• Tidak ada hasil yang ditemukan

PENINGKATAN PERAN ASESOR MASTER DAN LEAD

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "PENINGKATAN PERAN ASESOR MASTER DAN LEAD"

Copied!
64
0
0

Teks penuh

(1)

PENINGKATAN PERAN ASESOR,MASTER, DAN

LEAD ASESOR KOMPETENSI DALAM PROSES

PELAKSANAAN SERTIFIKASI PROFESI

ASRIZAL TATANG

Ketua Komisi Sertifikasi

(2)

DATA PRIBADI

NAMA : ASRIZAL TATANG TEMPAT/TGL LAHIR : SAWAHLUNTO

PEKERJAAN : 1. DOSEN POLITEKNIK NEGERI JAKARTA (1983- skrg)

2. Anggota BADAN NASIONAL

SERTIFIKASI PROFESI (BNSP ) 2011- 2016 3. KETUA KOMISI SERTIFIKASI BNSP

4. KETUA PTUK ASESOR BNSP

ALAMAT : PERUM. POLITEKNIK – UI No. 37 Jln MI Ridwan Rais BEJITIMUR DEPOK

(3)

Sertifikasi kompetensi kerja

Proses pemberian sertifikat kompetensi yang dilakukan

secara

sistematis

dan

obyektif

melalui

uji kompetensi

yang mengacu kepada

standar kompetensi kerja

nasional Indonesia, standar internasional dan/atau

standar khusus.

Profesi

Bidang pekerjaan yang memiliki kompetensi tertentu

yang diakui oleh masyarakat

Kompetensi

Kemampuan kerja setiap individu yang mencakup

aspek

pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja

yang sesuai dengan standar yang ditetapkan.

(4)

DEFINISI (PBNSP 201 : 2014)

Proses sertifikasi

Kegiatan lembaga sertifikasi profesi dalam menentukan bahwa seseorang

memenuhi persyaratan sertifikasi, yang mencakup pendaftaran, penilaian,

keputusan sertifikasi, pemeliharaan sertifikasi, sertifikasi ulang, dan penggunaan sertifikat maupun logo atau penanda (mark).

Persyaratan Sertifikasi

Kumpulan persyaratan yang ditentukan, termasuk persyaratan skema

sertifikasi yang harus dipenuhi dalam menetapkan atau memelihara sertifikasi.

Pemohon sertifikasi

Orang yang telah mendaftar untuk diterima mengikuti proses sertifikasi

Peserta sertifikasi

(5)

DEFINISI (PBNSP 201 : 2014)

Asesmen

• Proses penilaian kepada seseorang terhadap pemenuhan persyaratan yang ditetapkan dalam skema sertifikasi.

Uji kompetensi

• Tatacara yang merupakan bagian dari asesmen untuk mengukur kompetensi peserta sertifikasi menggunakan satu atau beberapa cara seperti tertulis, lisan, praktek, dan pengamatan, sebagaimana ditetapkan dalam skema sertifikasi

Banding

• Permintaan oleh pemohon sertifikasi , peserta sertifikasi, atau pemegang sertifikat untuk peninjauan kembali atas keputusan yang telah dibuat oleh lembaga sertifikasi profesi terkait dengan status sertifikasi yang mereka harapkan

Skema sertifikasi

(6)

Tantangan Tenaga Kerja

Indonesia

AEC

ASEAN ECONOMICS COMMUNITY

2015

WTO

(7)

TIGA PILAR UTAMA

PENGEMBANGAN SDM BERBASIS KOMPETENSI

INDUSTRI

LDP

KKNI SKKNI

COMPETENCY BASED TRAINING

COMPETENCY BASED ASSESSMENT

(8)

S

LEMBAGA PELATIHAN KERJA

U J K

SISTEM PELATIHAN KERJA NASIONAL

(PP.31/2006, PP.8/2012, PP.23/2004)

AKREDITASI PELATIHAN KERJA NASIONAL

(9)

