• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA BARAT DINAS PENDIDIKAN SMA NEGERI 1 BATANG ANAI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA BARAT DINAS PENDIDIKAN SMA NEGERI 1 BATANG ANAI"

Copied!
18
0
0

Teks penuh

(1)

PEMERINTAH PROVINSI SUMATERA BARAT

DINAS PENDIDIKAN

SMA NEGERI 1 BATANG ANAI

Alamat : Jl. Dwi Warna No. 59 Pasar Usang. Telepon/Fax: (0751)471111 E-mail : [email protected] Website : smanbatanganai.sch.id

Nama Pembuat : Resfira, M.Pd

Nama Sekolah : SMA Negeri 1 Batang Anai

Kelas / Semester : XII / Ganjil

Mata pelajaran : Pendidikan Kewarganegaraan Pertemuan Ke- : 1 Materi : Kasus-kasus pelanggaran hak dan

pengingkaran kewajiban warga Negara

Alokasi Waktu : 45 Menit JP

A. Kompetensi Inti

KI-1:Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.

KI-2: Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, santun, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), bertanggung jawab, responsif, dan pro-aktif dalam berinteraksi secara efektif sesuai dengan perkembangan anak di lingkungan, keluarga, sekolah, masyarakat dan lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional, dan kawasan internasional”.

KI 3: Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual, prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan masalah

KI4: Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan

pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metode sesuai kaidah keilmuan

B. Kompetensi Dasar dan Indikator Pencapaian Kompetensi

Kompetensi Dasar Indikator

1.1 Menghargai perbedaan sebagai anugerah Tuhan yang Maha Esa dalam rangka penghormatan hak asasi manusia

 Menghargai perbedaan sebagai anugerah Tuhan yang Maha Esa dalam rangka penghormatan hak asasi manusia

2.1 Bersikap responsif dan proaktif terhadap pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

 Bersikap responsif dan proaktif terhadap pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

3.1 Menganalisis nilai-nilai Pancasila terkait dengan kasus-kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dalam kehidupan

 Mengidentifikasi kasus-kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dari berbagai sumber

Mengidentifikasi dengan penuh tanggung jawab menggunakan high-order thinking skills (HOTS) tentang Kasus-kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara

(2)

berbangsa dan bernegara jawab tentang Kasus-kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara

 Menganalisis dan menyimpulkan Kasus-kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara.

4.1 Menyaji hasil analisis nilai-nilai Pancasila terkait dengan kasus-kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

 Menyajikan hasil pengumpulan data secara bertanggung jawab dalam bentuk display atau power point tentang Kasus-kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara.  Menyajikan tulisan ilmiah tentang kasus-kasus pelanggaran hak dan

pengingkaran kewajiban warga Negara

C. Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti proses pembelajaran, peserta didik diharapkan dapat:

 Menghargai perbedaan sebagai anugerah Tuhan yang Maha Esa dalam rangka penghormatan hak asasi manusia

 Bersikap responsif dan proaktif terhadap pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara

 Mengidentifikasi kasus-kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara dari berbagai sumber

 Mengidentifikasi dengan penuh tanggung jawab menggunakan high-order thinking skills (HOTS) tentang Kasus-kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara

 Menjelaskan data dari berbagai sumber dengan penuh rasa tanggung jawab tentang Kasus-kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara

 Menganalisis dan menyimpulkan Kasus-kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara.

 Menyajikan hasil pengumpulan data secara bertanggung jawab dalam bentuk display atau power point tentang Kasus-kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara.

 Menyajikan tulisan ilmiah tentang kasus-kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga Negara

D. Materi pembelajaran

Kasus-kasus pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga Negara. 1. Makna Hak dan Kewajiban Warga Negara

2. Substansi Hak dan Kewajiban Warga Negara dalam Pancasila 3. Kasus Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban Warga Negara 4. Penanganan Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban Warga Negara E. Metode Pembelajaran

1) Pendekatan : Saintifik

2) Model Pembelajaran : Discovery learning, Problem Based Learning (PBL) 3) Metode : Tanya jawab, wawancara, diskusi dan bermain peran F. Media Pembelajaran

Media :

 Worksheet atau lembar kerja (siswa)  lembar penilaian

 Cetak: buku, modul, brosur, leaflet, dan gambar.

 Manusia dalam lingkungan: guru, pustakawan, laboran, dan penutur nativ. Alat/Bahan :

 Penggaris, spidol, papan tulis  Laptop & infocus

 Audio: kaset dan CD.

 Audio-cetak: kaset atau CD audio yang dilengkapi dengan teks.  Proyeksi visual diam: OUT dan film bingkai.

 Proyeksi audio visual: film dan bingkai (slide) bersuara.  Audio visual gerak: VCD, DVD, dan W.

(3)

 Visual gerak: film bisu.

 Objek fisik: Benda nyata, model, dan spesimen.  Komputer.

