PENINGKATAN PEMAHAMAN MAHASISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERBASIS PROYEK PADA MATAKULIAH STATISTIKA
Improved Understanding of Students through Project Based Learning on Statistics Alfiani Athma Putri Rosyadi
Universitas Muhammadiyah Malang
Jl. Raya Tlogomas 246 Malang, 65144, HP. 08125269030 e-mail korespondensi: [email protected]
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana peningkatan pemahaman mahasiswa PGSD setelah penerapan pembelajaran berbasis proyek pada matakuliah statistika.Statistika merupakan salah satu matakuliah yang termasuk dalam kurikulum dalam hampir setiap jurusan.Setelah menempuh matakuliah statistika, diharapkan mahasiswa dapat menyelesaikan melakukan kegiatan mengumpulkan data, menyajikan data, menganalisis data kemudian menyimpulkan dari hasil analisisnya tersebut. Pemahaman mahasiswa pada matakuliah statistika dapat dilihat dari kemampuan mahasiswa mengaplikasikan materi yang disampaikan pada kehidupan sehari-hari.Misalnya pada saat menyelesaikan.Pembelajaran Berbasis Proyek dirancang untuk digunakan pada permasalahan komplek yang diperlukan peserta didik dalam melakukan insvestigasi dan memahaminya.Melalui Pembelajaran Berbasis Proyek ini, proses inquiry dimulai dengan memunculkan pertanyaan penuntun (a guiding question) dan membimbing peserta didik dalam sebuah proyek kolaboratif yang mengintegrasikan berbagai subjek (materi) dalam kurikulum.
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam multisiklus.Dalam penelitian ini, peneliti merancang metode penelitian yang meliputi, refleksi awal, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi, dan refleksi, metode dan instrument pengumpulan data, dan analisis data.Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa jurusan PGSD semester 3 yang sedang menempuh matakuliah statistika.Objek penelitian ini adalah peningkatan aktivitas siswa, langkah-langkah, dan respons mahasiswa dalam penerapan model pembelajaran berbasis proyek.Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif.
Kesimpulan pada penelitian ini adalah terdapat peningkatan pemahaman dari siklus I , II, dan III. Pada siklus I skor mahasiswa 61 , pada siklus II skor mahasiswa 81 dan pada siklus III skor mahasiswa 95,25. Peningkatan pemahaman disini dapat dilihat dengan adanya kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan konsep dan mengkaitkan konsep yang sudah diperoleh dalam menyelesaikan proyek yang disusun.Saran untuk penelitian selanjutnya adalah perlunya bahan ajar yang mendukung pembelajaran berbasis proyek. Hal ini dilakukan untuk menunjang keberhasilan proses pembelajaran.
Kata kunci: Pemahaman, Pembelajaran Berbasis Proyek, Statistika ABSTRACT
The purpose of this study was to describe how increased understanding PGSD students after the implementation of project-based learning on the subject of statistics. Statistics is one of the subjects included in the curriculum in almost every department. After a statistics course, students are expected to complete the activities of collecting data, presenting data, analyze the data and then infer from the results of the analysis. Students 'understanding on the subject of statistics can be seen from the students' ability to apply the material presented in the daily life at the time.
Project Based Learning designed for use on complex issues that required learners in doing investigation and undertanding. Based Learning Project, inquiry process begins by generating guiding questions (a guiding question) and guiding learners in a collaborative project that integrates a wide range of subject (matter) in the curriculum.
This study uses the design of classroom action research conducted in multisiklus.Dalam this study, the researchers designed a study method that includes, early reflection, action planning, action, observation / evaluation, and reflection, methods and instruments of data collection, and analysis data.Subjek in this study is a student of 3rd semester PGSD.Objek course of this study is to increase student activity, steps, and student responses in the application-based learning model project.Data analyzed using descriptive techniques of quantitative and qualitative descriptive. The conclusion in this study is that there is an increased understanding of the cycle I, II, and III. In the first cycle of students score 61, the student scores 81 second cycle and the third cycle student score 95.25. Increased understanding here can be seen with the students' ability to convey concepts and relate concepts which have been obtained in completing the project compiled. Suggestions for further research is the need of teaching materials that support project-based learning. This is done to support the success of the learning process.