KETERPADUAN SERTIFIKASI KOMPETENSI PROFESI

PENDIDIKAN & PELATIHAN BERBASIS KOMPETENSI

REGISTRASI/ LISENSI PROFESI

LEMBAGA PENDIDIKAN &

LEMBAGA PELATIHAN

LSP

OTORITAS KOMPETEN

Sertifikasi pendidikan & Pelatihan Sertifikasi kompetensi Registrasi/lisensi personil

(10)

SANDINGAN DIKLAT BERBASIS KOMPETENSI DAN LSP

PENDIDIKAN VOKASI DAN

DIKLAT

LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI

MEMBANGUN KOMPETENSI MEMASTIKAN DAN MEMELIHARA KOMPETENSI

MERUJUK PADA STANDAR ( SKKNI, SKK KHUSUS, SKK INTERNASIONAL )

MERUJUK PADA STANDAR ( SKKNI, SKK KHUSUS, SKK INTERNASIONAL )

KURIKULUM DAN SILABUS BERBASIS KOMPETENSI

SKEMA SERTIFIASI ( KKNI, OKUPASI NASIONAL DAN KLASTER

MODUL LATIH/AJAR BERBASIS KOMPETENSI PERANGKAT UJI KOMPETENSI (MUK) SARANA DAN PRASARANA YANG SESUAI

DENGAN TUNTUTAN STANDAR KOMPETENSI

TEMPAT UJI KOMPETENSI (ASSESSMENT CENTRE )

GURU/DOSEN/INSTRUKTUR YANG KOMPETEN ASESOR KOMPETENSI

(11)

Memilih TUK 2

LSP

PESERTA di TUK

KOMITE TEKNIK

TIM ASSESSOR KOMPETENSI

MEMBENTUK 6

SISTEM SERTIFIKASI KOMPETENSI NASIONAL ISO 17024

(12)

SERTIFIKASI KOMPETENSI KERJA

Pengujian untuk bidang yang belum/tidak ada LSP nya

(13)

Siapa yang disertifikasi ?

PESERTA SERTIFIKASI KOMPETENSI KERJA

Apa yang diujikan ?

STANDAR KOMPETENSI KERJA

SKEMA SERTIFIKASI

PERANGKAT/MATERI UJI KOMPETENSI

ASESMEN

PENGUJI TEMPAT UJI

(14)

PERKEMBANGAN ASESOR, MASTER. DAN LEAD

ASESOR KOMPETENSI

TAHUN ASESOR MASTER ASESOR

LEAD ASESOR

SERTIFIKAT KOMPETENSI

2006 2.300 60 0

2007 4.000 72 0

2008 6.000 92 0

2009 8.500 94 0

2010 10.000 100 0

2011 11.000 112 18

2012 12.900 110 40

2013 19.052 115 41 2.086.688

(15)

BEBERAPA TEMUAN DALAM IMPLEMENTASI PROSES

SERTIFIKASI

1. Dalam pelaksanaan asesmen ditemukan :

a. Sebagaian Asesor belum memahami skema sertifikasi yang akan digunakan (bahkan belum pernah melihat skemanya)

b. Sebagian Asesor dalam melaksanakan asesmen tidak mengikuti SOP yang telah dibuat LSP

c. Sebagian Asesor hanya melakukan isian check list saja tanpa memahami apa yang diisikannya tsb .

d. Sebagian Asesor , kemampuan baca SKK masih rendah

2. Dalam pelaksanaan asesmen , pendekatan metode asesmen yang digunakan setiap LSP relatif sama dan belum memperhatikan kondisi dan latar belakang peserta asesmen serta memakan waktu asesmen yang lama

3. Dalam pelaksanaan Pelatihan Asesor masih terdapat para Master Asesor berorientasi pada bagaimana cara mengisi formulir dari pada penyampian pemahaman subtansi proses asesmen

(16)

INFRASTRUKTUR SERTIFIKASI KOMPETENSI

1. KETERSEDIAAN STANDAR KOMPETENSI

(SKKNI,

SKK

KHUSUS

,

SKK

INTERNASIONAL )

