PERATURAN
MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR /PERMEN-KP/2017
TENTANG
PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL
ASISTEN PENGELOLA PRODUKSI PERIKANAN TANGKAP
DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,
Menimbang : a. bahwa dalam rangka menindaklanjuti Pasal 39 ayat (2)
huruf e Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan
Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 8 Tahun 2017 tentang Jabatan Fungsional Asisten
Pengelola Produksi Perikanan Tangkap, perlu
menetapkan petunjuk teknis Jabatan Fungsional Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap;
Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 118, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4433), sebagaimana telah diubah
dengan Undang-Undang Nomor 45 Tahun 2009 (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 154, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5073);
2. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5949);
3. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1994 Nomor 22, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3547), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2010 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1994 tentang Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 51, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5121);
4. Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 194, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4015), sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2003 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 97 Tahun 2000 tentang Formasi Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 122, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4332); 5. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2014 tentang
Pemberhentian Pegawai Negeri Sipil yang Mencapai Batas Usia Pensiun Bagi Pejabat Fungsional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 58);
6. Peraturan Presiden Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 8);
7. Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2015 tentang Kementerian Kelautan dan Perikanan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 111);
8. Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil, sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Peraturan Presiden Nomor 116 Tahun 2014 tentang Perubahan Kedua Atas Keputusan Presiden Nomor 87 Tahun 1999 tentang Rumpun Jabatan Fungsional Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 240);
9. Keputusan Presiden Nomor 121/P Tahun 2014 tentang Pembentukan Kementerian dan Pengangkatan Menteri Kabinet Kerja Periode Tahun 2014-2019 sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Keputusan Presiden Nomor 83/P Tahun 2016 tentang Penggantian Beberapa Menteri Negara Kabinet Kerja Periode Tahun 2014-2019;
10. Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 23/PERMEN-KP/2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kelautan dan Perikanan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1227); 11. Peraturan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur
Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 8 Tahun 2017 tentang Jabatan Fungsional Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap;
12. Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor... Tahun... tentang... .
Menetapkan : PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN TENTANG PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL ASISTEN PENGELOLA PRODUKSI PERIKANAN TANGKAP.
Pasal 1
Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap, merupakan acuan bagi pejabat fungsional, pejabat yang membidangi kepegawaian dan pejabat struktural yang berkepentingan di lingkungan Kementerian Kelautan dan Perikanan serta instansi terkait dalam melaksanakan kegiatan pelayanan teknis dan operasional pengelolaan yang berkaitan dengan Jabatan Fungsional Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap.
Pasal 2
Ketentuan Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1, tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan Menteri ini.
Pasal 3
Peraturan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Menteri ini dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.
Ditetapkan di Jakarta pada tanggal
MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA,
ttd.
SUSI PUDJIASTUTI Salinan sesuai dengan aslinya
Kepala Biro Hukum dan Organisasi,
LAMPIRAN
PERATURAN MENTERI KELAUTAN DAN PERIKANAN REPUBLIK INDONESIA
NOMOR .../PERMEN-KP/2017
PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL ASISTEN PENGELOLA PRODUKSI PERIKANAN TANGKAP
PETUNJUK TEKNIS JABATAN FUNGSIONAL
ASISTEN PENGELOLA PRODUKSI PERIKANAN TANGKAP
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang
Dalam rangka pelaksanaan kegiatan Jabatan Fungsional Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap yang telah ditetapkan dengan Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2017 tentang Jabatan Fungsional Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap dan Peraturan Kepala Badan Kepegawaian Negara Nomor 10 Tahun 2017 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembinaan Jabatan Fungsional Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap, perlu menyusun petunjuk teknis pelaksanaan kegiatan Jabatan Fungsional Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap yang ditetapkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan.
B. Maksud dan Tujuan
1. Petunjuk Teknis ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi pejabat pembina, Pejabat Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap dalam pelaksanaan pelayanan teknis dan operasional pengelolaan produksi perikanan tangkap.
2. Petunjuk Teknis ini bertujuan untuk mempermudah, menyeragamkan pemahaman terkait pelaksanaan pelayanan teknis Lembar Pengesahan
Pejabat Paraf Kabag PUU II
dan operasional pengelolaan produksi perikanan tangkap sehingga dapat memperlancar tugas-tugas Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap, pengelola kepegawaian, tim penilai, pejabat penetap angka kredit dan pejabat yang berkepentingan dalam pelaksanaan tugas masing-masing.
C. Pengertian
1. Aparatur Sipil Negara yang selanjutnya disingkat ASN adalah profesi bagi pegawai negeri sipil dan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja yang bekerja pada instansi pemerintah.
2. Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disebut PNS adalah warga negara Indonesia yang memenuhi syarat tertentu, diangkat sebagai Pegawai ASN secara tetap oleh pejabat pembina kepegawaian untuk menduduki jabatan pemerintahan.
3. Pejabat Pembina Kepegawaian adalah pejabat yang mempunyai kewenangan menetapkan pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian PNS dan pembinaan Manajemen PNS di instansi pemerintah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
4. Pejabat yang berwenang adalah pejabat yang mempunyai kewenangan melaksanakan proses pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian PNS sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
5. Jabatan Fungsional adalah sekolompok jabatan yang berisi fungsi dan tugas berkaitan dengan pelayanan fungsional yang berdasarkan pada keahlian dan keterampilan tertentu.
6. Jabatan Fungsional Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap yang selanjutnya disebut AP3T adalah jabatan yang mempunyai ruang lingkup, tugas, tanggung jawab, wewenang, dan hak untuk melakukan kegiatan pelayanan teknis dan operasional pengelolaan produksi perikanan tangkap.
7. Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap adalah PNS yang diberikan tugas, tanggung jawab, dan wewenang untuk
melaksanakan kegiatan pelayanan teknis dan operasional pengelolaan produksi perikanan tangkap.
8. Pelayanan Teknis dan Operasional Pengelolaan Produksi Perikanan Tangkap adalah kegiatan yang mendukung semua upaya, termasuk proses yang terintegrasi dalam pengumpulan informasi, analisis, perencanaan, konsultasi, pembuatan rekomendasi alokasi dan pemanfaatan sumber daya ikan, dukungan usaha dan implementasi yang diarahkan untuk mencapai keberlanjutan produktivitas sumber daya hayati perairan.
9. Kegiatan Jabatan Fungsional Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap adalah uraian kegiatan, tolok ukur, hasil kerja dan bukti fisik dari kegiatan pelayanan teknis dan operasional pengelolaan produksi perikanan tangkap.
10. Tim Penilai Kinerja Jabatan Fungsional Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap untuk selanjutnya disebut Tim Penilai adalah tim yang dibentuk dan ditetapkan oleh Pejabat yang berwenang dan bertugas mengevaluasi keselarasan hasil kerja dengan tugas yang disusun dalam SKP serta menilai kinerja Pejabat Fungsional Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap.
11. Sasaran Kerja Pegawai yang selanjutnya disingkat SKP adalah rencana kerja dan target yang akan dicapai oleh seorang PNS.
12. Angka Kredit adalah satuan nilai dari uraian kegiatan dan/atau akumulasi nilai dari uraian kegiatan yang harus dicapai oleh Pejabat Fungsional Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap dalam rangka pembinaan karier yang bersangkutan.
13. Angka Kredit Kumulatif adalah akumulasi nilai angka kredit minimal yang harus dicapai oleh Pejabat Fungsional Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap sebagai salah satu syarat kenaikan pangkat dan jabatan.
14. Karya Tulis/Karya Ilmiah adalah tulisan hasil pokok pikiran, pengembangan, dan hasil kajian/penelitian yang disusun oleh Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap baik perorangan atau kelompok di bidang produksi perikanan tangkap.
15. Uraian Tugas adalah suatu paparan semua tugas jabatan yang merupakan tugas pokok pemangku jabatan dalam memproses bahan kerja menjadi hasil kerja dengan menggunakan perangkat kerja dalam kondisi tertentu.
16. Pendidikan dan Pelatihan Fungsional, yang selanjutnya disebut Diklat Fungsional, adalah Diklat yang memberikan pengetahuan dan/atau penguasaan keterampilan di bidang tugas yang terkait dengan jabatan fungsional Pegawai Negeri Sipil sehingga mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya secara profesional. 17. Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan Fungsional, yang
selanjutnya disingkat STTPP, adalah surat tanda tamat pendidikan dan pelatihan yang diperoleh Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap karena mengikuti Diklat Fungsional.
18. Pengembangan Profesi adalah kegiatan Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap dalam rangka pengamalan ilmu pengetahuan, teknologi, dan keterampilan untuk peningkatan kualitas pengendalian dan profesionalisme Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap.
19. Pertemuan Ilmiah adalah pertemuan yang dilaksanakan untuk membahas suatu masalah yang didasarkan pada ilmu pengetahuan dan teknologi.
20. Saduran adalah naskah yang disusun berdasarkan tulisan orang lain yang telah diubah dan disesuaikan dengan situasi dan kondisi yang berlaku tanpa menghilangkan atau merubah gagasan aslinya. 21. Seminar adalah salah satu bentuk Pertemuan Ilmiah untuk
membahas masalah tertentu dalam bidang pengawasan perikanan guna memperoleh suatu kesimpulan berdasarkan pendapat bersama.
