BAB III
METODE PENELITIAN
A. Paradigma Penelitian
Studi ini dilaksanakan dengan pendekatan penelitian dan pengembangan (research and develop-ment) yang mengacu pada Borg dan Gall (2003) dengan penyesuaian seperlunya sesuai dengan kondisi. Pendekatan penelitian tersebut menggunakan paradigma di bawah ini.
Gambar 3.1. Paradigma Penelitian dan Pengembangan UJI COBA
PRODUK AWAL
PERENCANAAN R & D
PENYUSUNAN ISI POKOK MODEL, MATERI, PROSEDUR
SISTEM EVALUASI
UJI
ANALITIK REVISI
KEGIATAN AWAL
PENGEMBANGAN MODEL AWAL
PENGUJIAN OPERASIONAL
SIMPULAN DAN SARAN
REVISI AKHIR UJI LAPANGAN
STUDI PENDAHULUAN
TES AWAL TES AKHIR
Dalam penelitian dan pengembangan ini, Iangkah-langkah tersebut dijabarkan secara lebih rinci sebagai berikut.
1. Kegiatan awal Penelitian a. Studi Pendahuluan
Pengumpulan informasi yang dilakukan dengan kegiatan observasi dan interviu. Pemerolehan informasi ditekankan pada pembelajaran menulis yang selama ini dilakukan di SDN KPAD I Sukasari Bandung. Interviu dilakukan dengan beberapa murid yang mengikuti pembelajaran menulis dan dengan guru pengajar. Observasi dan hasil interviu dimaksudkan sebagai dasar pemikiran dalam menentukan model berbasis ilustrasi sebagai teknik pembelajaran menulis sebagai produk yang diharapkan. Informasi sebagai dasar analisis kebutuhan. Apa yang dibutuhkan guru agar pembelajaran menulis bernuansa integrasi dengan keterampilan berbahasa dan sesuai dengan kognisi anak.
b. Kajian Pustaka
Kajian pustaka diarahkan pada kajian teori dan hasil riset. Eksplorasi teori dilakukan untuk mencari dasar penetapan model berbasis ilustrasi sebagai teknik mengajarkan menulis di sekoiah dasar. Kajian teori meliputi (a) hakekat menulis, (b) pengertian karangan prosa, (c) metode pengajaran menulis, (d) prinsip-prinsip pengajaran menulis, (e) model menulis berbasis ilustrasi, dan (f) asesmen kinerja.
Di samping itu, beberapa hasil riset yang berhubungan dengan pembelajaran menulis berdasarkan model berbasis ilustrasi akan dikaji. Kajian terhadap hasil riset sebagai pemerlengkapan dan dasar pengembangan model berbasis ilustrasi.
2. Perencanaan Penelitian dan Pengembangan
Penetapan jenis keterampilan yang akan dikaji. Pembelajaran kemampuan menulis karangan prosa pada tingkat sekolah dasar yakni prosa atau sebuah karangan bebas yang model media ataupun materinya yang disesuaikan berdasarkan tingkat usia perkembangan siswa, yang diangkat dari kehidupan anak yang berkaitan dengan cerita hiburan ataupun aktivitas kegiatan sehari-hari siswa.
Model menulis berbasis ilustrasi adalah memberikan tuntunan visual yang disediakan berupa ilustrasi sebagai sumber inspirasi siswa untuk setiap tugas menulis. Sedangkan model pengajaran menulis berbasis ilustrasi lebih difokuskan pada sketsa dan foto.
Paradigma baru dalam membaca dan menulis sebagai aktivitas yang menyenangkan bagi siswa, mereka distimulus untuk banyak membaca dan latihan menulis. Semua metode bersifat praktis dan dapat diaplikasikan secara menarik hati dalam kelas. Sebanyak mungkin menghindari tata bahasa atau sastra yang harus dihapalkan seperti pada pelajaran lain, tetapi diberikan dalam bentuk latihan menulis (prosa maupun puisi) yang menyegarkan. Dengan demikian guru-guru diharapkan memiliki kemampuan baru dalam pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia.
