PENINGKATAN PERAN ASESOR,MASTER, DAN
LEAD ASESOR KOMPETENSI DALAM PROSES
PELAKSANAAN SERTIFIKASI PROFESI
ASRIZAL TATANG
Ketua Komisi Sertifikasi
DATA PRIBADI
NAMA : ASRIZAL TATANG TEMPAT/TGL LAHIR : SAWAHLUNTO
PEKERJAAN : 1. DOSEN POLITEKNIK NEGERI JAKARTA (1983- skrg)
2. Anggota BADAN NASIONAL
SERTIFIKASI PROFESI (BNSP ) 2011- 2016 3. KETUA KOMISI SERTIFIKASI BNSP
4. KETUA PTUK ASESOR BNSP
ALAMAT : PERUM. POLITEKNIK – UI No. 37 Jln MI Ridwan Rais BEJITIMUR DEPOK
Sertifikasi kompetensi kerja
Proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan
secara
sistematis
dan
obyektif
melalui
uji kompetensi
yang mengacu kepada
standar kompetensi kerja
nasional Indonesia, standar internasional dan/atau
standar khusus.
Profesi
Bidang pekerjaan yang memiliki kompetensi tertentu
yang diakui oleh masyarakat
Kompetensi
Kemampuan kerja setiap individu yang mencakup
aspek
pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja
yang sesuai dengan standar yang ditetapkan.
DEFINISI (PBNSP 201 : 2014)
Proses sertifikasi
Kegiatan lembaga sertifikasi profesi dalam menentukan bahwa seseorang
memenuhi persyaratan sertifikasi, yang mencakup pendaftaran, penilaian,
keputusan sertifikasi, pemeliharaan sertifikasi, sertifikasi ulang, dan penggunaan sertifikat maupun logo atau penanda (mark).
Persyaratan Sertifikasi
Kumpulan persyaratan yang ditentukan, termasuk persyaratan skema
sertifikasi yang harus dipenuhi dalam menetapkan atau memelihara sertifikasi.
Pemohon sertifikasi
Orang yang telah mendaftar untuk diterima mengikuti proses sertifikasi
Peserta sertifikasi
DEFINISI (PBNSP 201 : 2014)
Asesmen
• Proses penilaian kepada seseorang terhadap pemenuhan persyaratan yang ditetapkan dalam skema sertifikasi.
Uji kompetensi
• Tatacara yang merupakan bagian dari asesmen untuk mengukur kompetensi peserta sertifikasi menggunakan satu atau beberapa cara seperti tertulis, lisan, praktek, dan pengamatan, sebagaimana ditetapkan dalam skema sertifikasi
Banding
• Permintaan oleh pemohon sertifikasi , peserta sertifikasi, atau pemegang sertifikat untuk peninjauan kembali atas keputusan yang telah dibuat oleh lembaga sertifikasi profesi terkait dengan status sertifikasi yang mereka harapkan
Skema sertifikasi
Tantangan Tenaga Kerja
Indonesia
AEC
ASEAN ECONOMICS COMMUNITY
2015
WTO
TIGA PILAR UTAMA
PENGEMBANGAN SDM BERBASIS KOMPETENSI
INDUSTRI
LDP
KKNI SKKNI
COMPETENCY BASED TRAINING
COMPETENCY BASED ASSESSMENT
S
LEMBAGA PELATIHAN KERJA
U J K
SISTEM PELATIHAN KERJA NASIONAL
(PP.31/2006, PP.8/2012, PP.23/2004)
AKREDITASI PELATIHAN KERJA NASIONAL
KETERPADUAN SERTIFIKASI KOMPETENSI PROFESI
PENDIDIKAN & PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI
REGISTRASI/ LISENSI PROFESI
LEMBAGA PENDIDIKAN &
LEMBAGA PELATIHAN
LSP
OTORITAS KOMPETENSertifikasi pendidikan & Pelatihan Sertifikasi kompetensi Registrasi/lisensi personil
SANDINGAN DIKLAT BERBASIS KOMPETENSI DAN LSP
PENDIDIKAN VOKASI DAN
DIKLAT
LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI
MEMBANGUN KOMPETENSI MEMASTIKAN DAN MEMELIHARA KOMPETENSI
MERUJUK PADA STANDAR ( SKKNI, SKK KHUSUS, SKK INTERNASIONAL )
MERUJUK PADA STANDAR ( SKKNI, SKK KHUSUS, SKK INTERNASIONAL )
KURIKULUM DAN SILABUS BERBASIS KOMPETENSI
SKEMA SERTIFIASI ( KKNI, OKUPASI NASIONAL DAN KLASTER
MODUL LATIH/AJAR BERBASIS KOMPETENSI PERANGKAT UJI KOMPETENSI (MUK) SARANA DAN PRASARANA YANG SESUAI
DENGAN TUNTUTAN STANDAR KOMPETENSI
TEMPAT UJI KOMPETENSI (ASSESSMENT CENTRE )
GURU/DOSEN/INSTRUKTUR YANG KOMPETEN ASESOR KOMPETENSI
Memilih TUK 2
LSP
PESERTA di TUK
KOMITE TEKNIK
TIM ASSESSOR KOMPETENSI
MEMBENTUK 6
SISTEM SERTIFIKASI KOMPETENSI NASIONAL ISO 17024
SERTIFIKASI KOMPETENSI KERJA
Pengujian untuk bidang yang belum/tidak ada LSP nya
Siapa yang disertifikasi ?