Keywords: Understanding, Project Based Learning, Statistics
Pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik yang di dalamnya terdapat sumber belajar dan lingkungan tempat berlangsungnya pembelajaran tersebut. Pembelajaran dapat berjalan dengan baik apabila didukung oleh semua aspek yaitu
pendidik, peserta didik, dan lingkungan.Salah satu aspek yang berpengaruh dalam pembelajaran yaitu kondisi dan lingkungan belajar yang mendukung.Kurikulum pembelajaran matematika merupakan pilar penting dalam berlangsungnya pembelajaran yang efektif.
Adapun prinsip-prinsip utama dalam “kurikulum”
pembelajaran matematika yang disimpulkan oleh Suherman (2003:147) sebagai berikut: (1) didominasi oleh masalah-masalah dalam konteks; (2) perhatian diberikan pada pengembangan model-model, situasi, skema, dan simbol-simbol; (3) sumbangan dari para siswa, sehingga siswa dapat membuat pembelajaran menjadi konstruktif dan produktif; (4) interaktif sebagai karakteristik dari proses pembelajaran matematika; dan (5) intertwining (membuat jalinan) antar topik atau antar pokok bahasan.
Statistika merupakan salah satu matakuliah yang termasuk dalam kurikulum dalam hampir setiap jurusan.Pada jurusan PGSD (Pendidikan Guru Sekolah Dasar) matakuliah statistika diberikan pada semester III.Matakuliah statistika ini dilengkapi dengan kegiatan praktikum di laboratorium dengan menggunakan program Excel dan SPSS. Matakuliah statistika disajikan dalam 2 sks.Dalam satu minggu disajikan dalam satu kalitatap muka di kelas selama 2 × 50 menit dan satu kali praktikum.Mata kuliah statistika pada jurusan PGSD ini meliputi statistika deskriptif dan statistika inferensial.
Setelah menempuh matakuliah statistika, diharapkan mahasiswa dapat menyelesaikan melakukan kegiatan mengumpulkan data, menyajikan data, menganalisis data kemudian menyimpulkan dari hasil analisisnya tersebut.
Pembelajaran yang berlangsung matakuliah statistika selama ini, mahasiswa hanya terampil dalam menggunakan rumus statistika, misalnya menentukan mean, modus, median, standar deviasi dll tanpa mengetahui aplikasi dari rumus tersebut.Hal ini mengakibatkan mahasiswa bosan dan cenderung menghafal rumus-rumus.
Pemahaman konsep merupakan bagian yang paling penting dalam pembelajaran matematika seperti yang dinyatakan Zulkardi (2003:7) bahwa ”mata pelajaran matematika menekankan pada konsep”. Artinya dalam mempelajari matematika peserta didik harus memahami konsep matematika terlebih dahulu agar dapat menyelesaikan soal-soal dan mampumengaplikasikan pembelajaran tersebut di dunia nyata.Konsep-konsep dalam matematika terorganisasikan secara sistematis, logis, dan hirarkis dari yang paling sederhana ke yang paling kompleks.Pemahaman terhadap konsep-konsep matematika merupakan dasar untuk belajar matematika secara bermakna.
Pemahaman mahasiswa pada matakuliah statistika dapat dilihat dari kemampuan mahasiswa mengaplikasikan materi yang disampaikan pada kehidupan sehari-hari. Misalnya pada saat menyelesaikan.
Pembelajaran Berbasis Proyek dirancang untuk digunakan pada permasalahan komplek yang diperlukan peserta didik dalam melakukan insvestigasi dan memahaminya.Melalui Pembelajaran Berbasis Proyek ini, proses inquiry dimulai dengan memunculkan pertanyaan penuntun (a guiding question) dan membimbing peserta didik dalam sebuah proyek kolaboratif yang mengintegrasikan berbagai subjek (materi) dalam
kurikulum.Pada saat pertanyaan terjawab, secara langsung peserta didik dapat melihat berbagai elemen utama sekaligus berbagai prinsip dalam sebuah disiplin yang sedang dikajinya.Pembelajaran Berbasis Proyek ini merupakan investigasi mendalam tentang sebuah topik dunia nyata, hal ini akanberharga bagi atensi dan usaha peserta didik.
