• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN Bobot dan Penilaian Parameter Potensi Pariwisata

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "HASIL DAN PEMBAHASAN Bobot dan Penilaian Parameter Potensi Pariwisata"

Copied!
41
0
0

Teks penuh

(1)

Keberadaan sumberdaya yang mendukung perkembangan pariwisata di Kabupaten Agam menjadi pilihan untuk melakukan pengembangan potensi pariwisata yang ada di daerah ini. Penelitian ini dilakukan bertitik tolak dari obyek-obyek wisata yang telah ada. Penilaian dilakukan untuk melihat sampai sejauhmana keberadaan sumberdaya yang ada menjadi pendukung untuk pengembangan potensi pariwisata di Kabupaten Agam.

Salah satu metode untuk menganalisis data-data dari potensi pariwisata dalam suatu wilayah dilakukan dengan Sistem Informasi Geografis (SIG).

Analisis dalam SIG dapat dimaknai sebagai proses untuk mempermudah identifikasi permasalahan dan fenomena yang akan disajikan, pemodelan, investigasi hasil dan membuat interpretasi hasil termasuk rekomendasi tentang permasalahan atau fenomena tersebut (Jaya, 2002).

Wisatawan yang dijadikan responden (100 orang) umumnya berusia antara 31-45 tahun (47%), 38% dengan umur antara 15-30 tahun dan sisanya berusia diatas 45 tahun. Sebanyak 43% responden datang dari luar Kabupaten Agam.

Berdasarkan pekerjaan, wisatawan dengan pekerjaan sebagai PNS/TNI/Polisi sebanyak 29%, Karyawan swasta (22%), wiraswasta (17), pelajar/mahasiswa (16) dan sisanya pedagang, ibu rumah tangga, pensiunan. Berdasarkan tujuan wisata di Sumatera Barat, Kabupaten Agam merupakan tujuan kedua (24%) setelah Kota Bukittinggi (45%).

Bobot dan Penilaian Parameter Potensi Pariwisata

Nilai pembobotan untuk 8 (delapan) parameter pariwisata yang dibagi ke dalam dua kelompok yaitu parameter fisik (empat parameter) dan parameter kelembagaan, sosial budaya dan ekonomi (empat parameter) diperoleh dari 100 responden. Nilai bobot tiap-tiap parameter didapat dari persentase jumlah suatu parameter yang dijadikan pilihan utama oleh responden untuk melakukan kunjungan terhadap suatu obyek wisata. Pembobotan ini dilakukan terhadap parameter-parameter fisik yaitu (1) jarak dengan bobot 0.36, (2) jumlah sarana prasarana dengan bobot 0.13, (3) aksesibilitas dengan bobot 0.22 dan (4) daya tarik dengan bobot 0.29. Pembobotan juga dilakukan terhadap parameter-

(2)

bobot 0.12, (2) atraksi hiburan/kesenian dengan bobot 0.18, (3) keamanan dengan bobot 0.54 dan (4) penjualan cendramata, makanan dan minuman dengan bobot 0.16.

Untuk mendapatkan nilai potensi suatu obyek wisata dilakukan dengan proses analisis SIG terhadap data-data spasial pendukung pariwisata dari tiap-tiap obyek wisata. Masing-masing nilai parameter dikalikan dengan bobot parameter yang akan menghasilkan nilai tiap-tiap parameter. Nilai-nilai tiap parameter dari delapan parameter dijumlahkan berdasarkan pembagian parameter fisik (jarak, jumlah sarana prasarana, aksesibilitas dan daya tarik) dan parameter kelembagaan, sosial budaya dan ekonomi (pengelola, atraksi hiburan/kesenian, keamanan, dan penjualan cendramata, makanan dan minuman).

Setelah didapatkan nilai dari kedua parameter tersebut, maka untuk mendapatkan nilai potensi suatu obyek wisata dilakukan penjumlahan terhadap hasil kedua parameter tersebut dan dibagi dua. Adapun nilai bobot dan kriteria penilaian potensi pariwisata berdasarkan parameter fisik yang dipakai dirinci pada Tabel 15. Adapun untuk nilai bobot dan kriteria penilaian potensi pariwisata berdasarkan parameter kelembagaan, sosial budaya dan ekonomi yang dipakai dirinci pada Tabel 16.

Tabel 15 Bobot dan kriteria penilaian potensi pariwisata berdasarkan parameter fisik (Modifikasi model Gunn, 1979 dan Coppock, 1971)

No Parameter Bobot

Nilai Potensi Sangat

Lemah (1) Lemah (2) Sedang (3) Kuat (4) Sangat Kuat (5) 1. Jarak (J) 0.36 > 60 km 45.01-60 km 30.01-45 km 15.01 – 30

km <= 15 km 2. Sarana

Prasarana (SP)

0.13 Tidak terdapat sarana prasarana radius 1 km

Terdapat 1 jenis sarana prasarana radius 1 km

Terdapat 2-3 jenis sarana prasarana radius 1 km

Terdapat 4 jenis sarana prasarana radius 1 km

Terdapat lebih dari 4 jenis sarana prasarana radius 1 km 3. Aksesibilitas

(A) 0.22 >1000 m dari jalan kabupaten

500-1000 m dari jalan kabupaten

< 500 m dari jalan kabupaten

< 500 m dari jalan propinsi

< 500 m dari jalan Nasional 4. Daya Tarik

(DT) 0.29 Terdapat >3 obyek sejenis radius 1 km

Terdapat 3 obyek sejenis radius 1 km

Terdapat 2 obyek sejenis radius 1 km

Terdapat 1 obyek sejenis radius 1 km

Tidak terdapat obyek sejenis radius 1 km

(3)

Tabel 16 Bobot dan kriteria penilaian potensi pariwisata berdasarkan parameter kelembagaan, sosial budaya dan ekonomi (Modifikasi model Gunn, 1979)

No Parameter Bobot Nilai Potensi

Sangat Lemah (1) Sedang (3) Sangat Kuat (5) 1. Pengelola (P) 0.12 Tidak adanya

pengelola Obyek

Wisata -

Adanya pengelola Obyek Wisata

2. Atraksi/ hiburan

kesenian (AH) 0.18 Tidak adanya

atraksi/ hiburan Adanya atraksi/

hiburan 1-2 kali sebulan

Adanya atraksi/

hiburan lebih 2 kali sebulan

3. Keamanan (K) 0.54 Tidak adanya petugas

keamanan -

Adanya petugas keamanan

4. Penjualan Cendramata, Makanan &

Minuman (PSM)

0.16 Tidak adanya tempat penjualan cendramata dan makanan

Terdapat 1-5 tempat penjualan cendramata dan makanan

Terdapat lebih dari 5 tempat penjualan cendramata dan makanan

Hasil Analisis Parameter Pariwisata

Berdasarkan hasil lapang dan penyebaran kuisioner, untuk obyek wisata mesjid dan makam tidak dimasukkan ke dalam analisis selanjutnya, karena dari hasil wawancara dengan responden di dapat bahwa tidak ada satupun responden yang memilih wisata makam dan masjid sebagai pilihan untuk berwisata.