2. SKEMA SERTIFIKASI

( KKNI, OKUPASI

NASIONAL , KLASTER )

3. PERANGKAT ASESMEN ( MUK )

4. LEMBAGA SERTIFIKASI PROFESI ( LSP )

5. TEMPAT UJI KOMPETENSI ( TUK )

(17)
(18)

Standar Kompetensi

Standar Kompetensi:

 adalah rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Jenis standar kompetensi

SKKNI:rumusan kemampuan kerja yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan dan/atau keahlian serta sikap kerja yang relevan dengan pelaksanaan tugas dan syarat jabatan yang ditetapkan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. ◦ Standar internasional merupakan standar yang dikembangkan oleh organisasi

standardisasi internasional. Standar Internasional dapat diperoleh untuk dipergunakan sebagai bahan pertimbangan dan berlaku di seluruh dunia.

(19)

19

BASC FUNCTION (UNIT

BASIC FUCTION (UNIT

PEMETAAN KOMPETENSI RMCS

Regional Model Competency Standards

WHAT FOR

WHAT NEEDS TO BE DONE, HOW

SUMBER

(20)

PEMETAAN STANDARDISASI KOMPETENSI

TUJUAN UTAMA BISNIS

F. KUNCI

F. KUNCI

F. KUNCI

F. KUNCI

F. KUNCI

F. KUNCI

F. KUNCI

F. KUNCI

F. UTAMA

F. UTAMA

(21)

KEMASAN SKKNI

SKKNI pada setiap kategori, golongan pokok, atau

golongan usaha tertentu dapat disusun dalam

kemasan sebagai berikut:

a. Kualifikasi nasional, dengan mengacu pada jenjang

Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI);

b. Jabatan atau okupasi nasional, dengan mengacu

pada tugas dan fungsi jabatan atau okupasi;

(22)

Pembinaan dan Pengendalian

SISTEM STANDARDISASI KOMPETENSI KERJA NASIONAL

Pengembangan

Kompetensi ProfesionalSDM Kompeten

Pelatihan berbasis kompetensi

 Tatanan keterkaitan komponen standardisasi kompetensi kerja nasional yang

komprehensif dan sinerjik dalam rangka mencapai tujuan standardisasi kompetensi kerja nasional di Indonesia;

UU 13/2003PP 23/2004PP 31/2006

(23)
(24)

SKEMA SERTIFIKASI

Paket kompetensi

(Pengetahuan, Skill

dan Sikap Kerja)

dan persyaratan

spesifik

(

kriteria sertifikasi, metoda

penilaian

sertifikasi

dan/atau

survailen, dan kriteria utk pembekuan

dan

pecabutan

sertifikat)

yang

(25)

JENIS-JENIS SKEMA SERTIFIKASI

Skema Sertifikasi Kualifikasi Kerja Nasional Indonesia

Skema Sertifikasi Kualifikasi Okupasi Nasional

(26)

JENIS SKEMA SERTIFIKASI

JENIS SKEMA URAIAN

KKNI 1. Bersifat Nasional

2. Jenjang Kualifikasi terdiri dari 9 Level

3. Setiap Level disusun dengan sejumlah Unit Kompetensi berdasarkan Deskripsi KKNI

4. Ditetapkan oleh Otoritas Kompeten OKUPASI atau

JABATAN NASIONAL

1. Bersifat Nasional

2. Dapat berupa Jabatan Fungsional atau Struktural yang merujuk pada Standar Jabatan Nasional atau Internasional 3. Setiap Jabatan disusun dengan sejumlah Unit Kompetensi

yang sesuai dengan Standar Jabatan Nasional atau Internasional

4. Ditetapkan oleh Otoritas Kompeten

KLASTER 1. Bersifat Kebutuhan Industri atau Organisasi Pengguna (lokal) yang bersifat Khusus pada suatu Industri

