• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENGARUH HASIL BELAJAR PENGANTAR ILMU EKONOMI TERHADAP GAYA HIDUP MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI FKIP UNTAN ARTIKEL PENELITIAN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PENGARUH HASIL BELAJAR PENGANTAR ILMU EKONOMI TERHADAP GAYA HIDUP MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI FKIP UNTAN ARTIKEL PENELITIAN"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

PENGARUH HASIL BELAJAR PENGANTAR ILMU EKONOMI TERHADAP GAYA HIDUP MAHASISWA

PENDIDIKAN EKONOMI FKIP UNTAN

ARTIKEL PENELITIAN

OLEH:

RN ABU DARDA UBA NIM. F31109038

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN EKONOMI JURUSAN PENDIDIKAN ILMU - ILMU SOSIAL FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK

2018

brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk

provided by Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran

(2)

PENGARUH HASIL BELAJAR PENGANTAR ILMU EKONOMI TERHADAP GAYA HIDUP MAHASISWA PENDIDIKAN

EKONOMI

FKIP UNTAN ARTIKEL

PENELITIAN

RN ABU DARDA UBA NIM. F31109038

Disetujui, Pembimbing I,

Dr. Husni Syahrudin, M. Si NIP. 196401201990021001

Pembimbing II,

Dr. Warneri, M. Si NIP. 196303071990021001

Dekan FKIP

Dr. H. Martono, M. Pd NIP. 196803161994031014

Mengetahui,

Ketua Jurusan P.IIS

Dr. Hj. Sulistyarini, M. Si

NIP. 196511171990032001

(3)

1

PENGARUH HASIL BELAJAR PENGANTAR ILMU EKONOMI TERHADAP GAYA HIDUP MAHASISWA PENDIDIKAN

EKONOMI FKIP UNTAN

Rn Abu Darda Uba, Husni Syahrudin, Warneri Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Untan

Email: [email protected]

Abstract

This study aims to determine the effect of learning outcomes introduction to behavioral economics Economy Education Student Guidance and Life Style Tanjungpura University's Pontianak . The research method used is associative research methods and forms of survey research. The population consists of 279 students and the sample totaled 74 students. Test results hypothesis testing with simple regression coefficients (t test) that there are significant learning outcomes introduction to behavioral economics Economy Education Student Guidance and Counseling consumption Tanjungpura University's Pontianak with value t count < t table (0.660 <

1.994), then H

0

accepted and Ha is rejected, the Coefficient of Determination Test (R2) that, learning outcomes introductory economics life syle of Economics Faculty of Teacher Education students Tanjungpura University's Pontianak by 0,6%.

Keywords: Learning Outcomes, Introduction to Economics, Life Style

PENDAHULUAN

Masa remaja adalah masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa atau dikenal juga dengan sebutan masa remaja.

Remaja memiliki proses pembentukan terhadap gaya hidupnya masing-masing, dimana para remaja mencari identitas dan berusaha untuk mencapai pola diri yang ideal. Sarlito Wirawan S. (2004: 14) menyatakan defenisi remaja untuk masyarakat Indonesia dapat menggunakan batasan usia 11-24 tahun. Dengan demikian mahasiswa merupakan bagian dari kelompok remaja apabila disesuaikan dengan umur remaja masyarakat Indonesia. Dalam menjalankan proses pendidikan formal pada perguruan tinggi seorang mahasiswa diberikan pemahaman dan pengetahuan tentang disiplin ilmu yang dipelajarinya sehingga mendapatkan

kemampuan dan kecakapan yang sesuai

dengan harapan dari diri seseorang yang

mempelajarinya dan dari disiplin ilmu

yang dipelajarinya. Dengan kemampuan

yang dimiliki seseorang dari pengalaman

belajar, maka seseorang tersebut

mempunyai kemampuan untuk

menerapkan atau mengaplikasikan

disiplin ilmu yang diperolehnya dalam

kehidupan sehari-hari, tak terkecuali pada

disiplin ilmu ekonomi. Pengantar Ilmu

ekonomi sebagai salah satu mata kuliah di

program studi pendidikan ekonomi

diharapkan mampu memberikan

pengetahuan kepada mahasiswa untuk

memiliki kecakapan di bidang ekonomi,

sehingga mahasiswa mampu menerapkan

apa yang mereka pelajari ke dalam gaya

hidup seiring dalam memenuhi kebutuhan

hidupnya.

