• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN 1.1. Latar Belakang Masalah"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

1 BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Masalah

Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahklah mulia serta keterampilan yang di perlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara (Sisdiknas, 2003). Dalam keseluruhan proses pendidikan disekolah, kegiatan belajar mengajar merupakan kegiatan yang paling pokok. Ini berarti berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses belajar yang dialami oleh siswa sebagai peserta didik. Saat proses pelajaran berlangsung, sebagian anak sering bercanda sendiri di belakang dan tidak mendengarkan penjelasan dari guru, sehingga pelajaran kurang efektif dan mengganggu konsentrasi siswa yang lainnya. Ini dikarenakan karena kurangnya ketertarikan siswa dalam kegiatan pembelajaran yang di sajikan oleh para guru dan mengakibatkan siswa bosan dalam mengikuti pelajaran. Seharusnya siswa di beri kesempatan untuk mengalami sendiri, mengikuti suatu proses, mengamati suatu obyek, keadaan atau proses sesuatu.

Dengan demikian, siswa dituntut mengalami sendiri, mencari kebenaran dan mencari kesimpulan dari proses yang dialaminya itu.

Ketika hasil yang dicapai dalam kegiatan belajar mengajar belum mencapai target sebagai mana diharapkan, hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yang mempengaruhi belajar yaitu faktor – faktor yang berasal dari luar diri pelajar dan faktor – faktor yang berasal dari dalam diri si pelajar (Nursalim, dkk, 2007). Faktor yang mempengaruhi belajar yang berasal dari luar misalnya:

keadaan udara, suhu udara, cuaca, waktu dan alat – alat yang di pakai untuk belajar. Kemudian faktor yang mempengaruhi belajar yang berasal dari dalam diri si pelajar misalnya: intelegensi, bakat,emosi dll.

Hasil belajar siswa SD Negreri 01 Trembulrejo Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora sebelumnya sangat rendah, khususnya pada mata pelajaran IPA,

(2)

siswa banyak yang mendapat nilai dibawah KKM yaitu 64 untuk mata pelajaran IPA. Hal ini disebabkan karena kurangnya pembelajaran menarik, yang merupakan hal wajar dialami oleh guru yang tidak memahami kebutuhan dari peserta didik baik dalam karakteristik maupun dalam pengembangan ilmu. Dalam hal ini, peran seorang guru sebagai pengembang ilmu sangat besar untuk memilih dan melaksanakan pembelajaran yang tepat dan efisien bagi peserta didik. Dan bukan hanya pembelajaran yang berbasis konvensional. Pembelajaran yang baik dapat ditunjang dari suasana pembelajaran yang kondusif serta hubungan komunikasi antara guru dan peserta didik dapat berjalan lancar dengan baik.

Proses belajar mengajar merupakan interaksi yang di lakukan antara guru dengan peserta didik dalam suatu situasi pendidikan atau pengajaran untuk mewujudkan tujuan yang di tetapkan. Seorang guru harus di tuntut kemampuannya untuk menggunakan berbagai metode mengajar secara bervariasi. Penggunaan metode merupakan cara- cara yang di tempuh guru untuk menciptakan situasi pengajaran yang benar – benar menyenangkan dan mendukung bagi kelancaran proses belajar dan tercapainya prestasi belajar anak yang memuaskan (Sumantri dan Permana, 2001).

Melalui proses pembelajaran yang di alami siswa yang di lihat secara langsung maka akan mempengaruhi pemahaman dan hasil belajar siswa akan meningkat. Oleh karena itu, menurut Sumantri dan Permana (2001), materi pelajaran hendaknya dibuat menjadi jelas dan lebih konkrit dan menghindari verbalisme, membuat proses pengajaran lebih menarik, memudahkan peserta didik memahami bahan pelajaran, dan merangsang peserta didik lebih aktif. Jadi, seorang guru harus mengetahui dan dapat membuat sebuah pembaharuan dalam dunia pendidikan, agar dapat mengembangkan proses pembelajaran yang kondusif sehinga dapat di peroleh hasil yang maksimal, yaitu dengan menggunakan metode pembelajaran yang efektif dan menarik bagi peserta didik. Guru harus aktif dan kreatif dalam membimbing peserta didik dalam mencapai tujuan pembelajaran peserta didiknya.