2. Setiap Klaster disusun dengan sejumlah Unit Kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan Industri

(27)
(28)

DOKUMEN SKEMA SERTIFIKASI

Dokumen Skema Sertifikasi memuat :

a . Jastifikasi / latarbelakang

b. Ruang Lingkup skema sertifikasi c. Tujuan Sertifikasi

d. Acuan Normatif

e. Kemasan / Paket Kompetensi

Jenis kemasan : KKNI / Okupasi Nasional / Klaster

Rincian Unit Kompetensi / Uraian Tugas f. Persyaratan Dasar pemohon sertifikasi

g. Hak pemohon sertifikasi dan kewajiban pemegang sertifikat

Hak pemohon

(29)

LANJUTAN...

i. Proses Sertifikasi

1). Persyaratan Pendaftaran

2). Proses Asesmen

3). Proses Uji Kompetensi

4). Keputusan Sertifikasi

J. Pembekuan dan Pencabutan Sertifikat

k. Pemeliharaan sertifikasi/ survailen

l. Proses Sertifikasi Ulang

(30)
(31)

PERANGKAT ASESMEN /MUK

Perangkat Asesmen berisikan prosedur, informasi

dan instruksi bagi asesor/asesi terkait dengan

penggunaan instrumen dan kondisi asesmen

Perangkat Asesmen kompetensi

yang digunakan

dalam pelaksanaan asesmen kompetensi harus

disusun

dengan

mengacu

pada

Standar

Kompetensi Kerja.

(32)
(33)

TEMPAT UJI KOMPETENSI (TUK)

Tempat Uji Kompetensi (TUK) adalah

Tempat kerja atau tempat lainnya yang

memenuhi persyaratan untuk digunakan

sebagai tempat pelaksanaan uji kompetensi

oleh LSP.

Klasifiksi TUK :

TUK di tempat Kerja

TUK swaktu

(34)

LANJUTAN ...

TUK di Tempat Kerja

TUK yang merupakan bagian dari industri

dimana proses produksi dilakukan.

TUK

di tempat kerja diverifikasi setiap

akan digunakan sebagai tempat uji.

TUK Sewaktu

TUK bukan di tempat kerja yang digunakan

sebagai tempat uji secara insidentil.

(35)

LANJUTAN ...

TUK Mandiri

TUK mandiri dimiliki oleh lembaga di luar

LSP pihak ketiga .

TUK mandiri diverifikasi dan ditetapkan

sebagai TUK terverifikasi secara berkala.

(36)
(37)

ASESOR KOMPETENSI

(38)

Persyaratan Asesor Kompetensi

(PBNSP 201: 2014)

1. Kompeten di bidangnya

2. Memahami skema sertifikasi yang relevan;

3. Mampu menerapkan prosedur uji kompetensi

dan dokumentasinya;

4. Fasih, secara lisan maupun tertulis, dalam

bahasa yang digunakan untuk uji kompetensi;

(39)

FUNGSI DAN WEWENANG ASESESOR/MASTER/LEAD ASESOR

KOMPETENSI (PBNSP 303 : 2013)

URAIAN FUNGSI WEWENANG

ASESOR KOMPE TENSI

Melaksanakan Proses Asesmen Kompetensi

a. Sebagai Asesor dibidangnya

b. Melatih untuk asesor kompetensi c. Mengkaji ulang dan

merekomendasikan perbaikan pelaksanaan asesmen,

mengembagkan pelatihan asesor dan pengembangan SKK

Melaksanakan asesmen sesuai dengan

bidangnya, Mengelola dan Melaksanakan pelatihan asesor kompetensi

LEAD ASESOR KOMPE TENSI

a. Memimpin pengelolaan asesmen b. Melaksanakan asesmen terhadap

asesor kompetensi , Master asesor, dan Lead Asesor

(40)

PERSYARATAN ASESOR KOMPETENSI

(PBNSP 303 : 2013)

URAIAN PERSYARATAN DASAR PERSYARATAN SERTIFIKASI

ASESOR

KOMPETENSI

1. Memahmi Skema Sertifikasi

2. Memiliki kompetensi di bidang teknis.

3. Mengikuti pelatihan asesor kompetensi secara lengkap

4. Telah mempunyai bukti-bukti: a. 3 kali merencanakan asesmen. b. 3 kali mengembangkan

perangkat asesmen.

c. 3 kali melaksanakan asesmen (simulasi atau riil asesmen dibawah supervisi Master asesor).

