Melakukan Langkah Instalasi Sistem Operasi

55 

Teks penuh

(1)

Melakukan Langkah

Instalasi Sistem Operasi

(2)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

Pada BAB ini kita akan melakukan beberapa proses instalasi dan konfigurasi dual booting, yang

bertujuan untuk menjadikan satu unit komputer siap pakai. Langkah-langkah yang akan kita lakukan

adalah :

1. Manajemen Harddisk

(3)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

Hal yang diperlu dipersiapkan pada saat melakukan proses instalasi ini adalah :

1. CD atau Disket Start Up/Bootable

2. CD Windows Millenium dan XP Profesional 3. CD Driver Mainboard

4. CD Program Aplikasi

 .1 Setting bios

(4)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

Untuk dapat masuk ke dalam BIOS ada beberapa cara. Cara yang sering digunakan pada komputer adalah :

 1.HidupkanKomputer

2.TekanTombolDeletepadaKeyboard

3. Jika benar maka akan muncul menu BIOS seperti gambar disamping

Cara lain untuk masuk ke dalam setting BIOS bisa dengan cara menekan tombol :

 - F1 - F2

(5)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

Untuk mengetahui cara masuk ke dalam setting

BIOS kita bisa melihat buku manual yang disertakan pada saat kita membeli Mainboard, atau kita bisa

lihat tampilan saat komputer menyala pertama kali.

BIOS yang terdapat pada komputer tidak selalu

sama, hal ini disebabkan karena berbeda merk antar BIOS, namum pada dasarnya tujuannya sama, hanya berbeda sedikit bahasa dan lokasi penempatan

setting. Contoh merk BIOS :

 1.AMIBIOS

(6)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

Pada tampilan BIOS bagian bawah ada beberapa

tombol kunci yang bisa kita gunakan saat mengatur setting BIOS, yaitu :

F1

Untuk memanggil menu Help / pertolongan

F5

Untuk menampilkan setting lama

F6

(7)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

F7

Untuk memanggil setting yang lebih baik dan ketat

F10

Untuk keluar setup dan menyimpannya

Esc

Untuk keluar setting dan setup tanpa menyimpan

Page Up/Down

(8)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

Shift +F2

Untuk merubah setting warna tampilan

4.1.2 Fungsi Menu BIOS

Standard CMOS Features

Menu dasar konfigurasi waktu, tanggal,

floppy drive

, dll

(9)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

Mengatur setting system misalnya menentukan

booting pertama, menentukan sistem keamananan, mempercepat proses booting, dll

Advanced Chipset Features

Mengatur system konfigurasi memory, VGA, dll

Integrated Peripherial

Mengatur setting hardware yang sudah terpasang pada mainboard/On board

(10)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

Mengatur system power untuk monitor, hard disk, dll

PnP / PCI Configurations

Mengatur peralatan dengan jalur PCI dan perangkat yang dikenalkan secara default oleh komputer

PC Helath Status

(11)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

Frequency / Voltage Control

Mengatur

frequency

control Prosesor

Load High Performance Defaults

Setting

optimal yang terbaik dan ketat

dengan mengabaikan stabilitas komputer

(12)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

Standard CMOS Features

Menu dasar konfigurasi waktu, tanggal, floppy drive, dll

Advanced BIOS Features

Mengatur setting system misalnya menentukan

booting pertama, menentukan sistem keamananan, mempercepat proses booting, dll

(13)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

Mengatur system konfigurasi memory, VGA, dll

Integrated Peripherial

Mengatur setting hardware yang sudah terpasang pada mainboard/On board

Power Management Setup

Mengatur system power untuk monitor, hard disk, dll

PnP / PCI Configurations

(14)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

PC Helath Status

Untuk mengetahui kondisi suhu prosesor, putaran kipas, dll

Frequency / Voltage Control

Mengatur frequency control Prosesor

Load High Performance Defaults

Setting optimal yang terbaik dan ketat dengan mengabaikan stabilitas komputer

Load Optimized Defaults

Mengatur setting optimal standar dan tidak terlalu ketat

Set Supervisor Password

Memberi password dengan Akses full tanpa batas

(15)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

Save & Exit Setup

Keluar dan menyimpan konfigurasi setting

Exit Without Saving

Keluar tanpa menyimpan konfigurasi setting

4.2 Partisi harddisk dengan FDISK 4.2.1 Partisi harddisk

Apa itu Partisi Harddisk?