Berdasarkan permasalahan di atas, diperlukan sebuah strategi yang sesuai untuk mengatasinya.
Pembelajaran berbasis proyek dapat dijadikan salah satu alternatif menciptakan pembelajaran yang bermakna di kelas. Ellis (2008) yang memaparkan bahwa pembelajaran berbasis proyek merupakan ajang kesempatan berdiskusi yang bagus bagi mahasiswa, merangsang penemuan langsung mahasiswa terhadap masalah dunia nyata, memberi mahasiswa kesenangan dalam pembelajaran dan dapat dijadikan strategi mengajar yang efektif.Pada pertemuan awal, mahasiswa sudah dibekali dengan sebuah topik permasalahan yang mereka temukan dalam kehidupan mereka, tentunya setiap mahasiswa mempunyai topik yang berbeda. Kemudian selama proses pembelajaran, mereka mengumpulkan informasi, materi, dan rumus yang sesuai dengan permasalahan yang mereka ambil. Tujuan akhir mereka adalah menyelesaikan permasalahan yang sudah mereka temukan di awal dengan serangkaian kegiatan dan aktivitas di kelas maupun di luar kelas.
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana peningkatan pemahaman mahasiswa PGSD semester III setelah penerapan pembelajaran berbasis proyek pada matakuliah statistika.
KAJIAN PUSTAKA
Pembelajaran Berbasis Proyek
Pembelajaran Berbasis Proyek menurut Ikhsanudin (2014) merupakan model belajar yang menggunakan masalah sebagai langkah awal dalam mengumpulkan dan mengintegrasikan pengetahuan baru berdasarkan pengalamannya dalam beraktivitas secara nyata. Hal ini berarti bahwa pembelajaran yang berlangsung di kelas diawali dengan sebuah permasalahan yang di dalamnya memuat sebuah langkah-langkah untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Selama proses pembelajaran, peserta didik mempunyai sebuah proyek untuk menyelesaikan permasalahan yang sudah dimunculkan pada awal pembelajaran. Pada matakuliah statistika ini, permasalahan yang dapat diselesaikan oleh mahasiswa adalah sebuah tema penelitian kuantitatif yang sudah dikonsultasikan pada dosen pengampu.
Menurut Rajabi (2014) langkah-langkah umum pembelajaran berbasis proyek adalah sebagai berikut.
1. Timbulnya masalah dari para peserta didik. Dalam hal ini terkait dengan cara mengahadapi masalah, mendefinisikan masalah dan mengkatagorikannya.
2. Memunculkan sebuah proyek sebagai alternatif pemecahan masalah.
3. Pembentukan tim pembelajaran kolaboratif/kooperatif untuk menyelesaikan masalah.
4. Setelah kajian lebih lanjut dalam tim mereka, para
peserta didik yang cepat belajar membantu rekannya yang lambat belajar sehingga tidak mengganggu kelangsungan proyek.
5. Mengerjakan serangkaian tugas berkelanjutan bagi semua anggota tim yang memungkinkan terciptanya hasil pemikiran peserta didik. Hasil pemikiran tersebut harus nyata, dapat dilihat dan dipublikasikan.
Kelebihan dari pembelajaran berbasis proyek ini antara lain: 1) Meningkatkan motivasi belajar peserta didik untuk belajar, mendorong kemampuan mereka untuk melakukan pekerjaan penting, dan mereka perlu untuk dihargai, 2) Memberikan pengalaman kepada pembelajaran dan praktik dalam mengorganisasi proyek, dan membuat alokasi waktu dan sumber-sumber lain seperti perlengkapan untuk menyelesaikan tugas, 3) Melibatkan peserta didik untuk belajar mengambil informasi dan menunjukkan pengetahuan yang dimiliki, kemudian diimplementasikan dengan dunia nyata, 4) Membuat suasana belajar menjadi menyenangkan, sehingga peserta didik maupun pendidik menikmati proses pembelajaran. Selain itu, pembelajaran berbasis proyek ini juga mempunyai kelemahan antara lain: 1) Memerlukan banyak waktu untuk menyelesaikan masalah dan 2) Peserta didik yang lemah dalam percobaan dan pengumpulan informasi akan mengalami kesulitan.Untuk meminimalisir kelemahan dari pembelajaran berbasis proyek tersebut, diperlukan sebuah modul pembelajaran yang di dalamnya memuat langkah-langkah dari pembelajaran berbasis proyek. Modul tersebut sudah didesain sehingga mahasiswa secara mudah dapat menyelesaikannya di dalam kelas maupun di luar kelas.