PESERTA SERTIFIKASI KOMPETENSI KERJA
Apa yang diujikan ?
STANDAR KOMPETENSI KERJA
SKEMA SERTIFIKASI
PERANGKAT/MATERI UJI KOMPETENSI
ASESMEN
PENGUJI TEMPAT UJI
PERKEMBANGAN ASESOR, MASTER. DAN LEAD
ASESOR KOMPETENSI
TAHUN ASESOR MASTER ASESOR
LEAD ASESOR
SERTIFIKAT KOMPETENSI
2006 2.300 60 0
2007 4.000 72 0
2008 6.000 92 0
2009 8.500 94 0
2010 10.000 100 0
2011 11.000 112 18
2012 12.900 110 40
2013 19.052 115 41 2.086.688
BEBERAPA TEMUAN DALAM IMPLEMENTASI PROSES
SERTIFIKASI
1. Dalam pelaksanaan asesmen ditemukan :
a. Sebagaian Asesor belum memahami skema sertifikasi yang akan digunakan (bahkan belum pernah melihat skemanya)
b. Sebagian Asesor dalam melaksanakan asesmen tidak mengikuti SOP yang telah dibuat LSP
c. Sebagian Asesor hanya melakukan isian check list saja tanpa memahami apa yang diisikannya tsb .
d. Sebagian Asesor , kemampuan baca SKK masih rendah
2. Dalam pelaksanaan asesmen , pendekatan metode asesmen yang digunakan setiap LSP relatif sama dan belum memperhatikan kondisi dan latar belakang peserta asesmen serta memakan waktu asesmen yang lama
3. Dalam pelaksanaan Pelatihan Asesor masih terdapat para Master Asesor berorientasi pada bagaimana cara mengisi formulir dari pada penyampian pemahaman subtansi proses asesmen
INFRASTRUKTUR SERTIFIKASI KOMPETENSI
1. KETERSEDIAAN STANDAR KOMPETENSI
(SKKNI,
SKK
KHUSUS
,
SKK
INTERNASIONAL )
2. SKEMA SERTIFIKASI
( KKNI, OKUPASI
NASIONAL , KLASTER )
3. PERANGKAT ASESMEN ( MUK )
4. LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI ( LSP )
5. TEMPAT UJI KOMPETENSI ( TUK )
Standar Kompetensi
Standar Kompetensi:
adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Jenis standar kompetensi
◦ SKKNI:rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. ◦ Standar internasional merupakan standar yang dikembangkan oleh organisasi
standardisasi internasional. Standar Internasional dapat diperoleh untuk dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dan berlaku di seluruh dunia.