Dalam proses pembelajaran guru tidak cukup hanya menyajikan materi dengan model pembelajaran yang menarik, tetapi juga harus di imbangi oleh

(3)

motivasi. Ketiadaan minat terhadap suatu mata pelajaran menjadi pangkal penyebab kenapa peserta didik tidak bergeming untuk mencatat apa yang telah di sampaikan oleh guru. Dari itulah sebagai pertanda bahwa anak didik tidak mempunyai motivasi untuk belajar. Kemiskinan motivasi intrinsik merupakan masalah yang memerlukan bantuan yang tak bisa ditunda – tunda. Guru harus memberikan suntikan dalam bentuk motivasi ekstrinsik. Sehingga dengan bantuan tersebut, anak didik dapat keluar dari kesulitan belajar. Bila motivasi ektrinsik yang diberikan itu dapat membantu anak didik keluar dari lingkaran masalah kesulitan belajar, maka motivasi dapat diperankan dengan baik oleh guru. Peranan yang dimainkan oleh guru dengan mengandalkan fungsi – fungsi motivasi merupakan langkah yang akurat untuk menciptakan iklim belajar yang kondusif bagi anak didik (Djamarah, 2011).

Motivasi belajar yang memadai akan mendorong siswa berperilaku aktif untuk berprestasi dalam kelas, tetapi motivasi yang terlalu kuat justru dapat berpengaruh negatif terhadap keaktifan usaha belajar siswa. Peranan guru untuk mengelola motivasi belajar siswa sangat penting dan dapat dilakukan melalui berbagai aktivitas belajar yang didasarkan pada pengenalan guru kepada siswa secara individual. Dalam melaksanakan pengajaran, guru seharusnya berusaha agar peserta didik terdorong untuk melakukan kegiatan belajar. Motivasi merupakan faktor penting yang menentukan keberhasilan belajar. Karena guru harus pandai mensiasati peserta didiknya agar terdorong untuk melakukan kegiatan belajar. Motivasi itu bersifat fluktuatif, kadang – kadang turun naik, dan guru tentunya di tuntut untuk mampu memelihara motivasi itu dalam keadaan kuat. Orientasi pada prestasi belajar yang tinggi dan menciptakan suasana belajar yang membangkitkan semangat dan gairah belajar, amatlah penting menjadi acuan proses belajar mengajar yang diciptakan guru sehari – hari (Sumantri dan Permana, 2001).

Hasil belajar siswa sering diindikasikan dengan permasalahan belajar dari siswa tersebut dalam memahami materi. Indikasi ini di mungkinkan karena faktor belajar siswa yang kurang efektif, karena kurangnya antusiasme siswa dalam mengikuti pelajaran di dalam kelas bahkan siswa sendiri tidak merasa termotivasi

(4)

didalam mengikuti pembelajaran di kelas, sehingga menyebabkan siswa kurang atau bahkan tidak memahami materi yang bersifat sukar bagi siswa yang di berikan oleh guru tersebut. Menurut Hamalik (2006) hasil belajar adalah bila seseorang telah belajar akan terjadi perubahan tingkah laku pada orang tersebut, misalnya dari tidak tahu menjadi tahu, dan dari tidak mengerti menjadi mengerti.

Menurut Dimyati dan Mudjiono (2009), hasil belajar merupakan hal yang dapat dipandang dari dua sisi yaitu sisi siswa dan dari sisi guru. Dari sisi siswa, hasil belajar merupakan tingkat perkembangan mental yang lebih baik bila dibandingkan pada saat sebelum belajar. Tingkat perkembangan mental tersebut terwujud pada jenis-jenis ranah kognitif, afektif, dan psikomotor. Sedangkan dari sisi guru, hasil belajar merupakan saat terselesikannya bahan pelajaran

Berdasarkan uraian, agar siswa mudah dalam memahami materi pelajaran terutama IPA, seharusnya dalam pelaksanaan pembelajaran guru harus dapat menarik perhatian siswa agar dapat berpartisispasi aktif dan termotivasi dalam mengikuti pembelajaran agar siswa dapat terangsang untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar. Untuk itu dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode demonstrasi akan mempengaruhi hasil belajar dan motivasi peserta didik.

Karena dengan menggunakan metode demonstrasi peserta didik akan merasa jelas, konkrit dan menghindari verbalisme mengenai materi yang dipelajari, kemudian siswa juga dapat termotivasi dalam mengikuti pelajaran ketika seorang guru memberikan materi yang menarik kepada siswa. Kemudian proses belajar mengajar akan lebih menyenangkan karena peserta didik akan lebih aktif mengamati proses pembelajaran dengan menggunakan benda konkrit atau tiruan.

Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti di SD Negri 01 Trenbulrejo Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora di kelas IV, peneliti ingin mencobakan untuk menggunakan metode demonstrasi, diharapkan siswa dapat mudah memahami materi dan aktif dalam kegiatan atau dalam mengikuti proses pembelajaran. Karena dengan pengggunaan metode demonstrasi, penyajian pelajaran dengan memperagakan dan mempertunjukkan kepada peserta didik dengan benda tiruan atau benda konkret akan menghindari kasalah pahaman peserta didik tentang materi yang di pelajari dan juga siswa akan termotivasi

(5)

dengan penyajian materi yang telah dilakukan oleh guru yang tidak menggunakan pembelajaran konvensional.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan uraian pada latar belakang masalah, maka peneliti dapat membuat suatu rumusan masalah dalam peneltian sebagai berikut:

“Apakah metode demonstrasi berpengaruh terhadap hasil belajar siswa dan motivasi siswa pada mata pelajaran IPA kelas IV SDN Trembulrejo Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora Semester II Tahun Pelajaran 2011/2012?”

1.3 Tujuan Penelitian

Berdasarkan perumusan masalah, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode demonstrasi terhadap hasil belajar siswa dan motivasi siswa pada mata pelajaran IPA kelas IV SDN Trembulrejo Kecamatan Ngawen Kabupaten Blora Semester II Tahun Pelajaran 2011/2012.

1.4 Manfaat Penelitian

Hasil pelaksanaan penelitian penerapan metode demontrasi dalam pembelajaran IPA akan memberikan manfaat yang berarti, yaitu:

1. Segi Teoritis

Penelitian ini berperan sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilakukan untuk mencobakan teori guna meningkatkan hasil belajar siswa melalui penggunaan metode demonstrasi pada mata pelajaran IPA di SD pada semester 2 tahun pelajaran 2011/2012.

2. Segi Praktis 1). Bagi Guru

Guru diupayakan dapat memiliki keinginan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dengan menggunakan pendekatan metode demonstrasi.

2). Bagi Siswa

Penelitian ini sangat bermanfaat bagi siswa yang bermasalah di kelas IV SD Negri Trembul Rejo 01 Kec.Ngawen Kab.Blora dalam meningkatkan pemahamannya terhadap konsep Energi panas dan Energi bunyi. Peningkatan pemahaman menjadi upaya untuk meningkatkan hasil belajar siswa.

(6)

3). Bagi Sekolah

Sekolah dapat berupaya untuk meningkatkan prestasi belajar siswa di dalam kegiatan belajar di kelas melalui penerapan metode demonstrasi oleh guru.

4). Bagi peneliti

Sebagai sarana pengembangan pengetahuan tentang metode pembelajaran melalui kegiatan penelitian.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil kontribusi sumber sedimen di daerah aliran sungai Cisadane telah diperoleh berdasarkan pada pengambilan sampel permukaan (0-2 cm) pada lapisan sub-soil, pada tata

Fungsi speaker ini adalah mengubah gelombang listrik menjadi getaran suara.proses pengubahan gelombag listrik/electromagnet menjadi gelombang suara terjadi karna

Kesimpulan yang diperoleh dari teori perkembangan remaja di atas adalah untuk merencanakan dan membangun suatu bangunan yang diperuntukan bagi para remaja kita harus terlebih

Berangkat dari masalah yang ditemukan, penulis mengadakan penelitian dengan metode studi pustaka, observasi, perancangan, instalasi, uji coba serta implementasi untuk menemukan

Dari hasil penelitian tentang Studi Tingkat Pengetahuan Kebencanaan Terhadap Sikap Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Tanah Longsor Di Desa Lonjoboko Kecamatan

Petugas Kesehatan disarankan untuk mempertahankan mutu pelayanan yang ada dan selalu meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang kehamilan resiko tinggi dengan

Penelitian ini ditujukan untuk pengembangan sistem informasi administrasi, diharapkan dapat menghasilkan sebuah produk berupa Sistem Informasi Administrasi Santri Pada

But the experience and the quality of the website a significant effect on trust, and trust a significant effect on repurchase intention. Keywords : Experience,