Pemahaman Konsep
Menurut Rosser (dalam waluya, 2008) konsep adalah suatu abstraksi yang mewakili kelas objek-objek, kejadian-kejadian, atau hubungan-hubungan yang mempunyai atribut-atribut yang sama. Konsep merupakan penyajian-penyajian internal dari stimulus.
Pemahaman konsep mahasiswa merupakan salah satu hasil pemikiran yang dinyatakan dalam sebuah ide, definisi, teori, dan hukum.
Pemahaman konsep adalah kemampuan menangkap pengertian-pengertian seperti mampu mengungkapkan suatu materi yang disajikan dalam bentuk yang lebih dipahami, mampu menginterpretasikan kemudian mampu mengaplikasikan. Mahasiswa dikatakan memahami konsep apabila: 1) mampu menjelaskan pengertian dari suatu konsep, 2) dapat menjelaskan konsep tersebut dalam bahasa atau bentuk lain yang lebih mudah dipahami menggunakan bahasa sendiri, 3) Mampu mengkaitkan konsep tersebut dengan konsep lain, dan 4) mampu menyelesaikan permasalahan sehari-hari.
Matakuliah Statistika
Statistika adalah matakuliah yang disajikan di semester III pada jurusan PGSD. Standar kompetensinya
memberikan seperangkat kompetensi yang berkaitan dengan konsep dasar statistika danpenggunaannya dalam mendiskriptifkan informasi pendidikan serta untuk kepentingan penelitian pendidikan. Deskripsi dari matakuliah statistika ini antara lain terdiri dari: 1) Hakikat statistika pendidikan, 2) Daftar distribusi frekuensi dan penerapannya, 3) Ukuran gejala pusat dan ukuran letak, 4) Ukuran penyebaran, 5) Teknik korelasi dan penggunaannya, dan 6) Teknik komparasi dan penggunaannya.Matakuliah ini disajikan dalam 2 sks dimana pada setiap minggunya dapat dilakukan pertemuan di dalam kelas selama 2 × 50 menit, kemudian ditunjang dengan praktikum di laboratorium komputer dengan menggunakan program excel dan SPSS.
METODE
Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas yang dilakukan dalam multisiklus. Dalam penelitian ini, peneliti merancang metode penelitian yang meliputi, refleksi awal, perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi/evaluasi, dan refleksi, metode dan instrument pengumpulan data, dan analisis data. Subjek dalam penelitian ini adalah mahasiswa jurusan PGSD semester 3 yang sedang menempuh matakuliah statistika.Objek penelitian ini adalah peningkatan aktivitas siswa, langkah-langkah, dan respons mahasiswa dalam penerapan model pembelajaran berbasis proyek. Data dianalisis dengan menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif.
Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah:
a. Angket mahasiswa. Tujuan dari pemberian angket respon mahasiswa ini adalah untuk mengetahui respon mahasiswa terhadap pembelajaran berbasis proyek yang sudah diterapkan.
b. Lembar observasi. Pelaksanaan pembelajaran di kelas dengan mengguankan pembelajaran berbasis proyek diamati dengan menggunakan lembar observasi.
c. Lembar Penilaian Proyek. Selama kegiatan proses pembelajaran berbasis proyek, mahasiswa diberi kesempatan untuk menyelesaikan serangkaian permasalahan yang pada pertemuan akhir dinilai menggunakan lembar penilaian proyek. Lembar penilaian ini digunakan untuk mengetahui tingkat pemahaman mahasiswa
d. Wawancara untuk mengetahui kemampuan mahasiswa dalam menyelesaikan proyek yang diberikan.
Adapun kriteria ketuntasan pada setiap siklus adalah ≥ 70 yang ditunjang dengan aktivitas dan kegiatan penugasan proyek mahasiswa.
