POLUSI TANAH DAN AIR TANAH
Karakteristik Biologis Tanah
Prof. Dr. Budi Indra Setiawan
Dr. Satyanto Krido Saptomo, Allen Kurniawan ST., MT.
Departemen Teknik Sipil dan Lingkungan
Institut Pertanian Bogor
2011
Karakteristik Biologis Tanah
Pendahuluan
Mikroorganisme dalam Tanah
Konsorsium Mikroorganisme
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Biologis
Kinetika Reaksi Biotransformasi
Acuan
: Notodarmojo, S. (2005), Pencemaran Tanah dan Air
Pendahuluan
Di dalam tanah, terdapat suatu sistem yang kompleks dengan
ada keterikatan antara reaksi:
Pada karakteristik biologis, mikroorganisme mampu melakukan
transformasi biotis terhadap kontaminan anorganik dan
biodegradasi kontaminan organik melalui proses yang panjang
dan kompleks.
Fisik
Kimia
Tidak hanya mikroorganisme yang mampu melakukan transformasi zat-zat kimia dalam tanah dan air tanah, namun ada bebeapa jenis hewan yang umumnya hidup pada tanah permukaan.
Cacing Tanah
Semut
Rayap
Mikroorganisme dalam Tanah
Semakin banyak kandungan organik tanah dan oksigen, semakin
tinggi jumlah dan jenis mikroorganisme.
Kelompok mikroorganisme dalam kaitannya dengan mobilitas zat
pencemar adalah bakteri, jamur (fungi), algae, dan protozoa.
Bakteri
Morfologi ukuran 0,5-3 µm; berbentuk bulat,
tongkat, spiral; hidup di tanah yang memiliki kelembaban dan ketersediaan substrat cukup. Bakteri yang penting dalam degradasi zat
pencemar tanah antara lain Pseudomonas,
Nocardia, Mycobacterium, Arthrobacter, dan
Bacillus umumnya mampu mendegradasi senyawa hidrokarbon alifatik.
Kemampuan mikroorganisme telah
dikembangkan dalam penanganan limbah organik seperti hidrokarbon dan peptisida, melalui proses bioremediasi.
Bakteri pendegradasi hidrokarbon alifatik:
Pseudomonas sp. Bacillus cereus Mycobacterium sp.
Jamur
Morfologi berbentuk filamen panjang,
memperbanyak diri melalui spora, dan bersifat heterotrophis.
White rot fungi dapat merombak lignin menjadi zat yang dapat didegradasioleh
bakteri, karena mampu mengeluarkan enzim
peroxidase.
Jamur mempunyai kemampuan hidup pada
rentang pH yang luas.
Bacidiomycetes hidup di sekitar akar tumbuhan membentuk simbiosis dengan akar tumbuhan dalam membantu ajar dalam menarik air
Beberapa jenis jamur yang diidentifikasi dapat mendegradasi zat pencemar di dalam tanah:
Aspergillus niger Cunninghamella elegans Pestalotia sp.
Algae
Hidup pada lingkungan dengan intensitas cahaya dan kelembaban
yang cukup.
Berperan dalam mengikat nitrogen dari udara dan melepaskan oksigen
sebagai hasil asimilasi ke dalam tanah.
Mampu mendegradasi kontaminan berbahaya yang mempunyai ikatan
senyawa hidrokarbon.
Oscillatoria sp. Nostoc sp. Anabaena sp.
Klasifikasi Mikroorganisme
Kriteria Klasifikasi Kategori Penjelasan Sumber Energi Phototrophs
Dari sinar matahari
Chemotrophs Dari senyawa kimia
Sumber Karbon Autothroph Memanfaatkan CO2
Heterothroph Memanfaatkan zat organik
Sumber Elektron dalam Proses Metabolisme
Organotroph Menggunakan zat organik
Lithotroph Menggunakan zat anorganik
Proses Metabolisme
Aerobik Metabolisme dengan kehadiran
molekul oksigen dan bertindak sebagai elektron akseptor.
Anaerobik Metabolisme yang dapat berlangsung tanpa kehadiran oksigen.
Mikroorganisme memperoleh energi melalui reaksi redoks (reduksi-oksidasi).
Dalam mengoksidasi senyawa organik, dua elektron akan dilepaskan,
dan secara simultan dua proton akan menghilang. Hal tersebut setara dengan dilepaskannya 2 atom hidrogen proses dehidrogenasi.
Dalam proses reduksi senyawa organik oleh mikroorganisme, dua
elektron dan dua proton ditambahkan proses hidrogenasi.
Proses oksidasi atom atau molekul melepaskan elektron Proses reduksi atom atau molekul mendapatkan elektron
We need energy!
Proses penting lain dari aktivitas mikroorganisme:
COMETABOLISME : degradasi yang terjadi apabila ada senyawa
organik lain yang berfungsi sebagai sumber energi utama, sehingga substrat yang bukan sebagai sumber energi ikut terdegradasi, karena mikroorganisme tersebut mengeluarkan enzim yang mampu menjadi katalis penguraian substrat selain sumber utama energinya.