Model pembelajaran berbasis ilustrasi yang dibuat di sekolah dasar merupakan salah satu model menulis yang dapat menyegarkan pembelajaran menulis. Latihan menulis atau mengarang pada model pengajaran menulis berbasis ilustrasi diberikan dikelas 4, sesuai dengan deskripsi pembelajaran bahasa Indonesia Sub kompetensi menulis pada Kurikulum 2004 untuk kelas 4 sekolah dasar yang berkaitan dengan menulis.
Tuntunan visual mutlak disediakan, artinya di dalam tuntunan model pembelajaran menulis berbasis ilustrasi disediakan sketsa dan foto sebagai sumber inspirasi siswa untuk setiap tugas menulis. Model pembelajaran menulis berbasis ilustrasi diberikan untuk siswa sekolah dasar kelas 4. Pada pembelajaran menulis berbasis ilustrasi siswa diminta untuk menulis beberapa paragraf mengenai ilustrasi yang diberikan kepada mereka, tetapi sebelumnya guru mengajarkan bagaimana menginterprestasikan ilustrasi yang mereka lihat.
Siswa diberi kebebasan dalam menginterprestasikan ilustrasi yang diberikan dalam menulis karangan prosanya dari salah satu kata kunci yang diambil dari gambar yang dijadikan tema dalam karya imajinasi yang ditulis.
Karangan prosa yang dibuat harus memenuhi kriteria ilustrasi who/siapa, why/kenapa, where/dimana, when/kapan, what/apa dan how/bagaimana.
Ilustrasi-ilustrasi yang diberikan berupa sketsa dan foto yang dikembangkan dari model gambar yang sangat sederhana hingga model gambar yang lebih merangsang keinginan, menciptakan suatu perasaan, mempengaruhi pendapat atau memotivasi aksi pada diri siswa dalam mengerjakan tugas menulisnya. Ilustrasi yang diberikan, pertama berupa sketsa kegiatan belajar dalam kelas, kedua foto kegiatan pekan kreatifitas siswa di sekolah tempat penelitian, ketiga sketsa pasar malam, keempat sketsa tranportasi pedati, dan kelima sketsa kebun binatang.
a. Pengembangan Model Awal
Kegiatan ini meliputi: (a) materi pembelajaran, (b) prosedur pembelajaran, dan (c) sistem evaluasi. Bahan ajar ditetapkan berdasarkan beberapa kriteria dan dikaitkan dengan beberapa aspek. Bahan ajar didasarkan
pada kesesuaian dengan kognisi anak, yang memungkinan mendorong anak berfikir kreatif dan mengembangkan imajinasinya. Murid disiapkan dengan diberikan materi tentang menulis karangan prosa berdasarkan gambar. Bentuk karangan prosa tingkat sekolah dasar pada penelitihan ini adalah tentang prosa kegiatan belajar siswa di kelas, kegiatan pekan kreatifitas siswa di lingkungan sekolah, taman hiburan pasar malam yang ada di sekitar lingkungan sekolah, cerita kondisi transportasi tradisional, dan kegiatan yang ada di kebun binatang.
Pembelajaran menulis dilakukan dengan model berbasis ilustrasi. Model berbasis ilustrasi inilah yang akan dikembangkan sebagai teknik mengajarkan menulis di sekolah dasar. Sebelum melakukan kegiatan menulis siswa dibekali dengan cara-cara mengilustrasikan gambar untuk menuliskan karangan prosanya.
Adapun prosedur pembelajaran dimulai dengan menentukan sketsa gambar sebagai bahan kegiatan menulis. Pemilihan gambar tersebut didasarkan pada petunjuk kurikulum 2004, langkah selanjutnya siswa melakukan kegiatan menulis karangan prosa berdasarkan salah satu kata kunci/tema dari gambar yang dikuasai atau yang digemari siswa untuk dituliskan menjadi karangan yang baik sesuai dengan kriteria- kriteria yang ada.