HASIL
Pelaksanaan penelitian dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 12 Desember 2015 – 9 Januari 2016 Berikut adalah jadwal penelitian yang sudah dilakukan:
Tabel 1.Jadual Penelitian
No Hari/Tanggal Kegiatan Keterangan
1 Sabtu,
12 Desember 2015
Koordinasi awal dengan TIM dan asisten laboratorium computer serta penyusunan instrument penelitian dan persiapan awal
Selama proses pembelajaran, asisten laboratorium menjadi observer
2 Senin,
14 Desember 2016 Pelaksanaan Kegiatan I dengan memberikan hand out kepada mahasiswa yang di dalamnya terdapat tugas proyek
Materi yang dibahas adalah teknik pengumpulan data 3 Rabu,
16 Desember 2015 Pelaksanaan Kegiatan II dengan menggunakan computer untuk menyajikan data. Pelaksanaan proyek I
Materi yang dibahas adalah penyajian data
4 Jumat,
18 Desember 2015
Review dengan TIM terkait dengan refleksi pembelajaran pada siklus I sekaligus merencanakan untuk kegiatan berikutnya
Siklus I terdiri dari kegiatan I dan kegiatan II
5 Senin,
21 Desember 2015
Penyampaian materi tentang pengolahan data yang termasuk dalam kegiatan III
Mahasiswa menggunakan modul yang disediakan oleh laboratorium
6 Rabu,
23 Desember 2015 Pelaksanaan kegiatan IV yaitu penyampaian materi tentang penjelasan beberapa metode untuk menganalisis data.
Mahasiswa diberi penugasan yang dikerjakan dengan kelompok
7 Sabtu,
26 Desemebr 2015
Review dengan TIM terkait dengan refleksi pembelajaran pada siklus II sekaligus merencanakan untuk kegiatan berikutnya
Siklus II terdiri dari kegiatan III dan IV
8 Senin,
28 Desember 2015
Pelaksanaan kegiatan V yaitu teknik menyimpulkan data sesuai dengan teknik analisis data yang ditentukan
Diberikan Penugasan proyek untuk pertemuan berikutnya 9 Rabu,
30 Desember 2015
Pelaksanaan kegiatan VI yaitu menjelaskan dari merumuskan masalah sampai dengan menjawab permasalahan yang diajukan. Pelaksanaan proyek II
Siklus III terdiri dari kegiatan V dan VI
10 Kamis,
31 Desember 2015 Review dengan TIM terkait dengan refleksi pembelajaran pada siklus III.
11 Senin 4 Januari 2016
Pemberian angket kepada mahasiswa
a. Deskripsi Kegiatan Penelitian
Penelitian ini dilakukan dalam tiga siklus dengan masing-masing siklus terdiri dari dua kali pertemuan.Siklus pertama berlangsung pada senin 14 Desember 2015 dan rabu 16 Desember 2015.Materi yang dibahas adalah teknik pengumpulan data dan penyajian data.Siklus kedua berlangsung pada Senin 21 Desember 2015 dan Rabu 23 Desember 2015.Materi yang dibahas adalah teknik pengolahan data yang di dalamnya terdapat beberapa metode untuk menganalisis data. Siklus ketiga berlangsung pada Senin 28 desember 2015 dan rabu 30 Desember 2015 yang di dalamnya terdapat materi teknik menyimpulkan data.
Siklus I
a. Tahap Perencanaan
Menyediakan perangkat pembelajaran yang didalamnya terdapat RPP, Lembar Observasi, Angket dan lembar penilaian proyek
Menyediakan Handout yang di dalamnya terdapat langkah-langkah pembelajaran berbasis Proyek b. Tahap Pelaksanaan
Pelaksanaan siklus I berlangsung dua kali pertemuan. Pertemuan Pertama pada Senin 14 Desember 2015. Materi yang dibahas adalah teknik pengumpulan data. Mahasiswa diminta untuk menentukan permasalahan yang akan diselesaikan. Misalnya: Ingin mengetahui apakah
IPK berpengaruh terhadap motivasi belajar mahasiswa, Apakah ada hubungan antara skor UTS dengan lama belajar mahasiswa dst. Dari permasalahan yang sudah ditentukan oleh mahasiswa tersebut maka ditentukan bagaimana teknik pengumpulan data yang sesuai. Materi yang dibahas di kelas adalah macam-macam teknik pengumpulan data. Selanjutnya diharapkan mahasiswa melakukan diskusi kelompok untuk berbagi informasi dalam menggunakan materi yang dibahas di kelas untuk menjawab permasalahan masing-masing.