Partisi diambil dari kata Partition dapat kita artikan sebagai pembagi atau pembatas.

(16)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

Apa Kegunaan Partisi Harddisk?

Seperti rumah yang mempunyai bagian-bagian atau ruang-ruang, seperti ada ruang tamu, ada ruang kamar, ada ruang dapur dan ada ruang WC. Tentu saja semua ruang yang ada dirumah kita ini

mempunyai fungsinya masing-masing. Dan akan sangat riskan sekali jika sebuah rumah tidak ada sekat atau pembagi ruangan

tersebut, dimana kita tidur, makan dan mandi tanpa batas atau sekat ruangan.

Demikian juga dengan harddisk, akan lebih baik jika harddisk kita dibagi sesuai dengan porsi dan kegunaannya. Misal ruang C (partisi C) akan kita gunakan untuk menginstall sistem operasi seperti

(17)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

Nah apa manfaat atau kegunaan partisi harddisk ini ?

1. Tidak bercampur aduknya antara sistem operasi dan data, sehingga jika terjadi kerusakan pada sistem operasi dan

memerlukan format pada partisi sistem operasi tersebut tidak akan mempengaruhi data kita karena data terletak pada partisi lain.

2. Mudah untuk mengatur dan memantau dimana data akan disimpan dan dimana program akan di install.

3. Multi partisi ini sangat dibutuhkan jika kita ingin menginstall dual boot system (Sistem Operasi Windows dan Linux). Karena tidak dapat berjalan kedua sistem operasi ini jika kita install

(18)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

Dengan kapasitas harddisk saat ini antara 20 sampai 180 GB, pembagian kapasitas harddisk merupakan hal yang mutlak dilakukan. Jika memiliki harddisk dengan kapasitas-kapasitas besar, sangat

dianjurkan membagi kapasitas harddisk menjadi minimal 2 partisi atau idealnya menjadi 3 partisi sesuai kebutuhan.

Jika kita menggunakan FDISK untuk melakukan partisi maka akan terlihat susunan partisi sebagai berikut :

(19)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

1. Partisi Ke-1 (Partisi C / Primary Partitition) digunakan untuk installasi sistem operasi beserta program-program pendukung lainnya.

2. Partisi Ke-2 (Partisi D / Extended Partitition - Logical Partitition 1)

digunakan untuk menyimpan program-program installasi/master.

3. Partisi Ke-3 (Partisi E / Extended Partitition - Logical Partitition 2)

(20)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

Extended Partition adalah partisi penghubung antara

Primary Partition dengan Logical Partition.

Untuk kapasitasnya dapat kita atur sesuai dengan kebutuhan.

Lihat contoh dibawah ini :

Misalkan kita memiliki harddisk dengan kapasitas 40 GB (gigabyte) maka akan kita partisi dengan

(21)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

1. Partisi ke-1 = 10 GB (akan menjadi direktori C) 2. Partisi ke-2 = 10 GB (akan menjadi direktori D) 3. Partisi ke-3 = 20 GB (akan menjadi direktori E)

Hal-hal yang Dipersiapkan sebelum Melakukan Partisi Harddisk !

1. Satu unit komputer lengkap dengan harddisk yang akan dipartisi dan cd-romnya.

2. Start Up Disk atau Disc Bootable yang berisikan program FDISK.

3. Harddisk & CD-ROM harus terkoneksi dengan baik, ini bisa dilihat di BIOS pada menu STANDARD CMOS

(22)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

Software Apa Saja yang dapat Digunakan untuk Melakukan Partisi Harddisk ?

