleh suatu teori yang dapat

digunakan sebagai pedoman dalam melakukan tujuan penelitian ini serta

pengambilan keputusan dan pemberian saran dalam membantu pelaksanaan

penyusunan laporan akhir ini.

(5)

Tujuan penelitian

Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai dalam Tugas Akhir ini adalah : 1. Mengetahui seberapa besar waktu yang dibutuhkan ( lintasan kritis )

didalam proses produksi kasur pegas/unit pada saat kondisi awal dan usulan

2. Memberikan usulan penyeimbangan lini perakitan dengan menggunakan metode “analisis PERT(Preview evalution and Review Tecnique)” yaitu membagi stasiun kerja baru yang berada diluar lintasan kritis dengan pendekatan Heuristic CPM(Critical path methode) yaitu mempercepat waktu siklus guna menyeimbangkan lini perakitan guna menghasilkan trade off optimal

3. Mengetahui seberapa besar total biaya produksi yang ditimbulkan akibat project crash (percepatan proyek) beserta penghematan waktu siklus pengerjaan dari penggunaan metode analisis PERT dan CPM 4. Mengetahui besarnya tingkat probabilitas penyelesaian perakitan kasur

pegas/unit kasur pada saat kondisi awal dan kondisi usulan beserta tingkat implementasinya.

(6)

III. 1 Ukuran kinerja

Berdasarkan dari hasil survey serta pengamatan (observasi) terhadap permasalahan yang terjadi di PT.Dinamika Indonusa Prima tentang ketidakseimbangan produksi pada lini perakitan kasur pegas, maka metode pemecahan masalah yang digunakan dalam penyusunan laporan akhir ini ialah dengan menggunakan metode analitik seperti analisis PERT (program evaluation and review technique) yang digambarkan secara heuristic dalam konsep CPM (critical path methode) untuk menghasilkan solusi optimum dalam permasalahan keseimbangan lini perakitan kasur pegas yang ada pada PT. Dinamika Indonusa Prima.Sehingga dengan adanya penggunaan metode tersebut diharapkan dapat memberikan kinerja yang baik dari hasil akhir perhitungan yang akan dilakukan dari hasil pengukuran waktu siklus (cycle time) yang menggunakan metode jam henti selama proses perakitan tersebut berlangsung.Hasil waktu siklus proses perakitan tersebut nantinya akan dibandingkan dengan waktu siklus yang diharapkan oleh perusahaan baik itu pada saat kondisi awal yang diterapkan oleh perusahaan saat ini maupun kondisi usulan setelah adanya perancangan dan pengembangan proses layout dari lini perakitan kasur pegas yang baru.

Penggunaan metode analitik( analisis PERT dan CPM) dalam kasus

pemecahan masalah keseimbangan lini produksi akan menghasilkan suatu suatu

solusi optimum terhadap lintasan kritis dari waktu siklus semua operasi yang ada

dalam lini perakitan tersebut dengan tingkat biaya minimum terhadap percepatan

aktivitas – aktivitas yang terjadi pada lintasan kritis dalam lini perakitan tersebut.

(7)

Dengan mengetahui besarnya waktu siklus yang diperlukan dalam perakitan kasur pegas/unitnya maka akan mempermudah menyusun perencanaan, penjadwalan,dan pengontrolan terhadap keseimbangan lini perakitan tersebut dan dapat dengan mudah mengestimasi biaya produksi yang ditimbulkan selama proses perakitan tersebut berlangsung.

Semua itu dilakukan agar dapat lebih mengoptimalkan proses perakitan kasur pegas tersebut sesuai dengan kapasitas produksinya dalam rangka menyeimbangkan lini perakitan agar memenuhi waktu siklus yang diharapkan oleh perusahaan yang nantinya akan digunakan sebagai penjadwalan dalam memenuhi kebutuhan / permintaan konsumen sesuai dengan deadline dari order konsumen tersebut.

3. 2 Tekhnik pengumpulan Data

Setelah penelitian pendahuluan dan identifikasi masalah serta studi

pustaka dilakukan, maka dilakukanlah pengumpulan data dimana pengumpulan

data mentah terhadap waktu siklus kegiatan – kegiatan pembuatan kasur pegas

pada 4 stasiun kerja yang diperoleh melalui survey, kuesioner , diskusi serta

wawancara terhadap beberapa pekerja di PT.Dinamika indonusa Prima khususnya

para operator yang bekerja langsung di sektor lini perakitan pada departmen

produksi serta para foreman (kepala bagian produksi) yang senantiasa

memberikan bimbingannya kepada penulis sendiri , adapun untuk mendukung

tercapainya tujuan penelitian pada penyusunan laporan tugas akhir ini, maka data-

data yang dikumpulkan meliputi :

(8)

¾ Pengumpulan Sejarah dan Data Umum Perusahaan

Pengumpulan ini dimaksudkan untuk mengetahui sejarah perusahaan dan kondisi –kondisi umum perusahaan.

¾ Pengumpulan Proses Produksi

Pengumpulan ini dimaksudkan untuk mengetahui proses prooduksi secara umum dan proses produksi kasur pegas.

¾ Pengumpulan Waktu Kerja Lini Perakitan kasur pegas

Pengumpulan ini dimaksudkan untuk mengetahui rincian waktu jam kerja masing – masing operator pada proses perakitan kasur pegas sehingga dapat mengetahui performansi ,kinerja dan beban kerja yang dialami dari masing – masing operator pada stasiun kerja yang berbeda – beda.