Pada pertemuan kedua mahasiswa diminta untuk menyajikan data hasil pengumpulan datanya dengan menggunakan table, grafik, diagram dll.
Proses penyajian data dapat dilakukan dengan menggunakan program komputer, sehingga pelaksanaan perkuliahan dilakukan di lab komputer. Di akhir perkuliahan dilakukan penilaian penugasan proyek. Proyek yang dilakukan mahasiswa pada siklus I adalah:
merumuskan permasalahan, kemudian menentukan teknik pengumpulan data apayang sesuai dan menyajikan data yang sudah dikumpulkan dengan tabel atau diagram.
c. Tahap Refleksi ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman mahasiswa terkait dengan materi yang sudah disajikan. Skor penugasan proyek
mahasiswa pada siklus I ini dapat dilihat pada tabel 2
berikut. berdasarkan kriteria ketuntasan yang sudah ditetapkan, maka diperlukan siklus II untuk memperbaiki hasil skor yang diperoleh mahasiswa pada pertemuan I dan II.
Siklus II a. Perencanaan
Berdasarkan hasil refleksi pada siklus I, mahasiswa masih belum bisa berkerja dengan tim yang sudah dibentuk sehingga pada tahap perencanaan ini kelompok hanya terdiri dari 2-3 mahasiswa yang ditentukan langsung oleh dosen pengampu berdasarkan skor yang diperoleh sebelumnya. Hal ini diharapkan mahasiswa dapat focus bekerja sama dengan kelompoknya.
b. Pelaksanaan
Siklus kedua dilakukan pada pertemuan ke- 3 dan ke- 4 yaitu pada Senin 21 Desember 2015 dan Rabu 23 Desember 2015. Materi yang dibahas adalah teknik pengolahan data yang di dalamnya terdapat beberapa metode untuk menganalisis data. Selama proses pembelajaran mahasiswa mendapatkan informasi dari modul lab yang sudah disediakan serta hand out yang di dalamnya terdapat pembelajaran berbasis proyek yang sudah di susun. Penugasan proyek pada siklus ke II ini mahasiswa masih melanjutkan permasalahan yang dipilih sebelumnya kemudian melakukan analisis data sesuai dengan permasalahan tersebut.Setiap mahasiswa dapat menggunakan minimal satu metode dalam menganalisisnya. Proses analisis data menggunakan program SPSS.
c. Refleksi
Berdasarkan hasil penilaian tugas proyek pada siklus II dapat dilihat pada tabel 3 berikut.Hal ini menunjukkan bahwa masih diperlukan siklus III untuk memperbaikinya.Perbaikan difokuskan pada keaktifan dan pemahaman. Berdasarkan hasil wawancara dan penyebaran angket juga diperoleh data bahwa mahasiswa masih belum bisa mendeskripsikan langkah-langkah yang ada pada SPSS sehingga diperlukan cara agar mahasiswa dapat lebih mengeksplor kemampuan naratifnya.
Siklus III a. Perencanaan
Berdasarkan hasil refleksi pada siklus II maka diperlukan penugasan yang komprehensif sehingga mahasiswa dapat mengkaitkan informasi yang diperoleh sebelumnya dengan materi yang di bahas.