1. FDISK

Dilakukan di mode DOS / Modus Text

2. Partition Magic

Dilakukan di mode Windows

Sebagai contoh :

Harddisk 40 GB akan dipartisi menjadi 3 partisi dengan kapasitas masing-masing :

(23)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

Langkah-langkah melakukan partisi dengan FDISK.

1. Siapkan Start Up Disk atau Disc Bootable. - Masuk ke BIOS dengan menekan tombol DEL

berkali-kali sampai masuk ke menu warna biru BIOS. Pada pilihan ADVANCED CMOS FEATURES > BOOT SEQUENCE > 1ST BOOT DEVICE ganti menjadi

FLOPPY jika menggunakan Start Up Disk atau CDROM jika menggunakan Disc Bootable.

Kemudian tekan tombol F10 > ENTER.

(24)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

2. Ketik FDISK di prompt A:\> lalu ENTER.

3. Pada pertanyaan "Do you wish to enable large disk support (Y/N)?"

Pilih Y jika memiliki kapasitas harddisk > 2 Giga Byte. Pilih N jika memiliki kapasitas harddisk < 2 Giga Byte. tekan Y lalu ENTER.

4. Pada Menu Utama FDISK akan ada 4 pilihan :

1. Create DOS Partition or Logical DOS Drive. >> untuk membuat partisi baru

(25)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

3. Delete Partition or Logical DOS Drive. >> untuk menghapus partisi

4. Display Partition Information. >> untuk menampilkan partisi yang ada

ketik 1 lalu ENTER.

5. Akan tampil kembali Menu Create Partition dengan 3 pilihan : 1. Create Primary DOS Partition. >> untuk membuat

partisi/drive C

2. Create Extended DOS Partition. >> sebagai jembatan antara partisi C dan yang lain.

3. Create Logical DOS Drive(s) in The Extended DOS Partition. >> untuk membuat partisi lain selain C.

(26)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

6. Pada pertanyaan "Do you wish to use the maximum available size for a primary DOS partition and make the partition

active (Y/N) ?"

Pilih Y jika hanya membuat satu partisi saja, partisi/drive C.

Pilih N jika akan membuat lebih dari satu partisi/drive. Misal : C,D,E dan F.

Ketik N lalu ENTER. Tunggu verifying drive integrity 100% complete.

7. Akan tampil menu CREATE PRIMARY DOS PARTITION.

Pada Enter size in Mbytes or percent of disk space (%) to create a Primary DOS Partition ...

Masukkan nilai kapasitas untuk Partisi C, jika C = 10 Gigabytes, ketik 10000 lalu ENTER.

(27)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

8. Tampil kembali Menu Utama (No.4) ketik 1 lalu ENTER.

9. Tampil kembali Menu Create (No.5) ketik 2 lalu ENTER. Tunggu verifying drive integrity 100% complete.

Akan tampil menu CREATE EXTENDED DOS PARTITION. Pada Enter size in Mbytes or percent of disk space (%) to create an Extended DOS Partition ...

Masukkan nilai kapasitas untuk Partisi D + Partisi E (atau total nilai partisi selain partisi C),

Jika D = 10 Gigabytes dan E = 20 Gigabytes, maka ketik 30000 lalu ENTER.

(28)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

10. Akan tampil menu CREATE LOGICAL DOS DRIVE(S) IN THE EXTENDED DOS PARTITION.

Pada Enter logical drive size in Mbytes or percent of disk space (%).

Masukkan nilai kapasitas untuk Partisi D saja, jika D = 10 Gigabytes, maka ketik 10000 lalu ENTER.

Tunggu verifying drive integrity 100% complete.

 Akan tampil kembali menu CREATE LOGICAL DOS DRIVE(S) IN THE EXTENDED DOS PARTITION.

Pada Enter logical drive size in Mbytes or percent of disk space (%).

Masukkan nilai kapasitas untuk Partisi E saja, jika E = 20 Gigabytes, maka ketik 20000 lalu ENTER.