Berdasarkan pengecekan ke beberapa mesjid yang dijadikan obyek wisata, memang ternyata mesjid hanya digunakan untuk ibadah masyarakat setempat.

Hasil wawancara dengan staf Dinas Pariwisata, Seni dan Budaya Kabupaten Agam memberikan keterangan bahwa untuk makam dan mesjid memang belum ada suatu tindakan yang diambil terhadap pengembangan kedua jenis obyek tersebut untuk bisa dijadikan suatu daya tarik wisata di Kabupaten Agam, baik dalam hal kelengkapan sarana prasarana (keterangan mengenai sejarah mesjid/makam) di obyek tersebut maupun pengelolaannya.

Berdasarkan wawancara disimpulkan bahwa untuk wisata mesjid dimasukkan ke dalam obyek wisata karena umur mesjid yang sudah tua dan mempunyai sejarah (pusat penyebaran agama). Sedangkan untuk wisata makam dimasukkan sebagai obyek wisata karena makam tersebut merupakan makam orang-orang yang mempunyai pengaruh di daerah tersebut pada jaman dahulu

(4)

pejuang).

Penilaian Berdasarkan Parameter Jarak

Penilaian potensi pariwisata dengan menilai letak obyek wisata dilakukan dengan memilih obyek wisata berdasarkan jarak dari kota Bukittinggi. Wilayah administrasi kota Bukittinggi terletak di tengah-tengah wilayah administrasi Kabupaten Agam. Penentuan Kota Bukittinggi sebagai titik awal parameter jarak karena Kota Bukittinggi selain sebagai pusat aktifitas di Sumatera Barat juga merupakan pusat pelayanan lokal pariwisata dalam struktur pariwisata nasional dan Kabupaten Agam merupakan sub pelayanan pariwisata dari Kota Bukittinggi.

Faktor lainnya yaitu berdasarkan pengembangan pertanyaan kepada responden terlihat bahwa 45% memilih Kota Bukittinggi sebagai pilihan utama responden dalam melakukan kunjungan wisata di Propinsi Sumatera Barat.

Jarak yang diukur adalah panjang jalan dari Bukittinggi ke suatu obyek wisata. Proses pengelompokan obyek wisata berdasarkan potensi dalam SIG menggunakan query. Proses ini bertujuan untuk pemanggilan data atribut panjang jalan dari pusat kota Bukittinggi ke masing-masing obyek wisata. Berdasarkan parameter jarak diperoleh obyek wisata yang mempunyai potensi sangat lemah dan skor 1 dengan jarak dari Bukittinggi besar dari 60 kilometer sebanyak 7 obyek wisata. Untuk obyek wisata dengan potensi lemah (skor 2) dengan jarak antara 45 kilometer sampai 60 kilometer dari Bukittinggi sebanyak 9 obyek wisata.

Obyek wisata yang mempunyai potensi sedang dengan skor 3 dan mempunyai jarak antara 15 kilometer sampai 30 kilometer dari Bukittingi diperoleh sebanyak 14 obyek wisata. Obyek wisata yang terpilih untuk potensi kuat (skor 4) dengan jarak antara 15 kilometer sampai 30 kilometer sebanyak 17 obyek wisata dan obyek wisata yang mempunyai potensi sangat kuat (skor 5) dengan jarak kecil dari 15 kilometer dari Bukittinggi diperoleh sebanyak 11 obyek wisata. Hasil dari proses penilaian parameter jarak dijabarkan pada Tabel 17.

(5)