G. Sumber Belajar

 Buku penunjang kurikulum 2013 mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Kelas XII, Kemendikbud, tahun 2013 revisi 2016

 Pengalaman peserta didik dan guru

H. Pengintegrasian materi dengan alquraan dan BAM HAM Menurut Konsep Islam

a. Negara juga menjamin tidak ada pelanggaran terhadap hak-hak ini dari pihak individu. Sebab pemerintah mempunyai tugas sosial yang apabila tidak dilaksanakan berarti tidak berhak untuk tetap memerintah. Allah berfirman:

"Yaitu orang-orang yang jika Kami teguhkan kedudukannya di muka bumi, niscaya mereka menegakkan shalat, menunaikan zakat, menyuruh berbuat ma’ruf dan mencegah perbuatan munkar. Dan kepada Allah-lah kembali semua urusan." (QS. 22: 4)

b. Jaminan pertama hak-hak pribadi dalam sejarah umat manusia adalah dijelaskan Al-Qur’an: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya... dst." (QS. 24: 27-28

c. ” “gadang jangan malendo, panjang jangan malindih”. Secara ringkasnya ia membawa ingatan “kalau menjadi orang yang memegang kuasa, jangan berbuat sesuka hati

d. “nan landai batitih, nan candoang baraieh, nan lamah baindiek” pula bermaksud “dilarang di dalam adat orang memperlakukan si lemah semahu-mahunya”

e. “dibilang kato nan ampek, partamo kato pusako. Sanong hati santoso tampek, di sinan ado raso mardeko”.

I. Kegiatan Pembelajaran

1 . Pertemuan Pertama dan Kedua (4 x 45 Menit)

Kegiatan Pendahuluan (15 Menit) Guru :

Orientasi

 Melakukan pembukaan dengan salam pembuka, memanjatkan syukur kepada Tuhan YME dan berdoa untuk memulai pembelajaran

 Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin

 Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan pembelajaran. Aperpepsi

 Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya

 Mengingatkan kembali materi prasyarat dengan bertanya.

 Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan dilakukan. Motivasi

 Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.

 Apabila materitema/projek ini kerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh ini dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang materi :

 Makna hak dan kewajiban warga negara

 Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung  Mengajukan pertanyaan

Pemberian Acuan

 Memberitahukan materi pelajaran yang akan dibahas pada pertemuan saat itu.

 Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM pada pertemuan yang berlangsung

 Pembagian kelompok belajar

 Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran. Kegiatan Inti ( 150 Menit )

Sintak Model

Pembelajaran Kegiatan Pembelajaran Stimulation KEGIATAN LITERASI

(4)

1 . Pertemuan Pertama dan Kedua (4 x 45 Menit) (stimullasi/

pemberian rangsangan)

Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatian pada topik materi Makna hak dan kewajiban warga negara dengan cara :

 Melihat (tanpa atau dengan Alat) Memberikan link video Pembelajaran https://youtu.be/AoQsWZLvSgs  Mengamati

 Bahan ajar materi Makna hak dan kewajiban warga negara.

 Pemberian contoh-contoh materi Makna hak dan kewajiban warga negara untuk dapat dikembangkan peserta didik, berup contoh kasus pelanggaran hak dan kewajiban.

https://www.maolioka.com/2016/11/kasus-pelanggaran-hak-dan-pengingkaran_15.html

 Membaca.

Kegiatan literasi ini dilakukan di rumah dan di sekolah dengan membaca materi dari buku paket atau buku-buku penunjang lain, dari internet/materi yang berhubungan dengan Makna hak dan kewajiban warga negara.

 Menulis

Menulis resume dari hasil pengamatan dan bacaan terkait Makna hak dan kewajiban warga negara.

 Mendengar

Pemberian materi Makna hak dan kewajiban warga negara oleh guru.  Menyimak

Penjelasan pengantar kegiatan secara garis besar/global tentang materi pelajaran mengenai materi :

 Makna hak dan kewajiban warga negara

untuk melatih rasa syukur, kesungguhan dan kedisiplinan, ketelitian, mencari informasi. Problem statemen (pertanyaan/ identifikasi masalah)

CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIK)

Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengidentifikasi sebanyak mungkin pertanyaan yang berkaitan dengan gambar yang disajikan dan akan dijawab melalui kegiatan belajar, contohnya :

 Mengajukan pertanyaan tentang materi :  Makna hak dan kewajiban warga negara

yang tidak dipahami dari apa yang diamati atau pertanyaan untuk mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan yang bersifat hipotetik) untuk mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan belajar sepanjang hayat.

Data collection (pengumpulan data)

KEGIATAN LITERASI

Peserta didik mengumpulkan informasi yang relevan untuk menjawab pertanyan yang telah diidentifikasi melalui kegiatan:

 Mengamati obyek/kejadian

Mengamati dengan seksama materi Makna hak dan kewajiban warga negara yang sedang dipelajari dalam bentuk gambar/video/slide presentasi yang disajikan dan mencoba menginterprestasikannya.

 Membaca sumber lain selain buku teks

Secara disiplin melakukan kegiatan literasi dengan mencari dan membaca berbagai referensi dari berbagai sumber guna menambah pengetahuan dan pemahaman tentang materi Makna hak dan kewajiban warga negara yang sedang dipelajari.  Aktivitas

Menyusun daftar pertanyaan atas hal-hal yang belum dapat dipahami dari kegiatan mengmati dan membaca yang akan diajukan kepada guru berkaitan dengan materi Makna hak dan kewajiban warga negara yang sedang dipelajari.

 Wawancara/tanya jawab dengan nara sumber

Mengajukan pertanyaan berkaiatan dengan materi Makna hak dan kewajiban warga negara yang telah disusun dalam daftar pertanyaan kepada guru.

(5)

1 . Pertemuan Pertama dan Kedua (4 x 45 Menit)

COLLABORATION (KERJASAMA)

Peserta didik dibentuk dalam beberapa kelompok untuk:  Mendiskusikan

Peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas contoh dalam buku paket mengenai materi Makna hak dan kewajiban warga negara.

 Mengumpulkan informasi

Mencatat semua informasi tentang materi Makna hak dan kewajiban warga negara yang telah diperoleh pada buku catatan dengan tulisan yang rapi dan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.

