PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Perguruan tinggi merupakan salah satu pihak yang berperan penting dalam perkembangan pembangunan di Indonesia. Di perguruan tinggi inilah pengetahuan dan teknologi dikembangkan serta akan dilahirkan bibit-bibit unggul yang terlatih untuk memajukan perindustrian nasional. Berikut adalah gambar posisi perguruan tinggi di dalam suatu negara:
Gambar 1.1. Posisi Perguruan Tinggi di Suatu Negara (Sumber : Gerakan Kebangkitan Nasional Keluarga Mahasiswa ITB) Dari Gambar 1.1. dapat diketahui bahwa perguruan tinggi berada di pusat komunitas dalam suatu negara baik itu pemerintah maupun masyarakat. Perguruan tinggi berperan dalam menentukan berjalan atau tidaknya semua komunitas tersebut. Salah satu peran penting tersebut adalah menyuplai alumni yang kompeten serta memiliki karakter yang baik untuk mengisi posisi-posisi yang ada di masyarakat. Peran ini sebisa mungkin dijalankan dengan baik oleh semua perguruan tinggi di Indonesia dengan meningkatkan mutu pendidikan yang disediakan secara konsisten dan berkelanjutan serta memberikan pelayanan yang terbaik sesuai tujuan yang ditetapkan oleh masing-masing perguruan tinggi sehingga para stakeholder memperoleh kepuasan.
Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanannya, masing-masing perguruan tinggi diberikan suatu otonomi untuk menentukan, mengelola, serta melakukan pengawasan secara mandiri atas pendidikan yang diselenggarakannya, sesuai dengan UU Sisdiknas Pasal 50 ayat (6) : “Perguruan tinggi menentukan kebijakan dan memiliki otonomi dalam mengelola pendidikan di lembaganya.” dengan penjelasan : “yang dimaksud dengan otonomi perguruan tinggi adalah kemandirian perguruan tinggi untuk mengelola sendiri lembaganya”, namun dengan pengawasan pemerintah dan masyarakat tentunya. Pada tahun 2006, Dirjen Dikti memandang perlu untuk membentuk Komisi
SPMPT di bawah Dewan Pendidikan Tinggi untuk menyusun Sistem Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi (SPMPT) yang berbasis institusi dengan tiga subsistem yaitu Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT), Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), dan Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) yang disinergikan untuk memenuhi Standar Nasional Pendidikan (SNP) yang tidak lain merupakan standar mutu pendidikan tinggi di Indonesia (Pasal 4 Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang SNP)
Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) Nasional mencakup kegiatan sistematik pengumpulan, pengolahan, dan penyimpanan data serta informasi tentang penyelenggaraan pendidikan tinggi di semua perguruan tinggi oleh Ditjen Dikti, untuk mengawasi penyelenggaraan pendidikan tinggi oleh pemerintah sebagaimana diamanatkan dalam Pasal 66 ayat (1) dan ayat (2) UU Sisdiknas (dahulu disebut EPSBED). Sementara itu, Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) merupakan kegiatan sistematik penjaminan mutu di pendidikan tinggi oleh perguruan tinggi (internally driven), untuk mengawasi penyelenggaraan pendidikan tinggi oleh perguruan tinggi secara berkelanjutan (continuous improvement) sebagaimana diatur dalam Pasal 50 ayat (6) UU Sisdiknas juncto Pasal 91 PP.No.19 Tahun 2005 tentang SNP. Selain PDPT dan SPMI, subsistem lainnya adalah SPME. Sistem Penjaminan Mutu Eksternal (SPME) merupakan kegiatan sistematik penilaian kelayakan program dan/atau perguruan tinggi oleh BAN-PT atau lembaga mandiri di luar perguruan tinggi yang diakui Pemerintah, untuk mengawasi penyelenggaraan pendidikan tinggi untuk dan atas nama masyarakat, sebagai bentuk akuntabilitas publik sebagaimana diamanatkan oleh Pasal 60 ayat (2) UU Sisdiknas dan Pasal 86 ayat (3) PP.No.19 Tahun 2005 tentang SNP (disebut Akreditasi).
Berkaitan dengan otonomi yang diberikan Pemerintah kepada setiap perguruan tinggi di Indonesia, acuan yang dipakai untuk perancangan sistem mutu suatu perguruan tinggi tidak hanya terpaku pada SNP saja melainkan ada banyak sistem mutu yang dapat dijadikan acuan dalam perancangan suatu SPMPT demi terciptanya suatu sistem mutu yang unggul sehingga masing-masing perguruan tinggi tersebut dapat saling bersaing dalam upaya penyajian mutu pendidikan yang terbaik di Indonesia pada khususnya dan di dunia pada umumnya seperti dipaparkan dalam PP.No.19 Tahun 2005 tentang SNP bahwa standar SNP adalah standar minimal yang harus dipenuhi oleh suatu perguruan
Badan Akreditasi Nasional oleh Dikti, ISO Internasional, Ministry of University Affairs (MUA) Thailand, Chulalongkom University – Quality Assurance (CU-QA) Thailand, Asean University Network-Quality Assurance (AUN-QA), Europe Quality Award (EQA), dan Malcolm Baldrige National Quality Award (MBNQA) USA, dan lain sebagainya. (Kantor Jaminan Mutu Universitas Gadjah Mada, 2004). Hal ini telah dibuktikan dengan banyaknya perguruan tinggi yang menerapkan sistem penjaminan mutu dengan mengacu pada standar-standar tersebut, seperti UII dengan aplikasi ISO 9001:2008, UBINUS dengan penerapan MBNQA pada tahun 2008, dan lain sebagainya.