Penilaian menggunakan asesmen kinerja. Keterampilan yang dinilai mencakup kesesuaian ilustrasi dengan gambar, penggunaan dan penulisan ejaan, pilihan kata/diksi, struktur kalimat, keterpaduan antar kalimat, keterpaduan antar paragrap, ide keseluruhan, dan kerapian tulisan.
b. Uji Coba Produk Awal
Ujicoba produk awal yang mencakup kegiatan: (a) interviu dengan guru bahasa Indonesia, pakar pendidikan pendidikan bahasa, dan pakar seni rupa/ilustrasi; (b) uji analitik oleh pakar bahasa Indonesia, guru bahasa Indonesia, ahli PBM. Langkah ini dilanjut dengan revisi.
c. Pengujian Produk Utama
Pengujian produk utama. Pengujian model berbasis ilustrasi ini oleh pakar seni rupa/ pakar ilustrasi. Uji coba tersebut mengarah pada revisi produk secara operasional.
B. Pengujian Lapangan Secara Operasional
Kegiatan ini adalah pemberlakuan model pembelajaran berbasis ilustrasi pada SDN KPAD I Bandung. Penelitian perlakuan dimaksudkan untuk menguji keefektifan model berbasis ilustrasi. Ujian lapangan tersebut dilakukan beberapa kali sampai mencapai target nilai rata-tata minimal 7,5. Pada pelaksanaan pembelajaran pertama dilakukan tes awal. Setelah melalui pengembangan pembelajaran sampai mencapai target nilai rata-rata 7,5, siswa diberikan tes akhir.
Penelitian pengembangan model dan hasil belajar dilakukan dengan menggunakan desain eksperimen dengan menggunakan static-group comparasion design sebagai berikut:
Kelas Eksperimen
X O
1O
2(Gall & Borg, 2003:403)
Keterangan :
O1 : Nilai awal kelas eksperimen
O2 : Prestasi kelas eksperimen setelah diberi pembelajaran dengan model menulis berbasis ilustrasi
C. Data Penelitian 1. Data Primer
Data penelitian ini adalah hasil karangan menulis prosa pada siswa kelas IV-a SDN KPAD Tahun ajaran 2009 yang berjumlah 30 orang.
2. Data Sekunder
Data sekunder di sini adalah hasil observasi kondisi pembelajaran menulis yang ada di SDN KPAD I Sukasari Bandung pada semester genap tahun ajaran 2009. Kondisi pembelajaran menulis para siswa masih mengalami kesulitan dalam menemukan ide-ide untuk mengarang dan juga dalam mengembangkan karangan yang benar. Potensi dan masalah ini peneliti peroleh dari dialog langsung dengan guru pengajar di sekolah tersebut. Untuk melengkapi data penelitian ini disediakan juga angket untuk siswa dengan tujuan untuk melihat bagaimana respon siswa dengan model yang peneliti aplikasikan, juga angket untuk guru yang berguna untuk melihat kondisi pembelajaran yang dilaksanakan guru pengajar di kelas.
Penelitian ini dilaksanakan di SDN KPAD I Sukasari Bandung, SD Negeri yang terletak di jalan Manunggal Kecamatan Sukasari Kota Bandung. Lingkungan sekitar sekolah merupakan daerah pemukiman penduduk Komplek Perumahan Angkatan Darat yang tidak terlalu padat suasana bersih dan nyaman. Sekitar
sekolah itu terdapat “ Lapangan Luas yang digunakan sebagai tempat olah raga umum dan juga siswa tersebut. Di lapangan tersebut digunakan juga sebagai
“Taman Hiburan” oleh penduduk sekitar sekolah dan masyarakat setempat.
Karena setiap liburan semester, lapangan olah raga tersebut sering digelar dan dibuka adanya taman hiburan rakyat atau pasar malam, sehingga para siswa akrab dengan adanya hiburan di gelanggang olah raga tersebut. Dengan adanya lingkungan yang menciptakan siswa bisa refresing, hal ini memungkinkan siswa benar-benar mengalami penyegaran jiwanya.