1. Memenuhi seluruh persyaratan dan kondisi sertifikasi kompetensi asesor kompetensi .

2. Mengajukan permohonan sertifikasi kompetensi asesor kompetensi (FR. APL 01)

3. Telah menyatakan kompeten terhadap seluruh KUK pada unit-unit kompetensi asesmen dan melengkapi bukti-bukti kompetensi (FR.APL 02).

4. Lulus dalam asesmen/Uji Kompetensi asesor kompetensi.

(41)

PERSYARATAN MASTER ASESOR KOMPETENSI

(PBNSP 303 :2013)

URAIAN PERSYARATAN DASAR PERSYARATAN SERTIFIKASI

MASTER ASESOR KOMPETENSI

1. Memahmi Skema Sertifikasi

2. Memiliki kompetensi di bidang teknis.

3. Telah mempunyai sertifikat kompetensi asesor kompetensi dari BNSP

4. 20 kali melaksanakan asesmen atas penugasan LSP atau BNSP.

5. Mengikuti secara lengkap program Pelatihan Master Asesor Kompetensi

6. Telah mempunyai bukti-bukti kompetensi a. 2 kali mengembangkan lingkungan

pembelajaran.

b. mengembangkan desain pembelajaran 1(satu) klaster program pelatihan master asesor kompetensi sesuai konteks bidangnya (Menggunakan paket-paket pelatihan yang ada dalam rangka memenuhi kebutuhan klien, Mendesain dan mengembangkan program pelatihan, atau Mendesain dan mengembangkan strategi pembelajaran). c. 3 kali tandem menyampaikan materi

pembelajaran pelatihan asesor kompetensi dibawah supervisi master asesor.

1. Memenuhi seluruh persyaratan dan kondisi sertifikasi kompetensi master asesor kompetensi .

2. Mengajukan permohonan sertifikasi kompetensi asesor kompetensi (FR. APL 01)

3. Telah menyatakan kompeten terhadap seluruh KUK pada unit-unit kompetensi asesmen dan melengkapi bukti-bukti kompetensi (FR.APL 02).

4. Lulus dalam asesmen Master Asesor Kompetensi.

(42)

PERSYARATAN LEAD ASESOR KOMPETENSI

URAIAN PERSYARATAN DASAR PERSYARATAN SERTIFIKASI

LEAD ASESOR KOMPETENSI

1. Memahmi Skema Sertifikasi

2. Memiliki kompetensi di bidang teknis. 3. Telah mempunyai sertifikat kompetensi

asesor kompetensi dari BNSP

4. 20 kali melaksanakan asesmen atas penugasan LSP atau BNSP.

5. Mengikuti secara lengkap program Pelatihan Lead Asesor Kompetensi

6. Telah mempunyai bukti-bukti kompetensi

a. Mengembangkan kebijakan dan

prosedur organisasi (minimal: prosedur sertifikasi, prosedur merencanakan asesmen, prosedur mengembangkan perangkat asesmen, prosedur

asesmen, prosedur surveilan, prosedur pengembangan skema sertifikasi). b. 3 kali memimpin dan melaksanakan

evaluasi asesmen dibawah supervisi lead asesor Kompetensi .

1. Memenuhi seluruh persyaratan dan kondisi sertifikasi kompetensi master asesor kompetensi .

2. Mengajukan permohonan sertifikasi kompetensi asesor kompetensi (FR. APL 01)

3. Telah menyatakan kompeten terhadap seluruh KUK pada unit-unit kompetensi asesmen dan melengkapi bukti-bukti kompetensi (FR.APL 02).