22. Lokakarya adalah salah satu bentuk pertemuan untuk membahas masalah tertentu dalam bidang pengawasan perikanan guna memperoleh hasil yang perlu ditindaklanjuti.
23. Tanda Jasa/Penghargaan adalah tanda kehormatan yang diberikan oleh Pemerintah Republik Indonesia, negara asing atau organisasi
ilmiah nasional/internasional yang mempunyai reputasi baik di kalangan masyarakat ilmiah.
24. Organisasi Profesi adalah organisasi yang dalam pelaksanaan tugasnya didasarkan pada disiplin ilmu pengetahuan di bidang perikanan dan etika profesi Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap.
25. Penetapan Angka Kredit, yang selanjutnya disingkat PAK adalah surat penetapan Pejabat yang berwenang menetapkan Angka Kredit berisi satun nilai dari hasil penilaian butir kegiatan dan atau akumulasi nilai butir-butir kegiatan yang diperoleh Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap dalam kurun waktu tertentu;
26. Daftar Usulan Penetapan Angka Kredit, yang selanjutnya disingkat DUPAK, adalah daftar usulan yang memuat data perorangan Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap yang berisi rincian butir kegiatan dengan mencantumkan nilai/Angka Kredit yang diperoleh dalam kurun waktu tertentu sebagai bahan penilaian dalam PAK; 27. Masa Penilaian Angka Kredit adalah jangka waktu pelaksanaan
Kegiatan Pengelolaan Produksi Perikanan Tangkap yang dicantumkan dalam DUPAK.
BAB II
JENJANG JABATAN, PANGKAT, GOLONGAN RUANG DAN UNSUR KEGIATAN ASISTEN PENGELOLA PRODUKSI PERIKANAN TANGKAP
A. Jenjang Jabatan
Jenjang Jabatan Fungsional Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap terdiri atas:
1. Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap Pelaksana Pemula/Pemula;
2. Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap Pelaksana/Terampil;
3. Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap Pelaksana Lanjutan/Mahir; dan
4. Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap Penyelia. B. Jenjang Pangkat dan Golongan Ruang
Jenjang Pangkat dan Golongan Ruang Jabatan Fungsional Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap sebagaimana dimaksud pada huruf A, terdiri atas:
1. Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap Pelaksana Pemula/Pemula, pangkat:
a. Pengatur Muda, Golongan Ruang II/a;
2. Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap Pelaksana/Pelaksana Terampil, pangkat:
a. Pengatur Muda Tingkat I, Golongan Ruang II/b; b. Pengatur, Golongan Ruang II/c: dan
c. Pengatur Tingkat I, Golongan Ruang II/d.
3. Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap Pelaksana Lanjutan/Mahir, pangkat:
a. Penata Muda, Golongan Ruang III/a; dan
b. Penata Muda Tingkat I, Golongan Ruang III/b.
a. Penata, Golongan Ruang III/c; dan b. Penata Tingkat I, Golongan Ruang III/d.
C. Unsur Kegiatan Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap
Unsur kegiatan yang dinilai dalam pemberian Angka Kredit jabatan fungsional Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap terdiri atas: 1. Unsur Utama meliputi:
a. Pendidikan;
b. Pelayanan Teknis dan Operasional Pengelolaan Produksi Perikanan Tangkap; dan
c. Pengembangan profesi.
2. Unsur penunjang yang merupakan kegiatan pendukung
pelaksanaan tugas pokok Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap.
BAB III
UNSUR KEGIATAN DAN URAIAN KEGIATAN ASISTEN PENGELOLA PRODUKSI PERIKANAN TANGKAP
Unsur kegiatan tugas Jabatan Fungsional Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap yang dapat dinilai angka kreditnya, terdiri atas unsur utama dan unsur penunjang.
Masing-masing uraian unsur utama dan unsur penunjang dijabarkan dalam tolok ukur, hasil kerja, bukti fisik, dan angka kredit, sebagai berikut:
A. Unsur utama dengan uraian kegiatan yang terdiri dari: 1. Pendidikan.
Pendidikan dijabarkan dalam tolok ukur, bukti fisik, pelaksanaan kegiatan dan Angka Kredit, sebagai berikut:
Pendidikan formal yang dinilai termasuk unsur utama adalah pendidikan formal yang berkaitan dengan Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap dan mendapatkan ijazah.
a. Mengikuti Pendidikan sekolah dan memperoleh Ijazah/gelar pendidikan.
1) Tolok ukur:
a) pendidikan formal pada sekolah atau perguruan tinggi negeri/swasta; dan
b) ijazah SUPM/SMK/D-3 bidang studi penangkapan ikan, permesinan perikanan, pengolahan perikanan. 2) Bukti Fisik:
a) fotokopi ijazah/gelar yang dilegalisasi oleh pejabat yang berwenang;
b) surat pernyataan telah mengikuti pendidikan dan pelatihan fungsional/teknis bidang perikanan tangkap (Formulir 1).
a) dilaksanakan oleh semua jenjang Jabatan Fungsional Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap;
b) pemberian Angka Kredit untuk ijazah sesuai dengan tolok ukur:
(1) Sarjana Muda/Diploma Tiga yaitu 60; dan (2) SUPM/SMK yaitu 25.
c) pemberian Angka Kredit untuk masing–masing ijazah yang tidak memenuhi tolak ukur sebagaimana tersebut pada huruf a angka 1) atau memperoleh ijazah/gelar yang setara/setingkat dengan ijazah/gelar sebelumnya, dinilai sebagai unsur penunjang:
(1) Doktor (S3) yaitu 15;
(2) Magister (S2) yaitu 10; dan
(3) Sarjana (S1)/Diploma IV yaitu 5.
d) pendidikan lain yang dapat diangkat dalam Jabatan Fungsional Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap yaitu jenjang pendidikan Sarjana Muda/Diploma Tiga (D-3) bidang kelautan dan perikanan.
b. Mengikuti Diklat Fungsional/Teknis bidang perikanan tangkap dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP) atau Sertifikat.
1) Tolok Ukur:
a) pendidikan dan pelatihan diselenggarakan oleh Instansi Pembina Teknis/badan diklat kementerian/lembaga pemerintah non kementerian/pemerintah daerah/lembaga lain yang berbadan hukum; dan
b) sertifikat diklat tersebut harus memuat informasi tentang, tanggal pelaksanaan, dan jumlah jam diklat dalam hal tidak (apabila jumlah jam latihan tidak ada maka jumlah jam dihitung dari jumlah hari dikalikan
8 (delapan) jam latihan, dengan waktu 1 jam latihan 45 (empat puluh lima) menit.
2) Bukti Fisik:
a) Surat Perintah Tugas (SPT) mengikuti Diklat Fungsional/teknis dari pimpinan unit kerja;
b) fotokopi STTPP/sertifikat dilegalisasi oleh pimpinan unit kerja yang bersangkutan; dan
c) Surat pernyataan telah mengikuti pendidikan dan pelatihan fungsional/teknis bidang perikanan tangkap (Formulir 1).
3) Pelaksanaan Kegiatan dan Angka Kredit:
a) Dapat dilaksanakan oleh semua jenjang Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap;
b) Angka Kredit yang diberikan untuk setiap STTPP/ sertifikat yang sesuai, sebagai berikut:
(1) lamanya lebih dari 960 jam, yaitu 15; (2) lamanya antara 641–960 jam, yaitu 9; (3) lamanya antara 481–640 jam, yaitu 6; (4) lamanya antara 161–480, yaitu 3;
(5) lamanya antara 81–160 jam, yaitu 2; dan (6) lamanya antara 30–80 jam, yaitu 1;
(7) lamanya lebih kecil dari 30 jam, yaitu 0,5. Keterangan:
apabila penyelenggara tidak mengeluarkan STTPP/Sertifikat, sebagaimana dimaksud pada angka 2, maka dapat dilampirkan surat keterangan dari penyelenggara dengan didukung jadwal kegiatan.
c. Mengikuti pendidikan dan pelatihan prajabatan 1) Tolok Ukur:
mengikuti dan lulus diklat prajabatan golongan II dan memperoleh Surat Tanda Tamat Pendidikan dan Pelatihan (STTPP).
fotokopi STTPP yang dilegalisasi oleh pimpinan unit kerja yang bersangkutan.
3) Pelaksanaan kegiatan dan Angka Kredit:
a) dapat dilaksanakan oleh semua jenjang Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap;
b) Angka Kredit yang diberikan sebesar 1,5.
2. Pelayanan Teknis dan Operasional Pengelolaan Produksi Perikanan Tangkap
Pelayanan Teknis dan Operasional Pengelolaan Produksi Perikanan Tangkap dijabarkan dalam tolok ukur, hasil kerja, bukti fisik, dan angka kredit, sebagai berikut:
a. Uraian kegiatan Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap Pelaksana Pemula/Pemula (II/a)
1) melakukan pelayanan bongkar muat di pelabuhan perikanan;
1) Tolok ukur:
terlaksananya pelayanan bongkar/muat kapal di pelabuhan perikanan untuk setiap pengawasan kegiatan bongkar/muat setiap sepuluh kapal pada wilayah kerja pelabuhan perikanan.