Tabel 17 Nilai potensi obyek wisata berdasarkan parameter jarak

No Nama Obyek Wisata Kecamatan Jarak (km) Skor Nilai Potensi

1 Pulau Tangah Tjg. Mutiara 85.32 1 0.36

2 Pulau Ujung Tjg. Mutiara 86.76 1 0.36

3 Pulau Tapi Tjg. Mutiara 83.60 1 0.36

4 Pantai Bandar Mutiara Tjg. Mutiara 87.65 1 0.36

5 Rumah Belanda Lubuk Basung 61.13 1 0.36

6 Rumah Adat Lbk Basung Lubuk Basung 62.20 1 0.36

7 Tugu Siti Manggopoh Lubuk Basung 65.91 1 0.36

8 Air Angek Tanjung Raya 52.87 2 0.72

9 Air terjun Cikalo Tanjung Raya 53.09 2 0.72

10 Air Tiga Rasa Tanjung Raya 53.00 2 0.72

11 Muko - muko Tanjung Raya 48.81 2 0.72

12 Linggai Tanjung Raya 45.56 2 0.72

13 Bukit Silasung Tanjung Raya 45.33 2 0.72

14 Perahu Naga Tanjung Raya 47.28 2 0.72

15 Arung Jeram Lubuk Basung 59.22 2 0.72

16 Rumah Rasuna Said Tanjung Raya 57.39 2 0.72

17 Puncak Gng Merapi Candung 31.50 3 1.08

18 Ngalau Kamang Kamang Magek 30.12 3 1.08

19 Air Terjun Malalak IV Koto 30.96 3 1.08

20 Puncak Singgalang IV Koto 33.19 3 1.08

21 Puncak Lawang Matur 32.49 3 1.08

22 Talago Rahayu Matur 30.85 3 1.08

23 Gua Maur Palembayan 32.09 3 1.08

24 Gua Gumarang Palembayan 33.72 3 1.08

25 Kelok 44 Tanjung Raya 31.42 3 1.08

26 Maninjau Tanjung Raya 34.00 3 1.08

27 Sarasah Batingkek Tanjung Raya 39.78 3 1.08

28 Air Terjun Gadih Rantih Tanjung Raya 38.04 3 1.08

29 Paralayang Matur 32.51 3 1.08

30 Museum Buya HAMKA Tanjung Raya 36.42 3 1.08

31 Ikan Sakti Sugai Janiah Baso 18.42 4 1.44

32 Ngalau Baso Baso 16.65 4 1.44

33 Ngalau Simarasok Baso 18.11 4 1.44

34 Air Terjun Sarasah Baso 15.25 4 1.44

35 Bukit Layang-layang Baso 19.46 4 1.44

36 Benteng Jepang Baso 28.31 4 1.44

37 Tirta Sari Kamang Magek 19.38 4 1.44

38 Tarusan Kamang Magek 15.97 4 1.44

39 Bunga Raflesia Palupuh 19.59 4 1.44

40 Air Terjun Sei Guntung Palupuh 29.76 4 1.44

41 Areal Buru Babi Palupuh 25.49 4 1.44

42 Taman Raya Balingka IV Koto 17.95 4 1.44

43 Ambun Pagi Matur 25.98 4 1.44

44 Ambun Tanai Matur 25.58 4 1.44

45 Benteng Andaleh Matur 25.14 4 1.44

46 Bukit Sakura Palembayan 21.88 4 1.44

47 Kelok 44 Matur 28.84 4 1.44

48 Tugu Perang Kamang Kamang Magek 13.20 5 1.8

49 Tugu Pahlawan Perang Kamang Kamang Magek 13.64 5 1.8

(6)

No Nama Obyek Wisata Kecamatan Jarak (km) Skor Nilai Potensi

50 Benteng Bansa Kamang Magek 12.29 5 1.8

51 Candi Taluk Banuhampu 4.54 5 1.8

52 Pemandian Tiagan Banuhampu 8.40 5 1.8

53 Benteng Jepang Banuhampu 4.06 5 1.8

54 Pertahanan Paderi Banuhampu 8.49 5 1.8

55 Air Terjun Badorai Sungai Pua 12.00 5 1.8

56 Tugu Syekh H Daud Rasyid IV Koto 10.77 5 1.8

57 Ngarai Sianok Anam Suku IV Koto 4.88 5 1.8

58 Museum Kerajinan Perak IV Koto 10.59 5 1.8

Sumber : Hasil Olahan Data Spasial

Penilaian Berdasarkan Parameter Sarana Prasarana

Penilaian potensi pariwisata untuk parameter sarana prasarana dilakukan dengan mengidentifikasi jumlah dari jenis sarana prasarana yang ada di sekitar suatu obyek wisata dalam radius satu kilometer. Jenis sarana prasarana yang yang dilihat yaitu, sarana akomodasi (hotel/penginapan), fasilitas bank/ATM, rumah makan, terminal, pasar, dan fasilitas kesehatan. Semakin banyak jenis sarana prasarana yang mendukung suatu obyek wisata dalam radius satu kilometer maka nilai skor potensi obyek tersebut makin tinggi.

Hasil identifikasi sarana prasarana yang ada menunjukkan bahwa terdapat 36 obyek wisata dari 58 obyek wisata yang tidak memiliki satupun sarana prasarana dalam radius 1 kilometer dan mendapatkan skor 1 dengan potensi sangat lemah. Untuk obyek wisata dengan potensi lemah dengan skor 2 pada penilaian parameter ini terdapat 13 obyek wisata yang memiliki satu jenis sarana prasarana (Tabel 18).

Obyek wisata yang memiliki dua jenis sarana prasarana di dalam radius 1 kilometer dari obyek wisata dengan potensi sedang (skor 3) yaitu terpilih 5 obyek wisata. Obyek wisata dengan potensi kuat dengan skor 4, dimana terdapat empat jenis sarana prasarana yaitu hanya obyek wisata rumah Belanda yang terletak di Kecamatan Lubuk Basung dan obyek wisata yang mempunyai potensi sangat kuat dengan nilai skor 5 terpilih tiga obyek wisata yaitu Talago Rahayu di Kecamatan Matur, Kelok 44 dan obyek wisata Maninjau yang terletak di Kecamatan Tanjung Raya.

(7)

Tabel 18 Nilai potensi obyek wisata berdasarkan parameter sarana prasarana

No Nama Obyek Wisata Kecamatan Sarana

Prasarana Skor Nilai Potensi

1 Pulau Tangah Tjg. Mutiara 0 1 0.13

2 Pulau Ujung Tjg. Mutiara 0 1 0.13

3 Ikan Sakti Sugai Janiah Baso 0 1 0.13

4 Ngalau Baso Baso 0 1 0.13

5 Ngalau Simarasok Baso 0 1 0.13

6 Air Terjun Sarasah Baso 0 1 0.13

7 Bukit Layang-layang Baso 0 1 0.13

8 Benteng Jepang Baso 0 1 0.13

9 Puncak Gng Merapi Candung 0 1 0.13

10 Ngalau Kamang Kamang Magek 0 1 0.13

11 Tirta Sari Kamang Magek 0 1 0.13

12 Tarusan Kamang Magek 0 1 0.13

13 Tugu Perang Kamang Kamang Magek 0 1 0.13

14 Bunga Raflesia Palupuh 0 1 0.13

15 Air Terjun Sei Guntung Palupuh 0 1 0.13

16 Areal Buru Babi Palupuh 0 1 0.13

17 Pemandian Tiagan Banuhampu 0 1 0.13

18 Pertahanan Paderi Banuhampu 0 1 0.13

19 Air Terjun Badorai Sungai Pua 0 1 0.13

20 Taman Raya Balingka IV Koto 0 1 0.13

21 Air Terjun Malalak IV Koto 0 1 0.13

22 Puncak Singgalang IV Koto 0 1 0.13

23 Ngarai Sianok Anam Suku IV Koto 0 1 0.13

24 Puncak Lawang Matur 0 1 0.13

25 Bukit Sakura Palembayan 0 1 0.13

26 Gua Maur Palembayan 0 1 0.13

27 Gua Gumarang Palembayan 0 1 0.13

28 Kelok 44 Matur 0 1 0.13

29 Muko - muko Tanjung Raya 0 1 0.13

30 Linggai Tanjung Raya 0 1 0.13

31 Bukit Silasung Tanjung Raya 0 1 0.13

32 Sarasah Batingkek Tanjung Raya 0 1 0.13

33 Paralayang Matur 0 1 0.13

34 Arung Jeram Lubuk Basung 0 1 0.13

35 Museum Buya HAMKA Tanjung Raya 0 1 0.13

36 Rumah Rasuna Said Tanjung Raya 0 1 0.13

37 Pulau Tapi Tjg. Mutiara 1 2 0.26

38 Pantai Bandar Mutiara Tjg. Mutiara 1 2 0.26

39 Tugu Pahlawan Perang Kamang Kamang Magek 1 2 0.26

40 Benteng Jepang Banuhampu 1 2 0.26

41 Tugu Syekh H Daud Rasyid IV Koto 1 2 0.26

42 Ambun Tanai Matur 1 2 0.26

43 Museum Kerajinan Perak IV Koto 1 2 0.26

44 Air Angek Tanjung Raya 1 2 0.26

45 Air terjun Cikalo Tanjung Raya 1 2 0.26

46 Air Tiga Rasa Tanjung Raya 1 2 0.26

47 Air Terjun Gadih Rantih Tanjung Raya 1 2 0.26

48 Rumah Adat Lbk Basung Lubuk Basung 1 2 0.26

49 Tugu Siti Manggopoh Lubuk Basung 1 2 0.26

(8)