4. Lulus dalam asesmen Lead Asesor Kompetensi.

(43)

SERTIFIKAT ASESOR, MASTER, DAN LEAD ASESOR

KOMPETENSI (PBNSP 303: 2013)

1. Peserta yang telah mengikuti proses sertifikasi dan dinyatakan

kompeten diberikan sertifikat kompetensi oleh BNSP

2. Asesor/master asesor/lead asesor kompetensi yang telah memiliki

sertifikat BNSP dapat memperoleh kartu asesor/master

asesor/lead asesor kompetensi yang merupakan tanda/identitas

asesor/master asesor/Lead asesor kompetensi yang harus

dimiliki/dibawa dalam melaksanakan asesmen.

3. Periode (masa berlaku) sertifikat/kartu asesor kompetensi, master

asesor kompetensi dan lead asesor kompetensi adalah tiga

tahun. Setelah periode tiga tahun, asesor/master asesor/lead asesor kompetensi harus melakukan sertifikasi ulang.

4. Selama periode masa berlaku sertifikat, asesor/master

asesor/lead asesor kompetensi harus mengikuti program

surveilan yang dilakukan oleh BNSP .

5. Ketentuan surveilan sesuai skema sertifikasi asesor/master

(44)

SURVEILAN ASESOR/MASTER ASESOR/LEAD ASESOR

KOMPETENSI

1. SURVAILEN

a. Survailen seharusnya bertujuan untuk mengawasi dan memastikan bahwa pelaksanaan asesmen/Uji kompetensi telah dilaksanakan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh BNSP.

b. Survailen terhadap asesor/master asesor/ lead asesor kompetensi dilaksanakan melalui proses survailen yang dilaksanakan minimal satu tahun sekali. Metode surveilan dapat mencakupi:

 Uji Profisiensi,

 Evaluasi rekaman dan portfolio kegiatan sesuai unit kompetensi profesi,

 Asesmen/Uji Kompetensi kembali,

 Evaluasi penilaian pemangku kepentingan, dan/atau

 Witness ditempat kerja.

c. Survailen dilaksanakan oleh PTUK yang ditunjuk oleh BNSP bekerjasama

(45)

Lanjutan ....

2.

Pelaporan

a. Pemegang sertifikat asesor kompetensi, master asesor

kompetensi dan lead asesor kompetensi harus membuat

laporan rekaman kegiatan setiap 6 bulan pada bulan juni dan

desember kepada BNSP.

b. Laporan dapat dievaluasi sebagai salah satu bukti hasil surveilan.

3. Evaluasi

a. Evaluasi seharusnya ditujukan sebagai tidak lanjut dari laporan yang sudah dibuat berupa analisa dan pengkajian terhadap

kinerja asesor/master asesor/lead asesor kompetensi sesuai

dengan ruang lingkup materi pelaporan.

b. Hasil evaluasi berupa rekomendasi terhadap asesor/master

asesor/lead asesor kompetensi yang dimonitor terkait dengan

peninjauan terhadap kelayakan asesor/master asesor/lead

(46)

MEKANISME PERPANJANGAN SERTIFIKAT ASESOR

KOMPETENSI MELALUI PROSES RCC ATAU UPGRADE

URAIAN PERSYARATAN DASAR PROSES EVALUASI

PERPABJANG ASESOR /MASTER/ LEAD ASESOR KOMPETENSI MELALUI RCC ( UTK STANDAR TAA KE TAA )

a. Menyerahkan Copy sertifikat asesor kompetensi

b. Mengajukan permohonan perpanjangan ( APL 01 )

c. Mengisi asesmen mandiri (APL 02 ) d. Menyerahkan bukti penugasan

sebagai asesor

a. Dokumen ajuan dievaluasi oleh Master atau Lead Asesor

b. Memiliki bukti hasil survaelen ( hasil Uji Profisisnsi dengan nilai diatas passing grade atau bentuk lain )