¾ Pengumpulan Data Waktu Perakitan Setiap Elemen Kerja

Pengumpulan data waktu elemen kerja dilakukan dengan metode jam henti untuk tiap operasi dengan memperhatikan langkah-langkah metode pengukuran jam henti, kondisi kerja serta stasiun kerja, operator dan jumlah pengukuran, serta utilitas mesin yang digunakan pada waktu lini perakitan kasur pegas.

¾ Pengumpulan Data Keterkaitan Antar Elemen Kerja

Pengumpulan data keterkaitan ini dimaksudkan untuk membuat diagram

precendence yang memperlihatkan keseluruhan elemen kerja dan elemen

yang mendahului atau mengikutinya dan dilakukan dengan cara

pengamatan langsung di lapangan terhadap kerja operator.

(9)

¾ Pengumpulan Data Bentuk dan Layout Lini Perakitan Awal

Pengumpulan data bentuk dan layout lini perakitan awal dimaksudkan untuk pembuatan analisa perbaikan layout lini perakitan yang baru.pada lini perakitan kasur pegas tersebut.

¾ Pengumpulan Data Mentah (waktu percepatan,jumlah pekerja, dan biaya ) Pengumpulan Data Mentah didapatkan dari hasil pengamatan, wawancara dengan para operator perakitan kasur pegas yaitu operator bagian PPC, dan foreman (kepala bagian) dari lini perakitan serta pengumpulan data berupa Pengumpulan data-data yang dibutuhkan pada penelitian ini, contohnya data jumlah tenaga kerja setiap operasi, biaya (cost) dari para pekerja perhari yang digambarkan secara umum dan diasumsikan sama untuk masing – masing operator serta waktu normal dan waktu percepatan beserta besarnya biaya yang ditimbulkan dari waktu percepatan ;produksi itu sendiri.

Setelah data – data yang diperlukan tersebut terkumpul maka langkah selanjutnya

adalah melakukan tekhik pengolahan data dengan menggunakan metode analisis

PERT dan CPM yang mana hasil akhir waktu siklus dari lintasan kritis yang

merupakan solusi optimum akan dibandingkan dengan waktu siklus yang

diperlukan dalam melakukan penjadwalan proses perakitan yang diterapkan oleh

perusahaan pada saat ini.

(10)

III.3 Analisis sistem berjalan

Sistem produksi yang digunakan oleh PT.Dinamika indonusa prima pada saat ini adalah dengan metode FIFO ( First In First Out ) dimana barang yang masuk pada urutan pertama dalam proses produksi akan diproses terlebih dahulu dan disesuaikan dengan proses order dari konsumen sendiri.

Selain itu proses perakitan kasur pegas yang ada pada PT.Dinamika Indonusa Prima juga dilakukan secara do in site ( dilakukan ditempat ) dan dibagi menjadi 4 stasiun kerja yang diterapkan oleh perusahaan pada saat ini, dimana pengelompokkan stasiun kerja tersebut bergantung dari elemen – elemen yang mendahului elemen tersebut, yang secara umumya dapat digambarkan dalam perakitan ;

¾ Ram

¾ Matras,

¾ Box, dan

¾ Sandaran

Yang mana proses opeasi masing – masing stasiun kerjanya terbagi menjadi tiga shift kerja regular dengan jam kerja selama 8 jam kerja.

Pelaksanaan proses operasi dari stasiun – stasiun kerja tersebut sangat tergantung dari proses – proses operasi perakitan lainnya dari masing – masing stasiun kerja yang ada berdasarkan waktu prosesnya serta beban yang dialami masing – masing operasi lainnya pada stasiun – stasiun kerja yag ada pada lini perakitan kasur pegas tersebut.

Gambar

Gambar 3.1 Skema methodologi penelitian
Gambar 3.1 Diagram sebab akibat (fish bone)

Referensi

Dokumen terkait

Begitu juga sebaliknya, apabila keluarga yang mewarnai kehidupan jiwa anaknya tidak dengan penuh warna, maka jiwa dan kepribadian seorang anak terasa hampa dari rasa

Kecamatan Sukomoro diketahui bahwa kegiatan penyimpanan hasil hanya dilakukan oleh petani bawang merah yang ditujukan untuk bibit yakni 20% dari responden,

Hasil penelitian menunjukkan terdapat 19 sasaran strategis yang ingin dicapai dengan prioritas sasaran adalah: meningkatkan penerimaan Fakultas (bobot 10%),

Tujuan pengelolaan WS Dolok-Penggaron mengacu pada sasaran pengembangan dari Propinsi Jawa Tengah yang digambarkan pada rencana tata ruang yang ditekankan pada pertumbuhan

Sebab lain yang menyebabkan perlakuan panjang entris ini tidak berpengaruh nyata terhadap pertambahan panjang entris adalah cepatnya pembentukan kalus dan graf union

Pada Triwulan IV TA. 2016 target antara dari indikator ini perkembangannya 100,00% dengan rencana kegiatan meliputi : pelaksanaan litbang, workshop, diseminasi,

Jika kita telah memperoleh data sampel dari suatu populasi yang memiliki mean µ yang tidak diketahui, maka untuk memperoleh informasi tentang parameter µ dapat digunakan mean sampel

Penyakit diabetes timbul akibat dari glukosa yang terdapat didalam darah mempunyai kadar terlalu tinggi sehingga penggunaan insulin dalam tubuh tidak bekerja