No Nama Obyek Wisata Kecamatan Sarana

Prasarana Skor Nilai Potensi

50 Benteng Bansa Kamang Magek 2 3 0.39

51 Candi Taluk Banuhampu 2 3 0.39

52 Ambun Pagi Matur 2 3 0.39

53 Benteng Andaleh Matur 2 3 0.39

54 Perahu Naga Tanjung Raya 2 3 0.39

55 Rumah Belanda Lubuk Basung 4 4 0.52

56 Talago Rahayu Matur 5 5 0.65

57 Kelok 44 Tanjung Raya 5 5 0.65

58 Maninjau Tanjung Raya 5 5 0.65

Sumber : Hasil Olahan Data Spasial

Berdasarkan identifikasi obyek wisata terhadap sarana prasarana terlihat bahwa masih banyaknya obyek wisata di Kabupaten Agam yang memiliki sarana prasarana yang bisa menunjang obyek wisata tersebut. Analisis yang dilakukan terhadap 58 obyek wisata, sebanyak 36 obyek tidak memiliki satupun sarana prasarana dalam radius satu kilometer dari obyek. Untuk obyek wisata yang terletak di seputaran danau maninjau umumnya memiliki sarana prasarana yang menunjang keberadaan obyek tersebut, terutama untuk obyek wisata yang berada di sekitaran ibukota kecamatan Tanjung Raya. Obyek wisata di wilayah ini memiliki keunggulan dari wilayah lainnya di Kabupaten Agam. Selain keindahan alamnya, juga didukung dengan jumlah sarana prasarana penunjang obyek wisata yang ada.

Berdasarkan jumlah sarana prasarana yang dimiliki Kecamatan Tanjung Raya sangat jauh berbeda dengan kecamatan lainnya di Kabupaten Agam. Pada daerah ini terdapat 1 pasar, 25 tempat sarana akomodasi, 5 rumah makan, 2 bank dan 2 sarana kesehatan. Hal ini berkaitan dengan dijadikannya Danau Maninjau sebagai daya tarik utama pariwisata di Kabupaten Agam. Dalam hal pembangunan dan pengembangan sektor pariwisata setiap tahunnya, juga terkonsentrasi pada kawasan Danau Maninjau untuk peningkatan kunjungan wisatawan.

Penilaian Berdasarkan Parameter Aksesibilitas

Penilaian potensi suatu obyek wisata berdasarkan aksesibilitas dilakukan dengan melihat kedekatan suatu obyek wisata dari jalan. Jalan yang dipakai untuk menilai aksesibilitas yaitu jalan nasional, jalan provinsi dan jalan kabupaten.

(9)

Penilaian dilakukan dengan proses buffering terhadap jalan yang didefenisikan diatas terhadap obyek wisata.

Berdasarkan hasil penilaian parameter aksesibilitas terpilih 8 obyek wisata yang berjarak lebih dari 1 000 meter dari jalan kabupaten dengan skor 1 (potensi sangat lemah). Untuk obyek wisata yang mempunyai jarak antara 500 meter sampai dengan 1 000 meter dengan potensi lemah (skor 2) terpilih 10 obyek wisata. Obyek wisata yang memiliki potensi sedang (skor 3) dengan kriteria jarak obyek wisata dari jalan kabupaten sampai 500 meter terpilih sebanyak 24 obyek wisata (Tabel 19).

Obyek wisata yang terpilih untuk potensi kuat (skor 4) dengan kriteria jarak obyek wisata dari jalan provinsi sejauh 500 meter yaitu sebanyak 15 obyek wisata.

Untuk obyek wisata dengan potensi sangat kuat dan nilai skor 5 yang terletak radius 500 meter dari jalan nasional terpilih 1 obyek wisata yaitu obyek wisata budaya dan sejarah Candi Taluk yang terletak di Kecamatan Banuhampu.

Tabel 19 Nilai potensi obyek wisata berdasarkan parameter aksesibilitas

No Nama Obyek Wisata Kecamatan Skor Nilai Potensi

1 Pulau Tangah Tjg. Mutiara 1 0.22

2 Pulau Ujung Tjg. Mutiara 1 0.22

3 Puncak Gng Merapi Candung 1 0.22

4 Ngalau Kamang Kamang Magek 1 0.22

5 Tirta Sari Kamang Magek 1 0.22

6 Taman Raya Balingka IV Koto 1 0.22

7 Air Terjun Malalak IV Koto 1 0.22

8 Puncak Singgalang IV Koto 1 0.22

9 Pantai Bandar Mutiara Tjg. Mutiara 2 0.44

10 Ngalau Simarasok Baso 2 0.44

11 Bunga Raflesia Palupuh 2 0.44

12 Air Terjun Sei Guntung Palupuh 2 0.44

13 Areal Buru Babi Palupuh 2 0.44

14 Ngarai Sianok Anam Suku IV Koto 2 0.44

15 Bukit Sakura Palembayan 2 0.44

16 Gua Maur Palembayan 2 0.44

17 Gua Gumarang Palembayan 2 0.44

18 Air terjun Cikalo Tanjung Raya 2 0.44

19 Pulau Tapi Tjg. Mutiara 3 0.66

20 Ikan Sakti Sugai Janiah Baso 3 0.66

21 Ngalau Baso Baso 3 0.66

22 Air Terjun Sarasah Baso 3 0.66

23 Bukit Layang-layang Baso 3 0.66

24 Benteng Jepang Baso 3 0.66

25 Tarusan Kamang Magek 3 0.66

26 Tugu Perang Kamang Kamang Magek 3 0.66

(10)