19
BASC FUNCTION (UNIT
BASIC FUCTION (UNIT
PEMETAAN KOMPETENSI RMCS
Regional Model Competency Standards
WHAT FOR
WHAT NEEDS TO BE DONE, HOW
SUMBER
PEMETAAN STANDARDISASI KOMPETENSI
TUJUAN UTAMA BISNIS
F. KUNCI
F. KUNCI
F. KUNCI
F. KUNCI
F. KUNCI
F. KUNCI
F. KUNCI
F. KUNCI
F. UTAMA
F. UTAMA
KEMASAN SKKNI
SKKNI pada setiap kategori, golongan pokok, atau
golongan usaha tertentu dapat disusun dalam
kemasan sebagai berikut:
a. Kualifikasi nasional, dengan mengacu pada jenjang
Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI);
b. Jabatan atau okupasi nasional, dengan mengacu
pada tugas dan fungsi jabatan atau okupasi;
Pembinaan dan Pengendalian
SISTEM STANDARDISASI KOMPETENSI KERJA NASIONAL
Pengembangan
Kompetensi ProfesionalSDM Kompeten
Pelatihan berbasis kompetensi
Tatanan keterkaitan komponen standardisasi kompetensi kerja nasional yang
komprehensif dan sinerjik dalam rangka mencapai tujuan standardisasi kompetensi kerja nasional di Indonesia;
• UU 13/2003 • PP 23/2004 • PP 31/2006
SKEMA SERTIFIKASI
•
Paket kompetensi
(Pengetahuan, Skill
dan Sikap Kerja)
dan persyaratan
spesifik
(
kriteria sertifikasi, metoda
penilaian
sertifikasi
dan/atau
survailen, dan kriteria utk pembekuan
dan
pecabutan
sertifikat)
yang
JENIS-JENIS SKEMA SERTIFIKASI
Skema Sertifikasi Kualifikasi Kerja Nasional Indonesia
Skema Sertifikasi Kualifikasi Okupasi Nasional
JENIS SKEMA SERTIFIKASI
JENIS SKEMA URAIAN
KKNI 1. Bersifat Nasional
2. Jenjang Kualifikasi terdiri dari 9 Level
3. Setiap Level disusun dengan sejumlah Unit Kompetensi berdasarkan Deskripsi KKNI
4. Ditetapkan oleh Otoritas Kompeten OKUPASI atau
JABATAN NASIONAL
1. Bersifat Nasional
2. Dapat berupa Jabatan Fungsional atau Struktural yang merujuk pada Standar Jabatan Nasional atau Internasional 3. Setiap Jabatan disusun dengan sejumlah Unit Kompetensi
yang sesuai dengan Standar Jabatan Nasional atau Internasional
4. Ditetapkan oleh Otoritas Kompeten
KLASTER 1. Bersifat Kebutuhan Industri atau Organisasi Pengguna (lokal) yang bersifat Khusus pada suatu Industri
2. Setiap Klaster disusun dengan sejumlah Unit Kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan Industri
DOKUMEN SKEMA SERTIFIKASI
Dokumen Skema Sertifikasi memuat :
a . Jastifikasi / latarbelakang
b. Ruang Lingkup skema sertifikasi c. Tujuan Sertifikasi
d. Acuan Normatif
e. Kemasan / Paket Kompetensi
Jenis kemasan : KKNI / Okupasi Nasional / Klaster
Rincian Unit Kompetensi / Uraian Tugas f. Persyaratan Dasar pemohon sertifikasi
g. Hak pemohon sertifikasi dan kewajiban pemegang sertifikat
– Hak pemohon
LANJUTAN...
i. Proses Sertifikasi
1). Persyaratan Pendaftaran
2). Proses Asesmen
3). Proses Uji Kompetensi
4). Keputusan Sertifikasi
J. Pembekuan dan Pencabutan Sertifikat
k. Pemeliharaan sertifikasi/ survailen
l. Proses Sertifikasi Ulang
PERANGKAT ASESMEN /MUK
•
Perangkat Asesmen berisikan prosedur, informasi
dan instruksi bagi asesor/asesi terkait dengan
penggunaan instrumen dan kondisi asesmen
•
Perangkat Asesmen kompetensi
yang digunakan
dalam pelaksanaan asesmen kompetensi harus
disusun
dengan
mengacu
pada
Standar
Kompetensi Kerja.
TEMPAT UJI KOMPETENSI (TUK)
Tempat Uji Kompetensi (TUK) adalah
•
Tempat kerja atau tempat lainnya yang
memenuhi persyaratan untuk digunakan
sebagai tempat pelaksanaan uji kompetensi
oleh LSP.
Klasifiksi TUK :
•
TUK di tempat Kerja
•
TUK swaktu
LANJUTAN ...
TUK di Tempat Kerja
•
TUK yang merupakan bagian dari industri
dimana proses produksi dilakukan.
•
TUK
di tempat kerja diverifikasi setiap
akan digunakan sebagai tempat uji.
