METODE PEMBUKTIAN TERBALIK PADA TINDAK PIDANA KORUPSI
Teks penuh
Dokumen terkait
Dilihat dari kalimatnya, tindak pidana terdiri dari dua kata tindak dan pidana. Tindak adalah perbuatan, sednagkan pidana memiliki makna kejahatan atau.. Jadi,
Pembuktian terbalik dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Juncto Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana korupsi berbeda
BAB II: TINJAUAN TERHADAP PEMBUKTIAN DAN PENERAPAN PEMBUKTIAN TERBALIK TERBATAS DALAM PROSES PENYELESAIAN PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI A. Tinjauan Umum Tentang Tindak Pidana
Pembuktian merupakan salah satu faktor yang penting dalam penegakan hukum, khususnya dalam tindak pidana korupsi yang pembuktiannya relatif sulit hal ini bisa disebabkan
Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa efektifitas penerapan beban pembuktian terbalik dalam tindak pidana korupsi (gratifikasi)
Pasal 17 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi menentukan bahwa selain dapat dijatuhi pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2,
Yang dimaksud dengan jalur luar biasa adalah mekanisme penyelesaian perkara bagi Penyelenggara Negara yang didakwa melakukan tindak pidana korupsi melalui jalur
Penerapan beban pembuktian dalam tindak pidana korupsi berdasarkan sistem atau asas tersebut adalah untuk memberikan kesempatan kepada seseorang atau terdakwa