No Nama Obyek Wisata Kecamatan Skor Nilai Potensi 27 Tugu Pahlawan Perang Kamang Kamang Magek 3 0.66

28 Benteng Bansa Kamang Magek 3 0.66

29 Pemandian Tiagan Banuhampu 3 0.66

30 Benteng Jepang Banuhampu 3 0.66

31 Pertahanan Paderi Banuhampu 3 0.66

32 Air Terjun Badorai Sungai Pua 3 0.66

33 Puncak Lawang Matur 3 0.66

34 Ambun Tanai Matur 3 0.66

35 Museum Kerajinan Perak IV Koto 3 0.66

36 Linggai Tanjung Raya 3 0.66

37 Bukit Silasung Tanjung Raya 3 0.66

38 Sarasah Batingkek Tanjung Raya 3 0.66

39 Paralayang Matur 3 0.66

40 Museum Buya HAMKA Tanjung Raya 3 0.66

41 Rumah Adat Lbk Basung Lubuk Basung 3 0.66

42 Rumah Rasuna Said Tanjung Raya 3 0.66

43 Tugu Syekh H Daud Rasyid IV Koto 4 0.88

44 Ambun Pagi Matur 4 0.88

45 Talago Rahayu Matur 4 0.88

46 Benteng Andaleh Matur 4 0.88

47 Kelok 44 Matur 4 0.88

48 Kelok 44 Tanjung Raya 4 0.88

49 Air Angek Tanjung Raya 4 0.88

50 Air Tiga Rasa Tanjung Raya 4 0.88

51 Muko – muko Tanjung Raya 4 0.88

52 Maninjau Tanjung Raya 4 0.88

53 Air Terjun Gadih Rantih Tanjung Raya 4 0.88

54 Perahu Naga Tanjung Raya 4 0.88

55 Arung Jeram Lubuk Basung 4 0.88

56 Rumah Belanda Lubuk Basung 4 0.88

57 Tugu Siti Manggopoh Lubuk Basung 4 0.88

58 Candi Taluk Banuhampu 5 1.10

Sumber : Hasil Olahan Data Spasial

Secara umum dari hasil penilaian terhadap obyek wisata berdasarkan parameter aksesibilitas menunjukkan bahwa adanya kemudahan dari pengunjung untuk mencapai lokasi wisata, dimana terdapat 50 obyek wisata dari 58 obyek wisata memiliki akses yang baik, yaitu terletak dalam radius 500 meter dari jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten dan jarak sampai 1 000 meter dari jalan kabupaten. Hasil ini juga menunjukkan bahwa obyek-obyek wisata yang memiliki kedekatan akses dengan jalan utama memiliki prospek yang baik untuk dikembangkan dan memudahkan wisatawan dalam mengunjungi obyek tersebut.

(11)

Penilaian Berdasarkan Parameter Daya Tarik

Penilaian potensi obyek wisata berdasarkan daya tarik bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah obyek wisata yang sejenis yang berada radius satu kilometer terhadap satu obyek wisata yang dinilai. Jenis obyek dan daya tarik wisata (ODTW) di Kabupaten Agam dibagi menjadi tiga bagian yaitu wisata alam, wisata budaya & sejarah dan dan wisata minat khusus (olahraga).

Berdasarkan dari hasil penilaian masing-masing obyek wisata dengan menggunakan tool identify feature within a distance dari SIG, maka diperoleh 1 obyek wisata yang memiliki 3 jenis obyek wisata yang sama dalam radius 1 kilometer di sekitarnya, sehingga mendapatkan skor 2 yaitu obyek wisata kelok 44 di Kecamatan Tanjung Raya. Untuk obyek wisata dengan skor 3 dan memiliki potensi sedang terpilih sebanyak 5 obyek wisata yang terletak di Kecamatan Matur dan Kecamatan Tanjung Raya, dimana obyek ini memiliki 2 obyek wisata sejenis dalam radius 1 kilometer.

Obyek wisata yang dalam radius 1 kilometer memiliki 1 obyek wisata yang sejenis dengan potensi kuat (skor 4) terpilih 7 obyek wisata. Untuk obyek wisata yang tidak memiliki satupun obyek sejenis dengan potensi sangat kuat (skor 5) dalam radius 1 kilometer di sekitar obyek tersebut sebanyak 45 obyek wisata (Tabel 20).

Tabel 20 Nilai potensi obyek wisata berdasarkan parameter daya tarik

No Nama Obyek Wisata Kecamatan Daya Tarik Skor Nilai Potensi

1 Kelok 44 Tanjung Raya 3 2 0.58

2 Talago Rahayu Matur 2 3 0.87

3 Kelok 44 Matur 2 3 0.87

4 Air Angek Tanjung Raya 2 3 0.87

5 Air terjun Cikalo Tanjung Raya 2 3 0.87

6 Air Tiga Rasa Tanjung Raya 2 3 0.87

7 Ambun Pagi Matur 1 4 1.16

8 Puncak Lawang Matur 1 4 1.16

9 Benteng Andaleh Matur 1 4 1.16

10 Maninjau Tanjung Raya 1 4 1.16

11 Paralayang Matur 1 4 1.16

12 Arung Jeram Lubuk Basung 1 4 1.16

13 Rumah Belanda Lubuk Basung 1 4 1.16

14 Pulau Tangah Tjg. Mutiara 0 5 1.45

15 Pulau Ujung Tjg. Mutiara 0 5 1.45

16 Pulau Tapi Tjg. Mutiara 0 5 1.45

17 Pantai Bandar Mutiara Tjg. Mutiara 0 5 1.45

18 Ikan Sakti Sugai Janiah Baso 0 5 1.45

19 Ngalau Baso Baso 0 5 1.45

(12)