2) Hasil kerja:
dokumen pelaksanaan pelayanan bongkar muat. 3) Bukti fisik:
surat tugas, jadwal piket pelayanan, daftar rekapitulasi pelayanan bongkar/muat per bulan (Formulir 7), dokumen pelayanan bongkar muat berupa form untuk setiap pengawasan kegiatan bongkar/muat per kapal di wilayah kerja pelabuhan perikanan (hard copy/soft copy).
4) Angka Kredit: 0,006
2) melakukan pelayanan jasa es di kawasan pelabuhan perikanan;
a) Tolok ukur:
terlaksananya pelayanan jasa es di kawasan pelabuhan perikanan untuk setiap pengguna jasa per volume es atau kelipatannya pada pelabuhan perikanan yang mengelola/(memiliki) pabrik es.
b) Hasil kerja:
dokumen pelayanan jasa es. c) Bukti fisik:
surat tugas, jadwal piket pelayanan, daftar rekapitulasi pelayanan es per bulan (Formulir 8), dokumen pelayanan jasa es di kawasan pelabuhan perikanan untuk setiap pengguna jasa (hard copy/soft
copy).
d) Angka Kredit: 0,003
3) melakukan pelayanan jasa air di kawasan pelabuhan perikanan;
a) Tolok ukur:
terlaksananya pelayanan jasa air di kawasan pelabuhan perikanan untuk setiap pengguna jasa per volume air atau kelipatannya pada pelabuhan perikanan yang mengelola/(memiliki) fasilitas penyedia air (tawar/laut).
b) Hasil kerja:
dokumen pelayanan jasa air. c) Bukti fisik:
surat tugas, jadwal piket pelayanan, daftar rekapitulasi pelayanan jasa air per bulan (Formulir 9), dokumen pelayanan jasa air di kawasan pelabuhan perikanan untuk setiap pengguna jasa (hard copy/soft
copy).
d) Angka Kredit: 0,003
4) melakukan pelayanan jasa dock; a) Tolok ukur:
terlaksananya pelayanan jasa dock (turun/naik) untuk setiap kapal pada pelabuhan perikanan yang mengelola/(memiliki) fasilitas dock kering (slipway/crane/etc).
b) Hasil kerja:
dokumen pelayanan jasa dock. c) Bukti fisik:
surat tugas, jadwal piket pelayanan daftar rekapitulasi pelayanan jasa dock per bulan (Formulir 10), dokumen pelayanan jasa dock untuk setiap kapal (hard copy/soft copy).
d) Angka Kredit: 0,03
5) melakukan pelayanan jasa floating repair; a) Tolok ukur:
terlaksananya pelayanan jasa floating repair
(turun/naik) untuk setiap kapal pada pelabuhan perikanan yang mengelola/(memiliki) fasilitas dock basah, tersedianya dokumen pelayanan jasa floating repair untuk setiap kapal.
b) Hasil kerja:
dokumen pelayanan jasa floating Repair. c) Bukti fisik:
surat tugas, jadwal piket pelayanan Daftar rekapitulasi pelayanan jasa floating repair per bulan (Formulir 11), dokumen pelayanan jasa floating repair untuk setiap pengguna jasa untuk setiap kapal (hard copy/soft copy).
d) Angka Kredit: 0,03
6) melakukan pelayanan jasa pas masuk; a) Tolok ukur:
terlaksananya kegiatan pungutan pelayanan jasa pas masuk untuk setiap pengguna jasa pada pelabuhan perikanan.
b) Hasil kerja:
dokumen pelayanan jasa pas masuk. c) Bukti fisik:
surat tugas, jadwal piket pelayanan dokumen pelayanan jasa pas masuk berupa bukti setor (didalamnya ada informasi jumlah penggunanya) pelayanan jasa pas masuk pada pelabuhan perikanan (Formulir 12).
d) Angka Kredit: 0,0015
7) melakukan pelayanan jasa kebersihan kawasan; a) Tolok ukur:
terlaksananya kegiatan kebersihan (termasuk di dalamnya keamanan, ketertiban, keindahan, dan keselamatan kerja) untuk setiap zonasi per hari, terlaksananya pungutan sesuai dengan luasan penggunaan lahan/bangunan untuk setiap pengguna jasa (termasuk di dalamnya keamanan dan ketertiban) untuk setiap zonasi per hari atau setiap pengguna jasa.
dokumen pelaksanaan pelayanan jasa kebersihan kawasan.
c) Bukti fisik:
surat tugas, jadwal piket pelayanan daftar rekapitulasi pelayanan jasa kebersihan kawasan per bulan (Formulir 13), dokumen pelayanan jasa kebersihan kawasan berupa: bukti setor (didalamnya ada informasi jumlah penggunanya) untuk pelayanan jasa kebersihan untuk setiap pengguna jasa dan/atau laporan/ loogbook/jurnal harian pelaksanaan kegiatan K-5 (kebersihan/ keamanan/ ketertiban/ keindahan/ keselamatan kerja) untuk setiap zonasi pada pelabuhan perikanan per hari (hard copy/soft copy).
d) Angka Kredit: 0,006
8) melakukan pelayanan penyewaan peralatan pelabuhan perikanan;
a) Tolok ukur:
terlaksananya pelayanan penyewaan peralatan pelabuhan perikanan untuk setiap jenis peralatan per pengguna jasa.
b) Hasil kerja:
dokumen pelayanan penyewaan peralatan pelabuhan perikanan.
c) Bukti fisik:
surat tugas, jadwal piket pelayanan, daftar rekapitulasi pelayanan penyewaan peralatan pelabuhan perikanan (Formulir 14), dokumen penyewaan peralatan pelabuhan perikanan berupa bukti setor (didalamnya ada informasi jumlah penggunanya) untuk setiap jenis peralatan per pengguna jasa (hard copy/soft copy).
d) Angka Kredit: 0,003
9) melakukan pelayanan jasa wisata bahari pelabuhan perikanan;
a) Tolok ukur:
terlaksananya pelayanan jasa wisata bahari pelabuhan perikanan untuk setiap pengguna jasa pada pelabuhan perikanan.
dokumen pelayanan jasa wisata bahari pelabuhan perikanan.
c) Bukti fisik:
surat tugas, jadwal piket pelayanan, daftar rekapitulasi pelayanan jasa wisata bahari pelabuhan perikanan (Formulir 15), dokumen pelayanan jasa wisata bahari pelabuhan perikanan berupa bukti setor (didalamnya ada informasi jumlah penggunanya) untuk setiap pengguna jasa (hard copy/soft copy). d) Angka Kredit:
0,0015
10) melakukan pelayanan jasa bongkar muat kendaraan a) Tolok ukur:
terlaksananya pelayanan jasa bongkar muat kendaraan untuk setiap pengawasan kegiatan bongkar/muat setiap sepuluh kendaraan pada wilayah kerja pelabuhan perikanan.
b) Hasil kerja:
dokumen pelayanan jasa bongkar muat kendaraan. c) Bukti fisik:
surat tugas, jadwal piket pelayanan, daftar rekapitulasi pelayanan jasa bongkar muat kendaraan per bulan (Formulir 16), dokumen pelayanan jasa bongkar muat kendaraan berupa form (yang memuat informasi minimal jenis kendaraan, supir, tanggal, lokasi dan produk, dan lain-lain) untuk setiap pengawasan kegiatan bongkar/muat per kendaraan di wilayah kerja pelabuhan perikanan.
d) Angka Kredit: 0,0015
11) melakukan pemantauan kegiatan wisata bahari. a) Tolok ukur:
terlaksananya pemantauan kegiatan wisata bahari untuk setiap kegiatan pemantauan wisata bahari per bulan.
b) Hasil kerja:
laporan pelaksanaan pemantauan wisata bahari. c) Bukti fisik:
surat tugas, jadwal piket, formulir pemantauan (formulir 17.a), daftar rekapitulasi kegiatan pemantauan keiatan wisata bahari (formulir 17.b); dokumen pemantauan wisata bahari berupa laporan hasil pemantauan (fasilitas dan/atau k-5) untuk setiap kegiatan pemantauan wisata bahari per bulan.
d) Angka Kredit: 0,009
b. Uraian kegiatan Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap Pelaksana/Terampil (II/a sampai dengan II/d)
1) melakukan pengumpulan data bahan penyusunan rencana kerja pelayanan teknis dan operasional pengelolaan produksi perikanan tangkap bulanan;
a) Tolok ukur:
tersusunnya data bahan rencana kerja kegiatan pelayanan teknis dan operasional pengelolaan produksi perikanan tangkap bulanan.
b) Hasil kerja:
data bahan rencana kerja kegiatan bulanan pelayanan teknis dan operasional pengelolaan produksi perikanan tangkap (Formulir 18).