 Mempresentasikan ulang

Peserta didik mengkomunikasikan secara lisan atau mempresentasikan materi dengan rasa percaya diri Makna hak dan kewajiban warga negara sesuai dengan pemahamannya.

 Saling tukar informasi tentang materi :  Makna hak dan kewajiban warga negara

dengan ditanggapi aktif oleh peserta didik dari kelompok lainnya sehingga diperoleh sebuah pengetahuan baru yang dapat dijadikan sebagai bahan diskusi kelompok kemudian, dengan menggunakan metode ilmiah yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau pada lembar kerja yang disediakan dengan cermat untuk

mengembangkan sikap teliti, jujur, sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi, menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat.

Data processing (pengolahan Data)

COLLABORATION (KERJASAMA) dan CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIK)

Peserta didik dalam kelompoknya berdiskusi mengolah data hasil pengamatan dengan cara :

 Berdiskusi tentang data dari Materi :  Makna hak dan kewajiban warga negara

 Mengolah informasi dari materi Makna hak dan kewajiban warga negara yang sudah dikumpulkan dari hasil kegiatan/pertemuan sebelumnya mau pun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan mengumpulkan informasi yang sedang

berlangsung dengan bantuan pertanyaan-pertanyaan pada lembar kerja.  Peserta didik mengerjakan beberapa soal mengenai materi Makna hak dan

kewajiban warga negara. Verification

(pembuktian)

CRITICAL THINKING (BERPIKIR KRITIK)

Peserta didik mendiskusikan hasil pengamatannya dan memverifikasi hasil pengamatannya dengan data-data atau teori pada buku sumber melalui kegiatan :

 Menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat yang berbeda sampai kepada yang bertentangan untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan prosedur dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam membuktikan tentang materi :

 Makna hak dan kewajiban warga negara

antara lain dengan : Peserta didik dan guru secara bersama-sama membahas jawaban soal-soal yang telah dikerjakan oleh peserta didik.

Generalization (menarik kesimpulan)

COMMUNICATION (BERKOMUNIKASI)

Peserta didik berdiskusi untuk menyimpulkan

 Menyampaikan hasil diskusi tentang materi Makna hak dan kewajiban warga negara berupa kesimpulan berdasarkan hasil analisis secara lisan, tertulis, atau media lainnya untuk mengembangkan sikap jujur, teliti, toleransi, kemampuan

berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat dengan sopan.

 Mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal tentang materi :  Makna hak dan kewajiban warga negara

 Mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan tentanag materi Makna hak dan kewajiban warga negara dan ditanggapi oleh kelompok yang

mempresentasikan.

(6)

1 . Pertemuan Pertama dan Kedua (4 x 45 Menit)

yang dilakukan dan peserta didik lain diberi kesempatan untuk menjawabnya.

CREATIVITY (KREATIVITAS)

 Menyimpulkan tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan berupa :

Laporan hasil pengamatan secara tertulis tentang materi :  Makna hak dan kewajiban warga negara

 Menjawab pertanyaan tentang materi Makna hak dan kewajiban warga negara yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau lembar kerja yang telah disediakan.  Bertanya tentang hal yang belum dipahami, atau guru melemparkan beberapa

pertanyaan kepada siswa berkaitan dengan materi Makna hak dan kewajiban warga negara yang akan selesai dipelajari

 Menyelesaikan uji kompetensi untuk materi Makna hak dan kewajiban warga negara yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau pada lembar lerja yang telah disediakan secara individu untuk mengecek penguasaan siswa terhadap materi pelajaran.

Catatan : Selama pembelajaran Makna hak dan kewajiban warga negara berlangsung, guru mengamati sikap siswa dalam pembelajaran yang meliputi sikap: nasionalisme, disiplin, rasa percaya diri, berperilaku jujur, tangguh menghadapi masalah tanggungjawab, rasa ingin tahu, peduli lingkungan

Kegiatan Penutup (15 Menit) Peserta didik :

 Membuat resume (CREATIVITY) dengan bimbingan guru tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan pembelajaran tentang materi Makna hak dan kewajiban warga negara yang baru dilakukan.

 Mengagendakan pekerjaan rumah untuk materi pelajaran Makna hak dan kewajiban warga negara yang baru diselesaikan.

 Mengagendakan materi atau tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja yang harus mempelajarai pada pertemuan berikutnya di luar jam sekolah atau dirumah.

Guru :

 Memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa untuk materi pelajaran Makna hak dan kewajiban warga negara.

 Peserta didik yang selesai mengerjakan tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja dengan benar diberi paraf serta diberi nomor urut peringkat, untuk penilaian tugas projek/produk/portofolio/unjuk kerja pada materi pelajaran Makna hak dan kewajiban warga negara.

 Memberikan reward untuk materi pelajaran Makna hak dan kewajiban warga negara kepada kelompok yang responsive dan proaktif dalam melaksanakan diskusi selama pembelajaran.

J. Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan 1. Teknik Penilaian (terlampir)

a. Sikap

- Penilaian Observasi

Penilaian observasi berdasarkan pengamatan sikap dan perilaku peserta didik sehari-hari, baik terkait dalam proses pembelajaran maupun secara umum. Pengamatan langsung dilakukan oleh guru. Berikut contoh instrumen penilaian sikap

No Nama Siswa Aspek Perilaku yang Dinilai Jumlah Skor Skor Sikap Kode Nilai BS JJ TJ DS 1 75 75 50 75 275 68,75 C 2 ... ... ... ... ... ... ... Keterangan : • BS : Bekerja Sama • JJ : Jujur • TJ : Tanggun Jawab • DS : Disiplin Catatan :

1. Aspek perilaku dinilai dengan kriteria: 100 = Sangat Baik

(7)

50 = Cukup 25 = Kurang

2. Skor maksimal = jumlah sikap yang dinilai dikalikan jumlah kriteria = 100 x 4 = 400 3. Skor sikap = jumlah skor dibagi jumlah sikap yang dinilai = 275 : 4 = 68,75

4. Kode nilai / predikat :

75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB) 50,01 – 75,00 = Baik (B)

25,01 – 50,00 = Cukup (C) 00,00 – 25,00 = Kurang (K)

5. Format di atas dapat diubah sesuai dengan aspek perilaku yang ingin dinilai - Penilaian Diri

Seiring dengan bergesernya pusat pembelajaran dari guru kepada peserta didik, maka peserta didik diberikan kesempatan untuk menilai kemampuan dirinya sendiri. Namun agar penilaian tetap bersifat objektif, maka guru hendaknya menjelaskan terlebih dahulu tujuan dari penilaian diri ini, menentukan kompetensi yang akan dinilai, kemudian menentukan kriteria penilaian yang akan digunakan, dan merumuskan format penilaiannya Jadi, singkatnya format penilaiannya disiapkan oleh guru terlebih dahulu. Berikut Contoh format penilaian :

No Pernyataan Ya Tidak Jumlah Skor

Skor Sikap

Kode Nilai 1 Selama diskusi, saya ikut serta

mengusulkan ide/gagasan. 50

250 62,50 C

2

Ketika kami berdiskusi, setiap anggota mendapatkan kesempatan untuk berbicara.

50 3 Saya ikut serta dalam membuat

kesimpulan hasil diskusi kelompok. 50

4 ... 100

Catatan :

1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50

2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 4 x 100 = 400

3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (250 : 400) x 100 = 62,50 4. Kode nilai / predikat :

75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB) 50,01 – 75,00 = Baik (B)

25,01 – 50,00 = Cukup (C) 00,00 – 25,00 = Kurang (K)

5. Format di atas dapat juga digunakan untuk menilai kompetensi pengetahuan dan keterampilan

- Penilaian Teman Sebaya

Penilaian ini dilakukan dengan meminta peserta didik untuk menilai temannya sendiri. Sama halnya dengan penilaian hendaknya guru telah menjelaskan maksud dan tujuan penilaian, membuat kriteria penilaian, dan juga menentukan format penilaiannya. Berikut Contoh format penilaian teman sebaya :

Nama yang diamati : ...

Pengamat

: ...

No Pernyataan Ya Tidak Jumlah Skor

Skor Sikap

Kode Nilai 1 Mau menerima pendapat teman. 100

450 90,00 SB 2 Memberikan solusi terhadap

permasalahan. 100

3 Memaksakan pendapat sendiri

kepada anggota kelompok. 100

4 Marah saat diberi kritik. 100

(8)

Catatan :

1. Skor penilaian Ya = 100 dan Tidak = 50 untuk pernyataan yang positif, sedangkan untuk pernyataan yang negatif, Ya = 50 dan Tidak = 100

2. Skor maksimal = jumlah pernyataan dikalikan jumlah kriteria = 5 x 100 = 500

3. Skor sikap = (jumlah skor dibagi skor maksimal dikali 100) = (450 : 500) x 100 = 90,00 4. Kode nilai / predikat :

75,01 – 100,00 = Sangat Baik (SB) 50,01 – 75,00 = Baik (B)

25,01 – 50,00 = Cukup (C) 00,00 – 25,00 = Kurang (K)

- Penilaian Jurnal (Lihat lampiran) b. Pengetahuan

- Tertulis Uraian dan atau Pilihan Ganda (Lihat lampiran)

- Tes Lisan/Observasi Terhadap Diskusi, Tanya Jawab dan Percakapan Praktek Monolog atau Dialog

Penilaian Aspek Percakapan

No Aspek yang Dinilai Skala Jumlah Skor Skor Sikap Kode Nilai 25 50 75 100 1 Intonasi 2 Pelafalan 3 Kelancaran 4 Ekspresi 5 Penampilan 6 Gestur

- Penugasan (Lihat Lampiran) Tugas Rumah

a. Peserta didik menjawab pertanyaan yang terdapat pada buku peserta didik

b. Peserta didik memnta tanda tangan orangtua sebagai bukti bahwa mereka telah mengerjakan tugas rumah dengan baik

c. Peserta didik mengumpulkan jawaban dari tugas rumah yang telah dikerjakan untuk mendapatkan penilaian.

c. Keterampilan

- Penilaian Unjuk Kerja

Contoh instrumen penilaian unjuk kerja dapat dilihat pada instrumen penilaian ujian keterampilan berbicara sebagai berikut:

Instrumen Penilaian

No Aspek yang Dinilai

Sangat Baik (100) Baik (75) Kurang Baik (50) Tidak Baik (25) 1 Kesesuaian respon dengan pertanyaan

2 Keserasian pemilihan kata

3 Kesesuaian penggunaan tata bahasa 4 Pelafalan

(9)

Kriteria penilaian (skor) 100 = Sangat Baik 75 = Baik 50 = Kurang Baik 25 = Tidak Baik

Cara mencari nilai (N) = Jumlah skor yang diperoleh siswa dibagi jumlah skor maksimal dikali skor ideal (100)