No Nama Obyek Wisata Kecamatan Daya Tarik Skor Nilai Potensi

20 Ngalau Simarasok Baso 0 5 1.45

21 Air Terjun Sarasah Baso 0 5 1.45

22 Bukit Layang-layang Baso 0 5 1.45

23 Benteng Jepang Baso 0 5 1.45

24 Puncak Gng Merapi Candung 0 5 1.45

25 Ngalau Kamang Kamang Magek 0 5 1.45

26 Tirta Sari Kamang Magek 0 5 1.45

27 Tarusan Kamang Magek 0 5 1.45

28 Tugu Perang Kamang Kamang Magek 0 5 1.45

29 Tugu Pahlawan Perang Kamang Kamang Magek 0 5 1.45

30 Benteng Bansa Kamang Magek 0 5 1.45

31 Bunga Raflesia Palupuh 0 5 1.45

32 Air Terjun Sei Guntung Palupuh 0 5 1.45

33 Areal Buru Babi Palupuh 0 5 1.45

34 Candi Taluk Banuhampu 0 5 1.45

35 Pemandian Tiagan Banuhampu 0 5 1.45

36 Benteng Jepang Banuhampu 0 5 1.45

37 Pertahanan Paderi Banuhampu 0 5 1.45

38 Air Terjun Badorai Sungai Pua 0 5 1.45

39 Taman Raya Balingka IV Koto 0 5 1.45

40 Air Terjun Malalak IV Koto 0 5 1.45

41 Puncak Singgalang IV Koto 0 5 1.45

42 Tugu Syekh H Daud Rasyid IV Koto 0 5 1.45

43 Ngarai Sianok Anam Suku IV Koto 0 5 1.45

44 Ambun Tanai Matur 0 5 1.45

45 Museum Kerajinan Perak IV Koto 0 5 1.45

46 Bukit Sakura Palembayan 0 5 1.45

47 Gua Maur Palembayan 0 5 1.45

48 Gua Gumarang Palembayan 0 5 1.45

49 Muko - muko Tanjung Raya 0 5 1.45

50 Linggai Tanjung Raya 0 5 1.45

51 Bukit Silasung Tanjung Raya 0 5 1.45

52 Sarasah Batingkek Tanjung Raya 0 5 1.45

53 Air Terjun Gadih Rantih Tanjung Raya 0 5 1.45

54 Perahu Naga Tanjung Raya 0 5 1.45

55 Museum Buya HAMKA Tanjung Raya 0 5 1.45

56 Rumah Adat Lbk Basung Lubuk Basung 0 5 1.45

57 Rumah Rasuna Said Tanjung Raya 0 5 1.45

58 Tugu Siti Manggopoh Lubuk Basung 0 5 1.45

Sumber : Hasil Olahan Data Spasial

Hasil dari penilaian parameter daya tarik terlihat bahwa masing-masing obyek wisata di Kabupaten Agam memiliki potensi yang baik untuk dikembangkan. Hal ini terlihat dari hasil analisis yang dilakukan, dimana terdapat 45 obyek wisata yang tidak memiliki daya tarik yang sejenis dalam radius satu

(13)

kilometer. Hasil ini memperlihatkan bahwa masing-masing obyek wisata memiliki daya tarik yang kuat terhadap kunjungan wisatawan.

Penilaian Berdasarkan Parameter Pengelola

Penilaian potensi obyek wisata berdasarkan parameter pengelola diperoleh melalui data obyek wisata yang memiliki pengelola atau tidak memiliki pengelola yang dirubah dalam bentuk nilai potensi dikalikan dengan nilai bobot dari parameter pengelola. Jika suatu obyek wisata memiliki pengelola akan diberi tanda satu (1) dan untuk obyek wisata yang tidak mempunyai pengelola diberi tanda nol (0) (Tabel 21).

Tabel 21 Nilai potensi obyek wisata berdasarkan parameter pengelola

No Nama Obyek Wisata Kecamatan Pengelola Skor Nilai Potensi

1 Ngalau Baso Baso 0 1 0.12

2 Ngalau Simarasok Baso 0 1 0.12

3 Air Terjun Sarasah Baso 0 1 0.12

4 Bukit Layang-layang Baso 0 1 0.12

5 Benteng Jepang Baso 0 1 0.12

6 Puncak Gng Merapi Candung 0 1 0.12

7 Ngalau Kamang Kamang Magek 0 1 0.12

8 Tirta Sari Kamang Magek 0 1 0.12

9 Tarusan Kamang Magek 0 1 0.12

10 Tugu Perang Kamang Kamang Magek 0 1 0.12

11 Tugu Pahlawan Perang Kamang Kamang Magek 0 1 0.12

12 Benteng Bansa Kamang Magek 0 1 0.12

13 Air Terjun Sei Guntung Palupuh 0 1 0.12

14 Areal Buru Babi Palupuh 0 1 0.12

15 Candi Taluk Banuhampu 0 1 0.12

16 Pemandian Tiagan Banuhampu 0 1 0.12

17 Benteng Jepang Banuhampu 0 1 0.12

18 Pertahanan Paderi Banuhampu 0 1 0.12

19 Air Terjun Badorai Sungai Pua 0 1 0.12

20 Taman Raya Balingka IV Koto 0 1 0.12

21 Air Terjun Malalak IV Koto 0 1 0.12

22 Puncak Singgalang IV Koto 0 1 0.12

23 Tugu Syekh H Daud Rasyid IV Koto 0 1 0.12

24 Ngarai Sianok Anam Suku IV Koto 0 1 0.12

25 Talago Rahayu Matur 0 1 0.12

26 Ambun Tanai Matur 0 1 0.12

27 Benteng Andaleh Matur 0 1 0.12

28 Bukit Sakura Palembayan 0 1 0.12

29 Gua Maur Palembayan 0 1 0.12

30 Gua Gumarang Palembayan 0 1 0.12

31 Kelok 44 Matur 0 1 0.12

32 Kelok 44 Tanjung Raya 0 1 0.12

33 Air Angek Tanjung Raya 0 1 0.12

(14)