TUK Sewaktu
•
TUK bukan di tempat kerja yang digunakan
sebagai tempat uji secara insidentil.
LANJUTAN ...
TUK Mandiri
•
TUK mandiri dimiliki oleh lembaga di luar
LSP pihak ketiga .
•
TUK mandiri diverifikasi dan ditetapkan
sebagai TUK terverifikasi secara berkala.
ASESOR KOMPETENSI
Persyaratan Asesor Kompetensi
(PBNSP 201: 2014)
1. Kompeten di bidangnya
2. Memahami skema sertifikasi yang relevan;
3. Mampu menerapkan prosedur uji kompetensi
dan dokumentasinya;
4. Fasih, secara lisan maupun tertulis, dalam
bahasa yang digunakan untuk uji kompetensi;
FUNGSI DAN WEWENANG ASESESOR/MASTER/LEAD ASESOR
KOMPETENSI (PBNSP 303 : 2013)
URAIAN FUNGSI WEWENANG
ASESOR KOMPE TENSI
Melaksanakan Proses Asesmen Kompetensi
a. Sebagai Asesor dibidangnya
b. Melatih untuk asesor kompetensi c. Mengkaji ulang dan
merekomendasikan perbaikan pelaksanaan asesmen,
mengembagkan pelatihan asesor dan pengembangan SKK
Melaksanakan asesmen sesuai dengan
bidangnya, Mengelola dan Melaksanakan pelatihan asesor kompetensi
LEAD ASESOR KOMPE TENSI
a. Memimpin pengelolaan asesmen b. Melaksanakan asesmen terhadap
asesor kompetensi , Master asesor, dan Lead Asesor
PERSYARATAN ASESOR KOMPETENSI
(PBNSP 303 : 2013)
URAIAN PERSYARATAN DASAR PERSYARATAN SERTIFIKASI
ASESOR
KOMPETENSI
1. Memahmi Skema Sertifikasi
2. Memiliki kompetensi di bidang teknis.
3. Mengikuti pelatihan asesor kompetensi secara lengkap
4. Telah mempunyai bukti-bukti: a. 3 kali merencanakan asesmen. b. 3 kali mengembangkan
perangkat asesmen.
c. 3 kali melaksanakan asesmen (simulasi atau riil asesmen dibawah supervisi Master asesor).
1. Memenuhi seluruh persyaratan dan kondisi sertifikasi kompetensi asesor kompetensi .
2. Mengajukan permohonan sertifikasi kompetensi asesor kompetensi (FR. APL 01)
3. Telah menyatakan kompeten terhadap seluruh KUK pada unit-unit kompetensi asesmen dan melengkapi bukti-bukti kompetensi (FR.APL 02).
4. Lulus dalam asesmen/Uji Kompetensi asesor kompetensi.
PERSYARATAN MASTER ASESOR KOMPETENSI
(PBNSP 303 :2013)
URAIAN PERSYARATAN DASAR PERSYARATAN SERTIFIKASI
MASTER ASESOR KOMPETENSI
1. Memahmi Skema Sertifikasi
2. Memiliki kompetensi di bidang teknis.
3. Telah mempunyai sertifikat kompetensi asesor kompetensi dari BNSP
4. 20 kali melaksanakan asesmen atas penugasan LSP atau BNSP.
5. Mengikuti secara lengkap program Pelatihan Master Asesor Kompetensi
6. Telah mempunyai bukti-bukti kompetensi a. 2 kali mengembangkan lingkungan
pembelajaran.
b. mengembangkan desain pembelajaran 1(satu) klaster program pelatihan master asesor kompetensi sesuai konteks bidangnya (Menggunakan paket-paket pelatihan yang ada dalam rangka memenuhi kebutuhan klien, Mendesain dan mengembangkan program pelatihan, atau Mendesain dan mengembangkan strategi pembelajaran). c. 3 kali tandem menyampaikan materi
pembelajaran pelatihan asesor kompetensi dibawah supervisi master asesor.
1. Memenuhi seluruh persyaratan dan kondisi sertifikasi kompetensi master asesor kompetensi .
2. Mengajukan permohonan sertifikasi kompetensi asesor kompetensi (FR. APL 01)
3. Telah menyatakan kompeten terhadap seluruh KUK pada unit-unit kompetensi asesmen dan melengkapi bukti-bukti kompetensi (FR.APL 02).