(29)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

12. Aktifkan Partisi C dengan memilih 2 pada MENU UTAMA FDISK (No.4).

Pada Enter the number of partition you want to make active... ketik 1 lalu ENTER (karena C : 1). Tekan ESC 3x.

(30)

Melaksanakan Istalasi Software

Sesuai Instalasi Manual

Praktik 1

B.1. Langkah Instalasi Software Berbasis Teks

Menginstal software bisa melalui DOS, sebagai misal Kamu akan memulai penginstalan untuk pertama

kali pada PC yang baru (belum ada aplikasi apa-apa), diinstal system operasi misalnya Windows-Me. Coba Kamu

lakukan adalah :

(31)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

Menginstalasi Software 3

Langkah 1 : Pastikan hardisk PC telah di-format, dan juga telah di-partisi, biasanya partisi hardisk dibagi dua

 bagian C: untuk menempatkan program aplikasi dan bagian D: untuk menyimpan data

Langkah 2 : Masukkan disket start-Up ke disk-drive A: , kemudian nyalakan komputer , tekan tombol power [ON]

 pada CPU dan tombol power [ON] pada monitor.

 Tunggu sampai terjadi proses booting dan di monitor

(32)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

Langkah 3: Masukkan CD program aplikasi ke CD-Rom

 drive

Langkah 4: sekarang pindah prompt dari A ke E, dari

 prompt A:\ E: <enter>

Langkah 5 : ketik pada prompt E: \>dir (untuk

 mengetahui isi direktori CD )

Langkah 6 : Pindah direktori pada prompt ketik E:\>cd

 winme <enter>

Langkah 6 : lihat direktori aplikasi WinMe ketik pada

 prompt E:\>WINME>dir

Langkah 7 : Mulai instalasi ketik pada prompt

(33)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

B.2. Langkah Instalasi Software Berbasis GUI

Yang perlu dilakukan sebelum penginstalan adalah :(i) baca persyaratan system minimum pada

 kemasan atau manual aplikasi, untuk memastikan PC mampu menjalankan aplikasi,

(ii) pastikan Kamu memiliki

 program versi terbaru,

(iii) cetaklah informasi dalam file README.TXT untuk referensi nanti

Yang perlu dihindari adalah :

i) membuka/menjalankan program lain selama instalasi berlangsung,

(ii) menginstal

 versi lama,

(34)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

membolak-balik nomor seri program insatalasi.

Ada 3 alternatif untuk melakukan penginstalan yaitu melalui :

Alternatif pertama. Idealnya ketika program aplikasi kamu masukkan ke CD-ROM drive maka tinggal mengklik

[SETUP], namun kadang CD-ROM tidak mendetekasi ini sebabnya fungsi pendeteksi otomatis untuk CD-RIOM

dinonaktifkan.

Alternatif kedua. Setelah memasukkan CD-ROM pada drive CD-ROM atau drive DVD-ROM (misalnya drive E:, klik

[Start] dan pilih [Run]. Pada kotak dialog, ketik “E:\SETUP.EXE” (tanpa tanda kutip), klik [OK] untuk mulai

menginstal.

Alternatif ketiga : Setelah memasukkan CD-ROM pada drive CD-ROM atau drive DVD-ROM (misalnya drive E:,

1. Klik [Start] [setting] [Control Panel]

2. Klik [Add/Remove Programs], akan muncul kotak dialog Add/Remove

(35)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

4. Klik [Next] untuk memulainya

5. Windows mencari program instalasi dan menampilkan program instalasi tersebut dalam Text Box

Command Line for installation program. Buatlah perubahan jika diperlukan, lalu klik [Finish] untuk

 memulai instalasi

6. Window memulai program setup. Kamu mungkin ditawari dengan pilihan-pilihan ketika install

berlangsung

(36)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

tambahan seperti clip art, tutorial, atau manual online tidak terinstal. memilih Minimum berarti

menginstal fail-fail yang diperlukan untuk

menjalankan aplikasi, pilihan ini cocok bagi PC yang ruang

hardisk-nya terbatas. Pilihan Custom, berarti Kamu memiliki kontrol penuh dalam menentukan apa-apa

(37)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

[Next] dan ikuti terus petunjuk lain yang terdapat pada layar ketika penginstalan berlangsung.