(4)

Prasastianta (2011: 2) mengatakan,

”Secara umum senantiasa tindakan manusia telah direncanakan sebelumnya yang dilakukan secara sadar melalui pemikiran yang matang dalam konteks ekonomi, manusia senantiasa mendasari tindakannya untuk mencapai efisien dan efektifitas ekonomi”.

Pada mata kuliah pengantar ilmu ekonomi terdapat materi yang berhubungan dengan dasar-dasar ekonomi, baik itu pengertian ekonomi itu sendiri, teori perilaku produsen, teori perilaku konsumen dan kegiatan-kegiatan ekonomi serta konsep-konsep tentang ekonomi. Dengan termuatnya ruang lingkup ekonomi yang dipelajari pada mata kuliah pengantar ilmu ekonomi, maka akan memberikan pengalaman belajar pada seseorang dalam menanggapi persoalan-persoalan ekonomi pada kehidupan sehari-hari yang dijalani seseorang.

Pengalaman belajar seseorang dalam proses belajar memberikan peranan besar pada seseorang untuk memperoleh kemampuan dan kecakapan dalam mencapai hasil belajar yang maksimal.

Pengalaman belajar mahasiswa pada mata kuliah pengantar ilmu ekonomi memberikan kemampuan dan peranan kepada seseorang yang belajar untuk mengenal konsep-konsep ekonomi secara teori dan prakteknya dikehidupan sehari- hari, dengan kemampuan yang dimiliki seseorang tersebut mengarah pada kemajuan dan perkembangan hasil belajar yang dimilikinya. Seperti yang dikemukakan Suryabrata (2002: 297) mengartikan, “Hasil belajar ekonomi sebagai nilai yang merupakan bentuk perumusan akhir yang diberikan oleh guru terkait dengan kemajuan atau hasil belajar ekonomi siswa selama waktu tertentu”.

Mengartikan, selama proses belajar yang dijalani seseorang akan mengarah pada hasil belajar yang diperoleh seseorang tersebut.

Dalam proses belajar dalam dunia pendidikan di lingkungan formal yakni

pada Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Untan Pontianak, seseorang dibentuk dengan sedemikian rupa sehingga agar seseorang mampu dan cakap untuk mengatasi masalah-masalah dalam menjalani kehidupannya sesuai dengan tuntutan disiplin ilmu yang sudah dipelajarinya dan menjadi dasar bagi seseorang tersebut dalam bertindak atau berperilaku. Pada ilmu ekonomi seseorang dikenalkan dengan prinsip atau konsep dasar ekonomi dalam kehidupan sehari- hari yakni, menurut Bambang Puji Raharjo (2008: 3) menyatakan, “Prinsip ekonomi merupakan pedoman atau patokan yang digunakan manusia dalam melakukan kegiatan tindakan ekonomi”.

Pedoman tersebut berupa, “Dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya untuk memperoleh hasil tertentu atau dengan pengorbanan tertentu untuk memperoleh hasil yang maksimal”.

Dengan mengetahui dan

mengamalkan prinsip atau konsep yang ada pada ilmu ekonomi dalam menjalani kehidupan sehari-hari, seseorang memiliki pegangan pengetahuan untuk menyesuaikan permasalahan ekonomi yang dilakukannya. Pengetahuan yang dimiliki seseorang tersebut maka akan memberikan kecakapan dan kemampuan kepada seseorang untuk mengambil keputusan dalam bertindak yang tepat serta berpikir rasional dalam menelaah masalah yang dihadapi sebelum bertindak.

Pada umumnya mahasiswa akan melakukan kegiatan sehari-hari seorang mahasiswa tidak jauh dari belajar dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Dewasa ini, seorang mahasiswa dituntut dapat membedakan mana kebutuhan yang harus didahulukan dan yang harus ditunda.

Untuk mengambil pilihan yang tepat,

seseorang dapat merencanakan suatu

tindakan atau perilaku yang cenderung

sesuai dengan keinginannya dan

berdasarkan pengalaman yang pernah

dilalui dan dirasakan. Tidak luput juga

dimana seseorang mahasiswa dituntut

untuk membedakan dan mengambil

(5)

keputusan dalam memenuhi keinginan dan kebutuhannya sebaik mungkin untuk digunakan dalam kehidupannya.

Meskipun demikian, secara umum tindakan ekonomi manusia kurang rasional. Bila ditelaah, penyebabnya dapat berasal dari berbedanya pandangan seseorang dalam menyikapi masalah, baik manusia itu berada dilingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, lingkungan sekolah, serta obyek-obyek yang dapat memberikan stimulus maupun respon terhadap diri seseorang.