c) Bukti fisik:
surat tugas dan data bulanan. d) Angka Kredit:
0.02
2) melakukan pengumpulan data bahan penyusunan rencana kerja pelayanan teknis dan operasional pengelolaan produksi perikanan tangkap triwulanan;
a) Tolok ukur:
tersusunnya data bahan rencana kerja kegiatan pelayanan teknis dan operasional pengelolaan produksi perikanan tangkap triwulan.
b) Hasil kerja:
data bahan rencana kerja kegiatan triwulan pelayanan teknis dan operasional pengelolaan produksi perikanan tangkap (Formulir 18).
c) Bukti fisik: surat tugas/penugasan dan data triwulan.
d) Angka Kredit: 0.02
3) melakukan persiapan dan perencanaan kegiatan di bidang pengelolaan sumber daya ikan;
a) Tolok ukur:
tersusunnya persiapan/perencanaan kegiatan pengelolaan sumber daya ikan.
b) Hasil kerja:
dokumen persiapan dan perencanaan (yang dimaksud dokumen disini adalah jadwal pelaksanaan dan rencana kegiatan pengelolaan sumber daya ikan). c) Bukti fisik:
surat tugas, fotokopi jadwal pelaksanaan dan rencana kegiatan pengelolaan sumber daya ikan (Formulir 18). d) Angka Kredit:
0.01
4) melakukan persiapan dan perencanaan kegiatan di bidang kapal perikanan dan alat penangkapan ikan;
a) Tolok ukur:
tersusunnya persiapan/perencanaan kegiatan kapal perikanan dan alat penangkapan ikan.
b) Hasil kerja:
dokumen persiapan dan perencanaan (yang dimaksud dokumen disini adalah jadwal pelaksanaan dan rencana kegiatan kapal perikanan dan alat penangkapan ikan).
c) Bukti fisik:
surat tugas, fotokopi jadwal pelaksanaan dan rencana kegiatan kapal perikanan dan alat penangkapan ikan (Formulir 18).
d) Angka Kredit: 0.01
5) melakukan persiapan dan perencanaan kegiatan di bidang pengelolaan pelabuhan perikanan;
a) Tolok ukur:
terlaksananya persiapan dan perencanaan kegiatan di bidang pengelolaan pelabuhan perikanan.
b) Hasil kerja:
dokumen persiapan dan perencanaan kegiatan pengelolaan pelabuhan perikanan.
c) Bukti fisik:
surat tugas, dokumen persiapan dan perencanaan kegiatan dibidang pengelolaan pelabuhan perikanan (Formulir 18).
d) Angka Kredit: 0.01
6) melakukan persiapan dan perencanaan kegiatan di bidang pengendalian penangkapan ikan;
a) Tolok ukur:
terlaksananya persiapan dan perencanaan kegiatan di bidang pengendalian penangkapan ikan/perizinan usaha perikanan tangkap.
b) Hasil kerja:
dokumen persiapan dan perencanaan kegiatan pengendalian penangkapan ikan/perizinan usaha perikanan tangkap.
c) Bukti fisik:
surat tugas, dokumen persiapan dan perencanaan kegiatan dibidang pengendalian penangkapan ikan (Formulir 18).
d) Angka Kredit: 0.01
7) melakukan persiapan dan perencanaan kegiatan di bidang kenelayanan;
a) Tolok ukur:
terlaksananya persiapan dan perencanaan kegiatan di bidang kenelayanan.
b) Hasil kerja:
dokumen persiapan dan perencanaan kegiatan kenelayanan.
c) Bukti fisik:
surat tugas, dokumen persiapan dan perencanaan kegiatan dibidang kenelayanan (Formulir 18).
d) Angka Kredit: 0.01
8) menyiapkan bahan identifikasi kesiapan dan kelayakan lokasi restcoking;
a) Tolok ukur:
terlaksananya kegiatan pengumpulan bahan identifikasi kesiapan dan kelayakan lokasi restocking. b) Hasil kerja:
laporan bahan identifikasi kesiapan dan kelayakan lokasi restocking.
c) Bukti fisik:
surat tugas, laporan penyiapan bahan identifikasi kesiapan dan kelayakan lokasi restocking (Formulir 19).
d) Angka Kredit: 0,008
9) melakukan pengumpulan sampel dan data ilmiah; a) Tolok ukur:
tersedianya rencana terlaksananya pengumpulan sampel dan data ilmiah dalam rangka pengelolaan sumber daya ikan.
b) Hasil kerja:
dokumen pengumpulan sampel dan data ilmiah. c) Bukti fisik:
surat tugas; dokumen pengumpulan sampel dan data ilmiah untuk setiap jenis sample yang terdiri dari rencana pengambilan sample dan rekapitulasi sample: pelagis besar sebanyak 5 ekor dan pelagis kecil, demersal, udang dan lainnya sebanyak 10 ekor (Formulir 20).
d) Angka Kredit: 0,008
10) melakukan entry data logbook penangkapan ikan kedalam Sistem Informasi Logbook Penangkapan Ikan (SILOPI); a) Tolok ukur:
terlaksananya entry data logbook penangkapan ikan dari isian secara manual kedalam aplikasi Sistem Informasi Logbook Penangkapan Ikan (SILOPI).
b) Hasil kerja:
dokumen data log book penangkapan ikan yang telah di entry ke dalam Sistem Informasi Logbook Penangkapan Ikan (SILOPI).
c) Bukti fisik:
surat tugas, dokumen bukti entry data pada SILOPI untuk setiap logbook (Formulir 21).
d) Angka Kredit: 0,004
11) melakukan koordinasi penempatan observer di atas kapal perikanan;
a) Tolok ukur:
terlaksananya koordinasi penempatan observer di atas kapal perikanan melalui identifikasi dan penyusunan daftar kapal yang akan di tempati observer, tersedianya dokumen hasil koordinasi penempatan observer di atas kapal perikanan sebagaimana formulir terlampir.
dokumen data hasil koordinasi penempatan observer di atas kapal perikanan.
c) Bukti fisik:
surat tugas, dokumen koordinasi penempatan observer di atas kapal perikanan (Formulir 22).
d) Angka Kredit: 0,004
12) melakukan enumerasi perikanan tangkap; a) Tolok ukur:
terlaksananya kegiatan enumerasi perikanan tangkap untuk setiap jenis data perikanan tangkap (volume ikan yang didaratkan, harga jual, nilai penjualan, jenis ikan, pemasaran ikan, perbekalan, pemanfaatan fasilitas, pengolahan, kapal, alat tangkap, RTP dan lain-lain) pada pelabuhan perikanan atau pada pelabuhan pangkalan.
b) Hasil kerja:
data enumerasi perikanan tangkap. c) Bukti fisik:
Surat tugas, data Perikanan Tangkap untuk setiap jenis data perikanan tangkap (volume ikan yang didaratkan, harga jual, nilai penjualan, jenis ikan, pemasaran ikan, perbekalan, pemanfaatan fasilitas, pengolahan, kapal, alat tangkap, RTP dan lain-lain) per bulan (hard copy/soft copy).
d) Angka Kredit: 0,02
13) melakukan pelayanan penerbitan Surat Tanda Bukti Lapor Kedatangan Kapal Perikanan (STBLKK);
a) Tolok ukur:
terlaksananya pelayanan penerbitan Surat Tanda Bukti Lapor Kedatangan Kapal Perikanan (STBLKK) untuk setiap surat per kapal.
b) Hasil kerja:
dokumen Surat Tanda Bukti Lapor Kedatangan Kapal Perikanan (STBLKK).
c) Bukti fisik:
surat tugas, jadwal piket pelayanan, daftar rekapitulasi pelayanan Surat Tanda Bukti Lapor Kedatangan Kapal Perikanan (STBLKK) per bulan (Formulir 23) Dokumen Surat Tanda Bukti Lapor Kedatangan Kapal Perikanan (STBLKK) berupa foto copy untuk setiap surat per kapal (hard copy/soft
d) Angka Kredit: 0,004
14) melakukan pelayanan penerbitan Surat Tanda Bukti Lapor Keberangkatan Kapal Perikanan (STBLKK);
a) Tolok ukur:
terlaksananya pelayanan penerbitan Surat Tanda Bukti Lapor Keberangkatan Kapal Perikanan (STBLKK) untuk setiap surat per kapal.
b) Hasil kerja:
dokumen Surat Tanda Bukti Lapor Keberangkatan Kapal Perikanan (STBLKK).
c) Bukti fisik:
surat tugas, jadwal piket pelayanan daftar rekapitulasi Surat Tanda Bukti Lapor Keberangkatan Kapal Perikanan (STBLKK) per bulan (Formulir 24), dokumen Surat Tanda Bukti Lapor Keberangkatan Kapal Perikanan (STBLKK) berupa foto copy untuk setiap surat per kapal (hard copy/soft copy).
d) Angka Kredit: 0,004
15) melakukan pelayanan penerbitan Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan-Lembar Turunan (SHTI-LT);
a) Tolok ukur:
terlaksananya pelayanan penerbitan Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan (SHTI) - Lembar Turunan (SHTI-LT) untuk setiap pemohon.
b) Hasil kerja:
naskah rekomendasi penerbitan Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan Lembar Turunan. (SHTI-LT).