PERPANJANGAN

ASESOR KOMPETENSI MELALUI UPGRADE ( UTK STANDAR BSZ atau MET AS KE TAA )

a. Menyerahkan Copy sertifikat asesor kompetensi

b. Mengikuti training asesor untuk unit POA dan DAT

c. Lulus training POA dan DAT

d. Membuat POA dan DAT untuk satu unit kompetensi

a. Mengajukan permohonan (APL 01) b. Menyatakan kompeten untuk (

asesmen mandiri ) utk POA dan DAT c. Dokumen di evaluasi oleh Master

(47)
(48)

PROSES SERTIFIKASI ( PBNSP 201:2014)

1. PROSES PENDAFTARAN

2. PROSES ASESMEN

3. PROSES UJI KOMPETENSI

4. KEPUTUSAN SERTIFIKASI

5. PEMBEKUAN DAN PENCABUTAN SERTIFIKAT

6. PROSES SERTIFIKASI ULANG

(49)

ASESMEN

Bukti-bukti

Kriteria

Proses

penilaian

(pengumpulan

bukti)

kepada seseorang terhadap

pemenuhan persyaratan

(standar

atau kriteria )

yang ditetapkan

(50)

C

bukti dan membuat

keputusan-keputusan tentang

apakah kandidat

mencapai atau tidak

kompetensi.

criterion

referenced or

standards-based

assessment.

Criterion referenced

Evidence-based

(51)

(1) Valid

, bahwa pelaksanaan sertifikasi kompetensi pada

dasarnya melakukan penilaian berdasarkan bukti-bukti

yang terkini dan asli.

(2)

Reliabel,

bahwa pelaksanaan sertifikasi kompetensi

harus

bersifat

konsisten,

dapat

menghasilkan

kesimpulan yang sama walaupun dilakukan pada waktu,

tempat dan asesor yang berbeda.

(3)

Fleksibel

,

bahwa pelaksanaan sertifikasi kompetensi

dilakukan dengan metoda yang disesuaikan dengan

kondisi peserta dan tempat uji kompetensi .

(4)

Adil

, bahwa pelaksanaan sertifikasi kompetensi dalam

penilaiannya

tidak boleh membedakan / diskriminasi

terhadap peserta, memberikan perlakuan yang sama

sesuai dengan prosedur dan tidak melihat peserta datang

dari kelompok

/

golongan mana peserta berasal .

(52)

Di dalam pelaksanaan sertifikasi,

maka

harus

menjaga

(53)

ASESMEN BERBASIS KOMPETENSI

1. Fokus pada hasil

2. Penilaian bersifat individual

3. Tidak ada nilai presentase

4. Tidak ada perbandingan dengan hasil individu

lain

5. Semua standar (persyaratan) harus dipenuhi

6. Proses

berkelanjutan

(mengarahkan

pada

pengembangan dan penilaian lebih lanjut

7. Penilaian hanya dibuat

ko pete

dan

(54)

PROSES SERTIFIKASI KOMPETENSI ( PBNSP 201:2014)

PENDAFTARAN SERTIFIKASI

TELAAH BERKAS PENDAFTARAN

?

PESERTA SERTIFIKASI

SERTIFIKAT KOMPETENSI

TRAINING / OJT / OST PROSES UJI KOMPETENSI

PROSES ASESMEN

? ?

Y

BK

BK K

(55)

BUKTI

suatu bahan yang dikumpulkan dalam rangka

(56)

SUMBER BUKTI

Untuk dapat memilih metoda penilaian yang

paling efektif dan sesuai , penilai harus memiliki

pemahaman yang jelas mengenai berbagai

sumber bukti kinerja :

a. Multipenilai

b. Kinerja di tempat kerja

c. Serangkaian tugas khusus/proyek/penugasan

d. Pertanyaan

(57)

JENIS BUKTI

1. BUKTI LANGSUNG

, Merupakan Bukti yang memberikan

informasi jelas mengenai kinerja orang yang dinilai.