Instrumen Penilaian Diskusi

No Aspek yang Dinilai 100 75 50 25

1 Penguasaan materi diskusi

2 Kemampuan menjawab pertanyaan 3 Kemampuan mengolah kata

4 Kemampuan menyelesaikan masalah Keterangan :

100 = Sangat Baik 75 = Baik 50 = Kurang Baik 25 = Tidak Baik

- Penilaian Proyek (Lihat Lampiran) - Penilaian Produk (Lihat Lampiran) - Penilaian Portofolio

Kumpulan semua tugas yang sudah dikerjakan peserta didik, seperti catatan, PR, dll Instrumen Penilain

No Aspek yang Dinilai 100 75 50 25

1 2 3 4

2. Instrumen Penilaian (terlampir) a. Pertemuan Pertama

b. Pertemuan Kedua c. Pertemuan Ketiga

3. Pembelajaran Remedial dan Pengayaan a. Remedial

Bagi peserta didik yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM), maka guru bisa memberikan soal tambahan misalnya sebagai berikut :

1) Jelaskan tentang Sistem Pembagian Kekuasaan Negara!

2) Jelaskan tentang Kedudukan dan Fungsi Kementerian Negara Republik Indonesia dan Lembaga Pemerintah Non Kementerian!

3) Jelaskan tentang Nilai-nilai Pancasila dalam Penyelenggaraan pemerintahan! CONTOH PROGRAM REMIDI

Sekolah : ………..

Kelas/Semester : ………..

Mata Pelajaran : ………..

Ulangan Harian Ke : ……….. Tanggal Ulangan Harian : ……….. Bentuk Ulangan Harian : ……….. Materi Ulangan Harian : ………..

(KD / Indikator) : ………..

(10)

No Nama Peserta Didik Nilai Ulangan Indikator yang Belum Dikuasai Bentuk Tindakan Remedial Nilai Setelah Remedial Keterangan 1 2 3 4 5 6 dst b. Pengayaan

Guru memberikan nasihat agar tetap rendah hati, karena telah mencapai KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal). Guru memberikan soal pengayaan sebagai berikut :

1) Membaca buku-buku tentang Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara yang relevan.

2) Mencari informasi secara online tentang Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara

3) Membaca surat kabar, majalah, serta berita online tentang Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara

4) Mengamati langsung tentang Nilai-nilai Pancasila dalam kerangka praktik penyelenggaraan pemerintahan Negara yang ada di lingkungan sekitar.

Catatan Kepala Sekolah

... ... ... ...

Mengetahui Pasar Usang, Juli 2021

Kepala, Guru Mata Pelajaran PPKn

Fermazoni, S.Pd Resfira.M.Pd

(11)

LAMPIRAN 2

BAHAN AJAR

KASUS-KASUS PELANGGARAN HAK DAN PENGINGKARAN

KEWAJIBAN WARGA NEGARA.

Hakikat Hak dan Kewajiban Warga Negara

Berbicara tentang hak warga negara tentu saja tidak terlepas dari materi sebelumnya

mengenai hak asasi manusia. Jika hak asasi bersifat universal, tidak terpengaruh status

kewarganegaraan seseorang maka hak warga negara melekat pada kewarganegaraan

seseorang. Namun demikian, semua hak asasi manusia merupakan hak warga negara. Tetapi

tidak semua hak warga negara adalah hak asasi. Sedangkan kewajiban warga negara pada

dasarnya diatur dalam ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Hak dan kewajiban warga negara merupakan dua hal yang saling berkaitan, memiliki

hubungan kausalitas atau hubungan sebab akibat. Artinya seseorang mendapatkan hak karena

kewajibannya dipenuhi. Dari kewajiban itulah muncul hak dan begitupun sebaliknya.

Gambar 1 Contoh Pelanggaran Hak di Bidang Pendidikan

Sumber :

https://www.maolioka.com/2016/11/kasus-pelanggaran-hak-dan-pengingkaran_15.html

Pada kenyataannya sering terjadi pertentangan antara keduanya dikarenakan

pelaksanaannya yang tidak seimbang. Sebagai contoh, setiap warga negara berhak

mendapatkan pendidikan. Meskipun menjadi hak, namun banyak warga negara belum

mendapatkan pendidikan. Hal tersebut disebabkan ketidakseimbangan antara hak dan

kewajiban yang kemudian akan memberi dampak kesenjangan sosial.

Untuk mencapai keseimbangan antara hak dan kewajiban maka setiap individu harus

memahami posisi diri masing-masing. Dalam artian mengetahui hak dan kewajibannya sesuai

peraturan perundangan yang berlaku. Apabila hak dan kewajiban seimbang dan terpenuhi,

kehidupan berbangsa dan bernegara akan aman, tertib dan sejahtera.

(12)

Substansi Hak dan Kewajiban Warga Negara dalam Pancasila

Pancasila memiliki kedudukan di Negara Indonesia sebagai ideologi terbuka.

Keterbukaan ideologi Pancasila mengandung nilai dasar, nilai instrumental dan nilai praksis.

Sebagaimana yang sudah dijelaskan pada unit pembelajaran sebelumnya bahwa yang

dimaksud dengan nilai dasar merupakan nilai-nilai Pancasila yang tidak berubah, nilai

instrumental sebagai sarana mewujudkan nilai dasar yang dapat berubah sesuai keadaan dan

nilai praksis berupa pelaksanaan secara nyata.