Kepala sekolahnya adalah Hj. Djuhaenah, SPd. Jumlah seluruh guru 10 orang yang meliputi 7 orang guru kelas, 1 orang guru agama, 1 orang guru olahraga dan 1 guru bahasa Inggris honor. Sedangkan guru kelas 4a adalah Ibu Nanan Supinah, S.Pd. Sekolah menampung 320 siswa dengan latar belakang sosial ekonomi menengah 60%, dan sosial ekonomi bawah 40%. Orang tua siswa dominan orang angkatan darat dan sebagian yang lain wiraswasta. Keinginan untuk belajar serta motivasi mereka, belajar mereka tinggi, terlihat 100% dari lulusan SDN KPAD 1 meneruskan ke SLTP baik swasta atapun negeri yang berada disekitar kota Bandung. Kendala utama menurut kepala sekolah SDN KPAD 1 adalah SDN KPAD 1 masih kekurangan guru khususnya guru pengajar bahasa Inggris. Dalam penelitian ini peneliti bekerjasama dengan guru kelas 4a.
D. Instrumen Penelitian
1. Instrumen Persiapan Pembelajaran
Instrumen yang digunakan dalam persiapan pembelajaran adalah instrumen penyusunan persiapan mengajar untuk pembelajaran menulis berupa rencana (skenario) pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran
berbasis ilustrasi yang dirumuskan dengan guru. Penyusunan instrumen tersebut diantaranya:
a) menentukan topik pembelajaran;
b) menentukan alokasi waktu c) merumuskan tujuan pembelajarn
d) menentukan dan menyiapka media pembelajaran yang diperlukan e) menyusun rencana pembelajaran
2. Instrumen Pelaksanaan Pembelajaran
Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini yaitu lembar observasi, angket, dan tes. Lembar observasi digunakan untuk mendapatkan data yang dijadikan bahan informasi tentang kualitas pembelajaran. Tes esai digunakan untuk mendapatkan data kemampuan menulis karangan prosa siswa. Sedangkan lembar angket digunakan untuk mengetahui sikap siswa terhadap model pembelajaran menulis berbasis ilustrasi. Lembar observasi dapat dilihat pada lampiran 3. halaman dan untuk angket siswa dapat dilihat pada lampiran 3.
halaman .
E. Pengembangan Instrumen
Jenis data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif yaitu berupa skor dari para siswa yang diberi perlakuan dengan model menulis berbasis ilustrasi.
Untuk mengetahui kemampuan awal siswa kelas yang diberikan perlakuan, pada pembelajaran awal diberikan tes awal untuk mengukur keterampilan awal siswa. Sedangkan pada pembelajaran akhir dilakukan tes akhir. Kelompok
eksperimen terus menerus diberi treatment/perlakuan dengan model pemebelajaran menulis berbasis ilustrasi sampai mencapai nilai minimal 7,5.
Sebelum semua mencapai nilai tersebut secara terus menerus akan tetap dilakukan perlakuan pembelajaran dengan pengembangan pembelajaran yang relevan dengan tujuan.
Dalam pelaksanaan pembelajaran pengembangan model berbasis ilustrasi ini disediakan 5 ilustrasi yang terdiri dari sketsa dan foto. Hal ini dirancang dari model gambar dari termudah hingga ke arah pada gambar yang siswa akan lebih terangsanag tatapai tetap disesuaikan dengan usia dan tingkat kemampuan perkembangan siswa dan mengacu pada kurikulum Bahasa Indonesia kelas 4 sekolah dasar.
Tes keterampilan menulis karangan prosa dalam hal ini berupa tes uraian.
Tes yang akan digunakan sebanyak 1 soal, untuk tes awal maupun tes akhir.
Sebelum penyusunan tes, terlebih dahulu dibuat kisi-kisi tes. Sebelum intrumen tes ini dipakai untuk mengumpulkan data, terlebih dahulu dilakukan ujicoba/uji analitik oleh tiga pakar yakni Drs.Hery Santosa M.Sn, dan Yulia Puspita S.Pd.