Sebagai mahasiswa, seharusnya dapat mengetahui mana yang lebih rasional dalam mengambil keputusan, berfikir jangka panjang tidak hanya sesaat untuk memenuhi keinginan saja, serta lebih mampu berfikir untuk mengetahui apa yang seharusnya menjadi prioritas mereka sebagai mahasiswa.

Namun yang terjadi seorang mahasiswa ingin diakui eksistensinya oleh lingkungan, mereka melakukan dengan berbagai cara untuk berusaha menjadi bagian dari lingkungan itu.

Secara umum tujuan penelitian ini yaitu mengetahui pengaruh hasil belajar pengantar ilmu ekonomi terhadap gaya hidup Mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Untan Pontianak. Secara khusus tujuan penelitian ini yaitu; (1).

Mengetahui hasil belajar pengantar ilmu Ekonomi Mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Untan Pontianak, (2).

Mengetahui gaya hidup Mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Untan Pontianak, (3). Mengetahui besar pengaruh hasil belajar pengantar ilmu ekonomi terhadap gaya hidup Mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Untan Pontianak.

Berdasarkan uraian di atas peneliti menarik untuk mengetahui pengaruh hasil belajar Pengantar Ilmu Ekonomi terhadap gaya hidup mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Untan Pontianak.

METODE PENELITIAN

Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode asosiatif dan bentuk penelitiannya survey. Hadari Nawawi (2007: 150) mengatakan bahwa,

”Populasi adalah keseluruhan objek penelitian yang terdiri dari manusia, benda-benda, tumbuhan, gejala-gejala, nilai tes, atau kejadian sebagai sumber data yang memiliki karakteristik tertentu dalam suatu penelitian”. Populasi pada penelitian ini yaitu seluruh Mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Untan Pontianak dari angkatan tahun 2013 dan 2014 yang berjumlah 279 orang berdasarkan data akademik FKIP Untan Pontianak tahun 2016. Agar ukuran sampel yang di ambil proporsif maka dihitung dengan menggunakan rumus dari Taro Yamane atau Slovin dalam Riduwan (2007: 65).

Peneliti menentukan jumlah sampel dengan teknik sampling dalam pengambilan sampel. Teknik sampling yang cocok dalam penelitian ini adalah sampel proporsi atau proportional sampel.

Peneliti mengambil sampel 10% dari jumlah populasi, maka jumlah sampel yang diteliti yaitu berjumlah 74 orang mahasiswa.

Teknik dan alat pengumpul data yang digunakan peneliti yaitu menggunakan teknik komunikasi tidak langsung dan studi dokumenter yang dikemukakan oleh Menurut Nawawi (2007: 100) Teknik komunikasi tidak langsung adalah, “Cara mengumpulkan data yang dilakukan dengan mengadakan hubungan tidak langsung atau perantara alat, baik berupa alat yang sudah tersedia maupun alat khusus yang dibuat untuk keperluan itu”.

Untuk pengolahan data ada beberapa tahapan yang dilakukan peneliti yaitu sebelum angket disebarkan kepada responden, agar penelitian dapat dikatakan valid, maka diperlukan adanya pengujian terhadap instrumen penelitian, yaitu melakukan uji validitas terhadap instrumen pada angket penelitian.

Menurut Suharsimi Arikunto (2006: 168)

(6)

“Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukan tingkatan-tingkatan kevalidan atau kesahihan suatu intrumen”.

Menurut Sugiyono (2008: 140) “Validitas internal instrumen berupa tes harus memenuhi construct validity (validitas konstruksi) dan content validity (validitas isi)”. Sedangkan untuk instrumen yang non tes yang digunakan untuk mengukur sikap cukup memenuhi validitas konstruksi”. Maka oleh karena itu intrumen penelitian diujicobakan kepada ahli, setelah itu instrumen diperbaiki, setelah diperbaiki dan dibenarkan serta diberi kepercayaan atas intrumen maka instrumen tersebut disebarkan untuk memperoleh data penelitian. Untuk teknik analisis data, ada beberapa tahapan yang dilakukan peneliti baik secara manual maupun menggunakan program komputer IBM SPSS Statistics 23 yaitu; (1).

Analisis Deskriptif Persentase, (2) Uji Prasyarat Analisis Regresi, (3). Analisis Regresi Linier Sederhana, (4). Uji Hipotesis.

HASILPENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

1. Analisis Deskriptif Persentase

a. Hasil Belajar Pengantar Ilmu Ekonomi Mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Untan Pontianak Berdasarkan perhitungan persentase dari nilai mahasiswa pada mata kuliah pengantar ilmu ekonomi terdapat 27 mahasiswa atau 34,62%

yang memperoleh nilai A termasuk dalam kategori sangat baik dan terdapat 51 mahasiswa atau 65,38%

yang mendapatkan nilai B termasuk dalam kategori baik. Hal ini menggambarkan bahwa sebagian besar mahasiswa mendapatkan nilai yang sangat baik dan baik serta memperoleh kemampuan yang sangat baik dalam belajar.

b. Gaya Hidup Mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Untan Pontianak Gaya Hidup Mahasiswa Pendidikan

Ekonomi FKIP Untan Pontianak dianalisis persentasekan sebagai berikut;

1) Indikator Aktivitas

Dalam indikator aktivitas sehari- hari mahasiswa terdiri dari 10 (1-10) item pernyataan pada angket penelitian. Berikut ini gambar yang menjelaskan bagaimana aktivitas sehari-hari mahasiwa dalam menerapkan gaya hidup mereka dalam kehidupan sehari-hari. Diketahui bahwa jawaban dari responden mengenai gaya hidup dalam indikator aktivitas yaitu; 13 mahasiswa atau 16,67% masuk dalam kategori sangat tinggi, 45 mahasiswa atau 57,69% masuk dalam katergori tinggi, 19 mahasiswa atau 24,36% masuk dalam kategori sedang dan 1 mahasiswa atau 1,28 % masuk dalam kategori rendah. Jika dihitung menggunakan rumus persentase, maka dapat disimpulkan bahwa minat mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Untan Pontianak dalam kategori tinggi karena bernilai 68,03%. Hal ini membuktikan bahwa aktivitas terhadap gaya hidup Mahasiswa Pendidikan

Ekonomi FKIP Untan

terkategori tinggi.

2) Indikator Minat

Indikator minat terdiri dari 10

(11-20) item pernyataan pada

angket penelitian. Berikut ini

gambar yang menjelaskan minat

mahasiswa. diketahui bahwa

jawaban dari responden

mengenai gaya hidup dalam

indikator minat yaitu; 20

mahasiswa atau 25,64% masuk

dalam kategori sangat tinggi, 46

mahasiswa atau 58,97% masuk

dalam katergori tinggi dan 12

mahasiswa atau 15,38% masuk

dalam kategori sedang. Jika

(7)

dihitung menggunakan rumus persentase, maka dapat disimpulkan bahwa minat mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Untan Pontianak dalam kategori tinggi karena bernilai 73,49%. Hal ini membuktikan bahwa pada indikator minat pada Mahasiswa Pendidikan

Ekonomi FKIP Untan

terkategori tinggi.

3) Indikator Opini

Indikator opini terdiri dari 10 (21-30) item pernyataan pada angket penelitian. Berikut ini gambar yang menjelaskan opini mahasiswa terhadap gaya hidup.

Diketahui bahwa jawaban dari responden mengenai gaya hidup dalam indikator opini yaitu; 18 mahasiswa atau 23,08% masuk dalam kategori sangat tinggi, 44 mahasiswa atau 56,41% masuk dalam katergori tinggi dan 16 mahasiswa atau 20,51% masuk dalam kategori sedang. Jika dihitung menggunakan rumus persentase, maka dapat disimpulkan bahwa minat mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Untan Pontianak dalam kategori tinggi karena bernilai 71,31%. Hal ini membuktikan bahwa indikator opini pada Mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Untan terkategori tinggi.

2. Uji Prasyarat Analisis Regresi

Uji prasyarat analisis regresi, peneliti menggunakan uji normalitas. Uji normalitas dalam penelitian ini untuk mengetahui apakah data untuk variabel Hasil Belajar (X), dan Gaya Hidup (Y) berdistribusi secara normal. Uji normalitas dalam penelitian ini menggunakan hasil perhitungan program SPSS dengan output tabel dengan judul One Sample Kolmogorov Smirnov Test. diperoleh nilai Asymp Sig (2-tailed) untuk variabel Hasil Belajar sebesar 0,410 dan nilai Asymp

Sig (2-tailed) untuk variabel gaya hidup sebesar 0,170. Selanjutnya nilai Asymp Sig (2-tailed) dibandingkan nilai α = 0,05, jika Asymp Sig (2- tailed) > 0,05 maka data tersebut berdistribusi secara normal. Dapat dinyatakan semua nilai Asymp Sig (2- tailed) berdasarkan tabel 4.2 lebih besar dari 0,05 yang berarti bahwa variabel hasil belajar dan gaya hidup dalam penelitian ini sudah berdistribusi secara normal.