c) Bukti fisik:
surat tugas, jadwal piket pelayanan Daftar rekapitulasi pelayanan penerbitan Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan (SHTI) – Lembar Turunan per bulan (Formulir 25); naskah penerbitan Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan (SHTI) - Lembar Turunan berupa foto copy untuk setiap pemohon (hard copy/soft copy). d) Angka Kredit:
0,004
16) melakukan pelayanan penerbitan Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan- Lembar Turunan (SHTI-LT) yang disederhanakan;
a) Tolok ukur:
terlaksananya penerbitan SHTI – Lembar Turunan Yang Disederhanakan (SHTI-LTS) untuk setiap pemohon.
b) Hasil kerja:
naskah rekomendasi penerbitan Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan Lembar Turunan (SHTI-LT) yang disederhanakan.
c) Bukti fisik:
surat tugas, jadwal piket pelayanan daftar rekapitulasi pelayanan penerbitan Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan - Lembar Turunan Yang Disederhanakan (SHTI-LTS) per bulan (Formulir 26) Naskah rekomendasi penerbitan Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan (SHTI-LTS) berupa formulir pengantar dari draft SHTI-LTS untuk setiap pemohon (hard copy/soft copy).
d) Angka Kredit: 0,004
17) melakukan pelayanan penerbitan Surat Keterangan Pendaratan Ikan (SKPI);
a) Tolok ukur:
terlaksananya penerbitan Surat Keterangan Pendaratan Ikan (SKPI) untuk setiap surat per kapal, tersedianya naskah rekomendasi penerbitan Surat Keterangan Pendaratan Ikan (SKPI) untuk setiap surat per kapal.
b) Hasil kerja:
naskah rekomendasi penerbitan Surat Keterangan Pendaratan Ikan (SKPI).
c) Bukti fisik:
surat tugas, jadwal piket pelayanan daftar rekapitulasi pelayanan penerbitan Surat Keterangan Pendaratan Ikan (SKPI) per bulan (Formulir 27), naskah rekomendasi penerbitan Surat Keterangan Pendaratan Ikan (SKPI) berupa formulir pengantar draft SKPI untuk setiap kapal (hardcopy/softcopy).
d) Angka Kredit: 0,004
18) melakukan kegiatan penempatan rumah ikan; a) Tolok ukur:
tersusunnya rencana penempatan, terlaksananya penyiapan alat dan perlengkapan penempatan rumah ikan, terlaksananya kegiatan penempatan rumah ikan, tersusunnya laporan pelaksanaan kegiatan
penempatan rumah ikan sebagaimana terlampir Outline laporan meliputi: rencana penempatan, alat dan perlengkapan, pelaksanaan penempatan.
b) Hasil kerja:
laporan kegiatan penempatan rumah ikan. c) Bukti fisik:
surat tugas, laporan pelaksanaan kegiatan penempatan rumah ikan (Formulir 28).
d) Angka Kredit: 0,012
19) Melakukan checklist pemeriksaan kapal perikanan; a) Tolok ukur:
tersedianya rencana pemeriksaan kapal perikanan, terlaksananya pengisian checklist pemeriksaan kesesuaian: material utama kapal perikanan, lunas kapal perikanan, gading-gading kapal perikanan, kulit kapal perikanan, palka kapal perikanan, kasko kapal perikanan, lambung kapal perikanan, geladak kapal perikanan, kemudi kapal perikanan, tata letak kapal perikanan, cetakan kapal perikanan, pembuatan kapal perikanan, nama kapal, ukuran pokok (panjang x lebar x tinggi), mesin induk, material kapal, peralatan navigasi, peralatan keselamatan, peralatan labuh, jumlah palka, tempat pembuatan kapal, mould
loft/cetakan/moulding, lunas, linggi haluan, linggi
buritan, gading, galar balok, galar kim, senta-senta, balok geladak, papan geladak, bullwark/pagar, palka, ruang kamar mesin, ruang tambat labuh, super structure/bangunan atas, ruang kemudi, sesuai formulir (29), tersusunnya laporan checklist
pemeriksaan kapal perikanan. b) Hasil kerja:
checklist pemeriksaan kapal perikanan.
c) Bukti fisik:
surat tugas, rencana pemeriksaan kapal perikanan, isian checklist pemeriksaan kesesuaian: material utama kapal perikanan, lunas kapal perikanan, gading-gading kapal perikanan, kulit kapal perikanan, palka kapal perikanan, kasko kapal perikanan, lambung kapal perikanan, geladak kapal perikanan, kemudi kapal perikanan, tata letak kapal perikanan, cetakan kapal perikanan, pembuatan kapal perikanan; laporan cek list pemeriksaan kapal perikanan.
d) Angka kredit: 0,04
20) melakukan checklist pemeriksaan alat penangkapan ikan; a) Tolok ukur:
tersedianya rencana pemeriksaan alat penangkapan ikan, terlaksananya pengisian checklist pemeriksaan: pelampung, tali ris atas, salvage atas, badan jarring, sayap jarring, kantong jarring, salvage bawah, tali ris bawah, pemberat, ring, tali selambar, tali kolor, otter
board, light buoy, main line, branch line, pancing, radio
buoy, lampu penangkapan ikan, bubu, joran, sesuai formulir (30), tersusunnya laporan checklist
pemeriksaan alat penangkapan ikan. b) Hasil kerja:
checklist pemeriksaan alat penangkapan ikan.
c) Bukti fisik:
surat tugas, rencana pemeriksaan alat penangkapan ikan, isian checklist pemeriksaan: pelampung, tali ris atas, salvage atas, badan jarring, sayap jarring, kantong jarring, salvage bawah, tali ris bawah, pemberat, ring, tali selambar, tali kolor, otter board,
light buoy, main line, branch line, pancing, radio buoy,
lampu penangkapan ikan, bubu, joran, laporan
checklist pemeriksaan alat penangkapan ikan.
d) Angka kredit: 0,04
21) melakukan checklist pemeriksaan penerbitan Kartu Nelayan;
a) Tolok ukur:
terlaksananya kegiatan checklist kartu nelayan termasuk didalamnya pengisiannya untuk setiap permohonan.
b) Hasil kerja:
checklist pemeriksaan penerbitan Kartu Nelayan.
c) Bukti fisik:
surat tugas, checklist pemeriksaan penerbitan kartu nelayan untuk setiap permohonan (Formulir 31 & Formulir 32).
d) Angka Kredit: 0.004
22) melaksanakan pemeriksaan kelaikan dasar fasilitas penanganan ikan di pelabuhan perikanan;
terlaksananya pemeriksaan kelaikan dasar fasilitas penanganan ikan di pelabuhan perikanan untuk setiap fasilitas penanganan pada pelabuhan perikanan atau pada pelabuhan pangkalan per bulan.
b) Hasil kerja:
laporan pemeriksaan kelaikan dasar fasilitas penanganan ikan di pelabuhan perikanan.
c) Bukti Fisik:
surat tugas, formulir pemeriksaan (formulir 33) laporan pemeriksaan kelaikan dasar fasilitas penanganan ikan di pelabuhan perikanan setiap fasilitas penanganan ikan pada pelabuhan perikanan atau pada pelabuhan pangkalan per bulan (Formulir LAPORAN-01).
d) Angka Kredit: 0,02
23) melakukan pengendalian tambat labuh kapal perikanan; a) Tolok ukur:
terlaksananya pengaturan pelaksanaan tambat labuh kapal perikanan (termasuk kapal non perikanan) untuk setiap pengawasan tambat labuh pada setiap pelabuhan perikanan, terlaksananya pungutan jasa tambat labuh kapal untuk setiap pengguna jasa pada pelabuhan perikanan.
b) Hasil kerja:
laporan pengendalian pelaksanaan tambat labuh kapal perikanan.
c) Bukti fisik:
surat tugas, laporan pengendalian pelaksanaan tambat labuh kapal perikanan berupa laporan pengawasan tambat labuh pada pelabuhan perikanan per bulan dan/atau dilengkapi bukti setor (didalamnya ada informasi jumlah penggunanya) untuk pelayanan jasa tambat labuh untuk setiap pengguna jasa (Formulir LAPORAN-01).
d) Angka Kredit: 0,02
24) melakukan pengawasan pengisian bahan bakar minyak kapal perikanan di pelabuhan perikanan;
a) Tolok ukur:
terlaksananya pengawasan pengisian bahan bakar minyak kapal perikanan di pelabuhan perikanan untuk setiap pengisian BBM per kapal.
b) Hasil kerja:
laporan pengawasan pengisian bahan bakar minyak kapal perikanan di pelabuhan perikanan.
c) Bukti fisik:
surat tugas, formulir pengawasan pengisian BBM (Formulir 34), laporan pengawasan pengisian bahan bakar minyak kapal perikanan di pelabuhan perikanan (sekurang-kurangnya menginformasikan nama kapal, Pemilik, volume BBM, GT Kapal, Tanggal dan, lokasi pengawasan) untuk setiap pengisian BBM per kapal (hard copy/soft copy) (Formulir LAPORAN-01).