Hak Cipta Pada http://www.guruvalah.tk

Menginstalasi Software 4

B.3. Uninstal Program Aplikasi

Jika kamu tidak lagi memerlukan program tertentu Kamu dapat menghapusnya dari harddisk untuk memberi

ruang bagi program lain yang Kamu gunakan.

1. Klik [Start] [Setting] [Control Panel], klik link [Add/Remove Programs]

(38)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

Praktik 2

Sekarang Mari Praktik menginstall Program Aplikasi Microsoft Office 2003

Masukkan CD-ROM ke drive CD-ROM, dan ikuti langkah penginstalan seperti cara yang telah di uraikan

di atas.

C. MENGECEK HASIL INSTALASI

Praktik 3

(39)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

jalankan aplikasi Microsoft Office 2003.

Langkah 1 : klik [Start] [All Program] [Microsoft Office] pilih [Microsoft Office Word 2003].

Langkah 2 : Amati apakah program aplikasi dapat dibuka dan dijalankan?. Coba ketik naskah pendek,

setelah itu klik [File] pilih [Save] pada opsi file name ketik nama kamu lalu klik tombol Save.

Selanjutnya keluar dari program, coba klik [File] [Exit]

(40)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

perlu penanganan lebih lanjut agar program bisa berjalan normal.

Penanganan Terhadap Troubleshooting ketika penginstalan adalah :

KESALAHAN PENYEBAB CARA MENANGGULANGI

Icon berwarna hitam • VGA kurang mendukung

resolusi

 • Driver yang dipakai tidak • cocok

 • Restart computer

(41)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

• Coba ganti driver yang cocok

Hak Cipta Pada http://www.guruvalah.tk  Menginstalasi Software 5

 Operating sistem tidak

 mau shutdown

• ada program yang tidak

 berhenti secara sempurna  • konfigurasi setting BIOS

(42)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

• periksa kembali setting BIOS

• pastikan “Fast Shutdown” di system

 informatation –Tool-System configuratio  Terjadi konflik di deface

 manager

• Device yang satu dengan

 yang lain

• driver tidak cocok

• device rusak

• Remove bagian device manager

 yang terdapat tanda troble

• Ulangi penginstallan driver

(43)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

• Jangan lupa merestart komputer

 Computer hang saat

 tidak aktif

• Screen saver sedang jalan

• Power management aktif

• Suhu pada CPU terlalu panas

• Gerakan mouse atau tekan keyboard,

(44)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

• Masuk ke BIOS disable power

 manager

• Lihat di device manager jika ada tanda

 pada power management, remove.  Windows protection

 error

• Terdapat kesalahan program

 utility seperti Norton atau  scanner UMAX.

• Ada bagian penting dari

 system windows yang  rusak/hilang

(45)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

Missal system.da0 diubah menjadi

system.dat

• Coba ganti beberapa hardware

• Install ulang

 Illegal operation • File yang berhubungan

 dengan registry dari program

 tersebut rusak

• Kesalahan penempatan

(46)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

 sedang berjalan

• Remove program yang rusak dan

 install kembali

• Kemungkinan gangguan RAM, coba

 diganti

 Layer biru

• Kemungkinan besar masalah  pada hardware (memori,VGA  Card, prosesor)

• Ada program yang rusak

 sehingga regristinya  mengganggu windows

(47)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

VI. KESIMPULAN

Software (perangkat lunak) adalah program aplikasi yang memungkinkan komputer dapat melaksanakan

fungsinya. Agar software dapat dijalankan pada

komputer serta agar kita dapat menggunakan lebih dari satu

program aplikasi maka software harus diinstal

(48)

Mengecek Hasil Instalasi Menggunakan Software

( Sampling )

Setelah install coba sekarang Kamu Cek apakah hasil instalasi Kamu telah sukses atau gagal, mari

jalankan aplikasi Microsoft Office 2003.