3. Analisis Regresi Linier Sederhana Untuk menentukan persamaan regresi dalam penelitian ini peniliti menggunakan tabel output SPSS dengan judul Coefficients dengan melihat pada kolom Unstandardized Coefficients. Persamaan regresi yang diperoleh dari hasil analisis yaitu : Y = 76,841 + 0,018X

Persamaan regresi tersebut mempunyai makna sebagai berikut :

a. Konstanta = 76,841

Besaran konstanta menunjukkan bahwa jika variabel hasil belajar diasumsikan tidak ada, maka nilai sebesar 76,841 poin.

b. Koefisien X = 0,018

Koefisien hasil belajar sebesar 0,018 poin yang berarti setiap kenaikkan hasil belajar sebesar 1 poin akan menyebabkan kenaikkan gaya hidup sebesar 0,018.

4. Uji Hipotesis.

a. Uji Koefesien Regresi Sederhana (Uji t)

Uji ini digunakan untuk mengetahui variabel independen (X) berpengaruh signifikan terhadap variabel (Y). Signifikan artinya pengaruh yang terjadi dapat berlaku untuk populasi (dapat digeneralisasikan). Hasil Uji Hipotesis berdasarkan Output Tabel Coefficient. Langkah-langkahnya:

1) Merumuskan Hipotesis

H0 : Tidak terdapat pengaruh

hasil belajar pengantar ilmu

(8)

ekonomi terhadap gaya

hidup Mahasiswa

Pendidikan Ekonomi FKIP Untan Pontianak.

Ha: Terdapat pengaruh hasil belajar pengantar ilmu ekonomi terhadap gaya

hidup Mahasiswa

Pendidikan Ekonomi FKIP Untan Pontianak.

2) Menentukan Tingkat Signifikan Pengujian menggunakan tingkat signifikansi 0,05 dan 2 sisi (a = 5%).

3) Menentukan t hitung

Berdasarkan out put program SPSS for windows versi 23 maka di dapat nilai t hitung sebesar 0,660.

4) Menentukan t tabel

Tabel distribusi pada tabel statistik pada signifikan 0,05/2 dengan derajat kebebasan df = n – k - 1 atau 74 – 2 – 1 = 71.

Nilai yang diperoleh untuk t tabel sebesar 1,994 .

5) Kriteria Pengujian

- Jika signifikansi t hitung < t tabel, maka H0 diterima - Jika signifikan t tabel < t

hitung atau t hitung > t tabel, maka H0 ditolak

6) Kesimpulan

- Karena nilai t hitung < t tabel (0, 0,660 < 1,994), maka H0 diterima.

- Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak terdapat pengaruh hasil belajar pengantar ilmu ekonomi terhadap gaya hidup Mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Untan Pontianak.

b. Koefesien Determinasi (��

2

).

Penentuan pengaruh semua variabel independen terhadap nilai variabel dependen ditunjukkan oleh besarnya koefesian determinasi ( ��

2

). Angka yang didapat akan

diubah ke bentuk persen, yang artinya persentase sumbangan pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Dari program SPSS versi 23 pada tabel Model Summary diperoleh koefisien korelasi yang dinyatakan dalam R yang didapat nilai R = 0,078, maka dapat dinyatakan bahwa koefisien korelasi dalam penelitian ini sebesar 0,078. Jika dibandingkan dengan tabel interpretasi koefisien korelasi, maka dalam penelitian ini nilai koefisien korelasi sebesar 0,006 memiliki tingkat hubungan antara variabel X terhadap Y dalam taraf yang lemah.

Sedangkan untuk menentukan besarnya kontribusi variabel bebas terhadap variabel terikat

menggunakan Koefisien

Determinasi. Dari tabel 4.5 tersebut didapatkan nilai R

2

(R Square) = 0,006, maka dapat dinyatakan bahwa Koefisien Determinasinya sebagai berikut :

KD = R

2

x 100 % = 0,006 x 100%

= 0,6 %.

Dengan demikian menunjukkan bahwa hasil belajar pengantar ilmu ekonomi memiliki pengaruh terhadap gaya hidup Mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Untan Pontianak sebesar 0,6% dan sisanya 99,4 % dari gaya hidup oleh faktor lain yang tidak di kaji dalam penelitian ini.