dosen S1 jurusan Seni rupa Universitas Pendidikan Indonesia Bandung dan Elis Rahmani Guru Sekolah Dasar SI Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Instrumen yang diujicoba ada 7 gambar, sebagaimana terlihat pada lampiran 3. halaman . Hasil yang diperoleh 6 gambar valid, layak/dapat dipakai 1 gambar dibuang. Dengan penjelasan gambar 1 dperbaiki karena terlalu ramai sulit untuk dimaknai. Gambar 2 diperbaiki karena kurang mencerminkan budaya Indonesia. Gambar 3 dan gambar 4 sudah valid karena sudah jelas
memenuhi kriteria ilustrasi untuk pembelajaran anak SD kelas 4. Gambar 5 diperbaiki karena tulisan yang terdapat dalam sketsa gambar kurang mencerminkan materi kebahasaan. Gambar 6 dibuang karena tidak sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan, kata-kata kunci gambar yang ada pada membelakangi layar sehingga sulit untuk ditafsirkan. Gambar 7 diganti dengan gambar yang lebih jelas yang menggambarkan kesenian seni tari. Kesimpulan yang dapat diperoleh adalah setelah instrumen dijudgment oleh pakar diputuskan 6 gambar valid dan dapat digunakan untuk instrumen penelitian. Instrumen hasil judgment dapat dilihat pada lampiran 3. halaman . Berikut disajikan model untuk penilaian untuk mengukur keterampilan menulis karangan dengan pembobotannya pada masing-masing unsur. Model penilaian yang digunakan dalam penelitian ini adalah model Dikdasmen 2003 dengan modifikasi penulis sendiri.
Tabel 3.1.
Kriteria Menulis Karangan Prosa
Aspek yang diukur Rentangan skor
1. Kesesuaian ilustrasi dengan gambar (memenuhi Kriteria ilustrasi yakni, who/siapa, why/kenapa, where/dimana, when/kapan, what/apa, how/bagaimana )
a. sesuai atau relevan b. cukup sesuai c. tidak sesuai d. kosong
0-3
3 2 1 0 2. Penggunaan dan penulisan ejaan
a. sempurna
b. sedikit kesalahan c. banyak kesalahan d. semua salah
0-3 3 2 1 0 3. Pilihan kata dan diksi
a. penggunaan kata yang sempurna dengan
0-2 2
ilustrasi
b. penggunaan kata yang sesuai dengan ilustrasi c. penggunaan kata yang tidak sesuai dengan
ilustrasi
1 0 4. Struktur kalimat
a. sempurna b. sedikit
c. banyak kesalahan d. semua salah
0-3 3 2 1 0 5. Keterpaduan antar kalimat
a. hubungannya bertautan dan berurutan dengan tepat
b. hubungannya kurang bertautan dan berurutan c. hubungannya tidak bertautan dan berurutan d. hubungannya tidak bertautan dan berurutan
serta tidak dapat dipahami
0-3 3 2 1 0 6. Keterpaduan antar paragraf
a. hubungannya bertautan dan berhubungan b. hubungannya cukup bertautan dan
berhubungan
c. hubungannya kurang bertautan dan berhubungan
d. hubungannya tidak bertautan dan berhubungan
0-3 3 2 1 0 7. Ide keseluruhan
a. ide bagus, lancar pengungkapannya
b. ide kurang bagus, lancar pengungkapannya c. ide bagus, kurang lancar pengungkapannya d. ide menyimpang, dan lancar pengungkapannya e. ide menyimpang dan tidak lancar
pengungkapannya
0-4 4 3 2 1 0 8. Kerapian
a. terbaca, tulisan tegak bersambung b. terbaca, tidak bersih
c. tidak terbaca dan tidak bersih
0-2 2 1 0
Skor maksimum 23
Nilai akhir = x10
Maksimum Skor
Siswa Perolehan
Skor .
Nilai tes menulis dengan skor maksimum 23, misalnya A mendapat skor
mengarang 17, maka nilai menulis A adalah 10 23
17x = 7,4.
F. Sumber Data
Sumber data dalam penelitian pengembangan pembelajaran ini yaitu seluruh siswa kelas IV-a SDN KPAD I Sukasari Bandung. Jumlah siswa seluruhnya yaitu 30 orang dengan rincian, siswa perempuan berjumlah 13 orang dan siswa laki-laki berjumlah 17 orang.