Penugasan proyek pada siklus III ini ditekankan pada penyusunan portofolio dimana mahasiswa diminta untuk mengumpulkan draft yang ada pada pertemua pertama yang berisi permasalahan awal, mengumpulkan data, kemudian menyajikan data, selanjutnya dilanjutkan dengan menganalisis dan menyimpulkan. Hal ini dapat membuat mahasiswa agar dapat menceritakan dan membuat hubungan dari serangkaian kegiatan yang dilakukan pada pertemuan pertama sampai dengan pertemuan terakhir.
b. Pelaksanaan
Siklus ketiga berlangsung pada Senin 28 desember 2015 dan rabu 30 Desember 2015 yang di dalamnya terdapat materi teknik menyimpulkan data. Selama proses pembelajaran, mahasiswa masih menggunakan modul SPSS yang disediakan oleh laboratorium serta menggunakan handout yang sudah disediakan. Selama proses pembelajaran mahasiswa melakukan diskusi dengan anggota kelompoknya dalam menyelesaikan penugasan proyeknya. Pada dasarnya setiap mahasiswa memiliki permasalahan yang berbeda-beda sehingga langkah yang ditempuh untuk menyelesaikan permasalahannya juga berbeda.Hal ini menunjukkan bahwa kemandirian mahasiswa dalam menyelesaikan penugasan proyek masih terjaga meskipun pada kenyatannya mereka masih tetap melakukan sharing informasi dengan anggota kelompoknya.
c. Refleksi
Skor akhir diperoleh mahasiswa dari penilaian proyeknya.Skor yang diperoleh dapat dilihat pada tabel 3.Hal ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan dari siklus II ke siklus III. Dari hasil wawancara yang dilakukan kepada beberapa orang mahasiswa juga diperoleh informasi bahwa mereka sudah bisa mengkaitkan informasi yang diperoleh selama pembelajaran dengan permasalahan yang mereka temukan sehari-hari.Hal ini menunjukkan bahwa pemahaman mahasiswa terhadap materi statistika berkategori baik.
Untuk peningkatan skor dari siklus I,II dan III dapat dilihat pada Gambar 1.
Gambar 1. Peningkatan skor pemahaman mahasiswa
Siklus I Siklus II Siklus III
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan uraian pada pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman dari siklus I , II, dan III. Pada siklus I skor siswa 61 , pada siklus II skor siswa 81 dan pada siklus III skor siswa 95,25. Peningkatan pemahaman disini dapat dilihat dengan adanya kemampuan mahasiswa dalam menyampaikan konsep dan mengkaitkan konsep yang sudah diperoleh dalam menyelesaikan proyek yang disusun.
Saran
Saran untuk penelitian selanjutnya adalah perlunya bahan ajar yang mendukung pembelajaran berbasis proyek. Hal ini dilakukan untuk menunjang keberhasilan proses pembelajaran.
DAFTAR RUJUKAN
Andi Prastowo, Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif: Menciptakan Metode yang Menarik dan Menyenangkan, Diva Press. 2011.
Anas Sudijono. 2005. Pengantar Statistik Pendidikan.
Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Ellis, T. J. 2008. “Building A Frame work to Support Project-Based Collaborative Learning Experience in An Ansyachronous Learning Network (ALN)”. Interdisciplinary Journal of E- Learning and Learning Objects.4(1). Tersedia pada: http://ijklo.org/volume4/IJELLOv4p167-
190Ellis454.pdf. Diakses pada tanggal 7 September 2012.
Ikhsanudin, Eka. 2014.Model Pembelajaran Project Based Learning. Jakarta
Markham, T. (2003). Project-Based Learning Handbook (2nd ed.). Novato, CA: Buck Institute for Education.
Rajabi, Muhammad, 2014. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Instalasi Sistem Operasi Dengan model Pembelajaran Berbasis Proyek. Surabaya:
UNESA
Savery, J. R. (2006). Overview of problem-based learning: Definitions and distinctions. The Interdisciplinary Journal of Problem-Based Learning, 1(1), 9–20. Journal of Problem-Based Learning, 3(1), 12–43
Suherman, E. dkk. 2003. Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer. Bandung: UPI Waluya, B. (2008) Penggunaan Model Pembelajaran
Generatif untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa Pada Konsep Geografi: FPIPS
Wiyarsi, dkk . 2010. Penerapan Pembelajaran Berbasis Proyek Pada Perkuliahan Workshop Pendidikan Kimia untuk Meningkatkan kemandirian dan Prestasi Belajar Mahasiswa
Zulkardi. 2003. Pendidikan Matematika di Indonesia : Beberapa Permasalahan dan Upaya Penyelesaiannya. Palembang: Unsri.