IT Telkom merupakan salah satu penyelenggara pendidikan tinggi di Indonesia.
Secara otomatis, institusi ini juga ikut bertanggung jawab terhadap mutu pendidikan di Indonesia serta ditantang untuk dapat bersaing dengan penyedia-penyedia pendidikan tinggi di Indonesia pada khususnya dan di dunia pada umumnya. Dalam menjawab tantangan tersebut, IT Telkom menetapkan visi yaitu “Menjadi Perguruan Tinggi Internasional yang Unggul di Bidang Infokom dan Agen dalam Pembentukan Insan Cerdas dan Kompetitif, serta berperan dalam Pembentukan Masyarakat yang Sejahtera”
dengan misi antara lain (1) Menyelenggarakan pendidikan bertaraf internasional untuk mengembangkan sumber daya profesional di bidang infokom; (2) Menyelenggarakan penelitian bertaraf internasional untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi serta motivasi di bidang infokom; (3) Menyelenggarakan pengabdian pada masyarakat dan secara aktif membangun sinergi dengan industri/institusi dalam dan luar negeri.
Untuk mewujudkan visi dan misi tersebut, IT Telkom harus dapat mengupayakan suatu mutu pendidikan yang terbaik untuk tenaga pengajar maupun masyarakat (stakeholder) di bidang akademik dan non akademik, salah satunya dengan menerapkan sistem penjaminan mutu dengan baik sesuai standar yang telah ditetapkan (SNP).
Pelaksanaan sistem penjaminan mutu di STT Telkom (sekarang IT Telkom) dimulai sejak tahun 2002 dengan mengaplikasikan sistem Malcolm Baldrige National Quality Program for Performance Excellent (MBPE) hingga tahun 2004. Pada awal tahun 2005 hingga 2007 STT Telkom menerapkan sistem penjaminan mutu Nilai Kinerja Lembaga (NKL) yang diadopsi dari MBPE yang disesuaikan dengan kebutuhan institusi. Mulai tahun 2009 hingga saat ini, SPM IT Telkom mengacu pada sertifikasi ISO 9001:2008 dan NKL (Direktorat Satuan Penjaminan Mutu IT Telkom, 2009).
Gambar 1.2 Perkembangan Sistem Penjaminan Mutu IT Telkom
Dari ketiga bentuk pengembangan sistem penjaminan mutu yang telah diterapkan tersebut hingga kini SPM IT Telkom masih belum memenuhi persyaratan SPMPT Dikti yang mencakup tiga subsistem utama yang terintegrasi. Pelaksanaan SPME di IT Telkom yang berupa akreditasi eksternal oleh BAN-PT masih dilakukan secara parsial oleh masing-masing fakultas akibat kurang adanya koordinasi dengan Bagian Penjaminan Mutu, hal ini terkait dengan kurang berfungsinya pangkalan data di Bagian Penjaminan Mutu yaitu kurangnya integrasi dokumen-dokumen serta data yang ada.
Selain itu adanya penerapan standar ISO 9001:2008 yang masih belum terintegrasi dengan pedoman SPMPT yang dikeluarkan oleh Dikti, yang dalam hal ini terfokus pada Standar Akreditasi, membuat Sistem Penjaminan Mutu di IT Telkom belum terlaksana dengan maksimal. Oleh karena itu, perlu adanya rancangan ulang SPMPT IT Telkom yang disesuaikan dengan pedoman yang dikeluarkan oleh Dikti dan sistem penjaminan mutu berbasis ISO 9001:2008 yang sedang berjalan, dengan tujuan untuk menjamin penyelenggaraan pendidikan sesuai dengan kebijakan, target, dan peraturan institusi yang telah ditetapkan sehingga nantinya dapat tercipta suatu perbaikan mutu berkelanjutan (continuous improvement).
1.2. Perumusan Masalah
Bagaimana rancangan Sistem Penjaminan Mutu IT Telkom yang sesuai dengan pedoman SPMPT yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi serta visi, misi, dan target pengembangan IT Telkom?
1.3. Tujuan Penelitian
Tujuan dari penelitian tugas akhir ini yaitu merancang Sistem Penjaminan Mutu IT Telkom yang sesuai dengan pedoman SPMPT yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal
1.4. Manfaat Penelitian
Manfaat yang dapat diperoleh dari penelitian ini antara lain:
1. Sebagai masukan kepada pihak institusi mengenai rancangan Sistem Penjaminan Mutu IT Telkom
2. Sebagai salah satu acuan untuk melaksanakan perbaikan mutu di IT Telkom
3. Sebagai salah satu rancangan untuk mendukung visi, misi, dan target pengembangan IT Telkom
1.5. Batasan Masalah
Untuk mengarahkan penelitian agar maksud dan tujuan tercapai, maka ditentukan pembatasan kajian sebagai berikut:
1. Rancangan dibuat hanya pada level institusi, tidak termasuk SPMPT masing-masing fakultas/prodi di IT Telkom
2. Rancangan yang diusulkan tidak memperhatikan aspek biaya 3. Penelitian yang dilakukan tidak sampai pada tahap implementasi
4. Rancangan yang dibuat mengacu pada persyaratan Standar Nasional Pendidikan, ISO 9001:2008, Akreditasi Institusi, dan Akreditasi Program Studi BAN-PT