Substansi hak dan kewajiban warga negara ditinjau dari nilai dasar berkaitan dengan

hakikat kelima sila Pancasila, yakni: nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan, nilai persatuan, nilai

kerakyatan, dan nilai keadilan. Nilai dasar Pancasila itu bersifat universal dan di dalamnya

terkandung cita-cita, tujuan serta nilai-nilai baik dan benar. Penjabarannya sebagai berikut:

a. Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menjamin dan melindungi hak warga negara untuk bebas

memeluk agama dan beribadah sesuai dengan ajaran agama dan kepercayaannya

masing-masing. Kewajiban warga negara antara lain membina kerja sama dan tolong menolong

dengan pemeluk agama lain sesuai dengan situasi dan kondisi di lingkungan

masing-masing, mengembangkan toleransi antarumat beragama serta tidak memaksakan suatu

agama dan kepercayaan kepada orang lain

b. Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menempatkan hak warga negara pada

kedudukan yang sama dan setara dalam jaminan dan perlindungan hukum. Kewajiban

warga negara memperlakukan orang lain sesuai harkat dan martabatnya, mengakui

persamaan derajat, hak, dan kewajiban, mengembangkan sikap saling mencintai sesama

manusia, tenggang rasa, dan tidak semena-mena kepada orang lain serta melakukan

berbagai kegiatan kemanusiaan.

c. Sila Persatuan Indonesia menjamin hak warga negara dalam keberagaman misalnya

dengan cara mengembangkan budaya daerah masing-masing. Untuk itu setiap warga

negara memiliki kewajiban menempatkan kepentingan bangsa dan negara di atas

kepentingan pribadi dan golongan, rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara,

mencintai tanah air dan bangsa Indonesia, mengembangkan persatuan Indonesia atas dasar

Bhinneka Tunggal Ika, serta memajukan persatuan dan kesatuan bangsa.

d. Sila

Kerakyatan

yang

Dipimpin

oleh

Hikmat

Kebijaksanaan

dalam

Permusyawaratan/Perwakilan tercermin dalam kehidupan berbangsa dan bernegara yang

demokratis. Hak warga negara untuk bebas berpendapat sebagai bagian dari partisipasi

politik serta berpartisipasi dalam pemilihan umum. Kewajiban warga negara adalah

(13)

mengutamakan musyawarah mufakat, tidak memaksakan kehendak kepada orang lain dan

memberikan kepercayaan kepada wakil-wakil rakyat yang telah terpilih untuk

menjalankan tugas sebaik-baiknya.

e. Sila Keadilan Sosial bagi seluruh Rakyat Indonesia menempatkan warga negara dengan

jaminan perlindungan hak milik pribadi/perorangan. Untuk itu menjadi kewajiban warga

negara mengembangkan sikap gotong-royong dan kekeluargaan dalam kehidupan

bermasyarakat, tidak melakukan perbuatan yang merugikan kepentingan umum dan suka

bekerja keras.

Penjabaran dari nilai-nilai dasar adalah nilai instrumental. Perwujudan nilai

instrumental pada umumnya berbentuk ketentuan-ketentuan konstitusional berupa

undang-undang dasar sampai dengan peraturan daerah. Ketentuan tentang hak dan kewajiban warga

negara pada hakikatnya terbagi dua jenis, yaitu:

a. Ketentuan Formal

Isi ketentuan formal mengenai warga negara tercantum dalam Pasal 26 Undang-Undang

Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang selanjutnya dituangkan dalam

peraturan perundangan undang-undang tentang kewarganegaraan. Berdasarkan ketentuan

tersebut yang dimaksud dengan warga negara ialah orang-orang bangsa Indonesia asli dan

orang-orang bangsa lain yang disyahkan dengan undang-undang sebagai warga negara.

Ketentuan ini merupakan jaminan atas hak setiap orang untuk mendapatkan status

kewarganegaraannya yang tidak dapat dicabut secara semena-mena. Sedangkan yang

dimaksud dengan penduduk adalah warga negara Indonesia dan orang asing yang

bertempat tinggal di Indonesia.

b. Ketentuan Material

Ketentuan material tentang warga negara Indonesia dijamin dalam Pasal 27 sampai 34

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Ketentuan lebih lanjut

diatur dalam peraturan perundang-undangan.

Penjabarannya sebagai berikut :

1) Kesamaan Kedudukan dalam Hukum dan Pemerintahan diatur dalam Pasal 27 Ayat (1)

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Pasal tersebut

menunjukkan adanya keseimbangan antara hak dan kewajiban, yaitu hak warga negara

atas kedudukan hukum dan pemerintahan, serta sekaligus kewajiban warga negara

untuk menjunjung hukum dan pemerintahan.

2) Hak atas Pekerjaan dan Penghidupan yang Layak Bagi Kemanusiaan dijamin dalam

Pasal 27 Ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang

diatur lebih lanjut dalam berbagai peraturan perundangan antara lain dalam

(14)

undang-undang sistem pendidikan nasional, tenaga kerja, agraria, perkoperasian, penanaman

modal, perbankan dan lain sebagainya yang bertujuan menciptakan lapangan pekerjaan.

3) Hak dan Kewajiban Bela Negara dijamin dalam Pasal 27 Ayat (3) yang menegaskan

hak dan kewajiban bela negara menjadi sebuah kesatuan.

4) Kemerdekaan Berserikat dan Berkumpul tercantum dalam Pasal 28 Undang-Undang

Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menyiratkan hak warga negara

dalam berserikat, berkumpul dan mengeluarkan pendapat. Kewajiban warga negara

adalah mematuhi berbagai ketentuan yang mengaturnya.

5) Kemerdekaan memeluk Agama dijamin dalam Pasal 29 Ayat (1) Undang-Undang

Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menjadi dasar kebebasan

beragama, dan kewajibannya menghormati serta toleransi terhadap penganut agama

lain.

6) Pertahanan dan Keamanan Negara dinyatakan dalam Pasal 30 Ayat (1) dan (2)

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945.