G. Teknik Analisis Data 1. Pengolahan Data Kualitatif
Data kualitatif adalah data hasil isian angket siswa yang berisi tentang sikap siswa terhadap penerapan pengembangan model pembelajaran berbasis berbasis ilustrasi. Hasil angket siswa ini dihitung persentasenya dengan rumus:
% 100 n x
keseluruha siswa
jumlah
jawaban memilih
yang siswa jumlah Persentase=
2. Pengolahan data Kuantitatif
Data kuantitatif dalam penelitian ini berupa skor-skor dari hasil keterampilan menulis karangan prosa dari siswa yang memperoleh pengembangan pembelajaran. Proses perhitungan data diolah dengan menggunakan SPSS Versi 15.0. Untuk analisis data kuantitatif dilakukan langkah-langkah sebagai berikut:
a. memberikan skor jawaban siswa sesuai dengan kunci jawaban dan sistem penskoran yang digunakan;
b. membuat tabel yang berisikan skor hasil tes awal dan tes akhir pada kelas yang memperoleh pengembangan pembelajaran;
c. menghitung rata-rata skor tes awal dan tes akhir dengan menggunakan rumus :
n f X =
∑
Xi id. menghitung standar deviasi skor hasil tes awal dan tes akhir dengan menggunakan rumus :
( )
∑
== k −
i n
X S X
1
2
e. melakukan uji normalitas data tes awal dan tes akhir untuk mengetahui apakah data berdistribusi normal atau tidak;
f. melakukan uji homogenitas varians dari hasil tes awal dan tes akhir untuk mengetahui tingkat kehomogenan distribusi populasi dari data tes;
e. melakukan uji statistik/menghitung rata-rata skor pada pada tes awal dan tes akhir dengan menggunakan uji beda.
H. Prosedur Penelitian
Prosedur penelitian meliputi langkah-langkah berikut, yaitu:
1. melakukan observasi pendahuluan melalui wawancara dengan guru yang mengajar bahasa Indonesia untuk memperoleh informasi tentang, (a) bagaimana keterampilan menulis karangan prosa pada siswa kelas IV (b) jika siswa mengalami hambatan dalam menulis karangan bagaimana solusinya;
2. bersama guru menyepakati model pembelajaran menulis berbasis ilustrasi di antaranya, pembelajaran dilaksanakan oleh guru yang bersangkutan, peneliti bertugas sebagai observer dan partner guru, pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan jadwal yang telah direncanakan;
3. melakukan ujicoba instrumen melalui jugdment oleh para pakar ; 4. memberikan tes`awal pada siswa yang diberi perlakuan;
5. memperkenalkan model pembelajaran menulis berbasis ilustrasi dan memberikan pelatihan kepada guru yang akan melaksanakan pembelajaran;
6. pemberian perlakuan kepada kelas eksperimen tentang model pembelajaran menulis berbasis ilustrasi sampai mencapai nilai minimal 7,5;
7. memberikan tes akhir kepada kelas yang diberi perlakuan untuk mengetahui keterampilan menulis karangan prosanya;
8. melakukan uji beda uji beda setelah sebelumnya dilakukan pengujian normalitas dan homogenitas variabel data yang ada, untuk menguji apakah perbedaan keterampilan menulis karangan antara hasil tes`awal dan tes akhir signifikan atau hanya terjadi secara kebetulan saja;
9. melakukan analisis data hasil angket dan observasi;
10. menarik kesimpulan dari hasil penelitian.
Dalam melaksanakan penelitian ini, peneliti mengikuti prosedur penelitian yang sistematis, mulai tahap penyusunan proposal penelitian sampai kepada tahap penyusunan tesis. Prosedur atau tahapan penelitian dapat dilihat pada diagram berikut:
Gambar 3.2. Prosedur Penelitian Penyusunan Proposal
Seminar Proposal
Persiapan
Jugdment Instrumen Penelitian
Tes Awal Pembelajaran dengan
Model Pembelajaran Berbasis Ilustrasi
Pembagian Angket dan Observasi Penyusunan Rencana
Pembelajaran
Penyusunan Instrumen Penelitian
Analisis Data Tes Akhir
Hasil dan Kesimpulan