4. Lulus dalam asesmen Master Asesor Kompetensi.
PERSYARATAN LEAD ASESOR KOMPETENSI
URAIAN PERSYARATAN DASAR PERSYARATAN SERTIFIKASI
LEAD ASESOR KOMPETENSI
1. Memahmi Skema Sertifikasi
2. Memiliki kompetensi di bidang teknis. 3. Telah mempunyai sertifikat kompetensi
asesor kompetensi dari BNSP
4. 20 kali melaksanakan asesmen atas penugasan LSP atau BNSP.
5. Mengikuti secara lengkap program Pelatihan Lead Asesor Kompetensi
6. Telah mempunyai bukti-bukti kompetensi
a. Mengembangkan kebijakan dan
prosedur organisasi (minimal: prosedur sertifikasi, prosedur merencanakan asesmen, prosedur mengembangkan perangkat asesmen, prosedur
asesmen, prosedur surveilan, prosedur pengembangan skema sertifikasi). b. 3 kali memimpin dan melaksanakan
evaluasi asesmen dibawah supervisi lead asesor Kompetensi .
1. Memenuhi seluruh persyaratan dan kondisi sertifikasi kompetensi master asesor kompetensi .
2. Mengajukan permohonan sertifikasi kompetensi asesor kompetensi (FR. APL 01)
3. Telah menyatakan kompeten terhadap seluruh KUK pada unit-unit kompetensi asesmen dan melengkapi bukti-bukti kompetensi (FR.APL 02).
4. Lulus dalam asesmen Lead Asesor Kompetensi.
SERTIFIKAT ASESOR, MASTER, DAN LEAD ASESOR
KOMPETENSI (PBNSP 303: 2013)
1. Peserta yang telah mengikuti proses sertifikasi dan dinyatakan
kompeten diberikan sertifikat kompetensi oleh BNSP
2. Asesor/master asesor/lead asesor kompetensi yang telah memiliki
sertifikat BNSP dapat memperoleh kartu asesor/master
asesor/lead asesor kompetensi yang merupakan tanda/identitas
asesor/master asesor/Lead asesor kompetensi yang harus
dimiliki/dibawa dalam melaksanakan asesmen.
3. Periode (masa berlaku) sertifikat/kartu asesor kompetensi, master
asesor kompetensi dan lead asesor kompetensi adalah tiga
tahun. Setelah periode tiga tahun, asesor/master asesor/lead asesor kompetensi harus melakukan sertifikasi ulang.
4. Selama periode masa berlaku sertifikat, asesor/master
asesor/lead asesor kompetensi harus mengikuti program
surveilan yang dilakukan oleh BNSP .
5. Ketentuan surveilan sesuai skema sertifikasi asesor/master
SURVEILAN ASESOR/MASTER ASESOR/LEAD ASESOR
KOMPETENSI
1. SURVAILEN
a. Survailen seharusnya bertujuan untuk mengawasi dan memastikan bahwa pelaksanaan asesmen/Uji kompetensi telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh BNSP.
b. Survailen terhadap asesor/master asesor/ lead asesor kompetensi dilaksanakan melalui proses survailen yang dilaksanakan minimal satu tahun sekali. Metode surveilan dapat mencakupi:
Uji Profisiensi,
Evaluasi rekaman dan portfolio kegiatan sesuai unit kompetensi profesi,
Asesmen/Uji Kompetensi kembali,
Evaluasi penilaian pemangku kepentingan, dan/atau
Witness ditempat kerja.
c. Survailen dilaksanakan oleh PTUK yang ditunjuk oleh BNSP bekerjasama
Lanjutan ....
2.
Pelaporan
a. Pemegang sertifikat asesor kompetensi, master asesor
kompetensi dan lead asesor kompetensi harus membuat
laporan rekaman kegiatan setiap 6 bulan pada bulan juni dan
desember kepada BNSP.
b. Laporan dapat dievaluasi sebagai salah satu bukti hasil surveilan.