7) Hak mendapatkan Pendidikan dijamin dalam Pasal 31 Ayat (1) Undang-Undang Dasar

Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mewajibkan pemerintah untuk

mengusahakan dan menyelenggarakan satu sitem pendidikan nasional.

8) Kebudayaan Nasional Indonesia tercantum dalam Pasal 32 Ayat (1) Undang-Undang

Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang menegaskan atas jaminan hak

warga negara untuk mengembangkan nilai-nilai budayanya. Bahkan dalam Pasal 32

Ayat (2) dijelaskan bahwa warga negara berhak untuk mengembangkan dan

menggunakan bahasa daerah sebagai bahasa pergaulan.

9) Perekonomian Nasional diatur dalam Pasal 34 Undang-Undang Dasar Negara Republik

Indonesia Tahun 1945 yang merupakan jaminan hak warga negara atas usaha

perekonomian dan hak warga negara untuk mendapatkan kemakmuran.

10) Kesejahteraan Sosial diatur dalam Pasal 34 Undang-Undang Dasar Negara Republik

Indonesia Tahun 1945 yang menjamin ata shak warga negara untuk mendapatkan

jaminan sosial terdiri dari jaminan kesehatan dan hak mendapatkan fasilitas umum

yang layak.

Nilai praksis merupakan realisasi nyata dari ketentuan-ketentuan yang termuat dalam

peraturan perundang-undangan yang terwujud dalam sikap dan tindakan sehari-hari. Nilai

praksis Pancasila senantiasa mengikuti perkembangan zaman dan dapat dilakukan perubahan

dan perbaikan sesuai perkembangan zaman dan aspirasi masyarakat. Hal ini dikarenakan

Pancasila sebagai ideologi terbuka. Hak dan kewajiban warga negara dalam nilai praksis

(15)

Pancasila dapat terwujud apabila nilai-nilai dasar dan instrumental dari Pancasila

dilaksanakan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga menjadi kewajiban bagi setiap warga

negara untuk menunjukkan sikap positif dalam kehidupan sehari-hari.

Kasus-Kasus Pelanggaran Hak dan Pengingkaran Kewajiban Warga Negara

Pelanggaran Hak Warga Negara

Pelanggaran hak warga negara terjadi disaat seorang warga negara tidak mendapatkan

hak yang seharusnya seperti yang tercantum dalam undang-undang. Hal tersebut bisa saja

terjadi diakibatkan kelalaian ataupun pengingkaran yang dilakukan oleh warga negara lainnya

maupun oleh pemerintah melalui kebijakan-kebijakannya.

Beberapa kasus yang termasuk dalam bentuk pelanggaran hak warga negara antara

lain:

1. Tindak kriminalitas seperti pencurian, pembunuhan, penganiayaan, pelecehan seksual dan

lain sebagainya

2. Penangkapan dan penahanan seseorang dengan alasan menjaga stabilitas tanpa

berdasarkan hukum

3. Penerapan budaya kekerasan dengan alasan untuk menindak warga masyarakat yang

dianggap bersikap ekstrim, mengganggu stabilitas keamanan dan ketertiban.

4. Pembungkaman maupun pembatasan kebebasan pers baik melalui cara pencabutan SIUPP,

pencekalan dan ijin edar.

5. Menimbulkan rasa takut dan tunduk dari masyarakat terhadap pemerintah, karena tak

ingin dicurigai sebagai salah satu oknum pengganggu ketertiban dan keamanan nasional.

6. Pembatasan kegiatan berkumpul dan mengeluarkan aspirasi

Pengingkaran Kewajiban Warga Negara

Negara akan dapat berjalan dengan baik bila warga negaranya mendukung. Demikian

pula sebaliknya. Penjaminan hak dan kewajiban antara negara dan warga negara terdapat

dalam konstitusi negara. Oleh karena itu setiap warga negara Indonesia memiliki kewajiban

yang telah diatur secara konstitusional sebagai berikut :

1. Kewajiban membayar pajak

Terdapat pada pasal 23 Ayat (2) dan Pasal 27 Ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara

Republik Indonesia Tahun 1945 yang menegaskan tentang warga negara wajib untuk

membayarkan dan melaporkan pajaknya di masing-masing kantor pelayanan pajak sesuai

dengan cabang tempat tinggalnya

2. Kewajiban bela negara dalam Pasal 27 Ayat (3) Undang-Undang Dasar Negara Republik

Indonesia Tahun 1945

3. Kewajiban menghormati hak asasi manusia yang tercantum dalam Pasal 28 J Ayat (1)

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Ayat (2) tentang

(16)

pembatasan kewajiban orang lain. Artinya warga negara berkewajiban untuk saling

menghormati apa yang dimiliki kebebasan seseorang sesuai dengan tuntunan moral,

nilai-nilai agama, keamanan serta ketertiban umum.

4. Kewajiban dalam usaha Pertahanan dan Keamanan Negara yang tercantum dalam Pasal 30

Ayat (1) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang

memberikan kewajiban pada setiap warga negara untuk ikut serta dalam pertahanan dan

keamanan negara.

5. Kewajiban mengikuti Pendidikan Dasar tercantum dalam Pasal 31 Ayat (1)

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang mengandung arti setiap

warga negara wajib ikut serta dalam memenuhi pendidikan sekolah sampai batas minimal

pendidikan yang sudah ditetapkan oleh negara. Semua biaya pendidikan difasilitasi oleh

negara.