d) Angka Kredit: 0,008
25) melaksanakan penanggulangan pencemaran dan pemadaman kebakaran di pelabuhan perikanan;
a) Tolok ukur:
terlaksananya penanggulangan pencemaran dan/atau pemadaman kebakaran (termasuk kegiatan pencegahan) di pelabuhan perikanan untuk setiap penanggulangan pencemaran di kolam pelabuhan dan/atau pemadaman kebakaran kapal perikanan di wilayah kerja pelabuhan perikanan.
b) Hasil kerja:
laporan pelaksanaan penanggulangan pencemaran dan pemadaman kebakaran di pelabuhan perikanan. c) Bukti fisik:
surat tugas, laporan pelaksanaan penanggulangan pencemaran dan pemadaman kebakaran di pelabuhan perikanan untuk setiap penanggulangan pencemaran di kolam pelabuhan dan/atau pemadaman kebakaran kapal perikanan di wilayah kerja pelabuhan perikanan per kejadian (hardcopy/softcopy) (Formulir 35) & (Formulir LAPORAN-01).
d) Angka Kredit: 0,008
26) membantu pencarian dan penyelamatan di laut; a) Tolok ukur:
terlaksananya bantuan pencarian dan penyelamatan di laut setiap kejadian kecelakaan di laut.
b) Hasil kerja:
c) Bukti fisik:
surat tugas, laporan pencarian dan penyelamatan di laut setiap kejadian kecelakaan di laut (Formulir LAPORAN-01).
d) Angka Kredit: 0,04
27) melakukan pelayanan jasa listrik; a) Tolok ukur:
terlaksananya pelayanan jasa listrik untuk setiap pengguna jasa.
b) Hasil kerja:
dokumen pelayanan jasa Listrik. c) Bukti fisik:
surat tugas, jadwal piket pelayanan; daftar rekapitulasi pelayanan jasa listrik (Formulir 36), dokumen pelayanan jasa listrik berupa bukti setor (didalamnya ada informasi jumlah penggunanya) untuk pelayanan jasa listrik per bulan (hard copy/soft
copy).
d) Angka Kredit: 0,012
28) melakukan pelayanan jasa perbengkelan; a) Tolok ukur:
terlaksananya pelayanan Jasa Perbengkelan untuk per pengguna jasa.
b) Hasil kerja:
dokumen pelayanan jasa perbengkelan. c) Bukti fisik:
surat tugas, jadwal piket pelayanan, daftar rekapilutasi pelayanan jasa perbengkelan (Formulir 37) dokumen pelayanan jasa perbengkelan berupa bukti setor (didalamnya ada informasi jumlah penggunanya) untuk pelayanan jasa perbengkelan untuk setiap pengguna jasa (hardcopy/softcopy). d) Angka Kredit:
0,012
29) melakukan pelayanan jasa penyimpanan pada unit pendingin;
a) Tolok ukur:
terlaksananya pelayanan jasa penyimpanan pada unit pendingin untuk untuk per pengguna jasa.
b) Hasil kerja:
dokumen pelayanan jasa penyimpanan pada unit pendingin.
c) Bukti fisik:
surat tugas, jadwal piket pelayanan, daftar rekapitulasi pelayanan jasa penyimpanan pada unit pendingin (Formulir 38), dokumen pelayanan jasa penyimpanan pada unit pendingin berupa bukti setor (didalamnya ada informasi jumlah penggunanya) untuk pelayanan jasa penyimpanan untuk setiap pengguna jasa (hardcopy/softcopy).
d) Angka Kredit: 0,012
30) melakukan pelayanan jasa instalasi pengolahan air limbah a) Tolok ukur:
terlaksananya pelayanan jasa instalasi pengolahan air limbah untuk setiap jenis layanan per pengguna jasa; tersedianya dokumen pelayanan jasa instalasi pengolahan air limbah untuk setiap jenis layanan per pengguna jasa.
b) Hasil kerja:
dokumen pelayanan jasa instalasi pengolahan air limbah.
c) Bukti fisik:
surat tugas, jadwal piket pelayanan, daftar rekapitulasi pelayanan jasa instalasi pengolahan air limbah (Formulir 39) dokumen pelayanan jasa instalasi pengolahan air limbah untuk setiap jenis layanan per pengguna jasa (hardcopy/ softcopy).
d) Angka Kredit: 0,008
31) melakukan pelayanan jasa instalasi air laut bersih. a) Tolok ukur:
terlaksananya pelayanan jasa instalasi air laut bersih untuk setiap pengguna jasa.
b) Hasil kerja:
dokumen pelayanan jasa instalasi air laut bersih. c) Bukti fisik:
surat tugas, jadwal piket pelayanan, daftar rekapitulasi pelayanan jasa instalaasi pengolahan air laut bersih (Formulir 40), dokumen pelayanan jasa instalasi air laut bersih untuk setiap pengguna jasa (hardcopy/softcopy).
d) Angka Kredit: 0,012
c. Uraian kegiatan Asisten Pengelola Produksi Perikanan Tangkap Pelaksana Lanjutan/Mahir (III/a sampai dengan III/b)
1) melakukan pengolahan data bahan penyusunan rencana kerja bulanan pelayanan teknis dan operasional pengelolaan produksi perikanan tangkap;
a) Tolok ukur:
tersusunnya data bahan rencana kerja kegiatan pelayanan teknis dan operasional pengelolaan produksi perikanan tangkap bulanan.
b) Hasil kerja:
data bahan penyusunan rencana kerja bulanan pelayanan teknis dan operasional pengelolaan produksi perikanan tangkap (dokumen yang dimaksud adalah data yang telah diolah sebagai bahan rencana kerja kegiatan bulanan pelayanan teknis dan operasional pengelolaan produksi perikanan tangkap).
c) Bukti fisik:
surat tugas, data bahan rencana kerja kegiatan (Formulir 18).
d) Angka Kredit: 0.02
2) melakukan analisis data dan informasi bahan penyusunan rencana kerja bulanan pelayanan teknis dan operasional pengelolaan produksi perikanan tangkap;
a) Tolok ukur:
tersusunnya data hasil analisis bahan rencana kerja kegiatan pelayanan teknis dan operasional pengelolaan produksi perikanan tangkap bulanan. b) Hasil kerja:
data dan informasi penyusunan rencana kerja bulanan pelayanan teknis dan operasional pengelolaan produksi perikanan tangkap (dokumen yang dimaksud adalah data yang telah diolah sebagai bahan rencana kerja kegiatan bulanan pelayanan teknis dan operasional pengelolaan produksi perikanan tangkap).
surat tugas, data hasil analisis rencana kerja kegiatan (Formulir 18).
d) Angka Kredit: 0.03
3) melakukan pengolahan data bahan penyusunan rencana kerja triwulanan pelayanan teknis dan operasional pengelolaan produksi perikanan tangkap;
a) Tolok ukur:
tersusunnya data bahan rencana kerja kegiatan pelayanan teknis dan operasional pengelolaan produksi perikanan tangkap triwulan.
b) Hasil kerja:
data bahan penyusunan rencana kerja triwulanan pelayanan teknis dan operasional pengelolaan produksi perikanan tangkap (dokumen yang dimaksud adalah data yang telah diolah sebagai bahan rencana kerja kegiatan triwulan pelayanan teknis dan operasional pengelolaan produksi perikanan tangkap).
c) Bukti fisik:
surat tugas, data bahan rencana kerja kegiatan (Formulir 18).
d) Angka Kredit: 0.02
4) melakukan pemeriksaan logbook penangkapan ikan; a) Tolok ukur:
terlaksananya pemeriksaan logbook penangkapan ikan, rekapitulasi logbook penangkapan ikan yang telah diperiksa sebagaimana formulir terlampir.
b) Hasil kerja:
laporan pemeriksaan log book penangkapan ikan. c) Bukti fisik:
surat tugas, laporan pemeriksaan logbook
penangkapan ikan (Formulir 41). d) Angka Kredit:
0,01
5) melakukan penebaran benih ikan di perairan pedalaman; a) Tolok ukur:
tersedianya data dukung kegiatan penebaran benih di perairan pedalaman, terlaksananya penebaran benih ikan di perairan pedalaman, tersusunnya laporan
penebaran benih ikan di perairan pedalaman, sebagaimana format terlampir. OUTLINE laporan. b) Hasil kerja:
laporan penebaran benih ikan di perairan pedalaman. c) Bukti fisik:
surat tugas, laporan penebaran benih ikan di perairan pedalaman (Formulir 42).
d) Angka Kredit: 0,01
6) melakukan pemeriksaan borang observer; a) Tolok ukur:
terlaksananya pemeriksaan borang observer diatas kapal perikanan;tersusunnya dokumen pemeriksaan borang observer di atas kapal perikanan, sebagaimana format terlampir.
b) Hasil kerja:
laporan pemeriksaan borang observer di atas kapal perikanan.
c) Bukti fisik:
surat tugas; dokumen pemeriksaan untuk setiap borang observer diatas kapal perikanan (Formulir 43). d) Angka Kredit:
0,02
7) melaksanakan inspeksi pembongkaran ikan; a) Tolok ukur:
terlaksananya kegiatan inspeksi pembongkaran ikan (sekurang-kurangnya melakukan kegiatan uji formalin sampel ikan, pendataan kapal perikanan yang akan bongkar, penilaian cara penanganan ikan saat pembongkaran, pengukuran suhu palka dan suhu ikan, dan penilaian mutu ikan secara organoleptic) untuk setiap kapal di pelabuhan perikanan atau pelabuhan pangkalan.