3. Evaluasi
a. Evaluasi seharusnya ditujukan sebagai tidak lanjut dari laporan yang sudah dibuat berupa analisa dan pengkajian terhadap
kinerja asesor/master asesor/lead asesor kompetensi sesuai
dengan ruang lingkup materi pelaporan.
b. Hasil evaluasi berupa rekomendasi terhadap asesor/master
asesor/lead asesor kompetensi yang dimonitor terkait dengan
peninjauan terhadap kelayakan asesor/master asesor/lead
MEKANISME PERPANJANGAN SERTIFIKAT ASESOR
KOMPETENSI MELALUI PROSES RCC ATAU UPGRADE
URAIAN PERSYARATAN DASAR PROSES EVALUASI
PERPABJANG ASESOR /MASTER/ LEAD ASESOR KOMPETENSI MELALUI RCC ( UTK STANDAR TAA KE TAA )
a. Menyerahkan Copy sertifikat asesor kompetensi
b. Mengajukan permohonan perpanjangan ( APL 01 )
c. Mengisi asesmen mandiri (APL 02 ) d. Menyerahkan bukti penugasan
sebagai asesor
a. Dokumen ajuan dievaluasi oleh Master atau Lead Asesor
b. Memiliki bukti hasil survaelen ( hasil Uji Profisisnsi dengan nilai diatas passing grade atau bentuk lain )
PERPANJANGAN
ASESOR KOMPETENSI MELALUI UPGRADE ( UTK STANDAR BSZ atau MET AS KE TAA )
a. Menyerahkan Copy sertifikat asesor kompetensi
b. Mengikuti training asesor untuk unit POA dan DAT
c. Lulus training POA dan DAT
d. Membuat POA dan DAT untuk satu unit kompetensi
a. Mengajukan permohonan (APL 01) b. Menyatakan kompeten untuk (
asesmen mandiri ) utk POA dan DAT c. Dokumen di evaluasi oleh Master
PROSES SERTIFIKASI ( PBNSP 201:2014)
1. PROSES PENDAFTARAN
2. PROSES ASESMEN
3. PROSES UJI KOMPETENSI
4. KEPUTUSAN SERTIFIKASI
5. PEMBEKUAN DAN PENCABUTAN SERTIFIKAT
6. PROSES SERTIFIKASI ULANG
ASESMEN
Bukti-bukti
Kriteria
Proses
penilaian
(pengumpulan
bukti)
kepada seseorang terhadap
pemenuhan persyaratan
(standar
atau kriteria )
yang ditetapkan
C
bukti dan membuat
keputusan-keputusan tentang
apakah kandidat
mencapai atau tidak
kompetensi.
•
criterion
referenced or
standards-based
assessment.
Criterion referenced
Evidence-based
(1) Valid
, bahwa pelaksanaan sertifikasi kompetensi pada
dasarnya melakukan penilaian berdasarkan bukti-bukti
yang terkini dan asli.
(2)
Reliabel,
bahwa pelaksanaan sertifikasi kompetensi
harus
bersifat
konsisten,
dapat
menghasilkan
kesimpulan yang sama walaupun dilakukan pada waktu,
tempat dan asesor yang berbeda.
(3)
Fleksibel
,
bahwa pelaksanaan sertifikasi kompetensi
dilakukan dengan metoda yang disesuaikan dengan
kondisi peserta dan tempat uji kompetensi .
(4)
Adil
, bahwa pelaksanaan sertifikasi kompetensi dalam
penilaiannya
tidak boleh membedakan / diskriminasi
terhadap peserta, memberikan perlakuan yang sama
sesuai dengan prosedur dan tidak melihat peserta datang
dari kelompok
/golongan mana peserta berasal .
Di dalam pelaksanaan sertifikasi,
maka
harus
menjaga
ASESMEN BERBASIS KOMPETENSI
1. Fokus pada hasil
2. Penilaian bersifat individual
3. Tidak ada nilai presentase
4. Tidak ada perbandingan dengan hasil individu
lain
5. Semua standar (persyaratan) harus dipenuhi
6. Proses
berkelanjutan
(mengarahkan
pada
pengembangan dan penilaian lebih lanjut
7. Penilaian hanya dibuat
ko pete
dan
PROSES SERTIFIKASI KOMPETENSI ( PBNSP 201:2014)
PENDAFTARAN SERTIFIKASI
TELAAH BERKAS PENDAFTARAN
?
PESERTA SERTIFIKASI
SERTIFIKAT KOMPETENSI
TRAINING / OJT / OST PROSES UJI KOMPETENSI
PROSES ASESMEN
? ?