Langkah 1 : klik [Start] [All Program] [Microsoft Office] pilih [Microsoft Office Word 2003].

Langkah 2 : Amati apakah program aplikasi dapat dibuka dan dijalankan?. Coba ketik naskah pendek,

 setelah itu klik [File] pilih [Save] pada opsi file name ketik nama kamu lalu klik tombol Save.

 Selanjutnya keluar dari program, coba klik [File] [Exit]

 Bisa jadi hasil instal kamu mengalami masalah, gagal atau tidak bisa dijalankan (troubleshooting) maka

(49)

Melakukan Trouble Shooting

1. Apakah user bisa logon dan bisa mengakses resource jaringan?

 a. TIDAK, apakah anda bisa logon menggunakan user admin account anda dan mengakses resource jaringan? • i. YA, periksa user account tersebut apakah masih valid,

apakah name dan password sudah benar, apakah user-account tidak expired atau mungkin user-account lock-out yang biasanya dibarengi dengan system error waktu logon.

• ii. TIDAK, berarti ada masalah, lanjut ke step 2

(50)

2. Logon ke komputer dengan menggunakan local admin account, dan periksa konfigurasi protocol TCP/IP dengan command line “ipconfig /all” periksa hasilnya apa komputer sudah mendapatkan IP address dari DHCP server atau tidak? Periksa property TCP/IP nya apakah sudah di setup untuk menerima IP address otomatis “obtain an IP address

automatically” dan juga “obtain DNS server automatically”

 a. Jika setup nya salah, betulkan terlebih dahulu untuk

menerima IP address secara automatis. Lompat kembali pada step 1.

 b. Jika konfigurasi normal, tetapi tidak menerima IP addres

(51)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

a. YA, jika kabel patch terputus, ganti dengan kabel yang bagus. Jika kabel terlepas, colokkan kembali dengan

benar, lalu kembali ke step 1

b. TIDAK, periksa apakah indicator lampu led pada

adapter LAN/NIC pada komputer berkedip atau tidak, biasanya ada dua lampu led – lampu jaringan yang selalu berkedip dan

lampu power yang biasanya berwarna hijau konstan. Jika kedua lampu led indicator nyala, maka tidak ada masalah dengan jaringan. Apalah lampu indicator jaringan berkedip atau tidak?

• i. YA, seharusnya tidak ada masalah dengan jaringan.

(52)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

4. Logon dengan menggunakan account admin local dan periksa apakah “LAN Card” di-disabled?

a. YA, berarti masalahnya LAN card disabled, anda bisa klik kanan dan pilih opsi “enabled” terus test lagi dengan melakukan “ipconfig /all” apakah IP address sudah diterima? Kalau belum, coba lagi dengan command “ipconfig /renew”, jika sudah dapat berarti sudah OK.

b. TIDAK, lanjutkan ke step 5

5. Ganti kabel patch dengan yang baru/bagus,

(53)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

a. YA, maka sampai disini anda menyelesaikan masala.

b. TIDAK, ada tiga kemungkinan sumber masalah:

 i. NIC adapter rusak  ii. Port Switch faulty

 iii. Kabel LAN antara sambungan di tembok ke Swicth

bermasalah, bisa jadi kabel tersebut diserang / digigit tikus.

6. Jika anda ada LAN tester, itu akan memudahkan anda, anda bisa melakukan testing ke port RJ45 di wall-jack

(54)

Menjelaskan Langkah Istalasi

Sistem Operasi

a. YA, jika line jaringan sudah OK, maka bisa

dipastikan LAN adapter rusak. Ganti NIC adapter dan lompat ke step 1.

b. TIDAK, anda bisa memastikan sekarang bahwa

sumber masalah adalah kabel antara sambungan di tembok (wall-jack) dengan Switch bermasalah. Anda bisa meminta teknisi kabel untuk menarik kabel baru antara wall-jack ke switch.

7. Selamat anda telah menyelesaikan

(55)

SMK NEGERI 2 CIKARANG BARAT

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...