b) Hasil kerja:
laporan pelaksanaan inspeksi pembongkaran ikan. c) Bukti fisik:
surat tugas; jadwal piket; laporan pelaksanaan inspeksi pembongkaran ikan setiap kapal di pelabuhan perikanan atau pelabuhan pangkalan (Formulir 44, Formulir 45, Formulir LAPORAN-01). d) Angka Kredit:
8) menyiapkan rekomendasi Surat Keterangan Hasil-Inspeksi Pembongkaran Ikan (SKH-IPI);
a) Tolok ukur:
terlaksananya penyiapan rekomendasi surat keterangan hasil inspeksi untuk setiap kapal di pelabuhan perikanan atau pelabuhan pangkalan. b) Hasil kerja:
naskah rekomendasi Surat Keterangan Hasil Inspeksi Pembongkaran Ikan (SKH-IPI).
c) Bukti fisik:
surat tugas; daftar rekapitulasi rekoendasi surat keterangan hasil inspeksi pembongkaran ikan (SKH-IPI) (Formulir 46) naskah rekomendasi Surat Keterangan Hasil Inspeksi Pembongkaran Ikan (SKH-IPI) berupa formulir pengantar dari draft SKH-IPI untuk setiap kapal di pelabuhan perikanan atau pelabuhan pangkalan (Formulir NASKAH REKOMENDASI-01).
d) Angka Kredit: 0,005
9) menyiapkan rekomendasi Sertifikat Kelayakan Penanganan dan Penyimpanan Ikan (SKPPI);
a) Tolok ukur:
tersedianya rencana penilaian kelaikan penanganan dan penyimpanan ikan, terlaksananya persiapan
checklist pemeriksaan kelaikan penanganan dan
penyimpanan ikan, terlaksananya pengisian checklist pemeriksaan kesesuaian: palka kapal perikanan, pipa refrigerasi palka kapal perikanan, refrigerant, suhu palka kapal perikanan, sanitasi geladak kerja kapal perikanan, perlengkapan kerja awak kapal perikanan, peralatan penanganan ikan, belt conveyor, contact
plate freezer, toilet kapal perikanan, media pendingin
ikan, bahan pencuci dan desinpektan, hama di kapal perikanan, mekanisme penanganan dan penyimpanan ikan di kapal perikanan (Formulir 47), terlaksananya penyusunan laporan penilaian kelaikan penanganan dan penyimpanan ikan, terlaksananya penyusunan konsep rekomendasi sertifikat kelaikan penanganan dan penyimpanan ikan.
b) Hasil kerja:
naskah rekomendasi Sertifikat Kelayakan Penanganan dan Penyimpanan Ikan (SKPPI).
surat tugas, rencana penilaian kelaikan penanganan dan penyimpanan ikan, laporan persiapan checklist pemeriksaan kelaikan penanganan dan penyimpanan ikan, isian checklist pemeriksaan kesesuaian: palka kapal perikanan, pipa refrigerasi palka kapal perikanan, refrigerant, suhu palka kapal perikanan, sanitasi geladak kerja kapal perikanan, perlengkapan kerja awak kapal perikanan, peralatan penanganan ikan, belt conveyor, contact plate freezer, toilet kapal perikanan, media pendingin ikan, bahan pencuci dan desinpektan, hama di kapal perikanan, mekanisme penanganan dan penyimpanan ikan di kapal perikanan, laporan penilaian kelaikan penanganan dan penyimpanan ikan, konsep rekomendasi sertifikat kelaikan penanganan dan penyimpanan ikan.
d) Angka kredit: 0,02
10) memeriksa teknis dan nautis kapal perikanan dan memeriksa alat penangkapan ikan dan alat bantu penangkapan ikan;
a) Tolok ukur:
terlaksananya pemeriksaan data teknis dan nautis kapal perikanan, pemeriksaan alat penangkapan ikan, pemeriksaan alat bantu penangkapan ikan sesuai ketentuan setiap kapal di pelabuhan perikanan.
b) Hasil kerja:
laporan pemeriksaan teknis dan nautis kapal perikanan, alat penangkapan ikan dan alat bantu penangkapan ikan.
c) Bukti fisik:
surat tugas, jadwal piket pelayanan, laporan pemeriksaan teknis dan nautis kapal perikanan, alat penangkapan ikan dan alat bantu penangkapan ikan setiap kapal di pelabuhan perikanan (Formulir 48). d) Angka Kredit:
0,01
11) melakukan pelayanan penerbitan Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan-Lembar Awal (SHTI-LA);
a) Tolok ukur:
terlaksananya pelayanan penerbitan Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan (SHTI) - Lembar Awal untuk setiap sertifikat per kapal/pemohon.
naskah rekomendasi penerbitan Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan-Lembar Awal (SHTl-LA).
c) Bukti fisik:
surat tugas, jadwal piket pelayanan, daftar rekapitulasi pelayanan penerbitan sertifikat hasil tangkapan ikan-lembar awal (formulir 49), naskah rekomendasi penerbitan Sertifikat Hasil Tangkapan Ikan-Lembar Awal (SHTl-LA) berupa formulir pengantar draft SHTI-LA untuk setiap sertifikat per kapal/pemohon) (Formulir NASKAH REKOMENDASI-01).
d) Angka Kredit: 0,005
12) melakukan pelayanan perizinan usaha penangkapan ikan Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP)/Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI)/Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI);
a) Tolok ukur:
terlaksananya pelayanan perizinan usaha penangkapan ikan Surat Izin Usaha Perikanan (SIUP)/Surat Izin Penangkapan Ikan (SIPI)/Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI) dalam hal ini adalah proses penerbitan surat ijinnya untuk setiap permohonan.
b) Hasil kerja:
dokumen perizinan usaha penangkapan ikan meliputi Surat lzin Usaha Perikanan (SIUP)/Surat lzin Penangkapan Ikan (SIPI)/ Surat lzin Kapal Pengangkut Ikan (SIKPI).
c) Bukti fisik:
surat tugas; jadwal piket; Bukti pelayanan penerbitan surat izin (SIUP/SIPI/SIKPI) untuk setiap permohonan berupa fotokopi tanda terima permohonan/fotokopi tanda terima distribusi SPP/fotokopi tanda terima distribusi izin/formulir pernyataan bukti cetakan/fotokopi bukti penerimaan permohonan pemeriksaan fisik kapal/fotokopi bukti penerimaan permohonan buku kapal perikanan/fotokopi tanda terima distribusi buku kapal perikanan/fotokopi tanda terima permohonan izin rumpon/fotokopi tanda terima distribusi izin rumpon.
d) Angka Kredit: 0.005
13) melaksanakan pengisian checklist pemeriksaan mesin kapal perikanan;
a) Tolok ukur:
terkumpulnya data verifikasi dokumen persyaratan; terlaksananya pengisian checklist; pemeriksaan kondisi alat uji mesin induk kapal perikanan; pemeriksaan: nomor mesin induk kapal perikanan, merek dan jenis mesin induk kapal perikanan, silinder mesin induk kapal perikanan sesuai formulir (50), tersusunnya laporan checklist pemeriksaan mesin induk kapal perikanan.
b) Hasil kerja:
dokumen checklist pemeriksaan mesin induk kapal perikanan.
c) Bukti fisik:
surat tugas, laporan verifikasi dokumen persyaratan, isian checklist: pemeriksaan kondisi alat uji mesin induk kapal perikanan, checklist pemeriksaan: nomor mesin induk kapal perikanan, merek dan jenis mesin induk kapal perikanan, silinder mesin induk kapal perikanan, laporan checklist pemeriksaan mesin induk kapal perikanan.
d) Angka kredit: 0,01
14) melakukan supervisi dalam rangka mutu ikan hasil tangkapan di pelabuhan perikanan:
a) Tolok ukur:
terlaksananya supervisi dalam rangka mutu ikan hasil tangkapan di pelabuhan perikanan atau di pelabuhan pangkalan untuk setiap kelompok jenis ikan per triwulan.
b) Hasil kerja:
laporan supervisi dalam rangka mutu ikan hasil tangkapan di pelabuhan perikanan.
c) Bukti fisik:
surat tugas, laporan supervisi dalam rangka mutu ikan hasil tangkapan di pelabuhan perikanan atau di pelabuhan pangkalan untuk setiap kelompok jenis ikan per triwulan (Formulir LAPORAN-01).
d) Angka Kredit: 0,02
15) melakukan pelayanan penerbitan surat rekomendasi pemanfaatan lahan dan/atau bangunan di pelabuhan perikanan;
terlaksananya pelayanan penerbitan surat rekomendasi pemanfaatan lahan dan/atau bangunan di pelabuhan perikanan untuk setiap jenis fasilitas (lahan/tanah/bangunan) per pemohon.