GRATUITOUS METABOLISME: suatu proses metabolisme pada suatu
mikroorganisme yang mempunyai kemampuan mendegradasi senyawa yang bukan sumber energinya, karena enzim yang dilepaskan oleh
mikroorganisme tersebut tidak memerlukan lagi energi untuk proses reduksi.
Konsorsium Mikroorganisme
Konsorsium mikroorganisme yang umumnya bekerja sama dalam
suatu kelompok, sehingga tercipta hubungan yang sinergis dalam memperbesar kemungkinan degradasi senyawa organik dan energi yang diperoleh.
Bila mikroorganisme hadir tidak dalam suatu campuran yang
memungkinkan mereka melakukan sinergi, maka reaksi
kompleks tidak akan terjadi, sehingga degradasi tidak terjadi
secara sempurna.
Beberapa keuntungan adanya konsorsium mikroorganisme:
oProses degradasi dapat dilakukan secara berurutan.
o
Menghasilkan zat atau enzim yang dibutuhkan.
o
Meningkatkan laju degradasi substrat secara keseluruhan.
oMempermudah reaksi oksidasi karena dapat mencari jalur
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Proses Biologis
Mikro-organisme Substrat dan Nutrien PenerimaElektron Lingkungan Faktor
Mikroorganisme
Dalam suatu ekosistem terdapat satu jenis
mikroorganisme dominan yang mampu bekerja sama dengan mikroorganisme lain. Akibatnya secara berangsur-angsur terjadi perubahan substrat akibat
penggunaannya sebagai energi oleh satu jenis mikroorganisme.
Perubahan substrat akan mempengaruhi
komposisi spesies yang mampu
memanfaatkan substrat yang ada.Dengan demikian, dominasi mikroorganisme akan bergeser ke arah jenis substrat yang
paling sesuai dengan mikroorganisme yang ada.
Semakin banyak jenis mikroorganisme
yang terlibat dalam proses degradasi, akan semakin membuka kemungkinan jalur proses degradasi.
Penerima Elektron
Semua reaksi transformasi biologis pada dasarnya merupakan
reaksi redoks yang melibatkan donor elektron akseptor elektron.
Beberapa akseptor elektron: O2, NO3-, SO42-, CO2. Level energi dari beberapa reaksi redoks:
Substrat dan Nutrien
Substrat diperlukan sebagai sumber energi dan sumber karbon,
sedangkan nutrien diperlukan untuk pertumbuhan dan penggandaan sel.
Kebutuhan mikroorganisme akan nutrien kurang lebih sama
dengan komposisi sel yang terdiri dari empat elemen utama karbon, hidrogen, oksigen, dan nitrogen.
Semakin banyak jenis mikroorganisme yang terlibat dalam
proses degradasi, akan semakin membuka kemungkinan jalur proses degradasi.
Faktor Lingkungan
a) Kelembaban Tanah
Kelembaban yang rendah akan menghalangi aktivitas bakteri, karena
menghalangi gerakan sel dan reaksi metabolisme.
Kelembaban yang tinggi menyebabkan tanah menjadi tergenang,
sehingga transfer oksigen menjadi terbatas dan mengakibatkan lingkungan tanah menjadi anaerobik.
Kelembaban tanah yang mengandung ± 15% kandungan air,
merupakan kondisi yang optimal bagi perkembangan mikroorganisme.
b) Temperatur
Peningkatan temperatur akan meningkatkan aktivitas mikroorganisme
dan laju reaksi.
Suatu peningkatan temperatur sebesar 10°K dapat meningkatkan laju
reaksi hingga dua kali lipat (Notodarmojo dalam Cookson, 1990).
Temperatur optimum bagi hampir semua mikroorganisme yang hidup
c) pH
pH mempengaruhi kemampuan fungsi-fungsi sel, seperti transpor
melalui membran sel, keseimbangan reaksi yang terkatalis oleh enzim.
Kisaran pH yang umum bagi mikroorganisme untuk hidup dalam
tanah adalah 5 hingga 10.
d) Kandungan Garam dalam Larutan Air Tanah
Mempengaruhi tekanan osmosis dari larutan air tanah atau
kelembaban yang ada.
Perubahan tekanan osmosis akan mempengaruhi fenomena transport
Mengapa diperlukan analisis kinetika
biodegradasi ? • Dapat mengkarakterisasi setiap saat konsentrasi senyawa kimia yang tersisa pada tanah,
• Memberikan rekomendasi berupa
prediksi level lingkungan pada saat ini dan di kemudian hari,
• Dan mengeliminasi adanya
kontaminan berbahaya sebelum memasuki komponen lingkungan yang rentan.
Pertumbuhan Bakteri
Pertumbuhan bakteri lebih mengacu kepada
peningkatan
semua komponen di dalam sel sehingga menghasilkan suatu
peningkatan ukuran sel dan pembelahan sel (kecuali mikrobia
yang membentuk filamen) dan terjadi peningkatan jumlah
individu di dalam populasi
.