Pembahasan

Dengan melakukan penelitian yang berjudul “Pengaruh Hasil Belajar Terhadap Gaya Hidup Mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Untan Pontianak”, banyak hal yang dapat diperoleh oleh peneliti, baik dari segi pengembangan ilmu pengetahuan maupun pengalaman dalam melakukan penelitian.

Penelitian ini berupaya untuk mengetahui

(9)

serta menjawab dari permasalahan yang ada dalam penelitian.

Penelitian yang diangkat dari permasalahan yang terjadi pada lingkungan pendidikan khususnya lingkungan mahasiswa ini merupakan proses pemikiran peneliti yang berdasarkan pengalaman belajar yang diperoleh. Dari permasalahan yang ada pada penelitian ini peneliti telah mendapatkan hasil yang berkaitan dengan Pengaruh Hasil Belajar Pengantar Ilmu Ekonomi Terhadap Gaya Hidup Mahasiswa.

1. Hasil Belajar Pengantar Mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Untan angkatan tahun 2013 dan 2014.

Berdasarkan pengumpulan data yang di ambil dapat dihitung bahwa 26 mahasiswa atau 35,1% mahasiswa memperoleh nilai A dan terdapat 48 mahasiswa atau 64,9% mahasiswa memperoleh nilai B. Hal tersebut dapat disimpulkan bahwa hasil belajar sebagian besar mahasiswa mendapatkan nilai yang sangat baik serta memperoleh kemampuan yang baik dalam belajar.

2. Gaya Hidup Mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Untan angkatan 2013 dan 2014.

Berdasarkan hasil jawaban pada sebaran angket yang telah dibagikan kepada mahasiswa pendidikan Ekonomi FKIP Untan angkatan 2013 dan 2014 terdiri dari 78 responden.

Peneliti memperoleh hasil dari jawaban angket yang terdiri 3 indikator pada variabel Gaya Hidup yaitu Aktivitas, Minat dan Opini.

a. Dari hasil jawaban indikator aktivitas peneliti memperoleh 13 mahasiswa atau 16,67% masuk dalam kategori sangat tinggi, 45 mahasiswa atau 57,69% masuk dalam kategori tinggi, 19 mahasiswa atau 24,36% masuk dalam kategori sedang dan 1

mahasiswa atau 1,28% masuk dalam kategori rendah.

b. Sedangkan hasil jawaban responden mengenaivariabel gaya hidup dari indikator minat peneliti memperoleh 20 mahasiswa atau 25,64% masuk dalam kategori sangat tinggi, 46 mahasiswa atau 58,97% masuk dalam kategori tinggi dan 12 mahasiswa atau 15,28% masuk dalam kategori sedang.

c. Dari indikator Opini peneliti memperoleh 18 mahasiswa atau 23,08% masuk dalam kategori sangat tinggi, 44 mahasiswa atau 56,41% masuk dalam kategori tinggi dan 16 mahasiswa atau 20,51% masuk dalam kategori sedang.

Jika dihitung dalam rumus persentase maka hasil yang didapatkan dari jawaban untuk setiap indikator yaitu 68,03% untuk indikator aktivitas termasuk dalam kategori tinggi, 73,49% untuk indikator minat yang termasuk dalam kategori tinggi dan 71,31% untuk indikator opini juga termasuk dalam kategori tinggi.

3. Pengaruh Hasil Belajar Pengantar Ilmu Ekonomi terhadap Gaya Hidup Mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Untan.

Hasil analisis regresi didapatkan

nilai konstanta 46,396 artinya Jika

Hasil Belajar Pengantar Ilmu Ekonomi

(X) nilainya adalah 0, maka Gaya

Hidup Mahasiswa Pendidikan

Ekonomi FKIP Untan (Y) nilainya

sebesar Koefisien regresi variabel

Hasil Belajar Pengantar Ilmu Ekonomi

(X) sebesar 0,072X, artinya jika Hasil

Belajar Pengantar Ilmu Ekonomi (X)

mengalami kenaikan 1, maka Gaya

Hidup Mahasiswa Pendidikan

Ekonomi FKIP Untan (Y) akan

mengalami peningkatan sebesar

0,072X.