b) Hasil kerja:
naskah penerbitan surat rekomendasi pemanfaatan lahan dan/atau bangunan di pelabuhan perikanan. c) Bukti fisik:
surat tugas, naskah penerbitan surat rekomendasi pemanfaatan lahan dan bangunan di pelabuhan perikanan berupa formulir pengantar draft surat rekomendasi pemanfaatan fasilitas di pelabuhan perikanan per pemohon. (Formulir NASKAH REKOMENDASI-01).
d) Angka Kredit: 0,02
16) melakukan evaluasi pelaksanaan fasilitasi penyuluhan; a) Tolok ukur:
terlaksananya evaluasi pelaksanaan fasilitasi penyuluhan untuk setiap kegiatan penyuluhan/ sosialisasi/bimbingan kepada stakeholder di pelabuhan perikanan.
b) Hasil kerja:
laporan evaluasi pelaksanaan fasilitasi penyuluhan. c) Bukti fisik:
surat tugas, laporan evaluasi pelaksanaan fasilitasi penyuluhan untuk setiap kegiatan penyuluhan/ sosialisasi/bimbingan kepada stakeholder di pelabuhan perikanan (Formulir LAPORAN-01).
d) Angka Kredit: 0,05
17) melaksanakan pembuatan prototype kapal perikanan; a) Tolok ukur:
tersedianya penyiapan bahan untuk rancang bangun
prototype kapal perikanan atau maket kapal
perikanan, terlaksananya pengisian checklist
pemeriksaan bahan utama prototype kapal perikanan atau maket kapal perikanan; terlaksananya persiapan pembuatan prototype kapal perikanan atau maket kapal perikanan, terlaksananya dukungan pembuatan prototipe kapal perikanan atau maket kapal perikanan.
b) Hasil kerja:
c) Bukti fisik:
surat tugas, Isian checklist pemeriksaan bahan utama prototype kapal perikanan atau maket kapal perikanan Formulir (51), Dokumentasi foto dan laporan dukungan pembuatan prototype kapal perikanan atau maket kapal perikanan.
d) Angka kredit: 0,25
18) melaksanakan pembuatan prototype alat penangkapan ikan;
a) Tolok ukur:
tersedianya penyiapan bahan untuk rancang bangun prototype alat penangkapan ikan atau maket alat penangkapan ikan, terlaksananya pengisian check list pemeriksaan bahan utama prototype alat penangkapan ikan atau maket alat penangkapan ikan; terlaksananya persiapan pembuatan prototype alat penangkapan ikan atau maket alat penangkapan ikan; terlaksananya dukungan pembuatan prototype alat penangkapan ikan atau maket alat penangkapan ikan. b) Hasil kerja:
prototype alat penangkapan ikan.
c) Bukti fisik:
surat tugas, isian checklist pemeriksaan bahan utama
prototype alat penangkapan ikan atau maket alat
penangkapan ikan Formulir 52; dokumentasi foto dan laporan dukungan pembuatan prototype alat penangkapan ikan atau maket alat penangkapan ikan. d) Angka kredit:
0,25
19) melaksanakan penilaian performance alat penangkapan ikan;
a) Tolok ukur:
tersedianya rencana penilaian performance alat penangkapan ikan, terlaksananya persiapan dokumen
checklist penilaian performance alat penangkapan
ikan, terlaksananya persiapan: alat penangkapan ikan yang dinilai, kapal perikanan yang digunakan untuk menilai, mesin bantu dan alat bantu penangkapan ikan yang digunakan untuk menilai, terlaksananya pengisian checklist penilaian performance alat penangkapan ikan sesuai formulir (53).
b) Hasil kerja:
c) Bukti fisik:
surat tugas, rencana penilaian performance alat penangkapan ikan, laporan persiapan dokumen
checklist penilaian performance alat penangkapan
ikan, laporan persiapan: alat penangkapan ikan yang dinilai, kapal perikanan yang digunakan untuk menilai, mesin bantu dan alat bantu penangkapan ikan yang digunakan untuk menilai, laporan checklist penilaian performance alat penangkapan ikan.
d) Angka kredit: 0,1
20) menyusun daftar calon penerima Kartu Nelayan; a) Tolok ukur:
terlaksananya penyusunan daftar calon penerima kartu nelayan sebagaimana (Formulir 54).
b) Hasil kerja:
dokumen rekomendasi daftar calon penerima Kartu Nelayan.
c) Bukti Fisik:
surat tugas, dokumen rekomendasi berupa daftar usulan calon penerima kartu nelayan.
d) Angka Kredit: 0,01
21) melakukan evaluasi penerbitan Surat Keterangan Hasil-Inspeksi Pembongkaran Ikan (SKH-IPI);
a) Tolok ukur:
terlaksananya evaluasi penerbitan Surat Keterangan Hasil-Inspeksi Pembongkaran Ikan (SKH-IPI) untuk setiap kelompok ukuran grosstonage kapal di pelabuhan perikanan atau pelabuhan pangkalan. b) Hasil kerja:
laporan evaluasi penerbitan Surat Keterangan Hasil Inspeksi Pembongkaran Ikan (SKH-IPI).
c) Bukti fisik:
surat tugas, laporan evaluasi penerbitan Surat Keterangan Hasil Inspeksi Pembongkaran Ikan (SKH-IPI) untuk setiap kelompok ukuran grosstonage kapal di pelabuhan perikanan atau pelabuhan pangkalan (Formulir LAPORAN-01).
d) Angka Kredit: 0,05
22) melakukan evaluasi perawatan rutin fasilitas di pelabuhan perikanan;
a) Tolok ukur:
terlaksananya evaluasi perawatan rutin fasilitas di pelabuhan perikanan untuk setiap jenis fasilitas per semester di pelabuhan perikanan.
b) Hasil kerja:
laporan evaluasi pelaksanaan perawatan rutin fasilitas di pelabuhan perikanan.
c) Bukti fisik:
surat tugas, laporan evaluasi perawatan rutin fasilitas di pelabuhan perikanan untuk setiap jenis fasilitas per semester pada pelabuhan perikanan (Formulir LAPORAN-01).
d) Angka Kredit: 0,05
23) melakukan evaluasi pengusahaan dan pelayanan jasa di pelabuhan perikanan;
a) Tolok ukur:
terlaksananya evaluasi pengusahaan dan pelayanan jasa di pelabuhan perikanan untuk setiap jenis pengusahaan/pelayanan jasa per semester di pelabuhan perikanan.
b) Hasil kerja:
laporan evaluasi pelaksanaan pengusahaan dan pelayanan jasa di pelabuhan perikanan.
c) Bukti fisik:
surat tugas, laporan evaluasi pengusahaan dan pelayanan jasa di pelabuhan perikanan per bulan pada setiap pelabuhan perikanan untuk setiap jenis pengusahaan/pelayanan jasa per semester di pelabuhan perikanan (Formulir LAPORAN-01).
d) Angka Kredit: 0,05
24) melakukan evaluasi pelaksanaan Kebersihan, Keindahan, Keamanan, Ketertiban, dan Keselamatan Kerja (K-5) di pelabuhan perikanan;
a) Tolok ukur:
terlaksananya evaluasi pelaksanaan kegiatan Kebersihan/Keindahan/Keamanan/Ketertiban/Kesela matan Kerja di pelabuhan perikanan per bulan.
b) Hasil kerja:
laporan evaluasi pelaksanaan Kebersihan, Keindahan, Keamanan, Ketertiban dan Keselamatan Kerja (K-5) di pelabuhan perikanan.
c) Bukti fisik:
surat tugas, laporan evaluasi pelaksanaan untuk kegiatan Kebersihan/ Keindahan/ Keamanan/ Ketertiban/ Keselamatan Kerja di pelabuhan perikanan per bulan (Formulir LAPORAN-01).
d) Angka Kredit: 0,05
25) melakukan evaluasi pengawasan bahan bakar minyak kapal perikanan di pelabuhan perikanan
a) Tolok ukur:
terlaksananya evaluasi pengawasan bahan bakar minyak kapal perikanan di pelabuhan perikanan untuk setiap kelompok ukuran grosstonage kapal perikanan per semester.
b) Hasil kerja:
laporan evaluasi pelaksanaan pengawasan bahan bakar minyak kapal perikanan di pelabuhan perikanan.
c) Bukti fisik:
surat tugas; laporan evaluasi pengawasan bahan bakar kapal perikanan di pelabuhan perikanan untuk setiap kelompok ukuran grosstonage kapal perikanan per semester (Formulir LAPORAN-01).
d) Angka Kredit: 0,05
26) melakukan evaluasi kegiatan usaha perikanan tangkap, penangkapan ikan, dan pengangkutan ikan.
a) Tolok ukur:
terlaksananya evaluasi kegiatan usaha perikanan tangkap, penangkapan ikan, dan pengangkutan ikan untuk setiap jenis pelayanan per bulan.
b) Hasil kerja:
laporan dan data hasil evaluasi kegiatan usaha perikanan tangkap/penangkapan ikan dan/atau pengangkutan ikan (yang dimaksud laporan disini adalah laporan hasil pendataan kegiatan usaha perikanan tangkap/penangkapan ikan/pengangkutan ikan).