Y
BK
BK K
BUKTI
•
suatu bahan yang dikumpulkan dalam rangka
SUMBER BUKTI
Untuk dapat memilih metoda penilaian yang
paling efektif dan sesuai , penilai harus memiliki
pemahaman yang jelas mengenai berbagai
sumber bukti kinerja :
a. Multipenilai
b. Kinerja di tempat kerja
c. Serangkaian tugas khusus/proyek/penugasan
d. Pertanyaan
JENIS BUKTI
1. BUKTI LANGSUNG
, Merupakan Bukti yang memberikan
informasi jelas mengenai kinerja orang yang dinilai.
Bentuk bukti ini :
a. Produk kinerja aktual
b. Hasil observasi kinerja ( Dalam kondisi sebanarnya atau
pada kondisi disimulasikan )
2. BUKTI TIDAK LANGSUNG
, Memberi Penilai informasi
mengenai induvidu yang dinilai . bukti ini diambil dari
bentuk :
a. Referensi dan surat validasi
b. Foto pekerjaan yg telah diselesaikan
c. Rekaman audio
d. Piala atau piagam
e. Surat dari pelanggan / rekan kerja
f. Catatan produksi
Lanjuatan ...
3. BUKTI TAMBAHAN / PENDUKUNG
,
Merupakan bukti tambahan terhdap
bukti langsung contoh bukti ini :
MENCOCOKAN BUKTI DENGAN STANDAR
MULAI DI SINI Bergeraklah ke kiri jika tidak mungkin
Penilaian Kompetensi Pekerjaan
Bukti
kejadian alami Khusus dibuat untuk
menghasilkan bukti
Pengetahuan /pemahaman , misalnya pertanyaan
lisan atau tertulis
PERATURAN BUKTI
1
. ValidSemua bukti yang terkumpul memenuhi kriteria yang terdapat pada acuan pembanding (benchmark).
Contoh :
– memperhatikan elemen dan kriteria unjuk kerja
– merefleksikan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan
sebagaimana dikemukakan oleh unit kompetensi terkait
– memperlihatkan penggunaan sebagaimana dikemukakan pada
batasan variabel
– mendemonstrasikan kinerja keterampilan dan pengetahuan yang
digunakan, baik pada kondisi kerja real ataupun simulasi
2. Terkini (Current)
Bukti yang dikumpulkan adalah bukti terkini . Contoh
– mendemonstrasikan keterampilan dan pengetahuan terkini asesi
PERATURAN BUKTI
(LANJUTAN)
3. Otentik (authentic)
Bukti yang dikumpulkan adalah milik asesi sendiri . Contoh :
– asesi pernah mengerjakan pekerjaan dimaksud
– dapat diakui/diverifikasi
4. Memadai (Sufficient)
Semua bukti dinyatakan cukup memenuhi kriteria yang terdapat pada acuan pembanding (benchmark).
Contoh :
– mendemonstrasikan kompetensi setiap saat
– mendemonstrasikan kompetensi secara berulang
– tidak berkurang kemampuan/persyaratan bahasa, literasi,
METODE ASESMEN
1
. Kegiatan asesmen terstruktur
, sebagai contoh :– simulasi / bermain peran (role play)
– berbagai proyek
– bebagai presentasi
– berbagai lembar aktifitas
2
.
Mengajukan pertanyaan
, sebagai contoh :– pertanyaan tertulis,
– interview / wawancara
– asesmen mandiri
– pertanyaan lisan
– kuesioner
– ujian lisan atau ujian tertulis
3
.
Portofolio
, sebagai contoh:– koleksi contoh kerja yang dikumpulkan oleh asesi
– produk dengan dokumentasi yang mendukung
– bukti sejarah
– jurnal / buku catatan kerja
LANJUTAN....
4
. Meninjau produk-produk
, sebagai contoh :– produk sebagai hasil kerja suatu proyek
– contoh/produk-produk hasil kerja
5
. Umpan balik dari pihak ketiga
, misalnya :– testimoni/laporan dari pemilik perusahaan/supervisor
– bukti sebagai peserta pelatihan
– pencapaian otentik sebelumnya
– interview dengan atasan, supervisor, atau sesama rekan kerja
6
. Instrumen yang dikembangkan dari metode asesmen
untuk digunakan sebagai pengumpulan bukti
, misalnya:– pengukuran profil kinerja
– templates/proformas
– pertanyaan spesifik atau kegiatan
– ceklis observasi
– ceklis evaluasi contoh kerja