No Nama Obyek Wisata Kecamatan Pengelola Skor Nilai Potensi

34 Air terjun Cikalo Tanjung Raya 0 1 0.12

35 Air Tiga Rasa Tanjung Raya 0 1 0.12

36 Maninjau Tanjung Raya 0 1 0.12

37 Linggai Tanjung Raya 0 1 0.12

38 Bukit Silasung Tanjung Raya 0 1 0.12

39 Sarasah Batingkek Tanjung Raya 0 1 0.12

40 Air Terjun Gadih Rantih Tanjung Raya 0 1 0.12

41 Tugu Siti Manggopoh Lubuk Basung 0 1 0.12

42 Pulau Tangah Tjg. Mutiara 1 5 0.60

43 Pulau Ujung Tjg. Mutiara 1 5 0.60

44 Pulau Tapi Tjg. Mutiara 1 5 0.60

45 Pantai Bandar Mutiara Tjg. Mutiara 1 5 0.60

46 Ikan Sakti Sugai Janiah Baso 1 5 0.60

47 Bunga Raflesia Palupuh 1 5 0.60

48 Ambun Pagi Matur 1 5 0.60

49 Puncak Lawang Matur 1 5 0.60

50 Museum Kerajinan Perak IV Koto 1 5 0.60

51 Muko – muko Tanjung Raya 1 5 0.60

52 Perahu Naga Tanjung Raya 1 5 0.60

53 Paralayang Matur 1 5 0.60

54 Arung Jeram Lubuk Basung 1 5 0.60

55 Museum Buya HAMKA Tanjung Raya 1 5 0.60

56 Rumah Belanda Lubuk Basung 1 5 0.60

57 Rumah Adat Lbk Basung Lubuk Basung 1 5 0.60

58 Rumah Rasuna Said Tanjung Raya 1 5 0.60

Sumber : Hasil Olahan Data

Berdasarkan hasil penilaian potensi yang dilakukan terpilih 41 obyek yang memiliki potensi sangat lemah dengan skor 1 dan 17 obyek wisata yang memiliki potensi sangat kuat dengan skor 5. Pada saat ini sebanyak 17 obyek wisata yang memiliki pengelola di Kabupaten Agam, hanya 5 obyek wisata yang dikelola oleh pemerintah daerah. Sedangkan 12 obyek wisata lainnya dikelola oleh kelompok masyarakat tanpa memberikan kontribusi terhadap pendapatan pemerintah.

Penilaian Berdasarkan Parameter Atraksi, Hiburan dan Kesenian

Penilaian potensi obyek wisata berdasarkan parameter atraksi diperoleh melalui rata-rata kegiatan suatu obyek wisata melakukan atraksi, hiburan dan kesenian di dalam obyek wisata tersebut dalam satu bulan. Berdasarkan hasil penilaian potensi yang dilakukan terpilih 49 obyek wisata yang tidak memiliki

(15)

atraksi, hiburan dan kesenian di dalam obyek tersebut dengan potensi sangat lemah dengan skor satu.

Untuk obyek wisata yang memiliki atraksi, hiburan dan kesenian di dalam obyek tersebut rata-rata satu sampai dua kali dalam sebulan sebanyak 4 obyek wisata dengan potensi sedang (skor 3). Sedangkan untuk obyek wisata yang memiliki potensi sangat kuat dengan skor 5 yang mengadakan atraksi, hiburan dan kesenian rata-rata lebih dari dua kali dalam sebulan sebanyak 5 obyek wisata yaitu Pantai Bandar Mutiara, Ambun Pagi, Muko-muko, Maninjau dan Paralayang (Tabel 22).

Tabel 22 Nilai potensi obyek wisata berdasarkan parameter atraksi

No Nama Obyek Wisata Kecamatan Atraksi,

hiburan dan

kesenian Skor Nilai Potensi

1 Pulau Tangah Tjg. Mutiara 0 1 0.18

2 Pulau Ujung Tjg. Mutiara 0 1 0.18

3 Ngalau Baso Baso 0 1 0.18

4 Ngalau Simarasok Baso 0 1 0.18

5 Air Terjun Sarasah Baso 0 1 0.18

6 Bukit Layang-layang Baso 0 1 0.18

7 Benteng Jepang Baso 0 1 0.18

8 Puncak Gng Merapi Candung 0 1 0.18

9 Ngalau Kamang Kamang Magek 0 1 0.18

10 Tirta Sari Kamang Magek 0 1 0.18

11 Tarusan Kamang Magek 0 1 0.18

12 Tugu Perang Kamang Kamang Magek 0 1 0.18

13 Tugu Pahlawan Perang Kamang Kamang Magek 0 1 0.18

14 Benteng Bansa Kamang Magek 0 1 0.18

15 Bunga Raflesia Palupuh 0 1 0.18

16 Air Terjun Sei Guntung Palupuh 0 1 0.18

17 Areal Buru Babi Palupuh 0 1 0.18

18 Candi Taluk Banuhampu 0 1 0.18

19 Pemandian Tiagan Banuhampu 0 1 0.18

20 Benteng Jepang Banuhampu 0 1 0.18

21 Pertahanan Paderi Banuhampu 0 1 0.18

22 Air Terjun Badorai Sungai Pua 0 1 0.18

23 Taman Raya Balingka IV Koto 0 1 0.18

24 Air Terjun Malalak IV Koto 0 1 0.18

25 Puncak Singgalang IV Koto 0 1 0.18

26 Tugu Syekh H Daud Rasyid IV Koto 0 1 0.18

27 Ngarai Sianok Anam Suku IV Koto 0 1 0.18

28 Talago Rahayu Matur 0 1 0.18

29 Ambun Tanai Matur 0 1 0.18

30 Benteng Andaleh Matur 0 1 0.18

31 Museum Kerajinan Perak IV Koto 0 1 0.18

32 Bukit Sakura Palembayan 0 1 0.18

33 Gua Maur Palembayan 0 1 0.18

(16)

No Nama Obyek Wisata Kecamatan Atraksi, hiburan dan

kesenian Skor Nilai Potensi

34 Gua Gumarang Palembayan 0 1 0.18

35 Kelok 44 Matur 0 1 0.18

36 Kelok 44 Tanjung Raya 0 1 0.18

37 Air Angek Tanjung Raya 0 1 0.18

38 Air terjun Cikalo Tanjung Raya 0 1 0.18

39 Air Tiga Rasa Tanjung Raya 0 1 0.18

40 Linggai Tanjung Raya 0 1 0.18

41 Bukit Silasung Tanjung Raya 0 1 0.18

42 Sarasah Batingkek Tanjung Raya 0 1 0.18

43 Air Terjun Gadih Rantih Tanjung Raya 0 1 0.18

44 Arung Jeram Lubuk Basung 0 1 0.18

45 Museum Buya HAMKA Tanjung Raya 0 1 0.18

46 Rumah Belanda Lubuk Basung 0 1 0.18

47 Rumah Adat Lbk Basung Lubuk Basung 0 1 0.18

48 Rumah Rasuna Said Tanjung Raya 0 1 0.18

49 Tugu Siti Manggopoh Lubuk Basung 0 1 0.18

50 Pulau Tapi Tjg. Mutiara 2 3 0.54

51 Ikan Sakti Sugai Janiah Baso 1 3 0.54

52 Puncak Lawang Matur 1 3 0.54

53 Perahu Naga Tanjung Raya 1 3 0.54

54 Pantai Bandar Mutiara Tjg. Mutiara 4 5 0.90

55 Ambun Pagi Matur 3 5 0.90

56 Muko - muko Tanjung Raya 4 5 0.90

57 Maninjau Tanjung Raya 4 5 0.90

58 Paralayang Matur 3 5 0.90

Sumber : Hasil Olahan Data

Penilaian Berdasarkan Parameter Keamanan

Penilaian potensi obyek wisata berdasarkan parameter keamanan diperoleh melalui data obyek wisata yang memiliki petugas keamanan atau tidak memiliki petugas keamanan yang dirubah dalam bentuk nilai potensi dikalikan dengan nilai bobot dari parameter pengelola. Jika suatu obyek wisata memiliki petugas keamanan, maka akan diberi tanda satu (1) dan untuk obyek wisata yang tidak mempunyai petugas keamanan akan diberi tanda nol (0).