(10)

Nilai uji-t sebesar t hitung < tabel (0,660 < 1,994) maka ditarik kesimpulan Hipotesis Nol (H

0

) diterima dan Hipotesis Alternatif (Ha) ditolak artinya tidak terdapat pengaruh yang positif dan signifikan antara Hasil Belajar Pengantar Ilmu Ekonomi terhadap Gaya Hidup mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Untan.

Berdasarkan hasil penelitian di dapatkan bahwa hasil belajar pengantar ilmu ekonomi pada penelitian ini tidak berpengaruh terhadap gaya hidup mahasiswa. Penyataan tersebut dapat diasumsikan bahwa mahasiswa kurang menerapkan ilmu ekonomi dalam kehidupan sehari-harinya hal itu disebabkan karena dalam perkuliahan mahasiswa hanya mengejar nilai namun tidak banyak yang menerapkannya ke dalam kehidupannya sehari-hari. Hal tersebut sangat disayangkan karena ilmu yang di dapat tidak dapat memberi bekal pada mahasiswa tersebut untuk merubah gaya hidupnya ke arah yang lebih baik, namun dari sisi lain gaya hidup mahasiswa tidak dapat menerapkan dari hasil belajar yang diperolehnya bahkan jauh dari apa yang dipelajari dari disiplin ilmu yang di dapatkannya. Kemungkinan besar yang mempengaruhi hidup mahasiswa bukanlah dari ilmu yang dia dapa melainkan dari faktor lain yang mempengaruhi gaya hidupnya baik itu dari faktor individu itu sendiri, sosial, dan budaya.

Faktor individu bisa saja mempengaruhi gaya hidup seseorang karena faktor ini berkaitan dengan aktivitas maupun minat seseorang. Faktor sosial marupakan faktor yang mempengaruhi gaya hidup terutama pergaluan teman sebaya adanya kesamaan minat, hobi maupun pengaruh dari lingkungan tempat dia berada seperti keluarga, tetangga dan lain sebagainya.

Dan Faktor budaya merupakan faktor yang mempengaruhi gaya hidup karena adanya kebiasaan yang dilakukan

seseorang dalam mengekpresikan gaya hidupnya.

Jika dikaitkan dengan kegiatan sehari-hari dapat kita lihat dari aktivitas yaitu bagaimana seorang mahasiswa menggunakan waktunya untuk kuliah dan belajar memenuhi kebutuhannya seperti makan karena pada umumnya mahasiswa yang ada di Pontianak mayoritas anak kost, seperti yang kita ketahui banyak mahasiswa yang nongkrong baik itu siang maupun malah di cafe-cafe di tepi jalan sambil hostspot, main game dan minum kopi bersama teman-temannya. Itu cukup membuktikan bahwa kebanyakan mahasiswa tidak menerapkan ilmu yang mereka pelajari salah satunya mata kuliah pengantar ilmu ekonomi karena dalam aktivitas yang mereka lakukan sama sekali tidak efisien dalam membagi waktu. Dari hal-hal tersebut dapat kita ketahui bahwa kegiatan sehari-hari mahasiswa tidak ada hubungan didalam proses belajar seseorang dan dari proses belajar, yang seharusnya seorang mahasiswa akan mendapatkan hasil sehingga hasil belajar yang dialami mengacu pada gaya hidup seseorang dalam kegiatan sehari-harinya.

Penelitian ini masih menjangkau dan menjawab permasalahan kecil dari permasalahan ekonomi didalam bidang pendidikan khususnya pendidikan ekonomi, diharapkan dengan penelitian ini, ada peneliti-peneliti yang terdorong untuk melakukan penelitian dari sudut pandang lain yang mengacu pada gaya hidup mahasiswa dalam bidang pendidikan.

SIMPULAN DAN SARAN Simpulan

Berdasarkan hasil penelitian dan

analisis data yang dilakukan oleh peneliti,

maka dapat ditarik kesimpulan sebagai

berikut; (1) Berdasarkan analisis

deskriptif terhadap hasil belajar pengantar

ilmu ekonomi mahasiswa Pendidikan

Ekonomi FKIP Untan, membuktikan 27

mahasiswa atau 34,62% memperoleh

(11)

nilai A termasuk kategori sangat baik dan terdapat 51 mahasiswa (65,38%) memperoleh nilai B termasuk kategori baik; (2) Berdasarkan analisis deskriptif terhadap gaya hidup Mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Untan pada aspek-aspek yang ditentukan antara lain;

penerapan hasil belajar pengatar ilmu ekonomi dalam indikator aktivitas pada Mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Untan Pontianak dalam kategori tinggi karena terdapat 53 mahasiswa (68,03%), dalam Indikatar minat Mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Untan Pontianak dalam kategori tinggi karena terdapat 57 mahasiswa (73,49 %) dan untuk indikator opini pada Mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Untan Pontianak dalam kategori tinggi karena terdapat 56 mahasiswa (71, 31 %).