Pada umumnya bakteri dapat memperbanyak diri dengan
pembelahan biner, sehingga pertumbuhan dapat diukur dari
bertambahnya jumlah sel. Waktu yang diperlukan untuk
membelah diri dari satu sel menjadi dua sel sempurna disebut
waktu generasi. Sedangkan waktu yang diperlukan oleh
sejumlah sel atau massa sel menjadi dua kali jumlah/massa sel
semula disebut
doubling time
atau waktu penggandaan.
Waktu pertumbuhan bakteri akan berhenti dikarenakan sokongan nutrisi pada lingkungan sudah tidak memadai lagi, sehingga akan terjadi kemerosotan jumlah sel akibat bakteri tidak mendapatkan nutrisi hingga pada titik ekstrim menyebabkan terjadinya kematian total bakteri. Kejadian di atas apabila digambarkan dalam bentuk kurva:
Fase yang dianalisis
Proses adaptasi dan aktivasi isolat
Metode Langsung
Formula :
dengan, 𝜇 = konstanta laju pertumbuhan (jam-1)
Xt = jumlah populasi pada saat t (sel/ml) X0 = jumlah populasi pada saat to (sel/ml) t-t0 = interval waktu (jam)
Metode Tidak Langsung
• Mengukur tingkat turbiditas
menggunakan spektrofotometer, λ = 610 nm nilai optical density (OD)
• Nilai µ merupakan slope dari fasa eksponensial dari nilai OD.
Kinetika Biodegradasi
Kinetika Biodegradasi µ µmax KS Y q qmax kd laju pertumbuhan spesifik laju pertumbuhan spesifik maksimum konsentrasi setengah jenuh koefisien produksi sintesis sellaju utilisasi substrat spesifik laju utilisasi substrat spesifik maksimum laju kematian endogenous
µ : pertambahan jumlah massa sel melebihi dari inokulum asalnya, yang dilihat berdasarkan jumlah sel, atau turbiditas (diamati pada fasa eksponensial).
µmax : besarnya laju pertumbuhan produksi
biomassa maksimum pada akhir fasa eksponensial.
KS : konsentrasi substrat pada saat µ = 0,5 µmax
Y : nilai produksi biomassa yang terbentuk per unit substrat yang tersisa ketika seluruh energi digunakan untuk sintesis.
q dan qmax : besarnya laju penggunaan substrat (dalam konsentrasi maksium untuk qmax) ketika proses metabolisme sel berjalan.
kd : kecepatan kematian mikroorganisme ketika
substrat yang tersedia tidak cukup digunakan untuk regenerasi sel.
Kurva Pertumbuhan Monod
Deskripsi Kinetika Biodegradasi
Semakin tinggi konsentrasi substrat, maka laju pertumbuhan akan semakin tinggi sampai mencapai nilai maksimum
y = 0,1246x + 1,377 R² = 0,0322 1,0 1,2 1,4 1,6 1,8 0 0,2 0,4 0,6 0,8 Xm ax S (%)
Perhitungan Kinetika Biodegradasi
0,3 0,5 0,7 0,9 1,1 1,3 1,5 1,7 0 2 4 6 8 10 12 O p ti ca l D en si ty p a d a 6 1 0 n m Waktu (jam) µ Pers. Monod : X Lineweaver-Burk Plotting : µmax dan KS X m ax Y kd q dan qmax SLatihan
Dari penelitian melalui proses isolasi bakteri tanah, didapatkan bakteri dominan
Pseudomonas putida. Bakteri kemudian dilihat grafik pertumbuhannya selama 12 jam dengan mengukur tingkat kekeruhan (turbiditas) yang tercatat pada spektrofotometer dengan panjang gelombang 610 nm, sehingga didapatkan data sebagai berikut:
Dari data di atas tentukan nilai koefisien biodegradasi bakteri tersebut!
Konsentrasi Substrat (%) t (jam) 0,1 0,2 0,3 0,4 0,5 0,6 0,7 Optical Density 0 0,765 0,454 0,947 0,94 0,948 0,612 0,858 1 0,903 0,643 1,013 1,093 0,994 0,78 0,953 2 0,929 0,77 1,2 1,152 1,141 0,98 1,094 3 0,837 0,924 1,014 1,101 1,059 0,827 0,995 4 1,039 0,727 1,195 1,441 1,229 0,863 1,147 5 1,172 0,965 1,072 1,224 1,179 1,13 1,252 6 1,045 0,875 1,382 1,317 1,485 1,104 1,182 7 1,218 0,948 1,42 1,515 1,468 1,218 1,551 8 1,406 1,194 1,509 1,603 1,511 1,142 1,547 9 1,482 1,225 1,192 1,595 1,479 1,183 0,974 10 1,436 0,951 0,887 1,616 1,426 1,176 1,113 11 0,871 0,711 0,948 1,093 0,997 1,179 0,884 12 0,766 0,738 0,902 0,923 0,966 0,718 0,855