Berdasarkan hasil penilaian potensi berdasarkan parameter keamanan yang dilakukan terpilih 38 obyek yang memiliki potensi sangat lemah dengan skor 1 dan 20 obyek wisata yang memiliki potensi sangat kuat dengan skor 5. Hasil ini menunjukkan bahwa 66% dari total obyek wisata yang ada masih rawan terhadap

(17)

gangguan keamanan, dikarenakan ketiadaan petugas keamanan di dalam obyek wisata tersebut (Tabel 23).

Tabel 23 Nilai potensi obyek wisata berdasarkan parameter keamanan

No Nama Obyek Wisata Kecamatan Keamanan Skor Nilai Potensi

1 Ngalau Baso Baso 0 1 0.54

2 Ngalau Simarasok Baso 0 1 0.54

3 Air Terjun Sarasah Baso 0 1 0.54

4 Bukit Layang-layang Baso 0 1 0.54

5 Benteng Jepang Baso 0 1 0.54

6 Puncak Gng Merapi Candung 0 1 0.54

7 Ngalau Kamang Kamang Magek 0 1 0.54

8 Tirta Sari Kamang Magek 0 1 0.54

9 Tarusan Kamang Magek 0 1 0.54

10 Tugu Perang Kamang Kamang Magek 0 1 0.54

11 Tugu Pahlawan Perang Kamang Kamang Magek 0 1 0.54

12 Benteng Bansa Kamang Magek 0 1 0.54

13 Air Terjun Sei Guntung Palupuh 0 1 0.54

14 Areal Buru Babi Palupuh 0 1 0.54

15 Candi Taluk Banuhampu 0 1 0.54

16 Pemandian Tiagan Banuhampu 0 1 0.54

17 Benteng Jepang Banuhampu 0 1 0.54

18 Pertahanan Paderi Banuhampu 0 1 0.54

19 Air Terjun Badorai Sungai Pua 0 1 0.54

20 Taman Raya Balingka IV Koto 0 1 0.54

21 Air Terjun Malalak IV Koto 0 1 0.54

22 Puncak Singgalang IV Koto 0 1 0.54

23 Tugu Syekh H Daud Rasyid IV Koto 0 1 0.54

24 Ngarai Sianok Anam Suku IV Koto 0 1 0.54

25 Talago Rahayu Matur 0 1 0.54

26 Ambun Tanai Matur 0 1 0.54

27 Benteng Andaleh Matur 0 1 0.54

28 Bukit Sakura Palembayan 0 1 0.54

29 Gua Maur Palembayan 0 1 0.54

30 Gua Gumarang Palembayan 0 1 0.54

31 Kelok 44 Matur 0 1 0.54

32 Kelok 44 Tanjung Raya 0 1 0.54

33 Maninjau Tanjung Raya 0 1 0.54

34 Linggai Tanjung Raya 0 1 0.54

35 Bukit Silasung Tanjung Raya 0 1 0.54

36 Sarasah Batingkek Tanjung Raya 0 1 0.54

37 Air Terjun Gadih Rantih Tanjung Raya 0 1 0.54

38 Tugu Siti Manggopoh Lubuk Basung 0 1 0.54

39 Pulau Tangah Tjg. Mutiara 1 5 2.7

40 Pulau Ujung Tjg. Mutiara 1 5 2.7

41 Pulau Tapi Tjg. Mutiara 1 5 2.7

42 Pantai Bandar Mutiara Tjg. Mutiara 1 5 2.7

43 Ikan Sakti Sugai Janiah Baso 1 5 2.7

44 Bunga Raflesia Palupuh 1 5 2.7

45 Ambun Pagi Matur 1 5 2.7

46 Puncak Lawang Matur 1 5 2.7

Gambar

Tabel 15 Bobot dan kriteria penilaian potensi pariwisata berdasarkan parameter  fisik (Modifikasi model Gunn, 1979 dan Coppock, 1971)
Tabel 16 Bobot dan kriteria penilaian potensi pariwisata berdasarkan parameter    kelembagaan, sosial budaya dan ekonomi (Modifikasi model Gunn,  1979)
Tabel 17 Nilai potensi obyek wisata berdasarkan parameter jarak
Tabel 18 Nilai potensi obyek wisata berdasarkan parameter sarana prasarana
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dengan ini diberitahukan bahwa setelah diadakan penelitian dan evaluasi terhadap berkas perusahaan dan penawaran yang mengikuti pelelangan Pekerjaan Belanja Modal

11.739.900.000, ( Sebelas milyar tujuh Ratus tiga puluh Sembilan juta Sembilan ratus ribu rupiah) sudah termasuk Pajak-pajak sebagai Harga Kontrak. Adapun Perusahaan

Tesis yang berjudul “ Efektivitas Teknik Restrukturisasi Kognitif Dalam Konseling KelompokUntuk Meningkatkan Konsep Diri Siswa(Penelitian Eksperimen Kuasi pada Siswa

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kasus kolelitiasis di Rumah Sakit Umum Daerah Palembang Bari Tahun 2017.. Penelitian yang digunakan

Dalam perkuliahan ini dibahas Teori Perbandingan Bahasa, Metode Penyelidikan Linguistik Komparatif, Klasifikasi Bahasa, Metode Klasifikasi Bahasa, Asal-usul Bahasa

Data rekam medis rumah sakit jiwa Banyumas di Ruang Nakula saja pada tahun 2016 schizofrenia terinci merupakan diagnosa pertama terbesar setelah schizofrenia paranoid

malam kemarin jenasah /tiba dari Singapura / dan disemayamkan di rumah duka Pandean Sari III No.8. Condongcatur Sleman // Siang tadi bertempat di Balairung UGM /jenasah

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing. Mengarahkan, melatih, menilai, mengevaluasi peserta diidik pada pendidikan usia dini