Bentuk bukti ini :

a. Produk kinerja aktual

b. Hasil observasi kinerja ( Dalam kondisi sebanarnya atau

pada kondisi disimulasikan )

2. BUKTI TIDAK LANGSUNG

, Memberi Penilai informasi

mengenai induvidu yang dinilai . bukti ini diambil dari

bentuk :

a. Referensi dan surat validasi

b. Foto pekerjaan yg telah diselesaikan

c. Rekaman audio

d. Piala atau piagam

e. Surat dari pelanggan / rekan kerja

f. Catatan produksi

(58)

Lanjuatan ...

3. BUKTI TAMBAHAN / PENDUKUNG

,

Merupakan bukti tambahan terhdap

bukti langsung contoh bukti ini :

(59)

MENCOCOKAN BUKTI DENGAN STANDAR

MULAI DI SINI Bergeraklah ke kiri jika tidak mungkin

Penilaian Kompetensi Pekerjaan

Bukti

kejadian alami Khusus dibuat untuk

menghasilkan bukti

Pengetahuan /pemahaman , misalnya pertanyaan

lisan atau tertulis

(60)

PERATURAN BUKTI

1

. Valid

Semua bukti yang terkumpul memenuhi kriteria yang terdapat pada acuan pembanding (benchmark).

Contoh :

– memperhatikan elemen dan kriteria unjuk kerja

– merefleksikan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan

sebagaimana dikemukakan oleh unit kompetensi terkait

– memperlihatkan penggunaan sebagaimana dikemukakan pada

batasan variabel

– mendemonstrasikan kinerja keterampilan dan pengetahuan yang

digunakan, baik pada kondisi kerja real ataupun simulasi

2. Terkini (Current)

Bukti yang dikumpulkan adalah bukti terkini . Contoh

– mendemonstrasikan keterampilan dan pengetahuan terkini asesi

(61)

PERATURAN BUKTI

(LANJUTAN)

3. Otentik (authentic)

Bukti yang dikumpulkan adalah milik asesi sendiri . Contoh :

– asesi pernah mengerjakan pekerjaan dimaksud

– dapat diakui/diverifikasi

4. Memadai (Sufficient)

Semua bukti dinyatakan cukup memenuhi kriteria yang terdapat pada acuan pembanding (benchmark).

Contoh :

– mendemonstrasikan kompetensi setiap saat

– mendemonstrasikan kompetensi secara berulang

– tidak berkurang kemampuan/persyaratan bahasa, literasi,

(62)

METODE ASESMEN

1

. Kegiatan asesmen terstruktur

, sebagai contoh :

– simulasi / bermain peran (role play)

– berbagai proyek

– bebagai presentasi

– berbagai lembar aktifitas

2

.

Mengajukan pertanyaan

, sebagai contoh :

– pertanyaan tertulis,

– interview / wawancara

– asesmen mandiri

– pertanyaan lisan

– kuesioner

– ujian lisan atau ujian tertulis

3

.

Portofolio

, sebagai contoh:

– koleksi contoh kerja yang dikumpulkan oleh asesi

– produk dengan dokumentasi yang mendukung

– bukti sejarah

– jurnal / buku catatan kerja

(63)

LANJUTAN....

4

. Meninjau produk-produk

, sebagai contoh :

– produk sebagai hasil kerja suatu proyek

– contoh/produk-produk hasil kerja

5

. Umpan balik dari pihak ketiga

, misalnya :

– testimoni/laporan dari pemilik perusahaan/supervisor

– bukti sebagai peserta pelatihan

– pencapaian otentik sebelumnya

– interview dengan atasan, supervisor, atau sesama rekan kerja

6

. Instrumen yang dikembangkan dari metode asesmen

untuk digunakan sebagai pengumpulan bukti

, misalnya:

– pengukuran profil kinerja

– templates/proformas

– pertanyaan spesifik atau kegiatan

– ceklis observasi

– ceklis evaluasi contoh kerja

(64)

Referensi

Dokumen terkait