Pengingkaran kewajiban adalah pengingkaran warga negara terhadap kewajiban yang

ditentukan. Bentuk dari pengingkaran kewajiban warga negara banyak sekali dari mulai yang

sederhana sampai kasus yang berat, diantaranya membuang sampah sembarangan termasuk

membuang limbah pabrik ke sungai, melanggar aturan lalu lintas, merusak fasilitas negara

misalnya mencoret-coret bangunan milik umum, tidak membayar pajak kepada negara seperti

Pajak Bumi Bangunan, Pajak Kendaraan Bermotor, serta tidak berpartisipasi dalam usaha

pertahanan dan keamanan negara misalnya tidak mau mengikuti kegiatan siskamling.

Gambar 2 Contoh Pengingkaran Kewajiban Warga Negara terhadap Aturan Lalu-Lintas

Sumber :

https://www.materipelajaran.web.id/2015/08/pelanggaran-hak-dan-pengingkaran-kewajiban.html

Penanganan Hak dan Pengingkaran Kewajiban Warga Negara

Sebelum pelanggaran menjadi lebih luas dan merusak tatanan negara maka diperlukan

pencegahan terjadinya pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban.

(17)

Berikut ini upaya pencegahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi berbagai kasus

pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara:

1.

Menjunjung supremasi hukum

2.

Meningkatkan peran lembaga-lembaga negara

3.

Meningkatkan kualitas pelayanan publik

4.

Meningkatkan pengawasan dari masyarakat dan lembaga-lembaga politik

terhadap setiap upaya penegakan hak dan kewajiban warga negara

5.

Meningkatkan kesadaran bernegara baik secara formal maupun nonformal

6.

Meningkatkan pelayanan dan profesionalisme lembaga keamanan dan pertahanan

negara

7.

Meningkatkan kerjasama yang harmonis antarkelompok atau golongan dalam

masyarakat

Selain melakukan upaya pencegahan, pemerintah juga harus menangani berbagai

kasus yang sudah terjadi. Tindakan penanganan dilakukan oleh lembaga-lembaga negara

yang memiliki fungsi utama untuk menegakkan hukum.

Kepolisian misalnya, harus melaksanakan penanganan terhadap kasus-kasus yang

berkaitan dengan pelanggaran hak warga negara untuk memiliki rasa aman seperti

penangkapan pelaku pembunuhan, perampokan, tindak pidana terorisme, penganiayaan,

kasus-kasus yang berkaitan dengan pelanggaran peraturan terhadap lalu lintas dan

sebagainya.

Tentara Nasional Indonesia melaksanakan penanganan terhadap kasus-kasus yang

berkaitan dengan gerakan separatisme, ancaman keamanan dari luar dan sebagainya.

Komisi Pemberantasan Korupsi melaksanakan penanganan kasus-kasus korupsi dan

penyalahgunaan keuangan negara.

Lembaga Peradilan melaksanakan perannya untuk menjatuhkan hukuman dan sanksi atas

pelanggaran hak dan pengingkaran kewajiban warga negara.

(18)

Gambar 3 Pemerintah Membentuk Tim Nasional Pencegahan Korupsi

Sumber :

https://setkab.go.id/perpres-no-542018-pemerintah-bentuk-tim-nasional

pencegahan-korupsi/

Kehidupan negara akan berjalan dengan baik, harmonis dan stabil apabila antara

negara dan warga negara mengetahui dan mengimplementasikan hak dan kewajibannya

secara tepat dan proporsional. Perlu adanya kesadaran pada setiap warga negara bahwasanya

pelaksanaan hak berkaitan dengan kewajiban. Keduanya harus seimbang, serasi dan selaras.

Penuntutan hak oleh negara maupun warga negara haruslah berimbang dengan kewajiban.

Tidak mungkin seorang individu hanya menuntut haknya saja sedang kewajibannya

diabaikan. Jika ada warga negara yang hanya menuntut haknya saja maka pasti akan

merugikan warga yang lain, bangsa dan negaranya.

Gambar

Gambar 1 Contoh Pelanggaran Hak di Bidang Pendidikan
Gambar 2 Contoh Pengingkaran Kewajiban Warga Negara terhadap Aturan Lalu-Lintas
Gambar 3 Pemerintah Membentuk Tim Nasional Pencegahan Korupsi  Sumber : https://setkab.go.id/perpres-no-542018-pemerintah-bentuk-tim-nasional

Referensi

Dokumen terkait

Jumlah karyawan dengan status lajang tersebut nampaknya hampir separuh lebih yakni sebanyak 66 orang atau 50.77% menginginkan atau memiliki intensi untuk

Dalam penelitian ini, pembahasan akan difokuskan pada estimasi skewness (kemiringan) dengan menggunakan metode Bootstrap dan metode Jackknife sebagai metode

inisiatif yang baik dalam pembelajaran IPS, terlihat ketika ditugaskan untuk.. mengerjakan suatu tugas siswa cenderung mencari informasi hanya

Hasil desain trolley yang telah diuji dalam perancangan ulang trolley ini dapat disimpulkan telah sesuai dengan kebutuhan suara konsumen dan telah memenuhi tujuan awal.. Kata

The authors of Paramadina, Fiqih Lintas Agama, p.. receive, Non-Moslems who are not ahl al-kitâb, like Buddhist and Hindu, do not allow to enter to the mosques, even the mosque

[r]

Dikarenakan Iklan dan Promo Banyak sekali informan yang pada awalnya tidak sedang membutuhkan suatu barang, akan tetapi setelah melihat tulisan “ hot promo ” atau

Alexandra memulai usaha dagangnya pada tanggal 1 januari 2000 dengan nama.