Berdasarkan uji hipotesis dengan Uji Koefesien Regresi Sederahana (Uji t) bahwa tidak terdapat pengaruh hasil belajar pengantar ilmu ekonomi terhadap gaya hidup Mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Untan Pontianak dengan nilai t hitung < t tabel (0,626 < 1,664), maka H0 diterima dan dengan Koefesien Determinasi ( ��

2

) bahwa, hasil belajar pengantar ilmu ekonomi mempengaruhi gaya hidup Mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Untan Pontianak sebesar 0,5 % dan sisanya 99,5 % dari gaya hidup dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak di kaji dalam penelitian ini.

Saran

Adapun beberapa saran yang dapat diberikan berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, antara lain; (1) Terhadap mahasiswa, dalam menjalankan pendidikan diharapkan dapat mengembangkan dan menerapkan perolehan hasil belajarnya pada kehidupan sehari-hari sesuai dengan yang diharapkan dalam disiplin ilmu yan diperoleh dan

tujuan dari pendidikan; (2) Kepada lembaga pendidikan khususnya FKIP Untan Pontianak dapat memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk menghargai hasil belajar dan menerapkan gaya hidup yang tepat serta menambahkan bidang mata kuliah yang menunjang gaya hidup yang tepat; (3) Dari penelitian yang telah peneliti lakukan ini, diharapkan dilakukan penelitian lebih lanjut guna memperjelas mengenai pengaruh hasil belajar terhadap gaya hidup dari sudut pandang yang belum diteliti serta mengembangkan ilmu pengetahuan yang sejalan dengan perkembangan kehidupan.

DAFTAR RUJUKAN

Arikunto Suharsimi. (2006). Prosedur Penelitian Suatu pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan.

(2007).Pedoman Penulisan Karya Ilmiah. Pontianak: UNTAN.

Komputer Wahana. (2011). Mengolah Data Statistik Penelitian dengan SPSS 18. Jakarta: PT. Gramedia Gagne Robert M. (1977). The Conditions

of Learning. New York: Holt, Rinehartand Winston.

Nawawi Hadari. (2007). Metode

Penelitian Bidang Sosial. (Cetakan Ke-11). Yogyakarta: UGM Press.

Sugiyono. (2008). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D.

Bandung: CV Alfabeta.

Sugiyono. (2012). Statistika Dalam Penelitian. Bandung: CV Alfabeta.

Sukmadinata. (2007). Bimbingan dan Konsling dalam Praktek

(Mengembangkan Potensi dan Kepribadian Siswa). Bandung:

Maestro.

Suryabrata Sumadi. (2002).Psikologi

Pendidikan. Jakarta: PT Grafindo

Perkasa Rajawali.

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui pengaruh motivasi terhadap gaya belajar pada Mahasiswa Pendidikan Akuntansi Angkatan 2015 FKIP UMS; 2) Untuk mengetahui

Berdasarkan analisis data yang dilakukan untuk menjawab permasalahan dan rumusan masalah, maka dapat ditarik kesimpulan dari hasil penelitian yang dikemukakan

Hasil yang lain adalah seluruh remediasi oleh mahasiswa Pendidikan Fisika FKIP UNTAN periode 2010-2012 tidak sesuai dengan prosedur remediasi yang tepat.. Disarankan

Hasil yang lain adalah seluruh remediasi oleh mahasiswa Pendidikan Fisika FKIP UNTAN periode 2010-2012 tidak sesuai dengan prosedur remediasi yang tepat.. Disarankan

Berdasarkan hasil analisis data dari penelitian yang telah dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa: (1) Tanggapan mahasiswa Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP UNTAN

Grafik 1 menunjukkan bahwa mahasiswa pendidikan kimia FKIP Untan pada indikator tahap persiapan peralatan gelas dan tahap menimbang sampel memperoleh kategori keterampilan

Hasil peneltian menunjukkan bahwa (1) Organisasi HMPPKn FKIP UNTAN mempunyai peran penting kepada mahasiswa program studi PPKn FKIP UNTAN dilihat dari program

Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel motivasi belajar berpengaruh positif dan signifikan terhadap kesiapan belajar online pada mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Riau